Sabtu, 18 April 2009

PEMILU : Aman, lancar dan damai




Kerja keras serentak pekerjaan KPU oleh Panitia Pemilu Setempat (PPS) di seluruh Indonesia tanggal pada hari Kamis, 9 April 2009 patut mendapat acungan jempol. Luar biasa sukses! Namun ketidaksempurnaan dan ketidak cermatan KPU menginventaris DPT pun sangat bertentangan dengan maksud dan tujuan pemilu itu sendiri. Saat ini masyarakat semakin paham mana yang urgent dan penting dan mana yang tidak perlu. Dan kejadian ini tidak boleh terulang di Pilpres Juli 2009 mendatang.

Saya melihat para pelaksana pemilu di TPS 2 di sekitar tempat tinggal kita sangat tekun melaksanakan tugasnya, dengan penuh semangat menuntaskan tugas rumitnya perhitungan dan prosedural laporan pelaksanaan di TPS, sehingga harus di selesaikan hingga larut malam bahkan di banyak tempat selesai hingga dini hari [sedangkan hasil data instant pun sudah beterbangan kemana2 sejak sore hari]. Ada beberapa TPS yang pintar saat menunggu masyarakat giliran mencontreng sudah/langsung melaksanakan/ mencicil pekerjaan sehingga laporan bisa selesai lebih cepat dari TPS lain, karena apabila mengikuti prosedur yang ditetapkan KPU maka cenderung selesai larut malam bahkan hingga dini hari. Itulah bagian wujud dharma rakyat kepada bangsanya.

Lancar tenang dan damai

Prediksi pemilu berjalan ramai dan tegang ternyata justru berjalan aman, tenang dan damai. Memang ada banyak peristiwa yang mengemuka, diantaranya; tidak tercantumnya banyak pemilih di DPT domisili mereka tinggal, bahkan istri pak RT juga ada yang menjadi korban ‘DPT error’. Kita tidak tahu apakah hal tersebut disengaja atau kelalaian manusiawi [human error], hal ini menjadi penting menjadi perhatian pihak terkait; KPU dan pemerintah.

Pemilu kali ini rupanya sudah berganti wajah, dan sifatnya, walaupun tidak mengubah maksud, tujuan dan esensinya. Masyarakat semakin tambah mengerti, tambah pintar dan tambah sadar apa dan bagaimana sebenarnya pemilu itu dilaksanakan. Sikap masyarakat semakin dewasa, elegan dan tahu mana yang penting dan perlu, sehingga lebih bermartabat. Contohnya, ketika kampanye saya tidak lagi menemui pengendara sepeda motor/mobil peserta kampanye yang melepas knalpotnya [di Jl. Protokol Jakarta] dan menarik keras2 gasnya untuk menarik perhatian massa, ini berbeda sekali dengan beberapa kampaye pemilu terdahulu. Para pengendara dijalanan pun relatif sopan tidak ugal2an dengan ngebut atau berbonceng lebih dari tiga orang. Mungkin mereka sekarang massa sudah menyadarinya sehingga ada rasa malu yang kuat untuk melakukan hal-hal yang tidak perlu dan tidak penting..! Kemajuan dan perkembangan kesadaran berpolitik tersebut bisa dilihat diantaranya: Pertama, kampanyepun lebih terkonsentrasi di lapangan2 terbuka dan bukan di jalanan. Kedua, masyarakatpun sudah bisa menerima perbedaan satu sama lain tanpa menjadi masalah. Ketiga, berbeda dengan pemilu yang lalu, apabila sudah pernah bawa bendera salah satu partai maka rasanya tidak bisa/mau kenal dengan yang lainnya. Jadi masih ada rasa fanatisme sempit yang tidak perlu dan tidak penting. Keempat, sekarang masyarakat lebih terbuka pengertiannya, sehingga bisa menerima perbedaan pendapat, maka ketika pagi menerima atribut dari partai yang satu maka siang pun sudah bisa menerima kaos atau atribut dari partai yang lain dan sore pun tidak menolak untuk menerima dari yang lain lagi dengan tersenyum ramah. Semua ini menandakan keterbukaan dan toleransi masyarakatpun semakin baik. Kelima, perbedaan partai bukan lagi menjadi kendala untuk tetap menjalin hubungan dengan pihak lain. Keenam, sekarang tidak ada lagi istilah; fanatisme pokoke….. ikut partai A. Ketujuh, kepemimpinan nasional Indonesia juga sudah terbukti bisa menerima pemimpin siapa saja, laki-laki, perempuan dari manapun ia dilahirkan dan berasal. Kedelapan, masyarakat selalu saja berharap ada perubahan, perbaikan dan kesejahteraan dari partai yang dipilihnya, sehingga apabila tidak terbukti, ya selanjutnya di pemilu berikutnya akan segera pindah ke lain hati, lihat saja perolehan partai2 yang berlaga kali ini.

Jadi rupanya secara perilaku sosial dan politik masyarakat Indonesia memang sudah cepat belajar, sudah berubah, lebih baik, lebih manusiawi dan lebih bermartabat.

Jangan berharap bisa mengadu domba antar kelompok/individu lagi, kecuali anda sendiri memang domba. Ya silahkan saja..








-


Geliat dunia entrepreneurship di negeri ini sangat membanggakan. Banyaknya pebisnis baru yang bermunculan, saya yakin bisa semakin memakmurkan negeri tercinta ini. Bagi Anda yang saat ini belum terjun ke dunia bisnis Anda sendiri, dan punya keinginan kuat untuk memulai usaha mandiri sebagai seorang entrepreneur sejati, tapi masih bingung bagaimana cara memulainya, maka diperlukan sebuah perubahan mindset pegawai menjadi mindset entrepreneur.


Saya coba tuliskan hal-hal yang Anda perlukan untuk mulai membentuk mindset entrepreneur di dalam diri Anda, sehingga Anda nantinya bisa benar-benar terjun menjadi seorang entrepreneur sejati...dengan sepenuh hati...yang tidak pernah mati...haalah. ..hehehe.


Langkah awal, tentu saja Anda harus punya Perencanaan Bisnis. Ini memang kelihatannya klise, tapi ingatlah, TIDAK ADA SUKSES TANPA PERENCANAAN. Setiap kesuksesan, pasti sudah ada perencanaan sebelumnya. Jangan percaya omongan yang mengatakan bahwa sukses bisa diraih tanpa rencana, atau jalani hidup apa adanya seperti air mengalir...meskipun yang bicara itu adalah orang yang sudah dikenal sangat sukses sekalipun. Jangan Percaya! Logikanya, ALLAH saja sangat merencanakan kehidupan manusia di bumi ini sampai di akhirat nanti, ya toh? Lha kita ini kalau hidup tanpa punya perencanaan sama sekali, itu namanya kebangetan.


Ok, jadi jika Anda ingin menjadi entrepreneur, sebaiknya dan seharusnya Anda menuliskan RENCANA BISNIS Anda, yang berisi outline tujuan dan sasaran bisnis, serta rencana tindakan bagaimana Anda meraih tujuan dan sasaran bisnis Anda itu. Selanjutnya coba lakukan beberapa hal di bawah ini:



*
Tulislah Garis Besar Konsep Bisnis Anda.

*
Tentukan Visi dan Misi Bisnis Anda.

*
Tentukan produk atau jasa bisnis Anda, yang akan ditawarkan, misalnya: menjual eceran, menjual secara grosir, menjadi konsultan, menjadi produsen, atau kombinasi dari semua bentuk bisnis yang disebutkan tadi.

*
Tentukan, apakah Anda akan mengembangkan sendiri bisnis Anda, membeli bisnis yang sudah ada, atau membeli Franchise.

*
Tentukan pasar umum yang akan diraih berkaitan dengan rencana pemasaran bisnis Anda.

*
Perkirakan biaya pembukaan bisnis Anda.

*
Kenali sumber daya manusia dan sumber pendanaan yang Anda miliki.

*
Kenali kekurangan Anda atau hal yang tidak Anda miliki, dan susun rencana untuk memperbaiki dan mengatasinya.

*
Putuskan, apa yang Anda inginkan dari bisnis ini, di saat sekarang maupun di masa depan.




Saat Anda menuliskan Perencanaan Bisnis ini, Anda harus melakukannya dengan PASSION, penuh hasrat membara di segenap lahir dan batin Anda. Bukan sekedar menulis dengan bagus saja, yang tanpa perasaan emosi. Anda harus memberikan ruh spirit entrepreneur pada saat menyusun rencana bisnis Anda itu. Hayati itu dengan segenap perasaan lahir dan batin Anda.


Anda harus yakin dengan apa yang Anda coba untuk meraihnya di dalam bisnis Anda nanti. Tanpa keyakinan, maka Anda akan menemui kesulitan untuk mencapai tujuan bisnis Anda, bahkan Anda bisa saja berhenti sebelum melangkah dan mundur sebelum melangkah maju.


Terakhir! Jika Anda sudah termotivasi dan punya passion untuk membangun bisnis Anda sendiri, maka segera lakukan tindakan untuk memwujudkan bisnis Anda itu! Jangan sekedar menuliskan rencana bagus saja. Langsung ACTION saja. Ayoo mulai berbisnis sendiri!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar