Sabtu, 10 April 2010

Yang Menangguk Rezeki dari Kontroversi

Walaupun tidak ada kehidupan yang tidak dipengaruhi Yesus, tetap saja Bart Ehrman, Dan Brown, dan penulis lainnya menyang-sikan keilahian Yesus. Popularitas dan uang telah membutakan mata hati mereka.

BART EHRMAN - Terguncang Kesalahan Penyalinan
Dalam buku Misquoting Jesus, Bart Ehrman menceritakan pertobatan dan keraguannya yang kemudian muncul. Ehrman dibesarkan di gereja Episkopal liberal, namun “mengalami kelahiran kembali” ketika SMA. Ia merasa kesepian dan mengira ada sesuatu yang hilang. Menurutnya, seorang pemimpin Youth of Christ memanfaatkan kesepian itu dan “menyampaikan pesan yang ampuh bahwa kehampaan batin kami (Kami masih remaja! Kami semua merasakan kehampaan itu!) terjadi karena kami tidak memiliki Kristus di dalam hati kami.” Akhirnya Ehrman pasrah, menerima Kristus, dan mengalami kelegaan karena telah “diselamatkan”.

Ehrman lalu kuliah di Moody Bible Institute, Chicago, selama tiga tahun. Prestasinya bagus sekali. Namun, semakin ia mencermati naskah Kitab Suci berbahasa Yunani, semakin ia bergumul dengan apa yang dipandangnya sebagai kekeliruan menyesatkan di balik permukaan. Ineransi Perjanjian Baru bergantung pada adanya naskah asli, padahal yang kita miliki sekarang tinggal salinan—bahkan salinan kesekian. Dan naskah itu penuh dengan kesalahan penyalinan. Ada yang tidak sengaja, namun sebagian disengaja. Begitu menurutnya.

Ia pun menekuni Perjanjian Baru bahasa Yunani di Wheaton College. Pergumulannya semakin nyata. “Saya terus-menerus kembali kepada pertanyaan saya yang mendasar: apa gunanya kita mengatakan bahwa Alkitab adalah firman yang tidak bisa salah dari Allah jika kenyataannya kata-kata yang ada dalam Alkitab kita bukanlah kata-kata yang terilham dan tidak bisa salah dari Allah…?”

Kuliah lanjutan di Princeton menjadi sebuah titik balik. Dan bila saja ditemukan satu kesalahan sahih (misalnya, Markus 2:26 menyebut Abyatar menjabat sebagai imam besar pada masa Daud, padahal seharusnya Ahimelekh) terkuaklah jalan bagi Ehrman untuk memercayai bahwa Perjanjian Baru itu tidak seandal pandangan yang dianutnya selama ini. “Singkatnya, penelitian saya terhadap Perjanjian Baru bahasa Yunani, dan penyelidikan saya terhadap manuskrip-manuskripnya, menghasilkan perubahan radikal terhadap pemahaman saya akan Alkitab.”

Saat ini Ehrman mengepalai jurusan studi agama di Universitas North Carolina, Chapel Hill. Seorang penulis prolifik, Ehrman menjadi orang skeptis yang tak henti-hentinya mempertanyakan pemahaman tradisional terhadap Perjanjian Baru, pesannya, dan sejarahnya. Apakah Ehrman masih orang Kristen? Ia menyebut dirinya “orang agnostik yang bahagia.” Dalam wawancara dengan The Washington Post, ia memaparkan pemahamannya akan kehidupan sesudah kematian: “Menurut saya itu hanya akhir dari keberadaan Anda, seperti nyamuk yang Anda tepuk kemarin.”

DAN BROWN - “Saya Orang Kristen”
Sebelum menjadi penulis, Dan Brown ternyata sempat menjajal karier sebagai penulis lagu dan penyanyi. Untuk promosinya, ia dibantu oleh Blythe Newlon, yang kelak menjadi istrinya dan berpengaruh besar pada kariernya. Hasilnya jauh dari harapan.

Brown beralih menjadi guru bahasa Inggris di kota asalnya, New Hampshire. Tahun 1994 saat berlibur di Tahiti, ia membaca Doomsday Conspiracy karya Sidney Sheldon, dan yakin dapat menulis novel yang lebih baik. Ia pun mulai mengerjakan Digital Fortress, dan bersama istrinya menulis buku humor. Tiga novel pertama dan dua buku humornya kurang laku. Namun, novel keempatnya, The Da Vinci Code yang kontroversial itu, melejitkan namanya dan mengatrol penjualan buku-bukunya yang lain.

Buku-buku Brown, khususnya The Da Vinci Code, dianggap anti-Kristen. Namun, Brown menyebut dirinya orang Kristen. “Saya orang Kristen, meskipun mungkin bukan dalam arti kata yang paling tradisional. Bila Anda menanyai tiga orang apa artinya menjadi orang Kristen, Anda akan mendapatkan tiga jawaban yang berbeda. Sebagian merasa dibaptis itu sudah cukup. Yang lain merasa Anda harus menerima Alkitab sebagai fakta historis yang kekal. Yang lain menganggap semua Buku-buku Brown, khusus-nya The Da Vinci Code, dianggap anti-Kristen. Namun, Brown menyebut dirinya orang Kristen. “Saya orang Kristen, meskipun mungkin bukan dalam arti kata yang paling tradisional. Bila Anda menanyai tiga orang apa artinya menjadi orang Kristen, Anda akan mendapatkan tiga jawaban yang berbeda. Sebagian merasa dibaptis itu sudah cukup. Yang lain merasa Anda harus menerima Alkitab sebagai fakta historis yang kekal. Yang lain menganggap semua Menurutnya, kontroversi itu bagus untuk menggugah “diskusi dan debat” yang pada akhirnya membuahkan iman yang dipertahankan secara lebih solid.

MICHAEL BAIGENT - Yesus Tidak Mati di Salib
Michael Baigent berasal dari Selandia Baru. Ia dibesarkan sebagai orang Katolik, rajin ke gereja tiga kali seminggu, dan diajari teologi Katolik sejak berumur 5 tahun.

Ayahnya pergi saat ia berusia 8 tahun, dan ia lalu menggunakan nama Baigent, mengikuti kakek dari pihak ibunya. Ia sempat berniat melanjutkan bisnis keluarga dengan berkuliah di bidang kehutanan, namun kemudian ia tertarik mempelajari perbandingan agama dan filsafat. Ia menelisik agama Budha, Hindu, dan kekristenan. Berkeliling Australia dan Asia Tenggara, kadang-kadang ia hidup menggelandang. Ia lalu kembali ke Auckland, meraih gelar sarjana dalam psikologi.

Tahun 1976, ia pindah ke Inggris. Minatnya pada Knights Templar (ordo militer Kristen pada abad pertengahan) membawanya berkenalan dengan Richard Leigh. Semula ia berencana membuat film dokumenter tentang hal itu. Namun, setelah sekian tahun meneliti masuk keluar hutan dan mengamati reruntuhan kuno— yang mereka hasilkan sebuah buku menggegerkan: The Holy Blood and the Holy Grail (1982).“Kami muncul di halaman setiap surat kabar di dunia, dan dalam acara bincang-bincang di Amerika. Namun, hal itu menimbulkan, khususnya dari orang Kristen fundamentalis, yang mengincar saya sejak saat itu, mengatakan saya akan masuk neraka dan saya harus meminta ampun,” kenangnya.

Menurut buku itu, Yesus menikahi Maria Magdalena dan memiliki keturunan yang masih hidup sampai sekarang. Gagasan itulah yang konon dicaplok Dan Brown dan dibesutnya menjadi The Da Vinci Code. Baigent dan Leigh sempat mengajukan tuntutan, menuduh Brown menjiplak karya mereka, namun pengadilan memenangkan Bown.Berbarengan dengan proses pengadilan itu, pada Maret 2006 ia menerbitkan The Jesus Papers, yang dicela sebagai sekadar pemolesan ulang Holy Blood, Holy Grail. Di situ ia antara lain mengklaim bahwa Yesus masih hidup sesudah disalibkan. Dalam wawancara ia mengatakan, banyak hal yang selama ini kita ketahui tentang Yesus adalah dusta. Itu dusta yang terang-terangan.

Konspirasi Media Menyalibkan Yesus

Simbiosis antara kerakusan kapitalis & bidat purba yang dikemas modern

Gayung bersambut. Begitulah para penulis antikristen saat bersua kapitalis transnasional. Terbentuk konspirasi yang saling mendukung, menguntungkan, dengan gelimang dollar yang aduhai!

Cerdik, tetapi menyesatkan. Itulah kesimpulan yang dapat ditarik kala mengamati fenomena getol-nya media-media “menyalibkan” Yesus. Skenario yang terencana matang dengan dukungan ahli-ahli teologi yang salah menempatkan iman, dan sumber-sumber purba sempalan yang terlalu dilebih-lebihkan nilainya; dikemas apik oleh media dan dipromosikan dengan gencar. Jadilah dagangan yang meng-guncang iman. Awalnya, munculnya pengania-yaan Yesus di media terlihat acak dan tidak memiliki pola tertentu. Namun, jika kita cermat mengamati, di antara produk-produk media seperti Beyond Belief, The Da Vinci Code, Misquoting Jesus, The Lost Gospel, The Gospel of Judas, The Secret of Judas, dan The Lost Tomb of Jesus terdapat mata rantai yang menghubungkan: ide perekayasaan Injil, kesamaan latar belakang pencetusnya (penulis, ilmuwan, sutradara, atau produser) dan dukungan raksasa kapitalis media.

Hal yang sangat menonjol dari gempuran media tersebut adalah usaha yang pantang menyerah untuk membuktikan bahwa Yesus bukanlah Allah yang menjelma menjadi manusia. Mereka berusaha merekayasa Yesus sesuai dengan gambaran yang mereka ciptakan sendiri serta mencari sumber-sumber yang mendukung. Dan, mereka mengklaim sumber itu sudah ditemukan: Perpustakaan Nag Hammadi.

GNOSTISISME YANG BERSALIN RUPA

Perpustakaan Nag Hammadi adalah koleksi teks Gnostik Kristen yang ditemukan di kota Nag Hammadi, Mesir, pada tahun 1945. Di dalamnya terdapat tiga belas kodeks ‘naskah’ papirus yang dijilid kulit dan terkubur dalam bejana yang disegel. Kodeks ini diyakini seba-gai suatu perpustakaan yang disembunyikan oleh para biarawan di St. Pakhomius saat kepemilikan atas tulisan-tulisan tersebut dikecam sebagai sesat.Tulisan-tulisan dalam kodeks tersebut dibuat dalam bahasa Koptik, meskipun karya-karyanya mungkin merupakan terjemahan dari bahasa Yunani. Naskah yang paling terkenal dalam kodeks tersebut adalah Injil Maria (Magdalena), Injil Thomas, dan Injil Yudas. Secara umum, manuskrip-manuskrip tersebut adalah salinan dari naskah-naskah asli yang dipercaya beberapa ahli bertarikh akhir abad kedua (walaupun pembuktiannya belum final, bisa jadi naskah-naskah itu berumur lebih muda), saat Injil-injil kanonik (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) telah populer digunakan di gereja-gereja purba.

Teks-teks dalam naskah Nag Hammadi sangat menarik bagi orang-orang yang merasa tidak puas dengan gambaran Yesus selama ini: manusia sejati sekaligus Allah sejati. Terutama, sejak ditemukannya naskah ini, orang-orang seakan mendapat pijakan yang kuat atas ide mereka untuk merekonstruksi Yesus dan kekristenan.

ORANG-ORANG YANG MEMPROMOSIKAN GNOSTISISME

Lalu bagaimana orang-orang itu saling terkait? Kaitan yang terdapat diantara orang-orang tersebut bisa dilihat dari ide yang diajukan dalam karya-karya mereka yang berusaha memasyhurkan gnostisisme serta cabang-cabangnya karena dalam gnostisisme, keilahian Yesus disangkal.

Dan Brown misalnya, novel The Da Vinci Code (Doubleday—anak Random House, 2003) berusaha me-masyhurkan Injil Maria (Magdalena) dan Injil Filipus—juga naskah Nag Hammadi— yang di dalamnya terdapat konsep tentang Yesus Kristus yang menikahi Maria Magdalena. Kabarnya, beberapa ide novel itu menjiplak buku Michael Baigent, Henry Lincoln, dan Richard Leigh: Holy Blood, Holy Grail (1982). Bahkan Leigh dan Teabing (anagram dari Baigent) menjadi tokoh antagonis dalam novel. Michael Baigent adalah editor Majalah Freemasonry Today—Freemasonry adalah salah satu bentuk neo-gnostisisme.

Bart D. Ehrman, penulis Misquoting Jesus (Harper, 2005)—berisi penghakiman sepihak bahwa bapa-bapa gereja telah memanipulasi isi Injil kanonik—adalah anggota tim penafsir Injil Yudas dan penulis pengantar tambahan dalam Injil tersebut. Berkali-kali ia mengatakan bahwa ada bentuk kekristenan yang hilang yaitu kekristenan yang terdapat dalam Injil-injil Nag Hammadi.

Elaine Pagels menulis dalam bukunya, Beyond Belief (Random House, 2003), bahwa seharusnya Injil Thomas—Injil yang ditemukan dalam kepustakaan Nag Hammadi—ditempatkan sebagai Injil kelima untuk melengkapi Injil kanonik atau bahkan se-harusnya menggantikan Injil Yohanes. Elaine Pagels adalah anggota tim penafsir Injil Yudas—Injil kepustakaan Nag Hammadi yang berisi Yudas Iskariot sebagai murid kesayangan Yesus dan pengkhianatannya malah merupakan perintah Yesus.

Herb Krosney penulis The Lost Gospel (National Geographic, 2006) yang menarasikan kisah penemuan Injil Yudas adalah wartawan dan salah satu produser televisi National Geographic. Dalam salah satu wawancara dengan National Geographic, ia mengungkapkan, “Injil Yudas akan membuka pengetahuan tentang sejarah dunia yang selama ini tidak terlalu dipahami(tentang kekristenan—red.) dan memberikan penafsiran baru tentang Yudas Iskariot dan hubungan dirinya dengan Yesus.”

Marvin Meyer yang menerjemah-kan Injil Yudas (National Geographic, 2006) adalah salah satu anggota Jesus Seminar yang dipimpin Robert Funk.

KAITAN DI ANTARA MEREKA

Jesus Seminar adalah kelompok yang terdiri dari 200 ahli Perjanjian Baru yang didirikan Robert Funk pada tahun 1985 untuk memilah perkataan-perkataan Yesus dalam kategori dan menandainya dengan warna yang berbeda—selama ini hanya warna merah untuk ucapan Yesus dan warna hitam untuk tulisan yang lain—jika semua setuju ucapan itu asli, diberi warna merah; jika ada yang agak diragukan, diberi warna merah jambu; jika seba-gian besar dari mereka meragukan, ucapan itu diberi warna abu-abu; dan jika seluruh anggota tidak setuju, diberi warna hitam.

Hasilnya hanya 18 persen perkataan Yesus yang benar-benar mereka anggap valid keluar dari mulut Yesus dan berdasar kesimpulan itu, Yesus digambarkan sebagai pribadi bijaksana, tetapi tidak pernah mengkhotbahkan Injil Kerajaan Allah, tidak mati disalib-kan, apalagi bangkit dari kematian. Di dalamnya terdapat Karen Armstrong (Penulis Sejarah Tuhan, History of God, Ballantine—anak Random House, 1993), Robert Price (penulis buku Deconstructing Jesus: yang isinya menyangkal Yesus pernah hidup di dunia), dan James M. Robinson (The Secret of Judas, Harper, 2006). Robinson, Meyer, Ehrman, Pagels menjadi bagian terpenting atas terbitnya The Gospel of Judas. Menurut mereka, Yesus tidak bisa disamakan dengan Allah yang menjelma menjadi manusia. Dia hanyalah manusia biasa. Pemahaman inilah yang mendasari naskah-naskah Gnostik Nag Hammadi.

Semangat mereka untuk menon-jolkan Injil-injil di luar empat Injil kanon tersebut membuktikan bahwa mereka sedang mengusung Neo-gnostisisme, paham yang menjadi bagian dari paham Gerakan Zaman Baru (New Age—paham yang mengajarkan bahwa manusia dapat mencapai kesempurnaan dan setara dengan Tuhan melalui laku tertentu, misalnya dengan meditasi, yoga, atau dalam gnostisisme dengan menyerap pengetahuan baru). Atau dengan kata lain mereka sedang menampilkan gnostisisme dalam wajah baru. Namun, apakah motivasi mereka sedemikian “suci”; memperjuangkan keyakinan apa pun risikonya?

KONSPIRASI DIMOTORI UANG

Bukankah media massa dan Yudas Iskariot tahu Yesus bisa mendatangkan uang. Sepertinya Brown, Ehrman, Pagels, Meyer, dan Robinson juga tahu itu. Saat mereka bertemu media dengan membawa konsep “penyaliban” yang disukai media; klop sudah. Hanya saja, media melangkah lebih jauh daripada yang dilakukan Yudas. Yudas menjual Yesus seharga 30 keping perak (harga budak belian di Palestina pada abad pertama), tetapi menyesal saat mengetahui gurunya disalib dan kemudian menggantung dirinya (Matius 27:3-5). Media menjual Yesus dengan nilai yang bermiliar kali 30 keping, sekaligus menjadi hakim atas-Nya, dan menjadi “eksekutor” penyaliban-Nya.

HARGA KOMODITAS YESUSHal paling mencolok dalam fenomena ini adalah perputaran kapital yang mega besar. Buku The Da Vinci Code (penerbit Doubleday—anak perusa-haan Bertelsmann AG yang salah satu anak perusahaannya adalah perusa-haan rekaman BMG) yang terjual lebih dari 60,5 juta kopi (dengan pemasukan kotor mendekati $600 juta atau Rp5,4 triliun)—diterjemahkan dalam 44 bahasa—di seluruh dunia menempatkan penulisnya di deretan orang terkaya di dunia—hanya dari satu judul buku—dan tidak hanya mendongkrak novel-novel awalnya, tetapi bahkan mendongkrak larisnya buku-buku sejenis, seperti The Last Templar dan The Templar Legacy (Ballantine, 2005). Ke-suksesan novel tersebut tidak lepas dari dukungan penuh semangat New York Times, People Magazine, dan Washington Post. Beberapa waktu kemudian, Sony Corp melalui anak perusahaannya, Columbia Pictures, membayar Dan Brown $6 juta (Rp54 miliar) untuk mendapatkan hak pembuatan film berdasar novelnya karena Sony mengendus bau uang di dalamnya. Dan, filmnya sendiri—walau mendapat banyak kritik karena tidak sesuai kelas pemenang Oscar, Ron Howard (Beautiful Mind) dan Tom Hanks (Forest Gump)—meledak di pasar dan menambah pundi-pundi Sony Corp setidaknya $756 juta (setara Rp6,8 triliun). Jadi total uang yang “dimainkan” dari novel, film, dan pernak-pernik The Da Vinci Code jauh lebih banyak daripada anggaran wajib belajar Indonesia (berarti seluruh anak SD-SMP di Indonesia bisa sekolah gratis dengan uang itu).

JANGAN TERKEJUT!

Kemungkinan besar, konspirasi-kons-pirasi yang bertujuan untuk melemahkan iman orang-orang percaya di masa depan akan makin canggih dan intensif; disertai dengan “bukti-bukti” yang seakan-akan sulit disangkal. Namun, seperti yang dikatakan Paulus, “… karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu” (Ef. 6:12). Jadi, bersiap-siaplah sebab seperti dikatakan Yesus, “Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati” (Mat. 10:16).

Buku-buku yang Menyalibkan Yesus

Judul/Buku/Pengarang: Kesalahan: Kebenaran:
Holy Blood, Holy Grail
Michael Baigent, Henry Lincoln, Richard Leigh (1983) Cawan suci adalah seorang manusia.
Maria Magdalena sebagai Cawan Suci dianggap meneruskan garis keturunan Yesus hasil pernikahan mereka.
Pada Perjamuan Terakhir, yang diminum adalah darah Yesus sendiri. Cawan Suci adalah sebuah legenda abad pertengahan tentang piala Perjamuan Terakhir.
Alkitab melarang keras memakan darah. Dan Yesus mengangkat cawan berisi anggur sebagai lambang. Jadi bukan darah-Nya sendiri.
The Gospel of Barnabas
Lonsdale Ragg, Laura Maria Roberts Ragg (1994) Yesus = Yohanes pembaptis.
Yesus tidak disalibkan, Yudaslah yang disalibkan.
Yesus bukanlah Mesias. Yohanes Pembaptis adalah sepupu Yesus dan dia adalah orang yang membaptis Yesus dengan air (Mat. 3:13-17).
Yesuslah yang disalibkan, sementara Yudas mati menggantung diri (Luk. 23:33-43; Flp. 2:8; Kis. 1:18).
Yesus adalah anak Allah yang hidup (Mat. 16:16).
The Gospel of Thomas
Richard Valantasis(1997) Semua orang bisa menjadi Kristus.
Keselamatan didapat dari usaha mempersembahkan diri.
Wanita lebih terpenjara jiwanya dibandingkan pria dan lebih rendah dari pria. Kristus itu Tuhan, dan kita tidak bisa menjadi Tuhan.
Keselamatan hanya didapat lewat anugerah, jadi bukan hasil usaha manusia.
Wanita dan pria sama-sama diciptakan serupa dan segambar dengan Allah (Kej. 1:27).
The Gospel of Mary Magdalene
Jean-Yves Leloup and Jacob Needleman (2002) Yesus selalu merahasiakan sesuatu dari murid-murid-Nya.
Dunia ini bebas dari dosa. Yesus tidak pernah merahasiakan apa pun dari para murid-Nya, termasuk dalam pergumulan berat-Nya di Taman Getsemani (Mat.26:38).
Dunia ada dalam pengaruh dosa dan semua manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rm. 3:23).
The Da Vinci Code
Dan Brown (2003) Yesus menikah dengan Maria Magdalena.
Lukisan dalam Perjamuan Makan Terakhir bukanlah Yohanes, tapi Maria Magdalena.
Injil Gnostik merupakan bagian yang hilang dari Injil Alkitab.
Brown mengklaim Yesus menghendaki agar gerakan feminisme sakral yang dipimpin Maria Magdalena dibuat berkembang.
Petrus menyimpan iri hati terhadap Maria Magdalena karena Ia lebih mengasihi Maria daripada dirinya.
Yesus bukanlah Tuhan. Dia hanya manusia biasa. Baru pada zaman Kaisar Konstantin, Yesus dianggap sebagai Tuhan melalui Konsili Nicea (325). Berdasarkan catatan para saksi mata, tidak pernah ada petunjuk Yesus menikah.
Alkitab mengatakan Yohanes hadir pada Perjamuan Terakhir (Yoh. 13:23, 19:26, 20:2, 21:7). Tidak satu pun injil-injil Gnostik yang memenuhi syarat sebagai dokumen yang bisa dipercaya berdasarkan standar Perjanjian Baru.
Maria Magdalena bukan seorang feminis. Dia adalah pengikut Kristus yang setia.
Tidak pernah ditunjukkan Petrus terlibat konflik tajam dengan Maria.
Para murid mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan (Yoh. 1:41,49; 20:18; Mat. 16:15-16).
Yohanes Pembaptis pun bersaksi bahwa Yesus adalah anak Allah (Yoh. 1:29-34).
Buku-buku ini hanya sebagian kecil dari banyak buku yang mendeskreditkan Yesus dan mempertanyakan keakuratan Alkitab sebagai firman Tuhan. Kami memilih berdasarkan banyaknya kontroversi yang muncul dan polemik yang berkepanjangan seputar penerbitan buku-buku tersebut.

Dari Dead Sea Scrolls sampai Gospel of Judas

The Dead Sea Scrolls (Naskah-naskah Laut Mati), yang mulai ditemukan di Qumran tahun 1947 adalah penemuan terbesar dan terpenting dalam studi Perjanjian Lama. Fakta yang sebenar-nya, penemuan ini justru menjadi saksi otentisitas Alkitab. Sebelum tahun 1947, manuskrip Alkitab yang dipunyai baik oleh kaum Yahudi dan Kristen, adalah naskah Masoretis dari abad X M, yaitu naskah Aleppo, Geniza (Cai-ro), dan Leningrad. Naskah Laut Mati berdasarkan pengujian zat radio arang aktif (C-14) berasal dari tahun 150 SM. Jadi, kira-kira 1.150 tahun lebih tua dari naskah Masoretic. Tetapi setelah dicocok-kan antara kedua naskah yang berjarak lebih dari 1.000 tahun itu, ternyata sama sekali tidak ada perbedaan yang berarti.

THE LOST YEARS OF JESUS?
Sayangnya, informasi tentang penemuan penting ini justru lebih digaungkan oleh para penulis picisan, seperti Charles Francis Potter, dan Barbara Theiring. Mereka bukanlah ahli-ahli Biblika. Francis Potter misalnya, ketika mengangkat tema penemuan Qumran ini, berambisi menemukan tahun-ta-hun kehidupan Yesus yang hilang, The Lost Years of Jesus. Padahal pencarian “the lost years” itu disebabkan oleh orang salah mengukur kehidupan seorang tokoh yang lahir dari budaya Yahudi, dengan memakai kacamata kehidupan Barat modern. Mengapa Alkitab hanya menyebut Yesus pada umur 8 hari, 12 tahun, lalu terjadilah “the missing years”, istilah mereka, sela-ma kurang lebih 18 tahun. Sebab Yesus baru muncul kembali dalam Alkitab sekitar umur 30 tahun, ketika Ia mulai mengajar di depan umum (Luk. 3:23).

Kalau kita memahami konteks Yahudi, semua itu bukan problem lagi. Tradisi Yahudi hanya mencatat tahun-tahun penting dalam kehidupan seseorang. Usia 8 hari adalah usia untuk B’rit Millah (Perjanjian Sunat), sedang-kan 12 tahun adalah usia Bar Mitvah (menjadi “anak hukum”), yaitu ketika seorang dinyatakan dewasa dan mulai dibebani kuk Taurat. Setelah setiap orang Yahudi menjalani pendidikan di Beth Midrash, baru mereka diperboleh-kan mengajar di depan umum pada usia kira-kira 30 tahun. Jadi, mereka yang berambisi mencari “the lost years of Jesus” hanya membuktikan ketidak-tahuannya akan sejarah. Lebih-lebih, kalau harus mencarinya sampai ke India dan Tibet. Inilah bukti “kegoblokan” Notovitch. Bagaimana mungkin dalam budaya Yahudi yang “patrilineal” itu, bisa dibayangkan seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun terpaksa hijrah ke benua Timur, hanya karena menghindari lamaran menikah? Di manakah ada dalam sejarah Timur Tengah orangtua seorang perempuan melamar laki-laki? Itu hanya dibayangkan terjadi pada Ande-ande Lumut, dongeng anak-anak sebelum tidur, yang lazim di tanah Jawa.

MENEGUHKAN KEBENARAN IMAN KRISTEN
Harus dicatat pula, apabila kita membaca naskah-naskah Laut Mati dengan saksama, justru kebenaran iman Kristen diteguhkan. Bukan hanya soal keaslian Alkitab, tetapi juga klaim-klaim teologis Kristen tentang keilahian Yesus, yang selama ini dituduh sebagai “cangkokan dari Neo-Hellenisme”, bahkan sebagai adaptasi dari keyakinan pagan, ternyata dibuktikan sebaliknya. Ide “kelahiran ilahi Mesias” (Divine birth of Jesus), ternyata ditemukan paralel dengan tafsiran Yahudi pra-Kristen dari naskah-naskah Qumran. Misalnya, ditemukan ungkapan Ibrani: ‘im yolid El et ha Mashiah. “Allah telah melahirkan Mesiah-Nya”. Begitu juga, tafsiran Mazmur 110:1, yang jelas-jelas menerapkan gelar Adonai (Tuhan) bagi Sang Mesiah yang akan datang. Ini sejalan dengan seruan liturgis yang ditemukan pada lapisan tertua tradisi kristologis awal, Maranatha. “Datanglah Ya Tu-han”, yang diterapkan bagi Yesus, yang dalam iman Kristen dipahami sebagai Sang Mesias, yang dijanjikan Taurat Musa dan Nabi-nabi.

MENGAPA KITA TOLAK BUKU-BUKU APOKRIFA?
Untuk memperoleh gambaran Yesus yang asal beda dengan ajaran gereja, orang mulai melirik buku-buku apokrif. Tetapi tidak seperti yang dituduhkan Dan Brown, gereja tidak asal-asalan saja menentukan mana kitab-kitab kanonik, dan membuang kitab-kitab apokrif hanya karena “tidak cocok dengan seleranya”. Kenyataannya, memang hanya ada 4 Injil yang bisa dibuktikan kesalihannya, dan semua bisa dibuktikan asal-usulnya dari abad pertama. Sebaliknya, tidak pernah ada satu pun buku apokrif yang dibuktikan asalnya dari generasi pertama dan kedua awal tarikh Masehi.Dalam gereja purba, pembuktian “mata rantai” ajaran yang benar ini, disebut “Suksesi Apostolik”. Dalam gereja-gereja berbahasa Arab disebut Khilâfah Rasuliyah. Artinya, ajaran yang ditetapkan dalam konsili-konsili gereja benar-benar bisa dibuktikan asal-usulnya dari para rasul Yesus sendiri, dan hal itu dibuktikan lewat “mata rantai riwayat”, yang secara historis bisa dipertanggungjawabkan.

AJARAN SESAT DALAM SEJARAH GEREJA PURBA
Dikisahkan, waktu Rasul Yohanes masih hidup di Efesus, ada seorang bernama Cerintus yang membawa ajaran yang berbeda dengan gereja rasuli. Cerintus tidak bisa membuktikan dari rasul manakah ia mendapatkan otoritas untuk mengajar. Karena itu, ia mencari pembenaran dari “pewahyuan khusus”, dan dengan itu ia merasa bisa menyingkirkan otoritas rasuli. Makanya, ajarannya disebut Gnostik, “pengetahuan rahasia”. Rasul Yohanes, sebagai saksi mata yang masih hidup pun, disingkirkan Cerintus, alasannya ia menerima wahyu khusus.

Dalam sejarah gereja purba, Rasul Yohanes sangat keras menentang ajaran Gnostik yang ahistoris itu. Cerintus sering menghindar dari Rasul Yohanes. Ketika Rasul-rasul meninggal, murid-murid para rasul meneruskan ajaran rasuli, baik melalui suksesi kepemimpin maupun pemeliharaan ajaran mula-mula. Dalam sumber-sumber sejarah gereja abad kedua dikisahkan, Yohanes meneruskan ajarannya melalui muridnya, Policarpus di Smirna. Petrus mengangkat Evodius dan Ignatius di Antiokia, dan bersama Rasul Paulus mengangkat Linus di Roma, sebagai pewaris-pewarisnya. Bagaimanakah perjuangan rasul-rasul dan para muridnya melawan kaum bidat? Dikisahkan, Policarpus, murid Rasul Yohanes, bertemu dengan Marcion, murid Cerintus. “Bapa,” kata Marcion, “apakah panjenengan masih mengenal saya?” “Tentu saja,” jawab Policarpus, “karena kamu adalah anak sulung Iblis.”

Sejarah gereja juga mencatat, Marcion adalah pengusaha kapal yang kaya, dan dengan biayanya sendiri ia merevisi Alkitab untuk disesuaikan dengan selera gnostiknya. Injil Matius dan Injil Markus ditolaknya, karena dianggap terlalu berbau Yahudi. Injil Yohanes? Jangan tanya lagi, karena itu tulisan musuh gurunya, Rasul Yohanes. Satu-satunya injil yang diterimanya Lukas, itu pun setelah dibuang 3 pasal pertamanya. Injil Yudas dan buku-buku apokrif lain baru muncul pada generasi ketiga. Jadi, sampai generasi kedua ini, injil-injil apokrif belum muncul. Sebab kalau “injil-injil apokrif” sudah ada, mengapa Marcion harus merevisi kitab-kitab Perjanjian Baru? Itulah fakta yang tidak bisa dipungkiri siapa pun. Kronologis masuk generasi ketiga. Setelah Policarpus mati syahid di Roma, Irenaeus, murid Policarpus, meneruskan ajaran gurunya. Nah, pada generasi ketiga inilah, mulai disebut eksistensi Injil Yudas. “Injil Yudas” disebut dalam buku Irenaeus, Didha al-Harathiqiyyin (Melawan Bidat-bidat), terdiri IV jilid. Setelah itu baru muncul buku-buku apokrif lain, seperti Injil Thomas, Injil Maria Magdalena, dan lain-lain. Nama-nama para rasul dicomotnya, antara lain kaum Gnostik generasi ke-4 juga telah mencomot nama Yohanes, dan mengarang buku apokrif yang berjudul Second Apocalypse of John.

Isinya jelas-jelas bertolak belakang dengan ajaran Yohanes sendiri, baik dibuktikan dari isi Injil Yohanes, surat-surat Yohanes, maupun tulisan-tulisan murid-murid para rasul generasi kedua dan ketiga, misalnya Ignatius dari Antiokia dengan “Tujuh Surat Kiriman”-nya, Surat Barnabas (tidak sama dengan “Injil palsu Barnabas” yang muncul pada abad XVI), Gembala Hermas, Surat Clement dari Roma, dan sebagainya.

SOAL KEILAHIAN YESUS
Bagaimana soal suksesi ajaran Rasuli? Harus ditekankan, bahwa apa yang diputuskan oleh Konsili Nicaea (325) dan konsili Konstantinopel (381), sama sekali bukan menetapkan ajaran yang sama sekali baru. Di bawah ini dapat dikemukakan 2 contoh kesinambungan “mata rantai” yang secara tanpa putus berasal dari Rasul-rasul Kristus sendiri:

Pertama, dari Ignatius uskup Anthiokia, murid Rasul Petrus, mengatakan dalam Surat kepada orang Efesus: “yang menurut daging dan menurut roh, yang diperanakkan dan yang tidak diperanakkan, “Manunggaling Gusti Kawula” (en anthopoo theos) yang keluar dari Maryam dan yang keluar dari Zat Allah, yang pertama terpikirkan dan yang kedua tidak terpikirkan, yaitu Tuhan kita Yesus Kristus”.
Lagi, dalam Surat kepada orang Magnesia: “Allah itu Esa yang menyatakan Diri-Nya dalam Yesus Kristus Putra-Nya, yaitu Firman-Nya yang keluar dari keheningan abadi” (hos estin autou logos apo seges proelthoon).

Kedua, dari Irenaeus, murid Poli-carpus, murid Rasul Yohanes, dalam Didha al-Haratiqiyyin (Melawan Bidat-bidat), Buku II, Pasal 30:9 mengatakan bahwa Allah “…melalui Firman-Nya, yaitu Putra-Nya, telah menyatakan Diri-Nya sendiri di atas segala sesuatu, sehingga kita mengenal Allah hanya melalui Firman itu. Firman Allah secara kekal ada bersama Sang Bapa (eternally coexisting with the Father), bersifat qidam (dahulu), tanpa memiliki permu-laan dalam waktu”.Masih banyak lagi data-data dari masa pasca-rasuli, tetapi dua kutipan di atas kiranya cukup untuk menggam-barkan keyakinan Kristen mula-mula mengenai kekekalan firman Allah. Ber-dasarkan data-data para bapa rasuli ini, Konsili Nicea menetapkan dasar-dasar iman, bahwa sebagai Firman Allah, atau Anak Allah, Yesus “dilahirkan dari Zat Bapa sebelum segala abad”. Firman Allah itu bersifat: “sehakikat dengan Zat-Nya”. Karena Firman Allah kekal bersama-sama dengan Allah, maka Firman itu “dilahirkan, dan bukan diciptakan” (al-maulûdu ghayr al-makhlûq).

Perlu dicatat pula, bahwa Konsili Nicea diadakan untuk mereaksi ajaran Arius, yang menyangkal kekekalan firman Allah. Jadi, dilakukan formulasi akidah pada Konsili Nicea bukan hanya karena gereja waktu itu menang se-cara politis, seperti dituduhkan secara serampangan oleh Dan Brown, Irene Handono, dan penulis-penulis lain yang rata-rata kurang data sejarah itu, melainkan penekanannya justru ketika ajaran-ajaran bidat yang baru muncul itu vis a vis berhadapan dengan gereja, mereka tidak mampu membuktikan kesinambungan mereka dengan ajaran rasul-rasul. Karena itu gereja berusaha menimba kembali warisan rasuli, yang satu, kudus dan am (universal).

CATATAN PENUTUPEra sekarang dapat disebut era pertarungan wacana. Gereja harus me-nyiapkan jemaatnya untuk memberikan arahan dalam menghadap tren-tren baru seperti diuraikan di atas. Pengajaran ha-rus diperkuat, termasuk dalam khotbah-khotbah, bukan hanya bersifat normatif, tetapi juga yang bersifat kajian-kajian historis teologis, sekalipun dalam bentuk populer. Kalau tidak, dampaknya bagi je-maat memang bisa fatal. KKR-KKR me-mang perlu, tetapi seminar-seminar pem-binaan iman, dialog-dialog teologis yang membangun keterbukaan dengan agama lain, tanpa harus kehilangan jatidiri, juga urgen dilakukan. Dalam konteks dialog teologis itu, saya malah menantang agar kitab-kitab apokrif itu diterbitkan saja. Ini bisa mendewasakan orang Kristen.
Bambang Noorsena, SH, MH, DEA. Pendiri Institute for Syriac Christian Studies (ISCS), alumnus kajian Perbandingan Agama dari Ma’had Dâr Comboni li al-Dirâsât al-’Arabiyyah, Cairo, Mesir.

Tanggapan atas Misquoting Jesus

ISI BUKU SECARA UMUM

Sebenarnya tidak ada yang baru dalam buku ini. Sudah banyak teolog yang menyusun buku sejenis, walaupun sikap mereka cenderung berbeda dengan Ehrman. Tetapi tekad Ehrman untuk membawa isu ini ke level jemaat awam dapat dikategorikan sebagai hal baru. Secara sederhana, Ehrman ingin menunjukkan Alkitab tidak bisa di-andalkan. Alasan yang diangkat ada dua. Pertama, para penulis naskah asli Alkitab (autografa) kemungkinan melakukan beberapa kesalahan. Kedua, para penyalin Alkitab melakukan berbagai kesalahan/pengubahan, baik yang disengaja maupun tidak. Di antara dua alasan tersebut, Ehrman hanya memfo-kuskan pada alasan yang kedua. Alur berpikir Ehrman dapat digambarkan sebagai berikut:

Yang disebut firman Allah adalah autografa Alkitab => Autografa sudah tidak ada lagi => Yang tersisa adalah salinan-salinan Alkitab yang saling berbeda => Usaha untuk menentukan autografa berdasarkan perbandingan salinan-salinan tidak bisa diandalkan

Kesimpulan: Alkitab sekarang bukanlah firman Allah yang tidak bisa salah

ANALISIS KRITIS

Kita perlu mengakui pandangan Ehrman bahwa yang disebut firman Allah yang tidak mungkin salah me-ang hanya terbatas pada autografa Alkitab. Salinan, terjemahan ataupun tafsiran kadangkala menunjukkan beberapa kesalahan. Dia juga benar bahwa autografa Alkitab sudah tidak ada lagi (salinan Perjanjian Baru tertua yang kita miliki ditulis tahun 125 M). Dia juga benar soal ribuan salinan yang saling berbeda. Sayangnya, Ehrman tidak mampu mengambil kesimpulan yang benar dari hal-hal tersebut.

Tidak adanya autografa Alkitab seharusnya tidak boleh terlalu meresahkan kita. Pertama, semua buku kuno—baik yang dianggap kitab suci maupun buku sekuler—yang pernah ada di dunia ini sudah tidak memiliki autografa lagi. Kita hanya memiliki salinan-salinannya saja. Seandainya Alkitab diragukan hanya gara-gara tidak menyisakan autografa, maka sikap yang sama seharusnya diterapkan pada semua kitab yang lain.

Kedua, dibandingkan dengan buku-buku kuno lain yang juga tidak memiliki autografa, salinan-salinan Alkitab justru lebih bisa dipercaya. Para cendekiawan biasanya menerapkan uji kualitas yang disebut bibliographi-cal test. Berdasarkan kriteria ini, suatu buku kuno dianggap bisa dipercaya kalau memiliki salinan-salinan:

1. Yang jarak waktu antara penyalinan dengan penulisan aslinya semakin dekat. Semakin dekat dengan waktu penulisan maka salinan tersebut mengalami proses penyalinan yang jumlahnya semakin sedikit, sehingga jumlah kesalahan yang ditimbulkan dari penyalinan tersebut juga relatif lebih sedikit.

2. Yang jumlahnya banyak. Dengan memiliki jumlah salinan yang banyak maka kita memiliki banyak bahan/pertimbangan untuk menentukan mana yang lebih sesuai dengan autografa.Hasil penerapan bibliographical test terhadap Perjanjian Baru dan buku-buku kuno lainnya menunjukkan bahwa salinan Perjanjian Baru memiliki jarak waktu yang terpendek dengan waktu penulisannya. Salinan Perjanjian Baru juga memiliki jumlah yang paling banyak (lihat tabel).

Kita bisa menyimpulkan, seandainya Perjanjian Baru diragukan hanya gara-gara tidak memiliki autografa, maka kita juga harus meragukan semua buku kuno yang lain, karena kualitas dan jumlah salinan mereka sangat jauh di bawah salinan-salinan Perjanjian Baru. Sekali lagi, yang terpenting bukanlah memiliki autografa atau tidak, namun seberapa ba-gus dan banyak salinan yang kita miliki.

Ketiga, berdasarkan salinan-salinan yang ada, para cendekiawan berusaha merekonstruksi autografa Alkitab (menentukan salinan mana yang lebih sesuai dengan yang asli) melalui kritik teks (textual criticism). Mereka menerapkan kriteria tertentu untuk menentukan salinan mana yang lebih bisa dipercaya. Misalnya usia salinan, kualitas salinan, karakteristik tata bahasa penulis Alkitab, konteks dari ayat yang diselidiki, dsb.

Kritik teks sudah berkembang sedemikian rupa, sehingga mayoritas cendekiawan telah mencapai persetujuan tentang banyak bagian di dalam Alkitab. Beberapa ayat memang masih diperdebatkan, namun diantara ayat-ayat ini tidak ada yang memengaruhi ajaran Kris-ten yang pokok. Buku Misquoting Jesus terlalu melebih-lebihkan beberapa ayat yang belum bisa dipastikan ada di dalam autografa atau tidak, seolah-olah ayat-ayat itu sangat memengaruhi runtuh atau berdirinya ajaran Kristen. Beberapa teks yang dipermasalahkan dalam buku Misquoting Jesus juga tidak boleh dilihat secara berlebihan seolah-olah hal tersebut cukup untuk meragukan otoritas Alkitab secara keseluruhan.

Sebagai contoh, seandainya 1Yohanes 5:7b-8a tidak ada dalam autografa (beberapa terjemahan kuno dan salinan Alkitab yang tertua tidak memiliki bagian ini), maka kita masih memiliki ayat-ayat lain yang sangat kuat untuk mendukung doktrin Tritunggal. Begitu pula dengan Yohanes 8:11. Seandainya teks ini tidak ada dalam autografa (salinan kuno tidak memiliki kisah ini; salinan yang lebih muda yang memiliki bagian ini meletakkannya di tempat yang berbeda-beda), maka hikmat dan kasih Kristus kepada orang berdosa masih bisa dilihat dengan jelas di bagian Perjanjian Baru yang lain.

KONKLUSI

Saya setuju dengan semangat Ehrman untuk menyelidiki Alkitab sampai pada autografanya karena hanya autografa Alkitab yang diilhamkan Allah dan bersifat tidak mungkin salah. Bagaimanapun, hal ini tidak berarti bahwa kita boleh merendahkan Alkitab terjemahan modern. Semua terjemahan tersebut dibuat oleh para ahli Alkitab yang juga telah belajar kritik teks. Sesuai dengan segmen pembaca yang ditargetkan, para penerjemah Alkitab telah berusaha semampu mungkin untuk merekonstruksi autografa sekaligus menerjemahkannya ke dalam bahasa populer yang bisa dimengerti oleh orang awam (khusus untuk terjemahan King James Version kita memang harus mengakui bahwa ketika terjemahan ini dibuat, banyak salinan kuno yang belum ditemukan). Dalam hal ini para hamba Tuhan memiliki peranan sentral dalam membimbing jemaat untuk memilih terjemahan yang paling baik (saya sendiri merekomendasikan terjemahan Revised Standard Version dan New American Standard Bible bagi mereka yang bisa bahasa Inggris dan senang menyelidiki Alkitab).

Hal terakhir, soal keyakinan Ehrman bahwa para penulis Alkitab mungkin melakukan beberapa kesalahan sehingga ada kontradiksi dalam Alkitab. Tentang pendapat ini, kita harus dengan tegas menolaknya. Sayangnya, kita tidak memiliki banyak ruang untuk membahas hal ini secara detail. Kita juga harus menolak pandangan Ehrman yang menilai Alkitab hanya sebagai hasil karya manusia yang bisa salah. Allah memang menggerakkan para penulis Alkitab dan Ia meng-gunakan keunikan mereka masing-masing, namun Allah tetap menjaga mereka sehingga apa yang akhirnya di-tulis adalah apa yang dinafaskan Allah (2 Tim. 3:16) dan didorong oleh Roh Kudus (2 Pet. 1:21). Sekali lagi, penolakan ini untuk sementara hanya bisa dinyatakan saja di sini tanpa disertai argumentasi-argumentasi yang men-dukungnya. Lain waktu kalau Tuhan berkehendak, kita akan membahas hal ini secara khusus.

Ev. Yakub Tri Handoko, Th.M.Penulis adalah dosen apologetika Sekolah Teologi Reformed Injili Surabaya (STRIS)

Para Ahli dalam Barisan Sakit Hati

Seorang pelajar SMA berkata kepada temannya, “Tidak akan ada hari Paskah tahun ini!” “Mengapa tidak?” temannya bertanya, tidak percaya. Ia menjawab, “Orang telah menemukan jasad Yesus!” (Disalibkan Oleh Media hal. 194)

Seorang teman pernah bertanya, terkait kehidupannya dengan Yesus, “Bagaimana mungkin hidup saya dipengaruhi orang yang hidup 2.000 tahun lalu?” Namun jika kita mau jujur, tidak ada kehidupan yang saat ini tidak terpengaruh oleh Yesus. Bahkan makin lama pengaruh itu makin mengakar dan kita tidak bisa meng-hindarinya. Produk budaya, sistem kemasyarakatan, dan teknologi pun dimotivasi oleh tanggapan orang-orang terhadap Yesus. Baik maupun buruk; mengasihi maupun membenci-Nya.

Itulah yang dimaksud suami-istri Pate saat menuliskan, “Pada akhirnya, setiap orang harus memutuskan siapa Yesus itu. Kita masing-masing memper-taruhkan kehidupan dan masa depan kekal kita berdasarkan keputusan tersebut” (hal. xiii). Sebab, tidak mungkin bereaksi netral terhadap Yesus. Pilihan kita adalah, mengasihi atau membenci-Nya, tidak di tengah. Orang yang menentang-Nya akan membuat berbagai teori yang memuaskan pengetahuan mereka, kalau perlu menjauhkan Yesus dari kenyataan, alias memfiksikan-Nya. Orang percaya berusaha, dengan segenap kemampuan dan keterampil-an, memperkuat iman dalam karya-karya. Dalam hal ini, mengakibatkan semacam “perang media” yang tidak seimbang. Orang yang membenci Yesus mendapat dukungan kapital yang besar untuk mendesakkan konsep-konsep mereka ke hadapan khalayak. Orang-orang percaya harus berjuang dengan sumber daya yang lebih terbatas— Mel Gibson misalnya, mengeluarkan uang pribadinya saat membuat The Passion of The Christ karena tidak ada studio utama yang mau membiayainya.

KOMPAS DI TENGAH KEBINGUNGAN

Buku Disalibkan oleh Media menjadi kompas bagi maraknya produk-produk kebudayaan berbentuk media yang akhir-akhir ini “bersentuhan” langsung dengan Yesus. Sebut saja Beyond Belief, The Da Vinci Code, buku-buku hasil kajian Jesus Seminar, hasil-hasil penelitian yang diragukan keabsahannya, dan novel-novel dengan berbagai teori kons-pirasi spekulatif tentang kehidupan Yesus. Namun, buku ini juga menyoroti produk media yang “disalibkan” karena berusaha menampilkan kesejatian Yesus, misalnya film The Passion of The Christ yang buru-buru dicap sebagai anti-Semit, Kotak Kubur Yakobus yang dianggap tidak asli, dan film Lord of The Rings.

Dengan cerdik, Profesor Marvin Pate mengawali bukunya dengan mengisahkan kiprah kelompok bernama Jesus Seminar bentukan Robert Funk, sebab bentuk-bentuk produk media lain dalam bab-bab selanjutnya sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang tergabung dalam Jesus Seminar ini. Misal, dalam website-nya, Penerbit HarperCollins (dimiliki raja Media Rupert Murdoch) mencantumkan buku-buku tentang Yesus yang hampir seluruhnya ditulis anggota Jesus Seminar ini, termasuk buku-buku awal Jesus Seminar, The Five Gospel dan The Acts of Jesus. Bahkan buku-buku yang keluar akhir-akhir ini, misalnya Misquoting Jesus dan The Gospel of Judas sangat dipengaruhi oleh pemahaman Jesus Seminar terhadap empat Injil kanon tersebut dan semangat mereka untuk mendesakkan Injil-injil lain (Thomas, Maria Magdalena, Judas Iskariot) setara dengan Injil Perjanjian Baru.Jesus Seminar sendiri sangat dipengaruhi David Friedrich Strauss untuk kritik mereka tentang kenyataan sejarah kehidupan Yesus (hal. 26) dan Rudolph Bultmann untuk keyakinan mereka bahwa gereja telah merekayasa ucapan-ucapan Yesus (hal. 27).

Jadi, secara halus, Disalibkan oleh Media mengatakan, “Saat Anda menemu-kan buku kontroversial, teliti dahulu latar belakang penulisnya, siapa pun itu!”

Pun saat menghadapi buku “prekuel” The Da Vinci Code: Beyond Belief. Saya menyebutnya prekuel, walau sebenarnya prekuel menurut versi Dan Brown adalah Digital Fortress dan Angel & Demons. Namun, saya berusaha memahami taktik Random House saat hendak meluncurkan novel ini—sebab dua novel sebelumnya jeblok di pasar—bahwa perlu penyiapan konsep bagi calon pembaca. Dan, kon-sep yang diajukan Beyond Belief—be-berapa bulan sebelum The Da Vinci Code terbit—adalah ada Injil lain yang layak dipercayai ketimbang Injil-injil Perjanjian Baru. Kita harus waspada ter-hadap motivasi di balik penulisan buku tersebut. Dan, pada kenyataannya Elaine Pagels, menulis dalam bukunya kemungkinan besar didasari oleh semangat balas dendam terhadap kekristenan konservatif karena kematian anaknya (hal. 33). Jesus Seminar dan Elaine Pagels, saat berhadapan dengan Yesus, memilih menganggap Yesus sebagai tokoh fiktif—walau mungkin didasari alasan psikologis karena salah memahami iman Injili mereka sehingga merasa sakit hati—seperti latar belakang Pagels. Bisa jadi itu juga motivasi John Dominic Crossan (anggota Jesus Seminar) saat menentang kematian Yesus dalam bukunya The Cross That Spoke (hal. 196).

PRODUK MEDIA YANG MENGALAMI PENGANIAYAAN

Saat Mel Gibson memutuskan mengeluarkan uang $60 juta (Rp546 miliar) untuk memotret jam-jam penyaliban Yesus, mungkin ia tidak akan menduga bioskop-bioskop Amerika Serikat akan berubah menjadi semacam tempat “Kebaktian Kebangunan Rohani” (hal. 143). Orang-orang yang keluar dari gedung, yang biasanya berdesak-desakan dan tidak sabar, tiba-tiba melembut dan penuh kasih (hal. xii).

Tidak ada sikap netral dalam pendapat mengenai film ini, seperti pesan salib sendiri. Pilihannya: Anda menyukai The Passion of the Christ atau Anda membencinya. Mengasihi Kristus atau sakit hati kepada-Nya. Orang-orang yang membencinya menyebutkan film ini anti-Semit, terlalu banyak menggunakan simbol-simbol, dan mengeksploitasi kekerasan secara ekstrem. Namun, suami-istri Pate menjelaskan bahwa kekejaman dalam film tersebut sesuai dengan kenyataan model hukuman penyaliban pada abad pertama. Dan sebenarnya bukan hanya orang Yahudi yang bertanggung jawab terhadap penyaliban Yesus. Seluruh umat manusialah yang bertanggung jawab pada kematian Yesus di kayu salib. Jika ada sikap anti-Semit, itu adalah kesalahan pemahaman terhadap tulisan-tulisan Perjanjian Baru (hal. 150) dan generalisasi kejadian. Dan, menuduh film tersebut bersikap anti-Semit adalah seperti menyatakan bahwa orang-orang yang menentang kebijakan pemerintah Bush atas Irak adalah orang-orang yang anti-Amerika (hal. 153)—dinyatakan oleh wartawan Time, Richard Corliss.

Musim gugur tahun 2002 terjadi perdebatan sengit karena ditemukannya kotak penyimpan tulang yang memuat tulisan, “Yakobus, anak Yusuf, saudara Yesus.” Perdebatan terjadi di antara para ahli maupun masyarakat umum. Seperti Injil Yudas, Kotak Kubur Yakobus juga tidak digali oleh para ahli, tetapi beredar di kalangan broker-broker barang antik (hal. 90).

Buru-buru para ahli mengatakan kotak penyimpan tulang tersebut tidak asli terutama karena “asal usulnya yang tidak jelas” merujuk penemuan artefak yang tidak melalui para arkeolog profesional. Dan buru-buru juga pemerintah Israel menyatakan artefak tersebut sebagai benda palsu (hal. 100). Bisa jadi mereka risih dengan keberadaan Yakobus sebagai “jurubicara” kekristenan awal yang banyak menentang pemerintah Yahudi waktu itu (hal. 104) atau karena banyak legenda yang runtuh di sekitar dataran Palestina yang mengakibatkan pemasukan dari pariwisata bagi Israel akan merosot drastis.

MEMFIKSIKAN YESUS

John Dominic Crossan (The Cross That Spoke, 1988, Harper & Row) dan Marcus Borg (Meeting Jesus Again for the First Time, 1994, HarperSanFran-cisco), dan James Cameron (The Lost Tomb of Jesus, 2007, Discovery Cannel) termasuk orang-orang yang hendak memfiksikan Yesus terutama dengan kepercayaan mereka bahwa Yesus tidak pernah bangkit dari kematian.

Kisah satir yang ditulis Pate dalam Disalibkan Oleh Media cukup mengusik. Seorang pelajar SMA berkata kepada temannya, “Tidak akan ada hari Paskah tahun ini!” “Mengapa tidak?” temannya bertanya, tidak percaya. Anak pertama menjawab, “Orang telah menemukan jasad Yesus!” (hal. 194).

Crossan memfiksikan Yesus dengan menganggap kebangkitan Yesus hanya sebagai suatu simbol dari Ulangan 21:22–23 dan Yosua 10:26–27 (hal. 196). Jadi kisah kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga, bagi Crossan (salah satu ketua Jesus Seminar) hanyalah dongeng. Malahan ia bertindak lebih jauh dengan mengatakan di majalah Time bahwa setelah penyaliban, jasad Yesus mungkin dimakamkan di sebuah kubur yang dangkal, dan hampir tidak tertutup tanah, dan kemudian dimakan oleh anjing-anjing liar; cerita pemakaman Yesus dan kebangkitan-Nya merupakan akibat dari “keyakinan yang didasarkan pada keingin-an dan bukan kenyataan” (hal. 208).Marcus Borg (anggota Jesus Semi-nar juga) menggambarkan Yesus cuma seorang yang luar biasa, tetapi bukan Tuhan dan tidak pernah memandang diri-Nya sebagai Mesias. Jadi Yesus bukanlah satu-satunya jalan (hal. 271).Bahkan James Cameron (The Lost Tomb of Jesus) melangkah lebih jauh. Ia mengklaim bahwa mayat Yesus sudah ditemukan karena terdapat kotak-kotak kubur yang tertulis Yesus bin Yusuf, Ma-riamne, dan Yudas—pada kenyataannya, kotak tersebut diragukan kebenarannya.

Apa yang hendak mereka tuju? Keruntuhan kekristenan, jika Yesus tidak bangkit, hancurlah seluruh sendi kepercayaan Kristen. Jika Yesus bukan Mesias, Dia hanyalah tokoh dongeng. Jadi, saat Anda berjumpa dengan-Nya, putuskanlah Dia Allah atau Anda menjadi musuh Allah.



Menjawab Rekayasa Injil Lewat Media

Yesus bukan Tuhan, jadi Dia menikah dan punya anak! Inilah isu sensasional dan kontroversial yang membombardir iman kekristenan. Rentetan penemuan injil lain seperti Injil Maria, Injil Yudas, Injil Thomas, dan Injil Filipus makin mengaburkan keabsahan keempat injil Perjanjian Baru. Sungguhkah Yesus punya hubungan gelap dengan Maria Magdalena, bahkan punya keturunan dari affair tersebut? Betulkah Maria Magdalena yang menghadiri Perjamuan Terakhir dan duduk paling dekat dengan Yesus? Sungguhkah Yudas membantu penyaliban Yesus atas permintaan Yesus sendiri? Bahkan sungguhkah kita bisa memercayai apa yang ditulis keempat Injil Perjanjian Baru?

MENYOROTI ISU-ISU KONTROVERSIAL

Menarik melihat begitu ambisiusnya para ahli untuk mengaburkan sosok Yesus sebagai Mesias dan meragukan autentisitas Alkitab. Tapi, Alkitab tidak kehilangan sedikit pun keaslian dan keautentikannya. Alkitab masih layak dipercayai keakuratannya. Lewat buku Merekayasa Yesus, Craig A. Evans—profesor lulusan Acadia University yang dikenal sebagai pakar Perjanjian Baru dan banyak mengajar di universitas terkenal seperti Cambridge, Dur-ham, Oxford, dan Yale—membuktikan secara akurat bahwa isu-isu yang diperdebatkan selama ini tidaklah benar.

• Yesus tidak menikah dengan Maria Magdalena atau wanita mana pun—dan karenanya, Ia tidak mempunyai keturunan biologis.

Omong kosong murahan a la Dan Brown dalam The Da Vinci Code, Injil Maria, maupun Injil Filipus jelas tidak disertai bukti akurat. Injil Filipus merujuk pada pernyataan bahwa Yesus sering mencium Maria Magdalena. Dalam Merekayasa Yesus, Craig A. Evans mengatakan sesungguhnya kita tidak tahu apa yang dikatakan teks aslinya karena beberapa teks sudah dalam keadaan rusak. Teks—Injil Filipus maupun Injil Maria—sama sekali tidak mengatakan hal ini. Pada masa Yesus, ciuman menunjukkan sikap hormat. Sebelum menyerahkan Yesus kepada kaum Farisi, Yudas terlebih dahulu mencium-Nya (Mat. 26:49).

Mengherankan mereka tidak membuat isu lebih sensasional seperti Yesus punya kelainan seksual karena mau-maunya dicium Yudas. Injil Filipus dan Injil Maria adalah produk gnostisisme. Secara sederhana, gnostisisme bisa digambarkan sebagai faham yang berfokus pada pengeta-huan dan hal-hal mistik, jadi kurang menekankan iman. Ajaran ini merendahkan wahyu yang diterima para rasul. Mereka mengklaim memiliki wahyu lain yang dinyatakan Yesus secara rahasia kepada orang-orang tertentu. Mereka lalu mengarang cerita-cerita rahasia tentang beberapa pengikut Yesus dalam Alkitab di mana peran mereka tidak tampak dominan. Semua tokoh minoritas ini dijadikan tumbal untuk mematahkan wahyu yang diterima para rasul utama (Petrus, Yohanes, Paulus, dan saudara Yesus, yakni Yakobus).

Pierre Plantard yang mempublika-sikan cerita bohong tentang Priory of Sion dan yang mengeksploitasi rumor tentang penemuan dokumen penting di Rennes le Chateau yang membuat Baigent tergiur menulis Holy Blood, Holy Grail akhirnya mengakui di bawah sumpah pengadilan hukum Perancis bahwa apa yang ia lakukan itu adalah sebuah kebohongan. Akibat ulahnya, Plantard di penjara (1953) dengan tuduhan penipuan dan dihukum selama 6 bulan. Ia meninggal tahun 2002. Semua kebohongannya sudah dipublikasikan dengan judul The Treasure of Rennes-le-Chaetau: A Mistery Solved (2003).

• Yudas memang mengkhianati Yesus. Pengkhianatan ini bukan ide Yesus, melainkan keinginan Yudas sendiri. Injil Yudas yang ingin membersihkan nama Yudas Iskariot mengklaim bahwa Yudaslah murid yang paling dekat dan dikasihi Yesus. Injil ini bersama injil-injil apokrifa lainnya ditemukan di perpustakaan Nag Hammadi tahun 1945.

Uskup Irenaeus, bapa gereja kuno mengakui kalau Injil Yudas adalah sesat. Injil ini mengagungkan faham gnostisisme. Kelompok gnostis ini menjungkir-balikkan kebenaran Alkitab. Bahkan sejak awal abad ketiga, kelompok gnostik ini disebut Kainit (pengikut Kain) yang membenarkan tindakan Kain membunuh Habel adiknya. Alkitab mengatakan Yudas itu mata duitan dan cinta uang. Menurut Matius 26:14-16, Yudas sengaja menemui imam kepala untuk mengetahui jumlah uang yang akan mereka berikan. Dan karena rasa bersalah, Yudas begitu menyesal lalu pergi menggantung diri (Kis. 1:18). Kalau memang itu ide awal Yesus, Yudas tidak perlu sampai menyesal dan menggantung diri. Tindakan penyesalan Yudas ini secara psikologis menguatkan bukti bahwa pengkhianatan memang sudah direncanakan dan disengaja. Jadi, jelas Yesus tidak membujuk Yudas melakukan hal tersebut.

• Injil Thomas bukanlah injil kelima dalam Perjanjian Baru, karena itu ber-sama injil-injil aprokifa lainnya, ia tidak layak dimasukkan dalam Alkitab.

Kelompok Jesus Seminar mengklaim Injil Thomas berumur lebih tua dari Injil-injil kanonik dan ditulis awal abad pertama. Namun, penelitian belakangan tiga fragmen Yunani dari Oxyrhynchus menemukan Injil Thomas belum ditulis sebelum 175 atau 180 M dan asal injil ini merujuk pada gereja Timur berbahasa Syria, gereja yang sudah mengenal Perjanjian Baru. Kekris-tenan Syria kuno sudah mengenal keempat Injil yang disebut Diatessaron dan kedekatan Injil Thomas dengan kebudayaan Syiria kuno membuktikan Injil Thomas sangat dipengaruhi keempat Injil kanonik.

Beberapa hal dalam Injil Thomas juga dipengaruhi Injil Lukas. Bahkan Injil Thomas mencerminkan pengeditan Injil belakangan. Jika Injil Thomas sungguh-sungguh muncul sebelum Injil-injil kanonik, bagaimana mungkin perbaikan editorial Injil Lukas muncul dalam Injil Thomas? Sejauh ini, keempat Injil kanonik (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) masih merupakan sumber terbaik untuk mengetahui kehidupan Yesus karena keempat Injil ini membeberkan bukti-bukti kuat yang disaksikan para saksi mata. Sedangkan injil-injil apokrifa tidak disertai bukti saksi mata yang kuat. Contohnya, mereka menuduh Yesus tidak mati disalib dan tidak pernah bangkit. Namun, peristiwa penampakan Yesus dan kenaikan-Nya ke surga dilihat banyak saksi mata.

• Sosok yang tampak seperti wanita dalam lukisan Perjamuan Terakhir bukanlah Maria Magdalena seperti yang diklaim Dan Brown, melainkan betul-betul Yohanes (lihat Da Vinci Question, ANDI, 2006).

Alkitab mencatat jelas Yohanes hadir dalam Perjamuan Terakhir (Yoh. 13:23, Yoh 19:26). Matius mencatat jumlah murid yang hadir adalah 12, bukan 11 (Mat. 26:20). Markus pun mencatat hal yang sama (Mrk. 14:17). Bahkan Yohaneslah yang mempersiapkan tempat untuk perjamuan tersebut (Luk. 22:8). Justru keempat Injil tidak menjelaskan kehadiran Maria Magda-lena pada perjamuan itu. Pada zaman Leonardo Da Vinci, laki-laki muda memang digambarkan dengan wajah tanpa janggut dan berambut panjang. Laki-laki muda di zaman Renaissance memang tampak seperti wanita. Hal ini bisa juga ditemukan dalam lukisan Del Berrocchio—Tobias dan Malaikat, lukisan Raphael—St. Sebastian. Seniman Michelangelo dan Botticelli juga sering memberikan karak ter feminim ketika melukis seorang pria muda. Namun, orang yang mempelajari seni dari periode ini tahu jelas mereka sesungguhnya laki-laki.

• Tidak terdapat kesalahan dalam penulisan Perjanjian Baru. Karenanya, keabsahan dan keautentikan Per-janjian Baru layak untuk dipercayai.

Ehrman dalam Misquoting Jesus: The Story Behind Who Changed The Bible and Why menghembuskan kecurigaan bahwa terdapat banyak kesalah-an dalam penulisan Perjanjian Baru. Sebelumnya, tahun 1707 John Mill mengumpulkan sekitar 100 manuskrip Perjanjian Baru berbahasa Yunani dari berbagai wilayah. Dari hasil penelitian selama 30 tahun, ia terkaget-kaget melihat sedikitnya 30.000 perbedaan yang ia temukan. Namun, semua hal ini tidak menunjukkan apa pun. Kebenaran pesan Injil tidak bergantung pada ineransi Alkitab (keakuratan kata demi kata) atau kemampuan mengharmoniskan keempat Injil, tetapi pada kebangkitan Yesus. Dalam hal ini, tidak ada satu pun kesalahan yang bisa kita temukan.

Andai pun Alkitab dipandang sebagai buku biasa, apakah kita kehilangan pesan intinya? Tidak sama sekali! Dalam kurun waktu sepuluh sampai lima belas tahun keberadaan gereja mula-mula, belum ada satu pun buku Perjanjian Baru. Pun demikian, gereja bertumbuh dengan cepat tanpa dukungan keberadaan Injil—sama sekali. Petrus maupun Paulus hanya mengandalkan Taurat Yahudi dan kitab nabi-nabi, bukan membahas keakurat-an keempat Injil. Evans tegas mengatakan kalau Ehrman salah menafsirkan ineransi Alkitab. Dan kepercayaan Ehrman yang agnostik makin mendukung ada nya subjektivitas Ehrman dalam penulis-an bukunya. Benang merah keempat Injil bukan terletak pada ineransinya tapi pada pesan inti yaitu Yesus adalah Mesias dan Dia bangkit pada hari ketiga.

Bahkan kenaikan-Nya ke surga disaksikan oleh para Rasul (Kis. 1:9). Rekayasa informasi spekulatif yang terus beredar di media belakang an ini harus kita cermati. Ada agenda khu-sus yang sedang diperjuangkan kaum neo-gnostik dengan menciptakan sosok Yesus yang jauh dari kebenaran Injil. Komplotan ini ditunggangi oleh aliran New Age yang mendewakan kekuatan pengetahuan dan bahwa manusia dapat mencapai tahap mulia dengan kekuatan dari dalam dirinya sendiri. Tak putus-putusnya mereka menuduh Yesus bukan-lah Mesias yang dijanjikan itu. Dan pesan kontroversial ini menjadi komoditas gurih kaum kapitalis.Namun, seperti Craig Evans katakan, sekalipun Alkitab difitnah dan dipertanyakan keabsahannya, tampaknya tidak ada kuasa yang dipancarkan Yesus yang hilang dengan berlalunya waktu.

(Eva Yunita)

Gnostisisme Berbaju Posmo

Kalau gnostisisme itu angin, ia bukan dari jenis puting beliung yang menghantam keras. Ia angin semilir yang melenakan, yang tanpa terasa kita telah dibuatnya masuk angin. Gnostisisme perlahan tapi pasti, dalam jangka waktu panjang memengaruhi pikiran. Adakah cara menangkalnya?

Cara bercerita Dan Brown dalam novel The Da Vinci Code amat membuai dengan ketegangan-ketegangan yang memikat. Tetapi ia melakukan blunder pada delapan halaman tentang Maria Magdalena, yang digambarkan menikah dengan Yesus dan melahirkan anak. Hal ini amat bertolak belakang dengan keyakinan orang Kristen tentang Yesus.

The Da Vinci Code hanya salah satu. Banyak lagi produk media lain, entah buku, film, seminar, dokumen-dokumen, injil, dan pemikiran-pemikiran yang dengan sengaja atau tidak telah mendiskreditkan kekristenan. Akankah hal-hal itu men-jadi kiamat bagi dunia kekristenan? Sangat spekulatif dan hanya mengejar keuntungan, kata Pdt. Yahya Wijaya,Ph.D tentang produk media itu. Maka menurut dia, umat Kristen tidak perlu bereaksi berlebihan, karena hanya akan mempopulerkan produk mereka. “Sangat spekulatif. Dan kita tahu tujuan mereka uang. Tetapi saya belum melihat bukti produk media itu mempunyai pengaruh yang signifikan untuk kehidupan umat,” kata Yahya Wijaya. Apakah mengoncang iman? “Apakah dengan membaca sebuah literatur Anda langsung percaya dan murtad karenanya?”

Yahya balik bertanya. Bahwa orang tertarik membaca, mungkin saja. Tetapi menggoncangkan iman, sabar dulu! Iman kepada Kristus, menurut Yahya Wijaya lebih dari sekadar pengetahuan. Iman berangkat dari pengalaman hidup. Jadi, tidak semudah itu, dengan membaca, menonton, men-dengar, lalu orang murtad.

LIHAT SISI POSITIFNYA

Tetapi Pdt. Yahya mengajak umat Kristen berintrospeksi dan menarik hal positif dari peristiwa itu. Beragam produk media yang “menyerang” kekristenan jangan selalu dipandang negatif, anjurnya. Bisa jadi, kata dia, produk media tersebut buah yang mesti dipetik agama. “Selama ini agama selalu dianggap sakral dan tidak boleh dikritik, dibela mati-matian seolah-olah agama itu Tuhan. Nah, produk media itu adalah buah yang harus dipetiknya. Orang jengah juga melihat agama terus-menerus tidak mau dikritik,” ujar Pdt. Yahya. Agama memang berbicara tentang Tuhan, tetapi pada dirinya agama bukan Tuhan. Tetapi dalam kenyataan, sering kali agama dijadikan sebagai Tuhan. Agama dibela, dipertahankan mati-matian, disembah, dipuja, seakan-akan agama itu sendiri tidak bisa salah.

Agama hanya wadah untuk mencari dan mengenal Tuhan, kata Yahya. Sebagai wadah, ia tidak luput dari kekeliruan. Maka sama seperti lembaga-lembaga sosial yang lain, agama perlu dikritik. Dan produk media itu, terlepas dari kontroversi yang dikandungnya, adalah kritik. Hal yang menurut Yahya perlu disyukuri supaya orang Kristen tidak terjerumus ke dalam cara beragama yang membabi buta. Direktur Pascasarjana Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta itu tidak khawatir jika produk media yang mendiskreditkan kekristenan akan berakibat fatal kepada jemaat.

Alasannya, hampir sepanjang sejarah, agama Kristen telah teruji meng-hadapi beragam versi maupun subversi yang tidak mengenakkan hati itu. Walau demikian, kehadiran komunitas orang beriman yang saling menguatkan dalam gereja, lewat pendalaman Alkitab, komsel, dstnya adalah penangkal yang sangat mujarab menurut Yahya. “Ikatan dalam komunitas kan lebih kuat daripada hubungan dengan hasil-hasil penelitian seperti itu,” kata dia.

MEMENGARUHI DALAM JANGKA PANJANG

Raymond M. Laimeheriwa,MA.,Th.M dosen pada STT Agape Jakarta menengarai kepentingan politik, komersil dan ideologi menjadi latar belakang kelahiran produk media tersebut. Ketiga kepentingan ini berkelindan, saling mendukung dan memberi untung, yang berujung pada konspirasi yang ingin mencerai-beraikan kekristenan. “ Ini bukan barang baru lagi. Semenjak Yesus masih hidup saja konspirasi seper-ti ini sudah ada,” ujar Raymond kepada Bahana. Angin globalisasi bertiup teramat kencang melewati batas-batas wilayah dan negara.

Lewat teknologi komunikasi yang canggih, semua serba dekat dan telanjang. Dan kecanggihan komunikasi bertemu rasa penasaran manusia untuk mencoba hal-hal baru, terlebih yang kontroversi. Maka terjadilah, kata Raymond, umat Kristen di Indonesia juga mau tidak mau bersinggungan dengan produk media tersebut lewat buku, film, televisi, internet, dan surat kabar. Harap dicatat, kata Raymond, orang-orang atau lembaga yang berada dibalik penciptaan produk media di atas telah memasang strategi jauh ke depan. Mereka tidak berpikir memengaruhi orang dalam jangka waktu pendek, tetapi panjang.

“Pengaruhnya tidak bisa dirasakan saat ini juga. Ia akan mempengaruhi sebuah generasi,” kata Raymond. Karena itu sangat bijak jika orang Kristen, kata Gembala Sidang GBI Sudirman, Plaza Sentral, Jakarta Pusat ini, mengambil sikap tidak membeli dan membacanya. Tanggung jawab rohani untuk memberitakan kebenaran kepada jemaat menjadi tugas para rohaniawan, pemimpin sinode, pengajar STT, dan lembaga-lembaga Kristen. Raymond menyayangkan pembe-ritaan media massa yang hanya mem-perhitungkan untung tanpa mendalami akibat dari pemberitaannya. Mestinya media massa adalah tangan pertama yang memberi tahu kepada gereja ten-tang produk media yang anti terhadap kekristenan. Tetapi apa pun yang ter-jadi menurut Raymond, orang Kristen tidak boleh meninggalkan gereja.

MENGUBAH DOKTRIN KEKRISTENAN

Sosok bernama gnotisisme kuno menjadi dalang dibalik munculnya produk media yang menjual kontroversi-kontroversi tentang kekristenan, kata Pdt. Ruslan Christian, M.Div. Tujuannya, mereka ingin mengubah doktrin dan pengajaran tentang kekristenan dan menyebarkan ideologi mereka. Entahkah itu gnostisisme ataukah ajaran New Age.

Secara global menurut dosen apologetika di Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya (STAS) itu, kita sedang be-rada di era post modern (posmo) yang salah satu ajarannya adalah meng-gugat segala kemapanan yang ada. Segala hal ingin didekonstruksi. “Bukan hanya ilmu pengetahuan dan seni, tetapi juga identitas, sejarah, aja-ran gereja, dogma, coba digugat. Semua coba dijungkirbalikkan dan diinterpretasi ulang dan diberi penilaian baru. Itulah jiwa mengapa tulisan-tulisan demikian muncul,” jelasnya.

Seperti Raymond, Christian sepakat dampak yang dibuat oleh komoditas itu tidak terasa dalam sekejap. Penipuan yang paling canggih ini, menurut Christian seperti katak yang dimasukkan ke dalam ketel. Dia akan menyesuaikan diri hingga lama-kelamaan mati dalam air yang menggelegak panas. Kekristenan juga akan mengalami hal yang demikian, kata Ketua Sinode Gereja Kristen Abdiel (GKA) itu. Ia akan menyesuaikan diri sedikit demi sedikit sehingga suatu saat orang Kris-ten akan melihat alternatif baru tentang Alkitab, misalnya. Bagi Christian tidak ada langkah lain untuk mengantisipasinya, yakni setia belajar Alkitab. “Dengan belajar Alkitab, setia hidup dengan Tuhan, kita bisa mendeteksi kesalahan dan tipu daya,” anjurnya.

Tapi bukan hanya itu. Kekristenan menurut Christian harus tetap memberitakan firman. “Beritakan ke-benaran. Kalau mereka memberitakan dongeng, fiksi bahkan dusta, kenapa orang Kristen tidak memberitakan kebenaran dan mencoba membangkitkan kreativitas? Pakailah sarana-sarana dan media yang ada untuk mewartakan kebenaran firman,” kata Gembala Sidang GKA Gloria Samudra, Surabaya ini.

Maria Dona Arsinta

Setajam silet! Kata-kata ini jelas menjadi ciri khas program berita selebriti yang dipandu Dona Arsinta (27). Namanya meroket lewat kemunculannya di program Silet.

Berawal dari iklan perusahaan telekomunikasi terkenal, kiprahnya di ranah hiburan pun dimulai. Perjalanan hidup membawanya lebih dulu mengenal dunia iklan. Pemilik senyum manis dan berwajah ramah ini sudah sejak lama ingin menjadi presenter infotainment. Setelah mencoba berbagai kasting, hasil positif pun menghampirinya. “Untuk iklan yang pertama tahun 2000, aku kasting dan langsung dapat. Tapi sesudah itu agak lama baru dapat lagi.”

IKLAN DAN PRESENTER

“Dari dulu udah usaha banget untuk bisa on tv,” begitu ia mulai bercerita seputar karier. Masih segar dalam ingatannya saat seorang teman memintanya ikut kasting presenter. Ia pun menyanggupi dan diterima menjadi presenter acara otomotif di Metro Tv—Otoblitz. “Puji Tuhan sampai sekarang masih dipercayakan. Saat kasting aku niat, tapi nggak ngoyolah,” jelas bintang iklan Garuda versi print ad tersebut. Waktu syuting tersebut, satu kali ia harus menemani Feny Rose, presenter Silet, dalam salah satu segmen program Otoblitz. Tanpa diduga Feny mengajaknya ikut ke studio Silet.

Dengan keberanian yang ada dan kadung menyukai Silet, ia bertanya apakah Silet membutuhkan presenter. “Aku memang pingin dan niat banget jadi presenter infotainment. Dan akhirnya diterima,” kisah presenter Silet yang sudah memasuki tahun ke-3. Walaupun demikian, ia masih dapat merasakan kelelahan diawal merintis karier. Tak jarang harus mengikuti kasting berulang-ulang baru mendapatkan iklan. Bahkan sudah berkali-kali akhirnya gagal. “Yang begitu, aku juga pernah mengalaminya,” ujarnya seraya tersenyum.Kendati kurang menyukai jadwal mendadak untuk urusan syuting, istri Gregorius Arie Yuwono Sunarya ini secara keseluruhan dapat menerima hal-hal demikian.

“Kalau untuk urusan makeup di lokasi syuting, aku termasuk cepat. Callingan mendadak ini akhirnya tidak match dengan jadwal yang lain misalnya urusan keluarga. Atau menghafal skrip yang kata-katanya sulit. Tapi semua aku jalani dengan senang hati,” ucap Dona yang pernah bermasalah dengan suaranya. Dalam tayangan Silet, presenter bernama lengkap Maria Dona Arsinta tersebut “disatupaketkan” wajahnya dengan Fenny Rose. Baginya ini bukan soal. “Aku melihatnya justru sebagai kekuatan. Istilahnya serupa tapi tak sama.”Jam terbangnya menghasilkan pengalaman.

Lewat itu pula Dona memetik banyak hal dan tak jarang menertawakan tingkah polahnya. Contohnya, saat ia salah sebut nama orang di atas panggung. “Bukan cuma salah sebut, tapi karena namanya asing sekali jadi penekanan bacanya salah. Tapi ya cuek saja, nggak mungkin karena malu MC-nya langsung berhenti. ”Pengalaman juga yang membuat Dona yakin akan kemampuannya. Meskipun begitu, tak lantas ia kebal dari persaingan. Baginya menjaga kualitas kerja dalam hal ini suara, merupakan sebuah keharusan. Ia tak mau buah kerja kerasnya sia-sia lantaran tak menjaga kualitas. “Artikulasi dan kesehatan diri juga penting dijaga. Nggak muluk-muluk, jaga juga hubungan baik dengan berbagai pihak dan punya attitude yang baik,” papar presenter bersuara khas yang sudah beberapa bulan ini enggan ke salon.

LULUS KULIAH

Penyuka musik dan nyanyi tersebut berniat tetap melanjutkan skripsinya kendati sudah menikah. Kuliah dan pendidikan yang ia jalani bukanlah sekadar gengsi. Ia memang berkomitmen untuk menyelesaikan kuliahnya sampai mencapai gelar sarjana. “Kuliah dan menjadi sarjana bukan gaya-gayaan. Banyak orang beranggapan perempuan nggak perlu sekolah tinggi-tinggi. Aku nggak setuju. Menyelesaikan kuliah sebenarnya lebih kepada kebanggaan diri sendiri, juga keluarga.”Disinggung soal kuliah, pemilik suara merdu tapi tegas ini punya kesan tersendiri. “Ngulang dan ngulang! Sejujurnya kuliah keteteran karena syuting. Apalagi dulu waktu syuting banyak yang out door dan saya lagi senang-senangnya. Akhirnya lupa kuliah.”

Dona yang kerap diminta menyanyi untuk acara sosial dan gereja ini sebelumnya punya cita-cita lain. “Dulu saya ingin jadi pramugari. Tapi karena sesuatu hal, nggak jadi. Sampai sekarang saya masih berharap jadi penyanyi rekam-an,” ujar calon sarjana akuntansi ini.

ANGGOTA KOOR

Telenta suara merdunya sudah lama disadari. Karenanya sejak duduk di bangku SMA, ia terbilang aktif menjadi pemazmur dan pembaca Kitab Suci di gereja, bahkan menjadi anggota koor. Lagi-lagi karena kesibukan, kini ia tak punya waktu banyak untuk terlibat lebih jauh dalam kegiatan gereja. ”Untuk sekarang ini, paling-paling kalau diminta menyanyi, ya aku nyanyi. Itu pun nggak rutin. Tapi sejak aku pindah paroki ikut suami, aku pingin ikut anggota koor Wanita Katolik.” Keinginan itu timbul bukan disebabkan ayah ibunya yang memang aktif terlibat di gereja. Tapi semata-mata karena ingin menyumbangkan suara dan talentanya. Suara indahnya yang sering didengar lewat acara-acara yang dipandu tidak kalah merdu ketika menyanyi.

Hobi menyanyi itu bukan sekadar hobi. Keseriusan dibuktikan dengan mengikuti les vokal dan keaktifannya ikut paduan suara. Ia pun pernah tergabung dalam sebuah band. Namun harus disudahi karena banyak manggung di malam hari. “Kontrak band memang sudah habis sejak 2006 kemarin. Karena semua personelnya sibuk dengan kegiatan masing-masing.”Lepas dari band tidak lantas membuatnya berhenti total dari hobi menyanyi. Ia masih sering diundang menyanyi di berbagai acara. Paling tidak bagi Dona ini merupakan caranya melatih vokal. “Aku berniat buat album solo. Usahaku udah sampe demo segala.”

UNTUK TUHAN DAN AKU

Disinggung hubungan pribadinya dengan Tuhan, ia tak mau bicara banyak karena hal yang satu itu hanya untuk dirinya dan Tuhan. “Soal itu biar aku dan Tuhan yang tahu,” akunya singkat. Dona memang tak mau asal bicara soal keimanannya. Namun, ia punya cerita banyak tentang hal pengabulan doa. Ia sampai tak habis pikir betapa baiknya Tuhan dalam hidupnya. “Dalam setiap sisi kehidupanku, Tuhan banyak sekali menjawab doa-doaku. Baik di karier, kehidupan pribadi, sampai soal jodoh.”

MC BNI Customer Gathering ini merasakan berkah yang luar biasa dari Tuhan saat diberi kesempatan menjadi presenter. “Bukan hanya itu saja. Waktu aku minta pacar atau jodoh, kok ya ndilalah apa yang aku minta dan aku kepingin dikasih. Semua itu aku minta dalam doa dan diwujudkan riil oleh Tuhan.” Tuhan adalah sosok pribadi yang benar-benar melindungi, membimbing, dan Maha Penolong. Karenanya ia tak hanya datang pada Tuhan dikala susah. “Lagi senang atau pun susah aku mau datang ke Tuhan.” Inilah pernyataannya tentang kuasa doa. “Aku sudah merasakannya. Jangan pernah takut untuk meminta sesuatu kepada Tuhan. Dan, jangan pernah takut Tuhan tidak mendengar.”Tentang pasangan hidupnya, ingatannya tak lepas dari bagaimana ia dipertemukan Tuhan dengan suaminya. Ia memang dikenalkan oleh seorang teman. Namun, tak menyangka perkenalan tersebut akan seserius itu. “Waktu itu, aku lagi menyanyi di Bogor. Pukul 22.00, dia sudah ada di sana. Aku sampai berpikir apa ini orangnya (jodoh-red). Dan, Tuhan menyatukan kami dalam rumah tangga setelah 2,5 tahun pacaran. Peristiwa itu aku nggak bisa lupa.”

Jati Tulus

Dikenal sebagai pekerja profesional yang tidak perlu diragukan lagi dengan hasil komitmen yang mudah dilihat dan tentu saja mudah didengar. Ia mengangkat Radio Pelita Kasih (RPK) dari jurang kebangkrutan menjadi radio nomor satu di ranah kekristenan. Baginya keberhasilan itu merupakan hasil kerja tim. Keberhasilan tim yang dipimpinnya itu tidak lantas menggeser kodratnya sebagai seorang istri dan ibu.

Itulah keberhasilan lain dari sosok wanita yang menciptakan dua sisi kewajibannya dapat berjalan seimbang dan selaras. Namun begitu toh Jati Tulus (baca: Yati Tulus), General Manager (GM) dari radio yang berfrekuensi 96,30 FM ini masih enggan mengendorkan cita-cita lain bagi RPK. Fokus dan kerja keras menjadi motto yang mengantarnya mendulang sukses. Namun “sukses” adalah satu kata yang pantang terucap dari pribadi yang gemar tantangan ini. Istri Ir. Tulus Gunawan M. T, dosen Fakultas Teknik Universitas Krida Wacana ini acap kali menekankan bahwa pencapaian keberhasilan dimaknai sebagai hasil karya tim.

Bagi kelahiran Jakarta dengan nama Jetje Arifin, 27 September 1957, salah satu peranan GM adalah sebagai jembatan bagi tim yang dipimpinnya dengan para pemimpinnya, yaitu direksi dan komisaris di RPK. Sebagai middle level di tempatnya bekerja, kesolidan bukan hanya terjadi di tim yang dipimpinnya. Lebih dari itu, para komisaris dan direksi selama ini sangat akomodatif, sangat berkontribusi dalam menyamankan dirinya berkarya bersama timnya.

Sebagai GM, Jati tidak lantas mengurung dirinya dalam ruangan dan pergaulan eksklusif. Sebagai seorang ibu rumah tangga, sering kali ia terlihat asyik dengan aktivitas dapurnya. Menyempatkan diri menyiapkan sarapan pagi bagi keluarga, bahkan terkadang ia harus menyiapkan makanan atau teh bagi mitra kerjanya bila harus stay di kantor hingga larut. Di ruang kerjanya di Kompleks Gedung Perkantoran Suara Pembaruan, Niken Maria, Robby Repi, Rumintar Silitonga, dan Daniel, menemui mantan guru yang masih terlihat enerjik di usianya yang ke-50 tahun ini. Berikut petikannya:

Terlahir sebagai wanita, apakah memudahkan Anda dalam melak-sanakan tugas? Tidak juga! Saya bersyukur menjadi diri saya yang sekarang. Sebagai seorang wanita yang memimpin perusahaan radio dengan suatu kondisi yang Tuhan berikan. Karena dengan kondisi seperti ini pengajaran-pengajaran yang Tuhan berikan kepada saya dalam perjalanan hidup merupakan karunia tersendiri. Tidak semua orang diajar Tuhan seperti saya. Pengajaran Tuhan membuat saya matang dengan pelbagai persoalan yang akhirnya membuat saya menjadi kuat dan tidak cengeng menghadapi persoalan hidup.

Apa yang membentuk Anda menjadi pribadi yang begitu tegas? Secara penampilan, saya memang pribadi yang serius. Dari usia 9-23 tahun saya mengikuti kepanduan dan terbiasa dalam organisasi. Dalam setiap kegiatan saya dipercaya sebagai pemimpin yang bertugas mengambil keputusan. Dari kegiatan-kegiatan itulah karakter saya terbentuk ditambah dengan latar belakang pendidikan saya sebagai guru.

Bagaimana Anda menerapkan dan membaginya sebagai prinsip hidup kepada rekan kerja? Yang selalu saya ingatkan adalah kita memang butuh uang, namun cara memperolehnya harus benar. Tempatkan diri kita sebagai konsultan, tempat orang bertanya. Bagi saya, berbisnis bukan hanya untuk mendapat keuntungan semata. Kalau cuma mau dapat keuntungan, itu cara berpikir yang pendek. Uang bukanlah tujuan, tetapi hasil yang didapat. Tujuan yang utama adalah bagaimana dapat membantu mitra kerja agar mereka berhasil baik dalam program maupun produk yang dipromosikan.

Anda berhasil memimpin RPK. Apa arti sukses yang Anda raih? Keberhasilan dalam memimpin RPK saya maknai sebagai keberhasilan tim. Saya menggambarkannya dengan filosofi ikan. Untuk tahu segar atau tidak, dari kepalanya. Sama dengan crew RPK. Para pemimpin RPK sangat solid. Tidak sam-pai di situ saja. Saat ini saya juga tengah mengkader kepemimpinan di RPK. Bagaimana pun regenerasi itu harus ada.

Masih adakah cita-cita yang ingin Anda raih? Sehubungan teknologi komunikasi yang terus berkembang, saya ingin RPK tahun ini memiliki teknologi audio streaming. Dengan audio streaming, RPK dapat membangun networking. Untuk pribadi, saya ingin memiliki rumah kecil di kawasan pinggiran kota dengan halaman yang luas. Di sana saya ingin mengajar apa saja yang bisa saya ajarkan. Latar belakang Anda sebagai guru.

Bagaimana anda sampai ke dunia audio? Saya berkenalan dengan RPK sejak tahun 1973. Saya ada di RPK sebagai bentuk pelayanan melalui radio. Hal tersebut berlangsung sampai 1980. Saya pernah membantu RPK dalam program Seputar Kata-kata Mutiara dan Puisi. Masa-masa itu adalah masa-masa RPK mengudara dari pagi hari hingga pukul 13.00. Pada sore hari, RPK kembali mengudara. Setelah menikah, saya mulai fokus pada kegiatan sebagai ibu rumah tangga saja. Tahun 1991 saya mendapat kesempatan kembali bekerja sebagai trainer di salah satu anak perusahaan Kalbe. Di sini saya banyak belajar tentang dunia bisnis dan marketing. Tahun 1997, Tuhan membuat saya kembali berkonsentrasi di RPK. Awalnya iseng-iseng, saya telepon Pak Jusak (baca: Yusak), direktur di RPK. Saya bilang mau membantu lagi sebagai penyiar volunteer, tetapi Pak Jusak malah meminta saya menjadi marketing RPK. Sejak tahun 2000 sampai sekarang saya dipercaya sebagai GM RPK.

Apakah bekerja di dunia radio merupakan impian Anda? Sejak dulu cita-cita saya menjadi guru dan itu sudah tercapai. Saya tidak pernah bermimpi atau bercita-cita bekerja di radio. Kadang-kadang saya malu dengan teman-teman yang bergabung ke RPK karena cita-cita dan impian.

Bagaimana mempertahankan dan memelihara hubungan dengan klien? After sales service! Itu usaha kami untuk memaksimalkan agar para mitra juga merasa memiliki RPK. Sampai hari ini saya percaya, kalau personal relationnya baik pasti business relationnya juga baik. Dalam membangun dan menjaga relasi yang baik itu, saya juga melakukan hal yang sama dengan crew. Misalnya, saya mengakui bahwa RPK pernah melakukan kesalahan. Hal tersebut biasanya dilakukan pendekatan dari beberapa sisi. Baik secara kekeluargaan maupun profesionalitas. Kita juga manu-sia... kadang bisa salah putar iklan, tapi karena hubungan personal kita baik, kita bisa bicara dengan enak. Itu yang masih kita lakukan sampai hari ini.

Bagaimana RPK mereposisi keberadaannya? RPK didirikan sebagai saluran berkat! Di RPK, Program Rohani dominan. Selain itu, para pimpinan RPK menyadari bahwa dunia RPK adalah Kristen dan bukan yang lain. Oleh sebab itulah Program Rohani yang bersifat mendidik menjadi orientasi RPK. Maka keluarlah education station. Untuk mempertajam segmen edukasinya, RPK mempersempit frame worknya menjadi stasiun radio pendidikan dan kesehatan. Stasiun Radio Pendidikan dan Kesehatan yang dimaksud adalah stasiun radio yang memberikan pendidikan kesehatan secara jasmani dan rohani kepada setiap pendengarnya.

Bagaimana Anda menjaga kesehatan dengan kesibukan yang padat? Sejak muda saya maniak olahraga. Prinsipnya, semakin banyak pekerjaan yang mengandalkan otak, semakin banyak yang harus disalurkan melalui aktivitas fisik seperti olahraga. Misalnya saat sedang marah di kantor, saya akan ke lapangan tennis atau pulang kerja langsung fitness. Dengan itu saya merasa lebih mudah memecahkan permasalahan. Seorang hypnoteraphis pernah mengatakan bahwa energi negatif yang ada pada seseorang harus bisa diubah menjadi energi positif. Puji Tuhan, walaupun masalah yang saya hadapi berat dan beragam, belum pernah saya sampai tidak bisa tidur.

Anda kelihatannya strict dengan waktu, bagaimana mengelolanya? Saya tidak berprinsip “time is money”. Saya berusaha memenuhi eksistensi saya sebagai istri, ibu, pekerja, dan pribadi. Sekalipun dalam kesibukan, saya tetap menyempatkan diri untuk memanjakan diri. Memakai cutex atau santai di rumah, misalnya. Cara saya berbeda dengan pola pemanjaan diri pada umumnya. Berekreasi misalnya. Saya tidak begitu menyukai “window shopping”. Bagi saya mendengarkan musik di rumah sambil membaca Donald Bebek merupakan rekreasi.

Masih punya waktu untuk keluarga? Saya sangat dekat dengan anak-anak. Kadang saya sampai tertidur saat didaulat untuk mendengar cerita anak-anak. Tapi kalau masalahnya serius, saya harus mendengarkan mereka secara serius juga. Anak saya yang kedua baru selesai kuliah dan sedang menata masa depannya. Bagi saya yang terpenting dalam berkomunikasi dan berelasi dengan anak adalah kualitas, bukan kuantitas. Itu yang harus dijaga!

(Rumintar Silitonga)

Anak Desa yang Rindu Mendunia

Tak semua orang mampu mengukir prestasi sejak dini. Namun, Eliysha Christie Saputra (12) memang ditakdirkan berbeda.

Sha-sha, demikian ia disapa. Tak seperti remaja seusianya yang suka bermain, Sha-sha justru berpikir layaknya orang dewasa. Hal ini tidak mengherankan. Di usia 3 tahun, ia sudah lancar membaca. Ketika TK, ia lebih memilih menghabiskan waktu di perpustakaan sekolahnya atau duduk membaca di bawah pohon, sementara teman-temannya asyik berkejar-kejaran. Gurunya sempat heran, bagaimana bisa anak sekecil dia tahan berjam-jam membaca? Namun, Sha-sha kecil kadung jatuh cinta pada dunia buku. Dan di dunia inilah ia mengukir prestasi membanggakan. Di usianya yang kedua belas, Sha-sha berhasil menulis novel teenlit berjudul Twins (terbitan ANDI, 2006).

DIDIKAN ORANGTUA

“Sha-sha bisa begini berkat didikan Daddy sama Mami,” aku remaja multi-talenta tersebut. Sejak kecil, Sha-sha su-dah dibiasakan berbahasa inggris. “Kalau ngomong sama Daddy pake bahasa Indonesia sering dicuekin,” cetusnya. Disiplin dan tanggung jawab memang sudah menjadi menu kesehariannya. Papanya yang seorang hamba Tuhan sering melayani ke luar kota dan sejak usia 4 tahun, Sha-sha kecil kerap dibawa serta. “Tapi kami beri aturan main,” Mama Sha-sha menimpali. “Kalau dia mau ikut, dia harus bisa mandiri, mandi sendiri, makan nda boleh rewel, nda boleh ngerepotin orang lain. Sejak kecil, kami mengajarkan segala keputusan selalu ada konsekuensi. Jadi, dia sudah dibiasakan bertanggung jawab terha-dap setiap keputusan yang dia ambil.”

ASA KE LUAR NEGERI

Tinggal di desa tak membuat Sha-sha kerdil dalam mimpi dan asa. Membuncah dalam dadanya keinginan mengukir prestasi di negeri orang. Ingin menjadi editor di majalah profesional atau koran terkenal seperti New York Times. Untuk asa ini, ia rela menghabiskan banyak waktu untuk belajar. Dengan berani, ia lebih memilih jalur home school dibandingkan sekolah umum. Atas pilihan ini ia tidak menyesal. “Memang, aku nda punya banyak teman, tapi dengan home school aku bisa lebih cepat selesai,” begitu Sha-sha beralasan. Supaya tidak kuper, browsing internet menjadi pilihannya menjelajah dunia luar. Sekalipun tinggal di pegunungan Tawangmangu, Sha-sha akrab dengan kemajuan zaman dan fasih membahas isu-isu terkini. Nyata benar, ia anak desa yang berwawasan global.

FALL IN LOVE WITH BOOKS

Tak kenal game, tapi cinta mati sama buku. Kebiasaan membaca akrab menyapa hidupnya sejak balita. Beruntunglah Sha-sha memiliki orangtua yang melek ilmu. Buku memang sudah menjadi sahabat keluarga ini. Orangtuanya yakin jika anak dibiasakan membaca sejak kecil, ia akan sarat dengan ilmu. Bukankah pepatah katakan buku adalah jendela ilmu? Yang dilahapnya pun bukan sembarang buku. The Da Vinci Code dihabis-kannya hanya dalam tiga hari. Belum lagi deretan buku yang kerap membuat kening anak seusianya berkernyit seperti Run Away Jury, The Lord of The Rings, dan buku-buku psikologi populer. Sempat orangtuanya khawatir. “Takut nanti dia terpengaruh. Bagaimanapun, usianya masih kecil,” Mamanya bercerita. Namun sekali lagi, Sha-sha menunjukkan kualitasnya yang di atas rata-rata. “Aku tak percaya teori Dan Brown, tapi terhanyut caranya bercerita lewat tulisan,” paparnya.

TOREH PRESTASI

Twins adalah mimpinya yang menjadi kenyataan. Novel pertamanya ini tidak mengusung tema cinta—tema yang digandrungi kawula muda. Ia lebih memilih tema tak biasa—persahabatan. Pun demikian ia tak gentar. “Aku bukan sekadar nulis. Aku ingin nilai-nilai yang kuusung dalam tulisanku bisa diterima pembaca. Itu caraku mengenalkan nilai-nilai Kristen kepada generasiku.” Ia mulai coba-coba menulis novel sejak kelas 4 SD. Sebelumnya ia terbiasa menulis diari. Imajinasi pun menyatu dengan kreativitas. Lewat proses yang cukup lama, novel pertamanya ini ak-hirnya terbit sudah. Memang ia sempat kehilangan mood. Tapi ia mencoba mengalir saja, tak terpenjara deadline. “Aku mencoba menikmati waktu-waktuku menulis, jadi aku nda mau melakukannya karena terpaksa.”Setelah Twins, Sha-sha ingin terus melaju. Saat ini, ia sedang menyele-saikan novel keduanya. Jangan heran jika Sha-sha— novelis remaja penggemar film dan buku ini suatu saat nanti melanglang buana di dunia media. Tak mustahil torehan prestasinya juga bisa dinikmati negara-negara di seberang sana. Karena Sha-sha memang dilahirkan untuk jadi berbeda. (Eva Yunita)

The Spring of Living Water

Serba organik untuk Happy Healthy Home.

Sebuah ide hampa bila tidak terwujud. Tidak begitu dengan Ir. Hadi D. Setiawan, MBA. Ia memanfaatkan peluang dengan bertindak mewujudkan idenya.

Berlokasi diketinggian 700 meter di atas permikaan laut, The Spring of Living Water, terletak di Desa Kuta, Kecamatan Cisarua Puncak, Jawa Barat. Di tanah seluas 20 hektar itu, pengunjung dimanja dengan udara sejuk, segar dan sehat berkonsep organik. Berbeda dengan tempat peristi-rahatan pada umumnya, The Spring of Living Water, memiliki konsep berbeda. Penekanan gaya hidup sehat dengan tanaman organik dikedepankan. Tidak heran sebagian besar lahan digunakan untuk bercocok tanam. Jadilah hamparan hijau dipadati lidah buaya, wortel, selada, bayam dan ragam sayuran-bunga tertata. Begitu melewati pintu gerbang, udara sejuk segera menyergap kulit. Di sebelah kanan berdiri bangunan dengan tipe sederhana yang didominasi desain kayu. Kalau memilih berjalan kaki, undakan tanah yang tertata apik dengan bata mengantar ke dataran tinggi.

Belum sampai di atas, dua unit rumah dengan dua lantai bernuansa studio tersaji di depan mata. Agak menjauh di atas, di dataran tinggi berdiri gedung pertemuan berbentuk green house (rumah kaca). Bahan bangunan didominasi kayu damar laut. Konstruksi dari baja ringan dan lapisan timah meredam panas. Di dalamnya dipenuhi berbagai macam bunga yang menciptakan kesejukan. Bagunannya sendiri memakai konsep konservatori dengan atap berlapis paramet. Dindingnya didominasi kaca. Di dalam bangunan selain bunga terdapat kolam yang di atasnya melin-tas jembatan mungil. Seberang kolam bisa digunakan panggung untuk ber-bagai acara. Bagunan yang tidak terlalu besar ini bisa menampung 100 orang.

Tidak jauh dari situ terdapat kolam renang dengan interior modern. Karena berada di ketinggian, berenang serasa beratap langit. Memiliki 12 mata air, menjadikan The Spring of Living Water tidak kekurangan air. “Kami menggunakan air pegunungan yang bisa dipakai sebagai air isi ulang,” kata Ir. Hadi D. Setiawan, MBA, pemilik lahan. Dari ketinggian yang kerap dise-limuti kabut, kita bisa melihat gunung, hamparan sawah dan kebun. Liukan jalan yang sesekali dilintasi kendaraan bisa dinikmati. Sebelumnya tidak terpikir oleh Hadi untuk mendirikan lahan dengan konsep serba organik. Ide tersebut muncul setelah 12 tahun memiliki lahan yang mulanya hanya ditanami tanaman produktif.

Ketika pulang mengikuti doa puasa di Puncak, tiba-tiba saja ide tersebut muncul. Pengunjung yang ingin menikmati kesejukan The Spring of Living Water tidak perlu merogoh kocek terlalu besar. Dengan jumlah rombongan 40 orang, per malamnya, kita cukup membayar Rp125 ribu. Fasilitas yang diperoleh berupa 3 kali makan dan 2 kali snack. Selain itu kita bebas mengikuti outbound games yang keamanannya terjamin. Jika dalam satu minggu saja Hadi menerima 40 orang untuk satu malam, ia sudah memperoleh Rp5 juta. Namun, ia enggan menyebut omzet per bulannya.

KOMUNITAS ORGANIK

Dalam angan Hadi, The Spring of Living Water digunakan untuk konseling dan pemulihan keluarga. Komunitas yang terbangun bersama-sama memiliki pertumbuhan rohani dan jasmani yang selaras. “Breakfast bersama dan saling menguatkan. Ini tempat ideal untuk sehat jasmani-rohani,” katanya. Dari luas tanah itu, 20 persen dibangun rumah, sisanya dijadikan lahan perkebunan organik. Hadi mem-persilakan bagi yang berminat membeli tanah. Bila pemilik tidak bisa bertani, pihaknya akan menyediakan tenaga, bibit, serta konseling. Tanaman yang ditanam disesuaikan dengan kondisi kese-hatan pemilik. Bila mengidap sakit, akan lebih diutamakan tumbuhan yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut.

Dr. Bruce Manning Metzger

Kritikus Alkitab yang Disegani

Kritik Alkitab, satu bidang kajian yang sulit, sering ditolak, tetapi juga dibutuhkan. Bruce Metzger berhasil menjadikan studi ini sebagai jawaban atas keraguan terhadap Alkitab.

Di tengah gencarnya ”serangan” terhadap Alkitab dan kekris-tenan, dunia intelektual Kristen kehilangan salah satu putra terbaik dalam kajian sejarah Perjanjian Baru. Bruce Metzger dipanggil Tuhan pada 13 Februari 2007 lalu.

MENJAWAB LEWAT KRITIK ALKITAB

Bruce Metzger dikenal sebagai spesialis dalam kritik tekstual Perjanjian Baru (PB). Tujuan utama studi ini adalah memastikan susunan kata dari teks asli. Banyak yang menilai ia sebagai pengkritik PB terbaik abad ke-20. Keraguan terhadap keabsahan Al-kitab dapat dijawab melalui pendekatan kritik Alkitab seperti dilakukan oleh Dr. Metzger dengan memakai lower criticism dan higher criticism. Lower Criticism yang disebut juga Textual Criticism adalah studi teks Alkitab, termasuk di dalamnya pemeriksaan keaslian manuskrip atau salinan-salinan Alkitab dan versi salinan-salinan, kodeks-kodeks dan terjemahan-terjemahan yang bervariasi atau berbeda. Studi ini merupakan suatu usaha mencari yang asli atau sama dengan teks aslinya, yaitu teks Apografa yang diinspirasikan langsung oleh Tuhan.

Higher Criticism atau kritik tinggi Alkitab adalah terminologi akademis, yang digunakan sebagai istilah teknis teologi. Istilah ini dipakai sebagai kontras dari Lower Criticism. Di kalangan sarjana teologi higher criticism dikenal juga sebagai historical criticism dan literary criticism, yaitu cabang teologi yang berusaha menyelediki asal-usul Alkitab, siapakah penulis Alkitab. Misalnya: benarkah Musa penulis Kitab Pentataukh, dsb.

MENGUJI AKURASI ALKITAB

Untuk membuktikan keabsahan Perjanjian Baru, ada banyak manuskrip yang berlimpah dan akurat mengenai PB dibandingkan dengan naskah-naskah kuno lainnya. ”Kita memiliki salinan-salinan yang dimulai dalam waktu dua generasi dari penulisan aslinya. Sedangkan dalam kasus teks-teks kuno lainnya, mungkin lima, delapan, atau sepuluh abad berlalu antara yang asli dengan salinan paling awal yang masih bertahan,” ujar Metzger. Kuantitas material Perjanjian Baru hampir tidak terhingga dibandingkan dengan karya-karya purba lainnya. Menurut Metzger seluruh manuskrip PB Yunani berjumlah 5.664 naskah. Metzger membuat perbandingan yang menarik antara Perjanjian Baru dengan Homer dan Mahabharata.

Perjanjian Baru mempunyai 20.000 baris dan hanya ada 40 baris yang masih dipertanyakan. Ini berarti keakuratannya: (20.000 - 40) / 20.000 = 99,8 %. Homer memiliki 15.600 baris dengan 764 baris yang dipertanyakan. Jadi, keakuratannya: 95 %. Sedangkan Mahabharata mempunyai 26.000 baris yang 10%-nya masih dipertanyakan, yang berarti akurasinya 90%.Dengan demikian, PB memiliki lebih banyak manuskrip, jarak waktu terpendek antara salinan dengan naskah asli, dan tingkat keakuratan yang lebih tinggi.

PENGARUH LIBERALISME

Dr. Metzger dikenal sebagai tokoh dalam bidang manuskrip-manuskrip teks Kitab Suci yang terkemuka dan termashyur di dunia. Ia ahli bahasa Yunani, Perjanjian Baru, dan Perjanjian Lama.Bruce Metzger lahir di Middletown, Pennsylvania, 9 Februari 1914 dari pasangan Maurice dan Anna Metzger. Ia meraih gelar sarjana Latin dan Yunani dari Lebanon Valley College pada 1935. Kemudian ia melanjutkan di Princeton Theological Seminary dan memperoleh sarjana teologi pada 1938. Tahun itu juga ia bergabung menjadi staf pengajar di Princeton Seminary. Seminari ini telah lama menjadi kubu konservatisme hingga awal 1930-an. Namun, akibat masuknya pengaruh liberal membuat sebagian staf pengajar meninggalkan seminari ini.Setahun kemudian ia meraih gelar master serta ditahbiskan sebagai pendeta di Gereja Presbyterian. Pada 1942, ia meraih gelar doktor dalam Sastra Yunani dan Roma Kuno dari Princeton University. Prestasi dan karier akademik Metzger tergolong cemerlang.

Tahun 1954 ia dilantik sebagai profesor penuh. Pada 1971 ia terpilih sebagai presiden Studiorum Novi Testimenti Societas dan International Society of Biblical Literature. Tahun berikutnya, ia menjadi presiden utama dari North American Patristic Society. Ia juga menerima beasiswa doktor-al di Clare Hall, University of Cambridge (1974) dan di Wolfson College, Oxford (1979). Dr. Metzger juga mendapat sejumlah gelar kehormatan dari berbagai universitas dalam dan luar negeri. Di antaranya adalah gelar D.D. dari University of St. Andrews, Skotlandia; D. Th. dari University of Muenster, Jerman, dan D. Litt. dari Potchefstroom University, Afrika Selatan.Selain mengajar studi Alkitab di berbagai gereja, Metzger juga diundang untuk mengajar di lebih dari 100 universitas, seko-lah tinggi, dan seminari di 5 benua.

MEREVISI ALKITAB

Anda bisa bayangkan kalau revisi UUD saja bisa menimbulkan pro-kontra, terlebih revisi Kitab Suci! Ketika ia bersama timnya meluncurkan Alkitab versi Standar yang Direvisi (Revised Standard Version) pada 1952, ada yang membakar Alkitab itu di halaman sebuah gereja fundamentalis di North Carolina. Menanggapi hal itu, sambil bercanda Metzger mengatakan, “Ya, kita sudah lama meninggalkan jalan itu sejak William Tyndale. Sekarang, setidaknya mereka membakar terjemahannya, bukan penerjemahnya!” Bruce Metzger juga menjadi koordinator penulisan Alkitab New Revised Standard Version (NRSV) yang menggunakan bahasa Inggris kontemporer dan banyak menghilangkan bahasa maskulin dari terjemahan sebelumnya. Misalnya, kalimat dari Matius 4:4, “Man does not live by bread alone,” menjadi “One does not live by bread alone.”

Di bawah arahan Dr. Metzger, sebuah komite terdiri dari 30 sarjana bekerja lebih dari satu dekade, mempe-lajari lebih dari 50 terjemahan Alkitab untuk menghasilkan terjemahan yang modern, namun tetap memiliki akurasi historis yang sangat teliti. Meski demikian, karyanya masih dikritik oleh beberapa orang Kristen fundamentalis yang mengatakan terlalu inklusif. Sementara oleh beberapa feminis dikatakan belum cukup inklusif. Diperkenalkan pada 1990, NRSV kini digunakan dalam berbagai bentuk oleh banyak kalangan Protestan, Katolik, dan Kristen Orthodoks Timur.

TELITI DAN PRODUKTIF

Bruce Metzger dikenal sebagai sarjana ulung, produktif, dan selalu berhati-hati. Ia mengabdikan hidupnya untuk memahami, menerjemahkan, memperbarui, dan mengajarkan PB. Keilmuwannya hampir tanpa cela. Selama pengabdiannya di Seminari Princeton, ia mengembangkan 25 kajian buku-buku teks berbahasa Inggris dan Yu-nani dalam Perjanjian Baru. Ia menjadi salah satu editor Greek New Testament (Perjanjian Baru Yunani) standard yang digunakan hingga kini. Metzger juga terlibat dalam komite penerbitan tiga edisi baru Kitab Suci: menjadi editor United Bible Societies’ Greek New Testament – UBSGNT (1966), Reader’s Digest Condensed Bible (1982), dan kepala editor Alkitab New Revised Standard Version – NRSV (1990). Ia juga pernah menjabat sebagai ketua komite penerjemahan American Bible Society.

Setelah pensiun dalam usia 70 tahun pada 1984, ia diangkat sebagai profesor emeritus di Princeton Theological Seminary. Namun, ia tetap berkarya. Metzger dikenal secara khusus dengan studi tekstual Perjanjian Baru dan literatur Apokrifa, buku-buku yang tidak menjadi bagian kanon yang diakui. Ia juga menulis Alkitab sebagaimana pernah diterjemahkan oleh cabang-cabang gereja Timur: Yunani, Slovanic, Georgian, Ethiopia, Syria, dan Armenian. Selain menguasai bahasa Yunani, Latin, dan Ibrani, ia juga memahami bahasa Koptik, Syria, Rusia, Jerman, Spanyol, Perancis, dan Belanda. Atas kontribusinya dalam studi biblikal, tahun 1994 ia dianugerahi F.C. Burkitt Medal oleh the British Academy.

IMAN YANG DALAM

Sebagai kritikus Alkitab, Metzger juga mendapat banyak penentangan, bahkan ada yang membenci dengan pandangan ultra konservatifnya. Namun, kolega dan mantan muridnya yang cukup mengenal kehidupannya secara dekat memberi perspektif berbeda. ”Dia orang hebat, salah satu raksasa di jagad ahli Perjanjian Baru. Namun yang paling penting, dia seorang Kristen ortodoks yang dalam,” tulis Ben Witherington III profesor PB di Asbury Theological Seminary, Kentucky. Dan Wallace mengungkapkan, “Metzger adalah contoh kasih karunia; ke mana pun, ia menyentuh kehidupan orang secara mendalam bagi Tuhan. Ia adalah terang konservatif di Princeton, membuktikan keyakinannya yang dalam dan telah teruji puluhan tahun. Metzger adalah sarjananya para sarjana, orangnya lembut, dan pelayan Yesus Kristus yang rendah hati.”

“Cara mengajarnya sangat infor-matif dan mencerminkan kesarjanaan sesorang yang juga memiliki iman yang dalam,” puji Claude Mariottini, Profesor Perjanjian Lama di Northern Baptist Seminary. Salah satu mahasiswanya menyebutkan bahwa ia pribadi yang unik dan lembut yang memperlakukan semua muridnya dengan respek.Metzger menikah pada 1944 dan setia hidup bersama istrinya, Isobel Mackay Metzger selama 62 tahun. Mereka memiliki dua putra John Mackay Metzger dan James Bruce Metzger. (Sugiyanto/dbs)

Pdt. Drs. Paulus Lie

Mengubah suatu budaya atau tradisi gereja memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Hal itulah yang dilakukan Pdt. Paulus Lie di GKI Gejayan, Yogyakarta.

Sejak memimpin GKI Gejayan akhir tahun 1998, saya terus berbenah diri. Tahun 2000 GKI Gejayan didewasakan dengan jemaat 206 orang, meski yang hadir kebaktian bisa mencapai 700-an. Kemudian, kami menetapkan visi 10 tahun ke depan. Kini, dalam waktu 6 tahun lebih, jemaat (yang terdaftar sebagai anggota) sekitar 850-900 orang dan 250-an anak-anak. Namun, kalau dilihat dari pengunjung kebaktian, total bisa mencapai 3.200-an dan mayoritas mahasiswa. Hal ini karena GKI Gejayan hanya menerima anggota yang mau aktif dan menolak orang-orang yang pindah gereja dengan motif yang tidak jelas.

MENGUBAH PARADIGMA

Dalam GKI, kami menerapkan kepe-mimpinan kolektif majelis. Namun yang lebih penting ketika tiap orang belajar memercayakan urusan-urusan tertentu pada orang lain. Pendelegasian pada yang lain inilah yang membuat banyak hal bisa dikerjakan bersama-sama. Hal ini belum ada pada banyak gereja.Strategi ke dalam, satu orang satu pelayanan. Jadi, setiap warga jemaat didorong untuk punya satu pelayanan. Konsekuensinya, kami punya banyak pelayanan. Semua hal yang bisa dila-kukan oleh “awam” diserahkan pada “awam”, termasuk ibadah. Dalam penggembalaan di GKI Gejayan, saya berusaha mengubah budaya GKI yang formal ke lebih nonformal, interpersonal, dan interaktif.Dalam pelayanan yang paling penting adalah visi. Visi kami adalah Tubuh Kristus yang kreatif, aktif, dan profesional. Terkait dengan visi, kami mendorong tiap pekerja untuk mengembangkan kreativitas, aktif, dan profesional.

Akibatnya berdampak pada ibadah yang berbeda dengan gereja-gereja GKI yang lain karena ada unsur kreativitas. Kami punya berbagai model ibadah, yaitu: ekspresif, inovatif, impresif, dan reguler. Pola pikir (paradigma) terus dibenahi. Misalnya, tidak ada rencana untuk mempercantik gedung gereja, tetapi menambahkan sarana-sarana yang penting seperti Garden of Prayer karena kita mau kembali pada basic gereja: doa menjadi fondasi utama pelayanan.

MEMBANGUN JEJARING

Sementara itu, untuk strategi keluar kami menekankan pada gereja dan masyarakat (mulai dari anak-anak hingga lansia). Bagaimana gereja bisa menjadi bagian dari masyarakat. Untuk itu, yang diperbesar adalah program-program kemasyarakatan. Pertama, community development untuk meningkatkan ekonomi masyarakat (perikanan, modal kerja). Sejak gempa kami juga membangun banyak rumah shelter. Kedua, pembangunan sarana fisik bagi masyarakat. Misalnya jalan baru, gorong-gorong, lampu, dsb. Ketiga, pengobatan gratis. Tujuannya, supaya gereja menjadi milik masyarakat.

Namun, program yang paling penting adalah membina jejaring dan relasi dengan semua kalangan dan golongan sehingga kita punya hubungan baik dengan kyai-kyai dan lembaga-lembaga keagamaan non-Kristen.

MENJAGA KETULUSAN

Sebagai gembala, yang saya utamakan adalah menjaga ketulusan hubungan dengan Tuhan dan sesama sehingga dalam pelayanan tidak dipengaruhi oleh motif-motif yang tidak tulus, seperti materi, kekuasaan, jabatan, dsb. Masing-masing bisa melayani dengan baik dan tanpa beban. Jadi, kalau ada kegagalan tidak kecewa. Juga sharing dengan hamba-hamba Tuhan. Sudah saatnya kita menjadi bagian dari pergumulan masyarakat sehari-hari tanpa kehilangan keyakinan iman di sisi lain. Toleran dengan kepelbagian (pendapat, cara ibadah, keyakinan) sehingga antarumat tidak lagi terkotak-kotak pada label-label nama gereja atau agama. Saya berharap sebagai pendeta kita dapat menjadi tokoh-tokoh masyarakat yang jadi panutan, dan ikut meng-arahkan kedewasaan spiritual warganya.Saatnya kita membangun gereja orang lain. Saya rindu bersama gereja lain membangun gedung gereja yang dapat dipakai beribadah oleh semua denominasi gereja. Sementara kepada jemaat, diajar agar berakar makin kuat dalam doa dan karakter. Untuk itu kami punya program KOMPAK (Kelompok Pembinaan Ajaran dan Karakter) dengan motto “Terlibat dalam KOMPAK dan makin kompak”.

Tahun 2007 ini, tema gereja kami “Berpusat pada orang, bukan pada program”. Saya ingin semua kegiatan mengorangkan orang. Program boleh gagal, tetapi kualitas spiritual manusianya dan hubungan antarmanusia harus makin baik.

(Pdt. Drs. Paulus Lie, S.Th.M.Min.Pendeta Jemaat GKI Gejayan Yogyakarta dan Ketua I MPH PGIW Daerah Istimewa Yogyakarta.)

Yang Spesial Di Mata Tuhan

Tinggi badan Louisa Bernadette Indrawati (34) hanya 74 cm. Jauh dari ukuran tinggi rata-rata wanita Indonesia. Namun, dengan fisik yang tak sempurna, ia bisa menikah, bahkan melahirkan anak. Sejak itu namanya menghiasi media massa. Inilah kisah Louisa yang menakjubkan…

TUMBUH DENGAN HARAPAN

Louisa merasa dirinya berbeda ketika masuk TK. Ia melihat teman sebayanya tak sekecil dirinya. Bentuk tubuh, tangan, dan kakinya sangat lain dari yang lain. ”Papa dan Mama bilang, meski berbeda, aku tidak boleh minder. Pasti Tuhan kasih kelebihan. Pasti Tuhan punya rencana indah untukmu,” kisah anak pertama dari tujuh bersaudara pasangan Andreas Sukardji Kusno dan Maria Magdalena Sriyati. Kata-kata positif, motivasi, dan kasih yang penuh dari orangtua membawa Louisa tumbuh dengan harapan. Ia bisa menerima dengan lapang tatkala orang melihatnya dengan tatapan aneh.

Lulus SD, Louisa mempunyai pengertian di hatinya. Ia kerap minta diantar sekolah dengan kendaraan umum meski orangtua telah menyediakan mobil untuk antar jemput. ”Biar saya bisa bertemu banyak orang. Naik bis atau angkutan umum memberi banyak pengalaman. Saya tanamkan dalam diri saya, tak boleh minder kalau mau maju”.Louisa rajin belajar. Nilai rapornya bagus. Ia selalu juara dan masuk tiga besar di kelasnya. Jalur pendidikan yang dilaluinya pun sekolah umum. ”Saya tidak pernah masuk ke pendidikan untuk anak cacat,” ungkap wanita kelahiran Kediri, 27 Mei 1974.

Saat kuliah hukum atas anjuran ayahnya yang jaksa, Louisa diam-diam, tanpa sepengetahuan orangtuanya, mengambil kuliah komputer sampai lulus D3. Ia sangat tertarik dengan tekonologi. Lulus kuliah, Louisa bekerja di perusahaan komputer. ”Percaya diri itu memang ada, tapi saya tetap tahu diri dengan keadaan tubuh saya. Saya tak pernah terpikir menikah. Saya mengadopsi bayi berumur 20 hari. Saya memberinya nama Maria Rosa Widya Buana.” Louisa mengasuh dan mendidik Rosa penuh kasih. Bak ibu pada anak-nya. "Dia juga selalu tiga besar,” kata Louisa tersenyum ke arah Rosa.

BERLIBUR KE BALI

Desember 1999, Louisa ambil cuti tahunan dan berlibur ke Bali bersama Rosa. Ke mana pun pergi, Louisa selalu membawa Alkitab. Ia berusaha dapat membacanya setiap hari. Louisa tahu pasti, kekuatan hidupnya terletak pada kedekatannya dengan Tuhan. Di pesawat, Louisa membaca Alkitab. Namun, tanpa sengaja Alkitab itu terjatuh. Tiba-tiba saja laki-laki yang duduk di sebelahnya mengambilkan Alkitab itu, ”Mbak, ini Alkitabnya.” Louisa pun mengangguk menerima Alkitab dan berucap singkat, ”Thanks.” ”Saya selalu berusaha menghin-dari perkenalan yang berkepanjangan dengan pria. Saya takut jatuh cinta. Saya sadar betul akan diri saya,” ungkapnya.

Pria tadi beberapa kali mengajaknya mengobrol yang dijawab singkat. Bahkan cenderung cuek. ”Mbak, mbak kan orang Kristen, kok sombong sih?” Dug! Louisa benar-benar kaget dengan komentar itu. Sombong? Sesungguhnya di hati yang paling dalam Louisa minder! Selama ini ia sengaja tidak pernah ramah dengan setiap pria yang ditemuinya. Ia sadar ternyata sikapnya itu telah melukai orang lain. Ya, bukankah ia pengikut Kristus yang harus jadi berkat? Perkenalan pun terjadi. Mereka bertukar alamat email dan nomor telepon. Pria tadi bernama Handoyo Suryo. Setelah perkenalan itu, Handoyo menghubunginya. Lalu mereka saling menelepon, kirim email, dan chatting. Persahabatan pun terjalin.

Satu kali, tanpa sengaja mereka bertemu kembali di Jogja saat keduanya tugas kantor. ”Saya kaget bukan main. Saya lagi makan bareng teman-teman di restoran. Eh, Handoyo juga di restoran itu. Akhirnya kami ngobrol satu meja.” Selesai makan mereka kembali ke hotel masing-masing. Saat berpisah itulah, Louisa merasakan hal aneh di hatinya. Ia berpikir tentang Handoyo. Jatuh cinta? Ah, tidak. Tidak! Louisa mencoba menepis perasaan lain dari sekadar persahabatan.Hati Louisa bergejolak. Entahlah, malam itu Louisa merasakan ketulusan Handoyo. Louisa berdoa, bertanya pada Tuhan tentang perasaan itu. ”Tuhan seolah menjawab, Handoyo itu orang baik”.

LAMARAN PERTAMA

Tiga tahun bersahabat, tiba-tiba Handoyo datang menemui Louisa sambil membawa cincin, “Will you marry me?” Louisa tersentak. Campur aduk perasaan dalam hatinya.Betulkah? Seriuskah? Ah, tidak mungkin. Lamaran Handoyo saat itu terasa lebih sebagai penghinaan. ”Saya tepiskan cincin yang dibawanya. Saya marah. Saya bilang padanya, tidak. Ini nggak mungkin terjadi.” Hatinya menangis. Lamaran itu ditolaknya. Handoyo mencoba meyakinkan bahwa lamaran itu betul-betul serius. Louisa tak percaya.Setelah kejadian itu, hubungan mereka memburuk. Louisa tak mau mengangkat telepon dari Handoyo. SMS dan email pun tak dibalasnya. Handoyo benar-benar serius! Lamaran kedua dilakukan. Ia memba-wa orangtuanya dari Surabaya datang ke Jakarta. Namun, ketegangan terjadi karena orangtua Handoyo sangat kaget melihat keadaan Louisa. Lamaran kedua pun akhirnya batal.

Handoyo yakin benar Louisa adalah pasangan yang diberikan Tuhan baginya. Itu selalu diucapkan pada Louisa, ”Mari kita sama-sama berdoa. Tuhan Maha ajaib. Dia akan buka jalan.” Menjawab keyakinan Handoyo, Louisa hanya berkata, ”Kalau memang kehendak Tuhan, kamu pasti bisa meyakinkan orangtuamu dan orangtuaku.”

PERNIKAHAN KUDUS

Agustus 2004, doa itu terjawab. Handoyo dan keluarga datang melamar Louisa. Keharuan tak dapat dibendung. Orangtua Louisa menerima lamaran untuk anak sulungnya tanpa keraguan. Empat bulan kemudian, 13 Oktober 2004, Louisa dan Handoyo mengikat janji dalam sakramen pernikahan kudus di Gereja St. Vincentius A. Paulo, Kediri. Di hadapan pastor, umat, dan keluarga janji setia diucapkan. Mereka akan bersama dalam susah dan senang, dalam miskin dan kaya, dalam sehat dan sakit sampai maut memisahkan. ”Sesuatu yang tidak pernah terpikirkan, diberikan Tuhan bagi saya. Saya diberi suami yang sangat baik,” tutur haru wanita yang kerap bersaksi di berbagai gereja itu.

KELAHIRAN YANG AJAIB

Dua bulan menikah, Louisa terlambat datang bulan. ”Saya pikir ya biasalah mungkin karena capek. Tapi suami mendorong periksa ke dokter. Menyampaikan hasil positif hamil, dokter ngeliatin saya. Seperti nggak percaya. Saya dan suami juga nggak kalah kaget.”

Berita ini keruan saja menghebohkan keluarga. Senang sekaligus khawatir. Apalagi setelah dokter menjelaskan bahwa kehamilannya sangat berisiko. Dokter pun menyaran-kan untuk aborsi demi keselamatan ibu dan anak. Handoyo dan Louisa terus berdoa. ”Setelah berdoa, saya yakin meneruskan kehamilan saya. Suami juga sepakat. ”Setelah hamil enam bulan sepuluh hari, Rabu, 15 Juni 2005 tepat 07.40 Wib, Louisa melahirkan bayi wanita yang diberi nama Maria Gabriella Handoyo di RSAB Harapan Kita. Sungguh hari yang sangat bersejarah. Bukan hanya bagi Louisa, tapi juga dunia kedokteran. Peristiwa ini diliput hampir semua stasiun TV, radio, dan media cetak. ”Puji Tuhan. Tak habis-habisnya kami bersyukur pada Allah,” kata wanita yang Juni 2005 tercatat di MURI sebagai wanita pertama Indonesia dengan ukuran tubuh 74 cm yang berhasil melahirkan. Meski lahir amat prematur, Gaby tumbuh dengan baik karena Louisa memberinya ASI.

Gaby, demikian Louisa dan Handoyo memanggilnya. Bayi normal itu kini telah tumbuh menjadi bocah yang lincah dan pintar. ”Tinggi badannya sudah lebih 2 cm dari saya,” kata Louisa saat berdiri di sebelah Gaby. Menakjubkan!Apa yang dialami Louisa seperti harapan yang tak mungkin. ”Tapi bagi Tuhan apa yang tidak mungkin?” kata Louisa menutup wawancara dengan Bahana di rumahnya, di bilangan Jakarta Barat. (Niken Simarmata)

Kematian yang Tiba-tiba Datang

Pagi belum tuntas meneteskan bening embunnya, tetapi kehidupan telah menguap dalam kengerian tak terperikan di ujung Bandara Adisucipto Yogyakarta. Nyawa 21 orang dari total 140 penumpang dan awak pesawat terenggut dalam kobaran api yang dahsyat.

KOK HIDUP KAYAK GINI

Bahwa pesawat Garuda GA-200 jenis Boeing 737-400 yang melonjak-lonjak tak karuan pada pagi yang cerah, Rabu 7 Maret 2007 itu meluncur melampui ujung landasan Bandara Adisucipto Yogyakarta tanpa sanggup direm, meloncati parit sedalam tiga meter, menabrak pagar pembatas, meluncur di jalanan beraspal AAU yang lebarnya 16 meter, memanjat tanggul setinggi tiga meter, lalu berhenti dan terbakar di kebun kacang yang subur, siapa sangka?

Dan, memandang kembali ujung landasan itu dari kebun kacang di Desa Telatirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, dari antara puing pesawat yang masih berasap, siapa yang masih kuat menyusuri kengerian? “Ya, Allah…ya Allah… kok kayak begini?” seru seorang ibu. Ia salah satu dari ribuan orang yang datang menonton bangkai pesawat Garuda yang dipiloti Kapten M.Marwoto itu. Tetapi ia segera terduduk lemas di pematang sawah. Pandangannya nanar. Beberapa orang memegangi, memberinya minum air mineral. Memang, kematian akibat kecelakaan transportasi dan bencana alam seperti membabi-buta saja terjadi. Terbayang kengerian yang luar biasa pada wajah ibu itu. Saat ia menyaksikan sendiri Garuda tersisa kulitnya, roda terlempar berpuluh meter, mesin teronggok menggunung, ia merasakan maut seperti sedang menguar di udara. “Kok hidup berakhir kayak gini…?” gumamnya, seperti menyesali kehidupan.

MENDARAT TERLALU KERAS

Adrianus Meliala, kriminolog asal Universitas Indonesia adalah salah satu dari seratusan penumpang pesawat naas itu. Pagi-pagi ke Yogyakarta untuk mengajar di Pasca Sarjana UGM, sebelum sorenya ia kembali ke Jakarta. “Tidak ada hal yang luar biasa atau aneh. Pas mau landing pilot memerintahkan memasang seat belt. Dengan kata lain, kami siap-siap menghadapi landing yang normal saja. Tetapi kemudian saya mendapatkan kesan bahwa pesawat turun terlalu cepat,” jelas Adrianus, di Paviliun Shinta RS Bethesda Yogyakarta. Dengan panjang 2.199 meter, landasan Bandara Adisucipto tergolong pendek untuk pesawat jenis Boeing 737-400. Sehingga untuk pesawat sekelasnya, harus memilih cepat turun dan memanfaatkan setiap jengkal yang ada. Memang pendaratan akan sedikit keras karena permukaan aspal di sana tidak rata.

Tetapi saat itu, kata Adrianus, mereka mendarat terlalu keras. Ketika mendarat terlalu keras itu, Adrianus berpikir kasus Adam Air yang hard landing dan retak di Surabaya akan menimpa pesawat yang ditumpanginya. “Saya pikir akan terjadi lagi kasus Adam Air yang patah dua itu. Begitu saya selesai berpikir, pesawat seakan-akan mau bergerak naik. Saya berpikir jangan-jangan pilot hendak menaikkan lagi itu pesawat. Alhasil bukannya naik, tetapi terus meluncur ke luar landasan sampai berhenti di sawah,” cerita Adrianus yang mengalami patah hidung, luka bakar di wajah, tangan, dan kaki dalam peristiwa itu.

TUHAN YANG MENGATUR

Adrianus bersyukur meskipun agak ngantuk dan hidungnya patah terbentur kursi, dia tidak pingsan atau histeris atau panik seperti penumpang lain. Begitu sadar ada yang tidak beres, dia segera mencari jalan keluar. Pintu darurat di lambung pesawat terbuka. Lewat pintu itulah Adrianus menyelamatkan diri. Mengingat kembali peristiwa dari Jakarta, Adrianus merasa Tuhan telah mengatur keselamatannya. Saat check in ia minta tempat duduk dekat jendela. Tetapi begitu masuk, dua orang ibu berusia lanjut memintanya pindah ke kursi di barisan tengah. Adrianus patuh walaupun ia harus duduk dekat lorong. “Ini sebagai blessing, karena kalau saya duduk dekat jendela, maka saya harus menyingkirkan dua ibu itu. Padahal badannya besar dan usia mereka sudah uzur. Dengan ada di dekat lorong, cepat sekali saya keluar. Saya buka seat beltnya, langsung saya lari,” jelas umat Paroki St. Thomas Kelapa Dua Cimanggis itu.

Dalam hitungan waktu yang ter-amat singkat Adrianus diliputi kengerian, tetapi juga gairah untuk tetap hidup. “Saya ndak mau mati. Maka saya harus cari jalan untuk survive,” ujarnya kepada Bahana. Oleh peristiwa itu Adrianus merasa Tuhan sedang memperingatkannya. “Selama ini kan saya terlalu over confidence. Dan Tuhan menaklukkannya,” ucap Adrianus.

PASRAH

Fransisca Kartika Dewi (26) tersenyum masam di kamar nomor 413 ruang Galilea RS Bethesda. Enam jam setelah peristiwa itu baru dia yakin masih hidup. “Thanks God, saya diloloskan dari maut,” cetusnya. Sejenak ia terdiam. Air matanya mengambang. “Pikir saya semua sudah keluar dari pesawat. Sebelum meledak itu kan tidak ada lagi penumpang yang keluar,” kata gadis yang bekerja di sebuah firma konsultasi di Jakarta itu. Kedatangan Fransisca dalam rangka tugas ke Cilacap. Ia sering me-makai pesawat Garuda karena menurutnya paling aman. “Tetapi sekarang yang kita anggap paling aman pun sudah seperti begini. Kita hanya bisa pas-rah, hidup atau mati di tangan Allah,” kata gadis yang duduk di kursi nomor 24B, di deretan belakang kanan.Tetapi kepasrahan dalam benak Fransisca asal Ciputat, Jakarta Selatan itu bukan berdiam diri menanti kematian.

Pasrah adalah ujung dari usaha. Manakala ikhtiar yang hanya hitungan menit itu gagal, ia (hendak) pasrah. “Tetapi entahlah kalau saya tidak berhasil lolos. Apakah saya rela?” ujarnya tidak yakin. Landasan pacu sudah tampak mata. Waktu menunjuk pukul 06.55 WIB. Saat menurun, Fransisca merasa ada yang tidak biasa. “Kok terasa kasar mendaratnya. Tersendat-sendat gitu. Tiba-tiba pesawat oleng kiri, lalu kanan, lalu kiri. Waktunya cepat sekali, ternyata kami sudah di sawah-sawah. Saya lihat api mulai membakar sayap bagian kanan,” ujarnya bersaksi.Terdengar dua kali letupan kecil.

Api di sayap kanan pesawat semakin besar. Kengerian menyergap seluruh penumpang. Keadaan di dalamnya gelap gulita karena lampu tiba-tiba mati. “Lalu saya dengar pramugari berteriak keluar..keluar.. lewat samping kiri,” kata Fransisca. Berebut keluar bukan perkara gampang. Dalam keadaan normal saja orang berdesak-desakan di depan pintu. Apalagi turun karena ingin lolos dari maut. Tangis dan teriakan kaum perem-puan berbaur dengan kepanikan yang luar biasa. Sementara api, kata Fransisca, begitu cepat menyambar masuk ke dalam. “Saya sempat terinjak. Tetapi pas bangkit, entah ada yang menabrak saya atau saya meloncat, saya tidak tahu lagi. Tiba-tiba saya sudah di sawah. Lalu saya lari menjauh.” Berselang dua menit sebuah ledakan dahsyat disertai semburan bola api menyelubungi seluruh badan pesawat. “Saya bisa bayangkan kengerian mereka yang tidak sempat keluar dari pesawat,” ujar staf konsultan SDM itu. Fransisca terdiam sesegukan. Hanya punggung dan perutnya yang memar. Entah ke mana hidup hendak membawa, Fransisca yakin Tuhan ada dalam dirinya. (Alex)

Gloria Atmaja: Kasih dari Sahabat

Tubuh yang tak sempurna membuat Gloria Atmaja (43) pernah hidup dalam “kesendirian”. Ia tumbuh sebagai gadis minder, penakut, dan pemalu. Kehadiran sahabat sangat membentuknya. Ia kini dikenal banyak orang lewat kesaksian, khotbah, dan pujian. Ia juga motivator bagi orang-orang cacat dan korban aborsi seperti dirinya.

KESENDIRIAN

Aku lahir dengan fisik tak sempurna. Dua jari tangan kanan dan tiga jari tangan kiri, tanpa ruas. Telapak kaki kiri hanya berbentuk bonggol, seperti tangan yang mengepal (Bahana, Karena Dia, Maret 2005). Sejak tahu “berbeda”, perasaan minder mendera batinku. Aku tumbuh menjadi anak pendiam di lingkungan tempat tinggal maupun sekolahku. Kerap aku hanya mengurung diri di ka-mar. Sering kali kubertanya pada diriku sendiri, kenapa aku lahir cacat? Ada apa denganku?Sifat pemalu dan tertutup mem-buatku tak memiliki banyak teman. Aku sengaja menghindar saat teman-teman membuat acara bersama. Aku merasa “tersiksa” ditengah tawa dan canda mereka.

PERSAHABATAN

Usia 20 tahun, seorang kawan mengajakku ke gereja. Sejak itu aku kerap pergi kebaktian. Ada perasaan sukacita setiap mendengar khotbah. Apalagi tentang berharganya kita di mata Tuhan. Namun, rendah diri itu tidak selesai begitu saja. Aku hanya bisa dekat dengan beberapa orang. Salah satu sahabatku adalah Rahel yang akrab ku-panggil Ling-Ling. Tak lain, dia adalah tetangga yang juga guruku les bahasa Inggris. Aku bisa sangat dekat dengannya. Kami sering pergi bersama ke gereja atau tempat-tempat Persekutuan Doa. Persahabatanku dengan Ling-Ling membawaku mengenal seorang penginjil Pdt. Markus Saputra Yan. Kak Markus, demikian aku memanggilnya. Orangnya penuh perhatian. Aku melihat semangatnya melayani Tuhan, luar biasa.

MELAYANI

Aku dan Ling-Ling kerap diajak Kak Markus pergi pelayanan seperti ke acara retreat, kebaktian, atau kunjungan berdoa. Kadangkala ke tempat-tempat baru yang terasa asing bagiku. Tempat yang belum pernah kudatangi sebelumnya. Maklum aku memang jarang bepergian. Beberapa kali Kak Markus “memaksaku” untuk berani ikut ambil bagian dalam pelayanan. Memimpin pujian, misalnya. Awalnya aku betul-betul menolak. Aku merasa malu, tak percaya diri sama sekali. Kak Markus terus mendorongku. “Kalau kamu nggak coba sekarang, kapan lagi? Kesempatan tak selalu datang dua kali. Kalau nggak coba, bagaimana kamu tahu talentamu?” Itulah kalimat yang sering kudengar tatkala kutolak ajakannya melayani Tuhan.

Kalimat itu terasa keras di telingaku. Namun, dengan sabar ia membimbingku. Beberapa jadwal pelayanan Kak Markus diserahkan kepadaku dan Ling-Ling. Sedangkan Kak Markus melayani di tempat lain. Setelah cukup lama bersama-sama melayani, Kak Markus mendorongku untuk berani membawa renungan. Sulit rasanya.Aku bukanlah orang yang pandai bicara. Bahkan cenderung sulit bicara apalagi di depan orang banyak. Tetap saja Kak Markus membawa pada situasi sulit yang harus kuhadapi. Tiba-tiba ia menyodorkan pelayanan. Saat aku menolaknya, Kak Markus tetap ngotot. “Ayo, Glor……..”

Berbulan-bulan aku ikut saja ke mana pun Kak Markus pelayanan. Kurasa-kan kasih Tuhan dalam Kak Markus. Tuhan seolah mengirimkan kakak rohani bagiku. “Glor, jangan lihat sekarang. Kalau kamu setia dalam perkara-perkara kecil, Tuhan akan memberimu perkara besar. Jangan lihat sekarang, suatu saat nanti kamu akan lihat hasilnya,” kata Kak Markus dalam perjalanan seusai pelayanan. Tak lama kemudian, Kak Markus dan Ling-Ling menikah. Persahabatan kami tetap terjalin baik. Beberapa tahun ini, aku telah bekerja di ladang Tuhan. Tanpa malu kusaksikan kisah hidupku. Meski fisik tak sempurna, kutahu Yesus amat mengasihiku. Kenangan 20 tahun itu benar-benar terpatri dalam hatiku. Kasih, motivasi, dan inspirasi yang kudapat dari Kak Markus dan Ling-Ling sangat membentuk hidupku. Kutahu Tuhan telah mengirimkan mereka untukku. Terima kasih Kak Markus. Terima kasih Ling-Ling. (Niken)

Mengerti Kehendak Tuhan dan Melaksanakannya

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pen-dengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. (Yakobus 1:22)

Saya salut dengan anak-anak muda sekarang yang terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan rohani. Terkadang mereka sangat tekun dalam berdoa, bahkan kalau ada acara doa bersama, mereka sampai bela-belain ikut dan bolos kuliah. Sayangnya, hanya berhenti di situ. Setelah acara selesai, tidak ada tindak lanjut. Terkadang hanya sebatas doa. Hanya sebatas menjadi pendengar firman, bukan menjadi pelaku firman,” kata seorang hamba Tuhan. SEMANGAT MUDA Sebagai penulis buku pengembangan diri dan trainer, hampir setiap minggu saya mendapatkan undangan untuk berbicara di mana-mana. Mulai dari kampus, berbagai perusahaan besar dan kecil, lingkungan TNI, pondok pesantren, vihara hingga yang paling banyak adalah gereja. Terus terang, ketika berbicara di komunitas Kristen dengan mayoritas jemaat anak muda, saya merasakan ada semangat yang luar biasa. Suatu gairah dan kecintaan kepada Tuhan. Hadirat Tuhan sungguh nyata hingga kadang membuat saya meneteskan air mata.Sering saya berkata dalam hati, ”Oh Tuhan, seandainya anak-anak itu juga memiliki semangat yang sama di luar sana, tentu orang-orang di luar sana dapat langsung merasakan kasih-Mu lewat hidup dan karya mereka.” Belum lama ini, saya diundang berbicara di sebuah kampus Kristen di Jawa Tengah. Mahasiswa-mahasiswa-nya begitu liberal. Misalnya, ketika ma-suk ke ruang kelas, ada mahasiswa yang sedang asyik bercumbu. Tidak sedikit dari mereka yang menaruh kedua kakinya di kursi di depannya. Ada juga yang baru masuk ruang kelas sekitar 30 menit sebelum kuliah berakhir. Sungguh ironis! DARI HATI KE HATI Saya mengasihi mereka. Itulah yang terpenting. Ketika memberikan pelatihan kepemimpinan untuk mereka, saya sempat emosi pada sesi pertama. Namun, Tuhan ingatkan saya untuk lebih lembut. Saat sesi kedua, saya menatap mata mereka satu per satu dan saya katakan, ”Sungguh saya tidak bermaksud marah kepada kalian, teman-teman. Maafkan saya kalau sesi pertama tadi saya menyakiti hati kalian dengan kata-kata saya. Namun dari hati yang paling dalam, saya katakan, saya mengasihi kalian. Makanya saya hadir di sini. Saya rindu melihat hidup kalian berbuah. Kalian mungkin punya problem yang sama dengan saya. Saya korban perceraian. Belasan tahun saya hidup dalam kebencian dan kepahitan dengan orangtua saya...” Tidak disangka mata beberapa anak mulai berkaca-kaca, bahkan ada yang menangis tersedu-sedu. Training selama satu setengah hari itu kemudian berlangsung dalam suasana yang sangat berbeda. Kami semakin akrab dan bisa saling memahami. Kami bicara dari hati ke hati. Hubungan pertemanan mulai terbina hari itu. Seorang anak pejabat di kota tersebut yang menjadi peserta training, sempat curhat kepahitan yang dialaminya. ”Di usia begini, saya masih sering dipukul papa saya. Papa dan mama saya hampir setiap hari ribut,” katanya. Saya memeluknya sambil memintanya untuk sabar, terus berdoa dan belajar untuk mengampuni kedua orangtuanya. ”Saya pun tidak mampu mengampuni kedua orangtua saya. Karena mereka bercerai, kami anak-anak menjadi terlantar. Namun karena saya mau, lewat proses panjang, Tuhan berikan saya kemampuan untuk mengampuni mereka. Kalau saya bisa, kamu juga pasti bisa!” kata saya. KOMITMEN Saya tidak bermaksud menyombongkan diri. Sama sekali tidak! Saya sadar sepenuhnya, saya orang berdosa. Namun beberapa tahun silam, saya sungguh mau bertobat dan saya membuat komitmen kepada Tuhan, ”Tuhan, saya sangat berterima kasih karena masih Engkau berikan karunia kehidupan. Saya tahu diri, Tuhan. Saya orang berdosa dan sering menyakiti hati-Mu. Namun hampir setiap saat, Engkau selalu mengingatkan hamba-Mu ini kalau kasih karunia-Mu selalu lebih besar dari dosa dan pelanggaran manusia. Saya ingin menjadi hamba yang berkenan di hati-Mu. Saya mau menjadi orang yang terus bertumbuh ke arah yang lebih baik. Bentuklah saya Tuhan sehingga semakin pantas untuk menjadi saksi kasih dan kemurahan hati-Mu. Kata terima kasih saja pasti tidak akan pernah cukup untuk membalas semua kebaikan-Mu, namun perkenanlah saya untuk menjadikan sisa hidup saya sebagai berkat bagi sesama dan lewat semuanya itu, biarlah nama-Mu saja yang semakin ditinggikan. Amin.” (Paulus Winarto - Trainer dan penulis best seller Reach Your Maximum Potential email: pwinarto@cbn.net.id) Kebanggaan yang Tepat Pada umumnya setiap orang mempunyai sesuatu yang menjadi kebanggaannya. Ada orang yang membanggakan koleksi keramik yang ia miliki karena kecantikan dan nilainya yang mahal. Ada orang membanggakan rumahnya karena keindahannya. Ada orang yang membanggakan perusahaan yang ia kelola karena semakin maju. Dalam hemat saya, dalam batas wajar, kebanggaan akan hal-hal seperti itu sah-sah saja. Namun, ada juga orang yang memiliki kebanggaan yang berbeda dengan kebanggaan orang pada umumnya. Saya membaca riwayat hidup seorang hamba Tuhan yang kebanggaan hidupnya sangat berbeda dari kebanyakan orang. Hamba Tuhan ini sungguh luar biasa. Pendidikannya tinggi. Ia lulusan sekolah teologi terbaik di negaranya. Ia terkenal sangat cerdas dan pengetahuannya sangat luas. Pelayanannya juga disertai dengan tanda-tanda mukjizat yang luar biasa. Orang yang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan pelbagai tanda ajaib yang lain menyertai pelayanannya. Ia berhadapan dengan orang-orang sederhana di pasar sampai kepada raja-raja. Ia berkhotbah di penjara sampai di istana. Hampir seluruh dunia yang dikenal pada masa itu sudah ia jelajahi. Nama hamba Tuhan ini adalah Paulus. Seperti kebanyakan orang, ia juga punya kebanggaan. Apakah yang menjadi kebanggaannya? SALIB KRISTUS Dalam Galatia 6:14 ia menuliskan: ”Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.”Mengapa bagi Rasul Paulus justru salib Kristus yang menjadi kebanggaannya? Padahal kalau ia mau, sesungguhnya ada banyak hal lain yang dapat ia banggakan. Ia dapat membanggakan pendidikannya karena ia memperoleh pendidikan terbaik pada zamannya, yaitu berada di bawah pendidikan Rabbi Gamaliel. Ia dapat membanggakan kecerdasan ataupun keluasan pengetahuannya. Ia dapat membanggakan kehebatan pelayanannya. Tetapi ia tidak membanggakan semua itu. Ia justru bermegah atau membanggakan salib Kristus. Mengapa?Kalau ia ingin membanggakan Yesus, mengapa ia membanggakan salib-Nya? Mengapa ia tidak membanggakan kelahiran Yesus, bukankah kelahiran-Nya sangat ajaib? Lahir dari seorang perawan, di tengah pujian para malaikat. Mengapa bukan hal itu yang Paulus banggakan? Mengapa ia tidak membanggakan kehebatan mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus, seperti membangkitkan orang mati, meneduhkan badai, memberi makan 5.000 orang lebih hanya dengan 5 roti dan 2 ikan? Mengapa bukan itu yang ia banggakan? Mengapa justru salib Kristus yang ia banggakan? Padahal di zaman itu, mati di kayu salib bukan suatu hal yang patut dibanggakan. Hanya kriminal kelas berat, musuh masyarakat yang dihukum mati dengan cara disalibkan. Dengan kata lain, kematian di kayu salib pada zaman itu, adalah hal yang sangat memalukan. Tetapi justru hal yang memalukan ini telah menjadi kebanggaan Rasul Paulus. ALASAN KEBANGGAAN PAULUS Apakah makna salib bagi Rasul Paulus, sehingga ia membanggakannya? 1. Salib mengungkapkan tamatnya kuasa dosa Paulus mengatakan bahwa karena salib Kristus (pengorbanan Kristus), dunia disalibkan bagiku. Yang dimaksudkan oleh Paulus sebagai dunia adalah kuasa dosa. Kuasa dosa yang telah mengikat setiap manusia dalam ketidakberdayaan dan menyeretnya ke dalam kebinasaan. Tuhan Yesus datang ke dunia, sehingga hukuman dosa yang seharusnya ditimpakan atas diri kita telah ditanggung-Nya di kayu salib. Dengan demikian, orang yang tadinya berada dalam cengkeraman kuasa dosa beroleh jalan kelepasan dari rantai dosa. Oleh pengorbanan Kristus di kayu salib, kuasa dosa telah dipatahkan dari dalam kehidupan orang percaya. 2. Salib mengungkapkan kehidupan baru Paulus menulis, “Aku disalibkan bagi dunia.” Artinya bukan saja dunia mati, kehilangan kuasanya terhadap kita, tetapi juga kita mati terhadap dunia. Ya, manusia lama kita disalibkan bersama dengan Kristus, sehingga kita menjadi manusia baru yang tidak lagi berada di bawah kuasa dosa. Dengan kata lain, oleh pengorbanan Kristus kita dijadikan-Nya ciptaan baru. Tak heran apabila Paulus hanya membanggakan salib atau pengorbanan Kristus. Sebab oleh pengorbanan itulah manusia memperoleh masa depan yang baru, cerah, dan indah. Apa yang tak dapat diperoleh dengan kemampuan dan kehebatannya sebagai manusia, yaitu pengampunan dan kelepasan dari kuasa dosa, diperoleh di dalam pengorbanan Yesus. Dengan kata lain, Paulus membanggakan apa yang memang sepatutnya dibanggakan, dan tidak merasa perlu membanggakan hal-hal yang memang tidak perlu dibanggakan. (Pdt. Dr. Bambang H. Widjaja) Penulis adalah mantan Ketua Umum Persekutuan Injili Indonesia (PII) dan Gembala GKPB Fajar Pengharapan, Bandung Anda Sudah Berjumpa dengan Dia yang Telah Bangkit? Anggapan yang keliru itu nampak dalam diri para perempaun yang pergi ke kubur Yesus. Mereka menyangka Yesus telah mati. Karena itu, motivasi para perempuan yang pergi ke kubur itu bukan mencari Yesus yang hidup, melainkan jasad Yesus untuk diberi rempah-rempah. Moti-vasi para perempuan itu membuktikan bahwa pikiran mereka masih dihantui oleh kematian. Hati mereka masih diselimuti oleh duka yang mendalam. Kepergian mereka ke kubur Yesus, sekadar menunjukkan rasa simpati kepada seorang tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan mereka. Artinya, mereka memandang Yesus tidak lebih dari seorang manusia biasa, walau ia begitu berpengaruh. Bagi mereka, kematian telah mengakhiri-Nya. Maka yang bisa mereka lakukan adalah merempah-rempahi mayat Yesus, se-bagaimana layaknya jenazah yang lain. TEGURAN UNTUK MENYADARKAN. “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati?” Perkataan kedua orang (malaikat) ini merupakan teguran bahwa Yesus yang telah disalibkan, mati, dan dikuburkan itu bukan hanya seorang manusia, seperti dugaan mereka. Ia bukan hanya seorang tokoh yang berpengaruh dalam masyarakat Yahudi, tetapi Ia adalah Tuhan sehingga Ia tidak mungkin dikuasai oleh maut. Benar, Ia mati tetapi Ia telah bangkit kembali. Kedua orang itu secara tegas mengatakan, “Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit!” Penegasan ini hendak menyadarkan bahwa Yesus telah mengalahkan kuasa maut dan bangkit sebagai pemenang. Kemenangan Yesus merupakan berita sukacita bagi umat manusia karena kuasa maut telah dikalahkan. Berita kebangkitan itu disampaikan kepada para murid-Nya, tetapi mereka menganggap pemberitaan itu sebagai suatu kebohongan. Karena me-mang mereka belum mengalami per-jumpaan dengan Yesus. Ketika mereka mengalami perjumpaan dengan Yesus (Luk. 24:13-49), mereka percaya bahwa sesungguhnya Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Perjumpaan itu telah meng-ubah cara pandang mereka bahwa oleh kebangkitan Yesus, hidup manusia ti-dak hanya bergerak di antara dua kutub yaitu kelahiran dan kematian, tetapi kini ada suatu pengharapan baru akan adanya kebangkitan bagi mereka yang percaya ke-pada-Nya. APLIKASI Pertanyaan bagi kita adalah apakah kita telah mengalami perjumpaan dengan Yesus yang hidup itu ataukah kita masih berkutat dengan pandangan bahwa Yesus hanya manusia biasa saja? Benar, bahwa banyak orang telah mengalami perjumpaan dengan Yesus sehingga pola pandang mereka berubah. Sebagai contoh, Paulus. Sebelum berjumpa dengan Yesus, ia adalah seorang Farisi yang sangat membenci kekristenan dan tidak percaya akan ke-bangkitan Yesus. Tetapi setelah ia ber-jumpa dengan Yesus, pola pandangnya terhadap Yesus berubah. Ia bahkan menu-lis, “…yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal” (1 Kor. 15:20). Walau demikian tidak tertutup kemungkinan ada orang yang sedang hidup dalam keragu-raguan dan kebimbangan akan kebangkitan Yesus. Mereka hidup seolah-olah tanpa harapan terhadap masa depan. Walaupun rajin mengunjungi ibadah di gereja-ge-reja, mereka belum hidup dalam suatu kepastian akan masa depan. Karena itu teguran kedua malaikat dikubur Yesus juga merupakan teguran bagi kita agar kita sadar bahwa Tuhan yang kita imani, bukanlah Tuhan yang mati, melainkan Tuhan yang hidup. Karena Ia hidup, Ia mampu mengubah dan menghidupkan kita yang percaya dan berserah diri kepada-Nya. Sekarang, pertanyaan bagi kita adalah apakah kita sungguh-sungguh telah berjumpa dengan Yesus yang bangkit itu? Perjumpaan itu bukan sekadar datang ke gereja, tetapi lebih dari itu. Kita mengalami persekutuan dengan Dia secara lebih dalam. Suatu pengalaman perjumpaan yang melahirkan iman. Dalam perjumpaan itu kita dimampukan untuk sungguh-sungguh percaya dan mewujudkan iman kita melalui cara hidup dan perbuatan. Itulah berita kemenangan dan sukacita Paskah bagi kita semua. (Pdt. Dr. Samuel Hakh) Penulis adalah Pembantu Ketua I STT Jakarta, Pendeta Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) dan Ketua Umum Gereja Protestan Indonesia (GPI) Remain Focus Aku... mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku. Menurut penelitian: terdapat 11% orang di dunia ini yang secara alamiah mampu untuk bersikap fokus. Selebihnya cenderung mudah terpengaruh dan sering kali tidak persisten pada tujuan semula. Apa saja penghalang untuk tetap fokus? 1. KEHILANGAN MOTIVASI Ada sebuah kisah nyata tentang seorang pria yang gagal meraih impiannya. Semasa kuliah ia dikenal sangat pandai hingga mendapat beasiswa tingkat master di luar negeri bahkan dicalonkan untuk melanjutkan kuliah hingga ke tingkat doktoral. Sayang sekali, sebuah penelitiannya di bidang teknik telah ditolak oleh sang dosen. Ia sangat frustrasi dan kehilangan motivasi. Ia tidak mampu bertahan untuk tetap fokus meraih cita-citanya, lalu kembali ke Tanah Air. Bertahun-tahun mengalami stres berkepanjangan hingga mengalami gangguan jiwa. Dan sungguh tragis. Akhirnya ia ditemukan meninggal, setelah berhari-hari mengunci diri dalam kamarnya. Memang, kehilangan motivasi, cukup berbahaya. Karena seseorang yang hilang motivasinya akan kehilangan juga semangat hidupnya. 2. MUDAH TERPENGARUH Jika kita mudah terpengaruh oleh berbagai hal yang ada di sekitar kita, kita akan sulit menyelesaikan sesuatu hingga tuntas. Hanya sekitar 20% hal-hal dalam diri pribadi yang memengaruhi sikap fokus kita, selebihnya merupakan faktor luar atau pengaruh eksternal. Pengaruh dari luar sangatlah kuat. Menurut survai minimal ada 500 ribu informasi yang berinteraksi dengan panca indra kita. Hal ini membuat kita sulit untuk fokus. 3. KURANG TEKUN Kurang tekun berarti mudah berubah, karena mudah bosan. Sikap persisten merupakan perpaduan antara kegigihan dan ketekunan. Banyak hal sering kali dapat membuat kita kehilangan fokus dalam mencapai tujuan. Rasa bosan, jenuh, rutinitas bahkan selalu berada di zona nyaman atau rasa puas diri, sering membuat fokus kita menjadi kabur. Karena kita cenderung mengejar apa yang diinginkan bukan apa yang seharusnya dicapai. Kita sering terjebak pada proses dan bukan bersikap konsisten pada tujuan yang harus diraih. Kehilangan fokus berarti kehilangan arah. Dan itu berarti kita hanya akan menyia-nyiakan banyak waktu dan kesempatan yang ada di hadapan kita. Kita perlu waspada kalau kita punya kecenderungan karakter mudah bosan karena di situ kita mudah berubah dan tidak fokus lagi. Melatih diri untuk tetap bersikap fokus 1. MENGEMBANGKAN PENGUASAAN DIRI Hal utama bagi sniper ialah fokus. Bagaimana memiliki konsentrasi maksimal dan penguasaan diri yang prima. Mengarahkan pandangan pada sasaran dan mengabaikan hal-hal sepele yang dapat mengalihkan perhatian. Disiplin dan penguasaan diri membuat kita fokus dan efisien dalam pekerjaan, karier. Belajar menguasai diri dimulai dari hal yang kecil dan sederhana seperti berbelanja sesuai yang direncanakan, bukan yang lain, di luar rencana apalagi di luar anggaran. 2. MEMBANGUN KETEKUNAN Hasrat yang kuat menciptakan peluangnya sendiri. Ketekunan akan menemukan jalannya pada akhirnya. Itulah fokus pada sasaran. Sebuah ketekunan dibangun melalui target yang jelas dan komitmen untuk mencapainya berapa pun harganya. 3. MEMBUAT TARGET PENCAPAIAN Tujuan apa yang telah kita tentukan? Dengan membuat perencanaan dan target-target pencapaian, kita dapat mencapai tujuan lebih cepat, efisien, dan efektif. Target merupakan pijakan anak tangga menuju pencapaian sasaran secara terarah dan terukur. Membuat target berarti memacu untuk tetap fokus pada sasaran. Sikap fokus dimiliki oleh para peraih yang berhasil, semua orang yang sukses dan menjadi ahli di bidangnya. Fokus adalah jembatan keberhasilan. Jakoep Ezra, MBA, CBA - Character Specialist & President Director www.powercharacter.com Kuutus Kau Margaret Clarkson baru berusia 23 tahun. Nona cantik itu terikat pada kursi roda. Ia penyandang cacat sehingga sulit bepergian. Tetapi seandainya bisa pesiar sekalipun, ia tidak bisa pergi ke mana-mana. Mau pergi ke mana? Ia tinggal di tempat yang betul-betul terpencil. Bayangkan, ia tinggal dengan orangtuanya di perkampungan kecil dan sepi yang dibangun khusus untuk karyawan pertambangan. Lokasinya di pedalaman Kanada Utara yang hampir tidak berpenduduk. Kota besar terdekat hanya bisa dicapai dengan pesawat terbang. Sungguh terpen-cil dan jauh ke mana-mana. Akibatnya Margaret merasa diri bagaikan orang buangan. Ia merasa sepi. Kadang-kadang kesepiannya terasa begitu mencekam dan menyiksa.Pada suatu hari Margaret membaca Injil Yohanes 20:21 tentang Yesus yang mengutus para murid-Nya. Timbullah pikir-an Margaret untuk menjadi seorang utusan Injil. Tiap hari ia berdoa, “Tuhan, aku ingin mengabdi pada-Mu. Utuslah aku!” Tetapi kemudian Margaret menyadari bahwa menjadi utusan Injil tidak selalu harus pergi ke tempat yang jauh. Bukankah di perkampungan inipun ada orang yang memerlukan penghiburan dan pegangan dari Injil? Lalu Margaret mengambil pena dan menulis syair yang kemudian menjadi kidung Kuutus Kau sebagaimana kita kenal sekarang dalam PKJ 182 dan NKB 21 sebagai berikut: Kuutus kau mengabdi tanpa pamrih, berkarya t’rus dengan hati teguh, meski hina dan menanggung duka, Kuutus kau mengabdi bagi-Ku Reff: Kar’na Bapa mengutus-Ku Kuutus kau Kuutus kau membalut yang terluka, Menolong jiwa sarat berkeluh, Menanggung susah dan derita dunia Kuutus kau berkurban bagiku Kuutus kau kepada yang tersisih, Yang hasilnya diliputi sendu, Sebatang kara, tanpa handai taulan. Kuutus kau membagi kasih-Ku. Kuutus kau, tinggalkan ambisimu, Padamkanlah segala nafsumu, Namun berkaryalah dengan sesama, Kuutus kau bersatulah teguh Kuutus kau mencari sesamamu Yang hatinya tegar terbelenggu‘tuk menyelami karya di Kalvari Kuutus kau mengiring langkah-Ku Nyanyian ini ditulis pada tahun 1938 ketika Perang Dunia menghantui umat manusia. Margaret menulis syairnya dengan cakupan yang luas yaitu penderitaan keduabelas rasul, para syahid korban kebencian religius, korban Perang Dunia, dan lebih luas lagi yaitu tiap orang yang menderita fisik atau batin yang selalu ada sepanjang zaman. Margaret pun mencatat penderitaan fisik dan batin para utusan Injil sebagai harga yang harus dibayar atau risiko pengabdian mereka. Penderitaan pada hak yang dilayani dan pihak yang melayani tampak lebih jelas dalam bahasa aslinya: So send you to labor unrewarded, To serve unpaid, unloved, unsought, unknown, To bearrebuke, to suffer soom and scoffing. So send you to toil for me alone. So send you to hearts made hard by hatred, To eyes made blind because they will not see, To spend tho’ it be blood, to spend and spare not. So send you to taste of Calvary. Terjemahan harafiahnya: Maka Aku mengutus kau berkarya tanpa dihargai, Melayani tanpa dibayar, tanpa dicintai, tanpa diminta, tanpa dikenal, Merasakan omelan, menderita hinaan dan ejekan, Maka Aku mengutus Kau berjerih bagi-Ku saja Maka Aku mengutus kau ke hari yang menjadi keras karena benci, Ke masa yang buta karena tidak mau melihat, Untuk membayar – meski dengan darah, membayar dengan tidak kikir. Maka Aku mengutus kau merasakan Golgota. Yang menarik dari tulisan Margaret adalah juga pesan kepada dirinya sendiri yang terdapat pada bait keempat. Ia bagaikan menasihati dirinya sendiri dengan ungkapan “tinggalkan ambisimu” dan “padamkanlah segala nafsumu” (to die bear desire, self-will resign, harfiah: matikan dambaan kesayanganmu, mundurkan kemauanmu sendiri). Yang dimaksud adalah keinginan Margaret pergi ke benua jauh dengan motivasi “bear desire” dan “self-will”. Kemudian agaknya Margaret bermain kata pada kalimat terakhir bait keempat ini yang berbunyi, “So send I you to loose your life in Mine”. Meskipun jelas bahwa yang dimaksud dengan Mine adalah pelayanan milik Kristus atau umat milik Kristus, namun agaknya Margaret bermain kata dengan mine yang mempunyai dua arti berbeda yaitu milikku dan pertambangan. Mungkin Margaret sedang berpesan kepada dirinya sendiri bahwa justru ke pertambangan inilah dia diutus. Mungkin ia menyadari bahwa justru di tempat tinggalnya sendiri ia ditempatkan Kristus sebagai utusan Injil. Menjadi utusan Injil memang tidak usah pergi jauh, di tempat sendiri pun bisa. Andar Ismail, Ph.D. Mahkota Kekuasaan, wewenang, otoritas, penggaris sistem sosial. Itu dibutuh dalam kehidup-an. Pun kehidupan yang hendak menghidupkan Injil bagi setiap pribadi. Karena dalam budaya dan tata politik yang seturut Injil, setiap warga akan lebih efektif menjalani pertobatan, pemuridan, penggembalaan diri serta pencapaian keselamatan abadi. Itulah mengapa ada nabi-nabi pejuang sistem sosial semisal Amos, Yehezkiel, Daud, Salomo, Petrus, dan seterusnya.Tetapi, kekuasaan cenderung membunuh semua sifat mulia setiap pribadi, bahkan menggagalkan keselamatan pribadi itu. Tak sampai situ saja, kekuasaan pun sering di-gunakan untuk membunuh sifat-sifat mulia orang lain se-banyaknya. Bahkan membunuh orang sebanyaknya. “Betapa busuknya isi kepala kekuasaan, makanya kepala para raja harus ditutupi mahkota yang seindahnya,” simpul W.S. Rendra dalam lakon adikaryanya Panembahan Reso. Kekuasaan adalah buah kebudayaan demi peradaban, tetapi selamanya hendak dimanfaatkan oleh naluri-naluri primitif kita demi kebiadaban. Dan kecenderungan itulah yang hendak dipotong Yesus, sebagai bagian dari krida-Nya menyelamatkan umat manusia. Yesus memasuki Kotaraja Yerusalem, namun tak untuk naik takhta dan mengenakan mahkota raja di atas segala raja. Ia menangisi Yerusalem yang pasti hancur akibat salah pemberadaban. Dan di Yerusalem Ia dibunuh, mahkota berduri menikam kepala-Nya hingga berdarah-darah. Dalam film horor Omen Part-II dikisahkan betapa Damein, Sang Anti-Kristus yang sejak lahir sudah dibekali Iblis dengan kekuatan supernatural sangat besar, telah melaju menuju puncak kekuasaan formal sedunia. Suatu hari ia masuk ke salah satu ruangan pribadinya yang ada patung musuhnya, Yesus. Dengan wajah berapi dendam, kedua tangannya menekan mahkota duri di ke-pala Yesus. Beberapa duri yang sangat tajam menembus pelipis, dahi, dan ubun-ubun Yesus. Darah kental meleleh ke wajah-Nya yang tetap diam.Kita manusia masih terus bergu-mul dengan kekuasaan, baik kekuasa-an dari luar diri kita yang menekan kita maupun kekuasaan yang ada pada diri kita sendiri. Yesus sudah lama menyelesaikan pekerjaan-Nya, menguasai kekuasaan. Pengorbanan demi mengasihi sesama, menguasai kekuasaan dalam diri sendiri. Dan dengan itulah diperoleh kekuasaan menguasai kekuasaan apa pun di dunia. Kekuasaan alam maut pun Ia taklukkan, Ia membangkitkan diri-Nya sendiri. Selamat Paskah! (Benni E. Matindas - Pengajar, penulis tinggal di Jakarta) Bijak Bertutur Kata “...Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya...” Lukas 6:45b Bahasa menunjukkan bangsa”. Itu dalam skala makro. Dalam skala mikro: Kata menunjukkan jati diri manusia." Satu kata atau ucapan menyimpan banyak cerita di baliknya. Banyak tokoh dunia dikenang karena ucapan atau perkataannya. Archimedes dengan "Eureka"-nya. Mahatma Gandhi dengan "Ahimsa"-nya. Jenderal McArthur dengan "I shall return"-nya, atau Arnold Schwarzeneger dengan "I’ll be bAck"-nya (huruf A sengaja dibuat besar untuk menekankan pengucapan unik Arnold). Setiap kali kata itu disebut, pendengarnya otomatis mengasosiasikannya dengan citra atau cerita tertentu.

Sebagai contoh, kata "eureka" mengingatkan banyak orang pada cerita Archimedes menemukan hukum Archimedes saat merenung di bak mandi. Karena sedemikian senangnya berhasil memecahkan teka-teki berat jenis, Archimedes keluar dari bak mandi, dan tanpa sempat mengenakan pakaian, ia berlari keliling kota meneriakkan "Eureka" (artinya kira-kira "sudah kutemukan"). Kata seolah menjadi puncak gunung es di atas permukaan laut yang pastinya berasosiasi dengan bongkah es yang jauh lebih besar di bawah permukaan laut. Kata bisa membawa berkat atau kutuk.

Dr. Elizabeth Hurley pernah melakukan percobaan dengan kata-kata sebagai berikut. Sekelompok murid sekolah diberikan tes awal tentang matematika. Hasil tes dicatat. Selanjutnya mereka dibagi menjadi beberapa kelompok secara random (acak). Kelompok pertama diberikan umpan balik dengan menekankan sisi positif hasil tes mereka. Kelompok kedua diberikan umpan balik dengan menekankan sisi negatif hasil tes mereka. Kelompok ketiga diabaikan tanpa umpan balik, dan hanya mendengarkan rekan-rekan mereka di kelompok pertama dan kedua menerima umpan balik. Selama 5 hari kemudian kema-juan mereka dipantau. Hasilnya luar biasa. Setelah lima hari, kelompok yang memperoleh umpan balik positif memperoleh peningkatan hasil tes yang sangat besar. Kelompok yang menerima umpan balik negatif cenderung tidak mengalami perubahan hasil tes.

Sementara itu, kelompok yang diabaikan justru mengalami sedikit penurunan hasil tes. Hasil percobaan tersebut mendukung pentingnya kata-kata terhadap kehidupan manusia. Persepsi terhadap kata sering kali secara tidak disadari memengaruhi tindakan atau keputusan yang diambil setelah mendengar kata itu. Fakta yang sama, bila diungkapkan dengan kata-kata yang berbeda bisa menghasilkan persepsi, tindakan atau keputusan yang berbeda. Dampak pilihan kata terhadap persepsi jelas disadari oleh insan periklanan.

Pemilihan kata dapat membedakan sukses-tidaknya suatu iklan, dan bisa berarti perbedaan puluhan milyar rupiah. Sebagai anak Tuhan, kita merupakan duta Kerajaan Surga dan merupakan ikon iklan pembawa berita keselamatan. Jadi, sudah sepantasnyalah kita memerhatikan kata-kata yang kita pilih untuk mengungkapkan pesan atau berita yang perlu kita sampaikan.Ingin menjadi garam dan terang dunia secara efektif? Perhatikan pilihan kata dan gunakan kata yang membawa berkat!

Salam WISDOM!

(Prof. DR. Roy Sembel - Penulis buku If You REALLY Want to be Wealthy, Healthy, and Happy … ENERGIZE YOUR LIFE!!! (email: Smart_WISDOM@yahoogroups.com)

Bangkit

Seorang guru Sekolah Minggu, Michelle L. Hardie, menceritakan pengalamannya saat mengajar murid-muridnya pada hari Minggu Paskah. “Anak-anak Sekolah Minggu kelas kecil sedang belajar tentang kisah Penciptaan. Setelah beberapa minggu, kami siap mengadakan ulangan.” ’Apa yang Allah buat pada hari pertama?’ tanya saya. ‘Pada hari yang kedua?’ Mereka menjawab kedua pertanyaan itu dengan benar.” ’Dan apa yang terjadi pada hari yang ketiga?’ tanya saya.”Seorang gadis kecil, dengan wajah bersinar penuh antusias, berteriak, ‘Dia bangkit dari kematian!’”

Kisah sejati yang dimuat di buku Humor for Preaching & Teaching itu, mengingatkan kita bahwa, meskipun bocah perempuan itu salah memberikan jawaban, tetapi jawabannya itulah yang sebenarnya menjadi inti kebaktian dan perayaan Paskah. Bahkan, tanpa Paskah, Natal tidak ada artinya. Tanpa kebangkitan, kematian Yesus jadi tidak ada artinya. Jika Yesus tidak dibangkitkan, apa kelebihan-Nya dibandingkan tokoh agama lain?

Di tengah situasi Indonesia yang terpuruk oleh berbagai macam bencana alam—tsunami, gempa bumi, semburan lumpur Sidorajo (Lusi), banjir dan tanah longsor—kecelakaan—darat, laut, udara—dan berbagai penyakit—flu burung, chikungunya, demam berdarah—kita memang harus bangkit kembali agar firman Tuhan dalam Yesaya kembali menemukan makna hakikinya: “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu” (Yes. 60:1-2).

Jika kita ingin menjadi terang, kita harus berusaha untuk bangkit dari keterpurukan di lembah kekelaman menuju puncak gunung yang bermandikan cahaya. Satu-satunya cara untuk mencapai puncak adalah mendaki dari bawah. Bahkan di beberapa tempat kita perlu melakukan lompatan kuantum. Kita perlu mata yang tajam untuk melihat situasi dan kondisi kita yang sebenarnya dan mulai mengayunkan langkah. Langkah pertama, sadari bahwa kita memang terpuruk. Orang yang sok gengsi tidak akan mendapatkan pertolongan yang berarti. Yesus datang justru kepada orang yang sakit, bukan orang yang sehat.

Langkah kedua, kita harus memiliki sikap hidup yang positif. Dua orang narapidana yang sama-sama di penjara di bawah tanah, saat melihat langit malam lewat jendela kecil, memiliki pandangan yang berbeda. Yang pesimis berkata, ”Sia-sialah hidup kita. Aku hanya melihat lumpur hitam di langit kelam!” Yang optimis berkata, ”Ah, kita hanya sementara di sini. Lihat, bintang-bintang itu seperti berlian di atas beledu hitam. Tidak lama lagi kita akan keluar dari sini, menggapai bintang itu dan menjadi bintang!”

Langkah ketiga, kita harus melakukan tindakan konkret untuk meraih bintang kita masing-masing. Seorang penyair yang tidak menyebutkan namanya pernah berkata, ”Tembaklah bulan. Jika meleset, Anda masih bisa mengenai bintang!”Langkah keempat, kita harus berdoa dan mengandalkan Tuhan untuk memberi kita sayap agar kita bisa terbang meraih bintang. Albert, seorang dokter gigi yang menjadi sahabat baik saya, selalu mengirimi sms ciamik setiap hari. SMS-nya pada hari saya menulis artikel ini berbunyi: “Prayer does not make God see things as we see them. It helps us see things as God sees them!” Amin!

(Xavier Quentin Pranata - Penulis, pengajar tinggal di Surabaya)

Berani Tersenyum

Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat (Amsal 15:13)

Selama 3 minggu kemarin, saya berkesempatan mengunjungi Amerika, tepatnya New York. Saya perhatikan orang-orang di sana sangat memerhatikan warna putih gigi. Gigi bersih, putih, dan cemerlang ibarat modal utama pergaulan. Saya mengambil kesimpulan tersebut karena melihat banyaknya iklan dan peralatan pemutih gigi dijual. Dari mulai yang paling sederhana sampai yang agak-agak ribet pemakaiannya. Pro kontra seputar pemutih gigi juga banyak didebatkan. Dampak negatifnya juga banyak dibahas. Tapi rasanya orang di sana tidak terlalu pusing. Yang penting gigi mereka putih dan dapat tersenyum.

Untuk dapat berani tersenyum memang banyak modalnya, seperti gigi yang putih, lipstik yang sesuai dengan kepribadian, juga riasan yang membuat kita percaya diri. Rasanya kalau semuanya lengkap, senyum kita jadi semakin lebar dan kita pun tampil dengan penuh percaya diri. Banyak wanita yang memilih menyembunyikan wajah dan senyumnya saat ada sesuatu yang dirasa kurang sempurna. Mungkin karena gigi yang kurang putih, dandanan kurang oke, atau alasan lainnya. Banyak orang berkata senyum adalah bentuk keramahan, ekspresi kebahagiaan, dan sukacita di hati. Banyak orang memuja-muja senyum. Sebagai wanita, siapa sih yang tidak melambung hatinya kalau dipuji memiliki senyum indah? Rasanya pujian seperti itu lebih berkelas dibanding pujian yang lain.

Tetapi sayang, sebagai wanita kita sering kurang berani tersenyum. Alasannya macam-macam. Atau bisa saja kita tersenyum, tetapi hanya di mulut. Hati kita mungkin tidak tersenyum. Jujur saja, berapa kali kita tersenyum di mulut, tetapi hambar di hati? Kita tersenyum karena terpaksa, karena ingin diterima masyarakat.Senyum yang tulus memang katanya keluar dari hati. Namun, kalau hati sedang gundah, siapa yang dapat mengobati? Kalau gigi kurang putih kita bisa memakai obat pemutih gigi. Tetapi adakah obat pemutih hati? Adakah obat yang membuat hati bisa tersenyum lebar? Saya teringat, suatu ketika saya diminta pemotretan untuk cover sebuah majalah wanita. Saat pemotretan berlangsung, saya diminta tersenyum tanpa kelihatan gigi.

Wah, rasanya aneh sekali karena setiap kali tersenyum, saya terbiasa memperlihatkan gigi. Jadinya saya harus menciptakan sendiri senyum yang baru tanpa kelihatan gigi, tetapi harus kelihatan ceria. Kalau ingat peristiwa itu, lucu juga, karena sepanjang pemotretan ada saja cerita-cerita lucu yang menggoda, sementara saya tidak boleh tersenyum lebar. Ekspresi paling maksimum hanya senyum dikulum. Saya baru merasakan betapa tidak enaknya menahan sukacita. Rasanya menahan sukacita sama sulitnya dengan menciptakan sukacita di hati.

Kata orang, senyum adalah obat dunia. Senyum yang tulus dari dalam hati menular ke orang-orang di sekeliling kita. Apakah kita sudah siap tersenyum hari ini? Walaupun gigi kita putih, bersih, dan menyilaukan, saya yakin senyum yang tulus dari hati lebih membawa sukacita ke dunia dibanding senyum indah, tetapi palsu. Kemarin saya melihat seorang anak kecil tersenyum lebar dengan giginya yang ompong. Senyumnya begitu lebar dan bahagia sehingga saya begitu ingin tahu apa yang membuatnya tersenyum seperti itu. Kapan terakhir kita tersenyum bahagia? Saat sedang jatuh cinta? Saat keinginan kita terpenuhi? Saat sedang menyembah Tuhan? Mari kita ciptakan senyum tulus di wajah yang bersumber dari hati yang berbahagia. Senyum yang asli, tulus tanpa beban. GBU all!

(Feby Febiola - Aktris dan penyanyi)

Carrie Underwood - Yesus "Menyetirku"

Masih ingat si cantik Carrie Underwood? Ya, dia adalah pemenang American Idol 2005. Yang melambungkan namanya adalah karena lagu bernuansa gospel (rohani) berjudul Jesus, Take The Wheel. Lagunya bertahan di peringkat pertama selama enam minggu di stasiun radio Amerika. Lagu ini berkisah tentang seorang wanita muda bersama bayi mungilnya yang berkendara di tengah hujan salju malam Natal. Tahun yang keras bagi mereka berdua, membuat pikiran sang ibu muda kacau dan imannya goyah. Tiba-tiba mobilnya tergelincir tak tentu arah. Ia sangat takut, hatinya menjerit memohon pertolongan: “Yesus, pegang tanganku. Aku tak dapat melakukan ini sendirian. Berikan padaku kesempatan sekali lagi. Selamatkan daku dari perjalanan (hidup) ini. Yesus, kendalikan hidupku.” Hatinya tersentak ketika mobilnya berhenti dengan aman. Bayi mungilnya lelap bergeming di kursi belakang. Ia mengucapkan doa yang sudah lama terlupakan, serta menyadari betapa pentingnya doa dan tuntunan Tuhan. Sungguh, ia mau ingat Dia untuk selamanya…Seperti Tuhan Yesus telah menyetir mobil ibu muda dan bayinya dalam lagu itu, Yesus juga “menyetir” hidup Carrie hingga memenangkan berbagai penghargaan. Ia meraih dua Grammy Awards, Artis Baru Terbaik, dan Penyanyi Country Wanita Terbaik. Lagu Jesus, Take The Wheel memenangkan Lagu Country Terbaik. Carrie Marie Underwood, kelahiran 10 Maret 1983, terdaftar sebagai jemaat Gereja Baptis dan telah menyanyi di gereja sejak usia dini. Dibesarkan di daerah peternakan Oklahoma (AS), Carrie mengungkapkan pengalamannya: “Banyak orang menganggap kehidupan orang Oklahoma sebatas memerah susu, memberi makan ayam, dan menunggang banteng. Sekalian saya tambahi: Ya benar, bahkan kalau bepergian kami nggak naik mobil.” (Ida)

Christy - Ganteng Banget..!

Bicara soal mendatangkan penyanyi luar negeri untuk konser, bagi Christy (27) sudah tak asing lagi. Bukan semata-mata karena dia putri pemilik Java Musikindo. “Aku memang suka pekerjaan seperti ini, mulai dari mengurus soal presscon sampai mengurus artisnya dan lain-lain,” ceritanya ringan.Bukan saja untuk artis-artis sekuler, ia pun pernah terlibat untuk acara konser penyanyi rohani. Sebut saja konser Hillsong United. Ia merasa tak membeda-bedakan pekerjaannya. “Nggak ada yang beda! Semua pekerjaan aku kerjakan dengan suka cita. Yang terpenting di mana pun aku bekerja, semoga dapat memuliakan Tuhan. Misalnya dengan cara kerja yang profesional.” Menjadi sales and promotion representative bukan hal baru bagi Christy. Alumnus UI ini mengaku meski bekerja di perusahaan keluarga, ia bekerja secara profesional. Dan, inilah salah satu pengalaman serunya “Aku suka banget Hoobastank terutama vokalisnya, Douglass. Pas kerja di acara konsernya agak-agak nggak konsen. Abis ganteng banget...!” (Rum)

Butet Kertaredjasa - Sketsa Sosial

Butet Kertaredjasa punya acara baru yang dia sebut 76 detik. “Sesungguhnya acara-nya berdurasi satu setengah menit, tapi isinya hanya 76 detik. Sisanya sponsor,” cetus raja monolog itu saat menjadi pembicara workshop TV Kampus di Auditorium Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta. Menurut Butet, acara itu sebenarnya “akal-akalan” dia saja. Sebagai praktisi seni peran, dia terbeban mengajarkan akting. Maka ia mendesain sebuah program dan menawarkannya kepada sponsor. “Syukur sponsornya masih bisa dikibulin. Maksud saya diyakinkan bahwa ini sebuah program yang bermutu. Setiap pukul 21.30 WIB seperti ada time signal, lalu muncul fragmen itu,” jelasnya. Baru TPI dan LATIVI yang sepakat menayangkan 180 episode dari sketsa tersebut. 76 detik adalah sebuat fragmen pendek berisi sketsa sosial yang disampaikan secara jenaka. Isinya mengingatkan hal-hal baik yang sudah dilupakan banyak orang —tentang indahnya hidup bersama, mengingatkan bahwa kesombongan itu tidak ada gunanya, bahwa kecerdikan-kecerdikan perlu dimunculkan, dan seterusnya. “Pe-mainnya saya sendiri, namun dalam beberapa karakter. Kadang dengan pemain lain seperti Tukul Arwana, Komeng, dan yang lain,” ujar kakak kandung seniman Djaduk Ferianto itu. (Alex)

Harvey Malaiholo - Waktu Bagi Tuhan

Kita sudah jarang bertemu Harvey Malaiholo (44) di layar kaca. Tetapi itu bukan berarti menyurutkan bakat menyanyinya. Ketika ditemui di Rumah Sakit PGI Cikini beberapa waktu lalu, dia mengungkapkan kesibukan yang sekarang cenderung tidak diekspos oleh media. Dan pada saat ditanya mengenai apakah ini lantaran banyaknya penyanyi pendatang baru, dia mengelak. “Regenerasi itu kan lebih disebut proses alam. Faktor usia sesuatu yang tak terhindarkan. Penyanyi-penyanyi baru pun akan mengalami hal yang sama nantinya.” Penyanyi yang baru saja meluncurkan album terbaru itu berujar, “Bagi saya pelayanan adalah bagaimana kita bisa memberikan waktu dan seluruh hidup kita untuk Tuhan.” Karenanya, meski sibuk dengan album dan lagu-lagu sekulernya, Harvey yang juga pengisi acara Selebriti Jam, tayangan Anteve ini tetap ambil bagian dalam berbagai pelayanan, “Itulah arti pelayanan bagi saya!” (Gun)

Berinvestasi Secara Alkitabiah

Pertanyaan: Halo Mas Eko, senang sekali bisa membaca bahasan Anda tentang keuang-an yang ringkas dan tidak rumit. Saya mau tanya, apakah Alkitab menjelaskan tentang berinvestasi? (Irwan - Solo)

Jawaban:

Halo Irwan, senang bisa mengenal Anda dan mengetahui Bahana membantu dan memberikan nilai positif kepada Anda. Untuk pertanyaannya, puji Tuhan kita memiliki Kitab Suci yang sangat lengkap. Bahkan kalau kita mau teliti, banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari Alkitab termasuk tentang keuangan dan investasi. Pasti Anda pernah mendengar cerita Yusuf dengan mimpinya.

Nah, cerita itu bila kita teliti mengajarkan kita pentingnya menabung dan memikirkan masa depan. Di sana diceritakan bagaimana Yusuf, walaupun keadaan negaranya sedang makmur, tetap menabung dan menyisihkan sebagian hasil panen untuk mempersiapkan keadaan susah yang terjadi beberapa tahun ke depan. Memang dalam cerita itu, Yusuf mengetahui keadaan masa depan melalui mimpinya. Tapi menurut saya, cerita ini menggambarkan juga bahwa tidak ada yang tidak mungkin di masa depan. Artinya, kalau saat ini kita makmur, jangan terlalu yakin akan terjadi hal yang sama pada tahun depan. Jadi, untuk mempersiapkan ke-hidupan yang lebih baik di masa depan, kita jangan menunggu dan pasrah. Ciptakanlah kehidupan yang lebih baik masa depan itu. Mulailah menabung dan berinvestasi sebagai bagian dari mencip-takan masa depan yang lebih baik.

(Eko Endarto, RFA - Konsultan Perencana KeuanganBiro Perencanaan KeuanganSafir Senduk dan Rekan - perencanakeuangan.com)

Jangan Bayar Mahal Untul Keinginan

Ada satu iklan produk obat di televisi yang menarik perhatian saya. Iklan tersebut menceritakan dua orang yang akan membeli obat di sebuah warung. Masalahnya, obat yang mereka inginkan hanya tinggal satu.

Untuk bisa mendapatkan obat tersebut, kedua orang ini bersaing menaikkan harga. Orang pertama menawarkan motor, sedangkan orang kedua menawarkan mobil. Kedua tawaran ini sebenarnya sangat menggiurkan karena memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada nilai obat yang ingin dibeli (harga obat tersebut paling mahal Rp10.000). Namun, kedua tawaran ini ditolak oleh pemilik warung karena dia sendiri sedang sakit dan ingin mengonsumsi obat tersebut. Iklan ini menggambarkan bahwa orang bersedia membayar mahal untuk mendapatkan keinginannya. Ketika seseorang berusaha mendapatkan keinginannya, ia seolah-olah sanggup membayar berapa pun harganya. Sering kali, tanpa berpikir lebih lanjut, orang akan memberikan apa pun yang dimiliki. Tanpa pertimbangan matang, sering kali seseorang harus membayar terlalu mahal untuk memenuhi keinginannya.

DUA SKENARIO

Kita akan melihat iklan di atas sebagai contoh dari dua skenario. Pertama, pemilik warung tidak bersedia menjual obatnya. Perasaan sangat bangga setelah berhasil mendapatkan keinginannya dan meminum obat tersebut akan segera berganti dengan penyesalan yang sangat dalam. Dia akan segera menyalahkan dirinya karena “usaha untuk mendapatkan keinginannya” sudah menutup peluang mendapat keuntungan yang sangat besar (senilai mobil). Keinginan yang kuat membuat dia tidak bisa berpikir jernih. Orang yang menawarkan mobil dan motor akan merasa sedih dan gagal pada waktu permintaannya ditolak. Namun setelah beberapa waktu, mereka berdua akan bersukacita karena tidak kehilangan motor dan mobil demi sebutir obat.

Kedua, pemilik warung bersedia menjual obat tersebut kepada orang yang menawarkan mobil kepadanya. Pemilik warung akan bersukacita karena berhasil mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Awalnya, pemilik sepeda motor akan sedih sedangkan pemilik mobil akan senang karena berhasil mendapatkan keinginannya. Namun setelah beberapa waktu, pemilik sepeda motor akan sangat bersyukur. Sebaliknya pemilik mobil akan sangat sedih. Sang pemilik mobil akan digelari oleh teman-temannya sebagai “orang paling mahal tahun ini”. Keinginan untuk mendapatkan obat dengan harga paling mahal sepuluh ribu rupiah harus ditukar dengan mobil yang minimal bernilai 50 juta rupiah.

JANGAN MAU BAYAR MAHAL

Pelajaran yang bisa kita tarik dari cerita di atas adalah “Jangan membayar terlalu mahal untuk mendapatkan keinginan kita”. Salah satu keinginan yang biasanya berani kita bayar dengan sangat mahal adalah “keinginan untuk menjadi kaya”. Ada orang yang berani mengorbankan kesehatannya untuk mendapatkan kekayaan. Setelah sakit, semua kekayaan yang dia dapatkan akan digunakan untuk biaya pengobatan. Bahkan sering kali, uang untuk pengobatannya jauh lebih besar daripada uang yang didapatkan.

Ada orang yang berani mengorbankan keluarganya untuk mendapatkan kekayaan. Setelah mendapatkan kekayaan, ia kehilangan keluarganya. Akhirnya akan ada penyesalan yang sangat dalam. Ingat nasihat Rasul Paulus dalam 1 Timotius 6:9, “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.”

Oleh karena itu, Tuhan ingin agar umat-Nya “tidak ingin kaya” supaya mereka tidak menyesal di kemudian hari. Tuhan ingin umat-Nya memiliki kekayaan, tetapi kekayaan tersebut harus diperoleh dengan cara Tuhan. Di luar cara Tuhan (yang berarti menghalalkan segala cara untuk menjadi kaya) akan membuat seseorang menyesali dirinya ketika mendapat kekayaan. Sama seperti pemilik mobil pada skenario kedua yang mendapatkan obat dengan menyerahkan mobilnya.Jangan berani membayar terlalu mahal untuk mendapatkan keinginan Anda! Amin.

(Benny Santoso, S,T.,M.Com. Penulis buku best seller All About Money)

Ingin Cerai Karena Beda Agama

Pertanyaan: Shalom Bahana, Saya mempunyai pergumulan. Dulu saya seorang Kristen tetapi saya me-nikah dan masuk agama pasangan saya. Sejujurnya hati hati kecil saya tidak bisa menerimanya. Bolehkah saya bercerai? (Anto, 08135803xxxx)

Jawaban:

Shalom Anto, Firman Tuhan melarang dengan tegas untuk bercerai. Saya ingin tahu apakah saat menikah Anda sudah lahir baru atau sekadar kristen KTP? Karena bagi saya, Kristen KTP itu sama saja belum bertobat. Mencoba menikah dengan seseorang yang bertentangan dengan firman itu sebenarnya Anda sudah tahu risikonya, bukan?

Buktinya, hati kecil Anda tidak bisa menerimannya. Tapi bukan berarti dalam hal ini Anda diperbolehkan untuk menceraikan istri. Alkitab berkata suami yang beriman akan menguduskan istrinya yang tidak beriman. Tetapi risiko selama proses itu seperti tekanan dan penderi-taan yang Anda alami sekarang ini harus Anda pikul. Itu adalah konsekuensi dari keputusan Anda menikahi pasangan Anda. Kalau Anda mau sungguh-sungguh bertobat, Tuhan pun bisa merubah istri Anda.

Jadi saran saya, jagalah perkawinan Anda supaya tetap dalam keadaan yang baik. Bertobat-lah sungguh-sungguh dan berdoalah untuk istri Anda. Hanya Tuhan yang bisa menjamah dan mengubah dia. Jadi jangan diceraikan, tapi didoakan. Risiko tertekan batin itu harus Anda tanggung karena itu adalah konsekuensi menikah. Semoga sukses selalu.

(Pengky Andu, wakil gembala GBI REM, penulis buku I Believe I Can Fly, Beribadah Dengan Akal Sehat, Bahagia Tanpa Sebab, Cantik Tanpa Kecantikan)

Etika Bekerja Rangkap

Tuntutan zaman terus meningkat. Hal tersebut mau tidak mau membuat banyak orang mencoba untuk bekerja bukan hanya di satu tempat, tapi di beberapa tempat. Selain karena faktor keuangan, banyak profesional yang merasa perlu untuk mengasah kemampuan lebih lagi. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, justru bekerja rangkap bisa menghancurkan kredibilitas dan nama baik kita di mata orang lain.

UKUR KEMAMPUAN DIRI

Sebelum mengambil side job, kita harus sungguh-sungguh mengukur kemampuan diri kita. Bagaimanapun, pekerjaan—utama atau side job, keduanya menuntut hasil optimal. Jadi, dibu-tuhkan profesionalitas dan integritas kita dalam bekerja. Bukan mentang-mentang side job, lantas kita bekerja setengah hati. Sikap seperti ini justru akan merusak citra dan nama baik kita. Karena itu, ukurlah terlebih dahulu ke-mampuan diri atau waktu kita sebelum menerima side job di tempat lain. Pun demikian, kita tetap harus mampu memprioritaskan pekerjaan utama di atas side job. Yang utama harus kita dahulukan karena secara kapasitas dan tanggung jawab, tentu jauh lebih besar dibandingkan pekerjaan sampingan kita.

Lagi pula, perusahaan tempat kita bekerja memiliki aturan-aturan yang harus kita taati. Jadi, sebagai seorang pekerja profesional, kita harus menaati etika dan aturan di perusa-haan tempat pekerjaan utama kita. Karena itu, kita harus pan-dai-pandai memilih side job yang tepat. Contohnya, jika pekerjaan utama kita menuntut untuk kita berla-ma-lama di depan komputer dan harus selalu masuk kantor setiap hari, pilih-lah pekerjaan sampingan yang tidak membutuhkan kehadiran fisik setiap hari. Misalnya, kita bisa menjadi penu-lis dan penjaga rubrik tetap di sebuah majalah atau kita juga bisa menjadi desainer mode di beberapa majalah.

Kalau tidak, kita bisa memilih side job yang bisa dikerjakan di malam hari seperti menjadi MC di sebuah acara atau menjadi pengajar kursus-kursus keterampilan. Pendek kata, presensi kita di kantor tidak terganggu, tapi kita juga bisa membagi fokus pikiran selama kita melakukan pekerjaan utama.

WATCH OUT THESE THINGS!

Bekerja di mana pun, kita harus tahu etika. Jika perusahaan melarang karyawan mengambil kerja sampingan, kita harus komitmen dengan aturan tersebut. Jika tidak ada aturan tertulis yang menghendaki demikian, kita bisa mengatur waktu kita dengan baik sehingga kalau memang diperlukan, kita bisa mengambil kerja sampingan. Dengan kata lain, kita tidak boleh mencuri waktu atau jam kerja di pekerjaan utama untuk mengerjakan side job kita. Kita juga tidak boleh menggunakan fasilitas kantor tempat pekerjaan utama kita untuk melancarkan pekerjaan side job kita, termasuk menggunakan fasilitas telepon, faks, komputer, kendaraan milik perusahaan atau fasilitas yang lain.

Tentu tidak etis jika kita melakukannya, bukan? Bagaimana dengan kartu nama? Kalau kita bekerja di dua perusahaan berbeda, tentu kita tidak boleh mencantumkan dalam satu kartu nama. Lebih etis kalau kita membuat dua kartu nama yang berbeda. Kecuali kalau kita merangkap kerja di dua perusahaan namun masih berada dalam satu induk. Usahakanlah bersikap profesional dalam mengatur waktu Anda. Menyusun jadwal adalah langkah praktis menghindari terjadinya overload tanggung jawab. Dengan mengatur dan memanajemen waktu, kita bisa tetap berprestasi di pekerjaan utama sekaligus eksis di side job kita.

JADILAH ORANG YANG BISA DIPERCAYA

Bekerja profesional menuntut kredi-bilitas dan integritas. Jika kita tidak dapat dipercaya, karier akan mandek dan nama baik kita pun akan hancur. Atasan tidak akan memercayakan tanggung jawab yang lebih besar lagi. Karena itu, kalau kita bekerja rangkap, hindari membuka rahasia perusahaan kepada perusahaan tempat kita bekerja sampingan. Kita harus pandai memi-lah-milah mana hal yang perlu kita bicarakan dan mana yang tidak. Di mana pun dan apa pun profesi Anda, tunjukkan bahwa Anda bukan hanya bisa berprestasi, tapi integritas dan kredibilitas Anda layak untuk dipercayai.

(Indayati Oetomo - Direktur Internasiona John Robert Powers)

Je, Evaluasi Bapak, Dong!

Dua tahun terakhir ini kami selalu meminta pendapat anak-anak tentang kinerja kami sebagai ayah dan ibu. Biasanya saya atau Wita mengajak salah satu anak kami berjalan-jalan berdua saja; kadang-kadang ke mal, berenang, makan sambil main catur atau sekadar keliling kota. Hanya berdua, dengan Jo atau Je (Moze kami panggil Je). Pada kesempatan santai ini saya berkata pada salah satu anak, “Je, kamu evaluasi Bapak, dong.” Ini kesempatan bagi anak-anak mengutarakan pandangan mereka tentang seberapa berhasil saya menjadi ayah mereka.

Moze (9 tahun) paling senang mengemukakan pendapatnya tentang papanya. Saya senang karena dia tidak ragu-ragu mengutarakan kekurangan saya. Suatu kali, Moze mengevaluasi saya sebagai berikut:

1. Aku senang Bapak mengantar aku ke sekolah tiap pagi, apalagi kalau naik motor.
2. Bapak suka mengajak aku makan es krim kesukaanku.
3. Kadang-kadang Bapak marah sama aku, padahal aku nggak ngerti alasannya.
4. Aku tidak suka kalau Bapak marah, suara Bapak keras.
5. Bapak tidak mau belajar mainan-mainan yang aku sukai.
6. Aku tidak suka kalau Bapak menghukum, mainanku disimpan terlalu lama.

Josephus (13 tahun) baru-baru ini mengevaluasi Wita sebagai ibu demikian:

1. Aku senang Mama membantu aku mencari bahan pelajaran di internet.
2. Aku senang Mama memasak makanan yang aku sukai.
3. Aku nggak suka Mama terus mengingatkan aku untuk belajar (Jo ikut program akselerasi sehingga saya cukup cerewet mengingatkan dia belajar).
4. Aku mau Mama juga belajar mainan yang aku suka, khususnya game.

Beberapa point yang kami rasa perlu diperhatikan, kami catat dan tanyakan lebih lanjut kepada anak-anak untuk memperjelas maksud mereka. Dalam evaluasi berikutnya catatan-catatan itu kami buka dan bicarakan kembali. Kami juga menjelaskan alasan kami mendisiplin, misalnya. Saya dan Wita juga meminta maaf untuk kesalahan yang kami lakukan. Satu hal yang kami jumpai dalam pelayanan/konseling terhadap anak dan remaja adalah anak/remaja merasa orangtuanya tidak mengerti mereka. Kebalikannya, orangtua mengatakan “sudah memberi maksimal kepada anak, bekerja mati-matian untuk anak, dan seterusnya.” Kesenjangan generasi ini rasanya tidak terjembatani dan membutuhkan mediator atau konselor untuk mendekatkannya.

Nah, sebelum terlambat, tidak ada salahnya kita bekerja sama dengan anak, saling mengevaluasi, tentu dalam bahasa anak (karena anak tidak bisa mencapai bahasa kita). Memang diperlukan pengorbanan waktu, saling pengertian, pembelajaran ulang tentang psikologi perkembangan anak, kadang korban perasaan (karena harus bisa menga-takan “maaf” pada anak).Jangan kita anggap anak-anak hanya memikirkan hal-hal sepele. Sebenarnya cukup banyak pertanyaan di benak mereka yang perlu jawaban. Tapi mereka tidak tahu cara menanyakannya. Sementara pertanyaan-pertanyaan itu berkeriapan dalam pikiran mereka, anak-anak kita seolah-olah kurang memerhatikan, entah pelajaran atau panggilan kita. Cobalah ajak anak-anak mengobrol, siapa tahu percakapan itu meminimalkan pertanyaan-pertanyaan mereka. Dalam pengalaman saya dengan anak-anak, mereka akan lebih punya konsentrasi dan perhatian jika kita memberi cukup waktu mengobrol dengan mereka.

Suatu kali, istri saya mengingatkan saya bahwa saya sudah lama tidak mengajak anak-anak jalan. Saya memang cukup sibuk dan kali ini kami kecolongan. Maka, sambil makan french fries di mal, saya meminta Moze kembali mengevaluasi ayahnya. Untuk beberapa saat Moze tidak peduli. Dia asyik makan. Kebetulan, french fries makanan kesukaannya itu jarang kami belikan. Sesudah mengajak ngobrol ke sana ke mari, membuat beberapa lelucon untuk “menggerakkan” Moze, akhirnya Moze buka mulut, “Aku nggak bisa evaluasi Bapak kali ini!”

“Mengapa?” “Bapak terlalu sibuk. Bapak nggak pernah cerita sama aku lagi!” Sampai di rumah saya menceritakan percakapan ini pada Wita, “Aku kena batunya. Tolong bantu aku, jangan sampai kelalaianku terulang kembali. Ingatkan kalau aku lupa.” Di samping minta bantuan istri, saya juga tertolong lewat pembelajaran parenting di kelas Institut Konseling dan Parenting Terapan LK3. Para narasumber kami memberikan motivasi dan ketrampilan mendidik anak dengan lebih baik. Semoga kita tidak bosan belajar untuk menjadi orangtua bagi masa depan anak-anak dan generasi keturunan kita.

(Julianto dan Roswitha)


WORKING WITH YOUR HEART
(PEKERJAAN BERKUALITAS LAHIR DARI HATI)

Ada orang yang bekerja dengan kepandaian dan pengetahuannya (head), ada pula yang mengandalkan koneksinya. Namun semua itu tidak menjamin bahwa mereka dapat menikmati pekerjaannya, sampai mereka bekerja dengan hatinya (heart). Selain bisa menikmati yang dikerjakan, bekerja dengan sepenuh hati hasilnyapun akan maksimal.

Ketika kita bekerja dengan hati, kemauan kita akan lebih kuat. Pikiran kita akan semakin tajam, sehingga akan lebih produktif dibanding bekerja tanpa hati. Dorongan hatilah yang menggerakkan pikiran, kemauan dan tindakan kita. Bagaimana bekerja dengan hati ? Mulailah dengan lima langkah berikut ini :

1. Tetapkan tujuan dalam hati.
Banyak tujuan yang bisa kita temukan ketika bekerja, mungkin untuk mendapatkan uang, pengalaman, posisi atau gengsi dan beberapa tujuan lainnya. Namun dalam persaingan bisnis yang ketat dan di tengah kesulitan akibat berbagai krisis, mereka yang bekerja digerakkan oleh tujuan-tujuan mulia yang lahir dari hati nurani, seringkali bertahan dan meraih sukses.

2. Temukan kepuasan dalam hati.
Kepuasan finansial, kepuasan karir dan kepuasan-kepuasan lain yang bersifat fisik, tidak ada habisnya sehingga seringkali membuat orang lupa diri dan terjebak dalam penyimpangan-penyimpangan bisnis yang akhirnya menimbulkan persoalan besar. Pencarian kepuasan batin atau hati akan menjaga seseorang melakukan cara-cara yang benar dan aman dalam berbisnis.

3. Bekerja dengan ketetapan hati yang teguh.
Halangan terbesar dalam bekerja adalah kondisi mental hati kita. Kurang antusias, kalah sebelum berperang, perasaan kurang mood dan berbagai kondisi mental yang melemahkan lainnya akan menjadi penghalang kesuksesan kita. Jika kita yakin terhadap motivasi hati kita yang bersih dan yakin dengan tujuan-tujuan mulia dalam hati kita, maka apapun halangannya akan dapat kita atasi dengan ketetapan hati yang teguh.

4. Bangun team dengan kesehatian.
Tidak ada orang yang bisa sukses maksimal dengan bekerja sendirian. Bekerjasama dengan team maka kita dapat mencapai hasil lebih maksimal. Team yang kuat, utuh solid dan kompak, hanya bisa diwujudkan melalui kesehatian satu sama lain.

5. Bekerja dengan sepenuh hati.
Apapun yang dikerjakan dengan sepenuh hati, keseriusan, fokus dan totalitas akan menghasilkan kualitas prima. Kesuksesan selalu diraih oleh mereka yang bekerja dengan segenap hatinya.

Oleh : Jakoep Ezra, MBA, CBA
Character Specialist
www.powercharacter.com

The SIX Secret to Success Selling

Secret number One is FOCUS

Untuk menjadi seorang sales yang sukses, dibangun dari Dreams, Goals dan Plan
3 pertanyaan mendasar yang harus mampu kita jawab

1. Apa yang ingin kita capai ?
2. Mengapa kita menginginkannya ?
3. Bagaimana cara mencapainya

Fokuslah kepada tujuan, rencanakan sukses yang ingin dicapai

Secret number Two : PRIDE

Kunci keberhasilan kedua dalam menjual adalah memiliki rasa BANGGA. Bangga pada diri sendiri serta profesi ,Bangga pada Produk yang dijual, Bangga kepada perusahaan tempat kita bekerja
Masih begitu banyak para sales person yang tidak bangga terhadap profesi yang dijalankan. MALU mengungkapkan dirinya sebagai seorang Sales, menganggap pekerjaan nya tidak berharga,
Sales yang tidak BANGGA terhadap pekerjaan nya, dia menutup sendiri PINTU KEBERHASILANNYA

Secret number Three : SELLING SKILLS

Menjual bukan hanya sekedar TELL n SELL your Product.
Ketrampilan menjual ( Selling Skills ) adalah senjata kita untuk memenangkan penjualan.Bagaimana mendapatkan prospek yang tepat, bagaimana membangun hubungan dengan calon pembeli, bagaimana mengetahui KEBUTUHAN calon pembeli, bagaimana memberikan Solusi yang tepat , bagaimana mempresentasikan penjualan, melakukan penutupan penjualan, serta membina hubungan jangka panjang dengan pembeli.
Kesemua langkah tersebut membutuhkan penguasaan SELLING SKILLS yang baik.

Secret number Four : ACTIVITY

Memiliki ketrampilan menjual tanpa kemauan melakukan aktivitas penjualan ?
Tidak ada kesuksesan yang datang dengan sendirinya, tidak ada hasil yang luar biasa tanpa aktivitas yang kita lakukan. Goals dan Planning hanya akan menjadi angan angan tanpa aktivitas penjualan. Dengan aktivitas, kemampuan dan ketrampilan kita dalam menjual semakin hari akan semakin terasah, lebih jeli membidik pasar yang tepat, Skill level kita akan semakin meningkat, so pasti Closing ratio pasti meningkat.

Secret number Five : ENTHUSIASM

Antusiasme, ibarat bahan bakar menjalankan sebuah kendaraan. Antusiasme adalah bahan bakar menuju sukses penjualan.
Antusiasme lah yang mampu mendorong, menjalankan segala kegiatan penjualan kita menuju GOALS / tujuan yang telah kita tetapkan. Tanpa semangat, jangankan mampu berlari mengejar impian dan tujuan kita, jalanpun terasa berat

Secret number Six : COMMITMENT

Komitmen adalah rambu rambu menuju kesuksesan menjual. Komitmen pada diri sendiri, pada perusahaan juga pada pelanggan.
Komitmen pada diri sendiri akan mampu mengarahkan kita tetap pada tujuan awal , sekalipun ditengah perjalanan menuju sukses, banyak rintangan yang menghalangi perjalanan sukses, kita akan tetap mengarah pada tujuan awal
Komitment pada perusahan akan membawa kita pada loyalitas dan integritas kerja.
Komitment pada pelanggan, akan menumbuhkan dan membangun trust calon pembeli kepada kita, kepada produk dan kepada perusahaan .

Happy Selling

Salam Luar Biasa.

Euro Declines as German Ministry Says Economy Is Deteriorating

Aug. 20 (Bloomberg) -- The euro fell against the dollar to near the lowest level in six months as Germany's Economy Ministry said the outlook for Europe's largest economy has deteriorated even beyond the second quarter.

The pound fell to near a two-year low versus the dollar as minutes of the Bank of England's August meeting indicated British inflation risks may have ``eased a little'' while the outlook for the economy got worse. The dollar has risen 8 percent versus the euro from the record low set in July.

``The market was waiting for a big correction after such a massive dollar rally, but they never got it,'' said Steve Butler, director of foreign-exchange trading at Scotia Capital Inc. in Toronto. ``People are pessimistic about European growth. They are coming back to buy the dollar on a dip.''

The euro decreased 0.2 percent to $1.4748 at 10:38 a.m. in New York, from $1.4776 yesterday, when it touched $1.4631, the lowest since Feb. 20. It reached the record high of $1.6038 on July 15. The currency fell 0.1 percent to 161.92 yen, from 162.13 yesterday, when it touched 160.87, the weakest in three months. The dollar traded at 109.76 yen, compared with 109.72.

The pound dropped 0.3 percent to $1.8621 on the Bank of England's economic outlook, after touching $1.8512 on Aug. 15, the lowest level since July 2006.

BOE policy makers split three ways when they kept the target lending rate unchanged earlier this month, minutes of the Aug. 7 meeting showed today. Governor Mervyn King and six other members of the Monetary Policy Committee held the benchmark at 5 percent, while one official voted for a rate increase and another called for a cut to help sustain growth.

Freddie Mac

The dollar erased its gain versus the yen and pared its advance against the euro after the Wall Street Journal reported that Freddie Mac executives are scheduled to meet with U.S. Treasury Department officials today.

Crude oil increased 1.5 percent to $116.24 a barrel. The euro-dollar exchange rate and oil have had a correlation of 0.9 in the past year, according to Bloomberg calculations. A reading of 1 would mean they move in lockstep.

Futures on the Chicago Board of Trade show a 21 percent chance the U.S. central bank will raise the 2 percent target rate for overnight lending between banks by at least a quarter- point by its Dec. 16 meeting, down from 35 percent odds a week earlier. Policy makers next meet Sept. 16.

The euro fell 0.2 percent to 14.9409 Mexican pesos as Germany's economic ministry said in its monthly report that growth will remain moderate.

The country's BDB banking association said it no longer expects Europe's biggest economy to expand between 2.25 percent and 2.50 percent this year, and will change its growth forecast on Sept. 18. The German economy shrank 0.5 percent in the second quarter, the first contraction in four years.


Kritikan untuk Arnold Schwarzenegger dan Ted Turner

Apa kamu mau terus-terusan menghabiskan waktu di gimnasium dan hidup dalam mimpi? Begitu yang didengar Arnold Schwarzenegger dari keluarganya dulu ketika ia memutuskan untuk ikut kontes Mr. Universe.

Suatu jaringan berita global 24 jam tidak akan pernah berhasil dilaksanakan Respon para eksekutif network pada rencana Ted Turner untuk CNN

Begitulah… Komentar dan kritik bisa datang dari mana saja. Dari keluarga, teman, rekan kerja, atau bahkan dari pakar sekalipun. Kelihatannya mereka berusaha menolong dengan menunjukkan keterbatasan atau kekurangan anda. Tapi sebenarnya yang mereka tunjukkan adalah keterbatasan yang mereka miliki sendiri.

Karena hanya anda sendirilah yang tahu keterbatasan diri anda, bukan mereka. Andalah yang menjalani setiap detik dan menit dari kehidupan anda. Dan andalah yang memegang kendali hidup untuk kesuksesan anda sendiri, bukan mereka.

Yang paling mudah adalah gali kiat sukses orang-orang di bidang bisnis anda, sesuaikan dengan kebutuhan dan kerjakan sekarang juga dengan konsisten. Apapun hasil usaha anda, pastinya anda 1.000 langkah lebih maju daripada orang-orang yang cuma bisa berkomentar dan mengkritik anda. Buktikan kesukesan anda!

Kode Mata Uang dan Istilah Slank nya
20 08 2008

Marketiva menyediakan delapan mata uang utama untuk ditradingkan, Mata uang utama juga umum disebut dengan istilah mata uang major, diantaranya:

* USD: United States Dollar
* EUR: Euro, mata uang Eropa
* GBP: Poundsterling Inggris
* CHF: Swiss Franc, mata uang Swis
* CAD: Canadian Dollar, Mata uang Kanada
* AUD: Australian Dollar
* JPY = Japanese Yen
* NZD = New Zealand Dollar, mata uang Selandia baru

Mata Uang mayor adalah mata uang kuat yang paling sering ditradingkan di pasar forex (pasar valas). Pengertian dari pasangan mata uang ini juga harus difahami dalam trading forex. Misal pair atau pasangan mata uang EUR/USD: apabila keadaan fundamental dari USD bagus, dan menyebabkan mata uang USD menguat, maka EUR/USD grafiknya akan turun. Sebaliknya jika EUR menguat, maka grafik EUR/USD akan naik.

Secara umum, jika terdapat pasangan mata uang AAA/BBB dan mata uang di bagian depan menguat ( dalam hal ini mata uang AAA), maka charting dan nilai pasangan AAA/BBB akan naik. dan berlaku sebaliknya jika BBB menguat, maka charting dan nilai AAA/BBB akan menurun.

Dalam forex trading semua mata uang selalu ditransaksikan berpasangan, misalnya EUR/USD, mata uang di depan selalu bernilai 1, sedangkan mata uang yang di belakang berubah ubah nilainya sesuai harga pasar.

Istilah slank atau julukan untuk beberapa mata uang tertentu:

* AUD/USD: Aussie
* GBP/USD: Cable
* EUR/USD: Euro
* GBP/JPY: Geppy
* NZD/USD: Kiwi
* USD/CAD: Loonie
* USD/CHF: Swissy
* USD/JPY: Gopher
* USD/CAD: Beaver

Marketiva menyediakan layanan spot forex trading untuk pasangan mata uang seperti yang disebutkan di bawah ini, kedepannya ada kemungkinan untuk ditambah.

* EUR/USD
* USD/JPY
* GBP/USD
* USD/CHF
* USD/CAD
* AUD/USD
* NZD/USD
* EUR/JPY
* EUR/GBP
* EUR/CHF
* GBP/JPY
* AUD/JPY
* CHF/JPY
* GBP/CHF
* EUR/CAD
* EUR/AUD
* AUD/CAD

Informasi lengkap mengenai singkatan mata uang bisa anda dapatkan di Wikipedia.


Terjunnya Theo di kancah pasar uang agaknya tak terduga sebelumnya. Pria kelahiran Manado, 21 September 1956, ini semula berangan-angan jadi pastor, tapi dikeluarkan saat naik ke kelas 3 Seminari Menengah Tomohon tahun 1974. Anak ke-4 dari 7 bersaudara ini sama saja dengan ayah, paman, para sepupu, dan saudaranya, yang pernah masuk ke seminari namun gagal jadi pastor. "Saya menanggung harapan besar. Nilai dan aktivitas sekolah bagus. Maka ibu terguncang dan jatuh sakit ketika saya keluar," kenangnya.
Pastor pembimbing waktu itu mengatakan, ia akan lebih sukses hidup di luar biara. Kendati sedikit menyesalkan keputusan itu, ia berbalik haluan. Ia melamar ke Bank Indonesia dan diterima di BI cabang Surabaya. Setelah 2 tahun bekerja, timbul keresahan di antara teman-temannya yang cuma berijazah SMA. Sebab dengan begitu, mereka tak mungkin bisa masuk jajaran staf. "Nggak bakal pakai dasi dong seumur-umur," papar Theo mengenang.
Nampaknya BI tanggap pada kegalauan itu dan mengadakan seleksi untuk promosi. Yang lolos akan disekolahkan sejajar dengan universitas. Dari BI Surabaya lulus 4 orang, salah satunya Theo. Sementara dari seluruh Indonesia terjaring 60 orang. Mereka dimasukkan ke Pendidikan Ahli Administrasi dan Keuangan Bank di Jakarta, menjalani pendidikan maraton dari pukul 08.00 - 17.00 setiap hari dengan fasilitas penuh, selama 3 tahun. "Gelarnya sejajar akuntan, tapi BI nggak kasih gelar, takut kami keluar."
Sempat bekerja di bagian pengawasan BI selama setahun, ia kembali mengikuti seleksi intern guna ditempatkan di London. Dari 40 peserta hanya Theo yang lulus. Di London ia langsung jadi staf termuda pada umur 23 tahun. Kesempatan di sana ia gunakan untuk mengikuti serangkaian pelatihan dan praktek. Belajar valas di Paris, London, Amsterdam, dan Kopenhagen. Mempelajari bank sentral di Denmark dan Belanda, menggeluti cadangan emas di Swis, juga duduk dan bermain di banyak ruang transaksi valas. "Waktu itu kepala dealing room Jakarta pindah, jadi saya disiapkan untuk menggantikannya. Saya sadar, untuk jadi dealer harus punya pengalaman dan cakrawala dengan duduk di pusat keuangan dunia."
Penempatan dealer di BI sebenarnya bertujuan untuk mengelola cadangan devisa sejumlah AS $ 6 miliar dengan menempatkannya di posisi yang tepat. Bukan untuk memperdagangkannya. "Maka di luar jam kerja, saya main margin trading atas nama pribadi, bukan BI."
Setelah 5 tahun bermukim di Inggris, Theo sebenarnya ingin pulang ke tanah air, tetapi pemerintah Inggris mengetahui reputasinya dan memberi izin tinggal tetap. Ia bisa bekerja apa saja. "Wah, percaya dirilah saya. Pekerjaan BI yang diidamkan banyak orang nggak terlalu menggiurkan lagi," kata Theo.
Maka, ketika benar-benar pulang ke Indonesia ia sekaligus minta izin keluar dari BI untuk masuk ke London School of Economics (LSE). Maksudnya sebagai batu loncatan untuk bekerja di Bank Dunia atau IMF. Tapi keasyikan bermain valas membuatnya malas bersekolah. "Jiwa saya player, jadi saya tak jadi masuk LSE meskipun sudah diterima. Saya main valas terus, dan ingin menikmati hasilnya. Saya ingin menikmati hidup bukan sebagai pegawai BI yang bertahun-tahun cuma bisa naik mobil sederhana."
Saat main margin trading, pertengahan 1980-an, modal dengkul masih berlaku. Modalnya dipinjami, tapi kalau untung masuk kantung sendiri. Pokoknya main untuk meramaikan. Masa itu tak sulit mereguk untung lantaran pasar gampang diterka. Dolar turun searah. Tapi sejak 1987, peluang meraup keuntungan makin sulit. Selain pemain makin banyak, modal pun mulai diatur. Saat itulah Bank Duta terpuruk karena permainan valas.
Soal kesempatan meraup untung memang tak ada yang lebih cepat daripada main valas. "Saya masih ingat, hanya dengan mengangkat telepon dari vila di Puncak sambil main gaple dan makan pisang goreng, bisa dapat AS $ 60.000 semalam."
Telepon memang diibaratkan cangkulnya buat cari makan. Juga berbagai perangkat komunikasi. Baik untuk bertransaksi ke seluruh dunia, memantau pasar yang berjalan 24 jam sehari, juga melihat kerugian dan keuntungan uangnya. "Tapi hidup saya tak habis di sana. Apa lagi saya harus membagi pengetahuan kepada banyak orang. Kalau menulis dan bikin analisis, saya tak main. Saya meramal dan menghitung, biar orang lain yang dapat keuntungan."
Cita-cita saya membuat Speed Currency seperti Bloomberg. Ia besar dan disegani, meski awalnya juga dirintis di garasi, ia menunjuk garasi di rumahnya yang berhalaman luas di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ia mempekerjakan 4 orang yang, selain mengolah analisis, juga bertindak sebagai fund manager. "Mereka jago-jago yang tak bisa dianggap remeh, karena lewat tangannya sering terjadi transaksi miliaran dolar," kata Theo bangga.
Karena bekerja di rumah, Theo tak terikat pada aturan dan jadwal kerja yang pasti. Ia adalah pegawai bagi dirinya sendiri. Juga pegawai yang mengantar anak-anak ke sekolah, menemani mereka bepergian, bahkan mendampingi saat mereka mau tidur.
Theo menganggap, anak-anak lebih memerlukan kebersamaan ketimbang uang. Tak soal ia telah punya vila di Puncak, Jawa Barat, dan hotel di atas tanah 10 ha di Manado. Anak-anak pula yang menghadirkan cerita unik bagi perjalanan hidup Theo. Saat masih di dalam kandungan, kecuali si bungsu Daniel (hampir 2 bulan), mereka berada di tempat yang jauh dari rumah. Dari yang sulung tempatnya paling jauh, sampai si bungsu yang paling dekat. Namun akhirnya semua lahir di Jakarta.
Menurut istrinya, Sandra Pingkan Adriana Lolong (38), si sulung Monika (12) berada di dalam kandungan saat mereka di New York. "Barulah 2 bulan menjelang melahirkan, saya kembali ke Jakarta," kata Sandra. Begitu pula Abi (9) yang dikandung saat mereka tinggal di London. Keisha (7) anak ketiga, dikandung di Singapura. Sedangkan Dorothea (5) dikandung sewaktu mereka di Manado. Barulah anak ke-5, Daniel, menghabiskan seluruh masa janin hingga lahir di Jakarta.
Jumlah anak sampai 5, bagi pasangan Theo dan Sandra juga cerita tersendiri. Theo memang dari keluarga besar, namun Sandra hanya 2 bersaudara. Setelah kelahiran Abi, keduanya ingin ber-KB. "Tapi apa mau dikata, kebobolan terus. Selain mengalami beberapa kegagalan, saya pun pernah kehilangan spiral," kata Sandra. "Akhirnya, setelah melahirkan Daniel, saya minta disteril."
Buat pasangan ini, anak-anak adalah segalanya. Mereka yang terbiasa memanggil "Papa Theo" adalah rekan sepanjang hidup, sekaligus jadi rem manakala Theo terlalu keasyikan bermain uang.

Profesi Idaman Karena Keasyikan Main Uang

Rupiah terpuruk, perekonomian gonjang-ganjing, dan negara di ambang kebangkrutan. Ekonom bersuara, tak ketinggalan pula para anggota DPR. Pengamat baru bermunculan. Makin bingunglah orang. Uraian siapakah yang jadi pegangan? "Tak ada yang bisa memberikan gambaran soal pasar uang dengan lebih jelas selain para pemain Forex (Valas)," kata Theo Francisco Toemion (42), pengamat pasar uang sekaligus pemain Forex (Valas), meski kini lebih banyak membagi pengetahuan soal dunia yang telah belasan tahun ditekuninya itu kepada orang lain.

Kisah & Cerita Trader Sukses Trading Forex (Valas) Ada perbedaan antara pandangan para pakar dengan Theo F. Thoemion sehubungan dengan krisis ekonomi yang memburuk sejak kuartal terakhir tahun lalu. Pihak pertama lebih melihat krisis berpangkal pada lemahnya sistem perbankan, kebocoran anggaran, buruknya pengawasan, monopoli, kolusi, korupsi, nepotisme, dan ekonomi biaya tinggi. Sedangkan Theo lebih melihat ulah spekulan di pasar uang sebagai sebab paling dominan. Sisi-sisi negatif penyebab keroposnya fondasi ekonomi itulah yang menyebabkan krisis tak segera bisa diatasi. Kalau Korea, Thailand, Filipina, Singapura, dan Malaysia bisa pulih dalam hitungan bulan, negara kita jauh lebih lama.

Sebagai pelaku pasar Forex (Valas), Theo tahu betul, tanda-tanda bencana telah muncul sejak lama. Semuanya adalah permainan para fund manager atau pemain pasar Forex (Valas), yang diwarnai keinginan untuk menguji ketangguhan otoritas moneter suatu negara. Ia tahu bagaimana pedagang besar Forex (Valas) - yang acap disebut spekulan - semacam George Soros memainkan peran dalam Yendaka, melambungnya nilai tukar Yen terhadap AS $, pada 1994. Ia juga mencatat, permainan para spekulan di Eropa memaksa pembahasan mata uang tunggal Eropa (Euromoney) lebih diintensifkan pada 1996. Selewat masa itu, para spekulan memang menurunkan aktivitas. Tapi lewat media massa Theo memperingatkan, "Hati-hati, bukan mustahil mereka akan mengalihkan perhatian ke Asia," begitu antara lain tulisnya saat itu. "Mereka menunggu kesempatan bermain mata uang menarik, exotic currencies seperti Won, Bath, Peso, Ringgit, atau Rupiah. Jangan lupa, Indonesia negara kaya. Karena itulah mereka membidik kawasan ini, bukan ke Afrika, misalnya."

Betapa tidak. Salah satu kawasan paling dinamis di dunia, dengan pertumbuhan ekonomi tiap negara rata-rata 7%/tahun, itu tak punya batasan berarti bagi lalu-lintas devisa. Otoritas moneternya juga belum teruji. Kalau dalam persaingan di Amerika, Eropa, dan Jepang para spekulan sering kalah, siapa tahu di kawasan ini. Maka bermainlah mereka.

Pertengahan tahun lalu, saat pemerintah memperlebar pita intervensi, mereka menangkap sinyal "tantangan" itu, dan terpacu gairah untuk bermain dengan Rupiah. Ketika Oktober 1997 duet Soedradjat Djiwandono - Mar'ie Muhammad memutuskan untuk melepas ambang intervensi, mereka pun mendobrak. Rupanya, keputusan historis untuk membiarkan Rupiah mengambang bebas itu tak didukung kondisi yang cukup. Nilai tukar dikuasai dan dimainkan, bahkan dalam seminggu bisa terdepresiasi sampai 50%. Utang membengkak, harga barang melonjak, produksi mandek, banyak perusahaan bangkrut. Inflasi membubung, dan perekonomian nyaris ambruk. Tak disangka, fondasi ekonomi kita demikian keropos.boleh ada berita buruk.

Ada 4 faktor yang menurut Theo bisa jadi penentu naik turunnya kurs: fondasi ekonomi makro, carta/grafik berdasarkan rumus, faktor teknis-psikologis, dan ulah para spekulan. Soal fondasi ekonomi, menurut Theo, pasar telah mendapat bukti rentannya perekonomian kita. Carta atau grafik pun sudah dibuat saat kita menempuh rezim devisa terkontrol; misalnya dengan mematok depresiasi tahunan 3 - 4%. Sedangkan faktor psikologis sangat berhubungan dengan ulah spekulan, apa lagi dalam rezim devisa bebas. "Sekali pasar memperoleh bukti mata uang suatu negara bisa didikte, mereka mendikte terus."

Pendiktean harga, yang terjadi setelah ada dorongan psikologis, berawal dari berita-berita politik yang berpotensi "dimainkan". Theo menunjuk contoh, seluruh dunia tahu Indonesia pra-11 Maret 1998 menghadapi suksesi. Maka berita tentang Presiden Soeharto dan situasi sosial politik menjadi bahan permainan spekulan. Keadaan sakit, yang dalam bahasa Inggris bisa dirumuskan dalam beberapa kata, mulai dari He's sick, He's ill, sampai He's seriously ill, mengakibatkan beraneka nilai kurs.

Memang benar. Menurut catatan Theo, grafik penurunan itu berlangsung sejak bank sentral ketahuan tak punya nyali sehingga menyebabkan Rupiah turun dari Rp 3.000,- ke Rp 3.800,- terhadap AS $. Angka turun lagi ke Rp 4.400,- karena Pak Harto istirahat. Kemudian menjadi Rp 4.800,- karena imbas krisis Korea, turun ke Rp 5.600,- karena Pak Harto batal ke Malaysia, dan dari Rp 6.200,- ke Rp 9.000,- karena pencalonan B.J. Habibie sebagai wakil presiden. Kurs membaik setelah penandatanganan nota kesepakatan dengan IMF 15 Januari, namun turun lagi setelah terjadi beberapa kerusuhan dan demonstrasi.

Kenyataan itu membuktikan, dalam rezim devisa bebas segala berita dan peristiwa baik menjadi syarat utama. Dalam berbagai kesempatan Theo mengingatkan, membiarkan Rupiah mengambang bebas sama dengan bunuh diri tanpa dibarengi perbaikan di segala sektor yang akhirnya melahirkan berita buruk. Percuma ada janji segala macam reformasi, penghapusan monopoli dan oligopoli, tetapi tak ada wujudnya.

Dapat dimengerti, naik-turunnya nilai Rupiah tak lagi ditentukan oleh hukum ekonomi, keseimbangan antara penawaran dan permintaan. "Tak ada teori yang bisa menjelaskan hal ini," kata Theo. "Saat masyarakat makin tahu persoalan, omongan para ekonom sering diabaikan. Pemain seperti saya yang diperhatikan"

Lantas, berapa kurs AS $ yang wajar? "Ambil nilai terakhir sebelum krisis Rp 2.400,-. Ditambah 80%-lah, sekitar Rp 4.320,-." Penjelasannya, dalam 10 tahun terakhir perbedaan suku bunga antara AS $ dan Rupiah sekitar 10%. Suku bunga AS $ 5% dan suku bunga Rupiah 15%. Selisihnya 10%, dan dalam 10 tahun menjadi 100%. Sementara depresiasi per tahun, katakanlah 4%. Jadi dalam 10 tahun menjadi 40%. "Nah, selisih antara perbedaan suku bunga dan depresiasi dalam 10 tahun, 100% - 40% = 60%. Tak usah dipatok 60%; beri kemungkinan sampai 80% untuk ditambahkan pada kurs terakhir. Jadi 180% dari Rp 2.400,- = Rp 4.320."

Tapi sekali lagi kenyataan membuktikan, segala teori dan hukum ekonomi tak berlaku bagi kurs yang liar karena permainan.

Kalau kita konsisten, pasar akan respek

Kisah & Cerita Trader Sukses Trading Forex (Valas) Dunia perdagangan Forex (Valas) dewasa ini bagaikan dikontrol para fund manager besar yang disebut big boys. Menurut Theo, jumlah big boys yang tercatat saat ini 2.500 orang. Akumulasi modal mereka sekitar AS $ 1.300 miliar, dan dalam keadaan terpaksa bisa mendapat pinjaman hingga 10 kali lipatnya. Jumlah ini sungguh raksasa, sebab cadangan devisa negara-negara kaya yang tergabung dalam OECD pun kalau digabung tak lebih dari AS $ 700 miliar. Maka bisa dibayangkan betapa konyolnya gagasan untuk melawan spekulan dengan cadangan devisa hanya AS $ 20 miliar, misalnya.

Dari 2.500 big boys itu terbawa serta ribuan orang lain sebagai mitra atau pelaksana. Sudah menjadi kebiasaan, pengambilan posisi para pelaksana ditentukan oleh tokoh besar. Jika Soros, misalnya, mengambil posisi Rp 9.000,- untuk 1 AS $, yang lain pasti mengikuti. Jika esoknya Soros menjual dengan harga Rp 9.500,-, yang lain pun pasti ikut. Semua serempak, dan begitulah nilai mata uang dimainkan.

Kalau mata uang suatu negara dipatok pada nilai tetap, spekulan memang tidak lagi bisa main. Hanya saja, menurut Theo, konsekuensinya ada dalam perekonomian negara yang bersangkutan. Bagi Theo, reformasi ekonomi apa pun yang dipilih pemerintah tak penting benar, asal bisa mengatasi segenap konsekuensinya. Misalnya, pelepasan batas intervensi mensyaratkan perbaikan ekonomi total, sedangkan pematokan nilai uang mensyaratkan cadangan devisa yang cukup dan perbankan yang sehat.

Tak bisa pula dilepaskan faktor keberanian bank sentral. Kepada siapa pun yang mau memaksakan kehendak, bank sentral tak boleh setengah hati. Kalau perlu habis-habisan berintervensi. Jika ini terus berlanjut, dan dunia membuktikan konsistensi kita, pasar pun akan segan, kata Theo. "Betapa pun kuat dan nafsunya spekulan, kalau menghadapi otoritas moneter yang teguh dan konsisten, mereka juga berpikir untuk main-main. Seperti pernah dialami Hongkong, para spekulan menghentikan serbuan karena tahu Inggris berada di belakangnya. Tak seorang pun ragu ketangguhan sistem keuangan Inggris."

Kasus Indonesia, menurut Theo, adalah bukti kesekian dari pelecehan para big boy terhadap otoritas moneter. Permainan selisih kurs antara Rupiah - AS $ jauh lebih mudah ketimbang permainan selisih kurs Yen - AS $ atau Mark Jerman - AS $ yang didukung otoritas moneter sangat berwibawa, dan karenanya disebut hard currencies. Akibatnya sangat mudah diterka, bahkan oleh ibu-ibu rumah tangga, pihak yang acap disalahkan karena dikira ikut-ikutan berspekulasi. Masalahnya, menurut Theo, selain tuduhan itu tak benar karena jumlahnya tak seberapa dibandingan dengan aktivitas pasar uang, pemikiran para ibu sangat simpel. Jika dulu mudah menghitung depresiasi, 3 - 4% setahun, siapa sangka tiba-tiba depresiasi bisa 20% dalam sehari? Kalau punya simpanan Rupiah dan berbunga, katakanlah 40%, pada akhir tahun tak akan mencapai jumlah jika didolarkan. Pada akhirnya memang tak ada pihak yang bisa disalahkan kalau terjadi perburuan mata uang asing, karena negara menganut rezim devisa bebas.

Menggelinding seperti bola salju

Di pasar uang, komoditas yang diperdagangkan tak cuma valuta asing. Menurut Theo, meski pemerintah mematok kurs Rupiah, tak berarti kegiatan berhenti. Ada pelbagai macam surat berharga dan surat-surat komersial yang diperdagangkan.

Memang, belakangan problem ekonomi negara kita tak cuma berasal dari dalam negeri, melainkan dari luar negeri. Lembaga pemeringkat semacam Standard's & Poor, sekalipun banyak dicibir, pengaruhnya terhadap pasar sangat besar. Peringkat buruk yang disandangkan kepada Indonesia, Maret lalu, adalah klimaks dari kesulitan eksternal. Alat pembayaran berjangka seperti letter of credit (L/C) tak diterima, investor asing pun tak serta merta datang buat menanamkan modal. "Dengan peringkat itu, pembeli kertas berharga dari Indonesia tak lagi dianggap berinvestasi, melainkan dicurigai mau berspekulasi," kata Theo. "Kalaupun saya, misalnya, menempatkan diri sebagai broker untuk mendatangkan uang dari investor asing, sekarang ini sangat sulit. Ketidakpercayaan demikian kuat, perlu waktu lama untuk memulihkannya."

Pasar uang dunia memang sulit dilawan. Kalau kekayaan big boys sangat besar, itu konsekuensi dari hakikat pasar uang. "Istilahnya a snowball business, bisnis yang menggelinding bagai bola salju. Orang harus jadi besar untuk survive."

Bisnis pasar uang, menurut Theo, menganut filosofi dasar: bukan soal berapa jumlah uang yang akan Anda peroleh, melainkan berapa jumlah uang yang siap Anda habiskan. Gambarannya, jika seseorang kerja keras sepanjang tahun hingga memperoleh uang Rp 1 miliar, akan sangat keliru kalau menggunakannya untuk main forex. Tetapi jika seseorang mendapat lotere Rp 1 miliar, yang Rp 800 juta untuk beli rumah/tanah, Rp 100 juta untuk beli kendaraan, dan sisanya untuk main forex, silakan saja. "Maka, kalau ada seorang fund manager siap menghabiskan AS $ 5 miliar di pasar forex, tak terbayang berapa besar kekayaannya"

Kisah & Cerita Trader Sukses Trading Forex (Valas) Bisnis di pasar uang tak sama dengan judi. Kata Theo, jika judi nasib pelaku 100% tergantung pada kartu, "Di pasar uang ada hal-hal yang bisa diperhitungkan dan dicarikan peluang."

Menurut Theo, ada 7 tingkat yang harus dicapai untuk betul-betul memahami bisnis ini. Selain 4 faktor penentu nilai mata uang yang sudah disebut tadi, ada beberapa hal lain seperti lobi atau hubungan, termasuk kemampuan berbahasa, faktor intelijen alias daya endus informasi, dan hal paling abstrak dan sulit, sehingga orang tak sanggup berpikir lagi. "Misalnya, semua faktor telah terpenuhi, prediksi sudah dilakukan, tapi tak ada action. Ketika faktanya sama dengan yang sebelumnya telah diperhitungkan, muncul rasa sesal kenapa tidak begini kenapa tidak begitu. Itulah yang saya maksud tingkat ketujuh."

Sekalipun menggiurkan, bisnis di pasar uang penuh kekecewaan. "Karena apa? It's about money. Orang hanya tergiur melihat angka. Mereka ramai-ramai bermain, sementara tatanan dan hukumnya tak mudah dipelajari. Lagi pula dunia itu sudah dikuasai mafia, big boys, dalam cara kerja yang terintegrasi. Apa pun permainan para pendatang, mafia-lah yang memperoleh keuntungan"

Menurut Theo, setelah perang dingin reda dan komunisme runtuh, tak ada lagi kekuatan yang punya daya penghancur sangat dahsyat selain uang. "Ketika uang menjadi komoditas, dampaknya global. Bencana keuangan di suatu negara segera bisa merembet ke negara lain. Siapa sekarang orang kaya di kawasan krisis yang merasa terjamin hingga 7 keturunan? Tak terbayangkan, uang bisa berlipat kali atau hancur sama sekali hanya dalam hitungan hari."

Jika ditarik ke dimensi filosofis, kata Theo, krisis ekonomi adalah akibat ulah manusia yang menganggap uang sebagai ideologi. Fakta menunjukkan, miliaran AS $ telah menguap entah ke mana. Lembaga keuangan banyak yang rugi, Soros rugi, demikian pula para big boy. Tak jelas ke mana uang-uang itu pergi.

Inilah tanda-tanda zaman, kata Theo. "Tuhan kasih antibiotik untuk mereka yang terlalu menghamba pada uang. Orang kaya pusing, konglomerat pusing. Rasain."

Main uang karena ingin menikmati hidup

Terjunnya Theo di kancah pasar uang agaknya tak terduga sebelumnya. Pria kelahiran Manado, 21 September 1956, ini semula berangan-angan jadi pastor, tapi dikeluarkan saat naik ke kelas 3 Seminari Menengah Tomohon tahun 1974. Anak ke-4 dari 7 bersaudara ini sama saja dengan ayah, paman, para sepupu, dan saudaranya, yang pernah masuk ke seminari namun gagal jadi pastor. "Saya menanggung harapan besar. Nilai dan aktivitas sekolah bagus. Maka ibu terguncang dan jatuh sakit ketika saya keluar," kenangnya.

Pastor pembimbing waktu itu mengatakan, ia akan lebih sukses hidup di luar biara. Kendati sedikit menyesalkan keputusan itu, ia berbalik haluan. Ia melamar ke Bank Indonesia dan diterima di BI cabang Surabaya. Setelah 2 tahun bekerja, timbul keresahan di antara teman-temannya yang cuma berijazah SMA. Sebab dengan begitu, mereka tak mungkin bisa masuk jajaran staf. "Nggak bakal pakai dasi dong seumur-umur," papar Theo mengenang.

Nampaknya BI tanggap pada kegalauan itu dan mengadakan seleksi untuk promosi. Yang lolos akan disekolahkan sejajar dengan universitas. Dari BI Surabaya lulus 4 orang, salah satunya Theo. Sementara dari seluruh Indonesia terjaring 60 orang. Mereka dimasukkan ke Pendidikan Ahli Administrasi dan Keuangan Bank di Jakarta, menjalani pendidikan maraton dari pukul 08.00 - 17.00 setiap hari dengan fasilitas penuh, selama 3 tahun. "Gelarnya sejajar akuntan, tapi BI nggak kasih gelar, takut kami keluar."

Sempat bekerja di bagian pengawasan BI selama setahun, ia kembali mengikuti seleksi intern guna ditempatkan di London. Dari 40 peserta hanya Theo yang lulus. Di London ia langsung jadi staf termuda pada umur 23 tahun. Kesempatan di sana ia gunakan untuk mengikuti serangkaian pelatihan dan praktek. Belajar forex di Paris, London, Amsterdam, dan Kopenhagen. Mempelajari bank sentral di Denmark dan Belanda, menggeluti cadangan emas di Swis, juga duduk dan bermain di banyak ruang transaksi forex. "Waktu itu kepala dealing room Jakarta pindah, jadi saya disiapkan untuk menggantikannya. Saya sadar, untuk jadi dealer harus punya pengalaman dan cakrawala dengan duduk di pusat keuangan dunia."

Penempatan dealer di BI sebenarnya bertujuan untuk mengelola cadangan devisa sejumlah AS $ 6 miliar dengan menempatkannya di posisi yang tepat. Bukan untuk memperdagangkannya. "Maka di luar jam kerja, saya main margin trading atas nama pribadi, bukan BI."

Setelah 5 tahun bermukim di Inggris, Theo sebenarnya ingin pulang ke tanah air, tetapi pemerintah Inggris mengetahui reputasinya dan memberi izin tinggal tetap. Ia bisa bekerja apa saja. "Wah, percaya dirilah saya. Pekerjaan BI yang diidamkan banyak orang nggak terlalu menggiurkan lagi," kata Theo.

Maka, ketika benar-benar pulang ke Indonesia ia sekaligus minta izin keluar dari BI untuk masuk ke London School of Economics (LSE). Maksudnya sebagai batu loncatan untuk bekerja di Bank Dunia atau IMF. Tapi keasyikan bermain forex membuatnya malas bersekolah. "Jiwa saya player, jadi saya tak jadi masuk LSE meskipun sudah diterima. Saya main valas terus, dan ingin menikmati hasilnya. Saya ingin menikmati hidup bukan sebagai pegawai BI yang bertahun-tahun cuma bisa naik mobil sederhana."

Saat main margin trading, pertengahan 1980-an, modal dengkul masih berlaku. Modalnya dipinjami, tapi kalau untung masuk kantung sendiri. Pokoknya main untuk meramaikan. Masa itu tak sulit mereguk untung lantaran pasar gampang diterka. Dolar turun searah. Tapi sejak 1987, peluang meraup keuntungan makin sulit. Selain pemain makin banyak, modal pun mulai diatur. Saat itulah Bank Duta terpuruk karena permainan valas.

Soal kesempatan meraup untung memang tak ada yang lebih cepat daripada main valas. "Saya masih ingat, hanya dengan mengangkat telepon dari vila di Puncak sambil main gaple dan makan pisang goreng, bisa dapat AS $ 60.000 semalam."

Kisah & Cerita Trader Sukses Trading Forex (Valas) Telepon memang diibaratkan cangkulnya buat cari makan. Juga berbagai perangkat komunikasi. Baik untuk bertransaksi ke seluruh dunia, memantau pasar yang berjalan 24 jam sehari, juga melihat kerugian dan keuntungan uangnya. "Tapi hidup saya tak habis di sana. Apa lagi saya harus membagi pengetahuan kepada banyak orang. Kalau menulis dan bikin analisis, saya tak main. Saya meramal dan menghitung, biar orang lain yang dapat keuntungan."

Theo tak terikat pada suatu lembaga keuangan. Kalau mau main, ia sendiri yang menentukan. Sejak tahun lalu, ia mendirikan perusahaan jasa konsultasi pasar uang Speed Currency. Bagi yang ingin tahu atau ingin main valas boleh jadi pelanggan. Dengan membayar AS $ 100/bulan, Theo pun memberi analisis dan panduan.

Cita-cita saya membuat Speed Currency seperti Bloomberg. Ia besar dan disegani, meski awalnya juga dirintis di garasi, ia menunjuk garasi di rumahnya yang berhalaman luas di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ia mempekerjakan 4 orang yang, selain mengolah analisis, juga bertindak sebagai fund manager. "Mereka jago-jago yang tak bisa dianggap remeh, karena lewat tangannya sering terjadi transaksi miliaran dolar," kata Theo bangga.

Karena bekerja di rumah, Theo tak terikat pada aturan dan jadwal kerja yang pasti. Ia adalah pegawai bagi dirinya sendiri. Juga pegawai yang mengantar anak-anak ke sekolah, menemani mereka bepergian, bahkan mendampingi saat mereka mau tidur.

Theo menganggap, anak-anak lebih memerlukan kebersamaan ketimbang uang. Tak soal ia telah punya vila di Puncak, Jawa Barat, dan hotel di atas tanah 10 ha di Manado. Anak-anak pula yang menghadirkan cerita unik bagi perjalanan hidup Theo. Saat masih di dalam kandungan, kecuali si bungsu Daniel (hampir 2 bulan), mereka berada di tempat yang jauh dari rumah. Dari yang sulung tempatnya paling jauh, sampai si bungsu yang paling dekat. Namun akhirnya semua lahir di Jakarta.

Menurut istrinya, Sandra Pingkan Adriana Lolong (38), si sulung Monika (12) berada di dalam kandungan saat mereka di New York . "Barulah 2 bulan menjelang melahirkan, saya kembali ke Jakarta," kata Sandra. Begitu pula Abi (9) yang dikandung saat mereka tinggal di London. Keisha (7) anak ketiga, dikandung di Singapura. Sedangkan Dorothea (5) dikandung sewaktu mereka di Manado. Barulah anak ke-5, Daniel, menghabiskan seluruh masa janin hingga lahir di Jakarta.

Jumlah anak sampai 5, bagi pasangan Theo dan Sandra juga cerita tersendiri. Theo memang dari keluarga besar, namun Sandra hanya 2 bersaudara. Setelah kelahiran Abi, keduanya ingin ber-KB. "Tapi apa mau dikata, kebobolan terus. Selain mengalami beberapa kegagalan, saya pun pernah kehilangan spiral," kata Sandra. "Akhirnya, setelah melahirkan Daniel, saya minta disteril."

Buat pasangan ini, anak-anak adalah segalanya. Mereka yang terbiasa memanggil "Papa Theo" adalah rekan sepanjang hidup, sekaligus jadi rem manakala Theo terlalu keasyikan bermain uang. (G. Sujayanto/A. Heru Kustara/Mayong S. Laksono)

Panduan Forex Trading Untuk Pemula
Filed under: Apa Itu Forex — ndicae @ 12:12 am

Apa itu forex?
Forex kependekan dari Foreign Exchange, atau pertukaran dari nilai mata uang yang berbeda, kegiatan forex tanpa disadari maupun sadar, sering dilaksanakan oleh semua orang didunia, bila anda berpergian keluar negeri pasti anda menukarkan mata uang anda dengan mata uang negara yang anda tuju. Atau contoh lain akibat dari kegiatan ekspor-impor, kebutuhan pasar serta institusi bank, pasti melakukan kegiatan tukar-menukar mata uang!

Apabila kita berdagang dengan memanfaatkan selisih petukaran antara harga beli dan harga jual yang fluktuatif setiap menitnya, biasanya disebut dengan trader yang biasanya melakukan perdagangan forex tersebut melalui trading house/brokers! Bisa online internet maupun via telp, atau dengan cara manual sekalipun!

Apa perbedaan pasar forex traditional dan pasar forex modern/online?
Untuk pasar forex traditional level uang yang dipakai adalah 1:1, atau berarti untuk bertrading senilai $100 anda memerlukan uang $100, atau berarti untuk melakukan pasar traditional bisa dikatakan perlu modal yang besar, umumnya perdagangan traditional dilakukan secara offline di pasar2 FOREX.

Sedangkan pasar modern dalam perdagangannya menggunakan level dan margin, perdangangannya pun menggunakan media online.

Apa itu level dan margin?
Level disini dalam pasar FOREX modern seperti contoh nya 1:100, atau artinya untuk memperdagangkan $100 modal yang perlu dipakai hanya 1:100 nya saja, atau $1 saja,
$1 itu lah juga yang disebutkan dengan margin (atau disebut juga deposit untuk pembelian quantity $100).

Bagaimana mungkin $1 bisa untuk membeli $100 ??
well, karena sebenarnya bisa dikatakan broker lah yang mengeluarkan jumlah uang $100 tersebut untuk anda, sehingga anda hanya perlu mengeluarkan uang (Account deposit) untuk menanggung kerugian dan keuntungan dari transaksi $100 itu. Jadi $1 itu sebagai jaminan $100, dan sisa account laen sebagai penanggung kerugian dan keuntungan dari transaksi tersebut. Oleh karena sistem inilah trading forex modern lebih banyak diminati oleh orang dibandingkan tradisional

harus berhati-hati, karena level atau leverage bisa menjadi pedang bermata dua. Contohnya adalah:

Nah apabila anda bermain dengan $1 = $100, berarti sama dengan $1 adalah 0.1 lot, apabila uang anda ada $10 yang anda mainkan, setiap kenaikan 20pips berarti anda akan mendapatkan $20 tambahan, tetapi anda jangan lupa juga setiap penurunan 20pips anda berarti sudah mengalami kerugian minus $20, nah karena sebelumnya modal anda 10$, berarti brokers akan melakukan margin call karena uang anda tidak mencukupi! Alias uang anda hangus karena modal sudah habis hanya karena penurunan tadi!

Mata uang apa yang paling banyak diminati orang dalam bertrading?
Well, sebagian besar orang bertrading mata uang utama dunia (negera2 G7 dan maju), alasan itu sendiri karena mata uang tersebut relatif stabil dan pergerakannya tidak terlalu tajam, dan lagi mata uang negara2 ini lah yang akan mempengaruhin pergerakan ekonomi dunia

* EUR/USD: Euro / US Dollar disebut dengan euro
* USD/JPY: US Dollar / Japanese Yen disebut dengan Dollar Yen;
* GBP/USD: British Pound / US Dollar disebut dengan Cable;
* USD/CHF: US Dollar / Swiss Franc disebut dengan Dollar Swiss, or Swissy;
* USD/CAD: US Dollar / Canadian Dollar disebut denganDollar Canada, or C-Dollar;
* AUD/USD: Australian Dollar / US Dollar disebut dengan Aussie Dollar;
* EUR/GBP: Euro / British Pound disebut dengan Euro Sterling;
* EUR/JPY: Euro / Japanese Yen disebut dengan Euro Yen;
* EUR/CHF: Euro / Swiss Franc disebut dengan Euro Swiss;
* GBP/CHF: British Pound / Swiss Francdisebut dengan Sterling Swiss;
* GBP/JPY: British Pound / Japanese Yen disebut denganSterling Yen;
* CHF/JPY: Swiss Franc / Japanese Yen disebut dengan Swiss Yen;
* NZD/USD: New Zealand Dollar / US Dollar disebut dengan New Zealand Dollar or Kiwi;

Apa yang dimaksud harga BID / OFFER?
Coba perhatikan contoh mata uang Eur/USD berikut : 1.1810/1.1813, 1.1810 adalah harga bid dan 1.1813 adalah harga offer. Bid berarti adalah harga dimana broker(pedagang besar) mau membeli mata uang kita. Offer berarti adalah harga dimana broker(pedagang besar) mau menjual mata uang kepada kita. Jadi apabila anda memasang posisi buy, maka saat order buy tereksekusi yang dipakai adalah harga offer. Sedangkan saat memasang posisi sell, maka saat order sell tereksekusi yang dipakai adalah harga bid

Bagaimana cara mendapatkan keuntungan dalam bertrading?
Cara nya yaitu dengan menganalisa pasangan mata uang mana yang akan naek atau turun, dan mengambil selisih nya dari perdagangan.

Apabila anda yakin mata uang tersebut akan menguat (naek) segera lakukan posisi buy, kemudian tunggu harga naek,lakukan closed (sell) saat mata uang tersebut melebihi harga beli anda tadi.

Apabila anda yakin mata uang tersebut akan melemah (turun) lakukan posisi sell, tunggu harga turun,lakukan closed (buy) saat mata uang tersebut dibawah harga jual anda tadi
Seperti contoh nya begini:

Pembukaan Euro 1.1750 / 1.1753 , anda menganalisa bahwa euro akan naek menjadi posisi 1.1770/1.1767, maka bukalah posisi buy saat harga tersebut (maka anda membeli pada posisi 1.1753), dan saat posisi berubah menjadi 1.1770/1.1773 , lakukan closed posisi / menjual mata uang tersebut (pada posisi 1.1770)

Perhatikan contoh diatas, harga offer dan harga bid, perhatikan pula selisih harga buy dan sellnya, dan kapan anda menggunakan harga offer dan kapan menggunakan harga bid

Bagaimana cara mmenghitung profit yang kita dapat?
Kita misalkan level platform forex yang kita pakai adalah 1:100 , maka cara menghitung profitnya adalah

Profit = margin x ( selisih harga beli-jual / 100 )

contohnya selisih harga beli dan jual anda saat transaksi adalah 70 pips , dan margin yang dipakai (deposito) adalah $10 (untuk pembelian $1000) maka

Profit = $10 x (70 / 100 ) = $7

Apa itu market price,stop order dan limit price?
Pada saat anda membuka posisi tentu anda akan menjumpai option untuk membeli/menjual secara limit price atau market price. Market Price adalah membeli/menjual dengan harga saat itu yang ada di pasar. Stop order adalah membeli/menjual apabila arah pasar sesuai yang anda mau, permisalan begini harga USD/JPY saat itu 108.72 dan anda merasa akan bergerak lebih tinggi, anda dapet menaruh stop order untuk membeli di 108.82, apabila ternyata harga tidak sampai ke 108.82 maka order anda tidak akan tereksekusi.

Sedangkan Limit Price adalah anda menentukan sendiri kapan anda mau membeli/menjual pada tingkat harga berapa, atau dengan kata laen apabila tingkat yang anda minta tidak tersentuh maka harga tidak akan tereksekusi dan bisa di cancel kapan saja

Apa itu stop loss dan take profit?
Stop loss adalah batasan harga terendah atau kerugian yang dapat anda tanggung
Take profit adalah batasan harga tertinggi atau keuntungan yang dapat mau
apabila order anda terkena salah satu dari batasan itu maka posisi akan tertutup otomatis

bandungtrader

FOREX TRADING ditinjau dari Hukum ISLAM
FOREX dalam hukum ISLAM

بســـــــماللهالرحمنالرحيـــــــم

Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi yang berjudul MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, diperoleh bahwa Forex (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum islam. Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan/komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara.

Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai.

HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS

1. Ada Ijab-Qobul: —> Ada perjanjian untuk memberi dan menerima
• Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai.
• Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan.
• Pembeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakan-tindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat)
2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:
• Suci barangnya (bukan najis)
• Dapat dimanfaatkan
• Dapat diserahterimakan
• Jelas barang dan harganya
• Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya
• Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan.
Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan dalam agama.
لاتشترواالسمكفیالماءفاءنهغرد
“Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan”. (Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas’ud)
Jual beli barang yang tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifat-sifatnya atau ciri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni dari Abu Hurairah:
منسترئشيتالميرهفلهالخيارإذاراه

Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya”.
Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian jika harus mengeluarkan semua hasil tanaman yang terpendam untuk dijual. Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam:
المشقةتجلبالتيسر

Kesulitan itu menarik kemudahan.
Demikian juga jual beli barang-barang yang telah terbungkus/tertutup, seperti makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi label yang menerangkan isinya. Vide Sabiq, op. cit. hal. 135. Mengenai teks kaidah hukum Islam tersebut di atas, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Mesir, Mustafa Muhammad, 1936 hal. 55.

JUAL BELI VALUTA ASING DAN SAHAM

Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperi dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia dan sebagainya. Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing untuk alat bayar luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri.

Dengan demikian akan timbul penawaran dan perminataan di bursa valuta asing. setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing (A. W. J. Tupanno, et. al. Ekonomi dan Koperasi, Jakarta, Depdikbud 1982, hal 76-77)

FATWA MUI TENTANG PERDAGANGAN VALAS

Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia no: 28/DSN-MUI/III/2002, tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf).
Menimbang :
a. Bahwa dalam sejumlah kegiatan untuk memenuhi berbagai keperluan, seringkali diperlukan transaksi jual-beli mata uang (al-sharf), baik antar mata uang sejenis maupun antar mata uang berlainan jenis.

b. Bahwa dalam ‘urf tijari (tradisi perdagangan) transaksi jual beli mata uang dikenal beberapa bentuk transaksi yang status hukumnya dalam pandang ajaran Islam berbeda antara satu bentuk dengan bentuk lain.

c. Bahwa agar kegiatan transaksi tersebut dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang al-Sharf untuk dijadikan pedoman. Mengingat :
” Firman Allah, QS. Al-Baqarah[2]:275: “…Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”
” Hadis nabi riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Majah dari Abu Sa’id al-Khudri:Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya jual beli itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan (antara kedua belah pihak)’ (HR. al-baihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).
” Hadis Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w bersabda: “(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.”.
” Hadis Nabi riwayat Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin Khattab, Nabi s.a.w bersabda: “(Jual-beli) emas dengan perak adalah riba kecuali (dilakukan) secara tunai.”.
” Hadis Nabi riwayat Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri, Nabi s.a.w bersabda: Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagaian atas sebagian yang lain; dan janganlah menjual emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan yang tunai.
” Hadis Nabi riwayat Muslim dari Bara’ bin ‘Azib dan Zaid bin Arqam : Rasulullah saw melarang menjual perak dengan emas secara piutang (tidak tunai).
” Hadis Nabi riwayat Tirmidzi dari Amr bin Auf: “Perjanjian dapat dilakukan di antara kaum muslimin, kecuali perjanjian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.”
” Ijma. Ulama sepakat (ijma’) bahwa akad al-sharf disyariatkan dengan syarat-syarat tertentu.

Memperhatikan :
1. Surat dari pimpinah Unit Usaha Syariah Bank BNI no. UUS/2/878
2. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari’ah Nasional pada Hari Kamis, tanggal 14 Muharram 1423H/ 28 Maret 2002.

MEMUTUSKAN
Dewan Syari’ah Nasional Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF).
Pertama : Ketentuan Umum
Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:

a.Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).
b.Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).
c.Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
d.Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.

Kedua : Jenis-jenis transaksi Valuta Asing
a.Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

b.Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2×24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

c.Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

d.Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

Ketiga : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

Forex adalah pertukaran mata uang asing, pasar forex adalah spot mata uang yang didirikan pada tahun 1971. pasar ini adalah tempat dimana mata uang suatu negara di tukar dengan mata uang negara lain.
Forex adalah kumpulan dari 4500 institusi pertukaran mata uang, termasuk didalamnya Bank internasional, Bank pemerintahan dan perusahaan komersial. pembayaran untuk ekspor dan impor juga melalui forex.Hal ini dinamakan "pengguna" pasar forex. dan juga ada "speculator"bagian dari perusahaan forex,yang memiliki resiko finansial terhadap negara lain yg berpartisipasi dalam forex untuk memperkecil resikonya didunia investasi international
Sejarahnya,pasar forex tidak bisa untuk spekulator kecil. dengann ukuran minimum transaksi dan transaksi yang kuat dibutuhkan, trader kecil awalnya tidak bisa berpartisipasi dalam pasar ini, tapi saat ini market marker broker (pialang) dibolehkan untuk membagi units interbank menjadi lebih kecil dan menawarkan kepada trader kesempatan untuk dapat membeli dan menjual dengan jumlah yg lebih kecil.

TIMBULNYA PERDAGANGAN MATA UANG

Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan/komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara.

Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai.


JUAL BELI VALUTA ASING

Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperti dolar Amerika, Poundsterling Inggris, Euro, dollar Australia, Ringgit Malaysia dan sebagainya.

Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing sebagai alat pembayaran luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri.

Dengan demikian akan timbul penawaran dan perminataan di bursa valuta asing. setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing

TAmbahan lagi

FOREX (Foreign Exchange) atau yang lebih dikenal dengan Valuta Asing (Bursa Valas) merupakan suatu jenis perdagangan/transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan
(lihat trading hours).

Pergerakan pasar Forex berputar mulai dari pasar New Zealand & Australia yang berlangsung pukul 05.00-14.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu Jepang, Singapura & Hongkong yang berlangsung pukul 07.00-16.00 WIB, ke pasar Eropa yaitu Jerman & Inggris yang berlangsung pukul 13.00-22.00 WIB, sampai ke pasar Amerika yang berlangsung pukul 20.30-10.30 WIB. Dalam perkembangan sejarahnya, bank sentral milik negara-negara dengan cadangan mata uang asing yang terbesar sekalipun dapat dikalahkan oleh kekuatan pasar forex yang bebas.

Menurut survei BIS (Bank International for Settlement bank sentral dunia), yang dilakukan pada akhir tahun 2004, nilai transaksi pasar forex mencapai lebih dari USD$1,4 Trilyun per harinya. Dengan demikian, prospek investasi di perdagangan forex adalah sangat bagus.

Mengingat tingkat likuiditas dan percepatan pergerakan harga yang tinggi tersebut, FOREX juga telah menjadi alternatif yang paling populer karena ROI (Return On Investment atau kembalinya nilai investasi yang telah kita tanam) serta profit yang akan didapat bisa melebihi rata-rata perdagangan pada umumnya (biasanya rata-rata return berkisar lebih dari 5% - 10% per bulannya, bahkan bisa mencapai lebih dari 100% per bulannya untuk professional trader). Akibat pergerakan yang cepat tersebut, maka FOREX juga beresiko tinggi apabila anda tidak mempunyai pengetahuan yang cukup serta pengaturan manajemen keuangan dengan baik.



HAL PENTING SAAT MENGHADAPI NEWS


Bagi saya, trading news memiliki resiko yang lebih kecil dibanding saat saya melakukan trading secara teknikal. Meski demikian demikian saya tidak pernah menganggap sepele masalah Teknikal. Banyak bukti bahwa pergerakan harga yang disebabkan oleh News, ketika berhadapan langsung dengan Teknikal kuat maka pergerakaannya akan teredam. Oleh karena itu, sebelum melakukan trading News saya selalu mengamati pergerakan harga sebelum news direlease. Beberapa hal yang selalu menjadi catatan adalah :

1. MA100 dan MA200 di H1, H4, D1dan Timeframe yang lebih tinggi adalah merupakan support dan resistant yang kuat.

2. Daily pivot, juga merupakan support dan resistant yang baik. Terutama bila open price jauh dari pivot.

3. Perhatikan support dan resistant di hari-hari atau jam-jam sebelumnya terutama yang dibuat oleh News kuat dari negara pair yang anda amati.

4. Gambar vertikal support, resistant dan trendline di timeframe H1 dan H4 keatas.

Jadi pada intinya saya selalu memperhatikan support dan resistant terdekat ketika sedang menghadapi News. Dan biasanya support dan resistant tersebut adalah gerbang exit dari posisi saya.

Hal lain yang saya perhatikan adalah:

5. Bila di hari yang sama ada 2 News dan News tersebut adalah milik dari sebuah negara , maka :

Bila News yang lemah direlease terlebih dahulu, maka biasanya tidak banyak trader yang ikut dalam volume perdagangan News tersebut, karena sebagian besar trader menunggu direleasenya News yang lebih besar. Misalnya : Pada hari yang sama, UK Service Production di release jam 4 sore dan UK BOE Interest Rate di release jam 6 sore. Maka biasanya efek yang dihasilkan oleh UK Service Production hanya 50% dari efek yang biasanya terjadi.

Dan bila News yang kuat direlease terlebih dahulu dan menciptakan support atau resistant kuat, maka S/R tersebut akan berlaku bagi News selanjutnya.

6. Jangan ambil posisi melawan arah news setelah news dirilis, meskipun sepertinya sudah hit resistant atau support kuat dan mulai berbalik arah. Ingat!! Support dan resistant hanya digunakan untuk exit target.

7. Jika nilai data News yang telah direlease diperkirakan dapat mengerakkan pair dengan kuat namun ternyata gerakannya tidak sekuat yang kita prediksi dan setelah initial spike ternyata harga langsung rebound ke pre-release price artinya sentiment pasar sedang berlawanan dengan data dari News.
Biasanya setelah rebound harga akan kembali menuju ke arah sesuai data yang di release namun harga akhir dari initial spike akan menjadi S/R kuat dan kemungkinan rebound lagi di S/R tersebut.

Contoh: US NFP akan direlease, konsensus 100K, harga ada di 1.9600, data keluar 60K, diperkirakan menggerakkan pair 60 pips, ternyata di menit pertama harga hanya bergerak 40 pips di 1.9640 dan kemudian harga balik lagi ke dekat pre release price 1.9605, maka jika kita mau beresiko kita ambil posisi buy disini dengan harapan harga bergerak lagi sesuai data yang direlease ke 1.9640 lagi dan segera exit di nilai tersebut.

Jangan berharap harga bergerak lebih jauh lagi mengingat sentiment pasar yang berseberangan dengan nilai data.
Dan jangan ambil posisi SELL karena berseberangan dengan nilai data yang baru direlease.

8. Hati-hati dengan Libur Nasional. Besarnya Efek dari data yang direlease terhadap nilai mata uang akan sangat berkurang bila waktu release data bersamaan dengan hari libur yang tentunya tidak semua trader ambil bagian dalam volume perdagangan pada saat tersebut.

Contoh: NFP 6 April 2007, bersamaan dengan hari Jum'at Agung (Good Friday). Diprediksi dengan nilai data yang direlease dapat menggerakkan GU minimal 90 pips, namun ternyata hanya bergerak lambat sebesar 39 pips di initial spike. Dan total kurang lebih 52 pips.

9. Bila lebih dari 1 data news yang di release diwaktu yang bersamaan dan ternyata data yang direlease mengalami konflik maka yang terjadi adalah :

a. Bila data-data yang direlease memiliki bobot yang berbeda misalnya : AUD Retail Sales (news kelas 1) dan AUD Building Approval (news kelas 3) maka biasanya yang terjadi adalah akan terjadi retrace hingga 50% cepat setelah spike dan kemudian secara perlahan-lahan harga akan bergerak sesuai dengan data news yang lebih kuat.

b. Bila data-data yang direlease memiliki bobot yang sama misalnya : US NFP dan US Unemployment Rate maka biasanya yang terjadi adalah akan terjadi retrace cepat hinggabalik ke prerelease price setelah spike dan kemudian secara cepat harga akan bergerak sesuai dengan data news yang lebih dominant pengaruhnya (dalam hal ini US NFP)

Saya akan terus update artikel ini sembari berjalannya waktu sebagai catatan bagi saya sendiri seterusnya dimasa mendatang.

PERINGATAN AKAN RESIKO DAN SANGGAHAN


Melakukan trading Forex dengan menggunakan margin adalah beresiko dan kemunginan besar tidak cocok bagi kebanyakan investor. Dan menggunakan leverage yang tinggi juga dapat mempertinggi resiko dari investasi dari investor meskipun juga dapat mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi. Pastikan anda mengerti tujuan dari investasi anda, tingkat pengalaman dan resiko yang terlibat sebelum terjun di Forex trading. Kehilangan di seluruh atau sebagian dana dari investasi anda adalah hal yang mungkin terjadi di Forex trading. Pastikan anda memperhatikan resiko yang terlibat dan pastikan anda berkonsultasi pada ahlinya bila anda memiliki keraguan.

Forex trading memiliki kemungkinan untuk mendapat keuntungan yang besar, namun juga dapat mengakibatkan kerugian yang besar. Anda harus pastikan anda mengerti akan resikonya dan bersedia untuk menghadapi resiko tersebut saat melakukan Forex Trading. Pastikan anda tidak menggunakan dana yang seharusnya anda gunakan untuk keperluan primer. Iklan atau presentasi di web ini sama sekali bukanlah ajakan untuk melakukan Forex trading namun lebih sebagai media informasi. Sama sekali tidak ada iklan atau presentasi di website ini yang menunjukkan bahwa di masa depan sebuah account akan mengalami keuntungan atau kerugian. Hasil dari sebuah metodologi atau system di masa lalu sama sekali tidak menunjukkan akan performanya di masa mendatang. Melakukan forex trading adalah kesempatan yang sangat menantang dan mengandung potensi untuk menghasilkan keuntungan bagi investor dengan pengetahuan dan pengalaman yang memadai. Meski demikian, sebelum memutuskan untuk melakukan Forex Trading, pastikan anda mengerti tujuan dari investasi anda, tingkat pengalaman dan resiko yang terlibat. Harus disadari bahwa ada resiko yang terlibat di dalam melakukan Forex trading. Setiap transaksi yang melibatkan mata uang selalu melibatkan resiko yang berhubungan dengan kondisi politik dan ekonomi dari suatu negara yang dapat mempengaruhi nilai atau tingkat liquiditas mata uang tersebut. Dan hal selebihnya adalah bahwa trading forex dengan leverage dapat mempengaruhi secara proporsional nilai dari dana anda yang tentunya anda dapat mengalami keuntungan yang berlipat lipat atau justru kehilangan dana sama sekali. Investor diharapakan dapat mengurangi faktor resiko dengan menggunakan "stop order" atau "limit order".

Saya dan produk yang saya keluarkan sama sekali tidak bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi pada dana yang anda miliki. Entah itu keuntungan atau kerugian, semua adalah tanggung jawab anda sendiri. Meski demikian saya pastikan bahwa semua data yang ada di website ini adalah apa adanya dan seakurat mungkin dengan tujuan baik. Dan yang perlu dicermati adalah bahwa performa dari hipotesa atau simulasi adalah sangat terbatas dan sama sekali tidak dapat mencerminkan performanya di masa yang akan datang.

Tidak ada sistem yang bisa memberikan garansi 100% profit, dalam sebuah posisi trading anda pasti bisa loss atau rugi. Hasil di masa lalu tidak dapat dijadikan acuan di masa depan. Meski demikian system yang ada di site ini telah melalui pengujian dan dapat dengan baik mengurai resiko loss. Pastikan Anda menggunakan virtual money terlebih dahulu untuk menghindari kesalahan menggunakan sistem di site ini dan untuk membiasakan diri dengan sistem yang ada di site ini. Kesabaran, kedisiplinan dan konsistensi adalah kunci sukses dalam trading. Dan saya, sebagai pemilik web site ini dan beserta isinya, tidak bertanggung jawab atas semua resiko kerugian ataupun keuntungan yang Anda alami, namun demikian saya akan dengan sangat senang untuk melakukan diskusi apapun mengenai semua materi yang ada di web site ini. Happy trading untuk Anda

Kelebihan dari Forex Online Trading :

Small Capital Laverage

Dengan adanya sistem margin memungkinkan para investor untuk melakukan dalam volume besar dengan modal yang relatif kecil.

Two Ways Opportunity

Transaksi dapat dilakukan dengan dua arah, beli atau jual terlebih dahulu berdasarkan prediksi krus akan naik atau turun (Tren). Misalkan saat itu anda mengambil posisi beli (Buy) dan ternyata pergerakan harga mata uang tesebut menunjukkan trend naik yang signifikan, maka anda dapat mengambil keuntungan dari selisih harga beli tersebut dengan menutup posisi beli anda dengan menjualnya (Take Profit), begitu pula sebaliknya apabila anda mengambil posisi jual (Sell) dulu dan kemudian pergerakan harga mata uang tersebut mengalami trend penurunan, maka anda juga dapat mengambil keuntungan dengan menutup posisi jual anda dengan tersebut (Take Profit). BELI diharga rendah, JUAL diharga tinggi = profit atau JUAL diharga tinggi, BELI diharga rendah = profit

High Liquidity

Modal yang ditanam sewaktu – waktu dapat dengan mudah dicairkan kembali, banyak sekali metode pencairan dana dan penambahan dana tergantung dari perusahaan forex.

Flexible and no Time Management Constribution Necessary

24 jam sehari mulai dari senin sampai jumat, dimana saja dan kapan saja anda bisa melakukan transaksi asalkan anda terkoneksi dengan internet. Investasi ini tidak banyak menyita waktu untuk manajemennya dibandingkan dengan usaha yang lain.
• 04.30 WIB : New Zealant Exchange
• 05.30 WIB : Sydney Stock Exchange
• 07.00 WIB : Tokyo Stock Exchange (Market Open)
• 08.45 WIB : Hong Kong Stock Exchange
• 09.00 WIB : Singapore Stock Exchange
• 09.30 WIB : Jakarta Stock Exchange
• 14.30 WIB : European Exchange dan London Exchange
• 19.30 WIB : New York Stock Exchange
• 04.00 WIB : New York Stock Exchange (Market Close)


All Industries Index
Indeks ini menunjukkan pergerakan harga untuk kombinasi harga yang telah di-adjust (disesuaikan) terlebih dahulu dari semua indeks perindustrian.

Business Inventories
Angka persediaan barang yang telah diproduksi namun belum terjual. Merupakan salah satu komponen dalam perhitungan GDP dan dapat memberikan petunjuk penting mengenai arah perekonomian di masa yang akan datang.

CBI Survey
Organisasi pengusaha terbesar di Inggris, memfokuskan pada menciptakan mempertahankan kondisi ideal bagi kompetisi dan kemakmuran yang optimal bagi semua. CBI menerbitkan survei tiap bulan dan empat bulan sekali terhadap penilaian pada sektor jasa dan manufaktur masa lalu, saat ini, dan yang akan datang. Indeks yang dihasilkan menunjukan pandangan responden untuk berbagai hal seperti output, penjualan, harga, investasi, dan permintaan ekspor/impor.

Durable Goods Orders
Adalah data yang menghitung volume (dalam dollar) pesanan dan pengiriman barang-barang yang termasuk kategori tahan lama (barang yang usia manfaatnya 3 tahun atau lebih).

Existing Home Sales
Adalah sebuah laporan regional mengenai aktivitas penjualan kembali rumah.

Factory Orders
Adalah data yang menghitung nilai (dalam dollar) pesanan (order) baru barang-barang tahan lama (durable) dan tak tahan lama (non-durable). Data ini memberikan laporan yang lebih lengkap daripada data Durable Goods Orders yang dirilis satu atau dua minggu lebih awal.

Data pesanan barang ini memberikan gambaran mengenai akan seberapa sibukkah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi pesanan tersebut. Sehingga otomatis angka data yang lebih besar berarti semakin tingginya tingkat permintaan pasar.

Gross Domestic Product (GDP)
Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor.

Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis: 1) advanced – rilis pertama; 2) preliminary – revisi pertama; dan 3) final – revisi kedua dan terakhir. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.

Help-wanted Index.
Adalah indeks yang menghitung jumlah lowongan pekerjaan yang diiklankan di 51 koran yang tersebar di seluruh Amerika Serikat. Ketua Federal Reserve, Alan Greenspan, seringkali membicarakan dan mengamati indeks ini, sebab indeks ini mampu memberikan kondisi bursa tenaga kerja di AS saat ini.

IFO Survey
Survey utama Jerman tentang kondisi usaha. Diterbitkan per bulan oleh Institute for Economic Research, salah satu lembaga riset terbesar di Jerman, indeks IFO secara umum dinilai sebagai indicator penting tentang aktivitas perekonomian, dan terkenal kehandalannya dalam mengindikasikan perubahan tren pada tingkat pertumbuhan perekonomian Jerman. Responden survey ini meliputi lebih dari 7.000 perusahaan.

Leading Indicators
Adalah gabungan dari beberapa indikator ekonomi lainnya. Indeks ini disusun untuk mendapatkan sinyal tentang tren perekonomian yang lebih up-to-date (terkini) dan konsisten.

M4 - Money Supply
Adalah data yang menghitung jumlah uang yang beredar dalam suatu perekonomian. Merupakan jumlah dari:

• Jumlah uang yang beredar dalam bentuk koin maupun kertas;

• Jumlah pinjaman dari bank, kepada perseorangan, perusahaan dan bank-bank lain;

• Jumlah uang yang dipinjam oleh pemerintah.

Para pakar moneter meyakini bahwa Money Supply ini adalah indikator yang bagus untuk memprediksi tingkat inflasi. Namun, korelasinya menjadi tidak dapat diandalkan sejak liberalisasi finansial pada tahun 80’an.

Net Capital Flows
Adalah data yang menghitung selisih bersih dari total dana/modal yang masuk dan keluar.

Personal Consumption Expenditures – PCE
Kurang lebih sama dengan CPI, PCE adalah laporan (lebih tepatnya bagian dari laporan Personal Income) yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan. PCE mengukur tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa. Komponen data ini terdiri dari pengeluaran-pengeluaran rumahtangga kontan maupun kredit untuk semua jenis barang baik tahan lama, tidak tahan lama, maupun jasa.

Real GDP
Para pakar makroekonomi cenderung lebih memperhatikan Real GDP sebab data ini juga memperhitungkan tingkat inflasi, tidak sebagaimana halnya (Nominal) GDP yang hanya merefleksikan tingkat perubahan harga-harga.

TICS / Foreign Purchases of US Securities
Adalah data yang menghitung jumlah arus modal yang masuk dari para investor asing.

Unemployment Rate
Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan ada implikasinya dengan politik), Unemployment Rate relatif kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian).

Weekly Initial Jobless Claims
Adalah rata-rata per minggu jumlah klaim baru untuk mendapatkan tunjangan pengangguran. Data ini menyediakan laporan yang up-to-date, meski juga seringkali keliru, tentang tren perekonomian, dengan peningkatan (penurunan) pada data ini berpotensi mengindikasikan terjadinya pelambatan (percepatan) tingkat pertumbuhan tenaga kerja.

Karena dirilis mingguan, data ini bisa menjadi sangat sensitif dan fluktuatif. Para analis lebih memilih rata-rata pergerakan per 4 minggu dari data ini untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

ZEW Current Situation dan Economic Sentiment
Adalah hasil survey dari lembaga riset ZEW Jerman yang memberikan gambaran dan penilaian mengenai kondisi perekonomian Jerman saat ini.

Soros says U.S. faces "lasting slowdown"
Mon Apr 6, 2009 6:31pm EDT


By Jennifer Ablan and Daniel Burns

NEW YORK (Reuters) - The U.S. economy is in for a "lasting slowdown" and could face a Japanese-style period of relatively low growth with the added problem of high inflation, billionaire investor George Soros said on Monday.

Soros told Reuters Financial Television that rescuing U.S. banks could turn them into "zombies" that suck the lifeblood of the economy, prolonging the economic slowdown.

I don't expect the U.S. economy to recover in the third or fourth quarter so I think we are in for a pretty lasting slowdown, Soros said, adding that in 2010 there might be "something" in terms of U.S. growth.

Most economists expect the U.S. economy to stop contracting in the third quarter and resume growing in the fourth quarter, according to a latest monthly poll of forecasts by Reuters.

The recovery will look like "an inverted square root sign," Soros said: "You hit bottom and you automatically rebound some, but then you don't come out of it in a V-shape recovery or anything like that. You settle down -- step down."

In the fourth quarter, the U.S. economy contracted at a 6.3 percent annualized rate, and economists think the first quarter's slide will be at least as severe, if not worse.

Healing the banking system, which is "basically insolvent," and housing markets is crucial to recovery, Soros said.

The public-private investment funds -- unveiled by the Treasury last month to get bad debts off bank balance sheets -- are going to work but won't be enough to recapitalize the banks so they are able to or willing to provide credit, he said.

Even a steep yield curve won't generate enough profits to keep the banks out of their vulnerable situation.

What we have created now is a situation where the banks who will be able to earn their way out of a hole, but by doing that, they are going to weigh on the economy. Instead of stimulating the economy, they will draw the lifeblood, so to speak, of profits away from the real economy in order to keep themselves alive."

Soros, whose latest book, "The Crash of 2008 and What it Means," has made prescient calls during the credit crisis.

A year ago, he told Reuters that global losses were likely to top $1 trillion. U.S. and European banks have recorded more than $700 billion in losses and write-downs, as of February 5, 2009, according to Reuters data.

DOLLAR IS VULNERABLE

Soros said the "stress tests" of banks being conducted by Treasury, to determine their financial resilience, could be a precursor to a more successful recapitalization of the banks.

He also said the U.S. dollar is under selling pressure and one day could be replaced as a world reserve currency, possibly by the International Monetary Fund's Special Drawing Rights, a currency basket comprising dollars, euros, yen and sterling.

I think the dollar is now under question and I think the system will need to be reformed, so that the United States will be subject to the same discipline as is imposed on other countries, said Soros, whose famous bet against the British pound earned his Quantum Fund $1 billion in 1992.

Being the main issuer of international currency, we have been exempt and we have abused that because we have effectively consumed 6.5 percent more than we have produced. That is now coming to an end.

Soros said there was a risk of a "tipping point" for the dollar which would see it slump, triggering higher interest rates and choking growth.

This leads you to what used to be stagflation -- stop, go. And I think that is what's probably in store, rather than... hyperinflation.

China recently proposed greater use of SDRs, possibly as an eventual global reserve currency.

In the long run, having an international accounting unit rather than the dollar may, in fact, be to our advantage so we can't splurge -- you know, it felt very good for 25 years but now we are paying a very heavy price, Soros said.

U.S. consumer spending has to fall to 60 percent of gross domestic product, compared two-thirds now, he continued.

China will emerge first from recession, probably this year, and will lead global growth in 2010, Soros added.

World policymakers are "actually beginning to catch up" with the crisis and efforts to fix structural problems in the financial system, he said referring to last week's meeting of leaders of G20 countries.

Turning to Europe, the euro has been "a tremendous advantage" to countries that use it, adding there's "no question of a weaker country dropping out," Soros said.

More funds for the IMF will help it stabilize struggling Eastern Europe but the Baltic states still face "serious problems" and Ukraine is not far from default, he warned.

Widespread use of credit default swaps has worsened the risks for Europe, he said, though he added that Germany, the euro zone's biggest economy, is becoming more open to offering help. "Germany, which has been the most reserved about being the deep pocket of the rest of Europe, has recognized that it too has a responsibility toward the new member states."

Germany has been one of the most reluctant major economies to meet U.S. calls for more fiscal stimulus spending to boost the global economy and fight the financial crisis.

(Additional reporting by Martin Howell, Jack Reerink, Daniel Bases, William Schomberg and Steven C. Johnson; Editing by Jonathan Oatis; Editing by Diane Craft)

---










--


--


China Slows Purchases of U.S. and Other Bonds



http://www.nytimes.com/2009/04/13/bu...ef=global-home

By KEITH BRADSHER
Published: April 12, 2009

HONG KONG — Reversing its role as the world’s fastest-growing buyer of United States Treasuries and other foreign bonds, the Chinese government actually sold bonds heavily in January and February before resuming purchases in March, according to data released during the weekend by China’s central bank.

China’s foreign reserves grew in the first quarter of this year at the slowest pace in nearly eight years, edging up $7.7 billion, compared with a record increase of $153.9 billion in the same quarter last year.

China has lent vast sums to the United States — roughly two-thirds of the central bank’s $1.95 trillion in foreign reserves are believed to be in American securities. But the Chinese government now finances a dwindling percentage of new American mortgages and government borrowing.

In the last two months, Premier Wen Jiabao and other Chinese officials have expressed growing nervousness about their country’s huge exposure to America’s financial well-being.

Chinese reserves fell a record $32.6 billion in January and $1.4 billion more in February before rising $41.7 billion in March, according to figures released by the People’s Bank over the weekend. A resumption of growth in China’s reserves in March suggests, however, that confidence in that country may be reviving, and capital flight could be slowing.

The main effect of slower bond purchases may be a weakening of Beijing’s influence in Washington as the Treasury becomes less reliant on purchases by the Chinese central bank.

Asked about the balance of financial power between China and the United States, one of the Chinese government’s top monetary economists, Yu Yongding, replied that “I think it’s mainly in favor of the United States.”

He cited a saying attributed to John Maynard Keynes: “If you owe your bank manager a thousand pounds, you are at his mercy. If you owe him a million pounds, he is at your mercy.”

Private investors from around the world, including the United States, have been buying more American bonds in search of a refuge from global financial troubles. This has made the Chinese government’s cash less necessary and kept interest rates low in the United States over the winter despite the Chinese pullback.

There have also been some signs that Americans may consume less and save more money in response to hard economic times. This would further decrease the American dependence on Chinese savings.

Mr. Wen voiced concern on March 13 about China’s dependence on the United States: “We have lent a huge amount of money to the U.S. Of course we are concerned about the safety of our assets. To be honest, I am definitely a little worried.”

The main worry of Chinese officials has been that American efforts to fight the current economic downturn will result in inflation and erode the value of American bonds, Chinese economists said in interviews in Beijing on Thursday and Friday.

“They are quite nervous about the purchasing power of fixed-income assets,” said Yu Qiao, an economics professor at Tsinghua University.

Economists said there was no sign that the Chinese government had deliberately throttled back its purchases of overseas bonds to punish the United States for pursuing monetary and fiscal policies aimed at stimulating the American economy.

While those policies may run a long-term risk of setting off inflation, they also may benefit China if they rekindle economic growth in the United States and thereby revive China’s faltering exports.

The abrupt slowdown in China’s accumulation of foreign reserves instead seems to suggest that investors were sending large sums of money out of mainland China early this year in response to worries about the country’s economic future and possibly its social stability in the face of rising unemployment.

Evidence of such capital flight included a flood of cash into the Hong Kong dollar. Mainland tourists were even buying gold and diamonds during Chinese new year holidays here in late January.

China’s reserves have soared in recent years as the People’s Bank bought dollars on a huge scale to prevent China’s currency from appreciating as money poured into the country from trade surpluses and heavy foreign investment. But China’s trade surpluses have narrowed slightly as exports have fallen, while foreign investment has slowed as multinationals have conserved their cash.

Jun Ma, a Deutsche Bank economist in Hong Kong, predicted that China’s foreign reserves would rise only $100 billion this year after climbing $417.8 billion last year.

Some economists contend that slower growth in Chinese foreign currency reserves is not important to the economic health of the United States, even though it may be politically important. In the first quarter, instead of the Chinese government sending money out of the country to buy foreign bonds, Chinese individuals and companies were buying many of the same bonds.

“The outflow would mostly end up in the U.S. anyway,” even if China is no longer controlling the destination of the money, said Michael Pettis, a finance professor at Peking University, in an interview on Thursday.

Heavy purchases of Hong Kong dollars by mainland Chinese residents early this year also have the indirect effect of helping the United States borrow money. The Hong Kong government pegs its currency to the American dollar, and stepped up its purchases of Treasury bonds this winter in response to strong demand for Hong Kong dollars.

But China’s economy appears to be bouncing back from the global economic downturn faster than its trade partners’ economies. It that proves true, the result could be an increase in imports to China while its exports recover less briskly. This would limit trade surpluses and leave the People’s Bank with less money to plow into foreign reserves.

--

Fed says plan now to avert inflation

Thu Apr 9, 2009 6:01pm EDT

http://www.reuters.com/article/newsO...090409?sp=true

By Ros Krasny

TULSA, Oklahoma (Reuters) - The United States economy will skid more deeply into recession in coming months, Federal Reserve policy-makers warned on Thursday, but it is time to start planning how to wind down spending to avert an inflationary surge.

The president of the Kansas City Federal Reserve Bank, Thomas Hoenig, said that hard as it was to predict when the winding-down process must be initiated, it will happen.

We know it has to happen, but the timing I can't tell you. Nobody knows. We will watch every indicator of data that suggests a recovery is on the way, Hoenig said in response to audience questions after a speech in Tulsa, Oklahoma.

Failure to do that at the right time means you risk a much higher inflation environment, he added.

Hoenig acknowledged the economy remains "under significant stress" from the ongoing banking crisis. But he said the U.S. central bank cannot wait until it is well into recovery and the job market is strong before acting.

The Fed's second longest-serving policy-maker added that he expects resistance "almost immediately" to any move to raise interest rates or, for example, to start selling off its stash of mortgage-backed securities.

Hoenig and a second regional Fed bank president, Gary Stern of Minneapolis, said there were still significant credit strains holding the economy back and cautioned that an eventual rebound likely will be mild.

The recession is likely to persist for some time longer, and the initial stage of the recovery seems likely to be subdued, Stern said in remarks prepared for the South Dakota economic summit in Sioux Falls.

In view of the state of the credit markets, it seems a fair bet that it will take time for momentum to build. But ... as we get into the middle of 2010 and beyond, I would expect to see a resumption of healthy growth, he added.

A third speaker, White House Economic Adviser Lawrence Summers, told the Economic Club in Washington that there were "substantial downdrafts" hindering a U.S. recovery. "Economies don't go from losing 600,000 jobs a month to a terribly happy path overnight," he said.

But Summers added that overstocked inventories were being drawn down and "the sense of a ball falling off a table, which is what the economy has felt like since the middle of last fall, I think we can be reasonably confident that that's going to end within the next few months."

Hoenig said getting the banks back into good health was vital for a sustained recovery.

The restoration of normal financial activity depends on how we deal with the problems of our largest financial institutions, he said, and policy-makers need to be mindful of public dissatisfaction with costly taxpayer-funded bailouts.

Even at larger institutions, "failure does have to be an option in an economic system such as ours," he said, adding that as part of the resolution process, senior management at the failed firms should be replaced.

Summers said there was little choice now but to do everything possible to stimulate economic activity. But he said the Fed must be ready to act decisively in the medium term to restrain spending so that inflation is contained.

The thing about an inflation is that ... the moment it's absolutely clear you have the problem is a moment when you may have been too late in addressing it, Summers said. "So I think it's a very difficult balance the policy is going to have to walk."

Stern said the risk of a jump in either inflation or deflation could not be dismissed out of hand but doubted either would become a huge problem.

If economic growth resumes in the United States as I expect, the threat of deflation should diminish commensurately, he said, while expressing skepticism that a big increase in the Fed's balance sheet was sowing the seeds of inflation.

The relation between growth in the money supply and the path of prices holds in the long run, over periods of at least five and more likely 10 years. Thus, there is ample time to withdraw excess liquidity as appropriate, he said.

(Additional reporting by Todd Epp and David Lawder; Editing by Dan Grebler)

Buffon Kiper Terbaik dalam Sejarah
Arya Perdhana - detiksport


Reuters

Jakarta - Kiper Juventus dan Italia, Gianluigi Buffon, mendapat kehormatan dari IFFHS. Buffon didapuk sebagai kiper terbaik sepanjang masa, mengungguli nama-nama besar lainnya.

Itulah hasil penghitungan yang dilakukan International Federation of Football History and Statistics (IFFHS) seperti yang diwartakan Football Italia.

Buffon mendapat nilai 87, unggul jauh dari Iker Casillas yang menempati peringkat dua dengan nilai 69. Sementara di peringkat ketiga, ada kiper legendaris Denmark, Peter Schmeichel dengan nilai 63.

Prestasi terbesar Buffon adalah mengantar Italia jadi juara dunia tahun 2006. Selain itu, kiper berusia 31 tahun itu juga pernah mengantongi dua scudetto dan sejumlah penghargaan individu.

IFFHS hanya menghitung data dalam 23 tahun terakhir karena proyek pencatatan statistik dan sejarah sepakbola dunia itu baru dimulai tahun 1987. Artinya, nama-nama sebelum tahun itu tidak dinilai.

Di bawah Buffon, Casillas dan Schmeichel, peringkat 4-10 diisi oleh Oliver Kahn (4), Edwin van der Sar (5), Jose Chilavert (6), Walter Zenga (7), Petr Cech (8), Michel Preud’homme (9) dan Claudio Taffarel (10).

Selain Buffon dan Zenga di 10 besar, Italia yang selama ini terkenal menghasilkan kiper-kiper tangguh juga menempatkan Francesco Toldo di peringkat 20 serta Gianluca Pagliuca di posisi 22.

Pendahulu Buffon di Juve dan Italia, Angelo Peruzzi, berada di peringkat 35, eks kiper AC Milan Sebastiano Rossi di nomor 45 dan Luca Marchegiani di peringkat 70.

Berikut ini adalah 10 besar kiper terbaik dunia versi IFFHS:
1. Gianluigi Buffon
2. Iker Casillas
3. Peter Schmeichel
4. Oliver Kahn
5. Edwin van der Sar
6. Jose Luis Chilavert
7. Walter Zenga
8. Petr Cech
9. Michel Preud'homme
10. Claudio Taffarel


--

Gerrard Topskorer Liverpool Satu Dekade
Fajar Pratama - detiksport


Steven Gerrard (REUTERS)

Liverpool - Gol Steven Gerrard ke gawang Wolverhamton Wanderrers bermakna lebih dari sekedar gol pemecah kebuntuan. Berkat lesakkannya itu, Gerrard kini menjadi topskor Liverpool dalam satu dekade terakhir.

Kapten The Reds tersebut menjadi salah satu bintang kemenangan dari laga melawan Wolves pada Minggu (27/12/2009) dinihari WIB. Setelah lebih dari satu jam terjebak dalam situasi deadlock, Gerraed berhasil menyarangan bola lewat tandukannya di menit 62.

Kran Liverpool yang sebelumnya mampet, lantas dapat mengalir lancar melalui gol pengganda keunggulan yang dilesakkan Yossi Benayoun. Kemenangan 2-0 tersebut setidaknya bisa menjadi obat dari kekalahan 0-2 dari Portsmouth di akhir pekan lalu.

Namun gol yang dihasilkan Gerrard tidak hanya berguna sebagai pembuka keunggulan dan pemecah kebuntuan semata. Lewat sumbangannya itu, pemain internasional Inggris ini kini tercatat sebagai pemain Liverpool paling subur dalam satu dekade terakhir (sejak 1 Januari 2000) dengan koleksi 75 golnya di ajang liga. Gerrard mengungguli Michael Owen yang sebelum ini menjadi top skor sementara bersamanya dengan 74 gol.

Rekor yang digenggamnya ini bisa dapat menjadi suntikan bagi Gerrard yang tengah surut penampilannya. Manajer Rafa Benitez pun yakin gol tersebut dapat membangkitkan semangat juang Gerrard untuk tampil lebih baik lagi atau kembali mencetak angka.

"Ini cukup penting bagi kami mau pun baginya. Jika dia dapat mencetak gol lagi, dia akan memliki kepercayaan diri lebih dan itu cukup bagus untuk tim," ujarnya di situs resmi klub.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar