Sabtu, 10 April 2010

Analisa Funda

Sebenarnya saya sudah pernah mendiskusikan ini dengan Ed melalui pertanyaan2nya di ANTM. Namun saya kira ada baiknya saya menuliskannya kembali sebagai sebuah artikel, karena menurut saya ini sangat penting untuk teman2 yang baru mau memulai investasi.

Point pertama yang harus kita lihat: Dalam berinvestasi, anda harus tahu time horizon atau jangka waktu berinvestasi. Apakah kategori anda? Apakah investor jangka panjang? Atau jangka pendek?

Analisa fundamental adalah analisa untuk investasi jangka panjang, paling tidak 5 tahun atau bahkan lebih. Kalau menurut guru kita Buffett, holding period yang ideal adalah selamanya (forever) seperti yang pernah dia katakan : "I don't have an exit strategy", ketika ditanya kapan dia akan menjual saham2 yang dipegangnya. Sangat menarik mengetahui Buffett masih menyimpan Coca-Cola, Washington Post, GEICO, dll sampai sekarang. Saham2 tersebut dibelinya pada sekitar tahun 70-an. Intinya kita menjual cuma ketika fundamental perusahaan berubah menjadi buruk. Selama Fundamental masih bagus kita tetap akan memegangnya.

Untuk jangka pendek alat yang lebih cocok mungkin adalah analisa teknikal, karena analisa fundamental tidak mampu memprediksi pergerakan saham jangka pendek. Apapun yang menjadi strategy investasi anda adalah benar, baik fundamental maupun teknikal.

Paling sedih adalah ketika kita tidak mempunyai prinsip yang teguh, sehingga sering goyah dan terpengaruh. Jika kita dekat dengan orang fundamental, terpengaruh dengan analisa fundamental. Jika kita dekat dengan teknikal, ikutan terbawa arus. Sehingga saham yang dibeli karena fundamentalnya bagus, bisa2 dijual karena teknikalnya jelek.

Ed pernah bertanya ini kepada saya:

Saya belum mengerti bagaimana strategi investment fundamental ini berjalan utk mendapatkan pendapatan yang tetap,apa itu bulanan atau tahunan atau triwulanan.

Skenario yang mungkin tuk akumulasi modal adalah memperoleh penghasilan tetap yang konstan adalah dengan dengan mencari dividennya

Tentunya bagi kita sendiri ingin utk meningkatkan aset2 kita dengan menambah portfolio2 yang baru,bukan? utk menambah tentunya kita perlu modal utk membeli aset aset tsb bukan?

Nah, bagaimana dengan strategy fundamental itu sendiri? apa ada cara untuk mendapatkan cash secara periodik utk membeli lebih banyak lagi saham2?

Setau saya,dengan teknikal, saya mempelajari bhw investor harus menentukan scr konsisten batas atas utk setiap investasi yang dibeli, apakah 15% atau 20% atau batas bawah 5% atau 10% (cutloss) dan itu dilakukan dengan banyak transaksi scr konsisten sehingga pada nilai akhirnya kita akan mendapatkan net yang positif dari transaksi kita.

Itu salah satu cara yang saya ketahui utk mengakumulasikan keuntungan.

Mungkin bisa bantu strategy fundamentalnya?


Ed mempunyai point2 yang sangat masuk akal. Intinya adalah apa strategy yang dipergunakan fundamentalist?:

Berikut adalah keterangan yang kira2 saya berikan:

Di dalam fundamental analysis, kita ebih fokus dengan apa yang akan kita capai 5/10 tahun mendatang daripada membicarakan tentang monthly income. Investor fundamental adalah investor yang pasif. In a way, kita membiarkan uang yang bekerja untuk kita, daripada menjadikan trading sebagai sebuah pekerjaan tetap.

Coba bayangin kalau pada tahun 2003 saya membeli AALI (Harga saham jan 03= rp1,725) sebanyak Rp 10jt. Jika hari ini saya menjual dengan harga Rp 18,000. Uang saya sudah bertumbuh 10x lipat menjadi Rp100jt. Atau notabene Rp 20jt/tahun.

Begitu juga jika saya membeli inco, antm atau lainnya yang mempunyai fundamental bagus.

Saya percaya investor teknikal mampu mencapai hasil yang serupa, bahkan kadang lebih bagus. Cuma bedanya di sini adalah, saya mendapatkan uang ini tanpa harus bekerja susah payah alias pasif. Sebuah konsep financial independence yang sederhana.

Orang fundamental adalah pemalas. Jadi strategy yang digunakan lebih banyak adalah buy and hold. Sell only when the fundamental change.

Oh ya untuk yang diatas belum termasuk dividen yang dibagikan perusahaan.

Point kedua dalam berinvestasi ala fundamental adalah kita harus punya holding power. Untuk fundamental kita juga bisa memulai dengan Rp10jt, tidak harus gede. Sesuai dengan kemampuan kita aza. Yang paling penting adalah uang yang digunakan bukan lah emergency cash, atau pun uang yang akan digunakan untuk membeli susu bayi bulan depan. Uang yang dipakai harus benar2 uang yang lowong. This is very important!

Point ketiga adalah seperti yang dikatakan guru kita kembali: "We don't make money when we sell, but we make money when we buy." Dalam hal ini kita harus lebih fokus pada pembelian daripada penjualan. Menurut Buffett, kalau kita membeli sebuah saham unggulan pada saat banyak terdiskon, kita tidak harus kuatir lagi dengan kapan kita akan menjual. I strongly agree!

Point keempat adalah jangan memiliki lebih dari 5 saham perusahaan. Save your time more for your family. Belilah saham satu per satu. Tidak harus sekaligus. Adalah lebih baik jika anda benar2 memahami jalan pikiran perusahaan sebelum benar2 berinvestasi. Buffet menghindari tech stocks karena dia bilang dia itu gaptech. Jadi dia lebih suka beli saham2 yang menjual barang2 yang dia pakai sehari2 seperti gillete (pisau cukur), cocacola (minuman kaleng), washington post (koran) dll. NB: walaupun Buffet mengenal akrab Bill gates, Buffett tidak memiliki selembar pun saham miscrosoft.

So kesimpulannya: untuk sementara 4 point di atas dulu yang harus kita tanamkan di pikiran bawah sadar kita sebelum berinvestasi: jangka waktu, holding power, focus on buy, 5 saham. Kalau ada ilham lain dari sang guru, akan saya paparkan lagi.


--

IDsaham.com Launched!!!!!!!

* TOP 20 Saham IDX (ROE, PER, YIELD, etc)
* Analisa Fundamental untuk semua saham IDX

Fundamental Terms dan Ratios
Posted by Investor Awam | Monday, July 07, 2008 | KOSA KATA FINANSIAL | 0 comments »

Financial Report = Laporan Keuangan. Biasanya terdiri dari 3 bagian:

1. Balance Sheet = Neraca. Laporan ini menceritakan posisi keuangan perusahaan terkait pada tahun tertentu. Neraca ini dibagi menjadi 3 bagian Assets(Aktiva), Liabilities(Kewajiban), dan Equities (ekuitas).
2. Profit & Lost Statement (Laporan Laba Rugi). Yang terpenting dari dari element ini adalah Revenue or Sales(Penjualan/Pendapatan), Operating Income(laba operasional), dan Net Income (Laba bersih)
3. Cash Flow Statement = Laporan Arus Kas. Ini adalah bagian yang sangat penting dari analisa dan sering terlalaikan oleh orang banyak, professional sekalipun. Laba perusahaan yang tidak diikuti Operating CF (laba operasional) yang positif perlu diragukan kebenarannya. Contohnya jika perusahaan menjual secara kredit, walaupun uang belum diterima perusahaan, laba sudah tercatat di P/L tetapi belum di CF statement. Makanya kita jangan hanya melihat laba doang, verifikasi juga dengan arus kas. Kalo kreditnya macet gimana? Remember cash is king!

Ratio-Ratio:

Analisa Manajemen

ROE (Return on Equity) = Net Income / Total Equity. Untuk nilai yield obligasi pemerintah yang kira2 14% per tahun, paling tidak ROE harus 20%. Kalo patokan saya sih 25%, saya kan sudah mengambil resiko yang lebih besar dari obligasi. Kadang saya lebih suka menggunakan ROEX (ROEX 2007= Net Income 2007/ Equity 2006). ROEX mempunyai arti dengan modal X tahun ini, manajemen mampu mencapai profit sebesar Y tahun depan. ROEX mempunyai daya prediksi.

ROA (Return on Assets) = Operating Income/ Total Asset. Ini juga adalah element penting. Artinya, tanpa memperdulikan bagaimana perusahaan memperoleh dana (apakah dari hutang atau modal sendiri) dan pajak, berapa besar profit yang mampu dihasilkan Asset yang ada. ROE yang dapat dipercaya adalah ROE yang besar diikuti ROA yang besar pula. Untuk standard ini ROA harus 20% lebih. ROAX mempunyai arti dan definisi yang hampir sama dengan ROEX.

Op Profit Margin = Op. Income/ Revenue

Net Profit Mrg = Net Income/ Revenue

Untuk dua yang diatas. Biasanya digunakan untuk mengukur kompetisi di pasar. Semakin besar margin perusahaan berarti kompetisi masih lemah dan pasar dikuasai perusahaan. Semakin dewasa kompetisi di pasar, margin perusahaan akan semakin tipis karena perang harga dari produk alternatif. Patokan standard adalah 20%. Namun tidak berati margin di bawah 20% adalah buruk. Contohnya saham UNTR yang walaupun marginnya kecil tapi karena omsetnya yang besar, perusahaan mampu mencapai pertumbuhan yang pesat selama 5 tahun terakhir. Margin kecil harus diimbangi oleh turnover (perputaran uang) yang besar dan cepat.

Analisa Resiko

DER (Debt - Equity Ratio) = Total Debt/ Total Equity. DER adalah perbandingan antara total hutang dengan total ekuitas perusahaan. Perusahaan yang bagus adalah perusahaan yang mempunyai beban hutang sedikit. Ini untuk menjaga kestabilan dan kemampuan perusahaan menciptakan laba pada saat ekonomi lesu. DER juga adalah cara perusahaan berkomunikasi dengan investornya. Biasanya perusahaan yang bagus akan berusaha mengurangi beban hutangnya secara berkala setiap tahun, yaitu terjadi penurunan DER secara bertahap. DER max yang jadi patokan saya adalah 2.0. Saham seperti AALI, INCO, dan ANTM mempunyai DER lebih kecil dari 1. Kenaikan DER secara drastis harus diwaspadai karena mungkin adalah tanda ketidakberesan atau kemepetan dana di perusahaan sehingga harus meminjam dana besar. Akan tetapi, kenaikan drastis DER juga bisa terjadi bila perusahaan membagikan dividend yang besar sehingga total Ekuitas jadi berkurang. Jadi hal ini harus ditelaah hati2, jangan terjebak sinyal yang salah.

Quick Ratio = Current Assets/ Current Liabilities. Quick ratio digunakan untuk menghitung kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang jangka pendek tanpa harus menggadaikan Asset Jangka Panjang (cth: Gedung, mesin2, pabrik, dll). Adalah sangat baik bila quick ratio di atas 1. Hal ini juga harus ditelaah hati2 karena tidak semua quick ratio di bawah 1 adalah buruk. Kemampuan perusahaan mencetak laba yang besar bisa menutupi kekurangan ini.

NTA (Net Tangible Assets)= (Tot Assets - Intangible Assets)/Total Shares. NTA adalah assets nyata per saham. Assets seperti goodwill, dll adalah assets yang tidak nyata, sehingga apabila perusahaan bangkrut, asset ini tidak dapat digadaikan dan akan bernilai nol. Jadi jika ada perusahaan mempunyai goodwill yang sangat besar dibandingkan total assetsnya maka harus diwaspadai. Pada tgl 30/6/2008 saham TLKM dijual pada Rp7300, sedangkan NTAnya adalah Rp3500. Jika kita membeli saham ini dan TLKM bangkrut, maka ada rp 3500 assets yang bisa digadaikan.

Analisa Growth (Pertumbuhan)

Pastikan kita membeli saham yang tiap tahunnya bertumbuh di segala hal, baik sales, operating income, net income, dan cash flow. Sering terjadi tiba2 net income bertambah drastis. Namun jika tidak diimbangi oleh kenaikan operating income yang drastis, bisa jadi itu adalah karena kenaikan extra ordinary item. Artinya bukan operational perusahaan yang membuat kenaikan laba bersih, tetapi mungkin karena penjualan asset perusahaan. Kenaikan drastis ini bisa membuat pasar fly yang kemudian terjuan bebas karena quarter berikutnya pasar akan kecewa karena tidak mendapatkan kenaikan yang drastis lagi. It's a one-off thing.

Analisa Harga

PER (Price-Earning Ratio) = Harga Saham/(EPS atau earning per share). PER adalah ratio yang paling lazim dan mudah dipergunakan. Namun kadang agak susah digunakan untuk menilai suatu saham yang wajar. Saham A dengan PER 15 bisa jadi lebih berharga daripada saham B dengan PER 8, apabila pertumbuhan A 30% per tahun dan B 15%. Adalah juga orang yang menggunakan PEG (PER Growth), namun di sini saya lebih suka menggunakan analisa Fair Valuenya Warren Buffet. Sebagai patokan untuk saham dengan pertumbuhan 20% ke atas, PER yang wajar adalah 15-20. PER di bawah 15 adalah termasuk murah.

PBV (Price to Book Value) = Harga Saham/(Total Equity per share). Ini adalah perbandingan antara harga saham dengan nilai buku. Untuk menggunakan ratio ini kita juga harus mengenal pertumbuhan Ekuitas perusahaan tersebut tahun ke tahun. Saya kurang menyukai ratio ini. Jadinya saya tidak tahu patokan nilai yang dipergunakan. Ada yang bisa bantu?

Dividend Yield = DPS/Harga Saham. Ini juga adalah cara perusahaan berkomunikasi dengan investornya. Perusahaan yang bagus akan menerapkan payout ratio yang stabil untuk dalam misi jangka panjang mereka. Hanya perusahaan yang bagus lah yang bisa secara konsisten memberikan dividend yang bertumbuh setiap tahunnya. Perusahaan yang buruk bisa memanipulasi dividen untuk jangka pendek, tetapi untuk secara konsisten setiap tahunnya memberikan dividen, mereka tidak akan mampu. Namun hati-hati! Tidak berarti perusahaan yang tidak memberikan dividen adalah perushaan buruk. Perusahaan yang pesat pertumbuhannya jarang membagikan dividen, contohnya Microsoft selama 30 tahun tidak memberikan dividen. Baru akhir2 ini saja dividen dicairkan. Perusahaan Berkshire Hathaway milik Warren Buffett juga tidak memberikan dividen hingga saat ini.

Fair Value Analysis. Methode yang saya gunakan adalah Discounted CF model. Cara ini, saya memprediksi CF perusahaan 10 tahun ke depan (bukan perpetual, untuk lebih konservatif). Prediksi CF ini dengan menggunakan rata2 pertumbuhan CF 5 tahun sebelumnya. Kemudian, saya menggunakan Discount Rate sebesar dari Yield 10 tahun Obligasi Pemerintah. Dari sana kita bisa menghitung Present Value dari CF-CF prediksi kita. Nilai PV per saham inilah yang menjadi harga wajar saham. Metode ini sanagt terkenal karena juga dipergunakan Warren Buffett dan Benjamin Graham yang notabenenya master2 dari Value Investing. Untuk kelanjutan cara menghitung Fair Value analisis akan saya jabarkan lagi next time.

--

IDsaham.com Launched!!!!!!!

* TOP 20 Saham IDX (ROE, PER, YIELD, etc)
* Analisa Fundamental untuk semua saham IDX

Harga Wajar vs Target Harga
Posted by Investor Awam | Monday, July 14, 2008 | INFORMATION CENTRE | 5 comments »

Banyak teman saya bertanya tentang mengapa harga wajar saya bisa berbeda dengan target harga yang dibuat perusahaan2 broker. So sekiranya temen2 yang lain juga bertanya, ini penjelasan saya:

Harga wajar bukan lah target harga. Target harga adalah hasil stimulasi analisa teknikal. Sedangkan harga wajar/intrinsic value adalah perhitungan present value dari potensi CF perusahaan di masa mendatang.

Ini berkaitan dengan time-vale of money. Contohnya jika bunga bank adalah 10%, setelah setahun menabung di bank uang Rp1jt bertambah menjadi Rp1,1jt. Dua tahun kemudian uang kita bertambah menjadi Rp1,21jt,dst.

dec/2007: Rp 1jt

--

update terbaru untuk semua saham IDX:

www.IDsaham.com

dec/2008: Rp1,1jt

dec/2009:Rp1,21jt

dec/2010:Rp1,331jt

dst

Jadi untuk bunga 10%, Rp 1jt pada thn 2007 = Rp 1,331jt pada tahun 2010. Jika seseorang mengatakan akan memberikan Rp 1,331jt pada tahun 2010, itu sama artinya dengan ia memberikan uang Rp1jt sekarang. Bisa mengerti kan kira2?

Jadi untuk harga wajar, CF-CF dimasa mendatang itu kita ubah menjadi nilai uang sekarang. Setelah dijumlahkan, dapatlah kita harga wajar perusahaan itu.

Sederhananya, harga wajar adalah harga maximum yang boleh kita beli sehingga nilai yang didapat setimpal dengan uang yang kita investasikan. Saya senang mengambil contoh Innova. Seumpanya harga layak innova adalah 200jt. Jika anda membeli dengan harga 200jt, artinya nilai yang anda dapat setimpal dengan uang yang kita bayar. Anda juga tidak merasa tertipu dengan ini.

Jika mungkin karena ada promosi, anda mampu membeli innova dengan harga 150jt. Hal ini berarti anda mendapat discouted price dari harga wajar. Kalo ada yang tahu harga wajar Innova adalah 200jt, mungkin mereka bersedia membeli 180jt dari anda.

But only a fool will buy Innova more than 200jt. haha. Sorry2 bukan untuk menyinggung siapa2. Ada pengalaman pribadi juga kok dulu.

Kalo kita lihat cara warren buffet berinvestasi, dia akan selalu mencari harga2 diskon di pasar. So the question is : kapan ada obral? Jawabannya adalah pada saat resesi. Pernahkah anda mendengar istilah hype is always more than fact. Kalo ekonomi bagus, reaksi pasar adalah seakan2 market 3x lebih bagus daripada faktanya. Kalo ekonomi lagi jelek, reaksi pasar seakan2 hari kiamat udah tiba. Ini yang selalu terjadi.

--



IDsaham.com Launched!!!!!!!

Tips Screening Saham Unggulan

Ini ini tips cepat untuk mendapatkan saham2 unggulan.

Tapi sebelumnya, ada 4 kategori saham:

1. Saham unggulan (berada di kelas unggulan dan tiap tahun juara di sektornya)
2. Saham pas2an (menguntungkan tapi nilai rapornya cuman 6)
3. Saham tidak konsisten (kadang juara, kadang nggak naik kelas)
4. Saham Jelek (kuliah 23 tahun belum tamat2!!!)

Kayaknya saya nggak usah kasih penjelasan buat tipe2 saham di atas kan?

So kunci utama biar bisa hemat waktu adalah kita jangan buang2 bergulat dengan saham2 kategori 2 sampai 4. Habisin tenaga dalam saja! Fokus saja pada saham unggulan and kita bisa punya banyak waktu untuk keluarga. Kalo ada yang bagus, kenapa pilih yang pas2an apalagi yang jelek?

Jangan frustasi jika hanya menemukan sedikit saham unggulan karena faktanya memang demikian. Bagi yang pernah ikutan seminar Tung Desem, anda pasti tahu bahwa cuma 1% orang di dunia in yang bener2 sangat kaya. Ironisnya, mereka mengusai 50% perputaran uang di dunia. Fakta yang sama juga terjadi di perusahaan. Kalau mau dibilang mungkin juga cuma 1-5% saham unggulan di IHSG.

Lagian menurut si Peter Lynch, adalah lebih optimal jika kita memfokuskan uang kita di 5 saham aza. Sehingga kita bisa mengenal dan mengikuti perkembangan saham-saham tersebut dengan baik.

Ini langkah2 screening menurut urutannya:

Screening Awal (sebelum hitung2an):

1. Screening P/L statement. Lihat Sales, Operating Profit, dan Net Profit. Setiap tahun positif? Kalau tidak, langsung dipecat saja! Liat saham lain... hehe. Atau kalau kira2 rasa ada prospek (maximum cuma 1 tahun negatif), taruh di keranjang dengan label "Akan direview kembali kalo sempat".
2. Screening Balance Sheet. Lihat Assets dan Equities. Tiap tahun bertambah? Paling tidak harus menunjukkan trend bertambah! Kalo nggak bertambah, liat perusahaan ada membagikan dividen yang membesar? Kalo nggak juga, dipecat saja. Cari sampai dapat Asset & Equities yang bertambah haha. Jangan buang waktu.
3. Screening CF. Kalau ada 1 tahun aza CF yang minus, pecat!!! Sebuah perusahaan bagus harus mampu mencetak laba dan CF positif kapan pun juga, sekalipun keadaan ekonomi lagi lesu. Bukan terbawa arus, ikutan terombang ambing! Market bagus untung, market tidak bagus rugi.
4. Kalo udah ok, let's move on!

Download data dan buat spreadseets hitungan:

1. Buat Grafik B/S, yang terdiri dari: Asset, Equities, Liabilities. Lebih mudah melihat gambar daripada angka. Liat trend di grafik, apakah bertambah?
2. Buat Grafik P/L, yang terdiri sales, operating profit dan net profit. Lihat apakah pertumbuhan seirama? Konsisten?
3. Analisa ROE. Harus konsisten di atas 25% (karena Yield Goverment bond udah 14%). Kalo nggak, pecat! Kita cuma mau saham unggulan, pas-pasan out!
4. Analisa ROA. Harus konsisten di atas 20%. Kalo nggak pecat!
5. Analisa DER. Lebih dari 3, out! Resiko terlalu besar. Nilai harus konsisten dan kalo bisa menurun! (ada pengecualian untuk saham2 Bank!). Penjelasannya bisa diliat di Information Centre.
6. Analisa Quick Ratio. Yang ini bisa ditoleransi. Kalo bisa minimum 0.8.
7. Analisa Profit Margin. Ini sebenarnya juga bisa ditoleransi. Lakukan study banding dengan saham sejenis. Pilih yang marginnya lebih gede.

Analisa Harga

Ini yang paling akhir kalo semua kriteria di atas sudah terpenuhi. Jangan buang2 waktu mencari harga wajar saham yang tidak konsisten, atau jelek. Selain susah, margin error kita sangat besar.

Terus terang, saya juga banyak mengalami kesulitan memprediksi pertumbuhan saham2 yang tidak konsisten (terutama yang hari ini untung, besok rugi). Lebih susah lagi kalau sahamny punya CF yang sering negatif.

Catatan akhir!

Beli saham unggulan cuman ketika ada diskon minimal 30% dari harga wajar. Kalo harga masih mahal,play waiting game!!!

Itu aza dulu. Gud lak!~

--

IDsaham.com Launched!!!!!!!

* TOP 20 Saham IDX (ROE, PER, YIELD, etc)
* Analisa Fundamental untuk semua saham IDX

Harga Wajar vs Target Harga (Episode 2)
Posted by Investor Awam | Friday, July 18, 2008 | INFORMATION CENTRE | 3 comments »

Ini sedikit tambahan untuk penjelasan tentang harga wajar karena banyak yang masih bingung. Kayaknya contoh innova kurang kena.

Ini sepenggal cuplikan komentar "Harga Wajar vs Target Harga (Episode 1):

Harga wajar bukan lah target harga. Target harga adalah hasil stimulasi analisa teknikal. Sedangkan harga wajar/intrinsic value adalah perhitungan present value dari potensi CF perusahaan di masa mendatang.

Ini berkaitan dengan time-vale of money. Contohnya jika bunga bank adalah 10%, setelah setahun menabung di bank uang Rp1jt bertambah menjadi Rp1,1jt. Dua tahun kemudian uang kita bertambah menjadi Rp1,21jt,dst.

dec/2007: Rp 1jt

dec/2008: Rp1,1jt

dec/2009:Rp1,21jt

dec/2010:Rp1,331jt

dst

Jadi untuk bunga 10%, Rp 1jt pada thn 2007 = Rp 1,331jt pada tahun 2010. Jika seseorang mengatakan akan memberikan Rp 1,331jt pada tahun 2010, itu sama artinya dengan ia memberikan uang Rp1jt sekarang.

Ini tambahan penjelasan saya:

Seumpamanya seseorang menawarkan kepada anda sebuah kupon yang bisa dicairkan tahun 2010 dengan nilai Rp1,331jt.

* Jika kupon tersebut dijual dengan harga Rp 1jt, apakah tindakan anda?Jika anda membeli pada harga ini, anda tidak rugi karena jika uang anda disimpan di bank juga akan memberikan nilai yang sama pada tahun 2010. Artinya anda membeli pada harga wajar.
* Gimana jika kupon ini ditawarkan dengan harga Rp 800rb? Jika anda beli, berarti anda membeli dengan harga diskon 20% dari harga wajar. Ini tentu saja lebih baik daripada menaruh uang di bank. Dgn bank, anda butuh Rp 1jt sekarang untuk mendapatkan Rp1,331jt pada tahun 2010. Sedangkan dgn membeli kupon, anda cuma butuh Rp 800rb untuk mendapatkan Rp1,331jt pada tahun 2010. Tentu saja ini tawaran yang menarik bukan?
* Ada yang mau beli kupon tersebut dengan harga Rp 1,2jt? Jawabnya: banyak!Kalau kita mengerjakan hitung2an terlebih dahulu, tentu saja kita tidak mau. Namun di pasar saham banyak sekali yang tidak buat PR. Hehe...

Oh ya, harga wajar itu dinamis - berubah seiring dengan waktu. Harga wajar kupon tahun Dec 2007 adalah Rp1jt. Harga wajar tersebut naik menjadi Rp1,1 juta pada Dec 2008. Bisa paham kan kenapa?


--

IDsaham.com Launched!!!!!!!

* TOP 20 Saham IDX (ROE, PER, YIELD, etc)
* Analisa Fundamental untuk semua saham IDX

Harga Wajar vs Target Harga
Posted by Investor Awam | Monday, July 14, 2008 | INFORMATION CENTRE | 5 comments »

Banyak teman saya bertanya tentang mengapa harga wajar saya bisa berbeda dengan target harga yang dibuat perusahaan2 broker. So sekiranya temen2 yang lain juga bertanya, ini penjelasan saya:

Harga wajar bukan lah target harga. Target harga adalah hasil stimulasi analisa teknikal. Sedangkan harga wajar/intrinsic value adalah perhitungan present value dari potensi CF perusahaan di masa mendatang.

Ini berkaitan dengan time-vale of money. Contohnya jika bunga bank adalah 10%, setelah setahun menabung di bank uang Rp1jt bertambah menjadi Rp1,1jt. Dua tahun kemudian uang kita bertambah menjadi Rp1,21jt,dst.

dec/2007: Rp 1jt


update terbaru untuk semua saham IDX:

www.IDsaham.com

dec/2008: Rp1,1jt

dec/2009:Rp1,21jt

dec/2010:Rp1,331jt

dst

Jadi untuk bunga 10%, Rp 1jt pada thn 2007 = Rp 1,331jt pada tahun 2010. Jika seseorang mengatakan akan memberikan Rp 1,331jt pada tahun 2010, itu sama artinya dengan ia memberikan uang Rp1jt sekarang. Bisa mengerti kan kira2?

Jadi untuk harga wajar, CF-CF dimasa mendatang itu kita ubah menjadi nilai uang sekarang. Setelah dijumlahkan, dapatlah kita harga wajar perusahaan itu.

Sederhananya, harga wajar adalah harga maximum yang boleh kita beli sehingga nilai yang didapat setimpal dengan uang yang kita investasikan. Saya senang mengambil contoh Innova. Seumpanya harga layak innova adalah 200jt. Jika anda membeli dengan harga 200jt, artinya nilai yang anda dapat setimpal dengan uang yang kita bayar. Anda juga tidak merasa tertipu dengan ini.

Jika mungkin karena ada promosi, anda mampu membeli innova dengan harga 150jt. Hal ini berarti anda mendapat discouted price dari harga wajar. Kalo ada yang tahu harga wajar Innova adalah 200jt, mungkin mereka bersedia membeli 180jt dari anda.

But only a fool will buy Innova more than 200jt. haha. Sorry2 bukan untuk menyinggung siapa2. Ada pengalaman pribadi juga kok dulu.

Kalo kita lihat cara warren buffet berinvestasi, dia akan selalu mencari harga2 diskon di pasar. So the question is : kapan ada obral? Jawabannya adalah pada saat resesi. Pernahkah anda mendengar istilah hype is always more than fact. Kalo ekonomi bagus, reaksi pasar adalah seakan2 market 3x lebih bagus daripada faktanya. Kalo ekonomi lagi jelek, reaksi pasar seakan2 hari kiamat udah tiba. Ini yang selalu terjadi.

Pernahkah Anda merenungkan, mengapa ada beberapa orang yang mampu melewati Badai Cobaan yang paling Dahsyat di dalam

hidupnya namun tetap berdiri Tegar, Sementara beberapa yang lainnya selalu Mengeluh ?! Mengeluh secara terus menerus akan setiap gangguan kecil dalam hidupnya dan pada akhirnya semakin terpuruk ??



Alkisah…Pada suatu ketika hidup seorang yang sangat dipenuhi oleh ROH Kasih di dalam hidupnya.

Ketika ia meninggal, semua orang mengira bahwa manusia sepertinya pasti akan langsung masuk ke Surga.

Akan tetapi, karena sesuatu dan lain hal, malaikat di Surga melakukan sebuah kesalahan.

Ia melewatan nama orang tersebut dan berpikir dikarenakan orang tersebut tidak terdaftar di Surga, maka tempatnya adalah di

Neraka dan Ia pun langsung mengirimnya ke Neraka !!



Di Neraka…Tidak ada yang men-check reservasi Anda…

Setiap orang yang meninggal dan tidak di terima di Surga adalah Penghuni Abadi.

Jadi, tanpa membantah orang tersebut pun tinggal di Neraka, karena ia berpikir mungkin ia belum layak untuk tinggal di Surga.

Seminggu kemudian…

Raja Iblis pun pergi ke Surga dan marah !!

Ia menuduh bahwa Kerajaan Surga telah melakukan terorisme di Neraka…



Ada apa ??', tanya salah satu malaikat Surga.

Sang Raja Iblis berteriak dengan murka, ‘Apa maksud kalian mengirim orang ini ke Neraka !! Dia benar-benar merusak tempat-Ku…

Sejak awal dia tiba di Neraka, dia tidak pernah membalas siapa pun yang menyakitinya, dan malahan dia selalu mendengarkan, mengasihi dan menghibur penghuni yang lain. Dan sekarang semua penghuni di sekelilingnya mulai saling memeluk dan mengasihi satu dengan lainnya. Ini bukan Neraka yang Ku kehendaki !!

Ini orangnya Aku kembalikan, Aku tidak perduli…

Pokoknya apapun alasannya Aku tidak bisa menerimanya di Kerajaan-Ku !!’





Note.



Oleh karena itu, Hiduplah dengan penuh Cinta dan Kasih dalam Hati-Mu…

Sehingga apa pun yang terjadi pada-Mu, sekalipun Malaikat melakukan kesalahan dan mengirim-Mu ke Neraka, Iblis sendiri yang akan mengantar-Mu kembali ke Surga…



Have a Nice ‘n’ Great Dae…

--

Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir


Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. 'Hingga tetes terakhir', pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton: "Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!"

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung.

Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?"

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung." Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras... dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.

Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, "Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu.

Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?"

Begini, jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku". Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.

Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya, demikian kata seorang bijak.

Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut.

Argentina Raih yang Pertama, Barca Terbanyak
Narayana Mahendra Prastya - detiksport


Lionel Messi (AFP)

Zurich - Lionel Messi adalah pemain pertama asal Argentina yang menjadi pemain terbaik dunia. Keberhasilan Messi juga menempatkan Barcelona sebagai klub dengan pemain yang paling sering merebut gelar "raja dunia".

FIFA menobatkan Messi sebagai pemain terbaik 2009 dalam gala yang dilangsungkan di Zurich, Selasa (22/12/2009) dinihari WIB.

Ini merupakan kali pertama pemain asal Argentina mendapatkan gelar pemain terbaik dunia. Ada pun Messi selalu menjadi runner-up dalam dua tahun sebelumnya. Selain Messi, pemain Argentina lain yang pernah mencatatkan namanya di tiga besar pemain terbaik dunia adalah Gabriel Batistuta (tahun 1999).

Sementara itu Barcelona menjadi klub dengan pemain yang paling sering dinobatkan sebagai "raja dunia". Total tujuh kali gelar pemain terbaik dunia disabet pemain Azulgrana.

Ada pun Messi merupakan pemain Barca kelima yang meraih gelar terbaik dunia, setelah sebelumnya direngkuh oleh Romario (tahun 1994), Ronaldo (1996 dan 1997), Rivaldo (1999), dan Ronaldinho (2004 dan 2005).


Gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA
1991: Lothar Matthaeus (Jerman)
1992: Marco Van Basten (Belanda)
1993: Roberto Baggio (Italia)
1994: Romario (Brasil)
1995: George Weah (Liberia)
1996: Ronaldo (Brasil)
1997: Ronaldo (Brasil)
1998: Zinedine Zidane (Prancis)
1999: Rivaldo (Brasil)
2000: Zinedine Zidane (Prancis)
2001: Luis Figo (Portugal)
2002: Ronaldo (Brasil)
2003: Zinedine Zidane (Prancis)
2004: Ronaldinho (Brasil)
2005: Ronaldinho (Brasil)
2006: Fabio Cannavaro (Italia)
2007: Kaka (Brasil)
2008: Cristiano Ronaldo (Portugal)
2009: Lionel Messi (Argentina)

Distribusi per klub
Barcelona: 7
Real Madrid: 4
Juventus: 4
AC Milan: 3
Inter Milan: 3
Manchester United: 1
PSV Eindhoven: 1
Paris Saint Germain: 1


"Apalagi, saya percaya itu keputusan kita, bukan kondisi kehidupan kita, yang menentukan takdir kita."

Anthony Robbins
Penulis dan Pembicara

--

"Peliharalah pikiran Anda dengan pikiran-pikiran yang besar. Untuk percaya kepada heroik membuat pahlawan."

Benjamin Disraeli
1804-1881 Menteri, Perdana Inggris

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar