Selasa, 14 April 2009

7 Pertanyaan Tentang Uang Sebelum Melangkah Dalam Perkawinan





Pernikahan adalah hari yang dinantikan bagi semua pasangan. Namun sayangnya, banyak pasangan muda ini terlalu menghabiskan fokus pada memilih gaun, gedung, cincin dari pada saling mencari tahu keadaan financial pasangannya satu sama lain. Percaya atau tidak, sebagian pernikahan yang hancur disebabkan oleh masalah keuangan. Untuk itu pertanyaan-pertanyaan berikut ini Anda harus tanyakan pada pasangan Anda sebelum memutuskan untuk menikah dengannya.

Apa yang menjadi pemasukan utama kamu?

Masalah uang adalah hal sensitif, hal ini membuat orang sangat tabu untuk membicarakannya dengan orang lain, bahkan dengan pasangannya. Jangan berasumsi jumlah pemasukan calon pasangan hidup Anda hanya dengan melihat pekerjaannya saja. Tanyakan berapakah gajinya, adakah pemasukan lain, siapa saja yang harus ditopang dalam keluarganya dengan penghasilannya?

Apakah ada rencana kedepan yang akan mempengaruhi penghasilannya?
Menjalani pernikahan, adalah sebuah perjalanan yang akan menghabiskan seluruh sisa hidup Anda bersama pasangan Anda. Untuk itu, tanyakan pada pasangan Anda apakah dia memiliki suatu rencana jangka panjang yang akan mempengaruhi pemasukannya? Contohnya mungkin memulai bisnis sendiri yang membuat dia harus berhenti bekerja sehingga kemungkinan tidak ada pemasukan selama beberapa bulan.

Berapa banyak hutang yang kamu punya?

Bicara mengenai pemasukan mungkin saja besar. Tapi pastikan, berapa banyak hutang yang dia miliki. Mungkin saja dia harus membayar cicilan mobil, rumah ataupun hutang kartu kredit yang cukup besar.

Apakah Anda berdua kedepannya akan memiliki satu rekening tabungan untuk berdua atau sendiri-sendiri?

Kebanyakan pasangan akan memiliki rekening bersama, tetapi ada juga yang memilih memiliki rekening sendiri yang bisa dengan bebas diaturnya. Ini perlu Anda diskusikan dengannya untuk mencapai kesepakatan.

Apa kebiasaannya dalam keuangan?

Apakah pasangan Anda tipe yang suka menabung atau memilih kredit untuk membeli suatu barang. Bagaimana caranya berbelanja, apakah dia biasa membuat buget atau membeli apa saja yang matanya lihat? Pastikan kebiasaannya tersebut Anda bisa terima, sehingga nantinya Anda tidak merasa tertekan dibuatnya.

Apa yang menjadi targetnya dalam keuangan?

Berapa banyak yang akan kalian tabung setiap bulannya nanti? Bagaimana rencana untuk pengsiun, dan juga biaya pendidikan anak serta asuransi kesehatan? Hal ini perlu direncanakan. Untuk itu tanyakan padanya, apakah dia memiliki target dalam pencapaian financial?

Apakah dia suka memberi? Apakah dia biasa memberi perpuluhan?

Jika Anda tipe murah hati, pastikan Anda tidak akan konflik dengan pasangan Anda ketika Anda dengan mudahnya mengeluarkan isi dompet untuk membantu orang lain, demikian juga sebaliknya. Selain itu, pemberian untuk perpuluhan dan persembahan ke gereja, apakah dia biasa melakukannya. Seberapa besar alokasi anggaran untuk memberi ini?

Semua pertanyaan diatas mungkin belum mencakup keseluruhan hal yang perlu Anda ketahui tentang masalah keuangan Anda dengan pasangan Anda. Namun paling tidak akan membantu Anda membuat kesepakatan yang diperlukan bagi Anda berdua. Selain itu, Anda bisa bertanya berbagai hal lain sebelum lebih jauh melangkah memasuki gerbang pernikahan.


--

Test Kesehatan Keuangan Anda


Untuk mengetahui seperti apa sebenarnya keadaan keuangan Anda, tidak ada salahnya untuk mengambil beberapa menit untuk menjawab pertanyaan Financial Fitness Checklist berikut ini. Anda cukup menjawab dengan "Ya" atau "Tidak" pertanyaan-pertanyaan berikut:

* Apakah Anda menggunakan sebagian besar pendapatan Anda untuk membayar hutang?
* Apakah Anda hanya membayar tagihan minimum pinjaman Anda atau kartu kredit Anda setiap bulannya?
* Apakah Anda mendekati, berada atau telah melewati limit kartu kredit Anda?
* Apakah Anda lebih sering membayar tagihan Anda dengan uang yang di anggarkan untuk hal lainnya?
* Apakah Anda meminjam uang atau menggunakan kartu kredit untuk membayar sesuatu yang seharusnya bisa dibayar dengan uang cash?
* Apakah Anda sering terlambat membayar tagihan?
* Apa Anda mengambil dari tabungan untuk membayar beberapa tagihan?
* Apakah Anda membatalkan pergi ke dokter atau dokter gigi karena Anda tidak bisa membayarnya?
* Apakah Anda sering menerima telephon yang menagih Anda karena terlambat membayar suatu tagihan?
* Apakah Anda bekerja lembur dan memiliki pekerjaan sambilan supaya bisa memenuhi kebutuhan Anda?
* Jika pasangan Anda kehilangan pekerjaan, apakah kalian akan segera berada dalam masalah keuangan?
* Apakah Anda sangat kuatir dengan keuangan Anda?

Jika Anda sudah menjawab semuanya, hitung jumlah jawaban "Ya" dan "Tidak" atas pertanyaan-pertanyaan diatas.

Jika jawaban Ya Anda hanya satu atau dua saja, kondisi keuangan Anda tidak terlalu buruk. Tetapi sebelum segala sesuatunya bertambah buruk, ambil waktu untuk membuat buget keuangan yang realistik atau merevisi rencana penggunaan uang Anda. Potong penggunaan kartu kredit dan perhatikan baik-baik tanda-tanda kesulitan keuangan.

Jawaban Ya Anda sekitar tiga hingga lima, itu artinya Anda sedang menyembunyikan kesulitan keuangan Anda. Sangat penting bagi Anda untuk dapat mengendalikan pengeluaran Anda. Jika Anda tidak memiliki buget belanja bulanan, mulai sekarang harus Anda buat. Singkirkan kartu kredit Anda dan pangkas semua pengeluaran yang tidak perlu sehingga semua jawaban Ya diatas menjadi Tidak.

Jika Anda menjawab Ya lebih dari lima pertanyaan, sepertinya Anda berada dalam kesulitan keuangan yang serius. Tetapi jangan takut, Anda pasti bisa mengatasinya. Hal yang paling penting adalah penggunaan kartu kredit. Sepertinya Anda harus menutup semua kartu kredit Anda, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan profesional untuk menyelesaikan hutang-hutang Anda.

Hal yang terpenting dalam keuangan adalah, jika Anda bisa membayarnya dengan cash, jangan pernah meng-kreditnya. Kredit adalah sebuah ilusi dimana Anda bisa memiliki segalanya dengan menyicil. Namun itu artinya Anda sudah menggunakan tabungan masa depan untuk dinikmati saat ini.

Very nice short story ….Don't Miss to Read it.


An elderly man in Mumbai calls his son in
New York and says,

'I hate to ruin your day son, but I have to tell you
that your mother and I are getting a divorce;
35 years of marriage... and that much
misery is enough!'

'Dad, what are you talking about?' the son screams.

'We can't stand the sight of each other any longer,'
the old man says.

'We're sick of each other, and I'm sick of talking
about this, so you call your sister in Hong Kong and tell her!'

Frantic, the son calls his sister, who explodes on the phone.

'Like heck they're getting divorced,' she shouts,
'I'll take care of this.'

She calls Mumbai immediately, and screams at the old man,
'You are not getting divorced. Don't do a single thing until
I get there. I'm calling my brother back, and we'll both
be there tomorrow.
Until then , don't do a thing, DO YOU HEAR??'
and she hangs up. The old man hangs up his phone
and turns to his wife. 'Okay', he says, 'It's all set.
"
"
"
"
"
"
"
"

They're both coming for Diwali and paying their own airfare!!'

MORAL:

No man / woman is busy in this world all 365 days.

The sky is not going to fall down if you take few days
LEAVE and meet your dear ones.

OFFICE WORK IS NOT EVERYTHING IN LIFE and MONEY
MAKING IS NOT EVERYTHING IN LIFE. AFTER ALL WE
WORK FOR SOMEONE ELSE'S DREAM.

--

The Japanese have always loved fresh fish.




But the waters close to Japan have not held many fish for decades.




So to feed the Japanese population,




Fishing boats got bigger and went farther than ever.




The farther the fishermen went, the longer it took to bring in the fish. If the return trip took more than a few days, the fish were not fresh. The Japanese did not like the taste.




To solve this problem, fishing companies installed freezers on their boats.




They would catch the fish and freeze them at sea. Freezers allowed the boats to go farther and stay longer.




However, the Japanese could taste the difference between fresh and frozen and they did not like frozen fish.




The frozen fish brought a lower price. So fishing companies installed fish tanks. They would catch the fish and stuff them in the tanks, fin to fin.




After a little thrashing around, the fish stopped moving.




They were tired and dull, but alive. Unfortunately, the Japanese could still taste the difference.




Because the fish did not move for days, they lost their fresh-fish taste.




The Japanese preferred the lively taste of fresh fish, not sluggish fish.




So how did Japanese fishing companies solve this problem? How do they get fresh-tasting fish to Japan? If you were consulting the fish industry, what




Would you recommend?




Scroll down for answer :



.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.




Here is How Japanese Fish Stay Fresh:




To keep the fish tasting fresh, the Japanese fishing companies still put the fish in the tanks.




But now they add a small shark to each tank. The shark eats a few fish, but most of the fish arrive in a very lively state. The fish are challenged.




Have you realized that some of us are also living in a pond but most of the time tired & dull,




So we need a Shark in our life to keep us awake and moving?




Basically in our lives Sharks are new challenges to keep us active and lively....

--

The Damage Has Already Been Don.
This is a story about a famous research scientist who had made several very important medical breakthroughs. He was being interviewed by a newspaper reporter who asked him why he thought he was able to be so much more creative than the average person. What set him so far apart from others?




He responded that, in his opinion, it all came from an experience with his mother that occurred when he was about two years old. He had been trying to remove a bottle of milk from the refrigerator when he lost his grip on the slippery bottle and it fell, spilling its contents all over the kitchen floor—a veritable sea of milk!




When his mother came into the kitchen, instead of yelling at him, giving him a lecture, or punishing him, she said, "Robert, what a great and wonderful mess you have made! I have rarely seen such a huge puddle of milk. Well, the damage has already been done. Would you like to get down and play in the milk for a few minutes before we clean it up?"




Indeed, he did. After a few minutes, his mother said, "You know, Robert, whenever you make a mess like this, eventually you have to clean it up and restore everything to its proper order. So, how would you like to do that? We could use a sponge, a towel, or a mop. Which do you prefer?" He chose the sponge and together they cleaned up the spilled milk.




His mother then said, "You know, what we have here is a failed experiment in how to effectively carry a big milk bottle with two tiny hands. Let's go out in the back yard and fill the bottle with water and see if you can discover a way to carry it without dropping it." The little boy learned that if he grasped the bottle at the top near the lip with both hands, he could carry it without dropping it. What a wonderful lesson!




This renowned scientist then remarked that it was at that moment that he knew he didn't need to be afraid to make mistakes. Instead, he learned that mistakes were just opportunities for learning something new, which is, after all, what scientific experiments are all about. Even if the experiment "doesn't work," we usually learn something valuable from it.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar