Sabtu, 10 April 2010

Selusin Karakter Entrepreneur

[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend

Penulis : Tom MC Ifle
Jumat, 06-November-2009
Penelitian ini saya simpulkan berdasarkan pengalaman, riset dan interview di media masa tentang entrepreneur sukses.Ternyata ada kesamaan yang mutlak dimiliki yang oleh entrepreneur sukses. Semua entrepreneur memiliki semangat, ciri khas, gaya, serta dorongan untuk maju.Untuk memudahkan saya memecahnya menjadi 12 karakteristik yang dimiliki oleh semua entrepreneur sukses. Saya membagikan ini agar siapa pun yang ingin menjadi seorang entrepreneur dapat mempelajari dan mengikuti jejak yang ditinggalkan mereka.

#1) Percaya Diri

Percaya diri adalah ciri khas seorang entrepreneur. Ini adalah modal pertama yang harus dimiliki. Kita memang tidak dilahirkan dengan tingkat percaya diri yang sama, namun bukan berarti Anda tidak mampu. Brad Sugars - founder dan CEO ActionCOACH - mengatakan "confident" muncul karena tindakan dan pengambilan keputusan yang berani saat mereka dalam keraguan. Justru disaat ragu mereka lebih banyak memutuskan "Yes" daripada "No".

Saya dengar, Napoleon Hill memberikan komentar kepada seseorang yang lebih sering mengatakan ‘Tidak', ‘Tunggu Dulu,' atau saya rundingkan dengan istri, team, anak buah, dst' adalah seorang pemimpin yang lemah. Mereka yang sering mengalami keraguan harus lebih sering mengambil keputusan kecil dan besar. Dengan demikian keputusan ini akan memupuk rasa percaya diri dan respek dari kawan maupun lawan.

#2) Memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi.

Mereka bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sepenuh hati. Mereka bertindak dan memberi perhatian penuh terhadap proses. Mereka melihat solusi dari setiap masalah, bukan menyalahkan keadaan atau anak buah betapapun sulit keadaan itu. Mereka memiliki rasa bangga ketika mencari solusi, selalu mencari cara untuk meningkatkan kualitas perusahaan. Ownership di sini sangat berbeda dengan ingin mengontrol segala sesuatu atau control freak. Justru dengan mental positif ini sang pengusaha mengajarkan seluruh karyawan untuk belajar bertanggung jawab. Mereka menggerakkan setiap individu agar dapat diandalkan dan membiarkan setiap individu merasakan nikmatnya memenangkan profit, teamwork, dan kesuksesan bisnis.

#3) Mampu berkomunikasi.

Entrepreneur menyadari bahwa faktor manusia sangat penting bagi kesuksesan bisnis. Bukan hanya karyawan tapi termasuk juga customer, business partner, strategic alliances dan elemen manusia lainnyalah yang membuat bisnis sukses atau hancur berkeping-keping. Maka komunikasi menjadi kunci kesuksesan dalam menciptakan hubungan yang harmonis.

Seorang entrepreneur mau berpikiran terbuka untuk mempelajari cara berkomunikasi efektif, baik secara tulisan maupun lisan.Demi komunikasi efektif, mereka tidak segan-segan menginvestasikan uang dan waktu untuk mengambil kursus komunikasi, public speaking, computer, e-mail, neurolingusitic programming, search engine optimization yang berhubungan dengan komunikasi dengan prospek dan customer.Mereka mau mendengar, berpikiran terbuka, menjaga integritas dengan mengatakan secara jujur apa yang ada didalam pikirannya.

#4) Sangat Terbuka untuk Belajar Hal Baru.

Ini adalah salah satu karakteristik yang paling saya kagumi. Enterpreneurs adalah pembelajar sejati. Mereka sangat terbuka dengan semua hal yang berhubungan dengan ilmu baru. Banyak yang tidak mengecap pendidikan bisnis secara formal, namun mereka penuh semangat mencari informasi, bertanya, riset dan membaca buku. Tidak sedikit entrepreneur yang autodidak, mereka belajar dari kesalahan. Mereka tidak memiliki arogansi, ego dan dibutakan dengan melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. Mereka selalu menganjurkan karyawan untuk terus belajar.

Thomas Alfa Edison hanya mengecap pendidikan selama tiga bulan. Beliau bukan ilmuwan, bahkan tidak tahu cara yang benar ketika menciptakan bola lampu pijar. Namun beliau dikelilingi orang-orang yang lebih pandai dari beliau. Demikian pula dengan entrepreneur, mereka sangat menghargai edukasi dan menjadi pelajar seumur hidup dari kehidupan dan pengalaman.

#5) Team Player

Ini satu hal yang menarik berdasarkan penelitian para pakar bisnis. Entrepreneur adalah pemain tim yang penuh komitmen. Mereka menyadari bahwa sebatang lidi bisa dengan mudah dipatahkan, namun sapu lidi sangat sulit untuk dihancurkan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Mereka juga menciptakan leverage, daya ungkit dari teamwork untuk menyelesaikan persoalan bisnis yang rumit dan berat.Tidak ada entrepreneur yang sukses tanpa dukungan tim sukses.

#6) System-Oriented

Seperti seorang ahli matematika, formula yang benar akan memberikan hasil yang benar terus menerus. Selama kita masih menggunakan formula yang sama, hasilnya pasti sama.Seorang entrepreneur sangat mengandalkan sistem. Mereka sangat system oriented. Mereka berupaya menyelesaikan masalah dengan sistem sebelum mencari penyelesaian manusia. Mereka percaya bahwa bisnis yang sukses bukan karena mengandalkan manusianya tapi sistemlah yang bekerja.Manusia bisa sakit, cuti, resign. Jika entrepreneur mengandalkan manusia, maka sistem akan berhenti saat manusianya tidak di tempat.

Untuk itu entrepreneur perlu membuat sebuah blueprint, peta, dan kompas agar saat terjadi sesuatu ada alat yang bisa memandu untuk mencapai hasil yang diinginkan secara konsisten. Nah, saat terjadi sebuah masalah, seorang entrepreneur akan menganalisa sistem yang sudah ada, melakukan desain ulang, implementasi, dan menyempurnakan system tersebut.. Bagaimana dengan Anda?

#7) Dedikasi Tinggi

Seorang entrepreneur mendedikasikan dirinya untuk menyelesaikan rencana-rencananya, visinya, dan mimpi-mimpinya yang merupakan tujuan hidupnya.Salah satu alasan mengapa sebuah perusahaan gagal adalah karena bisnis tersebut kehilangan fokus.Contoh yang sangat nyata, Donald Trump sangat fokus dengan property, Anita Roddick sangat fokus dengan kosmetik ramah lingkungan, Warren Buffet sangat fokus dengan investing, Bill Gates sangat fokus dengan Microsoft, Michael Dell sangat fokus dengan Dell Computer,Robert Kyosaki sangat fokus dengan edukasi financial, Anthony Robbins sangat fokus dengan peak performance coach. Tidak menghiraukan masalah dan upaya yang harus dilakukan, seorang pengusaha sangat berdedikasi tinggi dan single-minded atas komitmen terhadap goal mereka.

#8) Grateful

Entrepreneur sejati ternyata adalah orang-orang yang penuh rasa syukur. Mereka sadari semakin bersyukur, semakin tangan terbuka semakin terbuka pula pintu-pintu berkat.Karena hanya orang yang menghargai pemberian akan lebih banyak diberi.Mereka bukan hanya bersyukur menerima kebaikan, namun mereka juga bersyukur karena mendapat pembelajaran dari kesalahan. Mereka tidak menganggap remeh apapun, dan inilah yang memberikan mereka ketekunan, daya tahan serta fleksibilitas untuk terus maju.

Entrepreneur sejati menyadari bahwa ‘kaya' tidak semata-mata diukur oleh benda-benda dan kemewahan, ‘kekayaan' diukur oleh kepuasan hati, kenikmatan memberi, berkontribusi dan pencapaian prestasi.Donald Trump mengatakan, "Money was never my greatest motivation, it's my way of keeping the score, the true excitement is playing the game."

#9) Optimistic

Mereka sangat optimis. Mereka tidak menjadikan kegagalan masa lalu menjadi hambatan untuk maju. Ambil hikmah dari kegagalan dan ciptakan momentum baru. Saat musim kemarau mereka tetap menaruh harapan bahwa musim hujan akan tiba dan saat makmur menghampiri, mereka menambah keyakinan, iman, dan pengharapan bahwa dunia akan menjadi lebih baik.

#10) FUN

Semangat tinggi. Sebanyak 80% kegagalan di dunia bisnis disebabkan oleh manusia. Untuk itu entrepreneur sangat menghargai hubungan antar-manusia. Mereka sangat mudah didekati, suka bersosialisasi. Semangat mereka menular kepada team, pelanggan, teman, suplier.Meskipun mereka adalah pekerja keras, mereka juga seimbang dalam membagi kesenangan, bersama keluarga. Para psikolog mengakui, entrepreneur yang memiliki keseimbangan antara kerja keras dengan fun adalah orang yang lebih berpotensi memiliki karir dan kesuksesan lebih tinggi lagi.Justru entrepeneur adalah orang yang penuh perhatian, kesabaran dan Fun. Tidak selamanya serius dan pemarah.

#11) A Leader by Example

Selain self motivated, mereka juga memiliki kemampuan untuk memimpin orang. Mereka memahami pentingnya teamwork, dan mereka memahami bahwa mendukung orang lain untuk sukses dan menjadi pemimpin akan membawa hasil yang lebih memuaskan lagi.Mereka bukan leader yang tidak bisa digantikan sehingga organisasi bisa bertumbuh tanpa mereka dan akhirnya meraih kemakmuran dan kebebasan yang di idam-idamkan.

Seorang business consultant dan pensiunan United States Air Force Major General, Perry M. Smith menulis, "Seorang pemimpin yang membagikan kekuasaannya akan menghasilkan hal-hal yang luar biasa. Pemimpin sejati memahami bahwa kepempimpinan adalah pembebasan bakat terpendam; mereka mencapai kejayaan bukan hanya karena menyerahkan kekuasaan namun karena tidak pernah menarik kekuasaan kembali."

#12) Not Afraid of Risk or Success

Mereka tidak takut resiko. Bukan hanya mengambil kesempatan, namun mereka mengambil resiko. Banyak orang menghambat kesuksesan dengan cara menurunkan mimpi dan takut dengan kemungkinan sukses. Ada pengusaha yang masih memiliki employee mindset bertahan dengan familiarity, zona nyaman, dan berusaha untuk tidak berubah.

Entrepreneurs bukan orang yang tak kenal rasa takut. Mereka menciptakan prioritas sehingga mengalahkan rasa takut gagal, frustrasi, kebosanan, ketidakpuasan dan takut sukses.



Sangat mudah mengenali seorang individu yang memiliki kualitas entreprenur sejati. Ada pula yang perlu bersusah payah membangun kualitas tersebut dalam dirinya. Ada seorang pengusaha yang sudah menyadari kualitas ini ada pula karyawan yang memiliki sifat-sifat entrepreneur. Apapun alasannya, Anda bisa memupuk sifat ini dengan guidance, edukasi, pengetahuan, coaching secara konsisten. Tidak semua orang berbakat menjadi entrepreneur. Banyak orang telah mengorbankan waktu, tenaga, uang, membangun bisnis yang akhirnya menyadari bahwa mereka tidak cocok menjadi pengusaha. Mereka mengambil jalan yang salah karena kurang pengetahuan dan akhirnya membuang waktu berbulan-bulan, bertahun-tahun karenanya.

Keith Cunningham dan "Rich Dad" Robert Kyosaki mengatakan, "Segala sesuatu yang belum Anda ketahui mengakibatkan biaya besar, namun tidak semua yang Anda ketahui bisa dijadikan uang." Semoga mempelajari gejala, ciri-ciri, dan karakteristik seorang entrepreneur akan menambahkan harapan, energi, bahan bakar bagi Anda yang memiliki aspirasi untuk menjadi entrepreneur sejati. Kejarlah cita-cita yang lebih tinggi lagi, pencapaian yang lebih fantastis, dengan menambah ilmu, meningkatkan confidence, insight, serta determinasi dengan memiliki winning attitude seorang entrepreneur.

Salam FUNtastic!

--
[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Kacamata Suasana
Penulis : Erika
Kamis, 05-Juni-2008

Doraemon dan Nobita..Pernahkah kamu menonton kisah mereka? Kepribadian sepasang sahabat itu sangat menarik. Di satu sisi, Doraemon adalah pribadi yang selalu ceria dan selalu menyemangati Nobita. Dan di sisi lain, Nobita adalah seorang anak yang selalu merasa bahwa dirinya tidak mampu melakukan apapun dan selalu mengandalkan orang lain, terutama Doraemon.

Pada suatu hari, saya sedang bersantai dan melihat tayangan video Doraemon di YouTube. Dan pada edisi yang saya tonton, ada sebuah pelajaran menarik yang dapat saya petik dan saya ingin membagikannya melalui artikel ini.

Edisi yang saya tonton berjudul "Kacamata Suasana". Dikisahkan bahwa pada suatu siang, Nobita pulang sekolah dalam keadaan panik karena aka nada ujian olahraga pada esok harinya. Karena itu, Giant (teman Nobita yang paling kuat) memaksa teman-temannya untuk melakukan latihan fisik pada sore harinya. Nobita kemudian mengeluh pada Doraemon bahwa dia pasti akan menjadi yang paling lamban, yang paling lemah, serta diejek oleh teman-temannya yang lain karena ia pikir bahwa biasanya memang begitu. Kemudian karena Doraemon kasihan melihat sahabatnya, maka ia pun mengeluarkan sebuah Kacamata Suasana.

Kacamata Suasana mempunyai 5 tombol yang dapat mengatur suasana hati pemakainya, yaitu merah (marah), kuning(ceria), hitam(sedih), biru(terharu), serta putih(netral). Kemudian Nobita memakainya pada latihan fisik di sore .Ketika latihan lompat jauh, Nobita pun menekan tombol kuning sehingga suasana hatinya menjadi ceria dan ia dapat melambung tinggi karena melompat bahagia. Pada saat latihan memukul baseball, Nobita menekan tombol merah, sehingga suasana hatinya dipenuhi oleh emosi yang menggebu-gebu ketika akan memukul dan pukulannya ternyata menghasilkan home run. Demikian seterusnya hingga latihan fisik tersebut berakhir. Dan hasilnya adalah.. Nobita ternyata mempunyai potensi luar biasa yang selama ini tidak disadarinya. Bahkan teman-temannya pun terpana melihat kemampuan Nobita (mereka tidak mengetahui bahwa ternyata Nobita menggunakan Kacamata Suasana untuk mengatur mood-nya).



Bagaimana dengan kamu ?? Apakah kamu selalu merasa bahwa kamu itu tidak PeDe, lemah, bodoh, payah, dkk? Kemudian kamu menyibukkan pikiran dengan mengeluh dan mengeluh.. Kamu juga terlalu sibuk mengucapkan "... seandainya.. seandainya.. "...Bahkan ketika ada tantangan pun, kamu sibuk berpikir bahwa biasanya memang begitu (sama seperti image negatif yang selalu dikeluhkan oleh kamu). Kalau begitu, kamu tidak ada bedanya dengan Nobita donk...Namun bedanya adalah tidak ada robot dari masa depan seperti Doraemon yang dapat menolong kamu.

Saya ingin berbagi pengalaman bahwa memang benar apa yang kita pikirkan itu akan memberikan dampak yang berarti pada apa yang akan dihasilkan. Pada waktu kompetisi saya yang pertama melalui sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di BiNus, sebenarnya saya nekat saja pada waktu ditanya apakah mau mencoba ikut kompetisi tersebut atau tidak (storytelling di sebuah universitas). Pada awalnya saya menyetujui untuk didaftarkan bukan karena saya PeDe bahwa kemampuan saya dalam bidang bahasa Inggris itu bagus..., tidak, bukan karena itu. Tapi lebih dikarenakan oleh dorongan dari beberapa senior saya yang yakin bahwa saya cukup ‘gila' untuk mengikuti kompetisi tersebut (karena saya adalah tipe orang yang nekat).

Seminggu sebelum kompetisi (setelah briefing dari pihak panitia), saya langsungD - O - W - N. Karena apa? Structure grammar, creativity, pronounciation,dkk.. Semuanya itu dinilai! Ya ampun.. Pikiran saya mulai dikuasai oleh hal-hal negatif.. Hingga saya sempat menyesali karena telah mendaftar kompetisi tersebut. Sebagai info, bahwa sebelum masuk kuliah, saya sangat membenci yang namanya bahasa Inggris... Sudah menjadi momok banget karena pengalaman saya belajar bahasa Inggris dengan guru-guru yang bukannya membuat saya termotivasi, malah membuat saya membenci pelajaran tersebut karena kejadian-kejadian tertentu.

Namun, ada 2 orang senior saya yang mungkin dapat dikatakan bahwa tingkat ‘nekat dan gila' nya sama dengan saya.. Mereka kemudian memberikan saya latihan ‘private' yang darurat. Pada hari pertama dan kedua, saya bahkan hanya dapat menggumam karena saya grogi untuk tampil di depan umum, padahal ketika face to face saya bisa ‘lepas' bicara dan bertingkah apa adanya . Hari ketiga, senior saya memberi saya motivasi yang sangat bagus : "Ketika kamu berada di depan penonton, jadilah tokoh dalam cerita tersebut. Pada saat itu, jangan masukkan pikiran dan perasaanmu ke dalam cerita. Tapi kamulah yang harus dapat masuk ke dalam mood cerita tersebut. Kamu hanya punya 2 pilihan hasil ketika kamu tampil.. Yang pertama, kamu maju ke depan dengan ‘lepas dan PeDe' atau bahkan bertingkah malu-maluin pun tidak apa-apa karena itu akan meninggalkan kesan bagi yang melihatnya.. dan penonton akan bersorak-sorai karena penampilanmu yang luar biasa.. Atau yang kedua, kamu sudah panik dan cemas duluan sehingga ketika di depan kamu terlihat seperti orang bodoh... Kemudian penonton akan berteriak ‘huuu..' pada kamu.. itu malah memalukan.. Semua ending itu, kamu yang menentukan.. ".

Pada saat itu juga saya tersentak. Kalau saya hanya sibuk berpikir bahwa saya panik, cemas, takut, dkk.. Tetap masalah di depan saya tidak akan berubah. Namun, sayalah yang harus berubah agar saya tidak malu-maluin di depan penonton. Saya segera mengubah cara berpikir saya.. Setiap kali pikiran negatif saya mulai menggoda, saya berusaha untuk meyakinkan bahwa diri saya mampu.. Saya mulai latihan mimik serta gerakan lucu dengan bercermin. Bahkan untuk menambah kefasihan saya berbahasa inggris lisan, saya sampai latihan hingga larut malam.. Berulangkali saya yakinkan diri saya kalau bahasa Inggris itu menarik.. Hingga lama kelamaan tanpa sadar saya sekaligus belajar hal-hal baru juga, terutama grammar, vocabulary dan pronounciation. Dan hasilnya... Puji Tuhan, tanpa disangka penampilan saya menarik perhatian para juri dan penonton hingga membuahkan prestasi.

Text Box: Ingat, bahwa ending segala sesuatu dalam masalah yang kamu hadapi, sebenarnya itu bergantung pada bagaimana kamu melihat masalah. Ketika kamu melihat bahwa masalah itu pasti ada solusinya, maka suasana hatimu akan senang sehingga kamu bersemangat.. Segala sesuatu yang dilakukan dengan bersemangat akan menunjukkan penampilan terbaikmu.Sejak kejadian itu.. Ketika menghadapi tantangan akan masalah apa pun di dalam hidup sehari-hari, saya selalu ingat akan pengalaman di atas... Yakinlah bahwa setiap dari kamu dan saya pada dasarnya mempunyai potensi yang belum disadari. Dan untuk menyadari hingga potensi tersebut dapat dikembangkan.., mulailah dari pikiran kita dulu.. Masalah? Inget Kacamata Suasana Doraemon... Jangan sampai salah tekan tombol untuk mengatur bagaimana cara kamu melihat masalah itu...

- Terinspirasi dari pengalaman pribadi. Terimakasih kepada Joni Liu (BiNusian 2006) dan Angelina Tejaya (BiNusian 2007) yang telah membuat saya belajar sesuatu yang sangat berharga.-

Salam,


--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Tipe-tipe Penghambat Kemajuan
Penulis : Erika
Kamis, 12-Juni-2008

Setiap kali saya mengajar sebuah kelompok ataupun perorangan, saya menjumpai bahwa ada beberapa macam tipe orang yang dapat menghambat proses belajar itu sendiri.

Tipe yang pertama adalah Si "Tapi". Si Tapi adalah tipe orang yang mudah mengucapkan sesuatu tanpa disertai dengan niat. "Menarik, saya ingin belajar donk.. Tapi nanti saja ya.." adalah contoh kalimat yang biasa dilontarkan Si Tapi. Keinginan sudah ada namun tanpa niat sehingga keinginan tersebut hanya sebatas ucapan mulut. Dan sadar ataupun tidak bahwa kata "tapi" itu adalah penghambat utamanya. "Saya ingin berubah tapi..", "saya ingin belajar tapi.." ... Berulang-ulang Si Tapi hanya berpusat pada kata tapi dan kalimat sesudahnya saja sehingga ia terlalu sibuk dengan 'tapi'-nya tanpa ada tindakan yang nyata. Ketika orang lain telah mulai belajar, Si Tapi ini tetap masih 'jalan di tempat' saja. Jika Si Tapi ini menghubungi dan berkata ingin mempelajari sesuatu dari saya maka saya melihat bahwa sebagian besar dari mereka akan melupakan sendiri niat mereka tersebut.

Tipe yang kedua adalah Si "Memang". Si Memang adalah tipe orang yang menghambat dirinya dengan men-cap diri dengan sebuah label terlebih dahulu di awal dan selama proses belajar. Contoh perkataan yang biasa dilontarkan Si Memang ini adalah : "Ya habis bagaimana saya ‘kan memang gaptek..". Mungkin hal tersebut terlihat sepele, namun tanpa disadari bahwa hal tersebut dapat berdampak besar kepada diri orang tersebut. Mayoritas tipe Si Memang ini akan tertahan dan sulit untuk maju. Setiap kali dijelaskan, Si Memang telah menutupi dirinya sendiri dengan 'tameng' label tersebut. Seolah-olah karena memang sudah begitu maka mereka mudah melupakan yang telah diajarkan dan malas melakukan usaha untuk mencatat. Di samping itu, Si Memang juga kurang mempunyai keinginan untuk berpikir kritis dan mengembangkankeingintahuannya . Si Memang ingin selalu 'disuapi' dengan informasi. Jika saya mengajar tipe Si Memang yang memang telah 'parah' dalam artian susah diubah mindset-nya, maka Si Memang akan menderita kerugian lain yaitu ia hanya akan mendapatkan informasi/pelajaran umum saja, tidak mendalam.

Tipe ketiga adalah Si "Sok Tahu". Si Sok Tahu ini adalah tipe orang yang mempunyai semangat ingin belajar yang tinggi bahkan karena terlalu tingginya hingga tipe orang seperti ini terlalu menganggap sepele hal-hal dasar seperti konsep dkk. Biasanya ditambah dengan besar mulut.Mereka tidak terlalu ingin tahu mengenai konsep dan langsung ingin membuat sebuah hal yang mereka anggap 'keren/canggih'.Sebagai contoh sederhana saya akan memberikan berdasarkan pengalaman saya. Suatu kali saya berkesempatan untuk mengajar tentang animasi 2 dimensi (2D) di sebuah himpunan mahasiswa. Dari awal saya telah tekankan bahwa mereka harus menguasai konsep terlebih dahulu karena yang namanya animasi itu baik 2D atau 3D akan sangat rawan terjadi kesalahan-kesalahan yang sebetulnya sepele diakibatkan oleh pemahaman konsep yang kurang kuat. Ada seorang mahasiswa yang memburu saya agar terus lanjut saja secara cepat tanpa dia kurang peduli dengan peserta lainnya. Ketika saya menjelaskan konsep dasar, dia terlalu asik dengan aktifitasnya sendiri di komputer. Ketika sudah mulai praktik untuk membuat animasi dasar, Si Sok Tahu ini berulang kali melakukan kesalahan yang sama akibat ketidaktahuan dia akan konsep padahal peserta lainnya yang mengikuti penjelasan konsep dari awal tidak mengalaminya. Dan pada akhirnya Si Sok Tahu ini akan bingung sendiri sehingga saya terpaksa berulang kali menjelaskan penjelasan yang sama terutama tentang konsep. Biasanya apabila Si Sok Tahu ini bertanya maka dia yang akan terakhir saya jawab pertanyaannya setelah pertanyaan peserta lain terjawab, tentu saja hal ini malah akan menghambat dirinya kan?

Tipe yang terakhir adalah Si "Niat Plus" , plus di sini maksudnya adalah orang tersebut selain mempunyai niat yang kuat namun juga memiliki komitmen serta kerendahan hati. Si Niat Plus ini sangat jarang saya jumpai, namun bukan berarti tidak ada.Tipe seperti Si Niat Plus inilah yang sekalipun dia belajar dari nol namun dengan tekadnya yang kuat serta kerendahan hatinya maka ia dapat melampaui tipe-tipe orang sebelumnya. Dan saya sangat menghargai Si Niat Plus ini sekalipun harus mengajarinya dari awal. Karena tipe orang seperti ini mempunyai beberapa keunggulan lain yaitu daya pikirnya yang kritis dan selalu ingin tahu namun tetap terbuka dan rendah hati untuk sharing pengetahuan dari orang lain. Si Niat Plus ini juga mau untuk belajar dari nol,termasuk dari konsep, sehingga Si Niat Plus ini akan lebih kreatif dalam mengembangkan kreatifitasnya. Karena apa? Saya toh berangkat dari tipe ini juga. Selama proses belajar saya yang cenderung otodidak maka saya belajar bahwa semakin kita menjadi tipe Niat Plus, maka orang akan tidak segan-segan untuk sharing ilmu mereka dengan kita. Setelah saya mengajar orang, saya baru menyadari bahwa memang benar bahwa saya menjadi lebih semangat untuk mengajar orang yang mempunyai niat namun rendah hati karena semangat juang mereka beda. Berapakali pun mereka harus mencoba, Si Niat Plus tetap akan terus berusaha mengembangkan kemampuan mereka. Mereka tidak akan mudah menyerah di tengah jalan apabila menemui hambatan ataupun kegagalan. Ketika mereka sudah beranjak pada level selanjutnya, maka jangan heran apabila mereka dapat menghasilkan karya yang seakan-akan rumit namun sebenarnya simple karena mereka mempunyai pemahaman konsep serta teknikal secara bersamaan.

Sekarang.. Yang manakah tipe Anda? Semua itu sebenarnya akan kembali kepada pilihan Anda sendiri. Tidak ada seorang pun yang dapat mengubah Anda menjadi maju selain Anda sendiri.

Salam,



--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Berani Mengangkat, Berani Meletakkan
Penulis : Agus Putranto
Selasa, 07-Oktober-2008

Ada seorang karyawan yang berkeluh kesah mengenai anaknya. Kata karyawan itu yang kebetulan seorang ibu “Anak saya tidak mau saya pergi bekerja. Dia ingin agar saya menemani anak saya untuk belajar, bermain. Sedangkan sudah saya lakukan sepulang kerja. Tetapi anak saya protes bahwa ibu tidak ada waktu, sibuk bekerja, pulang sudah larut.

Saya sudah jelaskan bahwa ibu bekerja untuk mencari uang agar bisa sekolah yang baik, punya rumah yang baik, bisa jalan-jalan. Anak saya malah membantah bahwa Dia seperti tidak memiliki Ibu”. Berdasarkan cerita di atas, kita hanya melihat sekilas saja, tetapi jika diambil jangka panjang, ada beberapa kemungkinan yang terjadi, bisa menjadi baik bisa pula menjadi buruk. Saya mengambil sisi yang buruk antara lain si Anak akan mengalami depresi yang mendalam, kemudian bisa pula mengambil cara / jalan untuk mencari perhatian, misalnya dengan manja dengan orang lain, atau malah secara ekstrim yaitu narkoba, bahkan sampai bunuh diri.

Keluhan Ibu di atas, adalah ilustrasi bahwa Ibu sudah mengambil keputusan untuk bekerja, si Ibu tentu tahu resikonya yaitu perhatian ke anak akan berkurang. Ibu mungkin hanya membutuhkan waktu sebentar saja. Ibu harus menemani anak bermain, bukan membawa pekerjaan ke dalam rumah, ataupun kerja sampai larut malam. Bisa saja dengan cara Ibu ini mengambil cuti selama beberapa hari untuk menemani si anak. Ini memang keputusan yang sulit, apalagi jika Ibu itu sudah mempunyai jabatan yang cukup tinggi di perusahaan. Tetapi keputusan ada di tangan si Ibu. Permasalahan ini juga terjadi di nilai mahasiswa.

Seorang mahasiswa harus belajar. Sering kali mahasiswa mengambil keputusan yaitu belajar pada 1 minggu sebelum ujian berlangsung. Ini masih wajar, tetapi jika mahasiswa sudah tidak mau masuk kuliah, tidak ikut ujian, maka mahasiswa tsb tidak akan lulus matakuliah tersebut, sulit mencari pekerjaan karena ijasah banyak angka merah, menjadi pengangguran. Kemudian mahasiswa tersebut menyalahkan diri sendiri, dan berakibat fatal ke mahasiswa yang bersangkutan .

Mahasiswa sudah berani mengambil resiko maka nilai akan ada di pundak dosen. Jika nilai jelek, sebenarnya ini sudah ada teguran kepada kita, bahwa ini ada resiko jika kita tidak perbaiki. Apalagi sampai mahasiswa sudah tidak kuliah, maka dia harus menerima resiko yaitu tidak lulus dan tidak melihat siapa yang bersalah. Permasalahan lain yaitu penyakit. Pekerja pun sering kali bekerja dengan sangat giat. Sehingga menyita waktu untuk berolah raga, makan menjadi tidak beraturan.

Sering kali, Tuhan sudah mengingatkan kita dengan diberikan sakit yang ringan. Tetapi seorang pekerja sering kali mengabaikan hal ini, menyebabkan penyakit datang mulai dari flu, sakit panas, batuk dll. Pekerja yang mengalami hal ini haruslah sadar, untuk beristirahat sebentar. Jika tidak mau istirahat, maka akibatnya akan menjadi fatal, tubuh menjadi ada penyakit yang lebih berat, antara lain : stroke, darah tinggi dll.

Sebenarnya masalah di atas, sudah ada nasehat dari Tuhan, bahwa kita melakukan kesalahan. Dan kita harus pandai membaca kata hati atau nasehat dari Tuhan, bahwa teguran dan nasehat itu sudah diberikan. Apakah kita mau menjawab atau tidak, itu terserah kita. Kita harus menjawab dan menjalankan perintah ini. Cuma kita kadang tidak mau menjawab dan menjalankannya.

Jadi jika mengalami kondisi di atas atau yang sejenisnya, maka kita harus menjawabnya, sebaiknya berpikir bahwa Teguran sudah diberikan, maka kita harus memperbaikinya. Teguran itu jangan dibiarkan saja, harus ada tindak lanjutnya. Dan kita jangan menyalahkan orang lain, atau kantor, atau keluarga atau apapun, semua keputusan ada di tangan kita. Jadi kalau kita Berani mengangkat maka harus berani meletakkan.

Kita sering kali hanya berani mengangkat tetapi tidak berani meletakkan. Jika kita berani mengambil suatu keputusan, maka kita juga harus berani meletakkan keputusan yang sudah kita ambil. Oleh :Agus Putranto, S.Kom, MT, MScaputra@binus.edu eXcellent Centre in E-Learning Bina Nusantara

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Tukang Parkir Yang Bodoh
Penulis : Agus Putranto
Senin, 10-November-2008

Tukang parkir adalah orang yang bekerja untuk merapikan dan menjaga kendaraan agar kendaraan dapat parkir dengan tertib dan aman. Mungkin tidak dapat dibayangkan oleh orang-orang yang berdasi, bagaimana rasanya menjadi tukang parkir. Sebagai tukang parkir, memarkirkan kendaraan adalah tugas yang rutin, tetapi jika dilakukan pada hari besar, misalnya hari keagamaan, maka ini bukan pekerjaan yang biasa. Tetapi harus ada tambahan extra tenaga.

Begitu pula kejadian ini, pada hari Kamis dan Jumat, tgl 20 dan 21 Maret 2008, Hari Kenaikan Isa Almasih, dimana ada penambahan tenaga parkir di gereja Santa Monika, BSD. Nama sih cukup keren, keamanan, yah tapi itulah tugas tukang parkir. Biasanya lahan parkir yang menampung sekitar 500 mobil, pada hari tersebut bisa mencapai sekitar 700 mobil yang parkir di dalam area parkir. Bisa dibayangkan semua area digunakan untuk parkir. Sehingga mobil yang sudah masuk tidak akan bisa keluar. Kami juga sudah memberikan spanduk yang cukup besar, yang tertulis ”Pengantar dilarang masuk”, dengan tujuan agar orang yang mengantar jangan masuk, karena akan terjebak di dalam tempat parkir.

Jalan yang biasanya hanya untuk parkir 1 mobil berbaris di sebelah kiri saja dan sisanya untuk mobil lewat. Tetapi pada hari itu dibuat 3 baris, sehingga sudah pasti tidak mungkin pengantar lewat. Ada sebuah mobil, yaitu CRV yang masuk ke lahan parkir. Parkir akan dibuat 3 baris, dengan syarat mobil harus menempel atau sangat dekat dengan trotoar. Mobil itu parkir, tetapi tidak begitu menempel dengan trotoar, kami pun mencoba mengarahkan pengemudi, meminta orang tersebut untuk parkir lebih menepi lagi. Tetapi orang tersebut langsung keluar dengan mengomel, mana bisa parkir seperti ini.

Tukang parkir itu tidak tahu, kenapa alasannya, mungkin di trotoar ada pula tanaman sehingga menyebabkan orang kesulitan untuk keluar, atau bisa pula pengemudi saya dengan kendaraannya yang akan terkena dengan pintu mobil yang terbuka, atau pengemudi malas untuk memindahkannya. Dari kisah diatas, saya melihat ada dua sudut pandangan, pertama dari sisi pemilik mobil bahwa tukang parkir dianggap sebagai orang yang bodoh, yang tidak bisa bekerja dengan baik di kantor, yang tidak memiliki mobil, yang pendapatannya jauh lebih kecil dll. Dari sisi tukang parkir, orang ini menyebalkan sekali tidak mau di atur, malah mau mengajar berantem saja. Orang yang seharusnya mempunyai niat yang baik, sebagai orang beragama, tetapi malah menghujat orang sebelum ke tempat yang suci.

Seandainya orang yang memiliki CRV itu mau mengalah, maka tempat akan cukup untuk 2 mobil, orang lain (orang dibelakang mobil CRV itu) juga akan melihat orang ini tidak mau diatur. Kalau kita amati tukang parkir ini adalah tenaga tambahan. Dan setelah diperhatikan lebih lama, setelah parkir kosong, ternyata tukang parkir mengeluarkan benda dari sakunya dan ”tuit”, ternyata dia membuka pintu mobilnya sendiri, tukang parkir ini memiliki mobil yang lebih hebat dari CRV tadi, BMW seri terbaru .

Kita bisa membayangkan betapa mudahnya pemilik CRV marah tanpa melihat kenapa aturan itu dibuat, tukang parkir bisa dengan mudah terpancing emosinya, jika tukang parkir terlalu lelah bertugas. Begitupula keadaan di kampus, di universitas, kadang ada seminar, pertandingan, kegiatan sehingga menyebabkan penumpukan kendaraan, mahasiswa sering mengabaikan larangan-larangan yang ada, misalnya tempat parkir ada tanda khusus parkir dosen, di dalam lift ada tanda dahulukan yang keluar. Petugas yang notabene hanya lulusan SMA atau bahkan ada yang SD akan melihat bahwa mahasiswa sangat ngawur. Tetapi mahasiswa juga akan mengira bahwa larangan itu adalah sesuatu yang perlu dilanggar. Atau sering kali mengasumsikan, kemarin saya diijinkan, kenapa saya sekarang tidak diijinkan.

Semua kejadian di atas, dapat kita amati bahwa kita hidup di dunia yang penuh bergejolak. Jangan menganggap hari ini sama dengan hari kemarin. Berubah berarti ada kemajuan. Jangan marah, lihat situasi yang ada. Jangan melihat orang dari bajunya. Baju Tukang Parkir Tenaga Direktur.

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Tukang Parkir Yang Bodoh
Penulis : Agus Putranto
Senin, 10-November-2008

Tukang parkir adalah orang yang bekerja untuk merapikan dan menjaga kendaraan agar kendaraan dapat parkir dengan tertib dan aman. Mungkin tidak dapat dibayangkan oleh orang-orang yang berdasi, bagaimana rasanya menjadi tukang parkir. Sebagai tukang parkir, memarkirkan kendaraan adalah tugas yang rutin, tetapi jika dilakukan pada hari besar, misalnya hari keagamaan, maka ini bukan pekerjaan yang biasa. Tetapi harus ada tambahan extra tenaga.

Begitu pula kejadian ini, pada hari Kamis dan Jumat, tgl 20 dan 21 Maret 2008, Hari Kenaikan Isa Almasih, dimana ada penambahan tenaga parkir di gereja Santa Monika, BSD. Nama sih cukup keren, keamanan, yah tapi itulah tugas tukang parkir. Biasanya lahan parkir yang menampung sekitar 500 mobil, pada hari tersebut bisa mencapai sekitar 700 mobil yang parkir di dalam area parkir. Bisa dibayangkan semua area digunakan untuk parkir. Sehingga mobil yang sudah masuk tidak akan bisa keluar. Kami juga sudah memberikan spanduk yang cukup besar, yang tertulis ”Pengantar dilarang masuk”, dengan tujuan agar orang yang mengantar jangan masuk, karena akan terjebak di dalam tempat parkir.

Jalan yang biasanya hanya untuk parkir 1 mobil berbaris di sebelah kiri saja dan sisanya untuk mobil lewat. Tetapi pada hari itu dibuat 3 baris, sehingga sudah pasti tidak mungkin pengantar lewat. Ada sebuah mobil, yaitu CRV yang masuk ke lahan parkir. Parkir akan dibuat 3 baris, dengan syarat mobil harus menempel atau sangat dekat dengan trotoar. Mobil itu parkir, tetapi tidak begitu menempel dengan trotoar, kami pun mencoba mengarahkan pengemudi, meminta orang tersebut untuk parkir lebih menepi lagi. Tetapi orang tersebut langsung keluar dengan mengomel, mana bisa parkir seperti ini.

Tukang parkir itu tidak tahu, kenapa alasannya, mungkin di trotoar ada pula tanaman sehingga menyebabkan orang kesulitan untuk keluar, atau bisa pula pengemudi saya dengan kendaraannya yang akan terkena dengan pintu mobil yang terbuka, atau pengemudi malas untuk memindahkannya. Dari kisah diatas, saya melihat ada dua sudut pandangan, pertama dari sisi pemilik mobil bahwa tukang parkir dianggap sebagai orang yang bodoh, yang tidak bisa bekerja dengan baik di kantor, yang tidak memiliki mobil, yang pendapatannya jauh lebih kecil dll. Dari sisi tukang parkir, orang ini menyebalkan sekali tidak mau di atur, malah mau mengajar berantem saja. Orang yang seharusnya mempunyai niat yang baik, sebagai orang beragama, tetapi malah menghujat orang sebelum ke tempat yang suci.

Seandainya orang yang memiliki CRV itu mau mengalah, maka tempat akan cukup untuk 2 mobil, orang lain (orang dibelakang mobil CRV itu) juga akan melihat orang ini tidak mau diatur. Kalau kita amati tukang parkir ini adalah tenaga tambahan. Dan setelah diperhatikan lebih lama, setelah parkir kosong, ternyata tukang parkir mengeluarkan benda dari sakunya dan ”tuit”, ternyata dia membuka pintu mobilnya sendiri, tukang parkir ini memiliki mobil yang lebih hebat dari CRV tadi, BMW seri terbaru .

Kita bisa membayangkan betapa mudahnya pemilik CRV marah tanpa melihat kenapa aturan itu dibuat, tukang parkir bisa dengan mudah terpancing emosinya, jika tukang parkir terlalu lelah bertugas. Begitupula keadaan di kampus, di universitas, kadang ada seminar, pertandingan, kegiatan sehingga menyebabkan penumpukan kendaraan, mahasiswa sering mengabaikan larangan-larangan yang ada, misalnya tempat parkir ada tanda khusus parkir dosen, di dalam lift ada tanda dahulukan yang keluar. Petugas yang notabene hanya lulusan SMA atau bahkan ada yang SD akan melihat bahwa mahasiswa sangat ngawur. Tetapi mahasiswa juga akan mengira bahwa larangan itu adalah sesuatu yang perlu dilanggar. Atau sering kali mengasumsikan, kemarin saya diijinkan, kenapa saya sekarang tidak diijinkan.

Semua kejadian di atas, dapat kita amati bahwa kita hidup di dunia yang penuh bergejolak. Jangan menganggap hari ini sama dengan hari kemarin. Berubah berarti ada kemajuan. Jangan marah, lihat situasi yang ada. Jangan melihat orang dari bajunya. Baju Tukang Parkir Tenaga Direktur.

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Beranilah untuk Memulai
Penulis : Rudy Lim
Rating Artikel :
Jumat, 16-Oktober-2009
Tak ada yang mudah untuk memulai sesuatu. Wajar saja jika banyak orang yang takut untuk memulai sesuatu. Motivator dan inspirator muda, Rudy Lim akan memandu Anda untuk memulai sesuatu dengan keyakinan.

Ketika perlahan Anda akan memasuki suatu keadaan yang baru, ada suatu ketakutan berkecamuk dalam diri. "Mampukah saya memulainya?" Itulah pertanyaan mendasar yang akan menggoyahkan keyakinan Anda. Hanya ada dua pilihan di depan Anda: mencoba memulainya atau mundur-dan berarti Anda menyerah.

Padahal, Anda tidak akan pernah tahu seberapa besar potensi yang Anda miliki jika tidak berani untuk memulai. Jika diibaratkan hidup adalah sebuah per, Anda tidak akan pernah tahu sepanjang apa per itu dapat ditarik jika Anda tidak pernah mencoba atau takut untuk menariknya.

Maka mulailah! Atasi rasa takut Anda karena itu adalah hal yang wajar. Bahkan, Anda telah berada di jalan yang tepat. Mengapa? Karena, apa yang akan Anda mulai itu sangat berharga bagi diri Anda.

1. Pilihlah Impian Anda (Tentukan Target yang Jelas)

Sebelum Anda memulai dengan hal baru, yakinkan diri Anda bahwa ini merupakan impian yang selama ini ingin Anda raih. Dengan pilihan yang tepat, Anda akan lebih yakin untuk memulai segalanya. Pencapaian seseorang ditentukan dari berbagai hal, mulai dari usahanya, keyakinannya, hingga ada pula yang mengaitkannya dengan keberuntungan. Namun, hal-hal tersebut hanya seperti mutiara-mutiara yang berceceran.

Ada satu yang sangat penting untuk menyatukan semua mutiara tersebut, yaitu talinya. Ketika mutiara-mutiara tersebut dirangkai dengan talinya, akan menjadi sebuah kalung yang berharga. Lalu apa sebenarnya tali tersebut dalam hidup kita? Pilihan, pilihan untuk menjadi apa yang Anda inginkan. Orang bisa sukses karena dia memilih untuk sukses. Jika Anda tidak memiliki dasar yang kuat tentang apa yang ingin Anda raih, keyakinan Anda untuk memulai lebih menggoyahkan.

2. Jangan Terpengaruh oleh Kegagalan Masa Lalu

Jangan pernah menganggap ketakutan yang muncul ketika Anda ingin memulai sesuatu sebagai akibat dari kegagalan di masa lalu. Anggaplah kegagalan itu sebagai suatu proses menuju kesuksesan atau hasil lain dari kesuksesan. Syukuri kegagalan tersebut. Karena, dengan kegagalan, Anda memiliki pengalaman berharga untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan ini. Anda belajar untuk mengetahui mana yang baik dan buruk bagi Anda melalui kegagalan.

Ubah mindset tentang diri Anda sendiri. Jika Anda hanya memikirkan tiga kata, yaitu gagal, gagal, dan gagal, Anda akan gagal. Jika mindset Anda tidak diubah, Anda akan terus terpuruk dalam kegagalan.

Jangan pernah menyerah karena kegagalan. Jika Anda menyerah, impian Anda tidak akan tercapai. Parahnya, semakin sering Anda menyerah karena kegagalan, hal tersebut menjadi biasa dalam hidup Anda. Maka, mulailah lembaran baru dalam hidup Anda dengan keyakinan, bukan dengan berkaca pada
masa lalu.

Cukup ambil hal-hal penting dari kegagalan yang pernah terjadi. Jangan menjadikannya pedoman bagi hidup Anda. Seperti ketika menyetir mobil, Anda tidak akan terus melihat ke kaca spion, melihat apakah kendaraan di belakang Anda lewat, melihat bagaimana kondisi di belakang Anda. Namun, Anda harus fokus melihat ke depan dan hanya sesekali melihat ke belakang untuk melihat keadaan di belakang Anda. Life must go on !

3. Buka Pikiran Anda terhadap Segala Kemungkinan Baru

Jangan pernah takut untuk memulai hanya karena orang di sekeliling Anda meragukan kemampun Anda. Buka pikiran Anda dan jadilah diri sendiri. Jika Anda hanya memikirkan tanggapan orang, Anda tidak akan bisa berkembang. Bukan orang lain yang menentukan apa yang harus dilakukan, tapi Anda sendirilah pembuat keputusannya. Maka, ketika keputusan itu sudah yakin Anda buat, jangan pernah mundur. Jangan pernah menyerah !

Sesuatu yang menjatuhkan Anda harus menjadi sesuatu yang memotivasi diri Anda untuk mengejar impian. Semakin banyak orang yang meragukan Anda, seharusnya Anda semakin termotivasi untuk mencapai cita-cita. Buktikan kepada mereka bahwa Anda bisa dan mampu untuk menggapainya.

Seperti sebuah ungkapan "A great pleasure in life is doing what other people say you can't do it". Slogan ini adalah cara saya untuk menangkis tanggapan orang. "Setiap kali orang mengatakan kita tidak bisa, malah semakin mendorong kita untuk menggapai impian tersebut." ~Rudy Lim

Orang bijak berkata bahwa nasib di tangan kita. Kita sendiri yang meramal masa depan kita dan jalan apa yang akan Anda ambil berikutnya. Jika ada lembaran baru yang harus Anda buka, jangan ragu untuk memulai. Yakinkan kepada diri sendiri dan semua orang bahwa Anda bisa. Anda mampu!

Semoga bermanfaat dan Salam Hebat Luar Biasa !

***

Rudy Lim adalah inspirator muda, motivator, trainer, dan public speaker, sekaligus Founder & Director of Youngs Spirit - Seminar & Workshop Training. Rudi dapat dihubungi di nomor handphone 0812 8500 686 atau kunjungi website pribadinya di www.rudylim.com

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Costumer Delightful
Penulis : Pitoyo Amrih
Rating Artikel :
Rabu, 04-November-2009

Sesuatu yang sudah jamak bagi sebuah organisasi usaha bilamana mereka menempatkan laba sebagai tolok ukur utama unjuk kerja organisasinya. Beda dengan organisasi sosial misalnya, dimana fungsi pelayanan lebih utama, dan faktor laba seolah hanya sebagai tolok ukur keberlangsungan organisasi itu dalam menghidupi dirinya sendiri. Tapi, pertanyaan selanjutnya adalah, apakah bila sebuah organisasi usaha yang bisa mendapatkan labar yang besar, bisa dikatakan organisasi ini baik? Tak mudah menjawabnya. Karena saya yakin seorang pakar pun akan tidak bisa dengan mantabnya berkata ‘ya!’ tanpa melihat tolok-ukur tolok-ukur lain.

Terbukti era perdagangan saat ini, yang tentunya juga melibatkan pelaku organisasi usaha, ada istilah yang disebut ‘costumer satisfaction’, dengan berbagai metoda tolok ukur kuantitatif yang bisa selalu dilihat indeks pencapaiannya dari waktu ke waktu. Bila suatu saat turun, ada keinginan organisasi usaha itu untuk selalu memotivasi setiap lini fungsinya, agar meningkatkan indeks tingkat kepuasan pelanggan ini, entah itu pelanggan eksternal maupun internal, antar fungsi organisasi di dalam perusahaan itu sendiri. Walaupun misalnya pada kenyataannya neraca pertumbuhan finansial mereka bagus. Mengapa?

Hal inilah yang menurut saya sebuah pergeseran paradigma yang signifikan menjadi semacam penanda bahwa kita manusia adalah saling membutuhkan. Kita tidak bisa hidup sendiri di atas bumi ini. Kita harus menjadi bagian dari sebuah mata rantai ekosistem kehidupan, termasuk ‘ekosistem’ sosial-ekonomi. Manusia tidak hanya berpikir pada dirinya sendiri, tapi juga memikirkan orang lain, dan memikirkan keberlangsungan hubungan ‘diri sendiri-orang lain’ itu selanggeng mungkin. Kalau hanya fokus laba, maka besar kemungkinan hanya laba-lah yang didapat. Ketika hal-hal semacam ‘costumer satisfaction’ juga menjadi tolok ukur, maka selain laba diharapkan ada sebuah loyalitas. Dan loyalitas berarti jaminan akan keberulangan transaksi. Yang tentunya, ujung-ujungnya juga sebuah laba. Tidak hanya laba saat ini, tapi jaminan akan laba suatu saat nanti.

Namum memang belum tentu hal itu bisa masuk kedalam pemahaman pelaku di lapangan. Sangat tergantung bagaimana manajemen organisasi tersebut bisa menciptakan atmosfer kepuasan pelanggan kapada seluruh karyawan bahkan sampai level yang paling bawah. Saya bercerita hal ini karena kebetulan saya mendapat informasi mengenai hal yang mungkin rada aneh bisa juga terjadi. Sebuah perusahaan besar, manufaktur, distributor dan dealer kendaraan bermotor. Suatu ketika beberapa waktu lalu karena strategi promosi salah satu brand produk mereka, ada hadiah langsung yang diberikan pada setiap pembeliannya. Hadiah langsung berupa barang elektronik yang juga secara rupiah cukup berarti.

Ada orang yang beli produk kendaraan bermotor tersebut karena juga ingin mendapatkan hadiah. Tapi saya punya teman yang kebetulan membeli produk tersebut, karena memang menurut dia produk itu yang bisa memenuhi kebutuhannya. Dia juga kebetulan saat itu tidak tahu kalau pas dia beli, ada hadiah langsung yang menyertainya. Mustinya seorang ‘costumer service’ yang baik, dari awal sudah memberikan informasi mengenai hak teman saya ini, termasuk hak akan hadiah langsung tersebut. Tapi yang dilakukannya tidak demikian. Sang salesman seperti sengaja diam. Baru ketika beberapa hari berlalu sejak transaksi, teman saya tahu ada hadiah, dan ditanyakan ke outlet perusahaan tersebut, hadiah kemudian diberikan. Sepertinya sepele, tapi saya melihat hal ini sebagai hal yang serius ketika semua elemen organisasi usaha berkata mengenai costumer satisfaction.

Bahkan belakangan ini, ada mengemuka sebuah konsep mengenai ‘costumer delightful’. Lebih tinggi tingkatannya daripada ‘sekedar’ costumer satisfaction. Tidak perlu kita berpikir tentang yang besar-besar dulu, entah itu organisasi usaha, organisasi sosial, kita bisa melihat diri kita sendiri seolah sebagai sebuah organisasi. Dan siapa pun yang berinteraksi dengan kita adalah seorang ‘costumer’. Mustinya kita mampu mempraktikkannya menjadi semangat keseharian kita. Tinggal pertanyaannya,.. sampai di mana kita mau..?

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Untuk Apa Melukai Harga Diri Orang Lain
Penulis : Elidjen
Senin, 24-Desember-2007

Peter Daniels adalah seseorang yang lain daripada yang lain, yang kehidupannya ibarat Horatio Alger. Dilahirkan di Australia, orang tuanya adalah generasi ketiga yang hidup dari tunjangan karena miskin. Peter sekolah dasar di Adelaide.Karena masalah pembelajaran, ia kesulitan memahami serta menggabungkan kata-kata. Konsekuensinya ia dicap bodoh oleh para guru yang entah terlalu sibuk atau kurang peduli untuk memahaminya.

Seorang guru, Miss Phillips, suka menyuruh Peter berdiri di depan kelas di mana ia akan merendahkan Peter dengan berkata, "Peter Daniels, kamu anak nakal yang tidak akan pernah menjadi apa-apa." Tentu itu tidak ada manfaatnya bagi harga dirinya. Akibatnya, ia gagal dalam setiap mata pelajaran di sekolah. Salah satu pilihan karirnya yang pertama adalah menjadi tukang batu. Beberapa tahun kemudian, menikah dengan keluarga muda, ia putuskan untuk membuka usaha sendiri. Usaha pertamanya gagal total dan dalam waktu satu tahun ia sudah kehabisan uangnya. Tidak kapok, ia melihat peluang lainnya dan menyalurkan energinya untuk menjadikannya sukses. Nasib serupa menantinya, ia sudah kehabisan uang dalam waktu delapan bulan.

Dengan tekad baja untuk mengatasi kemunduran-kemunduran tersebut, Peter kembali menerjunkan dirinya ke dunia bisnis yang kompetitif, lagi-lagi kehabisan uang untuk ketiga kalinya. Sekarang ia mempunyai rekor yang sulit dipercaya: kehabisan uang tiga kali dalam waktu lima tahun. Kebanyakan orang akan menyerah pada titik ini. Tetapi Peter Daniels tidak. Sikapnya adalah, "saya sedang belajar dan saya tidak membuat kesalahan yang sama dua kali. Ini pengalaman yang sangat baik." Meminta istrinya, Robena, untuk mendukungnya sekali lagi, ia putuskan untuk menjual real estat pemukiman maupun komersil.

Suatu keterampilan yang telah diasah Peter selama bertahun-tahun adalah kemampuannya meyakinkan orang. Ia seorang promotor yang alami. Sebagian besar karena terus harus berhadapan dengan para kreditor yang menagih.

Selama sepuluh tahun berikutnya nama Peter Daniels sudah diasosiasikan dengan ril estat pemukiman maupun komersil. Lewat seleksi yang hati-hati dan negosiasi yang cerdik ia akumulasikan portfolio yang bernilai beberapa juta dolar. Sekarang ini Peter sudah menjadi pengusaha yang diakui secara internasional, yang telah menciptakan usaha-usaha sukses di banyak negara di seluruh dunia.

Teman-temannya mencakup keluarga bangsawan, kepala negara, dan para penggerak serta pengguncang terkemuka di dunia komersil. Ia juga seorang pemerhati kesejahteraan sesama yang sangat bersemangat membantu sesamanya, dan yang kemurahannya telah banyak mendanai upaya Kristiani. Peter Daniels telah menjalani hidup dari seorang anak yang gagal di sekolah menjadi multijutawan.

Peter sekarang sudah menulis beberapa buku paling laris, salah satunya berjudul Miss Phillips, You Were Wrong!" Bagi Anda yang berprofesi apa pun, jangan pernah menghakimi atau melontarkan kata-kata atau kalimat yang mungkin tanpa disadari akan melukai harga diri orang lain. Apalagi yang profesinya sebagai guru atau dosen tidak lucu kan kalau suatu waktu ada murid atau mahasiswa Anda yang menulis buku dengan judul dimana kata pertamanya adalah nama Anda lalu diikuti dengan kata-kata Anda Salah! atau bahkan dituliskan nama Anda lalu diikuti dengan kata-kata Anda Salah Besar! Melukai harga diri orang lain tidak ada manfaatnya sama sekali baik bagi orang yang dilukai maupun bagi yang melukai. Akan lebih bijaksana dan bermanfaat jika orang diberikan penghargaan yang tulus.

Paul Harvey, dalam salah satu siaran radionya, "Kisah yang Tertinggal," menceritakan bagaimana penghargaan yang tulus mampu mengubah kehidupan seseorang. Dia melaporkan bahwa beberapa tahun yang lalu seorang guru di Detroit meminta Stevie Morris untuk membantunya menemukan seekor tikus yang lolos di ruang kelas. Ia menghargai kenyataan Yang Maha Kuasa telah memberi Stevie sesuatu yang tak dimiliki teman sekelasnya. Yang Maha Kuasa telah memberi Stevie sepasang telinga yang tajam untuk mengimbangi matanya yang buta. Penghargaan yang tulus untuk kedua telinganya yang luar biasa itu merupakan hal yang pertama kalinya didapatkan Stevie. Kini, bertahun-tahun kemudian, dia berkata bahwa tindakan penghargaan ini adalah awal dari kehidupan barunya.

ejak saat itu dia mengembangkan anugerah pendengarannya yang menjadikannya seorang bintang yang terkenal dengan nama Stevie Wonder yang merupakan salah seorang penyanyi pop dan penulis lagu terbesar di tahun tujuh puluhan. I Just Call to Say I Love You adalah salah satu lagunya yang sangat terkenal. Jelaslah lebih bermanfaat memberikan penghargaan tulus kepada seseorang daripada melukai harga diri orang lain. Untuk apa melukai harga diri orang lain kalau sudah jelas itu tidak bermanfaat sama sekali. Dalam bukunya 12 Simple Secreet of Happniness (Finding Joy in everyday Relationships) Glenn Van Ekeren mengatakan, dalam hubungan antar manusia dapat ditingkatkan salah satunya dengan cara memperlakukan orang lain secara bermartabat. Less Giblin dalam bukunya Skill with People juga menegaskan bahwa setiap orang pada dasarnya ingin diperlakukan sebagai seseorang (diorangkan).

Perlakukanlah orang secara bermartabat dan sangat besar kemungkinannya Anda pun akan diperlakukan secara bermartabat. Penghargaan yang jujur membawa hasil sementara kritik dan cemoohan gagal mendapatkannya. Kalau pun kritik hendaknya disampaikan, sampaikanlah dengan cara yang elegan yaitu dengan cara menyampaikan kritik tersebut secara pribadi.

Tetapi jika Anda hendak memuji atau mau mengapresiasi orang lakukan kalau perlu didepan orang banyak. Seperti yang ditegaskan oleh Mary Kay Ash, Founder of Mary Kay Cosmetics, "Everyone wants to be appreciated, so if you appreciate someone, don't keep it a secret." Ingatlah bahwa semua orang pada umumnya sangat "lapar" akan penghargaan.

Berikan penghargaan yang jujur dan tulus. Kalau hal ini Anda lakukan, bahkan pengurus pemakaman pun akan menyesal tatkala Anda meninggal dunia.

--

Ada Apa Tahun 2012?
Penulis : Andrew Ho
Rating Artikel :
Jumat, 20-November-2009
"Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever. - Hiduplah seakan kau akan mati besok. Belajarlah seakan kau akan hidup selamanya."
Mahatma Gandhi.

Bangsa Maya, yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala, sangat dikenal kemampuannya dalam ilmu astronomi dan matematika. Bangsa pertama yang menggunakan angka nol (0) ini meramalkan bahwa pada tanggal 21 Desember 2012 akan menjadi akhir peradaban umat manusia. Mereka memprediksi pada tanggal tersebut akan muncul gelombang galaksi besar yang mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka bumi ini, yang akan merusak keseimbangan mekanisme vital bumi dan tubuh semua makhluk, termasuk manusia.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975, diperkirakan akan muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Sedangkan CME adalah ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik. Sehingga, energi yang mengalir ke bumi dari titik pusat bimasakti akan sangat terganggu pada tanggal 21 Desember 2012, tepatnya pada jam 11.11 malam, dan akan menyebabkan guncangan kecil pada rotasi bumi.

Namun banyak orang menyangkal ramalan bangsa Maya tersebut, diantaranya adalah profesor Antropologi dari Brown University, Stephen Houston, "Ramalan itu tidak benar dan tidak ada dasar sama sekali. Penggambaran bangsa Maya tidak pernah menyebut hal ini. Memang kalendar akan berakhir, tapi mereka mengulangi kembali tanpa adanya bencana alam sekali." Apolinario Chile Pixtun, tetua Indian Maya juga menampik ramalan kiamat tersebut. Lembaga antariksa NASA pun membantah klaim kiamat bakal terjadi tahun 2012.

Sementara itu, Daniel Pinchbeck memanfaatkan situasi dengan mengangkat isu kiamat tahun 2012 itu kedalam bukunya berjudul The Return of Quetzalcoati. Sony pun memproduksi film bertajuk 2012 yang disutradari oleh Roland Emmerich. Pihak Sony kemudian meluncurkan Situs Human Continuity (IHC), sebagai sarana mempromosikan film tersebut. Konten situs tersebut menjadikan ramalan itu begitu nyata sehingga memicu kepanikan.

Jika memang ramalan bangsa Maya atau prediksi lembaga pemantau cuaca antariksa di dunia itu benar, berarti waktu kita hanya tersisa sekitar 3 tahun. Apa yang bisa kita lakukan dan capai dalam waktu 3 tahun? Kepanikan jelas ada jika kita selalu dimanjakan kehidupan dunia dan belum memberi melakukan atau mencapai sesuatu yang berharga bagi orang lain.

Saya sendiri berpendapat bahwa benar tidaknya ramalan kiamat tahun 2012 yang membahayakan kelangsungan hidup kita itu tak perlu dipersoalkan. Sebab kematian adalah satu hal yang pasti terjadi pada mahkluk hidup di bumi ini. Kedatangan dan sebab kematian itu sendiri tak pernah dapat kita perkirakan atau tunda dan hanya akan menjadi rahasia Tuhan YME.

Ramalan bangsa Maya akan menjadi penting, jika kita berusaha memetik pelajaran darinya. Ramalan tersebut akan sangat bermanfaat jika kita segera mempersiapkan diri, agar lebih optimis menyongsong masa depan termasuk bencana yang mungkin dapat menyebabkan kita tidak kuasa menolak kematian. Sebagaimana direktur program kajian Amerika Latin Universitas Stetson di DeLand, Florida, AS, Robert K Stiler, mengatakan, "Apa pun maknanya, bangsa Maya mengajak kita merengkuh hidup berkualitas dan kesehatan planet bumi."

Artinya ramalan bangsa Maya itu akan sangat bermanfaat bagi kita jika menjadi motivasi untuk selalu berpikir, berbuat, dan berkata positif. Sebagaimana Frank J. Tipler dalam bukunya The Psysics of Immortality (1994) menyarankan manusia untuk selalu berbuat baik demi kesuksesan di dunia maupun akhirat. Bila segala hal positif benar-benar menguasai pikiran bawah sadar, dipastikan keadaan kita menjadi terus lebih baik dan kita menjadi lebih optimis menyongsong masa depan.
Salah satu contoh perbuatan baik adalah menepati janji-janji yang kita ucapkan. Janji laksana kunci yang dapat membuka pintu sehingga kita bisa masuk kedalam ‘ruangan' dengan leluasa. ‘Ruangan' dapat bermakna kesuksesan, kemamuran, atau kehidupan yang jauh lebih baik di dunia ataupun di akhirat.

Kita semua pasti paham begitu penting melunasi hutang janji-janji. Bukankah kita semua sangat berharap seluruh pemimpin di dunia ini memenuhi janji-janji mereka saat berkampanye? Andaikata seluruh manusia, termasuk pejabat perwakilan rakyat dan pemerintahan, selalu memenuhi janji, betapa indah dunia yang kita tinggali ini.

Meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan YME juga perbuatan baik dan sangat penting. Tak peduli kaya atau miskin, sehat atau sakit, dan lain sebagainya, kehidupan kita ini adalah anugrah yang luar biasa. Bila setiap nafas kita selalu dipenuhi rasa syukur yang luar biasa, maka hati akan lebih tenang dan semangat kita juga akan lebih besar untuk melakukan yang terbaik baik keluarga, lingkungan hidup & sosial, pekerjaan, terlebih untuk beribadah kepada Tuhan YME.

Perbuatan baik lainnya adalah menjaga kelestarian alam, termasuk rajin menjaga kebersihan dan menanam pohon. Bayangkan bila seluruh manusia di dunia bersatu padu dan aktif melakukan tindakan untuk menyayangi bumi, pasti keadaan bumi ini di masa datang menjadi lebih baik. Jos Argelles, PhD, ahli Kalender Maya dan pakar sejarah seni dan estetika dari Universitas Chicago mengingatkan bahwa tahun 2012 adalah tahun berjaga, dengan menyadari bahwa teknologi saja tak menjamin keberlangsungan bumi.
Jelaslah sudah bahwa ilmu astronomi bangsa Maya adalah ilmu yang hebat luar biasa, tetapi tidak untuk diperdebatkan apalagi menciptakan perasaan takut, panik atau pesimis. Setiap keadaan, termasuk bencana sekalipun, menyimpan pelajaran agar kita menjadi lebih baik. Sebaliknya, segala sesuatu menjadi menakutkan atau menyakitkan, bila kita tak pernah berusaha mempelajari sesuatu dan menjadi lebih baik karenanya. Sebab setiap kebaikan yang kita kerjakan pasti kembali memberi kita kebaikan, termasuk kesuksesan, kebahagiaan, ketenangan dan optimisme menatap masa depan. So be the best, do the best, and let God takes care the rest. Jadilah yang terbaik, lakukan yang terbaik, dan pasrahkan hasilnya kepada Tuhan YME.

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
7 Success Tips
Penulis : Peter Lim
Rating Artikel :
Kamis, 19-November-2009
Success manifests in small daily events, not only in the accomplishment of great ambitions [REMEZ SASSON]

Umumnya, orang sukses adalah orang–orang yang selain selalu introspeksi diri tetapi juga pantang menyerah, memiliki vitalitas yang prima dan selalu mencari terobosan–terobosan terbaru. Kata "gagal", tidak akan ada di dalam kamus orang sukses. Bagi orang sukses, kegagalan yang terjadi / dialami, hanyalah merupakan kesuksesan yang tertunda, yang bisa saja direalisasikan keesokan harinya atau lusa. Secara garis besarnya, untuk meraih sukses hanya diperlukan :

1. NO RISK NO GAIN. Keberanian menerima dan menghadapi rintangan/tantangan yang muncul adalah gerbang paling awal untuk melangkah menuju ke pintu–pintu kesuksesan. Kesuksesan sama ibaratnya dengan orang sakit yang melakukan perjuangan/pengorbanan dalam bentuk materi/uang untuk membayar honor dokter, menahan rasa sakit akibat dari suntikan, menahan selera makan dan lain lain sebagainya.

Singkatnya, tanpa adanya pengorbanan/risiko yang harus dijalani maka tidak akan mendapatkan apapun juga. Success is not the key to happiness. Happiness is the key to success. If you love what you are doing, you will be successful. ALBERT SCHWEITZER

2. SELF CONFIDENCE. Orang sukses selalu memiliki keyakinan diri yang kuat dan teguh, yang tidak terpengaruh oleh pujian maupun celaan ibarat batu karang yang tidak tergoncangkan oleh gempuran ombak. Bagi orang sukses, jika si A, B, atau si C bisa melakukannya atau sukses maka diapun pasti bisa. Pada hakekatnya, peluang/kesempatan untuk meraih kesuksesan itu adalah sama pada setiap orang. Alih–alih menyalahkan orang lain atau lari dari kenyataan, orang akan selalu mengadakan pengevaluasian diri, baik di kala sukses maupun gagal.

Setelah diketahui pokok permasalahannya, orang sukses akan sesegera mungkin mencari solusinya agar dikemudian hari, esok atau lusa tidak sampai terjadi lagi. When you allow yourself to begin to dream big dreams, creatively abandon the activities that are taking up too much of your time and focus your inward energies on alleviating your main constraints, you start to feel an incredible sense of power and confidence. BRIAN TRACY.

3. ENJOY THE RESULT. Selain selalu berbuat yang terbaik, orang sukses akan selalu menikmati apapun hasil yang dicapai. Orang sukses sangat menyadari dan meyakini bahwa apapun yang diperoleh adalah MURNI hasil/akibat dari apa yang telah dikontribusikan.

Jika kesuksesan yang dicapai belum optimal, itu pertanda bahwa daya upayanya belum optimal. Selain tidak akan lari dari kenyataan, orang sukses akan selalu meningkatkan potensi diri melalui proses pembelajaran. Prinsip dasar bagi orang sukses adalah tidak akan ada yang tidak mungkin diraih sejauh unsur kelogikaan masih berperanan. You may never know what results come of your action, but if you do nothing there will be no result. MAHATMA GANDHI

4. LEARNER. Orang sukses sangat menyadari akan kedinamisan ilmu pengetahuan yang sudah seharusnya diikuti perkembangannya agar tidak sampai terlindas/tertinggal. Oleh karena itu, bagi orang sukses yang nama proses pembelajaran adalah proses yang tanpa adanya batasan usia, status sosial maupun tingkat edukasi. Di hari ini yang dikatakan benar/salah, bisa saja keesokan harinya atau lusa menjadi salah/benar, yang disesuaikan/tergantung dengan situasi/kondisi yang berlaku. Learning is a treasure that will follow its owner everywhere. CHINESE PROVERB

5. POSITIVE THINKING. Orang sukses selalu berpikiran positif dan baginya, baik tidaknya diri seseorang sangatlah ditentukan oleh apa yang dikontribusikan dan bukan semata–mata dinilai dari penampilan luar, misalnya etnis, agama, gender, aliran dan lain sebagainya. The foundation stones for a balanced success are honesty, character, integrity, faith, love and loyalty. ZIG ZIGLAR

6. SELF MOTIVATION. Orang sukses akan selalu memotivasi dirinya sendiri. Tanpa diminta atau dianjurkan, orang sukses akan selalu berbuat yang terbaik dalam hidupnya. Baginya, do the best adalah harga mati yang tidak bisa ditawar–tawar. Orang sukses selalu berprinsip bahwa dirinya haruslah lebih baik dari pada orang lain kalau belum berhasil dicapai, peluang ke arah itu pasti ada. Kalau tidak dihari ini, pasti keesokan harinya atau lusa. If you can dream it, then you can achieve it. You will get all you want in life if you help enough other people get what they want. ZIG ZIGLAR

7. NO DELAY. Orang sukses tidak akan pernah menunda–nunda APA yang yang bisa dikerjakan hari ini. Di samping itu, apapun yang telah diawali haruslah tuntas dikerjakan. If you don't see yourself as a winner, then you cannot perform as a winner. ZIG ZIGLAR.

Selamat berjuang dan semoga selalu sukses mencapai cita – cita.

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Citra Diri dan Sukses
Penulis : Soegianto Hartono
Rating Artikel :
Kamis, 19-November-2009
Hukum menabur dan menuai mengatakan bahwa kita pasti akan menuai apa yang kita tanam. Bila kita menanam bibit padi, pasti kita akan menuai panenan padi. Tidak mungkin kita akan menuai jagung, 'kan?

Demikian juga pikiran kita ibarat sebidang tanah yang subur, bila kita menanam bibit pikiran yang positif, pasti kita akan menuai buah pikiran yang positif. Demikian sebaliknya bila kita memikirkan sesuatu yang negatif, maka yang negatif lah yang akan datang.

Maka dari itu, keberhasilan seseorang dalam pekerjaan maupun dalam kehidupannya, sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka tanamkan pada pikirannya. Dan apa yang Anda bayangkan tentang diri Anda, itu sebetulnya Anda menanamkan suatu bibit pikiran ke dalam pikiran anda, di mana apa yang Anda bayangkan pada akhirnya akan menjadi siapa diri Anda atau menjadi citra diri Anda.

Pada bukunya The Message of a Master, John McDonald mengatakan : "Suatu gambaran yang terukir dengan kuat dalam pikiran - apa pun bentuknya - akan muncul ke permukaan". Jadi apa pun yang Anda pikirkan dan menetap cukup kuat dan lama, maka itu yang akan menjadi siapa diri Anda. Dia akan muncul ke permukaan bila Anda selalu mengisi pikiran Anda dengan ketidakmampuan, ketidakcukupan, ketidakbahagiaan, kekesalan, dan kemiskinan; dan pikiran ini menetap dan mengakar pada pikiran Anda. Maka pikiran ini akan dimanifestasikan keluar menjadi realitas hidup Anda, dalam hal ini artinya Anda menanam bibit kegagalan, bukan bibit kesuksesan.

Untuk hidup yang sukses, kita harus membangun citra diri yang positif, yaitu kita harusnya senantiasa menggambarkan diri sendiri sebagai orang yang sukses, merasakan di dalam hati kesuksesan itu, dan berperilaku seolah-olah Anda telah sukses. Ini yang seharusnya kita tanamkan dalam pikiran kita, sehingga terukir dan mengakar pada pikiran kita. Dan tentunya setiap hari harus kita sirami dengan keyakinan.

Apa yang sudah mengakar kuat pada pikiran kita, akan menjadi kesadaran kita, maksudnya pikiran itu akan senantiasa muncul pada layar kesadaran kita dan kita akan selalu mengingatnya. Bila pikiran kita terisi dengan hal-hal yang berhubungan dengan kesuksesan, dan ini selalu kita ingat pada pikiran kita, maka potensi yang tersembunyi di dalam diri kita akan bisa keluar dan termanifestasikan. Dan secaratidak Anda sadari, kreativitas itu akan mengalir dan bahkan aliran itu melimpah.

Selain itu, bila Anda telah fokus pada pikiran tentang kesuksesan, maka jalan itu akan terbuka sedikit demi sedikit, segala rintangan sudah pasti bisa Anda atasi dan pada akhirnya Anda bisa mencapai keberhasilan yang Anda inginkan. Bila Anda mengubah citra diri Anda menjadi lebih positif, Anda akan jauh lebih mudah mencapai sasaran atau tujuan itu tanpa harus megeluarkan energi yang besar.

Akhir kata, citra diri Anda bisa membuat Anda sukses atau gagal; bisa membuat Anda bahagia atau menderita. Ubahlah citra-citra Anda menjadi sedemikian positifnya. Maka kebebasan, kesuksesan dan kebahagiaan akan berada di genggaman tangan Anda.

Salam Bahagia dan Sejahtera.

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Hidup Begitu Berharga
Penulis : Andrew Ho
Rating Artikel :
Sabtu, 07-November-2009
"It's your choice, make it great day! - Itu pilihan Anda, jadikan hari Anda menyenangkan."
Greg Gorman.

Hidup ini sebenarnya sangat singkat, karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan nanti. Kata sang Buddha, hidup ini hanya 2 tarikan nafas. Jika kita berhasil menghirup udara, belum tentu kita berhasil mengeluarkannya.

Sekadar ilustrasi, jika Anda ingin hidup 70 tahun, berarti waktu yang Anda miliki 25.500 hari atau 613.200 jam. Itupun sebagian besar digunakan pada masa kanak-kanak dan kita belum mengerti bagaimana menjalani kehidupan ini. Bisa jadi waktu yang benar-benar kita miliki hanya sepertiga bagian atau bahkan seperempat bagian saja.

Apa yang Anda rasakan ketika Anda mendengar kesaksian dari orang-orang yang selamat dari bencana? Begitu berat perjuangan mereka untuk dapat bertahan hidup, sehingga mereka dapat berbagi cerita dengan Anda. Saya tidak bermaksud menakut-nakuti, tetapi sekadar mengingatkan begitu singkat dan berharganya hidup kita. Sayang sekali jika waktu dan kesempatan yang masih kita miliki tersia-sia karena kita tidak mampu menghargai kesempatan ‘emas' dari Tuhan YME.

Sepantasnya kita bersyukur, karena kita tak harus menjalani masa-masa kritis di mana kemungkinan hidup dan mati sangat tipis akibat sakit, tertimpa bencana alam, kecelakaan dan lain sebagainya. Pasti Anda termasuk orang yang beruntungjika sampai pada bagian ini Anda tergerak hati untuk menggunakan sisa waktu yang masih Anda miliki untuk melakukan banyak hal yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Beberapa hal di bawah ini mungkin dapat membantu Anda semakin menghargai kehidupan sehingga Anda dapat lebih menikmatinya.

Pertama ciptakanlah visi atau impian. Definisikan dengan jelas bagaimana Anda ingin memberi arti bagi kehidupan ini. Javan, penemu gas laser kelahiran Iran mengatakan, "Saya tidak berharap menjadi segalanya bagi setiap orang. Saya hanya ingin menjadi sesuatu untuk seseorang." Pasti Anda mempunya pendapat lain bagaimana memberi arti terhadap kehidupan Anda sendiri.

Setelah itu lakukanlah instropeksi diri. Jika Anda menemukan hal-hal yang membuat hidup Anda tidak nyaman, maka rencanakan untuk membuat beberapa perubahan yang dibutuhkan. Pastikan bahwa rencana perubahan-perubahan tersebut dapat mendekatkan Anda pada visi tersebut dan membuat Anda semakin menghargai apa yang Anda miliki.

Langkah terpenting selanjutnya adalah melaksanakan perubahan seperti yang sudah Anda rencanakan sebelumnya. Pada proses ini Anda akan menemukan semakin banyak nilai-nilai yang pada akhirnya ikut mempengaruhi pikiran, keputusan, tindakan, dan pengalaman hidup Anda. Dalam hal ini Anda juga harus pandai memanajemen waktu agar waktu Anda benar-benar termanfaatkan dengan baik. "Decide upon your major definite purpose in life and then organize all activities around it. - Putuskan target hidup Anda secara garis besar, lalu rencanakan tindakan-tindakan untuk mencapainya," kata Brian Tracy.

Semakin keras Anda bekerja, semakin besar hasil yang akan Anda dapatkan. Bukan berarti saya anjurkan kerja keras mengejar materi semata, melainkan mengejar pemenuhan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial. Pemenuhan semua kebutuhan hidup tersebut harus pula seimbang.

Untuk itu berilah tubuh Anda dengan asupan gizi yang cukup sebagai modal untuk bekerja keras. Dengan fisik yang sehat sangat mungkin Anda dapat melakukan banyak hal yang positif dan menjadikan kehidupan Anda lebih baik dan berarti bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan sia-siakan tubuh Anda dengan melakukan tindakan-tindakan konyol yang membahayakan jiwa atau mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat merusak kesehatan. Jadwalkan secara rutin olah raga atau yoga agar tubuh lebih segar dan berstamina.

Gunakan juga kesempatan yang masih tersisa untuk memperluas wawasan. Bacalah buku atau ikuti seminar atau dengarkan radio yang dapat menginsiprasi ide-ide, keterampilan, maupun semangat baru. Dengan demikian Anda dapat bertindak dan bertutur kata lebih baik sehingga kualitas hidup Anda lebih baik, lebih kreatif, tidak mudah stres atau putus asa.

Hubungan sosial sangat penting agar kehidupan Anda lebih menyenangkan. Sekali-kali luangkan waktu bersama-sama orang-orang di sekitar Anda. Jangan segan berbagi waktu atau hadiah-hadiah kecil, misalnya terlibat dalam kerja bakti di lingkungan sekitar rumah, memberi kado unik kepada pasangan, dan lain sebagainya. Banyak sekali yang bisa Anda lakukan untuk membangun hubungan baik dengan orang lain agar hidup Anda lebih menyenangkan. Beberapa contoh tindakan sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menciptakan hubungan baik dengan orang lain adalah lebih mencintai, lebih banyak memberikan senyuman manis, lebih ramah dalam melayani, dan lain sebagainya.

Sedangkan kekuatan spiritual adalah sumber kebajikan, sebagai kunci keseimbangan hidup Anda. Oleh sebab itu dekatkanlah diri kepada Tuhan YME dengan beribadah dan melaksanakan juga nilai-nilai kebajikan sesuai dengan agama yang Anda anut. Kekuatan spiritual akan mencegah Anda dari kebiasaan- kebiasaan buruk misalnya mengeluh dan lain sebagainya. Sebaliknya Anda menjadi lebih pandai bersyukur dan menghargai kehidupan Anda.

Langkah selanjutnya adalah menggunakan nilai-nilai kebaikan dalam agama, sosial, maupun ilmu pengetahuan ke dalam aktifitas kehidupan sehari-hari secara konsisten. Semakin banyak nilai-nilai kebaikan yang dapat Anda terapkan, kehidupan Anda akan terus lebih baik. Suatu saat Anda akan dapat menikmati kehidupan yang dulu mungkin Anda anggap jauh dari angan.



Dalam melaksanakan beberapa langkah yang saya uraikan di atas tentu membutuhkan kemauan yang keras dan kedisiplinan. Meskipun masing-masing di antara kita memiliki keterbatasan, tetapi Tuhan YME menyediakan banyak sekali pilihan. Saya yakin Anda dapat melaksanakan langkah-langkah tersebut dengan baik, jika Anda betul-betul mencintai diri Anda dan memilih untuk menggunakan kesempatan 'emas' yang masih Anda miliki dengan sebaik-baiknya.

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Kiat Hidup Sehat, Bahagia, dan Panjang Umur
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Selasa, 26-Januari-2010
Semua manusia pasti ingin hidup sehat, bahagia, dan panjang umur! Lalu, apa rahasianya? Bagaimana caranya? Mari kita tanyakan kepada Walter Breuning, warga negara AS kelahiran Minnesota. Orang luar biasa ini bukan dokter, bukan pula ahli kesehatan. Melainkan, pria tertua di muka bumi ini. Usianya: 113 tahun!

Menurutnya, rahasianya sederhana saja. Seperti diberitakan oleh Oprah.com, Breuning menjawab demikian:

- Makan secukupnya; sesuaikan dengan kondisi tubuh dan kegiatan Anda. Walter mengaku, selama 30 tahun terakhir, ia hanya sarapan dan makan siang. Bukan karena tak mampu atau ingin hemat, tapi karena kesadaran sendiri. Dengan cara ini, berat badannya selalu stabil, di angka sekitar 62,5 kilogram. Makanan favorit Walter adalah hati sapi dan bawang putih.

- Konsumsi buah dan air putih sebanyak-banyaknya. Walter sendiri, membiasakan dirinya untuk selalu mengonsumsi buah pisang dan jeruk. Juga, maksimal 1 gelas kopi setiap hari. Katanya, berkat pola makan ini, ia tidak pernah harus berobat ke dokter.

- Banyak berbuat baik kepada orang lain. Sikap ini akan memberikan pengaruh positif pada kesehatan fisik dan mental Anda, demikian tutur Walter.

- Banyak bergaul/bersosialisasi.

- Selalu mengaktifkan tubuh dan pikiran. Awalnya, Walter melakukannya dengan cara membaca. Kini, setelah penglihatannya kabur, ia mengaku banyak mendengarkan radio.

- Bekerja keras. Walter bekerja sebagai manajer di dua perusahaan sekaligus, hingga usia 99 tahun dan ia sangat menikmati pekerjaannya. "Etika kerja yang baik telah membuat saya sehat. Lagipula, hard work won't kill you-kerja keras tak akan membunuhmu!"

Tidak terlalu rumit, kan? Yakin deh, kita semua pasti bisa melakukan hal-hal di atas, agar senantiasa hidup sehat, bahagia, dan panjang umur. Semoga!

-


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Menolong Orang Lain Membantu Diri Sendiri
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Jumat, 30-Oktober-2009
Teman-teman, sebagai makhluk sosial, manusia dididik untuk mematuhi serangkaian peraturan dan norma dalam menjalani hidupnya. Salah satu hal yang selalu diajarkan pada kebanyakan orang sejak kecil adalah kebiasaan untuk menolong orang lain.

Nah, menurut para ahli, membantu/menolong orang lain termasuk ke dalam perilaku jenis "prososial" (atau lebih khusus lagi disebut sebagai "altruisme"). Walster dan Piliavin (1972) mendefinisikan altruisme sebagai perilaku menolong yang sukarela, menuntut pengorbanan dari pelakunya, dan digerakkan oleh sesuatu di luar harapan untuk mendapatkan keuntungan material ataupun keuntungan secara sosial (misalnya dipandang baik oleh lingkungan).

Perilaku prososial biasanya muncul saat seorang manusia menyadari bahwa ada pihak lain yang mengalami kesulitan. Kebiasaan ini akan tertanam di dalam diri manusia dan akan muncul secara otomatis saat melihat sesama yang membutuhkan.

Lantas, apa gunanya menolong orang lain? Menurut Dinastuti, M.Psi, psikolog bidang klinis, dosen, sekaligus trainer di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, salah satu kegunaan yang sangat jelas dari membantu orang lain adalah bahwa perilaku tersebut membuat pelakunya merasa lebih baik. Karena tanggungjawab sosial yang tertanam di dalam diri kebanyakan orang, menolong orang lain terasa "melegakan" karena berarti mereka telah menjalankan sebagian dari tanggungjawab mereka sebagai anggota masyarakat.

Jika ada saudara dekat yang anaknya masuk rumah sakit, menjenguk dan menyumbangkan sedikit uang bagi mereka akan membuat orang mereka telah berbuat sesuatu. Ada perasaan berguna dan berharga saat seseorang berhasil menolong mereka yang membutuhkan.

Menolong orang lain juga terkait dengan nilai-nilai yang dianut oleh seseorang, termasuk nilai-nilai pribadi serta keagamaan yang mendorong pengikutinya untuk selalu melakukan perbuatan baik.

Menolong orang lain yang memiliki latar belakang yang berbeda dengan diri kita juga dapat membantu kita belajar serta memahami hal-hal baru. Manfaat yang lain dari menolong orang lain adalah memberikan tantangan bagi diri sendiri, terutama jika situasi dan kondisi yang harus dihadapi saat itu relatif sulit. Para relawan yang terjun langsung pada saat terjadi bencana alam, aksi terorisme, perang ataupun kerusuhan tentu tahu akan bahaya yang menghadang mereka.

Jangan lupa, menolong orang lain pun dapat memberikan teman, pengetahuan, pengalaman, dan bahkan mengubah pandangan hidup kita.

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Jalan Kaki yang Menyehatkan
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Selasa, 01-Desember-2009
Apakah Anda ingin memiliki tubuh yang selalu sehat dan bugar? Salah satu cara terbaik untuk mendapatkannya adalah dengan rutin berolahraga. Namun, para pekerja di kota-kota besar sering merasa kesulitan meluangkan waktu untuk berolahraga. Alasan paling yang paling sering terdengar: sibuk.

Kini, Anda tak bisa lagi beralasan "sibuk" untuk tidak berolahraga. Para ahli kesehatan (khususnya dari Amerika Serikat) telah menemukan olahraga yang mudah, murah, ringan, sekaligus amat bermanfaat bagi kesehatan, yaitu jalan kaki!

American Journal of Kidney Diseases dan Duke University Medical Center, dalam studi terbarunya, menyatakan bahwa jalan kaki 30 menit sehari bisa mencegah metabolik sindrom (sekumpulan faktor risiko terhadap penyakit jantung, diabetes, dan stroke termasuk obesitas di bagian perut, tekanan darah tinggi, kolesterol juga kadar gula darah yang meningkat).

Hasil studi lain dipublikasikan oleh American Medical Association, National Sleep Foundation, Universitas Texas, Universitas Brown, dan Universitas Pittsburgh. Secara singkat, mereka menyatakan bahwa berjalan kaki selama 30 menit dalam sehari, yang dilakukan secara teratur setiap hari bisa :
-mengurangi bahaya risiko terkena kanker payudara sebesar 10-30 persen,
-membuat tidur lebih nyenyak karena tubuh akan terasa nyaman setelah digerakkan (namun jangan dilakukan 2 jam menjelang tidur),
-membuat kita merasa lebih bahagia (karena tubuh kita lebih banyak memproduksi endorphin, yaitu semacam hormon yang membuat orang menjadi bahagia),
-mengurangi berat badan sebanyak kurang lebih 11,3 kilogram dalam setahun,
-membuat otak menjadi tetap aktif dan mengurangi risiko terkena penyakit alzheimer, serta
-mengurangi keropos tulang (karena berjalan kaki menggunakan 95 persen otot tubuh, dan hal ini akan membuat tulang kita lebih kuat dalam menahan beban tubuh).

Berikut adalah berbagai cara agar Anda bisa melakukan aktivitas berjalan kaki di sela-sela kesibukan atau rutinitas harian:

- Bangun lebih pagi dan pilih jalan memutar menuju kantor/kampus.
Jalan memutar akan memaksa Anda untuk berjalan kaki. Usahakan setiap hari berjalan kaki selama 20-30 menit atau sekitar 3.000 - 5.000 langkah.

- Jika mungkin, kenakan sepatu khusus untuk olahraga.
Percaya deh, dengan alas kaki yang tepat, aktivitas berjalan kaki akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

- Berjalanlah saat berbicara memakai ponsel.
Jangan hanya duduk ketika Anda menelepon klien, rekan, atau teman. Lakukan sambil berjalan atau memutari ruangan beberapa saat. Gunakan bluetooth earphone, jika Anda merasa tidak nyaman menempelkan ponsel terlalu lama di telinga.

- Lakukan aktivitas jalan kaki bersama hewan kesayangan.
Menurut penelitian di Kanada, seseorang yang memelihara anjing berjalan rata-rata 300 menit per minggu. Sedangkan yang tidak memiliki anjing hanya berjalan 168 menit per minggu. Dengan bermain bersama hewan kesayangan bisa membuat Anda berolahraga tanpa disadari.

- Cobalah melakukan "belanja mingguan
Jika biasanya Anda "belanja bulanan", kali ini lakukan "belanja mingguan". Berjalan menyusuri lorong-lorong di pasar swalayan atau toko serba ada, misalnya, bisa menjadi aktivitas jalan kaki menyenangkan.

- Hitung langkah Anda!
Gunakan alat penghitung langkah (pedometer) untuk melakukan aktivitas ini. Dengan mengetahui jumlah langkah, seseorang akan lebih termotivasi berjalan kaki. Apalagi, jika ia memiliki target-target tertentu untuk dicapai/ dipecahkan!

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Tips Meningkatkan Konsentrasi Kerja
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Kamis, 17-September-2009
Masalah konsentrasi kerap mengganggu kita-khususnya pekerja kantor. Saat sedang menyelesaikan tugas, misalnya, pikiran kerap melayang ke mana-mana. Akhirnya, produktivitas menurun dan kinerja dianggap buruk karena tidak mampu memenuhi tenggat waktu.

Bagaimana cara meningkatkan konsentrasi saat bekerja? Para ahli, melalui berbagai situs, mencoba memberikan solusi untuk Anda! Inilah beberapa di antaranya.

•Buat meja kerja Anda senyaman mungkin agar lebih mudah berkonsentrasi saat bekerja.

•Pastikan meja kerja Anda hanya untuk bekerja! Jika Anda ingin istirahat atau makan, jangan lakukan di tempat tersebut.

•Atur benda-benda yang ada di meja, agar tidak merusak konsentrasi kerja. Telepon genggam, misalnya, sebaiknya diatur volumenya agar tidak terlalu keras atau diset ke "nada getar".

•Letakkan barang-barang yang sering Anda gunakan di tempat yang mudah terjangkau. Jangan sampai Anda harus berdiri hanya untuk mengambil kertas atau pulpen!

•Pasang target kapan Anda harus menyelesaikan pekerjaan tersebut.Buat tenggat berdasarkan jam (1 atau 2 jam untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan). Beri apresiasi untuk diri Anda sendiri jika mampu menyelesaikan tenggat tersebut!

•Rencanakan kegiatan lain yang harus dilakukan agar Anda bisa mengatur waktu, atau bekerja lebih cepat lagi untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

•Bekerjalah jika memang sudah waktunya Anda bekerja.

•Bisa juga, Anda bekerja di dekat orang yang memiliki konsentrasi kerja yang baik atau yang Anda kagumi cara kerjanya. Hal ini akan memotivasi atau mendorong Anda untuk menyamai kinerjanya.

•Ambil waktu jeda. Dengan mengistirahatkan otak sejenak, Anda akan lebih mudah untuk berkonsentrasi saat kembali bekerja.

•Ciptakan ketertarikan pada pekerjaan tersebut, hingga Anda otomatis akan berkonsentrasi penuh untuk mengerjakannya.

•Tulis ide atau langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dengan menulisnya, Anda akan lebih fokus, meski saat itu daya konsentrasi Anda mungkin sudah menurun.

•Hindari pikiran bahwa Anda akan mendapatkan waktu tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Tetaplah patuh pada jadwal yang sudah Anda buat, apa pun yang terjadi.

Sebagai tambahan, ada kiat khusus dari para peneliti di Universitas Michigan, Amerika Serikat. Menurut mereka, berjalan-jalan di lingkungan yang masih alami, seperti taman atau alam bebas, tidak hanya bagus untuk paru-paru, tapi juga baik untuk meningkatkan konsentrasi.

Para ahli menambahkan,daya ingat dan konsentrasi seseorang akan meningkat 20 persen bila kita secara rutin berjalan-jalan di taman atau alam bebas. Sebab, alam memberikan efek "damai" pada kita, sehingga akhirnya otak bisa mengolah proses informasi dengan lebih baik. Pikiran kita pun tidak akan mudah teralihkan lagi, saat bekerja.

Mau mencoba kiat-kiat di atas?

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
7 Tips Meningkatkan Produktivitas Kerja
Penulis : Team Andriewongso.com
Selasa, 04-Agustus-2009
Banyak hal yang dapat menentukan produktivitas kita sebagai seorang pekerja di kantor. Salah satunya adalah suasana dan penataan ruangan. Semakin sehat dan nyaman penataannya, makin baik produktivitas karyawan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda usahakan di kantor.

1. Miliki sandaran tempat duduk yang nyaman. Kursi yang nyaman adalah kursi yang bisa menyangga punggung bagian bawah dan bisa diatur ketinggiannya. Usahakan agar lutut Anda bisa berada dalam keadaan lurus dan telapak kaki bisa menjejak lantai dengan pas. Pastikan juga saat mengetik, Anda duduk tegak dan lengan Anda bisa beristirahat.

2. Atur jarak monitor dengan Anda. Leher dan mata akan terasa lelah jika terlalu dekat atau terlalu jauh dari monitor. Jarak ideal antara monitor dengan Anda adalah antara 45-70 cm, dengan posisi sejajar pandangan mata yang lurus. Untuk menghindari kelelahan mata, jangan taruh komputer membelakangi jendela yang terang. Perlu diingat pula, usahakan agar tulang belakang Anda tetap lurus saat menghadapi komputer. Jangan menempatkan layar dan keyboard komputer menyerong di meja. Lama-kelamaan ini akan menimbulkan masalah pada tulang punggung Anda.

3. Gunakan kubikel dan sekat untuk memisahkan ruang Anda dengan rekan kerja lain. Privasi dan suasana yang tenang bisa membuat Anda lebih konsentrasi dalam bekerja.

4. Atur pencahayaan di ruangan kantor Anda. Cahaya yang cukup dan tidak berlebihan bisa memberikan semangat pada Anda untuk bekerja lebih giat. Terlalu gelap akan membuat kita sulit bekerja. Sebaliknya, terlalu banyak sinar dari lampu juga tak baik untuk kreativitas. Upayakan juga agar masih ada sinar matahari di dalam ruangan.

5. Hindari cedera pada leher karena terlalu banyak mengapit gagang telepon dengan pundak dan telinga Anda. Sebaiknya Anda membeli headset saja. Selain memberi Anda keleluasaan bergerak saat menelepon di kantor, Anda juga terhindar dari cedera.

6. Cari suhu/temperatur yang paling tepat dari pendingin udara untuk seluruh karyawan di ruangan Anda bekerja. Temperatur yang tepat amat baik untuk membantu Anda bekerja sebaik-baiknya. Terlalu dingin akan membuat otak Anda susah bekerja. Terlalu panas sehingga berkeringat pun akan membuat Anda tidak nyaman dalam bekerja.

7. Terakhir, kenangan-kenangan manis dari orang-orang yang memotivasi Anda untuk bangun dan bekerja setiap hari tentu amat patut disimpan di meja kerja. Maka, letakkan foto orang-orang terkasih (orangtua, pasangan hidup, kekasih, teman, saudara, dll) - plus hewan peliharaan Anda - di atas meja Anda.

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Perempuan Penakluk Samudra Atlantik
Penulis : Team Andriewongso.com
Selasa, 03-Maret-2009
Perempuan pemberani itu bernama Jennifer Figge (56 tahun), atlet dan petualang asal Amerika Serikat. Ia perempuan pertama yang mampu berenang melintasi Samudra Atlantik.

Figge mulai berenang melintasi Samudra Atlantik pada pertengahan Januari 2009. Tepatnya pada 12 Januari, dari Kepulauan Tanjung Verde yang ada di lepas pantai barat Benua Afrika. Ia tiba Trinidad, kawasan Karibia, pada tanggal 5 Februari 2009. Jika dihitung secara kasar, Figge telah berenang sejauh 1.127 kilometer selama 24 hari. Setiap hari, ia berada di air selama kurang lebih 8 jam. Ia telah melawan angin kencang dan ombak setinggi 9 meter, juga bersua dengan ikan paus, lumba-lumba, dan kura-kura. Syukurlah, Figge bukan perempuan penakut. Dan, ia tidak harus bertemu dengan ikan hiu!

Sekadar tahu, Figge telah memiliki cita-cita berenang melintasi Samudra Atlantik sejak umur 11 tahun. Saat itu, ia berada di dalam pesawat terbang, pergi dari Amerika Serikat ke Italia bersama ibunya, penyanyi opera profesional. Mereka melintasi Samudra Atlantik. Ketika diberitahu bahwa mereka sedang melintasi Samudra Atlantik yang bergelora karena badai, segera saja keinginan itu tercetus dalam benaknya.

Untuk mendukung cita-citanya, yang tidak pernah padam, Figge rajin memelihara kebugaran dan daya tahan tubuhnya. Ia berhenti merokok dan berolahraga secara rutin.
Prestasi ini tidak membuat Figge puas diri dan berhenti berprestasi. Katanya, ia masih ingin berenang dan membuat pencapaian lain. Tunggu saja berita baik darinya!

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Jadilah Yang Terbaik Apa Pun Profesi Anda
Penulis : Elidjen
Rating Artikel :
Senin, 05-Mei-2008
Terkadang kita menjumpai orang yang merasa bahwa pekerjaannya tidak berarti. Ada juga yang bahkan merasa malu dengan pekerjaannya. Kalau pekerjaan yang dilakukan adalah kriminal atau pekerjaan yang tidak halal, maka wajarlah kalau timbul perasaan bahwa pekerjaan tersebut tidak berarti bahkan malu dengan pekerjaan tersebut.

Tidak jarang orang merasa pekerjaannya tidak berarti bahkan malu dengan pekerjaannya sementara pekerjaannya adalah pekerjaan yang halal dan jelas-jelas tidak melanggar hukum. Apa yang menyebabkan orang-orang ini merasa pekerjaannya tidak berarti dan bahkan ada yang malu dengan pekerjaannya? Besar kemungkinan bahwa pekerjaan tersebut bukanlah pekerjaan yang diinginkan atau diharapkan. Kalau memungkinkan carilah pekerjaan yang diinginkan atau diharapkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa prestasi memang akan lebih muda diukir apabila seseorang bekerja pada bidang pekerjaan yang diminatinya atau membuatnya bergairah (passion) atau bidang pekerjaan yang ia ahli (strength).

Kalau pekerjaan yang diharapkan tersebut belum juga didapatkan, anggaplah bahwa pekerjaan tersebut bersifat sementara dan lakukanlah pekerjaan tersebut dengan sebaik-baiknya karena hanya dengan cara itu kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan akan didapatkan. Bukankah ada seorang yang dulu profesinya sebagai pedagang asongan yang dalam perjalanan hidupnya bahkan bisa menjadi seorang menteri di negeri ini.

Martin Luther King, Jr. pernah mengingatkan "Kalau seseorang terpanggil menjadi tukang sapu jalanan hendaknya ia menyapu jalanan seperti Michaelangelo melukis, atau Beethoven menggubah musik, atau Shakespeare menulis puisi. Hendaknya ia menyapu jalanan demikian baiknya sehingga semua penghuni surga dan bumi akan terbangun dan berkata, di sini pernah hidup seorang penyapu jalanan yang hebat yang melakukan tugasnya dengan baik." Tampaknya nasihat Martin Luther King, Jr. dipahami betul oleh pedagang asongan yang telah menjadi menteri tersebut.

Continental Airline yang telah mengalami kondisi krisis selama 10 tahun yang berada diujung kematian saja bisa dirubah oleh Gordon Bethune yang ditunjuk menjadi CEO-nya pada tahun 1994 menjadi salah satu perusahaan penerbangan terbaik di Amerika Serikat dengan melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan. Kalau di perusahaan yang yang kondisinya demikian saja Gordon Bethune bisa melakukan yang terbaik, itu berarti menjadi yang terbaik di perusahaan yang berada dalam kondisi baik akan lebih mudah untuk dicapai.

Dengan senantiasa melakukan yang terbaik, maka probabilitas untuk kehilangan kesempatan (opportunity loss) akan semakin kecil. Peka terhadap peluang ketika peluang itu datang saja tidaklah cukup karena tanpa melakukan yang terbaik walaupun peluang diambil pastilah hal itu tidak akan bertahan lama.

Ingatlah apa yang pernah dikatakan oleh filsuf bernama Seneca bahwa kemungkinan sebenarnya adalah pertemuan antara kesempatan dan persiapan (luck is what happens when preparations meets opportunity). Jadi, persiapkanlah diri Anda dengan selalu melakukan yang terbaik dengan demikian apabila kesempatan datang Anda betul-betul siap menjemput kesempatan tersebut. Perjalanan untuk menjadi yang terbaik tentulah tidak bisa dicapai sekejap mata namun melalui sebuah proses panjang yang harus dilalui. Jadi persiapan diri Anda sebaik-baiknya sehingga sewaktu kesempatan datang Anda betul-betul sudah siap. Sukses bukanlah suatu kebetulan melainkan milik mereka yang mempersiapkan diri, oleh karena itu tidak mengherankan kalau dikatakan bahwa keberuntungan adalah pertemuan antara persiapan diri dan kesempatan.

Les Brown , "to achieve something you have never achieved before, you must become someone you have never been before." Untuk mencapai sesuatu yang belum pernah Anda capai, Anda harus menjadi orang yang berbeda dari sebelumnya. Komitmen untuk melakukan yang terbaik merupakan syarat mutlak untuk menjadi yang terbaik karena hanya dengan komitmen yang kuatlah berbagai rintangan yang menghadang tidak akan mampu menghalangi pencapain terbaik yang mungkin. Ronald E. Osborn menegaskan, "Jika Anda tidak berusaha melakukan sesuatu melampaui apa yang sudah Anda kuasai, Anda tidak akan berkembang."Jangan pernah berharap untuk bekerja dengan pola-pola yang sama yang notabene kurang baik untuk menikmati hari esok yang lebih baik. Anda dapat mengubah masa depan Anda dengan cara mengubah kebiasaan Anda untuk melakukan yang terbaik. Lakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan dan jangan menunda-nunda apa yang bisa Anda lakukan.

Mari kita simak puisi berikut ini:

Kalau tak dapat menjadi cemara di puncak bukit
Jadilah perdu di lembah; tetapi jadilah
Perdu kecil yang terbaik di samping bukit;
Jadilah semak kalau jika engkau tak mampu menjadi pohon.

Kalau engkau tak dapat menjadi semak, jadilah segerombol rumput
Dan menjadikan jalan raya menjadi lebih meriah
Kalau tidak mampu menjadi ikan besar jadilah ikan kecil,
Tetapi ikan kecil yang paling bergairah di danau.

Tidak mungkin semua menjadi kapten, kita harus menjadi awak kapal,
Ada sesuatu bagi kita semua. Ada pekerjaan besar ada pula yang kecil
Dan tugas pertama yang harus kita kerjakan adalah yang terdekat.

Kalau tidak mungkin menjadi jalan raya maka jadilah jalan setapak;
Kalau tidak mungkin menjadi matahari jadilah sebuah bintang;
Bukan ukuran yang menentukan anda menang atau kalah.
Tetapi jadilah yang terbaik apa pun peran anda.

Sumber: Douglas Malloch, "Be the Best of Whatever You Are", dari The Best Loved Poems of the American People (Garden City, N.Y.: Garden City Publishing Company, 1936), hal.102) yang juga diikutip oleh Marck R. Douglas dalam bukunya How to Make A Habit of Succeeding, hal.3-4.

Ya, jadilah yang terbaik apa pun peran atau profesi Anda, maka tak pelak lagi kesuksesan pun akan menjadi milik Anda.


--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Hidup Adalah Djoeang
Penulis : Erika
Rating Artikel :
Jumat, 23-Mei-2008
Baru-baru ini saya kehilangan seseorang yang pernah menjadi rekan saya dalam beberapa tim. Sungguh sebuah keberuntungan bagi saya karena pernah bekerjasama dengannya. Panggilannya adalah Imo.

Satu hal yang sangat terkenang bagi saya ketika saya tergabung dalam sebuah kepanitiaan event yang memegang 3 bidang (publikasi, dokumentasi, dan dekorasi) sekaligus dan berkesempatan ber-partner Imo. Ketika itu saya sedang berada dalam kondisi sangat lelah sekali karena tanpa sadar bahwa saya telah overload dalam mengikuti berbagai kegiatan.

Pada waktu itu saya ingin menyerah dan berhenti saat itu juga karena beban emosi yang berusaha saya anggap lalu serta keterbatasan sumber daya manusia pada event tersebut. Saya telah pasrah, terserah mungkin orang akan menilai saya tidak bertanggungjawab dkk. Saat itu perasaan serta semangat saya sudah campur aduk serta down sekali.

Setelah saya dapat menenangkan diri , kemudian saya tetap datang ke sekretariat Dan Imo telah berada di sana. Saya masuk dan dalam beberapa menit hanya terdiam melihat seonggokan karton, kertas, botol aqua, dkk yang bertebaran di lantai pada waktu itu. Pada waktu itu benar-benar tidak terlintas di benak saya bahwa seharusnya saya bertindak sebagai seorang pemimpin yang mendorong semangat partner.

"Erika, kemarin Imo ke sini.. Tapi Erika ‘ga ada.. Mau diapain lagi ‘ni?", kata Imo. Dan dia dengan sigapnya mencari gunting dkk. "Mo.. Kamu capek ‘ga sih? Kita sejauh ini cuman berdua.. Yang lain tiba-tiba banyak yang menghilang dan liburan... Kita juga nyerah aja yuk.. Ngapain capek-capek.." , timpal saya. Karena toh kalau pekerjaan dikerjakan dengan beban dan kekurangan orang juga tidak akan maksimal. Di satu sisi, saya sangat perfeksionis dan ingin yang terbaik serta rasa cinta saya pada organisasi tersebut. Namun di sisi lain, saya tidak dapat mengingkari bahwa saya lelah terutama secara mental.

"Eh, ‘ga boleh gitu..Udah biarin aja yang lain.. Gimana pun juga kita tetap berjuang melakukan yang terbaik donk..Gak usa dipikirin yang negatif... Hidup adalah Djoeang.. ", jawab Imo sambil tersenyum. Dan jawaban dia dapat membuat saya tertawa serta mengembalikan semangat saya. Kenapa? Karena ‘Djoeang' adalah bagian dari nama lengkap si Imo. Dan jayusan itu (anggapan saya pada waktu itu) telah berulangkali dia lontarkan selama saya berkesempatan 1 tim dengan dia. Saya cukup heran karena bagaimana mungkin si Imo ini tetap bersemangat di kala deadline bertumpuk serta kondisi yang seharusnya cukup melelahkan karena pekerjaan 3 bidang sebagian besar dilakukan oleh Imo dan saya.

Dan saat itulah saya belajar dari seorang Imo bahwa apapun yang terjadi, the show must go on. Dan benar bahwa hidup ini memang perjuangan. Ketika kita memilih untuk mengawali perjuangan tersebut, maka kita pun harus berjuang untuk mengakhirinya dan melawan rintangan yang ada. Ketika rasa down, malas, dkk merintangi kita.. Sebenarnya pada saat itu kita mempunyai 2 pilihan.. Pilihan untuk tetap maju dan mencapai garis akhir atau menyerah di tengah jalan. Ketika kita menyerah di tengah jalan, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Yang ada hanyalah sebuah kegagalan dan bukan hal mustahil apabila kita tetap terjebak ke dalam emosi negatif. Atau kita dapat memilih untuk mencari dan fokus pada hal positif sekecil apa pun itu dan memandang ke depan (bukan menoleh ke belakang) , kemudian kita dapat berhasil mencapai target utama walaupun mungkin tidak sesempurna impian kita. Selain itu juga, se-lelah apa pun Imo, namun dia memilih untuk tersenyum dan bukan mengeluh.. Dan senyum itu dapat mengandung berbagai macam makna bagi orang yang melihatnya. Semangat hidupnya menjadi sebuah pembelajaran yang berarti.

Hingga akhir hidupnya pun, Imo telah membuktikan bahwa hidup ini memang perjuangan. Dia memilih untuk berjuang sendiri melawan penyakitnya dan tidak mengeluh. Ketika terakhir kali saya bertegur sapa dengan wajahnya yang cukup pucat, dia tetap tersenyum. Sungguh saya tidak mengira bahwa itulah senyuman terakhir yang dapat saya lihat darinya. Hidup adalah Djoeang.

- Terinspirasi dari pengalaman pribadi.Djohanes Greimon Djoeang, terimakasih karena saya dapat mengenal belajar banyak selama hidupmu. -

Salam,

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Tinggalkan Masa Lalu
Penulis : Agus Putranto, S.Kom, MT, MSc - Biro Kemahasiswaan Bina Nusantara
Sabtu, 17-November-2007
Pergantian pengurus, adalah sesuatu yang wajar. Presiden Indonesia sudah berubah dari Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, dan sekarang yang menjabat SBY. Begitupula gubernur, walikota, rektor, dekan dan ketua jurusan, selalu ada masanya. Entah karena disebabkan usia, penyakit, keaktifan dan lain sebagainya.

Selalu setelah pergantian pengurus, orang yang pernah berhubungan dengan pengurus lama, akan selalu membandingkan kelebihan dan kekurangan dari pengurus yang baru.

Bukan cuma mahasiswa yang membandingkan, tetapi begitu pula dengan karyawan. Dan yang heran lagi orang di luar kampus pun bisa membandingkan.

Pertanyaan yang sering kita jumpai : "Bagaimana sekarang setelah dipimpin oleh X". Pertanyaan tsb masih wajar, tetapi ada komentar yang menghakimi "Kemajuan itu diperoleh dari pengurus yang lama bukan hasil dari pengurus sekarang".

Jika membandingkan apa yang baik dari pengurus yang baru, ini pertanda baik. Tetapi biasanya orang akan membandingkan kekurangan, atau ketidak sesuaian pengurus baru dari pengurus lama. Ini yang berbahaya. Karena yang membandingkan akan cenderung melihat yang jelek, jelek dan yang jelek.

Dan kejelekan pengurus yang lama akan tertutupi, karena melihat pengurus sekarang lebih parah dan jelek. Misalnya : tidak berani mengambil keputusan, anggota yang kurang displin dibiarkan saja, pengurus baru tidak mengetahui keadaan Dan ingin kembali ke pengurus yang lama.
Jika kita melihat kejelekan secara terus menerus, maka hati kita akan cemas, bagaimana dengan masa depan diri kita, organisasi kita, kampus kita, bahkan negara kita. Kemudian hal ini akan berdampak pada apa yang kita kerjakan, kita menjadi malas, ogah-ogahan jika diperintah dengan pengurus baru, kita kadang merasa lebih tahu segalanya, tidak mau diperintah karena lebih senior, tidak mau mengikuti aturan yang dibuat oleh pengurus baru, dll. Tinggalkan masa lalu, raih masa depan.

Tetapi untuk kembali ke yang lama, hal ini tidak dimungkinkan. Kita tidak mungkin untuk kembali ke jaman orde baru, atau orde lama. Tetapi yang bisa kita lakukan adalah melihat ke depan. Apa yang akan dicapai hari ini dan hari hari selanjutnya.
Apa yang sudah digariskan dan ditetapkan oleh Tuhan, kita tidak boleh mencelanya. Menurut kita jelek, tetapi menurut Tuhan baik. Tuhan adalah pencipta kita, penguasa bumi dan isinya. Pemimpin kita dapat menjadi pemimpin juga karena sudah digariskan dan dipilih oleh Tuhan. Mungkin pemimpin kita juga keberatan saat ditunjuk oleh rekan-rekannya, tetapi karena sudah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin, maka dilaksanakanlah. Sehingga kita akan merasa bahwa pemimpin sekarang adalah perintah Tuhan. Jadi kita sebaiknya menghormati mereka. Kalau kita merasakan pemimpin kita yang sedang menjabat, mereka akan bingung untuk melakukan tindakan yang mungkin tidak menyenangkan orang lain. Mereka akan berpikir 2 atau bahkan lebih, sebelum mereka bertindak. Hal ini terjadi, karena mereka belum 100% beradaptasi dengan jabatan yang baru. Kadang kala, pemimpin baru tidak tahu bahwa mereka ada kekurangan. Kita yang tahu kekurangannya, berilah informasi ke mereka. Pemimpin juga banyak gangguan, antara lain korupsi waktu, uang dll. Maka kita berhak menjaga pemimpin kita agar bergerak / bertindak dengan arif dan bijaksana. Kita akan menjadi orang yang berdosa, karena kita tahu dan membiarkan orang lain melakukan kesalahan. Jadi kita sebagai orang bawahan, - Tinggalkan masa lalu, raih masa depan.

Sehingga kita bisa
- Lihat ke depan, berjalan dengan tegak, dan cari tujuan yang harus kita capai.

Dan untuk menjaga pemimpin kita, maka kita wajib
- Lindungi pemimpin kita dari godaan atau gangguan kejelekan, beri tahu hal-hal yang menyimpang.

Oleh :

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Hikmah Cedera
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Minggu, 04-April-2010
Konon, segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Bintang lapangan hijau David Beckham (34 tahun) telah membuktikannya.

Karena mengalami cedera, Becks diwajibkan tim dokter beristirahat selama 6 bulan. Ia tidak boleh berlatih dan bertanding untuk sementara agar cepat pulih. Maka, pria asal Inggris ini jadi lebih sering menghabiskan waktu di rumah. Dan hikmahnya, ia jadi punya waktu lebih banyak untuk dirinya sendiri, juga keluarganya.

David Beckham

"David sekarang punya hobi memasak. Dia belajar banyak waktu tinggal di Italia dan sekarang dia punya banyak waktu untuk fokus, menekuni hobi barunya tersebut," ujar seorang sumber.

Nah saat ini, Becks, beserta tiga putranya (Brooklyn, Romeo, dan Cruz) merencanakan sebuah kejutan untuk istri dan ibu tersayang, Victoria.

"Tanggal 17 April nanti, Victoria akan berulang tahun ke-36 dan David berharap anak-anaknya sudah belajar cukup banyak dan bisa memasak sesuatu untuk ulang tahun Victoria nanti," kisah sumber yang sama. "Maka, David praktik masak di depan anak-anaknya, khususnya cara memasak hidangan sederhana dan mereka terlihat sangat bersuka cita di dapur."

Banyak pihak menduga, Becks dan anak-anaknya akan menghidangkan makanan khas Italia untuk ‘hari besar' tersebut. Sekadar tahu, dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Becks pernah mengaku bahwa ia ikut kursus masak tiga kali seminggu saat tinggal di Milan, Italia.

"Meski pertandingan di Serie A berjalan ketat dan padat, saya berusaha untuk mendapat pengalaman maksimum di sini! Maka, saya meluangkan waktu untuk mengikuti sejumlah les memasak," cerita Becks, pada saat itu. "Saya suka sekali masakan Italia dan belum pernah makan makanan yang buruk sejak berada di Italia, jadi saya memutuskan untuk belajar bagaimana membuat pasta segar, risotto, dan yang lainnya. Kemudian, saya akan berusaha membuatkan masakan tersebut untuk keluarga dan rekan-rekan saya!"

Hmmm..., boleh coba, Becks?


--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Spesial: All England Ke-100
Penulis : Team Andriewongso.com
Selasa, 09-Maret-2010
Mulai hari ini hingga 14 Maret 2010, turnamen bulu tangkis All England mulai digelar. Kini, All England memasuki tahun istimewa. Tahun ini merupakan penyelenggaraannya yang ke-100 kali.
Meski mulai diselenggarakan pada tahun 1899 (111 tahun lalu), turnamen ini sempat terhenti beberapa kali dalam dua periode, yaitu selama Perang Dunia I (1915-1919) dan Perang Dunia II (1940-1946). Setelah itu penyelenggaraan tak pernah putus hingga sekarang.

Sebelum para pemain Asia mendominasi, kejuaraan ini dikuasai oleh pemain-pemain Eropa. Dari jajaran pemain legendarisnya, sejumlah nama datang dari Benua Biru ini seperti Sir George Alan Thomas (Inggris) dengan 21 gelar, Frank Devlin (Republik Irlandia) dengan 18 gelar, dan Erland Kops (Denmark) dengan 11 gelar.

Di jajaran legenda bulutangkis modern muncul pebulu tangkis Indonesia, Rudy Hartono yang menjuarai All England sebanyak 8 kali. Di antara para legenda tadi hanya Rudy yang menjuarai All England di tunggal putra sebanyak 8 kali, sedangkan yang lainnya mengumpulkan juara dari tunggal, ganda, dan ganda campuran dengan jumlah juara di tunggal putra tak lebih dari 7 kali.

Pertaruhan Taufik Hidayat

Tahun ini, beberapa pebulu tangkis Indonesia yang masuk daftar unggulan All England 2010. Di nomor ganda campuran, pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir ditempatkan sebagai unggulan kedua; disusul dengan pasangan Hendra Aprida Gunawan/ Vitta Marisa di urutan kedelapan. Sementara itu di nomor tunggal putra, Taufik Hidayat diunggulkan di posisi keempat. Info untuk Anda, unggulan pertama ditempati Lee Chong Wei (Malaysia) disusul oleh Lin Dan dan Chen Jin-keduanyadari China.

Bagi Taufik sendiri, All England menyimpan ambisi tersendiri. Sepanjang kariernya ia belum pernah menjuarai All England. Itulah yang akan memacu Taufik untuk bisa menjadi juara All England untuk yang pertama kalinya!

Dan tentunya, secara umum, kita berharap pemain Indonesia bisa merebut gelar juara di turnamen ini. Baik mereka yang diunggulkan, maupun tidak. Selamat berjuang dan tetap optimis!


--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Jadikan Impian Anda Kenyataan
Penulis : Elidjen - Student Affair Manager Universitas Bina Nusantara
Rating Artikel :
Kamis, 24-Mei-2007

Seorang anak laki-laki bernama Monty Robert yang duduk di bangku SMU mendapat tugas dari gurunya untuk membuat karangan mengenai cita-citanya. Ia pun menulis karangan setebal tujuh halaman yang memaparkan tujuannya untuk memiliki suatu peternakan secara terperinci dan ia bahkan menggambarkan sebuah sketsa tentang peternakan seluas dua ratus acre, yang memperlihatkan lokasi seluruh bangunan, kandang, dan jalur pacuan. Kemudian ia melukis denah yang mendetil untuk rumah seluas empat ribu kaki persegi yang akan terletak di peternakan dambaan hati seluas dua ratus acre itu. Ia benar-benar mencurahkan isi hatinya ke dalam subyek itu dan pada keesokan harinya ia menyerahkan karangan itu kepada gurunya. Dua hari kemudian ia menerima tulisannya kembali.

Di halaman depan tertera huruf F besar dengan catatan yang berbunyi, ‘Temui aku seusai jam sekolah.’

Guru itu berkata, “Ini adalah impian yang tidak realistis untuk anak muda seperti kamu. Kamu tidak punya uang. Kamu tidak memiliki sumberdaya. Peternakan kuda menuntut banyak uang. Kamu harus membeli tanah. Kamu harus membayar harga kuda bibit yang asli, kemudian kamu juga harus mengeluarkan biaya untuk kuda pacek yang mahal. Kamu sama sekali tak akan pernah dapat melakukannya.’

Lantas si guru menambahkan, ‘Kalau kamu mau menulis ulang karangan ini dengan tujuan yang lebih membumi, aku akan meninjau kembali nilaimu.’

Anak laki-laki itu pulang dan berpikir keras lama sekali tentang hal itu. Ia bertanya kepada bapaknya mengenai apa yang sebaiknya ia tempuh. Bapaknya berkata, ‘Camkan, Nak, kamu harus membulatkan tekadmu tentang ini. Bagaimana pun, aku pikir ini adalah keputusan yang sangat penting bagimu.’

Akhirnya setelah menimbang-nimbang selama seminggu, anak itu menyetorkan tulisan yang sama, tidak membuat perubahan sedikit pun.

Ia berkata, ‘Anda dapat mempertahankan nilai F itu dan saya akan mempertahankan impian saya.’

Impian yang dinilai tidak realistis oleh guru tersebut ternyata bisa dicapai oleh Monty. Suatu waktu ternyata guru tersebut sempat membawa tiga puluh orang anak berkemah di tanah peternakannya yang berdiri rumah seluas empat ribu kaki seperti yang dicita-citakannya.

Sumber: Chicken Soup for the Soul: Menjadi “Kaya” dan Bahagia Berhati-hatilah Anda dengan pencuri impian (dream stealer) karena orang-orang ini berada di sekitar Anda.
Pencuri impian seringkali mengatakan bahwa impian Anda tidak realistis. Jangan biarkan impian Anda menjadi rapuh karena pendapat seperti itu. Kejarlah impian Anda dan jangan sekali-kali mengejar impian orang lain yang dipaksakan kepada kita.

Monty Robert dalam cerita yang baru saja Anda baca berani mempertahankan impiannya walaupun ia harus menerima nilai F dan pada ahirnya ia membuktikan bahwa impiannya bisa terwujud tanpa harus terpengaruh oleh penilaian gurunya apalagi terpengaruh dengan berbagai alasan yang bisa menghambat kesuksesannya. Jika anda mempunyai impian itu berarti Anda sudah menempuh langkah pertama yang dibutuhkan untuk sukses karena sangat tidak mungkin Anda bisa mewujudkan impian Anda jika Anda sendiri tidak mempunyai impian.

Jika Anda belum mempunyai impian, temukan impian Anda. Bangunlah kepercayaan dalam diri Anda bahwa impian Anda bisa tercapai. Kepercayaan ini sangat dibutuhkan karena kepercayaan yang kuat akan menggerakkan pikiran Anda untuk mencari jalan dan sarana serta cara untuk mewujudkan impian Anda.

Kejarlah impian Anda dengan tindakan yang berkomitmen sehingga impian Anda tidak memudar atau bahkan mati. Seperti yang dikemukakan oleh Judy Wardell Halliday bahwa “Impian menjadi kenyataan saat kita menjaga komitmen kita terhadapnya.” Kembangkan sikap yang melampaui kemampuan Anda, maka impian Anda yang dikatakan orang lain mustahil tidak hanya mungkin tetapi juga pasti bisa Anda wujudkan. Pada tahun 1950, Walter Elias Disney atau yang kita kenal dengan nama Walt Disney mempunyai impian untuk membangun taman impian bagi anak-anak. Impian Walt ini dianggap gila oleh rekan-rekannya sesama pengusaha, namun Walt tetap dengan pendiriannya. Taman bermain ini akhirnya bisa diwujudkan pada tahun 1955 di Anaheim, California.

Pada waktu pembukaan, Walt Disney mengatakan dalam pidatonya bahwa “Kesuksesan dimulai ketika kita mulai mencipakan impian jauh ke depan. Dan saat kita berkomitmen untuk mencapai impian itu, maka selanjutnya impian itu yang akan menjadi magnet dan menarik kita ke sana.”

Eleanor Roosevelt pernah berkata, “The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams." Ya, masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka.

--

Tidak Mungkin Ada Sukses Tanpa Perubahan
Penulis : Elidjen - Student Affair Manager Universitas Bina Nusantara
Rating Artikel :
Rabu, 13-Juni-2007

Saya rasa semua orang sangat memahami bahwa untuk mencapai sukses mereka harus berubah. Tetapi mengapa cukup banyak orang yang begitu takut untuk berubah? Manusia adalah makhluk dengan kebiasaan.

Kebiasaan inilah yang akhirnya membentuk diri Anda sekarang ini walaupun seringkali Anda tidak benar-benar bahagia dengan apa yang Anda dapatkan. Hukum Kebiasaan mengatakan bahwa perilaku Anda diatur oleh kebiasaan Anda dan jika tidak ada keputusan yang jelas dari Anda atau rangsangan dari luar, maka Anda akan terus berperilaku sama.

Kebiasaan inilah yang menyebabkan banyak orang tidak ingin berubah. Mereka cenderung melakukan hal yang sama berulang-ulang bahkan ketika metode, strategi, atau prosedur yang digunakan tidak juga memberikan hasil yang didambakan. Mereka tidak ingin berubah karena perubahan dianggap menimbulkan ketidakpastian. Mereka memilih tidak berubah karena perubahan tidak selalu mengenakkan. Hal-hal inilah yang menyebabkan banyak orang yang tidak ingin berubah dan lebih memilih hidup dalam zona nyaman (comfort zone). Mereka memilih untuk tidak berubah atau tetap melakukan hal yang sama karena berpendapat bahwa lebih aman tidak berubah dan hasil yang akan didapatkan sudah pasti.

Pendapat ini sangat keliru karena tidak berubah sama tidak pastinya dengan kondisi bila perubahan dilakukan. Jika Anda tidak berubah atau terus saja melakukan apa yang selama ini Anda lakukan, sudah dapat dipastikan Anda akan selalu mendapatkan apa yang selama ini Anda dapatkan atau bahkan Anda tidak akan mendapatkan apa yang selama ini Anda dapatkan. Sangat tidak realistis jika Anda mengharapkan hasil yang berbeda sementara Anda tetap saja melakukan hal yang sama. Alasan yang terakhir inilah yang membuat orang-orang sukses dan perusahaan-perusahaan yang berkembang selalu berupaya untuk melakukan perbaikan terus-menerus atau yang berkelanjutan dan tidak pernah berakhir (continuous improvement and never ending improvement).

Perbaikan terus-menerus ini oleh bangsa Jepang disebut dengan istilah kaizen. Kata Kaizen dalam bahasa Jepang berarti “perbaikan terus-menerus.” Prinsip perubahan dengan perbaikan bertahap inilah yang menjadikan bangsa Jepang maju pesat terutama dalam perkembangan teknologinya. Milikilah hasrat untuk memperbaiki diri Anda terus-menerus yang akan membuat Anda terus bertumbuh dan berkembang mencapai potensi maksimal Anda. Prinsip perbaikan bertahap merupakan faktor keberuntungan kunci yang dapat Anda gunakan dalam pekerjaan. Mari kita simak kata-kata yang ditulis di atas batu nisan seorang Uskup Anglikan (1100 sebelum Masehi) dalam Kuburan Bawah Tanah Gereja Westminister Abbey yang juga dikutip oleh Soemarsono Soedarsono dalam bukunya Character Building Membentuk Watak.

THE WILLINGNESS TO CHANGE When I was young and free, And my imagination has no limits, I dreamed of changing the world, As I grew older and wiser, I discovered the world would not change, So I shortened my sights somewhat And decided to change only my country but it too seemed imovable, As I grew into my twilight years, In one last desperate attempt, I settled for changing only my family, Those closest to me, but alas, They would have none of it. And now as I lay on my deathbed, I suddenly realize If I had only change myself first, Then by example I might have changed my family From their inspiration and encouragement, I would then have been able to better my country, And who knows, I may have even change the world. (An Anglian Bishop, 1100 AD, as written in the Crypts of Westminster Abbey)

HASRAT UNTUK BERUBAH Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, Aku bermimpi ingin mengubah dunia, Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah, Maka cita-cita itupun agak kepersempit, lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku Namun tampaknya, Hasrat itu pun tiada hasil Ketika usiaku semakin senja, Dengan semangatku yang masih tersisa kuputuskan untuk mengubah keluargaku, Orang-orang yang paling dekat denganku Tetapi celakanya, mereka pun tidak mau diubah Dan kini, sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba kusadari “Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku” Maka dengan menjadikan diriku sebagai teladan, mungkin aku bisa mengubah keluargaku, Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, Bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negaraku, Kemudian siapa tahu, aku bisa mengubah dunia James Redfille menegaskan, “If you want to change the world, you first have to change yourself.” Demikian juga novelis Leo Tolstoy menegaskan ,”Semua orang berpikir mengubah dunia, tetapi tidak seorang pun berpikir mengubah dirinya sendiri.” Ya, jika Anda ingin mengubah dunia, pertama-tama Anda harus mengubah diri Anda sendiri. Jangan pernah berpikir bahwa orang lain yang harus berubah tetapi Andalah yang harus berubah jika Anda ingin berhasil atau sukses. Tidak akan ada perubahan sampai Anda berubah.

Tidak mungkin ada sukses tanpa perubahan. Buatlah keputusan yang jelas untuk berubah sehingga sukses akan memihak Anda. Jangan menunggu situasi yang begitu buruk yang memaksa Anda untuk berubah. Memang betul perubahan dapat menimbulkan ketidakpastian. Perubahan dapat beresiko. Selalu ada kemungkinan bahwa suatu perubahan yang dilakukan tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Namun, jika kita tidak pernah mencoba sesuatu yang baru, maka sudah dapat dipastikan kita tidak akan pernah maju. Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan (calculated risk). Jika Anda ingin sukses, maka Anda pun harus berani mengambil resiko seperti orang-orang sukses. Ann Landers menegaskan bahwa resiko tetap harus diambil karena bahaya terbesar dalam kehidupan adalah tidak berani mengambil resiko. “Orang yang tidak berani mengambil resiko tidak melakukan apa pun, tidak punya apa pun, dan bukan apa-apa. Mungkin ia menghindari penderitaan dan kesedihan, tetapi ia tidak bisa belajar, merasakan, berubah, bertumbuh, dan mencintai. Oleh karena dirantai oleh kepastiannya, berarti ia adalah budak. Hanya orang yang berani mengambil resiko sejalah yang merdeka!” kata Landers. Ya, resiko tidak pernah mau berubah sebenarnya lebih beresiko. Mereka yang menolak untuk menempuh resiko dan untuk berkembang akan “ditelan” oleh kehidupan. Jadi, keluarlah dari zona nyaman Anda dan beranilah mengambil resiko yang telah diperhitungkan yang diimbangi dengan kemampuan Anda mengelolah resiko dengan baik dan bertindaklah untuk membuat suatu yang bernilai dalam kehidupan Anda.

Paulus Winarto dalam bukunya Reach Your Maximum Potential, menegaskan bahwa “Orang-orang yang tidak berani mengambil resiko ibarat mereka yang hanya mampu melihat bunga mawar sebagai bunga berduri. Mereka tidak berani mendekat karena selalu takut tertusuk duri. Sebaliknya, mereka yang berani mengambil resiko mampu melihat keindahan mawar di balik durinya yang tajam. Mungkin pada tahap awal mereka akan tertusuk duri, namun lambat laun mereka semakin ahli untuk menghindarinya dan semakin dapat menikmati keindahan bunga berduri ini.” Memang betul bahwa berubah tidak selalu menyenangkan. Kalaupun dalam proses perubahan tersebut berjalan mulus tanpa terasa ada rintangan yang berarti, mungkin itu bukan perubahan. Perubahan selalu menuntut pengorbanan, namun perubahanlah satu-satunya sarana efektif untuk kehidupan yang lebih baik dan untuk mencapai kesuksesan. Dalam bukunya Thinking for A Change, Motivator sekaligus pakar kepemimpinan, Dr. John C. Maxwell menyatakan bahwa ada 6 langkah yang dapat mengubah hidup kita.

Pertama, kita harus mengubah cara berpikir kita. Mengubah cara berpikir akan mengubah keyakinan kita.

Kedua, jika keyakinan kita berubah, harapan kita berubah.

Ketiga, jika harapan kita berubah sikap kita berubah.

Keempat, jika sikap kita berubah, perilaku kita berubah.

Kelima, jika perilaku kita berubah, kinerja kita berubah.

Dan keenam, jika kinerja kita berubah, hidup kita berubah.

Sejak 450 tahun Sebelum Masehi, seorang bijak bernama Heraclitus telah mengingatkan kita, “Tidak ada yang permanen, kecuali perubahan!” Ya, perubahan akan terus terjadi baik diharapkan atau tidak diharapkan karena tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri. Beradaptasilah terhadap perubahan dibutuhkan sehingga perubahan yang akan terjadi tidak mengagetkan Anda atau bahkan memaksa Anda untuk berubah. Victor Chasles bahkan pernah mengatakan, “the sure way to miss success is to miss the opportunity". Ya, cara pasti untuk melewatkan kesuksesan adalah dengan melewatkan kesempatan yang ada termasuk kesempatan untuk berubah. Oleh karena itu jangan lewatkan kesempatan yang terlalu amat sangat berharga berharga untuk berubah sebelum semuanya terlambat.

Oleh Elidjen

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Motivasi Saja Tidak Cukup
Penulis : Danu Widhyatmoko
Rating Artikel :
Kamis, 21-Juni-2007

Tadi malam akhirnya bisa nonton Joan of Arch nya Milla Jovovich lewat VCD [original] di komputer rumah, karena dulu tidak sempat menonton versi bioskopnya. Ini bukannya mentang-mentang kemarin hari Kartini lalu memilih untuk menonton film indah itu.

Tapi bukan perihal emansipasi kaum wanita yang menarik bagi saya dari film itu. Tapi totalitas yang membalut seorang Jeane dalam menggelorakan hawa perang untuk merebut kembali Perancis dari Inggris. Sebuah gelora perang yang disulut oleh seorang gadis yang berumur belum genap 19 tahun.

Dengan motivasi atas nama Tuhan dia memulai segalanya, walau dibagian akhirnya terdapat pergulatan batin mendasar di dalam dirinya [divisualkan secara dialog antara Joan dan suara batinnya yang diperankan oleh Dustin Hoffman], tak mengurangi esensi pesan yang melatarbelakangi awal hawa perang yang dikobarkan Joan. Banyak versi motivasi yang melandasi Joan dalam bertindak, mungkin memang Tuhan, mungkin juga atas nama dendam, atas nama Perancis, atau memang Joan seorang yang haus akan perang dan menyandu amis darah.

Banyak versi motivasi yang bisa diangkat dalam kita bertindak. Bentuk motivasi itu kadang wajar tapi tidak sedikit juga yang tidak masuk akal, mengada-ngada dan sedikit kurang ajar.

Tidak sedikit orang termotivasi oleh cinta, dan mengikuti sepenuhnya kemana cinta itu mengajak. Mengikuti sepenuhnya, dalam terjal jalan dan kadang dalam kapasitas kekuatan fisik yang tak sepandan. Tidak sedikit pula seseorang termotivasi oleh materi, kemewahan yang kadang membawa seseorang itu terjerembab pada mimpi panjang yang tak pernah berusaha ia wujudkan.

Bagi saya, motivasi itu adalah satu hal abstrak yang selalu akan butuh dasar. Dan lebih jauh lagi, lebih membutuhkan untuk diwujudkan. Karena rentetan rencana, motivasi, kerja keras dan cita-cita itu akan tetap menjadi satu rel kereta yang tak akan pernah kita temui ujungnya bila kita tak pernah mengawalinya dengan satu langkah awal.

Sheila on 7 pun tidak akan merasakan indahnya memiliki album jutaan kopi bila di awal dulu mereka nggak membuat satu demo lagupun. Walau mungkin didukung sejuta motivasi yang dalam dan kuat, jutaan kopi album itu tidak akan menjadi kenyataan. Atau seorang Janet Jackson tetap akan berbadan seperti di video klasiknya, Control, bila dia tidak memulai untuk mempermak badannya dengan latihan- latihan keras. Dan semuanya itu mungkin diawali dengan sebuah sit-up yang termotivasi oleh sebuah poster raksasa potret dirinya dalam badan penuh otot yang dilukis dan dikirim olah seorang fansnya.

Jadi bila ada yang punya metoda, rumus ataupun cara mudah untuk mendapatkan motivasi tolong turunkan ilmu hebat itu ke saya, terlebih bila ada yang punya rumus menjaga sebuah motivasi. Tapi diluar itu semua kita sebenarnya hanya butuh untuk melakukan saja, butuh untuk diawali, tinggal dikerjakan saja, hanya butuh sebuah langkah awal. Hanya butuh untuk dilakukan saja, dikerjakan saja!

Karena itu, sepertinya saya tidak bakal bisa sehebat Britney Spears yang konon, dulu saat dia berada di puncak ketenaran, dalam sehari dia sit-up 500 kali dan bila lagi mood bisa sampe 1000 kali. Wong saya untuk bangun pagi langsung sit-up aja berat banget!!! Ha ha ha...

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
TI = Belajar
Penulis : Agus Putranto, S.Kom, MT, MSc - Biro Kemahasiswaan Bina Nusantara
Kamis, 28-Juni-2007

Sekarang adalah jaman Teknologi Informasi, dimana-mana selalu menggunakan teknologi informasi. Orang yang tidak mengetahui teknologi informasi sering disebut gaptek (Gagap Teknologi). Mulai dari telephone, kamera, komputer, AC dll, semua berubah dengan begitu cepat. Teknologi informati yang dipelajari sekarang belum tentu digunakan pada saat bekerja nanti. Berikut ada pembicaraan dari orang yang bekerja di kantor mengenai penggunaan power point.

Ali : Saya menggunakan power point, saya sudah buat slidenya tetapi saya ingin menampilkan dengan cara menampilkan judul, kemudian detail ditampilkan per baris.
Amir : Ya, tinggal ditambahkan dengan menggunakan custom animation.
Amir meraih mouse dan keyboarnya dan mencobanya. Amir mengeluh karena Power Point yang digunakan versi 2000.
Amir : Tekan tombol ini “Custom Animation”
Ali : Caranya bagaimana? Ulangi dong
Amir : Tekan menu “Slide Show”, dan tekan “Custom Animation”
Ali : Kalau saya mau menampilkan satu baris – per satu baris. Bagaimana?
Amir : Ya, seperti ini.
Ali : Tolong ulangi dong.
Amir : Wah saya juga sedang mencoba ini, saya tidak tahu tepatnya, saya langsung saja menggunakan dan langsung bisa seperti ini. Saya tidak biasa menggunakan Power Point ini. Ini versi yang lama, lebih baik pakai versi yang baru.
Ali : Ini versi berapa?
Amir : Ini versi 2000, coba yang lebih baru.
Kemudian Ali dan Amir pindah ke komputer yang lain, setelah di cek ternyata komputer lain ini menggunakan versi 2003. Dan mereka mencoba versi 2003 ini.
Ali : Bagaimana ini?
Amir : Ini lebih enak, karena kamu bisa langsung block teks yang akan di tampilkan dulu mana, dan bisa kamu ubah urutannya.
Ali : Iya ini lebih enak. Kenapa ya kog banyak perubahan.
Amir : Ya, ini kan bisnis, semakin baru, semakin enak, dan kamu harus ganti yang baru, beli dan beli terus lah.

Dari pembicaraan di atas dapat kita pelajari, bahwa teknologi informasi berkembang sangat pesat. Semakin baru teknologi informasi maka akan semakin mudah dalam penggunaannya. Sedangkan teknologi informasi berubah setiap saat, setiap tahun ada teknologi informasi baru yang dikeluarkan baik dari perangkat keras, maupun piranti lunaknya.
Bagi mahasiswa fakultas ilmu komputer, apa yang dipelajari hari, materi tahun ini, berarti dibuat minimal pada tahun yang lalu, berdasarkan buku yang dibuat minimal tahun sebelumnya lagi. Ilmu teknologi informasi yang dipelajari sekarang adalah sudah tertinggal 3 tahun dari kenyataannya.

Jadi janganlah berhenti belajar, selalu membaca dan menambah wawasan dan informasi. IT selalu berubah dan kita harus selalu belajar.

Hal di atas bukan dikhususkan untuk mahasiswa fakultas ilmu komputer, tetapi secara umum, termasuk masyarakat pada umumnya Belajarlah selalu. Agar jangan sampai terjadi pada diri anda ”Hari Begini Tidak Tahu Teknologi”

Oleh :
Agus Putranto, S.Kom, MT, MSc

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Berani Berubah
Penulis : Agus Putranto, S.Kom, MT, MSc - Biro Kemahasiswaan Bina Nusantara
Rating Artikel :
Senin, 09-Juli-2007

Perubahan Membawa Kemajuan

Kita tahu bahwa jika kita ingin maju maka kita harus berubah. Begitu pula dengan mahasiswa yang selalu mengatakan bahwa dirinya yang paling tahu dengan mahasiswa.Penerimaan mahasiswa baru akan dimulai, ada usulan perubahan yang ingin dilakukan. Universitas selalu memikirkan perubahan apa yang sebaiknya dilakukan, tetapi penolakan selalu terjadi.

Kita bisa melihat bahwa perubahan larangan merokok, pemberlakukan DO, dan lain sebagainya. Masih ingat di dalam benak saya, sekitar tahun 1998 kampus memperbolehkan orang merokok di dalam kampus, kemudian dibuat aturan larangan merokok. Sekelompok mahasiswa menolak dengan mengatakan mengganggu hak asasi dan lain sebagainnya. Kemudian Universitas bernegosiasi dan setuju untukmelonggarkan larangan tersebut. Memang perkembangan menjadi lambat, tetapi dengan ada perubahan dapat kita rasakan mahasiswa yang berada kemudian tahun merasakan betapa enaknya dengan adanya aturan tersebut.

Begitu pula pelaksanaan larangan Drop Out diperketat, sekelompok mahasiswa juga menolak dan mengatakan kasihan mereka yang terkena dampak. Padahal kalau dilihat yang menolak adalah orang-orang yang merasa terganggu, ada yang Indek Prestasi-nya kecil tetapi tidak merasa mau untuk berubah. Bisa dibayangkan jika tidak ada mahasiswa drop out, maka mahasiswa tersebut tidak belajar bagaimana beratnya hidup, bagaimana dia harus bertanggung jawab terhadap orang tua, terhadap dirinya sendiri dan lain-lain.

Sekelompok mahasiswa selalu menolak dan mendorong mahasiswa yang lain untuk ikut menolak perubahan ini. Memang cukup berat bagi Universitas melakukan negosiasi, dan perubahan tidak bisa dilakukan secara drastis, tetapi perlahan demi perlahan.

Begitu pula perubahan program-program penerimaan mahasiswa baru, sekelompok mahasiswa selalu enggan berubah dan mendorong kelompok lain untuk mengikuti pendirian mereka. Mereka sudah tahu dan merasakan kegiatan penerimaan mahasiswa baru tahun lalu, kegiatan yang lalu sudah baik. Mereka sudah merasakan dan tahu apa yang harus dilakukan mereka dalam rangka menerima mahasiswa baru tersebut.

Bill Gates melakukan perubahan dari Disk Operating System ke Windows dan akhirnya karena ide perubahan ini menyebabkan Teknologi Informasi menjadi maju cepat. Junaedi Yusuf (pemilik Konimex) melakukan perubahan obat tidak perlu beli dalam jumlah 12 biji, tetapi oleh beliau dibuat menjadi jumlah 4 biji. Sehingga menyebabkan perusahaan Konimex menjadi terkenal.

Kita bisa juga melihat bahwa orang mudah menyontek apa yang kita kerjakan. Dan alhasil pekerjaan mereka menjadi lebih baik. Bagaimana jika kita tidak mau berubah dan tidak mau mencoba?

Memang perubahan tidak selalu mempunyai hasil baik, tetapi setidaknya jika orang mau berubah, maka kemajuan akan bisa terjadi, tetapi jika orang tidak mau berubah maka sudah dapat dipastikan tidak ada kemajuan.

Di sini kita bisa melihat bahwa dari mahasiswa saja sudah terlalu takut dengan adanya perubahan seperti di atas, apalagi di pemerintahan yang notabene jauh lebih besar dari universitas. Mahasiswa seperti ini menunjukkan bahwa mereka hanya mengotot bahwa mereka benar, padahal mereka terlalu nyaman pada lingkungan sekarang.

Akhir kata, saya hanya bisa menyarankan dan menghimbau kepada seluruh orang Beranilah untuk Berubah, karena Perubahan akan membawa Keberhasilan.


--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Candu Inovasiesme
Penulis : Danu Widhyatmoko | Dosen & Kordinator Mata Kuliah | Jurusan DKV
Rating Artikel :
Kamis, 05-April-2007

Pernah merasakan pada satu peristiwa sederhana, seperti saat kita menonton satu pertunjukan, pertandingan atau apapun yang melibatkan banyak audience. Lalu dengan satu tepuk tangan yang anda awali membuat satu gedung pertunjukan turut mengikuti kita dan suara membahana segera tercipta memenuhi ruangan itu.

Dalam skala sederhana kita telah menjadi seorang pelopor! Menjadi orang pertama.
Bisa menggambarkan apa rasa yang ruah terasa saat itu, sebuah kebanggaan? Mungkin!
Bagaimana bila 'skala kecil' tadi kita luaskan, kita lipat gandakan, kita pindahkan dalam dimensi yang lebih dalam, yang lebih membutuhkan curah daya pikiran serta tenaga. Saya yakin 'kebanggaan' yang akan kita rasa itu pun akan turut terlipatgandakan.

Minggu lalu sempat datang ke satu tempat fotocopy dan penjilidan, yang ada dibelakang UPN Pondok Labu. Secara iseng saya memperhatikan cara para pekerja di tempat itu dalam menyusun tumpukan kertas yang pada akhirnya akan dijilid menjadi buku-buku yang terjilid. Para pekerja itu mempunyai cara masing-masing untuk mempermudah kerja mereka, dan yang pasti mempercepat kerja mereka. Ada yang disusun panjang dulu lalu satu persatu lalu disusun ulang satu persatu menjadi satu demi satu buku. Ada lagi yang ditumpuk jadi satu lalu dengan kecepatan yang terlatih tiap-tiap buku tersusun siap di stapples dan dijilid. Dan di tiap-tiap jari telunjuk para pekerja itu dibalut dengan lakban terbalik yang pasti akan memudahkan mereka dalam proses pengambilan kertas, sebuah inovasi sederhana telah tercipta...! Mungkin bukan pekerja itu yang pertama kali menciptakan 'telunjuk lakban' tapi siapapun orangnya, dia telah menjadi seorang inovator.

Dalam kasus Desain Grafis yang saya geluti, saya selalu tertarik dengan teman-teman saya yang memamerkan teknik-teknik short cut sederhana dalam mendesain. Dengan software apapun, Adobe Photoshop, Freehand, Flash, Corel atau apapun itu. Termasuk juga aplikasi yang menggunakan ketrampilan tangan. Memang belum pernah saya jumpai satu lompatan besar dalam teknik yang ditemukan, tapi mereka yang menemukan itu saya pikir sudah layak menjadi seorang inovator.

Menjadi seorang inovator, pencipta, orang pertama, pelopor saya pikir nggak harus lewat sebuah penemuan besar yang mengubah dunia. Sekecil apapun yang ditemukan asal itu orisinal dan dapat meneruskan proses evolusi manusia ke arah yang lebih baik itupun sudah jauh dari cukup untuk disebut seperti tadi. Terlebih bila setiap hari kita bisa menjadi sang pelopor inovator itu!!!

Dan untuk sebuah penghargaan, sampai sekarang saya masih saja mencari siapa orang besar yang berdiri dibalik penemuan peniti, klip kertas, 'helm' sikat gigi, sedotan, resleting, silet karena mereka telah turut 'bertanggungjawab' dalam proses kemajuan peradaban dan evolusi manusia.

Karena itu mari kita jadikan inovasiesme, peloporisme menjadi satu paham baru dan sebuah 'candu'. Mari...!!!



--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Keberanian Mengambil Resiko
Penulis : Andrie Wongso
Rating Artikel :
Senin, 09-Oktober-2006

Dalam perjalanan hidup Jenderal Sun Tzu dikisahkan bahwa strategi perang untuk mencapai kemenangan itu bisa berubah detik demi detik, demi mengimbangi atau menganntisipasi perubahan strategi musuh. Strategi ini berpijak pada dasar pemikiran bahwa cara terbaik untuk menang perang adalah dengan menguasai kemampuan membaca jalan pikiran ahli strategi musuh. Dan barangsiapa mengetahui jalan pikir musuh dan mengetahui titik-titik kelemahannya, dipastiikan dia bisa memenangkan adu strategi tersebut.

Namun setiap strategi pasti mengandung risiko. Dan strategi peran Sun Tzu ditegaskan adanya prinsip mendasar yang mengatakan, "Kemenangan besar hanya bisa dilakukan orang yang berani ambil risiko besar". Prinsip ini menegaskan bahwa tanpa keberanian mengambil taktik berisiko besar, maka kemenangan besar sulit diraih. Inilah inti dari strategi perang Sun Tzu yang mensinergikan antara strategi perang yang cerdik dan matang dengan keberanian mengambil risiko besar demi kemenangan yang besar pula.

Dalam kehidupan non-kemiliteran pun seperti bidang manajemen, kewirausahaan, maupun kehidupan pribadi, kita mengenal prinsip strategi dan risiko semacam ini. Mungkin kita telah menyusun rencana dan menetapkan strategi untuk melakukan investasi, memulai bisnis baru, melakukan diversifikasi maupun ekspansi usaha. Ada target-target dan mimpi-mimpi besar dalam setiap tindakan tersebut. Ada peluang dan tantangan. Namun yang tidak boleh kita lupakan adalah faktor risiko yang sudah pasti ada dan melekat dalam setiap action kita. Ada risiko gagal, ada risiko berhasil. Itu pasti!

Contoh: mungkin berdasarkan perhitungan yang begitu matang, kita memiliki kemungkinan keberhasilan di atas 70%. Memang dalam strategi Sun Tzu kita diwajibkan untuk bisa memetakan keberhasilan lebih dulu. Memastikan kemenangan baru melakukan perang. Nah, jika rencana dan strategi telah dieksekusi sementara hasil yang didapat tidak sesuai perhitungan, itulah risiko sebuah action. Kita tidak mungkin berhenti bertindak hanya karena ingin menghilangkan sama sekali risiko kegagalan.

Seperti dalam kata-kata mutiara yang saya ciptakan, yang berbunyi; "Memang di dalam kehidupan ini tidak ada yang pasti. Tetapi kita harus berani memastikan apa-apa yang ingin kita raih". Jadi dalam lapangan hidup apa pun, strategi itu penting. Tetapi keberanian mengambil risiko juga sangat penting. Ingat, strategi tanpa keberanian mengambil risiko tidak akan membawa kita ke tujuan apa pun.

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Mengulang Hal-hal Kecil Mendasar...
Penulis : Danu Widhyatmoko | Dosen & Kordinator Mata Kuliah | Jurusan DKV
Rating Artikel :
Kamis, 12-April-2007

Bicara tentang branding adalah bicara tentang kualitas yang terjaga! Walau brand dengan konsep branding yang sempurna tapi kualitasnya naik turun, tinggal tunggu waktu aja untuk tutup usia. Begitupun dengan personal branding, sejago dan sehebat apapun karya yang kita miliki bila kualitasnya selalu berdasarkan dengan suasana hati yang kadang adem dan panas, bakal ditinggal pasar dengan sendirinya. Butuh sekian jalan dan upaya untuk mencapai kualitas yang mumpuni.

Seorang sahabat pernah berkata, hebatnya orang bulè itu salah satunya adalah ketekunan mereka dalam mengulang hal-hal kecil yang mendasar. Setiap hari secara rutin dan terus menerus mengulang dasar dari bidang yang mereka tekuni. Awalnya saya, walau mengiyakan plus sedikit tidak setuju dengan diskriminasi tersebut, nggak terlalu memperhatikan hal ini. Hingga satu waktu, saya mulai memperhatikan artikel-artikel yang ada di salah satu majalah 'wajibnya' para desainer grafis, HOW Magazine. Di majalah yang jadi acuan trend grafis dunia itu selalu mengetengahkan sebuah pendekatan dengan hal-hal kecil yang mendasar. Misalnya cara meningkatkan kreativitas, hal-hal yang diketengahkan oleh HOW adalah bentuk pendekatan sederhana yang hampir semuanya sudah saya dapat saat kuliah tingkat dasar di jurusan Desain Komunikasi Visual. Bayangkan, sebuah majalah yang mengaku sebagai bacaan wajibnya para desainer grafis dunia malah memberikan hal-hal mendasar dalam artikel yang mereka angkat.

Atau bila melihat majalah Guitar Player, sehebat apapun seorang pemain gitar selalu memiliki teknik-teknik sederhana dan mendasar yang secara terus-menerus ia ulang setiap hari sebagai bentuk latihan, mereka kerap meyebutnya dengan fingering. Satu bentuk latihan dasar memainkan tangga nada yang sederhana secara terus-menerus dari ujung gitar sampai pangkalnya, bolak-balik. Pilihan tangga nadanya pun biasanya nggak yang njlimet, malah mungkin yang mereka dapatkan saat awal-awal mereka memegang gitar.

Atau bila masuk ke situs untuk para pemain perkusi, untuk conga, bongo dan djembe misalnya. Bentuk latihan para dewa perkusionis yang mereka kembangkan itu secara garis besar tidak jauh berbeda. Dalam bentuk ketukan 4/4 atau 6/8 dan bolak-balik mengulang, slap-bass-open-muted-light, terus berputar di situ. Dan bentuk susunannya pun tak rumit, sederhana saja, lalu selalu ditambahkan dengan pesan, "Start slowly and speed up (very fast!!)."
Namun hebatnya para bulè [mungkin lebih tepat para "tokoh yang berhasil", nggak mesti bulè] itu nggak cuma berhenti di ketekunan mereka dalam mengulang hal-hal mendasar tadi. Setelah penguasaan yang menyeluruh dari dasar yang mereka miliki itu membuat mereka jauh lebih mudah dalam mengembangkan bidang yang mereka tekuni. Karena segala hal yang menjadi pondasi mereka dalam berkarya telah sepenuhnya menjadi jiwa dalam keseharian mereka.

Penguasaan akan hal mendasar sangat memudahkan seseorang dalam mengembangkan bidangnya. Seperti halnya mengapa kita harus hapal terlebih dahulu abjad A-Z, agar memudahkan kita dalam menyusun kata-kata. Kenapa kita harus terlebih dahulu angka-angka 1-10, atau menguasai matematika dasar penambahan, pengurangan, pembagian perkalian, karena hingga kapan pun hal mendasar tersebut akan senantiasa terbawa mengikuti.

Sedang kita lebih sering untuk mencari cara instan dalam mencapai sesuatu, mencari jalan singkat dalam setiap langkah yang kita lalui. Hingga kerap melupakan esensi utama yang seharusnya melandasi kita dalam melangkah. Nggak ada yang salah dengan sebuah 'jalan singkat' karena balik lagi kepada kodrat dasar manusia yang nggak akan hidup lama. Tapi di balik tiap 'jalan singkat' yang kita cari itu baiknya tak lupa untuk terus menerus mengulang dan melatih segenap hal mendasar yang merupakan pondasi dari bidang yang kita tekuni. Hingga bila suatu kualitas telah mampu kita capai, kita akan jauh lebih mudah untuk menjaganya bahkan mengembangkannya, karena kita melakukan proses yang semestinya. Pada akhirnya membicarakan kualitas yang mesti dijaga dalam proses branding menjadi lebih mudah dengan sendirinya.

Mengutip apa yang dikatakan Iwan Fals dalam lagu 'Seperti Matahari' dari album 'Suara Hati'... "tujuan bukan utama, yang utama adalah prosesnya..."

--

[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
10 Kesalahan Dalam Mengejar Kesuksesan
Penulis : Dr.-Ing. L.M.F. Purwanto
Rating Artikel :
Rabu, 25-April-2007

Dalam mengejar karier, seringkali kita mengalami pasang surut semangat untuk mengejar karier tersebut. Ada 10 kesalahan utama yang sering dilakukan seseorang, yang mengakibatkan patah semangat dan gagal dalam mencapai tujuannya. 10 kesalahan utama tersebut adalah:

1. 1.Menyalahkan orang lain dan kekanak-kanakan
saat kita mengalami hambatan, kegagalan dan rintangan, janganlah mencari siapa penyebab semuanya itu, tetapi kaji apa yang menjadi penyebabnya. Jika kita merasa orang lain menghambat karier kita, jangan menyalahkan orang tersebut, tetapi cari tahu apa yang mengakibatkan orang lain tersebut menghambat kita. Mungkin hubungan kita dengan orang tersebut belum terlalu akrab. Jadi perlu kita tingkatkan hubungan kita dengan rekan-rekan sejawat.
2. Menyalahkan diri sendiri
Kebalikan dari hal di atas, seringkali kita menyalahkan diri kita. Saya tidak bisa begini karena saya tidak sebagai pejabat struktural, maka saya selalu gagal mewujudkan impian saya. Saya tidak dapat begitu karena saya tidak pandai dan alasan lainnya yang kita cari. Hindari hal tersebut dan yakinkan bahwa anda BISA.
3. Tidak memiliki goal
Apa rencana anda dalam satu tahun mendatang berkaitan dengan karier anda sebagai dosen? Apakah anda memiliki keinginan bahwa setiap tahun sekali menjadi penulis di sebuah jurnal internasional? Apakah anda punya rencana studi lanjut? Tentukan TUJUAN anda.
4. Memiliki goal yang salah
Ada yang telah memiliki tujuan, tetapi tujuan tersebut salah, sehingga fokus kita juga salah. Ada yang menginginkan naik jabatan akademiknya, agar disegani dan dapat menjadi penguasa di lingkungan kerjanya. Tujuan yang kurang tepat ini, mengakibatkan upaya untuk mencapai tujuan juga kurang baik. Akibatnya seringkali jatuh di tengah jalan.
5. Tidak setia terhadap perkara kecil
Setia pada perkara kecil akan setia pada perkara besar pula. Jangan mengabaikan seminar kecil, jika kita memiliki kesempatan untuk menjadi pembicara di dalamnya. Ingat uang Rp 1.000.000,- jika kurang Rp 100,- berarti bukan Rp 1.000.000,- lagi melainkan Rp 999.900,-.
6. Memilih jalan pintas
Tidak ada upaya besar yang dapat ditempuh dengan bersantai ria. Semua langkah besar harus diikuti dengan semangat besar, tekad yang bulat dan disiplin yang keras. Tidak ada jalan pintas untuk meraih karier. Jalan pintas malah akan menuai cemoohan, harga diri yang jatuh, nama buruk. Setiap tujuan baik yang ingin kita raih, akan ada harga yang harus dibayar. Usaha keras adalah harga untuk meraih kesuksesan.
7. Waktu mencapai target yang lama
Jika seseorang ditanya, kapan akan menjadi profesor, maka akan dijawab nanti setelah usia senja. Mengapa harus menunggu, jika dalam usia muda dapat meraihnya?
8. Berhenti terlalu cepat
Saat menemui rintangan, seseorang sering kendor semangatnya dan memilih untuk berhenti dan tidak melanjutkan lagi impiannya. Hal ini tidak boleh dilakukan. Berupaya dan bekerja harus dilakukan tanpa henti.
9. Selalu dihantui bayang-bayang masa lalu
Tidak berani melangkah karena ada kegagalan masa lalu yang dijadikan patokan.
10. Menghipnotis diri dengan kesuksesan semu
Terlalu puas pada kesuksesan yang telah dicapai. Jika selama ini dapat menyelesaikan studi tepat waktu, bahkan lebih cepat dari waktu yang ditentukan, jangan berhenti dan cepat puas diri, strata berikutnya masih harus dikejar. Jenjang karier yang cepat diraih, membuat takabur, puas diri dan berhenti untuk terus menikmati kesuksesan diri tersebut. Atau kesuksesan masa lalu yang membuai kita, sehingga dianggap itu merupakan puncak kariernya. Padahal puncak karier masih jauh.


--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Kekuatan Keberanian
Penulis : Andrie Wongso
Rating Artikel :
Rabu, 25-Oktober-2006

Hidup adalah perjuangan! Entah kapan dan siapa yang memulai mengucapkan kata-kata tersebut diatas, yang jelas semua dari kita tidak hanya sering kali mendengar, tidak hanya sering kali membaca, namun sengaja atau tidak, mengerti atau tidak, menyadari atau tidak, kita sendiri telah mengalami dan merasakan bahwa memang "Hidup adalah perjuangan".

Berbagai macam perjuangan telah kita jalani antara lain perjuangan dalam mengatasi setiap kelemahan dan kesulitan yang selalu hadir di tengah kehidupan ini dan perjuangan dalam merealisasikan cita-cita yang didambakan. Untuk bisa tampil sebagai pemenang dan sukses di setiap perjuangan ini, sudah tentu kita harus memiliki berbagai macam faktor sebagai kekuatan yang dapat diandalkan. Diantara sekian banyak faktor sebagai penunjang, ada satu faktor yang mutlak kita miliki yaitu:


KEBERANIAN

Catatan sejarah telah membuktikan, begitu banyak prestasi spektakuler di segala bidang tercipta di dunia ini karena faktor KEBERANIAN. Baik prestasi yang diciptakan oleh para ilmuwan, olahragawan, tokoh politik, wiraswastawan, profesional dll. Sebaliknya begitu banyak orang mengalami kegagalan karena kurangnya keberanian, mungkin mereka mempunyai ide cemerlang, namun karena takut gagal dan takut untuk mencoba, akhirnya semua ide menjadi layu dan mati. Di lain pihak, orang lain bisa sukses karena mereka lebih berani dengan bergerak lebih cepat! Makabila ingin lebih berkembang dan sukses, sudah pasti harus mempunyai KEBERANIAN. Keberanian untuk mencoba, keberanian untuk memperjuangkan apa yang di cita-citakan.



Kekuatan keberanian

"Keberanian" merupakan aset yang sangat berharga bagi pribadi kita. Keberanian bisa menjadikan sesuatu yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin. Keberanian bisa mejadikan sikap negatif menjadi positif, loyo menjadi semangat, takut jadi berani, pesimis menjadi optimis, miskin menjadi kaya, gagal menjadi sukses.

Dengan menyadari akan besarnya kontribusi KEKUATAN KEBERANIAN bagi kita, mari pastikan untuk memanfaatkan KEBERANIAN semaksimalnya dengan:

* Berani menentukan cita-cita yang tinggi
* Berani bangkit lagi dari kegagalan
* Berani belajar dari kelemahan dan kesalahan
* Berani membayar harga untuk keberhasilan
* Berani memastikan untuk berjuang sampai sukses!!!


--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Tidak Ada Jalan Yang Rata Untuk Sukses!
Penulis : Andrie Wongso
Rating Artikel :
Rabu, 18-Oktober-2006

Di pagi hari buta, terlihat seorang pemuda dengan bungkusan kain berisi bekal di punggungnya tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke
puncak gunung yang terkenal.

Konon kabarnya, di puncak gunungitu terdapat pemandangan indah layaknya berada di surga. Sesampai di lereng gunung, terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua.

Setelah menyapa pemilik rumah, pemuda mengutarakanmaksudnya "Kek, saya ingin mendaki gunung ini. Tolong kek, tunjukkan jalan yangpaling mudah untuk mencapai ke puncak gunung".

Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari ke hadapanpemuda,

"Ada 3 jalan menuju puncak, kamu bisa memilih sebelah kiri, tengah atau sebelah kanan?"

"Kalau saya memilih sebelah kiri?"

"Sebelah kiri melewati banyak bebatuan". setelah berpamitan dan mengucap terima kasih, si pemuda bergegas melanjutkan perjalanannya. Beberapa jam kemudian dengan peluh bercucuran, si pemuda terlihat kembali di depan pintu rumah si kakek.

"Kek, saya tidak sanggup melewati terjalnya batu-batuan". "Jalan sebelah mana lagi yang harus aku lewati kek?"

Si kakek dengan tersenyum mengangkat lagi 3 jari tangannya menjawab "Pilihlah sendiri, kiri, tengah atau sebelah kanan?"

"Jika aku memilih jalan sebelah kanan?"

"Sebelah kanan banyak semak berduri". Setelah beristirahat sejenak, si pemudaberangkat kembali mendaki. Selang beberapajam kemudian, dia kembali lagi ke rumah si kakek.

Dengan kelelahan si pemuda berkata, "Kek, aku sungguh-sungguh ingin mencapai puncak gunung. Jalan sebelah kanan dan kiri telah aku tempuh,rasanya aku tetap berputar-putar di tempat yang sama sehingga aku tidak berhasil mendaki ke tempat yang lebih tinggi dan harus kembali kemari tanpa hasil yang kuinginkan, tolong kek tunjukkan jalan lain yangrata dan lebih mudah agar aku berhasilmendaki hingga ke puncak gunung"

Si kakek serius mendengarkan keluhan si pemuda, sambil menatap tajam dia berkata tegas "Anak muda! Jika kamu ingin sampai ke puncak gunung, tidak ada jalan yang rata dan mudah! Rintangan berupa bebatuan dan semak berduri, harus kamu lewati, bahkan kadang jalan buntu pun harus kamu hadapi. Selama keinginanmu untuk mencapaipuncak itu tetap tidak goyah, hadapi semua rintangan! Hadapi semua tantangan yang ada! Jalani langkahmu setapak demi setapak, kamu pasti akan berhasil mencapai puncak gunung itu seperti yang kamu inginkan! dan nikmatilahpemandangan yang luar biasa !!! Apakah kamu mengerti?

Dengan takjub si pemuda mendengar semua ucapan kakek, sambil tersenyum gembira diamenjawab "Saya mengerti kek, saya mengerti! Terima kasih kek! Saya siap menghadapi selangkah demi selangkah setiap rintangan dan tantangan yang ada! Tekad saya makin mantap untuk mendaki lagi sampaimencapai puncak gunung ini.
Dengan senyum puassi kakek berkata, "Anak muda, Aku percaya kamu pasti bisa mencapai puncak gunung itu!" selamat berjuang!!!

Tidak ada jalan yang rata untuk sukses!
Tidak ada jalan yang rata untuk sukses!

Sama seperti analogiProses pencapaian mendaki gunung tadi. Untuk meraihsukses seperti yang kita inginkan, Tidak ada jalan rata! tidak ada jalan pintas! Sewaktu-waktu, rintangan,kesulitan dan kegagalan selalu datang menghadang. Kalau mental kita lemah, takut tantangan , tidak yakin pada diri sendiri, maka apa yang kita inginkan pasti akan kandas ditengah jalan.
Hanya dengan mental dan tekad yang kuat, mempunyai komitmen untuk tetap berjuang, barulahkita bisa menapak di puncak kesuksesan.

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
The Power Of Determination
Penulis : Andrie Wongso
Rating Artikel :
Jumat, 13-Oktober-2006

Kekuatan Determinasi

The
Di suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan dan frustasi yang menggantung disana. Dia sebentar berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk lesu, sebentar terduduk dan menghela napas panjang, kegiatan itu diulang berkali-kali seakan dia tidak tahu apa yang hendak dilakukannya.

Saat itu, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya diantara ranting sebatang pohon tempat dia duduk sambil melamun. Dengan perasaan iseng dan kesal diambilnya sebatang ranting dan segera sarang laba-laba itupun menjadi korban kejengkelan dan keisengannya, dirusak tanpa ampun. Perhatiannya teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira Apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya? Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit atau dia akan membuat kembali sarangnya di tempat lain?

Pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban untuk waktu yang lama. Karena si laba-laba kembali ke tempatnya semula, mulai mengulangi kegiatan yang sama, merayap-merajut-melompat, setiap helai benang dipintalnya dari awal, semakin lama semakin lebar dan hampir menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya.Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh memperbaiki dan membuat sarang baru,
kembali ranting si pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk kedua kalinya. Dengan perasaan puas dan ingin tahu, diamati ulah si laba-laba, apa gerangan yang akan dikerjakannya setelah pengrusakan sarang kedua kalinya? Ternyata untuk ketiga kalinya, laba-laba mengulangi kegiatannya, kembali memulai dari awal dengan bersemangat merayap-merajut-melompat dengan setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya, memintal membuat sarang sedikit demi sedikit.

Melihat dan mengamati ulah laba-laba, membangun sarang yang telah hancur untuk ke tigakalinya,
saat itulah si pemuda mendadak sontak tersadarkan. Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali. dengan giat bekerja tanpa mengenal lelah, Semangat binatang kecil sungguh luar biasa!!

Hal itu menimbulkan perasaan malu Si pemuda. Karena sesungguhnya, si pemuda berada di taman itu, dengan hati dan perasaan gundah karena dia baru saja mengalami satu kali kegagalan! Melihat semangat pantang menyerah laba-laba, dia pun berjanji dalam hati : Aku tidak pantas mengeluh dan putus asa karena telah mengalami satu kali kegagalan. Aku harus bangkit lagi ! berjuang dengan lebih giat dan siap memerangi setiap kegagalan yang menghadang, seperti semangat laba-laba kecil yang membangun sarangnya kembali dari setiap kehancuran!

The
kegagalan adalah bagian kecil dari proses kesuksesan.

Kegagalan bukan berarti kita harus menyerah apalagi putus asa, kegagalan itu berarti kita harus introspeksi diri dan berikhtiar lebih keras dari hari kemarin, selama kita masih memiliki tujuan yang menggairahkan untuk di capai, tidak pantas kita patah semangat ditengah jalan, karena dalam kenyataannya , tidak ada sukses sejati yang tercipta tanpa melewati kegagalan. Jangan takut gagal!
Kegagalan adalah bagian kecil dari proses kesuksesan.

--


[Simpan dalam bentuk PDF] SocialTwist Tell-a-Friend
Be The Best
Penulis : Andrie Wongso
Rating Artikel :
Kamis, 12-Oktober-2006

Di dalam masyarakat terutama di negara berkembang, banyak sekali masyarakatnya yang terjangkit penyakit mitos-mitos yang menyesatkan. Di antara mitos itu adalah:



1. Mitos pendidikan, "Saya tidak bisa sukses karena pendidikan saya rendah".
2. Mitos nasib, "Biar berjuang bagaimanapun, saya tidak mungkin sukses karena nasib saya memang sudah begini dari sononya".
3. Mitos kesehatan, merasa diri tidak kuat secara fisik.
4. Mitos usia, "Ini pekerjaan untuk anak muda, saya terlalu tua untuk pekerjaan ini".
5. Mitos gender, "Jelas aja bisa, dia kan perempuan sayakan pria" atau sebaliknya.
6. Mitos shio, "dia shio macan memang bisa sukses, saya kan shio babi" dan lain sebagainya. Dan penyakit mitos-mitos lainnya.



Jika mitos-mitos itu telah dijadikan pedoman hidup, maka nasib kita akan sulit berubah. Sikap mental negatif seperti di atas, jelas merupakan pengertian yang salah. Apalagi jika sudah masuk ke alam bawah sadar kita, maka akan membawa dampak sangat negatif dalam kehidupan kita secara menyeluruh. Membuat kita kalah dan gagal sebelum berjuang!!!

Dalam memasuki dunia bisnis, ada dua mitos yang berpengaruh paling besar, yaitu masalah modal dan pendidikan. Saya justru tidak memiliki keduanya saat memulai usaha dulu. Yang saya miliki hanyalah ide membuat kartu kata-kata mutiara dan keberanian untuk mencoba. Saya memiliki kemampuan kungfu, dan potensi diri itulah yang saya manfaatkan. Saya mengajar kungfu secara privat untuk mendapatkan modal awal.

Jadi saya berangkat tanpa modal, tanpa uang, tanpa pendidikan formal yang memadai, tapi mana yang mendahului usaha saya? Ide! Dan keyakinan bahwa saya bisa sukses, saya berhak untuk sukses! Dengan pemahaman itu, muncul keberanian untuk mencoba.

Dari penolakan-penolakan dan melalui proses perjuangan yang luar biasa ulet, ulet, dan ulet, usaha itu baru bisa berkembang baik. Kegagalan dan penolakan adalah konsekuensi dari setiap keputusan yang kita ambil. Kita hanya punya dua pilihan, berhasil atau gagal. Kuncinya dalah action dan mental yang positif. Sebab kedua pilihan itu bisa jadi "benar" karena di balik setiap kegagalan terdapat proses pendidikan, sebuah pelajaran untuk kita berbuat dan bertindak lebih bijak di kemudian hari.

Seperti kata-kata mutiara yang sering saya ucapkan: "Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari hasil akhir, tetapi dari proses perjuangannya". Jika itu disadari oleh semua orang, maka tidak ada lagi yang namanya larut dalam frustasi, kecewa, depresi, apatis, kehilangan motivasi, apalagi putus asa.

TETAP MENJADI YANG TERBAIK. Memang bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu motivasi yang kuat, komitmen pada tujuan, serta melewati proses latihan dalam praktek kehidupan yang nyata. Sebagai manusia yang mengerti, menyadari, dan dapat berpikir jernih, maka kita harus bisa dan berani menentukan sikap dengan segenap tenaga, waktu, dan pikiran untuk tetap mengembangkan diri semaksimal mungkin.

Ilmu untuk memelihara motivasi diri bisa dipelajari oleh siapa pun. Salah satu latihan yang paling mudah untuk menguatkan diri sendiri adalah melakukan self talk. Kita gali potensi-potensi positif dalam diri kita dengan melakkukan dialog dengan diri kita sendiri.

Yakinkan bahwa diri kita memiliki kemampuan untuk sukses. Jika orang lain bisa sukses, kita pun mempunyai hak untuk sukses sama seperti mereka.

Keyakinan kepada Tuhan, serta doa dan praktek dalam kehidupan ini merupakan upaya yang mampu memberikan kekuatan motivasi diri yang luar biasa.

Sikap mental lain yan perlu kita pelihara adalah menyadari bahwa sukses yang kita raih bukan hanya sekedar mengandalkan diri sendiri, selalu ada andil orang lain di dalamnya. Rendah hati adalah kata kuncinya, tetapi sebaliknya, tidak rendah diri pada saat mengalami kegagalan.

Dengan demikian tidak hanya semakin dewasa dalam mengarungi kehidupan ini, yang pasti kualitas kehidupan kita akan semakin baik, semakin sukses, yang pada akhirnya akan bermanfaat pula bagi orang lain.

PASTIKAN menjadi yang terbaik !!!
BE THE BEST!!!!

--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar