Sabtu, 10 April 2010

Katakan Tidak pada kegagalan

Sebagai manusia normal yang tak luput dari kesalahan dan kekurangan, manusiawi jika anda mengalami kegagalan. Memang kegagalan yang terjadi bisa membuat anda stress, terhempas, depresi, bahkan frustasi. Tapi jika anda bermental baja, kekalahan dan kegagalan yang anda alami tidak akan membuat anda ‘down’ apalagi sampai membuat anda frustasi.

Di bawah ini adalah tips singkat untuk mengatasi kegagalan yang anda alami.

* Orang bijak mengatakan, ‘Kegagalan adalah pelajaran yang paling berharga’. Maka jangan Cuma menyesali dan meratapinya, belajarlah dari kegagalan-kegagalan yang anda alami. Pelajari mengapa anda sampai gagal. Sehingga di lain waktu anda bisa lebih hati-hati dalam setiap tindakan. Dan kegagalan yang lalu tidak akan terulang lagi pada diri anda.

* Buatlah rencana dan target yang lebih terperinci untuk mencapai tujuan anda. Tuliskan rencana dan target ini dalam buku agenda anda. Jangan lupa untuk menetapkan langkah-langkah yang harus anda lakukan. Dengan langkah yang lebih terencana, anda tidak akan kehilangan arah dan mudah mencapai tujuan.

* Motivasilah diri anda sendiri untuk melakukan semua rencana anda dengan seluruh daya dan kemampuan yang anda punya. Dan rajin-rajinlah mengingatkan diri sendiri untuk melaksanakan langkah yang telah ditetapkan. Jangan sampai langkah-langkah tersebut hanya menjadi sebuah tulisan di buku agenda tanpa praktek yang berarti.

* Kalau perlu buatlah sanksi atau hukuman terhadap diri anda sendiri jika anda lalai atau melakukan langkah-langkah tersebut. Misalnya dengan mengurangi jatah makan anda atas kelalaian atau berkurangnya semangat anda dalam mencapai tujuan.

* Carilah ‘magic sentences’ atau kalimat-kalimat ajaib yang dapat melecut semangat anda dalam merealisasikan rencana anda. Misalnya, “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”, “Kesuksesan dapat diraih hanya dengan kerja keras dan pantang menyerah”, dan lain-lain. Tuliskan kalimat-kalimat ini di atas kertas dengan warna-warna terang dan tempelkan di tempat yang mudah terlihat anda, misalnya di cermin atau di meja kerja. Sehingga setiap kali membacanya anda semakin termotivasi untuk melakukan dan mencapai yang terbaik.

* Evaluasi kemajuan anda secara periodik. Misalnya sebulan atau tiga bulan sekali. Cermati kekurangan anda dalam mewujudkan target dan setiap kali menyadari kekurangan anda, segera koreksi dan perbaiki menjadi lebih baik. Sebaliknya jika anda sudah mencapai kemajuan jadikan hal itu semangat untuk terus mencapai yang terbaik.

* Jangan pernah mengeluh. Orang-orang yang sukses dalam hidupnya adalah orang-orang yang tidak suka berkeluh kesah dan pantang menyerah. Memang, bisa dimaklumi jika suatu waktu anda mengalami perasaan lelah, kecewa, sedih dan tak bersemangat. Namun jangan sampai perasaan sentimentil tersebut menghalangi niat anda dalam mencapai tujuan yang telah anda tetapkan.

Kesimpulannya, jangan sekalipun anda menyerah oleh kegagalan. Jika anda dapat meraih kesuksesan karena belajar dari kegagalan, hasilnya akan terasa lebih manis dan menyenangkan. Tetapi, ingat dari semua hal tersebut ada satu yang tak boleh anda lupakan yaitu do’a. Karena doa dapat mengaliri harapan dan kekuatan pada diri manusia dalam menggapai sukses.

--

Kegagalan keluarga Nuh
Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya�berkatalah ia : Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya [ Kejadian 9:21,25 ].

Nuh dan anak-anaknya adalah orang yang diberkati Tuhan ( Kej. 9:1 ). Karena iman Nuh, keluarganya diselamatkan oleh perbuatan Tuhan yang ajaib. Keluarga Nuh adalah keluarga yang melayani Tuhan dan sehati sepikir menyembah Tuhan. Kepada keluarga Nuh dan seluruh makhluk yang hidup, Tuhan berjanji tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi. Keluarga Nuh adalah keluarga yang memiliki perjanjian dengan Tuhan.

Kalau kita melihat bagaimana posisi keluarga Nuh dihadapan Tuhan, wajarlah kalau kita berpikir bahwa bumi akan dipenuhi oleh orang-orang yang diberkati Tuhan. Bahwa semua anak-anak Nuh akan melahirkan anak-anak yang diberkati Tuhan serta melayaniNya.

Tetapi kita tahu bahwa kenyataannya tidaklah demikian. Semua ini dimulai dengan kisah sedih, dan mungkin juga memalukan, yang tercatat dalam Kejadian 9:18-27. Disitu diceritakan bahwa Nuh mabuk dan telanjang dalam kemahnya. Sementara Sem dan Yafet berusaha menutupi ketelanjangan Nuh, namun Ham tidak. Setelah Nuh sadar, maka ia memberkati Sem dan Yafet, tetapi mengutuk Ham.

Sejauh mana dampak kutuk Nuh terhadap Ham, hanya Tuhan yang tahu. Tetapi kita lihat bahwa cucu Ham yang bernama Nimrod ( Kej. 10:6,8 ) mendirikan kota yang bernama Babel, dimana sepanjang Alkitab, nama Babel ini selalu mempunyai pengaruh negatif terhadap Umat Pilihan Tuhan. Nampaknya juga, keturunan Ham ini mewarisi "kutuk perhambaan" sesuai yang diucapkan Nuh. Secara jasmani, keturunan Ham ini melahirkan bangsa-bangsa yang memang "diperhamba" oleh bangsa-bangsa yang lebih kuat dan lebih maju dari padanya.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga Nuh ? Sesungguhnya yang terjadi pada keluarga Nuh adalah perpecahan. Seharusnya anak-anak Nuh tetap bersatu dan diberkati Tuhan. Tetapi akibat kegagalan Nuh, perpecahan itu terjadi. Sebagian keturunan Nuh diberkati Tuhan, dan sebagian lagi tidak diberkati, seperti yang diucapkannya. Ini perkara yang sangat menyedihkan. Seharusnya semua anak cucu orang benar itu, perkasa dimuka bumi dan diberkati Tuhan sesuai janjiNya. Itu sebabnya kami yakin bahwa berkat tertinggi bagi keluarga orang benar adalah kesatuan. Apabila seluruh anggota keluarga bersatu hati menyembah Tuhan dalam satu mezbah keluarga, maka keluarga ini mengalami berkat tertinggi.

Kalau kita renungkan lebih jauh kegagalan Nuh, yaitu apakah ketelanjangannya atau kutuknya yang paling berdampak negatif, maka nampaknya kutuk Nuh lebih berdampak negatif bagi keturunannya, dari pada ketelanjangannya. Seandainya, peristiwa ketelanjangan Nuh tidak diikuti oleh ucapan kutuknya, tentu ceritanya akan lain. Kalau memang ini benar, betapa pentingnya bagi seorang bapa agar selalu mengucapkan perkataan berkat bagi anak-anaknya.


--

keberhasilan dan kegagalan hawa
Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup [ Kejadian 3:20 ].

Keberhasilan dan kegagalan merupakan sesuatu yang sangat tergantung pada sudut pandang seseorang. Artinya, bagi seseorang, perkara tertentu merupakan keberhasilan, tetapi bagi yang lainnya, perkara itu merupakan kegagalan.

Pada umumnya, penilaian Tuhan berbeda dengan penilaian manusia. Bagi manusia sesuatu itu gagal, tetapi bagi Tuhan berhasil. Sebagai contoh, mari kita lihat kehidupan dan pelayanan Yesus. Setelah Yesus melayani bangsa Yahudi selama kurang lebih 3 tahun, Ia ditangkap oleh para pemimpin agama Yahudi serta diserahkan kepada bangsa Roma untuk disalibkan. Satu orang muridNya mengkhianati Dia. MuridNya yang lain menyangkal Dia tiga kali. Semua muridNya pergi meninggalkan Dia di Taman Getsemani ketika Ia ditangkap. Bahkan di kayu salib, Bapa di Sorga meninggalkan Dia sehingga Ia berseru, "AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Menurut sudut pandang manusia, dimana keberhasilan Yesus? Bagi manusia dengan akal sehat, tentu menilai, dan harus menilai, bahwa Mahkamah agama Yahudi dengan Baitnya yang megah itu, telah sukses menyingkirkan "si-penyesat". Tetapi bagaimana menurut penilaian Bapa di Sorga? Menurut penilaianNya, kematian Yesus merupakan awal kemenangan yang akan berakhir dengan hancurnya musuh yang terakhir yaitu maut, sehingga Allah menjadi semua didalam semua.

Mengapa renungan keluarga ini dimulai dengan mengungkapkan keberbedaan penilaian manusia dengan Tuhan? Karena dalam renungan ini, dan beberapa renungan selanjutnya, kita akan melihat keberhasilan dan kegagalan para wanita ( isteri ) yang tercatat dalam Alkitab, maka diharapkan, penilaian kita sesuai dengan penilaian Tuhan, supaya kita semua dapat membangun keluarga yang berhasil menurut penilaian Tuhan.

Sekarang kita akan mulai dengan keberhasilan Hawa sebagai isteri Adam. Adam memberi nama ( memberi identitas diri ) kepada isterinya sebagai ibu semua yang hidup (Hawa = life / hidup ). Sesungguhnya nama yang diberikan Adam kepada isterinya ini, mengungkapkan iman Adam. Secara manusia, seharusnya Hawa ini adalah ibu dari segala yang mati. Mengapa? Karena manusia telah jatuh kedalam dosa, dan upah dosa adalah maut ( kematian rohani, yang berproses pada kematian jasmani ). Tetapi kita lihat disini iman Adam dan respon Hawa, yaitu bahwa Hawa menundukkan diri, serta meng-amin-kan dan menerima nama yang diberikan oleh suaminya. Kerelaan Hawa menerima serta meng-amin-kan iman suaminya, ternyata membuahkan hasil. Hawa melahirkan Habel, seorang yang hidup dalam pandangan Allah. Dan ketika Habel dibunuh oleh Kain, kembali Hawa melahirkan Set, yang juga melahirkan Enos, yang memanggil nama Tuhan ( Kej. 4:25 ).

Bagaimana respon para isteri Kristen terhadap iman suaminya? Mungkin banyak isteri yang mengaminkan iman suaminya, tetapi tidak jarang juga yang bersikap dingin dan bahkan menertawakan. Semoga tidak ada isteri Kristen, seperti isteri Ayub yang berkata kepada suaminya, "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"


tip-tip bijaksana
*Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda*

*Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil*

*Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru*

*Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan*

*Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan*

*Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu*

*Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru*

*Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah*

*Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda*

*Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani*

*Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.*

*Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat*

*Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan*

*Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat*



*Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai*

disarikan dari web: mario teguh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar