Kamis, 15 April 2010

Datang ke DPR, 8 Mantan Bos Gayus Dikawal Ketat

nia - detikFinance


Jakarta - Delapan eks atasan pegawai pajak Gayus Tambunan yang dinonaktifkan hadir di DPR. Para pegawai pajak yang sedang dinonaktifkan itu dijaga ketat usai menghadiri rapat bersama Panja Perpajakan DPR RI.

Rapat Panja Perpajakan yang digelar sejak 10.40, Kamis (15/4/2010), dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama bersifat terbuka berupa pemaparan deskripsi pekerjaan Direktorat Keberatan dan Banding Ditjen Pajak, serta proses pengajuan banding ke Pengadilan Pajak.

Sementara sesi kedua berupa pendalaman kasus Gayus Tambunan, tersangka markus pajak Rp70 miliar, dan bersifat tertutup dengan alasan dikhawatirkan menyebutkan nama beberapa orang yang terkait kinerja Gayus di Ditjen Pajak. Rapat tersebut berjalan sekitar 3,5 jam.

Usai rapat tertutup, kedelapan pejabat pajak non aktif tersebut urung berkomentar dengan dikawal beberapa orang berpakaian sipil hingga ke kendaraan mereka. Para pewarta yang telah lama menunggu, tidak berhasil mendapat sedikit pernyataan dari mereka.

Bahkan, Mantan Direktur Keberatan dan Banding Bambang Heru Ismiarso bungkam walaupun wartawan tetap mengikutinya hingga ruang istirahat Komisi XI DPR RI.

Beberapa orang berpakaian sipil bertubuh tegap dengan kemeja dan celana bahan, ini telah berjaga-jaga sejak awal kedatangan delapan orang tersebut.

Adapun kedelapan pejabat pajak non aktif yang memenuhi panggilan Komisi XI DPR RI hari ini yaitu:

1. Bambang Heru Ismiarso
2. Marudut Sitanggang
3. Bambang S
4. Dwi A
5. E. Sulistyarini
6. Jhonny Tobing
7. Agus Budiono
8. Emir Herteniza.


--

Mantan Bos Gayus Sebut Masih Banyak 'Gayus' Lain Berkeliaran
nia - detikFinance

Jakarta - Di hadapan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) Perpajakan DPR RI, Mantan Direktur Keberatan dan Banding Direktorat Jenderal Pajak Bambang Heru Ismiarso yang juga merupakan mantan atasan Gayus Tambunan mengakui masih banyaknya 'Gayus-Gayus' lain di Ditjen Pajak.

"Pak Bambang tadi mengatakan masih banyak 'Gayus' yang berkeliaran di sana (Ditjen Pajak) tapi Pak Bambang nggak bisa sebut," ungkap Ketua Panja Perpajakan DPR RI Melchias Marcus Mekeng usai RDP di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (15/4/2010).

Melchias menyatakan hasil pertemuan tertutup selama 3 jam dengan 10 pegawai pajak yang dinonaktifkan belum optimal karena pembicaraan masih berkutat pada mekanisme kerja.

"Saya melihat bahwa tadi apa yang diungkapkan para pejabat nonaktif tadi belum 100% terungkap, karena setengah dari percakapan tadi masih membicarakan mekanisme kerja, baru belakangan hubungan kerja dengan Gayus," ujarnya.

Dari pertemuan tersebut, Melchias hanya bisa menyampaikan terdapat kelemahan sistem operasional di mana atasan tidak melakukan pengawasan terhadap bawahannya. Apalagi, dia menilai tugas di Direktorat Keberatan dan Banding merupakan suatu hal yang berat dengan banyaknya kasus yang ditangani tiap hari.

"Kelemahan sistem operasional prosedur, setelah pihak mengeluarkan surat tugas, mereka tidak melakukan pengawasan terhadap pelaksana tugas tersebut. Jadi, ada kelemahan di pengawasan dan penempatan sumber daya manusia," ungkapnya.

Melchias menilai dengan adanya titik kelemahan ini, Gayus bisa memanfaatkan untuk mendapatkan 'gaji' tambahannya.

"Ya memang kerja di direktorat ini tugasnya terlalu berat, bagaimana bisa konsentrasi, mungkin asal-asalan. Gayus melihat ada kelemahan, dia manfaatkan cari kerja di sini. Jadi, dia bermain di dua pisau baik di wajib pajak maupun Ditjen Pajak," jelasnya.

Selain hasil tersebut, Panja Perpajakan meminta beberapa jawaban tertulis yang berkaitan dengan sesuatu yang detail. "Kita akan panggil lagi mereka. Kita sesuaikan jadwal, tapi mereka harus menyampaikan beberapa jawaban secara tertulis dalam 10 hari ini," tukasnya.


--

Taiwan Siap Benamkan Investasi US$ 2,8 Miliar
hen - detikFinance

Jakarta - Taiwan berencana akan membenamkan investasi di Indonesia pada bidang petrochemical senilai US$ 2,8 miliar. Selain itu Taiwan sudah merambah bidang investasi energi terbarukan pembuatan jatropa atau bahan bakar nabati dari

"Pengembangan infrastruktur migas dengan mengembangkan petrochemical center US$ 2,8 miliar sedang mencari pendapat pemerintah lokasinya," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di acara Infrastructure Asia 2010, Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/4/2010)

Dikatakan Hatta, investor Taiwan mereka akan kerjasama secara business to business dengan pihak Indonesia, termasuk ada kemungkinan dengan Pertamina atau pelaku swasta lainnya. "Mereka sangat serius," tegasnya.

Hatta juga mengatakan investor Taiwan di Indonesia sedang mengembangkan lahan jatropa 100.000 hektar di Kalimantan Timur. "Minat investasi sangat besar jangan disia-siakan," katanya.



Timbangan Feng Yu

Pada suatu ketika, di sebuah kota kecil di Tiongkok Utara terdapat dua toko yang menjual beras, toko yang satu bernama Yong Chang, yang satunya lagi bernama Feng Yu. Pemilik tua toko beras Feng Yu melihat saat itu situasi sedang kacau oleh peperangan tidak mudah untuk berdagang, dia lalu memikirkan suatu rencana yang bisa mendatangkan keuntungan yang lebih besar.

Hari itu, dia mengundang ahli pembuat timbangan ke rumahnya, dengan sembunyi-sembunyi dia berkata kepada ahli pembuat timbangan itu, “Tolong Anda buatkan satu timbangan yang ukuran beratnya 1kg sama dengan 15,5 kati, nanti ongkos pembuatannya saya tambah seratus tael.” (1 kg yang sebenarnya adalah 16 kati). Demi mendapatkan uang seratus tael lebih banyak, dia telah mengabaikan moralnya dan segera menyanggupi pemilik toko tua itu.
Setelah selesai berpesan, pemilik toko itu pun meninggalkan ahli timbangan itu seorang diri di halaman rumahnya untuk membuat timbangan, dia sendiri berjalan ke dalam toko mengurus dagangannya.

Pemilik toko beras tua itu mempunyai empat orang putra, semua anaknya membantu dia mengolah toko beras itu. Putra yang bungsu dua bulan yang lalu baru menikah, istrinya adalah putri seorang guru pengajar. Ketika mertuanya berpesan dengan ahli pembuat timbangan, dia sedang menjahit di dalam kamar, percakapan mertuanya dengan ahli timbangan telah terdengar semuanya olehnya.

Setelah ditinggal pergi oleh si pemilik toko, menantu baru itu merenung sejenak, berjalan keluar dari kamar dan berbicara dengan ahli pembuat timbangan itu, “Mertua saya itu sudah tua, pikirannya agak kacau, tadi pasti salah mengucapkan kata-kata. Mohon Anda buatkan timbangan yang ukuran beratnya 1kg sama dengan 16,5 kati, nanti saya berikan ongkos lebih 200 tael. Tetapi, Anda harus berjanji tidak memberitahukan hal ini kepada mertua saya itu.”
Ahli pembuat timbangan itu demi mendapatkan uang 200 tael lebih banyak lagi, dia mengabulkan permintaan itu.

Timbangan yang ukuran beratnya 1kg sama dengan 16,5 kati dengan cepat telah selesai dibuat, dan ahli pembuat timbangan itu sungguh tidak memberitahu perubahan berat timbangan itu kepada pemilik tua. Pemilik toko yang tua itu sudah pernah beberapa kali membuatkan dacin kepada ahli timbangan itu, dia sangat mempercayai keahliannya, jadi timbangan baru setelah selesai dibuat hari itu juga dibawa ke dalam toko beras untuk dipergunakan.

Beberapa waktu kemudian, perdagangan toko beras Feng Yu kian makmur, pelanggan lama dari toko beras Yong Chang juga ikut meramaikan. Mereka berbondong-bondong beralih ke toko beras Feng Yu untuk membeli beras.

Tidak lama setelah itu, orang-orang yang tinggal di sebelah barat dan timur jalanan kota kabupaten itu juga mencari yang jauh dan melepaskan yang dekat, mereka menelusuri kampung dan jalanan datang ke toko Feng Yu untuk membeli beras, sedangkan toko beras Yong Chang yang berada di depan jalanan menjadi sepi sekali.

Tiba pada akhir tahun, toko beras Feng Yu mendapatkan keuntungan besar, sedangkan toko beras Yong Chang merugi hingga tidak bisa melanjutkan perdagangan, toko beras itu akhirnya dipindah-tangankan kepada Feng Yu.

Pada malam tahun baru Imlek, keluarga besar pemilik toko Feng Yu duduk berkeliling makan Shuijiao (sejenis pangsit, yang merupakan makanan utama malam tahun baru imlek untuk penduduk Tiongkok Utara) bersama.

Hati pemilik tua sedang bergembira, dia mengeluarkan pertanyaan untuk semua orang. Dia ingin tahu siapa yang dapat menebak bagaimana dia bisa menjadi kaya raya. Mereka semua berebut untuk berbicara, ada yang mengatakan berkat perlindungan Yang Mahakuasa, ada yang mengatakan pemilik tua menggunakan cara yang tepat untuk mengelola, ada juga yang mengatakan letak toko beras itu sangat strategis, ada pula yang berkata berkat kerja sama dari seluruh anggota keluarga.

Pemilik tua itu dengan tertawa dan berkata,
“Jawaban kalian semuanya salah. Kita menggantungkan apa untuk menjadi kaya? Menggantungkan timbangan yang kita miliki! Timbangan kita beratnya 1kg sama dengan 15,5 kati, setiap menjual 1kg beras, kurang 0,5 kati, setiap hari menjual ratusan bahkan ribuan kilo beras, maka akan mendapatkan untung banyak, dengan mengumpul keuntungan ini dari hari ke hari, maka akhirnya kita menjadi kaya.”

Selanjutnya dia menceritakan bagaimana dia pada awal tahun telah membuat timbangan yang berat 1 kilonya sama dengan 15,5 kati dengan menambahkan 100 tael kepada ahli pembuat timbangan. Mendengarkan penuturan ini, anak cucunya sangat takjub hingga melupakan Shuijiao di mangkuk mereka. Setelah ketakjuban mereda, semua orang memuji pemilik tua alias orang tua mereka ini sangat hebat, tidak menunjukkan gelagat sedikitpun, hingga orang sendiripun tidak menyadari, uang sudah masuk ke dalam saku. Mendengarkan perkataan ini pemilik tua merasa bangga, girang bukan kepalang, berulang-ulang memegangi janggut panjangnya.

Saat itu, menantu barunya perlahan-lahan berdiri dari bangkunya, dan berbicara kepada sang pemilik tua, “Ada satu hal yang ingin saya sampaikan kepada ayah, sebelum saya beritahukan kepada ayah, saya berharap ayahanda mau berjanji memaafkan kesalahan saya.”
Dia menunggu pemilik tua menganggukkan kepala, dengan tenang-tenang saja menantu baru itu menceritakan kepada semua orang, tentang bagaimana dia pada awal tahun itu telah memberikan uang 200 tael lebih banyak kepada ahli pembuat timbangan untuk membuatkan timbangan yang beratnya 1 kilo sama dengan 16,5 kati.

Dia berkata, “Ucapan ayah sangat benar sekali, kita menjadi kaya berkat timbangan yang kita pakai. Timbangan kita setiap 1 kilo mempunyai kelebihan berat 0,5 kati, semua pelanggan tahu kita berdagang sangat jujur tidak mencuri timbangan, maka mereka semua mau membeli beras kita, maka usaha perdagangan kita menjadi makmur. Walaupun setiap kilonya kita mendapatkan untung lebih sedikit, tetapi jika penjualannya banyak keuntungan yang didapatkan akan besar pula. Kita telah menjadi kaya berkat kejujuran yang kita tunjukkan kepada pelanggan ”

Kali ini semua orang dibuat jadi lebih takjub, mereka terperangah. Pemilik tua tidak percaya bahwa hal ini adalah benar, dia mengambil dan meneliti timbangan yang dipergunakan setiap hari untuk menjual beras. Ternyata memang benar berat 1 kg-nya sama dengan 16,5 kati.
Pemilik tua itu tercengang kaget, dia tidak mengatakan sepatah katapun, dengan perlahan-lahan berjalan masuk ke dalam kamarnya.

Keesokan pagi setelah sarapan pagi, tepat pada awal tahun baru Imlek tanggal satu, pemilik tua mengumpulkan seluruh anggota keluarga, sambil melepaskan kunci kasir yang terikat di pinggangnya ia berkata, “Saya sudah tua, sudah tidak berguna. Kemarin semalaman saya telah mempertimbangkan, memutuskan mulai saat ini, menyerahkan kendali toko ini kepada menantu saya yang keempat, dikemudian hari, kita semua mematuhi kehendak dia!”

Akhirnya keputusan itu dilaksanakan, dan Toko Beras Feng Yu semakin tahun menjadi maju dan berkembang di Tiongkok Utara.

MORAL STORY

Semua orang bagai sebuah timbangan, dengan timpang sebelah (tidak jujur), orang lain akan dapat melihatnya dengan sangat jelas. Berdagang yang diutamakan adalah ‘kejujuran’, dan sebagai manusia bukankah kita juga harus demikian?

Sumber: TRUE STORY

--

Bill Havens, seorang pendayung hebat berkaliber Internasional dalam masa karantinanya menjelang piala dunia mendayung menerima berita bahwa istrinya akan segera melahirkan.



Setelah mendengar kabar tersebut ia memilih untuk pulang & tidak mengikuti kejuaraan dunia & memutuskan untuk menunggui istrinya yang akan melahirkan.

Belasan tahun kemudian th 1952, Bill menerima telegram dari putranya, Frank yang pada saat itu baru saja memenangkan medali emas cano 10.000 meter pada Olimpiade di Finlandia.

Telegram itu isinya: " Ayah, terimakasih karena telah menunggu kelahiran saya. Saya akan pulang membawa medali emas yang seharusnya ayah menangkan beberapa tahun yang lalu".
"Anakmu tersayang, Frank ...."

Dari kisah diatas kita bisa belajar bagaimana kehadiran keluarga berdampak sangat besar bagi anggota keluarga tsb.

Theodore Roosevelt, mantan Presiden AS berkata " Aku lebih suka melewatkan waktu bersama dengan keluargaku daripada dengan petinggi2 dunia manapun "...... Pada akhirnya kita akan sampai pada suatu titik dimana pada dasarnya semua yang kita lakukan, semua jerih lelah kita dalam pekerjaan, semua untuk mereka, keluarga yang kita cintai.

Pada akhirnya kita akan menemukan bahwa jabatan, prestasi, & promosi tidaklah seberarti kebersamaan diantara keluarga.

Jadi relakah saudara menukar kehangatan dalam keluarga anda dengan kesibukan dalam pekerjaan anda yang mungkin sudah sangat berlebihan?

Tentukan sikapmu dari sekarang ........

Investasikan waktumu dengan Keluargamu.

Selalu ada hasil yg terbaik dari kerja keras yg terbaik pula

Selamat menjalani hari yg sibuk. Jangan lupa, keluargamu yang terbaik dari segala urusan yang terbaik....


--

KEBIASAAN

Secara bersamaan saya memasuki lift dengan seorang wanita.
Saya lalu menekan tombol 10, kemudian saya melihat wanita itu menekan tombol 2, lalu menekan lagi tombol 4.
Saya heran mau kemana sebenarnya wanita itu, ke lantai 2 atau lantai 4.
Lift itu pun naik & berhenti di lantai 2, tetapi wanita itu tidak keluar.
Kemudian lift naik lagi & berhenti di lantai 4, tetapi wanita itu pun tidak keluar juga.
Lift mulai naik lagi.
"Lantai anda sudah terlewatkan," kata saya penasaran.
"Saya hendak ke lantai 24," jawabnya acuh.
"Tapi tombol yang anda tekan adalah 2 dan 4," kata saya lagi dengan heran.
"Astaga...inilah akibatnya kalau terlalu lama bekerja dengan kalkulator..."


DIKERJAIN

Ceritanya ada seorang yang bernama Nurdin sedang terperangkap dalam rumahnya saat terjadi kebakaran.
Api telah mengurung dari seluruh penjuru rumah sehingga harapan satu2nya cuma meloncat keluar dari loteng.
Teman2nya sudah siap menolong dengan menggelar kain lebar2 untuk menangkapnya jika Nurdin loncat nanti.
Tapi Nurdin malah marah2 dengan kelakuan semua temannya yang mau menolong dirinya.
Teman : "Nurdin...cepat loncat...ayo loncat.."
Nurdin : "Aku ga mau. Aku udah tau teman macam apa kalian semua. Kalau aku loncat, kamu semua akan
menarik kain dan aku akan jatuh ke tanah. Kalian akan menertawakan aku kan ?"
Teman : "Jangan edan kamu Nur...saat ini bukan waktunya bercanda. Ayo cepat loncat. Kalau tidak, kamu
akan terbakar."
Nurdin : "Tidak. Aku tidak percaya sama kalian. Letakkan kainnya di tanah, baru aku akan loncat."
Teman : ???????


--

8 Orang yang tidak sengaja menemukan keberuntungan





1. Laki - laki yang membeli salinan resmi Deklarasi Kemerdekaan dengan harga $4

1.jpg



Seorang pria yang tidak dikenal, membeli lukisan robek seharga $ 4 di sebuah pasar loak di Adamstown.Pa, karena ia tertarik dengan bingkainya. Ketika ia sampai di rumah dia mengeluarkan lukisan pemandangan negara yang menyedihkan dan menyimpulkan lukisan tidak dapat diselamatkan, tetapi ia menemukan satu dari 500 salinan resmi dari Deklarasi Kemerdekaan, terlipat dan disembunyikan di belakang. Salinan tersebut bersih dan berupa selebaran, berkerut di sepanjang garis di mana telah dilipat. Salinan dicetak oleh John Dunlap pada 4 Juli 1776, untuk membawa berita tentang kemerdekaan Amerika kepada warga dari 13 koloni. Ini adalah salah satu dari 24 yang dikenal sebagai salinan Deklarasi, dan salah satu dari tiga yang tersisa di tangan swasta.
Salinan seharga $ 4 dilelang untuk $ 2.420.000 di Sotheby's. Pembelinya adalah Donald J. Scheer dari Atlanta, presiden Visual Equities Inc.



2. Wanita tua yang menemukan kartu bisbol berusia 140 thn di ruang bawah tanah.

2.jpg



Bernice Gallego, 72 tahun California. Seorang wanita yang menemukan kartu bisbol langka dari tim profesional pertama di Amerika Serikat di rumahnya. Dan jika bukan karena intervensi dari seorang teman, dia mungkin akan menjual Cincinnati Red Stockings card tersebut di eBay seharga $ 10. Bagian depan kartu fitur yang berwarna coklat tua, gelatin-silver yang mencetak foto dari seluruh tim. Foto tim relatif tanpa kerusakan.
Pada abad ke-19 kartu bisbol dijual pada pelelangan seharga $ 75.285.



3. Seorang kontraktor yang menemukan $182,000 di kamar mandi.

3.jpg



Tampaknya, kamar mandi bisa sangat berguna untuk menyembunyikan uang anda. Seorang kontraktor Bob Kitts dari Cleveland, Ohio yang menemukan $ 182.000 dari Jaman Depression-era money tersembunyi di dinding kamar mandi.Kitts merobek-robek dinding kamar mandi dari sebuah rumah tua yang berumur 83-tahun di dekat Danau Erie pada tahun 2006 ketika ia menemukan dua lockboxes logam hijau tergantung di dalam dinding di bawah lemari obat, dengan menggunakan kawat. Di dalamnya terdapat amplop putih dengan alamat untuk "P. Dunne News Agency." Dia mengatakan kepada pemilik rumah tentang uang tersebut; hal ini tersebar dengan cepat tentang penemuan tersebut. Hal ini menyebabkan pertempuran hukum antara pemilik rumah dan kontraktor, dan akhirnya uang yang didapat diberikan kepada keturunan keluarga yang alamatnya telah ditelusuri kembali dari alamat pengirim yang tertera di amplop uang itu ditemukan.



4. Wanita yang menemukan lukisan Pollock bernilai jutaan, dengan hanya membayar $5.

4.jpg



Jika Anda bukan penikmat seni, tampaknya seperti sekumpulan garis yang berlekuk-lekuk. Tapi untuk seorang pakar, penemuan tersebut merupakan hal yang menakjubkan dari karya asli Jackson Pollock, seorang pelukis Amerika dan seorang seniman dianggap sebagai master abstrak ekspresionisme.

Bagaimana lukisan tersebut sampai dan dijual di galeri lokal Toronto masih merupakan sebuah misteri. Anda mungkin ingat cerita yang luar biasa tentang seorang wanita yang sering mengunjungi toko murah di sekitar Amerika Utara. Ketika ia mengunjungi salah satunya di California pada 1990-an, ia melihat sebuah gambar tergeletak tak terpakai di sudut, sebuah karya seni yang sepertinya tidak seorangpun menginginkannya.

Ia tidak menyukainya, tapi ia pikir itu lucu. Dan dia akan membelikan untuk seorang temannya yang sedang stres. And she brought it to the counter and the lady said it was $8 and Teri said she's willing to pay $5, she doesn't love her friend that much. Dan ia membawa lukisan tersebut ke counter dan harganya adalah $ 8 ,Teri bilang dia bersedia membayar $ 5.
Pada akhirnya lukisan tersebut diketahui merupakan karya Pollock dan dihargai sebesar $ 50 juta.



5. Seorang Kolektor yang menemukan $ 200.000 dalam koin setelah membersihkan rumah kosong.



Jeff Bidelman, seorang pemilik Collectibles Johnstown, sedang membantu keluarga membersihkan rumah mereka yang telah ditinggalkan lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Ketika ia menyeret kantong koin-koin kuno di bawah, ia melihat sebuah lubang di dinding lantai atas. Ketika kantong tersebut sampai sobek, sejumlah tumpukan koin emas ditemukan.Secara total, Bidelman menemukan paling sedikit $ 8.500 koin. Dia memperkirakan nilai aktual koin dapat mencapai $ 200.000.



6. Mahasiswa yang menemukan sebuah lukisan senilai lebih dari $ 27.000 di sebuah sofa yang dibeli di pasar loak.

6.jpg



Seorang siswa Jerman membeli sebuah sofa seharga $ 215 di pasar loak Berlin dan menemukan sebuah lukisan senilai 100 kali dari harga sofa tersebut di dalam sofa. Menurut Rumah lelang Kettler,lukisan cat minyak itu dijual seharga $ 27.630 pada pelelangan diHamburg. Lukisan ini dilukis oleh seniman yang tidak dikenal pada tahun berkisar antara 1605 sampai 1620.



7. Orang yang membeli lukisan seharga $ 30 yang bernilai $1,2 juta.

7.jpg

Suatu hari, seorang karyawan sebuah perusahaan di Indiana menghabiskan $ 30 untuk beberapa furnitur dan lukisan tua bunga dan memutuskan untuk menggantung gambar itu untuk menutupi sebuah lubang di dinding yang telah mengganggunya.


Beberapa tahun kemudian ia bermain papan permainan yang disebut Mahakarya di mana pemain berusaha untuk melelang karya seni. Banyak kejutan nya, salah satu kartu dalam permainan menampilkan lukisan bunga yang tampak sangat mirip dengan lukisan yang ada di dinding rumahnya. Dia melihat bahwa lukisan itu mirip dengan karya Martin Johnson Heade, seorang pelukis Amerika yang melukis pemandangan dan bunga.
Dia bertanya ke Galeri Kennedy di Manhattan, yang menangani karya-karya Heade, untuk melihat lukisannya. Mereka memverifikasi bahwa karya seni yang menutupi lubang di dinding rumahnya adalah lukisan Heade yang telah diketahui sebelumnya, Kemudian Museum Fine Arts di Houston membeli lukisan tersebut seharga $ 1,2 juta dolar



8. Wanita yang menemukan poster film langka yang banyak salinannya

8.jpg

Laura Stouffer telah browsing di sebuah pasar loak di Summerville, mencari apa pun yang bisa menangkap kan poster yang ia temukan, ketika dia melihat jejak yang berbingkai "Shepherd's Call," sebuah lukisan border collie yang menggambarkan domba yang hilang dalam tumpukan salju. yang asli telah dibuat pada tahun 1850 dan akhir 1870-an oleh tiga seniman yang berbeda.
Stouffer, mantan pedagang barang antik, langsung mengenalinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar