Minggu, 25 April 2010

mantafff

TEMPO Interaktif, Jakarta - Persaingan teknologi sistem operasi telepon seluler bakal semakin seru. Setelah Microsoft meluncurkan Windows Phone 7 pada Februari lalu, disusul iPhone dengan iPhone OS 4.0 yang dilengkapi kemampuan multitasking baru-baru ini, kali ini giliran BlackBerry yang akan merilis sistem operasi terbarunya, Blackberry OS 6.0.

Padahal, seperti Anda tahu, sistem operasi BlackBerry yang paling baru saat ini adalah BlackBerry OS versi 5.0. Sistem operasi itu saja belum banyak dipakai di peranti BlackBerry. Hanya beberapa seri yang dirilis akhir 2009 yang menggunakan OS 5.0, misalnya Blackberry Bold seri 9700.

Kabar akan dirilisnya sistem operasi terbaru besutan RIM--produsen peranti BlackBerry--semakin santer terdengar. Portal-portal teknologi di Internet mulai ramai membahasnya. Situs BoyGeniusReport.com (BGR) bahkan meluncurkan penjelasan detail plus foto-foto tampilan layar (screenshot) yang menggunakan sistem operasi ini.

Portal teknologi tersebut mengklaim sebagai pihak pertama yang mendapatkan informasi detail soal BlackBerry OS 6.0. Dan, sumber informasi juga mengizinkan situs BGR untuk mempublikasikannya.

BlackBerry OS 6.0 disebut-sebut bakal memiliki lebih banyak fungsi yang ditingkatkan. Antarmuka dan homescreen-nya juga lebih baik dan lebih ramah pengguna ketimbang OS pendahulunya. Sistem operasi yang belum diluncurkan secara resmi oleh produsennya itu juga ditanami browser baru, Browser WebKit.

RIM menerapkan sistem wide kinetic scrolling pada BlackBerry OS 6.0. Sistem tersebut membuat pengalaman browsing di layar BlackBerry menjadi lebih "cair", terutama ketika scroll atau bergulir dari halaman web, e-mail, atau aplikasi sejenisnya. OS 6.0 juga ditanami sistem multisentuhan yang lebih memudahkan. Misalnya, saat membuka aplikasi foto, pengguna bisa "mencubit" layar untuk membuat pembesaran (zooming).

Fitur pemutar medianya juga direnovasi. Pengguna bisa menavigasi menggunakan jari untuk menelusuri album-album musik. Untuk memainkan musiknya, pengguna tinggal menyentuh cover album yang akan dipilih. Pesan masuk juga dibuat lebih modern, dengan tampilan kotak masuk anyar yang dilengkapi thumbnail lebih besar di sebelah kiri kotak pesan. Fitur thumbnail itu untuk mengidentifikasi jenis pesan yang masuk, apakah dari e-mail, Facebook, atau Twitter.

Hal menarik lain adalah homescreen. BlackBerry OS 6.0 sepertinya membuat homescreen makin disesuaikan dengan halaman web yang tampil di layar. Anda dapat memasang aplikasi-aplikasi pada halaman utama, kemudian bisa menggeser halaman ke kiri atau kanan untuk memilih aplikasi yang akan digunakan. Browsing halaman web juga bisa dilakukan dengan cara yang sama.

Pengguna juga akan dimudahkan dalam mengoperasikan menu-menu yang dimiliki peranti BlackBerry-nya. Hanya dengan menekan layar agak lama, akan muncul menu yang berbentuk grup ikon-ikon pada layar. Misalnya akan mengirim e-mail, Anda tak perlu lagi menekan "Menu" lalu "send". Tapi cukup dengan menekan layar pada e-mail yang akan dikirim. Sama halnya jika ingin mengirim e-mail berupa foto atau video.

Namun, tentu saja fungsi ini bisa dilakukan hanya di peranti BlackBerry yang dilengkapi layar sentuh. Dengan fungsi baru itu, pengguna BlackBerry tak harus berurusan dengan pilihan menu biasa yang agak merepotkan.

Tata letak aplikasi foto pada BlackBerry OS 6.0 juga direnovasi. Menurut BoyGeniusReport, tata letak aplikasi foto pada OS ini mirip dengan yang dimiliki iPhone. Galeri foto ditampilkan dalam thumbnail, yang dapat digeser-geser ke atas atau bawah untuk menavigasi. Gambar-gambar juga langsung muncul di layar.

Setelah menekan foto yang dipilih, Anda akan melihat foto bergulir ke dalam dari arah kanan. Untuk membesarkannya (zoom), pengguna bisa "mencubit" layar. Fasilitas e-mail pada OS ini juga tampak lebih maju dengan tampilan yang lebih segar. "Antarmukanya lebih bagus, dengan rasa web 2.0 yang modern," tulis BoyGeniusReport.

Fungsi-fungsi baru yang ada pada sistem operasi anyar ini sepertinya lebih kompatibel dengan perangkat bersistem layar sentuh. Apakah RIM akan lebih banyak meluncurkan ponsel-ponsel BlackBerry layar sentuh pada masa depan? Bisa saja. Tapi bisa juga tidak, karena RIM juga disebut-sebut akan meluncurkan BlackBerry 9670, peranti pertama yang akan menggunakan OS 6.0 ini.

Seri itu memang memiliki ciri yang tak biasa dimiliki BlackBerry, yakni dengan desain kulit kerang (clamshell). Meski demikian, BlackBerry 9670 tetap memiliki keyboard QWERTY dan bukan layar sentuh penuh. Informasi ini memang masih sebatas rumor. Tapi pertanyaan-pertanyaan tersebut hendaknya bakal terjawab di BlackBerry WES 2010, ajang pameran solusi terbaru yang diadakan oleh RIM di Orlando, Florida, pada 27-29 April nanti.

--

Automatic brain dan Thinking brain.

Pada sebuah acara pesta dirumah teman, ditengah meja ada piring besar berisi kacang. Setiap tamu yang datang sambil menunggu acara memakan kacang terus menerus. Walaupun makanan yang enak nanti datang dan kacang tidak baik karena membuat kenyang sebelumnya dan tidak sehat, tetap saja semua memakannya. Salah seorang tamu, tiba2 mengambil piring kacang itu dan memasukkan kedalam dapur sehingga tidak ada yang bisa mengambil lagi. Menariknya, teman2 yang lain malah merasa lega, dan berterimakasih padanya.

Hasil riset menunjukkan bahwa manusia sangat mudah terpengaruh oleh keadaan yang ada disekelilingnya. Bila ada buah mangga di kulkas tidak ada yang mau memakan, tapi kalau sudah dikupas dipotong2 ditaruh dimeja makan, sebentar habis. Kalau ada popcorn disamping sambil menonton, berapa banyakpun akan habis.

Manusia memiliki dua cara berpikir: Automatic, dan Thinking brain. Automatic brain: Otak kita ini secara otomatis meresponse sesuatu tanpa berpikir, ada makanan enak kita makan terus, ada wanita cantik atau lekaki setampan F4, kita menoleh terus, badan kita gatal langsung kita garuk. Semua ini kita kerjakan “tanpa berpikir”. Sebaliknya kalau anda ditanya 115 x 27 berapa, nah anda mulai memakai Thinking brain.

Kita lebih mudah terpengaruh oleh Automatic brain kita, yang mengandung unsur intuisi, perasaan, perkiraan, dan bertemperamen. Sementara Thinking brain kita sering terlambat atau mengalah pada Automatic brain kita.

Oleh sebab itu kita mempercepat jam tangan kita dengan 15 menit, supaya begitu kita merasa terlambat, kita segera tergesa gesa. Padahal Thinking brain kita sebenarnya mampu mencerna waktu perjalanan dengan baik, tetapi lebih mudah untuk merasa terkejut dan segera tergopoh gopoh daripada harus berpikir dengan cermat.

Quiz yang saya post pada Wall kemarin:

1. Bila harga jas mahal dan dasi murah adalah 110 $, dan beda harga antara keduanya adalah 100 $, berapa harga dasi?

2. Bilamana 5 orang dalam 5 menit dapat membuat 5 boneka, berapa lama waktu dibutuhkan untuk 100 orang membuat 100 boneka?

3. Bila ada jamur didalam gelas, setiap hari volumenya lipat dua, dan pada hari ke 22 gelas penuh, pada hari keberapakah gelas terisi setengahnya?

Bila diminta menjawab dengan cepat, pada umumnya orang memakai Automatic brain nya dan menjawab dasinya 10 $, waktunya membuat boneka 100 menit, dan jamur mencapai setengah gelas pada saat 11 hari. Tetapi kalau anda hitung dengan benar, anak SMA pun (atau SMP?) bisa menghitung bahwa sebenarnya yang benar adalah 5 $, 5 menit dan 21 hari. Haha, jadi bila anda salah, anda normal, sebaliknya kalau anda benar tidak perlu merasa bangga dan meminta hadiah, haha.

Kalau kita berbicara dengan bahasa induk kita, Bahasa Indonesia, maka kita memakai Automatic brain, tetapi kalau harus memberi selamat dalam Bahasa Inggris, kita harus berpikir sambil bicara, nah itulah Thinking brain kita.

Perperangan antara Automatic brain dengan Thinking brain terjadi pada saat weker anda berdering pada pukul lima pagi, dan anda matikan sebentar, untuk sedikit tidur lebih panjang. Snooze 10 menit, bangun lagi, tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi, dan akhirnya bangun pada jam enam.

Dengan mengetahui perbedaan ini kita bisa lebih jernih untuk menyusun strategi tindakan kita untuk keuntungan kita sendiri. Pemanfaatan Automatic brain: Makanlah dengan piring yang lebih kecil dan porsi yang lebih sedikit, jauhkan cokelat Lind yang enak itu dari ranjang kita, tempatkan banyak buku dan agenda kerja anda disebelah ranjang. Sebaliknya untuk mengambil keputusan penting, kita jangan terlalu mudah memutuskan, pakailah Thinking brain sebelum mengambil keputusan.



--
Sweet, Sexy and Cute.

Pertanyaan sederhana ini saya lempar pada FB; Mengapa kita menyukai sesuatu yang manis (cokelat), wanita yang sexy (atau lelaki yang tampan), dan sesuatu yang lucu (anak kecil) ? Ketiga jawabannya sama, yaitu karena Darwin, maksudnya, dapat dijelaskan dengan teori Evolusi nya Darwin. Kata kuncinya “survival”, mempertahankan hidup untuk kelangsungan kehidupan species di bumi ini.

Salah satu penyakit terbanyak sekarang adalah diabetes, gula yang terlalu banyak. Mengapa kita suka akan manis? Chocolate yang enak, es campur yang nikmat, sampai dengan gudeg dan teh juga paling enak kalau manis. Sebenarnya semua rasa: manis, asin, kecut, pahit, itu diciptakan di otak manusia. Glukosa itu ada dalam makanan kita, di jaman dulu dibutuhkan glukosa untuk mensuplai energi untuk badan kita. Jadi kita butuh energi untuk hidup. Maka secara biologis, tubuh kita membuat kita suka akan manis, karena disana ada sumber energi yang kita perlukan untuk “survival”.

Sedangkan sexy, adalah sebuah cara alam untuk membuat kita mau untuk membuat keturunan, sesuatu yang dibutuhkan untuk “survival”nya “species” manusia. Dibutuhkan untuk berkembang biak. Kalau anda lihat monyet menyukai monyet lainnya, anjing mengejar betinanya, hal ini juga untuk sarana reproduksi.

Lucu, apa faedahnya? Bayangkan kalau anda tidak “suka” memelihara anak anda? Bagaimana “survival” nya? Orang tua harus berkorban besar untuk menjaga anak sejak bayi, malam yang tidak tidur, kerepotan mengganti popok berulang ulang, dan kecapekan menggendong. Kalau kita tidak “dibuat” suka, maka betapa sengsaranya kehidupan. Maka, manusia secara evolusi dibuat untuk menyukainya, sehingga beban terasa ringan dan menyenangkan. Bahkan riset baru menunjukkan seorang ibu “menyukai” bau dari keringat/popok anaknya tetapi tidak menyukai punya anak orang lain.

Problemnya, jagad semesta membuat kita menyukai manis, tetapi manusia menciptakan manis yang berlebihan, sehingga kita mengkonsumsi jauh lebih banyak gula dari yang dibutuhkan. Begitu juga dengan sexy dan lucu. Pembuatan boneka yang lucu pun, membuat kita suka, karena kemiripan boneka itu dengan anak kita, membuat kita juga punya empati dan perasaan sayang pada boneka. Sesuatu yang berlebihan selalu membuat hal yang tidak baik, begitupun dengan ketiga hal diatas. Bagaimana kita dapat menjaga keseimbangan kita jadi penting untuk membuat hidup kita lebih baik lagi.

Teori Evolusi memberikan banyak jawaban pada perkembangan bumi kita, termasuk tentang bagaimana wana kulit manusia berbeda. Orang Afrika hitam, orang Eropa putih, orang Asia cokelat. Sebenarnya kita berasal dari nenek moyang yang sama. Tetapi karena letak geografi dunia yang berbeda, kita dalam jangka jutaan tahun mengalamai perubahan pelahan lahan. Orang yang tinggal dekat katulistiwa terkena sinar matahari yang lebih keras, sehingga pigmen pada kulit kita berevolusi secara berbeda dengan yang tinggal dekat kutub. Dalam jangka panjangnya kita beradaptasi menyesuaikan diri pada iklim sekeliling kita. Ini dapat dipakai menerangkan bahwa walaupun warna kulit kita beda, pada jutaan tahun lalu sebenarnya kita adalah satu asal muasal.

--

Bebek yang memenangkan lottery

Di sebuah Chinese restaurant, Martyn Frost memegang dan mengelus elus sebuah patung Bebek keberuntungan, yang konon bisa membawa rejeki. Malamnya dia membeli lottery, dan besoknya memenangkan hampir satu juta pounsterling (kira2 15 miliar rupiah). Semua orang menyelamatinya dan banyak yang terkagum kagum dengan saktinya si patung Bebek tersebut.

Tidak bisa dibuktikan apakah Frost memenangkan lottery karena memegang patung bebek atau tidak.

Hal2 yang tidak mudah dibuktikan, sering kita percayai sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan kita sendiri. Anda dan saya, secara rasional, pasti yakin sang bebek tidak menyebabkan kemenangan lottery tersebut.“Post Hoc Fallacies”, kesalahan cara berpikir yang menganggap bahwa sesuatu yang terjadi kemudian diakibatkan karena sesuatu yang sebelumnya, walaupun kadang kedua hal itu tidak berhubungan.

Bilamana sudah tiga kali terjadi, setiap anda mengusap usap hidung anda sambil bilang, sim sala bim, dan hujan turun, maka anda akan percaya hal itu, dan pada saat kemudian akan yakin bahwa mengusap hidung sambil mengucap mantra sim sala bim, adalah jalan untuk membuat hujan turun. Walaupun sebenarnya ketiga kali terjadinya hal itu hanya kebetulan, dan tidak akan terjadi pada keempat kalinya lagi.

Kita sering berpikir bahwa dua kejadian adalah sebab akibat, karena otak kita selalu berusaha menghubungkan dan merasionalkan beberapa kejadian. Hal ini sering membawa kita pada kepercayaan akan “ajimat”, hokkie, ataupun sebuah kejadian (misalkan mimpi digigit ular), dan sebaliknya sering menyalahkan sesuatu kalau ada yang negatip (berjalan dibawah tangga, lantai 13), sebuah pencarian kambing2 berwarna hitam.

Kita mengambil kesimpulan dengan tiga hal: Heart (Hati, emosi) , Head (Kepala, otak, rasional) , Gut (Nyali, keyakinan). Ketika kita tidak mampu memakai otak rasional kita, maka kita akan bergeser memakai emosi ataupun nyali kita.

Sering orang menanyakan pada saya, “Pak, apa rahasianya supaya kita bisa sukses?”, yang sering membuat saya tersenyum, sepertinya saya bisa menjawab dengan “ Peganglah bebek keberuntungan itu”; atau “Belilah Lottery.”; atau “Carilah pohon sakti dipuncak gunung, duduk dan berdoalah disana meminta suksesmu.” Rahasia sukses adalah: “Tidak ada rahasia sukses.”

Pada buku “Outliers”, Galdwell mencoba memudahkan kesuksesan dengan dua hal: Kerja keras melatih keahlian kita secara terus menerus, memperbaiki kemampuan kita supaya jadi ahli, minimal dengan 10.000 jam. Dan mencari kesempatan yang menguntungkan secara terus menerus. Singkatnya, kerja keras yang benar, dan pemanfaatan kesempatan.

Tetapi kalau kita mau lebih rasional, kedua hal itu saja tidaklah cukup. Selalu banyak elemen yang harus tepat, untuk seseorang mencapai kesuksesan. Keahlian khusus, kesempatan, passion, kesesuaian kerjanya dengan trend, network yang dimiliki, softskill, timing, detail tindakan, dan seterusnya. Ada begitu banyak hal yang harus dilakukan dengan benar, dan ada begitu banyak elemen lainnya juga dari luar yang “pas”, untuk sukses.

Yang dapat kita kerjakan adalah melakukan yang terbaik pada pekerjaan yang kita sukai, jeli dalam mencari kesempatan yang ada dan selalu memperbaiki diri dan belajar tanpa henti. Mulai dari hal yang kecil, bangun kesuksesan atas kesuksesan kecil sebelumnya. Jangan putus asa, terus berupaya. Karena sukses bukan terjadi karena sebuah patung bebek saja.

--

Nilai "Kerja"

Setiap orang pada umumnya menghabiskan lebih dari sepertiga waktu hidupnya untuk “bekerja”, entah sebagai wirausaha, karyawan perusahaan besar, penulis, polisi, tentara, politisi, seniman, mengurus rumah tangga, atau apapun yang dikerjakannya.

Apa yang kita dapatkan dari “bekerja”? Apa hasil atau imbalan dari pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran yang kita berikan untuk kerja kita?

Ada 3 hal yang menjadi dasar dari “nilai” kerja kita;

1. Upah; Uang, gajih, tunjangan, fasilitas, bonus, dan semua pendapatan yang diperoleh dari kerja tersebut.

2. Kenikmatan; Passion, panggilan, makna kerja, kecintaan akan hal yang kita lakukan, sebuah kepuasan batin yang memeberikan kenikmatan tersendiri karena kita mampu “melakukannya” dengan baik.

3. Pengakuan lingkungan; Hormat dan cinta dari keluarga, teman2 sejawat, penghargaan orang2 sekeliling kita, pengakuan masyarakat akan hasil karya kita. Penerimaan dan penghargaan dari social structure kita membuat kita merasa kerja yang kita lakukan memberikan harga diri dan pengakuan atas jati diri kita.

Dari ketiga hal itu, buat seseorang menjadi “tahan” pada pekerjaannya, setidaknya 2 hal harus dapat dipenuhi. Dan dalam kenyataannya, memang kebanyakan orang akan mendapatkan 2 dari 3 hal itu dengan sedikit kompensasi kanan kiri.

Seorang guru atau dosen misalnya, mendapatkan kebahagiaan atas pekerjaannya dan pengakuan hormat dari masyarakat dan keluarga, tetapi secara finansial tidak cukup baik.

Seorang pejabat yang korup mendapatkan uang berlimpah dan pengakuan keluarga dan masyarakat karena kekayaannya tetapi tidak dapat menikmati kehidupan yang bertentangan dengan batinnya.

Pedagang suksespun, kadang sangat kaya dan selalu menikmati kerja lemburnya terus menerus, tetapi keluarganya tidak berbahagia.

Penyair, pelukis, seniman, aktor, mencintai pekerjaannya, tetapi apakah pengakuan keluarga dan masyarakat serta penghasilannya cukup baik, belum dapat dipastikan.

Balance, atau keseimbangan dalam pemilihan kita akan pekerjaan dan berapa banyak waktu, tenaga dan pikiran yang kita curahkan untuk kerja itu, menjadi hak dan pilihan masing2 individu. Karena pada akhirnya hasil adalah besarnya cinta kita akan hal itu dan pengorbanan yang kita lakukan.

Pekerjaan apapun yang kita lakukan, adalah sebuah pilihan, dengan kesadaran dan dengan keyakinan akan apa yang kita lakukan. Berbahagialah buat orang yang bisa mendapatkan ketiganya.

--



Irasional Yang Dapat Ditebak

Dalam buku 'Predictably Irrasional' ada sesuatu yang cukup menarik dicermati, khususnya untuk masalah penetapan harga (pricing). Arti 'Predictably Irrasional' adalah sesesuatu hal yang dapat ditebak. Namun sebetulnya kita tahu itu tidak masuk di akal atau masuk pemikiran rasional (irasional).

Dalam buku itu ada sebuah contoh menarik yakni pilihan harga berlangganan majalah. Sebuah survey memberikan 3 opsi cara berlangganan sebuah majalah. Yang pertama, langganan melalui internet yang harganya 59 USD. Yang kedua, langganan seperti biasanya yakni bentuk cetak yang dikirim ke rumah pelanggan. Opsi ini berharga 125 USD. Dan pilihan terakhir adalah keduanya, yakni langganan melalui internet juga cetak yang dikirim. Untuk opsi ini harganya juga 125 USD. Maka ternyata ada 84% orang memilih pilihan ke-3 yakni langganan dalam bentuk cetak dan dikirim serta berlangganan melalui internet.

Di percobaan lain yang hampir sama namun opsi keduanya dibuang. Jadi pilihannya hanya ada 2: langganan melalui internet 59 USD dan langganan melalui internet serta cetak yang dikirim 125 USD. Ternyata dalam percobaan ini hasilnya berbeda dengan yang pertama. Ternyata sekarang orang lebih memilih pilihan pertama, internet yakni 68%. Sedangkan pilihan ke-2 hanya 32%.

Anda lihat perubahan ini. Menarik sekali. Ternyata ketika ada 2 opsi yakni langganan internet dan pilihan lainnya dua-duanya dicetak dan internet, maka orang memilih secara rasional. "Saya berlangganan dari internet saja cukup. Asal saya sudah dapat ilmunya," pikir mereka. Namun jadi berubah ketika ada tambahan pilihan ke-2 dicetak dan dikirim 125 USD. Sedangkan dicetak dan langganan internet juga sama 125 USD. Maka pikiran mereka sekarang, "Berarti saya dapat gratis untuk langganan melalui internet. Karena harga seharusnya 125 USD plus 59 USD." Padahal ini materi yang sama. Jadi orang banyak memilih yang ke-3.

Nah, ternyata kebanyakan orang dalam memilih sesuatu dengan pertimbangan tidak rasional. Ketika dia punya 2 pilihan yang sama kuatnya, misalkan dia berada di Malaysia punya pilihan 2: Tur ke Singapura 10 juta dan ke Bali 10 juta. Ketika sama-sama seminggunya, maka pilihan orang seimbang, yakni: 50% : 50%. Tapi ketika ditambahi pilihan lain: tur ke Bali 3 hari dengan fasilitas yang sangat minim 9,5 juta, maka sekarang orang memilih tur ke Bali 7 hari dengan 10 juta. Karena dia membandingkan dengan 3 hari 9 juta.

Maka ini salah satu strategi kita dalam selling. Memberikan sebuah pilihan yang tidak enak di tengah. Sebetulnya ini hanya untuk membuat supaya opsi pertama terasa jauh lebih enak. Ini suatu strategi harga (pricing) yang menarik. Orang ternyata membandingkan itu dengan yang dekat perbandingannya. Tapi tidak membandingkan dengan sesuatu hal yang jauh bedanya.

--



Iming-Iming Gratis

Coba anda pilih dari 2 pilihan ini. Pilihan pertama anda mendapat
kupon berbelanja gratis senilai 100 ribu rupiah. Atau pilihan kedua,
anda mendapat kupon berbelanja 200 ribu rupiah tapi harus
membayar 60 ribu rupiah.

Kebanyakan orang akan memilih yang pertama. Gratis 100 ribu
rupiah. Padahal pilihan kedua mendapatkan kupon yang 200 ribu
rupiah dengan harga 60 ribu rupiah, anda masih untung 140 ribu
rupiah. Ternyata manusia tidak mau beresiko dengan mengeluarkan
uang sedikitpun kalau ada pilihan tidak membayar sama sekali.

Nah, kata gratis (free) untuk penjualan ternyata mempunyai dampak
yang luar biasa. Kalau anda lihat penjualan di mana pun selalu
menggunakan kata gratis ini. Seperti ‘Beli 2 Gratis 1.’ Atau ‘Buy 1 Get
1 Free, Buy 2 Get 1 Free.’ Ternyata kata gratis ini mempunyai daya
tarik sendiri.

Amazon adalah toko buku online terbesar di dunia. Ketika Amazon
mengamati penjualan ternyata pembeli rata-rata hanya membeli 1
buku. Maka Amazon Amerika melakukan promosi beli 2 atau lebih
berapapun harganya ongkos kirimnya gratis. Padahal kalau cuma
beli 1 akan dikenai ongkos kirim USD 3. Ternyata penjualannya naik
drastis. Orang yang tadinya hanya ingin membeli 1, jadinya membeli
2, karena ingin dapat gratis ongkos kirimnya.

Lalu Amazon melakukan promosi yang sama di Perancis. Bukan
gratis sama sekali, tapi murah sekali. Untuk pengiriman kedua kalau
beli 2 buku ongkos kirimnya USD 0,1. Jadi murah sekali. Ternyata
promosi ini tidak mendongkrak penjualan. Orang tetap menganggap
cuma membayar lebih murah, bukan gratis. Ketika promosi ‘Free
Shipment’, gratis pengiriman, orang tertarik dengan promosi ini.

Jadi kita harus berhati-hati ketika kita melihat tawaran gratis ini.
Kalau kita jalan-jalan ke mall misal ke toko parfum, sering ada
penawaran beli minimal 300 ribu rupiah gratis dompet senilai 50
ribu rupiah. Mungkin dompet ini harga belinya Cuma 25 ribu rupiah.
Kita yang awalnya hanya bermaksud membeli parfum senilai 150
ribu rupiah, karena ingin mendapat dompet, maka kita belanjakan
senilai 300 ribu rupiah.

Nah, penjual juga mengerti hal ini. Dan sering menggunakannya
sebagai salah satu strategi jualan. Kita sebagai pembeli harus
berhati-hati ketika melihat sesuatu yang gratis ini. Coba pikirkan
ulang apakah betul kita membutuhkan hal itu. Kalau tidak, jangan
tertarik dengan kata-kata gratis.

--

Perbandingan Tidak Rasional

Seorang ibu rumah tangga bisa saja rela berbelanja jauh hanya untuk mendapatkan barang yang berdiskon. Sebenarnya dia hanya membeli sekardus mi instan seharga 100 ribu rupiah untuk menghemat 20 ribu rupiah. Dan dia rela sekalipun harus menempuh hujan deras dan antri berdesak-desakan.

Namun kenapa ibu tadi mau membeli komputer seharga 7,5 juta rupiah, padahal ada tawaran di tempat lain yang lebih murah 100 ribu rupiah? "Ah, sekalian jalan-jalan di mall sini. Sini kan lebih dekat." kata si Ibu. Ibu segan pindah ke toko lain yang sebenarnya jauhnya sama dengan beli mi instan di atas. Hal ini karena uang 100 ribu rupiah hanya bagian kecil dari harga 7,5 juta rupiah. Sedangkan uang 20 ribu rupiah senilai 20% dari harga 100 ribu rupiah.

Kita sering berpikir dengan tidak rasional. Karena kita berpikir ketika kita membandingkan sesuatu hal dengan hal lainnya. Entah itu sebuah penawaran, cara kita menawar, cara kita hidup selalu seperti itu. Saya kasih contoh seorang pegawai yang bekerja selama setahun yang pernah saya wawancarai. Saya tanya, "Berapa gajimu sekarang?" "3 juta Pak," katanya, "Tapi saya sudah bekerja selama setahun. Saya tidak puas dengan gaji saya."

Lalu saya tanya lagi, "Dulu waktu kamu diterima, berapa gajimu?" Dia menjawab, "1 juta." "Waktu itu kamu membayangkan tahun depan gajimu naik jadi berapa?" tanya saya lagi. "Ya, paling naik menjadi 1,5 juta," jawabnya. "Lha sekarang kan kamu sudah 3 juta? Kenapa kamu masih tidak puas?" cecar saya. Diam sejenak, dia menjawab, "Iya sih, tapi ada teman yang baru saja masuk kerja sudah bergaji 3,5 juta."

Ternyata dia membandingkan dirinya dengan orang lain. Bukan karena dia tidak puas dengan gajinya 3 juta itu. Tapi dia tidak puas karena dia mulai membandingkan dengan orang lain.

Dalam kehidupan, kita selalu membandingkan diri kita terlalu banyak dengan orang lain. Dia punya mobil, saya tidak punya. Dia punya rumah lebih besar lagi dari kita. Bukan karena kita butuh rumah yang lebih besar, tapi karena kita tidak puas orang lain memiliki sesuatu yang lebih besar dari kita.

Marilah kita hidup dengan lebih sadar bahwa membandingkan sesuatu dengan yang lain itu tidaklah baik. Penting apa yang anda miliki sekarang dan sudah memuaskan anda. Dan kita harus lebih bisa sadar dengan hal ini.

--

Dalam kebingungan, kita menurut pada penentu harga.

Ada sebuah percobaan riset survey di Amerika. Seorang profesor matematika mengadakan percobaan dengan responden mahasiswanya. Dia mengambil dua kelas yang setara dan mirip satu sama lainnya, baik dalam jumlah mahasiwa ataupun karakter mahasiswanya.

Di kelas pertamanya dia mengumumkan kepada 50 mahasiswanya. Dia berkata, "Besok sore jam 4 saya akan mencoba membaca puisi di auditorium. Saya akan memberi uang $5 kepada mahasiswa yang mau mendengarkan puisi saya." Jadi mahasiswanya diberi uang $5 per orang kalau mau mendengarkan puisinya.

Tapi ruang auditorium hanya tersedia 20 kursi. Jadi 30 mahasiswa lainnya pasti tidak dapat mengikutinya. Karena itu mahasiswa disuruh menawar dengan menuliskannya di amplop tertutup. Mereka dapat menaikkan atau menurunkan harga sehingga 20 tawaran mahasiswa yang terendah yang diberi undangan mendengarkan puisi tersebut.

Dalam tawaran itu, mereka harus memberi 3 penawaran untuk mendengarkan 3 jenis puisi. Yakni puisi pendek dengan durasi 2 menit, puisi sedang dengan lama 5 menit dan puisi panjang yang makan waktu 10 menit.

Di kelas lain, si profesor ini menawarkan hal yang sama. Tapi dibalik. Para mahasiswa dari kelas lain tidak saling mengetahui adanya percobaan ini. Katanya, "Saya akan mencoba membaca puisi besok sore jam 4 di auditorium. Yang ingin mendengarkan saya baca puisi, harus membayar. Saya harapkan $5 per mahasiswa untuk satu kali baca puisi."

Tapi karena ruangnya terbatas, mereka diminta untuk melakukan penawaran. Hal yang sama dilakukan oleh mahasiswa kelas sebelumnya. Mereka harus menuliskan tawaran membayar untuk puisi pendek, sedang dan panjang. 20 tawaran yang tertinggi akan diberi kesempatan untuk mendengarkan sang dosen berpuisi.

Nah, ini yang menarik. Profesor ini bukan ahli membaca puisi. Bukan pula orang yang terkenal dalam dunia puisi.

Hasilnya menarik. Ternyata di kelas yang mendengar puisi dapat uang, mereka menawar rata-rata $2,5 untuk puisi pendek, $3,5 puisi sedang dan puisi panjang $4,5. Sedangkan di kelas yang harus membayar untuk mendengarkan puisi rata-rata tawarannya $1 untuk puisi pendek, $2 puisi sedang dan $3 untuk puisi panjang.

Bayangkan! Kejadian ini terjadi di sekolah yang sama. Kelas yang satu ditawarkan menerima uang untuk mendengarkan puisi. Sedangkan di kelas lainnya sebaliknya, harus membayar untuk mendengarkan puisi.

Ternyata riset ini menunjukkan bahwa orang bingung terhadap sesuatu hal yang baru, "Saya tidak tahu harus membayar atau mendapat uang dengan mendengarkan dosen saya berpuisi." Ketika orang bingung dan mendapat masukan, "Kamu harus bayar!" maka dia merasa membayar itu yang harus dilakukan. Sedangkan bila sejak awal dia mendapat uang, maka menganggap menerima uang itu yang dianggap layak.

Kenapa kita pada saat diminta SMS Voting Pada acara TV harus membayar SMS Rp.2000,-? Dan mau, bukankan seharusnya kita dibayar untuk itu? Ketik Reg... menjadi bisnis. Padahal semua di Facebook, Youtube, Internet gratis? Harga SMS setiap hari atas kata2 seorang selebrity menjari Rp.1000,-, dan susah di Unreg lagi. Kitapun sudah menjadi kurban konsep ini. Ketika kita bingung, apa yang disarankan adalah sebuah patokan untuk pilihan tindakan kita. Ketika bingung, kita menurut pada penentu harga.

Ini adalah sebuah ide yang luar biasa. Ketika kita tanam sesuatu pada saat orang bingung, tidak tahu nilai produknya , maka itu akan dijadikan patokan untuk melakukan analisa pada kejadian berikutnya yang mirip dengan itu.

--



Apa Isu Terbesar Dalam Kepemimpinan Anda?

Saya pernah ngobrol lama dengan seorang konsultan. Dia sering melakukan mentoring/mengajar para CEO atau pimpinan perusahaan. Saya bertanya, "Pak, kira-kira apa sebetulnya kunci dari kepemimpinan perusahaan yang paling penting itu?".

Jawabnya sederhana dan singkat, "What's keeping you awake at night?" Apa yang membuat anda terjaga di malam hari dan tidak bisa tidur nyenyak. Hal inilah yang menjadi 'biggest issue' yang harus diselesaikan.

Setiap orang pemimpin atau setiap pemilik perusahaan atau setiap orang yang menguasai perusahaan atau bahkan dalam kehidupan sehari-hari selalu ada 1-2 hal kunci yang membuat kita tidak bisa tidur nyenyak di malam hari.

Mungkin anda pemimpin yang hebat. Anda sukses memimpin perusahaan, tapi ada persoalan yang mengganjal, "Siapa yang akan menggantikan saya memimpin perusahaan?" Bila ini membuat anda tidak bisa tidur nyenyak di malam hari, maka anda harus mulai mengambil langkah. Misal dengan mulai menyusun agenda suksesi kepemimpinan selanjutnya. Atau melatih manajer anda yang handal. Atau membimbing anak anda yang barusan lulus dari luar negeri. Yang jelas anda harus fokus dan mempunyai solusi yang menyelesaikan. Sehingga anda bisa tidur nyenyak kembali di malam hari.

Mungkin juga anda bingung karena bisnis anda mulai goyah. Anda merasa dulu bisnis ini sukses, tapi sekarang sudah tidak sukses lagi. Kalau hal ini membuat anda tidak dapat tidur di malam hari, saatnya anda melakukan perubahan. Anda harus mulai memikirkan apa saja yang harus dilakukan. Sebuah perubahan bagi perusahaan agar mengikuti arah kehidupan sehari-hari atau yang sedang trend sekarang.

Atau mungkin anda tidak dapat tidur di malam hari karena merasa keuangan perusahaan kacau atau adminsitrasi keuangan yang semrawut. Bila ini terjadi maka anda seharusnya mulai fokus pada keuangan. Entah dengan membuka kembali buku-buku keuangan, mengecek kembali neraca keuangan atau mengundang auditor melakuka audit.

Sebenarnya setiap pemimpin, setiap orang yang menguasai perusahaan tahu benar persoalan terbesar yang sedang dihadapi oleh perusahaan. Selalu tahu. Tapi mereka kadang-kadang bingung atau menunda tindakan-tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki perusahaan itu. Jadi janganlah ditunda kembali. Selesaikan agar anda bisa tidur nyenyak lagi.

-

5 Kategori Sukses

Dalam sebuah kuliah yang saya bawakan di ITS beberapa waktu lalu, saya bertanya pada mahasiswa saya, "Apa sih yang anda sebut sebagai sukses itu?" Maka timbul jawaban yang beragam dari para mahasiswa saya.

"Sukses bagi saya bila saya memiliki 3 rumah," kata seorang mahasiswa. Yang lain menjawab, "Bila hubungan saya dengan istri saya baik nanti, maka itu adalah sukses." Ada yang bilang, "Bila saya berbahagia itu berarti sukses." Jawaban mereka rata-rata berlainan. Ada yang ingin punya mobil, punya rumah, bisa lulus S3. Macam-macam.

Maka bila saya kelompokkan kesuksesan itu, maka ada 5 area kelompok kesuksesan.

Yang pertama adalah material. Material ini adalah memiliki uang banyak, mempunyai mobil, mempunyai perusahaan yang besar. Pokoknya segala hal yang bersifat duniawi yang disebut sebagai material.

Berikutnya yang kedua adalah fisik atau 'physical'. Ingin memiliki tubuh selalu sehat. Mempunyai tubuh yang sempurna. Dapat berumur panjang. "Dengan sehat saya bisa bekerja dengan baik," kata mereka. Kesehatan. Jadi tubuh yang sehat ternyata adalah ke suksesan yang pertama.

Lalu intelektual sebagai yang kesuksesan yang ketiga. Intelektual adalah kemampuan otak kita. Kita bisa lulus S2, S3. Bisa jadi dosen, memiliki ilmu dan mengerti segala hal. Kemampuan otak kita yang luar biasa, 'intellectual capital'. "Saya tidak perlu uang banyak, tapi saya harus pandai, Pak," kata seseorang, "Saya ingin lulus S3, bisa jadi guru besar dan lain-lain." Ini yang disebut sebagai kesuksesan ke-3, intelektual.

Yang keempat adalah emosional. "Saya ingin hubungan saya dengan istri dan anak-anak harmonis. Hubungan saya dengan teman juga baik. Semua orang menyukai saya. Dan saya bisa memberikan kontribusi dalam keluarga saya," begitu kata orang. Ini emosional. Jadi sukses emosional adalah bentuk kesuksesan yang ke-4.

Yang terakhir, kelima adalah spiritual. Banyak orang merasa dekat dengan Tuhan sebagai hal yang utama. Katanya, "Saya bisa merasakan kedamaian dalam hati kita." Spiritual adalah salah satu bentuk sukses.

Jadi ada 5 hal penting dalam kesuksesan kita. Material, fisik, intelektual, emosional dan spiritual. Anda bisa memilih yang mana. Juga keseimbangan apa yang anda pilih. Mana yang lebih diutamakan, mana yang tidak diutamakan, mana yang didahulukan, mana yang belakangan. Andalah nanti yang akan menuju ke arah mana kesuksesan yang akan dikejar.

Tidak ada yang benar atau yang salah. Semua orang punya pilihan. Andalah yang memilih kesuksesan dalam kehidupan anda. Ada 5 area yang bisa anda pilih. Silakan anda pilih dan capai kesuksesan yang menurut anda terbaik.


--

Irasional Yang Dapat Ditebak

Dalam buku 'Predictably Irrasional' ada sesuatu yang cukup menarik dicermati, khususnya untuk masalah penetapan harga (pricing). Arti 'Predictably Irrasional' adalah sesesuatu hal yang dapat ditebak. Namun sebetulnya kita tahu itu tidak masuk di akal atau masuk pemikiran rasional (irasional).

Dalam buku itu ada sebuah contoh menarik yakni pilihan harga berlangganan majalah. Sebuah survey memberikan 3 opsi cara berlangganan sebuah majalah. Yang pertama, langganan melalui internet yang harganya 59 USD. Yang kedua, langganan seperti biasanya yakni bentuk cetak yang dikirim ke rumah pelanggan. Opsi ini berharga 125 USD. Dan pilihan terakhir adalah keduanya, yakni langganan melalui internet juga cetak yang dikirim. Untuk opsi ini harganya juga 125 USD. Maka ternyata ada 84% orang memilih pilihan ke-3 yakni langganan dalam bentuk cetak dan dikirim serta berlangganan melalui internet.

Di percobaan lain yang hampir sama namun opsi keduanya dibuang. Jadi pilihannya hanya ada 2: langganan melalui internet 59 USD dan langganan melalui internet serta cetak yang dikirim 125 USD. Ternyata dalam percobaan ini hasilnya berbeda dengan yang pertama. Ternyata sekarang orang lebih memilih pilihan pertama, internet yakni 68%. Sedangkan pilihan ke-2 hanya 32%.

Anda lihat perubahan ini. Menarik sekali. Ternyata ketika ada 2 opsi yakni langganan internet dan pilihan lainnya dua-duanya dicetak dan internet, maka orang memilih secara rasional. "Saya berlangganan dari internet saja cukup. Asal saya sudah dapat ilmunya," pikir mereka. Namun jadi berubah ketika ada tambahan pilihan ke-2 dicetak dan dikirim 125 USD. Sedangkan dicetak dan langganan internet juga sama 125 USD. Maka pikiran mereka sekarang, "Berarti saya dapat gratis untuk langganan melalui internet. Karena harga seharusnya 125 USD plus 59 USD." Padahal ini materi yang sama. Jadi orang banyak memilih yang ke-3.

Nah, ternyata kebanyakan orang dalam memilih sesuatu dengan pertimbangan tidak rasional. Ketika dia punya 2 pilihan yang sama kuatnya, misalkan dia berada di Malaysia punya pilihan 2: Tur ke Singapura 10 juta dan ke Bali 10 juta. Ketika sama-sama seminggunya, maka pilihan orang seimbang, yakni: 50% : 50%. Tapi ketika ditambahi pilihan lain: tur ke Bali 3 hari dengan fasilitas yang sangat minim 9,5 juta, maka sekarang orang memilih tur ke Bali 7 hari dengan 10 juta. Karena dia membandingkan dengan 3 hari 9 juta.

Maka ini salah satu strategi kita dalam selling. Memberikan sebuah pilihan yang tidak enak di tengah. Sebetulnya ini hanya untuk membuat supaya opsi pertama terasa jauh lebih enak. Ini suatu strategi harga (pricing) yang menarik. Orang ternyata membandingkan itu dengan yang dekat perbandingannya. Tapi tidak membandingkan dengan sesuatu hal yang jauh bedanya.

--



Iming-Iming Gratis

Coba anda pilih dari 2 pilihan ini. Pilihan pertama anda mendapat
kupon berbelanja gratis senilai 100 ribu rupiah. Atau pilihan kedua,
anda mendapat kupon berbelanja 200 ribu rupiah tapi harus
membayar 60 ribu rupiah.

Kebanyakan orang akan memilih yang pertama. Gratis 100 ribu
rupiah. Padahal pilihan kedua mendapatkan kupon yang 200 ribu
rupiah dengan harga 60 ribu rupiah, anda masih untung 140 ribu
rupiah. Ternyata manusia tidak mau beresiko dengan mengeluarkan
uang sedikitpun kalau ada pilihan tidak membayar sama sekali.

Nah, kata gratis (free) untuk penjualan ternyata mempunyai dampak
yang luar biasa. Kalau anda lihat penjualan di mana pun selalu
menggunakan kata gratis ini. Seperti ‘Beli 2 Gratis 1.’ Atau ‘Buy 1 Get
1 Free, Buy 2 Get 1 Free.’ Ternyata kata gratis ini mempunyai daya
tarik sendiri.

Amazon adalah toko buku online terbesar di dunia. Ketika Amazon
mengamati penjualan ternyata pembeli rata-rata hanya membeli 1
buku. Maka Amazon Amerika melakukan promosi beli 2 atau lebih
berapapun harganya ongkos kirimnya gratis. Padahal kalau cuma
beli 1 akan dikenai ongkos kirim USD 3. Ternyata penjualannya naik
drastis. Orang yang tadinya hanya ingin membeli 1, jadinya membeli
2, karena ingin dapat gratis ongkos kirimnya.

Lalu Amazon melakukan promosi yang sama di Perancis. Bukan
gratis sama sekali, tapi murah sekali. Untuk pengiriman kedua kalau
beli 2 buku ongkos kirimnya USD 0,1. Jadi murah sekali. Ternyata
promosi ini tidak mendongkrak penjualan. Orang tetap menganggap
cuma membayar lebih murah, bukan gratis. Ketika promosi ‘Free
Shipment’, gratis pengiriman, orang tertarik dengan promosi ini.

Jadi kita harus berhati-hati ketika kita melihat tawaran gratis ini.
Kalau kita jalan-jalan ke mall misal ke toko parfum, sering ada
penawaran beli minimal 300 ribu rupiah gratis dompet senilai 50
ribu rupiah. Mungkin dompet ini harga belinya Cuma 25 ribu rupiah.
Kita yang awalnya hanya bermaksud membeli parfum senilai 150
ribu rupiah, karena ingin mendapat dompet, maka kita belanjakan
senilai 300 ribu rupiah.

Nah, penjual juga mengerti hal ini. Dan sering menggunakannya
sebagai salah satu strategi jualan. Kita sebagai pembeli harus
berhati-hati ketika melihat sesuatu yang gratis ini. Coba pikirkan
ulang apakah betul kita membutuhkan hal itu. Kalau tidak, jangan
tertarik dengan kata-kata gratis.


--

Perbandingan Tidak Rasional

Seorang ibu rumah tangga bisa saja rela berbelanja jauh hanya untuk mendapatkan barang yang berdiskon. Sebenarnya dia hanya membeli sekardus mi instan seharga 100 ribu rupiah untuk menghemat 20 ribu rupiah. Dan dia rela sekalipun harus menempuh hujan deras dan antri berdesak-desakan.

Namun kenapa ibu tadi mau membeli komputer seharga 7,5 juta rupiah, padahal ada tawaran di tempat lain yang lebih murah 100 ribu rupiah? "Ah, sekalian jalan-jalan di mall sini. Sini kan lebih dekat." kata si Ibu. Ibu segan pindah ke toko lain yang sebenarnya jauhnya sama dengan beli mi instan di atas. Hal ini karena uang 100 ribu rupiah hanya bagian kecil dari harga 7,5 juta rupiah. Sedangkan uang 20 ribu rupiah senilai 20% dari harga 100 ribu rupiah.

Kita sering berpikir dengan tidak rasional. Karena kita berpikir ketika kita membandingkan sesuatu hal dengan hal lainnya. Entah itu sebuah penawaran, cara kita menawar, cara kita hidup selalu seperti itu. Saya kasih contoh seorang pegawai yang bekerja selama setahun yang pernah saya wawancarai. Saya tanya, "Berapa gajimu sekarang?" "3 juta Pak," katanya, "Tapi saya sudah bekerja selama setahun. Saya tidak puas dengan gaji saya."

Lalu saya tanya lagi, "Dulu waktu kamu diterima, berapa gajimu?" Dia menjawab, "1 juta." "Waktu itu kamu membayangkan tahun depan gajimu naik jadi berapa?" tanya saya lagi. "Ya, paling naik menjadi 1,5 juta," jawabnya. "Lha sekarang kan kamu sudah 3 juta? Kenapa kamu masih tidak puas?" cecar saya. Diam sejenak, dia menjawab, "Iya sih, tapi ada teman yang baru saja masuk kerja sudah bergaji 3,5 juta."

Ternyata dia membandingkan dirinya dengan orang lain. Bukan karena dia tidak puas dengan gajinya 3 juta itu. Tapi dia tidak puas karena dia mulai membandingkan dengan orang lain.

Dalam kehidupan, kita selalu membandingkan diri kita terlalu banyak dengan orang lain. Dia punya mobil, saya tidak punya. Dia punya rumah lebih besar lagi dari kita. Bukan karena kita butuh rumah yang lebih besar, tapi karena kita tidak puas orang lain memiliki sesuatu yang lebih besar dari kita.

Marilah kita hidup dengan lebih sadar bahwa membandingkan sesuatu dengan yang lain itu tidaklah baik. Penting apa yang anda miliki sekarang dan sudah memuaskan anda. Dan kita harus lebih bisa sadar dengan hal ini.

--

Dalam kebingungan, kita menurut pada penentu harga.

Ada sebuah percobaan riset survey di Amerika. Seorang profesor matematika mengadakan percobaan dengan responden mahasiswanya. Dia mengambil dua kelas yang setara dan mirip satu sama lainnya, baik dalam jumlah mahasiwa ataupun karakter mahasiswanya.

Di kelas pertamanya dia mengumumkan kepada 50 mahasiswanya. Dia berkata, "Besok sore jam 4 saya akan mencoba membaca puisi di auditorium. Saya akan memberi uang $5 kepada mahasiswa yang mau mendengarkan puisi saya." Jadi mahasiswanya diberi uang $5 per orang kalau mau mendengarkan puisinya.

Tapi ruang auditorium hanya tersedia 20 kursi. Jadi 30 mahasiswa lainnya pasti tidak dapat mengikutinya. Karena itu mahasiswa disuruh menawar dengan menuliskannya di amplop tertutup. Mereka dapat menaikkan atau menurunkan harga sehingga 20 tawaran mahasiswa yang terendah yang diberi undangan mendengarkan puisi tersebut.

Dalam tawaran itu, mereka harus memberi 3 penawaran untuk mendengarkan 3 jenis puisi. Yakni puisi pendek dengan durasi 2 menit, puisi sedang dengan lama 5 menit dan puisi panjang yang makan waktu 10 menit.

Di kelas lain, si profesor ini menawarkan hal yang sama. Tapi dibalik. Para mahasiswa dari kelas lain tidak saling mengetahui adanya percobaan ini. Katanya, "Saya akan mencoba membaca puisi besok sore jam 4 di auditorium. Yang ingin mendengarkan saya baca puisi, harus membayar. Saya harapkan $5 per mahasiswa untuk satu kali baca puisi."

Tapi karena ruangnya terbatas, mereka diminta untuk melakukan penawaran. Hal yang sama dilakukan oleh mahasiswa kelas sebelumnya. Mereka harus menuliskan tawaran membayar untuk puisi pendek, sedang dan panjang. 20 tawaran yang tertinggi akan diberi kesempatan untuk mendengarkan sang dosen berpuisi.

Nah, ini yang menarik. Profesor ini bukan ahli membaca puisi. Bukan pula orang yang terkenal dalam dunia puisi.

Hasilnya menarik. Ternyata di kelas yang mendengar puisi dapat uang, mereka menawar rata-rata $2,5 untuk puisi pendek, $3,5 puisi sedang dan puisi panjang $4,5. Sedangkan di kelas yang harus membayar untuk mendengarkan puisi rata-rata tawarannya $1 untuk puisi pendek, $2 puisi sedang dan $3 untuk puisi panjang.

Bayangkan! Kejadian ini terjadi di sekolah yang sama. Kelas yang satu ditawarkan menerima uang untuk mendengarkan puisi. Sedangkan di kelas lainnya sebaliknya, harus membayar untuk mendengarkan puisi.

Ternyata riset ini menunjukkan bahwa orang bingung terhadap sesuatu hal yang baru, "Saya tidak tahu harus membayar atau mendapat uang dengan mendengarkan dosen saya berpuisi." Ketika orang bingung dan mendapat masukan, "Kamu harus bayar!" maka dia merasa membayar itu yang harus dilakukan. Sedangkan bila sejak awal dia mendapat uang, maka menganggap menerima uang itu yang dianggap layak.

Kenapa kita pada saat diminta SMS Voting Pada acara TV harus membayar SMS Rp.2000,-? Dan mau, bukankan seharusnya kita dibayar untuk itu? Ketik Reg... menjadi bisnis. Padahal semua di Facebook, Youtube, Internet gratis? Harga SMS setiap hari atas kata2 seorang selebrity menjari Rp.1000,-, dan susah di Unreg lagi. Kitapun sudah menjadi kurban konsep ini. Ketika kita bingung, apa yang disarankan adalah sebuah patokan untuk pilihan tindakan kita. Ketika bingung, kita menurut pada penentu harga.

Ini adalah sebuah ide yang luar biasa. Ketika kita tanam sesuatu pada saat orang bingung, tidak tahu nilai produknya , maka itu akan dijadikan patokan untuk melakukan analisa pada kejadian berikutnya yang mirip dengan itu.

--

Apa Isu Terbesar Dalam Kepemimpinan Anda?

Saya pernah ngobrol lama dengan seorang konsultan. Dia sering melakukan mentoring/mengajar para CEO atau pimpinan perusahaan. Saya bertanya, "Pak, kira-kira apa sebetulnya kunci dari kepemimpinan perusahaan yang paling penting itu?".

Jawabnya sederhana dan singkat, "What's keeping you awake at night?" Apa yang membuat anda terjaga di malam hari dan tidak bisa tidur nyenyak. Hal inilah yang menjadi 'biggest issue' yang harus diselesaikan.

Setiap orang pemimpin atau setiap pemilik perusahaan atau setiap orang yang menguasai perusahaan atau bahkan dalam kehidupan sehari-hari selalu ada 1-2 hal kunci yang membuat kita tidak bisa tidur nyenyak di malam hari.

Mungkin anda pemimpin yang hebat. Anda sukses memimpin perusahaan, tapi ada persoalan yang mengganjal, "Siapa yang akan menggantikan saya memimpin perusahaan?" Bila ini membuat anda tidak bisa tidur nyenyak di malam hari, maka anda harus mulai mengambil langkah. Misal dengan mulai menyusun agenda suksesi kepemimpinan selanjutnya. Atau melatih manajer anda yang handal. Atau membimbing anak anda yang barusan lulus dari luar negeri. Yang jelas anda harus fokus dan mempunyai solusi yang menyelesaikan. Sehingga anda bisa tidur nyenyak kembali di malam hari.

Mungkin juga anda bingung karena bisnis anda mulai goyah. Anda merasa dulu bisnis ini sukses, tapi sekarang sudah tidak sukses lagi. Kalau hal ini membuat anda tidak dapat tidur di malam hari, saatnya anda melakukan perubahan. Anda harus mulai memikirkan apa saja yang harus dilakukan. Sebuah perubahan bagi perusahaan agar mengikuti arah kehidupan sehari-hari atau yang sedang trend sekarang.

Atau mungkin anda tidak dapat tidur di malam hari karena merasa keuangan perusahaan kacau atau adminsitrasi keuangan yang semrawut. Bila ini terjadi maka anda seharusnya mulai fokus pada keuangan. Entah dengan membuka kembali buku-buku keuangan, mengecek kembali neraca keuangan atau mengundang auditor melakuka audit.

Sebenarnya setiap pemimpin, setiap orang yang menguasai perusahaan tahu benar persoalan terbesar yang sedang dihadapi oleh perusahaan. Selalu tahu. Tapi mereka kadang-kadang bingung atau menunda tindakan-tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki perusahaan itu. Jadi janganlah ditunda kembali. Selesaikan agar anda bisa tidur nyenyak lagi.

-

Optimisme.

Martin Seligman dalam bukunya Learned Optimism membeberkan bahwa Optimisme tidak sama dengan Positive thinking. Optimisme adalah response internal kita terhadap sesuatu keadaan. Optimisme membuat kita menjadi persisten, sanggup menerima kegagalan dan bangkit berjuang lagi, karena kita yakin akan bisa mengatasi kesulitan dan menjadi sukses. Optimisme lebih penting daripada Positive Thinking, karena Optimisme memberikan dorongan bergerak dan mamacu kita bertindak.

Optimisme membuat kita hidup lebih berarti, mau bekerja lebih keras, pantang menyerah, dan berbahagia. Optimisme adalah kemampuan melihat gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Salesman yang optimis akan lebih mampu menjual, olahragawan yang optimis akan lebih sering menang, dan pebisnis yang optimis akan lebih mungkin sukses.

Dalam sebuah keadaan, misalkan anda dipecat oleh perusahaan anda, apa yang anda pikirkan? Menangis meratapi dan menyerah, atau mempelajari situasi sekarang, menerima keadaan, dan bankit dengan optimis untuk mencoba sesuatu yang baru? Didalam setiap orang selalu ada diskusi internal, antara saya dan saya, baik secara sadar ataupun bawah sadar.

Ada 3 hal yang menjadi pertimbangan diskusi internal kita dalam kaitannya dengan Optimisme: 3 P (Permanence, Pervasiveness, Personalization).

Kita coba misalkan ada kejadian negatip, mobil yang baru kita beli, ketika kita keluarkan dari garasi, ditabrak sepeda motor. Nah apa pemikiran kita?

Permanence: Apakah “selalu”(permanen) begini atau ini hanya “kebetulan”. Optimis akan berpikir ini hanya kebetulan terjadi pada kehidupan kita karena kita sebenarnya adalah orang yang mujur. Pesimis menganggap dirinya memang selalu sial dalam hidup ini.

Pervasiveness: Apakah ini “universal”(umum) atau “specific” Optimis bilang dirinya sebenarnya secara umum hokki dan ini kasus khusus yang terjadi, sebaliknya pesimis menganggap ya beginilah hidupnya yang selalu penuh kemalangan.

Personalization: Apakah yang menyebabkan ini “external factor” atau “internal factor”, disebut juga “locus of control” (penyebab kejadian). Optimis menganggap ini karena pengendara sepeda motor tidak hati2, pesimis menganggap kesialan ini karena dirinya yang lagi sial.

Nah, dalam kejadian yang sebaliknya, misalkan penjualan toko anda hari ini ternyata 3 kali lipat lebih banyak dari biasanya, pemikiran optimis dan pesimis akan terbalik. Optimis menganggap dia selalu sukses dan ini buktinya, secara universal inilah yang melambangkan kehidupan bisnisnya dan ini terjadi karena dia adalah pekerja keras yang seharusnya sukses. Pesimis akan menganggap ini hal kebetulan saja, dan hanya terjadi sekali sekali saja, dan ini terjadi karena toko2 sebelah kebetulan tutup sehingga orang beli ditokonya.

Setiap orang dilahirkan dengan optimisme tertentu, lingkungan dan latihan yang diterimanya juga membentuk optimismenya dalam menjalani kehidupan.

Bagaimana kita memperbaiki optimisme kita? Mengawasi dan memperbaiki “internal talk” yang terjadi didalam kita dan mengarahkan pada 3P yang lebih optimistik. Ini kunci rahasia Optimisme dan ini dapat kita latih.

Lain kali, ketika anda mendadak terkena masalah, awasi apa yang dipikirkan dan didiskusikan dalam benak anda, belajar untuk membiasakan berpikir bahwa itu adalah perkecualian dan khusus hanya kejadian itu saja yang sial, karena anda seharusnya adalah orang sukses yang mujur, dan kesialan itu adalah karena faktor luar.

Sebaliknya kalau mendapat pujian atasan dan bonus khusus yang besar, pikirkan itu memang seharusnya selalu terjadi secara berterusan dan merupakan hak anda, sukses anda memang universal, dan hal itu terjadi karena anda yang memang luar biasa.

Kita belajar dan berlatih matematika, bahasa Inggris, badminton dan golf untuk memperbaiki kemampuan kita dalam hal itu. Mengapa kita tidak belajar dan berlatih menjadi lebih Optimis dalam hidup ini, sehingga bisa lebih sukses dan bahagia?

-

Siapa yang meng-inspirasi anda dalam hidup ini?

Siapa orang yang anda idolakan? Yang anda kagumi, pahlawan anda, guru kehidupan anda? Hal ini penting untuk perkembangan dan kesuksesan anda. Karena ketika kita mengidolakan seseorang, maka kita belajar darinya, kita meniru prilaku dan pandangan hidupnya, dan kita akan selalu terinspirasikan untuk belajar mengarah menjadi seperti dia.

Mungkin idola anda sudah lama meniggal dunia, mungkin dia tidak kenal anda, mungkin dia bahkan berada
dijaman yang berbeda. Yang penting adalah bagaimana anda belajar darinya? Sejarah, buku, internet, kenal pribadi, mentoring, ataupun dari cerita dongeng orang tua kita. Orang tua selalu menjadi guru dan tauladan kita. Tapi siapa yang lainnya?

Nah, beberapa orang yang mengilhami saya secara pribadi, diluar orang tua saya:

1. Tom Peters, pemikir manajemen terkemukan, penulis, dan pembicara handal yang mengajarkan Passion, dan punya gaya dinamis dalam seminarnya, tapa sadar telah mengilhami saya dalam gaya saya membuat materi dan berseminar. Dimana saya bertemu beliau? Di website dan buku2nya, dan youtube, dan DVDnya.

2. Hermawan Kertajaya, yang sejak lebih dari 15 tahun lalu selalu saya ikuti seminarnya, mengajarkan saya tentang bagaimana menjernihkan persoalan yang rumit menjadi mudah dimengerti, dan enak renyah didengarkan. Beliau juga menginspirasi saya tentang cara berkomunikasi yang baik, dan bagaimana memuji orang.

3. Joger, atau Joseph Theodorus Wuliandi , yang sangat lucu dan gila-gila-an ini, memandang bisnis sebagai sebuah upaya kebahagiaan, memfokuskan pada happiness dan bukan profit. Saya terilhami banyak dalam kreatifitas dan inovasinya, dan pandangannya akan kebahagiaan.

4. Dahlan Iskan, entrepreneur hebat Jawapos, yang bersahaja, adalah pekerja keras tanpa kenal lelah. Caranya menulis dengan bahasa yang mudah dibaca, digabungkan dengan keberaniannya mengambil keputusan bisnis banyak mengilhami saya. Membaca tulisan beliau mencerahi dan menjernihkan saya.

5. Peter Druckers, Edward de Bono, Chan Kim, dan setumpuk nama penulis hebat lainnya mengajarkan banyak hal yang berbeda beda. Pada tumpukan ribuan buku yang saya miliki, saya menemukan keilmuan dalam berbisnis, dan kearifan dalam menjalani kehidupan.

Nah, teman2 sekalian, siapa idola anda? Bagaimana anda dapat belajar darinya? Dan saya yakin, ini akan membuat anda lebih terinspirasi untuk menjadi seperti dia. Salam sukses untuk anda.

--

Menginjak Bumi

Mungkin saat ini anda sudah menjadi pemimpin perusahaan atau pemilik perusahaan. Sering kali setelah anda menaiki jenjang karir, dan bisnis anda berkembang menjadi lebih besar maka anda lepas dari kenyataan yang ada di lapangan. Ada pentingnya anda kembali memikirkan apakah anda masih 'stay in touch' dengan bisnis anda. Apakah anda masih menginjak bumi anda?

Apakah anda masih melihat produk anda ditaruh seperti apa di toko. Apakah anda masih melihat pelanggan anda yang baik itu siapa. Atau apakah anda masih memikirkan produk dan perusahaan anda. Apakah anda masih berhubungan dengan pemasok anda.

Dulu anda masih melayani secara langsung para pelanggan anda. Sekarang sudah ditangani oleh staf anda bahkan level di bawahnya. Apakah anda sudah kehilangan perasaan anda berhubungan dengan pelanggan.

Sam Walton dari WallMart masih menyempatkan dalam aktivitas seharinya untuk melayani langsung para pelanggannya di counter. Memasukkan dan membungkuskan barang belanjaan para pembelinya di WallMart. Kadang-kadang orang kaget melihat dia melakukan hal ini. Karena dialah pemilik toko tersebut dan ribuan outlet lainnya. Memang dia menyempatkan diri untuk bisa ketemu dengan pembeli dan pemasok. Dia ingin melihat barang di lapangan dan bagaimana perlakuannya.

Sering kita lupa ketika kita sudah naik dalam jenjang karir/bisnis kita tentang hal-hal mendasar dalam kehidupan berbisnis kita. Cobalah bila anda pemilik perusahaan sekali-kali menelpon perusahaan anda. Bila suara anda dikenal, mungkin bisa minta tolong yang lain.

Coba tanya produknya. Lihat bagaimana orang di kantor menangani pelanggan. Apakah anda sudah tahu bahwa semuanya bagus. Tentu kalau untuk perusahaan multinasional dapat menyewa sebuah perusahaan surveyor untuk melakukan itu. tapi bila perusahaan menengah atau kecil, alangkah baiknya sekali-kali melakukan test kembali ke perusahaan anda.

Misalkan anda telpon ada problem, "Pak, komputer yang Bapak kirim rusak. Enaknya bagaimana? Bisa nggak kirim orang untuk memperbaikinya?" Lalu kita bisa tahu dari respon telpon itu seberapa baik atau seberapa buruk sebenarnya perusahaan kita berfungsi.

Hal-hal sederhana seperti ini dilupakan orang ketika dia telah menapak jenjang tertinggi karirnya. Seperti tidak lagi mau berbicara dengan satpam di bawah, apa problem mereka di lapangan. Kalau kita sadar hal ini, maka kita akan menjadi pemimpin yang efektif dalam berbisnis ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Salam sukses untuk anda.

--

Langsung Saja

Saya sering melihat orang yang pergi bekerja dengan rutinitas seperti ini: Datang jam 8, lalu mulai menyiapkan kopinya, menaruh bukunya, menaruh barangnya, duduk sebentar mengambil koran dan mulai membaca, "Ada berita apa hari ini?" Lalu mulai mengajak ngobrol teman sebelahnya, "Pak, gimana kabarnya pagi ini? Suasananya cerah ya." Lalu mulai bergosip ria.

Dan tiba-tiba dia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 10.30, "Ah, saatnya untuk bekerja." Bekerja sebentar dan ketika menunjukkan pukul 11.30, dia bergumam, "Aduh mulai lapar, sudah waktunya makan siang." Mencari teman yang cocok untuk makan, sambil ngobrol kecil sini sana. Keluar lagi, tak bekerja, makan siang berangkat jam 12 dan kembali jam 2, dan seterusnya...... Jadi sepanjang pagi kerja efektifnya cuma 1 jam-an, sorenya saya tidak tau lagi apa sempat bekerja atau tidak.

Nah, 1 rumus sederhana untuk menjadi sukses adalah 'Langsung Saja'.

Langsung saja artinya tiba di kantor, bukunya dibuka, komputernya disiapkan, telpon dicek, pekerjaannya disiapkan dan itu semua cuma butuh 15 meint, langsung mengerjakan sesuatu. Jam 8.15 start, efektif bekerja, jam 10, jam 11 terus efektif. Kalau mau rileks sebentar ditengah tengah, tidak apa-apa. Jangan lama lama, dan bekerja lagi. Pagi sudah terjadi 4 jam-an yang sangat efektif dan menyelesaikan pekerjaan. Siang jam 12.30 keluar makan siang, secepatnya dan balik jam 13.30. Nah 4 jam efektip tentu lebih membawa kesuksesan dari pada 1 jam yang efektip.

Kita sayang sekali menghamburkan uang, hemat untuk hidup, tapi jarang kita hemat dan sayang pada waktu kita. Kita boroskan waktu kita tanpa kesadaran akan mahalnya waktu, sumber daya penting yang tidak tergantikan.

4 Hal yang penting anda cermati untuk bekerja hari ini adalah:
Yang pertama: tentukan tujuan anda apa, hari ini mau apa. Tentukan apa saja yang harus anda capai, tentukan target yang konkrit dan dapat diukur dan capailah itu, selesaikan. Ini hal yang pertama.

Yang kedua: ketahuilah dunia anda apa. Ketahuilah keadaan anda. Ketahuilah lingkungan anda, ketahuilah apa yang harus anda katakan dan kepada siapa. Perhatikan dengan cermat sekeliling anda ketika bekerja. Karena dunia kita ada didalam kita dan diluar kita.

Dan yang ketiga adalah konsentrasi. Kita harus fokus konsentrasi pada persoalan pekerjaan kita. Tak sekedar membaca koran, mengobrol di jam kerja. Kalau di rumah membaca koran atau pada jam istirahat, itu sih oke saja. Tapi ketika kita sedang bekerja dengan keras sebaiknya kita berkonsentrasilah sebaik-baiknya. Sambil konsentrasi tetap sadar dengan akan sekeliling kita.

Dan kata kunci keempat adalah lakukanlah 'langsung saja'. Yang artinya begitu sampai jangan terlalu memikirkan macam-macam. Lakukan apa saja yang harus anda lakukan hari itu tanpa harus menunggu, menunda atau berputar-putar dulu, seperti ke meja temannya untuk mengobrol menanyakan film apa yang ditonton kemarin.

'Langsung saja' merupakan salah satu fundamental sederhana dalam berbisnis supaya anda bisa lebih sukses lagi. Nah, sekarang kerjakanlah apapun yang ada dipikiran anda. Langsung saja. Salam sukses untuk kita semua.

--

Organize Yourself First

Tukang masak yang baik atau bahkan para ibu yang suka memasak biasanya punya kebiasaan menata bahannya di tempat yang pasti. Menaruh merica di sini, menaruh garam di sana, daging di sana, pisau di sini dan seterusnya. Semuanya dalam satu tempat yang pasti. Teratur di lokasi yang sudah ditentukan.

Nah, yang menarik adalah biasanya ketika seorang tukang masak dipindah ke tempat tukang masak lain, dia akan menjadi tidak efektif. Dia bingung mencari garamnya, mericanya di mana, di mana minyak gorengnya. Bingung. Tidak berjalan dengan mulus. Bila biasanya dia masak 30 menit, harus menjadi 60 menit. Dan ditambah rasa tidak nyaman, "Lho ini kecap apa? Berbeda dengan biasa saya pakai, rasanya nanti pasti lain."

Nah belajar melihat peristiwa tukang masak ini kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan bisnis kita. Apakah kita sudah menaruh semuanya ke tempat yang tepat? Buku kerja di laci yang tepat. File-file di komputer sudah tertata bahkan handphone diletakkan pada tempat yang terjangkau. Atau dokumen-dokumen yang kita butuhkan sudah siap untuk mengambil keputusan nanti siang tentang penawaran untuk perusahaan lain.

Maka segalanya harus diatur lebih dahulu. Bilamana segalanya kacau maka akan sulit untuk melaksanakan tugas kita dengan baik. Bila kita sudah menyiapkan dengan sebuah keadaan terorganisir rapi maka hal itu akan menunjang kesuksesan kita.

Maka orang selalu bilang, "Asahlah kapakmu sebelum menebang." Setelah kapak diasah maka sempurnalah memulai menebang kayu. Demikian juga dengan bekerja. Sebelum kita bekerja keras mati-matian, maka kita harus dulu melakukan 'organize yourself first' atau mengorganisasikan diri anda dulu dengan segala atribut dan barang-barang anda butuhkan.

Sering kita lupa, karena hanya melakukan dan melakukan terus menerus tanpa pernah memperbaiki diri dengan mempersiapkan diri dengan segalanya untuk lebih baik terlebih dahulu.

--

Berhenti Sebentar Untuk Berlari Lebih Kencang

Dalam kehidupan bisnis kita, kadang-kadang semuanya berjalan normal seperti biasa. Tenang, damai sejahtera. Tapi kadang-kadang bergejolak naik dengan cepat. Sebaliknya bisa turun dengan drastis.

Kalau terjadi dua hal yang berbeda dari keseharian, entah itu positif ataupun negatif, saatnya untuk menjernihkan diri kita. Berhenti dari mengerjakan hal-hal sehari-hari seperti biasanya. Kita pinggirkan persoalan-persoalan rutin dan tak melakukan tugas apapun kecuali berpikir.

Berpikir dengan jernih ini menjadi penting saat kita mengalami sebuah gejolak positif yang luar biasa. Seperti tingkat penjualan yang naik luar biasa, bertambahnya klien kita, jumlah pekerjaan yang menumpuk tinggi, sehingga kita menjadi sibuk dan menjadi lupa menganalisa kenapa sebetulnya kita sukses. Dan menganalisa apa yang penting kita lakukan dalam kesuksesan kita. Sebaliknya saat kita mengalami gerakan yang negatif seperti nilai sales yang turun, selalu kalah dalam tender, selalu saja ada permasalahan, maka kita juga harus menjalankan hal yang sama.

Nah, pada saat kita naik atau turun, kita harus menganalisa kesuksesan kita, kegagalan kita, kekalahan kita itu karena apa. Itu hal yang pertama yang dilakukan pada saat kita berpikir.

Yang kedua, menganalisa apa yang terjadi akhir-akhir ini dalam kehidupan kita. Apakah itu omzet yang naik karena adanya 1-2 klien besar atau karena sesuatu hal lain. Lalu dianalisa kenapa hal itu bisa terjadi. Mungkin karena sistem prosedur yang baru, bagian pembelian yang salah, kebijakan pemerintah yang tidak diduga, trend yang berbeda dan lainnya.

Yang ketiga adalah kita temukan apa yang harus dapat dilakukan untuk keadaan seperti ini. Cari alternatif-alternatif yang bisa dilakukan, dan tentukan yang terbaik yang harus dijalankan.

Jadi sewaktu melakukan konsolidasi internal itu kita harus mengetahui apa yang terjadi, mengapa itu terjadi dan bagaimana menghadapi hal itu. Reaksi kita terhadap hal-hal yang terjadi pada kejadian terakhir itu menjadi kunci sukses di masa mendatang atau menghindari kegagalan.

Kita tidak boleh hanya melakukan yang rutin saja, kerja seperti apa adanya. Kadang-kadang kita harus menjernihkan pikiran untuk memfokuskan pada satu hal saja dalam satu hari. Jangan kerjakan hal-hal apapun. Berpikir apa yang penting yang bisa dilakukan untuk bisnis kita sekarang. Apa yang kita lakukan harapannya kemudian menjadi lebih baik untuk mencapai sukses.

--



Teori Jendela Pecah

Broken Window Theory.

Bila sebuah rumah yang tidak berpenghuni, ada jendelanya yang pecah, dan tidak segera diperbaiki, maka sebentar lagi akan ada maling masuk dan mencuri barangnya, kemudian akan ada orang lagi mengambil perabotnya, dan kemudian ada lagi yang akan mencuri jendela nya, dan kemudian kusen nya pun akan sekalian dicopot, dan seterusnya.

Sebaliknya bila jendela yang pecah itu segera diperbaiki, orang tidak akan berani mencuri karena menganggap bahwa rumah tersebut dijaga dan diawasi orang, dan rumah itu tetap akan dalam kondisi utuh untuk waktu yang lama.

Dalam banyak kehidupan bisnis dan pribadi kita, konsep ini berlaku secara umum dan konsiten. Bila kita memahaminya maka kita akan dapat menggunakannya untuk keuntungan kita.

Bilamana karyawan anda dikantor dibiarkan terlambat 10 menit dari waktu kerja yang seharusnya, maka besoknya ada lagi yang terlambat 20 menit, dan akhirnya semua akan serba terlambah sampai sejam sekalian dan produktifitas terganggu.

Korupsi kecil dibiarkan, menjadi lebih banyak, lebih besar, seperti wabah virus yang menyebar kemana mana, dan setiap kali menjadi semakin besar semakin parah.

Kebiasaan pribadi penundaan kerja, satu hal kita tunda dan biarkan, hal kedua ikut juga, akhirnya seluruh persoalan tertunda semuanya, dan menunda menjadi kebiasaan kita.

Mengatasi persoalan ketika masih belum membesar dan belum menjadi budaya perusahaan akan membuat kerja kita lebih produktip dan perusahaan lebih maju. Memperbaiki kekeliruan pribadi akan lebih mudah waktu persoalan itu masih kecil. Selamat berpikir dan membuat strategi lebih produktip menuju sukses. Salam.

-

ABCD - Kunci Sukses

Above and Beyond The Call Of Duty (ABCD).

Ada sebuah restoran yang ramai sekali di San Francisco. Seorang konsultan heran akan keramaian ini dan mencobanya. Dia datang dan disambut seperti biasa oleh pelayan.

“Bapak mau makan apa?” Memilih milih menu, dia memesan bakmi goreng.
“Bapak mau minum apa?” “Coke Zero dan Es Batu”
“Maaf pak, kami sudah kontrak dengan Pepsi, bagaimana kalau kami ganti dengan Diet Pepsi?”
“ Wah, tidak mau, kalau tidak ada Coke Zero, yah air putih saja.” Kata pelanggan dengan tidak puas.

Ketika sedang makan bakmi dan minum air putih, tiba2 ada seseorang yang berpakaian jas lewat dan membawa Coke Zero dan Es Batu. Menaruh di mejanya dan berkata: “ Ini Pak, Coke Zero keingingan bapak, komplemen dari restoran kami.

Dengan heran orang ini meminumnya dan hatinya senang. Dipanggilnya pelayan tadi: “Pak, ini kok ada Coke Zero?”. Pelayan tertawa dan berkata: “Wah sudah ada ya Coke Zero nya, selamat menikmati, kami belikan dari pasar swalayan seberang. Manager kami yang pergi beli pak, kita kita lagi sibuk semua.”

“Lho, katanya tidak boleh ada Coke Zero, dan sudah kontrak dengan Pepsi?” Jawab sang pelayan: “Oh ya pak, kita dilarang menjual Coke, tapi kalau memberikan gratis kan tidak melanggar aturan. Selamat menikmati.”

Berbuat lebih untuk pelanggan kita adalah salah satu kunci sukses.
The Difference Between Ordinary and Extraordinary is That Little Extra.

--



Human Beings are powered by Emotions, Not by Reasons

David, Susie dan Diet.

Repost from Tanadi Santoso' Notes @ FaceBook


Human Beings are powered by Emotions, Not by Reasons (2)

Seorang teman, David, 33 tahun, belum menikah, gemuk sekali, berat badannya 98 kg. Suatu hari ketika check up merasakan ketidak nyamanan pada jantungnya. Dokternya menyarankan segera berolah raga dan diet, menguruskan minimal 15 kg dari beratnya sekarang. Sebulan berlalu tanpa olahraga dan diet.

David kebetulan ke Singapore untuk urusan bisnis, dan meluangkan untuk pengecekan badan juga. Dokter Singapore mengatakan hal yang sama, pengurusan badan atau beresiko jantung. Ketika saya ajak berolah raga, dia masih saja menunda nunda, katanya menunggu saat yang tepat.

Enam bulan telah berlalu saat saya bertemu dengannya. Ternyata David sudah sangat sehat, dan sudah kurus 12 kg katanya, dan tidak lagi memakan obat2an rutin yang dulu menjadi santapan sehari hari. Dengan bangga dia menceritakan bahwa dia telah lari pagi dalam lima bulan terakhir, setiap Senin, Rabu, Jumat dan Minggu dari jam 6 sampai jam 7 pagi, dan menjaga ketat makannya. Diet karbohidrat katanya, digabungkan olah raga, pasti berhasil.

Saya memuji dia tak henti2nya, sampai pada saat mau berpisah, David mengaku dan berkata: “ Wah Pak, sebenarnya sih ada sebab lain juga, lima bulan yang lalu, saya punya tetangga baru, namanya Susie, wah… cewek seksi bener deh Pak, dan dia setiap Senin, Rabu, Jumat, Minggu lari pagi jam enam sampai tujuh. Haha haha…”

Apakah David tahu dia harus berolah raga, Ya pasti tahu. Apakah dia melakukannya? Tidak sama sekali, sapai lima bulan lalu ketika dia melihat Susie. Otak rasional hanya memberikan sebuah konklusi akan pentingnya olah raga. Emosi ketika melihat Susie lah yang membuat David bertindak.

Human beings are powered by emotion, not by reason. Emotion leads to action, reason leads to conclusion.



--

Latihan kreatifitas, pertanyaan dengan 20 jawaban.

Ada sebuah cara mencari idea yang sering saya pakai dalam seminar kreatifitas. Saya berikan secarik kertas, dan sebuah pertanyaan, misalkan: Bagaimana caranya supaya kita dapat mengurangi beaya operasional perusahaan kita? Dalam waktu 20 menit, berikan 20 jawaban yang berbeda.

Nah, ini adalah cara sederhana mencari idea sebanyak mungkin, mungkin idea no 1 sd 5 sangat mudah, umum, dan biasa, sedangkan 6 sd 10 mulai terasa sulit, apalagi pada 11 sd 20, padahal ada keterbatasan waktu.

Kunci teknik pencarian idea ini adalah mencari sebanyak banyaknya idea, salah aneh tidak apa2, sebanyak banyaknya. Biasanya idea no 1 sd 10 cukup umum dan sudah dipikirkan dari dulu dulu, tetapi mungkin pada idea ke 17 adalah sebuah idea aneh yang bagus dan berguna. Dan idea ke 17 baru bisa keluar karena idea2 umum lainnya sudah terpakai dan kita dipaksa menghasilkan 20 dalam waktu yang singkat.

Pertanyaan apapun bisa dicoba: Bagaimana memanfaatkan facebook untuk bisnis kita? Bagaimana cara meningkatkan penjualan produk kita? Bagaimana cara merayu gadis cantik diseberang sana? Dan seterusnya. Idea ini memanfaatkan konsep pemaksaan yang akan memaksa kita memikirkan dengan serius dalam kurun waktu tertentu.

Selamat mencoba. Salam sukses untuk semua.

-

Kenikmatan dan Keindahan dalam Kesederhanaan

Kenikmatan dan Keindahan dalam Kesederhanaan

Friday, April 10, 2009 at 7:06am


Ada keindahan dalam hal2 yang sederhana.

Tadi ada seekor cicak yang sedang kasmaran dan mengejar betinanya, ada daun kuning jatuh dari pohon besar, ada pula segelas air putih yang nikmat sekali.

Kita hanya puas pada kesuksesan besar, keberhasilan yang hingar bingar, keuntungan yang berlimpah. Tapi pernahkah kita menikmati keindahan pada hal2 yang sederhana.

Enaknya bakso tempat SMA kita dulu, murah, gurih, nikmat, dan penuh keceriaan. Makanan ter enak adalah makanan dekat sekolah kita dulu, terutama bakso, dan juga, ada nostalgia disana.

Indahnya matahari pagi, sedapnya bau tanah yang terguyur hujan, indahnya tawa para pedagang asongan. Lucunya anak2 kecil di kebon binatang, walaupun bau tahi gajah menyenggrang hidung. Gembiranya pembantu yang mau pulang lebaran ketika kita beri baju bekas kita. Adakah hal2 kecil ini membuat anda bahagia? Apakah "inner joy" anda bersorak sorai, ataukah sudah tidak ada lagi "keceriaan nurani" ini dalam kehidupan anda?

Kehidupan bukanlah hanya berisi sederetan rekor kesuksesan dan tonggak tonggak sejarah yang kita taklukkan, tetapi juga berisi rentetan kesederhanaan yang indah dan penuh arti.

Bulan lalu saya ke Selecta, sebuah tempat wisata yang sudah 28 tahun tidak pernah saya kunjungi di kota Batu, Malang, Jawa Timur, dan kembali banyak kenangan indah ketika SMA dulu... Ada kenangan, ada kegembiraan rakyat, ada kesederhanaan yang menawan, masih.

Kenikmatan itu murah, dan mudah, kalau kita tahu bagaimana cara menikmati hidup ini. Kita tidak perlu tersandera oleh dogma kehidupan yang harus mendewakan sukses, jabatan, dan materi. Tapi merasakan rasa indah dalam kesederhanaan yang ada.

Mungkin telah terjadi tujuh puluh dua hal kecil yang indah yang anda lalui hari ini, tetapi mata anda tertutup pada satu proyek yang tidak juga goal itu... Mengapa tidak mencoba mebuka mata kita? Kita bagaikan orang yang berada didalam bus yang melewati jalan2 yang luar biasa indah pemandangannya, tetapi kita tutup gorden penutup jendela bus, sehingga apapun tidak terlihat dari dalam.

Kesedihan dan kegagalan pun merupakan sebagian dari perjalanan kehidupan yang dapat kita imani, dan amini. Biarkan kesedihan itu hinggap sebentar dihati, tapi janga biarkan ia berlama lama disana. Kembalilah melihat keindahan dan kenikmatan kecil yang dapat anda syukuri.

Rasakan apapun yang anda lalui, karena hidup ini cuma perjalanan saja. Dan bagaimana kita memilih cara kita memandang hidup ini, adalah hak kita sendiri. Cobalah menikmati kesederhanaan keindahan itu dan menjalani dengan penuh rasa. Nikmati kehidupan ini.

* Dari tulisan lama, yang saya unggah lagi untuk suasana Jumat Agung dan Paskah ini. Marilah mensyukuri apa yang kita alami, menikmati hal2 sederhana dalam kehidupan kita.

--

Memahami Audience

Pada akhir-akhir ini saya sering memberikan seminar. Entah itu merupakan seminar publik ataupun internal di sebuah perusahaan. Biasanya seminar internal itu untuk memotivasi karyawan, atau ada kegiatan tahunan perusahaan, perayaan penjualan tahunan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Saya bisa bicara sendiri atau bersama dengan pembiacara lainnya.

Satu hal yang saya serap dan sadari dari kegiatan berseminar itu adalah kita berbicara itu harus tahu pendengar kita atau siapa yang mendengarkan kita. Kita harus tahu latar belakang mereka. Apakah mereka itu karyawan baru, para salesman, atau sales executive yang hebat. Ini kita semua harus tahu. Jadi yang pertama adalah mengetahui siapa dan latar belakang pendengarnya.

Kedua, adalah kita harus tahu keinginan mereka. Apa sebetulnya yang mereka inginkan dan pengundang inginkan. Kita harus menyerap semua hal arahan mereka. Termasuk detil-detil apa yang diinginkan dalam seminar atau diskusi itu.

Yang berikutnya, ketiga, adalah mengetahui kira-kira reaksi mereka seperti apa kalau kita bercerita tentang suatu hal atau hal yang lain.

Yang keempat adalah penggunaan bahasa yang dipakai. Kita gunakan bahasa sesuai dengan keadaan mereka. Kalau untuk karyawan baru janganlah menggunakan bahasa manajemen yang sulit-sulit. Sebaliknya kalau untuk para manajer senior mungkin bahasa yang sulit-sulit itu justru yang mereka inginkan.

Yang kelima adalah memberikan contoh-contoh yang tepat. Kita harus sudah menyiapkan sebuah analogi yang tepat atau cerita-cerita yang sesuai untuk mereka. Tidak semua cerita bisa cocok untuk semua orang. Kadang kita harus memperbanyak cerita atau malah sebaliknya mengurangi cerita.

Yang terakhir, keenam, adalah menjawab pertanyaan apakah kita sudah 'connect' dengan mereka apa tidak. Yakni dengan cara menggunakan bahasa yang tepat, cerita yang sesuai, menyatukan hati, menyamakan frekuensi dengan para pendengar kita.

Hal ini tak hanya berguna kalau anda jadi pembicara yang berbicara di depan orang banyak, tapi juga berbicara dengan seseorang atau sekelompok orang, misal klien anda. Tetap ikuti dan terapkan 6 hal di atas.

Dengan mengetahui latar belakang pendengar, keinginan mereka sebenarnya, reaksi yang diinginkan, bahasa yang dipakai, contoh yang tepat dan menyatukan kita dengan mereka, akan membuat anda lebih sukses berkomunikasi dengan mereka.

--

Selalu Ada Luka

Selalu ada Luka


Selalu ada Luka dalam Kehidupan Orang Sukses.

Selalu ada luka, dalam kehidupan orang, sukses ataupun tidak sukses.

Orang Sukses adalah Orang yang Pernah Terluka.

Pemikiran ini lama ada dalam benak saya. Setelah melihat banyak kehidupan dan jalan hidup orang yang sukses, selalu saya lihat ada "luka" besar dalam kehidupannya.

Memang orang hidup tidak pernah semuanya enak, nikmat, dan lancar. Selalu ada saja yang tidak pas, yang tidak enak, dan yang menyesakkan. Dan untuk orang yang jadi sukses, hal ini,"luka" yang dalam, selalu ada yang cukup besar, dan membekas.

Luka ini dapat berupa kegagalan hingga bangkrut, dapat berupa kecelakaan kesehatan, dapat berupa hancurnya rumah tangga, dapat berupa anaknya yang tersesat, dapat berupa tertipunya oleh orang yang paling dipercaya, ataupun dapat pula berupa kekacauan kehidupan pribadinya.

Kesuksesan selalu punya harga yang harus dibayar. Oran yang super sibuk sukes, mulai dari Boss Microsoft Bill Gates, atau boss Apple SteveJobs, atau Boss CNN Ted Turner, atau Albert Enistein, atau siapapun itu, selalu punya "luka" yang jarang dapat diketahui orang luar. Orang luar hanya melihat "enak"nya saja.

Semua orang sukses terlihat enak, nyaman, kaya, baik, tanpa masalah. Itu tidak benar, orang sukses selalu mempunyai masalah dalam hidupnya. Apapun bentuk masalahnya.

Kalau anda mengalami hal yang tidak enak, ada luka dalam hidup anda, itu adalah sebuah hal biasa yang harus anda hadapi dengat tegar tapi bukan sesuatu yang perlu anda ratapi terus menerus.

Dalam kehidupan ber keluarga, juga selalu ada saja problem nya, dari urusan cinta, atau selingkuh suami istri, atau mertua yang tidak cocok, atau family yang selalu minta tolong dan merepotkan, atau tidak bisa punya anak, atau keuangan yang sulit, atau kesehatan, selalu ada bahan ketidak cocokan yang menyesakkan. Sakit, keuangan, pekerjaan, serta beban hidup lainnya, dan sepertinya tidak ada habisnya.

Tapi kalau kita mau memahami, bahwa inilah hidup, inilah kenyataan, yang perlu kita hadapi dan jalani. Maka semuanya akan dapat kita hadapi, betapapun tidak enaknya.

Orang yang sukses, selalu punya luka yang dalam. Orang yang tidak suksespun juga punya luka dalam hidupnya. Semua orang selalu punya luka, besar atau kecil, dan apakah sudah tersembuhkan atau belum.

Kesadaran ini yang akan menguatkan kita menghadapi kesulitan dan membuat kita menjadi lebih "kuat" dalam kehidupan kita. Semoga ini menyadarkan dan menguatkan kehidupan anda.

Sukses untuk kita semua, walaupun telah terluka.



--

Fungsi : Evolusi Kehidupan

Fungsi.
Segala yang hilang fungsinya, menjadi seni dan hobi.

Kemarin di jalan saya melihat seorang lelaki yang terlalu kekar, besar, berotot luar biasa, jadi ingat filem “300”. Dijaman dulu, berperang adalah kegiatan yang sangat penting, dan orang dinilai berdasarkan kemampuannya pergi ke medan perang, setelah jaman berubah dan perang hanyalah dengan menekan tombol nuklir dan pesawat tempur, maka menjadi kekar kehilangan nilai berharganya. Jaman ini menjadi kekar adalah sebuah hobi dan sebuah seni bina raga. Seni bela diri yang dulu dipakai untuk bertarung dan berperang, sekarang dengan adanya pistol, menjadi sebuah seni bela diri juga. Lempar lembing, panahan, sekarang telah menjadi seni olah raga juga.

Seratus tahun lalu kita membaca dimalam hari dengan menggunakan lilin. Lilin adalah alat penerangan untuk membaca atau bekerja di ruangan saat malam hari. Setelah ada lampu, lilin menjadi perangkat untuk makan malam romantis, atau untuk acara doa dan ritual.

Kuda dan dokarnya, dulu adalah alat pengangkutan. Setelah ada kereta api, mobil, pesawat terbang, kuda adalah barang “seni”, dan andong dokar jadi kemewahan wisata. Kadang2 sih masih ada ditempat tertentu yang masih berfungsi sebagai alat transportasi sehari hari juga.

Lukisan dulu dipakai untuk melestarikan wajah orang kaya dan bangsawan di Eropa, kemewahan besar untuk dikenang orang. Dengan adanya fotografi, sekarang jadi barang seni untuk kolektor, barang dagangan di galeri, dan penghias ruangan. Dengan majunya digital photography, filem dan cetakan foto juga mulai menjadi “barang antik” juga.

Menulis surat, yang dijaman saya muda dulu (ahhh, pengakuan sudah tua!), adalah kebiasaan yang rutin. Sekarang sudah menjadi aneh menerima kartu natal, lebaran dan ulang tahun (sudah lama sekali tidak lagi berkirim surat dan kartu!). Apa guna perangko, mesin ketik, dan kartu?

Masih ingat filem: The 6th Day (Arnold Schwarzeneger), dan Demolition Man (Sylvester Stallone)? Teknologi cloning, dengan suksesnya beri2 yang di clone dengan sukses dua belas tahun lalu, membuat kita bertanya, apakah kloning manusia belum terjadi atau sudah, kita belum tahu. Suatu saat, ketika kita sudah bisa dengan mudah bisa meng-clone manusia, mungkin bentuk kehidupan akan berubah lagi dengan drastis.

Jaman berubah, waktu merubah segalanya. Evolusi kehidupan, salam perubahan.

--

Happiness is the Absolute Goal : Perjalanan Seminar.....

Happiness is the Absolute Goal : Perjalanan Seminar bersama Pak Joger



Mitra bisnis, hari ini business wisdom ingin bercerita tentang teman saya. Suatu hari saya seharian berseminar bersama, esoknya makan siang bersama dan saya menikmati selama dua hari itu. Beliau adalah Joseph Theodorus Wulianadi. Sehari-hari dia lebih akrab dipanggil Pak Joger atau Mr Joger.

=============

Namanya cukup panjang, namun singkatnya adalah Pak Joger. Kalau Anda pernah ke Bali, Anda pasti tahu tempat yang sangat menarik dengan kaos atau t-shirt yang tulisannya lucu-lucu. Itu adalah hasil karya besar Pak Joger. Dia hanya ingin dipanggil Joger saja.



Kalau ketemu dengannya, salam yang diucapkan selalu "Good morning selamat pagi" meski malam sekalipun. Beberapa wisdom yang ingin saya sharing dengan Anda adalah entrepreneur adalah orang yang merdeka. Entrepreneur tidak lebih dari sekedar sekumpulan penipu, yang menipu masyarakat secara baik-baik, legaldan menyenangkan.

Namun yang ditipu merasa tidak ditipu, bahkan sebaliknya merasa senang, puas dan bahagia.

Ini adalah kata-kata yang dibolak-balik dan lucu tetapi mempunyai kebenarnan sekali. Dia bilang sebuah kata yang paling bagus saat ini, "Lebih baik kita punya sedikit tapi cukup daripada kita punya banyak tapi kurang."

Kalau dilihat memang sederhana. Tetapi kalimat itu mempunyai makna yang dalam. Janganlah Anda menjadi greedy, tamak atau selalu tidak puas terhadap apa yang diterima. Dia jalani sebuah kehidupan dengan kesenangan dan kenikmatan hidup.

Kalau di seminar, dia selalu bilang, "Pak Santoso, saya ini selalu menyesatkan orang-orang untuk kembali ke jalan yang benar." Ada banyak paradoks atau pun lelucon kalau dilihat

dari kesederhanaannya atau pun guyonannya. Tetapi cobalah Anda pikirkan. Ada banyak kebenar-kebenaran yang ada di situ.



Pak Joger adalah sosok yang lucu dalam kehidupannya sehari -hari. Dari cara berbicara, pandangan hidup dan sebagainya. Tetapi yang membuat saya salut adalah sinkronisasi cara pandang hidupnya. Beliau jenis orang yang tidak munafik. Apa yang ia sampaikan juga ia

jalani dan geluti dalam kehidupannya. Ini adalah salah satu kunci sukses dalam melihat kehidupan kita. Pak Joger mempunyai pesan yang sangat sederhana. "Berusahalah dengan sekuat tenaga dan karsa untuk jadi pelopor atau yang pertama. Kalau yang pertama sudah

ada, cobalah jadi yang terbaik. Kalau yang pertama dan terbaik ternyata juga sudah ada, apalagi sudah banyak maka cukup jadilah yang terlain seperti saya. Menjadi lain itu baik dan bermanfaat. Karena itu adalah paradoks dalam kehidupan ini." Dia merubah konsep bisnisnya dari profit oriented menjadi happiness oriented. Hal ini sangat menarik.



Walaupun sederhana dan umum, tetapi hal tersebut mempunyai makna yang mendalam dalam kehidupan kita. Hal ini bisa disejajarkan dengan orang yang mamandang manajemen sebagai sebuah ilmu yang menarik. Saya ingin menutup business wisdom hari dengan tulisan Pak Joger sendiri yang cukup pendek namun menarik. "Sebagai orang yang sudah pernah miskin dan juga kaya, beranilah saya berkata bahwa kaya memang lebih enak daripada miskin. Tetapi kemudian muncul pertanyaan, apa sih kegunaan jadi orang kaya kalau ternyata hidup kita hampa dan tidak bahagia. Makanya marilah kita beramai-ramai berusaha, berdoa dan berkarya sebaik-baiknya agar hidup kita bukan hanya bermakna tetapi juga bahagia dan juga kaya."

--

Mencius :Kita adalah mahluk yang mudah tertular

Pindah tiga kali.

Mencius, Meng Tzu.

Ketika masih sangat kecil, Mencius tinggal di dekat pasar. Pasar penuh dengan penjual ikan, sayur, daging, kuli, pencopet. Setiap hari dia bermain di pasar, berteman dengan orang2 pasar dan bahkan belajar mencopet disana. Ibunya sangat sedih dan memutuskan pindah sekeluarga.

Di tempat barunya, dekat kuburan, dalam waktu yang tidak lama Muncius kecil segera belajar bermain kubur mengubur, membersihkan makam, sembahyang orang mati, dan berteman dengan para penjaga kuburan. Ibunya kembali sedih dan memutuskan pindah lagi.

Tempat terakhirnya dekat sekolahan. Disini Mencius melihat para murid belajar dengan tekun. Iapun ikut belajar membaca, dan berteman dengan para orang bijak. Mencius tumbuh besar menjadi salah satu filsuf hebat dalam sejarah China.

Ungkapan Meng-Mu-San-Shin, ibu Mencius pindah tiga kali, adalah ungkapan umum tentang upaya ibu Mencius untuk memberikan lingkungan terbaik untuk anaknya dengan pindah rumah tiga kali.

Dalam kehidupan sosial dan bisnis, lingkungan sangat mempengaruhi kita. Social proof, bukti sosial, mengajarkan bahwa kita akan bertindak mengikuti nilai nilai yang dianut oleh sekeliling kita. Kita mengukur kebenaran dan budaya dari siapa teman kita, dan bagaimana budaya yang ada di perusahaan kita. Kita belajar dari teman dan rekan kita.

Dalam mengejar kesuksesan, kita membutuhkan lingkungan sosial yang menunjang arah kehidupan kita. Kita adalah mahluk yang mudah tertular. Sukses ditentukan dimana “tempat” anda berada. Salam sukses untuk semua.

--

LUCK BOOSTER

How do you increase your Luck Factor?
Bagaimana mempertinggi faktor keberuntungan anda?

Sering kita merasa kurang beruntung, sementara melihat orang lain mempunyai keberuntungan yang lebih. Ada penelitian yang menunjukkan ternyata orang yang beruntung punya beberapa prilaku dan sikap hidup yang berbeda. Nah, inilah beberapa strategi yang dapat membuat anda menjadi lebih beruntung.

10 hal yang dapat dilakukan untuk mempertinggi keberuntungan anda:

1. Maksimalkan kesempatan anda. Dalam setiap kesempatan, cobalah berpikir hal apa yang bisa saya petik untuk kemajuan saya? Apa yang bisa saya pelajari dan manfaatkan? Selalu.
2. Gunakan intusisi anda untuk melihat dengan lebih jernih apa yang anda pilih.
3. Selalu berharap akan ada keberuntungan yang datang, dan selalu bersyukur.
4. Rubahlah kesialan anda menjadi kesempatan. Bila pesawat terbang anda ditunda 3 jam, gunakan untuk membaca hal berguna, berpikir tentang bisnis dengan tenang, atau mempersiapan rencana kerja.
5. Optimisme. Selalu bersikap optimis terhadap kehidupan ini.
6. Bersiaplah setiap saat. Selalu ada kesempatan baru yang datang, dan sukses adalah persiapan yang bertemu dengan kesempatan.
7. Berpikiran terbuka, bersedia mempertimbangkan hal hal yang berbeda dengan pendapat anda.
8. Selalu punya rasa keingintahuan, dan mau untuk menerima hal baru dan memahaminya.
9. Bernetwork dengan orang2 yang bukan dari lingkaran yang sama, teman2 yang berbeda akan menciptakan kesempatan dan cara berpikir yang baru.
10. Selalu lakukan sesuatu yang baru. Berani mengambil resiko dalam batas2nya, dan segeralah bertindak, bertindak, dan bertindak.

Setiap orang mempunyai keberuntungannya masing2, dan sepuluh hal diatas dapat memaksimalkan keberuntungan kita. Sukses akan menjadi lebih mudah bila keberuntungan berada dipihak kita. Salam sukses selalu, semoga keberuntungan anda bertambah !

--

Profesional, Pebisnis, dan 3L

Profesional, seperti: dosen, dokter (umum, gigi, psikiater, dan spesialis lainnya), notaris, arsitek, tenaga teknis, sampai akuntan, designer, programer, sampai manager dan direktur dan seterusnya, sering berpikir bahwa menjadi pebisnis adalah sesuatu yang enak karena bisa menghasilkan banyak uang dan menjadi kaya.

Menjadi Entrepreneur, kalau sukses, memang bisa membawa keuntungan dan uang yang banyak, tetapi kemungkinan untuk sukses kecil. Jauh lebih banyak yang gagal daripada yang sukses.

Kata orang, kalau dapat A di sekolah jadi dosen, B jadi profesional, dan yang C lah yang akan menjadi pebisnis sukses besar, karena berani mengambil resiko. Memang yang C ada yang sukses besar, tapi sadarkah bahwa yang sukses satu yang gagal mungkin lima puluh orang, yang semuanya juga dapat C?

Pebisnis punya peluang sukses, tetapi banyak sekali kemungkinan gagalnya, bahkan setelah sukses besar bisa saja tiba tiba gagal dan bangkrut, contohnya ada di mana mana. Sebaliknya profesional, secara umum jarang bisa “bangkrut”, karena ilmu dan kapabilitasnya menjadi jaminannya untuk dapat bekerja, dimanapun, dan bahkan pada saat bangkrut perusahaannya.

High Risk High Gain, Low Risk Low Gain. Resiko selalu berbanding lurus dengan pencapaian. Menjadi profesional secara umum lebih “low risk”, pebisnis lebih “high risk”. High risk dan “high failure rate” juga, apalagi pada saat krisis seperti ini.

Mengapa orang jadi profesional dan mengapa jadi pebisnis? Dan pekerjaan apa yang akan dipilih seseorang? Selalu karena 3 L: Lahir, Lingkungan dan Latih.

Lahir, ini adalah bakat dan minatnya, memang ada pada genetiknya. Terlihat akan minatnya yang besar akan sesuatu, dan lebih cepat paham pada satu hal, atau memang prilakunya yang cocok dengan sesuatu pekerjaan. Atau passion nya.

Lingkungan, keadaan sekelilingnya, orang tua, kakak, paman yang mempengaruhinya. Ketika seorang anak dirumah selalu diajak ngobrol soal “cuan”, cara menawar, “kulakan”, untung rugi dan resiko, maka tanpa sadar dia belajar jadi pebisnis.

Latih, pendidikan dan pembelajarannya, baik di kampus, ataupun dalam kehidupan bisnisnya. Banyak pebisnis meniru pekerjaan boss nya, atau karena pendidikan nya, atau karena ikut temannya. Pembelajaran membuat kita menjadi bisa.

Nah, untuk teman2 yang mau menentukan pilihan pekerjaan, pikirkan 3 L ini dan sesuaikan, baik apa yang cocok dengan anda, atau bahkan menciptakan lingkungan dan mengambil pelatihan yang mensukseskan anda. Apakah mau jadi profesional atau pebisnis, kembali kepada anda, bagaimana sikap anda ketika menghadapi resiko dan tantangan? Putuskan yang paling cocok dan pas untuk anda.

--

Narsisme, Egoisme, dan Generasi Baru.

SF, 1 Juni 2009

Ada hasil riset baru yang agak berbeda, katanya, dalam jaman dimana anak kecil tidak pernah lagi dimarahi, tetapi selalu dipuji, bahkan untuk hal yang paling kecilpun, ternyata melahirkan melahirkan generasi haus pujian. Disekolah, dirumah, dikampus, selalu mengharapkan pujian.

Ketika mereka masuk dunia nyata, dan melihat kehidupan kerja dan masyarakat yang keras, dan mereka tidak lagi dipuji oleh orang sekeliling mereka, maka terasa sebuah ketidak nyamanan yang dalam. Ada kekecewaan dan rasa rendah diri, mereka menganggap dirinya tidak mampu, dan menjadi orang yang gagal dalam hidupnya. Padahal sebenarnya hanya biasa biasa saja, sebuah perjalanan hidup yang umum. Apalagi ketika ditegur dimarahi, langsung saja putus asa.

Pujian yang berlebihan juga membawa narsisme. Narsisme adalah kekaguman akan diri sendiri yang berlebihan, tanpa empati dan perhatian pada orang lain.

Facebook, bersama dengan teknologi lainnya, membuat hal ini menjadi berkembang. Ucapan Selamat Ulang tahun dari 83 orang, yang disebabkan karena teknologi yang memudahkan semua orang tahu tanggal lahir anda, membuat kita mulai merasa jadi orang penting. Seperti juga ada orang lewat depan kita dan tersenyum, kita merasa menjadi selebriti, merasa orang itu menghormati kita.

Teknologi membuat kita makin individualistik, dan narsis. Kita menjauhi orang yang tidak sesuai dengan pandangan kita, dan hanya berkumpul dengan orang yang mau memuji saja. Dijaman dulu, kalau anda tidak suka dengan teman anda, susah menggantinya, karena dia hidup dekat dengan anda, tapi dijaman ini tinggal klik klik klik, selesai.

Kenaikan taraf hidup masyarakat secara umum, juga melahirkan pemanjaan, anak ingin beli apa saja dituruti, terutama dengan sibuknya orang tua, yang menimbulkan rasa bersalah ortu terhadap anak, membuat apapun yang diminta sang anak, disetujui saja. Generasi narsis pun makin menjadi egois, tidak mau perduli kepentingan orang lain. Dunia ini dianggap berputar untuk dirinya sendiri, porosnya ada pada jiwa kerdilnya.

Pembelajaran apa yang bisa kita dapat, apa yang bisa kita lakukan?

1. Mendidik anak: Keseimbangan dalam mendidik anak menjadi penting, teknologi harus dibarengi dengan kearifan dan pembelajaran akan kehidupan.

2. Koreksi diri sendiri: Menyadari hal ini, baik untuk menyadarkan diri kita kembali; kembali ke dunia nyata yang lebih realistik, lebih menginjak bumi.

3. Marketing: Jaman baru penuh dengan egoisme dan narsisme, perlu personafikasi target market, harga bukan hal yang utama, pemuasan ego pelanggan akan menjadi kunci sukses marketing.

Bagaimana pendapat anda?


--

Cacing dan Lemper

Anda dan saya mungkin sama2 suka makan lemper. Tapi bilamana kita sama2 pergi memancing ikan, apa yang akan kita pakai pada ujung kail kita? Lemper atau cacing? Pasti cacing, karena kita tahu bahwa ikan suka dengan cacing dan tidak mau makan lemper. Ini adalah kenyataan sederhana yang dipahami semua orang.

Persoalannya, banyak orang dalam kehidupan sehari hari lupa akan hal ini. Mulai dari saat kita menjual produk, memimpin anak buat, berdiskusi dengan partner, mengundang tamu, ataupun merayu pelanggan. Kita selalu memakai lemper dan sering melupakan cacing.

Suatu waktu ada mahasiswa menanyakan: “ Pak, kita mau mengundang Gubernur untuk kita ajak berdiskusi di kampus tapi beliau selalu tidak mau hadir, bagaimana ya caranya mengundang supaya beliau mau?”

Undangan kampus untuk berdialog adalah “lemper”, mahasiswa suka, Gubernur tidak. Solusi cacing nya adalah, membuat surat: “ Bapak Gubernur yang baik, kami telah melakukan riset di 7 daerah selama setahun ini, tentang Gubernur yang memenangkan pemilihan umum berikutnya, dan selalu ada 5 kunci sukses. Kami ingin mempresentasikan sambil berdiskusi dengan bapak di kampus.“ Kemungkinan besar beliau akan mau datang, karena ikan suka dengan cacing, dan memenangkan pemilu adalah cacing yang menarik.

Mengundang saya makan siang sambil berdiskusi tentang bisnis anda, mungkin tidak menarik buat saya. Tapi mengundang dengan mengatakan bahwa anda telah mempunyai penawaran dari 10 pembicara terbaik Indonesia, dan punya brosur, jadwal, dan materi mereka, untuk perbandingan, akan membuat saya tertarik. Saya yang akan mengundang anda makan siang.

Mengajak diskusi seorang wanita cantik (maaf ini hanya umumnya, ya, hahaha selalu ada perkecualian) tentang politik, ekonomi, dan matematika, mungkin akan menjemukan. Menawarkan puisi, rahasia kecantikan, toko baju terbaru, informasi tempat tas Gucci dan Louis Vuitton asli dengan diskon 70%, akan menarik minat mereka. Seperti juga botox, spa, pemutih kulit, pelangsing tanpa efek samping, akan membuat diskusi anda menjadi hidup.

Salesman, Entrepreneur, Bisnisman, Dosen, dan setiap orang yang ingin maju, perlu belajar tentang cacing. Pemahaman akan ikan, membuat kita tahu cacing adalah yang diinginkannya. Pemahaman akan pelanggan anda, partner bisnis anda, kekasih anda, teman anda, anak buah anda, dan boss anda, akan memberikan pencerahan tetang apa yang mereka inginkan, apa yang menjadi mimpi mereka, apa yang ada dalam keinginan bawah sadar mereka.

Hal sederhana ini diharapkan dapat membuat pencerahan yang berguna ketika anda berbisnis atau berkomunikasi dan berhubungan dengan siapapun.


--

Bir dan Uang.

Ada riset menarik yang dilakukan di Berkeley. Di asrama mahasiswa setiap gedung setiap lantai selalu ada kulkas yang bisa dipakai oleh semua mahasiswa, kulkas umum.

Periset menaruh 12 kaleng bir di beberapa kulkas. Ternyata dalam waktu 2 hari, hampir semua bir itu hilang habis diambil mahasiswa. Mereka mengambil bir yang bukan miliknya, dan tidak tau milik siapa. Di semua lokasi hampir selalu ludes habis.

Di kulkas yang sama, pada waktu yang berbeda, ditaruh uang kecil2, 1 dan 5 dollar-an, sejumlah 20 sampai 30 USD. Dilipat dijepit bibawah makanan atau barang tapi tetap terlihat, seolah2 milik orang yang ditaruh disana. Dibiarkan dalam 2 hari, ternyata uang itu tidak di”curi” mahasiswa dan tetap ada disana.

Hal ini menarik, karena mengambil satu kaleng bir, nilainya sama dengan 1 atau 2 dollar, tetapi mahasiswa merasa “normal2 saja” mengambil bir, tetapi tidak kalau mengambil uang. Mengambil uang adalah mencuri, mengambil bir adalah berbagi rejeki.

The power of context. Sesuatu yang sama akan “terasa” berbeda bila berada dalam bentuk yang lain.

Ada lagi riset tentang tiket dan uang. Kalau anda punya uang 500.000 rupiah, mau pergi menonton bioskop malam itu, ternyata dijalan uang anda jatuh hilang 50.000 rupiah, sehingga sisa 450.000, apakah anda akan tetap menonton malam itu? 95 persen bilang akan tetap menonton.

Sebaiknya kalau paginya anda telah beli tiket 50.000 rupiah, disaku anda masih ada 450.000 rupiah, dan sorenya tiket itu hilang, apakah tetap akan beli tiket lagi malam itu dan menonton? Nah ternyata 50% lebih orang akan membatalkan dan tidak jadi menonton. Padahal dalam kedua hal itu yang hilang adalah “sama”.

Dalam kehidupan bisnis, mencuri uang perusahaan dan korupsi sangat dianggap “hina”, tetapi datang terlambat kekantor (korupsi waktu), menaikkan laporan beaya perjalanan (mencuri uang), dianggap sangat lumrah dan biasa.

Hal ini juga dipakai untuk menjelaskan kejahatan kerah putih, dimana kalau sekedar merubah data perusahaan, kan tidak se “hina” mencopet atau mencuri atau merampok uang perusahaan?

The power of context. Memahami bahwa sesuatu hal akan menjadi lain kalau dikemas dan ditaruh dalam perspektip yang berbeda. Ini berguna untuk komunikasi dan hubungan bisnis dan kehidupan sosial.

Menghadiahkan sebuah TV Flatscreen 52 inch (hadiah) tidak sama dengan memberi uang (menyogok). Mengajak makan siang, memberi tiket pesawat, mentraktir ke luar negeri untuk rapat simposium, mengunjungi pabrik di Eropa, dan seterusnya, adalah format “pemberian” yang dihaluskan konteks nya.

Memberi hadiah Montblanc special edition ke calon mertua, atau dosen anda, kan bukan "menyogok"?

Saya ingat almarhum nenek dirumah dulu, kalau ada sebuah semangka utuh di kulkas, sering tidak ada yang mau makan, kalau dipotong2 kecil2 dan ditaruh di piring terbuka, ternyata dimakan sedikit sedikit sini sana, habis juga degan cepat.

Dan saya ingat juga kata2 menarik: “ Jumlah orang yang akan datang pada pemakaman anda nanti, sangat tergantung dari…… cuaca hari itu, apakah terang atau hujan. “

--

Khawatir.

Setiap orang pasti pernah merasa khawatir, khawatir yang dibawa terus dalam saat-saat yang kurang tepat.

Ada sebuah tulisan menarik yang perlu dicermati. "Worry is like a rocking chair. It gives you something to do but doesn't get you anywhere".

============

Kekhawatiran itu seperti kita duduk pada kursi goyang. Kita akan goyang-goyang sambil melakukan sesuatu, tetapi kita tidak akan ke mana-mana. Artinya, kita tidak akan menghasilkan apa-apa. Kekawatiran itu selalu menjadi hal yang paling umum dan paling mendasar pada semua businessman. Kita selalu terpacu pada kekawatiran pada hari esok. Bagaimana kalau bisnis kita tidak jalan, bagaimana kalau bos akan marah dan berbagai kekhawatiran lainnya.

Yang paling penting sebenarnya adalah, kita bisa menyadari bahwa kekhawatiran itu tidak akan membawa hasil apa-apa. Anda khawatir selama lima tahun pun hasilnya tidak akan ada sama sekali. Kekhawatiran akan membawa kita menjadi paralyze, kaku, tidak bisa berkata apa-apa, bingung dan tidak bisa melakukan tindakan apapun.

Itu adalah musuh utama dalam berbisnis atau melakukan tindakan. Kalau kita bisa memberhentikan kekhawatiran dan melupakan kekhawatiran itu di dalam otak kita, maka kita akan jauh lebih sempurna. Jauh lebih mampu menghasilkan yang lebih baik.

Kita tidak bisa sekedar khawatir saja tanpa bisa melakukan apa-apa. Karena hal itu akan berbahaya pada bisnis kita. Kita harus realistis menyadari akan risiko dari tindakan kita. Tetapi yang paling penting adalah kita berhenti untuk khawatir, atau mengurangi kekhawatiran dan kita melakukan tindakan-tindakan positif. Kalau kita tidak melakukan tindakan positif, kita tidak akan menghasilkan apa-apa. Kalau kita melakukan tindakan positif, mungkin saja worry atau kekhawatiran Anda akan hilang. Tetapi setidak-tidaknya chance atau kesempatan untuk Anda sukses jauh lebih besar bila dibandingkan hanya khawatir saja dan tidak melakukan tindakan apapun.

Kekhawatiran ini sering membunuh kita, kreativitas kita, tindakan-tindakan kita dan membuat kita menjadi seorang yang apatis. Ini yang berbahaya dalam bisnis.

Kalau bisa kita mengurangi kekhawatiran kita dan mencoba untuk melakukan tindakan yang positif, maka setiap hari, setiap saat, setiap tindakan kita akan lebih tenang. Satu hal yang penting adalah mencoba berpikir, apa sih yang terbaik yang bisa dilakukan saat ini?

Dari pada Anda khawatir seperti duduk pada rocking chair dan terus menggoyang-goyangkan kursi tanpa tahu tujuannya mau kemana.

Alangkah baiknya bila kita salurkan kemampuan dan tindakan kita pada hal-hal yang jauh lebih posistif.

--

Rujak dan sukses.

Teori Rujak.

Rujak cingur yang enak di Surabaya, ada di jalan Atmajais, ada juga di Plasa Surabaya, atau di Embong Wungu, atau PTC, dan setiap orang punya kesukaannya sendiri sendiri.

Apa yang mebuat rujak menjadi enak? Sulit mendefinisikannya. Untuk bumbunya, petisnya kebanyakan malah memualkan, kacangnya harus pas, dan seterusnya. Sayuran nya harus enak, dan buahnya segar, tahunya harus juga baik menggorengnya, cingurnya jangan sampai berbau, dan kerupuknya juga penting.

Sesuatu hal kecil yang kurang, jadinya tidak lagi nikmat, kebanyakan sesuatu juga menjadi kurang enak. Harus “PAS”, harus dalam kwalitas dan kwantitas yang tepat.

Sukses juga seperti rujak, bagaimana menjadi sukses itu, menjadi hal yang sangat susah digambarkan. Pertanyaan yang tidak punya jawab pasti, seperti pertanyaan bagaimana membuat rujak yang enak?

Ada hal2 yang pasti, seperti buahnya harus segar, begitupun sukses, harus mau kerja keras. Tapi itu saja tidak cukup, masih banyak detail lain, semua harus pas.

Ada kata kunci penting: “Necessary but Not Sufficient.“ , “Hal itu penting, tapi itu saja tidak cukup.” Ini jadi sesuatu yang akan sering muncul dalam pencarian kita menuju sukses. Banyak elemen penting, banyak pula elemen tidak terduga.

Racikan rujak yang enak, butuh bahan yang baik, butuh ketepatan campuran bumbu. Butuh semuanya jadi “Pas”, begitupun racikan anda untuk menjadi “sukses”, ataupun “baghagia.”

-

Percaya.

Dari cerita klasik China tentang seorang ibu yang dikabari bahwa anaknya adalah pembunuh.

Disebuah dusun dijaman lalu, sebelum ada mobil, telpon, ataupun facebook. Seorang anak lelaki berangkat ke luar kota bekerja, meninggalkan ibunya sendiri dirumah.

Besoknya ada sorang tetangga bilang kepada si ibu bahwa anaknya membunuh orang dikota lain. Tentu saja sang ibu tidak percaya sama sekali. Sorenya lagi ada seorang lain memberitahun anaknya membunuh orang karena pekerjaan dikota lain itu. Sang ibu terdiam dan masih tidah percaya. Malam itu tidurnya menjadi tidak enak.

Esoknya lagi, pagi2 sudah ada seorang tetangga bilang anaknya membunuh orang. Dan sang ibupun mulai ragu2 akan hal ini. Ketika orang keempat mengatakan hal yang sama, sang ibu yakin benar anaknya telah membunuh orang, dan dia sedih sekali.

Besoknya lagi, anaknya pulang kerumah, dan sang ibu dengan bingung menanyakan hal itu. Anaknya tertawa dan menjawab bahwa mana mungkin dia mau membuhuh orang, kenapa ibunya tidak percaya padanya. Memang ada pembuhuhan, tapi dia tidak terlibat, pembunuh itu kebetulan punya nama yang mirip dengan dia.


Seorang yang sangat yakinpun, pelahan lahan akan mulai meragukan keyakinannya bilamana semua orang meyakini hal lain. Kekuatan pengulangan dalam marketing juga menjadi senjata merubah orang yang ragu menjadi percaya. Butuh waktu dan pengulangan untuk merubah kepercayaan seseorang akan sebuah hal. Kita dapat memanfaatkan ini untuk bisnis, dan harus pula berhati2 ketika mau percaya akan sesuatu, karena pengulangan berita.

Salam sukses untuk Anda.

--

Terhukum oleh keabadian.

Adam melihat kertas usang yang sudah berumur 400 tahun, dimana dia menemukan campuran kimia ajaib yang bisa membuat dia tidak bisa menjadi tua dan mati, campuran kimia keabadian. Adam sudah menikmati hidup abadi, dia tampak berumur 30 tahun, tampan, dan abadi. Sudah 400 tahun demikian.

Dulu, dia berupaya mati2an mencari obat keabadian, dan ketika berhasil begitu senang dan merasa akan menjadi manusia bahagia paling sempurna. 50 tahun pertama dia menikmati dirinya, menjadi muda abadi. Lewat 75 tahun semua temannya sudah meniggal, begitu juga family dan orang2 yang dikenalnya. Lewat 100 tahun bosan lah Adam, menikah 15 kali dan mencoba semua model wanita, tidak ada lagi kenikmatan yang bisa dirasakan. Makanan enak, tempat manapun didunia, pacar model apapun, sudah tidak lagi menarik baginya, bosan, bosan, bosan.

Lewat 200 tahun, dia tidak sanggup lagi meneruskan hidupnya, tapi, dia tidak tau bagaimana caranya bisa mati, apapun yang dilakukannya dia tetap hidup. Sampai 250 tahun, Adam tidak tahan lagi, dan mulai mencari campuran kimia untuk membuat dia bisa meninggal. Dan butuh 150 tahun untuk menemukan cara untuk membuat dia bisa meninggal.

Sekarang, ditangan nya ada rumus bahan kimia untuk membuat hidup menjadi abadi, semua manusia di bumi ingin memiliki nya. Adam berpikir berpikir dan berpikir, akhirnya dengan palahan dimasukkanlah kertas itu kedalam api unggun, dan hilanglah catatan rahasia keabadian. Adam tersenyum puas, dan pelahan ia pun meninggal dengan damainya.

Salam hidup, yang tidak abadi.

--

Jumlah Kesibukan Tak Sama dengan Hasil

Untuk menjadi seorang pebisnis yang sukses, anda harus memahami membedakan beberapa hal, yakni usaha dan hasil. Anda harus dapat membedakan kesibukan dengan hasil atau kegiatan dibanding pencapaian.

Anda mungkin saja merasa pekerjaannya banyak. Sibuk sekali. Anda sudah melakukan apa yang sudah di-list; 1, 2, 3, 4, 5, 6. Tapi apakah anda sudah memonitor hasilnya?

Dulu ketika anda SMA diajari tentang teori-teori fisika. Diantaranya teori ini. Work (hasil) adalah force (usaha) dikalikan dengan distance (jarak). Hasil usaha adalah banyakanya usaha dikalikan dengan jarak yang ditempuh.

Ini teori kuno yang saya pikir masih berlaku di kehidupan bisnis kita sekarang. Jadi betapapun kita berusaha keras mendorong gedung, katakanlah ada 100 orang, tapi gedung tetap tidak berpindah. Jadi hasil pekerjaan kita adalah nol besar.

Kita harus belajardari pengalaman kita. Apakah yang kita lakukan selama ini membawa hasil maksimal. Apa yang kita lakukan saat ini memberikan hasil yang positif buat pekerjaan kita. Kita harus menanyakan pada orang lain. Kita harus belajar pada orang lain, bagaimana orang lain melakukan upaya apa untuk memberikan hasil maksimal seperti yang sudah kita lakukan.

Apakah kita sudah selalu mengecek pekerjaan atau kesibukan kita. Apakah semua itu sudah memberi hasil yang positif? Kalau belum, mungkin sudah waktunya melakukan evaluasi kembali. Apakah strategi kita dalam bertindak salah. Atau apakah cara kita salah? Atau apakah kita memang tidak cocok dengan kegiatan tersebut.

Kita pasti mempunyai kelebihan. Pada saat mempunyai kelebihan itu kita lakukan hal yang terbaik pula. Kita harus bisa membedakan aktivitas dan pencapaian kita. Kesibukan dan pada hasil. Karena tidak selalu sama. Orang yang sibuk kadang-kadang tidak menghasilkan apa-apa. Sebaliknya orang yang kerjanya ringan, sederhana dan menikmati mungkin malah memberikan hasil yang sangat besar dalam kehidupan bisnisnya.

Cobalah menghitung ulang, apakah aktivitas anda sudah sebanding dengan hasil yang dicapai. Karena pada akhirnya dihitung bukan jumlah kesibukan kita, tapi hasil yang di capai.


--

Berani berkata Tidak.

Ada satu hal yang sangat penting dalam kehidupan berbisnis atau dalam kehidupan apapun yang kita jalani. Kita harus berani berkata TIDAK.

Saya sering sekali memberikan saran pada teman yang super sibuk. Pekerjaannya menumpuk banyak sekali. Dan dia tanya pada saya, "Pak San, anda mengurus begitu banyak perusahaan, juga melakukan begitu banyak pekerjaan. Mulai dari membuat business wisdom radio PAS FM, mengisi seminar, berbisnis sampai memimpin beberapa perusahaan. Bagaimana rahasia anda memanage waktu?"

Jawaban saya sederhana, "Lakukan apa yang perlu anda lakukan dan tinggalkan apa yang tidak perlu." Orang sering melupakan untuk memutuskan tidak melakukan sesuatu. Kita kadang hanya menekankan apa yang perlu dilakukan. Tapi sering melalaikan untuk mengingat atau tahu apa yang tidak perlu kita lakukan.

Anda seharusnya menanyakan apakah list pekerjaan yang direncanakan; 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 harus dilakukan sesegera mungkin dan sekarang juga, agenda penuh dengan list dari atas sampai bawah. Apakah sempat? Yang perlu anda lihat pada pekerjaan2 itu adalah:

Pertama, apakah pekerjaan yang akan dilakukan menambah nilai untuk kehidupan kita baik kehidupan sosial atau kehidupan bisnis kita dalam jangka panjang.

Kedua, apakah pekerjaan itu akan membimbing kita mencapai tujuan bisnis dan hidup kita sebenarnya.

Ketiga, apakah pekerjaan itu sudah efektif dan efisien untuk kita kerjakan.

Keempat, apakah pekerjaan itu akan mempengaruhi atau memperbaiki hubungan kita dengan klien kita, brand kita, pelanggan kita ataupun orang-orang yang penting dalam kehidupan kita.

Yang kelima, apakah pekerjaan itu akan membuat kita menjadi lebih pandai, lebih cerdas, lebih mampu, lebih punya kapabilitas baru yang penting dalam hidup ini, atau lebih mengembangkan jaringan kunci kita.

Bila semua parameter di atas sering jawabannya tidak, bahkan tidak mempunyai nilai yang signifikan apapun dalam kehidupan kita, maka hal yang terbaik adalah mengatakan tidak.

Pekerjaan yang harus kita pilih adalah yang tidak dapat kita hindari, yang mengasilkan terbanyak dan yang merupakan kekuatan inti kita. Semua hal yang bisa di delegasikan, lebih baik dikerjakan orang lain saja, kita coba fokus pada beberapa hal saja yang penting. Tidak perlu 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10. Mungkin kita hanya harus melakukan 1, 5, 7, saja. Dan melakukannya dengan sebaik baiknya.

--

Action, action, action

Ada sebuah buku menarik yang berjudul, "Execution, The Discipline of Getting Things Done". Buku ini mengulas tentang pentingnya strategi dalam berbisnis. Tetapi yang lebih penting dan sering dilupakan orang adalah bagaimana meng-eksekusi strategi itu dan menerjemahkan ke dalam tindakan-tindakan yang berguna untuk perusahaan dalam mencapai tujuannya.

Kita sering terpatok pada sistem pemikiran bahwa strategi itu penting; ide dasar dari sebuah strategi itu juga penting. Tetapi pada akhirnya yang menjadi kunci dan membuat bisnis itu sukses atau gagal adalah bagaimana kita mengeksekusi strategi dan rencana-rencana kita.

Buku ini menarik sekali. Dia menggambarkan bahwa pada tahun 2000, ada 20% dari 100 perusahaan top dunia (diambil dari Fortune 100) CEO-nya diberhentikan atau dipecat atau diminta mengundurkan diri sebelum waktunya. Kenapa? Ternyata para CEO itu kurang dapat melakukan eksekusi terhadap strategi yang telah digambarkan.

Orang selalu berpikir tentang model bisnis yang bagus, strategi bagaimana untuk menjadi sukses, teknik-teknik apa yang harus dilakukan untuk mencapai sukses luar biasa. Mereka mempunyai otak-otak yang cemerlang, jenius, pintar, MBA dari university-university top, diakui mempunyai IQ tinggi, dan kejelian melihat pasar. Tetapi sering terjadi kegagalan. Kenapa? Ternyata Mereka tidak realistis. Mereka tidak melihat eksekusi sebagai strategi yang terbaik. Dengan kata lain, mereka tidak menjalankan strateginya dengan cara yang baik.

Kita pun dalam sehari-hari sering mempunyai pikiran yang baik. Apa yang kita pikirkan sering sudah benar dan tepat dan strategi kita OK. Strategi-strategi kita memang sudah benar, tetapi eksekusi yang kita jalankan atau tindakan yang kita jalankan sering belum cukup bagus dalam menjalankan “getting things done”. Dalam arti membuat pekerjaan itu selesai atau finish. Hal ini sering kita lupakan, tidak cukup memberi semangat, perhatian, kelakuan atau pun tindakan untuk mencapai eksekusi itu.

Secara singkat, eksekusi dilain pihak juga mempunyai makna dalam memilih orang yang bisa melakukan tindakan yang baik, menentukan strategi, me-review hasil strategi itu, menjalankan kegiatan operasional sehari-hari dengan cara yang tepat, mengawasi dan bertindak dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu diharapkan bisa menghasilkan jauh lebih baik bila dibandingkan dengan strategi yang hanya sebuah mimpi tanpa tindakan apapun.

Semoga bermanfaat dan mengilhami Anda untuk mampu bertindak segera dan lebih baik lagi.

-
Otak Manusia

Ada sebuah processor yang luar biasa, mahadaya, yang dimiliki setiap orang. Processor ini mampu mengolah berbagai informasi dalam hitungan nanosecond atau sepersekiannya-sepersekian detik. Processor ini mampu mengolah tampilan data, mengenali voice command, dan memberikan output dalam bentuk verbal, 2D, atau 3D sesuai dengan command yang diberikan. Bukan hanya serbaguna, processor ini juga self learning, self updating dan selama power supply nya tidak terputus, ia bisa terus diinstalkan program baru dengan kapasitas tidak terbatas. Rata-rata daya guna optimum processor ini juga cukup lama, mencapai 70 - 90 tahun, bahkan jika dirawat dengan baik, bisa juga bertahan lebih lama.

Perkenalkan processor terhebat yang didesain khusus oleh sang pencipta yang disebut: OTAK. Otak yang merupakan pemberian cuma-cuma dari sang pencipta ini sebenarnya memiliki potensi luar biasa yang bila kita manfaatkan dengan maksimal, akan memberikan output karya–karya maha besar yang luar biasa. Lihat saja Piramida Mesir karya para Firaun, Lukisan Monalisa-nya Leonardo da Vinci, Novel Harry Potter karya J.K. Rowling, Kerajaan Real Estate Donald Trump, sampai iPod dan iPhone buah pikiran CEO Apple, Steve Jobs.

Apa perbedaan antara otak anda dengan otak para tokoh diatas? Sel – sel otak yang bergerak di kepala kita ini tidak berbeda sama sekali dengan mereka yang menciptakan sejarah dunia. Hasil pemikiran dan imajinasi mereka tidak hanya mengukirkan nama besar mereka bagi dunia, tapi juga mendatangkan kekayaan dan kelimpahan yang luar biasa.

Kita pada dasarnya memiliki potensi yang sama besarnya dengan mereka yang sering disebut ’para genius’ atau ’konglomerat kelas dunia’ tersebut. Hanya saja terkadang kita lalai untuk terus menggali dan mempertajam potensi kita. Kita menjadi lelah dan malas untuk ’mengistall’ program-program baru yang akan meng up-grade processor kita lewat belajar. Kita malas mempelajari fungsi baru yang muncul karena terbiasa dengan software versi lama, hingga cara berpikir kita tertinggal dari mereka. Padahal, alangkah dahsyatnya karya yang bisa kita hasilkan seandainya kita mau terus mengembangkan kemampuan otak anda, karena orang lain telah membuktikan kemampuan otak ini berulang-ulang kali dengan kesuksesan mereka.

Apakah anda sudah cukup meng up-grade processor anda, atau anda sekedar tidak mau? Riset menunjukkan betapa kurangnya kita memakai otak kita, selalu under-utilized, dan tidak dipakai secara optimal, seperti processor Intel core 2 quad processor dipakai hanya untuk program Wordstar, atau main Solitaire. Cobalah untuk terus mengasah otak, dan rasakan manfaatnya dalam hidup anda. Segera lakukan! mau? Otak kita kan bukan otak-otak. Salam Otak.


--

Terhukum oleh keabadian.

Adam melihat kertas usang yang sudah berumur 400 tahun, dimana dia menemukan campuran kimia ajaib yang bisa membuat dia tidak bisa menjadi tua dan mati, campuran kimia keabadian. Adam sudah menikmati hidup abadi, dia tampak berumur 30 tahun, tampan, dan abadi. Sudah 400 tahun demikian.

Dulu, dia berupaya mati2an mencari obat keabadian, dan ketika berhasil begitu senang dan merasa akan menjadi manusia bahagia paling sempurna. 50 tahun pertama dia menikmati dirinya, menjadi muda abadi. Lewat 75 tahun semua temannya sudah meniggal, begitu juga family dan orang2 yang dikenalnya. Lewat 100 tahun bosan lah Adam, menikah 15 kali dan mencoba semua model wanita, tidak ada lagi kenikmatan yang bisa dirasakan. Makanan enak, tempat manapun didunia, pacar model apapun, sudah tidak lagi menarik baginya, bosan, bosan, bosan.

Lewat 200 tahun, dia tidak sanggup lagi meneruskan hidupnya, tapi, dia tidak tau bagaimana caranya bisa mati, apapun yang dilakukannya dia tetap hidup. Sampai 250 tahun, Adam tidak tahan lagi, dan mulai mencari campuran kimia untuk membuat dia bisa meninggal. Dan butuh 150 tahun untuk menemukan cara untuk membuat dia bisa meninggal.

Sekarang, ditangan nya ada rumus bahan kimia untuk membuat hidup menjadi abadi, semua manusia di bumi ingin memiliki nya. Adam berpikir berpikir dan berpikir, akhirnya dengan palahan dimasukkanlah kertas itu kedalam api unggun, dan hilanglah catatan rahasia keabadian. Adam tersenyum puas, dan pelahan ia pun meninggal dengan damainya.

Salam hidup, yang tidak abadi.

--

Kedai Kopi Moonbuck

Moonbucks adalah sebuah kedai kopi yang laris di London.

John sudah 3 tahun hampir setiap hari minum kopi disana, kopinya enak, dan harganya murah. Capucino yang lezat hanya 1 pound sementara di tempat lain 2 pound. Dia sangat menyukai pemiliknya yang baik hati, dan diapun bersahabat dengannya.

Suatu hari, John ngobrol dan menanyakan rahasia suksesnya kedai itu.

Sang pemilik berkata: “ Sebenarnya ini rahasia ya, saya ceritakan ke anda karena anda sahabat saya. Saya memakai tenaga kerja ilegal dari Afrika. Dan karena beaya saya murah, saya bisa jual kopi dengan harga yang sangat murah pula. Saya Cuma untung sedikit sekali, tapi karena ramai, kita bisa bertahan dan untung juga.”

John menghirup capucino nya sambil menahan marah. Dia janji tidak akan minum disini lagi.

“Ada 9 pekerja Afrika yang memang tidak punya ijin kerja, daripada mereka akan jadi pengemis, gembel, atau penjahat. Saya beri tempat tinggal, makan dan sedikit uang. Sebenarnya pemerintah mungkin juga tahu, tapi daripada menjadi masalah, mereka tutup mata. Toh tidak ada yang dirugikan. Tapi saya tetap harus hati2 karena bisa saja saya ditangkap polisi, bagaimanapun ini salah secara hukum.”

“Orang2 ini tidak mungkin bisa dikembalikan ke Afrika, sudah terlalu lama disini, dan tidak pula bisa diterima sebagai warga negara karena alasan politik. Siapa yang mengurus mereka? Kasihan sekali.”

“Semua pekerja sangat berterimakasih, pelangganpun mendapat keuntungan dapat minum kopi dan makanan dengan harga murah, saya hanya dapat sedikit keuntungan saja, tapi berbahagia karena bisa membahagiakan orang banyak. ”

John terdiam tanpa berkata apapun, dia berjalan meninggalkan pemilik kedai dan berangkat kerja dengan berbagai pikiran yang membingungkannya.

-

Kartu Kredit.
Manusia terlalu percaya akan dirinya bahwa dia akan dapat rasional dalam mengambil keputusan. Padahal kenyataannya tidak. Sebagai contoh, sering saya melihat teman yang pemakaian kartu kreditnya berlebihan. Kalau ditanya, mereka sudah mengontrolnya dan merasa memakai sedikit saja. Padahal kenyataannya tagihannya jauh melebihi dari dugaannya.

Mengapa ? Karena menggunakan kartu kredit tidak terasa beda membayar 70.000 atau 700.000 atau 2.700.000. Rasanya sama. Tinggal tanda tangan saja. Makan 40.000 tanda tangan, selesai. Beli barang 3.000.000 tanda tangan, selesai juga. Rasa meneken tanda tangan ini sama. Semua pakai kertas kecil yang tidak ada bedanya antara 70.000 atau 700.000.

Anda tidak merasa berat untuk mengeluarkan uang. Bandingkan kalau anda membayar dengan uang seperti biasanya. Beli 40.000 anda akan mengeluarkan 4 lembar 10.000-an. Bahkan kalau membayar 2.000.000, harus 2 tumpuk uang sejutaan. Ini akan terasa beda bayarnya karena kelihatan banyaknya lembar uang yang dikeluarkan.

Manusia terlalu mempercayai otak kanannya. "Oh ya, saya ingat kok. Kemarin belanja ini 1 juta. Lalu yang itu 1 juta," kata dia. Tapi dia tidak merasa lagi berapa total keseluruhannya. Karena itu kalau anda lihat kenapa semua bank mengobral kartu kredit dan pemakaiannya. Anda saksikan iklan-iklan yang berisi pembelian dengan bunga 0%, diskon ini-itu atau buy 1 get 2 dan sebagainya. Juga ada iming-iming gratis iuran tahunan pertama, padahal orang lupa memperhatikan masa kartu kreditnya. Ingatnya ketika sudah ditagih. Maka mereka menunggu setahun lagi untuk membatalkannya. Tahun depannya juga ingat setelah telat sebulan dan diteruskan sampai terus-menerus. Sehingga banyak orang punya 5 kartu kredit serta selalu lupa membatalkan ketika tagihan iuran tahunannya sudah berjalan. Para bank yang mengeluarkan kartu kredit ini tahu bahwa anda sering lupa. Manusia terlalu percaya akan ingatannya.

Contoh lain, keanggotan fitness centre sebuah hotel berbintang untuk berolah raga. 1 tahun bayar 3 juta atau bulanan bayar 250 ribu. Kalau kasus seperti ini, sebaiknya anda bayar bulanan, meski harus 300 ribu sekalipun. Mengapa ? Kalau bayar sebulan sekali, anda menjadi sadar telah membayar sehingga harus berolah raga. Tapi kalau bayar tahunan, anda baru ingat ketika baru membayar atau adanya tagihan tahun depan. Sehingga di tengah-tengah tahun, anda tidak memanfaatkan fasilitas ini untuk berolah raga.

'Power of context', atau "kekuatan keadaan", membuat kita tidak logis dan rasional, karena kita terpengaruh oleh keadaan sekeliling kita dalam mengambil keputusan . Dunia bisnis sering memanfaatkan ini untuk membuat anda lebih banyak membeli barang, andapun harus lebih jernih melihat ini dan mengantisipasi keadaan.

-

Hidup

hari hari mu adalah perjalanan yang kau pertaruhkan
melintasi titik titik waktu melewati matahari
menempuh takdir langit

hidup adalah; bulan sabit dilengkung langit
matahari diujung khatulistiwa
bintang dibatas mimpi

jangan sesalkan,
hidup bukan sebuah pengorbanan,
cuma sebuah perjalanan yang harus kita lalui.

hidup adalah; aliran air yang mengalir dahsyat
mencari sungai
menuju lautan

hidupmu masih jauh
dan penuh mimpi

berkobarlah,
doaku menyertaimu.

--

Pemenang Nobel Fisika : Murid yang bandel

Ini adalah cerita tentang kejadian berpuluh-puluh tahun yang silam di daratan Eropa. Kisah ini bercerita tentang Millboard, satu-satunya pemenang hadiah Nobel Fisika dari Denmark.

Pada saat ujian fisika, ada sebuah pertanyaan dari seorang dosen. Pertanyaan tersebut adalah "Bagaimana menentukan tinggi sebuah gedung 35 lantai dengan menggunakan barometer. Pertanyaan ini sebenarnya relatif mudah.

Diantara sekian banyak murid ada satu murid yang sangat bandel. Dia menjawab, "Kita menggunakan benang yang diikatkan pada ujung barometer tersebut, lalu kita turunkan dari lantai 35 sampai menyentuh tanah. Kita berikan tanda pada benangnya, kemudian kita tarik lagi ke atas dan diukur berapa meter panjang benang tersebut. Lalu ditambah 35 cm (panjang barometer). Maka kita akan tahu berapa tinggi gedung tersebut."

Dosenya sangat marah mendengar jawaban tersebut. Karena selain bandel, si guru juga sangat membencinya. Akhirnya si guru tersebut tidak meluluskan ujian nya. Si murid pun mengajukan keberatan kepada dewan sekolah untuk meninjau angka ujiannya. Di hadapan dewan, murid tersebut menjelaskan jawaban ujiannya.

Singkatnya, pada saat itu karena gurunya tahu bahwa anak ini pintar, maka dilakukanlah ujian ulang. Dipanggillah empat dosen paling senior untuk menguji murid ini.

Besoknya ketika ujian berlangsung, empat dosen tersebut hanya memberikan waktu 10 menit untuk menjawab pertanyaan semua soal ujian. Dengan secarik kertas, dia mencorat-coret, menggambar bintang, bulan, dan sebagainya.

Empat dosen ini mulai marah karena pada menit yang kedelapan dia belum juga memberikan jawaban apapun.

Sampai akhirnya dosen-dosen tersebut bertanya, "Sebenarnya kau bisa menjawab tidak?"

Si murid menjawab, "Saya sebenarnya mempunyai banyak jawaban tetapi saya bingung, saya harus memberikan jawaban yang mana".

"Pertama, saya bisa saja melihat sinar matahari pada pukul 09.00. Gedung tersebut pasti mempunyai bayangan. Kita ukur bayangan tersebut. Kalau misalnya bayangan tersebut panjangnya 150 m, lalu saya akan mengambil barometer dan dikenakan ke matahari. Saya juga akan tahu berapa panjang bayangan barometer tersebut. Kalau panjang barometer tersebut 50 cm, maka dengan perbandingan sederhana saya bisa tahu tinggi gedung tersebut.

"Kedua, saya bisa saja membawa barometer tersebut ke lantai paling atas. Dengan memakai time watch, saya jatuhkan barometer tersebut. Tunggu beberapa detik sampai barometer itu menyentuh lantai. Saya langsung tahu berapa waktu yang dibutuhkan oleh barometer untuk

menyentuh lantai bawah. Dengan menggunakan pengukuran gravitasi bumi dan kecepatan barang itu jatuh, saya bisa tahu tinggi gedung itu tetapi sayangnya barometer tersebut akan pecah". "Saya juga sempat berpikir begini, kalau saya naik tangga darurat, kemudian saya ukur tingginya tangga tersebut dengan barometer satu per satu. Tinggal mengalikan 35cm maka saya akan mengetahui berapa tingginya gedung tersebut. Tentu banyak cara lain".

"Saya juga bisa menggunakan dengan cara yang sederhana dengan melihat tekanan udara di bawah berapa dan di atas berapa. Dengan menggunakan rumus sederhana, saya bisa tahu jawabannya".

Jawaban inilah yang sebenarnya diinginkan oleh dosen, tetapi tentu saja ini adalah jawaban yang sangat bodoh.

Lalu diteruskannya, kalau ingin yang lebih scientific, maka kita bisa gunakan pendulum. Ikatkan pendulum pada seutas tali sepanjang1 m kemudian swing-kan pendulum tersebut di lantai bawah.

Si mahasiswa meneruskan kalimatnya. "Saya juga akan melakukannya di lantai atas.

Perbedaan kecepatan swing dengan menggunakan rumus yang complicated, bisa mendapatkan tinggi gedung tersebut. Karena gaya gravitasi yang berbeda pada ketinggian lantai 35 dan lantai dasar. Tentu cara tersebut sangat sederhana dan bermacam-macam.

Tetapi yang paling saya sukai adalah jika saya tinggal bertanya saja pada satpam berapa tinggi gedung ini, kalau Anda bisa jawab saya kasih hadiah barometer."

Nah, akhirnya Niels Bohr diluluskan dan dia adalah satu-satunya pemenang hadiah Nobel fisika dari Denmark.

Dalam kehidupan ini banyak yang nyleneh seperti itu. Kita tidak bisa menilai bahwa orang itu nakal, bodoh dan sebagainya. Mereka kadang-kadang akan mengejutkan dunia ini.

--

Jangan Tutup Tirai Bus Kehidupan Anda

Saya pernah bersama seluruh karyawan SAM Design Surabaya berkunjung ke Wisata Bahari Lamongan (WBL). Kita menyewa bus Damri pergi ke Lamongan. Dari Surabaya ke WBL memang pemandangannya tidak sebagus kalau kita ke Batu atau Pandaan. Tidak ada pemandangan gunung yang indah. Namun pemandangannya tetap menyenangkan. Ada warung yang ramai, ada anak sedang berlari hanya bercelana pendek, ada perahu nelayan yang siap berlayar, ombak memecah batu karang dan lainnya.

Ketika melihat itu saya mencoba mengingatkan teman-teman SAM untuk melihat pemandangan di luar bus. Ada jalan tol, melalui desa, kota kecil, melihat kehidupan sederhana sehari-hari. Tiba-tiba saya teringat sebuah buku berjudul “Are You Ready to Succeed?”

Menurut buku itu, kehidupan kita seperti naik bus. Dan kita lihat di luar itu sebenarnya pemandangannya indah sekali. Dan penuh dengan pelajaran yang bisa kita serap. Tetapi kita sering kali menutup tirai bus semuanya. Sehingga kita tidak bisa melihat apa-apa.

Banyak sekali obyek dalam kehidupan, lewat pemandangan kehidupan, pembelajaran yang banyak, tapi mereka sama sekali tidak mau melihat keluar dan menutup busnya dengan tirai kain yang tebal. Sehingga tidak melihat adanya sinar matahari yang indah. Tertutupnya tirai bis, menghalangi pemandangan kehidupan sehari-hari yang menarik dalam perjalanan.

Demikian juga dengan hidup. Sering kita terpaku rutinitas dan terjerembab di dalamnya. Bangun jam 6, berangkat ke kantor. Tiba jam 8 langsung kerja sampai jam 5 sore atau lebih. Pulang ke rumah, sudah capek langsung tidur. Dan besoknya demikian. Berulang-ulang. Tidak mau menikmati perjalanan hidupnya. Alangkah indahnya kalau kita bisa belajar menikmati hal-hal yang sederhana, yang kita lewati di dalam kehidupan kita.

Kembali ke cerita saya, kita pergi naik bus ke WBL melihat keluar pemandangan sepenuh kenikmatan. Tiba di sana, kita nikmati sepuas-puasnya. Bermain voli pantai, mendayung kano, menjerit sepuasnya di roller coaster dan lainnya. Kita sangat puas dan menikmati. Itu semua sudah kita dapat di Lamongan. Tidak harus ke Jerman, Amerika, Hongkong atau Disneyland. Tidak.

Dalam kehidupan sederhana kita bisa belajar menikmati kehidupan.

--

Networking Untuk Kemajuan Bisnis

Saya memiliki kebiasaan makan siang dengan beberapa teman. Ya, saya melakukannya untuk networking yang biasanya saya lakukan seminggu sekali atau 2 minggu sekali. Saya ajak untuk makan siang beberapa teman yang saya anggap memberikan kontribusi bagi kemajuan saya.

Nah, saya lihat terlalu banyak orang berdiskusi dan berbicara tanpa tujuan. Saya kalau datang ke sebuah meeting selalu mempunyai pemikiran untuk apa saya melakukan networking ini. Conversation/diskusi, meeting atau makan siang yang kita lakukan haryslah mempunyai purpose/tujuan apa. Apakah kita datang itu untuk minta tolong, minta nasehat atau apa. Ataukah hanya sekedar bertukar informasi. Karena informasi sangat penting bagi masa depan kita.

Kita harus tahu apa yang kita butuhkan dalam pertemuan itu. Apakah itu bertukar informasi, permintaan tolong, bertukar pemikiran. Tentu kalau kita bisa tahu tujuan itu tujuan bisnis sebelum meeting, kita beri tahu pada mereka, “Pak, saya nanti meeting tujuannya tentang hal ini.” Sehingga orang lain lebih siap. Dan kita harus berpikir apa yang bisa kita kontribusikan kepada orang itu. Apa yang bisa kita berikan menjadi berguna bagi dia. Dengan cara ini, dia juga akan membantu kita memberi informasi yang berguna untuk kita kelak.

Ada orang yang networking hanya untuk memperbesar jumlah networking/jaringan yang ada. Tentu saja itu oke saja. Kalau memang itu tujuannya, maka anda waktu bernetwork bisa memikirkan, “Lain kali saya butuh orang ini untuk apa, kapan ya saya bisa memakai orang ini untuk kepentingan bisnis saya.”

Tentu tidak enak menggunakan kata ‘memakai’. Tetapi dalam kehidupan, semua orang menggunakan semua orang untuk kemajuan bisnisnya. Dan itu sah-sah saja. Selama itu saling menguntungkan dan saling membantu. Kalau hubungan kita hanya dalam pertemuan itu hanya ‘have fun’, bersenang-senang, bersahabat saja, tentu ini oke juga. Asalkan dalam pertemuan itu menimbulkan kesenangan buat kita. Yang terpenting kita harus tahu mana dan apa yang cocok untuk kesuksesan kita.

Jangan semua networking hanya untuk main-main saja. Dan jangan semua networking hanya bertujuan bisnis yang sangat memusingkan saja. Tapi ada sebuah keseimbangan (balance) yang bisa kita tentukan mana untuk ‘have fun’, mana untuk diskusi, mama untuk mencapai solusi. Yang penting pada awal pertemuan kita tentukan tujuannya untuk apa.

--

Jasad - 1.

John Lui memandang laut yang lepas, duduk diatas pasir dan termenung, dia tidak mengerti kenapa dia ada disini, langit yang merah pun tidak memberi jawaban apa2. Dilihatnya disebelahnya ada sebuah tubuh yang terseret air kepantai, pakaian compang camping, wajahnya pucat, bibirnya biru. Wajahnya sama dengan wajahnya sendiri, ada luka kecil di jidatnya, dan ada tatoo ditangannya. Pasti ini adalah dirinya, dia yakin itu adalah jasadnya. Entah kenapa dia mati, dan masih ada disini, dan melihat tubuhnya sendiri.

John menggendong jasad itu dan membawanya ketebing, dilemparkannya kelaut, dia tersenyum, dan kembali kepantai teridur. Esok pagi mentari merah menyapa kembali wajahnya, dan ketika bangun, dilihatnya jasad yang sama ada disampingnya lagi. Dia termangu, dan mengulang sekali lagi, esoknyapun jasad itu kembali lagi. Rupanya laut tidak lagi mau menerimanya. Mungkin kepedihannya terlalu dalam dan air laut tidak mampu membasuhnya.

John Lui berpikir sejenak dan terseyum, ah aku kuburkan saja. Maka sehari itu dia menggali lubang dan menaruh jasadnya kedalam lubang sedalam satu meter itu, dan menimbunnya dengan tanah. Diambilnya sebongkah batu besar ditaruh diatas sebagai lambang nisanya. John tersenyum setelah semua selesai dam dalam kelelahannya dia tertidur lagi.

Pagi itu dia terbangun oleh mentari merah yang masih saja ramah padanya, dan pelahan didekatinya kubur itu, ah disamping batu besar itu terlihat tubuhnya terduduk, tidak tampak bekas kotoran tanah, dan tidak terlihat pembusukan. Mulutnya pun masih mengulum senyum, yang entah kenapa terlihat pahit. John tidak ingin mencoba mengubur lagi, dia yakin tidak akan menyelesaikan masalahnya.

Di malam kelima John melihat diatas tanah gundukan sebelah sana ada api yang menyala, maka terpikirkan untuk kesana. Malam itu dia angkat jasad itu dan berjalan kearah api. John tidak merasa berat, jasad ini seperti tidak ada beratnya sama sekali. Disana terlihat ada dua orang tua yang sedang membakar sampah, besar nian apinya, lidahnya menyentuh langit. John meminta ijin untuk membakar jasadnya disana, dia ceritakan bahwa laut tidak lagi mau mambawa jasadnya, maka ingin dibakarnya jasad itu.

Maka di taruhnya tubuh itu dalam kobaran api. John tersenyum, tanpa perasaan apapun, bahkan tidak ada iba ataupun kegembiraan, hanya dipandangnya api itu dengan kosong. Keajaiban terjadi, tubuh itu tetap tidak mau terbakar, walaupun sampah, ranting, daun kering semuanya terbakar besar. Tubuh itu diam dan tidak terpengaruh sampai api itu mati sendiri.

John tidak bisa mengerti, dan mencari orang tua yang ada disana untuk menjelaskan, ternyata kedua orang tua itupun sudah tidak ada lagi disana. Dia termenung dan berpikir, kenapa laut tidak menerima jasadnya, dan api tidak mau memakannya. Dia termenung untuk menimbang, mau diapakan jasad ini? Di buang ke laut tidak bisa, dibenamkan kebumi tidak mau, dibakar pun tidak juga hangus. John tidak merasa nyamanmeninggalkan jasadnya disana.

Semalam John Lui berpikir dan berdiam diri, tidak ada rasa sakit lagi ditubuhnya, tidak ada rasa sedih lagi dihatinya, tidak ada kemarahan ataupun kegembiraan apapun pada dirinya. Dia heran, dulu suka dan duka terasa nyata, sekarang membayangkanpun dia merasa tidak mampu lagi. John terdiam dan mencoba memandang langit dengan bintang2 yang tidak lagi mengenalnya, dan rembulan yang sudah masuk sembunyi dalam selimut malam.

John Lui berkata: " Hari hari ku adalah perjalanan abadi menuju titik nadir yang tidak juga kumengerti. Sementara ruang dan waktu tidak juga berpihak padaku. Tapi aku yakin, ada pelangi diujung perjalanan ini." Diapun tersenyum, tanpa makna yang pasti.

Esok paginya, John memutuskan untuk membawa tubuh itu kembali kekota, membawanya kerumahnya, ke tempat kerjanya, dan kerestoran atau kekamar mandi sekalipun. Kemarin itu apa, dan besok akan bagaimana, tidak lagi punya arti buat John Lui, dia hanya ingin menjalani saat ini, hari ini, detik ini, dengan atau tanpa rasa itu sendiri. John merasa menjadi tugasnya untuk menjaga jasadnya, kemanapun dia pergi, apapun yang dia lakukan, karena jasad itu adalah bagian dari dirinya sendiri, bagian dari hidupnya.

--

Satu Agustus - Jasad 2.

John Lui terbangun dengan keringat dingin, mimpinya masih menempel dengan kuat diotaknya. Bahkan bau asap daun dan ranting kering masih terasa dihidungnya. Dilihatnya jam kecil menunjukkan pukul tujuh lewat lima. Ada suara orang menyapu didepan rumahnya, ada segelas bekas kopi dimejanya, ada tanggalan Cina menunjukkan satu Agustus.

Pagi itu benaknya masih di pantai, masih pada jasad itu, masih pada dua orang tua yang menjaga api itu, masih pada tebing dan laut itu. Pekerjaan kantor dia kerjakan bagai robot, otaknya berhenti berfungsi, dan makan pagipun dia lewati. John Lui baru tersadar sejak bangun hingga saat makan siang, mulutnya belum terbuka sama sekali kecuali saat sikat gigi tadi. Beberapa teman sekerja yang menyapanya didiamkan saja olehnya, bahkan tanpa senyum sama sekali.

Saat makan siang di warung tegal depan kantornya, dilihatnya seorang wanita cantik yang tersenyum padanya, diujung meja seberang. John Lui pun tertegun. Wajah itu dia jelas tahu, seperti dia mengenal telapak tanganya, tapi tidak juga dapat diingatnya siapa dia. Sore dan malam berjalan pelahan, terlalu pelahan dan hampir tidak tertahankan. Dan malam itu pukul delapan dia lewati malam dengan tidur secepatnya.

Ketika terbangun John Lui merasa segar. Dilihatnya jam kecil menunjukkan pukul tujuh lewat lima. Ada suara orang menyapu didepan rumahnya, ada segelas bekas kopi dimejanya, ada tanggalan Cina menunjukkan satu Agustus.

Ternyata hari telah mengulang waktunya, semua sama pada hari itu, John Lui bingung, dia tanya pembantu rumahnya, dan benar ini adalah tanggal satu Agustus. Satpam kantorpun menyapanya dengan kalimat yang sama. Dejavu kah dia? Segalanya sama dengan kemarin, yang beda hanya tidak ada lagi wanita cantik itu di warung tegal makan siangnya.

Hari ketiga, keempat, kelima, tidak perduli apapun yang dilakukannya hari hari itu, John Lui terbangun pada keadaan yang sama. Dilihatnya jam kecil menunjukkan pukul tujuh lewat lima. Ada suara orang menyapu didepan rumahnya, ada segelas bekas kopi dimejanya, ada tanggalan Cina menunjukkan satu Agustus.

Semuanya sama, kecuali wanita cantik di warung tegal itu tidak pernah lagi dilihatnya. Dan tidak juga dia bisa mengingat siapa wanita itu, sepertinya dia sudah mengenalnya beratus tahun lalu, tapi tidak juga dapat keluar dari ingatannya. Ataukah dia sebenarnya orang dari penitisan masa lalunya?

Dalam kejengkelannya John Lui memacu mobilnya keluar kota, dia kebut habis di jalan keluar kota, dan pada tikungan ketiga, tanpa disadarinya ada truk besar disana. Tanpa berkedip John Lui menghantam keras, dan dia hanya merasa gelap, tanpa rasa sakit sama sekali. Ah, mati ternyata tidak sesulit yang dikatakan orang, pikirnya. Hanya gelap panjang yang pelahan lahan menghilangkan kesadarannya.

John Lui terbangun. Dilihatnya jam kecil menunjukkan pukul tujuh lewat lima. Ada suara orang menyapu didepan rumahnya, ada segelas bekas kopi dimejanya, ada tanggalan Cina menunjukkan satu Agustus.


--

Wanita - Jasad 3.

Satu satunya hal yang masih menggairahkan John Lui untuk tetap hidup adalah wanita di warung tegal itu, yang pada hari ke 15 tiba2 muncul lagi. Padahal John Lui sudah mencoba bunuh diri 3 kali sejak kecelakaan mobil yang tidak melukainya itu. Dan tetap saja setiap kali dan setiap hari dia kembali pada keadaan yang sama, selalu terbangun pada jam tujuh lewat lima, tanggal satu Agustus.

Diwarung tegal siang itu terasa bagai disengat listrik seribu volt, John Lui melihat kembali wanita yang tidak pernah pudar dari benaknya. Wanita itu masih memakai baju putihnya yang sama, yang terasa membuat wajahnya pucat sekali. Hanya setengah detik John Lui memandang, langsung dia menghampiri wanita itu. John Lui takut kalau tiba2 saja wanita ini hilang lagi, dan tidak pernah kembali.

“ Hallo, apa kabar? Apakah kita sudah lama kenal?” Wanita itu hanya tersenyum pelahan dan memandangnya. Ada yang menusuk dijantung John Lui. Dia yakin kenal wanita ini. “ Maaf, saya sangat ingat anda, tapi lupa dimana.” Wanita itu tidak bergeming.

Wajahnya pucat, ada gurat kebiruan dilehernya, dan ada bau melati yang pelahan lewat. Tiba2 John merasa kedinginan, wajah itu membawa salju, membawa kedinginan, walau lamat lamat John merasakan ada kehangatan yang tersembunyi di dalamnya. Kehangatan yang mungkin sudah lama mati.

Sejak dia bisa mengingat hidupnya yang aneh, inilah satu satunya saat dia merasakan ada gairah mengalir pelahan dinadinya. Nekad, John menarik tangan wanita itu dan digenggamnya dengan erat. Wanita itu tidak menolak, bahkan tersenyum, dan berkata: “ Saya Angela, temanmu SMP dulu. Memang sudah lama kita tidak bertemu.” John Lui tersenyum, senyum pertamanya sejak mimpi buruk itu.

Sore itu adalah sore yang lain dari sore sore sebelumnya. Percakapan tanpa artipun jadi tawa dan airmata. Berdua berjalan tanpa tujuan, mentertawakan sopir taksi yang marah2, menikmati jalan yang macet, minum es dipinggir jalan, dan lima jam lewat seperti lima menit saja. Pada saat perpisahan, John memegang erat tangan Angela, dan tidak rela melepaskannya. Hanya karena ada kata2 “ Sampai berjumpa lagi besok, kita bertemu pada jam dan tempat yang sama ya.”, maka dilepaskannya tangan itu dengan berat hati. John memandang punggung wanita itu dengan tertegun. Apakah dia jatuh cinta?

Bukankah cinta butuh waktu, dan pembinaan, apakah lima jam mungkin membuatnya jatuh cinta? Johan Lui tersenyum, mungkin senyum yang ke tujuhpuluh kali di sore itu, karena dia menemukan sebuah tujuan, sebuah misi, sebuah mimpi, untuk hidupnya.

Bagaimanapun caranya John Lui mengingat, tidak juga bisa kembali dibenaknya tentang wanita ini. Angela, Angela, Angela, dan tidak juga muncul ingatan apapun. Tapi John yakin merasa kenal benar, bahkan dia seolah dapat merasakan apa yang dirasakan wanita ini, apa yang dipikirkannya, apa yang dimaksud olehnya, apa yang diperhatikannya, bahkan sampai apa yang tidak diucapkannya. Sepertinya pada inkarnasi yang lalu mungkin wanita ini adalah istrinya, atau kucingnya.

Malam itu, tanpa terasa, John menitikkan air mata. Air mata bahagia, karena dia akan tertidur, dan apakah besok dia bangun tanggal satu atau tanggal dua, tidak lagi membebaninya benaknya, karena bagaimanapun jadinya dia akan tetap bertemu dengan wanita pujaannya. John berdiam, berdoa, bersyukur, karena Tuhan hari ini telah mengirimkan serpihan surga untuknya.


--

Angela Mui - Jasad 4.



Tanggal 2 Agustus adalah permulaan surga buat John Lui, dia tidak lagi terbelengu pada hari yang berulang , dia terbangun pada kicau burung dan nyanyian kupu kupu yang merayakan hari yang indah. Dia telah menemukan Angela Mui, separuh belahan jiwanya yang tidak pernah diketahuinya ada. Dia menemukan segalanya yang pernah diimpikannya tentang seorang wanita dalam diri Angela, dan lebih dari itu, dia menemukan hal2 yang bahkan tidak pernah dia impikan bisa mungkin ada.

John Lui tidak pernah tahu bahwa cinta adalah hal yang seperti ini. Bahwa cinta ternyata adalah sama dengan kenikmatan candu berdosis tinggi, yang dikalikan seribu. Dan ketika dia menyatakan cintanya pada Angela: “Aku teramat sayang kamu. Kalau kauperas jantungku, hanya akan tersisa tiga kata, Aku Cinta Kamu.” Maka para dewa dewi pun tersenyum, dan memberkahi mereka. Empat hari yang paling indah yang pernah ada dalam hidup John Lui.

Ada hal yang mengganggu John Lui, dia tidak lagi mampu mengingat masa lalunya. Dia hanya tahu namanya John Lui, tapi dia lupa apakah dia sudah menikah, bagaimana keluarganya, bahkan wajah ibunyapun tidak lagi dapat ia ingat dengan jelaas. Amnesia ? Detail masa lalunya juga terasa kabur. Bahkan rasa tidak lagi ada didalam dirinya, kecuali rasa cinta pada Angela Mui, dia tidak merasa iri, marah, kecewa, jengkel ataupun sakit. Sedikit mengerikan pada malam hari ketika dia bersendiri. Kalau benar dia punya istri, lalu dimana, dan bagaimana nantinya? Untungnya Angela tidak pernah menanyakan apapun tentang masa lalunya. Dan John tidak pernah menanyakan masa lalu Angela.

Sore itu, ada perasaan tidak nyaman yang mengganggu. Bulu kuduknya berdiri. John merasa seperti ada yang mengawasinya. Ketika dia menoleh, ada bayangan dua orang tua yang pernah dilihatnya dimimpinya dulu waktu dia membakar jasadnya. Dua orang berwajah dingin, yang mungkin tidak pernah tersenyum sepanjang hidupnya. John mengejar, dia ingin menanyakan siapa mereka, tetapi dua orang itu seperti angin yang berlalu, cepat sekali hilangnya, entah kemana.

Dengan firasat aneh dan perasaan ganjil, John Lui diam2 datang kerumah Angela, lebih pagi sejam dari janji mereka, dan masuk pelahan2 kedalam rumah. Dibukanya lemari dan laci meja Angela, entah apa yang ia cari, hanya sebuah ketidak nyamanan akan kegelapan yang tidak dimengertinya, membuat John tidak tahan dan mencari sesuatu yang bisa mencerahkannya.

Diantara buku dan barang, ditemukan sebuah album foto. Sebelum membukanya pun John sudah merasa seperti ada angin dingin menyentuh kuduknya lagi. Pelahan dibukanya album foto itu. Dan ternyata adalah acara penguburan, ada tiga orang meninggal, ada tiga kuburan baru, ada 3 nama: Charles Lui, Grace Tam, dan John Lui. Dia telah meninggal? Ini adalah kematian? Disudut kanan bawah foto2 itu tercantum tanggal 18 Maret 2018.

Darahnya seperti berhenti mengalir, dia tertegun, dan tidak tahu lagi apa yang mesti dipikirkannya. Dia terdiam, dan pada saat itulah terdengar suara Angela Mui masuk kedalam ruangan.

--


Hidup itu indah - Jasad 5 - selesai Seri1.

Dengan rasa pening yang luar biasa, John Lui pelahan membuka matanya. Ruangan yang putih dan bersih, berbagai peralatan memenuhi ruangan, ada puluhan kabel yang menempel di kepalanya, dan selang bening, alat infus, komputer, dan kabel listrik masuk keluar tubuhnya.

Ada 2 lelaki disampingnya. Ah, wajah itu tentu takkan pernah dilupakannya, wajah dingin yang membangunkan bulu kuduknya. Salah satu berkata “ Bagaimana perasaanmu? Kamu sudah koma empat bulan lebih.” Orang itu tersenyum ramah, dan tidak terasa menakutkan lagi. Rupanya mereka dokter ahli yang mengawasinya. Apa yang terjadi sebenarnya, dimana dia, dan mengapa bisa begini?

Pelahan memorinya kembali sedikit demi sedikit, dia mulai ingat akan masa lalunya, akan hidupnya yang berulang, akan mimpinya yang aneh, dan wanita itu. Dilihatnya seluruh ruang dengan pelahan, dia melihat seorang wanita terbaring, dengan jumlah kabel yang lebih banyak menempel pada kepala dan tubuhnya, ada alat besar dengan monitor penuh angka yang tidak dimengertinya pula.

Tapi wajah itu, walau hanya terlihat dari samping, tidak mungkin dilupakannya. Angela Mui. John Lui yakin dia masih akan bisa mengenali Angela, walau dalam bentuk debu sekalipun. Jantung nya memacu, darahnya mengalir deras, dan tanpa terasa setetes air mata bergulir, air mata kebahagiaan. John Lui lebih mau bersama Angela Mui di neraka bersama, dari pada harus berada di surga sendirian.


**
John Lui mendengarkan penjelasan dokter itu. Dia bermimpi akan jasad-nya, mimpi yang sangat melelahkannya. Dia mengendarai mobil bersama kedua orang tuanya, pada tanggal 15 maret 2018, dan menabrak truk ditikungan jalan. Kedua orang tuanya langsung meninggal. John lui cedera berat, otaknya terhantam, muka dan badannya hancur. Kemajuan ilmu kedokteran sudah sangat luar biasa, “Braintech” adalah teknologi otak yang paling modern. John Lui memang layak ditolong, dia telah berjasa dalam pengembangan neuroscience yang paling modern. Semua koleganya bekerja keras menolongnya.

Otaknya yang rusak diprogram ulang. Hari yang berulang adalah sebuah error pada sistem komputer otak yang dijalankan untuk menata kembali ingatan John Lui. Program “Angela Mui” dimasukkan untuk menyelesaikan error itu. Angela adalah kolega John, dan diapun harus diprogram dan dimasukkan kedalam system itu. Angela sudah lama memuja John, dan kini saatnya menolongnya. Program cinta diyakini sebagai penyembuh satu2nya dari kehilangan emosi yang terjadi pada otak John.

Cinta telah dapat dirasakan dalam komanya, emosi lainnya sulit kembali, maka foto kematian orang tua John Lui dan foto kuburan diprogram, dimasukkan dalam otaknya, untuk membuat John bisa merasakan kembali emosi2 lainnya, bisa kembali kedunia alam emosi kemanusiaan.

Wajah John Lui pun sebenarnya telah dirubah banyak, 70% wajahnya adalah baru, dan agak berbeda dari aslinya, lebih tampan tentunya. Kerusakan tubuhnya juga mengalami bedah plastik yang berulang saat dia koma. Dengan memori yang ditanam dan memori asalnya yang telah hilang, sebenarnya apakah dia masih tetap John Lui yang dulu?
**


John tertegun mendengarkan cerita dokter itu, dan tiba2 didengarnya suara pelahan dari ranjang sebelah , “ Hallo, sepertinya kita sudah kenal lama ya.” John Lui menoleh dan dilihatnya wajah itu, wajah yang bisa membunuh sejuta tentara, wajah yang bisa meluncurkan seribu kapal. Wajah itu tersenyum bercanda, John Lui pun tertegun. Dia tidak perduli lagi pada semua hal lain, baginya Angela telah membuat " hidup itu indah."

--



BRAND Language

Kata sering melekat dengan kuat pada suatu “Brand”, ketika mendengar “I love you full” maka langsung kita ingat “tak gendong” dan Mbah Surip.

Brand language adalah alat untuk memperkuat lekatan “Brand” kita didalam benak pelanggan. “Brand Mantra” sering dipakai sebagai alat komunikasi yang kuat. Dari “Just do it” (Nike), sampai “Kwalitas bintang lima, harga kaki lima” (d’Cost restoran). Sementara “Kembali ke Laptop”, kembali mengingatkan kita ke Tukul.

“Luar Biasa”; “Dahsyat”; “Tanya Kenapa”, serta berpuluh kata atau kalimat pendek telah membuat ingatan kita lebih cepat terbang pada sebuah “Brand.”

Brand Mantra haruslah “catchy”, mudah ditangkap dan mudah diingat, punya keunikan yang khusus, dan terasa “authentic”. Kalimat panjangpun kalau sangat bagus, mudah diingat orang. “Muda foya foya, tua kaya raya, mati masuk surga” akan selalu mengingatkan kita akan “Joger”, yang nyentrik, nyeleneh dan asik.

Dalam kurun pemikiran yang sama, demikian pulan Brand Name, “Nama” pun jadi kunci dalam banyak hal di dunia bisnis, dari pemilihan merek “Sony” (dibaca sama diseluruh dunia, dan punya tendensi arti mirip dengan “anakku”); sampai nama2 bintang. Tukul Arwana (Ryanto), Dorce (Ahmad Ashadi), sampai Freddy Mercuri (Farrokh Bulsara), semuanya memahami kekuatan sebuah nama yang mudah diingat orang dan memberi kesan yang kuat.

Perusahaan besar membayar mahal untuk terciptanya sebuah “nama” ataupun “logo” ataupun “mantra” yang bisa mendongkrak Brand mereka, karena mereka tahu bahwa hal itu akan mempermudah komunikasi promosi mereka.

Dalam perjalanan kita, sam-design memakai “Creating Wow and Aha” (wow=hebat, aha=tepat guna), dan saya menutup business wisdom dengan “Sukses untuk anda.”

Apa brand mantra anda?

--

Broken Window Theory

Bila sebuah rumah yang tidak berpenghuni, ada jendelanya yang pecah, dan tidak segera diperbaiki, maka sebentar lagi akan ada maling masuk dan mencuri barangnya, kemudian akan ada orang lagi mengambil perabotnya, dan kemudian ada lagi yang akan mencuri jendela nya, dan kemudian kusen nya pun akan sekalian dicopot, dan seterusnya.

Sebaliknya bila jendela yang pecah itu segera diperbaiki, orang tidak akan berani mencuri karena menganggap bahwa rumah tersebut dijaga dan diawasi orang, dan rumah itu tetap akan dalam kondisi utuh untuk waktu yang lama.

Dalam banyak kehidupan bisnis dan pribadi kita, konsep ini berlaku secara umum dan konsiten. Bila kita memahaminya maka kita akan dapat menggunakannya untuk keuntungan kita.

Bilamana karyawan anda dikantor dibiarkan terlambat 10 menit dari waktu kerja yang seharusnya, maka besoknya ada lagi yang terlambat 20 menit, dan akhirnya semua akan serba terlambah sampai sejam sekalian dan produktifitas terganggu.

Korupsi kecil dibiarkan, menjadi lebih banyak, lebih besar, seperti wabah virus yang menyebar kemana mana, dan setiap kali menjadi semakin besar semakin parah.

Kebiasaan pribadi penundaan kerja, satu hal kita tunda dan biarkan, hal kedua ikut juga, akhirnya seluruh persoalan tertunda semuanya, dan menunda menjadi kebiasaan kita.

Mengatasi persoalan ketika masih belum membesar dan belum menjadi budaya perusahaan akan membuat kerja kita lebih produktip dan perusahaan lebih maju. Memperbaiki kekeliruan pribadi akan lebih mudah waktu persoalan itu masih kecil. Selamat berpikir dan membuat strategi lebih produkip.

Broken window theory dipakai untuk menjelaskan penurunan angka kejahatan di New York. Hal2 kecil, seperti pembersihan dan penertipan grafity dan pembersihan stasiun bawah tanah dipakai sebagai awal penertipan kejahatan disana, yang akhirnya sukses besar.

Keteguhan untuk mau, dan konsistensi dalam menjalankan perbaikan, juga menjadi kunci berhasilnya pemakaian konsep ini dalam management dan kehidupan pribadi. Semoga berguna untuk semua, salam sukses untuk anda.

--

The Innovator’s DNA


Apa yang membuat seseorang bisa menjadi inovator? Riset tujuh tahun yang dilakukan Jeffrey H.Dyer, Hal B. Gregersen dan Clayton M. Christensen terhadap 25 innovative entrepreneurs, dan survey pada lebih dari 3000 orang memberikan pencerahan yang menarik.

Dicovery skills adalah kemampuan “menemukan” sesuatu yang inovatif, dan menjadi bagian dari prilaku dan DNA dari para inovator. Riset menunjukkan bahwa ada 5 hal yang selalu dilakukan oleh para inovator seperti Steve Jobs (Apple), Michael Dell (Dell Computer), Pierre Omidyar (eBay), Jeff Benzos (Amazon), Herb Keleher (Southwest Airlines), Niklas Zennstrom (Skype) dan lainnya.

Discovery Skill 1: Associating.
Kemampuan untuk menyambungkan hal2 yang kelihatannya tidak mempunyai hubungan sama sekali menjadi sesuatu yang baru. Menurut Steve Jobs, “Creativity is connecting things”. Menggabungkan idea dengan apa yang kita lihat, dan teknologi yang sedang muncul. Steve menggabungkan kecintaannya akan kaligrafi, konsep meditasi di India, dan perhatian akan detail dari Mercedes-Benz, ditaruh diatas teknologi yang mutakhir dan design yang elegan.

Fenomena ini disebut “Medici Effect”: Di Florence Italy, pada jaman tersebut Medici Family berhasil mengumpulkan para pelukis, pemahat, arsitek, filsuf, dan orang2 hebat lainnya dari berbagai ilmu, maka berkembanglah menjadi jaman Renaisance, era paling banyak penemuan dan kemajuan pada sejarah dunia.

Discovery Skill 2: Questioning.
Peter Drucker selalu mengatakan bahwa yang tersulit bukanlah mencari jawaban yang baik dan benar, tetapi mendapatkan “pertanyaan yang tepat”. Para inovator selalu mempertanyakan keabsahan sebuah hal yang mapan, dan punya gairah besar untuk merubah dunia. Pertanyaan yang menabrak tembok2 batas yang diciptakan oleh benak kita sendiri, dan mencoba berpikir secara terbalik.

Pertanyaan kunci yang sering dipakai sebagai awal explorasi adalah “Why”, “Why Not?”, dan “What If?”; Ketika pada manager memikirkan bagaimana menekan beaya 5% dengan melakukan outsorucing dan efisiensi, maka para inovator memikirkan bagaimana membuat perangkat ini bisa dikecilkan ukurannya menjadi setengah, menambah fiturnya menjadi tiga kali, dan menjualnya sepuluh kali lebih mahal.

Dahulu ketika perusahaan lain membebankan beaya kotak surat elektronik dengan ukuran 10 MB, inovator membuat kotak elektronik 100 kali lebih besar dan sistem email yang lebih baik, dan diberikan gratis kepada semua orang.

Discovery Skill 3: Observing.
Observasi yang sangat detail pada kehidupan kadang mampu menelorkan idea baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Scott Cook mengawasi betapa sulitnya istrinya mengatur catatan keuangan, frustari akan angka dan metode yang hanya dimengerti oleh para akuntan saja. Sepulang melihat komputer Apple Lisa, dia memikirkan mengapa tidak ada software dengan grafis yang mudah dimengerti untuk mengatur pembukuan? Lahirlah Quickbook yang merevolusi software sistem akutansi dan sukses besar.

Sering seorang pimpinan menjadi lepas dari “dunia nyata” dan tidak lagi mau melihat dijalan dan dilapangan. Inovator justru menemukan banyak idea karena sering mengawasi secara langsung apa yang dialami dan terjadi pada pelanggannya. Filosofi Toyota “genchi genbutsu”, pergi kelokasi melihat sendiri, ditanamkan pada kultur perusahaan.

Tinggal di sebuah tempat asing, terutama di luar negeri, juga menambah wacana orang akan kemampuan berinovasi. Produk, proses, bisnis, kultur, kebiasaan, cara hidup yang bervariasi membawa orang pada pemahaman baru yang menghasilkan pemikiran yang berbeda dengan mereka yang selalu tinggal pada tempat yang sama.

Discovery Skill 4: Experimenting.
Experimen membuat kita lebih cepat melihat reaksi pelanggan, membuat kita berinteraksi dengan pelanggan dan pemakai, membuktikan akan bisa atau tidaknya sebuah idea dijalankan. Dalam riset produk pun Edison berkata: “Saya bukannya gagal, tetapi berhasil membuktikan 1000 bahan yang tidak dapat dipakai untuk itu”. Sebuah optimisme dan kemauan untuk terus mencoba dan bereksperimen.

Amazon mencoba berbagai model untuk pembaca buku dan akhirnya menelorkan pembaca elektronik “Kindle” yang sekarang sukses luar biasa. Jeff Besoz selalu menyarankan pada eksekutip nya untuk bereksperimen mencoba sesuatu yang baru, karena tanpa percobaan dan kegagalan yang berulang tidak mungkin dilahirkan sebuah inovasi yang sukses.

Discovery Skill 5: Networking.
Kalau para manager memelihara network untuk memacu penjualan dan bernetwork dengan partner yang mendukung bisnisnya, maka para inovator justru bernetwork dengan orang2 yang berbeda latar belakang dan pandangan hidupnya untuk memetik idea dan pemikiran mereka dan dileburkan kedalam pemikirannya. Orang2 dengan latar belakang dan pemikiran yang berbeda akan mengasah idea dan pendapat kita menjadi lebih beda dari yang yang ada di market.

Michael Lazaridis menemukan idea Blackberry pada sebuah konferensi teknologi pada 1987, ketika pembicara menceritakan sistem wireless yang didesign untuk Coca cola. Telah terlalu banyak penemuan hebat yang ditemukan pada industri2 yang lain; kita akan jauh lebih mudah memetik dan mengadaptasinya dan menggabungkan dengan bisnis kita dan menghasilkan inovasi yang yang baru. Jaringan persahabatan memudahkan kita bertemu dengan orang2 yang ahli pada bidang2 lain tersebut.

Untuk sedikit menguji keabsahan hasil riset diatas secara imaginatif cobalah bayangkan ada 2 orang kembar yang memiliki intelegensia dan bakat2 yang sama. Mereka berdua diberi tugas yang sama untuk dalam sebulan dapat menemukan idea bisnis yang baru dengan sumber daya yang ada.

Dalam sebulan, mana yang akan lebih berhasil, yang satu mengurung diri dan mencari idea dalam benaknya, ataukah satunya, yang (1) berbicara dengan para ahli, teknisi, pelanggan, pemusik, dan pemahat dan pebisnis sukses lainnya, (2) mengunjungi dan mengawasi pabrik2 dan tempat2 bisnis yang sukses, (3) mencoba produk2 kompetitor yang baru diluncurkan dipasar dan membawanya kepada teman2nya menanyakan fitur apa yang menarik dari produk itu, (4) membuat prototype produknya secara sederhana, dan (5) selalu menanyakan “Bagaimana kalau ini dirubah?”, “Mengapa tidak mungkin?”, “Bagaimana kalau kita coba cara baru ini?”

Para inovator terbukti menghabiskan waktu jauh lebih banyak pada kelima kegiatan ini dibandingkan orang lain dan mempu menggali sukses dari hal tersebut. Kelima kebiasaan kunci ini dapat dipelajari dan dilatih oleh setiap orang yang mau menjadi lebih inovatif. Dibutuhkan ketekunan dan kecintaan yang dilakukan secara terus menerus untuk dapat membuat hal ini menjadi sebuah bagian dari kebiasaan hidup kita.

*Tanadi Santoso,

Materi dipetik dari artikel Harvard Business Review, Vol 87, Number 12, December 2009: The Innovator’s DNA ( Jeffry H.Dyer. Hal B.Gregersen, dan Clayton M.Christensen)

--

Representative Bias.



Kita selalu memikir bahwa otak kita sangat “adil” dan “bijaksana”. Ternyata banyak kesalahan dalam intuisi kita, baik dalam perhitungan dan anggapan, ataupun dalam memilih dan menetapkan tindakan. “Representative bias” adalah salah satu kekeliruan berpikir yang sering terjadi dalam kehidupan kita.

Mengapa kalau memilih kunci untuk membuka pintu, baru yang terakhir yang benar? Mengapa kalau kita baru mau menjual rumah kita dan memasang banner “Ray White” atau “Era”, tiba2 terasa ternyata disekitar rumah kita banyak juga yang dijual? Mengapa kalau kita baru membeli mobil baru merek tertentu, tiba2 terasa dijalan ternyata banyak sekali mobil dengan model yang sama? Mengapa begitu banyak terjadi pembunuhan akhir2 ini? Pada pelemparan koin, kepala atau ekor, setelah 4 kali kepala, apakah kemungkinan keluar berikutnya?

Pertama, alasannya adalah “Attention” atau “Perhatian”, kalau kita mulai memperhatikan sesuatu maka hal itu akan seolah olah muncul lebih sering dan lebih banyak kali. Waktu anda membeli Mont Blanc ballpoint, anda melihat banyak teman atau pelanggan anda memakai bolpen yang sama karena sekarang anda lebih memperhatikan bolpen orang lain. Hal yang menjadi perhatian kita akan membuat produk itu lebih melekat pada otak kita dan kita ingat selalu.

Kedua adalah, kelemahan otak kita mengingat hal yang sederhana dan umum, selalu hanya mengingat yang “mencuat”, yang “luar biasa”. Seuntai kunci, mungkin sering pula anda memilih yang pertama sudah terbuka, tetapi hal itu anda lupakan, yang sering anda ingat adalah betapa jengkelnya anda mencoba kunci ke 7 baru bisa membuka pintu tersebut. Hal yang khusus akan teringat lebih dalam, setelah waktu yang lama, seolah olah kita jauh lebih sering mengalami hal itu walaupun sebenarnya tidak sering.

Kedua hal diatas mengakibatkan “representative bias”, atau “kekeliruan karena adanya kemiripan kejadian yang teringat, karena adanya angka representasi dari kejadian yang sama atau sejenis”. Orang yang pernah digigit anjing sekali akan selalu takut pada anjing dan menganggap anjing itu berbahaya. Orang yang pernah ditipu oleh orang asing, akan menganggap semua orang asing penipu.

Ketika ditanya mana yang lebih banyak terjadi, orang meninggal akibat “pembunuhan”, atau meninggal akibat “bunuh diri”, orang menganggap lebih banyak pembunuhan karena semua pembunuhan masuk koran, sedangkan bunuh diri tidak. Padahal data menunjukkan bunuh diri lebih banyak dua puluh kali lipat daripada pembunuhan. Ya, dua puluh kali lipat.

Hal yang sering kita temui, atau yang kejadiannya luarbiasa, kita anggap hal itu sering terjadi dalam kehidupan ini, baik terjadi pada kita atau pada orang lain. Kalau kita merokok, maka kita akan merasa kebanyakan orang merokok. Kalau seorang anak lelaki memakai anting2 maka dia akan lebih sering “melihat” orang yang juga memakai anting2.

Hal yang luar biasa kita ingat, dan sering kita salah dalam memprediksi waktu kapan terakhir hal itu terjadi. Kita kira kita telah mem back-up data komputer kita enam bulan lalu, padahal sudah dua tahun tidak kita back-up. Terakhir kita check up kesehatan sudah empat tahun lalu, tapi rasanya baru saja. Ini karena kejadian seperti back-up data, dan check up kesehatan adalah kejadian besar yang selalu teringat.

Pada pelemparan koin, kita tahu berapa kalipun keluar ekor pada sebelumnya, kalau koinnya normal, maka kemungkinan kemudian adalah 50 – 50, tetapi orang cenderung menganggap akan berubah setelah empat kali berturutan keluar ekor. Ini karena kita tahu bahwa kemungkinan nya adalah 50-50 dan bila sudah 4 kali keluar ekor, maka untuk berikutnya sangat lebih mungkin kepala. “Gambler’s Fallacy” adalah salah satu “Representative bias”.

“Representative bias” diketemukan oleh pemenang hadiah Nobel, Amos Tversky dan Daniel Kahneman, dan dijabarkan dalam bukunya Heuristic and Bias.

--

Dilema

Experimen pemikiran: Kereta api, Dokter dan Penyakit Epidemik.

Dilema pertama: Anda adalah pengawas stasiun dan berada di ruang kontrol, tiba2 anda lihat ada kereta api tidak terjadwal datang dengan cepat, di jalur kereta tersebut, ada 5 orang, kalau anda biarkan 5 orang pasti akan mati tertabrak, tapi kalau anda pindahkan switch jalur kereta, maka kereta akan pinda ril, dan hanya ada 1 orang disana yang akan meninggal. Apakah anda pindahkan jalur kereta?

Dilema kedua: Ada 5 orang butuh organ tubuh yang berbeda2, dan kalau tidak bisa mendapatkan dalam 2 hari, maka kelimanya akan meninggal. Tiba2 ada seorang pengemis mabuk yang pingsan dan dibawa kerumah sakit anda, dan organnya dapat menyelamatnya 5 nyawa, tapi pengemis ini akan meninggal dunia. Akankah anda lakukan operasi penyelamatan 5 nyawa, atau anda biarkan 5 orang itu meninggal saja?

Dalam riset ini dianggap keputusan anda tidak melanggar hukum, dan anda dibebebaskan dari segala tuntutan hukum apapun. Tetapi anda tidak dilepas dari pemikiran moral dan etika.
Dari riset di dapat bahwa pada kasus pertama lebih banyak orang setuju untuk memindah jalur kereta api. Menyelamatkan nyawa 5 orang lebih baik daripada membiarkan orang 5 meninggal. Walaupun harus mengorbankan satu orang. Maka lebih bayak yang setuju untuk memilih memindah jalur kereta.

Pada kasus kedua, lebih banyak orang tidak setuju “membunuh” satu orang, walaupun pengemis (apalagi kalau teman atau keluarga anda!), padahal itu akan mampu menyelamatkan 5 nyawa dengan pasti. Tentu kita bisa menambah kompleksitas masalah dengan mengatakan dari 5 orang itu ada seorang penting, atau family. Secara umum orang2 lebih banyak yang tidak setuju untuk mengorbankan nyawa orang lain.

Padahal hal diatas adalah hal yang mirip satu dengan lainnya. Tetapi kita menjadi sensitive karena kita diminta melakukan sebuah keputusan moral dan etika yang sulit.

Kehidupan ini jarang hitam dan putih, sering banyak warna ke abu2an yang tidak mudah dita putuskan dalam hidup ini. Dan sering2 perasaan punya pengaruh besar walaupun secara rasional kita akan mudah memutuskan ia atau tidaknya. Dalam kedua kasus, jelas 1 versus 5 nyawa. Tapi banyak orang akan “membiarkan saja”, karena mereka bingung akan pilihan tindakan yang tepat dan benar. Padahal jelas membiarkan membuat kita menjadi memilih pilihan kedua.

Dalam keputusan yangs sulit, kebanyakan orang akan berusaha “lari” dari pilihan. Sehingga keluarlah jawaban sebaiknya diselamatkan semua, dengan segala macam kemungkinan yan ada. Hasilnya kita sering menunda keputusan kita. Dan lebih buruk lagi sering kita menjadi “membiarkan” hal yang lebih buruk terjadi karena kita tidak dapat mengambil keputusan dengan tegas dan cepat.


Untuk persoalan yang sama dengan alternatif yang sama pun, penyajian pun menjadikan pilihan menjadi berbeda? Tversky dan Kahneman pada 1981 melakukan percobaan yang disebut “Asian Desease” (saya rubah menjadi penyakit di Afrika pada wall FB saya)

Ada penyakit menular yang epidemik di sebuah dusun kecil di Asia, 600 orang terjangkit. Hanya ada 2 alternatip: Bila dipakai Program A, pasti akan selamat 200 orang. Bila dengan program B, ada 1/3 (33.33%) kemungkinan akan selamat semua, dan ada 2/3 (66.66%) kemungkinan akan meninggal semua. Pertanyaan ini ditanyakan pada sekelompok orang untuk memilih program A atau B.

Hasil riset menunjukkan 72% orang memilih A, sebuah kepastian akan selamatnya 200 orang, yang dianggap lebih baik dari pada ketidak pastian pada Program B.

Anehnya, ketika pada kelompok orang yang berbeda ditanyakan hal ini dalam bentuk yang berbeda:
Ada penyakit menular yang epidemik di sebuah dusun kecil di Asia, 600 orang terjangkit. Hanya ada 2 alternatip: Program C, 400 orang pasti akan meninggal, atau Program D, 1/3 kemungkinan semua tidak ada yang meninggal, 2/3 kemungkinan akan meninggal semua. Mana yang anda pilih?

Ternyata hal yang isinya persis sama, mempunya hasil yang menarik, sekarang 78% orang memilih D. Bukankah A sama dengan C, dan B sama dengan D? Mengapa orang menjadi lebih berani “beresiko” pada D? Penyajian pasti gagal pada C membuat D lebih menarik, sedangkan kepastian pasti Sukses pada A lebih disukai daripada ketidak pastian B.

Decision under uncertainities, keputusan pada saat tidak pasti, selalu terjepak pada bias bias yang secara logika terasa aneh, tetapi pemahaman akan membuat kita mengerti, dan bahkan mampu memanfaatkannya untuk kepentingan kita.

--


Solusi 10 Menit.


Solusi 10 Menit.

Ada sebuah riset yang dilakukan pada para dokter, yang dibuat sebagai sebuah studi kasus tentang psikologi keputusan dan reaksi. Kasusnya adalah pasien yang telah lama tidak sembuh dan butuh operasi, dokter diberitahu bahwa sang pasien harus dioperasi sore ini, dan semua persiapan telah siap. Siang itu tiba2 sang dokter tahu bahwa ada satu obat yang belum pernah di cobakan dan sangat mungkin akan mampu menyembuhkan tanpa operasi. Pertanyaannya, apakah dokter mau mencoba obat itu dulu dan membatalkan operasi? Ternyata hasinya adalah 47% bilang akan menunda operasi dan mencoba obat tersebut.

Nah, pada doker2 lain diberi kasus mirip, tetapi diberitahu bahwa siangnya tiba2 sang dokter tahu bahwa ada dua obat yang mungkin bisa menyembuhkan. (Ada dua macam obat, tapi tidak boleh dimakan bersamaan, jadi harus dicoba salah satu dulu. Dianggap tidak ada keterpaksaan untuk segera melakukan operasi.) Apakah sang dokter akan membatalkan operasi dan mencoba salah satu dari obat itu dulu? Ternyata hanya 28% dokter saja yang mau membatalkan operasi, dan mencoba memakai obat dulu.

Ini sebuah paradox, ketika lebih banyak pilihan, malah bingung, dan tendensikan menjadi tidak mau memilih. Riset membuktikan ketika kita memiliki lebih banyak pilihan, kita bingung untuk memilih, dan kalau kita tidak mau “pusing” memikirkan, maka kita biarkan saja semua berjalan seperti rencana semula.

Dalam riset lain, dibuat sebuah stand penjual selai di supermarket. Diadakan demo dengan 26 macam rasa selai, pengunjung dapat mencoba dan membeli. Ini dibandingkan dengan demo pada tempat yang sama dan hanya dengan 6 macam selai. Ternyata penjualan pada yang 6 macam selai malah 3 kali lipat lebih banyak daripada yang 26 macam (dengan waktu dan keadaan yang mirip, dan produk yang sama). Ketika terlalu banyak pilihan kita malas memilih, kita bingung mau yang mana, dan jadinya malah tidak jadi membeli.

Ketika kita berkeinginan membersihkan dapur atau rumah kita yang sudah lama tidak rapi, kita bingung memulai dari mana, karena begitu banyak yang bisa kita kerjakan. Begitu juga ketika kita mau membenahi taman rumah kita yang terbengkelai. Atau ketika kita mau memulai lagi mengawali bisnis baru. Juga ketika kita mau memulai lagi upaya ber-network dengan danyak teman2 lama yang terputus. Juga pada saat kita mau start membaca buku2 bisnis. Semua ini memberikan “kesulitan mengawali” yang membingungkan untuk mulai dari yang mana. Akibatnya kita memilih menunda saja. Sehingga menjadi kebiasaan menunda yang merugikan.

Semua pekerjaan besar lebih mudah diselesaikan dalam pilahan pilahan kecil. Tujuan kita lebih terasa mudah kala target kita jelas dan singkat. Jadi solusinya adalah mengurangi pilihan, memulai dengan hal kecil, atau memberi batas waktu. Sesuatu yang “kecil” akan lebih mudah dilakukan, yang langsung berupa langkah nyata dan tidak membutuhkan investasi waktu atau uang atau sumber daya lain yang besar.

Nah, inilah “Solusi 10 menit” untuk penyakit lama yang ada di kita, termasuk saya, penyakit selalu menunda nunda melakukan sesuatu. Procrastination.

Nyalakan alarm timer anda, set 10 menit. Janjilah pada diri anda, saya hanya perlu mengerjakan 10 menit saja. Kalau sudah 10 menit saya bisa berhenti, dan boleh meneruskan kalau mau, tanpa pemaksaan.

Lalu kerjakan apa yang sudah anda tunda lama tersebut. Misalkan membersihkan dapur. Mengatur kembali kamar tidur. Menulis puisi yang sudah lama tidak kita lakukan. Atau, membersihkan kantor anda yang sudah lama amat sangat tidak teratur.

Membatasi 10 menit membuat kita punya instruksi tegas dan jelas yang mudah dilakukan. Begitu juga dengan bernetwork, tentukan senin ini, 2 minggu sekali, menemui 1 teman lama, siapapun, untuk makan siang. Sebuah instruksi mudah yang ringkas, akan membuat kita lebih mau untuk melaksanakannya dari pada banyak alternatip yang tidak jelas.

Nah, riset menunjukkan 10 menit ini, atau 5 menit, atau 15 menit, akan lebih mudah memacu kita mematahkan penundaan penundaan kita pada pekerjaan yang sudah lama ingin kita lakukan. Selamat mencoba, dan salam sukses untuk anda.

--

5 Kategori Sukses

Dalam sebuah kuliah yang saya bawakan di ITS beberapa waktu lalu, saya bertanya pada mahasiswa saya, "Apa sih yang anda sebut sebagai sukses itu?" Maka timbul jawaban yang beragam dari para mahasiswa saya.

"Sukses bagi saya bila saya memiliki 3 rumah," kata seorang mahasiswa. Yang lain menjawab, "Bila hubungan saya dengan istri saya baik nanti, maka itu adalah sukses." Ada yang bilang, "Bila saya berbahagia itu berarti sukses." Jawaban mereka rata-rata berlainan. Ada yang ingin punya mobil, punya rumah, bisa lulus S3. Macam-macam.

Maka bila saya kelompokkan kesuksesan itu, maka ada 5 area kelompok kesuksesan.

Yang pertama adalah material. Material ini adalah memiliki uang banyak, mempunyai mobil, mempunyai perusahaan yang besar. Pokoknya segala hal yang bersifat duniawi yang disebut sebagai material.

Berikutnya yang kedua adalah fisik atau 'physical'. Ingin memiliki tubuh selalu sehat. Mempunyai tubuh yang sempurna. Dapat berumur panjang. "Dengan sehat saya bisa bekerja dengan baik," kata mereka. Kesehatan. Jadi tubuh yang sehat ternyata adalah ke suksesan yang pertama.

Lalu intelektual sebagai yang kesuksesan yang ketiga. Intelektual adalah kemampuan otak kita. Kita bisa lulus S2, S3. Bisa jadi dosen, memiliki ilmu dan mengerti segala hal. Kemampuan otak kita yang luar biasa, 'intellectual capital'. "Saya tidak perlu uang banyak, tapi saya harus pandai, Pak," kata seseorang, "Saya ingin lulus S3, bisa jadi guru besar dan lain-lain." Ini yang disebut sebagai kesuksesan ke-3, intelektual.

Yang keempat adalah emosional. "Saya ingin hubungan saya dengan istri dan anak-anak harmonis. Hubungan saya dengan teman juga baik. Semua orang menyukai saya. Dan saya bisa memberikan kontribusi dalam keluarga saya," begitu kata orang. Ini emosional. Jadi sukses emosional adalah bentuk kesuksesan yang ke-4.

Yang terakhir, kelima adalah spiritual. Banyak orang merasa dekat dengan Tuhan sebagai hal yang utama. Katanya, "Saya bisa merasakan kedamaian dalam hati kita." Spiritual adalah salah satu bentuk sukses.

Jadi ada 5 hal penting dalam kesuksesan kita. Material, fisik, intelektual, emosional dan spiritual. Anda bisa memilih yang mana. Juga keseimbangan apa yang anda pilih. Mana yang lebih diutamakan, mana yang tidak diutamakan, mana yang didahulukan, mana yang belakangan. Andalah nanti yang akan menuju ke arah mana kesuksesan yang akan dikejar.

Tidak ada yang benar atau yang salah. Semua orang punya pilihan. Andalah yang memilih kesuksesan dalam kehidupan anda. Ada 5 area yang bisa anda pilih. Silakan anda pilih dan capai kesuksesan yang menurut anda terbaik.


--

10 Resep Menuju Kebahagiaan

Hal apa yang akan membuat anda lebih bahagia dalam kehidupan ini? Sering saya katakan perjalanan hidup hanyalah menuju pada 1 tempat, yakni kuburan! Karenanya kita harus dapat menikmati perjalanan hidup ini. Hidup sekali, kenapa tidak dibuat selalu berbahagia? Maka saya mencoba membuat 10 resep yang bisa membuat anda hidup berbahagia.

Yang pertama adalah bersikap positif. Waktu bangun pagi, masih terasa segar, awali hari itu dengan bersyukur atas kenikmatan yang diberikan dengan bersikap positif memandang hari itu.

Yang kedua, berolah ragalah supaya diri anda sehat. Ini sebetulnya salah satu hal yang kurang dapat saya tepati sampai hari ini. Tapi kemauan untuk sehat ini adalah sesuatu yang penting dan membuat rasa bahagia dalam hidup ini.

Berikutnya yang ketiga, punyailah target. Misal hari ini punya target menyelesaikan apa. Besok target mengerjakan lain. Target jangka pendek saja, tak usah target 10 tahun ke depan. Target hari ini mau apa, itu saja membuat anda bahagia. Karena pada akhir hari anda bisa merasa selesai dengan target anda.

Yang keempat, carilah sesuatu yang anda sukai. Hobi. Misal mancing atau main golf, internetan atau apapun. Carilah sebuah hobi. Tapi anda harus berhati-hati agar hobi anda anda tidak menghancurkan pekerjaa atau mengganggu waktu anda yang lain. Tapi tetap anda harus memiliki hobi.

Lalu yang kelima, paksakan diri anda bekerja lebih keras sedikit. Lebih banyak sedikit. Sedikit dipaksakan. Dengan memaksakan, kita akan merasa lebih puas dengan hasil pekerjaan kita. Karena kita sudah meluangkan tenaga kita lebih banyak.

Yang keenam adalah bersahabatlah. Carilah teman yang bisa mendukung anda, dan anda bisa mendukung teman anda itu. Bersahabatlah tanpa harus terlalu memikirkan keuntungan atau kerugian dalam persahabatan itu. Tapi tetap batasi waktu yang anda pakai untuk bersahabat.

Selanjutnya ketujuh, rayakan kemenangan anda. Kemenangan apapun. Entah itu dalam bisnis atau kehidupan anda. Misal: barusan mendapat proyek besar, berkenalan dengan tokoh bisnis terkenal dan lainnya. Coba rayakan secara sederhana dan kecil saja. Tapi terasa bahwa kita merayakan sebuah kenikmatan akan keberhasilan kita.

Yang kedelapan, cobalah mempunyai toleransi yang cukup untuk semua yang anda alami. Orang lain punya pandangan yang berbeda, biarlah. Orang lain punya pendapat lain, tidak apa-apa. Dengan memiliki toleransi ini membuat anda bahagia.

Yang kesembilan, carilah kedamaian di hati anda. Apa yang membuat anda damai, lakukanlah. Apakah itu dengan pergi ke gereja, ke masjid, bersemedi, atau memandang matahari terbit. Lakukanlah. Temukan ketentraman dan kedamaian di hati anda.

Yang terakhir, kesepuluh, bermainlah. 'Have fun, Play!' Jangan terlalu serius memandang hidup ini. Karena hidup sebenarnya juga bukan hal yang serius. Kita hanya menjalani perjalanan hidup kita yang ujung akhirnya hanyalah kuburan.

Dengan menjalankan 10 resep di atas, anda akan merasakan kebahagiaan yang akhirnya anda akan lebih produktif dalam berbisnis dan menjalani kehidupan ini.

--

7 Obat Penghilang Stres

Pada jaman ini siapa sih yang tidak pernah merasa stres? Siapa sih yang tidak pernah merasakan beban pekerjaan begitu berat? Semua pasti pernah merasakan.

Permasalahannya bukan pada stres. Karena semua orang pernah dan akan mengalami stres. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana melepas rasa stres itu. Ini yang penting, karena untuk menjaga mental kita fit, 'mentally fit' dan tubuh kita juga fit. Maka ada 7 saran dari pakar yang bisa mengurangi stres anda.

Yang pertama sekali, olah raga. Lakukan bulu tangkis, lari, berenang atau lainnya. Ini akan mengurangi stres.

Yang kedua, peliharalah tanaman atau hewan yang anda sukai. Anda boleh menanam anggrek atau memelihara kucing/anjing. Ini juga akan mengurangi stres.

Berikutnya ketiga, mendengarkan musik atau pergi menonton bioskop. Yang ini sering saya lakukan. Dengan mendengarkan musik adan menonton bioskop terasa benar mengurangi stres.

Yang keempat, berbagilah beban anda dengan teman baik anda. Berceritalah pengalaman, kesulitan ataupun permasalahan anda. Dengan berbagi ternyata juga bisa meringankan beban kita.

Yang kelima, 'Be Creative!' Jadilah orang yang kreatif. Lakukan sesuatu yang baru, yang belum pernah anda lakukan sebelumnya. Misal pergi ke kebun binatang, naik bis kota bila anda tidak pernah naik bis kota sebelumnya. Atau mencoba jalan-jalan di malam hari sendirian. Kreativitas membantu tubuh kita mengurangi stress kita.

Yang keenam, 'Take a Break.' Ambillah waktu istirahat sejenak. Cuti 1 hari, 2 hari atau 3 hari. Atau sekalian 1 minggu kalau anda masih punya jatah cuti sebanyak itu. Lakukan hal aneh yang belum pernah anda lakukan. Pergilah ke tempat yang belum pernah anda datangi. 'Take a Break!' Beristirahatlah!

Yang terakhir, ketujuh adalah 'Pray!' Berdoalah! Bersandarlah pada keimanan anda untuk mendapat kekuatan dan petunjuk dari Yang Kuasa. Berdoa juga membuat kita tenang dan nyaman, sehingga menimbulkan sikap positif menghadapi rasa stres.

Bila anda melakukan 1, beberapa atau sekaligus 7 hal di atas, maka anda dapat mengurangi rasa stres yang mungkin membantu melewati kehidupan anda dengan lebih baik.

-

LOVE Untuk Kehidupan

Pada suatu saat saya pernah membaca sebuah poster yang lucu tentang kata 'LOVE'. Cinta. 'Love' itu bukan sekedar cinta seorang pria pada seorang wanita dalam pacaran. Atau cinta seorang suami pada istri,walau itu memang itu termasuk cinta. Tapi 'love'juga termasuk kecintaan kita pada pekerjaan kita, perusahaan kita dan kecintaan kita pada kehidupan kita. Maka kata LOVE ini merupakan singkatan dari 4 kata.

L-O-V-E, huruf pertama L adalah 'loyal'. Loyal ini adalah kemampuan kita untuk terus mau mengikuti sesuatu yang sama. Persisten kita untuk mengikuti hal yang kita sukai. Kemampuan kita untuk melewati kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan antusiasme kita. Maka L-O-V-E, L itu adalah loyal.

Dan O dalam L-O-V-E adalah 'obligation'. Adalah suatu keharusan kita, 'willingness to do it'. Memang menjadi suatu keharusan, 'you have to do it'. Memang kita kadang akan jenuh terhadap perusahaan kita, pekerjaan kita. Tapi kita harus merasakan sebagai kewajiban yang harus dikerjakan,"Lho, itu kan memang tugas saya." Ini memang 'my obligation to do it'. Kadang obligation dianggap sebagai sesuatu hal yang pahit dan menyengsarakan karena.sebagai sebuah keharusan atau kewajiban. Dan kewajiban itu tidak enak. Tapi itu adalah sebagian dari hal yang penting.

Hurup berikutnya dalam L-O-V-E adalah V. V adalah 'valued' atau dihargai, dinilai. Atau 'honored'atau dihormati. Jadi kata L-O-V-E itu V-nya adalah valued. Kita harus menghormati apa yang kita lakukan, menghargai dan memberikan rasa hormat yang dalam pada apa yang kita cintai dan kerjakan.

Dan huruf terakhir E adalah excuses atau memaafkan. Yakni kemampuan kita untuk memaafkan karena selalu ada ketidak enakkan, ketidak-'fair'an pada pekerjaan, perusahaan, teman atau orang lain. Mereka sering mengecewakan kita tapi kita harus mampu memaafkan dan melakukan lagi apa yang harus kita lakukan.

Kata L-O-V-E yang merupakan singkatan dari Loyal, Obligation, Valued dan Excuses, saya harapkan dapat membantu anda untuk lebih mencintai teman anda, sahabat anda, kekasih anda, suami/istri anda, pekerjaan ataupun perusahaan anda. Dan dengan ini kita bisa memandangnya dari kacamata yang lebih tepat.

--



7 Langkah Menuju Sukses

Saya sering ditanya tentang rahasia sukses. Terlebih kalau memberikan seminar dengan banyak peserta yang masih muda usia. "Pak, saya baru lulus. Sekarang sudah 3 bulan kerja di sebuah perusahaan .Tolong saya diberi nasehat agar bisa lebih sukses di kehidupan saya," begitu sering pertanyaan mereka.

Nah, karenanya saya selalu memikirkan pertanyaan ini. Saya mencoba menyelami pengalaman saya sendiri dan teman-teman lain yang sukses. Sehingga akhirnya saya temukan 7 hal yang menuju sukses. Saran saya ini lebih pas, khususnya untuk mereka yang baru memulai karir.

Pertama, ambillah langkah-langkah sukses dari mulai yang kecil. Buatlah sukses menjadi sebuah kebiasaan. Bila anda seorang salesman, sukseslah menjual dulu. Lalu sukses menjual lebih besar lagi. Lebih besar lagi. Karena biasanya sukses yang besar dimulai dari sukses yang kecil. Dan ini semua akan membentuk kita sebagai pribadi yang sukses.

Kedua, tulislah semua keinginan anda dalam target 1 atau 2 tahun mendatang. Dalam waktu itu anda ingin mencapai apa, tulis 1, 2, 3, 4, 5. Dengan menuliskannya, dan kalau bisa ditempel di tempat yang sering terlihat, maka anda bisa lebih fokus untuk mengejar semua keinginan anda. Semua hal yang akan anda lakukan semua menuju pada keinginan itu.

Ketiga, punyailah sebuah figur pahlawan yang anggap anda hebat. Seseorang yang mempunyai prestasi, kesuksesan atau mempunyai sebuah kehebatan. Cobalah pelajari kehidupannya. Entah itu kebiasaannya, kesukaannya, kegiatannya dan lainnya. Dengan mempunyai figur pahlawan itu, anda secara tidak sadar akan meniru apa yang dilakukan oleh pahlawan-pahlawan tersebut.

Keempat, realistiklah! Walau kita mempunyai mimpi besar, tetaplah untuk lebih realistik. Kadang kita akan mengalami sandungan ataupun kesulitan. Namun dengan realistik ini, kita tetap konsisten mengejar impian itu.

Kelima, temukanlah guru-guru bagi anda. Temukanlah mereka dalam pergaulan, di rumah, di pekerjaan atau di mana saja. Entah itu senior anda, bos anda atau orang yang anda kenal di sebuah pertemuan. Mintalah pelajaran darinya. Kalau kita memintanya secara baik, pasti dia akan menolong menjadi mentor anda yang baik secara langsung atau tidak.

Keenam, berpikirlah secara positif. Jangan mudah untuk selalu berpikir negatif dan berkata, "Wah, ini sulit. Pasti tidak bisa." Berpikir positif ini selalu membawa dampak yang jauh lebih baik dalam kehidupan kesuksesan anda daripada berpikir negatif.

Terakhir ketujuh, lakukanlah 'benchmarking'. Cobalah untuk membandingkan diri anda dengan orang lain. Kalau anda punya teman dalam jenis pekerjaan yang sama, cobalah untuk saling membandingkan. Misal: berapa lama waktu yang dihabiskan untuk mendapatkan klien besar. Berapa sering anda mengikuti pelatihan dalam sebulan dan lainnya.

Bila sudah memulai 7 hal di atas, anda sudah mulai menapak menuju kesuksesan anda.

--

Memperluas Ruang Kenyamanan

Saya sering memberikan seminar dengan sesi yang panjang, 2 hari atau lebih. Tapi saya hanya memberikan di salah satu sesi, misal 1 hari atau setengah hari. Bila saya di akhir sesi, hari terakhir, saya sering bertanya pada teman-teman peserta, "Anda datang dengan siapa?" "Saya datang dengan si A, si B,"jawab mereka. Jadi 3 orang begitu ya. Ini biasanya satu perusahaan.

Lalu saya tanya lagi,"Apakah anda selama 2 hari seminar ini bersahabat dengan banyak orang baru?" Dan mereka pada umumnya bilang, "Ya, 1-2. Tapi sebagian besar waktu saya selama 2 hari itu, hanya bersahabat dengan orang yang sama. Yakni yang berangkat dari tempat saya."

Maka sering pada seminar, saya selalu menganjurkan peserta untuk menghabiskan waktu di luar ketika duduk berseminar untuk bersahabat dengan teman yang baru. Juga bicara dengan orang baru, menukar kartu nama, tukar kontak dan melihat kemungkinan baru.

Memang bercakap dengan orang yang tidak begitu anda kenal, membuat anda tidak nyaman. Tidak natural. Harus membutuhkan waktu, pikiran dan kemampuan berpikir. Tapi hal itu justru sebenarnya memperluas comfort zone kita.

Tentu saja awalnya bercakap dengan orang baru membuat kita tidak enak. Karena ini sebuah hal yang baru. Tapi inilah yang membuat anda menjadi lebih maju. Bukan hanya dalam seminar, anda bersahabat dengan orang baru saja, tapi juga bisa dalam pekerjaan. Anda bisa mencoba sesuatu yang baru.

Pasti tidak enak, karena tidak nyaman. Kita merasa bahwa itu bukan kemampuan kita, "Waduh, ini bukan pekerjaan kita. Si A saja. Si A lebih bisa, lebih baik." Tapi kalau anda mau menghabiskan waktu 1-2 hari untuk belajar dan mengerjakan hal itu, anda akan maju. Karena anda meninggalkan ruang kenyamanan anda.

Mencoba sesuatu yang baru nantinya akan menimbulkan sebuah skillset baru atau kemampuan baru. Atau pandangan baru terhadap kehidupan ini. Kalau anda bisa mengeset ini, anda akan mulai menentukan suatu tujuan atau 'goal setting'.

Biasanya 'goal setting' ini ditentukan dengan spesifik. Seperti: "Saya mau berkenalan dengan orang baru, dan selama 2 bulan ini, minimal saya punya 10 teman baru di dalam dunia komputer, 10 teman baru dalam kehidupan kehidupan sosial saya.

Karena itu untuk menentukan goal setting harus memenuhi syarat SMART:

1. Spesifik.
Harus punya tujuan yang spesifik.

2. Measurable.
Bisa diukur. Saya mau kenal dengan 20 orang.

3. Attainable. Harus dapat dicapai, dengan sumber daya dan kemampuan kita yang ada.

4. Realistic.
Anda hanya mau kenal 20 orang dalam dua bulan, bukan 200 orang dalam sebulan. Itu tidak realtistik.

5, Timely.
Ada waktunya. Jadi dua bulan saya kenal 20 orang baru, yang akan saya catat nama dan alamatnya. Dan persahabatan itu akan saya gali lebih dalam persahabatan ini.

Ini adalah sebuah cara untuk memperluas ruang kenyamanan kita. Meninggalkan ruang kenyamanan, mencoba melakukan sesuatu yang baru yang nantinya akan membawa keberuntungan dan kesuksesan yang lebih baik dalam kehidupan kita.


--

Hambatan Terbesar Sukses Kita

Saya pernah mengikuti sebuah seminar yang cukup menarik sekaligus mengharukan. Di depan kelas tampak pembicara. Di dekatnya ada sebuah balok besi yang cukup panjang. Ukurannya sekitar 20 cm x 20 meter. Jadi cukup lebar kalau digunakan untuk berjalan. Saya rasa semua orang bisa berjalan dengan mudah, bahkan bagi sebagian orang bisa berlari di atasnya.

Lalu pembicara menawarkan audiennya untuk menjadi sukarelawan. Ada hadiah sebesar USD 20. Karena takut dikerjai, semuanya hanya menoleh kanan kiri. Namun seorang wanita yang cukup berumur memberanikan diri maju ke depan.

Oleh pembicara ternyata wanita itu hanya disuruh berjalan di atas balok itu dari ujung ke ujung lain. Dan langsung saja wanita itu berjalan setengah berlari. Sambil tertawa dia mengambil uangnya dari pembicara.

Namun ketika wanita itu mau turun, dia ditahan oleh pembicara. "Sekarang bayangkan balok itu menjembatani antara 2 gedung. Gedung tingginya sekitar 80 meter atau setara 20 lantai. Dibawahnya jalan yang ramai dengan lalu lalang kendaraan. Angin cukup kencang, sehingga untuk berjalan bisa susah. Bila jatuh kemungkinan besar: mati. Maukan anda berjalan melewati balok itu? Saya bayar anda USD 20?" pinta pembicara.

Dengan tegas wanita itu menolak, "Tidak mau." "Bagaimana kalau USD 100?" tawar pembicara lagi. Wanita itu menggeleng. "OK, saya kasih USD 50.000 ?" Wanita itu tetap menggeleng, "Saya takut ketinggian. Tetap tidak mau."

Yang menarik adalah tahapan berikutnya. "OK," kata pembicara itu, "Bagaimana kalau anak anda yang berumur 6 tahun diculik dan dijadikan sandera. Anda harus menyeberang. Kalau tidak, anak anda akan dilempar ke bawah gedung oleh penculik." Wanita itu terdiam lama. Sambil berurai air mata dia berkata, "Saya mau."

Fragmen di atas menggambarkan kalau seseorang terpaksa, dia mau melakukannya. Dalam banyak hal. Tidak semua sih. Karena ada hal yang walalupun anda mau, tetap anda tidak bisa.

Banyak hal persoalan melingkupi kehidupan kita. Saat anda melakukan penjualan, saat anda berbisnis, saat anda bekerja, saat anda berkeluarga, selalu saja ada permasalahan. Hambatan terbesar untuk melewatinya bukan pada kemampuan kita. Namun karena kita tidak mau melakukannya. Keterpaksaan sering membuat kita mampu melakukan apa saja.

Maka jangan berkata, "Malas ah, capek Pak, oh lupa." Dan lainnya yang menghalangi kemauan kita. Meski terasa berat, kalau kita perhatikan kita tetap akan bisa menjalaninya. Kuncinya hanya satu: kemauan. Jadi bulatkan kemauan untuk dapat melewatkan semua hambatan yang menghalangi kesuksesan berbisnis dan kehidupan kita.

--

Perampok Waktu Kita

Ada sebuah studi yang cukup menarik untuk disimak. Studi ini mempelajari apa yang sebetulnya menghabiskan waktu kita bukan karena kehendak kita. Istilahnya perampok waktu atau 'time robbers'. Yakni sesuatu yang mencuri atau merampok waktu kita secara tidak kita sadari.

Perampok waktu ini bentuknya bisa bermacam-macam. Bisa saja datangnya dari bos yang tak terorganisir. Bisa dari kehidupan kita yang tak teratur. Atau dari sikap yang jelek. Juga kemampuan kita yang kurang untuk mendelegasikan ke yang lain sampai tidak jelasnya perintah. Banyak hal.

Tapi kalau dikerucutkan lagi lebih sempit, ternyata ada 5 hal. Inilah 5 hal yang merampok waktu kita secara tidak kita sadari.

1. Interupsi.
Ternyata interupsi sering menghentikan atau mengalihkan pekerjaan kita. Ketika kita sedang bekerja dengan tenang, saat berpikir sesuatu tiba-tiba ada gangguan. Gangguan itu bisa telpon, sms, email, chating atau apapun. Interupsi ini salah satu yang menghabiskan waktu kita dengan tidak benar.

2. Penundaan.
Saat kita mau mengerjakan, tiba-tiba kita berpikir untuk menundanya. "Ah, nanti saja dikerjakannya. Sekarang masih sibuk dengan ini. Nanti dulu, nanti dulu," kilah kita. Penundaan ini ternyata menghabiskan banyak waktu kita tanpa membawa hasil. Penundaan itu bisa secara sadar atau tanpa sadar yakni dengan cara menghindari mengerjakan pekerjaan lain yang sebetulnya tak perlu.

3. Perubahan prioritas.
Awalnya kita kerjakan sesuatu, setelah setengah jalan, tiba-tiba ada hal yang mendesak. Kita pindah melakukan pekerjaan yang mendesak itu. Jadi belum selesai, kita sudah pindah ke pekerjaan lain. Ini biasa dilakukan oleh orang yang menerapkan manajemen krisis. Yakni orang yang mengerjakan berdasar pada hal yang mendesak, padahal belum tentu penting. Setelah krisis selesai, mengerjakan krisis yang lain. Bahkan mungkin krisis yang pertama belum selesai, sudah meloncat ke krisis lain. Melompat dari krisis ke krisis.

4. Perencaan yang buruk.
Perampok kita kali ini mengerjakan hal yang tidak kita rencanakan. Ini karena kita tidak memiliki perencanaan yang baik. Kita tidak punya rencana hari ini harus mengerjakan apa. Mana yang penting, dan mana yang harus didahulukan. Atau mana yang bisa dikerjakan belakangan. Melompat-lompat, sesuka kita.

Memang susah bekerja dengan perencanaan. Kita inginnya mengerjakan apa yang kita inginkan. Sesuai dengan mood kita, berguna atau tidak. Tapi saya biasanya mensiasatinya dengan menentukan 3 hal penting yang harus diselesaikan hari itu. Tiga hal itu saja. Yang lain boleh dikerjakan kalau 3 hal ini selesai. Dan boleh melompat-lompat. Pokoknya 3 hal ini yang kita prioritaskan untuk diselesaikan hari itu.

5. Penantian jawaban.
Penantian jawaban menunda pekerjaan kita. Misal: kita mau pergi ke suatu tempat dan mengajak seseorang. Namun dia tidak memberi jawaban ya atau tidak, namun menunda jawaban. Jadinya kita tidak jadi pergi selama belum ada jawaban dari dia. Di sini seharusnya kita bisa memutuskan apakah harus menunggu atau tidak.

Kelima hal itulah yang merampok waktu kita secara tidak sadar. Dalam hal ini seharusnya kita bisa membedakan mana yang penting, mana yang tidak. Mana yang mendesak, tergesa-gesa atau mana yang bisa ditunda. Sering sesuatu yang mendesak adalah tidak penting. Demikian sebaliknya, sesuatu yang penting padahal sepertinya tidak mendesak. Dengan memahami ini kita bisa lebih efektif memanfaatkan waktu dengan lebih baik untuk bisnis kita.

--

Event Control

Seseorang mampu mengkontrol hidupnya ketika dia mampu mengkontrol waktu yang dipakai untuk menyelesaikan sesuatu. Sebetulnya manajemen waktu itu adalah event control atau bagaimana kita mengkontrol kejadian yang terjadi pada kita. Ada 2 tipe kejadian. Yang pertama adalah kejadian yang bisa kita control, sedangkan satunya tidak dapat kita control sama sekali.

Kemalasan, sikap, cara kerja, perilaku dan kemauan kita, ini semuanya dalam kemampuan kita untuk mengkontrol kejadiannya. Kejadian type lain seperti jalan yang macet, cuaca yang berubah, keputusan pemerintah, ini adalah kejadian yang tidak dapat dikendalikan.

Yang jadi perhatian adalah bagaimana kita memanage kejadian yang bisa kita kontrol. Bagaimana kita memanage kejadian itu? Yaitu dengan cara memanage segala aktivitas hidup kita. Apa yang kita lakukan dari waktu ke waktu semuanya dapat kita kendalikan. Waktu berjalan terus sejalan aktivitas kita dalam kehidupan adalah hal yang dapat kita control. Kita bisa memilih aktivitas yang membawa hasil positif yang membuat kita lebih dekat ke pada mimpi atau tujuan kita.

Kita bisa membedakan mana yang dapat dikenalikan dan mana yang tidak dapat dikendalikan. Untuk hal-hal yang tidak dapat kita kontrol, ya sudah. Kita jalani, kita terima apa yang ada.

Hal-hal yang dapat kita kontrol: kemalasan kita, kemauan kita, pilihan pekerjaan kita, mau membaca atau tidak membaca, bersahabat dengan siapa, bernetwork dengan siapa, minum teh atau minuman keras, mencoba atau tidak mencoba. Ataukah kita bertemu dengan orang-orang dan ngobrol-ngobrol atau kita meeting dengan anak buah untuk memperbaiki pekerjaan kita atau lebih baik berleha-leha saja. Semua itu adalah hal yang dapat kita kontrol.

Kita harus menentukan karena hidup ditentukan oleh perjalanan waktu. Waktu kita ditentukan oleh event control atau kejadian yang dapat kita control, yang semuanya adalah aktivitas kita. Pilih kegiatan yang membawa hasil dalam kehidupan menjadi lebih baik yang mendekatkan pada sebuah kesuksesan bukan sebuah kegagalan.

Marilah kita dengan lebih baik mau membuat waktu kita menjadi lebih berguna dan bermanfaat untuk kita. Kita memilih tindakan tindakan yang menghasilkan kejadian yang membuat kita menjadi lebih maju, lebih sukses, dan lebih bahagia. Hidup adalah pilihan, dan tindakan.

--

Waktu dan Uang, sebuah analogi

Bayangkan di suatu pagi anda didatangi seseorang. Dia berkata, "Saya kasih anda uang 15 juta. Nanti jam 10 malam saya datang lagi pada anda. Saya minta sisa uang yang anda belanjakan. Anda boleh ambil barang atau apapun yang anda beli dengan uang itu. Hanya sisa uangnya yang akan saya minta kembali semuanya."

Maka apa yang anda lakukan pada hari itu ?

Saya yakin anda akan memanfaatkan 15 juta dengan sebaik-baiknya. Mungkin pagi anda akan membeli berbagai keperluan sehari-hari di rumah. Total habis 2 juta. Siang harinya anda beli barang yang sudah anda impikan dari dulu. Lalu sorenya akan ke mall beli berlian untuk istri anda, dan membelikan makanan enak yang anda bawa ke rumah orang tua anda.

Sehingga pasti nanti, pada malam jam 10, uang anda itu relatif habis. Atau kalaupun sisa pastilah sedikit sekali. Anda berusaha sebisanya menghabiskan dengan hasil yang maksimal. Berusaha tidak ada yang bisa dikembalikan sisanya.

Pertanyaan saya berikutnya, "Kalau anda bangun pagi, diberi waktu 15 jam untuk dihabiskan hari itu, apa yang anda lakukan?"

Mari kita lihat aktivitas seseorang. Dia bangun jam 7. Setelah mandi dan sarapan, dia berangkat kerja. Tiba di kantor, dia mengopi, merokok sambil mengobrol dengan teman lainnya. Untuk ini habis 1 jam. Kembali ke ruangnya, temannya ada yang datang, dan habislah 2 jam untuk ngobrol-ngobrol. Sudah hilang 3 jam alias 3 juta melayang. Dan waktu jam istirahat dihabiskan makan siang dengan teman-teman sekalian mencoba rumah makan baru. Untuk itu anda habiskan 2 jam. Dan seterusnya. Jam 10 malam waktu anda tidur, waktu yang sudah anda habiskan hari itu adalah 15 jam.

Namun dari 15 jam itu berapa jam yang digunakan dengan baik. Berapa yang anda buang setiap hari. Coba anda renungkan kembali di sudut pandang ini.

Maka kalau kita berpikir dengan konsep lama 'Time is Money', kita boleh berpikir bahwa kita sebenarnya harus mampu menghabiskan waktu kita dengan cara yang sebaik-baiknya. Sehingga kita menginvestasikan pada kepentingan yang menguntungkan yang paling membawa hasil maksimal bagi kita.

Bila kita mampu berpikir dengan cara sebaik bagaimana kita menghabiskan 15 juta pemberian itu tentang waktu kita, maka kita akan menjadi orang yang lebih efektip dalam berbisnis.

Saya harapkan anda bisa lebih menghargai lagi waktu anda dan membuat hidup anda lebih bermakna. Ketika anda bangun jam 7 pagi, tidur jam 10 malam, 15 jam anda akan habiskan dengan cara yang terbaik untuk kehidupan anda.

--

8 Cara Belajar

Sering orang beranggapan bahwa masa belajar selesai ketika sudah bekerja. Mereke berhenti belajar sekalipun hanya lulus SMA. Padahal seharusnya belajar terus kita lakukan selama hidup. Selama kita mampu. Tak melihat umur. Karena dengan belajar kita terus dapat mengembangkan diri, mendapatkan ketrampilan baru, mendapatkan cara yang lebih baik atau pengetahuan yang luas.

Karena itu saya berikan 8 tips yang dapat dilakukan untuk tetap selalu belajar.

Yang pertama dan ini yang paling saya yakini adalah membaca. Tidak semua orang suka membaca, tapi saya suka membaca. Bagi yang suka membaca cobalah membaca buku sebanyak-banyaknya yang bisa membuat anda ahli di bidang tertentu. Jangan hanya membaca komik atau yang hiburan seperti majalah. Tapi juga membaca sesuatu yang lebih berbobot yang berguna untuk kehidupan bisnis anda.

Yang kedua melakukan surfing di internet. Ceklah hal-hal yang membantu anda menjadi lebih ahli dalam bisnis. Kalau anda seorang sales mencari pengetahuan penjualan yang baik. Kalau anda profesinya akuntansi carilah tentang metode akuntansi yang baik. Dan hebatnya di internet, apapun ada di sana.

Yang ketiga belilah audiobook. Ada buku dalam format audio, ada motivasi dalam bentuk audio. Kalau mau repot bisa diubah ke format mp3 sehingga bisa dimasukkan ke ipod. Dengan audio ini kita bisa mendengarkan sambil melakukan kegiatan lain, misal di jalan atau di mobil. Sehingga bila menganggur, misal menunggu di bandara, bisa mendengarkan audio untuk memperkaya kemampuan anda.

Yang keempat yakni sekolah lagi. Entah di kursusan, sekolah singkat sabtu-minggu, sekolah 2 kali seminggu, atau bisa mengambil MBA selama 2 tahun.

Yang kelima, tanyalah pada yang ahli di bidang itu. Anda ingin mempelajari sesuatu tanyalah pada orang itu baik melalui email atau ketemu langsung.

Yang keenam, ikutlah perkumpulan tertentu khususnya yang sesuai dengan bidang minat anda.

Yang ketujuh, bersahabatlah dengan orang yang lebih pandai dari anda. Anda akan ketularan ilmu darinya sehingga ikut menjadi lebih pandai dan mengikuti apa yang telah dipelajari oleh orang itu.

Yang kedelapan belajarlah dari bos anda, pemilik perusahaan anda atau pimpinan anda. Mereka lebih sukses dari anda tentu mereka mempunyai sesuatu yang lebih dari anda.

Maka itulah 8 hal yang dapat anda kembangkan untuk membuat anda menjadi seorang pembelajar yang baik dan menjadi orang yang lebih sukses dalam hidup ini.

--

6 Tahapan Pembelian

Bila anda sebagai seorang salesman, anda sering heran dengan kelakuan calon customer anda. Suatu ketika dia bersemangat menanyakan ini-itu produk anda. Seakan dia ingin membeli produk anda. Namun sampai lama juga tidak membeli. Dan ketika jadi membeli, yang dibeli adalah produk kompetitor. Di lain pihak, tanpa banyak tanya seorang calon customer membeli produk anda.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Hal demikian terjadi karena seseorang sebelum memutuskan untuk membeli melewati beberapa tahapan. Jadi sebaiknya anda mengetahui tahapan ini untuk bisa lebih berhasil menjualkan produk anda.

Tahap yang pertama adalah kesadaran akan kebutuhan sesuatu dan ketersediaannya. Dia sadar bahwa ada kebutuhan atau ada kesempatan yang dapat dilakukan bila dia membeli barang tertentu dan barang tertentu tersebut tersedia di pasar.

Yang kedua, dia akan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang produk anda, tentang alternatif produk yang ada dan tentang kompetitor produk anda. Dia mencari informasi dulu produk anda itu: fiturnya apa, harganya berapa, adanya di mana, servicenya bagaimana dan seterusnya.

Setelah itu yang ketiga, maka dia merasa suka dan butuh akan produk itu secara umum. "Ya sudah, saya memang butuh laptop," kata calon customer kita.

Jadi kalau diamati ada tahapan seperti ini. Awalnya dia merasa butuh laptop, "Waktu saya mulai bekerja di pekerjaan ini ternyata membutuhkan laptop. Semua orang sudah pakai laptop," katanya. Lalu, dia mencari informasi sebanyak-banyaknya: laptopnya merk apa, spesifikasi apa, harganya berapa dan seterusnya. Lalu yang ketiga, dia merasa oke dan siap untuk membeli laptop.

Tahapan yang keempat adalah preferensi. "Kenapa saya harus membeli produk merk A, bukan merk B. Kenapa saya harus membeli tipe yang seharga ini bukan seharga itu." Ini adalah preferensi. Dia akan mencocokkan produknya disesuaikan dengan kesukaannya, seleranya, budgetnya dan lainnya. Di tahapan ini dia sudah mulai mengerucutkan pada apa yang lebih disukai dibandingkan yang lain.

Yang kelima adalah membuat keyakinan atau konfirmasi. Setelah dia mengerucutkan pada beberapa pilihan, dia akan tambah mantap setelah mendengar penjelasan yang baik dari salesmannya, melihat pelayanannya yang bagus, mendengar teman-teman memakai merk yang sama dan puas serta lainnya.

Tahapan yang terakhir, keenam, akhirnya orang itu memutuskan membeli produk itu.

Jadi sebenarnya dalam tahapan ketika seseorang ingin membeli sesuatu apakah itu laptop, mobil, makanan, baju dan lainnya akan melewati 6 tahapan ini. Kesadaran akan kebutuhan produk, lalu mendorongnya mencari informasi lebih banyak. Setelah itu dia yakin akan kebutuhannya membeli produk itu. Setelah proses ini dia akan mencari preferensi mana yang dia sukai. Lalu akhirnya dia meyakinkan diri, "OK, kalau begini saya beli." Setelah yakin dia akhirnya membeli.

Kita harus dapat membantu pembeli itu untuk menguatkan apa yang kita tawarkan, bahwa hal itu memang tepat untuk dia dan pilihannya adalah benar. Menyadarkan bahwa fitur-fitur yang kita tawarkan pas untuk dia. Membuat perbedaan dan kelebihan kita dibanding pesaing kita menjadi lebih berarti untuk dirinya.

Nah, memang tugas kita sebagai seorang salesman membantu pelanggan menemukan keyakinan kembali terhadap produk yang memang kita tawarkan. Targetnya adalah menyelaraskan antara kebutuhan dia dengan yang kita tawarkan. Sehingga akhirnya mereka yakin dan mau membeli produk kita. Selamat berjualan.

--

5 Langkah Networking

Saya sering mengetahui orang yang mencoba selalu menambah networknya. Yakni dengan cara bersahabat dengan orang baru, membuat koneksi baru atau mencari network-network baru. Dengan ini dia dapat memperluas networknya. Saya tahu hal ini sangat baik. Namun seharusnya lebih memperhatikan aturan-aturan dasar dalam networking.

Yang pertama, kenalilah network anda. Ketika baru kenal seseorang, cobalah untuk benar-benar mengenalinya. Misal: apa sebenarnya bisnisnya, apa kesenangannya, kepribadiannya seperti apa dan sebagainya. Caranya dengan lebih melihat dan mengamati secara seksama.

Yang kedua, coba dilihat apa yang sebetulnya dia inginkan dari anda kalau dia bersahabat dengan anda. Kalau memang itu ada pada anda, silakan beri apa yang dia inginkan.

Yang ketiga, coba cek kesamaannya dengan anda. Bila dia suka mancing, anda hobi mancing juga atau sama-sama menyukai membaca buku. Nah dari sini, dapatlah berbincang seru dengan dia. Perbincangan ini menjadi menarik dan dia menjadi lebih cocok dengan anda.

Yang keempat, 'keep contact'. Selalu anda jaga hubungan itu. Tentu anda harus menghargai waktunya. Jangan menghabiskan waktunya berjam-jam tanpa sesuatu yang membawa hasil. Anda harus tahu tidak setiap orang menyediakan waktu untuk berbicara dengan anda. Jadi anda harus dapat memberikan sesuatu kepada orang itu, tidak harus berupa material, bisa saja berupa informasi ataupun pengertian ataupun nasihat,

Dan yang kelima, anda juga harus bisa menginformasikan sebetulnya apa yang anda inginkan dalam hubungan anda dengan dia. Asalkan itu sesuatu yang wajar, saya yakin network anda kalau dia mampu, akan mau memberikan apa yang anda inginkan. Entah itu informasi, referal atau apapun. Di mana dia juga mendapat value yang sama besarnya atau bahkan lebih besar lagi dari persahabatan dengan anda.

Kita memang bukan bersahabat untuk selalu berbisnis. Tetapi sering bahwa kalau kita bisa saling mengisi akan saling menguntungkan. Bila demikian maka hubungan itu akan menjadi lebih baik, lebih membawa kesuksesan kepada kedua belah pihak.

--

Bertukar Ide Menambah Ide

Kalau anda punya uang 1 lembar 100 ribuan dan saya punya uang 10 lembar 10 ribuan, jadi nilai keduanya juga sama 100 ribu. Lalu anda tukar uang anda dengan saya, maka saya sekarang mempunyai 1 lembar 100 ribuan dan anda punya 10 lembar 10 ribuan. Tapi nilainya tetap sama, anda tetap punya uang 100 ribu dan saya tetap punya uang 100 ribu juga.

Tapi kalau anda punya 1 ide yang menarik, saya juga punya 1 ide yang menarik dan kita saling tukar ide, maka anda sekarang mempunyai 2 ide. Saya juga mempunyai 2 ide. Nah ini yang menarik tentang pengetahuan, informasi, atau ide. Karena saling tukar ide ini kita akan menjadi lebih kaya ide, karena kalau kita memberikan ide kita, berapa kali sekalipun, tetap kita masih memilikinya.

Dasar dari berbagi ini adalah saling mengisi. Kegiatan ini membuat kita menjadi lebih kaya informasi, lebih pandai, tanpa kita sendiri menjadi rugi atau dirugikan.

Sering orang minta materi dari saya tentang presentasi seminar. Juga banyak orang yang sering minta ide atau tanya-tanya ke saya. Saya juga banyak mengupload file-file powerpoint saya di internet.

Melihat ini sering orang bertanya, "Pak San, materi materi itu diberikan ke orang-orang apa anda tidak rugi ? Saya bilang, "Tidak." Karena yang di sana tetap punya saya. Selain itu hal ini membuat orang lain semakin mau juga berbagi dengan saya. Sehingga saya merasa selalu menjadi lebih kaya. Cara inilah yang baik dalam memberi sesuatu dan menerima sesuatu.

Ketika kita berbisnis, mempunyai informasi atau pengetahuan, atau memiliki tips berbisnis, cobalah untuk saling berbagi dengan teman anda. Saya sering menyarankan orang2 untuk melakukan 'benchmarking' atau menyamakan ukuran bisnis kita dengan yang orang lain, atau perusahaan lain, khususnya dengan yang bisnisnya lebih baik. Bertukar data akan membuat kita lebih tajam dan sadar akan kelebihan dan kelemahan kita.

Misalkan anda berbisnis komputer, cari teman yang juga berbisnis komputer di kota lain. Cobalah duduk bersama dan berdiskusi, saling mencocokkan penjualan berapa, komisinya berapa, berapa biayanya, apa datanya dan lainnya. Anda mendapat informasi dari dia, dia mendapat informasi dari anda. Anda berdua makin kaya, tanpa kerugian apapun.

Melalui kegiatan ini anda dapat belajar menjadi lebih kaya informasi, gagasan, pengetahuan, dan cara berbisnis yang lebih baik. Memberi dan meminta ide adalah hal yang baik, tapi apa tidakan kita setelah tahu akan ide itu? Nah, pada akhirnya masih saja dibutuhkan tindakan nyata yang tepat dan dilakukan dengan konsisten untuk dapat menjadi sukses.

--

Tak Ada Makan Siang Gratis

Kata 'gratis' itu mempunyai sebuah kekuatan hipnotis yang luar biasa. Sering kita dengar, 'Beli ini gratis itu', 'Anda dapat gratis' dan sebagainya. Tapi anda harus ingat kata-kata kuno John Ruskin, "Tidak ada makan siang yang gratis."

Selalu saja ada harga yang harus anda bayar untuk sebuah kenikmatan atau sebuah hasil. Jadi bila suatu saat anda dijanjikan diberi sesuatu, "Gratis pak, anda bisa mendapatkan ini gratis," maka perhatikanlah di belakangnya ada apa.

Saya sering jalan di Mall lalu ada orang yang menawarkan, "Pak-pak ini saya kasih 200.000 gratis." Saya tak pernah percaya. Saya yakin ada udang di balik batu, ada batu dibalik sepatu. Jadi pasti ada sesuatu yang diinginkan.

Saya pernah punya pengalaman lain. Waktu itu saya mengirimkan sebuah voucher gratis buku hanya dengan memasukkan nomor karti kredit. Saya hanya dicharge USD 1. Ternyata di bawah voucher tertulis kecil, 'Anda bersedia mulai bulan berikutnya membeli buku yang dikirim dengan harga USD 19'. Wah tentu saja hal ini luput dari perhatian saya. Memang ada tulisan 'Boleh membatalkan setiap saat.' Namun pembatalannya tidak semudah itu. Harus berbelit belit dan yang sudah terkirim tetap harus anda bayar.

Ada pengalaman dari teman-teman yang mendaftar konten seluler, sering meski sudah meng-unreg selalu langganan konten seluler ini masih jalan. Masih dipotong pulsa kita. Ternyata untuk unreg tidaklah semudah itu. Bahkan teman saya akhirnya mengganti nomor handphonenya.

Kita harus tahu, 'Kalau sesuatu terlalu baik, terlalu enak, terlalu murah biasanya selalu ada yang tidak benar.' Kita harus wajar-wajar saja mengamati tentang kehidupan, dan dipertimbangkan lagi kewajaran penawaran apapun yang datang ke kita. "When something is too good to be true, it is usually not true".

Office boy saya sempat senang sekali karena dapat undian mobil gratis. Bermimpi indah beberapa hari, mencari pinjaman uang untuk melunasi pajaknya. Untung sempat ketahuan kalau itu cuman tipuan saja. Ah, rimba kehidupan selalu penuh bahaya buaya yang berpura pura seperti seonggok kayu. Siap menggigit saat kita lengah.

Kalau tiba-tiba ada seorang teman yang tidak pernah anda temui tiba-tiba datang mengunjungi terus bilang, "Pak titipkan uang saja di sini. Bunganya banyak, 7% per bulan. Tidak ada resiko." Hati-hati! Biasanya ini adalah penipuan.

Jadi saya yakin dalam setiap kegiatan kita berbisnis, selalu ada harga yang harus kita bayar kalau kita ingin sukses. Lalu kalau kita menyadari hal ini, maka kita akan lebih jarang ditipu orang. Lebih mau bekerja keras, membayar biaya kesuksesan kita dan bekerja dengan lebih realistis. Salam sukses untuk anda semua.

--

Janjikan Waktu Yang Terasa Akurat

Ketika anda berjanji dengan seseorang untuk bertemu, misalkan untuk sebuah meeting, maka yang paling baik adalah menjanjikan waktu yang terasa akurat. Contohnya begini, anda mau melakukan meeting dengan klien anda membahas tentang pengadaan barang, katakan saja seperti ini, "Pak, besok kita bertemu pk 16.05 sampai 16.50. Kita akan mendiskusikan poin 1, 2, 3. Tempat meeting di Starbucks Cafe di Tunjungan Plaza."

Ini adalah bentuk yang terbaik. Kenapa ? Pertama, kalau kita hanya menjanjikan pk 16.00, maka orang akan merasa bisa pk 15.50, 16.15 atau 16.30 masih oke. Tetapi kalau kita janjikan pk 16.05 sampai 16.50 maka orang yang akan kita temui akan lebih mempersiapkan diri supaya lebih tepat waktu. Kalaupun berbeda, tidak lebih dari 5 atau 10 menit.

Silakan dicoba. Jadi jangan berjanji seperti ini, "Pak, kita akan bertemu pk 11, kita akan mendiskusikan selama 15 menit tentang agenda a, b, c." Tapi sebaiknya anda katakan seperti ini, "Pak, kita akan bertemu pk 11.05 di kantor Bapak selama 15 menit tentang agenda a, b, c." Dengan perkataan seperti ini orang merasa waktu yang anda sarankan sangat tepat. Sehingga dia lebih menghargai waktu anda.

Yang kedua, panjang pertemuan itu sudah ditentukan berapa lama. Tentu saja bisa saja nanti waktunya bisa sedikit lebih lama dari yang ditentukan. Namun itu oke. Asalkan tidak molor sangat lama. Berencana 15 menit menjadi molor 2 jam. Jadi kalau berjanji 15 menit selesaikan pembicaraan dalam waktu 15 menit juga, lalu tanyakan, "Pak, apakah masih dilanjutkan pertemuan kita ? Tapi kepentingan saya sudah selesai dalam 15 menit ini." Orang akan menghargai waktu anda, karena anda juga menghargai waktunya.

Agenda pertemuan pun sebaiknya sudah anda utarakan sebelum bertemu dengan orang itu. Misal anda katakan, "Pak, besok kita akan mendiskusikan poin a, b, c. Saya mengharapkan Bapak sudah menyiapkan solusinya." Dengan cara begini orang yang akan kita temui lebih tahu untuk melakukan apa atau menyiapkan apa yang diperlukan.

Dengan cara begini pertemuan yang akan kita lakukan akan terasa lebih efektif dan efisien. Dan kita bisa memaksimalkan waktu kita secara optimal.

--

4P Syarat Sukses

Beberapa waktu lalu saya terserang flu yang cukup berat dan panjang. Pada masa itu saya harus ke Jakarta terus ke Bogor memberikan seminar ke Aneka Tambang. Perjalanannya cukup jauh dan melelahkan. Setelah sampai sana, saya harus dengan penuh semangat berbicara selama 4 jam. Setelah itu kembali ke Jakarta, terus terbang ke Semarang berseminar untuk Holcim. Besok paginya saya harus berbicara lagi di Surabaya. Padahal waktu itu flu saya cukup berat. Setelah selesai, saya kembali ke hotel, tidur. Memberikan istirahat yang cukup.

Nah, ini adalah salah satu dari 4 syarat sukses, kalau anda ingin meraih sukses dalam pekerjaan. Saya sebut ini sebagai 4P Syarat Sukses.

P yang pertama, sudah saya ceritakan sebagai illustrasi di atas, adalah profesionalism (profesionalisme). Yakni tepat waktu, melakukan persiapan walapun sakit. Asal masih bisa ditahan, 'the show must go on', karena sudah janji dengan pelanggan untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Profesionalisme kita dituntut untuk sebisanya memenuhi harapan pelanggan kita.

P yang berikutnya adalah Passion, kecintaan kita akan pekerjaan. Kalau kita punya passion, maka pekerjaan kita akan jauh terasa lebih ringan dan menyenangkan. Dan kita lebih menikmati waktu mempersiapkan dan melakukannya, bukan lagi sebagai beban.

Dan P yang ketiga adalah Personality (kepribadian). Kita harus cocok dengan pekerjaan kita. Meski begitu, kita harus berbeda dengan orang lain. Kita harus punya otentik sendiri yang berbeda dengan orang lain. Mungkin itu adalah kerendahan hati, mungkin sikap optimisme, mungkin sebuah keyakinan, mungkin sebuah keinginan menolong orang, mungkin rasa kerelaan berbagi ilmu sebanyak mungkin ke orang lain. Ini semua adalah contoh dari sebuah personality.

Dan P yang terakhir adalah Purpose atau tujuan. Tentu saja ini berbeda-beda tergantung pekerjaannya. Misalkan saya dalam memberikan seminar. Saya dalam memberikan seminar selalu memberikan 3 hal. Pertama, motivasi. Kedua, perubahan sudut pandang supaya anda bisa melihat dengan kacamata yang lebih benar. Yang ketiga adalah memberikan skillset atau ilmu yang dapat anda pakai untuk mencapai kesuksesan.

Maka 4P ini penting buat kita, supaya kita mau melakukan pekerjaan kita dengan lebih baik; profesionalism, passion, personality dan purpose.

--

Self Renewal

Kita sering melihat teman atau saudara yang sering berganti pekerjaan, atau ganti restoran (karena ingin menu yang berbeda), atau ganti bisnis, ganti model baju bahkan ganti potongan rambut. Tetapi jarang orang yang mau mengganti diri sendiri. Mengganti diri ? Apa maksudnya ?

Ganti diri atau pembaharuan diri (self renewal) adalah melakukan pembaharuan dalam diri sendiri. Misalkan mencari apa kelemahan kita dan setelah tahu kelemahannya, kita berusaha memperbaiki kelemahan itu. Atau mencoba menguatkan hal-hal yang sudah menjadi kekuatan atau ketrampilan kita. Sebagai contoh seorang dokter gigi seharusnya terus mengikuti penemuan-penemuan baru juga alat-alat baru. Seorang penjual komputer harus selalu mengupdate teknologi komputer terbaru, cara baru berbisnis dan lainya.

Tetapi kenapa orang jarang mau berubah ? Padahal kita tahu bangunan bisa jadi tua dan usang. Mesin juga bisa menjadi tua dan usang. Mobil pun bisa menjadi tua dan usang. Kalau anda lihat mobil, suatu saat perlu ganti oli, ganti ban, ganti filter, diisi bensin dan lainya. Analogikan dengan diri anda. Anda juga perlahan-lahan akan menjadi usang. Apakah anda sudah melakukan pembaharuan dalam diri ?

Pembaharuan kepada diri, ini menjadi penting ketika kita merasa sudah mapan. Lalu hidup akhirnya menjadi seperti robot. Orang sering bilang, bukan mesin yang bisa berpikir seperti manusia itulah yang ditakutkan, tapi adalah manusia yang berpikir seperti mesin. Karena dia sudah berhenti melakukan inovasi, tidak mau mencoba hal-hal yang baru.

Kita perlu juga berubah dan melakukanya terus menerus. Kita semakin lama semakin usang dan ditinggal oleh jaman ini, seperti juga mobil yang tidak pernah ganti oli, tidak pernah ganti ban dan sebagainya (apalagi tidak diisi bensin). Maka kita bisa seperti itu, menjadi usang dan tertinggal, bila kita tidak memperbaharui diri sendiri.

--

Tidak

Seorang teman setelah menimbang-nimbang akhirnya membelikan anaknya sebuah mainan. Padahal dia tahu itu sebetulnya tidak baik dan tidak selalu berguna untuk anaknya. Tapi dia membelikan karena anaknya menangis dan merengek terus.

Saya bisa memahami kalau seorang ayah atau ibu tidak bisa menahan rasa kasihan pada anaknya. Tapi kalau anda lihat, sebuah ketegasan untuk berkata 'tidak', 'jangan' sering dibutuhkan dalam kehidupan ini.

Kalau kita tidak bisa menegaskan, "Tidak! Tidak ya tidak", maka ada persoalan ya dan ada persoalan tidak dalam kehidupan kita. Sering karena kita merasa sungkan, ada teman minta tolong anda katakan," Oke, nanti akan dikerjakan." Padahal anda tidak punya waktu. Sungkan menolaknya, padahal sebenarnya anda ingin menolaknya, "Tidak bisa."

Rasa kasihan dengan teman, atau karena persahabatan atau kerabat meminta sesuatu, sering kita merasa susah menolaknya. Membuat kita tidak sampai hati menolaknya. Padahal menyanggupi menjadikan beban kepada kita. Dampaknya adalah pertama dapat menghabiskan waktu, energi dan resource. Kedua, nantinya dapat menghantui pikiran kita. Serta yang ketiga, kadang-kadang kita tidak dapat mengerjakan dengan baik bahkan memberikan harapan yang besar dan kosong kepada orang lain.

Tetapi kalau kita menolak, sering orang menganggap kita jahat. Nah yang paling penting kita dapat membedakan apa yang disebut dengan tegas dan apa yang disebut sebagai jahat. Saya setuju kita harus menolong orang lain. Tapi saya lebih setuju untuk melakukan sesuatu yang kita anggap penting dan baik buat dia dan baik buat kita.

Cobalah beranikan diri anda untuk menolaknya, "Tidak, maaf tidak." Nah, kalau orang tahu kita tegas seperti itu, maka akan semakin lama semakin sedikit anda direcoki dengan pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu anda kerjakan.

Keberanian menolak pekerjaan, pilihan negatip, permintaan yang tidak tepat, dan segala hal negatip dalam hidup ini adalah sebuah kekuatan yang harus kita manfaatkan untuk mencapai kesuksesan kita, walaupun itu terasa tidak enak dan menyakitkan. Hidup pada akhirnya adalah sebuah pilihan dan hanya kita yang punya hak atas pilihan itu.

"Tidak" sering adalah sebuah jalan untuk menyisakan dan menyediakan waktu dan energi kita untuk hal lain yang lebih baik dan lebih mendekatkan kita pada kesuksesan hidup kita.

--

10 Resep Menuju Kebahagiaan

Hal apa yang akan membuat anda lebih bahagia dalam kehidupan ini? Sering saya katakan perjalanan hidup hanyalah menuju pada 1 tempat, yakni kuburan! Karenanya kita harus dapat menikmati perjalanan hidup ini. Hidup sekali, kenapa tidak dibuat selalu berbahagia? Maka saya mencoba membuat 10 resep yang bisa membuat anda hidup berbahagia.

Yang pertama adalah bersikap positif. Waktu bangun pagi, masih terasa segar, awali hari itu dengan bersyukur atas kenikmatan yang diberikan dengan bersikap positif memandang hari itu.

Yang kedua, berolah ragalah supaya diri anda sehat. Ini sebetulnya salah satu hal yang kurang dapat saya tepati sampai hari ini. Tapi kemauan untuk sehat ini adalah sesuatu yang penting dan membuat rasa bahagia dalam hidup ini.

Berikutnya yang ketiga, punyailah target. Misal hari ini punya target menyelesaikan apa. Besok target mengerjakan lain. Target jangka pendek saja, tak usah target 10 tahun ke depan. Target hari ini mau apa, itu saja membuat anda bahagia. Karena pada akhir hari anda bisa merasa selesai dengan target anda.

Yang keempat, carilah sesuatu yang anda sukai. Hobi. Misal mancing atau main golf, internetan atau apapun. Carilah sebuah hobi. Tapi anda harus berhati-hati agar hobi anda anda tidak menghancurkan pekerjaa atau mengganggu waktu anda yang lain. Tapi tetap anda harus memiliki hobi.

Lalu yang kelima, paksakan diri anda bekerja lebih keras sedikit. Lebih banyak sedikit. Sedikit dipaksakan. Dengan memaksakan, kita akan merasa lebih puas dengan hasil pekerjaan kita. Karena kita sudah meluangkan tenaga kita lebih banyak.

Yang keenam adalah bersahabatlah. Carilah teman yang bisa mendukung anda, dan anda bisa mendukung teman anda itu. Bersahabatlah tanpa harus terlalu memikirkan keuntungan atau kerugian dalam persahabatan itu. Tapi tetap batasi waktu yang anda pakai untuk bersahabat.

Selanjutnya ketujuh, rayakan kemenangan anda. Kemenangan apapun. Entah itu dalam bisnis atau kehidupan anda. Misal: barusan mendapat proyek besar, berkenalan dengan tokoh bisnis terkenal dan lainnya. Coba rayakan secara sederhana dan kecil saja. Tapi terasa bahwa kita merayakan sebuah kenikmatan akan keberhasilan kita.

Yang kedelapan, cobalah mempunyai toleransi yang cukup untuk semua yang anda alami. Orang lain punya pandangan yang berbeda, biarlah. Orang lain punya pendapat lain, tidak apa-apa. Dengan memiliki toleransi ini membuat anda bahagia.

Yang kesembilan, carilah kedamaian di hati anda. Apa yang membuat anda damai, lakukanlah. Apakah itu dengan pergi ke gereja, ke masjid, bersemedi, atau memandang matahari terbit. Lakukanlah. Temukan ketentraman dan kedamaian di hati anda.

Yang terakhir, kesepuluh, bermainlah. 'Have fun, Play!' Jangan terlalu serius memandang hidup ini. Karena hidup sebenarnya juga bukan hal yang serius. Kita hanya menjalani perjalanan hidup kita yang ujung akhirnya hanyalah kuburan.

Dengan menjalankan 10 resep di atas, anda akan merasakan kebahagiaan yang akhirnya anda akan lebih produktif dalam berbisnis dan menjalani kehidupan ini.

--

The Power of Kepepet

Kita sebagai manusia selalu menginginkan banyak pilihan terhadap sesuatu. Misalkan anak anda lulus SMA, lalu melamar di 3 universitas. Universitas pertama menerima dan meminta membayar uang pangkal. "Kita bayar dulu sedikit. Tidak apa-apa, nanti kalau diterima yang lain, kita tidak usah melunasinya. Tidak apa rugi 2 juta," begitu kata anda.

Ternyata di universitas kedua, anak anda diterima. Anda melakukan hal yang sama seperti waktu diterima oleh universitas pertama. Sedangkan di universitas ketiga yang kita dambakan malah belum keluar pengumumannya.

Ya, kita selalu bimbang. Karenanya kita selalu mencoba untuk memiliki banyak pilihan. Sudah diterima kerja di tempat A, kita masih melamar pekerjaan di tempat B dan C. "Siapa tahu nanti tidak cocok, kita bisa pindah ke B atau ke C," begitu pikir kita.

Hal inilah menjadikan kita tidak fokus dalam mengerjakan sesuatu karena banyaknya pilihan, banyaknya pintu yang terbuka dalam kehidupan kita. Kita lalu mempertahankan pintu-pintu itu supaya pilihan tersebut tetap terbuka. Sehingga kita siap untuk melompat ke pintu yang lain kalau 'kepepet' atau terjepit.

The power of kepepet, terjepit dalam suatu sudut yang kita tidak bisa kemana-mana, memaksa kita untuk melakukan satu pilihan. Karena memang tidak ada pilihan lain. Hal ini malah menurut psikolog mempunyai kekuatan yang besar untuk membuat kita melakukan hal-hal yang luar biasa dan mau berjuang habis-habisan. Kalau tidak, kita akan 'habis' karena memang tidak ada pilihan lain.

Tetapi selama anda memiliki pilihan lain, maka kita tidak akan fokus 100%. Kita selalu memikirkan, "Toh kalau tidak ada si A, kita bisa minta tolong kepada si B atau si C." Tapi kalau tidak ada yang menolong, mau tidak mau, kita harus bekerja keras mati-matian untuk itu.

Kadang kita dapat secara sengaja perlu menutup pintu-pintu lain. Kita bisa berkata, "Tidak ada yang lain kecuali ini. Mau tidak mau saya harus masuk ini. Pilihannya cuma 1." Maka itu akan membuat kita fokus dan berpikir lebih jernih. Kita akan mati-matian untuk berusaha secara maksimal. Pada akhirnya kalau kita melakukan hal ini akan membawa kesuksesan kepada anda daripada ada banyak pilihan yang bisa anda pilih.

Banyak sejarah dan bisnis menunjukkan orang yang terjepit, tidak dapat mundur lagi dan hanya punya satu pilihan, akan mempunyai semangat, energi dan kekuatan untuk maju dan mengalahkan semua rintangan. Dalam dunia perang, dimana pemimpin membakar kapalnya supaya semua serdadu tidak ada jalan kembali kecuali pergi perang dan menang, menang atau mati, maka semangatnya mengalahkan semua rintangan. Dalam bisnispun ketika kita terjepit dan tidak punya alternatif lain, menang atau mati, maka energi dan semangat kita akan begitu kuat mengalahkan segala rintangan yang ada.

--

Menjual

Saya sering melihat salesman komputer berjualan. Saya melihat bagaimana gayanya menjual. Ternyata yang benar-benar ahli berjualan bukan hanya pandai memilih kata-kata yang tepat, juga bukan hanya cara bicaranya yang bagus, tetapi ternyata seluruh bahasa tubuhnya menunjukkan gaya yang tepat menjual.

Gerak-gerik, body language, antusiasme dan emosinya dia transfer ke pembeli. "Barang ini benar-benar bagus Pak. Barang ini sudah banyak dipesan orang. Perusahaan anu sudah pesan sampai 50 unit," kata salesman itu. Antusiasme dan emosi ini terasa oleh pembeli.

Nah, salah satu kunci kalau anda ingin menjadi salesman yang baik adalah anda tidak boleh ragu-ragu terhadap produk anda. Anda harus total yakin, benar-benar 100% yakin, barang yang anda jual itu baik dan menguntungkan pembeli. Kalau anda tidak yakin dengan barang anda, sebaiknya anda menjual barang lain atau pindah ke perusahaan lain.

Kalau anda tidak yakin benar, maka anda tidak dapat meyakinkan orang lain. Karena di dalam diri kita ada bahasa tubuh yang terpancar tanpa terasa. Ada antusiasme, ada emosi yang tanpa sadar terpancar oleh diri kita.

Karena itu orang yang baru menjual, biasanya kurang nyaman bicara dengan orang lain. Apalagi kalau dia merasa melebih-lebihkan fitur dan lain-lain atau merasa berbohong kepada pelanggan. Hal ini tanpa sadar akan terasa oleh pelanggan bahwa salesman tidak yakin dengan produknya. Kalau dia tidak yakin dengan produknya, apalagi pembelinya.

Hal paling kunci dalam menjual, yang pertama adalah anda yakin dengan produk yang dijual dan dengan diri sendiri. Yang kedua anda telah belajar menjual berkali-kali sampai menjual menjadi sebuah kebiasaan. Dan yang terakhir barang yang anda tawarkan itu benar-benar dibutuhkan dan disukai oleh pelanggan yang menginginkannya.

--

Kejujuran

Ibu saya pernah bercerita tentang Li Ka Seng. Li Ka Seng adalah taipan top Hongkong, salah satu orang terkaya di Asia. Nah beliau ini awalnya berbisnis pabrik plastik. Awalnya bisnisnya lancar. Namun kemudian memburuk, jadi memburuk dan lalu hampir bangkrut. Performance pabriknya jelek, karena kualitasnya memang kurang baik.

Melihat hal itu ibunya Li Ka Sing memanggil anaknya dan mulailah dia bercerita. Jaman dulu di Cina ada seorang pengusaha yang kaya raya. Dia memiliki 2 anak. Dia bingung menentukan siapa yang akan menentukan bisnisnya. Maka, dia mengambil 2 bakul (tempat beras) dan memanggil kedua anaknya. "Nak, masing-masing saya beri 1 bakul padi dan pergilah ke desa masing-masing. Tanamlah padi itu. Ini adalah padi wasiat kami. Setahun dari sekarang, bawalah hasilnya ke sini. Siapa yang membawa hasil yang lebih banyak nanti akan saya beri hadiah," kata sang ayah.

Kembalilah kedua anak itu ke desanya masing-masing. Jaman dulu tidak terlalu canggih teknologi komunikasinya. Mereka tidak berhubungan baik antar anak atau dengan orang tuanya. Setahun kemudian 2 anak ini kembali ke ayahnya. Dari kejauhan ayahnya melihat yang sulung membawa padi yang banyak sekali. Sedang yang bungsu tidak membawa padi sebijipun.

Maka sang ayah tahu bahwa anak yang tidak membawa apa-apa inilah yang jujur. Sehingga si bungsu ini tidak hanya mendapat hadiah, tapi seluruh kekayaan sang ayah diberikan semua kepadanya. Sang sulung sempat bingung, kenapa si bungsu yang mendapat hadiah padahal dia yang malah membawa padi lebih banyak.

Sang ayah menjawab, "Padi yang saya berikan dulu adalah padi yang sudah masak. Jadi tidaklah mungkin bisa ditanam dan tumbuh. Kalau kamu menjadi orang besar dan sukses, kamu harus jujur kepada dirimu sendiri, jujur kepada pelangganmu, jujur kepada siapapun."

Nah, cerita ibunya Li Ka Sing ini menjadi pelajaran bagi Li Ka Sing. Sehingga dia kemudian memperbaiki kualitas produknya. Pelajaran ini juga dibawa ke kehidupan bisnisnya dan pribadinya. Sehingga kemudian dia menjadi sukses luar biasa.

Semoga cerita ini dapat mengilhami anda untuk mau berbisnis dan jujur sebaik mugkin. Sehingga anda bisa menjadi lebih sukses di masa mendatang.

--

Seni Mendengarkan

Ketika anda mendengarkan seseorang berbicara, sering tangan kita tidak bisa diam, memainkan bolpoin, melihat barang dimeja, ataupun melihat kiri kanan dan berpikir hal-hal yang lain juga.

Ini sebenarnya disebabkan karena kecepatan seseorang berbicara sekitar 100 kata/menit. Padahal otak kita punya kemampuan mencerna sekitar 250-500 kata/menit. Jadi otak kita lebih cepat 'berbicara' daripada kecepatan mulut berbicara.

Sehingga sering kita alami, bahwa ketika orang sedang berbicara kepada kita, kita sudah tahu maksudnya. Bahkan kita sudah tahu jawabannya. Akibatnya sering kita seperti tidak memperhatikan lagi. Dampaknya adalah yang berbicara merasa tidak kita hargai.

Nah, karena itu perlulah kita mempelajari bagaimana seni mendengarkan orang lain berbicara. Ada 10 hal yang harus diperhatikan dalam hal ini.

Pertama, ketika anda mendengarkan, berhentilah berbicara termasuk berbisik sekalipun kepada teman di samping anda.

Kedua, bertanyalah sesuatu untuk memperdalam apa yang di katakannya. Sehingga dia merasakan anda sangat memperhatikan dan turut mengikuti apa yang dia katakan.

Ketiga, jangan menyela. Janganlah kita menyela ditengah tengah, ketika dia sedang berbicara. Menimpali dengan perkataan lain, akan membuyarkan konsentrasinya, juga membingungkan pendengar lain.

Keempat, berkonsentrasilah untuk mendengarkan apa yang dia katakan.

Kelima, lihatlah mata atau wajah pembicara. Dengan tidak melihatnya, meski anda mendengarkan, dia merasa anda abaikan. Dengan melihatnya dia merasa dihargai dan menjadi semakin bersemangat.

Yang keenam, kadang-kadang apa yang tersirat, yang tidak diucapkan secara spesifik oleh pembicara, kita dapat memahaminya. Anda harus memahami tidak hanya yang tersurat saja.

Ketujuh, tunjukkan emosi positif anda. Beri rasa empati, rasa turut merasakan apa yang dia rasakan. Namun jangan sampai kita turut marah, benci, membentak atau hal-hal yang negatif lainnya yang dia utarakan.

Kedelapan, jangan mendebat. Anda menyatakan sesuatu yang berlawanan dengan dia, bisa saja dia tidak menyukai hal itu. Karena itu cari saat yang tepat, kalau memang anda tidak setuju dengan pendapatnya, untuk mengutarakan keberatan anda.

Yang kesembilan, jangan memotong dan menyimpulkan menurut anda sendiri. "Oh, maksudnya kamu begini kan ?" begitu yang sering kita katakan. Padahal belum tentu benar.

Yang terakhir, berbicara dan mendengarkanlah dengan perasaan tulus, betul-betul berniat mendengarkannya.

10 hal di atas bila dilakukan, dapat membantu anda berkomunikasi dengan lebih baik demi kesuksesan hidup dan bisnis anda.

--

Placebo Effect

Ada sebuah percobaan yang dilakukan di Universitas Iowa, Amerika Serikat. Percobaan ini tentang efek rasa sugesti. Pada sekumpulan orang yang sakit flu dibagi menjadi 2 kelompok. Yang satu kelompok diberi obat, yang dikatakan oleh peneliti tersebut sebagai obat yang mahal. Untuk memperkuat rasa mahal, disertakan pula brosur-brosur yang menyebutkan harga sebijinya Rp 500.000. Sedang pada kelompok lain, dikatakan obat yang diberikan hanya obat generik. Murah hanya Rp 500 per biji.

Setelah beberapa saat, mereka ditanyakan bagaimana perasaannya. Ternyata kelompok yang dikatakan telah diberi obat mahal, mereka merasa agak baikan atau sembuh. Sedang kelompok lainnya, masih merasa sakit, belum ada perubahan. Padahal sebenarnya obat yang diberikan kepada kedua kelompok tersebut adalah sama.

Inilah yang dikatakan sebagai 'placebo effect'. Sebuah rasa sugesti. Sebuah perasaan lain dalam diri yang mempengaruhi penilaian kita di luar logika. Kasus di atas, sugesti itu muncul dari harga obat yang mahal. Obat dengan harga mahal mensugesti pasien menjadi merasa lebih cepat sembuh.

Nah, saya tak tahu, tapi saya curiga hasilnya bisa berbeda kalau saya misal melakukan percobaan kecil-kecilan. Misal anda tidak pernah minum kopi Starbuck Coffee yang harganya per cangkir Rp 30.000. Anda juga tidak pernah minum kopi Nescafe yang harganya cuma Rp 5.000 per cangkir. Lalu dilakukan 'blind test'. Cangkirnya sama, anda tak tahu mana yang Starbuck dan mana yang Nescafe, terus anda disuruh minum keduanya. Setelah itu anda menentukan kopi mana yang lebih enak. Saya yakin, anda tidak bisa memilih mana yang lebih enak dengan cepat.

Namun ketika anda membeli sebesar Rp 30.000 untuk mendapatkan secangkir kopi Starbuck dibandingkan membeli kopi Nescafe yang hanya Rp 5.000 per cangkir, saya akan tahu jawaban anda bila ditanya kopi mana yang lebih enak. Anda pasti akan menjawab kopi Starbucklah yang lebih enak.

Dalam kehidupan, kita selalu menghargai lebih pada sesuatu yang mahal, 'the power of pricing'. Ternyata tanpa sadar terjadi 'self fulfilling prophecy'. Anda yakin pada yang anda beli lebih mahal adalah yang lebih baik.

Karena itu anda bisa saja memanfaatkan hal ini sebagai strategi untuk menjual produk anda. Buatlah produk anda sedemikian rupa sehingga terasa wajar kalau djual mahal. Misal dari kemasan, promosi dan lainnya. Bila hal ini terjadi, produk anda dipersepsikan seolah-olah sebagai produk yang berkualitas tinggi.

--

7 Kesalahan Umum Salesman

Dalam teknik menjual banyak penjual melakukan kesalahan-kesalahan mendasar, tanpa disadarinya. Padahal kalau sedikit berusaha untuk belajar, kesalahan-kesalahan tersebut tidak mungkin terjadi, sehingga target penjualan dapat tercapai. Ada 7 kesalahan yang sering dilakukan oleh penjual.

Yang pertama, penjual tidak memahami produknya. Pengetahuan tentang produk sangat kurang sehingga tidak dapat menjelaskan dengan baik kepada pelanggan. Banyak pertanyaan tentang produk oleh pelanggan, bahkan pertanyaan sederhana sekalipun, tidak dapat dijawabnya dengan gamblang. Sehingga pelanggan sering ragu dan tidak yakin dengan produk tersebut.

Yang kedua, penjual tidak siap menemui pelanggan. Persiapan yang dilakukan seperti: brosur, produk demo, testimoni, komputer, alat peraga, alat pendukung misal baterai untuk barang elektronik tidak disiapkan. Sehingga penjual kurang dapat meyakinkan pelanggan.

Ketiga, anda terlalu banyak bicara, kurang mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan. Bila hal demikian terjadi, pelanggan sering menjadi tidak hormat atau perhatian terhadap penjual.

Keempat, penjual tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh pelanggan baik tersurat ataupun tersirat. Kurang peka terhadap kebutuhan sebenarnya yang harusnya penjual penuhi. Misal keinginan untuk mendapat hadiah tambahan atau diskon khusus.

Yang kelima, penjual kurang peduli terhadap pelanggan. Ini adalah sesuatu yang penting. Sayangnya yang sering terjadi penjual hanya peduli dengan dirinya sendiri, misal hanya ingin target penjualan tercapaii. Setelah produk terjual, penjual tidak peduli lagi dengan pelanggan. Apakah dia puas atau bilamana produknya rusak tidak mau membantu.

Yang keenam, penjual tidak jujur dan tulus kepada pelanggan. Ini sesuatu yang serius, terlebih setelah menipu, penjual tidak merasa bersalah. Hasil seperti ini biasanya tidak panjang, karena kemudian pelangan tidak percaya lagi dengan penjual, meski penjual menjadi jujur sekalipun.

Yang terakhir, pelanggan sebenarnya tidak siap membeli produk penjual. Banyak sebab, diantaranya mungkin terlalu mahal, atau malah terlalu murah, mungkin belum waktunya dibutuhkan, mungkin produknya tidak cocok, mungkin ada pilihan lain yang lebih cocok untuk pembeli dan sebagainya.

Jadi ada 7 kesalahan umum dan mendasar yang dilakukan oleh penjual. Bilamana dihindari kemungkinan besar tingkat penjualan menjadi meningkat. Bukan berarti kita pasti sukses mejual bila ingat dan dapat mengatasi hal2 diatas, tapi setidaknya meningkatkan kemungkinan sukses kita dalam menjual. Selamat berbisnis!

--

Kasmaran

Pada sebuah sebuah kesempatan, saya berdiskusi dengan teman saya Dr Ir Sekartedjo MSc dari ITS. Dalam diskusi itu, dia bertanya kepada saya, "Pak San, menurut anda apa sih yang membuat orang itu menjadi sukses kalau ditarik benang yang paling kecil ?" Maksud pertanyaannya adalaha apa inti atau nukleus yang memdorong orang sukses. Maka saya jawab dengan mantap, "Passion."

Passion adalah kecintaan akan sesuatu yang sangat. Apa yang ingin kita lakukan, kita lakukan dengan segenap hati, dengan segala apa yang dimiliki. Kita senang melakukannya. Kita menikmatinya. Tanpa ada rasa terpaksa dan penyesalan. Meski itu tidak dibayar atau mendapat imbalan, kita tetap melakukannya. Bahkan adanya halangan apapun tak akan menghentikan kita melakukannya. Hal inilah yang menjadikan seseorang menjadi sukses.

Dan beliau tertawa mendenngar penjelasan saya. "Pak Tanadi, jawaban ini sama dengan Profesor saya." Dulu dia memberi saya kata yang menarik, 'kasmaran'. Mendengar ini, saya terperanjat. Kata ini sungguh tepat! Kasmaran!

Tapi, kasmaran itu apa sih ? Kasmaran adalah saat orang jatuh cinta. Pada saat kita jatuh cinta, kita akan melupakan segalanya. Segala perhatian kita kerahkan untuk si dia. Dalam benak kita hanya ada si dia. Bangun tidur langsung teringat dia. Waktu kerja teringat dia. Waktu makan ingat dia. Segala hal di dunia seolah-olah hanya berisi dia. Persis seperti yang digambarkan oleh Duo Maya dalam lagunya, 'Ingat Kamu'. Anda dan saya mungkin sudah lupa rasanya kasmaran ini, karena sudah berpuluh tahun lalu. He.. he..

Tapi kecintaan kita yang berlebihan akan sesuatu atau seseorang ini yang membuat kemajuan dalam kehidupan. Sebenarnya cinta terbagi dalam banyak hal. Ada 'care', ini adalah bentuk perhatian. Lalu ada 'attentive', mengawasi. Bentuk cinta yang diberikan orang tua ke anaknya, atau seorang pimpinan ke bawahannya, seseorang pada tanamannya atau seseorang pada binatang peliharaannya.

Tetapi kata 'kasmaran' ini lebih kuat, lebih jernih dan lebih tepat menggambarkan begitu derasnya emosi yang ada pada seseorang kepada seseorang atau sesuatu yang lain. Dan ini yang sebenarnya menjelaskan bagaimana seseorang sampai mau bekerja mati-matian mencapai sukses yang diinginkan. Hal ini terjadi karena dia melakukan pekerjaannya seperti seorang yang sedang 'kasmaran'.

--

Berorganisasi

Banyak orang yang memperhatikan saya aktif berorganisasi. Mereka sering menanyakan kenapa saya melakukan hal itu. "Sebetulnya apa sih keuntungan berorganisasi itu ?" tanya salah seorang teman saya dalam suatu kesempatan. Saya memang aktif berorganisasi, salah satunya di Rotary Club. Lalu aktif pula dalam Asosiasi Pengusaha Komputer Jawa Timur. International Brotherhood of Magicians. Dan kini saya mendirikan Asosiasi Pendidik Kewirausahaan.

Ada banyak hal yang bisa kita petik keuntungan dari aktif berorganisasi. Hal pertama adalah belajar berorganisasi. Yakni melakukan manajemen terhadap organisasi untuk mencapai suatu tujuan yang kita inginkan. Belajar memimpin orang yang beragam latar belakang. Belajar merencanakan, mengorganisasi dan mengkontrolnya. Dalam berorganisasi kita mendapat ilmu manajemen baik teori ataupun praktek.

Kedua, kita bisa mencari atau mengembangkan bisnis kita. Di organisasi kita bisa berkenalan dengan banyak orang. Di antara mereka bisa jadi mereka menjadi vendor kita. Atau kita malah bisa mewarkan produk dan jasa kita ke mereka.

Yang ketiga, kita bisa berkenalan dengan banyak orang yang beragam talenta dan ketrampilan. Bisa di saja di antara mereka ada yang bisa kita ajak kerjasama untuk menjalankan pengembangan bisnis kita.

Yang keempat adalah kita bisa belajar banyak hal misal kepemimpinan, kerjasama, komunikasi, dokumentasi, perijinan dan hal lainnnya. Kadang ilmu ini tak diajarkan di sekolah manapun.

Dan yang kelima, kita bisa bisa kenal dengan orang yang nantinya bisa saja cocok dan punya misi dan visi yang sama. Sehingga kita bisa bekerjasama untuk membuat sebuah bisnis baru.

Hal-hal itu semua sudah saya alami dan jalani dengan sukses ketika saya aktif berorganisasi. Dan manfaat yang terakhir yang bisa kita dapatkan dalam berorganisasi adalah mendapatkan kesenangan dan kepuasan. Kita menikmatinya dalam bentuk persahabatan dengan para anggota organisasi dan tumbuh bersama organisasi tersebut.

Beaya yang kita keluarkan adalah sedikit material dan waktu untuk memerlihara dan mengembangkan organisasi itu. Manfaatnya jauh lebih banyak dari beaya yang kita keluarkan. Carilah organisasi yang cocok dan sesuai dengan diri anda, masuk dan nikmati disana. Salam sukses selalu.

--

Cara kerja memori otak kita

Seorang pakar dari Duke University, David Rubin mencoba mempelajari cara kerja memori otak manusia. Bagaimana cara kerjanya? Untuk menngetahui jawaban ini, cobalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

1. Apa nama ibukota negara Filipina ?
2. Apa kalimat pertama dari lagu Padamu Negeri ?
3. Bagaimana gambar dari lukisan 'monalisa' yang terkenal itu ?
4. Apa anda ingat bagaimana bentuk rumah anda ketika anda masih kecil sekali ?
5. Wajah cantik siapa yang pernah anda kenal dalam kehidupan anda ?
6. Apa sih pengertian dari kata "kebenaran" itu ?
7. Bagaimana bentuk jeruk nipis itu ?

Nah, 7 hal pertanyaan ini memberikan sensasi yang berbeda pada otak kita. Ketika anda ditanyai pengertian dari kebenaran, pikiran anda akan melebar kemana-mana. Kebenaran rasanya abstrak. Lalu ketika anda menjawab pertanyaan jeruk nipis, anda ingat rasanya yang kecut. Tiba-tiba di mulut anda keluar air liur. Ketika anda ditanyai wajah siapa yang tercantik yang kita kenal, maka anda mencari-cari di waktu kecil siapa yang tercantik. Bila anda ditanya lagu Padamu Negri, tiba-tiba ada musik berputar di otak anda. Dan saat ditanya ibukota Filipina anda teringat saat pelajaran IPS di waktu sekolah dasar.

Ternyata ingatan kita tentang sesuatu itu bukanlah seperti laci-laci di lemari buku kita. Tapi seperti 'velcro', karena itu teori ini dinamakan sebagai 'Theory Velcro Theory of Memory'. Velcro itu ada 2 barang, barang yang satu seperti plastik dan yang lainnya seperti kumpulan benang. Kalau ditempelkan keduanya menjadi lengket, kalau ditarik kret.. kret.. lepas. Seperti tutupnya sepatu atau jaket dan barang-barang lain. Ini penemuan menarik di abad ini. Jadi velcro ini kalau ditempelkan lekat, kalau ditarik lepas.

Ingatan kita seperti itu. Banyak kaitan antara ingatan satu dengan lainnya. Saling berkaitan, saling menyambung. Sehingga bila kita lupa menjadi ingat kembali kalau kita diingatkan dengan mengaitkan sesuatu yang sudah diingat.

Kita mampu membuat lebih banyak sensasi dengan rasa, ingatan akan lebih mudah diingat dengan sesuatu yang relevan. Orang lebih mudah mengingat jeruk nipis daripada mengingat penegertian kebenaran itu seperti apa. Dan dengan mengetahui ini maka bila kita membuat iklan, membuat suasana hotel, membuat suasana restoran, buatlah sesuatu yang mengesankan sebagai rasa, misal suasana ruang, pelayanan dan lainnya. Jadi kalau kita bisa memberikan sensasi lebih banyak, maka ingatan pelanggan akan lebih mudah menangkap dan mengingatnya. Ilmu neuroscience dalam membedah teknologi otak manusia masih dalam fase dini. Kita mulai belajar mengerti tentang bagaimana kita mengingat sesuatu. Manfaatkan apa yang mulai kita ketahui dan pelajari untuk kepentingan bisnis dan kehidupan kita.

--

Rahasia Penulis Hebat Nora Ephron

Nora Ephron adalah seorang penulis yang telah dikenal dalam karyanya seperti 'Silkwood', 'When Harry Meets Sally' dan 'Sleepless in Seatle'. Beberapa karyanya di antaranya menjadi film box office. Selain dia dikenal sebagai penulis skenario, Tulisannya banyak ditemukan di beberapa majalah terkenal di Amerika seperti New York Post, Esquire dan lainnya.

Yang menarik, dalam sebuah wawancara, Epron ditanyai rahasia suksesnya. Rahasianya ini, katanya, dimulai dari gurunya yang sangat dicintai dan sangat dihormati. "Saya masih ingat waktu hari pertama masuk sekolah ada tugas untuk membuat tulisan," katanya. Dalam tugas itu sang guru meminta semua murid untuk membuat sebuah tulisan yang nantinya seakan-akan dimuat dalam majalah dinding sekolah. Tulisan itu tentang adanya sebuah seminar di SMA 3 di hari senin mendatang. Rencananya akan dihadiri oleh gubernur dan walikota setempat. Seminar ini membahas bagaimana cara mengajar yang baik hasil penemuan terbaru dari Universitas Stanford.

Maka setelah tugas ini dijelaskan oleh guru, para murid mulai mengerjakan tugasnya dengan sungguh-sungguh. Mereka menulis dengan kata-kata yang bagus dengan data yang akurat. Mereka percaya bahwa untuk melihat sesuatu itu harus mengikuti kaidah 5W 1H (What, When, Where, Who, Why dan How). Semuanya ditulis dengan cukup akurat sekali. Setelah waktunya habis, tugas dikumpulkan dan diperiksa oleh guru tersebut.

Setelah melihat semua tulisan dia berkata, "Semua tulisan pada dasarnya sudah baik. Tapi seharusnya tulisan yang bagus berjudul seperti ini.... 'Senin depan sekolah libur'. "Bayangkan," kata Nora Epron, "Ketika mendengar itu langsung bulu kudukku berdiri. Ini baru jurnalisme yang tepat."

Ternyata membuat tulisan yang baik, harus dilihat dari cara pandang sebagai siswa SMA ini. Kata2 'Hari senin depan libur', akan membuat mereka tertarik. Tapi kalau ditulis 'Senin depan ada seminar para guru', percuma, mereka tidak tertarik untuk membacanya. Jadi kita harus belajar melihat kepada siapa kita bicara. Harus memperhatikan kepada siapa kita menulis. Apa kepentingan orang itu terhadap apa yang kita bicarakan atau kita tulis.

Maka sejak itu Nora Ephron sangat tertarik dengan jurnalisme dan mencoba menulis dari sudut pandang apa yang menarik bagi para pembacanya. Demikian juga dengan kita, seharusnya kita melakukan sesuatu; berbicara, menulis, diskusi, selalu mulailah dengan pikiran memperhatikan kepentingan mereka.

--

The Curse Of Knowledge

Anda mungkin pernah mendengar seorang pakar yang berbicara di sebuah media massa. Dia pandai sekali. Bergelar professor dan sudah menulis 10 buku. Namun pemaparannya sungguh tidak dimengerti oleh kita. Atau anda ingat waktu kuliah, ada seorang dosen anda yang sudah belajar ke Amerika, Inggris dan Jepang. Sudah banyak pula literatur yang ditulis. Jelas dia pandai sekali. Namun ketika di kelas anda sering tertidur karena tidak memahami kuliahnya. "Omong apa sih dia," gumam anda ketika anda mengikuti kuliahnya.

Atau pada kesempatan lain anda pernah bertemu dengan bos/pimpinan manajemen yang berbicara dengan banyak kosa kata dan istilah-istilah yang tidak umum. Struktur kalimatnya juga rumit. Seperti mereka berkata, "Kita harus menyatukan persepsi pengetahuan kita dan memperbaiki kinerja perusahaan untuk mencapai titik kulminasi..." dan lainnya.

Kalau anda perhatikan kenapa hal itu bisa terjadi ? Adakah yang salah pada teknik komunikasinya di sini ? Ya, ini semua terjadi karena 'kutukan pengetahuan' atau 'the curse of knowledge'. Ketika anda mengetahui sesuatu secara keseluruhan dan anda ingin menjelaskan hal ini kepada orang lain; mahasiswa, bawahan, pemirsa TV, anda menganggap mereka juga punya pengetahuan dan latar belakang yang sama dengan anda. Sehingga anda menjelaskan dengan kosa kata dan istilah yang menurut anda wajar, tapi bagi yang lain adalah membingungkan.

Saya sering berseminar, saya juga sering mengajar. Ini adalah hal yang selalu saya coba hindari. Saya mengganggap mereka tidak punya pengetahuan dan latar belakang sayang sama dengan saya. Kareanya saya mencoba menceritakan dengan kosa kata dan struktur kalimat yang sederhana. Ini supaya audience mudah memahaminya.

Jadi para pimpinan, para pengajar alangkah baiknya untuk menghilangkan asumsi bahwa pendengar mempunyai latar belakang dan pengetahuan yang sama. Dengan ini kita bisa menghindari kutukan pengetahuan atau 'the curse of knowledge'. Dan selalu mencoba berbicara dalam bahasa yang sama dengan audience kita.


--

Knowledge Gap

Ketika saya memberikan seminar tentang 'innovation & creativity', selalu saya katakan 'curiosity' (rasa ingin tahu) adalah kunci penting untuk dapat mengembangkan kreativitas kita. Nah, rasa ingin tahu ini sebenarnya apa ?

Kalau anda melihat anak kecil, mereka selalu mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Mereka ingin tahu ini, ingin tahu itu. Mereka akan selalu menanyakan ini itu, 'Kenapa daun berwarna hijau', 'Air laut terasa asin', 'Langit berwarna biru', bahkan seperti pertanyaan bodoh, 'Benda kok jatuh nya ke bawah ya'.

Rasa ingin tahu ini sebenarnya punya teori yang disebut sebagai 'the gap theory' atau 'teori tentang jarak'. 'Gap theory' ini berkata bahwa sebenarnya rasa ingin tahu timbul karena ada 'knowledge gap'. Yakni pengetahuan kita tentang sesuatu yang tidak lengkap/terpotong. Kalau anda tahu sesuatu, lalu anda ingin tahu hal lain sebagai kelanjutannya itu dinamakan sebagai 'knowlwdge gap'. Misal anda membaca cerita detektif, dan ingin tahu setelah ini apa, lalu setelah itu apa. Ini yang dinamakan sebagai 'knowlwdge gap'.

Ternyata 'knowledge gap' ini yang mendorong manusia untuk bergosip ria. Tak salah kalau di TV-TV banyak tayangan infotainment yang berisi sebagian informasi para artis. "Tahu nggak dia kemarin ketahuan jalan bareng dengan seorang cewek di mall sana. Apakah dia sekarang mulai pacaran sama dia ya ?", kata presenter. Informasi pacaran, kawin, cerai dan lainnya menimbulkan rasa ingin tahu pemirsa. Kenapa ? Karena kita mengenal artis-artis tersebut dan tahu sebagian informasi tentang mereka, sehingga timbul ingin tahu kelanjutannya seperti apa.

Dulu ada film seri 'Alfred Hitchock', film misteri dan detektif yang selalu kita ingin tahu akhir ceritanya. 'Ending'nya selalu aneh-aneh, tidak tertebak. Tidak hanya di film misteri atau detektif, tapi juga sering demikian pada iklan-iklan tertentu. Misal suatu hari ada iklan satu halaman penuh, hanya berisi kalimat, "Anda ingin beruntung ?". Dan besoknya baru ada iklan penjelasannya. Ini menimbulkan rasa ingin tahu untuk menunggu iklan yang akan datang.

Tentu saja setiap manusia berbeda. Kalau orang itu pada dasarnya punya pengetahuan yang luas, maka dia memiliki rasa ingin tahu yang besar pula. Jadi kalau dia tahu sesuatu dan ingin mengetahui kelanjutannya, maka ini menimbulkan rasa ingin tahu.

Jadi kalau kita ingin membuat orang lain tertarik dengan cerita, iklan, kampanye atau komunikasi kita caranya adalah membuka sebuah celah dulu, memberikan sebagian informasi dulu. Setelah mereka menjadi tahu 'sebagian' informasi tersebut, mereka pasti ingin tahu 'sebagian' yang lain. Dan pada akhirnya mereka menunggu informasi untuk menutup sebagian pengetahuan itu.

--

Emotional

Suatu saat pemerintah Amerika mengadakan kampanye tentang bahaya merokok. Dibuatkan iklan anti rokok. Iklannya menggambarkan suasana kota New York yang muram. Lalu suatu malam melintas truk besar dan panjang. Kamera mengikuti truk ini yang berhenti di halaman belakang sebuah pabrik rokok (tidak diperlihatkan nama pabriknya). Terlihat gedung yang menjulang tinggi di depannya.

Lalu muncul beberapa orang yang besar-besar. Mereka bekerja secara tergesa-gesa menurunkan barang dari truk tersebut. Ternyata mereka mengangkat bungkusan mayat manusia (body bags). Dan melemparkannya ke sebuah tempat sampah yang luas. Satu per satu bungkusan plastik ini terlempar ke tempat sampah tersebut. Bum.. bum.. bum.. Kamera mundur ke belakang dan melebar, terlihat sampah mayat manusia yangsudah tertumpuk tinggi. Lalu di akhir iklan ada narasi yang berbunyi, "1200 manusia meninggal setiap hari gara-gara rokok."

Iklan ini begitu efektif sekali. Sehingga membuat orang takut untuk merokok. Akibatnya perusahaan rokok besar menuntut untuk diganti. Iklan ini memang programnya pemerintah. Terjadilah perdebatan sengit, kontroversi, polemik sampai ke pengadilan. Akhirnya setelah berjalan beberapa bulan pemerintah memutuskan untuk mengganti iklan kontroversial tersebut. Iklan yang disetujui ini memperlihatkan anak muda yang berkata, "Think, don't smoke!", "Berpikirlah, jangan merokok!"

Meski kedua iklan ini mempunyai durasi dan waktu tayang yang sama, kira-kira 3 bulan, efektivitas iklan yang baru ini jauh berbeda. Setelah lewat 4 tahun, kedua iklan ini disurvey. Ditanyakan ke para pemirsa TV, apakah anda mengingat iklan A, anti rokok dengan menggambarkan body bag atau iklan B yang memperlihatkan anak muda. Hasilnya adalah iklan B hanya diingat oleh 3% responden. Sedangkan iklan A hampir 7 kali lipatnya yakni 22%.

Padahal responden yang sama ketika diceritakan dan diperlihatkan kedua iklan tersebut, mereka selalu mengatakan pernah melihat keduanya. Namun iklan A lebih banyak diingat sebanyak 22% responden, sedangkan iklan B hanyalah 3%.

Kenapa hal ini terjadi ? Karena adanya unsur emosional. Di iklan B tidak ada ikatan emosional. Sedangkan di iklan A, pemirsa merasa ada ikatan emosional yang kuat. Ada perasaan ketakutan yang mencekam menghinggapi dirinya. Sehingga mereka memberikan perhatian lebih karena supaya tidak menjadi korban seperti di iklan.

Jadi, bila anda ingin memberikan dampak yang kuat pada iklan, kampanye atau komunikasi anda, haruslah ada ikatan emosional dengan target sasarannya.

--

Power of Context

Manusia terlalu percaya akan dirinya bahwa dia akan dapat rasional dalam mengambil keputusan. Padahal kenyataannya tidak. Sebagai contoh, sering saya melihat teman yang pemakaian kartu kreditnya berlebihan. Kalau ditanya, mereka sudah mengontrolnya dan merasa memakai sedikit saja. Padahal kenyataannya tagihannya jauh melebihi dari dugaannya.

Mengapa ? Karena menggunakan kartu kredit tidak terasa beda membayar 70.000 atau 700.000 atau 2.700.000. Rasanya sama. Tinggal tanda tangan saja. Makan 40.000 tanda tangan, selesai. Beli barang 3.000.000 tanda tangan, selesai juga. Rasa meneken tanda tangan ini sama. Semua pakai kertas kecil yang tidak ada bedanya antara 70.000 atau 700.000.


Anda tidak merasa berat untuk mengeluarkan uang. Bandingkan kalau anda membayar dengan uang seperti biasanya. Beli 40.000 anda akan mengeluarkan 4 lembar 10.000-an. Bahkan kalau membayar 2.000.000, harus 2 tumpuk uang sejutaan. Ini akan terasa beda bayarnya karena kelihatan banyaknya lembar uang yang dikeluarkan.

Manusia terlalu mempercayai otak kanannya. "Oh ya, saya ingat kok. Kemarin belanja ini 1 juta. Lalu yang itu 1 juta," kata dia. Tapi dia tidak merasa lagi berapa total keseluruhannya. Karena itu kalau anda lihat kenapa semua bank mengobral kartu kredit dan pemakaiannya. Anda saksikan iklan-iklan yang berisi pembelian dengan bunga 0%, diskon ini-itu atau buy 1 get 2 dan sebagainya. Juga ada iming-iming gratis iuran tahunan pertama, padahal orang lupa memperhatikan masa kartu kreditnya. Ingatnya ketika sudah ditagih. Maka mereka menunggu setahun lagi untuk membatalkannya. Tahun depannya juga ingat setelah telat sebulan dan diteruskan sampai terus-menerus. Sehingga banyak orang punya 5 kartu kredit serta selalu lupa membatalkan ketika tagihan iuran tahunannya sudah berjalan.

Para bank yang mengeluarkan kartu kredit ini tahu bahwa anda sering lupa. Manusia tidak dapat dipercayai akan akal perhitungannya. Contoh lain, keanggotan fitness centre sebuah hotel berbintang untuk berolah raga. 1 tahun bayar 3 juta atau bulanan bayar 250 ribu. Kalau kasus seperti ini, sebaiknya anda bayar bulanan, meski harus 300 ribu sekalipun. Mengapa ? Kalau bayar sebulan sekali, anda menjadi sadar telah membayar sehingga harus berolah raga. Tapi kalau bayar tahunan, anda baru ingat ketika baru membayar atau adanya tagihan tahun depan. Sehingga di tengah-tengah tahun, anda tidak memanfaatkan fasilitas ini untuk berolah raga.

'Power of context', atau "kekuatan keadaan", membuat kita tidak logis dan rasional, karena kita terpengaruh oleh keadaan sekeliling kita dalam mengambil keputusan . Dunia bisnis sering memanfaatkan ini untuk membuat anda lebih banyak membeli barang, andapun harus lebih jernih melihat ini dan mengantisipasi keadaan.

--

Masa Kini dan Masa Mendatang

Suatu saat karena ingin kurusan sedikit, saya berpuasa selama beberapa hari. Tidak hanya itu, saya juga melakukan olah raga, jogging bahkan threadmill. Akhirnya setelah 10 hari, saya akhiri dengan makan siang yang istimewa. Saya pesan makanan yang banyak. Terus makan yang banyak, ceritanya balas dendam he.. he.. he.. Nah ini adalah tipe manusia yang mencoba sengsara dahulu. Saya sengsara dulu untuk mencapai sebuah kenikmatan, yang enak sekali.

Ini adalah tipe manusia yang sekarang sengsara, besok mau enak. Tapi ada tipe sebaliknya. Sekarang mau enak, tidak peduli apapun, seperti mau ngedrug, mau pesta pora. Tidak mau memikirkan nanti, apakah nanti sengsara, uang habis, hutang di mana-mana, bayarnya bagaimana, yang penting sekarang senang. Ini adalah tipe orang hedonisme, yakni mau nikmat sekarang, tidak mau mempedulikan masa depannya.

Tapi ada tipe orang yang tidak mempedulikan keduanya, masa sekarang dan masa nanti. Ini adalah tipe orang-orang nihilisme. Orang yang tidak peduli apapun.

Ada sebuah percobaan menarik yang melibatkan anjing. Anjing ini distrom. Ketika dia distrom dia melompat, maka stromnya tidak menyentuh badannya lagi. Dia normal, sembuh. Dia tidak merasa sakit. Lalu ada anjing lain yang diberi sabuk yang nyetrom. Jadi biarpun dia tetap melompat tetap kesetrom terus. Apapun dia lakukan tetap terstrom.

Maka lama-lama anjing ini tidak peduli lagi. Distrom lagipun di masa mendatang, dia tidak akan bergerak. Dia malah tetap saja tidur. Karena dia merasa bergerak kemanapun percuma. Sedangkan anjing yang pertama, bila kena strom, dia akan berusaha melompat, melepaskan diri supaya tidak terstrom.

Anjing yang kedua ini, demikian juga manusia, sudah tidak peduli lagi. Dia sudah frustasi. Dia tidak memikirkan masa sekarang dan masa depan. Semuanya tidak ada harapan sama sekali. Dia tidak peduli masa sekarang dan masa depan.

Tentu hal ini tidak bagus. Yang bagus adalah orang-orang yang berbahagia, yang bisa menyatukan masa sekarang dan masa depan. Dia tetap menikmati masa sekarang untuk menuju kebahagiaan di masa yang akan datang. Ini adalah tipe orang yang berbahagia (happiness).

Seperti seorang pengajar. Dia senang dan menikmati kebahagiaan mengajar. Sekarang dia senang mengajar, nanti ketika gajian dia juga senang. Ngajarnya senang, gajian senang. Beberapa pebisnis yang mencintai pekerjaannya, bekerja dengan giat, bukan karena dipaksa. Tapi memang karena dia menikmati kebahagiaannya dalam bekerja. Meski begitu dia juga mendapatkan kebahagiaan ketika mendapatkan kesuksesan ketika pekerjaannya berhasil. Ini adalah tipe orang yang paling baik.

Coba sekarang renungkan, apakah segala tindakan anda menyenangkan sekarang dan menyenangkan masa depan. Ini yang seharusnya dilakukan. Atau justru sengsara, tidak enak dulu baru nanti enak kemudian. Ini berbahaya, karena ada sebuah tendensi. Orang seperti ini akan memaksa sekarang sengsara, untuk mencapai sesuatu yang enak kemudian. Tapi dia tidak bisa menikmati kenikmatan yang berkepanjangan yang terus menerus.

Dalam buku 'Happier', tipe orang yang terbaik adalah orang yang mampu merasakan kenikmatan sekarang ketika dia melakukan sekarang. Juga mengharapkan sebuah kenikmatan di masa mendatang. Maka marilah kita memilik aktivitas yang bisa menyenangkan baik di masa sekarang ataupun masa mendatang.

--

Kucing, anjing dan bahasa tubuh

Kalau anda memelihara kucing atau anjing, ada observasi yang bisa anda lakukan. Coba anda perhatikan ketika ada tamu yang datang ke rumah anda; siapakah yang bisa dekat dengan kucing atau anjing anda. Sikap mereka kepada tamu anda bisa macam-macam. Ada tamu yang begitu datang sudah langsung dimusuhi; digonggongi misal. Ada yang didekati, diendus-endus dan akhirnya mau dekat dengan tamu tersebut. Atau tiba-tiba kucing meloncat dan duduk di pangkuan tamu.

Ada yang menarik kalau kita dengar komentar orang-orang yang melihat ini. Ada yang bilang, "Oh itu, blacky langsung kenal kamu. Karena dia tahu kamu suka anjing, jadi dia suka ke kamu." Atau ada yang berkomentar, "Kamu memelihara kucing di rumah ya ? Dia membaui adanya bau kucing yang pernah dekat dengan bajumu."

Nah, ada sebuah riset yang menarik di Amerika tentang hal ini. Riset ini menemukan kucing telah mengenal bahasa tubuh manusia. Ketika kita merespon saat berdekatan dengan kucing, respon kita bisa berbeda. Kita mundur sedikit karena tidak suka, atau malah menjadi tegang. Bisa pula karena kita senang, kita maju sedikit dan mendekatinya dengan mantap. Kucing, demikian juga anjing dan binatang lainnya, mengerti tentang apa yang disinyalkan oleh 'body language' kita dan selanjutnya meresponnya dengan negatif atau positif.

Kalau binatang saja mengetahui adanya bahasa tubuh manusia, apalagi manusia sendiri. Manusia bisa merasakan bahasa tubuh manusia lain dan langsung meresponnya. Nah ini yang harus kita perhatikan. Sehingga kalau kita amati, bila ada orang bertemu dengan orang baru atau teman baru, dia akan mengamati body language'nya terlebih dahulu. Wajarkah senyumnya ? Apakah matanya menunjukkan perhatian ? Tuluskah pujiannya ? Sehingga dia akan merespon dengan ramah, sinis atau malah harus berhati-hati.

Hal ini tentu sangat penting bagi orang-orang di bisnis kita yang berdekatan dengan konsumen atau pelanggan seperti salesman, customer service, telemarketing, customer support dan lainnya. Jangan sampai mereka selalu menunjukkan bahasa tubuh yang negatif, sehingga konsumen meresponnya secara negatif juga, seperti calon pelanggan yang merasa tidak enak ketika salesman kita mendekati mereka.

Jadi dalam kehidupan bisnis, kita harus memperhatikan dan belajar untuk selalu menunjukkan bahasa tubuh yang positif. Dengan demikian kesempatan sukses kita akan menjadi jauh lebih besar tanpa kita sadari.

--

Too much pleasure

Ada sebuah cerita tentang seorang penjahat yang meninggal dunia. Ketika dia mau mati, dia sudah merasa pasti akan masuk neraka. Nah ketika dia mati, tiba-tiba dia dibangunkan. Dia melihat sesuatu yang tidak diharapkannya. "Wah kok suasananya bagus. Indah menarik dan menyenangkan sekali ya," katanya dalam hati. Dia melihat semua serba bahagia.

"Aduh rasanya saya keliru terkirim ke surga," katanya lirih. Tiba-tiba seorang bidadari mendatanginya. "Ayo-ayo bangun. Kamu ingin apa ? Di sini kamu apa saja diberi." Awalnya dia ragu. Tapi memberanikan juga untuk meminta, "Saya tidak mau kerja." "Ok," kata bidadari. Ting! Maka dia tidak usah kerja. Semuanya tercukupi.

Setelah keinginannya terwujud, dia mulai berani, "Saya boleh minta lagi ?" "Boleh," kata bidadari, "Kamu minta apa ?" "Saya minta uang yang banyak." Ting! Maka keluar uang yang banyak. Dia beli apa saja bisa. Dia ingin beli mobil baru, bisa. Beli apa saja, bisa.


Lalu dia datang lagi ke bidadari. "Bidadari, saya minta rumah yang bagus," pintanya. Ting! Dia dapat rumah yang sangat mewah, indah dan semuanya ada. "Wah apapun dikasih katanya. Ini betul-betul surga," teriaknya senang. Kemudian dia kembali ke bidadari. "Saya bisa tidak minta wanita- wanita yang cantik ?" Ting! Maka ada 10 wanita yang cantik yang siap melayani dia terus.

Dia senang sekali. Uang ada. Punya rumah. Dikelilingi wanita-wanita cantik. Dan dia tidak usah kerja. Makan apapun bisa sekenyang-kenyangnya. Dan semua itu berlalu dengan cepat. Sebulan, 2 bulan, 3 bulan dia mulai bosan. Jenuh. Dia tidak mau segala keenakan ini. Rasanya bikin 'eneg'. Mual.

Maka dia menghadap bidadari. "Bidadari, saya mau kerja," katanya. Bidadari itu heran, "Tidak bisa, tidak bisa. Di sini tidak perlu kerja. Tidak ada kerjaan. Kamu tidak usah kerja. Kamu nikmati saja segala kenikmatan ini." Dia bingung. Kembali ke kegiatan sebelumnya dan dia coba menikmati lagi surganya. Makan lebih banyak lagi, sampai gendut. Tapi dia tetap jenuh karena tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan. Dia kembali lagi bidadari. "Aku minta kerja," katanya. Dan biadadari tegas berkata, "Tidak bisa. Di sini tidak ada kerja."

Akhirnya dia tidak tahan. Penjahat ini mengaku, "Bidadari yang baik, saya sebanarnya adalah penjahat. Saya tidak layak masuk surga ini. Saya seharusnya masuk neraka. Kalau di neraka, saya bisa kerja. Bahkan kerja keras. Saya bisa merasakan sakit dan sengsara. Saya tidak mau segala ini. Ternyata kenikmatan ini tidak enak," teriaknya marah.

Tiba-tiba wajah bidadari yang cantik dan menyenangkan dilihat ini, tiba-tiba berubah menyeramkan. Wajahnya berubah menjadi setan. Dia berkata keras, "Sebenarnya ini adalah neraka."

Cerita ini disadur dari salah satu episode seri TV kuno 'Twilight Zone'.

Saya tidak mengatakan supaya anda semua menjadi penjahat supaya tidak masuk surga. Manusia baru ingat dan menghargai segala kenikmatan yang dia rasakan, ketika kesedihan dan kesengsaraan juga dirasakannya. Kehidupan adalah sebuah keseimbangan antara kenikmatan dan penderitaan, inilah yang memperkaya kazanah kehidupan kita. Selamat menghargai kesengsaraan anda, karena disanalah akan anda temui kenikmatan yang lebih.

--

Forced Priority

Misalkan anda adalah seorang wartawan yang dikirim ke sebuah lokasi bencana badai tornado atau tsunami. Di sana karena komunikasi sangat sulit, anda sebagai wartawan hanya bisa mengirim berita ke kantor pusat anda di Jakarta, sekali sms sehari. Jadi dalam sehari anda hanya bisa men-sms satu kali saja dengan handphone anda.

Nah pertanyaannya, apa yang akan anda tulis di situ ? Apakah tentang betapa hebatnya akibat dari badai itu, ataukah betapa sengsaranya rakyat yang jadi korban, atau betapa hebatnya air yang membahana. Ini adalah sebuah tantangan yang menarik. Memilih apa yang harus anda kirimkan dalam berita yang pendek. Tidak bisa ditulis semua hal karena keterbatasan media.

Dalam kehidupan, kita bisa memanfaatkan konsep 'forced priority' atau prioritas yang dipaksakan. Coba bayangkan - misalkan - anda sakit keras. Anda sehari hanya boleh bekerja setengah jam saja. Di luar itu anda harus tidur, istirahat total. Maka pertanyaan saya, pekerjaan apa yang akan anda lakukan ? Apa yang anda delegasikan ? Apa yang anda perintahkan kepada anak buah anda ?

Perumpaan lain misalkan anda hanya boleh bekerja sehari dalam seminggu. Senin saja yang boleh bekerja. Lainya, anda tidak boleh dan semuanya harus anda delegasikan. Kalau anda pemilik perusahaan, apa yang akan anda lakukan ? Kembali berandai, kalau harapan hidup anda cuma tinggal sebulan, apa yang akan anda lakukan ?

Pemikiran seperti ini memaksa kita untuk melakukan 'forced priority' atau prioritas yang kita paksakan. Kita dipaksa untuk mengambil sebuah keputusan mana yang harus anda lakukan dan mana yang tidak anda lakukan. Kita boleh mencoba memikirkan seolah-olah itu harus kita pilih. Misalkan "Saya kok sibuk terus-sibuk terus, terlalu banyak kerjaan. Tapi tidak jelas sebetulnya apa yang dikerjakan."

Maka kita bisa memaksa diri kita dengan pola pikir seperti di atas. Misalkan satu hari saya cuma bisa bekerja 3 jam saja. Lainnya saya harus istirahat total karena saya menderita sakit yang tidak boleh bergerak. Maka dengan 3 jam itu, kita akan gunakan dengan sebaik-baiknya. Dari situ anda bisa memaksakan diri hanya bekerja 3-4 jam sehari.

Nah, dengan cara begitu anda bisa memaksakan diri anda dalam pekerjaan anda pada prioritas yang tepat. Semoga ini bisa jadi bahan renungan yang menarik. Membuat kita lebih jernih memikirkan prioritas pekerjaan mana yang paling perlu diutamakan, lainnya semestinya bisa kita "lupakan". Salam sukses untuk anda.

--

The Power of Story

Ada seekor serigala lapar yang sedang berjalan di sekitar pemukiman penduduk. Sebelumnya dia sudah mencari makan di hutan, tapi tidak ada yang ditemukannya. Tiba-tiba dia melihat seuntai anggur merah yang teruntai tinggi yang ditopang dahan. Tinggi sekali tempatnya tapi anggurnya kelihatan ranum, segar dan manis. "Hmm,... ini bisa jadi makan siangku yang paling nikmat," ujarnya.

Maka serigala mengambil ancang-ancang untuk mengambilnya. Dia berlari terus melompat. Hup, dia jatuh. Anggur tidak sampai diraihnya. Usaha pertamanya gagal. Kali ini dia mundur lebih jauh, mengambil jarak yang tepat. Berancang-ancang lalu lari dan melompat lebih tinggi lagi. Bruk, jatuh lagi. Gagal untuk kedua kali. Dia tidak terima kegagalan ini. Mencoba lagi. Dia mundur sampai paling jauh dia dapat. Berlari sekuat tenaga dan melompat setinggi mungkin. Hup,... hampir saja. Tapi bruk, jatuhnya lebih sakit karena jatuhnya lebih tinggi. Usahanya gagal, bahkan sekarang dia terpincang-pincang kesakitan. Maka srigala ini melihat anggur itu dan berjalan meninggalkannya sambil berkata, "Percuma, toh anggur itu sebenarnya kecut saja."

Ini yang menarik. Orang sering kalau gagal selalu mencari alasan untuk pembelaan. "Ah percuma, tidak ada gunanya bagi saya. Toh, yang saya kejar itu bukan sesuatu yang menarik," belanya. Dan mungkin sejuta alasan lain, yang pada dasarnya hanyalah menenangkan hatinya sendiri.

Cerita ini sudah kita ketahui sejak kecil. Sebenarnya cerita ini sudah ada sejak 2500 tahun yang lalu. Dikarang oleh Aesop yang telah mengarang cerita 'Kura-kura & kelinci', Srigala berbulu domba', 'Angsa bertelur emas' dan lainnya. Cerita-cerita ini bertahan begitu lama - sampai 2500 tahun - dan masih diceritakan kepada orang lain. Kenapa ?

Sebuah cerita dengan mudah dapat menggambarkan sebuah wisdom, sebuah kearifan. Kalau kita lihat, mengingat sebuah cerita terasa lebih mudah. Kalau anda diberi nasehat, misal "Kalau gagal, janganlah mencari alasan pembelaan. Terimalah kegagalan itu dengan ksatria." Setelah anda dapat nasehat itu, sekarang ingat tapi minggu depan sudah lupa. Tapi kalau nasehat itu lewat sebuah cerita seperti di atas, 'Srigala dan anggur merah', maka anda tidak mudah lupa. Hari ini ingat, minggu depan, tahun depan masih ingat terus.

Karenanya kita berkomunikasi sebaiknya dengan menggunakan sebuah cerita. Dengan adanya sebuah cerita anda dapat menularkan kepada orang lain. Orang lain itu juga dengan mudah mengingatnya. Dengan cerita maksud yang ingin disampaikan juga akan lebih mengena, tanpa terasa menggurui dan lebih menyenangkan serta menghibur.

--

Analogi Memasak Sebagai Strategi Bisnis

Bisnis strategi adalah cara kita untuk berbisnis yang tepat dan benar. Untuk sederhana dan mudahnya saya ingin menganalogikan bisnis strategi ini seperti memasak.

Bayangkan saat anda membuat ayam goreng. Untuk membuat ayam goreng ini tentu diperlukan berbagai bahan, misalkan tepung, gula, garam, vitsin, minyak goreng dan lainnya. Tentu saja ayam juga. Jadi anda harus tahu dulu kebutuhan tepatnya seperti apa saja.

Yang kedua, harus tahu jumlahnya. Jadi apakah cukup tepungnya, 10 ons atau 20 ons untuk setiap ekor ayam. Ini ada aturannya. Jadi jumlahnya harus tepat.

Dan ketiga adalah cara memasaknya, ini juga harus benar. Mana yang dimasukkan dulu, mana yang kemudian. Sehingga kita bisa memasak dengan baik dan memberikan hasil yang selalu sama dengan sempurna.

Dalam berbisnis juga demikian. Kita membutuhkan elemen-elemennya, misalkan karyawan yang cukup, karyawan yang mampu mengerjakan. Lalu sumber daya yang bagus, lokasi bisnis yang tepat, serta cara kita melayani pelanggan yang tepat. Jumlahnya juga harus tepat. Karyawan terlalu banyak, kita bisa rugi. Tempat terlalu bagus, sewanya bisa kemahalan. Kalau tempatnya terlalu jelek, orang tidak mau datang.

Dan yang ketiga, bagaimana cara kita berbisnis. Kita harus mengetahui mana yang harus didahulukan, mana yang harus diproses lebih penting dan lainnya. Karena tidak semua elemen dalam bisnis itu sama pentingnya. Misalkan restoran, elemen pentingnya adalah enak dan murah. Apakah lokasi yang bagus tidak penting ? Penting juga, tapi itu bukanlah utama.

Jadi kalau kita bisa mencoba mensukseskan sebuah bisnis, kita akan bisa mereplikasi atau melakukan bisnis itu sama persis di tempat lain. Atau mencoba bisnis lain tapi dilakukan dengan cara yang sama sehingga diharapkan mencapai sukses juga.

Dalam hal restoran, ada anggapan yang disebut dengan ’tangan-tanganan’. Kalau tangan yang enak masak apapun jadi enak, begitu katanya. Nah ketika dia membuka restoran yang kedua, dia bisa juga tidak sukses. Karena dia tidak punya metode tepat yang bisa dijabarkan dengan rinci untuk diterapkan di restoran lainnya itu.

Seperti juga dengan bisnis. Banyak orang berbisnis A dia sukses, tapi mencoba bisnis lain menjadi susah dan gagal. Dia tidak bisa mencapai hasil yang konsisten sama bagus. Nah ini karena apa ? Karena tidak mengetahui elemen apa saja yang dimanfaatkan dalam bisnis pertamanya yang terbukti telah sukses itu dan menjalankannya.

Jadi strategi bisnis tidak lebih dari sebuah cara memasak. Bilamana anda mampu membuat bisnis strategi yang baik, atau seperti juga anda memasak makanan yang enak, dan nanti menyerahkan pada orang lain dengan cara mereplikasi sukses-sukses anda pada bisnis yang pertama, maka anda bisa sesukses bisnis yang pertama. Seperti halnya pada KFC dengan ayam gorengnya, McDonald ataupun Pizza Hut. Di mana mereka berhasil dengan cara yang sama untuk membuat hasil yang konsisten selalu sukses, sama enaknya, sama bersihnya dan sama lakunya.

Kita pun sebagai pebisnis harus belajar supaya dapat mereplikasi bisnis kita. Sehingga menjadi sukses yang berkepanjangan di tempat di manapun kita berada dan bisnis apapun yang kita lakukan.

--

Memerangi Kemiskinan

Sudah cukup lama saya tertarik dengan konsep ’Grameen Bank’. Sebuah bank yang dibuat oleh Muhammad Yunus. Beliau adalah seorang Pakistan yang menggunakan keahliannya untuk menolong rakyat Pakistan melalui banknya ini. Karena hasil usahanya ini beliau mendapatkan hadiah Nobel di tahun 2006 lalu.

Jangan bayangkan banknya sebagai suatu institusi yang besar, mewah dan lain-lain. Tidak. Hanya sederhana saja. Karena bank ini hanya memberikan ’micro credit/finance’, memberikan kredit/hutang kepada orang yang paling bawah. Nilainya kalau dirupiahkan hanya sekitar 1-2 juta rupiah.

Beberapa hal yang menarik dari Grameen Bank ini adalah:

1. Sebagian besar hutang/kredit, entah 90-95%, hanya diberikan kepada ibu-ibu. Katanya para ibu lebih sadar akan hutang dan mau membayar.
2. Hutang/kredit diberikan kepada grup. 1 grup terdiri dari 5 orang/keluarga, ya berarti juga 5 ibu-ibu. Bila ada kenakalan di suatu grup; tidak mau membayar hutang misal, maka keseluruhan anggota grup akan dihukum. Yakni tidak diberi lagi hutangan. Sehingga akhirnya mereka harus saling menolong dan mengawasi.

Ini adalah salah satu cara dari Muhammad Yunus untuk memerangi kemiskinan dengan memberi kredit kepada orang yang stratanya lebih bawah. Dari perbincangan saya dengan banyak banker, ternyata di Indonesia yang paling ’survive’ adalah mereka pada strata bawah. Yang besar malah banyak yang ’ngglundung’ di masa krisis ekonomi lalu.

Nah, Grameen Bank ini bentuk nyata dari usaha untuk memerangi kemiskinan. Kalau kita punya niat yang kuat, srategi yang tepat dan benar, ilmu ekonomi yang pas, dikombinasikan dengan ’insight’ kita tentang kemiskinan, bukanlah suatu hal yang berat dan muluk-muluk untuk berusaha menolong dan mengentaskan kemiskinan.

Bila ini dilakukan, banyak hal yang akan terjadi. Di Pakistan misal, karena usaha Grameen Bank ini, banyak sekali terjadi perubahan sosial ekonomi. Katanya para suami di sana sudah tidak lagi memukuli para istrinya. Karena para istrilah sekarang yang menopang keluarga. Terjadilah persamaan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan.

Coba anda perhatikan, ternyata usaha memberi hutang kredit kecil pada rakyat kecil memberikan dampak pada tatatan hidup. Kalau kita mau, kita juga bisa menolong orang banyak. Memberikan kontribusi kepada rakyat di bawah.

Saya hanya mau memberikan inspirasi. Hal yang dilakukan oleh Grameen Bank juga bisa dilakukan di Indonesia. Atau banyak hal lain yang bisa dilakukan. Semuanya untuk membantu orang kecil, memerangi dan mengentaskan kemiskinan.

--

Mengenal Variasi Kehidupan

Beberapa saat lalu dalam perjalanan memberikan seminar, saya dari Kuningan - Jakarta ke Semarang lewat Cirebon diantar naik mobil. Berangkat jam 6.30 pagi karena dijadwalkan jam 1 siang sudah harus memberikan seminar di Semarang. Acaranya memang baru dimulai jam 12 siang. Tapi saya direncanakan bicara jam 1 siang. Saya kira cukuplah 5-6 jam untuk perjalanannya.

Pagi-pagi sekali saya sudah siap di hotel untuk dijemput. Dalam perjalanan yang cukup panjang itu, tiba-tiba mobilnya mogok di daerah Petarukan, dekat Malang sana. Masih ada 125 km lagi ke Semarang.

Segera dipanggilkan bengkel. Namun perbaikannya tidak dapat diselesaikan dengan segera. Maka saya harus segera mencari alternatif ke Semarang. Tidak lagi berharap untuk naik mobil tersebut.

Pertama berniat menyewa mobil, ternyata rental-rental kosong stoknya. Cari-cari terus sampai ada yang menawarkan angkot. Tentu saja saya tolak, karena saya khawatir mobil ini tidak kuat melaju sejauh 125 km. Setelah capai mencari-cari, akhirnya saya dikenalkan ke seorang penambal ban. Dia ini punya mobil sedan yang bersedia mengantarkan saya ke Semarang.

Setelah tawar-menawar, saya bersedia dengan biaya 400 ribu. Nggak pa-palah 400 ribu, toh bensinnya sudah habis berapa, pikir saya.

Akhirnya setelah berhenti sekitar setengah jam, maka saya melanjutkan perjalanan lagi dengan naik mobil tukang tambal ini. Mobilnya adalah sedan Toyota Corolla tahun 1977. Jadi umurnya sudah 31 tahun. Tidak ada AC-nya. Mulailah mobil dikebut untuk mengejar ketertinggalan saya.

Sungguh tidak enak perjalanan ini. Suasananya panas karena tidak ada AC. Mobilnya ngebut, berjalan tergesa-gesa, salip kiri salip kanan. Jadinya saya menjadi stres. Apalagi saya khawatir tidak mencapai jadwal seharusnya.

Dalam perjalanan ini ternyata banyak hal yang menarik, seperti latar belakang sopirnya. Dia dulunya teryata sopir metromini di Jakarta. Pernah juga menjadi sopir taksi. Tapi akhirnya menetap di Petarukan itu.

Pak Totok, sopir sedan ini, mempunyai 3 anak. Yang tertua berumur 18 tahun. Yang kedua berumur 8 tahun. Dan yang terakhir masih umur 2 tahun. Penghasilannya sebulan 1 juta lebih sedikit. Uang ini ternyata tidaklah cukup menghidupi keluarganya. Anak tertua yang sekolah SMA ternyata sudah 2 bulan nunggak SPP-nya. Padahal SPP-nya cuma 75 ribu.

Ternyata saya menjadi menikmati percakapan dengan pak Totok ini. Banyak cerita kehidupan yang dapat saya pelajari dari beliau. Dan sewaktu kita berdiskusi dengan baik, kita bisa menyelami kehidupan orang lain. Kita jadinya lebih mengerti kehidupan orang lain yang berbeda strata. Akhirnya kita menjadi lebih bijak memahami kehidupan.

Hal menarik lainnya walapun saya terlambat 45 menit, saya sampai di Semarang pukul 12.45, namun saya menjadi lebih kaya. Saya tidak merasa mobil mogok sebagai kesialan. Tapi sebagai sebuah kesempatan kenal orang lain untuk belajar tentang kehidupan. Sehingga akhirnya saya memberi sopir tersebut 500 ribu, ”Terima kasih Pak. Saya belajar banyak dari Bapak. Ini ada sedikit tambahan mungkin bisa membantu biaya sekolah anak Bapak.” Dan beliau juga sangat berterima kasih sekali.

Dalam kehidupan kita akan melewati banyak kesialan; mobil mogok, pesawat terbang delay, terjebak dalam kemacetan, ada badai atau apapun. Namun kalau kita mau menyadari hidup ini variasinya besar.

Hidup ini punya banyak kesempatan-kesempatan bagi kita. Kitalah yang seharusnya pandai memanfaatkan kesempatan-kesempatan itu, walapun sekedar bercakap-cakap dengan seorang sopir misal. Karena bisa memperkaya hidup kita dalam berbagai hal.

Kita akan mengganggap hal itu semua sebagai kesempatan-kesempatan yang indah, tidak lagi sebagai suatu kesialan. Tapi sebagai sebuah kesempatan memperbesar pandangan kita tentang hidup untuk lebih menyelami arti hakiki kehidupan.

--

Pilih Lingkungan Anda Untuk Sukses

Keadaan sekeliling dan lingkungan kita dapat mempengaruhi kita. Keadaan jiwa juga dapat mempengaruhi kita. Keadaan suasana hati dapat pula mempengaruhi kita. Mempengaruhi untuk bersikap dan melakukan sesuatu tindakan.

Pada bulan puasa beberapa waktu lalu, saya diberitahu tentang banyaknya pengemis yang dapat penghasilan 1-2 juta per hari. Ibu-ibu tua, bahkan anak-anak di pinggir jalan tiba-tiba penghasilannya meningkat di bulan Ramadhan dan puncaknya pas lebaran. Karena hal ini pula seringkali mereka khusus datang dari desa ke kota hanya untuk mengemis.

Namun mengapa orang-orang begitu baik hati untuk beramal ? Kenapa mereka beramal sedemikian banyak pada waktu itu ? Semua karena hatinya yang menjadi khusyuk sewaktu menjalankan ibadah di bulan yang suci itu. Mereka begitu bersemangat menjalankan semua ibadah yang bisa dilakukan, termasuk banyak beramal.

Orang Amerika yang sering pergi ke Las Vegas, tahu-tahu ada kabar menikah di sana. Mendadak saja keinginan menikah mereka timbul. Hal ini dikarenakan suasana kota Las Vegas yang sering kali menikahkan dengan persyaratan dan tata cara yang begitu mudah. Katanya satu gereja sehari bisa menikahkan sampai 30 pasangan. Sampai antri segala.

Saya sering tanya ke teman-teman yang sering bepergian ke Singapura, ”Kalau kamu ke Singapura, apakah kamu akan membuang sampah sembarangan ?” ”Tidak,” jawab mereka. ”Lalu kenapa kalau di Indonesia masih membuang sampah sembarangan ?”. ”Ya, karena di sini semua begitu.”

Apakah mereka tidak bisa disiplin ? Apakah mereka tidak bisa diajarkan yang seharusnya ? Bisa. Bahkan tidak usah diajarkan, suruh saja mereka ke Singapura. Begitu sampai di sana mereka sudah tidak mau membuang sampah sembarangan. Kenapa di Indonesia mereka melakukannya ? Karena mereka mengganggap di Indonesia sah-sah saja untuk melakukan seperti itu. Tidak apa-apa, tak ada tindakan. Beda dengan di Singapura yang bisa didenda sampai ratusan ribu rupiah.

Saya punya teman yang sangat pelit. Dia bahkan di awal-awal tinggal di Amerika tidak mau memberi tip, uang terima kasih untuk karyawan restoran. Namun setelah tinggal di sana selama 3-4 bulan, dia terbiasa untuk memberi tip 15% dari total pengeluaran, minimal 10%. Kok berubah ? ”Saya bisa celaka kalau tidak memberi tip. Bisa dipanggil untuk dimintai,” jawabnya.

Ternyata orang yang pelit yang biasanya tidak memberi tip, sampai di tempat dimana semua orang memberi tip, dia juga turut melakukannya. Hal ini karena lingkungan sekitarnya melakukan itu sehingga mempengaruhinya.

Suasana hati seperti bulan puasa, lingkungan seperti di Singapura, nilai-nilai budaya seperti di Amerika mau tidak mau mempengaruhi kita. Yang pelit menjadi beramal. Yang biasa tidak berderma menjadi berderma. Yang tidak disiplin menjadi disiplin.

Nah, demikian juga sukses. Sukses juga akan dipengaruhi oleh lingkungan, orang-orang sekeliling kita dan nilai-nilai buadaya yang dianut. Karenanya kita juga harus mencari lingkungan, orang-orang yang mempunyai nilai-nilai yang sukses. Karena hal ini akan mempengaruhi kita menjadi sukses pula.

--



Hal-Hal Kecil Penunjang Sukses

Baru-baru ini saya berseminar di sebuah bank terkenal. Di seminar itu saya bercerita tentang pengalaman saya yang sering berkirim sms pada lebaran, tahun baru dan waktu2 lainnya. Ini semua untuk menjaga network saya.

Setelah seminar teman saya bilang, “Pak Tanadi, sebenarnya saya mengundang Bapak ini juga karena sms Bapak. Lama saya tidak kontak2 dengan Bapak. Saya ingin sekali membuat acara bersama bapak, tetapi saya tidak punya lagi nomor kontak Bapak, karena HP saya pernah hilang. Eh pas lebaran lalu ada sms Bapak. Saya jadi tahu kontak Bapak. Dan akhirnya saya bisa mewujudkan acara ini."


Saya sering mengajarkan teman2 untuk menjaga network. Salah satu caranya adalah berkirim sms itu. Dulu saya melakukan ini dengan email. Setiap 2-3 bulan atau setahun 4 kali kira-kira, saya membuat email cerita tentang kehidupan saya yang menarik, tentang keadaan dan pandangan saya terhadap dunia bisnis terkini, tentang hal-hal bermanfaat lainnya. Emailnya cukup panjang. Dan saya kirim ke semua teman yang ada di address book saya.

Kebiasaan beremail ini tergantikan dengan sms sekarang. Saya mengirim sms ke teman-teman di hari-hari besar; lebaran, tahun baru, natal. Juga pada hari hari biasa lainnya, yang penting ada sesuatu yang menarik orang untuk membaca. Cobalah membuat sms tentang cerita singkat anda, tentang hal yang menarik, lucu dan lainnya. Apa saja. Dan kirikan ke teman-teman sebanyak mungkin.

Apa yang akan terjadi ? Teman anda akan selalu teringat anda. Selalu ter-’inform’ tentang kehidupan anda yang terakhir. Sehingga kalau teman anda mencari bisnis baru, mencari seorang partner, mencari teman karena adanya ’opportunity’ besar, karena dia tahu sms anda, dia ingat anda, dia akan mengkontak anda. Jadinya anda sebenarnya telah meningkatkan keberuntungan anda sendiri.

Hal-hal kecil seperti ini kadang akan menopang dan menunjang kesuksesan anda. Ini semua hanya karena anda melakukan hal-hal kecil positip secara rutin dan berkelanjutan. Sesuatu yang sebenarnya mudah dan murah. Keberuntungan itu adalah kesempatan yang bertemu dengan persiapan. Network akan membantu membuka kesempatan sukses anda. Selamat berbisnis dan sukses untuk anda.

--

Melihat Penderitaan Sebagai Latihan Bersyukur

Kali ini saya ingin berbagi sebuah cara latihan yang saya harap anda coba sekali-kali. Ini berdasar pengalaman saya beberapa saat lalu ketika menjenguk seorang teman yang baru mengalami kecelakaan. Kakinya patah dan harus diterapi di ruang fisioterapi di sebuah RS.

Saya ingin ceritakan kejadian-kejadian yang mengerikan dan menyedihkan di ruang itu. Di sana saya lihat orang yang sudah tua, sekitar 70-80 tahun, kepalanya gundul, dan sedang menjerit-jerit kesakitan. Tangannya menggapai-gapai ke belakang, sambil berteriak-teriak, “Aargh….”. Saya tanyakan ke perawat, ternyata dia barusan operasi otak. Kasihan.

Di dekat pintu ada seorang anak kecil yang sepertinya terbelakang. Jalannya tertatih-tatih sambil mulutnya terbuka mengeluarkan air liur. Dia berjalan dibantu tongkat, dan seorang perawat.

Di ujung kamar terdapat seorang ibu tua yang gemuk. Dia duduk sendirian menatap langit-langit dengan kosong. Tangannya tergolek lemas di sisi, tak berdaya untuk menggerakkannya.

Ada juga saya lihat anak muda seperti teman saya yang kakinya patah karena tabrakan. Karena ngebut dia tergolek dengan penuh luka.

Banyak penderitaan menyedihkan di ruang itu. Cobalah sekali-kali anda datang ke tempat fisioterapi dirumah sakit besar. Duduk mengamati kira-kira setengah jam saja. Kalau misalkan ditanya bilang saja, menunggu teman yang akan datang di sini.

Perhatikan dan amati. Mungkin saja akan melihat seorang yang harus berusaha keras susah payah hanya sekedar untuk turun dari tempat tidur. Atau seorang pria dewasa yang harus berjalan dengan kursi roda. Padahal kelihatan gagah dan sehat tanpa luka berarti.

Lakukanlah sesuatu yang berbeda dengan biasanya. Sesuatu yang baru. Jangan sekedar melakukan rutinitas kerja senin - jumat seperti biasa. Datanglah ke tempat yatim piatu, ke kuburan, ke unit gawat darurat rumah sakit. Atau tempat pengungsian, tempat-tempat yang kotor seperti tempat pembuahan sampah, dimana terlihat orang mengais-ngais sampah untuk sumber penghidupannya.

Bila anda melihat kesedihan, kita akan rasakan betapa bahagianya kita dalam hidup ini. Betapa kita harus bersyukur terhadap apa yang telah dikaruniakan kepada kita. Anda akan merasa tidak pantas untuk tidak berbahagia, stress, mengeluh kebanyakan pekerjaan atau penghasilan yang tidak cukup.

Semoga hal-hal kecil hasil pengalaman ini mencerahi anda sehingga anda dapat lebih mensyukuri kehidupan yang sudah berlimpah ini.

--

Memaafkan Musuh, Membahagiakan Diri

Dalam kehidupan selalu saja ada teman, saudara, kerabat kita yang sekarang bermusuhan dengan kita. Padahal dulunya mereka berhubungan baik dengan kita. Karena di suatu saat, entah sebuah kejadian kecil atau sebuah pertengkaran, tiba-tiba mereka menjadi tidak berhubungan lagi. Menjauh dari kita. Menelpon tidak, berkirim sms tidak. Bahkan kalau ketemu di jalan, seolah-olah tidak kenal. Padahal dulunya kita berhubungan baik sekali.

Berikut ada tips dari saya yang bisa dipraktekkan. Sebuah usaha yang mungkin berguna bagi anda, kebahagiaan dan kesuksesan anda di masa mendatang.

Bila anda memiliki saudara, teman, kerabat yang dulunya baik, tapi karena sesuatu hal atau kejadian yang membuat kesalahan, bisa karena dia atau anda, lalu menjadi renggang hubungan. Bisa jadi hal itu karena kesalahpahaman, ketidakmengertian, kurangnya komunikasi sehingga dia tiba-tiba tidak mau bicara dengan kita.

Kalau memang kejadiannya seperti ini, cobalah diam sejenak dan bayangkanlah orang itu. Kenanglah kebaikan dia dulu. Saat-saat manis yang anda lakukan bersama. Ingatlah saat dia menolong anda dalam kesulitan. Atau hal-hal yang baik yang terjadi di antara anda. Lalu anda pikirkan bagaimana sampai terjadi putus hubungan. Saat anda tidak lagi bersahabat. Coba dipertimbangkan besarnya kesalahan, mungkin cuma kecil yang bisa dilupakan.

Telponlah dia. Telpon saja. Tidak usah susah-susah ketemu. Ketika telpon anda bilang, ”Halo saya ini bla..bla.. Lama kita tidak ketemu ya. Maaf, saya cuma telpon sebentar saja. Dulu kita pernah bersahabat baik ya.. Ingat kita dulu sering jalan-jalan bersama. Mungkin karena satu dan lain hal di tahun 1978 atau apalah, kita menjadi tidak enakkan.”

Lalu kita lanjutkan, ”Dan saat ini saya merasa tidak enak. Karena dulu kita bersahabat dengan baik, sekarang kita jadi tidak pernah bicara atau berhubungan lagi. Alangah baiknya suatu saat kita bisa bertemu, berbicara bahkan berjalan-jalan lagi. Segini saja ya. Dag.. dag..” Telpon kita tutup.

Saya percaya anda punya musuh di dalam hati anda. Anda juga punya ketidak-enakkan di dalam hati anda. Bila ini ada, cobalah cari, hubungi dia dan telpon saja. 10 atau bahkan 5 menit saja. Katakan kalau dia masih marah, tidak apa-apa. Yang penting kita sudah mengatakan apa yang ada dalam hati kita. Mungkin sekarang belum waktunya. Mungkin suatu saat nanti, kita bisa bersahabat lagi. Selesai, tutup teleponnya.

Kita lakukan itu. Tidak apa-apa. Tidak ada ruginya. Tetapi ini semua akan memperkaya khasanah kejiwaan kita untuk menjadi manusia yang lebih besar.

Ini semua adalah sebuah cara kita untuk memaafkan diri kita sendiri untuk memaafkan orang lain. Cara mendamaikan di dalam hati kita. Kalau kita bisa melakukan hal ini, siapapun yang salah dulu entah kita, saudara, teman, kerabat, apa yang akan terjadi ?

Kita menjadi manusia yang lebih besar, jiwa yang lebih besar dengan ketenangan yang lebih besar lagi. Lebih besar lagi bahagianya. Mengasah diri lebih peka mengenal orang lain. Dengan kebesaran dan ketenangan jiwa ini maka kita akan bisa berbisnis dengan lebih baik lagi.

--

God, grants me SERENITY to accept the things I cannot change, COURAGE to change the things I can, and WISDOM to know the difference "
St. Franciscus

--

Berbisnis Lebih Cerdas Dengan Tantangan

Kemarin saya melihat foto seorang teman yang lagi ‘pre-wedding’ atau mau menikah. Dia pose di pantai dengan membawa layang-layang. Aksi sekali. Tiba-tiba saya tertarik dengan pemikiran tentang layang-layang.

Dulu waktu masih kecil, mungkin 30 tahun yang lalu, saya suka main layang-layang. Entah itu main adu layang-layang. Atau main layang-layang yang indah berbentuk ikan, kupu-kupu dan lainnya. Lalu kita naikkan kupu-kupu kecil yang berisi kertas-kertas kecil. Tiba di atas pecah dan tersebar. Menyenangkan sekali.

Satu hal menarik tentang layang-layang adalah layang-layang dapat terbang karena menantang angin. Ini yang menarik. Jadi layang-layang terbang karena dia melawan angin. Bukan karena dia mengikuti angin. Kalau dia putus, baru dia mengikuti angin dan perlahan turun entah di mana.

Saya berpikir sukses itu bukan terjadi karena semua persoalan di dalam hidup kita mengikuti semua keinginan kita. Bukan sama sekali bukan. Tapi karena ada hambatan, halangan dan tantangan membuat kita nantinya menjadi lebih kuat. Lebih mampu dalam berbisnis.

Setelah menjalani bisnis kita jadi tahu bahwa kita harus irit dalam mempertahankan keuangan kita. Kita harus berani mengambil ’calculated risk’ atau resiko yang telah diperhitungkan. Kita juga perlu ketajaman analisa. Kita perlu hati-hati terhadap pesaing.

Kita semua perlu tantangan untuk membuat kita menjadi lebih baik sehingga kita bisa berbisnis dengan lebih cerdas. Saya jadi berpikir kalau orang tidak menghadapi kesulitan atau tantangan seperti layang-layang waktu tidak ada angin. Ditarik ulur, ditarik ulur, tetap tidak naik-naik. Namun kalau ada angin dan kita mampu menahannya dengan benang yang kuat ditambah kemauan yang kuat, maka bisnis kita juga naik seperti layang-layang.

Pesaing kita membuat kita menjadikan lebih tegar. Kompetitor membuat kita lebih tajam dalam bisnis. Kita membutuhkan tantangan. Dan kita membutuhkan kegagalan. Kegagalan membuat kita lebih tajam bersaing, lebih mampu dalam berbisnis. Juga lebih hati-hati dalam bertindak, lebih seksama melihat persaingan serta lebih cerdas menyikapi SDM (sumber saya kita) kita. Semuanya menjadikan lebih baik dalam berstrategi bisnis.

Kita butuh tantangan dan kita butuh kemauan untuk melawan tantangan itu, supaya kita dapat menang berbisnis dengan lebih baik lagi.

--

Pensiun adalah sebuah tantangan perubahan

Di pesawat Garuda dalam perjalanan ke Jakarta dari Surabaya, di sebelah saya duduk seorang laki-laki yang menarik perhatian saya. ”Bapak umurnya berapa ?” tanya saya. ”Saya sudah berumur 62 tahun,” jawabnya. Di usia itu saya lihat beliaunya masih segar, sehat dan tangkas. Karena itu saya tanya, ”Pekerjaan Bapak apa ?” ”Pensiunan Pak,” katanya. Wah pensiunan adalah pekerjaan, batin saya. Saya tanya lagi, ”Bapak pensiun umur berapa ?”. Dia menjawab "Sudah 7 tahun lalu pak, umur 55"

Umur 60 tahun jaman sekarang - di mana usia harapan hidup yang semakin tinggi; 70, 80, 90 tahun - orang sudah harus pensiun. Padahal umur 60 tahunan kebanyakan orang masih segar dan produktif.

Kembali ke orang di sebelah saya, saya tanya, ”Apa yang dilakukan Bapak sekarang ?” ”Nggak punya pekerjaan pak, nganggur,” jawabnya singkat. ”Paling keliling menjenguk cucu. Sebulan di rumah anak tertua di Jakarta, sebulan lagi di rumah anak perempuan di Surabaya, lalu ke Bandung di anak bungsu. Keliling-keliling saja.”

”Kebanyakan teman-teman Bapak jadi apa setelah pensiun ? Kan masih segar,” tanya saya lagi. Bapak itu menjawab, ”Ada yang masih ngajar di universitas, ada yang bisnis sendiri dan kebanyakan ya nganggur.”

Hal ini menjadi pemikiran saya bahwa kalau usia kita memasuki pensiun. Apa yang harus kita lakukan. Mungkin ada yang dapat panggilan hati atau panggilan kesempatan jadi pengusaha atau entrepeneur. Bagusnya, karena jadi pengusaha tidak pernah pensiun. Sampai tua kerja terus. Saya tidak pernah bisa membayangkan bagaimana rasanya pensiun itu. Kalau bisa saya ingin bisa kerja terus, bukan karena harus melakukan, tetapi karena cinta, karena suka dengan apa yang kita lakukan. Bahkan teman saya 67 tahun, masih saja mencari bisnis-bisnis baru.

Tapi buat teman-teman yang bekerja di perusahaan dan sudah masuk pensiun, pensiun tetaplah harus dihadapi. Bila memang harus masuk pensiun, haruslah kita persiapkan. Caranya ? Cobalah cari hal-hal yang membuat anda senang melakukannya. Mungkin belajar tusuk jarum, belajar pengobatan tradisional, belajar astrologi dan hongsui, belajar menyanyi atau bermain musih, atau apa saja, saya tidak tahu. Sesuatu yang membuat anda merasakan ’gairah’ (passion!!!) ketika melakukan pekerjaan itu.

Yang penting menurut saya adalah kecocokan perkerjaan itu dengan kesenangan hati kita. Mencari kemampuan baru yang bisa dijual seperti mengajar, berkebun, atau memasak. Dulu karena sibuk kerja di perusahaan besar, tidak sempat melakukan hal ini. Sekarang bisa buka restoran. Kecil saja tak perlu besar-besar. Tapi ini hal yang harus benar2 anda sukai dan mengasikkan untuk dilakukan. Dan cari terus kesempatan untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Ini akan menjadi bekal anda waktu memasuki pensiun.

Banyak alternatip lain untuk menghabiskan waktu anda dimasa pensiun, tapi sebaiknya itu telah disiapkan sebelumnya dengan mencoba belajar atau bernetwork dengan orang tertentu atau dengan berpartnership atau apapun itu. Hokki atau rejeki atau keberuntungan adalah sebuah kesempatan yang bertemu dengan sebuah persiapan. Persiapkan diri anda lebih dulu.

--

Sukses Karena Mau Menerima Tantangan

Saya berpikir tentang apa saja yang membuat kita menjadi maju dalam kehidupan ini. Salah satu kunci adalah mau melalukan sesuatu yang sebelumnya anda tidak bisa. Yang membuat kita menjadi orang yang asalnya hanya bisa ABCD saja menjadi orang yang bisa ABCDEFG. Kemajuan itu ditimbulkan karena kita menerima tantangan pada diri kita dan kita menyelesaikan tantangan itu dengan baik.

Dahulu saya sering mangajar tapi jarang berseminar publik. Maka suatu hari saya diajak oleh teman-teman dari PAS FM, ”Pak San, ayo kita bikin seminar publik keliling 4 kota.” Maka ini adalah sebuah tantangan, karena sebelum ini saya tidak pernah seminar publik dengan menjual tiket, apalagi keliling 4 kota dengan membawakan sebuah seminar.

Maka terpaksa selama 1,5 bulan saya mempersiapkan betul-betul materinya. Saya coba, saya latih, dan latih lagi, sehingga akhirnya saya berani dan bisa melakukan seminar 4 kota. Setelah itu apa ? Saya sudah bisa membewakan sebuah seminar.

Saya pernah ditantang, ”Pak San, bagaimana kalau memberikan seminar tentang ’Blue Ocean Strategy’ ? Blue Ocean Strategy adalah judul sebuah buku yang menarik yang lagi ramai diperbincangkan. Saya memang pernah membacanya. Tapi memberikan seminar dan membaca saja itu lain. Kalau memberikan seminar, anda harus betul-betul memahami inside-out, bisa ngomong, bisa cerita dan tahu dari berbagai sudut pandang, bahkan bisa memberikan contoh2 lokal yang berhasil.

Orang bilang kalau anda bisa cerita, punya pengetahuan 100% maka anda cuma bisa sharing 30% sampai 40% saja. Anda tidak bisa men-sharingkan semua. Pengetahuan anda harus lebih besar daripada yang anda bicarakan. Saya bilang OK. Saya setuju. Selama 1 bulan saya cari materi berkaitan dengan ’Blue Ocean Strategy’. Saya download materinya dari internet, saya baca ulang materi kuliah saya dulu, saya beli pdf nya di amazon, saya download ppt orang lain tentang hal itu, dan seterusnya. Saya pelajari lebih dalam sehingga akhirnya siap memberikan seminar ’Blue Ocean Strategy’.

Suatu waktu saya pernah diminta untuk memfasilitasi pembuatan ‘Misi Visi dan Value’ sebuah perusahaan. Saya tahu ‘Misi Visi dan Value’, karena waktu kuliah MBA dulu diajarkan juga. Namun saya tidak pernah mengerjakan hal ini. Dan saya tanya kapan waktunya? ”Pak, masih 3 minggu lagi”. OK saya terima. Tiga minggu berikutnya, saya siap menjadi fasilitator dalam pembuatan ‘Misi Visi dan Value’ perusahaan.

Kita selalu diberikan tantangan untuk maju. Sesuatu hal untuk melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Kalau ini anda alami, cobalah, terimalah tantangan itu dan lakukan. Paling tidak sebulan sekali, dua bulan sekali atau setahun sekali anda diharapkan bisa menghadapi ’major request’ untuk sesuatu yang baru, yang belum pernah anda lakukan. Dan harus dapat anda lakukan dengan baik! Karena dengan itu maka anda memperluas ’comfort zone’ anda. Sehingga anda menjadi lebih maju dalam skill dan knowledge anda. Menjadi orang yang lebih hebat, menjadi orang yang lebih berhasil.

Terimakasih dan salam sukses untuk anda.

--
Human+: Tatanan Baru Kehidupan Kita

Edward de Bono adalah seorang pemikir yang sangat hebat. Beliau telah melahirkan banyak sekali konsep-konsep berpikir. Salah satunya adalah ‘Lateral Thinking’ dan ‘6 Thinking Hat’. Nah beliau membuat sebuah buku baru - cukup tipis sekitar 90 halamanan - yang sempat menyita banyak perhatian. Judulnya: ‘H+: How to Live Your Life Positively True’, bagaimana hidup secara lebih positif untuk kehidupan anda dan saya.

Dia bilang apakah ini sebuah ’new religion’ ? Ini yang menarik untuk dikaji. Ternyata dia menawarkan sebuah konsep baru sebagai sesuatu pandangan hidup yang bukan menggantikan agama lain. Tetapi dapat ’co-exist’ atau sama-sama ada dengan agama apapun.

Ada 5 nilai positif yang dia tawarkan, yang semuanya dimulai dari huruf H.

H yang ke-1 adalah Happiness (kebahagiaan).
Bahwa seseorang itu harus mencoba untuk melihat kehidupan dari sisi yang baik - selalu dari sisi positif - untuk menjadi bahagia dan mau menikmati apapun yang diberikan kepadanya. Jadi dengan begitu kita bisa bersyukur dan berbahagia dengan apa yang kita dapatkan dan miliki.

H yang ke-2 adalah Humour (humor)
Katanya manusia ini harus bisa melihat semuanya dari sisi jenaka. Dengan humor ini menghilangkan stress, keseriusan, ketegangan dan keberatan dalam hidup sehingga kita bisa berpikir lebih nikmat dan mudah. Dan melewati semua persoalan hidup dengan lebih ringan dan menyenangkan.

H yang ke-3 adalah Help (bantuan)
Dalam kehidupan kita butuh bantuan dari orang lain. Sebaliknya kita juga harus membantu atau menolong orang lain. Kalau di dalam hati kita mau menolong orang secara sadar dan ikhlas - tanpa mengharapkan balasan dari orang itu - maka kita akan ’grow’. Kita akan bisa menjadi kaya dan lebih baik dalam kehidupan kita.

H yang ke-4 adalah Hope (harapan)
Harapan ini menjadi penting karena orang yang hidup tanpa harapan tidak akan bisa tumbuh dan berkembang. Harapanlah satu-satunya yang memberikan kita kekuatan untuk melangkah dalam setiap kesulitan hidup kita.

H yang ke-5 adalah Health (kesehatan)
Kalau kita tidak sehat maka kita akan melakukan ’dosa’ terhadap tubuh kita. Kita harus berusaha maksimal untuk menjadi tetap sehat, karena kebahagiaan baru akan menjadi lebih sempurna kalau kita bisa hidup dengan sehat.

Jadi ada 5 H untuk menjadi H+ atau Human+, manusia yang mempunyai nilai lebih. Untuk mendapatkan human+ tersebut, kata Edward de Bono ada 5 hal yang harus dimiliki: happiness, humour, help, hope dan health. Yakni kebahagiaan, rasa untuk berhumor, ceria, tidak mudah merasa stress atau apapun, mau menolong orang lain, punya harapan dan kesehatan. Kalau hal ini semua ada dalam diri kita maka kita akan bisa lebih baik dalam kehidupan ini.

--



Jadikan Diri Sebagai Cermin

Kali ini saya ingin anda mengamati cermin (mirror). Bayangkan saat anda berkaca di depan cermin dan ternyata cerminnya tidak berfungsi dengan benar. Maksudnya, kalau di wajah anda ada kotoron, tapi di cermin tidak memantulkan kotoran itu. Sehingga anda merasa wajah anda bersih, tidak ada kotoran.

Apa yang anda rasakan bila menemukan cermin seperti ini ? Cermin yang tidak memantulkan gambar yang sebenarnya ? Pasti anda kurang nyaman karena anda tidak mengetahui apa yang sebenarnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kadang kita punya anggota tim, teman, saudara, kerabat yang mungkin bertanya seperti ini, ”Bagaimana sih menurutmu cara berpakaianku ?” Meski seharinya dia berpakaian tidak senonoh, tidak rapi, jorok dan lainnya, tapi karena sungkan kita akan menjawab, ”Oh sudah bagus kok cara berpakaianmu.”

Nah, ketika anda menjawab seperti itu, berarti anda sudah tidak menjadi cermin yang benar. Karena anda tidak mengatakan keadaan yang sebenarnya. Keadaan yang sejujurnya tentang cara berpakaiannya.

Hal ini juga pernah mencuat ketika suatu hari saya bertemu dengan teman-teman pesulap. Kebetulan saya menjadi anggota dari organisasi IBM International Brotherhood of Magic, Ring 321. Lalu ada teman yang main sulap. Seusai melakukan sulap dia bertanya tentang permainannya. Yang ditanyai menjawab, ”Wow permainanmu sudah bagus sekali” Padahal permainannya masih kurang baik. Tapi karena sungkan pada orang itu, kita mengatakan bukan hal yang sebenarnya.

Lalu apa yang terjadi dengan orang itu ? Nantinya orang itu merasa dirinya sudah bagus sekali permaianannya. Padahal masih banyak kelemahan dalam permainannya. Sehingga permainannya tidak berkembang dan semakin baik, karena dia tidak memperbaiki dan mengembangkan kemampuannya.

Dalam kehidupan bisnis sehari-hari, sebagai seorang atasan, sebagai seorang pemimpin dalam memimpin bisnis, kita sebaiknya mengatakan hal yang sebenarnya kepada anak buah kita. Kita tidak perlu memperburuk, kalau dia memang sudah bagus. Tapi kalau dia kita punya kekurangan, kita harus katakan kekurangan tersebut.

Terhadap kakak, adik, teman, kerabat, anggota tim yang mungkin melakukan kesalahan, kata-katanya kasar, suka semaunya sendiri, harusnya kita katakan hal yang sejujurnya. Kita haruslah menjadi cermin yang baik baginya. Kita harus memberi feedback yang benar.

Karena kalau kita menjadi cermin yang baik, dia akan tahu hal yang sebenarnya. Dengan begitu dia bisa memperbaiki dirinya. Mengembangkan dirinya menjadi lebih baik. Sehingga dia bisa maju dalam kehidupannya, dalam bisnisnya, dalam cara bergaulnya dan dalam segala hal.

--

Your Best Quality

Cobalah anda tanyakan pada orang lain, “Saya ini hebatnya apa ?” Atau “Saya ini bagusnya apa ?” Dan coba anda pikirkan ulang, “Saya ini suka kerja apa ?”. Serta juga renungkan, “Hal apa yang saya menjadi lebih baik dibandingkan dengan orang lain ?” Jawaban-jawaban dari semua pertanyaan ini disebut sebagai ’Your Best Quality’ atau kualitas anda yang terbaik.

Ini adalah aset anda semua. Entah kelebihan anda menganalisa keuangan, kemampuan anda berbicara, keahlian anda bernegosiasi, cara anda menghitung keuangan atau kemampuan anda menata rambut seseorang. Ini semua adalah aset, sebuah kualitas yang terbaik dari diri kita.

Setiap orang memiliki ‘Best Quality’ berbeda-beda. Maka ada 2 hal yang ingin saya sarankan. Pertama, anda yang sudah hebat di situ, perhebatlah! Buatlah supaya anda lebih hebat lagi di bidang itu.

Kalau anda pandai bicara, latih lagi sehingga anda menjadi jagoan bicara. Menjadi pembicara terkenal, orang yang terbaik dalam berbicara. Kalau anda hebat dalam akuntasi perpajakan, perbaiki lagi akuntasi perpajakan anda sehingga anda sangat hebat di bidang itu.

Saya sering dalam seminar maupun dalam kuliah, mengajarkan lebih baik kita mendapat nilai 9,10,9,6,6,6 daripada kita dapat nilai 8 semua. Karena anda mempunyai nilai 9 dan 10 di mana anda terakui sebagai betul-betul terhebat di bidang itu dibanding yang lain. Dan yang sudah hebat itu perbaikilah lagi. Selalu perbaiki, selalu diperbaiki supaya kita tetap terjaga terhebat di bidang itu.

Contoh lain Tiger Wood kalau golf luar biasa hebatnya. Dia memang atlit golf nomor satu di dunia ini. Tapi kalau saya ajak main badminton, mungkin sayalah yang menang. Artinya seseorang yang hebat bukanlah hebat di semua hal. Dia hanyalah hebat di 1-2 hal saja.

Kedua, ’leverage’ kehebatan kita. Manfaatkan kehebatan atau kelebihan anda dalam pekerjaan atau bisnis anda atau dapat anda gunakan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan anda.

Jadi anda lihat dengan kemampuan saya seperti ini, apa sih yang dapat saya lakukan dan saya manfaatkan. Dari situ anda mulai me’leverage’ aset anda atau kelebihan anda yang pada akhirnya akan menjadi menguntungkan pekerjaan atau bisnis anda.

--

Jangan Gampang Menilai Sesuatu

Saya ingin mengingatkan anda untuk tidak gampang menilai sesuatu. Jangan terjebak untuk menggeneralisasi sesuatu dari bagian yang kecil dari sesuatu secara pintas dan tanpa melakukan pengamatan secara seksama dan mendalam.

Saya sering dengar perkataan seperti ini, ”Orang yang suka olah raga di gymnasium itu adalah orang yang bodoh.” Tidak selalu. Ada yang memang bodoh, tapi juga ada yang pandai. ”Kalau ada wanita yang cantik parasnya, pasti otaknya tidak encer”. Tidak. Banyak juga wanita cantik, tapi encer sekali otaknya.

Jadi banyak hal yang anda nilai dari generalisasi yang keliru dalam kehidupan ini. Ketika anda lihat, ”Wah orang ini hidungnya ditindik - diberi anting berlian hidungnya-, pasti dia menganut aliran bebas dalam kehidupannya.” Belum tentu. Bisa saja dia melakukan itu karena kesehatan.

Lebih berbahaya lagi kalau kita melakukan generalisasi yang keliru dalam kehidupan bisnis. ”Pokoknya kalau orang naik Mercy boleh diberi hutang yang banyak.” Kalau anda melakukan ini, cepat bangkrut anda. Yang pakai Mercy tidak mesti boleh diberi hutang. ”Orang yang pakai cincin berlian besar-besar dapat dipercaya Pak! Kan dia kaya.” Tidak. Banyak penipu yang memakai cincin berlian besar-besar.

Banyak hal dalam kehidupan ini karena sesuatu dan lain hal, menjadi terbiasa kita untuk melakukan penilaian cepat dengan menggeneralisasi sesuatu. Mengganggap sesuatu yang dinilai itu sebagai sesuatu yang pasti dan benar. Misal kita pernah ditipu oleh orang dari suku daerah tertentu. Maka kita akan gampang menuduh orang lain dari suku daerah yang sama sebagai penipu.

Contoh lain, kita datang di suatu restoran. Kita pesan misal tahu campur. Ternyata tidak enak. Langsung saja kita menilai restoran ini jelek, semua makananya tidak enak. Tidak, belum tentu. Bisa saja yang tidak enak memang tahu campurnya, tapi semuanya yang lain enak semua.

Karena itu kita harus belajar lebih awas dalam melihat sesuatu dalam bisnis dan kehidupan kita. Melihatnya lebih dalam dan seksama. Melakukan cek dan re-cek. Bertanya sana-sini. Mencari informasi dari berbagai sumber. Jangan melihat dan merasakan sesuatu yang sedikit itu, terus kita gampang menilai dengan menggeneralisasikan semuanya (yang besar) dengan sesuatu yang kecil itu. Tidak semua hal dapat digeneralisasikan. Bahkan kebanyakan jadi berbahaya kalau kita sama ratakan dan pukul rata (pokrol bambu), semua disamakan seperti itu.

Jadi berhati-hatilah dalam mengasumsikan sesuatu. Kita seharusnya lebih cerdik dan cerdas dalam mengamati sekeliling kita.

-

Membuat Oli untuk Mesin Hidup Kita

Saya punya mobil yang jarang saya pakai. Suatu ketika mesinnya rusak. Saya heran, “Lho kok bisa ? Jarang saya pakai kok tetap rusak.” Ternyata tidak dipakai pun mobil bisa juga rusak. Saya juga punya alat-alat lain yang juga jarang saya pakai. Ternyata lama-lama menjadi berkarat dan rusak. Ada juga barang yang sering saya pakai tapi tetap rusak juga. Ternyata karena cara pakainya salah.

Nah, biasanya bagaimana cara memperbaikinya ? Kalau mobil selalu dicek oli dan cairan-cairan pelumas lain. Kalau kurang ditambah, kalau lama diganti, kalau bocor ditambal. Nah dalam kehidupan kita, sikap mental kita, cara kita melihat hidup, sikap kita yang positif adalah sama dengan mesin. Kadang-kadang kita perlu melakukan maintenance, memperbaiki sikap kita. Apa sih yang perlu untuk diperbaiki ?

Apa yang kita baca, apa yang kita dengar. Sahabat-sahabat kita. Cara berpikir kita. Kalau semua sikapnya positif, maka ’oli’ positif ini menjadikan kita lebih lancar dalam bekerja dan berhidup. Sikap kita dalam berbisnis, cara kita melihat kehidupan, apakah semua juga selalu positif ? Apakah kita sering melakukan kebaikan ? Ini semua juga mempengaruhi kualitas ’oli’ kita.

Saya senang dengan kata-kata, ‘Random act of kindness’. Sikap baik dengan seseorang yang sedikit berlebihan dan random, jarang. Hari ini kelihatan pembantu kita kerjanya baik sekali, maka kita kasih uang Rp 10.000,00. Kadang-kadang ketika ada yang ngamen kita kasih uang lebih banyak dari biasanya. Atau kita melihat ada karyawan yang bekerjanya keras maka kita bantu dia dengan pekerjaannya entah tepukan di punggung, atau tambahan bonus dan lainnya.

Sebuah sikap positif, cara kita berbicara yang positif kepada orang lain, ini yang akan menjadi ’oli’ pelumas kita dalam sikap kehidupan kita dan menjadikan kita menjadi orang yang lebih positif. Suka berkata hal yang negatif atau sinis ini dapat merusak ’mesin’ kita, tapi dapat kita obati. Asal kita mau mencari obatnya, mau mencari olinya.

Caranya sekali-kali melakukan hal-hal yang tidak biasanya dalam kehidupan kita. Seperti melihat anak kecil yang lucu sambil berlari-lari. Atau naik mobil ke pedesaan melihat pemandangan sawah yang indah dan melihat orang memandikan kerbaunya. Ini semua akan membawa sikap mental yang positif. Capek tapi segar.

Mendengarkan lagu-lagu yang anda sukai itu juga membuat sikap kita menjadi positif. Dan membuat kita berbahagia. Berbicara dengan teman yang baik. Membaca buku-buku yang memberikan acuan kepada sikap postif. Ini adalah beberapa hal yang menjadikan kehidupan kita seperti oli pelumas, yang membuat roda-roda kehidupan kita, roda-roda pekerjaan kita yang awalnya berat menjadi terasa ringan.

Kalau ini semua berjalan, kita tidak akan selalu ’mencucu’, bermulut panjang, marah-marah. Atau mudah putus asa, iri dan dengki. Karena semua ’oli positif’ telah melumaskan pemikiran kita dan sikap kita menjadi lebih positif lagi dalam kehidupan sehari-hari.

-
Saya Tahu dan Saya Jalankan

Saya sering bicara dengan teman-teman, ”Eh kamu harus melakukan ini lho...”. Tentu saja dengan maksud baik. ”Oh itu Pak, saya tahu, saya tahu”. Ketika saya berseminar tentang sebuah hal ada yang nyeletuk, ”Saya tahu, saya tahu Pak”. Demikian juga ketika saya bercerita tentang bagaimana sih menjadi entrepreneur yang baik, dia bilang, ”Yah saya tahu, saya tahu Pak”. Pertanyaan saya, dia tahu dan menjalankannya lalu sukses ataukah dia tahu namun terus berhenti.

Sekarang mudah menemukan informasi tentang sesuatu, “Saya tahu, saya tahu itu, saya tahu ini”. Karena sekarang sudah ada internet dan google. Informasi apapun dari informasi yang sederhana tentang bagaimana memasak, tentang nuklir sampai tentang pengetahuan-pengetahuan yang sangat eksotik dan aneh pun semua ada di sana.

Perkataan ‘saya tahu itu’ sudah bukan hal yang aneh lagi. Anak saya umur 14 tahun disuruh riset apapun, akan buka internet dan masuk google… dan hasilnya keluar. ‘Saya tahu itu’ bukan sesuatu yang aneh lagi. Pertanyaan yang penting adalah, apakah saya sudah melakukan itu dengan baik.

Ada banyak orang dengan sombong yang mendengar sesuatu, dia menganalisa sesuatu, dia selalu bilang, “Ah saya tahu itu 2 minggu lalu karena sudah dibilangin orang”. Bahkan ada orang yang bilang, “Dua tahun lalu saya sudah mencoba itu”. Sungguhan atau tidak, mungkin tidak. Tapi dia memang mengetahui itu. Apakah dia melakukannya ? Apakah dia mengambil kesempatan tersebut ? Apakah dia sudah mempraktekkan apa yang dia ketahui ? Ini yang jarang ada.

Ini yang membedakan orang yang bicara saja tapi tidak pernah melakukan dengan orang yang diam tapi selalu sukses. Mencoba sesuatu lalu tiba-tiba dia menjadi orang yang lebih baik lagi, lebih hebat lagi. Tanpa terlalu banyak cakap. Kalau dibilangin orang, dia tersenyum saja. Dia berpikir, “Iya saya memang tahu. Tapi saya sudah melakukannya belum ? Wah belum, kalau begitu saya coba lakukannya.”

Nah, mari kita ubah sikap mental kita dari sikap, “Saya tahu itu, saya tahu tentang itu” tapi tidak melakukan apa-apa menjadi sikap mental berpikir, “Apakah saya sudah melakukan itu dan seberapa hebat saya melakukannya. Apakah hal itu penting buat saya. Kalau penting bagaimana saya bisa menggunakan waktu saya dengan cara lebih baik. Sehingga saya akan bisa menjadi lebih sukses lagi.”

The gap between knowing but nothing and knowing and doing is gap between fail and success. Jarak antara mengetahui tapi tidak melakukan apa-apa dengan mengetahui dan melakukannya dengan baik adalah seperti jarak antara gagal dan sukses.

--

5 Fase Akan Perubahan Drastis

Saya suka dan sering menonton film ataupun serial televisi. Ada yang menarik dari salah satu favorit serial saya yakni ‘Doctor House’. ‘Doctor House’ ini adalah seorang dokter yang ahli dan khusus menangani penyakit yang aneh-aneh. Dia sering melakukan eksperimen-eksperimen untuk menanganinya.

Dalam salah satu episodenya dia cerita tentang orang yang mendapatkan penyakit yang fatal, yang pasti dia akan mati, ’terminal sickness’. Setiap orang yang mengetahui dirinya mendapat penyakit yang pasti membawa kematian baik itu divonis 6 bulan, 1 tahun atau 4 tahun, akan mengalami 5 fase dalam hidupnya.


Doctor House bilang, ada 5 fase penerimaan dari orang yang tahu dia akan segera meninggal. Fase 1 ketika dia mendengar bahwa dia mendapat penyakit yang tidak dapat disembuhkan adalah fase ‘denial’ (penolakan). “Saya tidak mungkin mengalami hal ini. Ini pasti pemeriksaannya yang salah”. Jadi dia ’deny’ menolak berita ini. Dia menganggap hal ini tidak mungkin.

Fase yang ke-2 setelah melewati fase ’denial’, dia akan melalui fase ’anger’, marah. Marah. Jengkel. Marah-marah terus. ”Gimana sih ? Nggak mungkin. Mengapa kok begini ? Jangan-jangan salah obatnya. Jangan-jangan...” Marah terus dia.

Setelah melewati fase marah, dia akan melalui fase yang ke-3, ’bargaining’. Dia akan mulai melakukan ’bargaining’, menawar dengan dokter. ”Gimana dok, kalau saya pakai obat ini ? Apakah bisa memperpanjang hidup saya ? Kalau pakai seperti ini bisa tambah 7 tahun lagi ?”

Masa bargaining lewat, tetapi tetap tidak ada salurannya dia akan mengalami masa ’depression’. Terjadi depresi berat. ”Wah saya akan mati. Hidup ini susah. Ah, aku mau bunuh diri saja. Atau tak usah makan saja. Biarkan mati lebih cepat. Tok akan sama-sama mati.”

Dan yang terakhir dia akan mengalami fase ’acceptance’ atau menerima apa adanya. Jadi setelah sekian waktu, dia melewati masa ‘denial’ (penolakan), ‘anger’ (marah), ‘bargaining’ (menawar), ‘depression’ (depresi) maka terakhir yang kelima disebut dengan fase ‘acceptance’, penerimaan. Dia akan menerima. “Saya mungkin tidak bisa hidup lebih lama, mungkin sisa 2 - 3 tahun lagi. Alangkah indahnya kalau saya masih bisa menikmati waktu-waktu terakhir ini dengan cara yang baik. Dan saya menerima keadaan ini semua seperti apa adanya.”

Sebenarnya ini bukan hanya berlaku untuk orang yang akan meninggal saja, tapi untuk apapun dalam kehidupan kita yang perubahannya drastis. Baik orang yang bisnisnya tiba2 bangkrut, orang yang kehilangan orang yang dicintainya, ataupun perubahan lain dalam kehidupan kita yang drastis.

Yang penting adalah bagaimana kita bisa lebih cepat masuk pada fase 5 dan mulai lagi melakukan sesuatu yang berguna untuk membuat sisa hidup kita menjadi lebih berarti.

--

Mengapa keyboard anda disusun secara "QWERTY"?

Sebuah cerita klasik tentang keyboard komputer. Anak saya pernah tanya, ”Pap, keyboardnya komputer ini kok ngatur ’abc’-nya seperti ini ? Kok bisa susunannya ’qwerty’. Bukankah ’a’ seharusnya di sebelah sini bukan di sebelah sana. Mengapa ?”

Buat anak umur 14 tahun ini adalah pertanyaan yang cukup menarik. Dia tanya kenapa keyboard ditata seperti itu. Apa tidak seharusnya huruf ’a’ ditekan dengan jari telunjuk -jari yang paling kuat - supaya gampang ngetiknya. Tidak diletakkan di ujung kiri yang ditekan oleh jari yang jarang dipakai, kelingking. Kenapa hal demikian terjadi ?

Dulu pada saat komputer belum ada, orang mengetik menggunakan mesin tik. Mesin mekanikal yang butuh dorongan tenaga dari jari-jari kita. Kalau ditekan 2 huruf sama cepatnya sering nyantol. Kalau huruf-huruf ditata sedemikian gampang ditekan dengan jari telunjuk, apa yang akan terjadi ? Orang akan mengetik terlalu cepat menjadikan mesin tiknya cepat rusak. Sehingga untuk memperlambat supaya lebih lambat, sengaja dibuat sulit. Sengaja dibuat tidak enak supaya mengetiknya perlahan-lahan.

Dan menariknya setelah ditemukan komputer, keyboardnya tetap mengikuti pola mesin ketik. Meski nantinya ditemukan cara penyusunan huruf yang baru, sehingga bisa lebih enak lagi, bisa lebih cepat lagi, tapi tetap saja orang-orang akan memakai susunan ’qwerty’ ini. Karena apa ? Karena sudah menjadi kebiasaan orang. Karena semua orang sudah memakai sebelumnya. Semua orang sudah belajar tentang cara yang ini.

Maka sebuah hal yang baik belum tentu mesti dipakai oleh semua orang. Kalau anda masih ingat jaman video dulu, saat Betamax vs VHS. Betamax secara teknologi lebih kecil, lebih bagus, lebih canggih, tapi VHS lebih mendunia. Kenapa ? Karena VHS keluar lebih dulu dan lebih diterima orang-orang.

Softwafe pun juga sama. Kenapa semua orang pakai Microsoft Office ? Karena orang lain pakai ini semua. Ini menjadi sebuah kebiasaan. Maka kita harus sadar bahwa yang paling laku, paling sukses belum mesti sesuatu yang paling mempunyai hak atas kesuksesan itu.

Jadi "qwerty" keyboard bukan solusi terbaik, tidak mempunyai hak untuk mendapatkan "kesuksesan" seperti sekarang. Namun karena alasan lebih dulu terpakai orang, terbiasa sehingga orang malas mengubahnya. Dan ternyata semua orang memakai ini semua.

Dalam kehidupan kita, banyak hal yang tidak adil. Banyak hal yang tidak bijaksana. Banyak hal terjadi karena suatu hal menjadi berbeda dengan apa yang kita pikirkan. Orang yang rajin menjadi sukses ok. Tapi ada orang yang rajin tidak sukses-sukses. Sebaliknya ada yang malas menjadi sukses.

Anda harus tahu bahwa hidup ini memang tidak adil. Kita sendiri yang harus membentuk diri kita untuk meng-’adil’-kan diri kita sendiri sehingga kita mampu mensukseskan diri kita sendiri. Bahkan kadang-kadang menjadi pemenangnya. Yakni menciptakan sesuatu yang sebenarnya tidak layak sukses tiba-tiba menjadi sukses.

Ada faktor ’randomness’, ketidakpastian, sesuatu yang kebetulan terjadi dalam kehidupan kita. Karena hal ini terjadi karena adanya sesuatu hal yang lain, ’unpredictable reason’. Suatu alasan yang tidak dapat anda tebak dan kebetulan itu yang terjadi pada diri anda.

--

superstition

Saya selalu melihat superstitious- hal-hal yang gaib atau hal-hal yang aneh - dengan kacamata yang menarik. Ada sebuah cerita - dan ini diyakini oleh banyak orang - bahwa sepasang suami istri yang tidak bisa punya anak kalau dia mengadopsi dulu seorang anak angkat, maka kemungkinan besar dia nantinya bisa punya anak sendiri. Hal ini dilakukan banyak orang, baik di Indonesia ataupun di luar negeri. Dan katanya sudah banyak yang berhasil.

Nah, ada seorang professor yang melakukan penelitian terhadap hal ini. Dia melakukan survey dan mengecek dengan data akan kebenaran superstitious ini. Ternyata dia mendapatkan sebuah hasil yang menarik. Ternyata hal ini tidak benar. Penelitiannya menemukan secara statistik orang yang punya anak baik karena mengadopsi anak dulu atau tidak adalah sama banyaknya.

Cuma kita merasakan hal ini benar. superstition lainnya adalah angka 13. Orang tidak suka dengan gedung lantai 13 atau rumah nomor 13. Karena 13 dianggap sial. Padahal orang Cina tidak sukanya dengan angka 4. Karena pengucapannya seperti pelafalan kata 'mati'. Jadi 4 bisa berarti mati.


Jadi di Cina anda lihat penghuni gedung di lantai 13 tenang-tenang saja tinggal. Tapi mereka akan terganggu - tidak nyaman - kalau berada di lantai 4 atau rumah bernomor 4. Padahal di negara lain 4 itu tidak apa-apa. Di Cina gedung tidak ada lantai 4. Lantai 1,2,3 terus ke 5,6 7 dan seterusnya.

Kalau anda lihat hal lain lebih jauh; ada orang yang tidak makan kura-kura. OK, dapat dimengerti karena kura-kura hampir punah. Tapi ada yang tidak makan babi, karena suatu kepercayaan. Kepercayaan lain ada yang tidak boleh makan sapi. Jadi di sini sapi tidak baik. Ada kepercayaan yang tidak memakan anjing ataupun umumnya orang tidak memakan anjing. Kalau di Eropa orang tidak mau makan burung dara. Tapi di Indonesia burung dara itu makanan lezat. Ataupun ular. Ada orang yang makan ular dengan senang tapi ada juga yang tidak.

Saya menanggapi pandangan yang berbeda tersebut sebagai sebuah 'belief system'. Dimana anda dalam kehidupan ini mempercayai apapun yang anda pandang benar. Sedangkan kalau anda tidak percaya, maka anda anggap itu tidak benar. Padahal kebenaran itu sendiri masih dipertanyakan kebenarannya apakah memang betul-betul benar. Karena tergantung dari bagaimana melihatnya seperti kasus-kasus di atas.

Sehingga saya selalu bilang kepada teman-teman, kalau anda menjalani sesuatu dan menganggap sesuatu itu dengan tidak benar - kalau itu sesuatu yang tidak dapat dibuktikan - cobalah dipikirkan masak-masak apakah itu benar-benar seperti ini ataulah hanyalah kebetulan saja. Karena hal itu bisa saja hanyalah superstitious belaka yang tidak benar.

--

Melatih Sikap yang Positif

Sikap positif, perasaan positif, 'senses', rasa dan sikap kita sebenarnya adalah sesuatu yang bisa dilatih. Sesuatu hal seperti kemampuan olah raga kita: golf, badminton, tenis dan lainnya. Semuanya bisa kita dapatkan dengan sering berlatih. Karena semua hal dalam kehidupan sebenarnya bisa dilatih dan dijadikan kebiasaan kita.

Jadi seharusnya kita mampu mengurangi bahkan menghilangkan perasaan dan sikap yang negatif dalam kehidupan kita. Seperti perasaan merasa kurang beruntung, nervous, perasaan takut ditolak waktu menawarkan penjualan barang, misal. Juga sikap yang suka menunda pekerjaan, "Besok saja deh, atau besok lusa saja kan masih bisa" atau perasaan ragu-ragu, "Saya kerjakan apa tidak ya, saya kerjakan apa tidak ya...". Dan perasaan inferior tidak mampu, "Wah celaka, saya bakal tidak bisa mengerjakan ini". Serta perasaan-perasaan negatif lainnya.

Memang sekali-kali dalam kondisi tertentu, perasaan tersebut tetap kita butuhkan. Tetapi umumnya perasaan-perasaan negatif tersebut hanyalah menjadi kerugian bagi kita. Sehingga kita harus mengurangi atau menghilangkannya dalam kehidupan kita. Dan digantikan oleh perasaan-perasaan yang positif misalkan: keberanian, optimis bisa, " Ayo-ayo! Yes! Kita bisa lakukan dan selesai malam ini". Atau "Harus menang, harus berani, pasti bisa kita lakukan", "Hari ini hari yang cerah, hari yang penuh semangat, saya pasti berhasil". Atau adanya perasaan bahwa kita hidup penuh dengan dinaungi keberuntungan.

Semua itu adalah perasaan yang positif. Perasaan tersebut haruslah kita bina. Karenanya untuk mendapatkannya, kita harus melatihnya. Untuk itu kadang kita membiasakan diri kita sedikit demi sedikit. Misalkan secara sadar setiap malam atau setiap pagi sesaat setelah bangun, melakukan kebiasaan menulis 'sikap yang positif apa yang akan dilakukan hari ini'. Tak perlu detil dan panjang, ringkas saja cukup 5 menit melakukannya. Atau menulis 'apa yang membuat saya bahagia nanti malam atau besok pagi', bisa pula menulis 'hal-hal apa yang menguntungkan dalam perjalanan kehidupan saya'.Lalu lakukan apa yang akan membuat anda merasa positip itu dalam kehidupan anda.

Nah, kalau kita bisa membina sikap-sikap positif ini dan menjadikan kebiasaan maka niscaya akan menjadi lebih dekat lagi dengan kesuksesan kita sendiri.

--

Hidup Tidak Selalu Linier

Kali ini saya ingin anda berkhayal sedikit. Coba anda bayangkan sebuah pantai di Bali. Anda membuat tumpukan dari pasir. Pasir ditumpuk-tumpuk, ditambah-tambahi sehingga menjadi menara pasir (empire sand) yang tinggi, sampai anak kecil di samping anda iri, "Wah orang ini sudah dewasa masih main-main pasir".

Terus ditumpuk-tumpuk setinggi-tingginya. Sudah 1 meter lalu 1 meter 10 cm. Bentuknya tidak terlalu aneh. Masih terus ditambahi sehingga suatu saat sudah mencapai 1 meter 50 cm. Anda tetap menambahi. Tiba-tiba hancur semua menara pasir itu karena adanya tambahan pasir tersebut.

Demikian juga kita lakukan permainan balok-balokan. Balok disusun dan ditumpuk-tumpuk sampai 60-70 cm. Ketika anda meletakkan balok di atas balok teratas, tiba-tiba susunan balok jatuh dan hancur.

Saya ingin membuat anda berpikir bahwa kadang 1 titik saja mengakibatkan hancurnya keseluruhan. 1 hal kecil saja bisa mengakibatkan perubahan dalam kehidupan anda.

Saya punya teman; tergelincir jatuh, tulangnya patah. Masuk rumah sakit 3 bulan tidak sembuh-sembuh. Masih harus ini harus itu. Ada teman lain dibonceng sepeda motor oleh temannya. Jatuh, kepalanya kena batu, meninggal.

Banyak hal dalam kehidupan ini terjadi karena sesuatu hal kecil saja. Hal ini sering dikatakan sebagai 'Chaos Theory'. Ketika ada kupu-kupu mengepakkan sayapnya di Brazil maka terjadilah topan di Florida. Inilah yang dinamakan sebagai 'The Sandpire Effect'.

Dalam kehidupan kita banyak hal seperti ini. Anda pernah dengar cerita seseorang menolong orang yang kesusahan. Ternyata yang ditolong raja kaya raya. Sehingga orang ini jadi ikut kaya.

Nah anda harus tahu dalam kehidupan kita, banyak hal yang tidak linier. Bukan berarti menaruh 1 butir pasir tidak apa-apa, terus 100 butir jatuh. Tidak. Bisa saja menaruh seribu butir pasir bahkan sejuta butir pasir pun tidak apa-apa. Namun ketika kita letakkan 1 butir pasir lagi, menara pasir jadi runtuh.

Kehidupan ini sesungguhnya tidak linier. Bukan berarti orang yang bekerja keras lebih sukses. Atau orang yang lebih pintar lebih sukses. Tidak. Karena kadang ada hal-hal kecil yang bisa mengubah kehidupan manusia menjadi sesuatu yang berubah sama sekali. Jadi tetaplah untuk selalu memperhatikan hal-hal yang kecil dan remeh dalam kehidupan anda.

-

Value Yang Tinggi

Ada sebuah fenomena yang menarik akhir-akhir ini. Sesuatu yang menarik untuk diamati secara seksama. Yakni harga atau tendensi masyarakat memilih barang berdasar harga. Ternyata adanya polarisasi harga ke atas; mahal sekali atau ke bawah; murah sekali.

Sebuah survey menarik menemukan barang yang tipenya sangat mahal ternyata demandnya naik juga. Ada orang yang menyukai barang-barang yang sangat luxurious. Bvlgari membangun hotel super lux di Bali. Semalamnya yang paling murah 10 jt, tetap ada yang berminat.

Contoh lainnya adalah tas Louis Vitton. Tas dengan standar menengah biasanya berharga 1-2 juta. Namun tas Louis Vitton bisa 15, 20 bahkan 30 juta. Dan penggemarnya ternyata banyak. Akibatnya tas yang berharga 500 ribu - 700 ribu mulai berkurang. Tapi tas yang murah sekali, 50 ribu-an, penggemarnya naik banyak.

Nah fenomena baru ini ternyata diamati oleh pebisnis. Sehingga kita lihat banyak bisnis baru yang menjual barang yang murah-meriah; 5 ribuan, 10 ribuan. Tujuannya adalah mencapai value yang terbesar.

Fenomena menarik lainnya ternyata masyarakat membeli barang super mahal dan sekaligus membeli barang super murah. Orang yang sama bisa membeli barang yang murah sekali bercampur dengan barang yang mahal dan dipakai secara bersamaan.

Ternyata manusia tidak harus merasa barang yang dimiliki haruslah mahal semua. Barang yang disukai cenderung beli mahal, sedang yang tidak disukai yang super murahpun tidak masalah.

Jadi bagi anda yang berbisnis, anda bisa membuat bisnis anda menuju ke atas; lebih luxurious, mewah dan mahal. Atau menjual jauh lebih murah di mana orang-orang tetap menemukan value yang tinggi.

--
Orang Yang Paling Penting

Pada seminar sering saya tanyakan pada seseorang, "Pak, anda sedang berjualan barang pada pelanggan besar, yang melakukan pembelian paling banyak di antara pelanggan lain. Maka menurut anda, siapa orang yang paling penting di dunia ini ?" Dan biasanya dia akan menjawab, "Pelanggan kita, pak."

Saya tanyakan lagi, "Pak, kalau misalkan anda dan dia jalan-jalan di pinggir jurang. Lalu ada badai, dan ada celah untuk menyelamatkan diri. Namun hanya cukup untuk satu orang. Yang lain harus jatuh dalam jurang. Maka siapa yang lebih penting, dia atau anda ?" Pasti jawabnya, "Ya, saya sendiri pak, bukan pelanggan itu."

Inilah yang paling mendasar dalam kehidupan ini. Orang yang paling penting di dunia ini adalah diri anda sendiri. Memang ada 1-2 hal dimana anda merasa; saudara, famili, ayah, istri, suami, bapak lebih penting dari pada anda. Tapi pada umumnya orang yang paling penting dalam kehidupan anda adalah diri anda sendiri.

Nah, kalau kita mau mengubah sesuatu keadaan menjadi lebih baik, lebih sukses maka orang pertama yang harus anda ubah adalah diri anda sendiri.

Ada sebuah saint dari Jepang yang bercerita, "Setelah rumah saya terbakar habis, sekarang saya bisa melihat rembulan itu lebih terang." Ini yang menarik. Orang bisa melihat sebuah kegagalan, kesengsaraan, kesedihan dari sebuah kacamata yang lebih jernih.

Orang-orang seperti inilah yang mempunyai sikap mental positif yang selalu melihat kehidupan dari sisi-sisi yang lebih baik. Sikap inilah memungkinkan dia lebih sukses atau lebih bahagia dalam hidupnya.

Sikap mental yang positif adalah kemauan kita untuk memandang hidup dari kacamata yang benar. Bukan pada apa yang terjadi kepada kita. Tapi bagaimana kita melihat hal itu dan menanggapinya.

Jadi kalau kita ingin lebih sukses, maka sikap kita terhadap kesuksesan itulah yang menjadi kunci sukses itu sendiri.

Jadi kalau anda merasa, orang yang paling penting dalam kehidupan anda adalah anda sendiri, sudahkah anda bersiap-siap mengubah sikap anda dan menjalani kehidupan anda dengan lebih baik ?

--

Mencintai Seperti Apa Adanya

Ada sebuah cerita yang ringan, menarik sekaligus indah. Konon ada seorang cowok yang jatuh cinta pada seorang cewek. Ini biasa. Cowok ganteng jatuh cinta pada cewek cantik.

Cowok ini adalah seorang pendiam. Tidak banyak cakap. Dan dia takut untuk mengungkapkannya. Akhirnya dia memberanikan diri, "Saya cinta kamu. Maukah kamu menjadi kekasihku?" Untunglah cinta si cowok ini tidak bertepuk sebelah tangan. "Saya juga cinta kamu," jawabnya. Maka keduanya mulai menjadi kekasih.

Suatu waktu si cewek berpikir, "Kenapa ya cowokku mencintai saya ?" Dan dia mulai menanyakannya.

"Saya kenal seorang teman cowok. Dia mencintai ceweknya karena dia bisa menyanyi dengan indah. Suaranya merdu dan enak didengar." Dan dia menambahkan contoh teman lainnya yang jatuh cinta pada ceweknya, karena dia pandai menari. Tangan dan kakinya begitu gemulai ketika dia mulai menari.

"Lalu kenapa kamu mencintaiku ?", tanya si cewek. Si cowok hanya diam saja. Memang dia tidak pandai bicara. Dia hanya bisa mematung sambil memandang mata si cewek. Ditanya berulang-ulang, si cowok tetap membisu.

Si cewek mulai naik pitam. Dia mulai berpikir yang negatif. Jangan-jangan si cowok cuma bohong. Mungkin saja dia tidak jatuh cinta padaku, tebaknya. Maka dia ingin memutuskan hubungan dengan si cowok ini. Tentu saja si cowok keberatan.

Di tengah persoalan ini, dalam perjalanan ke luar kota, tiba-tiba si cewek kehilangan kendali pada mobilnya. Mobilnya selip, dan terjun ke jurang. Sialnya dia tidak pakai seat belt.

Suatu keajaiban meski lukanya cukup parah, dia akhirnya sembuh. Meski harus meninggalkan 2 cacat. Yang satu kakinya pincang. Jalannya jadi tertaih-tatih. Dan yang kedua, dia menjadi bisu. Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Yang menarik, si cowok tetap sabar dan baik hati menunggui ceweknya.

Dan dia akhirnya berbicara, "Kekasihku, untung aku tidak bilang ke kamu, kalau aku mencintaimu karena suaramu yang indah itu. Dan untung aku juga tidak bilang ke kamu, bahwa aku mencintaimu karena tarianmu yang indah."

"Coba kalau aku menjawab aku mencintaimu karena suara dan tarianmu, padahal sekarang kakimu sudah luka, dan kamu tidak bisa bersuara lagi. Maka aku tidak punya alasan untuk mencintaimu. Alasan apa lagi yang harus aku utarakan, nanti kamu menyangka aku bohong."

"Sebenarnya aku mencintaimu tanpa alasan apapun. Karena aku memang sadar dan benar-benar mencintaimu seperti apa adanya. Walaupun sekarang kakimu menjadi pincang dan kamu menjadi bisu."

Air mata mengalir membasahi pipi si cewek. Dia sungguh tersentuh. Dan mereka kembali menjadi sepasang kekasih.

Kadang kita tidak dapat lagi mencintai seseorang, atau mencintai sesuatu karena alasan a atau b. Bukan berarti kita tidak punya alasan. Tetapi kita memang mencintai pekerjaan kita, mencintai seseorang secara apa adanya.

--

Siap Hadapi Segala Perubahan

Beberapa saat yang lalu saya jengkel karena tidak bisa internet selama 3 hari. Sangat terganggu! Ini semua gara-gara gempa bumi di Taiwan. Anda lihat, ada gempa di Taiwan maka apa yang terjadi ? Seluruh dunia internetnya terganggu. Padahal semua institusi keuangan, semua bisnis kita, semua akses data kita, semua komunikasi kita berjalan di atas internet.

Dunia ini menjadi begitu 'fragile', begitu mudah patah. Begitu mudah terganggu. Sehingga sebuah 'batuk' kecil saja di bumi ini akan mengakibatkan infrastruktur bawah tanah jaringan fiber optik terganggu. Dan internet seluruh dunia menjadi terganggu. Telepon di Hongkong terganggu, bahkan internet dari Korea, Jepang tidak bisa akses ke Amerika. Di Indonesia pun internetnya terganggu.

Ada orang yang bilang bahwa kalau ada kupu-kupu yang mengepakkan sayapnya di Brazil, maka akan terjadi badai di Florida nantinya. Ini sebuah gambaran lucu dan menarik. Yang intinya sebetulnya gangguan kecil saja di lini sebelah sini maka akan mengganggu banyak di lini sebelah sana.

Kehidupan ini sudah menjadi rantai berantai. Segala hal saling berkaitan. Sudah 200 sekian hari lumpur Lapindo memuntahkan lumpur panasnya, kita yang bisnis terganggu. Yang ekspor tidak bisa.

Hidup ini lebih 'fragile', tidak pasti, semuanya bisa terjadi. Segalanya mungkin terjadi, dan semuanya saling berkaitan, maka kita harus siap menghadapi apapun yang ada di dalam kehidupan dan di dalam bisnis kita.

Banyak hal tidak dapat lagi kita gantikan atau tidak dapat kita atasi karena itu adalah kejadian alam yang memang di luar kekuasaan kita. Maka kita sendiri yang harus men-adjust atau menyesuaikan diri menghadapi semua perubahan yang terjadi itu.


--

Biasa Menerima Perubahan

Untuk urusan mall atau pusat perbelanjaan saya termasuk generasi yang terjepit. Artinya begini, ibu saya selalu pergi berbelanja ke pasar basah atau pasar tradisional. Pasar yang dibangun oleh masyarakat setempat atau pemerintah yang bukanya di pagi hari. Tempat yang biasanya menjual sayuran, makanan, ikan, daging dan lainnya dengan konsep tawar menawar.

Sedangkan anak saya dalam seminggu bisa 3-4 kali ke mall. Pindah dari mall satu ke mall lainnya. Dan fenomena mall ini menarik. Dalam buku 'Call of The Mall' atau panggilan pusat perbelanjaan ini katanya mall sekarang sudah merupakan kota mandiri yang modern.

Coba anda bayangkan untuk tempat tinggal di mall sudah ada apartemen. Lalu ada hotelnya. Toko-toko tidak bisa usah dikatakan lagi. Mulai dari toko buku, toko baju sampai toko apapun. Bank dan ATM pun ada di sana.

Supermarket atau pasar di sana juga ada. Restoran wah bermacam-macam; chinese restaurant, european restaurant, bahkan untuk yang versi murah ada food court. Cafe shop/tempat cangkruk juga banyak di mall. Bahkan sekarang mall itu sudah ada dokternya. Dokter gigi pindah ke dalam mall. Mall yang besar kadang sudah ada terminal bemonya di dalam.

Saya kemarin ke mall. Saya kaget karena di dalamnya sudah ada spa. Potong rambut sudah umum ada di mall, tapi spa ternyata sudah masuk mall juga. Bahkan kursus pendidikan sudah masuk mall juga. Bioskop sudah pasti ada di mall.

Jadi mall ini sebenarnya sudah jadi kota mandiri. Anda bisa hidup selama sebulan tanpa meninggalkan mall kalau apartemen anda ada di atas mall itu. Ini adalah perubahan kultur budaya kita, di mana kita sekarang hidup di dalam dunia mall. Tapi saya berada di medium tengah, saya juga ke mall, tapi saya juga ke tidak mall.

Tapi inilah perubahan yang harus kita terima, karena dalam kehidupan selalu terjadi perubahan. Selalu terjadi apa yang tidak sama dengan apa yang dulu dialami oleh otang tua kita atau oleh kita waktu masih kecil.

Jadi biasakan untuk menerima perubahan apapun itu. Kalau anda generasi tua tidak suka ke mall, coba belajar menikmati. Kalau anda generasi muda yang selalu hidup di mall, cobalah untuk hidup di luar mall sekali-kali. Cobalah entah apakah itu ke kebun binatang, apakah restoran di luar, apakah tempat bersejarah ataukah pemandangan alam yang segar.

--

Menjalankan Kehidupan Dengan Benar-Benar Hidup

Ketika kita masih kecil, kita selalu berharap, "Kalau saja nanti saya SMP/SMA waduh saya bisa naik sepeda/sepeda motor sendiri. Sekolah alangkah nikmatnya." Ketika sudah SMP/SMA kita berpikir, "Kalau aku jadi mahasiswa, pasti keren. Bisa pacaran." Maka kita mengharap dan mengharap dan mengharap jadi mahasiswa.

Ketika kita diterima di universitas, kita senang. Begitu jadi mahasiswa kita berpikir, "Kapan ya kita lulus. Setelah diwisuda aku bisa bekerja." Maka kita terus berpikir seperti itu. Terus mengharapkan wisuda.

Setelah lulus kuliah diterima bekerja. "Asyik, sekarang aku masuk di perusahaan besar. Kapan ya saya bisa jadi direktur ?" Dalam perjalanan kerja, dia menikah dan lalu menjadi direktur. Dan setelah jadi direktur berharap, "Sekarang aku sudah jadi direktur, kapan ya anakku sudah bisa sekolah ?" Dan ketika anaknya sudah sekolah kita berharap, "Anakku sudah sekolah, kapan ya anakku bisa bekerja dan kawin."

Tanpa terasa waktu berjalan. Tiba-tiba kita sudah sampai pada ujung kehidupan. Kita sudah menjadi tua renta dan pensiun. Dan kita tiba-tiba sadar, karena kita belum pernah benar-benar hidup.

Dalam kehidupan kita, ada kata hidup dalam kata kehidupan itu. Maka kita sebenarnya bukan berkeinginan untuk mencapai titik ujung kehidupan. Karena di titik ujung yang paling sana adalah kuburan. Sedang di titik ujung sebelah sini adalah kelahiran. Dari saat kita lahir sampai kita meninggal ada kehidupan.

Kata kunci untuk kehidupan adalah menjadi hidup. Kita hidup maka kita merasakan saat ini. Kita menikmati menjadi seorang mahasiswa. Kita menikmati menjadi seorang karyawan, seorang ayah dan lainnya. Kita menikmati kehidupan hari-hari ini. Kita tidak pernah mengharapkan, "Besok saya ujian, lulus, jadi kerja, menikah, punya anak dan kaya raya." Tidak. Tapi kita menjalani kehidupan yang sudah ada dengan benar-benar hidup.

--

Individu Paling Top

Majalah Time setiap tahunnya selalu mengeluarkan edisi khusus. Edisi ini biasanya terbit di akhir tahun. Pada edisi ini majalah Time menobatkan sesuatu, entah manusia, peristiwa dan lainnya sebagai sesuatu yang menonjol di tahun itu. Memang sebelumnya selalu manusia. Bila yang dinobatkan adalah manusia maka dianggap sebagai 'Person of The Year', manusia tahun ini yang paling hebat, yang paling menonjol.

Pada 2006 ada sebuah kejutan. Pada edisi itu majalah Time sampulnya bertuliskan 'Person of The Year', dibawahnya ada kertas seperti kaca - memantulkan wajah yang membacanya -, dibawahnya ada tulisan 'You'. Yang artinya, yang menjadi manusia terhebat 2006 itu adalah anda. Anda, saya dan kita semua.

Alasanya kenapa ? Katanya jaman ini telah berubah. Internet sudah memasuki fase ke-2. Yang menjadi top sekarang adalah situs-situs komunitas seperti myspace.com atau friendster.com, dimana setiap orang bisa menjadi bintang. Dia bisa memamerkan dirinya, bisa menerangkan tentang kehidupannya, tentang dirinya sendiri.

Situs seperti YouTube.com, dimana orang bisa melihat dan mengambil (download) video. Anda bisa membuat video dan menguploadnya (menyerahkan) ke YouTube. Di situs ini orang-orang lain bisa melihat video hasil upload-an kita. Dan katanya satu hari ada 65.000 video yang diupload ke sana.

Pencetusnya ada 2 orang yang luar biasa. Dan setelah sukses, dijual dengan harga USD 1,65 milyar ke Google.com. YouTube menjadi situs yang sensasional karena katanya ada 100 juta video yang dilihat oleh orang-orang dari situs itu setiap harinya.

Kalau anda lihat, sekarang jaman ini telah berubah. Orang tidak lagi selalu melihat TV. Orang menjadi melihat internet dan semakin fragmented/terpotong-potong. Anda suka humor, anda lihat humor. Anda suka politik, lihat politik. Anda suka film. Lihat film. Orang mempunyai kebebasan yang besar untuk memilih.

Anda bisa lihat teks, anda bisa lihat buku, anda bisa lihat video, anda bisa lihat foto, anda bisa lihat gambar. Dan dunia menjadi kecil sekali karena anda ada di Indonesia, sama dengan teman anda di Amerika, bisa melihat hal yang sama dengan di Amerika secara bersamaan.

Ini semua telah mengubah struktur kehidupan kita. Karena internet menjadikan kita sebagai individu-individu yang dapat didengarkan oleh semua orang di manapun. Jadi kalau anda lihat lagi 'Person of the Year' 2006 adalah anda sendiri. Anda dan saya. Kita semua dinobatkan sebagai 'Person of The Year' oleh majalah Time.

Kehidupan telah berubah. Dunia telah berubah. Anda mempunyai hak atas suara anda, menyuarakan diri anda. Dan kalau orang lain menganggap bahwa anda 'cool'. Anda itu hebat. Semuanya akan melihat anda yang hebat itu di situs-situs internet yang sangat disukai oleh semua orang. Selamat !

--

Memanfaatkan Maksimal Teknologi

Ada sebuah cerita menarik yang diceritakan oleh seorang teman yang bekerja di perusahaan telekomunikasi. Dia bilang, "Pak San, tahu nggak sekarang 3G itu, HP yang bisa melakukan video call, dipakai untuk apa sama orang ? Untuk jualan kambing dan sapi, Pak."

Jadi di desa itu orang yang mau melihat sapi, kambing pakai HP 3G, lalu ditunjukkan, "Ini lho kambingnya seperti ini. Mau nggak harganya sekian ?" Mereka lalu berkomunikasi. Ini sebuah lompatan yang menarik.

Ternyata orang desa yang jualan kambing, jualan sapipun sudah langsung memanfaatkan teknologi 3G dari HP. Dan dia berkomunikasi dengan orang lain sambil menawarkan pakai HP yang ber-3G.

Saya dulu sering melihat kalau di pameran luar negeri, pengunjung memotret pakai HP mereka. Foto produk itu lalu dikirimkan langsung ke kantornya via HP itu juga. Di kantornya dilihat lagi untuk dianalisa. Kalau setuju lalu di-sms orang yang di pameran itu. Ditanya harganya, bila cocok, langsung jadi transaksi.

Teknologi sudah maju dengan sangat luar biasa. Beberapa saat yang lalu saya lihat di TV, ada kacamata yang bisa dipakai sebagai screen/layar. Jadi anda bisa melihat komputer, TV atau film dengan menggunakan kaca mata. Di dalamnya ada screen komputer atau screen TV. Ini sangat menarik sekali.

Keyboard, sekarang katanya tidak perlu alat lagi. Ada sebuah alat yang memancarkan sinar seperti sinarnya di bioskop. Di sinar berbentuk keyboard itu, kita bisa mengetikkan layaknya ada keyboard beneran.

Kita semuanya mengalami kemajuan teknologi yang sangat luar biasa. Semuanya sudah berubah. Kita melihat perubahan yang sangat hebat dalam kehidupan sehari-hari kita. Pertanyaannya ? Apakah kita telah menggunakan teknologi itu ? Apakah kita sudah menarik keuntungan dari hal-hal baru dalam teknologi di dalam bisnis kita ? Apakah kita selalu memanfaatkan ini untuk mencari keunggulan atau kelebihan komparatif kita dibanding dengan pesaing-pesaing kita ?

Saya harap jawabannya: iya.

--

Sukses Dengan Melaksanakan Peraturan

Saat kita melihat banyak keruwetan di sekitar kita, timbul pertanyaan, tidakkah ada aturan yang mengatur semua ini? Ada. Bukan karena peraturannya kurang, bukan lemahnya peraturan, tapi kurangnya kemauan untuk menerapkan peraturan yang sudah ada.

Saya sering melihat kejadian di mana-mana terutama ketika muncul kasus korupsi. Katanya di departemen ini korupsinya besar-besaran. Jual barang susah. Semuanya mesti korupsi. Tetapi kalau kita lihat sebetulnya peraturannya sudah bagus. Untuk pengadaan barang misal cara memasukkannya pakai tender, harus ada pembanding, semua harus hadir, dilakukan briefing, dilaksanakan komparasi dan lainnya. Peraturannya sendiri sudah baik. Cuma pelaksanaannya kadang-kadang masih kedodoran.

Kalau kita berkendara, kita sering keheranan, karena jalan barusan diaspal, tidak lama kemudian sudah rusak. Hal ini karena dipaksa mobil yang bermuatan lebih. Apa tidak ada aturannya ? Ada. Lha jembatan timbangan yang banyak itu dikemanakan. Terus kita lihat ada mobil asap knalpotnya hitam sekali. Kemarin saya di belakangnya mobil seperti ini. Jengkel sekali. Masuk ke dalam mobil, baunya tidak enak. Nah, saya pikir apa tidak ada peraturan yang melarang mobil itu ? Ada peraturannya, meski yang berkaitan dengan asap. Cuma penerapannya kurang baik.

Tidak amannya transportasi publik yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan, apakah karena tidak adanya peraturan yang mencegahnya ? Ada. Peraturannya sudah banyak. Apakah kita melaksanakan itu atau tidak, ini yang menjadi hambatan kita.

Kuncinya adalah kejujuran kita untuk melakukan aturan yang telah ada. Melakukan tindakan atau action terhadap apa yang sudah ditentukan serta melakukan sebuah sistem kontrol yang baik. Ini tentunya akan membuat hal menjadi lebih baik. Baik itu untuk keselamatan publik, untuk jalan yang cepat rusak, ataupun untuk mobil berasap. Bahkan untuk perusahaan anda.

Jadi peraturan yang anda lihat di perusahaan-perusahaan anda, seperti apakah karyawan tidak boleh bolos, pulangnya tidak boleh terlalu pagi. Semua aturan sering sudah ada, cuma pelaksanaannya sering kurang baik.

Jadi kalau kita ingin memperbaiki perusahaan kita, kehidupan kita ataupun ekonomi kita, sebenarnya bukan dengan menambah aturan baru. Tapi dengan melaksanakan peraturan-peraturan yang telah ada.


--

Mengingat Momen

Saya seringkali merasa bahwa telpon di kamar seringkali menyala atau berdering saat sedang mandi. Jengkel sekali rasanya. Baru masuk kamar mandi, sudah ganti baju, eh telpon berdering. Ya sudah nggak jadi mandi dulu. Atau kadang-kadang sudah basah, ya biarkan saja telponnya. Nggak usah diurus dulu. Mandi saja sampai selesai dulu.

Ini fenomena yang menarik. Ada sebuah contoh baru lagi. Kunci, kalau anda punya 1 gebyok seperti saya ada 9 kunci dalam 1 ring. Ketika anda membuka sebuah pintu, maka anda mencoba salah satu kunci. Nomor 1 salah, 2 salah, 3 salah, 4 salah ternyata kunci nomor 9 atau nomor 8, barulah kunci yang benar. Kita sering merasa mengalami hal ini.

Nah yang menarik ada seorang peneliti yang melakukan survey terhadap hal ini. Dan dia membuktikan ternyata sebenarnya tidak demikian. Sebenarnya telpon itu juga berdering pada saat anda tidak sedang mandi, tapi malah di sebelah telpon. Tetapi ketika telpon berdering dan anda di sebelahnya, anda tidak ingat hal itu. Anda tidak mengingatnya karena dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Ketika anda mandi, dan telpon berdering, baru anda merasa, "Waduh kok bisa kebetulan seperti ini."

Begitupun dengan halnya kunci. Kita merasa bahwa kunci yang kita coba, yang ke-7, yang ke-8 baru pas. Padahal kadang-kadang ngawur, bahkan pakai kunci orang lain, pakai kunci ke-2, ke-3 sudah masuk. Cocok. Tapi kita tidak memikirkan hal itu. Baru memikirkan ketika itu ternyata menyusahkan kita. Atau kebetulan menjadi sebuah even atau sebuah kejadian yang membuat kita ingat akan hal itu.

Sebenarnya tetap saja secara random, secara umum, anda melihat telpon yang 'kring-kring' itu sering terjadi ketika anda sedang di sebelahnya. Demikian juga kunci. Tapi kita tidak ingat.

Yang kita ingat adalah even yang luar biasa. Yang tidak umum. Yang menyesatkan atau menyusahkan kita. Yang membuat kita menjadi tidak enak. Itu yang kita ingat. Sehingga tanpa sadar, kita menganggap betapa seringnya waktu mandi telpon berdering. Padahal sebenarnya tidak. Karena kejadian yang selalu anda ingat adalah kejadian yang luar biasa.

--

Do It Better Do It Faster

Dalam kehidupan sehari-hari saya seringkali menemui orang yang sikapnya negatif sekali terhadap kita atau terhadap orang yang sedang berusaha. Kadang-kadang dia bilang, "Ah kamu mana bisa sukses sih", atau "Walah pekerjaanmu itu membosankan." Lain kali, "Wadah kayak gitu kok dikerjakan." Yang lain, "Kok mau jadi orang seperti itu," atau "Pekerjaan yang hina itu kok mau dilakukan." Bahkan, "Orang tidak berpendidikan, tidak punya otak, kamu itu buat apa sih kerja seperti itu."

Banyak sekali orang yang sikapnya begitu. Negatif kepada kita. Mengolok-olok anda. Membuat anda merasa dikecilkan.

Saya ingin sharing dengan anda, coba anda lihat dan perhatikan orang-orang yang mengecilkan anda. Lihatlah mobilnya. Lihat karirnya. Lihatlah sikapnya.

Lihatlah apakah mereka benar-benar sukses dan kenapa sukses. Apakah betul karena kerja kerasnya sehingga dia sukses. Atau kebetulan saja suksesnya, hanya karena dapat uang dari orang tua, famili atau istri/suami.

Lihatlah cara hidupnya. Dan lihatlah kebahagiaannya. Kalau anda melihat ke mereka, pada umumnya anda akan lihat mereka sebagai 'orang yang terluka'. Orang yang merasa iri kepada anda. Dengki. Takut anda menjadi lebih sukses. Orang yang melihat anda dan memandang anda dengan remeh ini merasa takut anda akan menjadi lebih sukses.

Lalu apa obatnya ? Mudah. Tidak usah cerita terlalu banyak khususnya kepada dia. 'Just keep on doing what you do'. Lakukan terus. Lakukan saja apa yang biasa anda lakukan. 'Do it better, do it faster'. Lakukanlah dengan lebih baik, lakukanlah dengan lebih cepat. Tunjukkan kepada mereka usaha anda, kesuksesan anda.

Coba anda bayangkan, kalau anda punya teman yang sikapnya memburukkan anda. Mengolok-olokkan anda. Dan anda berpikir, kalau saya disuruh tukar tempat dengan dia, mau nggak dia. Kalau mau, berarti dia memang orang sukses. Karena dia mengolok untuk memberi semangat atau membantu. Dia memang seorang teman. Tapi kalau anda sudah diolok-olok, dan anda berpikir disuruh tukar tempat saja nggak mau, tentu saja dia hanya mengolok-olok saja. Jadi biarkan saja.

Dalam kehidupan anda akan menemui banyak sekali orang-orang yang seperti itu. Dan ketika anda merasakannya, ingatlah business wisdom ini. Lupakanlah orang itu. Mungkin dia iri, dengki. Karena kita akan lebih bahagia. Dan mungkin lebih sukses dari dia di masa mendatang.

--

Trend Perbedaan Harga

Ketika saya dari Surabaya ke Jakarta naik pesawat Garuda Indonesia, ternyata harga tiketnya lain-lain. Kadang 400 ribu lebih, 500 ribu lebih, 600 ribu lebih, bahkan ada yang 800 ribu lebih. Padahal sama kelasnya - ekonomi. Jadi di pesawat yang sama, ada yang bayar 400 ribu, 800 ribu, bahkan kalau naik business class ada yang 1,4 juta atau 1,6 juta. Kenapa bisa begitu ?

Ternyata saat ini harga tidak berdasar pada berapa biaya yang dikeluarkan atau berapa biaya produksinya. Karena seperti naik pesawat di atas, biayanya sama untuk tiap orang di kelas yang sama. Tapi harga dilihat dari bagaimana pembeli menilai dari sesuatu yang dia dapat.

Kita menilai harga dari penilaian nilai yang kita dapatkan. Buat orang yang mau mencari harga yang semurah mungkin, mereka mau menunggu seminggu, sebulan. Tidak apa-apa bagi mereka untuk menunggu bahkan selama setahun. Tapi bagi orang yang 'saya harus berangkat sekarang, berapapun harganya saya mau,' maka dia akan rela untuk membayar mahal. Walaupun ketika duduk di pesawat, sebelahnya hanya membayar seperempat yang dia bayar.

Konsep 'price discrimination' atau perbedaan harga untuk sebuah jasa yang sama ini semakin lama semakin diakui dan digunakan orang-orang. Dalam kehidupan kita, semakin lama orang semakin sadar bahwa harga yang terjadi bukan dari biaya yang timbul. Tapi dari kenikmatan atau kebutuhan kita akan produk atau jasa itu.

Ada 2 hal yang dapat kita pelajari dari keadaan ini. Pertama, setiap orang mempunyai kerelaan membayar yang berbeda antara satu dengan yang lain. Dan yang kedua, harga itu berbeda sangat jauh - dari yang paling rendah dengan yang paling tinggi - untuk hal yang sama. Akibatnya sekarang berbagai golongan masyarakat bisa pula mendapatkannya. Misal untuk naik pesawat sekarang tidak hanya orang kaya, tetapi TKI/TKW atau transmigran dapat pula. Karena tiket pesawat sudah lebih terjangkau dengan adanya diskriminasi harga.

Diskriminasi harga - penyesuaian harga yang mendasarkan penilaian value (nilai) yang didapat - menjadi semakin populer. Anda boleh memikirkan apakah bisnis Anda dapat memanfaatkan trend harga ini dalam menjual produk atau jasa yang Anda buat.

--

Kemampuan Sukses Mandiri

Ada sebuah cerita mengenaskan yang pernah saya dengar. Waktu terjadi kerusuhan Mei di Jakarta beberapa waktu lalu, ada sebuah keluarga yang habis segala harta bendanya. Rumahnya terbakar, gudangnya, mobilnya dan semuanya terbakar. Segala aset yang dimiliki mereka habis seakan ditelan bumi.

Lalu keluarga itu hijrah ke Amerika. Di sana keluarga itu - yang asalnya kaya - harus bekerja keras. Ayahnya bekerja keras di sebuah perusahaan. Ibunya bekerja keras. Dan anaknya demikian juga, bekerja keras untuk menopang kehidupan di sana.

Mendengar cerita itu, saya tersentak dan berpikir. Bilamana Anda atau saya kehilangan semua kekayaan kita - kehilangan uang kita, rumah kita, mobil kita dan semua yang menjadi aset kita - maka pertanyaannya adalah apakah Anda dapat bertahan ? Apakah Anda dapat tumbuh lagi ? Apakah Anda dapat membangun lagi sebuah kehidupan yang layak ?

Sebuah pertanyaan menarik. Karenanya untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus tahu kemampuan kita apa - 'capability' kita untuk melakukan sesuatu. Kita jangan hanya menggantungkan aset yang kita miliki. "Toh orang tua saya kaya," "Toh kakak saya kaya," atau "Toh kita sudah kaya."

Tetapi bagaimanapun - kita berpikir bahwa di luar hal-hal material yang sudah kita punya ini -, sebenarnya kemampuan dan kekuatan untuk membangun lagi bila sampai terjadi sesuatu adalah sesuatu yang penting harus kita punya. Kita harus mempunyai keyakinan dan mengecek kembali di dalam diri kita sendiri, apakah kita mempunyai kemampuan itu ? Karena sebenarnya kekayaan itu dapat hilang setiap saat.

Kalau yang ada dalam kita adalah adanya sebuah kemampuan untuk membangun kembali apapun yang kita punya, maka kita hidup lebih senang. Karena apa yang kita miliki sudah ada di dalam kita sendiri. Dan bukan karena kita memiliki aset yang besar, yang bisa kapan pun akan hilang.

--

Sikap Hidup Positif Dan Perubahan Positif

Saya baru saja berdiskusi dengan seorang teman. Teman saya ini meyakini bahwa sikap hidup positif itu adalah segalanya dalam kehidupan ini. Bahwa bagaimana kita melihat gelas setengah penuh bukan setengah kosong adalah lebih penting daripada kenyataan sebenarnya bahwa gelas itu setengah penuh atau setengah kosong.

Dalam perjalanan kehidupan kita diwarnai banyak perasaan yang berselang-seling antara rasa bahagia, sedih, marah, 'mood' yang jelek, 'sumpek', bingung, 'judek' - kata orang pikiran penat karena tekanan pekerjaan serta rasa-rasa lain. Sesuatu yang kadang membuat kita menjadi semangat melakukan sesuatu, berjalan kencang. Namun kadang harus berhenti karena malas atau putus asa untuk melakukannya.

Bila kita 'berhenti', kita paksakan diri untuk terus berjalan. Malas bekerja, ayo bekerjalah. Karena kita punya sikap yang positif. Bila sekarang gagal, besok pasti bisa. Pekerjaan yang belum selesai, kita akan selesaikan. Sikap positif ini menjadi penting untuk mempertahankan dan menjalankan kehidupan kita dari satu hari ke hari yang lain.

Saya setuju sekali bahwa sikap positif itu penting. Dan sikap positif itu akan membuat kita menjadi kuat. Tapi yang lebih penting sebetulnya adalah perubahan positif. Artinya dari hari ke hari kita harus membuat sikap yang berubah, cara bekerja yang berubah, cara kita menghadapi hidup yang berubah, bukan sekedar pikiran yang positif. Tapi perubahan menuju lebih baik atau perubahan yang positif.

Saya kira perubahan positif lebih penting daripada sikap positif. Karena kalau kita tidak berubah hanya mempunyai sikap yang positif maka dalam kehidupan kita juga tidak akan pernah terjadi perubahan yang signifikan.

Kalau kita ingin maju, lebih sukses, lebih berhasil, lebih bahagia kita harus melakukan perubahan yang positif secara terus menerus. Kalau kita ingin mempunyai hubungan yang baik dengan teman, kita harus melakukan secara kontinyu perbaikan positif. Tak sekedar hanya sikap yang positif.

Perubahan positif itu seperti kita harus disiplin dalam kehidupan kita, bekerja dengan cara yang baik dalam pekerjaan kita, ataupun memperbaiki 'networking' kita. Atau mendisiplinkan diri untuk selalu menghubungi teman-teman yang lama atau mengubah strategi promosi kita. Kita harus berubah dengan cara yang positif untuk memperbaiki bisnis/kehidupan kita supaya menjadi lebih baik nantinya.

Jadi sikap positif adalah penting. Namun perubahan untuk menjadi lebih baik/positif dalam kehidupan/bisnis kita adalah lebih penting. Tidak hanya sikap saja, tapi sudah menjadi tindakan untuk selalu lebih baik.

--

Menjual Kemewahan

Bila Anda mempunyai produk atau brand yang menyasar pada segmen atas, Anda bisa memanfaatkan nilai-nilai kemewahan. Dengan memanfaatkan nilai-nilai tersebut bukan hal yang tak mungkin bila Anda mendapat kesuksesan dengan produk atau brand tersebut.

Kemewahan itu adalah saat ketika manusia telah memenuhi batas-batas dasar kebutuhan kehidupannya; makan 3 kali sehari, punya rumah, punya kendaraan untuk bepergian, kebutuhan pendidikan dan lainnya.

Untuk memanfaatkan nilai kemewahan ini, ada 6 hal yang perlu diperhatikan:

1. Kita menyukai hal-hal yang mengagumkan.
Manusia pada dasarnya menyukai hal-hal yang mengagumkan/hebat/indah sekali. Misal: mobil seharga 5 milyar atau sekedar gantungan kunci namun harganya 700 ribu rupiah. Kita akan mengimpikan untuk memiliki barang-barang seperti ini.
2. Kita suka dihibur.
Kita senang bila kita terhibur dalam segala hal, tidak hanya waktu kita ingin mendapatkan hiburan. Misal: waktu makan, kita tidak ingin sekedar makan sesuatu, tapi senang ada alunan musik yang terdengar, atau bahkan ada 'live band'-nya.
3. Kita suka dirayu dan dimanjakan.
Bila kita membuat sebuah eksklusivitas - menganggap kita istimewa - lalu dirayu sesuai dengan keinginan kita akan bisa menimbulkan kesan mewah yang luar biasa. Dan bila kita mendapatkan hal ini, tak keberatan meski harus mengeluarkan beberapa uang.
4. Kita suka diperlakukan bak bintang film/orang top.
Apapun yang kita inginkan, kita dilayani untuk mendapatkan semua keinginan itu. Dan dilayani dengan standar seakan-akan bak seorang raja atau orang penting. Ini juga akan memberikan kesan mewah yang luar biasa.
5. Kita suka dengan barang yang unik.
Mendapatkan sesuatu yang unik - sesuatu yang diciptakan khusus dengan jumlah terbatas di dunia ini - akan menimbulkan sensasi tersendiri bagi kita. Kita menyukai sesuatu yang jarang ada di dunia ini, seperti halnya berlian, intan atau permata.
6. Kita suka dengan nilai-nilai kemanusiaan yang murni.
Kita suka berbuat baik dan berarti kita suka dengan perusahaan yang suka berbuat baik, misal membela atau menolong orang miskin. Atau perusahaan yang memperhatikan lingkungan yang bersih dan hijau. Nilai-nilai ini menggugah kita menjadi lebih suka dan merasa produk tersebut sebagai barang mewah.

Dengan memperhatikan 6 hal tersebut, Anda bisa meramu strategi yang tepat dan menjalankannya secara konsisten, tak berlebihan kalau Anda akan mendapatkan kesuksesan dengan produk atau brand Anda.

--

Menjual Kemewahan

Bila Anda mempunyai produk atau brand yang menyasar pada segmen atas, Anda bisa memanfaatkan nilai-nilai kemewahan. Dengan memanfaatkan nilai-nilai tersebut bukan hal yang tak mungkin bila Anda mendapat kesuksesan dengan produk atau brand tersebut.

Kemewahan itu adalah saat ketika manusia telah memenuhi batas-batas dasar kebutuhan kehidupannya; makan 3 kali sehari, punya rumah, punya kendaraan untuk bepergian, kebutuhan pendidikan dan lainnya.

Untuk memanfaatkan nilai kemewahan ini, ada 6 hal yang perlu diperhatikan:

1. Kita menyukai hal-hal yang mengagumkan.
Manusia pada dasarnya menyukai hal-hal yang mengagumkan/hebat/indah sekali. Misal: mobil seharga 5 milyar atau sekedar gantungan kunci namun harganya 700 ribu rupiah. Kita akan mengimpikan untuk memiliki barang-barang seperti ini.
2. Kita suka dihibur.
Kita senang bila kita terhibur dalam segala hal, tidak hanya waktu kita ingin mendapatkan hiburan. Misal: waktu makan, kita tidak ingin sekedar makan sesuatu, tapi senang ada alunan musik yang terdengar, atau bahkan ada 'live band'-nya.
3. Kita suka dirayu dan dimanjakan.
Bila kita membuat sebuah eksklusivitas - menganggap kita istimewa - lalu dirayu sesuai dengan keinginan kita akan bisa menimbulkan kesan mewah yang luar biasa. Dan bila kita mendapatkan hal ini, tak keberatan meski harus mengeluarkan beberapa uang.
4. Kita suka diperlakukan bak bintang film/orang top.
Apapun yang kita inginkan, kita dilayani untuk mendapatkan semua keinginan itu. Dan dilayani dengan standar seakan-akan bak seorang raja atau orang penting. Ini juga akan memberikan kesan mewah yang luar biasa.
5. Kita suka dengan barang yang unik.
Mendapatkan sesuatu yang unik - sesuatu yang diciptakan khusus dengan jumlah terbatas di dunia ini - akan menimbulkan sensasi tersendiri bagi kita. Kita menyukai sesuatu yang jarang ada di dunia ini, seperti halnya berlian, intan atau permata.
6. Kita suka dengan nilai-nilai kemanusiaan yang murni.
Kita suka berbuat baik dan berarti kita suka dengan perusahaan yang suka berbuat baik, misal membela atau menolong orang miskin. Atau perusahaan yang memperhatikan lingkungan yang bersih dan hijau. Nilai-nilai ini menggugah kita menjadi lebih suka dan merasa produk tersebut sebagai barang mewah.

Dengan memperhatikan 6 hal tersebut, Anda bisa meramu strategi yang tepat dan menjalankannya secara konsisten, tak berlebihan kalau Anda akan mendapatkan kesuksesan dengan produk atau brand Anda.

--

Prioritas Dalam Hidup

Dalam kehidupan kita sering melupakan prioritas hidup kita. Selalu kita mati-matian cari uang. Selalu kita berusaha habis-habisan. Bahkan mengorbankan kesehatan kita. Sampai pada suatu titik di mana kita jatuh sakit.

Saat kita sakit, saat badan kita terasa sakit semua, tulang rasanya ngilu, pokoknya segalanya menjadi tidak enak, maka kita tiba-tiba baru sadar. Apapun banyaknya uang yang kita punya, tetap kesehatan itu adalah hal yang sangat penting dalam hidup ini. Sering karena kesibukan bisnis kita - karena kemauan keras kita mencari uang - kita melupakan kesehatan kita.

Saat sakit, kita menyadari bahwa saat sedang sehat, kita tidak pernah menghargai kesehatan kita sendiri. Waktu kita sakit, barulah kita menyadari bahagianya kalau menjadi orang yang sehat.

Ada sebuah cerita tentang seorang manajer yang bekerja habis-habisan. Sampai suatu ketika umur 45 tahun dia melakukan check-up di Singapore. Dan ternyata ketahuan jantungnya mengalami penutupan. Harus dilakukan operasi by-pass pada saat itu juga demi kebaikannya.

Ketika dia masuk ke ruang operasi, sadarlah manajer itu. Dia merasa yang penting di dalam hidup ini ternyata bukan cuma uang saja. Dia merasa tiba-tiba saja mengalami perubahan dalam hidupnya.

Dengan cerita ini tidak berarti saya berkata uang itu tidak penting. Uang itu penting. Kerja keras itu penting. Bekerja habis-habisan itu penting. Tapi kesehatan kita juga penting.

Kadang-kadang kita perlu berdiam sejenak untuk merenungkan kembali prioritas hidup kita. Mungkin ada orang yang bekerja mati-matian, tiba-tiba terkejut ketika mengetahui bahwa anaknya pengidap sabu-sabu, karena kurangnya perhatian darinya selaku orang tua. Dia baru sadar bahwa dia tidak meluangkan waktu untuk memperhatikan anaknya ketika melihat putranya sudah 'rusak'.

Dalam kehidupan, kita harus memikirkan prioritas hidup kita. Kita tidak mungkin berharap semuanya baik. Semuanya sempurna. Tidak bisa. Kita harus mengalokasikan berapa % waktu dan energi kita untuk mencari uang. Berapa % untuk keluarga, berapa % untuk kesehatan kita, berapa % untuk kehidupan sosial dan lainnya. Karena hidup ini adalah merupakan sebuah pilihan.

--

Hati-Hati Dengan Asumsi

Sering pada saat saya mengajar tentang kewirausahaan (entrepreneurship), ada orang yang bilang pada saya, "Pak Santoso, saya ini sudah berusaha berbisnis selama 7 tahun, tapi saya tidak bisa sukses-sukses. Apa saya ini bukan tipe pebisnis ya ? Mungkin saya tidak usah berbisnis lagi, toh saya tidak mungkin sukses."

Ada juga yang bilang, "Pak Tanadi, saya sudah mencoba 2 kali berbisnis, tapi dua-duanya gagal. Mungkin saya tidak cocok berbisnis."

Saya tidak tahu apakah mereka atau Anda betul tidak cocok. Atau betul tidak bisa jadi 'entrepreneur'. Tapi ada sebuah satire yang menarik. Ada orang bilang, "Saya sudah hidup selama 65 tahun. Saya tidak pernah mengalami mati. Jadi saya tidak mungkin mati, karena selama 65 tahun tidak pernah mati, maka sebenarnya selamanya saya tidak akan mati."

Tentu saja ini hanyalah lelucon. Tapi Anda bisa memahami cara berpikirnya yang salah. Karena semua orang toh akan mati juga. Selama Anda 65 tahun tidak pernah mati tidak berarti Anda tidak bisa mati. Tidak pernah mati bukan berarti tidak bisa mati. Karena belum waktunya mati saja. Mungkin bisa saja pada saat usia 75 tahun, atau 80 tahun atau lainnya.

Begitupun dalam berbisnis. Begitupun dalam berusaha. Kalau kita telah gagal 7 tahun, mungkin pada tahun ke-8 kita bisa sukses, mungkin juga tidak. Saya tidak tahu.

Tapi saya ingin sharing dengan Anda, berhati-hatilah kalau Anda membuat asumsi. Misal Anda berasumsi, 'saya ini baru mencoba usaha dan ternyata gagal, maka saya ini bukan tipe pebisnis.' Hati-hati dengan asumsi ini, mungkin Anda sebenarnya tipe pebisnis, hanya kebetulan saat berusaha itu Anda gagal. Tapi pada kesempatan lain mungkin saja Anda berhasil.

Kalau Anda - misal jadi salesman - sudah 2 tahun belum mencapai sales target, Anda mungkin salah dalam cara menjual. Anda harus belajar menjual lebih baik lagi. Demikian juga dalam berbisnis. Mungkin belum waktunya Anda berbisnis dengan sukses. Mungkin belum waktunya Anda pebisnis handal. Karenanya Anda harus berusaha lebih baik, berusaha lebih keras lagi.

--

Keikhlasan Hidup

Katanya ada seseorang yang datang kepada Dalai Lama dan menanyakan, "Pak Dalai Lama apakah yang menjadi rahasia dari kebahagiaan itu ?" Maka jawabannya menjadi sangat singkat. Dalai Lama bilang, "Makanlah dengan nikmat, tidurlah dengan nyenyak."

Begitu sederhananya kata-kata ini - 'makanlah dengan enak, tidurlah dengan nyenyak' - namun ternyata tidak sesederhana perwujudannya. Apakah demikian sulit sehingga yang sederhana ini tidak bisa diwujudkan ? Apakah kita - khususnya yang hidup di kota - begitu 'complicated' ? Begitu susahkah hidup ini ? Begitu penuh perjuangan-kah ? Atau begitu banyak persaingan ? Sehingga susah untuk dapat menikmati hal yang serderhana ini - makan yang enak dan tidur yang nyenyak ?

Kebaikan diri kita adalah kunci menjaga diri dengan kedamaian kita sendiri. Bagaimana kita belajar melepaskan harapan kita akan balasan dari orang lain ketika kita melakukan kebaikan-kebaikan untuk orang lain atau ketika kita menolong orang lain. Kata Dalai Lama, "Kamu berbuat baik lalu buanglah ke dalam sumur." Maksudnya setelah kita berbuat baik, lupakan kebaikan itu. Dan jangan mengharapkan balasan.

Kita harus bisa menjadi kaya dengan tidak terlalu mengharap. Karena keikhlasan kita pada kehidupan ini yang akan membuat kita lebih dekat pada keheningan dan kebahagiaan yang benar-benar dapat kita rasakan pada kehidupan ini.

Saya yakin setiap orang selalu punya ambisi, selalu punya kemauan, selalu punya perasaan yang keras tentang penyesalan, tentang kemarahan, tentang kekecawaan. Hal tersebut wajar. Rasakanlah kemarahan itu, rasakan kekecewaan itu. Tapi ada juga waktu untuk belajar melepaskan sesuatu. Melepaskan semua perasaan yang terlalu membelenggu kita dengan belajar menikmati kehidupan dengan hanya berbuat kebaikan.

Tidurlah yang nyenyak, makanlah yang nikmat. Dan nikmatilah hari demi hari penuh dengan kedamaian kita sendiri.

--

Cobalah Sesuatu Yang Baru

Pernahkan anda berpikir, berapa banyak burung yang sampai mati berada dalam sangkarnya mengira bahwa atap sangkarnya merupakan langit ? Kalau anda pernah melakukan hal ini, maka anda melakukan hal yang sama dengan Ojiman Dino, seorang ahli dalam hal salesmanship.

Banyak burung yang dari lahir sampai mati berada di dalam kerangkeng sangkarnya. Sehingga menganggap dunianya hanya di dalam sangkarnya. Dan mengira bahwa warna cat biru di atap sangkarnya adalah langit sebenarnya. Padahal tidak demikian.

Dan hal tersebut kerap terjadi pada kehidupan kita. Kita tidak mau mencoba sesuatu yang baru, karena kita mengganggap ada batas-batas yang memagari kita. Kita tidak mau melewati pagar-pagar imajinasi tersebut. Kita selalu beranggapan, "Saya tak mungkin melakukan hal itu", "Saya hanya terbatas pada bidang ini", "Saya hanya bisa jadi di bagian administrasi saja", "Saya tidak mungkin bisa jualan", "Tidak mungkin saya bisa bahasa Inggris", dan masih banyak lagi kemungkinan-kemungkinan tidak dalam hidup ini.

Sebenarnya pagar imginasi itu adalah pikiran kita. Pikiranlah yang merupakan batas dunia dan langit kita. Tapi kalau pikiran kita kuat (though) maka perasaan / feeling / keyakinan / kepercayaan akan menjadi kuat pula. Kalau perasaan kita sudah bagus seperti ini maka akan menjadikan tindakan kita menjadi positif dan lebih baik.

Dan tindakan baik itu akan membentuk karakter atau sifat kita. Kalau karakter kita sudah berkeyakinan mampu, maka kita dapat pula mewujudkan nasib (destiny) kita menjadi lebih baik. Kalau kita mulai percaya bahwa kita bisa, maka biasanya akan bisa pula. Ini yang biasanya membawa kesuksesan luar biasa bagi seorang individu tersebut.

Jadi mulailah bebaskan pikiran anda melewati sangkar imajinasi anda. Beranilah untuk lepas dari sangkar. Dan mulai biasakan habit / kebiasaan positif thinking dan selalu berkemauan untuk berani berpikir tentang hal-hal sebelumnya kita anggap tidak mungkin yang terjadi dalam kehidupan kita. Sehingga kita tidak akan menganggap bahwa cat biru di atap sangkar adalah langit sebenarnya.

--

Rasa Syukur Terhadap Hal Kecil

Dalam kehidupan, kita sering menganggap sesuatu seharusnya berjalan seperti demikian. Dan melupakan dalam proses berjalannya itu ada keterlibatan hal-hal kecil - yang kelihatan remeh. Namun sering-sering hal kecil itu tidak berjalan seperti semestinya dan ternyata sangat mengganggu dalam kehidupan kita - menjadikan kita sengsara.

Beberapa waktu yang lalu kamar mandi saya toiletnya buntu sehingga airnya tidak bisa dibuang. Selama 3 hari toiletnya tidak bisa 'diflush' - dibilas dengan air. Hal demikian sangat mengganggu sekali karena saya menjadi kesulitan kalau di kamar kecil.

Kejadian lain, suatu saat seorang karyawan saya - yang tidak terlalu punya jabatan penting - jatuh sakit selama 2 minggu. Dan selama itu saya menjadi repot setengah mati. Karena banyak pekerjaan yang harusnya dia kerjakan menjadi tak terselesaikan sehingga sangat mengganggu. Dan saya baru ingat bahwa saya tidak pernah berterima kasih selama dia ada.

Sering-sering hal-hal kecil saja akan sangat mengganggu dalam kehidupan kita. Hal-hal demikian - yang sebetulnya kecil/sederhana - kalau kita selesaikan dengan baik maka akan menjadi normal. Dalam kasus toilet di atas misal, saya selesaikan dengan memanggil orang untuk memperbaikinya dan membayarnya 150 ribu. Dan semuanya kembali menjadi berjalan normal.

Tapi kadang kita tidak pernah memikirkan itu dan tidak pernah berterima kasih bahwa semuanya berjalan lancar. Banyak hal-hal kecil - yang ada dalam kehidupan kita - tapi kita tidak pernah menyadari keberadaannya. Baru menyadarinya setelah tidak berjalan seperti semestinya, misal usus buntu, tidak bisa buang air, tidak bisa mengeluarkan air mata. Atau jalannya buntu, mobilnya mogok, nafasnya tidak lancar, semua hal demikian akan mengganggu kehidupan kita. Dan akan menghancurkan semua keindahan, kenikmatan dan kebiasaan kita.

Marilah kita memulai belajar menghargai hal-hal yang kecil yang sudah berjalan dengan baik dalam kehidupan kita. Kita harus sadar bahwa dengan adanya hal-hal yang kecil semuanya dapat berjalan dengan baik. Kita harus meluangkan waktu untuk bersyukur dan berterima kasih terhadap hal-hal kecil, orang-orang kecil. Kadang hal-hal itu akan sangat mengganggu pekerjaan besar anda.

--

Berani untuk Tertawa

Sebuah riset menarik yang mengatakan bahwa anak kecil/bayi tertawa setiap harinya secara rata-rata sebanyak 300 kali. Tetapi sebaliknya dengan orang dewasa - yang berumur 30, 40, 50 tahun - secara rata-rata hanya tertawa 15 kali sehari. Jadi kita mengalami penurunan dari bayi yang 300 kali hanya menjadi 15 kali sehari. Ada apa dengan kehidupan kita ?

Kalau kita renungkan ternyata ada perubahan menyolok yang berbeda sejak dari masa kanak-kanak kita. Kreativitas - keberanian berpikir di luar kotak/kebiasaan -, kemauan untuk bergembira, rasa ingin tahu yang besar - selalu mempertanyakan apa saja di dalam hidup kita -, perlahan-lahan mulai pudar dalam diri kita.

Kita telah kehilangan kemampuan kita untuk hidup sehat karena kita kehilangan kemampuan tertawa. Dan terlalu banyak melihat sisi kesedihan, kemurungan, ketidakpuasan dalam hidup kita.

Ada hal menarik, kalau anda lihat ada 5 orang di ujung sana, yang 4 orang tertawa dan 1 yang menangis, siapa yang akan anda perhatikan ?

Ternyata orang yang menangislah yang akan anda perhatikan. Maka kita seharusnya harus belajar melihat kalau ada peristiwa seperti demikian, maka kita pilih memperhatikan yang tertawa dan melupakan yang menangis.

Karena apa ? Karena kita ingin hidup sehat. Sebuah riset menunjukkan orang yang sehat adalah orang yang suka tertawa, suka tersenyum dan bergembira. Karena dengan demikian kehidupannya akan menjadi lebih sehat dan panjang umur.

Maka belajarlah membuat kita menjadi seperti kanak-kanak lagi. Supaya kita berani untuk tertawa terpingkal-pingkal terhadap hal yang lucu ataupun sedikit lucu saja. Dengan kanak-kanak kita berani untuk berpikir kreatif - berpikir di luar kebiasaan orang. Dan karenanya kita siap menghadapi apapun di dunia ini dengan tertawa, tersenyum dan optimis. Bila demikian dijalankan niscaya hidup kita akan menjadi lebih baik di dalam dunia ini.

--

Persepsi

Ada sebuah percobaan menarik yang dilakukan oleh sekumpulan peneliti di Amerika. Cukup lucu sih sebenarnya percobaan mereka. Percobaan yang sederhana ini hanya ingin mencoba membuktikan sesuatu hal yang menjadi kebiasaan orang.

Kalau kita amati bilamana ada orang tua yang bercengkerama dengan anak bayinya - usia 0 - 5 tahun -, sering orang lain yang melihat hal ini berkomentar ke orang tua tersebut, "Aduh cantik sekali matanya seperti mata ibunya,", "Lihat hidungnya mancung kayak hidung bapaknya" atau "Wah dagunya lihat persis sama kotaknya dengan dagu kakeknya."

Ini menarik sekali, karena setelah dilakukan beberapa pengetesan di lapangan, hasilnya memang seperti itu. Padahal anak bayi itu dalam pengetesan itu bukan anak kandungnya, melainkan anak angkatnya.

Kalau kesamaan sifat - bukan fisik - bisa saja terjadi antara orang tua angkat dengan anaknya. Karena sifat orang tua bisa menurun ke anak karena si anak melihat kebiasaan orang tuanya. Tapi kalau mata, hidung, dagu atau wajah tentu saja akan mengikuti genetika dari orang tua aslinya.

Dari penelitian ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa manusia pada dasarnya mencari kesamaan dari yang ada. Yang ini sama dengan yang itu. Padahal sebenarnya dalam kasus di atas, tidak ada kesamaan.

Nah dalam konsep branding hal ini disebut sebagai persepsi. Persepsi inilah yang dilihat, bukan kenyataan yang dilihat. Kita melihat apa yang kita mau lihat. Bukan fakta atau kebenaran itu sendiri. Persepsi menjadi lebih penting daripada fakta/kebenaran itu sendiri. Karena yang dipandang adalah persepsi itu sendiri.

Dalam dunia praktek, kita bisa menerapkannya terhadap produk/jasa kita. Kita harus menentukan bagaimana persepsi konsumen terhadap produk/jasa kita; harga, kualitas, fungsi dan nilai lebih dengan produk/jasa lain. Ini tentu banyak hal yang bisa dilakukan. Seperti mengganti nama seperti yang dilakukan oleh bintang-bintang film supaya terlihat lebih keren dan menjual. Sederhananya bisa seperti ungkapan lucu ini: "Lebih baik kelihatan seperti orang pintar, daripada anda memang pintar tapi kelihatan seperti orang bodoh."

Nah banyak hal dalam kehidupan kita, kalau kita perhatikan, hanyalah masalah persepsi saja. Dan bukan kebenaran atau fakta yang sebenarnya itu sendiri. Jadi kita bisa berkesempatan untuk menampilkan persepsi yang kita inginkan meski kenyataannya bukan seperti itu.

--

Antusiasme Dalam Hidup

Umur membuat kulit kita keriput, tapi kehilangan antusiasme dalam hidup membuat jiwa kita keriput. Umur boleh menua, namun jiwa masih awet muda selama masih menggenggam antusiasme.

Sebuah peribahasa menarik dari Native America Proverb, "The soul would not have rainbow if the eyes had no tears." Peribahasa yang mengilhami bangsa Amerika untuk selalu bangun setelah jatuh membangun bangsanya menjadi lebih maju.

Mereka bilang, hanya dengan keberanian kita menerima kesedihan dan airmata dengan tangan terbuka, yang membuat kita nantinya akan mampu melihat indahnya pelangi jiwa. Orang baru bisa menikmati kehidupan, keindahan, kebahagiaan, setelah dia tahu arti kesedihan. Dia akan merasakan kesuksesan setelah pernah mengalami kegagalan. Setelah semuanya pernah mengalirkan air mata.

Dalam hubungan lelaki-perempuan, persahabatan, atau percintaan kadang kala timbul gangguan, hambatan yang membuat kita merasa sedih. Namun bilamana telah melewati hal itu hubungan itu akan menjadi lebih baik, lebih berbahagia dan lebih mencintai.

Orang selalu berharap mulai berbisnis bisa langsung sukses, atau mengharapkan bisnisnya sukses terus tidak pernah gagal. Tentu saja hal ini tidak bisa. Kita baru bisa benar-benar menghargai dan menerima kesuksesan bilamana kita pernah gagal. Bila kita pernah tahu merasakan akan gagal seperti apa. Dan tidak menyalahkan yang lain, kalau kita gagal. Karena yang penting adalah selalu penuh antusiasme tanpa kehilangan sedikitpun untuk melewati kegagalan demi kegagalan.

Antusiasme itulah yang menjadi motor dalam kehidupan kita. Antusisamelah yang menjadi inspirasi untuk terus berkarya dan berjuang untuk menuju yang lebih baik. Umur bisa saja membuat kulit kita keriput, namun kehilangan antusiasme dalam hidup, justru menjadikan jiwa kita keriput.

Maka kita harus berani menerima kesedihan, namun kita tetap menyiapkan diri dengan antusiasme kita menghadapi kehidupan ini untuk mencapai kemajuan yang lebih baik.

--

Memilih Dan Kompromi Dalam Hidup

Kita tidak bisa menginginkan semuanya menjadi bagus untuk kehidupan kita. Ada yang bagus di sisi sana, kurang bagus di sisi sini. Selalu ada yang dikorbankan. Karena kita melakukan trade-off. Apakah trade-off itu ?

Saya sering diberitahu bahwa binaragawan, yang badannya kekar yang dibentuk oleh body building yang hebat, biasanya kurang pintar sekolahnya. Tentu saja stereotype ini bisa salah bisa benar. Saya tidak mengatakan bahwa mereka bodoh, tapi mungkin kurang menghabiskan waktunya untuk mengasah otak, karena kita semua punya waktu yang terbatas.

Kalau kita perhatikan mereka - para binaragawan, bahkan para olahragawan yang suka berolah raga - akan memperhatikan banyak sumber dayanya pada kegiatan olah raganya. Setiap hari berolah raga. Tidak ada waktu untuk pendidikannya. Saya kenal olahragawan hebat yang seharinya 14 jam berolah raga, lalu kapan membaca buku dan belajar?

Orang yang jagoan ngebut, hebat olahraga ini, hebat olahraga itu, jarang sukses dalam pendidikannya. Karena mereka tidak meluangkan waktunya untuk lebih banyak berkonsentrasi ke pendidikannya. Ini yang dinamakan sebagai trade-off.

Trade-off adalah kompromi. Kompromi untuk menentukan pilihan - dari pilihan yang ada - yang akan lebih banyak kita perhatikan. Mengalokasikan lebih banyak sumber daya ke sini. Sehingga pilihan lainnya secara otomatis terabaikan. Contoh: kalau kita menentukan pekerjaan dipentingkan untuk lebih cepat, maka kita terlalu mengharap adanya pilihan pekerjaan yang hasilnya akurat. Kalau kita melakukan lebih banyak pekerjaan, maka kualitasnya tidak akan sebaik kalau dikerjakan sedikit.

Ada seorang teman sambil bergurau bertanya kepada saya, "Pak San, mendengarkan berita penting nggak ?" Kalau dihadapkan pertanyaan ini, ganti saya yang bertanya, "Pekerjaan anda apa ?" Kalau pekerjaannya sebagai akunting, maka berita bisnis masih relevan. Tapi kalau berita cuaca - hari ini hujan atau tidak, negara anu mengalami badai salju - tentu tidak berguna bagi kegiatan akuntingnya. Maka dia bisa menghemat waktunya - untuk tidak mendengarkan berita yang tidak relevan - untuk meningkatkan kualitas pekerjaan akuntingnya.

Dalam kehidupan bisnis, kita harus memilih aktivitas-aktivitas yang menguntungkan kita. Kita harus melakukan trade-off. Jadi selalu ada hal yang harus dirugikan. Ada hal yang harus dikompromikan. Tidak bisa kita mau semuanya. Prioritas jadi kunci, apa yang kita dahulukan, dan apa yang kita korbankan?

Kalau kita bisa mengerti hal ini maka kita bisa memilih - kita punya hak untuk memilih - mana yang harus diubah dalam kebiasaan kita supaya kita bisa lebih sukses dalam kehidupan kita. Anda harus sadar bahwa kita semua punya hak untuk memilih, dan menentukan pilihan kita.
--

Membeli Nilai

Tiap orang menentukan nilai yang berbeda untuk suatu posisi. Bisa saja bagi seseorang suatu posisi dinilai tinggi, tapi tidak bagi yang lain. Lalu bagaimana kita menyikapi hal ini ?

Saya punya teman yang mungkin unik bagi kebanyakan orang lain. Dia ini kalau terbang ke Amerika, Eropa atau Hongkong selalu menggunakan 'business class'. Bahkan kadang naik 'first class'. Padahal harga 'business class' bisa lipat 3. Misal: Surabaya - San Fransisco, harga kelas ekonomi USD 1200, sedang 'business class' USD 3100. Bayangkan, dia rela mengeluarkan uang sebesar 30 juta hanya untuk naik pesawat, yang orang lain cukup mengeluarkan uang 10 juta.

Yang menarik, dia ini kalau tinggal di hotel, selalu membawa pulang sabun, shampoo, atau barang-barang kecil lainnya yang nilainya tidak seberapa. Saya sendiri sudah lama tidak melakukan hal ini. Karena saya pikir buat apa membawanya karena bisa didapatkan dengan mudah dan murah.

Saya awalnya heran melihat teman saya ini. Dia yang kaya raya ini, yang selalu terbang pakai 'business class' tetapi mau membawa barang murah bahkan gratisan dari hotel. Ada teman lain yang juga sama uniknya dengan teman sebelumnya. Dia seorang wanita yang kaya raya. Tas yang dicangklongnya selalu bermerk seperti Louis Vitton. Celana jeansnya pakai Sara yang mahal. Namun kalau beli bolpen cari yang paling murah, meski sekalipun tidak ada merknya.

Dua teman ini, setelah saya selami secara sosiologi, bukanlah sesuatu yang unik. Setiap manusia adalah sesuatu individu yang unik dan kompleks. Pada posisi tertentu dia mengharap nilai yang tinggi, namun di posisi lain, dia sudah puas dengan nilai yang rendah. Dan dia berhak untuk menentukan mana posisi yang nilainya tinggi, mana yang nilainya rendah. Tiap orang berbeda menentukan posisi tersebut melihat persepsi dan pengalamannya.

Jadi kita tidak bisa mengharapkan bahwa orang kaya menginginkan semuanya yang bagus dan mahal. Kadang-kadang mereka juga pakai yang murah. Seseorang menentukan posisi naik pesawat ke hal yang tinggi, tapi masalah sabun pada posisi yang rendah. Untuk tas ke posisi yang tingggi, namun ke bolpen ke posisi yang rendah. Dan ini bisa berarti bagi orang lain bisa menjadi sebaliknya.

Karena itu dalam menggapai sesuatu, entah impian atau target, tentukan sesuatu dengan posisi yang tepat. Supaya dapat mencapainya. Misal mengerjakan sesuatu dengan waktu yang terbatas, kalau lewat deadline sudah tidak ada artinya. Maka posisi memenuhi deadline haruslah mempunyai nilai tinggi. Jangan sampai hanya mengikuti ego untuk mengerjakan hal itu dengan nilai tinggi, tapi melawati deadline yang ditentukan. Karena sudah tidak ada gunanya.

Jadi pintar-pintarlah menentukan posisi tersebut. Selamat menilai.

--

Customer Service Terbaik

Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kehidupan sehari-hari untuk dapat kita pergunakan sebagai pedoman dalam berbisnis. Seperti sikap kita dulu waktu masih berpacaran dan setelah menikah. Lho memang ada hubungannya dengan bisnis ?

Ada sesuatu yang menarik tentang bagaimana melayani pelanggan dengan baik. Atau bagaimana sikap kita yang terbaik untuk melayani pelanggan/customer kita. Dan ini semua kita ambil dari peristiwa/kehidupan kita sehari-hari. Yakni sikap/situasi yang kita lakukan dulu berhadapan dengan kekasih (lover) dan sekarang setelah sudah jadi istri (wive). Saya dapat ketika ikut seminar tentang luxury goods dari seorang pembicara dari Perancis, beliau berkata: Treat your customers as your lover, not your wife.

Kita sering mengganggap istri sudah seharusnya melayani kita, dan kita lupa dan tidak lagi mengejarnya atau memperlakukannya dengan sepenuh hati, nah ini beberapa tips melayani pelanggan yang baik:

1. Make the effort
Gunakanlah tenaga anda untuk melayani. Jangan 'take it for granted', atau sudah selayaknya seperti itu. Jangan mengaggap pelanggan seperti Istri ya seharusnya memang begitu, biarkan saja.

2. Pursue the most
Kejarlah kekasih itu. Jangan sekedar bersantai, rileks dan membiarkan terjadi begitu saja, bukannya 'let it happen', tetapi 'make it happen'. Harus ada usaha dan keinginan yang kuat untuk mendapatkannya.

3. Attention to detail
Attention/perhatian kita ke pelanggan seperti kita memperhatikan kekasih kita. Seperti kita harus mengetahui dia suka baju apa, es krimnya rasa apa dan lainnya. Jangan memperlakukan seperti ke istri, 'take it or leave it', biarkan saja mau atau tidak, terserah.

4. Make the time
Kalau dengan kekasih, selalu kita mempunyai waktu. Kita selalu membuat kesempatan atau menyediakan waktu buat kekasih. Tetapi kalau untuk istri, kita berpedoman 'as long as I have time' atau 'if only I have time'. Dalam pelayanan pelanggan yang baik, kita harus make the time to serve better.

5. Life is fun
'Life is fun' kalau bersama kekasih. Dan demikian juga 'life is fun', kalau bersama pelanggan. Jangan menganggap 'life is obligation', hidup sebagai tanggung jawab atau keharusan. Sesuatu yang harus kita kerjakan adalah sebuah beban, sesuatu yang kita nikmati adalah keindahan.

Ini tentu tidak berlaku bilamana kita bisa menganggap 'your wive is your lover'. Istri kita adalah kekasih kita.

Nah, mitra bisnis, kelima hal yang sederhana ini bisa menjadi pelajaran untuk menjadikan pelanggan kita menjadi lebih mau berbisnis dengan kita.

--

Humor dan Kreativitas

Ada sebuah cerita menarik soal seorang anak yang mulai ikut-ikutan bapaknya minum bir. Anak yang berusia 19 tahun itu, baru belajar minum bir. Ketika bapaknya sudah minum tiga botol bir, anak itu ikutan minum satu botol bir.

Anak itu bertanya pada bapaknya, "Pak, bagaimana sih rasanya mabuk itu ? Saya kok belum pernah merasakannya." Bapaknya menjawab "Kalau kamu sudah mabuk, maka ada empat orang di depan itu, akan terlihat akan menjadi delapan orang."

Anak itu berkata: " Pak, aku cuma keliahatan dua orang kok, bapak sudah mabuk ah! Hahaha " Padahal didepan mereka sebenarnya hanya ada satu orang saja.

Cerita ini untuk menggambarkan sebuah humor atau lelucon atau cara pandang hidup yang bisa menyegarkan kita untuk kembali ke kenyataan hidup. Humor itu menyegarkan sekali karena pada titik tertentu akan berbelok menjadi sebuah pendapat yang tidak diharapkan. Ini membuat kita menjadi lebih segar dan tidak memikirkan alur awalnya.

Sebetulnya kreativitas itu di-drive beberapa di antaranya oleh humor. Sebab jika seseorang bisa menikmati sebuah humor atau lelucon, biasanya menjadi lebih kreatif dalam kehidupannya. Sebab orang itu bisa melihat kehidupan dari sudut yang aneh, sudut yang nyeleneh.

Saya percaya jika hidup ini ingin lebih sukses harus belajar lebih kreatif. Dan salah satu cara sebuah kreativitas bisa timbul kalau kita menyukai humor, karena bisa sering tertawa dan memandang hidup ini lebih terbuka. Kemampuan kita mentertawakan hidup dan mentertawakan diri sendiri akan memberikan angir segar baru pada kehidupan kita.

Ada banyak survey yang membuktikan bahwa banyak tertawa akan membuat kita lebih sehat dan berumur panjang. Kenapa kita tidak mau melakukannya, padahal itu mudah dan murah?

--

Harapan dan Kepemimpinan Yang Baik

Kali ini business wisdom akan membahas mengenai harapan dan kepemimpinan (hope and leadership). John Gardner, seorang pemuka Amerika Serikat memberikan ungkapan menarik soal kepemimpinan ini. Bagaimana perlunya sikap kepemimpinan yang baik, terutama di masa-masa sulit sehingga akan menjadi lebih berguna bagi anak buahnya.

Dalam pernyataannya, John Gardner berkata, "Tugas pertama dan terakhir dari seorang pemimpin adalah tetap menyiapkan atau menyalakan harapan kita. Sehingga kita bisa mencapai kesuksesan setelah melalui semua kesulitan dan kegagalan serta masa susah."

Hal itu saya kira sangat tepat kalau dibicarakan saat ini. Karena sekarang ini bisnis di Indonesia sedang mengalami ketidakpastian yang begitu tinggi, ketidakjelasan, dan seringnya perubahan mendadak yang membuat kita kadang-kadang menjadi sedih. "Oh… sekarang kok susah sekali berbisnis. Beli barang susah. Apalagi untuk berjualan. Karena daya beli masyarakat terbatas." Biaya sewa menjadi mahal. Sewa sebuah toko di mal misal, kalau dulu hanya Rp 20 juta setahun, sekarang Rp 40 juta. Padahal penjualan tetap, malah cenderung menurun.

Lalu pertanyaan yang muncul, bagaimana kita harus tetap bertahan ? Maka seorang pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang tetap bisa memberikan semangat kepada manager-nya, anak buahnya, satpam hingga cleaning service bahwa masa susah pasti akan berlalu. Dan pada akhirnya masa susah akan bisa dilewati dengan baik.

Leadership adalah sesuatu yang menarik. Kalau kita akan membahas mengenai leadership, kita tak hanya membutuhkan waktu satu, dua, tiga, empat atau lima hari. Bahkan bisa lebih dari itu. Lalu, bagaimana sebenarnya seorang pemimpin yang baik ?

Ada beberapa hal penting jika kita membahas mengenai leadership. Pertama, seorang pemimpin harus mampu memberikan harapan ke bawahannya bahwa kita akan mampu melewati masa-masa susah itu.

Ada hal penting yang sering sekali tidak disadari. Memang secara aplikatif, dalam operasional sehari-hari leadership diartikan sebagai hal sesuatu bagaimana mengerakkan teman-teman kita menuju pada titik tujuan bersama yang baik.

Kedua, saya selalu bilang pada teman-teman, secara teoritis, bila ada sekumpulan macan yang dipimpin seekor domba dan beroerang, maka perkumpulan ini akan kalah jika dibandingkan sekumpulan domba dipimpin oleh seekor macan. Karenanya pemimpin itu sering dianggap memberikan kontribusi yang besar dalam keberhasilan sebuah usaha. Dan seorang pemimpin yang baik harus berani mengambil resiko.

Jadi, ada sebuah kata-kata yang cukup menarik, "To be a leader means the willingness to take risk. And the willingness to love." Ada kemauan untuk mengambil resiko dan mencintai anak buah. Anda juga harus mengecek, apakah pemimpin Anda sudah memberikan dari nafsunya atau dari kebenaran hatinya sendiri.

Jadi, kepemimpinan itu terutama dimasa-masa yang sulit akan menjadi lebih mencolok, lebih penting dan lebih berguna lagi bagi anak buahnya. Sebagai pemimpin, baik dalam kelompok lima orang, sepuluh orang atau pun tujuh puluh ribu orang, kita harus mampu memberikan harapan. Kita harus menunjukkan arah mau ke mana. Kita harus mampu dan mau mencintai anak buah.

Pada akhirnya kita dapat melewati masa-masa sulit itu dengan baik dan membawa kelompok kita menuju kesuksesan yang diharapkan. Leadership dan hope adalah sesuatu yang penting sekali peranannya.

--

Rasa Panik

Rasa panik, tegang, bingung bahkan kesulitan kerap kali kita hindari. Tapi ternyata ada untungnya kita bisa merasakan hal ini. Kenapa ? Jawabannya bisa ditemukan di busniness wisdom kali ini.

Saya sering melihat seorang pebisnis atau seorang teman atau seorang karyawan yang tidak juga panik, padahal deadlinenya tinggal 1 hari. Padahal pekerjaan itu kalau kita lihat sudah pasti akan membutuhkan waktu lebih dari 10 jam. Dan saya bingung karena orang-orang tersebut menganggap enteng terhadap deadline dan waktu yang seharusnya dia selesaikan.

Nah, kita butuh rasa panik, rasa tegang, rasa bingung, rasa kesulitan ini untuk memperbaiki hidup kita untuk memacu kita, mau memaksa kita untuk bekerja lebih keras. Banyak sekali teman saya atau pebisnis atau karyawan saya kadang-kadang tidak panik walaupun tahu sebenarnya deadline sudah hampir sampai di depan kita, sehingga besok setelah terlambat cuma berasalan, "Wah ya, terlambat." "Wah ya, tidak sampai diselesaikan."

Nah ini berbahaya. Seperti seorang manusia yang membutuhkan rasa nyeri, rasa sakit, rasa lapar, untuk memberi tanda ke badan untuk mau makan, untuk supaya kita berobat. Bayangkan perut anda sakit tapi tidak terasa sakit. Ini malah berbahaya sekali. Semua dokter atau ahli kesehatan tahu benar bahwa kebutuhan akan rasa sakit itu sangat penting. Kalau kita tidak merasakan sakit, maka kita tidak tahu sebenarnya tubuh kita membutuhkan makanan atau obat yang sesuai.

Nah, untuk jiwapun kita butuh rasa panik. Rasa ini penting kalau kita merasa waktunya hampir mencapai deadline. Ini sangat kita butuhkan sekali supaya kita menyadari bahwa pekerjaan kita belum selesai. Dan banyak yang harus kita lakukan sehingga kita bersemangat, lebih memaksa diri untuk mengerjakan tugas, deadline, pekerjaan ataupun hal-hal lain yang penting untuk kita kerjakan dalam waktu itu.

Banyak sekali orang yang tidak merasa panik ini, tidak punya rasa bingung ini dan menganggap bahwa hidup ini berjalan dengan sendirinya sampai ke titik yang harus dicapai. Sebenarnya kita membutuhkan rasa panik itu. Maka kalau kita melihat teman-teman itu yang tidak panik padahal deadlinenya sudah hampir sampai, ingatkan mereka. Bahwa mereka membutuhkan rasa panik itu, rasa tegang, rasa bingung dan keinginan untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Karena penting untuk memacu kita untuk lebih mau menyelesaikan pekerjaan kita pada waktu yang telah disediakan.

--

Hidup untuk Mencapai Sukses

Kesuksesan itu bukanlah sebuah pintu akhir. Tapi kesuksesan itu adalah sebuah pendakian anak tangga yang harus dilewati satu tapak demi satu tapak. 'Success is not a door way, but success is stairway the take one step at time'.

Jadi kalau kita lihat banyak orang sering salah mengartikan kesuksesan. Mereka berkata, "Kalau saya mencapai ini, maka saya sukses." "Kalau saya dapat uang satu juta, maka saya sukses." "Kalau saya punya uang 50 milyar, maka saya sukses." Jadi mereka menetapkan suksesnya sendiri. Mereka berkata, "Kalau nanti saya menjadi direktur, kalau nanti saya mempunyai rumah besar, 2 buah villa dan 3 buah mobil, maka saya pada saat itu adalah orang sukses."

Sebetulnya sukses itu bukan sebuah pencapaian titik tapi sebuah perjalanan. Karena kita tidak tiba-tiba menjadi sukses. Tapi kita melakukannya selangkah demi selangkah mendekati kesuksesan tersebut dalam perjalanan hidup kita, dalam bisnis kita, dalam karier kita. Kesuksesan itu adalah sebuah perjalanan panjang dan bukan sebuah titik akhir dimana kita mencapai sesuatu.

Sebenarnya apakah anda langsung sampai berada di titik itu ? Tentu saja tidak. Yang ada hanyalah sebuah perjalanan yang dilakukan tahap demi setahap dalam kehidupan. Yakni ketika kita melakukan sesuatu yang baik, ketika kita dengan sukses melakukan sesuatu yang menguntungkan bagi perusahaan, ketika kita memajukan kehidupan ini, maka perjalanan itulah yang menciptakan kesuksesan-kesuksesan kita.

Dan kita harus yakin dan sadar betul bahwa sebenarnya hidup itu bukanlah pencapaian sebuah titik ke titik. Tapi sebuah perjalanan yang harus kita lakukan sebaik mungkin untuk menghasilkan hasil terbaik buat diri kita sendiri. Sukses adalah sebuah perjalanan bukanlah suatu tujuan.

--

Titik Tengah Pilihan Sulit

Sering kali kita dihadapkan situasi dimana hanya ada 2 pilihan yang sulit untuk dipilih. Keduanya sama baiknya atau buruknya. Dan juga sulit untuk dipilih keduanya. Lalu bagaimana stateginya ?

Saya ingin mengenalkan konsep yang disebut Zan Buridan's Donkey, keledainya Buridan. Zan Buridan ini adalah seorang filsafat di abad XIV. Konsep ini menggambarkan adanya seekor keledai yang lapar dan haus sekali. Di ujung sebelah kanannya ada air di suatu tempat yang segar. Dan di ujung sebelah kirinya terdapat makanan yang nikmat bagi dia. Dia tepat berada di tengah-tengah.

Keledai ini bingung mau ke kiri atau ke kanan. Kalau ke kiri dia dapat mengambil makanan, kalau ke kanan dapat mengambil minuman. Padahal dia lapar dan haus yang sama kuatnya, bagai 50:50. Persis. Kalau lebih lapar dia tentunya akan lebih makan dulu. Kalau lebih haus dia dapat minum dulu. Tapi ini persis di tengah. Dan secara teoritis kalau dia tidak bertindak apapun karena tidak tahu harus mengambil yang mana, dia bisa mati kelaparan dan kehausan.

Dalam kehidupan sehari, ada juga orang yang memiliki penyakit seperti demikian. Tapi coba bayangkan bila anda bimbang mau makan apa; nasi pecel atau nasi camour. Atau ada 2 tawaran pekerjaan; yang satu gajinya banyak, bosnya menyenangkan, pokoknya semuanya bagus tapi tidak ada liburan, yang lainnya sabtu minggu libur tapi bosnya tidak enak, dan gajinya sedikit. Atau anda dihadapkan untuk memilih 2 gadis sebagai kekasih; yang satu cantik, manis, ramah tapi bodoh, tapi yang satunya pandai, cerdas, mampu bekerja tapi wajahnya kurang.

Nah kita sering mengalami di mana kita berada di tengah keputusan yang sulit kita capai.

Maka dalam kasus Buridan's donkey tadi, kalau kita dorong keledai ke sebelah kanan, dia akan merasa lebih dekat ke air, sehingga dia akan minum terlebih dahulu, dan lalu pergi ke sisi lainnya untuk makan kemudian. Dan sebaliknya kalau kita dorong ke sebelah kiri. Dia akan makan terlebih dahulu, karena merasa lebih dekat dengan makanan dan kemudian berjakan ke kanan untuk minum.

Nah hal apa yang mendorong kita ketika kita mengalami hal demikian tersebut ? Sering orang Amerika bilang 'flipping the coin'. Koin dilempar, kalau kepala kamu yang menang, kalau ekor aku yang menang. Kalau menghadap ke atas, saya akan makan ayam goreng, kalau menghadap ke bawah saya mau makan bakwan.

Nah inilah yang dinamakan 'reasoning', bagaimana mencari alasan. Kadang kita mengalami 'paralyze', bingung dalam 2 hal yang sama beratnya, sama kualitasnya. Maka biasanya dibutuhkan 'reasoning'. Dan 'reasoning' ini bisa emosi.

Hal ini sudah dibuktikan secara klinis. Bahwa di atas otak kita kalau kita mengalami 'paralyze', yakni situasi tidak bisa melakukan sesuatu, cara paling mudah adalah mencari alasan. Dan kalau alasan secara logika sama betulnya, carilah alasan secara emosi. Emosi inilah yang mendorong kita untuk cenderung ke sesuatu pilihan.
Karena itulah bila kita mengalami stagnan untukmengambil keputusan, dapatlah kita mengambil alasan yang hanya sekedar emosi. Sehingga tetap bisa dihasilkan keputusan. Jangan terlalu lama terpaku untuk tidak mengambil keputusan, karena akibatnya bisa lebih buruk.

--

Senyum sebagai Kekuatan Universal

Senyum sebuah hal yang sederhana, mudah dan murah dilakukan. Tapi kenapa kita sekarang pelit tersenyum, tidak seperti sewaktu kita masih bayi atau masih kecil ? Padahal hasil dan dampak positifnya luar biasa. Mengapa bisa demikian ?

Ada hal menarik kalau kita akan dipotret. Biasanya fotografer akan berkata, "Senyum ya, 1.. 2.. 3.." Jepret. Kalau orang Amerika berkata, "Say cheese". Dan semua orang yang dipotret menjadi tersenyum karena berkata 'cheese' tersebut. Dan saya sering berseloroh berkata, "Sapi..." Dan semua menjadi tersenyum karena berkata 'sapi' itu. Jepret. Dan momen dengan senyum tercipta.

Ada yang menarik kenapa kita disuruh seperti itu. Karena ternyata senyum adalah sebuah kekuatan universal yang menarik sekali. Maka orang sering dianjurkan untuk sering tersenyum bahkan tertawa. Seperti kalau menelpon pelanggan untuk selalu tersenyum. Seperti menjelaskan produk ke calon klien dan lainnya.

Kenapa bisa demikian ? Karena hal itu akan menunjukkan hal yang positif. Sehingga sampai dipotretpun disuruh untuk tersenyum. Walaupun kadang-kadang senyumnya kelihatan kaku karena dipaksakan. Hanya bibirnya yang ditarik, tapi mukanya, gayanya, matanya, sikapnya, kesannya tidak ikut tersenyum. Terasa palsu.

Senyum yang tulus dengan hati terbuka akan memancarkan sikap mental yang positif. Akan memancar kehangatan dari orang tersebut. Sebuah perasaan (feeling) yang mudah menular. Juga menunjukkan keterbukaan kita dengan orang lain. Terasa sebuah perasaan keyakinan (confident) akan hidup ini. Dan yang terasa lainnya, apapun yang kita katakan akan terasa lebih manis dan enak didengar dan menyenangkan bagi orang lain.

Senyum adalah hal yang sederhana, mudah dan murah untuk dilakukan tapi hasilnya luar biasa. Bertelpon sambil tersenyum, meski di sana tidak melihat kita tersenyum, membuat terasa lebih ringan dan menimbulkan kebahagiaan. Dan ini menular ke lawan bicara. Seperti anak kecil atau bayi yang kita lihat, kalau mereka tersenyum atau tertawa, kemudian kita menjadi senang sekali.

Namun sejalan dengan waktu, di mana waktu kecil kita sering tersenyum dan tertawa, menjadi perlahan-lahan hilang dalam kehidupan kita. Karena kita ditekan atau diberi stress yang besar dalam pekerjaan dan permasalahan hidup. Karenanya mari kita mulai tersenyum lagi. Karena akan menimbulkan sebuah sikap mental yang positif dan menjadikan diri kita menjadi orang yang lebih sukses lagi.v

--

Tidak Menyia-Nyiakan Hidup

Setiap malam sebelum anda tidur, pernahkah anda berpikir bahwa kita sudah kehilangan kehidupan satu hari lagi dari kehidupan kita ? Saya dulu pernah berkata, "Time is not money, time is life." Waktu adalah kehidupan. Dan pada malam hari tersebut anda sudah melewatkan satu hari dari kehidupan anda.

Pertanyaannya, "Apa yang sudah kita dapatkan atau apa yang sudah kita kerjakan hari itu." Ini sesuatu yang menarik karena hal yang terbaik dalam kehidupan seseorang adalah ketika dia telah melakukan tindakan yang berhasil atau tindakan yang benar. Dan hal yang lebih buruk adalah melakukan tindakan yang salah. Atau melakukan sebuah kesalahan. Tetapi hal yang paling buruk dalam kehidupan seseorang adalah ketika ia tidak melakukan apapun dalam hari-harinya."

Dalam bisnis apapun, dalam kehidupan apapun, melakukan sesuatu adalah kunci sukses dalam bisnis, relationship, friendship dan segalanya. Kalau hanya sekedar duduk dan berkata, "Oh saya tahu ini," "Saya mengerti hal itu," "Saya pernah belajar hal itu," dan anda tidak mengambil sikap dan tidak melakukan tindakan apapun maka sebenarnya anda menyia-nyiakan kehidupan anda. Karena sebenarnya sukses datang karena kita melakukan tindakan, 'action', dalam kehidupan kita secara berkesinambungan.

Kalau kita salah, it's ok, kita dapat memperbaiki lagi kelak. Kalau kita sudah melakukan dengan benar alangkah baiknya, tapi kalau tidak melakukan apapun berarti kita telah menyia-nyiakan kehidupan kita.

--



5 Strategi Menjadi Orang Sukses

Hampir setiap orang memiliki keinginan untuk sukses. Namun seringkali sikap mental yang negatif menghalanginya. Lalu bagimana cara menghadapi hal itu ? Resepnya sederhana, hanya menjalankan 5 strategi di bawah ini.

Saya seringkali melihat orang yang mempunyai sikap mental yang sangat negatif. Setiap kali berbicara dengan dia, selalu berkata, "Wah saya tidak bisa." "Ah tidak mungkin saya lakukan." "Saya pasti tidak mampu". Dan kalau ditanya kenapa hal itu sampai gagal ? Dia selalu berkilah," Wah pekerjaannya kurang menyenangkan." "Ordernya terlalu sulit" dan lain-lain.

Maka untuk mengubah orang-orang gagal menjadi orang-orang sukses, ada 5 strategi yang perlun dijalankan:

1. Berhentilah menyalahkan situasi anda. Jangan berkata, "Ah saya kan lahir dari keluarga miskin." "Ah pendidikan saya kurang baik." "Ah teman-teman saya kurang pandai." "Saya tidak punya koneksi." Dan lainnya. Berhentilah menyalahkan keadaan anda.

2. Berhentilah menyalahkan orang lain. Karena ada orang lain yang tidak 'mengenakkan' anda, lalu anda menyalahkan orang tersebut. "Kenapa ya bapak saya tidak kaya ?" "Kenapa teman saya tidak menolong saya. Awas lho, kalau nanti gagal,ini pasti gara-gara teman saya." Kata 'gara-gara' buang dalam kehidupan anda. Berhentilah menyalahkan orang lain atas hasil kerja anda.

3. Jadikan diri anda sebagai 'solution oriented' atau selalu memikirkan solusi dari sebuah persoalan. Anda harus menjadi bagian dari solusi bukan sebagai permasalahn itu sendiri.

4. 'Know your gap.' Ketahuilah kelemahan anda. Anda tahu sekarang di mana, apa kekurangan saya dan ingin ke mana. Jadi anda tahu sebenarnya kurang mampu berbicara, tapi harus jadi pembicara. Setiap meeting selalu jadi pembicara. Maka anda tahu 'gap' anda, yakni kekurangan yang harus diperbaiki. Setelah mengetahui kelemahan anda, lalu ketahui keinginan anda.

5. Belajarlah, perbaikilah kemampuan anda setiap hari yakni sikap dan keahlian anda. Kerjakanlah setiap hari yang membuat anda menjadi lebih dekat dengan tujuan anda. Jadi anda tahu berada di sini, dan mau ke sana. Maka 'gap' atau jarak yang ada, kita kurangi dengan melatih keahlian kita. Kita latih sikap kita sehingga menjadi lebih baik lagi.

Jadi ada 5 strategi untuk orang-orang yang negatif. Yakni berhentilah menyalahkan sutuasi, berhentilah menyalahkan orang lain, mulailah memikirkan solusi, ketahuilah kelemahan anda. Anda mau sampai ke mana, 'gap' anda apa. Dan terakhir bekerjalah setiap hari dengan sikap dan kemampuan yang lebih baik. Sehingga anda mencapai tujuan anda.

--

A Perfect Mess

Ada asumsi yang mengatakan kekacauan itulah yang menyebabkan kita gagal dalam bisnis. Ini adalah asumsi yang berbahaya. Karena sering kali kegagalan dalam bisnis bukan karena kekacauan.

Ada sebuah cerita menarik. Ada 2 buah toko buku dan majalah di Manhattan, New York. Dua toko ini berseberangan di sebuah jalan yang ramai dilalui para pebisnis. Mereka sering dalam perjalanan berangkat kantor atau sepulangnya, mampir untuk mencari bacaan entah buku ataupun majalah.

Kedua toko ini keadaannya sangat kontras. Yang satu keadaannya sangat rapi. Semua buku dan majalah tersusun sangat baik. Majalah bisnis berkumpul dengan majalah bisnis, majalah anak muda berkumpul dengan majalah anak muda. Buku kesehatan dengan kesehatan, politik dengan politik dan lainnya. Pelayannya menggunakan komputer. Sehingga bisa melihat data dengan cepat, misal melihat mana yang 'best seller', paling laku dan mana yang tidak. Pokoknya semua rapi tertata.

Sedang yang satu berbalikan. Tampak tidak karu-karuan. Yang menjaga hanya 2 orang, kakak beradik. Barangnya ditumpuk-tumpuk. Dirapikan pagi siang harinya kacau. Dirapikan siang, sorenya kacau lagi. Tidak ada sistem komputer, semua dijual seperti itu apa adanya.

Yang menarik ternyata setelah 10 tahun berjalan, toko yang satu sudah tidak ada lagi, dan yang satu masih bertahan bahkan menjadi lebih besar. Bukan yang rapi yang bertahan, tapi yang kacau balaulah yang masih. Mengapa hal ini bisa terjadi ?

Ada yang menarik dari buku 'A Perfect Mess', kekacauan yang sempurna. Ini memberikan sebuah pandangan tentang 'the hidden benefit of disorder'. Bagaimana kondisi kacau balau misal di meja, di kantor bahkan kehidupan seseorang menjadi justru lebih tepat dan lebih mampu untuk lebih sukses. Ternyata toko buku yang rapi pakai komputer itu setelah diteliti ternyata biaya operasionalnya lebih tinggi. Sedang yang satunya biayanya lebih rendah. Karena hanya dijaga 1-2 orang. Tidak usah menggunakan komputer, tidak menggunakan hardware atau software. Dalam kehidupan kita benefit untuk lebih rapi, misal meja kita menjadi lebih rapi membutuhkan biaya yang lebih besar, entah waktu, tenaga atau perhatian.

Buku 'A Perfect Mess' ini memberikan gambaran bahwa orang-orang tertentu memang mempunyai kebiasaan seperti itu. Mereka hanya melakukan yang penting, yang tidak penting atau tidak prioritas dibiarkan, misal karena pekerjaan sehingga ada banyak benda yang berada tidak rapi di meja. Baru kalau ada waktu dilakukan. Karena tentu saja untuk melakukan hal ini perlu 'biaya' entah waktu, perhatian atau tenaga. Dan banyak bukti orang yang punya kebiasaan kacau itu sering kali menjadi orang yang sukses.

Ada asumsi yang mengatakan kekacauan itulah yang menyebabkan kita gagal dalam bisnis. Ini adalah asumsi yang berbahaya. Karena sering kali kegagalan dalam bisnis bukan karena kekacauan. Tidak ada hubungan apa pun dengan kekacauan itu sendiri. Kegagalan itu terjadi karena ada faktor lain. Hanya kemudian kita mengasumsikan kegagalan karena kekacauan. Jadi jangan salahkan kekacauan apalagi itu adalah karena faktor eksternal di luar kekuasaan kita.

A Perfect Mess: The Hidden Benefits of Disorder--How Crammed Closets, Cluttered Offices, and On-the-Fly Planning Make the World a Better Place (Hardcover) by Eric Abrahamson and David H Freedman

--

Tentukan Pilihan Tujuan Hidup

Berapa kali dalam hidup kita berkata 'sembarang' bila ditanya suatu pilihan ? Mungkin beberapa kali, sering atau bahkan kerap kali. Nah, seharusnya kita menghindari jawaban 'sembarang' ini. Kenapa ?

Ada sebuah cerita lucu. Ada seorang teman datang berkunjung ke Surabaya menemui saya. Lalu saya ajak jalan-jalan melihat kota. Saya tanyakan mau ingin ke mana. "Sembarang ke mana saja boleh," jawabnya.

Karenanya saya kemudian arahkan mobil ke sebuah kuburan. "Nah sampai", kata saya. "Lho apa ini ? Kenapa kok ke sini ?" tanyanya. "Kuburan. Lha katanya tadi sembarang. Makanya saya ajak ke kuburan, siapa tahu ingin nyekar," seloroh saya.

Nah, ini sesuatu yang menarik. Ketika kita berkata 'sembarang', apa saja boleh, maka kita sudah melepaskan hak kita untuk tujuan dan maksud hidup kita. Hal ini tidak benar. Kadang kita tidak terlalu mau tahu tujuan hidup kita. Ya pokoknya jalan atau mengalir. Apa kata nanti saja.

Sebuah cerita lain. Ada teman dari Norwegia datang ke Surabaya. Lalu saya ajak makan. Karena sudah datang jauh-jauh dari Norwegia ke Surabaya, saya bermaksud mengajak makan siang yang enak. Saya tanya mau makan apa. Jawabnya, "Sembarang, apa-apa boleh."

Karenanya saya ajak ke restoran cina. Saya pesankan makanan-makanan enak. Saya pesan sirip ikan hiu, abalon, dan udang windu yang besar. Ketika makanan keluar, dia berkata dia tidak dapat makan sirip ikan hiu, abalon ataupun udang windu. Karena dia alergi terhadap ikan dan makanan laut. "Lho tadi kok tidak bilang ?" tanya saya. Akhirnya kita bertiga makan makanan tersebut, dia hanya makan sayur dan nasi goreng.

Kita tidak boleh menjawab 'sembarang'. Karena kata 'sembarang' itu tidak baik. Tidak punya arti dan tidak punya tujuan yang jelas. Jangan menggunakan kata 'sembarang'. Karena itu berarti kita tidak punya kemauan apa pun dalam persoalan hidup.

Dalam kehidupan, kita harus sedikit mungkin menggunakan kata 'sembarang'. Karena apapun itu sebenarnya adalah sebuah pilihan yang tidak ada pilihannya. Dalam kehidupan pun kita harus menentukan sikap kita. Kita mau apa, kita mau jadi apa. Kita mau sekolah apa. Kita mau makan apa, dan lain-lain.

Maka sebaiknya kita harus mengarahkan diri kita untuk suatu tujuan. Kita harus tetapkan tujuan, dan kita berusaha untuk mewujudkannya. Jadi kalau pun nanti ada halangan, kita tetap tahu bagaimana mengatasi halangan itu. Karena kita sudah tahu tujuan kita. Bukan beralih ke tujuan lain. Sehingga kita puas dan bahagia karena dapat mencapainya.

--

Menjadi Orang Lebih Baik

Tidak ada orang yang satu hari miskin, tahu-tahu hari berikutnya jadi orang sukses atau kaya. Orang itu harus sehari demi sehari melatih kemampuannya berbisnis. Melatih kehidupannya, melatih kemauannya.

Mungkin business wisdom yang ada dengarkan ini sudah anda dengar untuk kesekian kali, karena kurang lebih saya sudah menyelesaikan begitu banyak business wisdom. Saya selalu bertanya-tanya atau ada yang bertanya-tanya kepada saya, "Pak San, kalau saya mendengarkan business wisdom anda, apakah saya bisa menjadi orang sukses ?" Saya tertawa dan dia juga tertawa. Saya katakan, "Bisa anda menjadi orang sukses. Kalau sebelumnya anda memang juga orang sukses".

Business wisdom atau cerita-cerita sukses lain atau buku-buku motivasi, apakah bisa membuat anda menjadi orang sukses setelah anda mendengarkan cerita saya atau membaca buku tersebut ? Jawabannya tidak, tidak bisa! Tetapi apakah semua hal ini akan bisa membuat anda menjadi orang yang lebih baik? Menjadi orang yang mampu berbisnis? Menjadikan lebih mampu melihat kehidupan ini ? Ya, jawaban inilah yang benar.

Kita tidak bisa sukses sekaligus. Kita tidak bisa menjadi orang yang hebat, kita tidak bisa menjadi orang yang luar biasa hanya karena mengikuti seminar, membaca sebuah buku ataupun mendengarkan business wisdom ini. Tapi kita bisa menjadi orang yang lebih baik, 'to become better person by listening to good things'.

Dan apa menarik di sini, adalah kata 'incremental'. Tidak ada orang yang satu hari miskin, tahu-tahu hari berikutnya jadi orang sukses atau kaya. Karena mendapat lotre, ya, tapi pada umumnya tidak. Orang itu harus sehari demi sehari melatih kemampuannya berbisnis. Melatih kehidupannya, melatih kemauannya. Bekerja sedikit lebih keras, bekerja sedikit lebih baik, mencoba sesuatu yang baru, untuk menjadikan dirinya menjadi lebih sukses, menjadi lebih baik lagi.

Anda mendengarkan business wisdom, anda mendengarkan sesuatu yang baik, anda membaca sesuatu yang baik, lalu anda terapkan dalam kehidupan anda. Anda jadikan pengetahuan anda menjadi sebuah tindakan. Dan menjadikan tindakan anda ini menjadi sebagai sebuah kebiasaan. Kebiasaan inilah yang akan membawa kepada kesuksesan. Bukan business wisdom ini yang membawa kesuksesan.

Jangan percaya ilusi atau anggapan bahwa orang mengikuti seminar ini atau membaca buku itu langsung menjadi orang kaya raya, menjadi orang sukses. Tidak ada. Yang ada adalah ketika anda mendengarkan atau membaca hal itu, anda cerna, anda perhatikan. Dan tanyakan pada diri, "Apakah hal ini berguna bagi saya ?" Bila ya, akan saya lakukan, akan saya terapkan. Dan semua ini menjadikan anda sedikit lebih dekat pada kesuksesan anda. Sedikit lebih maju dari kehidupan anda. Satu demi satu secara 'incremental', anda membuat diri anda menjadi lebih sukses.

--

Salesmanship

Ice cream, salesmanship
Close Your Deal (Ice Cream)

Salah satu seminar saya yang paling laris adalah seminar yang mengupas tentang salesmanship atau penjualan. Mungkin anda akan bertanya, mengapa salesmanship? Ada berbagai ilmu manajemen yang lain yang bisa dan layak dan lebih keren hasilnya kalau dijadikan seminar. Tapi mengapa salesmanship yang diangkat? Jawaban sederhananya adalah; Karena sepanjang hidup ini anda menjual, dan anda akan terus berjualan demi bertahan hidup.

Saat anda masih anak - anak, begitu inginnya anda untuk mendapat sebatang es krim, and mungkin pernah membujuk ibu anda untuk memberikan es yang anda mau. Tapi kemudian ditolak. Anda tidak putus asa, anda membujuk; merengek; merajuk; sampai menangis dan berjanji berkelakuan baik demi mendapatkan es krim yang anda inginkan. Maka kemudian ibu anda luluh dan bersedia memberikan es yang anda mau. Nah, inilah contoh sederhana betapa anda sudah 'menjual' keinginan anda untuk mendapatkan es yang diinginkan hingga ibu anda menyetujuinya!

Sebuah kisah sederhana yang mengingatkan, betapa di usia yang sangat belia sekalipun kita sudah mengenal konsep – konsep menjual secara sederhana. Jangan menutup diri anda dengan membatasi bahwa menjual hanyalah menjual barang atau produk saja. Menjual selalu ada dalam berbagai bentuk dalam kehidupan anda. Misalnya saja, saat anda melamar pekerjaan, anda sedang 'menjual' diri anda pada calon majikan agar mempekerjakan anda. Saat anda sedang mengajukan proposal proyek, anda juga sedang 'menjual' ide anda agar dikabulkan oleh manajer. Saat anda mengajukan permohonan kenaikan gaji, anda juga sedang 'menjual' keunggulan - keunggulan anda bagi perusahaan. Bahkan saat anda merayu pasangan saat melakukan kesalahan, andapun sedang 'menjual' pandangan anda bahwa anda layak dimaafkan dan mendapat kesempatan kedua.

Jangan pernah meremehkan kemampuan menjual ini karena anda akan selalu membutuhkannya sepanjang hidup anda. Memang bila anda berkata 'Sales' atau 'Salesmanship'; anda akan menemukan banyak konotasi negatif dan kurang enak yang tersembunyi didalamnya. Salesman sering dikonotasikan dengan penipu, tukang memaksa orang untuk membeli hal yang tidak diinginkan, cerewet, mengganggu waktu orang untuk presentasi yang menjengkelkan, dan sebagainya demi kepentingan pribadi. Hal ini menjadi rancu karena memang banyak salesman yang sekedar mencari pendapatan dan mengejar bonus.

Namun pada dasarnya, salesmanship sendiri adalah sebuah ilmu dasar yang sangat berguna bagi kehidupan. Bila sistem penjualan itu sendiri didasari oleh semangat jujur, tulus, dan keinginan untuk saling bekerja sama, salesmanship tidak lagi merupakan hal yang menyebalkan dan berkonotasi negatif bagi diri anda maupu orang yang menerimanya.

Dengan menjadi salesman yang baik kita bisa menjadi pimpinan yang lebih baik, bawahan yang paling baik, pasangan yang lebih baik, anak yang lebih baik, orang tua yang lebih baik, dan menjalani hidup kita denga lebih mudah dan ringan.

Setiap orang yang hidup dan bekerja dengan baik di dunia ini harus dan sangat diwajibkan untuk menguasai ilmu salesmanship ini. Tidak perlu sampai menjadi seperti telemarketer atau salesman professional. Tapi setidaknya cukup mampu untuk menguasai dasar - dasarnya sehinggi mampu mempengaruhi dan membujuk orang lain untuk melakukan hal yang kita inginkan tanpa merasa terpaksa melakukannya. Dengan demikian, anda akan lebih mudah dalam bekerja dan menjalaji hidup seperti yang anda inginkan.

--

Berbicara dengan Diri Sendiri

Manusia kadang - kadang pasti melakukan internal dialog dalam dirinya. Internal dialog adalah saat dimana kita memeriksa kedalam diri kita sendiri, berbicara dan bercakap - cakap dengan hati dan jiwa kita sendiri. Dalam sehari, ornag bisa melakukan 50.000 kali self talk dalam sehari. Hal kecil ini ternyata sangat penting meski keberadaannya sering tidak kita sadari.

Penelitian membuktikan bahwa 80% orang yang melakukan internal dialog selalu mengatakan hal - hal negatif pada dirinya sendiri. Bahkan tanpa kita sadari, kita selalu memarahi diri kita sendiri. Kita mengatakan hal - hal buruk tentang diri kita, pada diri kita sendiri. Hasilnya, kita menjadi percaya bahwa diri kita ini bodoh dan jelek, dan tidak bisa sukses. Betapa merugikannya! Tindakan, kelakuan, dan semangat kita pun ikut terkikis akibat kebiasaan buruk ini. Anda pun mulai menyalahkan diri sendiri atas setiap kejadian buruk yang terjadi, meskipun anda sebetulnya tidak bersalah.

Padahal jika kita mampu mengubah hal ini, kita akan menemukan bahwa diri kita ini sebetulnya luar biasa, bahwa kita bisa meraih sukses denagn mudah. Misalnya saja, saat bercermin anda berkata, "Bibir saya jelek, tebal seperti Mandra!" Tapi coba lihat Angelina Jolie, bibirnya yang tebal dan seksi membuatnya terpilih menjadi Lara Croft, hingga menjadi ikon tenar Holywood. Jadi kenapa anda merasa bibir tebal anda jelek?

Tekniknya sederhana saja, anda harus bisa menemukan sisi positif anda lebih dari apa yang pernah dikatakan orang lain pada anda, membayangkan dan memvisualisasikan sikap positif tersebut, dan membayangkan sisi negatif anda berubah menjadi positif.

Misalnya saja, anda sering berpikir kalau anda ini bodoh, anda tidak sepandai teman - teman anda. Tapi sebelum anda mulai mencerca diri sendiri, lihatlah, anda ternyata orang yang sabar, sangat menyenangkan untuk diajak bicara dan bersahabat. Semua sahabat anda dapat mengandalkan anda. Anda bisa dengan mudah bersahabat dan menciptakan suasana menyenangkan bagi kawan - kawan anda. Maka daripada membodoh - bodohkan diri anda, berpikirlah begini: "Memang saya tidak sepandai kawan - kawan lain dalam satu kelompok ini. Tapi tanpa kehadiran saya, mereka tidak akan bisa bersatu disini sebagai satu kelompok". Dengan demikian, anda akan bisa menghargai diri anda sendiri dan berhenti beranggapan bahwa anda tidak mampu.

Pada orang - orang yang memiliki internal dialog positif, mereka bisa menghentikan sikap menyalahkan diri sendiri, sekaligus juga menganalisa kejaian buruk yang terjadi pada mereka supaya tidak berlarut - larut dan mempengaruhi sikap mereka. Hasilnya, sikap dan tindakan mereka selalu dalam kapasitas terbaik dan membuat mereka mampu melakukan apapun. Mereka juga lebih antusias dalam menghadapi segala hal yang terjadi dan lebih siap menghadapi tantangan untuk meraih sukses!

Dengan demikian, orang lainpun juga akan melihat anda dengan sikap positif dan memandang anda dengan baik. Dan bila orang lain bisa menerima anda dengan baik, andapun akan lebih dekat dengan sukses anda.

--

SMS kepada teman

Kita sering melupakan jaringan teman2 kita, terutama teman2 lama yang jarang lagi kita tegur sapa. Kesibukan terlah melarutkan kita pada perjalanan hidup dengan menghadapi apa saja yang datang didepan kita. Jarang lagi kita memikirkan hal2 diluar kebiasaan kita.

Jaringan teman kita kebanyakan terdiri dari teman yang jarang kita tegur sapa lagi. Teman yang kita hanya temui sekali atau dua kali dalam tahun ini. Yang ingin kita ajak diskusi tapi tidak pernah ada waktu yang cukup untuk menjangkaunya.

Nah, sebuah strategi yang dapat kita lakukan adalah pengiriman SMS secara masal kepada semua kontak kita yang ada di handphone kita.

Coba biasakan meminta nomor handphone kepada teman baru kita dengan langsung memasukkan nomornya ke handphone kita.

Pada hari Lebaran, Natal, Tahun Baru, kirimkan SMS kepada mereka semuanya. Buatlah SMS yang menarik sebisa anda, jangan memakai tulisan umum atau mem forward dari SMS teman. Ada sebuah originalitas atas "suara" anda di SMS itu dan itu akan mengingatkan orang akan anda.

Kirimkan kesemua kontak anda, 100 sms minimal, lebih tentu lebih baik, saya mengirim 340 sms pada Lebaran ini, dan menhabiskan sehari untuk kontak kontak SMS dengan teman2 lama dan baru yang membalas SMS saya.

Bisa ada balasan dari orang yang tidak pernah anda kontak selama tiga bulan terakhir, kirimkan lagi sebuah atau dua SMS untuk menceritakan diri anda atau menanyakan keadaannya. Kita akan membutuhkan network itu dimasa yang akan datang, dan network harus anda jaga dan pelihara. SMS adalah salah satu strategi mudah yang dapat anda lakukan.

Kirimkan kepada teman sekerja, pada supplier, customers, sanak family, sahabat jauh, orang yang baru anda kenal dipesawat udara minggu lalu, ataupun kawan SMA anda dulu yang masih ada ketahui nomornya.

Kontak2 yang jarang anda lakukan ini akan menjadi sangat berguna untuk kesuksesan anda. Dan sukses adalah sebuah hasil dari sebuah kebiasaan yang baik dalam menjalankan kehidupan dan bisnis anda. Selamat berbisnis dan Sukses untuk anda.

--
Keindahan dan Kenikmatan itu Sederhana

Bagaimana menikmati keindahan dalam kesederhanaan? (TS sep 2006)

Ada keindahan dalam hal2 yang sederhana.

Tadi ada seekor cicak yang sedang kasmaran dan mengejar betinanya, ada daun kuning jatuh dari pohon besar, ada pula segelas air putih yang terasa nikmat sekali.

Kita hanya puas pada kesuksesan, keberhasilan yang hingar bingar, keuntungan yang berlimpah. Tapi pernahkah kita menikmati keindahan pada hal2 yang sederhana.

Enaknya bakso tempat SMA kita dulu, murah, gurih, nikmat, dan penuh keceriaan. Makanan ter enak adalah makanan dekat sekolah kita dulu. Lucunya anak2 kecil di kebon binatang, walaupun bau tahi gajah tidak enak sekali. Gembiranya pembantu yang mau pulang lebaran ketika kita beri baju bekas kita. Adakah hal2 kecil ini membuat anda bahagia? Apakah "inner joy" anda bersorak sorai, ataukah sudah tidak ada lagi "keceriaan nurani" ini dalam kehidupan anda?

Kehidupan bukanlah hanya berisi sederetan rekor kesuksesan dan tonggak tonggak sejarah, tetapi juga berisi rentetan kesederhanaan yang indah dan penuh arti.

Bulan lalu saya ke Selecta, sebuah tempat wisata yang sudah 28 tahun tidak pernah saya kunjungi di kota Batu, Malang, Jawa Timur, dan kembali banyak kenangan indah ketika SMA dulu... Ada kenangan, ada kegembiraan rakyat, ada kesederhanaan yang menawan masih.

Kenikmatan itu murah, kalau kita tau bagaimana cara menikmati hidup ini. Kita tidak perlu tersandera oleh dogma kehidupan yang harus mendewakan harta dan materi. Tapi merasakan rasa indah dalam kesederhanaan yang ada.

Mungkin telah terjadi tujuh puluh dua hal kecil yang indah yang anda lalui hari ini, tetapi mata anda tertutup pada satu proyek yang tidak juga goal itu... Mengapa tidak mencoba mebuka mata kita? Kita bagaikan orang yang berada didalam bus yang melewati jalan2 yang luar biasa indah pemandangannya, tetapi kita tutup gorden penutup jendela bus, sehingga apapun tidak terlihat dari dalam.

Rasakan apapun yang anda lalui, karena hidup ini cuma perjalanan saja. Dan bagaimana kita memilih cara kita memandang hidup ini, adalah hak kita sendiri. Cobalah menikmati kesederhanaan keindahan itu dan menjalani dengan penuh rasa.

Semoga ini dapat menggugah anda untuk lebih mengenali lagi keindahan kecil yang anda lalui dan sering lupakan dalam hidup anda.

--

Selalu ada Luka dalam Kehidupan Orang Sukses.

Selalu ada luka, orang sukses ataupun tidak sukses. (TS 24 sep 2006)

Orang Sukses adalah Orang yang Pernah Terluka.

Pemikiran ini lama ada dalam benak saya. Setelah melihat banyak kehidupan dan jalan hidup orang yang sukses, selalu saya lihat ada "luka" besar dalam kehidupannya.

Memang orang hidup tidak pernah semuanya enak, nikmat, dan lancar. Selalu ada saja yang tidak pas, yang tidak enak, dan yang menyesakkan. Dan untuk orang yang jadi sukses, hal ini,"luka" yang dalam, selalu ada yang cukup besar, dan membekas.

Luka ini dapat berupa kegagalan hingga bangkrut, dapat berupa kecelakaan kesehatan, dapat berupa hancurnya rumah tangga, dapat berupa anaknya yang tersesat, dapat berupa tertipunya oleh orang yang paling dipercaya, ataupun dapat pula berupa kekacauan kehidupan pribadinya.

Kesuksesan selalu punya harga yang harus dibayar. Oran yang super sibuk sukes, mulai dari Boss Microsoft Bill Gates, atau Boss CNN Ted Turner, atau Albert Enistein, atau siapapun itu, selalu punya "luka" yang jarang dapat diketahui orang luar. Orang luar hanya melihat "enak"nya saja.

Semua orang sukses terlihat enak, nyaman, kaya, baik, tanpa masalah. Itu tidak benar, orang sukses selalu mempunyai masalah dalam hidupnya. Apapun bentuk masalahnya.

Kalau anda mengalami hal yang tidak enak, ada luka dalam hidup anda, itu adalah sebuah hal biasa yang harus anda hadapi dengat tegar tapi bukan sesuatu yang perlu anda ratapi terus menerus.

Dalam kehidupan ber keluarga, juga selalu ada saja problem nya, dari urusan cinta, atau selingkuh suami istri, atau mertua yang tidak cocok, atau family yang selalu minta tolong dan merepotkan, atau tidak bisa punya anak, atau keuangan yang sulit, atau kesehatan, selalu ada bahan ketidak cocokan yang menyesakkan. Sakit, keuangan, pekerjaan, serta beban hidup lainnya, dan sepertinya tidak ada habisnya.

Tapi kalau kita mau memahami, bahwa inilah hidup, inilah kenyataan, yang perlu kita hadapi dan jalani. Maka semuanya akan dapat kita hadapi, betapapun tidak enaknya.

Orang yang sukses, selalu punya luka yang dalam. Orang yang tidak suksespun juga punya luka dalam hidupnya. Semua orang selalu punya luka, besar atau kecil, dan apakah sudah tersembuhkan atau belum.

Kesadaran ini yang akan menguatkan kita menghadapi kesulitan dan membuat kita menjadi lebih "kuat" dalam kehidupan kita. Semoga ini menyadarkan dan menguatkan kehidupan anda. Sukses untuk Anda,

--

Creating WOW and AHA !

Mitra bisnis, sejak tujuh tahun lalu saya mendirikan Sam Design, dengan motto yang cukup terkenal 'Creating Wow & Aha' atau 'Menciptakan Wow & Aha.' Selalu dalam seminar yang saya adakan, ada yang bertanya, "Pak, maksudnya Creating Wow & Aha itu apa?"

Maka saya selalu bilang, 'Wow' adalah faktor dimana kita merasa sesuatu itu luar biasa, sesuatu itu cantik, sesuatu itu hebat, sesuatu itu menarik sekali, things that we can be proud of, dan sesuatu yang membuat kita bangga. 'The Wow Factor,' adalah faktor yang membuat mata orang lain yang melihat menjadi terbelalak, mau melihat pada desain kita, faktor yang membuat kita mampu merasakan kalau wanita yang melintas di depan kita itu seksi, atau seseorang itu hebat. Jadi, 'Wow Factor' adalah sesuatu yang bisa membuat kita bangga.

'Aha' itu dulu saya maksudkan sebagai hal yang tepat guna, karena dia menimbulkan nilai. Apa yang saya sebut sebagai value creation, yaitu sesuatu yang menghasilkan value (nilai); suatu pekerjaan, tindakan, atau kelakuan kita yang menghasilkan sebuah nilai besar bagi diri kita, bagi perusahaan kita, dan bagi klien kita. Jadi, 'Aha' adalah sesuatu yang menghasilkan nilai.

Kalau tidak ada 'Wow & Aha' dalam kehidupan pekerjaan kita, maka kita menjadi statis,hanya bekerja dengan masuk dari jam 9 pagi, lalu pulang jam 5 sore, begitu terus setiap hari. Tidak ada niat dalam bekerja, hanya asal, boring, pekerjaan kita jadi menjemukan, dan hidup kita pun menjadi tidak ada artinya.

Kalau hanya ada 'Wow Factor' saja dalam pekerjaan kita, maka pekerjaan yang Anda lakukan memang akan terlihat hebat, semua orang memandang dengan kagum. Disini ibarat Anda melakukan bungee jumping, ibarat melakukan terbang layang, yang membuat semua orang menghela nafas menyaksikan atraksi penuh adrenalin yang Ada lakukan tersebut.

Anda juga bak seorang konglomerat yang punya mobil mewah dan luar biasa fantastis sehingga mengundang decak kagum bahkan rasa iri banyak orang. Tapi tahukah Anda mitra bisnis, Anda tidak menghasilkan value dengan apa yang Anda lakukan itu. Artinya Anda hanya menghabiskan uang, dan berfoya-foya menghabiskan sesuatu tapi tidak dibarengi dengan menghasilkan sesuatu. Sungguh tidak ada berguna!

Sementara kalau hanya ada 'Aha Factor' saja, maka pekerjaan yang kita lakukan itu memang menghasilkan uang, tapi tidak ada orang yang menghormati dan mencintai Anda. Sebagai contoh, pekerjaan sebagai pembela/advokaat dari penjahat kriminal. Jika ia sukses meringankan sanksi atau bahkan membebaskan penjahat tersebut, boleh jadi itu adalah suatu kesuksesannya.

Tapi ia akan bisa menjadi seseorang yang sangat dibenci oleh banyak orang! Pekerjaan sebagai accountant tertentu yang menghasilkan uang dengan memanipulasi keuangan sehingga menjadikan perusahaan untung besar (misal dengan cara 'menggoreng' saham, dan lain-lain), pun sama halnya akan mengundang kebencian banyak orang. Pekerjaan-pekerjaan seperti itu memang sangat 'Aha,' tapi tidak ada orang sama sekali yang akan mencintainya, sehingga tidak ada hal yang bisa dibanggakan dari hal tersebut.

Sebagai manusia, dalam hidup kita harus mencoba hidup yang mampu 'Menciptakan Wow & Aha,' yaitu hidup yang menghasilkan sesuatu, yang membuat dikagumi banyak orang, dan tentu saja yang menghasilkan uang. Kalau dulu Anda seorang penghobi bungee jumping, mungkin sekarang Anda bisa memulai bisnis bungee jumping.

Kalau Anda hobi mendaki gunung, mungkin sekarang bisa memulai bisnis outbond pelatihan eksekutif yang sedang in. Inilah yang disebut 'Creating Wow & Aha,' bagaimana kita meng-create sesuatu dalam bisnis kita dan dalam pekerjaan kita untuk klien. Sekali lagi, sesuatu yang 'Wow & Aha' adalah sesuatu yang bisa kita banggakan, sesuatu yang memberikan nilai tambah tinggi kepada pelanggan/klien. Ini yang dinamakan creating value for our customer.

Di Sam Design, kami semua harus taat pada motto kami tersebut, untuk diterapkan pada setiap klien kita dan dalam setiap project kita. Kita ingin kami semua merasa bangga dengan pekerjaan kita, dan pekerjaan itu juga harus memberikan value yang tinggi kepada klien, dimana value tersebut baru tercipta kalau apa yang dibayarkan menjadi lebih kecil dari apa yang kita hasilkan. Karena itu mitra bisnis, kita harus selalu creating value for our customer!

--

48+

Kalau ingin sukses, Anda harus menggunakan plus-nya, berapa banyak plus yang Anda lakukan dalam diri untuk mencapai sukses itu. Kalau Anda perhatikan, setiap orang sukses sedikit banyak mempunyai kegilaan dalam bekerja keras.

Mitra bisnis, dalam business wisdom kali ini saya mencoba untuk menggugah Anda untuk bekerja lebih keras lagi. Ada sebuah pemikiran konyol, bahwa orang dapat bekerja dengan senang-senang saja, lalu tiba-tiba meraih sukses besar dan menjadi kaya-raya.

Itu hanya sebuah mitologi yang tidak dapat dipercaya kebenarannya, yang benar adalah semua orang yang kaya dan semua orang yang sukses itu harus bekerja keras.

Rumus yang ingin saya tawarkan disini adalah '48+' yaitu sebuah introspeksi waktu bekerja Anda! Kalau Anda bekerja sehari selama 8 jam, selama 6 hari kerja, maka Anda sudah bekerja total selama 48 jam. Yang perlu Anda ketahui, waktu 48 jam bekerja keras itu hanya untuk survival saja, hanya untuk bertahan demi kelangsungan hidup dan mempertahankan diri.

Kalau ingin sukses, Anda harus menggunakan plus-nya, berapa banyak plus yang Anda lakukan dalam diri untuk mencapai sukses itu. Kalau Anda perhatikan, setiap orang sukses sedikit banyak mempunyai kegilaan dalam bekerja keras. Itu memang benar, karena era kompetisi yang semakin tajam dalam dunia bisnis seperti sekarang ini, membuat kita harus mau bersaing dengan orang lain.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, dalam rumus '48+' waktu selama 48 jam seminggu tersebut adalah untuk survival, sementara plus (+) adalah untuk sukses. Jika Anda bekerja selama 70 jam seminggu, 48 jam-nya adalah untuk survival sementara 22 jam-nya adalah untuk kesuksesan. Bagaimana kalau Anda bekerja selama 90 jam atau 100 jam seminggu? Tentu mungkin Anda akan jauh lebih sukses.

Mitra bisnis, ada survey yang cukup menarik di Amerika Serikat beberapa waktu lalu, tentang 'self-made millioner', yaitu milyuner yang jadi kaya-raya karena dirinya sendiri. Mereka lantas dicoba untuk dikelompokkan demi mengetahui seberapa banyak populasi orang-orang itu. Hasilnya, hampir semua (diatas 85%) dari orang-orang ini bekerja selama 70, 80, 90 jam, dan bahkan lebih per minggu-nya.

Wow! Ini artinya, setiap hari mereka sanggup bekerja lebih dari 10 jam sehari. Mereka juga merasa begitu menyukai pekerjaannya sehingga tidak merasa seperti bekerja. Itu sesuatu yang sangat bagus, dan yang paling penting adalah fakta bahwa mereka benar-benar mengerjakan pekerjaannya.

Selain rumus '48+' tadi, di samping kerja keras, tentu juga harus ada kerja cerdas. Jadi tidak sekedar work hard, tapi juga work smart. Kalau kita lihat, ada beberapa orang yang sepertinya bekerja keras dan selalu ada di kantor, tapi ternyata pikirannya melayang kemana-mana, dan hatinya sesungguhnya tidak ada disana. Banyak orang yang sloppy, yang bekerja semaunya sendiri.

Hal itu akan menjauhkan dia dari kesuksesan yang diharapkan dan tentu akan menjauhkan diri dari excellence atau hasil maksimum dalam pekerjaan. Jadi mitra bisnis, Anda harus menaruh hati, diri Anda, semangat, dan kemauan Anda sepenuhnya pada pekerjaan Anda saat bekerja.

--

Satu Kali Tiap Detik ...

Mitra bisnis, pada business wisdom hari ini saya akan bercerita tentang seorang pekerja pembuat jam. Ia membuat jam tangan kecil dan dijadikan sebagai sebuah kerajinan tangan. Uniknya, pembuat jam ini dapat berbicara dengan jam yang dibuatnya.

Ketika sedang membuat jam, ia bertanya kepada jam itu, "Hai jam, sanggupkah kamu bekerja berdetak sebanyak 31.536.000 kali dalam setahun?" Jam tersebut merasa keberatan karena dia akan merasa tidak sanggup dengan beban yang begitu banyak.

Maka pembuat jam kembali menawarkan, "Bagaimana kalau sebanyak 86.400 kali dalam sehari?". Karena dirasa beban masih berat, jam masih menolak hal tersebut. Kembali pembuat jam menawar "Bagaimana jika 3.600 dalam satu jam saja?". Jam masih saja merasa akan kecapekan bila harus berdetak selama 3.600 kali dalam satu jam.

Maka akhirnya pembuat jam pun memberikan pilihan terakhir, "Bagaimana kalau satu kali saja tiap satu detik?" Jam merasa, hal ini tidaklah berat dan iapun menyanggupinya. Akhirnya jam itu pun dibuat sampai jadi. Setiap detik jam itu berdetak, dan dalam setahun ia telah berdetak sebanyak 31.536.000 kali.

Mitra bisnis, demikian pula dalam berbisnis kita juga tidak mungkin bisa langsung membuat sebuah kerajaan bisnis yang besar dan kaya raya. Tetapi kita harus melangkah satu demi satu, setiap hari, setiap minggu. Kalau Anda tidak bisa membuat perusahaan yang besar, maka cobalah untuk membuat satu perusahaan yang sukses dan lima anak perusahaan.

Kalau Anda tidak sanggup membuat satu perusahaan, maka buatlah rencana pekerjaan selama satu tahun dengan giat. Kalau hal itu masih dirasa berat, cobalah untuk mengerjakan pekerjaan Anda pada hari ini dengan sebaik-baiknya dan ulangi lagi keesokan harinya. Dengan demikian, Anda akan melalui hari demi hari yang dalam satu atu dua tahun ke depan usaha Anda akan menjadi sukses. Karena setiap hari Anda bekerja sungguh-sungguh hanya untuk hari itu.

Jangan pernah membayangkan masa depan yang masih lima belas tahun ke depan. Tetapi cobalah untuk memberikan yang maksimal untuk menghasilkan yang terbaik hanya pada hari ini saja. Begitu pula hari esok, minggu depan dan tahun depan. Niscaya Anda akan sukses pada waktunya.

Demikian business wisdom kali ini. Semoga bermanfaat.

--

Prasyarat Perubahan

Ada tiga hal pokok yang harus dilakukan sebuah perusahaan, jika mereka melakukan change management. Ketiga hal pokok ini sering disebut sebagai kunci dalam melakukan perubahan menegemen perusahaan, untuk arah yang lebih baik. Apa saja ketiga kunci itu?

Mitra bisnis, dalam business wisdom hari ini saya akan berbicara tentang change management atau perubahan dalam manajemen kita. Kita sering mengalami bisnis kita sedang susah dan terganggu, maka kita selalu akan mencoba melakukan change management



Sebetulnya management perubahan itu apa sih? Elemen apa saja yang digunakan untuk mempertimbangkan bahwa kita harus melakukan perubahan atau tidak. Agak susah juga jika sebuah perubahan besar terus melakukan perubahan tanpa tujuan yang pasti. Ada tiga hal pokok atau kunci penting dalam change management itu. Apakah ketiga kunci itu harus dilakukan ataukah tidak? Maka kita akan melihat D x M x P. Ketiga hal ini harus mempunyai nilai yang besar dari cost atau biaya yang kita temukan. Pada bukunya Extreme Management, dipertanayakan apakah perlu sebuah perusahaan melakukan change management. Kalaupun toh perlu, apa yang perlu dipertimbangkan?



Pertama adalah D atau dissatisfaction, yaitu ketidakpuasan kita dengan perusahaan yang saat ini sedang berjalan. Poin apa yang sedang menjadi ketidakpuasan kita. Mana dan apa yang akan kita rubah dalam perusahaan itu.



Kedua adalah M atau model yaitu business organization model. Bisa saja model bisnis yang kita pakai saat ini sudah tidak cocok lagi, karena mungkin perusahaan didesain 12 tahun yang lalu. Padahal industrinya sudah berubah. Kita perlu melakukan reorganization. Kita harus meng-compare model mana yang paling tepat dengan model yang kita jalani sekarang. Misalkan, kita sekarang bekerja dengan gaya A, di mana perusahaan buka pukul 07.00 sampai 17.00. Padahal paradigmanya sudah berubah, di mana geliat usaha sekarang mulai buka pukul 10.00 sampai pukul 21.00 malam. Kita mau berubah apa tidak? Kemudian kita juga harus melihat orang lain dalam arti trend yang ada sekarang.



Ketiga ada P atau process. Untuk melakukan perubahan yang kita inginkan seperti sekarang, maka proses apa saya yang perlu kita lakukan? Mulai dari negoisasi dengan karyawan, bagaimana kita mencari supplier yang baru, dan lain-lain.



Ketiga hal inilah yang perlu kita perhatikan dan pertimbangkan dalam rangka change management. Bila ketiga nilai ini mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan biaya yang harus kita keluarkan untuk melakukan perubahan, maka perubahan ini layak dan harus dilakukan untuk perbaikan perusahaan kita.



Demikian business wisdom hari ini. Semoga penjelasan mengenai tiga kunci pokok untuk melakukan change management ini bisa mengilhami Anda untuk memimpin perusahaan ke arah yang lebih baik. Sukses untuk bisnis Anda.

--

Feedback

Mitra bisnis, ada sebuah cara sederhana untuk melihat hasil performance kita dan meningkatkannya. Cara ini adalah dengan meminta feedback atau umpan balik dari orang - orang di sekitar anda yang anda percaya untuk memberikan penilaiannya dan memberikan saran pada anda bagaimana memperbaiki performance anda yang kurang maksimal.

Kalau anda selesai melakukan suatu hal, tanyakan pada orang yang mengerti tentang apa yang anda lakukan, "Dalam skala 1 - 10, menurut Anda, bagimana nilai saya untuk hasil ini?". Kalau ia puas, dia akan memberikan nilai tinggi, tapi kalau dia tidak puas, tentu sebaliknya ia akan memberikan nilai rendah pula.

Maka pertanyaan penting selanjutnya yang harus anda tanyakan adalah "Bagaimana agar saya bisa membuatnya menjadi 9 atau 10?". Karena panting bagi anda untuk tidak menhasilkan hanya hasil yang 'Bagus' saja, dengan nilai 7 atau 8. Anda harus membuat hasil anda SEMPURNA, dengan nilai 9 atau 10! Apa yang bisa anda perbaiki? Apa yang bisa anda tingkatkan?

Jika orang itu memang dapat dipercaya, dia akan memberikan feedback yang sesuai. Dia akan menunjukkan letak kelemahan - kelemahan anda, yang disadari maupun tidak, sehingga anda memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri anda sendiri. Anda bahkan bisa menanyakan pertanyaan ini pada diri sendiri sebagai self-test. Jawablah dengan jujur, apakah anda masih bisa melakukan ini dengan lebih baik? Sebagian besar orang akan menjawab bisa, maka mengapa anda tidak melakukannya dengan lebih baik? Mengapa hanya memberikan hasil yang seperti ini?

Banyak orang tidak bisa memberikan hasil yang baik karena dia tidak menyadari, mengapa ia tidak berhasil mengerjakannya dengan baik. Sebagian orang lagi justru tidak tahu bagaimana cara untuk melalukan hal tersebut dengan baik. Tidak heran, hasil yang diberikan juga tidak akan maksimal sesuai dengan kemampuan penuhnya!

Tapi bila anda mau selalu menerima feedback ini, anda akan bisa meningkatkan kemampuan diri anda sendiri. Feedback yang anda terima mungkin tidak enak, tidak disampaikan dengan indah dan bahasa yang berbunga - bunga, tapi jika anda yakin isinya kan membantu anda untuk menjadi lebih baik, mengapa anda menolaknya?

Memang ada feedback yang tidak sehat, yang hanya ditujukan untuk menjatuhkan mental anda dan sangat destruktif. Terhadap pandangan seperti ini, yang terbaik adalah mengacuhkannya. Tapi bila anda menemukan kebenaran dibalik kata - kata keras dan menyakitkan tersebut, terimalah dengan lapang dada. Kelak, anda sendiri jugalah yang merasakan hasilnya.

Demikian mitra bisnis, kiranya Bisnis Wisdom ini akan dapat membantu anda dalan kehidupan sehari - hari.

--

Tentang Meminta

Ada sebuah kalimat yang sering kita lupakan dalam hidup ini, yaitu "Mintalah, maka kamu akan diberi". Sebuah kunci sederhana untuk mencapai apa yang kita inginkan, meskipun kadang - kadang tidak berhasil juga.

Tapi inilah jalan pintas sederhana yang sering kita lupakan dalam kesibukan kita sehari - hari; meminta dengan tulus apa yang benar - benar kita butuhkan.

Kalau anda berharap atau menginginkan sesuatu, beritu mengharapkan hal itu dalam hidup anda, satu hal sederhana yang harus anda lakukan adalah meminta. Entah apakah anda meminta pada Tuhan, pada teman, pada istri atau suami, atau bahkan pada anak - anak anda, buang jauh - jauh ego dan gengsi anda. Mintalah dengan baik apa yang anda butuhkan, maka anda hampir selalu akan mendapatkannya.

Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan pula dalam meminta ini. Yang pertama adalah mintalah dengan sikap bahwa anda benar - benar membutuhkannya. Anda tidak sekedar kepingin, tidak sekedar ingin tahu saja, tapi hal ini memang penting bagi anda dan sangat anda inginkan.

Yang kedua adalah meminta dengan sikap mental percaya bahwa apa yang anda minta itu akan diberikan. Sikap mental positive expectation ini akan sangat besar dampaknya. Pada saat meminta, bayangkan bahwa anda akan mendapatkan jawaban yang positif. Anda akan diberi, permintaan anda dikabulkan, dan anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan.

Yang ketiga adalah meminta pada orang yang BISA MEMBERIKAN apa yang anda minta. Akan sangat percuma bila anda meminta sesuatu pada orang yang tidak memilikinya, atau tidak bisa memberikan apa yang anda minta. Tidak penting siapa orangnya, tapi dia harus punya kemampuan untuk memberikan apa yang anda minta.

Yang keempat adalah meminta dengan jelas dan spesifik apa yang anda inginkan itu! Jangan sekedar berkata, "Saya minta sukses" atau "Saya mau bahagia" saja. Tapi definisikan, berikan detail yang spesifik apa yang anda inginkan, apa yang anda minta sebernarnya. Katakan dalam doa anda, "Saya minta supaya saya bisa punya Ferarri dan Lamborgini" atau "Saya minta sebuah rumah mewah di Beverly Hills supaya bisa bertetangga dengan para superstar Hollywood!". Mintalah dengan jelas dan mendetail apa yang ingin anda peroleh.

Dan yang terkahir, mintalah berulang - ulang, berkali - kali, sampai akhirnya anda bisa mendapatkan apa yang anda inginkan. Mengapa tidak? Jangan berhenti meminta meskipun anda mungkin ditolak. Pertama atau kedua kali, mungkin anda ditolak. Tapi kalau anda minta sepuluh kali, pasti anda akan kelak mendapatkannya.

Anda harus berani meminta. Mengapa tidak mau meminta, padahal anda mungkin bisa mendapatkan apa yang anda inginkan dengan mudah dengan cara ini? Mungkin saat ditolak, anda akan merasa malu. Tapi pertimbangkan lagi, kalaupun anda merasa malu, selain perasaan itu, apa ruginya? Kalau anda ditolak, paling - paling keadaan anda akan sama saja dengan sebelumnya. Tapi dengan memberanikan diri meminta, anda mungkin dapat dengan mudah meraih keinginan anda! Apa artinya rasa malu itu dengan terkabulnya keinginan anda?

Mitra bisnis, jangan pernah ragu dan berhenti untuk meminta. Siapa tahu, impian anda sebetulnya bisa diraih dengan cara mudah ini. Jangan ragu - ragu bila anda akan meminta dengan benar, meskipun ditolak, mungkin anda akan mendapatkan sesuatu yang tidak pernah anda duga sebelumnya.

--

Harga Sebuah Kesuksesan

Michaelangelo adalah seorang seniman besar. Salah satu karya terbesarnya telah menghiasi langit - langit Sistine Chapel dan dikagumi setiap orang sepanjang masa. Namun tidak semua orang mengetahui betapa keras usahanya dalam menghasilkan maha karya tersebut.

Maka dia berkata, "Jika seandainya orang - orang tahu betapa tersiksanya saya selama 4 tahun saat melukis atap Sistine Chapel sambil berbaring, mereka tidak akan kaget melihat hasil seperti ini."

Sebuah pelajaran menarik, mitra bisnis, dimana kita harus selalu bersedia membayar harga yang pantas untuk suatu hasil yang luar biasa pula. Anda bisa lihat para superstar, mereka yang paling laris, paling cantik, paling sexy, dan paling digemari adalah mereka yang paling banyak juga berolah raga, berlatih, menjalani diet ketat, dan mati - matian mempertahankan kondisi puncaknya demi mempertahankan kesuksesan yang telah diraih dengan susah payah.

Demikan pula hakikat sukses dalam hidup kita. Tiap kesuksesan yang datang menuntut kerja keras, usaha, latihan, dan perjuangan yang tidak main - main. Anda tidak bisa menghindarinya, itu adalah harga dari sebuah kesuksesan yang selalu anda inginkan. Setiap orang yang meraih sukses luar biasa selalu juga memberian usaha yang luar biasa, kesungguhan yang luar biasa, perjuangan yang keras, sebelum akhirnya datang satu kesuksesan membuat mereka dikenang sepanjang masa.

Kalau anda ingin menghasilkan kesuksesan yang luar biasa, mengapa anda tidak mau berusaha lebih keras dari yang lainnya? Kesuksesan tidak pernah datang dengan mudah dan murah! Anda selalu harus membayar penuh harganya, menebusnya dengan perjuangan anda.

Selama berusaha anda akan mengalami berbagai hal. Mungkin anda akan ditolak. Mungkin anda akan jatuh terpuruk dulu. Mungkin anda akan gagal berulang - ulang dan terus - menerus juga. Tapi kemauan anda untuk terus maju dan mencoba lagi pada ahirnya akan selalu memberikan hasil yang luar biasa.Sukses tidak pernah jatuh dari langit, maka andalah yang harus mendaki tangga hingga sampai ke langit dan meraih sukses otu dengan tangan anda sendiri.

Tidak ada sukses yang bisa anda raih tanpa anda usahakan. Tidak ada sukses yang datang tanpa anda membayarnya dengan kerja keras. Dan anda harus selalu membayarnya di depan! Anda harus BERUSAHA DULU barulah bisa sukses. Tidak bisa sebaliknya, dan pembayaran atas sukses ini tidak bisa dicicil separuh - separuh! Anda harus membayar dengan penuh setiap hari, sampai apa yang anda idam - idamkan ada di tangan anda.

Mitra bisnis, Stephen King Sang penulis thriller kondang pernah berkata juga, "Yang membedakan kegagalan dengan kesuksesan adalah kerja keras, dan kerja keras itu yang akan membawa kesuksesan dalan hidup". Maka bagaimana dengan anda hari ini, sudahkah anda membayar harga kesuksesan yang harus anda bayar hari ini dengan penuh?

--

F E A R

Hambatan terbesar bagi kita untuk meraih sukses adalah ketakutan atau FEAR. Fantacies Emphasizing Appearing Real. Khayalan yang berlebihan hingga tampak nyata. Inilah yang ada dibelakang setiap ketakutan kita, yang menghalangi kita bertindak, dan membuat kita tidak pernah maju.

Mau minta kenaikan gaji, takut dimarahi. Mau mengajak kawan wanita pergi makan malam, takut ditolak. Mau memulai bisnis baru, takut gagal dan merugi. Mau apa - apa, sudah takut terjadi hal buruk. Ketakutan inilah yang menjadi hambatan terbesar kita untuk mencoba memulai hal bari dan maju.

Setiap ketakukan ini terasa nyata dalan imajinasi kita dan membuat kita tidak berani meneruskan langkah yang sudah kita pilih. Padahal, semua itu hanya ada dalam imajinasi kita semdiri. Kitalah yang membuatnya seolah - olah hidup, seolah - olah sudah terjadi. Padahal jika seandainya anda lakukan, seandainya kita terukan apa yang sudah kita mulai, hasil yang kita dapatkan justru jauh sebaliknya!

Kadang kala kita perlu sedikit bertindak tidak peduli. Masa bodoh orang mau bilang apa. Biarkan saja orang mau bicara apa, sepanjang saya yakin saya tidak merugikan orang lain kenapa saya harus takut melakukannya?

Misalnya saja saya ingin mengajak kawan saya untuk berpartner dalan sebuah bisnis. Tapi saya takut ditolak. Bagaimana malunya saya kalau nanti dia tidak mau menjadi rekanan saya dalam bisnis ini? Kemudian saya pikirkan lagi, sebenarnya seberapa besar arti kata 'malu' itu dibandingkan dengan hasil yang bisa saya raih apabila kawan saya bersedia menjalankan bisnis ini? Apakah kata malu itu sanggup menyaingi keuntungan yang bisa saya peroleh dari bisnis ini? Alangkah bodohnya saya jika tetap berpegang pada kata 'malu' itu!

Ketakutan ini dalam bentuk apapun merupakan hambatan bagi kesuksesan anda. Bila anda tidak berani melangkah melalui ketakutan anda, bagaimana anda akan bisa meraih sukses? Ketakutan anda telah mengurung anda sehingga anda tidak pernah melakukan tindakan apapun. Ketakutan anda terasa begitu nyata sehingga anda membatalkan semua niatan anda untuk memulai hal baru, memulai langkah anda menuju kesuksesan yang lain. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Boleh saja anda merasa takut, boleh saja anda merasa ragu. Tapi setidaknya hal ini janganlah menjadi penghalang bagi anda untuk memulai langkah baru.

--

Bertindak !!!

Mitra bisnis, dalam seminar saya pernah mencoba, mengambil selembar uang Rp 100.000,00 dan bertanya pada hadirin saya "Siapa yang mau uang ini?". Saya melihat beberapa tangan terangkat, tetap saya tanyakan, "Siapa yang mau uang Rp. 100.000,00 ini?" Beberapa tangan menyusul terangkat. Ketika saya tanyakan lagi untuk ketiga kalinya, "Siapa yang mau memiliki uang ini?". Seorang hadirin maju dan mengambil uang tersebut dari tangan saya, dan dialah yang berhak atas uang tersebut.

Orang itulah yang saya sebutkan mampu melakukan Action terhadap suatu kesempatan. Memang banyak orang yang mengangkat tangannya pada saat saya bertanya tadi, tapi tidak ada seorangpun selain dia yang mengambil tindakan maju ke podium dan mengambil uang itu. Dialah satu - satunya yang mengambil tindakan atas kesempatan memperoleh uang yang saya tawarkan.

Ketika saya tanya, kenapa yang lain tidak mau maju bertindak? Alasannya macam - macam. Ada yang bilang, "Saya malu", "Saya sungkan", "Saya duduknya di belakang, jadi tidak mengerti apa yang bapak inginkan", hingga "Saya tidak terlalu memerlukan uang, mungkin yang lain lebih memerlukan".

Tapi mitra bisnis, apapun alasan anda, saat anda menginginkan kesuksesan, anda harus melakukan tindakan LEBIH daripada yang sudah dilakukan orang lain. Hal ini penting karena reward yang disediakan dalam satu kesempatan hanya akan bisa diraih oleh satu pihak saja, yaitu mereka yang mau berusaha lebih. Dan kesempatan itu mungkin tidak akan datang lagi pada anda.

Kita sering menunda tindakan kita dengan alasan, "Waktunya kurang tepat bagi saya". Kemudian mengunggu kesempatan yang sempurna bagi diri kita untuk beraksi. Kita menunggu kesempatan terbaik, menunggu ijin, menunggu agar lebih berpengalaman, menunggu agar persiapan kita lebih baik, menunggu agar keadaannya lebih baik, menunggu hingga kita lupa apa sebenarnya yang kita tunggu lagi?

Keuntungan dan kesempatan hanya diberikan bagi mereka yang mau bertindak saat ini juga! Rencana tidak akan pernah sempurna, persiapan tidak akan pernah selesai, pengalaman tidak akn pernah cukup. Tapi kesempatan adalah milik mereka yang mau dan punya inisiatif untuk bertindak lebih dari orang lain.

Ketika anda melihat suatu kesempatan datang, segera bertindak untuk meraihnya, karena anda juga tahu kalau pihak lain memiliki kesempatan yang sama untuk meraihnya. Anda harus bergerak lebih cepat dan berusaha lebih keras, agar tidak ada yang mendahului anda. Jika anda hanya menunggu dan tidak mau bergerak atau berusaha lebih keras, bagaimana anda bisa mengharapkan hasil yang and peroleh akan berbeda dari orang lain? Anda tidak berhak mendapat lebih kalau tidak berusaha lebih.

Demikianlah mitra bisnis, betapa pentingnya bagi kita untuk memiliki inisiatif untuk bertindak lebih cepat dari orang lain. Apalagi di jaman teknologi ini, dimana setiap orang berlomba untuk menjadi yang terdepan, jangan ragu - ragu lagi untuk bertindak pada tiap kesempatan yang menghampiri anda!

--

Visualisasi

Visualisasi atau bagaimana anda bisa membayangkan sesuatu dengan sangat kuat adalah alat yang sangat berguna bagi para praktisi psikologi untuk mengubah seseorang maupun memotivasi seseorang. Dalam meraih sukses, kita juga harus bisa memanfaatkan alat praktis yang sederhana ini.

Begitu pentingnya kemampuan imajinasi anda ini sehingga Albert Einstein pernah berkata, "Imagination is everything. It is the preview of life coming attraction". Imajinasi adalah segalanya, imajinasi adalah gambaran akan kehidupan yang akan datang.

Kita harus bisa membayangkan apa yang kita inginkan dengan setepat mungkin. Misalnya saja anda menginginkan sebuah rumah mewah. Bayangkanlah seberapa besar rumah yang anda inginkan itu. Bayangkan bagaimana bentuk bangunannya. Bayangkan bagaimana taman - tamannya tertata rapid dan apik. Bayangkan apa saja yang ada di rumah itu. Berapa ruangan yang ada dan untuk apa saja.

Gunakan imajinasi anda dengan tepat. Bayangkan dengan jelas apa yang ingin anda raih, bagaimana anda akan meraihnya, dan kapan anda akan meraihnya. Tuliskan dan buat daftar, taruh gambarnya di meja kerja anda, usahakan anda selalu bisa melihat apa yang ingin anda raih.

Semakin jelas bayangan yang anda lihat, semakin dekat anda dengan tujuan anda. Hal ini dikarenakan visualisasi akan memacu daya kreativitas anda. Visualisasi memacu kemampuan anda untuk berpikir dengan lebih kreatif dan membuat keinginan kita terasa lebih nyata. Akibatnya, kita bisa merasakan kebutuhan - kebutuhan yang perlu kita penuhi untuk meraih impian kita itu.

Visualisasi yang kuat secara tidak langsung menarik orang lain untuk mendekat. Misalnya saja kita berkata kalau kita ingin menjalankan sebuah bisnis. Bila kita bisa menceritakan keinginan kita ini dengan detail pada orang lain, mungkin saja dia kan tertarik dan akhirnya menjadi rekanan kita.

Kemampuan kita untuk memvisualisasi sesuatu dengan kuat dan tepat apa yang kita inginkan akan sangat penting bagi kehidupan kita. Bila anda bisa membayangkan dengan akurat, anda pasti akan bisa meraihnya juga! Apapun yang anda inginkan, apakah itu rumah mewah, mobil mewah, mendapat promosi, dan lain sebagainya, cobalah untuk membayangkannya dengan mendetail dan rasakan bagaimana sensasinya saat hal itu benar - benar anda dapatkan.

Manfaatkanlah kekuatan visualisasi ini juga untuk membantu anda dalam meraih apapun dalam hidup ini yang anda inginkan. Dalam lagu I Believe I Can Fly, salah satu text nya berkata, "If I can see it, then I can do it. If I just believe it, there's nothing to it". Bila anda bisa melihatnya, anda bisa meraihnya. Bila anda percaya, tidak ada yang bisa menghalangi anda.

Jadi, gunakanlah imajinasi anda ini dengan baik. Anda bisa meraih apapun yang anda inginkan sepanjang anda bisa melihatnya dengan jelas!

--

Diimani dan Diamini

Pada kesempatan ini kita akan bicara tentang percaya. Saya rasa kalau ingin sukses anda harus percaya pada diri anda sendiri dulu kalau anda bisa sukses. Believe in youself. Kalau anda tidak percaya pada diri anda, tidak percaya pada produk anda, anda tidak mungkin jadi sukses. Dengan kata lain, diimani dan diamini.

Lihat saja salesman. Kalau dia percaya pada produknya, dia akan memiliki keyakinan bahwa produknya hebat, maka diapun akan berusaha agar produk itu bisa terjual. Tapi kalau dia tidak percaya pada kehebatan produknya, dia juga tidak akan berhasil menjual. Saya punya seorang kawan salesman yang percaya pada produknya. Dia dengan mudah mempromosikan produk tersebut dan melakukan penjualan yang menguntungkan. Namun pada suatu hari, ia mengetahui bahwa produknya tidaklah sebaik yang dia sangka. Maka dengan segera saja ia kehilangan kemampuan menjualnya.

Seseorang tidak akan dapat menipu hati nuraninya. Kalau anda tidak percaya produk anda, anda tidak akan bisa menjual. Demikian juga kalau anda tidak percaya bahwa diri anda bisa sukses, anda tidak akan bisa sukses!

Pada saat mengharapkan sesuatu, yang tidak kalah penting adalah percaya bahwa anda bisa meraih harapan anda tersebut. Pada saat anda berharap untuk sukses, anda juga harus percaya kalau anda bisa meraih kesuksesan yang anda dambakan itu! Jika anda bisa percaya, cepat atau lambat anda akan sukses. Tapi kalau anda tidak percaya anda bisa sukses, anda juga tidak akan pernah bisa sukses menkipun anda sudah berusaha sekuat - kuatnya dan sebaik - baiknya.

Satu kata kunci yang sederhana, 'PERCAYA bisa mengubah segalanya'. Kata ini sangat populer dan sering dipakai oleh kalangan businessman sukses tingkat dunia. Katakan "Saya PERCAYA saya BISA SUKSES". Dengan demikian anda menguatkan dasar - dasar dalam diri anda sendiri untuk meraih sukses tersebut.

Anda harus percaya kalau anda telah diciptakan dengan baik, dengan special, dengan luar biasa untuk meraih kesuksesan yang menjadi hak anda. Ingatlah bahwa dalam hidup ini, meskipun anda pernah gagal, tapi juga banyak meraih kesuksesan. Buatlah peringatan bagi tiap kesuksesan baik kecil maupun besar yang pernah anda raih dalam hidup. Sebaliknya, bila anda menemukan kegagalan, anggap saja sebagai pelajaran dan jalan yang harus dilalui sebelum akhirnya anda meraih sukses besar.

Bahkan Thomas Alfa Edison menemukan ribuan kegagalan sebelum ia akhirnya menemukan bahan yang tepat untuk bola lampunya. Pada ribuan kegagalan ini, saat anak buahnya memprotes, "Sir, kita tidak akan bisa menemukannya. Ini sudah kesekian kalinya kita mencoba dan gagal lagi". Thomas Alfa Edison hanya tertawa dan berkata, "Apa maksudmu gagal lagi? Kita sudah berhasil. Well, setidaknya kita berhasil mengetahui bahwa bahan ini tidak cocok dipakai dalam bola lampu kita!"

Optimisme luar biasa telah mendorong Edison untuk menciptakan karya luar biasa dan membuat namanya dikenang. Bagaimana dengan diri anda? Tidakkah anda mengerti bahwa anda juga sama istimewanya dengan Edison dan berhak atas kesuksesan yang sama? Edison percaya bahwa kelak dia akan menemukan bahan yang cocok bagi bola lampunya – dan ia menemukannnya setelah ribuan kali gagal dan terus mencoba. Andapun bisa mengikuti jejak Edison ini dengan PERCAYA pada diri anda bahwa anda BISA meraih SUKSES selalu.

Sayapun selalu percaya, anda adalah pribadi yang luar biasa yang dicipakan untuk SUKSES, dan SUKSES adalah milik anda semua!

--

Memotivasi Karyawan

Business wisdom hari ini akan menggambarkan bagaimana cara memotivasi orang. Atau apa saja yang diperlukan untuk memotivasi karyawan kita. Hal yang paling penting adalah, untuk apa kita perlu memotivasi mereka. Elemen apa yang kita perlukan supaya mereka termotivasi.

Pertama adalah usahanya. Banyak orang yang tidak berusaha maksimal dalam pekerjaannya. Mereka menganggap bahwa pekerjaannya adalah sesuatu kebisaaan saja. Tetapi mereka tidak mau bekerja dan berusaha lebih keras dibandingkan apa yang sudah dia lakukan dalam masa yang sebelumnya. Maka, kita harus bisa memotivasi mereka, bahwa kalau mereka berusaha lebih keras maka mereka akan lebih sukses dalam hidupnya. Memotivasi usaha adalah hal yang paling dasar dan umum dalam memotivasi orang.



Kedua adalah bagaimana kita memotivasi orang agar lebih efektif dalam melakukan pekerjaannya. Sering dalam pekerjaan, orang itu melakukan pekerjaannya dengan cara yang salah. Kita juga sering melihat, kadang orang sudah bekerja keras, tetapi hasilnya sangat jelek. Itu adalah orang yang tidak mampu bekerja secara efektif. Kalau kita hanya push dia untuk bekerja lebih keras saja, maka yang yang akan kita dapatkan adalah orang yang bekerja lebih keras tetapi tidak menghasilkan sesuatu untuk perusahaan kita. Ini juga salah dan perlu kita diperbaiki. Kita juga harus bisa mengajarkan kepada mereka, cara yang benar untuk bekerja. Inilah yang akan mendorong karyawan kita ke arah efektivitas yang lebih tinggi.



Ketiga adalah ketekunan. Kalau orang itu bekerja keras, kemudian tahu-tahu lemas dan dan tidak berhasil kemudiaan tidak mau bekerja lagi. Maka kita secara berkala harus mengingatkan dia tentang pentingnya sebuah pekerjaan yang berhasil dengan baik. Kalau kita mendorong karyawan kita ke arah yang lebih baik, maka tiga hal inilah yang perlu kita perhatikan. Memang ada beberapa orang tertentu yang sangat ter-drive oleh nilai uang atau money value yang tinggi. Sehingga kalau komisinya besar dia akan bekerja keras. Coba kita lihat di dalam pekerjaan para pemborong. Ada pemborong bangunan maupun harian. Kalau pekerja borongan, dia akan cepat sekali bekerja. Anda lihat kalau mereka membuat tembok atau lantai, maka mereka dapat lebih cepat 3 sampai 4 kali dari pekerja harian. Walaupun kerjanya kasar dan agak terburu-buru. Tetapi coba kita lihat apa yang membuat mereka termotivasi untuk bekerja lebih keras; yaitu uang. Walaupun tidak semua orang tidak termotivasi dengan uang. Tetapi uang atau benefit secara financial tetaplah penting dalam memotivasi karyawan-karyawan.



Hal kedua yang perlu diperhatikan selain uang adalah kepuasan dalam bekerja atau feeling appreciated. Bahwa kalau mereka bekerja dengan baik, Anda berterimakasih kepada mereka. Anda juga memberikan penghargaan non material kepada mereka. Inilah salah satu yang memotivasi orang untuk bekerja lebih keras.



Hal ketiga adalah contoh. Kalau Anda memberikan contoh jelek dalam bekerja, bermalas-malasan, tidak mau datang pagi, maka bagaimana Anda mengharapkan karyawan Anda bekerja keras? Inilah beberapa hal yang penting dalam memotivasi karyawan.



Semoga business wisdom pada kesempatan ini dapat bermanfaat bagi bisnis anda.

--

Pygmalion Effect

Pygmalion konon adalah seorang pemahat jenius dari Yunani. Begitu pandainya ia dalam memahat, hingga patung pahatannya tampak seolah - olah benar - benar hidup. Keahlian utamanya adalah memahat patung wanita. Suatu hari, ia memahat patung sesosok wanita yang sangat sempurna.

Begitu sempurna dan cantiknya wanita pahatan itu, hingga Pygmalion pun akhirnya jatuh hati pada hasil karyanya sendiri. Diperlakukannya wanita pahatan itu dengan penuh kasih, seolah - olah ia benar - benar wanita hidup. Diberikannya perhiasan terbaik, pakaian terindah, dan diperlakukannya pahatan itu dengan penuh perhatian. Bahkan, disebutnya pahatan itu sebagai istrinya di hadapan orang - orang. Hanya sayang, andai saja wanita pahatan ini benar - benar hidup!

Maka pergilah pemahat ini ke kuil Dewi Aphrodite. Pygmalion berdoa pada Sang Dewi, "Wahai Aphrodite, berikanlah untukku sebagai istriku, wanita sempurna yang seperti pahatanku itu!" Tapi dalam hatinya, Pygmalion berharap agar wanita pahatan itulah yang menjadi istrinya. Dewi Aphrodite menangkap kilasan pemikiran Pygmalion ini, dan karena kuatnya kepercayaan sang pemahat, Aphrodite pun berkenan mengabulkan doanya.

Ketika sampai di rumah, Pygmalion pergi menengok 'istri'nya yang sempurna itu. Betapa terkejutnya ia saat mendapati bahwa saat mengecup sang 'istri', ia dapat merasakan kehangatan tubuhnya! Tahulah ia, bahwa Dewi Aphrodite telah mengabulkan permintaannya.

Dari kisah Pygmalion, fenomea dimana harapan seseorang yang begitu kuat bisa menjadi kenyataan secara fantastis disebut Pygmalion Effect. Pygmalion Effect adalah suatu fenomena yang mengungkapkan bahwa apa yang kita pikirkan atau harapkan agar terjadi seringkali akan betul - betul menjadi kenyataan.

Pada dasarnya, manusia secara alami selalu akan bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya. Lingkungan sekitar ini termasuk juga lingkungan kongkret maupoun abstrak. Lingkungan kongkret adalah segala sesuatu yang dapat kita lihat, raba, ataupun dengar. Sedangkan lingkungan abstrak adalah segala sesuatu yang tidak langsung kita lihat, raba, ataupun dengar tapi terungkap dalam sikap keseharian kita.

Secara alami, kita akan bereaksi tehadap stimuli - stimuli ini. Kita akan mempelajari segala mata pelajaran yang ada. Kita bertutur kata seperti yang dicontohkan dan menjaga tindak - tanduk kita. Kita juga bereaksi terhadap harapan orang tua, misalnya pada saat kita diharapkan untuk jadi juara, secara tidak langsung kita berusaha untuk memenuhi harapan tersebut. Bila kita gagal memenuhi harapan ini, kita merasa tidak enak juga. Demikian pula kita bereaksi sesuai dengan pendapat dari kawan - kawan kita dan penilaian yang kita terima dari lingkungan sekitar kita.

Hal serupa juga terjadi pada saat kita bekerja. Kita cenderung bereaksi terhadap harapan - harapan dari atasan kita pada saat bekerja. Demikian pula bawahan dan anak buah yang kita pimpin bereaksi terhadap harapan dan pemikiran kita teradap diri mereka sebagaimana kita bereaksi terhadap harapan dan pemikiran yang ditujukan pada diri kita!.

Misalnya dalam memotivasi karyawan. Bila dalam memotivasi mereka anda juga berpikir secara positif dan yakin bahwa karyawan yang anda pimpin akan dapat memberikan hasil yang kerja yang memuaskan, mereka akan dapat merasakan ketulusan dalam motivasi yang anda berikan dan memberikan hasil yang diinginkan. Tapi bila dalam hati anda sebenarnya berpikir pesimis bahwa karyawan anda tidak akan bisa memberikan hasil yang memuaskan, pikiran ini akan 'tercermin' juga dalam sikap anda dan para karyawanpun akan bersikap sesuai dengan harapan pesimis anda. Meskipun kata – kata yang anda ucapkan sama persis, tapi bila anda ucapkan dengan pemikiran yang berbeda, karyawan anda akan dapat merasakan perbedaan ini dan memberikan reaksi secara berbeda pula.

Maka, penting bagi anda untuk bisa memanfaatkan kekuatan dari 'positive expectation' atau pengharapan positif ini agar dapat menggali seluruh kemampuan dan potensi bawahan anda secara maksimal untuk mendapatkan hasil yang luar biasa pula. Ada 6 langkah yang bisa anda lakukan untuk membantu anda mengarahkan efek 'positive expectation' ini. Keenam cara tersebut adalah:

- Jangan terlalu menekankan perasaan negatif pada karyawan

Sebagai pimpinan, sering kali kita lebih menekankan harapan negatif kita pada karyawan. Seringkali kita beralasan untuk 'tidak berharap terlalu banyak' dari karyawan dan memperlakukan mereka sesuai dengan pemikiran ini. Hal ini akan sangat merugikan! Karyawan yang diperlakukan demikian akan merasa seolah - olah tidak diharapkan dan diremehkan sehingga tidak akan termotivasi untuk berprestasi dengan maksimal.

- Komunikasikan harapan positif anda dengan jelas dan tulus

Katakan dengan jelas pada para karyawan anda bahwa anda yakin mereka akan dapat berprestasi jauh lebih baik lagi. Yakinkan mereka bahwa anda percaya pada kemampuan mereka, bahwa mereka memiliki kemampuan yang luar biasa yang dapat dimanfaatkan untuk meraih prestasi yang baik. Sampaikan pesan ini dengan jelas hingga seluruh karyawan anda mengetahui dengan pasti harapan positif anda, dan sampaikan dengan tulus dari hati anda. Dengan demikian, mereka akan merasa lebih dihargai dan bersedia memberikan kemampuan maksimalnya dalam bekerja bagi anda!

- Berikan ekspektasi yang realistis

Sesuaikan ekspektasi anda dengan kemampuan karyawan ditiap bagian. Ini adalah langkah yang cukup sulit karena bila anda menetapkan standar yang terlalu tinggi, anda akan dianggap tidak realistis. Tapi bila anda memberikan ekspektasi yang terlalu rendah, itu sama saja dengan tidak memanfaatkan potensi karyawan yang ada dengan maksimal. Dalam hal ini, anda harus pandai - pandai mengevaluasi hasil kerja karyawan anda dan menilai potensi apa saja yang sekiranya masih dapat dikembangkan dari karyawan tersebut. Sampaikan ekspektasi realistis anda ini pada karyawan atau tim yang anda pimpin. Dengan demikian, mereka akan lebih termotivasi lagi karena mengetahui ada tujuan nyata yang bisa diraih bersama - sama.

- Berikan yang terbaik dari diri anda pula

Sebagai pimpinan, tanggung jawab terbesar dan terberat atas kinerja tim ada di oundak anda. Maka, anda juga harus yakin pada diri anda sendiri. Anda juga harus memberikan yang terbaik yang bisa anda lakukan dalam pekerjaan. Sikap anda yang penuh percaya diri dan memberikan yang terbaik ini akan dilihat pula oleh karyawan dan memacu pula semangat mereka untuk selalu melakukan yang terbaik.

- Manfaatkan tahun kerja pertama karyawan baru anda dengan baik

Tahun pertama kerja bagi karyawan baru sangatlah penting dalam membentuk presepsinya akan perusahaan dan pekerjaan yang diterimanya. Presepsi yang baik akan mendukung motivasi untuk bekerja dengan baik pula. Sebaliknya, presepsi yang buruk akan mendorong munculnya sikap memberontak dan apatis pula. Oleh karena itu, anda harus pandai - pandai memanfaatkan situasi ini agar karyawan yang baru masuk dapat tumbuh menjadi tenaga kerja handal yang menguntungkan anda dan perusahaan. Usahakan agar presepsi mereka tentang perusahaan, pekerjaan, dan keberadaan mereka di perusahaan memiliki arti dan nilai penting yang positif untuk memacu timbulnya semangat kerja para karwayan di masa - masa berikutnya.

- Berikan supervisor terbaik anda untuk membimbing para karyawan baru

Ini adalah langkah penting yang seringkali terlewatkan. Banyak pimpinan yang memberikan supervisor yang 'biasa - biasa saja' atau seadanya, siapa yang kebetulan sedang menganggur, untuk mengawasi dan membimbing kinerja karwayan baru di perusahaan. Hal ini sangat merugikan! Bagaimana mungkin supervisor yang biasa - biasa saja itu bisa membantu para karyawan baru membentuk presepsi baik tentang perusahaan? Demikian pula perlakuan ini, justru akan menambah keyakinan bahwa keberadaan mereka di perusahaan tidak diinginkan. Hal ini akan sangat merugikan di kemudian hari, karena presepsi buruk karyawan yang terbentuk di saat pertama akan sulit diubah dan memancing sikap apatis yang menyebabkan para karyawan enggan untuk memberikan potensi terbaiknya dalam bekerja. Maka dari itu, selalu berikan supervisor terbaik anda untuk mengawasi karyawan baru di kantor dan perusahaan. Berikan supervisor dengan kemampuan komunikasi dan kinerja yang baik untuk membantu karyawan baru anda beradaptasi dengan situasi kerja yang baru dan membentuk presepi terbaiknya tentang perusahaan. Kelak, hal ini akan sangat menguntungkan bagi anda sendiri dan perusahaan.

Demikianlah enam langkah yang bisa anda jadikan panduan dalam mengoptimalkan Pygmalion Effect bagi para karyaawn yang anda miliki. Jangan lupa, apa yang anda pikirkan akan selalu mempengaruhi hasil yang anda dapatkan.

--



Tidak Terburu - Buru

Ada sebuah kisah kuno dari negeri China yang dituturkan oleh filsuf terkenal Lao Tzu, yang mengajarkan betapa pentingnya kemampuan untuk diam dan menerima, yang seringkali kita lupakan dalam hidup ini. Kemampuan untuk menikmati segala sesuatu seperti apa adanya, dan bahwa dengan membiarkannya tetap demikian kadangkala merupakan jalan terbaik bagi kita.

Pada suatu hari, Lao Tzu sedang berjalan - jalan di kampung halamannya. Kebetulan ia lewat di depan rumah seorang petani yang hendak menebang pohon tua di depan rumahnya. Lao Tzu bertanya, "Saudaraku, apa yang hendak engkau lakukan?"

Petani itu menjawab, "Oh, Guru, saya akan menebang pohon ini untuk kayu bakar karena ia sudah tidak berguna lagi. Ia sudah terlalu tua, tidak lagi menhasilkan buah yang melimpah. Batangnya terlalu keras, tidak bisa diambil sedikit demi sedikit untuk kerajinan dan keperluan rumah tangga. Tapi setidaknya ia cukup kering dan bisa dijadikan kau bakar."

Lao Tzu mengangguk mendengar kata - kata si petani. Kemudian ia berkata, "Tapi saudaraku, dengan berbuat demikian engkau hanya menyusahkan dirimu sendiri. Tidakkah engkau menyadari, pohon ini telah memberikan banyak manfaat bagimu?" Si petani kebingungan dan bertanya, "Manfaat apa lagi yang kuperoleh dari pohon tua ini, Guru?"

Lao Tzu tersenyum dan menjelaskan, "Pohon ini memang tua dan tidak memberimu buah yang melimpah, tapi ia telah sangat berjasa kepadamu. Dahan - dahannya telah menjadi rumah yang kokoh bagi burung - burung, yang setiap pagi membangunkanmu dengan kicauannya. Ranting - rantingnya yang jatuh ke tanah, telah menjadi bahan mainan bagi anak - anakmu. Siang hari di kala engkau kelelahan, bayangannya memberimu keteduhan dengan rimbum dedaunannya. Kerimbunan itu pula yang telah memberikan ide bagi para penyair yang kebetula lewat, untuk menciptakan puisi terindah tentang desa ini. Biji - Bijinya yang jatuh ke tanah menjadi makanan bagi ayam - ayammu. Bahkan daunnya yang gugur menjadi makanan bagi ternakmu. Bahkan dikala engkau bertengkat dengan istrimu, engkau pergi menyendiri juga di bawah pohon ini. Demikianlah saudaraku, apakah engkau masih berpendapat pohon ini tidak berguna dan hendak menjadikannya kayu bakar?" Sang petani pun mengangguk dan membatalkan niatnya menebang pohon itu.

Demikianlah pelajaran sederhana dalam kisah ini, mitra bisnis, bahwa sesuatu yang tampaknya tidak berguna kehadirannya seringkali memiliki manfaat luar biasa bagi bisnis anda. Misalnya saja karyawan yang sudah 20 tahun bekerja di perusahaan anda, mungkin anda melihatnya sudah tidak produktif lagi. Tapi mungkin dialah yang memegang semua transaksi perusahaan dengan klien - klien terbesar. Atau pekerja kebersihan anda, tampaknya apa yang dilakukannya memang sepele. Tapi bagaimana jadinya rupa kantor anda kalau dia tidak masuk seminggu saja?

Begitulah adanya dalam bisnis dan kehidupan ini. Apa yang tampaknya usang dan tidak berguna mungkin justru telah memberikan manfaat besar bagi hidup anda. Maka sebelum anda memutuskan untuk membuang sesuatu, jangan lupa untuk mengingat kembali apa guna hal tersebut bagi anda.

Memang tidak dapat dipungkiri, dalam hidup dan bisnis diperlukan banyak perubahan untuk bisa bertahan dari masa ke masa. Tapi pada saat anda mengubah sesuatu, hendaknya anda mempertimbangkan dengan teliti bahwa perubahan itu sudah tepat dan tidak akan merugikan anda terlalu besar pula.

Demikianlah Bisnis Wisdom kesempatan kali ini, kiranya akan berguna bagi kehidupan bisnis anda!

--



Sekali lagi, Tentang Kegagalan...

Business wisdom hari ini akan mencoba menelaah tentang kegagalan. Hidup ini sesungguhnya adalah University of Failure atau universitas kegagalan. Jadi jangan takut kalau pernah gagal. Kegagalan adalah awal menuju kesuksesan.

Kalau Anda melihat banyak orang sukses, usaha yang berhasil, maka Anda harus mulai menyadari bahwa mereka tidak berhasil dari awalnya. Mereka telah mengalami kegagalan demi kegagalan dalam perjalanan bisnisnya. Itu sesuatu hal umum yang dapat terjadi pada siapa saja.Seringkali kita tidak sadar bahwa apa yang terjadi pada kita atau kegagalan yang terjadi pada kita, sebenarnya hanyalah sebuah sukses yang tertunda.

Ada tiga pokok penting dalam memandang kegagalan. Pertama, kita harus sadar apa sih kegagalan itu? Bahwa semua orang pernah gagal, semua bisnis pernah bangkrut, semua bisnis yang sukses bermula dari yang kecil dan mengalami sandungan-sandungan yang sangat banyak. Kedua, kita harus mampu memandang kegagalan dengan kacamata yang benar dan belajar dari kegagalan. Ketiga, kita harus mampu bangkit dari kegagalan itu. Anda harus tahu bahwa semua penulis terkenal pernah ditolak tulisannya. Semua pengusaha itu berawal dari bawah, merangkak melewati kegagalan demi kegagalan. Pada saat kita sadar bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda, maka kita akan mulai menyiapkan diri untuk menghadapi kegagalan dengan kacamata yang benar.

Kata John Salack, "Failures are divided into two classes".

'Those who thought and never did and those who did and never thought.' Orang gagal itu ada dua macam. Yang satu selalu berpikir tentang kegagalan itu dan tidak mau berdiri lagi. Sedangkan yang lain selalu bekerja, melakukan hal yang baru dan tidak pernah memikirkan kegagalan-kegagalannya.

Hal kedua yang penting adalah setelah kita sadar apa itu kegagalan, kita harus mau belajar dari kegagalan itu. Hanya orang bodoh yang tidak mau belajar dari kegagalannya. Kita harus mau menimba dan mempelajari apa yang didapat dari kegagalan itu sehingga kita dapat lebih sukses pada masa yang akan datang.

Ketiga, yang paling penting adalah kita mencoba bangkit dari kegagalan itu dan mencoba sesuatu yang baru lagi. Sehingga dengan penuh semangat dan antusiasme kita bisa mengalahkan kegagalan itu untuk menuju kesuksesan kita. Jadi, kalau kita mau tahu, bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah bagian dari hidup. Kesuksesan akan datang pada saat kita mau mencoba secara terus menerus.

Tidak menganggap kegagalan sebagai sebuah kegagalan, tetapi sebuah perjalanan menuju kesuksesan. Oliver Gold Smith selalu bilang, our greatest glory is not about never falling, but rising every time we fall. Bahwa kebesaran kita bukan dari ukuran tidak pernah gagal, tetapi kita mampu berdiri lagi pada saat kita sudah pernah jatuh.

--

Mengetahui Dan Melakukan

Pada biswis kali ini saya akan menunjukkan beda org sukses dan blm sukses. Perbedaan terebut adalah orang - orang yang belum sukses ini selalu berkata, "Saya tahu bahwa saya harus mengerjakan sesuatu." Tapi... Hal ini menunjukkan bahwa dia tahu bahwa dia harus bertindak, tapi tidak melakukan apa - apa.

Ini yang penting, bahwa knowing dan doing adalah sesuatu yang berbeda sekali. Banyak orang yang belum sukses dan datang pada saya berkata, "Saya sudah tahu cerita itu" atau "Saya sudah mengerti akan hal itu". Tapi kemudian pertanyaan saya adalah apakah anda sudah melakukannya?

Kalau tidak, maka percuma. Segala pengetahuan yang anda miliki tidak akan bisa berguna dan tidak bermanfaat kecuali bila anda memanfaatkannya. Jack Canfield dalam bukunya The Success Principle mengatakan, "Do Your Own Push Up!" Kurang lebih artinya adalan anda tidak bisa menggaji atau membayar orang lain untuk melakukan hal - hal tertentu yang benefitnya akan anda rasakan sendiri. Ibaratnya bila anda ingin berbody binaragawan, anda tidak bisa menyuruh orang lain untuk melakukan push up bagi ada, tapi anda sendirilah yang harus berlatih dengan tekun.

Demikian pula dalam bisnis. Bila anda telah mengetahui bahwa anda harus bekerja dengan tekun dan smart untuk sukses, maka anda harus melakukannya sendiri. Bila orang lain yang melakukannya, maka dialah yang akan sukses, bukan anda! Bila anda tahu akau anda butuh network yang baik, kerja keras, dan kreatifitas, maka langkah selanjutnya bagi anda adalah melakukan hal - hal yang anda perlukan tersebut secara riil.

Banyak orang mengatakan, "Saya sudah tahu kalau saya mulai bisnis ini dengan begini begitu, saya akan sukses". Maka seandainya ia melakukan apa yang dipikirkannya tersebut, niscaya dia benar - benar akan menemui kesuksesan. Tapi bila anda tidak melakukannya apa gunanya? Anda bisa berkata, "Saya sudah tahu dari dulu, saya sudah mengerti kalau akan jadi seperti itu dari dulu". Lalu mengapa tidak dilakukan?

Jika kemudian anda menemui orang lain, kolega anda, atau kawan - kawan yang lebih muda sukses karena melakukan seperti yang anda katakan dulu, mungkin anda bisa bilang, "Saya sudah tahu pasti akan sukses kalau dilakukan begitu". Lalu mengapa tidak anda lakukan sendiri? Mengapa anda tidak melakukannya sampai orang lain mendahului anda melakukannya dan meraih sukses yang semestinya jadi milik anda itu?

Memang dalam memulai segala hal ada resiko kegagalan. Tapi disitulah letak bedanya orang yang hanya knowing (mengetahui) dan berani doing (melakukan). Orang yang berani mengambil tindakan mungkin akan gagal, tapi dia akan bertindak lagi dan mencoba lagi sampai akhirnya berhasil. Sedangkan orang yang hanya knowing saja tidak akan mengalami perubahan apapun. Dia tidak melakukan apapun, tidak gagal, tapi juga tidak akan pernah sukses.

Mitra bisnis, perhatikan hal ini baik - baik. Langkah awal anda dalam bertindak adalah landasan dari seluruh kesuksesan yang anda raih. Jadi apapun yang anda ketahui, pahami, dan mengerti bahwa itu baik untuk bisnis anda, segeralah wujudkan hal - hal tersebut dalam bentuk nyata. Jika tidak, maka tidak akan ada gunanya sama sekali.

Sukses selalu bagi bisnis anda!

--

+ R = O

Ada sebuah kata yang menarik, RESPONSIBILITY atau tanggung jawab, berasal dari kata repons dan ability. Ini berarti bagaimana kemampuan anda untuk merespon atau bereaksi terhadap setiap kejadian yang terjadi di dalan kehidupan anda.

Dalam dunia bisnis dan kehidupan, banyak terjadi berbagai hal baik yang sesuai atau tidak sesuai dengan harapan anda. Maka, hasil yang anda dapatkan adalah kumulasi dari event atau kejadian yang terjadi, ditambah dengan response atau reaksi yang anda berikan, menghasilkan outcome atau hasil yang anda hadapi kemudian.

Rumus sederhananya adalah:

E + R = O

(Event + Response = Outcome)

Inilah hal yang ditulis oleh Jack Canfield dalam bukunya The Success Principle. Dimana hasil yang kita dapatkan adalah buah dari kemampuan kita bereaksi terhadap segala kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita sehari - hari.

Misalnya saja, terjadi suatu kejadian dalam kehidupan kita. Anda bisa memilih reaksi anda, apakah anda berusaha melihat pelajaran atau kesempatan apa yang bisa anda ambil dari kejadian tersebut daripada anda menyalahkan mengapa hal itu terjadi pada anda. Misalnya saja, dalam suatu perjalanan, saya berangkat lebih pagi ke airport agar tidak terlambat naik pesawat. Tak disangka, pesawat saya justru delay 3 jam! Bebrapa penumpang mulai marah - marah dan komplain terhadap maskapai penerbangan yang delay tersebut. Setelah meras gelisah selama 15 menit, saya pun menyadari bahwa tidak ada yang bisa saya lakukan untuk mengubah jadwal delay tersebut. Maka saya mulai membaca sebuah buku yang belum saya selesaikan.

Usai membaca, ternyata pesawat saya delay lagi 2 jam! Maka segera saja saya keluarkan laptop yang saya bawa untuk menyelesaikan sebuah presentasi seminar yang belum sempurna. Ketika saya sedang mengerjakan presentasi tersebut, seorang bapak menegur saya. Beliau menanyakan presentasi apa yang sedang saya kerjakan dan apa pekerjaan saya. Maka sayapun bercerita tentang bisnis saya dan kegiatan saya sebagai pembicara topik - topik seputar bisnis. Tak disangka, ternyata bapak tersebut menawarkan kesempatan bagi saya untuk berbicara di perusahaannya. Demikianlah mitra bisnis, suatu delay pesawat yang menyebalkan bagi saya berubah menjadi kesempatan bisnis yang menguntungkan.

Dari sini anda bisa melihat, anda bisa memilih reaksi apa yang akan anda munculkan. Bisa saja anda terus mengomel, marah, dan melakukan blaming terhadap kejadian itu, maka tida ada juga yang anda peroleh. Tapi bila anda bisa mengubah reaksi anda, memanfaatkan celah dan kesempatan yang ada dari suatu kejadian betapapun buruknya, anda pasti juga akan memperoleh hasil yang baik dari kejadian tersebut.

Maka mitra bisnis, pandai - pandailah memilih reaksi apa yang akan anda munculkan dalam menghadapi suatu kejadian. Anda bisa saja hanya bertindak pasif dan menerima kejadian tersebut. Tapi anda bisa juga melakukan change dan mendapatkan hasil yang luar biasa dari kejadian yang tampaknya buruk sekalipun.

>> Back


--

Efek Kakus


Bila anda memasuki kakus (WC) yang kotor pertama kali masuk, akan terasa bau busuknya luar biasa, tetapi setelah anda berada didalam sepuluh menit, maka tidak terasa lagi baunya.

Apakah berarti sudah tidak ada lagi baunya? Pasti bukan ! Baunya masih ada, tetapi hidung kita telah "menyesuaikan diri" dengan bau itu.

Dalam kehidupan kita banyak sekali Efek Kakus terjadi dalam kehidupan kita tanpa kita sadari. Pikirkan beberapa contoh ini:

1. Teman/Family/Orang dekat kita yang sangat jelek secara fisik sampai level "menakutkan", bila kita ketemu setiap hari, maka lama kelamaan terasa "biasa" juga.

2. Jalan TOL yang tersumbat lumpur Lapindo pertama terjadi membuat kita bingung luar biasa, setelah 3 bulan, teman saya yang harus sering bermobil Surabaya-Malang ya sudah merasa terbiasa untuk memilih milih jalan dan menerima perjalanan yang seharunya 2 jam menjadi 4 jam sebagai sebuah "kenyataan".

3. Seorang pebisnis sukses yang tiba2 diberitahu mendapat penyakit jantung kronis dan harus "by-pass" di Australia, dan shock berat awalnya, setelah operasi merasa itu hal umum dan wajar saja.

Nah, kita tahu kemampuan manusia untuk beradaptasi terhadap sekelilingnya memang luar biasa. Efek Kakus dalam kehidupan kita terjadi disemua lini. Kita sadari itu. Bisnis yang sulit karena barang China masuk terus secara illegal ke Indonesia juga sudah dianggap kenyataan yang tak terpungkiri lagi. Mata uang kita yang sering fluktuasipun sudah dianggap umum.

Maka bagaimana kita dapat belajar dan mengambil "keuntungan" dari Efek Kakus ini? Beberapa hal yang dapat kita coba:

1. Paksakan untuk bekerja lebih keras, memang tidak enak awalnya, tapi kalau kita paksakan terus, makan akan terjadi Efek Kakus dan kita akan terbiasa dengan hal ini dan menjadi pekerja yang lebih baik.

2. Cobalah selalu menciptakan network persahabatan baru. Awalnya terasa tidak enak, tetapi setelah terbiasa kita akan menjadi orang yang lebih sukses dengan kekuatan jaringan kita.

3. Berpikir dan bertindak kreatip selalu. Memang awalnya susah dan tidak "natural" terutama buat mereka yang jarang ber inovasi, tetapi kalau kita coba terus akan menjadi terbiasa juga.

Nah, ini adalah cara kita membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan kita ini.

--


26 November 2006
"Terlalu" selalu kurang baik.

Ada sebuah cerita tentang seorang yang sangat pelit dalam hidupnya, dia pekerja keras dan sangatlah pelit, medit, kikir, dalam hidupnya. Makan sedikit, semua serba dihemat, beli mobil saja tidak mau, rumahnya jelek dan pakaiannya kusam. Bisnis nya sudah maju pesat, kekayaannya sudah banyak luar biasa, tetap dijaganya ke hemat an nya dalam hidup, sampai pada batas yang -keterlaluan-.

Suatu hari dia jatuh dari sepeda motor, karena helm nya kwalitas terburuk, maka kepalanyapun terluka parah. Anak2 nya segera meminta pertolongan medis dari Singapore, pesawat terbang khusus yang 150 juta menjemputnya dari Surabaya. Otaknya dioperasi tiga kali, sudah menghabiskan uang 2 milyard rupiah selama sebulan di ICU Singapore. Belun juga ketahuan akan bagaimana kelanjutannya...

Saya menghormati orang yang hemat dalam hidupnya, tetapi segala yang berlebihan tidaklah baik. Terlalu hemat, akan membahayakan juga. Saya sering bergurau menggambarkan orang yang super medit tetapi sebenarnya kaya dengan kata2 dari cerita ini: ya dia akan menghemat pengeluarannya supaya bisa membayar nanti kalau mau lebih lama tinggal di ICU ketika sakit nanti.

Kawan, semua yang berlebihan tidaklah baik. Terlalu medit jelek, terlalu boros lebih jelek lagi, apalagi kalau kita tidak punya cukup uang. Kalau punya penhasilan 10 juta sebulan, ya pakailah untuk bersenang2 satu juta, kita hidup hanya sekali dan tidak pula terlalu panjang. Nikmati dalam batas kewajaran.

"Terlalu" adalah sesuatu yang berbahaya, bahkan terlalu banyak berolah raga tidak menyehatkan! Terlalu malas celaka, terlalu sayang bisa menyakitkan, terlalu disiplin juga jelak.... Yah sering hidup ini tidak menurut kemauan kita kemana jalannya. Kita harus belajar untuk tidak =terlalu= dalam kehidupan ini....

"Lebih" itu baik, "terlalu" itu harus diwaspadai, ujung perjalanan kita hanyalah sebuah liang kubur, buatlah perjalanan kehidupan ini menjadi nikmat dan menyenangkan...... Kewaspadaan kita pada emosi dan jalan pikiran kita adalah kewajiban kita untuk mengatur dan mendisiplinkannya. Dalam hidup kita tidak selalu perlu menjadi "maximizer", memaksimumkan semuanya. Harus ada jarak dan ruang, dan belajar menjadi "satisficer", orang yang puas dengan apa yang telah didapat.

Selamat menikmati perjalanan hidup anda.

--
Creating Wow and Aha!

WOW adalah sebuah keterkejutan yang nikmat, sebuah “eye popping” dan “jaw dropping” dalam filem kartun. Keindahan yang lebih, purple cow, remarkable, dan membuat mulut menganga. Design yang berbeda, fantastis, mencengangkan.

AHA adalah ketepatan dari strategi dan pemikiran yang dalam. Tepat guna. Sebuah karya yang pas, strategi yang cerdik, design yang mengena, promosi yang meningkatkan penjualan, cerita yang melekat di otak, dan komunikasi persuasi yang berhasil.

Creating Wow and Aha! menjadi pedoman kerja Sam-Design sejak berdiri di tahun 1998, sebagai pedoman untuk selalu menghasilkan karya yang fantastis dan berstrategi pas. Para sammies (crew Sam-Design) meyakini bahwa semua karya kita haruslah menghentakkan keindahan yang tepat guna.

Ada empat kunci penting dalam mebuat karya yang WOW and AHA: Science, Art, Craft dan Soul. Keempatnya harus menjadi satu kesatuan dalam kita berkarya. Karya website, company profile, logo, branding, promosi, design atau apapun dalam kehidupan kita, baru akan sukses, bila kita lakukan dengan campuran yang pas dari empat elemen ini.

Science: Otak kiri kita, haruslah diisi dengan startegi komunikasi yang berlandaskan hasil riset dan pendekatan akademis yang sudah terbukti nyata. Art: Otak kanan para sammies mendekatkan keilmuan pada nilai kreatifitas seni yang menghasilkan inovasi dalam semua karya. Craft: Keahlian yang merupakan pengalaman berkarya terbaik yang menjadi sebuah kebiasaan dalam menghasilkan komunikasi yang efektip. Soul: Jiwa yang mebuahkan karya2 yang menyentuh emosi dan sisi humanisme kita. Jiwalah yang mengikat ketiga elemen lain dalam menghasilkan karya indah yang tepat guna.

Hampir sembilan tahun perjalanan Sam-Design dalam "Creating WOW and AHA!", dan kita masih akan berjuang lebih keras lagi untuk terus menciptakan karya yang memberikan nilai tambah tinggi buat semua klien kita.

--

I expect Nothing, I fear Nothing, I am free......Introducing NIKOS KAZANTZAKIS (1883-1957):

I was in Athen, Greek, in Feb 2003. I visited The first Olympiad location, Archeological locations, Island of Aegis, and The once sacred Oracle of Delphi. I saw and an interesting grey t-shirt with greek language, no translation.

So I asked the seller, what does it mean?
He said: I hope for nothing, I fear noone, and I am free... by creten writer Nikoz Kazantzakis. The words made a rush on my head: COOL !!!!, so i bought the simple cheap tshirt…..

I found the tshirt yesterday, wore it, and think about that meaning…. Today is holiday, so I just surfed the web, and found a lot of interesting thing about Nikos.The quote inspires me, sometimes it is translated a little bit differently: I expect Nothing I fear Noone I am free, or I Hope for Nothing, I fear Nothing, I am Free…., Those words were inscribed in his tomb. I got the picture from the Wikipedia, interesting, and I paste here…....

He is the writier of LAST TEMPTATION OF CHRIST and ZORBA THE GREEK, among other things. Nikos is the most famous Greek philoshoper and writer of the century.

Beautiful words inspire us because it connect with our hearts.... so here are some from Nikoz:

**** You have your brush, you have your colors, you paint paradise, then in you go.

**** Beauty is merciless. You do not look at it, it looks at you and does not forgive.

**** Since we cannot change reality, let us change the eyes which see reality

**** The highest point a man can obtain is not Knowledge, or Virtue, or Goodness, or Victory, but something even greater, more heroic and more despairing: Sacred Awe!

**** A person needs a little madness, or else they never dare cut the rope and be free

--

Saya selalu berkata bahwa "Hidup Ini Hanyalah Sebuah Perjalananan", di ujung perjalanan hanyalah sepenggal tanah 2 x 3 meter. Dan betapapun kaya miskin bahagia sedih nikmat sengsara nya perjalanan kita, semuanya akan sampai ditempat yang sama.

Yang paling berarti dalam kehidupan ini adalah perjalanan itu sendiri; bagaimana kita memberika makna pada perjalanan kita; bagaimana kita menyatakan arti hidup kita dalam tindakan dan perkataan dan karya.

Bilamana kita telah memberikan yang terbaik, dan berusaha yang terbaik, dan melakukan yang terbaik, maka tidak ada lagi penyesalan apapun ketika kita telah selesai dengan perjalanan kita.

1 November 2007, Surabaya.



A POEM FOR THE GRIEVING...
Do not stand at my grave and weep.
I am not there, I do not sleep.
I am a thousand winds that blow,
I am the diamond glints on snow.
I am the sunlight on ripened grain,
I am the gentle autumn's rain.
When you awaken in the morning's hush,
I am the swift uplifting rush
of quiet birds in circled flight.
I am the stars that shine at night.
Do not stand at my grave and cry,
I am not there, I did not die...
- Anonymous


--

8 Success Strategies 2008


Diawal tahun 2008, saya coba untuk memikirkan hal hal apa yang penting dalam mengarungi 2008 ini, dan memilih 8 hal kunci yang perlu kita perhatikan untuk mencapai kesuksesan yang besar.


Brand You

Authentic, Distinct, Memorable

“Brand” menjadi semakin penting dalam kehidupan kita, karena banyaknya penawaran dan alternatip. Product brand, bahkan personal brand adalah kunci sukses dimedan persaingan yang menawarkan semua yang mirip dan sejenis. Pelanggan menginginkan sesuatu yang mudah diingat dan punya kepribadian yang khas dan “Authentic”. Kita harus secara terus menerus dan sadar menguatkan “Brand” kita ketika bertemu dengan pelanggan kita.


Think Like a Fish

Emotional, Emphatic, You-First

Walaupun kita suka makan mangga, tetapi bila kita pergi memancing kita harus memakai cacing sebagi umpan kita. Kita sadar benar akan hal ini, tetapi kita sering lupa saat menawarkan jasa/produk kita kepada pelanggan kita, kita lupa memikirkan perasaan dan kebutuhannya. Untuk sukses dalam berbisnis, kita harus selalu memikiran pelanggan kita lebih dulu. Sukses kita tergantung pada kepuasan pelanggan tersebut, baik secara fisik ataupun emotional.


Use Viral Strategy

Network, Word-Of-Mouth, Heartstrings

Penjangkauan sukses akan lebih cepat bilamana ada pihak ketiga yang mau merekomendasikan kita. Word-Of-Mouth yang natural selalu jadi kunci sukses bisnis. Bilamana kita bisa melalukan “Amplification” atau percepatan proses WOM ini, maka kesuksesan akan lebih cepat terjadi. Powerpoint ini adalah contoh Viral Marketing “Brand” saya. Bilamana anda mengirimkan ppt ini keteman anda, maka teman anda senang, sayapun mendapatkan keuntungan dari “Brand” saya yang semakin tersebar. Kita harus memberikan kemudahan untuk orang lain menyebarkan “brand” kita.


Go Internet

Blog, Youtube, Friendster

Suatu siang, saya mampir di coffeeshop, tiba2 saya sadar ada banyak anak muda berinternetan disana dengan asik sekali. Pekerjaan dan hiburan menjadi satu disana. Ah, jaman baru!...Internet telah benar2 merubah wajah infrasturtur dunia. Video, percakapan, dan social nerwork kita semuanya berada disana. Generasi baru telah hidup dan bernafaskan internet. Sudah saatnya kita dan perusahaan kita menginvestkan sumber daya kita pada internet. Blog, Youtube, Friendster, Amazon, eBay, Craigslist, Wikipedia, Google, semuanya merubah cara kita hidup.


Copy From Different Industry

Relevantly Different, Observe, Copy&Twist

Saya percaya pada “copy&twist”, mantra yang saya pakai sejak dahulu. Kita tidak punya waktu lagi “reinvent the wheel”, kita membutuhkan mata dan otak yang tajam dalam observasi kita akan trend dan kesuksesan orang lain. Perjalanan keluar negeri semakin mudah murah, internet menyediakan semua jawaban apa saja. Meniru dari industri yang berbeda, dari dunia yang lain, dan menyesuaikannya untuk bisnis kita adalah mantra yang tepat jitu. Kita tetap harus kreatip dan beda dari pesaing kita, kita dapat lakukan dengan meniru dunia lain, dan menyesuaikannya untuk bisnis kita.


Choose Your Value

Priorities, 80/20, Focus

Tidak mungkin kita bisa menyediakan sebuah produk atau jasa yang paling berkwalitas, paling murah, paling bagus servisnya, paling bergengsi, beriklan paling banyak, dan seterusnya. Didunia yang competitive ini kita harus memilih hal kunci apa yang kita ingin tonjolkan. Jadilah yang terbaik di bagian yang anda pilih, hal itu sajalah yang anda harus selalu perkuat dan sempurnakan, lainnya asalkan memenuhi “standard” umum sudah cukup. Asalkan hal yang anda tonjolkan adalah hal yang konek dengan nilai nilai pelanggan anda, maka sukseslah anda.


Spend 20% on “Totally Different Thing”

Google’s Lesson, New Thing, Diffuse

Salah satu sukses google adalah karena strategi nya untuk membolehkan karyawannya menghabiskan 20% waktu nya untuk melakukan pekerjaan lain yang tidak ada hubungan apapun dengan tugas rutinnya. Sesuatu hal baru yang berbeda dengan pekerjaan rutin anda, yang anda lakukan karena “passion”, akan membuahkan sebuah hasil yang berbeda. Habiskan 20% waktu anda untuk hal baru, ini akan melebarkan kesempatan sukses anda. Rutinitas membunuh kreativitas dan kejemuan menghambat kesempatan baru yang mungkin akan tumbuh.


Doing Things

Just Do It, Ready-Shoot-Aim, Persistent

Rencana yang sebagus apapun, tidak akan menghasilkan apa apa bila tidak dinyatakan dalam tindakan. Walaupun nantinya kita akan berubah arah bisnis, atau akan menemui kegagalan, atau akan menghadapi kesulitan, kita tetap harus melakukan tindakan secara terus menerus untuk bisa sampai pada tujuan kesuksesan kita. Kita harus kuat secara constant menghadapi C-R-A-P (Criticism, Rejection, Assholes, Pressure) dan terus mengerjakan pekerjaan kita dengan penuh antusias. Hidup hanyalah perjalanan, yang ditaburi mimpi, diisi keberanian, dan dinyatakan dalam tindakan.

--

Mempermudah Bisnis Anda

Bisnis tidak pernah mudah untuk dijalani. Selalu ada kesulitan, hambatan ataupun masalah yang mengganggu perkembangannya. Namun jangan kekurangan akal. Michael Hummer mencoba memberikan beberapa poin yang bisa mendorong perusahaan Anda menjadi sukses.

Pertama, dia bilang bahwa buatlah perusahaan Anda supaya mudah untuk diajak berbisnis. Buatlah perusahaan Anda agar simple dan gampang diajak transaksi. Seperti halnya McDonald, orang hanya datang, ntri sebentar kemudian membayar dan selesai sudah transaksinya. Jangan membuat perusahaan Anda susah. Seperti halnya orang mencari Anda susah, menemukan harga produk Anda juga sama susahnya. Itu hanya akan membuat perusahaan Anda tidak pernah bisa berkembang.

Kedua, tambahilah nilai-nilai pelanggan Anda. More added value to your customer. Kalau konsumen Anda hanya menginginkan barang, maka kirimkanlah barang itu dengan bungkus yang menarik. Kalau dia menginginkan tiket yang sederhana, maka kirimkan tiket itu dengan pelayanan yang menarik. Hal ini akan menambah nilai dari barang tersebut.

Ketiga, pelajari proses bisnis Anda. Karena Michael Hummer terkenal dengan reengineering, maka dia selalu bilang bagaimana menghadapi customer Anda. Mulai dari dia tahu dan ketemu dengan perusahaan Anda, hingga membayar semua barang yang telah ter-delivery. Maka kata proses menjadi kata kunci dan harus diperbaiki dengan sebaik-baiknya.

Keempat, cobalah secara umum dapat merubah kreativitas menjadi rutinitas. Bagaimana kita bisa mengubah pekerjaan kita sehari-hari menjadi sebuah kreativitas? Ini adalah sesuatu hal yang sulit, tetapi di sinilah pentingnya inovasi dan kreativitas.

Kelima, ukurlah kinerja Anda secara komprehensip. Apa saja bisa diukur dan tentukan tolok ukur yang tepat, karena kalau tidak ada tolak ukurnya kita tidak akan pernah tahu bahwa kita ini sudah bagus atau belum.

Keenam, petiklah keuntungan dari ketidakpastian. Artinya, kita harus fleskibel, terutama di Indonesia, di mana ketidakpastian begitu besarnya. Banyaknya perubahan yang sangat penting terjadi di Indonesia. Karena perubahan itu, buatlah perusahaan kita sefleksibel mungkin.

Ketujuh, fokuslah pada pelanggan akhir. Mungkin kita menjual handphone melalui sebuah importer, distributor, retailer baru ke customer. Maka yang perlu diperhatikan oleh kita adalah end customer.

Kedelapan, hilangkanlah batasan-batasan dan bekerja samalah dengan siapa pun. Jangan pernah memikirkan bahwa Anda orang marketing, produksi atau yang lainnya. Karena semua itu tidak perlu. Kita harus berpikir bahwa semua dari perusahaan kita, semua orang, semua partnership kita dan dengan siapa pun kita satukan untuk memberikan produk yang terbaik kepada pelanggan.

Kesembilan, cobalah memperkuat kompetensi kita, bekerjasama dengan perusahaan lain dan hanya memfokuskan diri kita pada kemampuan inti kita. Apa yang bisa kita lakukan yang terbaik, maka fokuskanlah di situ. Dengan begitu kita bisa berharap perusahaan kita bisa maju dengan lebih baik.

Demikian business wisdom hari ini. Semoga bermanfaat bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

--

Environment Effect

Environment (lingkungan) sangat penting artinya bagi kita. Hal inilah yang bakal membentuk pribadi kita di kemudian hari. Kalau tinggal di lingkungan yang negatif, kita akan menjadi jelek. Sebaliknya. Jika kita tinggal di lingkungan yang baik maka kita juga akan menjadi baik.

Mitra bisnis, business wisdom hari ini akan bercerita tentang seorang ibu yang membawa anaknya pindah rumah. Pertama kali dia tinggal di dekat kuburan. Setelah beberapa lama sang anak mengamati bahwa tiap hari ia melihat orang mengubur mayat dan lain-lain. Maka anak tersebut pun bermain-main dengan cara seperti itu. Di rumah pun ia bermain-main dengan hal-hal yang berhubungan dengan kubur. Ibunya sedih melihat perkembangan anaknya yang seperti itu.

Kemudian ia pindah rumah lagi ke dekat pasar. Setelah beberapa saat ia tinggal di situ, sang anak mulai belajar nyopet. Ketika ibunya bertanya, "Lho, kamu kok bisa mencopet dengan cepat?" Si anak menjawab, "Iya, soalnya saya lihat tetangga-tetangga semuanya pintar mencopet. Maka saya ingin belajar nyopet supaya dapat uang cepat." Sang ibu sedih sekali. Ia berpikir lama dan akhirnya diputuskan untuk pindah ke tempat lain.

Akhirnya dibawalah anak tersebut pindah ke dekat sekolahan. Suatu hal yang menarik adalah, anak ini mulai berbicara tentang sekolah, kehidupan sekolah dan tentang ilmu-ilmu yang ada di sekolahan itu. Anak ini bisa cepat belajar membaca, menulis dan lain-lain. Anak ini menjadi anak terkenal. Namanya Mong Tse atau salah seorang filsuf terkenal dari negeri China. Kata-katanya adalah, "Ibu dari anak ini telah pindah tiga kali untuk mendapatkan tempat yang cocok untuk anaknya."

Ini adalah sebuah cerita yang menarik sekali sekaligus menggambarkan bagaimana environment atau lingkungan sekeliling kita begitu penting dalam kehidupan kita. Karena kalau environment kita itu jelek, maka dengan sendirinya kita juga akan jelek. Kalau kita dekat dengan tinta, maka kita akan kena hitamnya. Sedangkan kalau kita dekat dengan sesuatu yang baik, maka kita juga akan ketularan hal yang baik.

Dalam kehidupan bisnis, environment atau kehidupan sekeliling kita itu sangat penting. Kita tidak boleh melupakan siapa yang berteman dengan kita saat ini. Karena hal ini akan membentuk environment, cara berpikir, belajar kita. Kalau sekeliling kita adalah orang-orang yang baik, maka kita akan menjadi baik juga. Kalau teman-teman kita adalah orang yang antusias, maka kita akan menjadi antusias juga. Karena sebetulnya kita semua saling menularkan kebiasaan dan saling memberikan input ke dalam diri masins – masing.

Cerita ini sangat penting untuk setiap orang. Bahwa kalau ingin menjadi sukses, maka kita harus mencari environment terhadap pekerjaan kita yang baik dan tepat. Teman-teman yang kita cari haruslah yang baik. Kita boleh memilih teman karena kita mempunyai hak untuk itu.

Cobalah mencari teman yang baik sehingga environment dalam bisnis, lingkungan, pemikiran, dan semua dalam kehidupan kita adalah lingkungan yang baik yang membawa Anda lebih cepat sukses.

Demikian inti business wisdom hari ini. Semoga Anda tinggal di lingkungan yang tepat, sehingga menjadi orang yang tepat pula. Kalau lingkungan Anda negatif, berpikirlah untuk mencari tempat yang lebih baik.

--

Melihat Ke Dalam

Melihat kepada diri sendiri memang sangat sulit. Yang gampang dilakukan adalah melihat kelebihan atau kekurangan orang lain dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain itu. Tapi yang sangat penting untuk diingat, lihatlah diri sendiri sebelum menilai orang lain.

Mitra bisnis business wisdom hari ini akan mencoba bercerita tentang hal-hal yang lucu dalam kehidupan kita sendiri. Di Amerika, mantan presiden Lincoln begitu sukses dan dikagumi sehingga orang tua di sana mempunyai kebiasaan memarahi anaknya dengan menggambarkan Lincoln. Biasanya mereka akan bilang, "Kamu sudah umur 10 tahun masih seperti ini. Dulu Lincoln umur 10 tahun sudah pintar dan melakukan banyak hal, membantu orang tua, mencari uang sendiri. Kamu sudah seumur ini masih bodoh saja. Lihat Lincoln, pada seumur kamu sudah bisa ini dan itu." Anaknya yang mendengarkan berkali-kali menjadi akhirnya berpikir dan berkata, "Yah, Lincoln pada saat seumur Ayah kan sudah menjadi Presiden Amerika. Kenapa Ayah belum?"

Ini adalah sebuah cerminan bagi kita. Kita sering memarahi seseorang dan membandingkannya dengan orang yang lain. Kadang kita berkata, "Coba lihat karyawan perusahaan A, mereka pintar bisa begini dan begitu." Tetapi kita lupa bahwa di perusahaan tersebut gajinya jauh lebih tinggi.Jadi ada kebiasaan, kita sering menyalahkan orang atau the blaming game. Kemudian diikuti oleh perkataan, "Kamu kok tidak bisa seperti ini?" Lalu kita akan membandingkan dengan sesuatu yang lebih baik. Padahal kadang kita tidak sadar bahwa kita sendiri tidak sebaik bosnya atau tidak sebaik dengan perusahaan yang dibandingkan tersebut.

Maka kita harus reinstrospeksi terhadap diri sendiri. Tidak sekedar menyalahkan orang lain, tetapi tidak mau menyadari diri sendiri. Ada hal yang menarik dalam kehidupan ini. Bahwa orang sering berkata, "Kalau saja anakku sepintar dia." Tetapi kita tidak mau mendidik anak kita sebaik dia mendidik anaknya.

Dalam hal kehidupan kita sering memotong-motong dan mau mengambil sebagian saja dari contoh orang yang baik. Tetapi kita tidak mau melihat diri kita sendiri dan memperbaikinya bahwa kita pun banyak melakukan kesalahan, banyak kekurangan bila dibandingkan dengan orang lain. Maka sudah saatnya kita mulai melihat kedalam lagi pada diri kita sendiri. Apakah kita sudah memberikan yang terbaik? Apakah yang kita berikan sudah sebaik yang diberikan orang lain?

Sebelum kita mulai menudingkan jari pada orang lain, ada baiknya kita menyadari bahwa dibalik hasil yang tampak lebih baik dari orang lain tersebut, ada pengorbanan dan usaha yang lebih besar pula untuk memperoleh hasil tersebut.

Demikian business wisdom hari ini. Semoga apa yang saya sampaikan hari ini bisa bermanfaat. Sukses untuk bisnis dan karir Anda.

--

5 + 1 Kunci Sukses

Anda ingin sukses? Sedikitnya ada lima hal dan satu kata kunci yang harus Anda miliki. Kelima hal itu adalah rasa optimis, memiliki tujuan hidup, mengomunikasikan diri, mempunyai kecintaan pada pekerjaan yang dilakukan dan kemampuan kerja. Sedangkan kata kuncinya adalah action.

Mitra bisnis, dalam business wisdom hari ini saya ingin kembali menceritakan tentang lima aturan sukses yang saya temukan dan saya sharing dengan teman-teman pada beberapa kesempatan yang lalu. Untuk sukses kita membutuhkan lima hal.

Pertama, kita butuh sikap yang sangat positive dalam melihat hidup ini. Sikap kita harus selalu optimistis dan melihat kehidupan ini dari sisi yang baik. Kalau kita selalu bersikap pesimis, nerimo, sedih, sengsara, maka kita tidak akan pernah bisa mencapai sukses. Kita harus mempunyai sikap optimis dan percaya bahwa hidup ini akan selalu lebih baik.

Kedua, kita harus mempunyai tujuan bahwa kita mau apa. Kita harus tahu mau melakukan apa dan kemana akan pergi. Kalau kita selalu melakukan sesuatu hanya karena suruhan orang atau kewajiban, tetapi kita sendiri tidak mempunyai tujuan hidup, maka kita tidak akan menjadi besar.

Ketiga, harus dapat mengomunikasikan diri kita. Baik mengomunikasikan tujuan kita, mempengaruhi bawahan supaya bisa bekerja lebih baik, maupun mengomunikasikan segala hal dengan para pemimpin kita. Kita harus mampu melakukan komunikasi yang baik dengan mereka. Baik dengan percakapan, bahasa isyarat, pekerjaan kita ataupun dengan hal-hal lainnya.

Keempat, harus mempunyai kecintaan terhadap pekerjaan yang kita lakukan. Kalau kita tidak mempunyai passion atau kecintaan terhadap pekerjaan, saya yakin tidak akan pernah ada kesuksesan dalam diri Anda dan pekerjaan yang Anda lakukan saat ini. Karena sukses hanya mungkin terjadi bila Anda mencintai apa yang Anda kerjakan saat ini.

Kelima, kita harus mempunyai kemampuan kerja. Kalaupun Anda sudah mempunyai keempatnya tetapi tidak mampu untuk melakukan pekerjaan itu, maka percuma saja. Kita harus mampu mengerjakan apa yang dibutuhkan untuk mencapai sukses itu. Knowledge and skill harus selalu Anda bina. Tentu saja kata kuncinya adalah belajar lebih baik dibandingkan ketika Anda mengerjakannya di masa lalu.

Kelima hal ini adalah necessary but not sufition. Kelima hal itu semuanya penting bagi Anda. Tetapi lima hal itu saja tidak cukup. Kalau belum cukup tentu saja Anda harus menambahkan kata action. Kalau Anda hanya mempunyai kelimanya tanpa dibarengi oleh action untuk mencapai tujuan yang diinginkan, maka sama saja dengan dengan bohong. Dan Anda tidak akan pernah mencapai tujuan itu.

Kelima hal tersebut dan dengan satu kata kunci action, maka di situlah akan tumbuh kesuksesan Anda. Demikain business wisdom hari ini. Semoga lima hal dan satu kata, yakni action ini mampu menggiring Anda menjadi orang-orang yang sukses.

--

The Best Preparation

Mitra bisnis, business wisdom hari ini akan mencoba menggambarkan bahwa dalam bisnis, persiapan yang berlebihan itu kadang justru tidaklah bagus. Namun kenyataannnya, dalam berbisnis, seseorang sering mempersiapkan segala sesuatunya secara berlebihan.

Ada sebuah cerita menarik dari pengalaman saya sendiri. Dulu saya ingin sekali menulis sebuah puisi atau cacatan kecil. Waktu itu saya masih kecil dan saya ingat betul bahwa saya menganggap hal itu adalah sesuatu yang hebat. Sesuatu yang harus saya persiapkan secara matang.

Saya ingin mempunyai kamar sendiri, meja yang ada lampunya supaya lebih enak menulisnya. Lalu saya pergi ke toko buku untuk membeli buku yang paling bagus, kertasnya mulus, beli pulpen yang tepat untuk menulis. Saya akan mempersiapan semuanya dengan baik. Saya akan membaca banyak buku tentang puisi. Sehingga pada saat hari pertama, saya bisa menulis puisi dengan baik.

Kalau Anda lihat, proses tersebut adalah umum di mana-mana. Biasanya setelah tiga bulan, Anda belum juga mulai menulis. Pada saat mulai menulis, Anda akan berpikir, "Ah, sayang kalau tulisan saya jelek. Saya perlu latihan dulu. Kata pembuka apa yang terbaik yang pertama."

Maka semua itu membuat pikiran Anda terpecah-pecah untuk mempersiapkan diri mulai menulis. Saran yang bagus adalah, kalau Anda mau menulis, ambil saja kertas, pulpen dan tulislah sesuatu. Kedengarannya kok mudah sekali. Tapi memang hidup ini kadang semudah itu.

Kalau kita melakukan persiapan yang berlebihan, maka kita akan menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak penting yang sebetulnya diluar dari apa yang sedang kita kerjakan.

Dalam berbisnis, seseorang sering mempersiapkan segala sesuatunya secara berlebihan. Hitung rugi, research, survey kemana-mana, tanya soal pajak, software, pembukuan atau pun melakukan ini dan itu. Semua persiapan begitu matang sehingga perhatian Anda terpecah pada hal-hal yang tidak essential. Akhirnya Anda terlalu capek untuk memulai berbisnis yang sebenarnya.

Saran saya kepada siapa saja yang mau mulai menulis, baik manual maupun secara digital pada komputer, mereka yang mau melukis atau menggambar, atau mereka yang mau memulai berbisnis. Semua itu sama saja, just do it atau langsung saja Anda lakukan. Tentu saja dengan sejumlah risiko yang sudah dibatasi, tahu sedikit banyak tentang bisnis tersebut, dan bukan berarti Anda secara total 100 persen langsung nyemplung dalam dunia bisnis. Intinya, sebuah persiapan yang berlebihan, sering membuat kita kehabisan tenaga sebelum memulai yang paling esensi.

Mitra bisnis, kalau Anda ingin melakukan perjalanan jauh atau melakukan bisnis kecil, atau melakukan hal yang baru, kalau itu tidak terlalu berisiko dan tidak terlalu susah untuk dilakukan. Lakukan saja atau just do it. Tidak harus mempersiapkannya terlalu hebat, karena energi Anda akan habis hanya untuk itu. Pada akhirnya energi Anda tidak digunakan untuk hal yang penting itu.

--

Shaping Your Life

Mitra bisnis, dalam business wisdom hari ini saya ingin bercerita atau ingin menelaah, apa sih yang membentuk kita. Hal-hal apa saja yang membuat kita menjadi seperti sekarang.

Pertama, we are shaped by the book we read. Kita itu dibentuk dari buku yang kita baca. Ini adalah hasil pemikiran filsof yang suka membaca. Aliran dan kesukaan bukunya apa, maka itulah yang bakalan membentuk kita sebagai orang yang berbudaya dan mempunyai pemikiran. Kalau bacaannya buku-buku politik, maka Anda akan terbentuk sebagai orang yang suka dengan hal-hal politik. Kalau suka membaca buku humor, maka Anda akan menjadi orang yang humoris. Kalau suka membaca buku akademis, maka Anda akan menjadi orang yang akademis.

Kedua, we are shaped by the people we meet. Kita ini dibentuk dari orang-orang yang ada di sekeliling kita. Kita dibentuk oleh orang tua, teman, kolega, bos, atau pun anak buah kita. Kita terbentuk oleh orang-orang di sekeliling kita.

Ketiga, we are shaped by the though we think. Kita dibentuk oleh cara kita berpikir, filosofi, pandangan, dan keagamaan kita akan kehidupan. Maka kita dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan kita berpikir.

Terakhir, we shaped by the action we perform. Kita dibentuk oleh tindakan, kelakuan kita dan kebisaaan kita dalam melakukan sesuatu.

Jadi inilah empat hal yang akan membentuk kita yaitu buku yang kita baca, orang yang kita temui, cara kita berpikir dan tindakan-tindakan yang kita lakukan.Nah, kalau ingin sukses, cobalah untuk membentuk diri kita dengan cara yang positif. Cobalah untuk mempengaruhi diri sendiri supaya bentuk yang diterima atau jadinya nanti adalah bagus.

Pertama yang harus kita lakukan adalah membaca buku-buku bermutu yang membuat kita lebih sukses. Kedua, carilah teman, sahabat, atau network yang berguna dan bisa membawa kesuksesan kita. Tidak hanya berteman kepada orang yang senang saja, tetapi juga berteman kepada orang yang bisa membawa kesuksesan kita, karena saya percaya bahwa kesuksesan itu dapat ditularkan kepada orang lain. Jadi kalau Anda dekat dengan entrepreneur, maka Anda akan ketularan menajdi entrepreneur. Kalau Anda dekat dengan orang creative, maka Anda akan ikut creative. Kalau berkumpul dengan orang yang semuanya merokok, maka Anda akan turut merokok. Sekali lagi Anda dibentuk oleh orang-orang yang ada di sekeliling kita. Pilihlah orang itu supaya dapat sama dengan tujuan hidup Anda.

Ketiga, cobalah Anda mempunyai pikiran-pikiran yang positive, mau maju, selalu memikirkan tentang sukses dan bukan dipengaruhi oleh pikiran yang negative yang selalu iri, dengki dan tidak mau maju. Terakhir Anda harus melakukan action dari hari ke hari untuk mencapai kesuksesan. Anda harus dibentuk oleh empat hal ini secara positive.

Kalau segala tindakan Anda mencerminkan nilai positive dalam kehidupan, maka Anda pun akan menjadi lebih positive dan terbentuk sebagai orang posistive yang akan mencapai kesuksesan.

--

7 Characters of Leadership

Ada tujuh karakter penting yang membuat seorang pemimpin dianut oleh karyawan atau bawahannya. Tujuh karakter penting itu saling terkait antara satu dengan yang lain. Sehingga ketujuh karakter ini tidak bisa dipisahkan. Apa saja tujuh hal itu?

Mitra bisnis, dalam business wisdom kesempatan ini saya ingin menelaah tentang kepemimpinan atau leadership. Apa sih yang membuat anak buah, karyawan, atau bawahan itu mau mendengarkan gaya kepemimpinan Anda.

Ada tujuh hal penting yang membuat seseorang itu mau dipimpin atau menurut kepada Anda. Pertama, bila anda sebagai pemimpin memperlakukan mereka dengan rasa hormat. Tidak semua orang memang gila hormat, tetapi siapapun orangnya juga tidak mau untuk dihina. Kalau kita bisa memperlakukan karyawan atau bawahan kita dengan rasa hormat, maka mereka akan menghargai itu.

Kedua, seorang pemimpin harus bisa memberikan inspirasi kepada bawahannya. Pemimpin harus mampu memberikan inspirasi, visi, dan misi ke mana sebenarnya arah perjalanan kita. Kalau mau maju, apa pula yang diinginkan.

Ketiga, karyawan atau bawahan akan menurut bila Anda dapat mengajarkan sesuatu, memberikan sebuah ilmu atau kemampuan. Sehingga semuanya dapat belajar dan tumbuh menjadi karyawan yang lebih baik.

Keempat, pemimpin harus dapat mentoleransi sebuah kesalahan yang tentu saja bukan kesalahan yang sama dan telah dibuat berulang-ulang. Tetapi sebuah kesalahan yang terjadi sekali saja.

Kelima, pemimpin harus mau berkomunikasi dengan jujur dan terbuka. Karena kalau kita tidak mampu mengomunikasikan diri kita dengan bawahan, maka akan terjadi ketidakpastian dan salah paham di antara mereka.

Keenam, anak buah harus percaya terhadap apa yang dijalankan oleh pimpinannya. Kalau anak buah tidak percaya dan merasa bahwa pemimpinnya menipu, mau menangnya sendiri, mau enaknya saja, tetapi tidak mau bekerja dengan benar dan jujur, maka bawahannya tidak akan menurut.

Ketujuh, pimpinan harus mau melakukan apa yang telah diajarkan. Jadi kalau dia bilang harus hidup dengan baik, maka dia harus mempunyai cermin dari hidup yang baik itu. Kalau tidak, mereka akan menganggap Anda hanya berbicara tanpa memberikan contoh yang benar. Pemimpin yang baik harus mempunyai ketujuh karakter tersebut.


--



Menilai Seseorang

Dalam edisi kali ini saya akan menujukkan penggunaan 'blink' dalam menilai seseorang. Hal ini akan sangat berguna terutama bila anda harus memilih pegawai, berkenalan dengan mitra bisnis yang baru, dan memulai kerjasama dengan partner yang belum anda kenal maupun bila anda akan mengadakan transaksi dengan konsumen baru.

Pada saat pertama anda berkenalan atau melihat seseorang, anda akan mendapat kesan pertama seperti apakah anda menyukainya atau tidak, bagimana sifatnya 'ceroboh, ramah, atau pemarah' dan bahkan bila anda teliti, apa pekerjaanya yang sebenarnya. Dan tentu saja, proses ini berjalan hanya dalam beberapa detik saja, bahkan sepersekian detik, anda sebenarnya sudah bisa memutuskan akan menyukai orang tersebut atau tidak.

Sebenarnya, dalam proses yang sangat singkat tersebut, penilaian yang anda berikan mungkin sudah cukup akurat. Hal ini bisa terjadi karena dalam proses tersebut terjadi apa yang disebut sebagai proses 'transmitting' suatu proses dimana anda dan lawan bicara saling melemparkan beberapa hal atau kode yang akan saling mempengaruhi penilaian masing-masing.

Pertama, akan terjadi pemancaran 3 E: Emotion, Empahty, dan Enthusiasm. E yang pertama ini, Emosi, akan menujukkan bagaimana reaksi kita terhadap hal-hal yang terjadi sehari-hari. Emosi ini, meskipun tidak diungkapkan dengan kata-kata, akan terbaca dan menunjukkan bagaimana kita biasanya berinteraksi dengan pelanggan, supplier, maupun orang disekitar kita.Kemudian ada lagi Empathy, kemampuan kita untuk berempati terhadap orang lain. Empati ini akan menujukkan level toleransi kita terhadap orang lain apakah kita cukup bisa mengerti pendapat orang lain atau tidak. Yang terakhir adalah enthusiasm antusiasme anda dalam menghadapi orang lain.

Kemudian, anda dan lawan bicara akan menangkap apa yang disebut sebagai 3 I: Insight, Idea dan Intuition. Insight adalam pemahaman dimana anda menggunakan database informasi yang anda miliki untuk menilai lawan bicara anda. Kemudian terbentuklah I yang kedua yaitu Idea, bahwa orang yang anda hadapi ini kira-kira seperti apa, apakah dia licik, pandai, baik, jahat, dan lain sebagainya. Kemudian muncullah Intuition atau intuisi yang sudah terlatih dalam kehidupan anda sehari-hari. Intuisi ini akan memunculkan berbagai pesan dan peringatan yang hanya anda sadari dengan sangat halus. Ketiga I inilah yang pada akhirnya membawa anda pada kesimpulan saya suka orang ini atau 'saya akan membeli dan bekerjasama dengan dia' atau 'saya akan memakainya sebagai karyawan saya'. Dan keputusan yang muncul dari 3 I ini akan sangat sulit diubah!

Karena itu, impresi awal yang anda tangkap maupun anda berikan pada saat pertama kali bertemu dengan seseorang sangatlah penting. Pada saat pertama anda bertemu dan berkenalan dengan seseorang, sangat penting bagi anda untuk memancarkan 3E yang benar agar lawan bicara anda menangkap 3I yang baik pula sehingga ia menyukai dan transaksi anda berjalan dengan sukses!

Demikialah Bisnis Wisdom edisi ini, semoga dapat bermanfaat untuk meningkatkan kelancaran bisnis anda!

>> Back


--

Blink

Pada hari ini saya ingin sharing tentang sebuah buku dari Malcolm galdwell yang dulu menulis tentang tipping point. Dalam buku ini Malcolm galdwell berbicara bahwa bagaimana dalam keseharian kita, kita sering melakukan 'blink' atau the power of thinking without thinking.

Dalam buku ini dijelaskan bagaimana sebetulnya kita sering melakukan 'blink' atau menggunakan intuisi kita dalam kehidupan sehari-hari. Sering kali dalam pengambilan keputusan, kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk memikirkan tindakan kita matang-matang. Maka, kita menggunakan intuisi atau pengetahuan bawah sadar kita yang diperoleh dari pengalaman masa lalu dan informasi-informasi ringan yang ditangkap sambil lalu sehari-hari untuk memtutuskan dengan cepat. Tindakan inilah yang disebut dengan 'blink'.

Ada sebuah riset menarik tetang konsep ini. Pada riset ini, ada sekelompok mahasiswa yang disuruh melihat video bisu yang menunjukkan beberapa dosen yang tidak pernah mengajar mereka saat para dosen tersebut mengajar di kelas. Kemudian, para mahasiswa ini diminta menunjukkan dosen mana yang baik dan mana yang tidak baik. Para mahasiswa tersebut tidak pernah mengenal maupun diajar oleh dosen yang dimaksud, dan hanya menonton rekaman videonya selama 10 detik. Yang cukup mengejutkan, hasil penilaian dari grup mahasiswa ini ternyata sangat akurat dan sesuai dengan penilaian sekelompok mahasiswa lain yang sudah pernah diajar oleh dosen tersebut selama beberapa waktu.

Hal ini menunjukkan bahwa bila kita sudah memahami suatu hal dengan cukup mendalam, kita akan memiliki apa yang disebut sebagai kemampuan 'blink', suatu kemampuan untuk memutuskan dengan benar tanpa berpikir dalam. Kemampuan ini memungkinkan kita untuk mengambil keputusan yang akurat dalam jangka waktu yang sangat singkat, yaitu 5 - 10 detik dan dengan informasi yang sesedikit mungkin. Memang tidak tertutup juga kita bisa melakukan kesalahan dalam 'blink'. Namun umumnya bila kita sudah memiliki pemahaman dan pengalaman dalam bidang yang dimaksud, keputusan yang kita ambil akan tetap cukup akurat.

Contoh lain adalah pada saat kita menerima telepon. Hanya dengan mendengar sepatah kata "Halo" anda mungkin sudah bisa mengenali siapa lawan bicara anda. Padahal, anda belum mendengar kata lain. Hal ini bisa terjadi karena anda sudah begitu hafal dengan suara lawan bicara anda, caranya dalam menjawab telepon, maupun intonasi yang digunakannya saat mengucapkan kata "Halo" tadi.

Demikianlah ditunjukkan bahwa otak kita memiliki kemampuan yang sedemikian rupa dalam mengolah informasi yang ada dengan sangat cepat sehingga muncul dalam bentuk intuisi. Dalam kehidupan bisnis anda, akan sangat baik dan berguna bila sekiranya anda dapat mempertajam dan melatih kemampuan intuisi ini. Dengan demikian, anda akan mampu mengambil keputusan yang benar dan mnguntungkan sekalipun anda ada dalam posisi yang terdesak.

--

3V Talking

Sebuah riset di Amerika menunjukkan bahwa saat berkomunikasi, orang menangkap apa yang kita maksudkan 55% adalah dari gerak - gerik kita saat bicara, 37% adalah dari intonasi suara kita, dan hanya 8% orang memperhatikan kata - kata yang kita ucapkan.

Seringkali kita berpikir sebaliknya, bahwa kata - kata yang kita ucapkan akan mempengaruhi maksud yang ditangkap oleh lawan bicara kita. Kita jadi sering membuang waktu untuk berhati - hati menyusun kata - kata yang akan kita sampaikan pada saat berbicara. Hal ini memang ada benarnya. Tapi yang lebih menentukan sampai tidaknya maksud yang kita sampaikan adalah dari gerak - gerik visual tubuh kita saat bicara.

Ada 3 V yang harus anda perhatikan dari proses komunikasi ini yaitu Visual : bagaimana orang memperhatkan gerak - gerik kita pada saat ber bicara, yang akan mempengaruhi 55% penyampaian maksud dalam komunikasi. Kemudian ada pula Voice : bagaimana kita memberikan intonasi dan nada dalam pengucapan kata - kata tersebut, yang mempengaruhi hingga 37% penyampaian maksud dalam komunikasi. Yang terakhir adalah Vocal : yaitu kata - kata yang kita pilih, yang hanya mempengaruhi 8% dari penyampaian maksud dalam komunikasi.

Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa yang mempengaruhi orang pada saat berkomunikasi adalah gerak - gerik visual yang memberikan ekspresi dan intonasi suara yang menentukan ada tidaknya antusiasme dan emosi dalam cara kita berbicara. Misalnya saja, anda mengucapkan kata - kata "Bagus ya!", yang pertama anda mengucapkannya dengan tersenyum dan intonasi yang bersemangat, orang akan mengerti bahwa anda sedang memujinya. Tapi bila kata - kata yang sama anda ucapkan dengan ekspresi wajah datar dan dengan nada sinisme, dia akan mengerti bahwa anda sedang menyindirnya. Demikian pula bila anda mengucapkan sesuatu dengan tidak tulus. Secara tidak sadar tubuh dan ekspresi wajah anda akan menyampaikan ketidaktulusan tersebut pada lawan bicara anda.

Perlu anda sadari bahwa dalam komunikasi, selalu terjadi sinkronisasi antara apa yang anda ucakpan dan apa yang anda rasakan pada lawan bicara anda saat anda mengucapkan kata - kata tersebut. Hal ini secara halus tercermin dan akan dengan cepat ditangkap oleh lawa bicara anda sehingga ia akan dapat memutuskan apa maksud anda sebenarnya.

Perhatikan kembali 3 V yang tadi telah disebutkan harus ada kesinkronan bila anda dalam 3 elemen ini bila anda menginginkan maksud anda ditangkap dengan baik oleh lawan bicara anda. Maka, anda betul - betul harus memperhatikan ekspresi gerak tubuh, wajah, maupun intonasi anda saat berbicara untuk meyakinkan lawan bicara akan maksud anda yang sebenarnya.

Mitra Bisnis, dalam kehidupan bisnis pasti anda akan sering menghadapi saat dimana anda harus bicara pada orang lain. Pada saat - saat seperti itu, perhatikan dengan cermat 3 V anda agar kiranya lawan bicara anda mengerti dengan baik apa yang anda maksudkan.

Demikianlah Bisnis Wisdom kesempatan ini, kiranya dapat berguna dalam meningkatkan bisnis anda!

--

Transference

Dalam dunia Marketing, ada yang disebut sensation transference : proses transfer sensasi. Maksudnya adalah apa yang kita lihat secara visual dalam sebuah produk : packagingnya, desainnya, atau bentuknya, akan menentukan penilaian kita akan image dan kepuasan kita dalam menggunakan produk tersebut.

Sprite pernah memberikan sebuah percobaan. Pada percobaannya ia memberikan kemasan yang berbeda dengan isi yang sama peris pada sekelompok orang. Pada kemasan pertama warna botolnya adalah 100% hijau. Pada kemasan kedua dicampurkan 30% warna kuning pada botolnya. Hasilnya? Sekelompok orang tersebut menyatakan minuman pada kemasan kedua memiliki rasa citrus yang lebih kuat, padahal isinya sama sekali tidak berbeda dengan kemasan pertama!

Percobaan lain menunjukkan bahwa margarine yang dijual di supermarket, yang lebih laku adalah yang berwarna kuning. Ketika sebuah survey dilakukan mengenai perilaku konsumen ini, mereka menyatakan bahwa margarine yang berwarna kuning terlihat lebih lezat dan gurih dibandingkan yang berwarna putih. Ketika dibungkus dengan aluminiun foil, konsumen merasa bahwa margarine ini merupakan barang mahal dan memberikan rasa lebih.

Hal ini menunjukkan, bahwa selain kualitas produk yang ada, konsumen meberikan penilaiannya juga karena adanya pengaruh hal - hal dari luar. Ada yang disebut sebagi sensation transferrence 'transfer sensasi' antara apa yang kita dapatkan dengan apa yang kita rasakan. Misalnya saja kita berhadapan dengan orang yang orang yang bertutur kata halus dan memakai jas rapi, kita akan cenderung berbicara dengan hormat meskipun sebetulnya dia hanya karyawan biasa. Demikian pula bila kita berbicara dengan orang yang memakai jeans belel, dengan kaos dan lagak cuek, kita akan berbicata dengan cuek pula tanpa menyadari bahwa mungkin kita sedang berbicara dengan CEO perusahaan besar internasional!

Demikianlah Mitra Bisnis, dengan menyadari hal ini, kita bisa lebih berhati - hati maupun memanfaatkan sistem sensation transferrence ini. Kita bisa memanfaatkannya untuk membuat diri kita terlihat lebih dan menjadi lebih dihargai oleh orang lain. Namun kita juga harus berhati - hati mengingat adanya kemungkinan orang lain akan melakukan halyang sama dengan memanfaatkan sisten transfer sensasi ini.

---

The Power of Liking

Pada bisnis wisdom saat ini, saya akan berbagi mengenai betapa berharganya kemampuan seseorang untuk menjadikan dirinya disukai oleh lingkungannya dalam kesuksesannya di masa depan..

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa para dokter yang pernah dituntut oleh para pasiennya karena kesalahan pengobatan ternyata tidak berarti dia pernah melakukan kesalahan seperti yang dituntutkan kepadanya, bukan pula karena dia memalukan kesalahan profesional atau melanggar kode etik yang ada, tapi karena mereka dibenci dan tidak disukai oleh pasiennya selama masa pengobatan. Para dokter yang dituntut ini didapati bukannya melakukan kesalahan dalam pengobatan, tapi tidak mampu menunjukkan emosi dan empati pada pasien dan kelarganya selama masa pengobatan berlangsung.

Sebaliknya, para dokter yang meskipun pernah melakukan kesalahan kecil dalam praktek pengobatannya, tapi mampu menunjukkan emosi dan empati yang tepat pada pasien dan keluarganya selama pengobatan tidak pernah dituntut atas kesalahannya tersebut. Mereka bahkan cenderung mendapat pasien lebih banyak dibandingkan dengan dokter - dokter yang memiliki skill lebih tinggi tapi tidak menunjukkan tingkat emosi yang sesuai dengan harapan pasien.

Penemuan ini sangat mengejutkan, mengingat bagaimana the power of liking : kemampuan anda untuk disukai orang lain, dapat membuat anda lebih cepat sukses dan lepas dari segala kesalahan. Hal ini juga telah terbukti berulang kali, tidak peduli apakah anda karyawan, manager, CEO, atau pemilik sebuah bisnis, anda akan lebih mudah dimaafkan dan dibela bila orang - orang di sekitar anda menyukai anda.

Ini adalan kunci kecil yang sering terlewatkan dalam kehidupan kita. Bagaimana semestinya hal - hal kecil seperti tersenyum, memuji dengan tulus, menghargai orang lain, sikap - sikap yang dalam kehidupan kita dapat membuat kita lebih disukai oleh orang lain, akan sangat membentu diri kita sendiri juga dalam meraih kesuksesan di kemudian hari. Intinya adlah bagaimana membuat orang dapat menyukai diri kita denga tulus, bukan karena kita menjilat mereka, sehingga merekalah yang akan berusaha mati - matian demi apa yang kita inginkan.

Mitra Bisnis, andapun kiranya mulai memperhatikan hal ini. Karena meskipun di permukaan tampaknya sederhana, kemampuan anda untuk disukai orang lain mungkin saja bisa membantu anda dalam negosiasi besar bagi bisnis anda.

--

Thin Slicing

Pada kesempatan kali ini kita akan berbicara tentang apa yang disebut 'thin slicing' : teknik pemotongan informasi dalam lembaran - lembaran tipis. Otak kita memiliki kemampuan untuk memilah informasi dan mengolahnya dalam potongan - potongan tipis informasi yang kelak akan sangat berguna dalam menjadi tolok ukur untuk menilai suatu keadaan.

Konsep dari Malcolm gladwell ini menunjukkan bahwa kita mampu menganalisa sesuatu dengan sangat akurat berdasarkan potongan - potongan informasi kecil yang masuk ke otak kita. Misalnya pada seorang CEO yang berpengalaman selama 20 tahun, dengan berbicara selama 15 menit pada manager yang bertugas, dia bisa menilai apakah perusahaan itu tidak berjalan dengan baik. Atau pada saat anda memasuki sebuah toko, dalam 10 detik pertama anda sudah bisa menilai bahwa toko ini tidak laku dan terus merugi. Tapi bagi orang yang tidak mengerti, biarpun sudah menganalisa berhari - hari, tetap saja tidak mengerti apa yang terjadi.

Yang terjadi adalah sebuah proses yang disebut thin slicing. Seorang yang telah memiliki pengalaman cukup disuatu bidang, pada saat menerima input informasi yang berkaitan dengan bidangnya, akan segera memilah informasi tersebut menjadi potongan - potongan tipis. Kemudian ia membandingkan potongan - potongan informasi ini untuk dibandingkan dengan database pengalamannya selama bertahun - tahun untuk menghasilkan analisa yang akurat mengenasi keadaan yang dihadapinya. Proses ini berlangsung dengan sangat cepat di dalam otak sehingga orang yang melihat tidak akan mengerti darimana ia memperoleh semua kesimpulan analisa tersebut.

Misalnya seorang pedagang barang antik. Saat melihat sebuah guci, dia akan segera mengenali barang itu merupakan barang asli atau bukan, berasal dari dinasti apa, dan berapa juta harga yang pantas untuk barang tersebut. Tapi bagi orang awam, dijelaskan berkali - kali sekalipun ia tetap tidak mengerti mengapa sebuah guci tua yang kusam dan hampir retak bisa dijual senilai 100 - 200 juta.

Bagi seseorang yang expert di bidangnya, akan mudah baginya untuk melakukan perhitungan - perhitungan berkaitan dengan bidang yang digelutinya tanpa perlu menggunakan computer atau kalkulator lagi. Hal ini bisa dilakuakn karena dia sudah memiliki banyak data tersimpan dalam otaknya dan saat menerima informasi, dia bisa membandingkan potongan - potongan informasi tersebut dengan database dalam otaknya untuk mengasilkan analisa dan perhitungan yang tepat. Tentu bukan analisa yang mendetail, tapi akan cukup untuk mendukung pngambilan keputusan.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa sebetulnya kita memiliki kemampuan untuk menilai dan menganalisa dengan proses thin slicing ini, dan kemampuan ini cukup reliable untuk situasi - situasi mendesak. Tentu saja anda tetap harus melakukan analisa dan kalkulasi yang lebih detail dalam pengambilan keputusan penting. Tapi tidak ada salahnya memperhatikan serpihan intuisi yang muncul dari thin slicing ini meskipun mungkin data yang anda hadapi akan menunjukkan angka yang luar biasa bagus. Data dapat dimanipulasi dan dimainkan, tapi intusi yang terbentuk oleh pengalaman anda sendiri selama bertahun - tahun mungkin akan dapat menyelamatkan anda.

--



Fraud Blink

Mitra bisnis, kita akan membahas tentang apa yang disebut sebagai 'kesalahan intuisi'. Dalam mengginakan intuisi kita seharii - hari, seringkali kita mengalami apa yang disebut kesalahan intuisi. Bisa saat kita salah menilai seseorang, salah menilai kesempatan yang datang, ataupun dalam memprediksi suatu keadaan.

Misalnya saja pada saat menilai seseorang. Ada orang yang terlihat baik, jujur, dan menyenangkan ternyata lari membawa kabur uang perusahaan! Atau pada saat anda memberi pinjaman pada orang yang anda kira sudah kenal dengan baik, tapi ternyata kawan anda itu tidak mengembalikan uang anda. Apa yang terjadi? Apakah anda tidak memiliki kemampuan penilaian yang baik?

Sebetulnya, dalam kasus - kasus diatas, yang terjadi adalah ketidakmampuan kita untuk menganalisa orang tersebut secara objektif dan professional, tapi hanya menganalisanya dari sisi emosional atau sesuai dengan keadaan hati saat itu. Hal inilah yang sering menyebabkan intuisi kita dalam menilai sesuatu menjadi tidak akurat.

Pada sesi lalu kita telah membahas tentang blink, yaitu the power to think without thinking. Pada saat itu kita telah membahas bahwa blink akan sangat efektif digunakan pada bidang yang telah kita kenal dengan baik. Disini intuisi kita berjalan dengan baik untuk membuat perkiraan seperti misalnya, untuk seorang kontraktor, bisa memperkirakan kira - kira untuk membangun sebuah rumah dengan dua lantai akan membutuhkan 5 truk semen dan 8 truk pasir. Intuisi ini seringkali tepat karena kita telah terbiasa menganalisa hal- hal tersebut.

Tapi pada saat menilai seseorang atau sesuatu yang kita anggap sudah kenal baik, kita sering meleset dan tertipu. Mengapa? Apakah blink nya tidak bekerja? Sebetulnya, blink dan kemampuan intuisi anda tetap bekerja dengan baik. Hanya saja, untuk hal - hal ini, anda secara tidak sadar memasukkan faktor - faktor yang tidak ada hubungannya dan cukup menyesatkan, yang anda hubung - hubungkan untuk mendukung kesimpulan subyektif anda tadi. Dan kecenderungan ini anda lakukan tanpa sadar!

Misalnya saja, anda dididik dalam keluarga yang menyukai kerapian dan keteraturan. Anda terbiasa untuk berpakaian rapi, menyisir rambut dengan benar, bersikap sopan dan sabar, serta menunjukkan rasa hormat pada orang lain dalam setiap kesempatan. Pada saat anda bertemu dengan seseorang yang cuek, selengean, sehari - hari Cuma memakai kaos dan jeans, dan bicara ceplas - ceplos, anda akan langsung berfirasat bahwa orang ini pasti tidak beres! Padahal, bukan orangnya yang tidak benar, dia sebetulnya orang baik - baik, tapi style nya tidak sesuai dengan style 'paten' anda. Sebaliknya, bila anda bertemu dengan seseorang yang rapi dan sopan, andapun menjadi mudah tertipu meskipun sebenarnya orang itu adalah penjahat kelas kakap.

Contoh lain adalah saat anda bertemu dengan pria berambut panjang, anda akan langsung berpikir orang ini tidak rapi, playboy, tidak disiplin, dan lain - lain. Tapi bila dia memotong rambutnya, anda langsung merasa dia telah bertobat, menjadi disipin, dan sebagainya. Padahal tidak ada hubungan antara panjang rambut seorang pria dengan tingkah lakunya!


Setiap orang memiliki stereotype judgement, yaitu penilaian terhadap sesuatu berdasarkan penampilannya, yang sering menyesatkan intuisi anda. Dengan mengetahui hal ini, anda harus mulai selektif dalam memisahkan hal - hal yang sebenarnya tidak berhubungan saat memberikan penilaian terhadap sesuatu dan hanya menggunakan hal - hal yang relevan saja. Seorang psikolog akan dengan mudah menganalisa dan melakukan hal ini. Tapi bagi orang awan, kerancuan stereotype judgement ini mungkin akan sulit untuk diatasi. Maka dari itu, anda harus sering menelaah ulang apakah parameter yang anda pakai dala menilai sesuatu sudah tepat atau belum.

--

Primed for Action

Kawan, pada berbagai situasi yang kita hadapi, otak kita ini sering dikondisikan untuk melakukan sesuatu dan bereaksi sesuai dengan pengaruh yang menkondisikan otak tersebut. Hal ini disebut primed for action. Maksudnya, otak ini telah di primed, dikondisikan, untuk bertindak sesuai dengan pesan yang telah diterima sebelumnya.

Seorang professor meneliti hal ini dengan menyuruh beberapa mahasiswanya pergi kepada kawannya. 20 orang pertama sebelumnya diberi essay dan permainan kata - kata dengan menggunakan kata - kata yang revolusioner dan membangkitkan semangat seperti berani, aktif, berani bertanya, dan lain - lain. 20 orang kedua, sebaliknya, diberi kata - kata yang menenangkan, seperti menghormati orang, bersabar, dan lain - lain. Kawannya sengaja disuruh untuk tidak segera menemui mahasiswa - mahasiswa tadi.

Hasilnya? Sebagian besar grup pertama kebanyakan menolak untuk menunggu lebih dari 10 menit! Mereka akan segera menanyakan dan menyela sang professor atau mendesak sang professor untuk segera menemui mereka. Sedangkan pada kelompok kedua, hampir tidak ada yang memprotes meskipun disuruh menunggu hingga 2 - 3 jam.

Hal ini menunjukkan bagaimana sebetulnya sikap kita sangat dikondisikan oleh pengaruh - pengaruh luar yang kita terima. Bila kita menerima pesan untuk selalu bertindak berani, tidak terlalu banyak menunggu, dan aktif, maka tanpa sadar kita juga akan bertindak sesuai dengan pesan - pesan tersebut. Sebaliknya pula, bila kita diberi pesan bahwa kita harus sabar, tidak mudah marah, dan selalu mendahulukan orang lain, maka sikap kita juga akan cenderung seperti itu. Tanpa kita sadari, alam bawah sadar kita telah membentuk opini dab bagaimana harus bertindak sesuai dengan apa yang kita lihat, baca, dan dengar tanpa sempat memikirkannya.

Maka bila anda berada dalam satu lingkungan, anda akan dengan mudah terkondisikan sesuai dengan keadaan lingkungan tersebut. Misalnya kalau anda ada dalam lingkungan pendidik, anda akan menjadi suka membaca juga. Bila anda berada ditengah lingkungan yang suka tawuran, anda juga menjadi orang yang cenderung emosional. Sebaliknya pula, bila anda berada ditengah lingkungan pekerja sosial, anda menjadi lebih ramah dan sabar dalam menghadapi orang lain. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh dari luar yang bisa masuk dan menkondisikan otak kita untuk bertindak sesuai dengan pesan - pesan tersebut.

Hal ini seluruhnya terjadi dibawah sadar kita tanpa kita bisa mencegah atau memperngaruhinya. Kita bahkan tidak akan sadar bahwa faktor - faktor tadi akan mempengaruhi kita.

Maka, dengan menyadari hal ini, kita bisa semakin peka dalam menganalisa faktor - faktor apa saja yang memperngaruhi tindakan kita. Dengan demikian, kita akan terhindar dari pengaruh - pengaruh negatif yang mungkin akan membawa kita pada sikap burub yang merugikan bisnis kita sendiri.

--

Rasa' Baru untuk BlackBerry
Bagikan
Kemarin jam 22:03


TEMPO Interaktif, Jakarta - Persaingan teknologi sistem operasi telepon seluler bakal semakin seru. Setelah Microsoft meluncurkan Windows Phone 7 pada Februari lalu, disusul iPhone dengan iPhone OS 4.0 yang dilengkapi kemampuan multitasking baru-baru ini, kali ini giliran BlackBerry yang akan merilis sistem operasi terbarunya, Blackberry OS 6.0.

Padahal, seperti Anda tahu, sistem operasi BlackBerry yang paling baru saat ini adalah BlackBerry OS versi 5.0. Sistem operasi itu saja belum banyak dipakai di peranti BlackBerry. Hanya beberapa seri yang dirilis akhir 2009 yang menggunakan OS 5.0, misalnya Blackberry Bold seri 9700.

Kabar akan dirilisnya sistem operasi terbaru besutan RIM--produsen peranti BlackBerry--semakin santer terdengar. Portal-portal teknologi di Internet mulai ramai membahasnya. Situs BoyGeniusReport.com (BGR) bahkan meluncurkan penjelasan detail plus foto-foto tampilan layar (screenshot) yang menggunakan sistem operasi ini.

Portal teknologi tersebut mengklaim sebagai pihak pertama yang mendapatkan informasi detail soal BlackBerry OS 6.0. Dan, sumber informasi juga mengizinkan situs BGR untuk mempublikasikannya.

BlackBerry OS 6.0 disebut-sebut bakal memiliki lebih banyak fungsi yang ditingkatkan. Antarmuka dan homescreen-nya juga lebih baik dan lebih ramah pengguna ketimbang OS pendahulunya. Sistem operasi yang belum diluncurkan secara resmi oleh produsennya itu juga ditanami browser baru, Browser WebKit.

RIM menerapkan sistem wide kinetic scrolling pada BlackBerry OS 6.0. Sistem tersebut membuat pengalaman browsing di layar BlackBerry menjadi lebih "cair", terutama ketika scroll atau bergulir dari halaman web, e-mail, atau aplikasi sejenisnya. OS 6.0 juga ditanami sistem multisentuhan yang lebih memudahkan. Misalnya, saat membuka aplikasi foto, pengguna bisa "mencubit" layar untuk membuat pembesaran (zooming).

Fitur pemutar medianya juga direnovasi. Pengguna bisa menavigasi menggunakan jari untuk menelusuri album-album musik. Untuk memainkan musiknya, pengguna tinggal menyentuh cover album yang akan dipilih. Pesan masuk juga dibuat lebih modern, dengan tampilan kotak masuk anyar yang dilengkapi thumbnail lebih besar di sebelah kiri kotak pesan. Fitur thumbnail itu untuk mengidentifikasi jenis pesan yang masuk, apakah dari e-mail, Facebook, atau Twitter.

Hal menarik lain adalah homescreen. BlackBerry OS 6.0 sepertinya membuat homescreen makin disesuaikan dengan halaman web yang tampil di layar. Anda dapat memasang aplikasi-aplikasi pada halaman utama, kemudian bisa menggeser halaman ke kiri atau kanan untuk memilih aplikasi yang akan digunakan. Browsing halaman web juga bisa dilakukan dengan cara yang sama.

Pengguna juga akan dimudahkan dalam mengoperasikan menu-menu yang dimiliki peranti BlackBerry-nya. Hanya dengan menekan layar agak lama, akan muncul menu yang berbentuk grup ikon-ikon pada layar. Misalnya akan mengirim e-mail, Anda tak perlu lagi menekan "Menu" lalu "send". Tapi cukup dengan menekan layar pada e-mail yang akan dikirim. Sama halnya jika ingin mengirim e-mail berupa foto atau video.

Namun, tentu saja fungsi ini bisa dilakukan hanya di peranti BlackBerry yang dilengkapi layar sentuh. Dengan fungsi baru itu, pengguna BlackBerry tak harus berurusan dengan pilihan menu biasa yang agak merepotkan.

Tata letak aplikasi foto pada BlackBerry OS 6.0 juga direnovasi. Menurut BoyGeniusReport, tata letak aplikasi foto pada OS ini mirip dengan yang dimiliki iPhone. Galeri foto ditampilkan dalam thumbnail, yang dapat digeser-geser ke atas atau bawah untuk menavigasi. Gambar-gambar juga langsung muncul di layar.

Setelah menekan foto yang dipilih, Anda akan melihat foto bergulir ke dalam dari arah kanan. Untuk membesarkannya (zoom), pengguna bisa "mencubit" layar. Fasilitas e-mail pada OS ini juga tampak lebih maju dengan tampilan yang lebih segar. "Antarmukanya lebih bagus, dengan rasa web 2.0 yang modern," tulis BoyGeniusReport.

Fungsi-fungsi baru yang ada pada sistem operasi anyar ini sepertinya lebih kompatibel dengan perangkat bersistem layar sentuh. Apakah RIM akan lebih banyak meluncurkan ponsel-ponsel BlackBerry layar sentuh pada masa depan? Bisa saja. Tapi bisa juga tidak, karena RIM juga disebut-sebut akan meluncurkan BlackBerry 9670, peranti pertama yang akan menggunakan OS 6.0 ini.

Seri itu memang memiliki ciri yang tak biasa dimiliki BlackBerry, yakni dengan desain kulit kerang (clamshell). Meski demikian, BlackBerry 9670 tetap memiliki keyboard QWERTY dan bukan layar sentuh penuh. Informasi ini memang masih sebatas rumor. Tapi pertanyaan-pertanyaan tersebut hendaknya bakal terjawab di BlackBerry WES 2010, ajang pameran solusi terbaru yang diadakan oleh RIM di Orlando, Florida, pada 27-29 April nanti.

-



Primed for Action

Kawan, pada berbagai situasi yang kita hadapi, otak kita ini sering dikondisikan untuk melakukan sesuatu dan bereaksi sesuai dengan pengaruh yang menkondisikan otak tersebut. Hal ini disebut primed for action. Maksudnya, otak ini telah di primed, dikondisikan, untuk bertindak sesuai dengan pesan yang telah diterima sebelumnya.

Seorang professor meneliti hal ini dengan menyuruh beberapa mahasiswanya pergi kepada kawannya. 20 orang pertama sebelumnya diberi essay dan permainan kata - kata dengan menggunakan kata - kata yang revolusioner dan membangkitkan semangat seperti berani, aktif, berani bertanya, dan lain - lain. 20 orang kedua, sebaliknya, diberi kata - kata yang menenangkan, seperti menghormati orang, bersabar, dan lain - lain. Kawannya sengaja disuruh untuk tidak segera menemui mahasiswa - mahasiswa tadi.

Hasilnya? Sebagian besar grup pertama kebanyakan menolak untuk menunggu lebih dari 10 menit! Mereka akan segera menanyakan dan menyela sang professor atau mendesak sang professor untuk segera menemui mereka. Sedangkan pada kelompok kedua, hampir tidak ada yang memprotes meskipun disuruh menunggu hingga 2 - 3 jam.

Hal ini menunjukkan bagaimana sebetulnya sikap kita sangat dikondisikan oleh pengaruh - pengaruh luar yang kita terima. Bila kita menerima pesan untuk selalu bertindak berani, tidak terlalu banyak menunggu, dan aktif, maka tanpa sadar kita juga akan bertindak sesuai dengan pesan - pesan tersebut. Sebaliknya pula, bila kita diberi pesan bahwa kita harus sabar, tidak mudah marah, dan selalu mendahulukan orang lain, maka sikap kita juga akan cenderung seperti itu. Tanpa kita sadari, alam bawah sadar kita telah membentuk opini dab bagaimana harus bertindak sesuai dengan apa yang kita lihat, baca, dan dengar tanpa sempat memikirkannya.

Maka bila anda berada dalam satu lingkungan, anda akan dengan mudah terkondisikan sesuai dengan keadaan lingkungan tersebut. Misalnya kalau anda ada dalam lingkungan pendidik, anda akan menjadi suka membaca juga. Bila anda berada ditengah lingkungan yang suka tawuran, anda juga menjadi orang yang cenderung emosional. Sebaliknya pula, bila anda berada ditengah lingkungan pekerja sosial, anda menjadi lebih ramah dan sabar dalam menghadapi orang lain. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh dari luar yang bisa masuk dan menkondisikan otak kita untuk bertindak sesuai dengan pesan - pesan tersebut.

Hal ini seluruhnya terjadi dibawah sadar kita tanpa kita bisa mencegah atau memperngaruhinya. Kita bahkan tidak akan sadar bahwa faktor - faktor tadi akan mempengaruhi kita.

Maka, dengan menyadari hal ini, kita bisa semakin peka dalam menganalisa faktor - faktor apa saja yang memperngaruhi tindakan kita. Dengan demikian, kita akan terhindar dari pengaruh - pengaruh negatif yang mungkin akan membawa kita pada sikap burub yang merugikan bisnis kita sendiri.

--

Program Minapolitan Diramal Bakal Gagal
Bagikan
Jum pukul 14:58
JAKARTA, KOMPAS.com - Program Minapolitan Perikanan yang diunggulkan oleh Kementrian Perikanan dan Kelautan sebagai solusi untuk perbaikan perikanan, dipandang pesimistis oleh banyak pihak. Riza Damanik, selaku Ketua Pokja Perikanan Aliansi Desa Sejahtera menilai program yang digembor-gemborkan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad, berpotensi besar gagal. Minapolitan adalah strategi pembangunan perikanan berbasis kawasan.

"Hari ini pemerintah mendengungkan minapolitan. Ini berpeluang besar gagal," kata Riza di sela-sela diskusi Kebijakan Negara Agraris yang Bikin Petani Kecil Miris, di Bakoel Koffie, Jakarta, Jumat (23/4/2010).

Alasannya, ungkap Riza, kebijakan minapolitan sangat berorientasi pada peningkatan produksi. Ini berbahaya karena orientasi mengejar pertumbuhan produksi ikan baik dari kegiatan penangkapan maupun budidaya, mengancam kelestarian ikan. Di sisi lain, hal ini juga bakal merusak harga ikan Indonesia apabila pemerintah tidak mampu memasarkan produksi ikan.

Tak hanya itu, saat ini Indonesia hanya memasok ikan gelondongan ke luar negeri dan tidak menjual ikan olahan. Menurutnya, ikan gelondongan harganya jauh lebih murah dibandingkan ikan olahan. "Minapolitan enggak bicara proses. Hanya target pertumbuhan produksi. Kalau sudah tercapai, belum tentu pemerintah mampu memasarkan di pasar luar negeri," papar dia.



Alasan lainnya, program ini dinilai diskriminarif. Pasalnya, pemerintah memberikan insentif yang lebih di sektor perikanan budidaya ketimbang sektor perikanan perikanan tangkap. "Ini nggak relevan karena sekitar 2,8 juta masih menggantungkan hidupnya di sektor perikanan tangkap. Itu kan besar sekali," tandas dia.

--

Kwik: Target Pertumbuhan RI Versi Pemerintah Hanya Mimpi Fantastis
Bagikan
Jum pukul 15:51
Elvan Dany Sutrisno - detikFinance

Jakarta - Pengamat ekonomi Kwik Kian Gie menilai target pertumbuhan ekonomi 7 persen oleh pemerintah di tahun 2014 tidak masuk akal. Pemerintah dinilai hanya menebar mimpi tanpa realisasi.

"Pemerintah mengehendaki pertumbuhan ekonomi 7 persen pada tahun 2014. Itu artinya butuh investasi Rp 10.000 triliun dalam lima tahun atau US$ 200 miliar dalam setahun," papar Kwik dalam dialog bertajuk "Membedah Program Pro Rakyat Pasca Rakernas Tampaksiring" di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (23/4/2010).

Kwik mengaku terkejut mendengar target yang diputuskan dalam Rakernas Tampaksiring 19-21 April 2010 lalu. Kwik menilai target tersebut terlalu berat.

"Saya sangat terkejut uangnya akan didapat darimana, darimana uang sebanyak itu. Waktu saya tanya, kata orangnya Pak Boediono belum tahu, kenapa cuma 7 persen tidak sekalian 14 persen kalau cuma mimpi yang fantastis yang tidak tahu realisasinya," kritik Kwik.

Presiden SBY mengadakan Rakernas dengan pemerintah pusat dan daerah di Istana Tapaksiring, Bali, 19-21 April lalu. Presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi 7 persen di akhir masa pemerintahannya, selain itu Presiden juga menargetkan pengurangan kemiskinan dan pengangguran yang signifikan.

--

Bil Clinton Gemar McD, Obama 'Lemah' pada Pie
Bagikan
Kemarin jam 23:21
Sang Presiden terpaksa harus berpisah dengan chef pastri Gedung Putih favoritnya.
Sabtu, 24 April 2010, 12:36 WIB
Elin Yunita Kristanti

VIVAnews - Presiden juga manusia, meskipun berpredikat orang nomor satu di negara adidaya, Amerika Serikat. Mereka juga punya titik lemah, termasuk soal makanan.

Presiden AS, Ronald Reagan diketahui tergila-gila dengan permen jelly, sementara Bill Clinton tak bisa lepas dari McDonalds. Lalu, apa kelemahan Obama? Pie.

Penasehat senior Obama, David Axelrod berkata dalam acara Jay Leno Friday, mengatakan Sang Presiden terpaksa harus berpisah dengan chef pastri Gedung Putih favoritnya. Sebab, Obama ingin menghilangkan kebiasaan makannya yang sembarangan.

"Yang terjadi saat Obama datang ke Gedung Putih, di sini ada chef pastri yang hebat. Ini bisa jadi masalah serius," kata Axelrod.

Soal pie awalnya tak sorotan awal tahun ini ketika presiden 48 tahun ini dinyatakan dalam kondisi kesehatan yang baik oleh dokter. Pecinta olah raga basket dan golf ini sebelumnya dikatakan makan dalam porsi yang sederhana.

Namun Axelrod punya kisah berbeda. Kata dia, Obama cinta burger keju dan pie, yang tentunya bukan kategori makanan sehat.

Informasi yang disampaikan Axelrod tentu saja tak sejalan dengan program ibu negara, Michelle Obama yang mengkampanyekan pencegahan obesitas anak-anak.

"Saya harap ibu negara tak menonton acara ini," kata Axelrod.

Obama beberapa kali tertangkap kamera sedang membeli makanan seperti burger atau antre membeli es serut kesukaannya.

Ketika bicara soal Indonesia yang jadi tempat tinggalnya saat masih kecil, kenangan Obama tak jauh-jauh dari makanan.

"Saya akan datang ke Menteng Dalam, makan bakso dan nasi goreng, makanan yang enak dan spesial di masa kecil saya," kata Obama. (jno)

--

Cara Baru Menyetir: Pakai Mata Bukan Tangan
Bagikan
Kemarin jam 23:34
Ilmuwan Jerman mengembangkan mobil 'Spirit of Berlin'. Cukup menggunakan pandangan mata.
Sabtu, 24 April 2010, 09:39 WIB
Elin Yunita Kristanti

VIVAnews - Lelah memegang setir mobil? Mungkin Anda harus mencoba teknologi terbaru ini. Para ilmuwan Jerman telah mengembangkan teknologi terbaru yang memungkinkan mengemudi mobil hanya dengan menggunakan mata.

Peneliti Universitas Free Berlin, Raul Rojas, mengatakan, teknologi ini bekerja berdasarkan gerak mata pengemudi. Mobil ini membaca arah gerak mata dan berjalan ke manapun mata diarahkan.

Rojas dan timnya mempresentasikan prototipe teknologi ini di bawah naungan langit biru yang cerah di sebuah lahan bekas bandara di ibu kota Jerman.

Mobil dengan teknologi terbaru itu melintasi landasan pacu Bandara Tempelhof. Pengemudi mobil tanpa setir ini menggunakan pandangannya untuk menyetir. Mobil ini seperti mobil hantu, tanpa tangan yang mengemudinya.

Dengan teknologi ini, memungkinkan dikendalikan dengan kecepatan hingga 30 mil per jam atau 50 kilometer per jam.

"Target berikutnya, mobil ini bisa dikendalikan dengan kecepatan 60 mil per jam," kata Rojas.

Ditambahkan dia, tantangan terbesar yang dihadapi mobil ini adalah rintangan, pejalan kaki atau kendaraan lain.

Saat ini, solusi masalah itu, pengemudi mobil tanpa setir cukup melihat ke kaca spion untuk mengemudikan mobil.

Jika nantinya teknologi ini dikomersialkan, soal keselamatan jadi tanda tanya besar. Bagaimana jika pengemudi melihat pemandangan bagus, atau terpana melihat gadis cantik selama beberapa detik?

Belum lagi, soal gangguan panggilan telpon, atau saat pengemudi harus mengirimkan pesan pendek?

Hal itu juga jadi pertimbangan para peneliti. Mobil yang dinamai 'Spirit of Berlin' atau 'Jiwa Berlin' adalah mobil otomatis yang dilengkapi navigasi GPS, beberapa kamera, laser, dan scanner yang memungkinkan mobil ini mengemudikan dirinya sendiri, sesuai perintah pengemudi.

"Mobil ini bisa melakukan apapun. Bisa secara otomatis maupun mengikuti panduan mata pengemudi," kata Rojas.

"Mobil akan berhenti di persimpangan dan meminta panduan dari pengemudi." Prosesnya hanya butuh beberapa detik.

Untuk menunjukan kemampuan mobil yang kompromis, Rojas melompat di depan mobil yang sedang berjalan dalam kecepatan 10 mil per jam. Untung, mobil itu langsung berhenti seketika.

"Tepat waktu, aku sangat beruntung," kata Rojas.

Jika merasa kesulitan menjalankan ini dengan mata. Ada alternatif lain, menggunakan iPhone sebagai remote control mobil.

Mobil ini juga akan dilengkapi sistem konvensional untuk menghentikan lajunya, dilengkapi dua tombol darurat besar di bagian belakang mobil. Tinggal pencet, semua sistem tertutup. (JNO)
• VIVAnews

--

Puluhan Nyawa Terengut di Jalur Busway
Bagikan
Kemarin jam 23:59
Perlu ada infrastruktur yang bisa menghalau pengendara agar tidak masuk ke jalur busway.
Sabtu, 24 April 2010, 23:32 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Sandy Adam Mahaputra

VIVAnews - Sterilisasi jalur busway semakin tidak optimal. Bahkan menjadi jalur maut bagi pengendara khususnya motor.

Sepanjang 2009 dari 62 kasus kecelakaan, 16 orang meninggal dunia akibat dihantam moda angkutan massal tersebut. Bukan hanya nyawa yang terengut di jalur itu, namun juga kerugian materil yang mencapai Rp102 juta.

Dibandingkan tahun 2008, angka kejadian tersebut meroket dari sebelumnya yang berjumlah 25 kasus tujuh diantaranya meninggal dunia dengan nilai kerugian sebesar Rp109 juta.

Tidak hanya itu, belum optimalnya sterilisasi pada jalur angkutan yang mulai beroperasi 2004 ini juga terbukti dari tingginya pelanggar yang ditindak jajaran Polda Metro Jaya.

Dari data Dirlantas Polda Metro Jaya yang ada penindakan yang dilakukan kepolisian pada kasus busway sepanjang 2009 mencapai 7.000 kasus, sedangkan pada 2008 sebanyak 9.000 kasus.

Sedangkan, kasus kecelakaan sepanjang Januari-Februari 2010 mencapai delapan kasus dengan satu korban tewas dan kerugian sebesar Rp6,5 juta.

Untuk kasus pelanggaran sendiri, mencapai 38.992 pelanggaran, sedangkan di 2009 jumlahnya turun menjadi 23.473 pelanggaran.

Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Condro Kirono, sterilisasi jalur busway minim karena tidak dilakukan secara menyeluruh. Sterilisasi jalur busway, sambungnya, tidak cukup dengan mengandalkan petugas di lapangan, tapi harus diikuti dengan perbaikan infrastruktur. "Saya tidak bisa menjamin sterilisasi jalur busway akan berhasil, sepanjang insfrastruktur pendukungnya tidak memadai," kata Condro beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, sambung Condro, perlu ada infrastruktur yang bisa menghalau pengendara agar tidak masuk ke jalur busway. Misalnya, dengan memasang portal otomatis.

Selain jumlah minim, kondisi separator yang ada juga tidak memadai, karena rusak dan terlalu pendek sehingga mudah dilewati kendaraan dengan kapasitas lebih besar. Belum lagi, separator itu tidak terlihat ketika malam hari. (jon)

--

Money and You
Penulis : Tom MC Ifle
Jumat, 23-April-2010
Ini adalah kata-kata yang sering di hubungkan dengan uang, at least saya sering sekali mendengarnya dari orang-orang yang saya latih.

Uang itu ....powerful, kotor, membebaskan, sexy, korupsi, memampukan, memberi, memfokuskan, merenggut, menggiurkan, menggoda, mencobai, tidak berarti, tidak bisa dihindari, menjijikkan, mantap, uang nomor dua setelah nafas, dan seterusnya.

Uang katanya tabu... tapi banyak pula yang tidak mengakui bahwa uang itu tabu, bagaimana menurut Anda?

Mari kita test jawaban Anda terhadap pertanyaan ini:

* Apakah seorang wanita/pria kaya ‘tampak' lebih menarik?
* Bila melihat pria tua dan jelek menikahi seorang wanita muda yang cantik di lengannya, apa pendapat Anda?
* Apa ketakutan Anda seputar pengeluaran, investasi dan tabungan?
* Orangtua mengatakan mereka akan memberikan semua harta kepada saudara Anda, apa pendapat Anda?
* Berapa uang yang Anda butuhkan jika ingin mengubah gaya hidup Anda?
* Bagaimana sikap Anda berubah ketika bertemu dengan orang yang jauh lebih kaya dari Anda?
* Dalam kasus apa uang adalah "kuasa" dalam hidup Anda?
* Kapan uang memberi Anda respek?
* Siapa orang yang lebih menghargai Anda jika Anda kaya raya?
* Karyawan Anda meminta kenaikan gaji, apa yang muncul dalam pikiran Anda?
* Karyawan Anda mengatakan UMR naik 200% menurut aturan pemerintah, bagaimana Anda akan menanggapi?
* Seberapa besar uang yang akan Anda keluarkan agar terlihat sepuluh tahun lebih muda?

Aha, saya melakukan riset sederhana. Hasilnya, begini:

36% mengatakan pertanyaan yang sulit, dan tidak berani menjawab,
21% mengatakan yang muncul banyak negatif,
43% munculnya negatif tapi saya berusaha mengganti dengan kata-kata positif.

Nah, apa keyakinan Anda tentang 'uang'?

Sebuah kata-kata bijak dari sebuah gulungan kitab Sirakh 180 tahun Sebelum Masehi mengatakan:

"Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya."

"Tangan yang lamban membuat miskin,tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya" - Raja Sulaiman

Sangat cocok dengan kasus-kasus yang terjadi dengan 80% usaha kecil tutup di 5 tahun pertama. Keith J.Cunningham mengatakan penyebab utamanya Lack of Critical Thinking & Critical Knowledge.

Kesimpulan saya dan juga pengalaman sebagai pengusaha, pelatih bisnis, dan life coach, uang terjadi dengan rumus:

Knowledge + right belief + right action = money.

Knowledge + wrong belief = bad habit!

Lack of knowledge + right belief = The Search of excellence.

Semoga Anda tambah kaya, tambah sukses dan tambah makmur ...!

--

Mari Syukuri Hidup Kita
Penulis : Andrie Wongso
Rating Artikel :
Jumat, 23-April-2010
Dari pengalaman saya memberikan motivasi dalam berbagai seminar, ada kalanya mendapat kejutan testimoni dari sejumlah peserta. Testimoni itu antara lain berupa cerita-cerita inspiratif yang berasal dari kisah nyata peserta seminar yang baru saya dengar pada acara seminar itu.

Misalnya, ketika bedah buku terbaru saya, "The Power of 60 SMS (Simple Motivation for Success)" di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur, akhir pekan lalu. Di antara ratusan pengunjung yang hadir, terdapat seorang ibu berusia 68 tahun. Namanya Ibu Ratna. Ia merupakan peserta paling senior di acara tersebut. Semangat hidupnya terlihat begitu tinggi.

Pada akhir talkshow, ia berdiri dan memberikan testimoni. Katanya, dorongan motivasi telah membuat semangat hidup semakin tinggi. Sekarang, ia ingin hidupnya lebih bermakna dan berguna bagi nusa dan bangsa.

Teman-teman yang luar biasa!

Saya terkejut ketika mendengar bahwa ia pernah mencoba mau bunuh diri. Menurut pengakuannya, dalam hidupnya ia mendapat banyak cobaan berat. Ia, misalnya, sampai saat ini belum tahu siapa sebenarnya orangtua kandungnya. Orangtua yang membesarkannya ternyata bukan orangtua kandung.Kisah hidupnya ini agak mirip kisah di CD bonus majalah LuarBiasa edisi Maret 2010, yang berjudul Hati yang Penuh Syukur (Gan En De Xin).

Selain itu, ia pernah divonis hidupnya hanya tinggal 3 minggu setelah diketahui menderita penyakit anemia ketika masih remaja. Namun ternyata Tuhan memperpanjang usianya hingga puluhan tahun kemudian.Ia juga pernah divonis sakit kanker yang secara klinis tinggal menyisakan usia sedikit, namun ternyata ia masih bisa hidup sampai saat ini.

Ternyata hanya satu penawar dari semua penderitaannya itu. Ia mensyukuri apa yang diterimanya. Dengan rasa syukur, katanya, keajaiban tiba-tiba saja menghampirinya. Termasuk ketika ia sempat ingin mengakhiri hidupnya, keinginan itu lebur ketika ia membalikkan cara pandang terhadap penderitaannya menjadi rasa syukur karena ia masih diberi sisa hidup.

Teman-teman, inspirasi hidup bisa datang dari mana saja. Sering tak perlu kita jauh-jauh mencarinya. Dari lingkungan sekitar kita pun akan banyak ditemui. Hidup ini begitu indah. Mari syukuri hidup kita, berikan makna di dalamnya dengan semangat hidup luar biasa. Salam sukses luar biasa!

--

Visualisasi
Penulis : Ade Rai ( Profil Penulis )
Senin, 12-April-2010

Fitness adalah gaya hidup yang menghasilkan dampak visual yang positif. Dengan menjalankan fitness, kita menurunkan komposisi lemak dan menjaga/meningkatkan komposisi otot dan tulang dalam tubuh.

Hasil di timbangan belum tentu memberikan umpan balik yang tepat. Misalnya angka berat badan di timbangan kita tetap sama padalah sebenarnya tubuh kita bisa saja sudah mengalami penurunan 1 kg lemak dan peningkatan 1 kg otot. Sementara dampak visualnya jelas, seperti bahu yang lebih berisi dan lingkar pinggang / ukuran celana yang lebih kecil.

Memiliki visi akan bentuk fisik yang kita inginkan adalah hal yang sah, dan bahkan bermanfaat dalam menjaga kita untuk tetap termotivasi.

Apabila Anda sudah bisa membayangkan senangnya tubuh sehat dengan turun 5 kg lemak dan 3 ukuran celana....maka 'derita' action berolahraga dan mengatur pola makan akan pupus dengan sendirinya.

Selamat bervisualisasi!


--

Jalan Kaki ke Afrika Selatan
Penulis : Team Andriewongso.com
Jumat, 09-April-2010
Untuk pertama kalinya, Serbia akan tampil di turnamen sepak bola besar sebagai negara merdeka. Tak main-main, turnamen tersebut adalah Piala Dunia 2010, yang akan diselenggarakan di Afrika Selatan, pada 11 Juni hingga 11 Juli.

Nah, untuk merayakan hal ini, sekaligus mendukung tim nasional Serbia, seorang suporter bernama Sasa Jovic (39 tahun) melakukan hal yang luar biasa: melakukan perjalanan Serbia - Afrika Selatan dengan berjalan kaki! Luar biasa!!

Sasa berangkat pada Selasa (6/4) lalu dari Kota Cacak, bermodalkan bendera negaranya, sebuah tas ransel, dan peta dunia. Katanya, ia akan melakukan perjalanan sejauh 16.000 kilometer, melalui jalan darat dan laut.

"Saya telah merencanakan perjalanan ini selama setahun. Saya akan pergi ke Afrika Selatan melalui Bulgaria, Turki, Mesir, Sudan, Ethiopia, dan Botswana," jelasnya.

Ia berharap, bisa sampai tempat tujuan pada tanggal 13 Juni, tepatnya ketika Serbia berhadapan dengan Ghana pada laga pembuka Grup D di Pretoria. Ia juga berencana mendukung Serbia ketika berhadapan dengan Jerman di Port Elizabeth pada 18 Juni, serta melawan Australia di Nelspruit lima hari kemudian.

"Semoga tim Serbia akan memberikan saya sesuatu untuk dinikmati, khususnya kegembiraan, ketika saya sampai di Afrika Selatan," pungkas Sasa.

--
Perempuan di Komunitas Online
Penulis : Team Andriewongso.com
Kamis, 08-April-2010
Saat ini, siapakah yang paling suka ngerumpi di internet dalam komunitas online, laki-laki atau perempuan? Temuan terbaru menunjukkan perubahan yang sangat drastis dalam hal sikap laki-laki dan perempuan terhadap pentingnya komunitas internet (online).

Pada tahun 2005, sebanyak 77% laki-laki yang berusia di bawah 40 tahun menganggap bahwa komunitas online sebagai hal yang sangat penting diikuti.

Dua tahun kemudian (2007), kecenderungan laki-laki memanfaatkan komunitas online makin menurun. Hanya 69% kaum pria yang berangapan bahwa komunitas online sama pentingnya dengan komunitas offline. Sedangkan perempuan, cuma 35% yang beranggapan sama.

Tahun ini, hanya 39% laki-laki di bawah usia 40 tahun yang menganggap komunitas internet sangat penting. Dan yang beranggapan komunitas internet sama pentingnya dengan komunitas offline cuma 38%.

Nah, kaum perempuan justru melonjak persentasenya! Menurut hasil penelitian University of Southern California yang baru-baru ini dipublikasikan, 67% perempuan berusia di bawah 40 tahun menganggap komunitas internet sepenting komunitas offline.

Apa alasannya? Menurut Michael Gilbert, senior fellow dari Annenberg Center University of Southern California, hal itu terjadi karena kaum perempuan lebih lambat menyerap teknologi baru. Namun begitu mereka bisa menggunakannya, mereka akan memanfaatkannya dengan lebih antusias dibanding laki-laki.

Selain itu, kata Gilbert, umumnya perempuan punya tujuan sosial tertentu untuk memanfaatkan komunitas online itu dibanding sekadar mencari informasi. Sedangkan para pria biasanya hanya ingin mendapatkan aneka informasi; misalnya informasimengenai hobinya. Karena itu lak-laki cenderung melepaskan diri dari social networking saat ini.

Sekadar tahu, yang dimaksud komunitas online dalam survei itu tak hanya social networking seperti Facebook, Twitter, dan MySpace, tetapi termasuk juga komunitas yang mendiskusikan hobi, politik, spiritual, dan sebagainya.

Nah, bagaimana dengan Anda? Punya tanggapan atau pendapat tersendiri?

--

Focus To Can Do Circle of Mind
Penulis : Wahyudi Hari Siswanto
Rating Artikel :
Rabu, 24-Pebruari-2010
Have you ever think that mengkudu or pace fruit with pockmarked surface and reeky smell or can produce result omzet 100 million per month? And more wonderful is that the omzet of uninteresting fruit is created by the old man, 61 years old who ever sick of kidney, liver and heart attack. In suggest of his family, the old man who lives in Jakarta consumes mengkudu fruit juice frequently. What's going on? Wonderfull..!! His sick is recover, and he can be alive normally without diet.

Based on experience, how efficacious it is, finally..the old man proceed this fruid to be more delicious for marketable reason to be sold. This is not easy, because the fruit is covered by dangerous slight layer despitefully there are a lot of kernel inside so that needs room temperature 10 degree celcius to avoid fungus and bactery proliferating there.

After trying frequently, the result...wow..it's amazing..!! On years 2007, start up business with financial capital Rp250 million from Kredit Usaha Rakyat (KUR). Initially, he just can proceed 200-500 kg mengkudu fruid per week, his omzet is Rp20 million per month, but right now he can proceed 1.000-2.000 kg mengkudu fruid per week. From that, the old man can reach out omzet approximately Rp.100 million per month with net margin up to 60 percent from sales of mengkudu juice. It's really..Amazing..!!

What's the message can be taken out from that story..??

Dear Wonderfull Friend...

In this life, we face 2 choices, usually called "Can Do" and "Can't Do". In the circle of life which can be included consists of : "No Control, Has Influence Condition" refers to condition out of control but can be influenced, and "Has Control". While "Can't Do" consist of: "No Control, No Influence" refers to condition that out of our control.

In the condition above. What's are you thinking about?

61 years old?
Heart attack sick, liver, kidney sick...?

You are may be thinking about:

It is Imposible, 61 years old can be productive!
It is Imposible, Heart attack sick, liver, kidney sick can be alived normally, maximum he can be alived longer by continuos medicinal treatment.

But, the real fact:

61 years old can produce omzet Rp.100 million per month.
Heart attack sick, liver, kidney sick can be alived normally without, expensive medical treatment.

When you are thinking about "impossible" (impossible to be productive, impossible to be alived normally) on that time, "Can't Do circle of mindset" fully covered your mind, and when you are thinking about "maximum to be alived longer", you are entered "Can Do, No Control-Has Influence of mindset circle" And, when the real fact, the old man of 61 years old cab be productive, his sick is recover and to be alived normally,so that the old man can press "Can't Do Circle of Mind" and to be changed by "Can Do Circle of Mind"optimiscally so that more over to undermine "Can't Do Circle of Mind" and then recover his sick, can be productive, and produce omzet Rp.100 million per month.

Dear Wonderfull Friend...

Whatever your condition and background right now, focus toward.!undermine "Can't Do Circle of Mind",grows up, "Can Do Circle of Mind" because..actually, there is no impossible think, except if you are stop to trying and endeavor.

--

2 komentar:

  1. Hello! Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak untuk menyelesaikan tagihan Anda, Atau untuk menangani
    beberapa tantangan keuangan? Atau Anda di luar sana mencari sumur
    menawarkan pinjaman rahasia untuk mendapatkan pinjaman? Di sini Anda tiba di keinginan Anda
    Pintu yang diinginkan langkah. Di sini, di Francis Johnson Institute Kredit, menawarkan pinjaman untuk orang dewasa juga sah minimal
    usia 18 tahun ke atas, dengan tingkat bunga minimum serendah 2%,
    Setiap tahun. Untuk mendapatkan rincian informasi lain, silakan menempatkan kami dalam kontak melalui alamat email di bawah ini.
    Corporativeloancompany@gmail.com
    Terima kasih.

    BalasHapus
  2. Halo,
    Apakah Anda secara finansial turun? mendapatkan pinjaman sekarang dan bisnis Anda menghidupkan kembali, Kami adalah pemberi pinjaman dapat diandalkan dan kami memulai program pinjaman ini untuk memberantas kemiskinan dan menciptakan kesempatan bagi yang kurang istimewa untuk memungkinkan mereka membangun sendiri dan menghidupkan kembali bisnis mereka. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami melalui email: (gloryloanfirm@gmail.com). mengisi formulir Informasi Debitur berikut:

    Nama lengkap: _______________
    Negara: __________________
    Sex: ______________________
    Umur: ______________________
    Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: _______
    Durasi Pinjaman: ____________
    Tujuan pinjaman: _____________
    Nomor ponsel: ________

    silahkan mengajukan permohonan perusahaan yang sah.

    BalasHapus