Senin, 19 April 2010

Masalah Pengangguran di Eropa Makin Parah

Rabu, 24 Maret 2010 14:35 WIB
Oleh: Ika Akbarwati

(Vibiznews – Business) – Kondisi ekonomi yang mulai pulih di berbagai negara di dunia ternyata menyisakan situasi yang menyedihkan di kawasan Eropa (24/03). Kawasan yang merupakan pusat budaya dunia ini berada dalam kondisi yang sulit, terbukti dari tingginya tingkat pengangguran di negara ini. Negara-negara Eropa yang temasuk negara-negara terkaya di dunia justru memburuk dalam mengabsorpsi tenaga kerja di dalam negeri.

Data terbaru dari Organization for Economic Co-operation dan Development (OECD), menunjukkan bahwa di antara 30 negara paling kaya di dunia, termasuk AS< Jepang, dan Jerman, negara-negara di Eropa merupakan yang paling drastis kenaikan tingkat penganggurannya dalam satu tahun belakangan ini.

Para petinggi Eropa saat ini sedang sangat terserap perhatiannya kepada masalah fiskal yang menimpa Yunani. Akan tetapi masalah yang lebih tersebar dan terasa dampaknya dalam kehidupan masayarakat Eropa adalah kenyataan bahwa semakin hari semakin sulit untuk menemukan pekerjaan di Eropa. Negara yang tercatat mengalami pemburukan di sektor tenaga kerja yang terparah adalah Irlandia. Tingkat pengangguran tetangga Inggris ini mengalami peningkatan paling dramatis selama satu tahun belakangan. Pada bulan Januari lalu tingkat pengangguran di Irlandia tercatat sebesar 13.8%, mengalami kenaikan sebesar 4.4% dibandingkan periode yang sama tahun 2009 lalu.

Negara terburuk kedua dalam peningkatan pengangguran juga berasal dari Eropa. Republik Slovakia mengalami kenaikan pengangguran sebesar 4% dibandingkan tahun lalu dan saat ini berada pada tingkat 13.7%. Sementara itu Spanyol merupakan negara dengan tingkat pengangguran terparah di antara negara-negara maju, yaitu di level 18.8% pada bulan Januari lalu. Tingkat pengangguran di Spanyol mengalami peningkatan sebesar 3% dibandingkan periode yang sama di tahun 2009.

Kondisi yang terjadi di kawasan Eropa saat ini merupakan kelanjutan trend yang terjadi sejak tahun 2008 lalu, di masa awal krisis kredit tercipta. Antara tahun 2008 – 2009, tingkat pengangguran di Eropa mengalami lonjakan yang paling besar dibandingkan kawasan lain di dunia. Lonjakan pengangguran yang terjadi di negara-negara maju yang sebagian besar berada di Eropa pada puncak krisis kredit mencapai 2.3%, demikian menurut laporan dari ILO.

Kondisi buruk yang menimpa Eropa ini tampaknya masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Meskipun kondisi ekonomi di Jepang dan Amerika Serikat telah mulai menunjukkan sinyal pemulihan, outlook ekonomi di Eropa masih tampak murung. Sentiment ekonomi di kawasan tersebut telah mengalami peningkatan dalam 10 bulan terakhir, menurut European Commission. Akan tetapi rebound ekonomi yang mulai terjadi di Eropa tampaknya justru kehilangan momentum seiring dengan memburuknya kekhawatiran mengenai kondisi fiskal di Yunani. Lambatnya penanganan masalah ini justr makin memperburuk sentiment terhadap ekonomi di Eropa.

Meskipun secara umum kondisi ekonomi Eropa menunjukkan situasi yang masih muram, harapan tampak dari Jerman. Negara dengan ekonomi terbesar di Eropa ini berhasil mengatasi permasalahan di sektor tenaga kerja sehingga terhindar dari memburuknya sektor tersebut. Jerman berhasil menstabilkan tingkat pengangguran karena sebagian besar perusahaan di negara tersebut terlibat dalam sektor engineering dan manufaktur tingkat tinggi. Kondisi ini menjadikan para pekerja dituntut memiliki keahlian dan pengetahuan tingkat tinggi. Hal ini yang menjadikan sulitnya para pekerja ini diganti apalagi dirumahkan, karena tidak mudah untuk mencari pengganti yang memenuhi syarat.

Alih-alih melakukan pemecatan tenaga kerja, perusahaan di Jerman menyiasati tingginya biaya pekerja dengan cara mengurangi jam kerja. Pemerintah Jerman juga telah memberikan subsidi jangka pendek terhadap sektor tenaga kerja yang mengalami penurunan upah akibat pemotongan jam kerja. Sementara itu stimulus pemerintah Jerman juga telah menjadi salah satu buffer penting untuk mencegah peningkatan angka pengangguran. Selama satu tahun belakangan tingkat pengangguran di Jerman hanya mengalami peningkatan sebesar 0.3%. Dua negara lain yang mengalami pertumbuhan tingkat pengangguran yang sama dengan Jerman adalah Norwegia dan Australia.

--
Kumpulan Wanita Terkaya di China
Selasa, 23 Maret 2010 17:00 WIB
Oleh: Joko Praytno

(Vibiznews - Business) - Dunia bisnis kini bukan hanya didominasi secara penuh oleh kaum pria saja. Di China yang merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi didunia, kiprah pebisnis wanita rupanya memiliki posisi yang sama dengan para pebisnis pria. hal tersebut memberikan sebuah fenomena baru ditengah perkembangan bisnis di segala sektor. Situs bisnis terkamuka, Forbes pada hari ini merilis daftar 10 wanita terkaya di China.

Jika dilihat dari segi umur, mayoritas dari 10 wanita terkaya tersebut memiliki jenjang umur yang masih cukup muda dan memiliki prospek yang baik di masa depan. Dari 10 wanita tersebut memiliki bidang bisnis yang berbeda-beda mulai dari bisnis properti sampai dengan di bidang bisnis.

"Ratu" Properti Urutan Pertama

Di urutan pertama sebagai wanita terkaya ditempati oleh Wu Yajun. CEO dari perusahaan kontraktor real estate, Longfor Properties ini tercatat memiliki kekayaan sebanyak 3,9 miliar dollar. Dengan dasar keilmuan sebagai insinyur ia memulai karirnya di salah satu perusahaan proeprti yang bernama Qianwei Meter Factory selama tahun lalu paska lulus kuliah 2 dekade yang lalu. Setelah menghabiskan 4 tahun di perusahaan tersebut, ia pindah bekerja di China Shirong News Agency selama 5 tahun. Sejak menjadi CEO dari Longfor Properties ia telah membangun 10 real estate di 10 kota di China.

Sedangkan di peringkat kedua sebagai wanita terkaya diduduki oleh Xiu Li Hawken yang juga merupakan warga negara Inggris. Xiu Li kini menjabat sebagai CEO dari Renhe Commercial Holdings yang baru setahun listing di bursa Hong Kong. Berbeda dengan Wu Yajun, lulusan sarjana dari Heilongjiang University tahun 1986 ini lebih memprioritaskan kepada pembangunan supermarket dan tempat perbelanjaan di China. Total kekayaan yang dimilikinya berdasarkan survey Forbes ialah sebesar 2,4 miliar dollar.

Selanjutnya, wanita berumur 40 tahun yang bernama Chu Lam Yiu yang memiliki kekayaan mencapai 2,1 miliar dollar. Berbeda dengan 2 wanita sebelumnya yang sukses di bidang properti, Chu Lam Yiu merupakan CEO dari perusahaan tembakau di China yang bernama Huabao International. Disamping sebagai peracik tembakau, perusahaan ini juga membawahi pembuatan produk-produk lain seperti deterjen, makanan steril dan kosmetik. Chu Lam Yiu kini telah menguasai sebesar 51% dari total saham yang dimiliki oleh Huabao International.

Posisi berikutnya di peringkat keempat ditempati oleh wanita muda dan cantik bernama Zhang Xin yang memiliki kekayaan senilai 2 miliar dollar. ia merupakan pendiri sekaligus CEO dari perusahaan properti, Pan Shiyi. Bersama suaminya ia telah mulai membangun perusahaannya menjadi salah satu perusahaan properti yang disegani. Baru-baru ini ia telah melego tanah guna diperuktukan untuk pembangunan apartemen di Beijing seluas12 hektar dengan total biaya mencapai 586 juta dollar.

Ditengah maraknya pengusaha-pengusaha wanita yang bergerak di sektor properti, di peringkat 10 terdapat satu wanita yang berprofesi sebagai pengusaha di bidang kesehatan. Lei Jufang, wanita sekaligus CEO dari perusahaan Tibet Cheezheng Tibetan Medicine, sebuah perusahaan yang memasok kebutuhan medis bagi rakyat Tibet. Ia sendiri memiliki pengusaan saham sebesar 81% di perusahaannya tersebut. Total kekayaan yang dimilikinya yang disinyalir oleh Forbes senilai 1,1 miliar dollar.

--


Google Ancam Hengkang dari China, Mesin Pencari Lain Mengincar Pangsa Pasar yang Ditinggalkan
Senin, 22 Maret 2010 14:30 WIB
Oleh: Ika Akbarwati

(Vibiznews – Business) – Ancaman Google untuk hengkang dari China telah menimbulkan tanda tanya mengenai siapa yang akan mengambil alih pangsa pasar mesin pencari di negara tersebut. Beberapa bulan belakangan ini Google semakin gencar mengumumkan bahwa mereka sudah tidak betah lagi beroperasi di China. Srangan bertubi-tubi dari para hacker di negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia ini telah mengakibatkan Google merasa lebih baik menghentikan operasinya di China. (22/03)

Google yang memiliki kantor pusat di Mountain View California menyatakan pada tanggal 12 Januari lalu bahwa mesin pencari miliknya telah menjadi sasaran serangan para hacker di China. Para hacker mencuri hak intelektual dari Google dan menargetkan akun-akun email para pejuang hak asasi manusia. Google telah merespon hal ini dengan mengancam akan menghentikan sensor mesin pencarinya di China. Rencana ini telah mengakibatkan pemerintah China mengecam perusahaan ini sebagai tindakan yang dinilai tidak bertanggung jawab.

Menyusul ancaman ini harga saham Google di bursa Nasdaq telah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hingga saat ini harga saham Google telah membukukan penurunan sebesar 5.2%, sementara indeks Naadaq justru mengalami peningkatan sebesar 4%. Harga saham Google pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu mengalami penurunan sebesar 6.40 dolar ke posisi 560 dolar per lembar.

Kesempatan Emas Bagi Mesin Pencari Lain
Perginya Google dari China akan merupakan kesempatan emas bagi Baidu. Mesin pencari asal China ini digadang-gadang akan makin menjadi-jadi ketenarannya di China. Saat ini Baidu merupakan mesin pencari yang memiliki pangsa pasar terbesar di China. Pangsa pasar Baidu pada kuartal keempat tahun 2009 lalu mencapai 58.6%, dibandingkan Google yang hanya sebesar 35.6%. Rencana hengkangnya Google dari China telah mendorong harga saham Baidu meroket sebesar 50%.

Di samping Baidu, Bing milik Microsoft juga mengincar pangsa pasar Google di China. Tanpa malu-malu para petinggi Bing telah menambahkan garam ke luka Google di China. Pada tanggal 17 Maret lalu, Craig Mundle, chief strategy Microsoft, menyatakan di Koran China Daily bahwa mereka memiliki posisi yang bagus di China. Ia menambahkan bahwa perjalanan Microsoft telah berlangsung selama 20 tahun di China, dan memperkuat pernyataan dengan: “Microsoft ada di sini dan akan bertahan.” Meskipun saat ini pangsa pasar Bing di China hanya sebesar 1%, akan tetapi tampaknya mereka sangat yakin akan mampu merebut pangsa pasar yang ditinggalkan oleh Google.

Akan tetapi kedua perusahaan yang sama-sama merasa yakin ini harus waspada adanya pesaing yang sangat potensial yang lain. Dikabarkan bahwa Sohu.com- stius pencari mirip yahoo yang didirikan oleh lulusan MIT Charles Zhang, dan sebuah perusahaan IM sukses Tencent Holdings, telah berusaha untuk merekrut karyawan Google China dengan agresif (meskipun hal ini disanggah keras oleh Google China). Meskipun kedua perusahaan ini memiliki pangsa pasar yang kecil (kurang dari 1%), akan tetapi keduanya telah melakukan investasi besar-besaran bahkan sejak sebelum pengumuman ancaman hengkangnya Google dari China.

Para analis percaya bahwa dari kedua perusahaan yang disebut belangan, Tencent memiliki posisi yang lebih baik untuk melakukan kapitalisasi. Hal ini dikarenakan Tencent merupakan perusahaan yang dominan dalam bisnis IM di China yang sedang berkembang pesat. Menurut analisis, nyaris 70% dari 400 juta pengguna internet di China menggunakan IM, dan dari pengguna IM tesebut 80% diantaranya menggunakan jasa Tencent QQ. Hal ini menjadikan saat ini kapitalisasi pasar Tencent jauh melebihi Baidu.

Di samping keempat perusahaan di atas, perusahaan-perusahaan lain yang berbasis intenet di China juga dipastikan akan memperoleh keuntungan dari perginya Google. Para pemasang iklan akan mencari alternative lain situs untuk memasang iklan mereka. Perusahaan seperti alibaba.com juga akan menerima imbas yang menyenangkan dari situasi ini.

--

Perusahaan-perusahaan Yang "Berjasa" di Bidang Teknologi
Jumat, 19 Maret 2010 18:30 WIB
Oleh: Joko Praytno

(Vibiznews - Business) - Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, dunia bisnis pada saat ini terus berusaha menciptakan sebuah produk-produk baru yang inovatif dan sudah barang tentu dapat berguna bagi semua orang. Sejak abad 20, dibidang teknologi misalnya telah muncul produk-produk revolusioner yang memberikan sumbangsih bagi dunia. Pada hari ini (19/3) situs bisnis terkemuka, Forbes, telah berhasil merangkum 10 perusahaan yang dinilai berjasa dalam melahirkan teknologi baru.

IBM, Perusahaan Paling "Berjasa"

Di urutan pertama sebagai perusahaan yang memiliki jasa bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ialah IBM. Perusahaan yang hampir berumur satu abad ini sejak awal berdiri telah membuktikan perannya sebagai barometer kemajuan sebuah teknologi yang ada pada produk-produknya. Bahkan perkembangan ilmu komputer yang mulai muncul di pertengahan abad 20 tidak terlepas dari jasa perusahaan ini.

Menurut Forbes, posisi yang diduduki IBM ini tidak terlepas dari besarnya biaya riset dan pembangunan sumber daya yang dikeluarkan di perusahaan ini. Pada tahun 2009 saja, jumlah biaya yang dikeluarkan oleh IBM guna menunjang divisi risetnya tercatat mencapai 6 miliar dollar. Menurut IBM, biaya sebesar itu guna mendorong proses penciptaan teknologi baru dibidang semikonduktor dan telekomunikasi.

Lalu di peringkat kedua ditempati oleh Microsoft, perusahaan terdepan dibidang software kerja yang telah membukukan kesuksesan sejak 2 dekade terakhir. Berkat adanya Microsoft Office, kita pun merasa terbantu dalam mengerjakan segalam macam hal yang berkaitan dengan pekerjaan kantor bukan ?! Alhasil dengan produknya tersebut, segala macam inovasi kian bermunculan di setaip edisi yang dikeluarkan.

Berkat softwarenya tersebut, Microsoft pertahunnya memiliki hak paten dan royalti mencapai 5,6 juta dollar dengan pendapatan bersih pada tahun lalu mencapai 16,3 miliar dollar. Seiring dengan perkembangan jaman, Microsoft Office kian disempurnakan guna menyesuaikan kebutuhan konsumen yang kian kompleks.

Sedangkan di posisi ketiga ditempati oleh Intel. "Raja" prosesor komputer ini turut dapat diperhitungkan sebagai perusahaan besar yang memberi andil bagi perkembangan teknologi di bidang komputer. Pendapatan yang diperoleh Intel pada tahun lalu tercatat sebesar 4,4 miliar dollar. Kini sasaran bisnis Intel telah mulai terfokus juga ke sektor game dimana kapasitas prosesor yang cepat amat sangat dibutuhkan.

Dalam urutan 10 besar yang dirangkum oleh Forbes juga tercatat nama General Electric yang berada di posisi 6. Perusahaan yang memiliki salah satu kapasitas dan cakupan terbesar di AS ini membuktikan bahwa perusahaannya sejak awal abad 20 menjadi salah satu perusahaan yang memberikan andil yang besar dan berkepanjangan dalam 1 abad terakhir. Berbeda dengan perusahaan-perusahaan yang telah dibahas diatas, GE terfokus kepada produksi barang-barang elektronic dan teknologi di bidang kesehatan. Meski pun dalam beberapa tahun terakhir perusahaan ini juga memiliki anak perusahaan di sektor finansial. Hal tersebut tidak salah jika imbas krisis ekonomi tahun lalu juga turut memukul perusahaan ini.

--
Dosa Goldman Sachs Diungkap Komisi Perdagangan dan Sekuritas AS (SEC)
Senin, 19 April 2010 14:10 WIB

(Vibiznews – Business) – Tuntutan hukum terhadap aksi fraud yang dilakukan oleh perusahaan investasi Glodman Sachs telah mengakibatkan bursa saham Asia rontok bersama keyakinan para investor. Pemerintah AS telah memutus bersalah perusahaan ini setelah terbuktinya gugatan perdata yang dilayangkan oleh Komisi Perdagangan dan Sekuritas AS (SEC). SEC menyatakan bahwa Goldman Sachs telah menipu investor dengan "memanipulasi angka dan mengabaikan fakta-fakta kunci" tentang produk keuangan berdasarkan efek subprime mortgage (kredit perumahan berisiko tinggi) yang dikeluarkannya. (19/04)

Awal Mula Bencana
Kasus ini berawal dari produk ABACUS 2007-ACI keluaran Goldman. Produk ini masuk kategori Collateralized Debt Obligation (CDO). CDO adalah sejenis surat utang turunan atau derivatif yang menggunakan kumpulan surat utang lain sebagai jaminan.

Kumpulan surat utang yang digunakan sebagai jaminan itu juga berjaminan tagihan surat utang atau kredit lain. Lazimnya, tagihan yang menjadi awal rangkaian jamin-menjaminkan ini adalah tagihan kredit perumahan berisiko tinggi atau suprime mortgage. Dengan kata lain investasi yang mereka jual adalah investasi yang secara rahasia telah diketahui akan mengalami kerugian.

Penipuan Goldman bermula ketika di bulan Februari 2007, Fabrice Tourre, salah satu Vice President Goldman Sachs, memiliki ide menerbitkan CDO yang menggunakan asset-aset kredit berbau kredit suprime sebagai asset dasarnya (underlying asset).

Masalahnya, dalam proses pembuatan CDO tersebut, Tourre melibatkan perusahaan pengelola dana (hedge fund) Paulson & Co untuk membantu memilih aset-aset yang akan menjadi portofolio CDO itu. Padahal, Tourre mengetahui bahwa Paulson justru memiliki posisi yang berlawanan dengan CDO itu.

Paulson memprediksi harga aset berbasis aset suprime akan jatuh. Karenanya, ia bertaruh dengan memasang posisi short (jual) di CDO tersebut. Sederhananya, Paulson melawan produk buatannya sendiri. SEC memperkirakan dari aksi ini, Paulson meraup untung 1 miliar dolar. Sebesar ini pula perkiraan kerugian investor lain.

Pada saat ABACUS mengalami penurunan nilai, Goldman Sachs dan hedge fund lain yang membantu penjaminan instrumen investasi ini memperoleh keuntungan dengan posisi negative yang telah mereka miliki sebelumnya. Akan tetapi klien Goldman yang membeli ABACUS yang dilaporkan mencapai nilai 10.9 miliar dolar mengalami kerugian miliaran dolar.

Namun, kesalahan Goldman bukan hanya itu. Ketika memasarkan, menurut SEC, mereka tidak menyampaikan informasi vital tentang ABACUS, termasuk tentang keterlibatan Paulson. Dalam materi pemasarannya, Goldman justru menyebut ACA Management LLC sebagai perusahaan yang memilih portofolio ABACUS. Kondisi ini membuat kesalahan Goldman Sachs menjadi lebih besar karena dikategorikan menipu dan membohongi investornya sendiri.

Kasus Goldman Rontokkan Bursa Saham Global
Dalam pernyataan resminya Goldman Sachs menyangkal semua tuduhan yang dilancarkan SEC tersebut. Perusahaan ini menyatakan bahwa tuduhan tersebut “tidak berdasar” dan bersumpah akan melakukan pembelaan.

Kasus yang menimpa perusahaan investasi yang selama ini dianggap paling mumpuni di dunia telah mengakibatkan anjloknya bursa saham di seluruh dunia. Bursa Asia hari ini membukukan penurunan tajam. Indeks Nikkei di bursa Jepang kehilangan 1.74% nilai pasar seiring maraknya aksi jual yang dilakukan oleh para investor. Sementara itu indeks utama di bursa Hong Kong, hang seng, terpantau telah membukukan penurunan sebesar 2.4%.

Anjloknya bursa-bursa saham di Asia ini menyusul aksi jual parah yang dialami oleh bursa saham Wall Street pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu. Dow Jones mendekati level psikologis 11000 poin dengan membukukan penurunan sebesar 1.2%. Sementara itu indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 1.6%.

Bursa komoditas berjangka global turut terhantam oleh kemelut yang dihadapi perusahaan investasi ini. Seperti yang dimaklumi bersama Goldman memiliki posisi yang besar pada investasi di sektor komoditas, sehingga kekacauan yang melibatkan perusahaan ini menimbulkan kepanikan di sektor komoditas tersebut.



--

Dosa Goldman Sachs Diungkap Komisi Perdagangan dan Sekuritas AS (SEC)
Senin, 19 April 2010 14:10 WIB

(Vibiznews – Business) – Tuntutan hukum terhadap aksi fraud yang dilakukan oleh perusahaan investasi Glodman Sachs telah mengakibatkan bursa saham Asia rontok bersama keyakinan para investor. Pemerintah AS telah memutus bersalah perusahaan ini setelah terbuktinya gugatan perdata yang dilayangkan oleh Komisi Perdagangan dan Sekuritas AS (SEC). SEC menyatakan bahwa Goldman Sachs telah menipu investor dengan "memanipulasi angka dan mengabaikan fakta-fakta kunci" tentang produk keuangan berdasarkan efek subprime mortgage (kredit perumahan berisiko tinggi) yang dikeluarkannya. (19/04)

Awal Mula Bencana
Kasus ini berawal dari produk ABACUS 2007-ACI keluaran Goldman. Produk ini masuk kategori Collateralized Debt Obligation (CDO). CDO adalah sejenis surat utang turunan atau derivatif yang menggunakan kumpulan surat utang lain sebagai jaminan.

Kumpulan surat utang yang digunakan sebagai jaminan itu juga berjaminan tagihan surat utang atau kredit lain. Lazimnya, tagihan yang menjadi awal rangkaian jamin-menjaminkan ini adalah tagihan kredit perumahan berisiko tinggi atau suprime mortgage. Dengan kata lain investasi yang mereka jual adalah investasi yang secara rahasia telah diketahui akan mengalami kerugian.

Penipuan Goldman bermula ketika di bulan Februari 2007, Fabrice Tourre, salah satu Vice President Goldman Sachs, memiliki ide menerbitkan CDO yang menggunakan asset-aset kredit berbau kredit suprime sebagai asset dasarnya (underlying asset).

Masalahnya, dalam proses pembuatan CDO tersebut, Tourre melibatkan perusahaan pengelola dana (hedge fund) Paulson & Co untuk membantu memilih aset-aset yang akan menjadi portofolio CDO itu. Padahal, Tourre mengetahui bahwa Paulson justru memiliki posisi yang berlawanan dengan CDO itu.

Paulson memprediksi harga aset berbasis aset suprime akan jatuh. Karenanya, ia bertaruh dengan memasang posisi short (jual) di CDO tersebut. Sederhananya, Paulson melawan produk buatannya sendiri. SEC memperkirakan dari aksi ini, Paulson meraup untung 1 miliar dolar. Sebesar ini pula perkiraan kerugian investor lain.

Pada saat ABACUS mengalami penurunan nilai, Goldman Sachs dan hedge fund lain yang membantu penjaminan instrumen investasi ini memperoleh keuntungan dengan posisi negative yang telah mereka miliki sebelumnya. Akan tetapi klien Goldman yang membeli ABACUS yang dilaporkan mencapai nilai 10.9 miliar dolar mengalami kerugian miliaran dolar.

Namun, kesalahan Goldman bukan hanya itu. Ketika memasarkan, menurut SEC, mereka tidak menyampaikan informasi vital tentang ABACUS, termasuk tentang keterlibatan Paulson. Dalam materi pemasarannya, Goldman justru menyebut ACA Management LLC sebagai perusahaan yang memilih portofolio ABACUS. Kondisi ini membuat kesalahan Goldman Sachs menjadi lebih besar karena dikategorikan menipu dan membohongi investornya sendiri.

Kasus Goldman Rontokkan Bursa Saham Global
Dalam pernyataan resminya Goldman Sachs menyangkal semua tuduhan yang dilancarkan SEC tersebut. Perusahaan ini menyatakan bahwa tuduhan tersebut “tidak berdasar” dan bersumpah akan melakukan pembelaan.

Kasus yang menimpa perusahaan investasi yang selama ini dianggap paling mumpuni di dunia telah mengakibatkan anjloknya bursa saham di seluruh dunia. Bursa Asia hari ini membukukan penurunan tajam. Indeks Nikkei di bursa Jepang kehilangan 1.74% nilai pasar seiring maraknya aksi jual yang dilakukan oleh para investor. Sementara itu indeks utama di bursa Hong Kong, hang seng, terpantau telah membukukan penurunan sebesar 2.4%.

Anjloknya bursa-bursa saham di Asia ini menyusul aksi jual parah yang dialami oleh bursa saham Wall Street pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu. Dow Jones mendekati level psikologis 11000 poin dengan membukukan penurunan sebesar 1.2%. Sementara itu indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 1.6%.

Bursa komoditas berjangka global turut terhantam oleh kemelut yang dihadapi perusahaan investasi ini. Seperti yang dimaklumi bersama Goldman memiliki posisi yang besar pada investasi di sektor komoditas, sehingga kekacauan yang melibatkan perusahaan ini menimbulkan kepanikan di sektor komoditas tersebut.

--

Eropa Kian Tertekan; Setelah Krisis Yunani Kini Penurunan Rating Kredit Portugal
Kamis, 25 Maret 2010 18:45 WIB
Oleh: Joko Praytno

(Vibiznews - Column) - Perkembangan kondisi perekonomian Eropa pada saat ini rupanya kian hari kian menegangkan. Apa yang terjadi dengan imbas krisis ekonomi yang dialami oleh Yunani rupanya kian berkembang. Rapat anggota Uni Eropa yang diselenggarakan mulai hari ini juga menunjukan bahwa kondisi ekonomi Yunani cukup mendatangkan sebuah resiko bagi perekonomian Eropa. Hal tersebut menjadi sebuah pertimbangan tersendiri bagi negara-negraa anggota Uni Eropa. Alhasil pembahasan didalam pertemuan pun cukup memanas.

Jerman Adu Argumen Dengan Perancis

Apa yang terjadi dengan Eropa saat ini sebenarnya cukup dapat diredam jika imbas krisis ekonomi yang berawal dari tahun lalu. Namun seiring dengan masih adanya proses pemulihan ekonomi hal tersebut cukup dapat menyulitkan bagi perekonomian Eropa. Uni Eropa yang sebulan lalu memastikan akan mengeluarkan kebijakan bantuan finansial terhadap Yunani, kini berusaha untuk menimbang-nimbang kebijakan tersebut akibat berbenturan terhadap spekulasi terjadinya defisit anggaran jika kebijakan tersebut diberlakukan.

Kondisi tersebutlah yang menjadi sebuah bahan pembahasan yang terpenting dalam pertemuan kali ini. Bahkan debat pun bermunculan antar negara-negara anggota Uni Eropa. Jerman misalnya, melalui Kanselirnya Angela Merkel mengatakan bahwa kondisi yang terjadi pada Yunani mesti dilakukan sebuah upaya penyelamatan guna memutus imbas yang diprediksi akan merambat ke kondisi perekonomian Eropa termasuk pada pergerakan euro terhadap mata uang mayoritas.

Merkel berharap Uni Eropa dapat merealisasikan kebijakan tersebut dengan segera mengingat performa euro kian hari kian terpukul oleh pergerakan dollar. Ketidakpastian akan kebijakan ini juga secara global akan memberikan sentimen positif. namun pendapat Merkel tersebut direspon oleh PM Perancis, Nicholas Sarkozy yang mengatakan bahwa pemberikan bantuan terhadap Yunani saat ini mesti membutuhkan waktu yang cuku mengingat masing-masing negara anggota Uni Eropa sedang berupaya memulihkan perekonomiannya.

Sarkozy juga menggarisbawahi bahwa dengan memberikan bantuan terhadap Yunani akan menekan anggaran Uni Eropa, mengingat suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) juga masih dalam kondisi konstan. Oleh karena itu, kondisi yang sulit rupanya bukan hanya terjadi pada Yunani saja, tapi juga Uni Eropa. Angin segar diharapkan dapat muncul bulan April mendatang setelah pihak IMF merencanakan akan mengucurkan bantuannya kepada Yunani.

Portugal, Ancaman Berikutnya

Selain membahas mengenai upaya pemberian bantuan kepada Yunani, dalam rapat antar negara-negara Uni Eropa hari ini juga membahas mengenai pengaruh dari turunnya rating tingkat kredit Portugal yang dilaporkan mengalami penurunan ke level AA- dari posisi tahun lalu yaitu AA. Hal tersebut semakin menekan kondisi ekonomi Eropa yang kini sebetulnya tengah berjuang dalam menangani imbas krisis ekonomi akibat imbas krisis kredit global.

Turunnya rating tersebut memberikan sebuah ancaman bagi perekonomian global dan dikhawatirkan juga akan berimbas bagi perekonomian negara-negara Uni Eropa lainnya. Kondisi yang cukup sama dengan apa yang terjadi dengan Yunani. Selain mengalami penurunan rating kredit, Portugal juga mengalami defisit anggaran pada tahun lalu sebesar 9,3% dari total GDP yang dimilikinya.

Apa yang terjadi dengan Portugal diperkirakan akan semakin menambah "keruh"nya kondisi perekonomian Eropa saat ini. Kebijakan progresif dan respon yang optimal diharapkan dapat segera muncul oleh Uni Eropa guna menanggapi kondisi yang terjadi Yunani dan Portugal.


--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar