Jumat, 24 April 2009

Pernikahan dan Masalahnya




* LATAR BELAKANG
Ketika dua kehidupan dipersatukan bersama dalam suatu hubungan intim jangka panjang, sewaktu-waktu akan muncul masalah. Banyak pasangan memasuki pernikahan hanya dengan sedikit persiapan untuk menghadapinya. Kadang-kadang mereka kurang memiliki kedewasaan emosional, kemantapan atau keluwesan, yang harus dimiliki dalam pasangan yang berhasil.

Apa saja unsur-unsur pembentuk suatu pernikahan yang baik?

* Saling menghormati
Saling menghormati berarti masing-masing menerima pasangannya sebagaimana adanya, tidak berusaha memperalat, membantu pasangannya untuk bertumbuh sesuai rencana Allah dengan tidak mementingkan dirinya sendiri, saling menghargai, membedakan antara yang ideal dan yang merupakan kenyataan, serta tidak menuntut terlalu banyak. "Kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati suaminya." (Efesus 5:33)
* Penyerahan diri yang tulus
Hakekat janji yang diucapkan dalam pemberkatan nikah ialah penyerahan diri secara tulus, satu kepada yang lain, sambil meninggalkan segala hal lainnya. Alkitab berkata, "Sebab itu laki- laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Kejadian 2:24). Waktu dan pengalaman membuktikan bahwa "menjadi satu daging" dalam pernikahan, tidak berarti pelepasan kepribadian atau hak-hak pribadi. Justru penyerahan diri yang memperkaya kepribadian keduanya.
* Komunikasi yang baik
Agar dapat berkomunikasi, harus ada pengertian tentang perbedaan- perbedaan emosional, mental dan jasmani, antara pria dan wanita. Perlu dikembangkan suasana persahabatan. "Lebih baik bersama teman hidupku, daripada dengan orang lain." Harus terjadi percakapan, bukan saja berdiskusi ketika muncul perbedaan, tetapi pertukaran informasi yang berarti, baik dalam tingkat intelektual maupun emosional.
* Waktu dan usaha
Kasih harus diberi kesempatan untuk tumbuh dewasa. Suasana untuk itu, terdapat dalam Firman Tuhan. Ketika perjalanan hidup menjadi berat, pasangan tersebut tidak "membuang cinta" mereka; tetapi mereka bertahan bersama dan berusaha menyelesaikannya. Mereka tidak menganggap diri mereka "korban" dari "salah perhitungan", tetapi "teman pewaris kasih karunia". (1Petrus 3:7)

Masalah dan perbedaan diselesaikan melalui pengampunan "Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:32)

Kalimat-kalimat berikut perlu dihayati oleh pasangan-pasangan yang ingin agar pernikahannya terpelihara:
"Aku bersalah",
"Aku menyesal",
"Maafkan aku",
"Aku mengasihimu".

* Kesatuan rohani
Mengerti dimensi rohani dalam pernikahan akan membawa dampak yang dalam. Paulus membandingkan pernikahan -- kesatuan suami dan istri -- dengan hubungan kekal antara Kristus dan Gereja. (Lihat Efesus 5:22-33)



* 10 HUKUM PERNIKAHAN BAHAGIA

1. Jangan marah pada waktu yang sama. (Efesus 5:1)
2. Jangan berteriak pada waktu yang sama, kecuali rumah kebakaran. (Matius 5:5)
3. Kalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang. (Amsal 16:32)
4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih. (Yohanes 13:34-35)
5. Lupakanlah kesalahan masa lalu. (Yesaya 1:18; Amsal 16:6)
6. Boleh lupakan yang lain, tetapi jangan pasangan Anda. (Kidung Agung 3:1-2)
7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam. (Efesus 4:26-27)
8. Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda. (Kidung Agung 4:1-5; 5:9-16)
9. Bersedia mengakui kesalahan. (1Yohanes 1:9)
10. Dalam pertengkaran,yang paling banyak bicara dialah yang salah. (Matius 5:9)




"Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'SAHABAT yang Bijak'yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu".

--
Managing Anxiety - Three Keys to Success

Everyone feels anxious at some point in their lives. Whether they are under a lot of stress at work, in a bad relationship, or simply having troubles dealing with their responsibilities, each of us has had a moment where we began to worry. This reaction is something that we all share on a day to day basis, but for some, it's not something that's normal or easy to get a handle on. For those, as well as the rest of us, we need to think about managing our anxiety instead of simply responding to it.

Isn't Anxiety Normal?

There are a lot of good reasons why we become anxious when under stress. For example, when we are put into a life threatening situation, the stress activates our flight or flight response so that we can protect ourselves or someone else. Anxiety helps us to realize when things area going the way they should be and when we need to start looking for other answers or solutions.
But not all anxiety is normal. Being worried is something we can rarely avoid, but being worried about things we can not control can often begin to control us as people. These kinds of worriers will often be paralyzed by fears of things that might happen, causing them to be unable to function in everyday society. This is 'bad' anxiety.
Instead of just thinking that you have to live with your anxiety levels - no matter how high or low they are - you can take three steps to begin to manage your stress levels and get on with your life.

Key #1: Find Out the Cause

Nailing down the cause of your anxiety shouldn't stress you out. In truth, there are
probably hundreds of things that make you anxious on a daily basis. But to start to recognize the triggers for your anxiety reactions, you will need to make some sort of list of the things that you do feel worried about. Try to keep this list short, focusing on the things that make you worried right now at this particular moment. This will help you understand what you can and what you can not actually change in your life.

For example, if you notice that you are worried about the number of hours you are working each week, you can start to take steps to shorten your work time. If you notice that you are worried about that promotion you're up for at work, you might not be able to do anything about the decision that will be made.


Key #2: Daily Habits Make the Difference

In fact, it might be a good idea for you to write down the things that worry you each night before you go to bed. This can help you to sort of lay your fears to rest so that you can relax and recuperate from your day. It might also help you to figure out what you can and can not do in response.

Eating right and exercising have also been shown to be effective in the management of anxiety, as they help the body stay balanced. When you're malnourished and sedentary, it can be more difficult for your body to fight off the effects of stress. You will also want to make sure you are resting during the day and sleeping at night to further reduce your levels of anxiety.


Key #3: Know When to Ask for Help

When you find that your anxiety is beginning to affect the way you live, you need to start looking for professional help to assist you. This might take the form of a therapist or a psychiatrist. These professionals can help you figure out what steps you need to take to calm your life down and to help you get a handle on your anxiety.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar