Selasa, 14 April 2009

Membuat Impian Tuhan Menjadi Kenyataan





Bagaimana cara membuat impian Saudara kembali? Kembali ke salib. Bagaimana cara membuat impian Tuhan menjadi kenyataan? Kembali ke salib. Tuhan bisa mengerjakan mujizat bagi Saudara. Salah satu karunia terbesar yang Tuhan berikan kepada kita selain putra-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, adalah kemampuan untuk bermimpi dan mewujudkan impian tersebut menjadi kenyataan. Ini adalah sesuatu yang tidak dimiliki oleh ciptaan lain. Ini adalah hak istimewa kita.

Tetapi bagaimana cara membuat impian jadi kenyataan? Kita harus melihat segala sesuatu dari sudut pandang Tuhan. Karena setiap kali Tuhan memberikan kita impian, maka setan juga akan menaruh halangan, tekanan, rintangan agar impian itu tidak menjadi kenyataan. Kita harus menyadari bahwa kita memang terbatas, tetapi Tuhan tidak terbatas. Kita mungkin lemah, tetapi Tuhan mahakuasa. Karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Markus 10:27 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."

Hal pertama yang perlu kita pikirkan adalah kebenaran ini: "TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN". Kalau Tuhan bisa membuat keledai berbicara, kalau Tuhan bisa membelah Laut Merah, kalau Tuhan bisa membuat mata kapak yang tenggelam terapung kembali, kalau matahari bisa ditahan hingga berhenti oleh Yosua, kalau api bisa diturunkan dari langit oleh Elia, kalau Petrus bisa berjalan di atas air, adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?

Kebenaran ke-2 : "APAPUN YANG TUHAN KATAKAN PASTI AKAN TERJADI!"
Yesaya 14:26 Itulah rancangan yang telah dibuat mengenai seluruh bumi, dan itulah tangan yang teracung terhadap segala bangsa. TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?

Kalau Tuhan ingin melakukan sesuatu, maka hal itu pasti terjadi. Kalau Dia ingin membelah Laut Merah, maka Laut Merah terbelah. Kalau Dia ingin menyeberang Danau Genesaret, walaupun ada angin ribut, gelombang besar, tetapi Dia bisa meneduhkannya!

3 Hal Yang Harus Kita Lakukan Untuk Melihat Impian Tuhan Jadi Kenyataan

1. Buka Hati Untuk Mengimpikan Impian Tuhan
Yohanes 10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

Kalau hati Saudara tidak terbuka dan Saudara tidak mengharapkan Tuhan untuk memberikan impian pada Saudara, walaupun impian Tuhan itu datang, maka Saudara akan melewatkannya. Dengan kata lain, dalam menjalani keseharian kehidupan Saudara -sementara bekerja, meeting, fellowship- buka hati Saudara.
Karena bisa saja impian Tuhan datang lewat sepatah kata, sebuah pertemuan, sebuah kejadian. Kalau Saudara tidak punya masalah dengan mengasihani diri sendiri, rendahnya harga diri... maka Saudara bisa percaya bahwa Tuhan punya rencana ajaib untuk Saudara!

2. Curahkan Kehidupanmu Untuk Hidup Sesuai Impian Tuhan
Kalau Saudara ingin impian Tuhan dalam hidup Saudara jadi kenyataan, Saudara harus mencurahkan hidup Saudara dalam impian Tuhan. Taburkan kehidupan Saudara seperti sebuah benih.
Yohanes 12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Kalau Saudara rela mati untuk ambisi pribadi, keinginan pribadi, berpusat pada diri sendiri maka Tuhan akan menolong Saudara untuk berbuah lebat. Contoh : Murid-murid Yesus meletakkan ambisi pribadi mereka sebagai nelayan. Dulu mereka menjala ikan di Danau Galilea. Sekarang mereka menjadi penjala manusia di seluruh dunia! Tuhan selalu menantang kita untuk menjalani kehidupan yang lebih tinggi, di mana potensi kita dimanfaatkan secara maksimal.

3. Dorong Semangat Orang Lain Untuk Mengimpikan Impian Tuhan
1 Tesalonika 5:11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.
Jangan menjadi PEMBUNUH IMPIAN, tapi jadilah PEMBANGKIT IMPIAN. Mungkin hari ini ada di antara Saudara punya impian yang hebat, tetapi ada orang-orang yang menjadi pembunuh impian Saudara. Apa yang harus Saudara lakukan? Jangan memendam kepahitan, lepaskan pengampuan.
Contoh: Yesus pergi ke salib karena dia punya impian: suatu hari nanti orang-orang akan diperdamaikan dengan Allah Bapa.

Matius 27:33-34 Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya.
Anggur dan empedu adalah campuran sesuatu yang masam dan pahit. Ini adalah minuman untuk menghilangkan rasa sakit -merasa kebal. Tetapi Yesus tidak mau meminumnya. Dia tidak mau membawa kemasaman dan kepahitan ke salib. Tetapi di salib Dia justru mengatakan, "Bapa ampuni mereka..." Yesus menolak membawa kemasaman dan kepahitan dalam jiwa-Nya.

Keluaran 15:23,27 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.
Jarak antara Mara dan Elim hanya 8 Km -kira-kira sehari perjalanan. Kadang-kadang hanya butuh satu keputusan untuk merubah kepahitan menjadi kesegaran. Jangan berputar-putar di Mara kepahitan dan mati di padang belantara, sementara Elim hanya di ujung jalan. Di Mara Tuhan menunjukkan kepada Musa sepotong kayu yang merubah air yang pahit menjadi manis.

Waktu Saudara kecewa dengan orang, keadaan atau apa pun juga, pandang pada salib Yesus, maka salib itu bisa merubah segala yang pahit menjadi manis. Mungkin hari ini ada di antara Saudara yang telah kehilangan impian-impian Saudara, apa yang bisa Saudara lakukan? Sama seperti nabi-nabi yang kehilangan mata kapak yang jatuh, Elisa mengambil sepotong kayu dan mata kapak itu bisa mengapung. Lemparkan kayu salib Yesus, rengkuh kembali impian Saudara. Salib adalah tempat pertukaran terbesar! Bagaimana untuk membuat benar kehidupan Saudara kembali? Kembali ke salib. Bagaimana cara membuat impian Saudara kembali? Kembali ke salib. Bagaimana cara membuat impian Tuhan menjadi kenyataan? Kembali ke salib. Tuhan bisa mengerjakan mujizat bagi Saudara.


--

Perubahan

Bertobat bukan hanya bagi orang berdosa yang belum menerima Yesus. Tetapi bertobat adalah proses sepanjang hidup. Pertobatan adalah pembaharuan pikiran kita tiap hari dan kembali ke level pemikiran yang lebih tinggi yang dari Tuhan. Dan perubahan selalu dimulai dari diri Saudara!

Matius 18:1-4 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat (NIV = change = berubah) dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Dalam ayat 3 kata "bertobat" di NIV diterjemahkan sebagai "berubah." Jadi, menurut Yesus, kalau Saudara ingin masuk ke dalam Kerajaan Sorga, Saudara harus berubah! Perubahan sangat penting kalau Saudara ingin mengalami kemajuan. Perubahan adalah suatu kebutuhan kalau kita ingin bertumbuh.
Fareed Zakaria - editor "Newsweek" "The 21st century will be the century at change. More things will change in more places in the next 10 years than in the previous 100."

Kalau Saudara melakukan hal yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda, itu adalah sesuatu yang absurd! Contoh:

A. Dick Fosbury
Dia memperkenalkan gaya baru lompat tinggi "fosbury flop" untuk mendobrak tradisi melompat dengan gaya "Straddle." Lewat cara barunya tersebut dia mencetak rekor dunia! Begitu juga dalam kehidupan kita, mungkin ada hal-hal yang selalu kita lakukan bertahun-tahun. Musuh terbesar perubahan adalah TRADISI! Hal-hal yang sudah biasa kita lakukan selalu! Mungkin Saudara berpikir, "Tapi biasanya begini ini caraku menjalankan bisnis, seperti ini aku meraih keberhasilan..." Ingat, waktu dan situasi berubah... mungkin ada hal-hal yang perlu kita ubah juga dalam hidup ini.

B. PepsiCO
PepsiCo adalah perusahan pembuat "pepsi cola." PepsiCo adalah kompetitor dari Coca Cola. Mereka merubah strategi mereka di China. Mereka tidak mau berkompetisi dengan Coca Cola di pasar minuman ringan, tapi PepsiCo masuk ke pasar makanan ringan/snack. Mereka masuk ke pasar kripik kentang. PepsiCo sekarang adalah pengolah pertanian kentang TERBESAR di Cina!

Mereka merubah strategi mereka : bukan mempromosikan minuman ringan -karena di situ mereka harus menghadapi raksasa Coca Cola, mereka masuk ke bisnis pertanian kentang. Hasilnya: di pusat bisnis Shanghai: Nanjing Road -salah satu pusat bisnis tersibuk di dunia, neon sign Pepsi 4 kali lebih banyak dari Coca Cola! PepsiCo meraih keberhasilan ini karena mereka belajar untuk beradaptasi dengan situasi yang ada. Ada perusahaan-perusahaan yang MENOLAK untuk berubah, sehingga kemudian mereka mengalami kehancuran. Contoh : "Krisis Jam Swiss" di tahun 70-an. Dalam perkembangan pasar yang begitu cepat sekarang ini, untuk tetap kompetitif, maka bisnis juga harus tetap melakukan perubahan dan transformasi.

Proses Perubahan :

1. Keputusan
Saudara hari ini -apakah itu baik atau buruk- adalah hasil keputusan Saudara kemarin. Untuk bisa keluar dari situasi sekarang ini, maka yang diperlukan dari Saudara adalah mengambil keputusan. Karena kalau kita mau mengubah MASA DEPAN, maka itu kita lakukan dengan membuat keputusan HARI INI. Waktu Saudara mengambil keputusan, maka ada suatu kekuatan di dalam diri Saudara yang akan memberikan energi kepada keputusan itu.
2. Dedikasi
Dedikasi berarti Saudara mau bertindak sesuai dengan keputusan yang telah Saudara buat.
3. Disiplin
Disiplin adalah jembatan antara impian dan kenyataan.

Alasan Orang Tidak Mau Berubah
1. Kesombongan
Kesombongan berkata: aku tidak perlu berubah, aku baik-baik saja, "Tidak ada yang salah dengan aku." Kesombongan menghalangi Saudara untuk berubah.
2. Ketakutan
Ada orang yang tidak mau berubah karena takut berubah.
3. Pemberontakan
Kadang-kadang ada orang yang jalan hidupnya menuju kehancuran... dan mereka juga tahu hal itu! Mereka tahu... tetapi tetap menolak untuk berubah.
4. Kemalasan
Perubahan memang menuntut beberapa hal. Lebih murah untuk tetap bodoh. Lebih murah untuk tetap dungu.
5. Kelalaian
Oh aku nggak tahu kalo aku perlu berubah. Inilah 5 alasan yang kebanyakan diajukan orang untuk tidak berubah. Banyak orang ingin mengalami kemajuan tanpa perubahan.

Jika Perubahan Adalah Sesuatu Yang Dibutuhkan, Tidak Mau Berubah Akan Membawa Kehancuran.
Saudara bisa berubah karena HIKMAT, atau dipaksa berubah oleh karena KRISIS. Dan Saya berdoa Saudara mendengarkan kata-kata hikmat hari ini dan tidak dipaksa berubah karena krisis. Tapi mau berubah karena hikmat.

Amsal 1:20-23 "Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya. "Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan? Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan"

Ada 4 kelompok orang yang disebutkan Alkitab :
1. Orang yang tak berpengalaman
2. pencemooh
3. orang bebal/tolol
4. orang bijak

Kita semua mulai sebagai orang yang tak berpengalaman. Kemudian akan ada persimpangan jalan dalam kehidupan kita: apakah kita mau berubah atau tidak. Kalau kita tidak mau berubah, maka kita jadi orang bebal. Dan kalau kita bergaul dengan orang-orang bebal lainnya, maka kita akan jadi kumpulan pencemooh. Yaitu orang-orang yang memandang rendah hikmat. Orang-orang yang berkumpul untuk menjadi sinis, kristis, skeptis tentang hal-hal yang HIKMAT serukan pada mereka. Tetapi kalau kita mau berubah, maka kita akan jadi orang bijak.

Menjadi orang bebal atau orang bijak, pilihan ada di tangan kita. Kita mau berubah karena hikmat atau kita berubah karena krisis, pilihan tergantung kita. Saudara bisa memilih, Saudara memimpin perubahan atau perubahan yang akan memimpin Saudara. Kalau perubahan yang memimpin Saudara, biasanya dia akan membawa Saudara ke tempat yang tidak Saudara ingini. Tempat di mana Saudara menyesal, Saudara sedih dan merasa Saudara hanya buang-buang waktu saja. Kalau Saudara bijak maka Saudara akan memimpin perubahan.

Karena KEMAMPUAN SAUDARA UNTUK MEMIMPIN PERUBAHAN AKAN MENENTUKAN KEBERHASILAN DALAM KEHIDUPAN SAUDARA.
Jadi pertanyaannya adalah: area apa dalam kehidupan kita yang butuh perubahan? Bagaimana caranya kita menyiapkan pikiran kita supaya tidak takut dengan kata BERUBAH atau BERTOBAT? Bertobat bukan hanya bagi orang berdosa yang belum menerima Yesus. Tetapi bertobat adalah proses sepanjang hidup. Pertobatan adalah pembaharuan pikiran kita tiap hari dan kembali ke level pemikiran yang lebih tinggi yang dari Tuhan. Dan perubahan selalu dimulai dari diri Saudara!

Kiper Lokal
Sebuah Tantangan yang Sulit

Saat ini, hanya ada delapan penjaga gawang pilihan utama di klub masing-masing yang tersedia untuk tim nasional, rata-rata usia mereka 28 tahun. Paul Robinson, yang dibuang Tottenham Hotspur, kini merumput bersama Blackburn Rovers. Joe Hart menjadi bintang di Manchester City sebelum kehadiran Shay Given. Steve Harper kini menempati posisi yang ditinggalkan Given di Newcastle United.

Masih ada David James (Portsmouth), Ross Turnbull (Middlesbrough), Scott Carson (West Brom), Robert Green (west Ham), dan Chris Kirkland (Wigan Athletic). Fakta bahwa lima klub terbawah di Premier League saat ini menggunakan tenaga pemain asli Inggris di depan gawang hanya menunjukkan bahwa mereka tidak mampu mencatat banyak clean-sheet musim ini. Tentunya, Carson adalah satu-satunya kiper yang memiliki pengalaman untuk tampil di Liga Champion.

Bagi pelatih tim nasional Inggris, Fabio Capello, jumlah yang berkurang ini sangat mengkhawatirkan. David James hampir berusia 40 tahun pada saat putaran final Piala Dunia 2010 digelar di Afrika Selatan. Meski punya kondisi fisik yang prima, ia dikenal punya nilai minus dalam segi mental dan konsentrasi.

Apakah Capello harus bertahan dengan James atau memilih kiper muda yang lebih segar tetapi tidak berpengalaman? Jika Capello memutuskan mencari kiper baru, bukankah lebih bijaksana jika ia mulai menurunkan pilihannya lebih dini?

Ray Clemence, pelatih kiper di era Capello, punya opini pribadi mengenai kondisi kiper Inggris saat ini.

“Ada beberapa kiper yang punya potensi. Kita hanya bisa berharap mereka mendapatkan kesempatan. Duduk di bangku cadangan bukan situasi yang ideal karena menjaga gawang berhubungan dengan pengalaman. Semakin sering seorang kiper tampil, semakin banyak yang bisa dipelajari tentang posisinya,” ucap Clemence.

“Tapi Anda pasti mengerti mengapa manajer mengutamakan pengalaman. Pada masa kini, kemenangan adalah segalanya dan hanya sedikit kesabaran dimiliki seorang manajer yang berpikir kesalahan kiper akan membuatnya kehilangan pekerjaan,” tuturnya.

Cukup adil, tetapi di era Clemence dan Peter Shilton, kiper Inggris secara rutin mengangkat Piala Champion. Yang terjadi saat ini justru sebaliknya.

Seperti pernyataan Brian Clough, kiper adalah individu yang tak bisa dinilai. Tapi, menemukan penjaga gawang kelas dunia di Inggris adalah tantangan yang sulit. (maul)



Penantian Foster

Ben Foster adalah kasus yang menarik. Sejak Juli 2005, saat dipinang dari Stoke City seharga 1 juta pound, yang kini setara dengan 16,9 miliar rupiah, ia hanya tampil satu kali di Liga Champion. Tepatnya ketika Manchester United membukukan hasil 1-1 melawan Celtic di Parkhead pada November 2008.

Gara-gara tidak mampu menandingi Edwin Van der Sar, Foster dipinjamkan ke Watford dalam dua kesempatan yang berbeda dan bersinar di Vicarage Road. Kiper kelahiran 3 April 1983 ini bisa menimba pengalaman yang mungkin tak akan pernah didapatkannya di bawah asuhan Alex Ferguson. Fakta bahwa Foster mampu bersikap tenang melawan Tottenham Hotspur di Piala Liga dan menggagalkan sebuah tendangan penalti membuktikan ia punya potensi menjadi bintang, di level internasional maupun domestik.

Pertanyaannya, sampai kapan ia harus menunggu? Hanya sebulan lagi sebelum Foster merayakan ulang tahun ke-26. Dia masih punya waktu, tetapi pilihan karier berikutnya bisa menjadi yang paling penting sepanjang hidup Foster.

Satu lagi yang merisaukan adalah fakta bahwa kiper Inggris terakhir yang tampil di final Piala Champion adalah Nigel Spink. Dia menggantikan Jimmy Rimmer pada menit ke-20 di final 1982 dan berhasil mencegah Bayer Muenchen menang.

Selama lebih dari 27 tahun, hanya tiga kiper Inggris yang berhasil duduk di bangku cadangan, yaitu Bob Bolder dan Chris Pile untuk Liverpool pada 1984 serta 1985. Terakhir, empat tahun lalu Scott Carson juga masuk dalam daftar cadangan Liverpool di final yang digelar di Istanbul.

Sebenarnya panen kiper Inggris masa kini bisa jauh lebih baik ketimbang lima atau sepuluh tahun silam. Kala itu, pilihan terbatas pada David Seaman, Nigel Martyn, Ian Walker, dan Tim Flowers.

Namun, selama empat klub raksasa bisa dengan mudah membeli penjaga gawang yang sudah matang dari semua belahan dunia, kesempatan bagi kiper lokal tetap terbatas. (maul)


Pengalaman versus Kesempatan

Adalah Brian Clough, peraih dua gelar juara Piala Champion dan salah satu manajer Inggris tersukses sepanjang masa, yang berkata bahwa kualitas dan kepercayaan diri yang dimiliki Peter Shilton di depan gawang bernilai 15 poin bagi Nottingham Forest di masa kejayaannya. Bagi Clough, seorang kiper punya peran krusial.

Tentu saja sepanjang era 1970 hingga 80-an, Shilton dianggap memiliki kualitas dasar yang diperlukan untuk menjadi seorang penjaga gawang terbaik di Eropa, yaitu sepasang tangan yang kuat dan cekatan, dapat diandalkan, mampu mengorganisasikan pasukannya, konsentrasi tinggi, plus konsistensi.

Sepertinya Shilton bisa mencatat rekor lebih dari 125 penampilan bagi tim nasional Inggris andai kiper Ray Clemence, yang memperkuat Tottenham Hotspur dan Liverpool, tidak meroket pada saat bersamaan.

Faktanya, periode ini diingat sebagai masa kejayaan penjaga gawang lokal. Pada masa itu, muncul kiper-kiper muda dengan talenta menjanjikan macam Chris Woods dan David Seaman atau para veteran yang berpengalaman seperti Joe Corrigan, Gordon Banks, dan Peter Bonetti.

Perebutan tempat di tim nasional Inggris bukan hanya didominasi Shilton dan Clemence, tetapi juga penjaga gawang lain yang seangkatan mulai dari Phil Parkes, Gary Bailey, serta Dave Beasant. Saya belum menyebutkan talenta-talenta Britania Raya di generasi tersebut macam Pat Jennings, Gary Sprake, Neville Southall, dan Bob Wilson.

Coba bandingkan dengan masa kini. Era ketika dorongan semangat dan optimisme menghadapi masa depan terlihat jelas, tetapi ada kekhawatiran mendalam saat menyadari hanya segelintir penjaga gawang lokal yang diberi kesempatan bermain bersama klub elite di kompetisi bergengsi Eropa.

Sesuatu telah menggugah perasaan saya ketika menyaksikan empat klub raksasa Inggris mencatat clean-sheet dalam matchday 1 fase 16 besar Liga Champion pada Februari silam dan itu adalah keanekaragaman asal negara.

Kiper asal Belanda, Edwin van der Sar, meneruskan rekor clean-sheet yang luar biasa ketika memperkuat Manchester United melawan Internazionale. Penjaga gawang Spanyol, Jose Reina, sekali lagi menjadi palang pintu terakhir Liverpool kala memetik kemenangan di Santiago Bernabeu, sedangkan Diego Cavalieri, yang berkewarganegaraan Brasil, duduk di bangku cadangan.

Di Arsenal, Manuel Almunia, yang lahir di bagian Utara Spanyol, menjadi kiper utama saat melawan AS Roma. Pelapisnya adalah Lukasz Fabianski dari Polandia. Seperti biasa, Chelsea mengandalkan Petr Cech, yang berasal dari Republik Ceska guna menjadi palang pintu terakhir saat menjamu Juventus. Eks kiper Porto, Henrique Hilario (Portugal), menunggu giliran beraksi di bangku cadangan.

Dominasi Asing

Apakah Anda memperhatikan tren saat ini? Benar sekali, tidak satu pun penjaga gawang asli Inggris memperkuat empat klub terbaik di negara ini.

Fenomena yang sama juga terjadi di babak 32 besar Piala UEFA. Aston Villa lebih memilih kiper asal Amerika, Bradley Guzan, saat menghadapi CSKA Moskva. Shay Given asal Irlandia membawa Manchester City melaju ke fase berikutnya. Entah apa sebabnya, manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, memilih kiper cengeng asal Brasil, Heurelho Gomes, dalam pertandingan melawan Shakhtar Donetsk.

Pertaruhan Berisiko

Jadi apa kesimpulannya? Pengalaman adalah hal yang paling penting, khususnya ketika menghadapi kompetisi Eropa. Jika bukan pemberani, seorang manajer biasanya segan menurunkan kiper muda berbakat Inggris. Mereka beranggapan pada saat yang tepat penjaga gawang tersebut akan berkembang dan mendapatkan tempat di skuad utama.

Apakah Sir Alex Ferguson bersedia mengganti Van der Sar dengan Ben Foster dalam pertemuan kedua melawan Inter pekan ini? Keduanya dalam kondisi fit dan Foster tampil cukup luar biasa dalam final Piala Carling pekan lalu.

Saya pikir tidak. Ferguson mungkin cukup berani memasang bek berusia 21 tahun, Jonny Evans, guna mengambil alih peran Nemanja Vidic. Tapi, melakukan perubahan di posisi penjaga gawang adalah sesuatu yang nyaris tidak pernah terpikirkan. Ini adalah pertaruhan yang berisiko tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar