Sabtu, 10 April 2010

Lima Perempuan Perkasa dalam Jagat Bisnis Global

Partisipasi aktif kaum perempuan dalam dinamika kehidupan modern tampaknya kian mekar. Di tanah air sendiri, kita punya prestasi yang bagus dalam hal ini. Kita pernah punya presiden perempuan, dan kini kita memiliki sejumlah perempuan brilian yang menduduki sejumlah posisi strategis di kabinet. Dalam konteks kehidupan bisnis, kita juga mempunyai sejumlah tokoh perempuan legendaris semisal Mooryati Sudibyo, Martha Tilaar, dan Rini Suwandi.

Berikut ini kita akan mencoba mengeksplorasi 5 perempuan brilian dalam jagat bisnis global. Lima perempuan yang dengan perannya masing-masing, telah memberikan kontribusi mengagumkan dalam dinamika peradaban bisnis modern. Lima perempuan yang mungkin dalam banyak aspek telah ikut mewarnai dan mempengaruhi jejak kehidupan kita.

Perempuan pertama yang ingin kita bincangkan disini adalah Marissa Meyer, yang menjabat sebagai VP User Experience Google. Marissa yang masih berusia 33 tahun ini merupakan salah satu figur penting dibalik tampilan desain, navigasi, warna serta corak situs Google. Kalaulah sekarang Anda jatuh cinta dengan desain Google yang simple dan elegan itu, maka berilah salam terima kasih pada perempuan belia nan brilian ini. Marissa juga merupakan sosok paling menentukan dalam memutuskan produk baru apa saja yang mesti diluncurkan oleh Google. Saat ini, Google telah menjadi tempat berlabuh bagi ratusan juta netters di segenap penjuru dunia. Dan sentuhan tangan dingin dari Marissa tak pelak telah ikut mewarnai jejak kehidupan begitu banyak orang

Perempuan brilian kedua adalah Sheryl Sandberg. Kalaulah sekarang Anda makin kecanduan dengan Facebook, maka perempuan melankolis ini punya peran besar disitu. Ia sekarang merupakan Chief Operating Officer, atau orang nomer dua di Facebook setelah sang pendiri Mark Zuckerberg. Sebelumnya, Sheryl sendiri lama berkiprah di Google. Bersama-sama dengan Marissa Meyer, mereka berdua sering disebut-sebut sebagai Duo Ratu Sillicon Valley yang memiliki peran amat fundamental bagi meroketnya dominasi Google dalam jagat online global. Kehebatannya telah membuat sang pendiri Facebook terpesona, dan kemudian mumbujuknya untuk keluar dari Google, serta bergabung untuk membesarkan Facebook agar kian berkibar. Apakah dia akan berhasil? Well, sejarah yang akan membuktikannya.

Siapa perempuan yang paling ditakuti oleh Coca Cola? Mungkin jawabannya adalah perempuan ketiga ini : Indra Nooyi. Perempuan kelahiran India yang berwajah mungil ini memang merupakan orang nomer satu di Pepsi International, rival berat Coke. Dalam skala global, kini kinerja Pepsi jauh meninggalkan Coca Cola lantaran satu faktor fundamental : Pepsi memiliki varian healthy products yang jauh lebih beragam dibanding Coca Cola. Faktor ini amat membantu kinerja bisnis Pepsi ketika kini makin banyak orang yang ogah minum junk drink macam Coca Cola, dan lebih peduli dengan produk minuman dan makanan ringan yang bergizi (semacam Gatorade dan Oatmeal – kedua-duanya dimiliki oleh Pepsi). Sebelum menduduki posisi CEO Pepsi, Indra menduduki posisi dalam area strategic planning – dan dirinya dianggap sebagai salah satu figur penting dalam merumuskan serangkaian pilihan strategi nan jitu bagi kesuksesan Pepsi.

Perempuan tangguh berikutnya yang ingin kita sebut disini adalah Anne M. Mulcahy. Banyak orang skeptis ketika pada tahun 2001 silam, Anne ditunjuk sebagai orang nomer satu perusahaan raksasa Xerox. Saat itu Xerox di ambang kehancuran lantaran kian kalah bersaing dengan para rivalnya (seperti Canon dan HP), dan tak banyak orang yang percaya Anne mempu menyelematkannya dari tirai kematian. Toh, ternyata dia mampu menepis keraguan itu. Kini Xerox kembali melaju pada jalur yang benar, dan kian bagus kinerja bisnisnya. Tahun depan Anne akan pensiun dan ia sudah menyiapkan penggantinya untuk menjadi CEO Xerox. Calon penerusnya ini ternyata juga seorang perempuan. Bravo Xerox Girls.

Perempuan brilian terakhir yang ingin kita bincangkan disini adalah sosok wanita dingin bernama Ho Ching. Kalaulah Anda sekarang menggunakan kartu Simpati Telkomsel atau Mentari Indosat, maka itu berarti Anda ikut menumbuhkan pundi-pundi kekayaan Ho Ching. Sebab perempuan low profile ini merupakan orang nomer satu yang mengomandani kerajaan Temasek, sebuah imperium bisnis dengan jelujur bisnis yang merentang dari Jakarta hingga Mumbai, dari Singapore hingga New York. Dengan dana kelolaan hingga mencapai Rp 1500 trilyun rupiah, Ho Ching memang memikili kekuatan penuh untuk menggenggam pusat-pusat bisnis dunia (terakhir, Temasek mencaplok perusahaan finansial raksasa dari Amerika, Merrill Lynch yang tengah terhuyung-huyung).

Itulah sosok lima perempuan yang mungkin telah ikut mewarnai dinamika peradaban bisnis. Tanpa terasa, rangkaian produk yang dihasilkan perusahaan tempat mereka berlima berkiprah telah banyak mengisi jejak kehidupan kita. Tiap pagi kita mungkin menggunakan ponsel dengan kartu Simpati, lalu berselancar dengan Google, sambil mereguk segelas Pepsi. Sejenak kemudian kita singgah di Facebook, dan kemudian meminta office boy mengcopy kertas dokumen di mesin Xerox.

Marissa, Sheryl, Indra, Anne, dan Ho, memang bukan perempuan biasa. Mereka adalah lima perempuan perkasa dalam jagat bisnis global.
__________________


Greed is Good (Serakah itu Baik)
Greed is good, serakah itu baik….inilah sebuah testamen kunci yang pernah disuarakan oleh Gordon Gekko - tokoh antagonis yang diperankan dengan sangat sempurna oleh aktor Michael Douglas dalam sebuah film mempesona bertajuk Wall Street. Film besutan sutradara kondang Oliver Stone ini dirilis pada tahun 1987, berkisah tentang ambisi dan drama keserakahan para investor dan pialang saham di bursa Wall Street.

Film indah itu kembali menyeruak dalam memori ingatan saya, ketika minggu-minggu ini kembali tampil eposide tragis tentang kejatuhan Lehman Brothers, sebuah firma investasi raksasa terbesar ke-4 didunia. Episode ini merupakan rangkaian dari kejatuhan banyak firma investasi sebelumnya seperti kebangkrutan Bear Stearns, kehancuran Merril Lynch dan robohnya Citibank.

Ada banyak analisa teknis ekonomis menyeruak, mencoba memberikan penjelasan mengenai kisah rentetan kejatuhan itu. Namun pada akhirnya, semua tragedi kehancuran pasar finansial itu sejatinya berakar pada dua elemen paling purba dalam jantung manusia : ego dan keserakahan. Inilah sederet narasi tentang ego untuk selalu menggegam akumulasi kapital bahkan hingga langit ketuju. Inilah sederet kisah tentang keserakahan, tentang ambisi untuk selalu menumpuk harta hingga batas-batas yang tak terpermanai.

Kisah tentang ego dan keserakahan itu mestinya juga segera menggedor kesadaran reflektif kita, sebab ia ternyata juga hadir di sekitar kita. Ya, diam-diam ia juga selalu mendengus dalam jejak keseharian kita. Maka lihatlah, parade iklan dan reklame yang setiap hari hadir menyapa di layar kaca – dan setiap waktu menyergap setiap sudut ruang keluarga kita. Ia menggedor. Ia membujuk. Ia tersenyum dan mengulurkan tangan, mengajak kita berjalan-jalan dalam karnaval konsumsi tiada henti. Budaya konsumtif yang penuh kedangkalan pelan-pelan lalu mengisi setiap sudut kehidupan kita.

Lalu lihatlah pula, ketika derap konsumtifisme itu kemudian membuat dunia materi sebagai satu-satunya simbol kemenangan yang mesti dikejar dengan segenap peluh dan ambisi. Inilah jagat dengan mana derajat kesuksesan selalu ditakar dengan seberapa luas rumah yang kita miliki, seberapa kinclong mobil yang kita kendarai, dan seberapa keren smart-phone yang ada di saku baju kita. Inilah sebuah jagat dengan mana prestise dan kemegahan gaya hidup selalu menyeruak menjadi atribut yang mesti direngkuh dalam setiap dentang waktu.

Itu semua mestinya membuat kita mengajukan pertanyaan reflektif : adakah parade kesuksesan semacam itu yang mesti kita selalu kejar dalam hidup yang teramat pendek ini? Adakah ambisi dan ego untuk menderap kekayaan materi yang kian akumulatif merupakan sebuah pemberhentian yang harus selalu dituju? Adakah hidup kita harus selalu berakhir dalam narasi kesuksesan material — selarik kisah tentang rumah nan megah, mobil nan mewah dan simpanan uang miliaran rupiah?

Serangkaian pertanyaan itu mestinya selalu kita rawat dalam kesadaran batin kita, sebab kita tahu, jalan kebahagiaan hakiki mungkin tak bisa tergenggam melalui jalan penuh ambisi dan ego materi semacam itu.

Pada akhirnya, kita mungkin juga mesti selalu mengenang ajaran klasik ini : kelak ketika kita wafat, kita hanya terbujur kaku dalam selarik kain kafan diatas lubang 2×1 meter. Disana, segenap ambisi dan kekayaan material terhempas dalam kefanaan. Disana pula, segenap lukisan kemewahan dan kemegahan tersapu dalam buih fatamorgana.

Maka, mari kita bersama menundukkan kepala seraya merenungi dalam-dalam : apa tujuan hidup sebenarnya yang hendak kita raih dalam kehidupan yang sementara ini?

--

20 Kiat Memotivasi Diri
Hari ini adalah mikrokosmos dari hari-hari berikutnya dan merupakan bentuk mini dari keseluruhan hidup Anda. Tinggi rendahnya motivasi diri Anda, ditentukan dari bagaimana Anda memandang penting tidaknya hari ini.

Pada saat seseorang berhadapan dengan alternatif untuk menjadi seorang yang optimis atau pesimis, sesungguhnya dia sedang memutuskan sesuatu yang “besar”. Sebab, satu dari dua alternatif yang dipilih itu akan menentukan apakah orang tersebut akan merasa termotivasi atau akan berada dalam situasi dan kondisi yang demotivasi. Penggambaran yang gamblang tentang apa sebetulnya tujuan yang ingin dicapai merupakan modal awal yang sangat berharga. Sebab untuk benar-benar membuat diri dan kehidupan kita hidup, langkah kongkret mesti diambil.Kreasi baru dapat dilakukan bila motivasi sudah merajuk dalam jiwa. Seperti air mengalir, akan pindah dari suatu tempat ketempat lain. Kiat-kiat yang dapat membantu Anda yang ingin agar dirinya memahami, apa sebetulnya yang bisa Anda lakukan.

Ciptakan Visi
Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” kita saat pagi menjelang. Sesuatu yang membangkitkan gairah hidup itu adalah visi. Visi harus dibentuk dan diciptakan dan jangan ditunda. Visi yang sudah Anda tetapkan boleh saja dirubah tapi jangan pernah berpikir untuk kosong dan tidak memiliki visi.

Jauhi keinginan bersenang-senang
Bergembira untuk melepas lelah dan kepenatan tidak dilarang karena sangat diperlukan untuk membuat fisik dan mental Anda rileks sehingga tantangan berikutnya dapat dihadapi dengan lebih siap, tapi jangan hidup dalam budaya bersenang-senang terus.

Gunakan perangkat yang Tepat
Dalam keadaan gembira, unsur-unsur kimia dalam tubuh berubah dan membuat motivasi serta energi seperti diperbaharui. Tapi, jangan terjebak mencari kegembiraan “di luar” diri Anda, sebab kegembiraan itu belum tentu ada disana, dia ada dalam diri Anda. Carilah yang cocok untuk merasa gembira sehingga mampu menggairahkan motivasi Anda.

Kembangkan terus Tujuan Anda
Apa yang tidak mereka capai sesungguhnya disebabkan perumusan tujuan hidupnya dirumuskan sangat sederhana, atau terlalu samar. Akibatnya? Mereka tidak memiliki kekuatan. Padahal untuk mencapai sesuatu kita mesti tertantang untuk mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya.. Yang membuat motivasi kita bangkit sebetulnya adalah perumusan target yang besar tapi spesifik.

Tetapkan Saat Kematian
Anda boleh bahkan perlu memikirkan saat kematian datang meskipun gejala kearah itu belum tampak jelas. Mampu membayangkan saat-saat terakhir hidup, sesungguhnya merupakan saat-saat yang penuh sensasi. Anda dapat membayangkan bagaimana masa-masa menjadi anak, lalu bagaimana mulai tampil sebagai pribadi yang memiliki kreasi besar.

Tinggalkan Teman yang Tidak Perlu
Secara perlahan-lahan tinggalkan teman-teman yang memang tidak dapat mendorong Anda mencapai tujuan hidup. Sebab, siapapun teman yang Anda gauli, seharusnya mampu menghadirkan perubahan. Hidup bersama dengan orang yang optimis sellu membuat kita berpikir, kemungkinan-kemungkinan tidak pernah tertutup.

Dekati Rasa Takut
Sisi lain rasa takut adalah rasa aman dan keberuntungan. Pada saat dapat mengatasi rasa takut, saat itu Anda berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa Anda memiliki kemampuan untuk menjadikan hidup lebih baik.. Jika perasaan takut ini muncul, pejamkan mata seolah-olah takut itu tidak pernah ada.

Membuat Jadwal Comeback
Upaya untuk pencapaian target tidak selamanya berupa jalan lurus, bisa jadi berliku, tanjakannya tinggi, turunannya sedikit. Meski begitu Anda tetap dapat merencanakan. Ambil kalender, tentukan saat merenung serta menyembuhkan diri. Bagi Anda yang sedang dalam posisi aman dan menguntungkan, langkah ini perlu juga diambil. Melakukan pembaharuan pada saat berada di atas, baik sekali. Rencanakan untuk menjauhi hal-hal tertentu, termasuk mungkin yang selama ini paling Anda sukai. Bila kelak Anda sampai pada saat yang menyenangkan itu lagi, rasanya akan lebih nikmat, sebab Anda sudah dalam kondisi diperbaharui.

Ucapkan “Selamat Datang” pada Setiap Masalah
Setiap jalan keluar mengandung masalah baru. Bila kita memandang masalah sebagai kutukan, kita akan merasa makin sulit termotivasi. Sebaliknya bila kita selalu siap akan munculnya sebuah masalah, kita sudah menyisakan energi sehingga motivasi tetap tinggi.

Awali dengan Rasa Senang
Banyak orang baru merasa senang bila target yang ditetapkan tercapai. Tetapi, bukan tidak mungkin keberhasilan itu tidak pernah datang. Dalam kondisi demikian Anda harus berhasil menjelaskan bahwa apa yang belum Anda capai itu bukan hasil dari kekuatan atau kemampuan Anda. Dengan begitu, Anda akan selalu merasa bahagia pada setiap langkah perjalanan karier atau hidup.

Berlatih dengan Keras
Anda ingat sebuah lagu yang dibawakan oleh Achmad Albar “Dunia ini adalah Panggung Sandiwara” .Kita harus berlatih terus bila ingin berperan dengan baik. Prinsipnya tidak ada yang tidak dapat kita hadapi kalau pada masa depan ternyata kita mampu mengatasinya. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap “adegan”. Ingatlah sebuah peribahasa: “berakit-rakit dahulu, berenang-renang ketepian”.

Membuka Masa Depan
Tugas kita pada saat kini adalah berlatih dengan penuh konsentrasi. Kita tidak hidup di masa lalu dan di masa mendatang. Fokuslah pada apa yang harus kita lakukan atau menetapkan tujuan. Buatlah moto “kini dan di sini” (right here and now) .

Kembangkan Permainan
Hikmah dari sebuah permainan, selalu ada yang lebih baik dari kita. Kalau kita berpacu untuk mengalahkan sesesorang, sesungguhnya kita sedang “memanggil” sesuatu yang lebih atau kuat dari dalam diri kita. Ingatlah bukan bagaimana lebih baik dibanding orang lain, tapi jadilah lebih baik diandingkan diri sendiri.

Lihat ke Dalam Diri Anda
Banyak dari kita menunggu penilaian diri dari orang lain. Memang baik selama masukannya positif. Namun bila berlangsung terus, kita sebetulnya dalam keadaan bahaya, sebab panggambaran diri kita jadi tergantung pada penilaian orang lain. Lihatlah ke dalam dan ciptakan sendiri ke dalam dan ciptakan sendiri kesan yang Anda inginkan tentang diri Anda.

Berangkat Perang.
Untuk berperang kita tidak perlu menunggu datang bencana. Ciptakan sendiri tantangan yang dapat membuat Anda mengeluarkan kemampuan terbaik. Joan of Arc pernah berujar: “setiap perang muncul memiliki dua kemungkinan; akan Anda menangkan, atau sebaliknya, tidak pernah anda pikirkan sebelumnya.

Ciptakan Perubahan Sekecil Apapun
Kalau ingin jadi pelukis, konsekuensinya Anda tidak boleh gemetar memegang kuas. Percayalah bahwa hal-hal kecilpun terasa menarik bila dikerjakan dengan cara yang berbeda. Tidak ada yang sia-sia dari sebuah perubahan, meskipun kecil.

Lakukan dengan cara Konyol
Kadang-kadang kita tidak mengerjakan sesuatu karena takut tidak mampu melakukan dengan baik atau beralasan “sedang menunggu ilham”. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Bila merasa tidak termotivasi padahal anda perlu melakukan sesuatu, kerjakan dengan cara konyol (badly). Nikmati setiap bagian pekerjaan yang Anda lalui.

Biasakan bertanya
Pada saat bertanya tentang sesuatu, bayangkan seuah pemikiran kritis, “apakah kita tidak bisa melakukannya dengan lebih kreatif? Jangan pernah puas dengan apa yang Anda lihat, munculkan sikap menolak dengan tujuan membuat Anda lebih kreatif.

Biarkan Berjalan.
Biarkan motivasi diri berkembang dan hilangkan rasa grogi serta keraguan, dengan begitu Anda akan segera menemukan perkembangan. Curahkan Seluruh Kehidupan Anda Hari Ini.
Hari ini merupakan bentuk mini dari keseluruhan hidup Anda. Motivasi diri ditentukan dari bagaimana kita memandang penting tidaknya hari ini.

--

Tips Sukses : Kepercayaan itu Penting
Dalam hidup ini kita tidak bisa lepas dari orang lain, termasuk dalam meraih sukses kita memerlukan orang lain. Salah satunya, jika kita ingin sukses menjadi seorang pebisnis, kita memerlukan orang lain, misalnya investor. Jika kita juga ingin sukses dalam karir, tentu kita tidak akan lepas dari keberadaan atasan dan rekan kerja kita.

Sukses kita bisa dipengaruhi oleh kepercayaan orang lain kepada kita. Semakin sedikit orang yang percaya kepada kita, akan semakin sempit ruang kita dalam meraih sukses. Bagaimana orang akan menanamkan uangnya kepada kita jika dia tidak percaya kepada kita. Bagaimana kita akan diberi jabatan yang tinggi jika atasan tidak percaya kepada kita.

Ada dua faktor yang mempengaruhi kepercayaan orang lain kepada kita, yaitu kepercayaan akan kejujuran kita dan yang kedua kepercayaan akan kemampuan atau kompetensi kita. Oleh karena itu, jika kita ingin sukses kita harus bisa menjaga kepercayaan orang lain atas kejujuran kita, jangan pernah menghianati, karena ini akan merusak kepercayaan orang lain. Kemudian kita harus terus menerus mengembangkan kemampuan kita, agar lebih banyak orang lain yang percaya kepada kita.

Jagalah kepercayaan orang lain, karena kepercayaan itu... penting, bahkan sangat penting.

--

10 Karakter Pemenang dan 10 Karakter Pecundang
Ada 10 Karakter Pemenang dan 10 Karakter Pecundang

01> Ketika pemenang melakukan kesalahan dia berkata "saya salah!"
Ketika pecundang melakukan kesalahan dia berkata, "ini bukan
salah saya!"

02> Pemenang berkata, "saya sudah baik, tapi saya bisa lebih baik
lagi!"
Pecundang berkata, "saya tidak sejelek orang lain!"

03> Pemenang mencoba belajar dari setiap orang yang lebih baik dari
pada dia.
Pecundang selalu mencoba menjatuhkan orang lain dengan berbagai
cara.

04> Pemenang berkata, "mari saya kerjakan ini untuk anda!"
Pecundang berkata, "itu bukan pekerjaan saya!"

05> Pemenang berkata, "pasti ada cara lebih baik mengerjakannya!"
Pecundang berkata, "begitulah biasanya dikerjakan disini!"


06> Pemenang berkata, "ini sulit tapi mungkin!"
Pecundang berkata, "ini mungkin tapi sangat sulit untuk
mengerjakan!"


07> Pemenang selalu mempunyai rencana-rencana.
Pecundang selalu mencari alasan.

08> Pemenang mempunyai komitmen-komitmen.
Pecundang hanya berjanji-janji saja.

09> Pemenang selalu menjadi bagian dari jawaban.
Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah.

10> Pemenang tuntas memecahkan masalah.
Pecundang selalu tanggung-tanggung & tidak pernah memecahkan
masalah.


--

Apa yg kamu lakukan untuk memotivasi diri?
Pasti ada suatu situasi dimana sseorang merasa hidupny begitu ga mnyenangkan sampai rasanya mw mati saja...
Saat sudah berusaha susah payah tapi hasilnya ga seberapa...
saat sudah menaruh energi, jiwa, cinta, dan emosi dalam suatu hasil karya tapi hasilnya ga sesuai harapan...

Saat smua kgagalan rasanya menimpa diri dan tubuh ini terlalu lelah untuk bergerak lagi...
Saat awan mendung terbang di atas kepala qt dan semangat matahari tidak mnyinari kita...

Apa yg kamu lakukan agar kamu bs bsemangat lagi?
Apa yg ADen lakukan untuk menjadi ceria lagi dan berusaha lebih keras lagi?
Adakah?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar