Jumat, 23 April 2010

Membangun Brand itu Seperti Memelihara Seorang Anak..

Kemarin saya ketemu dengan seorang pelaku usaha garmen yang mengaku masih level UKM.. tapi omzet per bulannya sudah mencapai angka 300jt/bl dengan jumlah karyawan 50 orang. Dia masih muda, educated, dan memasuki dunia usaha dengan cara trial & error... mengalami banyak kegagalan sebelum akhirnya mencapai titik keberhsilan pada hari ini.
Dia telah memiliki sebuah brand dengan core yang menurut saya sudah benar, logo yang sesuai dan packaging yang sudah cantik. Tanpa disadarinya, dia telah meletakkan pondasi bagi berkembangnya sebuah brand...
Dia agak terkesima ketika saya jelaskan, bahwa membangun brand itu hampir mirip dengan melahirkan dan memelihara serta membesarkan seorang anak. Gimana mungkin...? Katanya. Lalu saya jelaskan, bahwa bila seorang anak punya nama, kepribadian, image, dan peran dalam kehidupan.. maka demikian pula lah sebuah brand!
Brand yang dibangun dengan benar melalui materi marcomm serta branding yang terintegrasi, dengan strategi yang cerdas dan tepat, maka suatu saat ia pun akan berada di tengah target marketnya dengan memiliki kepribadian yang kuat, positioning yang tepat...dan pada akhirnya mampu bertahan serta memiliki brand value yang tinggi.
Brand yang dibangun dengan baik, akan menjadi asset perusahaan yang nilainya bahkan BISA lebih besar dari nilai perusahaan itu sendiri! Banyak contoh kasus seperti ini, misalnya cocacola dan disney.
Bran yang telah memiliki nilai yang tinggi juga akan bisa di leverage ke anak-anak brand yang berikutnya, dengan sejak awal merencanakan brand architecture nya....
So, tumbuhkanlah brand anda dengan perencanaan yang matang...sebagaimana anda merancang masa depan putra/putri anda...agar kelak ia tumbuh besar, sehat, berkepribadian yang kuat...dan pada giliranya akan memiliki ‘nilai’di mata masyarakat sekitarnya!

--

Penjualan Anda mengalami Stagnasi? Mungkin Karena Brand Lifecycle nya!

Hari libur kemarin lusa (Selasa) saya menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu pengusaha minuman herbal yang sedang tumbuh pesat.. di mana saat itu beliau sedang menggenjot kemampuan produksinya karena permintaan yang membludak. Malah, beberapa agen harus inden untuk memperoleh barang...hebat!

Saya perkirakan, brand minuman herbal tsb. sedang mengalami masa pertumbuhan, sehingga akan terus meningkat hingga sampai ke puncaknya. Entah setahun atau dua tahun lagi tergantung sikon dan effort pemilik brand. Tapi, jangan kaget kalau setelah itu brand tsb akan mengalami stagnasi...lalu kemudian mengalami degradasi! Laah...kok mlah nakut-nakutin siiih?!

Bukan menakuti, tetapi itulah keadaan alami yang akan dihadapi. Itulah yang disebut brand lifecycle. Sama persis seperti manusia, maka brand juga memiliki siklus kehidupan yang menyerupai grafik fungsi sinus.

Lantas, kenapa dong ada brand yang udah berumur puluhn tahun namun tetap eksis dan bahkan menguasai pasar...? Nah, di sinilah bedanya brand dengan manusia!
Kalau manusia udah uzur dan pasti akhirnya mati, maka brand bisa diusahakan sedemikian rupa sehingga ia bisa kembali naik dan mengalami masa-masa jayannya kembali. Usaha ini biasa disebut brand rejuvenation...

Anda mengenal Lifebuoy? Lux? Disney? Cocacola? Itu brand yg sudah puluhan tahun usianya...namun karena keberhasilan mereka dalam meremajakan brand, maka rasanya kok masiiih saja up to date!

So, klau suatu saat brand anda telah mengalami stragnasi, penjualan gitu-gitu aja atau bahkan menurun...mungkin memang sudah saatnya diremajakan!


--

Campaign yang Terarah Terbukti Bisa Melejitkan Penjualan Hingga Lebih dari 10x lipat!


Kesimpulan ini saya dapat justru ketika menangani brand kecil, sebuah brand jamu lokal Jatim. Mereka pertama kali bertemu saya hanya memiliki budget kampanye 80 jt untuk setahun. Kecil, karena saya biasa menangani brand dengan budget milyaran sebelumnya (Rinso, Axe, Lifebuoy, Gudang Garam dll.).

Setelah saya pelajari dengan seksama, saya usulkan dengan setengah memaksa (kalo bahasa inggrisnya tuh strongly recommended) untuk melakukan education campaign dulu mengingat bentuk jamunya itu kapsul dan pada saat itu (tahun 1998) masih hrus mendobrak pasar. Keadaan pasar masih belum terbiasa dengan modern jamu seperti itu.

Dengan budget yang sedemikian, saya usahakan bisa beriklan di TV selama setahun.

Loh, kok bisaa??!!

Tahun 1998 adalah tahun resesi, di mana banyak perusahaan memotong budget mereka. Rate iklan di TV pun jadi ikut bergoyang. Hampir semua industri panik. Meskipun tak semua menderita, tapi kepanikan ini sampai membuat harga dollar melejit hingga 14 000 rupiah waktu itu. Nah, kami memanfaatkan ini untuk melakukan negosiasi harga dengan stasiun TV.

Singkat kata, akhirnya brand tersebut bisa beriklan setiap hari di TV selama 6 bulan..hanya dengan budget 40 juta saja! Sisa budget kami alokasikan untuk iklan cetak dan materi lain yang semuanya mengusung tema yang sama: edukasi manfaat produk.

Dengan mempertimbangkan budget, brand lifecycle, kondisi ekonomi makro, peta persaingan dan consumer insight, maka kampanye pun berjalan terararh, on budget, dan menampakkan hasilyang nyata.

Setahun telah berlalu... dan di tahun berikutnya client tersebut kembali kepada kami dengan membawa budget promosi sebesr 1M, Wow!! Dari budget 80 jt ke 1M...lebih dari 10x lipat....yang artinya, sales nya pun juga mengalami penggandaan yang serupa...

So, sebelum melakukan suatu kegiatan berpromosi (sekarangsih istilahnya marcomm), pertimbangkan dulu berbagai elemen seperti yang telah saya sebut di atas.. agar campaign berjalan terarah dengan benar..dan mencapaihasil maksimal!

--

Bagimana Mempromosikan Retail Business..?



Baru-baru ini saya mendapat kepercayaan dari seorang pemilik rumah makan untuk menangani promosi gerainya dengan tujuan yang ambisisus: meningkatkan penjualanya hingga 2x lipat dari biasanya. Bisakah..?!

Bila anda memiliki toko, resto, distro, warung, hotel, cafe, salon, kios... maka anda sedang bergerak di bidang retail buisness. Nggak peduli seberapa besar ukuraan outlet yang anda miliki. Sebesar Makro, caffefour, atau sekecil konter jualan pulsa hape di pinggir jalan.

Kebetulan saya pernah menangani promosi sebuah dept.store terkemuka selama 2 tahunan.. dan mereka telah memiliki kalender promosi selama 1 tahun penuh....: kapan diadakan jumbo/big sale, kapan diadakan promo untuk fashion collection...kapan diadakan promo untuk home collection...kapan ada event untuk loyal customer.

Apa tujuan pembuatan kalender promosi itu..? Untuk selalu ‘meramaikan’ toko agar sales meningkat terus sepanjang tahun...

Pada dasarnya, retail business promotion bersifat localized, sehingga sangat bergantung penjualanya pada penduduk sekitarnya. Hal ini membuat target marketnya pun bisa sangat spesifik secara demografis..sehingga bisa efisien dalam berpromosi (tentunya bila dilakukan dengan benar dan terarah).

Sumber penghasilan retail business bisa berasal dari front sales maupun back end sales... nah, yang terakhir ini biasanya disebut sebagai loyalty management.

Tentu, tiap jenis retail business punya karakteristik penjualan sendiri, seperti misalnya fashion yang harus selalu berubah mode atau restoran yang harus selalu menciptakan menu of the month just for the sake of promotion.

Jadi, sudahkan anda membuat kalender promosi anda..?

Ingat, konsumen itu orang yang sibuk dengan persoalan mereka sendiri. Maka kita harus mampu menarik perhatian mereka sejenak, agar mau ‘menengok’ ke toko kita... lalu setelah itu kita pun mulai ‘membujuk’ mereka untuk membeli dengan materi POS dan pelayanan yang helpful.

--

Kekuatan Branding Bahkan Bisa 'Menipu' Lidah!

Buat anda yang bergerak di bisnis F&B, ini perlu diwaspadai. Bisa jadi berita baik (bagi yang rasa makanan/minuman produksinya biasa-biasa aja).... tapi juga bisa jadi berita buruk (bagi yang yakin betul kalau produksinya is the best).

Akhir-akhir ini sering kita lihat dan dengarkan sebuah iklan TV untuk produk makanan yang mengusung tagline ‘rasa nggak pernah bohong’... hehe, berdasarkan pengalaman saya membuat blind test, saya berani bilang sebaliknya: Rasa pun bisa bohong! Lidah pun bisa ditipu oleh kuatnya image dan persepsi yang dilakukan oleh branding activities.

Begini ceritanya:
Dulu, ketika menangani sebuah brand margarin terkenal, kami melakukan blind test untuk mengukur tingkat rasa yang diinginkan konsumen. Nah, dalam blind test itu ternyata konsumen lebih menyukai rasa margarin yang sama sekali nggak terkenal.. dan kami cukup khawatir atas hal ini. Namun anehnya, ketika kami memberi label pada sample margarin yang mereka cicipi itu, mereka langsung bilang bahwa margarin kamilah yang lebih enak! Haha... hal ini mengingatkan saya pada kasus blind test dua merk minuman bersoda dari Amrik sono..yang hasilnya pun mirip seperti itu.

Lantas, ketika saya mengajar di Ubhara Surabaya, hal ini pun kembali terulang. Saat itu saya menanyakan kepada para mahasiswa, rokok apa yang mereka sukai, dan yang mengaku fanatik pada merk rokok tertentu. Nah, di depan kelas, mata mereka kami tutup, dan seluruh kelas bisa tahu... bahwa lidahnya bisa kita tipu dengan branding...sebab ketika dalam mata tertutup itu dia kami berikan berbagai macam merk rokok, ternyata dia tak bisa mengenali rokok yang katanya dia fanatikin itu!

Nah, sekarang.. bila produk anda kurang enak di lidah...jangan khawatir...branding yang terencana dengan baik, dan dilakukan dengan benar sesuai strategi...akan mampu melambungkan produk anda yang biasa-biasa saja itu menjadi merk favorit yang dipuji sebagai makanan/minuman “paling enak di dunia” oleh konsumen.

Sebaliknya, bagi anda yang saat ini super duper yaqin haqqul yaqin kalau produk anda adalah yang ternenak di dunia ini, waspadalah...! Bisa saja suatu saat produk anda itu akan kehilangan pasar dan dilupakan orang..persis dengan merk margarin yang saya ceritakan di atas: merk tersebut kini nggak pernah kelihatan lagi di pasar, meskipun dalam blind test dia menang...

Itulah kehebatan akibat suatu branding activities...meski terkesan ‘mahal’ dan ‘buang duit’.. sebenarnya dia adalah investasi!

--

Lee Myung-bak - Presiden Yang Memulai Dari Nol
Penulis : Team Andriewongso.com
Minggu, 23-Desember-2007
Jika Anda sering mendengarkan filosofi "Success is My Right", yakni sukses adalah hak milik siapa saja, barangkali kisah yang dialami presiden terpilih Korea Selatan ini mampu menjadi contoh nyata. Lee Myung-bak yang baru saja memenangkan pemilu di Korea ternyata punya masa lalu yang sangat penuh derita. Namun, dengan keyakinan dan perjuangannya, ia membuktikan, bahwa siapa pun memang berhak untuk sukses. Dan bahkan, menjadi orang nomor satu di sebuah negara maju layaknya Korea Selatan.

Coba bayangkan fakta yang dialami oleh Lee pada masa kecilnya ini. Jika sarapan, ia hanya makan ampas gandum. Makan siangnya, karena tak punya uang, ia mengganjal perutnya dengan minum air. Saat makan malam, ia kembali harus memakan ampas gandum. Dan, untuk ampas itu pun, ia tak membelinya. Keluarganya mendapatkan ampas itu dari hasil penyulingan minuman keras. Ibaratnya, masa kecil Lee ia harus memakan sampah!

Terlahir di Osaka, Jepang, pada 1941, saat orangtuanya menjadi buruh tani di Jepang, ia kemudian besar di sebuah kota kecil, Pohang, Korea. Kemudian, saat remaja, Lee menjadi pengasong makanan murahan dan es krim untuk membantu keluarga. "Tak terpikir bisa bawa makan siang untuk di sekolah,"sebut Lee dalam otobiografinya yang berjudul "There is No Myth," yang diterbitkan kali pertama pada 1995.

Namun, meski sangat miskin, Lee punya tekad kuat untuk menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, ia belajar keras demi memperoleh beasiswa agar bisa meneruskan sekolah SMA. Kemudian, pada akhir 1959, keluarganya pindah ke ibukota, Seoul, untuk mencari penghidupan lebih baik. Namun, nasib orangtuanya tetap terpuruk, menjadi penjual sayur di jalanan. Saat itu, Lee mulai lepas dari orangtua, dan bekerja menjadi buruh bangunan. "Mimpi saya saat itu adalah menjadi pegawai," kisahnya dalam otobiografinya.

Lepas SMA, karena prestasinya bagus, Lee berhasil diterima di perguruan tinggi terkenal, Korea University. Untuk biayanya, ia bekerja sebagai tukang sapu jalan. Saat kuliah inilah, bisa dikatakan sebagai awal mula titik balik kehidupannya. Ia mulai berkenalan dengan politik. Lee terpilih menjadi anggota dewan mahasiswa, dan telibat dalam aksi demo antipemerintah. Karena ulahnya ini ia kena hukuman penjara percobaan pada 1964.

Vonis hukuman ini nyaris membuatnya tak bisa diterima sebagai pegawai Hyundai Group. Sebab, pihak Hyundai kuatir, pemerintah akan marah jika Lee diterima di perusahaan itu. Namun, karena tekadnya, Lee lantas putar otak. Ia kemudian membuat surat ke kantor kepresidenan. Isi surat bernada sangat memelas, yang intinya berharap pemerintah jangan menghancurkan masa depannya. Isi surat itu menyentuh hati sekretaris presiden, sehingga ia memerintahkan Hyundai untuk menerima Lee sebagai pegawai.

Di perusahaan inilah, ia mampu menunjukkan bakatnya. Ia bahkan kemudian mendapat julukan "buldozer", karena dianggap selalu bisa membereskan semua masalah, sesulit apapun. Salah satunya karyanya yang fenomonal adalah mempreteli habis sebuah buldozer, untuk mempelajari cara kerja mesin itu. Di kemudian hari, Hyundai memang berhasil memproduksi buldozer.

Kemampuan Lee mengundang kagum pendiri Hyundai, Chung Ju-yung. Berkat rekomendasi pimpinannya itu, prestasi Lee terus melesat. Ia langsung bisa menduduki posisi tertinggi di divisi konstruksi, meski baru bekerja selama 10 tahun. Dan, di divisi inilah, pada periode 1970-1980 menjadi mesin uang Hyundai karena Korea Selatan tengah mengalami booming ekonomi sehingga pembangunan fisik sangat marak.

Setelah 30 tahun di Hyundai, Lee mulai masuk ke ranah politik dengan masuk jadi anggota dewan pada tahun 1992. Kemudian, pada tahun 2002, ia terpilih menjadi Wali Kota Seoul. Dan kini, tahun 2007, Lee yang masa kecilnya sangat miskin itu, telah jadi orang nomor satu di Korea Selatan. Sebuah pembuktian, bahwa dengan perjuangan dan keyakinan, setiap orang memang berhak untuk sukses, 'Success is My Right'!!!

Keberhasilan hidup Lee, mulai dari kemelaratan yang luar biasa hingga menjadi orang nomor satu di Korea Selatan, adalah contoh nyata betapa tiap orang bisa merubah nasibnya. Jika orang yang sangat miskin saja bisa sukses, bagaimana dengan kita? Mulailah dengan keyakinan, perjuangan, dan kerja keras, maka jalan sukses akan terbuka bagi siapapun. Salam sukses Luar biasa!!!


--

Steve Jobs - Kekuatan Kesederhanaan Dan Visi Jauh Ke Depan
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Selasa, 04-Desember-2007
Anda pasti mengenal produk Mac, iPod, dan yang terakhir iPhone. Ketiga produk itu adalah brand yang sangat terkenal dari perusahaan Apple Inc. Bahkan, Apple saat ini dianggap sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam perkembangan teknologi dunia. Lantas, apa sebenarnya kunci sukses dari Apple dalam menciptakan inovasi teknologi tersebut?

Adalah sosok Steve Jobs, sang pendiri Apple lah yang memiliki visi jauh ke depan sehingga membuat Apple menjadi perusahaan yang sangat disegani hingga kini. Namun, jika menengok kisah Steve, kita sebenarnya bisa melihat betapa ia adalah sosok pengagum kesederhanaan dan keindahan. Inilah dua kunci dasar - selain visinya ke depan - yang membuat Apple berhasil mematahkan dominasi Microsoftnya Bill Gates.

Bagi Anda yang sudah akrab dengan beberapa produk Apple, pasti segera tahu betapa produk Apple sangat sederhana dan user friendly. Namun, meski sederhana, bentuknya sangat elegan. Inilah yang membuat Apple selalu punya penggemar fanatik. Tentu, hal ini tak bisa lepas dari sentuhan tangan dingin sang pendiri, Steve Jobs.

Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 dari seorang ibu berkebangsaan Amerika, Joanne Carole Schieble, dan ayah berkebangsaan Syria, Abdulfattah "John" Jandali. Namun, saat dilahirkan, ia segera diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Sejak kecil, Jobs sudah menunjukkan ketertarikannya pada peranti elektronik. Bahkan, dia pernah menelepon William Hewlett - presiden Hewlett Packard - untuk meminta beberapa komponen elektronik untuk tugas sekolah. Hal itu justru membuatnya ditawari bekerja sambilan selama libur musim panas. Di Hewlett-Packard Company inilah ia bertemu dengan Steve Wozniak, yang jadi partnernya mendirikan Apple.

IQ-nya yang tinggi membuat Steve ikut kelas percepatan. Tapi, ia sering diskors gara-gara tingkahnya yang nakal - meledakkan mercon hingga melepas ular di kelas. Di usianya yang ke-17, ia kuliah di Reed College, Portland, Oregon. Namun, ia drop out setelah satu semester. Meski begitu, ia tetap mengikuti kelas kaligrafi di universitas tersebut. Hal itulah yang membuatnya sangat mencintai keindahan.

Tahun 1974 ia kembali ke California. Ia bekerja di perusahaan game Atari bersama Steve Wozniak. Suatu ketika, Steve Jobs tertarik pada komputer desain Wozniak. Ia pun membujuk Wozniak untuk mendirikan perusahaan komputer. Dan, sejak itulah, tepatnya 1 April 1976, di usinya yang ke-21, Steve mendirikan Apple Computer. Singkat cerita, kisah sukses segera menjadi bagian hidupnya bersama Apple.

Namun, saat perusahaan itu berkembang, dewan direksi Apple justru memecat Steve karena dianggap terlalu ambisius. Sebuah pemecatan dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Meski sempat merasa down, karena kecintaannya pada teknologi, ia pun segera bangkit. Steve mendirikan NeXT Computer. Tak lama, ia pun membeli perusahaan film animasi Pixar. Dari kedua perusahaan itulah namanya kembali berkibar. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Apple. Perusahaan itu justru di ambang kebangkrutan.

Saat itulah, Steve kembali ke Apple, hasil dari akuisisi Apple terhadap NeXT. Banyak orang yang meramalkan Steve tak kan lagi mampu mengangkat Apple. Steve menanggapinya dengan dingin. "Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini," sebut Steve.

Kecintaan inilah yang mengantarkan Steve kembali mengorbitkan Apple ke jajaran elit produsen alat teknologi papan atas. iPod dan iPhone saat ini menjadi produk yang sangat laris di pasaran. Visinya ke depan juga membuat iTunes, sukses jadi toko musik digital paling sukses di dunia. Ia menjawab keraguan orang dengan kerja nyata dan hasil gemilang. Bentuk indah, elegan, sederhana, namun powerful, menjadi ciri khas produk Apple hingga saat ini.

Kecintaan kita pada apa yang kita lakukan akan menjadi jalan kita menuju kesuksesan. Hal itulah yang dibuktikan oleh sosok Steve Jobs. Bahkan, meski ia sempat terpuruk dan "diusir" dari perusahaannya sendiri, kecintaannya pada teknologi membuatnya kembali. Inilah bukti nyata bahwa jika kita mencintai pekerjaan kita dengan sepenuh hati, hasil yang dicapai pun akan jauh lebih maksimal.

--

Warren Buffet
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Senin, 26-November-2007
Audio/Video :
Bila Anda salah satu orang yang gemar bermain saham, pastilah mengenal satu nama yang sudah sangat terkenal di kalangan pialang saham dunia. Namanya bahkan dianggap legenda dan telah menjadi mahaguru di dunia saham. Yah, dialah Warren Buffet. Saking sudah melegenda, pria kelahiran Omaha, Nebraska Amerika ini dijuluki "Sage of Omaha" atau " Oracle of Omaha" alias seorang peramal dari Omaha. Pria yang sudah berusia 70 tahun lebih ini dianggap sebagai orang yang bisa memprediksikan saham apa saja yang naik, dan saham apa saja yang turun. Kapan harus mengambil, atau kapan harus menjual, semuanya seolah sudah ada dalam "pengetahuannya". Karena itu, apa yang dikatakan tentang dunia saham, akan selalu diikuti oleh banyak orang.

Tapi, tahukah Anda bahwa Warren Buffet selain dikenal sebagai investor dan pebisnis ulung, juga dikenal sebagai seorang filantrofis sejati? Seorang filantrofis adalah dermawan yang memberikan sebagian penghasilannya untuk kepentingan sosial. Dalam hal ini, Warren benar-benar menjadi seorang yang sangat peduli pada hal-hal yang berbau sosial. Tak tanggung-tanggung, ia mendermakan uang yang tercatat sebagai sumbangan terbesar dalam sejarah, yakni senilai 30 miliar dolar Amerika, kepada Yayasan Bill and Melinda Gates. Ini setara dengan sekitar 80 persenan kekayaan yang dimilikinya saat ini. Dengan sumbangan sebesar itu, bisa dikatakan ia hanya mewariskan sedikit bagian kekayaannya pada ketiga anaknya kelak. Dalam hal ini, Warren mempunyai sebuah ungkapan bijak, "Saya memberikan bagian yang cukup kepada anak-anak saya sehingga mereka merasa bisa melakukan apa saja, namun saya tidak memberikan lebih sehingga mereka merasa tidak harus melakukan sesuatu (untuk mendapatkan yang diinginkannya)."

Inilah bentuk pendidikan kemandirian yang dicontohkan Warren pada kita semua. Yakni, jangan sampai memanjakan anak meski kita hidup berlebihan. Sebab, anak-anak pun sebenarnya punya tanggung jawab masing-masing untuk kehidupannya kelak. Dan, mungkin memang hal ini juga yang pernah ditekankan ayah Warren, Howard Buffet, yang juga seorang pialang saham. Karena itu, sejak usia belasan tahun, Warren yang dikenal sangat cerdas di bidang matematika, sudah mulai mencoba mandiri dengan bermain saham. Kala itu, ia membeli saham Cities Services seharga 38.25 dolar per saham. Dan, ia segera menjualnya saat saham itu naik menjadi 40 dolar. Sebuah keuntungan yang lumayan besar baginya saat itu. Tapi, ia kemudian merasa menyesal, karena dalam setahun, saham itu sebenarnya mampu mencapai nilai 200 dolar. Maka, sejak saat itulah, ia mendapat pelajaran, bahwa bermain saham harus panjang jangka waktunya. Hal ini pulalah yang dipegang saat ia menjadi raja saham dan membeli Berkshire Hathaway, sebuah unit usaha yang kini telah berhasil dikembangkannya hingga punya anak usaha lebih dari 60 jenis usaha!

Meski kini diklaim sebagai orang terkaya ketiga dunia (Forbes 2007), Warren selalu menekankan pola hidup yang sederhana. Bahkan, sangat sederhana. Betapa tidak. Ia hidup bersahaja dengan hanya tinggal di rumah yang nilainya cuma 31 ribu dolar yang hanya memiliki tiga kamar tidur. Padahal, jika ia mau, dengan kekayaannya Warren bisa membeli beberapa istana sekaligus.

Tak hanya itu. Sampai kini ia pun masih sering menyetir sendiri mobilnya. Bahkan, ketika harus bepergian, ia tidak menggunakan pesawat jet pribadi layaknya konglomerat lain. Padahal, ia memiliki perusahaan rental pesawat jet pribadi sebagai salah satu unit bisnisnya. Selain menerapkan pola hidup sederhana, ia pun menerapkan manajemen yang sangat bersahaja untuk semua bisnisnya. Ia memberi kepercayaan penuh pada semua manajer perusahaannya. Ia hanya menulis sebuah surat setahun sekali ke CEO dari perusahaan-perusahaan tersebut. Isinya tentang tujuan yang harus dicapai oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Ia memberi dua perintah kepada CEO-nya. Peraturan pertama : Jangan sampai merugikan uang pemilik saham. Peraturan kedua: Jangan lupa peraturan nomor satu. Hasilnya? Tidak diragukan lagi. Seperti yang dilihat banyak orang, kekayaannya mencapai 52 miliar dolar lebih. Tapi, itu semua tak menyilaukannya. Ia justru asyik berderma dengan tanpa berusaha memamerkan kekayaannya.

Apa yang dilakukan Warren Buffet memang tak bisa diragukan lagi. Dirinya sudah menjadi legenda yang dihormati sebagai pengusaha bidang saham dan aneka bisnis lainnya. Namun, satu hal yang harus kita contoh, yaitu sikap sederhana dan kedermawanannya. Ia merasa, bahwa apa yang diraihnya akan lebih berguna jika disumbangkan untuk orang-orang yang membutuhkan. Semangat dan keteladanan inilah yang patut kita contoh agar sukses yang kita raih benar-benar dapat memberi manfaat bukan hanya pada diri kita, namun juga bagi orang di sekitar kita.

--

Mooryati Soedibyo
Penulis : Team Andriewongso.com
Rabu, 07-November-2007
Bicara soal kecantikan internasional, ingatan kita pasti akan melayang ke pagelaran Miss Universe. Sebuah kontes kecantikan, yang konon pesertanya adalah yang paling cantik dan cerdas di negerinya - dengan konsepnya, brain, beauty, behavior. Di Indonesia sendiri, ajang ini identik dengan sebuah produk kecantikan Mustika Ratu.

Produk kecantikan tersebut, konon adalah warisan leluhur keraton - asli - yang diturunkan dari nenek moyang kepada para penerusnya. Dan, berkat kepiawaian sosok di balik merek tersebut, produk kecantikan alami ini berhasil mendunia. Bahkan, produk tradisional yang awalnya dipandang sebelah mata, kini justru mendapat tempat utama, sebagai produk alami yang bebas bahan berbahaya.

Adalah Mooryati Soedibyo, tokoh wanita pengusaha yang berada di balik sukses produk Mustika Ratu. Ia berhasil mengangkat kembali warisan tradisional dari lingkungan kerajaan Jawa yang hampir dilupakan orang. Dengan keuletannya, Mooryati berhasil membuat jejamuan dan aneka ramuan khas yang diajarkan neneknya - yang seorang ningrat keraton Solo - menjadi produk kecantikan berkelas.

Tak heran, jika kemudian sejumlah penghargaan berkelas internasional ia terima. Puncaknya, pada tahun 2003 silam, Mooryati mendapat kehormatan terpilih sebagai satu-satunya perempuan yang menjadi finalis "Best of the Best Entrepreneur of the Year 2003 Ernst &Young International", sebuah kompetisi para pengusaha dunia yang diadakan di Monte Carlo, Monaco. Tentu tak hanya itu. Sebelumnya, sederet penghargaan lain, baik lokal maupun internasional, juga banyak disandangnya.

Itu semua adalah buah kerja keras dari perempuan kelahiran Surakarta 5 Januari 1928 - yang masih nampak segar di usianya yang hampir menginjak angka 80 tahun - ini. Dengan sepak terjangnya yang tak kenal lelah dalam mengenalkan aneka produk ramuan tradisionalnya, ia seolah sudah bisa dianggap sebagai "pahlawan" pengembang produk asli Indonesia.

Mooryati mengawali usahanya itu sebenarnya bisa dikatakan hanya karena hobi belaka. Sebab, setelah tahun 1956 menikah dan mengikuti suami bertugas ke Sumatera Utara, ia merasa harus mencari kesibukan di tanah rantau. Maka, ia pun kemudian membuat lulur dan jamu yang dibagikan secara gratis kepada para istri sejawat suaminya. Beberapa jamu buatannya kala itu jamu Komajaya, Komaratih, Lulur, Mangir, Parem Lengkap, dibuat untuk membantu ibu-ibu yang berniat menikahkan anak.

Lama-kelamaan, produknya banyak dipesan. Mooryati pun kewalahan. Hingga akhirnya ia memutuskan menjual produk itu, untuk menutupi biaya bahan pembuatan ramuan. Maka, mulai tahun 1973, ia konsentrasi penuh membuat jamu dibantu dua orang teman, dengan modal usaha awal Rp 25.000. Ia memulainya dari industri rumahan, yakni dari garasi rumah. Tak lama, tahun 1975 Mooryati Soedibyo resmi mendirikan PT Mustika Ratu untuk memayungi usaha pembuatan jamunya.

Mustika Ratu awalnya memproduksi lima macam jamu saja. Yaitu Perawatan Wanita, Perawatan Remaja Puteri, Sedet Saliro (pelangsing tubuh), Sepetan Sari (keputihan), Kesepuhan (Menopause), ditambah beberapa macam kosmetik tradisional leluhur, seperti Mangir, Bedak Dingin, dan Air Mawar. Pada tahun 1978 produk-produk Mustika Ratu mulai didistribusikan ke toko-toko, melalui salon-salon kecantikan yang meminta menjadi agen. Dan, memasuki awal tahun 1980-an Mustika Ratu mulai ekspansi mengembangkan jenis-jenis kosmetik tradisional. Masyarakat mulai akrab mengenal dan menggunakan produk-produk kecantikan tradisional keluaran Mustika Ratu, yang gencar dipopulerkan melalui artikel dan konsultasi kecantikan di majalah, serta melalui kegiatan periklanan di media cetak dan elektronik. Selanjutnya, adalah kisah sejarah manis buah perjuangannya. Bahkan, produknya kini sudah merambah sampai ke Malaysia, Singapura, Philipina, Taiwan, Jepang, Timur Tengah, Rusia, Belanda, Mesir, Cina, Australia, Inggris, dan Eropa Timur.

Kini, selain jadi pengusaha, Mooryati juga aktif dalam kegiatan berorganisasi. Terakhir, ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah Jakarta. Dan, melalui Yayasan Puteri Indonesia, ia pun terus mengenalkan kecantikan asli Indonesia, sembari menunjukkan kepedulian sosial melalui program-program kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia.

Sebuah upaya melestarikan budaya bangsa, jika disertai dengan kesungguhan, akan membawa kebaikan. Demikian yang ditunjukkan dari profil Mooryati Soedibyo. Ia mampu membuktikan, bahwa produk Indonesia, tak kalah dengan produk kecantikan dari negara lain. Bahkan, ia pun mampu ikut mengharumkan nama Indonesia di berbagai forum internasional. Dari hal ini, kita dapat mempelajari, bahwa kecintaan dan kebanggaan pada produk negeri, bisa membawa kita pada era kebangkitan bangsa, demi kebaikan bersama.

--

Google, Bukti Kekuatan Kesederhanaan Dan Integritas
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Senin, 08-Oktober-2007
Dalam daftar orang terkaya di Amerika baru-baru ini, terselip dua nama yang cukup fenomenal. Masih muda, usianya baru di awal 30-an, namun kekayaannya mencapai miliaran dolar. Nama kedua orang itu adalah Larry Page dan Sergey Brin. Mereka adalah pendiri Google, situs pencari data di internet paling terkenal saat ini.

Terlepas dari jumlah kekayaan mereka, ada beberapa hal yang perlu dicontoh dari kisah sukses mereka. Satu hal yang pertama, yang disebut Sergey Brin, yang kini menjabat sebagai Presiden Teknologi Google, yakni tentang kekuatan kesederhanaan. Menurutnya, simplicity web adalah hal yang disukai penjelajah internet. Dan, Google berhasil karena menggunakan filosofi tersebut, menghadirkan web yang bukan saja mudah untuk mencari informasi, namun juga menyenangkan orang.

Kunci sukses kedua adalah integritas mereka dalam mewujudkan impiannya. Mereka rela drop out dari program doktor mereka di Stanford University untuk mengembangkan google. Mereka pun pada awalnya tidak mencari keuntungan dari proyek tersebut. Malah, kedua orang itu berangkat dari sebuah ide sederhana. Yakni, bagaimana membantu banyak orang untuk mempermudah mencari sumber informasi dan data di dunia maya. Mereka sangat yakin, ide mereka akan sangat berguna bagi banyak orang untuk mempermudah mencari data apa saja di internet.

Kunci sukses lainnya yaitu mereka tidak melupakan jasa orang-orang yang mendukung kesuksesan mereka. Larry dan Sergey sangat memerhatikan kesejahteraan SDM di Google. Kantornya yang diberi nama Googleplex dinobatkan sebagai tempat bekerja terbaik di Amerika tahun 2007 oleh majalah Fortune. Di sana suasananya sangat kekeluargaan, ada makanan gratis tiga kali sehari, ada tempat perawatan bagi bayi ibu muda, bahkan sampai kursi pijat elektronik pun tersedia. Mereka sadar, di balik sukses inovasi yang dilakukan Google, ada banyak doktor matematika dan lulusan terbaik dari berbagai universitas yang membantu mereka.

Larry dan Sergey memang tak pernah menduga Google akan sesukses sekarang. Kedua orang yang terlahir dari keluarga ilmuwan – ayah Sergey adalah doktor matematika, sedangkan Larry adalah putra almarhum doktor pertama komputer di Amerika – ini memang hanya berangkat dari sebuah masalah sederhana. Mereka berusaha memecahkan masalah tersebut, dan berbagi dengan orang lain. Namun, justru dengan kesederhanaan dan integritas mereka, mampu membuat Google saat ini menjadi mesin pencari terdepan, dikunjungi lebih dari 300 juta orang perhari. Diterjemahkan dalam 88 bahasa dengan nilai saham mencapai lebih dari 500 dolar AS per lembar, membuat sebuah kesederhanaan menjelma menjadi kekuatan yang luar biasa.

Sebuah niat mulia, meski sesederhana apapun, jika dilandasi kerja keras dan integritas yang tinggi, akan menghasilkan sesuatu yang istimewa. Hal tersebut nampak dari contoh kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin di atas. Google yang mereka dirikan terbukti telah membantu banyak orang untuk bisa mendapatkan apa saja dari internet. Dan kini, mereka pun mendapatkan imbalan yang bahkan tak diduga mereka sebelumnya. Kesuksesan sejati memang akan terasa saat kita bisa berbagi. Dan, Larry serta Sergey membuktikannya sendiri.




--

Zinedine Zidane
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Rabu, 26-September-2007

Siapa yang tak kenal dengan Zinedine Zidane saat ini? Kemampuannya memainkan si kulit bundar dan kontroversinya pada Piala Dunia 2006 lalu membuat namanya sangat dikenal seantero jagad.

Terlepas dari kontroversi yang ditimbulkan akibat ulah menanduk pemain lawan, Materazzi dari Italia, Zizou – demikian panggilan akrabnya – adalah seorang pemain sepakbola yang sangat berbakat. Dia dianggap sebagai figur paling penting saat mengantarkan Perancis menjadi juara dunia sepakbola pada tahun 1998. Perannya juga sangat signifikan dalam mengangkat moral tim ketika Perancis yang kurang bersinar di awal piala dunia 2006, akhirnya berhasil mencapai partai final.

Pria keturunan Algeria yang lahir di Perancis ini merupakan seorang anak imigran yang mencoba mengubah nasib di Perancis. Dan, layaknya imigran yang sangat minoritas, maka keluarga Zidane pun tumbuh dalam lingkungan yang keras dan jauh dari kecukupan. Anak dari lima bersaudara ini pun sadar, bahwa ia mungkin tak kan bisa menempuh pendidikan yang tinggi layaknya orang lain yang berkecukupan. Karena itu, ia memilih menekuni hobinya, sepakbola.

Kelahiran 23 Juni 1972 ini lantas dikenal sebagai anak yang sangat berbakat menggocek bola. Bahkan, ia kadang menemukan tekniknya sendiri yang unik saat menguasai bola. Dalam salah satu wawancaranya dengan media lokal Perancis, Zidane mengatakan, “Bakat bukanlah apa-apa tanpa latihan terus menerus. Saya bisa menggunakan teknik saya karena saya terus berusaha melatih kemampuan dengan menambah porsi bermain bola.” Selain itu, Zidane juga mengatakan, bahwa ucapan ayahnyalah yang membuat ia merasa harus berlatih lebih giat dari siapapun. ”Ayah saya pernah berkata, sebagai seorang imigran, kita harus bekerja lebih giat dari orang lain, dan kita pun tak boleh mudah menyerah.”

Niatnya mengubah nasib melalui sepakbola menemui jalan terang saat bakatnya ditemukan oleh Jean Varraud yang membuatnya berlabuh ke sebuah klub, Cannes, saat ia baru berusia 16 tahun. Berkat latihan kerasnya, setahun kemudian ia sudah dipercaya masuk ke tim senior Cannes dan bermain di divisi pertama liga Perancis. Dari sana, kemampuannya makin meningkat. Dan, hal itu langsung menarik klub liga utama Perancis, Bordeaux untuk mengontraknya. Di sinilah karirnya di lapangan hijau makin bersinar. Bahkan, di kejuaraan Eropa, UEFA Cup tahun 1995/1996, ia berhasil mengantarkan klubnya itu hingga ke babak final.

Karisma dan talenta Zidane akhirnya membuat tim besar Italia, Juventus, memutuskan memboyongnya ke tim tersebut. Tak butuh lama beradaptasi, ia pun langsung bisa bersinar saat menjadi skuad inti Juventus. Tak tanggung-tanggung, pada masa awal bergabungnya ke Juventus, Zidane langsung membawa tim itu jadi juara UEFA Cup, Piala Super Eropa, dan Piala Intercontinental sekaligus.

Bersama rekan-rekan setimnya, Zidane membawa Juventus juara liga Italia dua tahun berturut-turut, yakni tahun 1997 dan 1998. Kegemilangannya di Juventus dan kesuksannya membawa Perancis juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 menarik banyak klub hebat dunia. Dan, yang beruntung mendapatkan Zidane pada akhirnya adalah tim terkaya Spanyol, Real Madrid. Ia pun mencetak rekor pemain termahal saat itu dengan biaya transfer mencapai US$ 66 juta atau setengah triliun rupiah lebih. Harga itu langsung ‘ditebusnya’ dengan membawa tim tersebut jadi juara Piala Champion Eropa pada tahun 2001/2002.

Berbagai prestasi terus didulangnya. Ia pun sempat dianugerahi FIFA, lembaga sepakbola dunia, sebagai pemain terbaik dunia hingga tiga kali, yakni tahun 1998, 2000, 2003. Tahun 2006, jika bukan karena kasus kontroversi tandukannya di Piala Dunia, barangkali, Zidane bisa jadi pemain terbaik lagi. Terlepas dari kontroversi itu, hingga keputusannya gantung sepatu pada tahun 2006, setidaknya Zidane telah mengukir prestasi emas yang tak mungkin dilupakan orang. Perjuangannya sejak kecil untuk merubah nasib melalui sepakbola telah menjadi kenyataan.

Meski sudah sukses, ia tak melupakan masa sulit ketika kecil. Ia sangat peduli pada negara-negara dunia ketiga alias negara tertinggal di dunia. Karena itu, ia pun dipercaya menjadi Duta UNDP (United Nations Development Program). Ia berkampanye untuk membantu negara miskin demi mencapai negara sejahtera seperti yang dicanangkan dalam the Millennium Development Goals. Selain berkeliling ke berbagai negara untuk mengkampanyekan antikemiskinan, ia juga beberapa kali mengadakan pertandingan sepakbola amal untuk mengumpulkan dana bagi masyarakat negara miskin.

Tekad Zidane dibarengi kerja kerasnya telah membuat impian sang maestro sepakbola itu jadi nyata. Bukan hanya mampu merubah nasib dari miskin menjadi kaya dan terkenal dari sepakbola, ia juga berusaha merubah nasib kaum miskin di negara-negara yang tertinggal. Sungguh sebuah kesuksesan sejati yang patut diteladani siapa saja.


--

Arnold Scwarzenegger
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Rabu, 12-September-2007

Kehidupan memang harus diperjuangkan dengan sepenuh hati, kerja keras, dilandasi ketekunan, keuletan, dan keyakinan untuk meraih mimpi dan cita-cita. Itulah pegangan hidup yang dijalani sosok "Hercules" Hollywood, yakni Arnold Schwarzenegger, sehingga bisa menjadi seorang superstar Hollywood yang masuk sebagai aktor termahal pada masanya. Dan, kini, selain sebagai aktor, mimpinya sejak kecil telah terlampaui. Saat berumur 10 tahun, Arnold pernah bercita-cita pindah ke Amerika, dari tanah kelahirannya di Austria. Namun, saat ini, tak sekadar pindah, ia sudah jadi orang nomor satu pemerintahan di salah satu negara bagian terbesar Amerika, yakni California.

Terlahir dari keluarga sederhana di Thal, Austria, kehidupan Arnold sedari kecil tergolong sudah penuh perjuangan. Sebab, ayahnya, Gustav Schwarzenegger, seorang polisi daerah, bertindak sangat keras pada anak-anaknya. Gustav bahkan sering memukuli anak-anaknya, termasuk Arnold, jika melakukan kesalahan, meski kecil sekalipun. Dari sikap ayahnya, ditambah lagi masalah keuangan yang sering mendera, kelahiran 30 Juli 1947 ini bertekad ingin merubah hidupnya. "Setiap kali saya kena pukulan, dan setiap kali ada orang yang mengatakan, kamu tidak bisa melakukan ini, saya katakan pada diri saya, ini tidak akan lama, karena saya akan keluar dari semua hal ini. Saya ingin jadi kaya, dan saya ingin jadi seseorang yang dihargai," sebut Arnold dalam salah satu kisahnya.

Arnold kecil sering menghibur diri dengan melakukan hobinya bermain olahraga. Salah satunya, yakni dengan bermain sepakbola. Ketika itu, pelatih bolanya kemudian mengajak dirinya berlatih angkat beban di sebuah pusat kebugaran. Hal ini segera menarik minatnya. Maka, di usianya yang sangat belia, 14 tahun, ia sudah berani memutuskan untuk menekuni binaraga sebagai jalan untuk mencapai mimpinya. Kebetulan, ia mendapat pelatih yang sangat mendukung karirnya, yakni Kurt Marnul, sehingga pada usia 17 tahun ia sudah mulai bisa mengikuti sejumlah kejuaraan. Selain itu, ia mengaku terinspirasi oleh seorang binaragawan Steve Reeves. "Prestasi Reeves yang sangat terkenal pada masa itu menginspirasi bahwa kita bisa tetap mencapai impian, meski orang terdekat kadang tidak memahami impian kita," sebut Arnold.

Kala itu, ada sebuah kejuaraan binaraga dunia, yakni Mr. Universe di Amerika. Menjadi juara di ajang ini menurut Arnold adalah pintu gerbang menuju impiannya. Karena itu, ia makin giat berlatih dan mengatur pola makan dengan sangat ketat. Pertama ikut serta, ia belum memperoleh gelar bergengsi tersebut. Namun, dengan latihan yang makin ketat, pada tahun berikutnya, gelar itu berhasil diraihnya. Bahkan, berhasil dipertahankan hingga empat kali berturut-turut. "Saya ingat, ketika saya datang ke sini (Amerika), kantong saya tak ada uang, tapi dipenuhi dengan impian, determinasi, dan hasrat," terang Arnold saat diwawancarai tentang keberhasilannya itu.

Sejak saat itulah, namanya makin dikenal. Dan, akhirnya, dunia film pun dirambahnya. Salah satu yang kemudian melejitkan namanya yakni Terminator yang dibuat hingga tiga seri. Selain film laga, sejumlah film komedi dan drama pun berhasil mengangkat namanya. Impiannya menjadi orang sukses di daratan Amerika pun berhasil diwujudkannya. Namun, ternyata, impiannya tak berhenti hanya sekadar jadi aktor. Didukung oleh istrinya, Maria Shriver, ia pun mencalonkan diri menjadi gubernur California.

Kepopulerannya ternyata berhasil mengantarkan dirinya menjadi gubernur negara bagian tersebut hingga dua kali. Terakhir, ia disumpah jadi gubernur periode kedua kalinya pada awal tahun ini. Saat menjabat itulah, berbagai program kepedulian sosial selalu diprioritaskan, selain berbagai program ekonomi. Salah satu yang saat ini sedang diperjuangkan adalah pemberian asuransi kesehatan kepada anak-anak. Dengan berbagai bentuk kepedulian tersebut, Arnold menjelma menjadi gubernur yang dicintai warganya.


Hidup dalam ketertekanan, jika mampu dimaknai sebagai sebuah ujian, maka bisa jadi batu loncatan menuju impian. Hal itulah yang dibuktikan oleh sosok Arnold Schwarzenegger yang berhasil mewujudkan impian masa kecilnya, meski mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan dari ayahnya sendiri sejak kecil. Dengan perjuangan, kerja keras, keuletan, dan ketekunan, Arnold mampu meraih semua impian di tengah berbagai keterbatasan dan cibiran dari orang terdekatnya sekalipun. Kepeduliannya pada sekitar pada saat menjadi gubernur menjadikan suksesnya makin bermakna. Inilah satu teladan yang perlu kita contoh dari seorang Arnold Schwarzenegger.

--

Dorce Gamalama
Penulis : Team Andriewongso.com
Senin, 27-Agustus-2007
Tak banyak orang yang mengenal nama Dedi Yuliardi Ashadi. Yah, memang, nama itu sudah lama ditinggalkan dan berganti menjadi Dorce Gamalama Halimatussadiyah. Presenter serbabisa itu memang dulunya terlahir sebagai laki-laki, dari pasangan Achmad dan Dalifah. Namun, sejak usia satu tahun, ia yang ditinggal meninggal kedua orang tuanya diasuh oleh neneknya, Siti Darama, mempunyai kecenderungan berperan sebagaiperempuan. Itulah yang kemudian membuatnya nekad mengoperasi kelamin menjadi perempuan.

Sebuah kontroversi yang cukup menghebohkan saat itu. Namun, tekadnya yang bulat, membuat ia mampu melewati semua tantangan dan cibiran orang ketika itu. Bakatnya menyanyi sejak kecil pun terus diasahnya. Tak hanya itu, kemampuannya berakting dan menjadi MC dan presenter membuatnya terus eksis.

Kelahiran 21 Juli 1963 ini kemudian harus mengalami lika liku perjalanan karir yang panjang. Namanya terangkat saat ia banyak diekspos oleh TVRI, satu-satunya televisi Indonesia kala itu. Dari sanalah, meski masih terus menuai kontroversi, pelan-pelan namanya dikenal sebagai entertainer serbabisa. Ia mencoba menjawab berbagai cibiran tentang statusnya dengan berkarya maksimal.

Dengan kemampuannya menghibur melalui berbagai hal, tarian, nyanyian, komedi, Dorce pun lantas mulai laris dikontrak ke berbagai tempat. Dari panggung ke panggung dijalaninya dengan senang hati. Sebab, akhirnya, ia bisa membuktikan bahwa ia bisa dilihat orang dari kemampuannya, bukan dari kontroversi yang ditimbulkannya. Ia pun kemudian sempat membintangi beberapa film, antara lain berjudul Dorce Sok Akrab dan Dorce Ketemu Jodoh. Selain film, ia juga membuktikan eksistensinya di bidang tarik suara dengan menelurkan sejumlah album rekaman.

Dorce yang akrab disapa dengan Bunda itu kemudian terus eksis hingga kini. Namanya bahkan dimasukkan sebagai entertainer kelas atas Indonesia. Dorce kini juga hampir setiap hari menyapa pemirsa melalui program TV Dorce Show, sebuah program talkshow dan hiburan ringan di sebuah stasiun televisi.

Mengingat kesuksesannya saat ini, ia pun tak lupa masa kecilnya. Dorce yang telah jadi yatim piatu sejak usia satu tahun kini pun mencoba berbagi kebahagiaan dengan mendirikan panti asuhan. Ia juga mengadopsi empat anak, bernama Rizky, Fatimah, Khadijah dan Abu Bakar. Namun, tak hanya itu. Ia yang mempunyai prinsip semua adalah titipan yang di Atas lantas terus berbagi dengan mendirikan sebuah yayasan anak asuh dengan nama Yayasan Dorce Halimatusa'diyyah.

Di tempat itu, ia mendirikan pusat kegiatan bagi anak-anak yatim dan kurang mampu. Anak didiknya pun tak tanggung-tanggung, sudah ribuan jumlahnya. Selain itu, ia juga mendirikan sekolah TK dan SD yang bertujuan untuk membangun generasi unggulan masa depan. Sungguh, sebuah cita-cita mulia dari seorang Dorce Gamalama.

Perjuangan dan integritas seorang Dorce dalam membuktikan eksistensinya dalam dunia hiburan patut diacungi jempol. Upayanya menjawab berbagai cibiran dan mengubahnya menjadi pujian patut dijadikan teladan. Hanya dengan tekad kuat dan kerja keras, seseorang dapat melewati semua tantangan di depan. Selain itu, kepedulian Dorce terhadap generasi penerus bangsa, juga menjadi sebuah teladan bagi kita untuk mau dan tergerak ikut peduli pada masa depan anak-anak kita. Dengan memberikan perhatian dan pendidikan yang terarah, budi pekerti yang luhur, akan tercipta generasi penerus bangsa yang unggul.

--

Jangan Takut Untung
Penulis : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)
Senin, 18-Juni-2007

Judul di atas sudah saya modifikasi dari salah satu makalah presentasi saya di sebuah forum UKM. Judul aslinya adalah ”Jangan Takut Rugi”. Poin penting yang ingin saya sampaikan di sini adalah bahwa rugi dan untung itu sebenarnya dua hal yang sama. Kok bisa? Barangkali itu yang menjadi pertanyaan Anda semua.

Begini. Pemahaman saya tentang kesamaan dua hal ini dipicu oleh perbincangan saya dengan salah seorang pengusaha senior, Bob Sadino. Saat itu, dia membalikkan pola pikir saya dengan mengatakan bahwa dirinya kalau usaha tujuannya cari rugi. Saat itu, saya langsung membantah. Kalau cari rugi kenapa bisa jadi pengusaha sukses? Dengan tawa yang khas, ia balik bertanya kepada saya. Kalau cari untung, apa iya selalu bisa untung? Saya jawab, ya bisa saja rugi. Nah, sama saja kan? Kalau cari rugi, apa iya selalu rugi terus? Kadang-kadang, bisa saja malah untung banyak. Jadi, mau cari untung atau cari rugi, sebenarnya sama saja.

Memang, banyak orang yang ingin memulai usaha akhirnya hanya berhenti pada batas niat saja. Mengapa? Karena adanya sejumlah ketakutan-ketakutan itu. Takut rugi, takut tidak bisa balik modal, dan ketakutan lainnya. Dengan berbagai perhitungan, karena terlalu dihitung-hitung, akhirnya yang muncul rasa takut tadi.

Perhitungan memang penting. Perencanaan juga sangat penting. Namun, jika semua itu tanpa disertai tindakan nyata, hanya akan sia-sia belaka. Banyak sekali peluang yang ada di sekeliling kita. Namun, jika hanya dijadikan bahan untuk dikaji, dihitung, dipertimbangkan, tanpa ada action, maka semua hanya akan muncul di angan saja, atau, minimal jadi tulisan dalam lembaran kertas.

Ada salah satu rekan saya. Dia mempunyai ide-ide brilian berbagai macam jenis usaha. Bahkan, terkadang, menurut saya ide tersebut bisa jadi akan sangat menguntungkan jika direalisasikan. Namun, saat saya tanya padanya, dia selalu berkata, tunggu waktu yang tepat. Hingga kini saya menulis cerita ini, saya belum pernah mendengar idenya terealisasi.

Lain lagi dengan teman saya yang kebetulan berhenti bekerja karena perusahaannya bangkrut. Ia pun kemudian punya ide sederhana yang sebenarnya sudah sangat banyak yang menekuni, yakni berjualan bakso. Ia berniat mempertaruhkan uang pesangonnya, tanpa merasa harus takut risiko, untuk merealisasikan ide itu. Maka, setelah memilih tempat di dekat sebuah sekolah, ia pun mangkal setiap hari dari sekitar pukul 6 pagi sampai bubaran sekolah di tempat tersebut untuk berjualan. Hasilnya? Menurut penuturannya, minimal 100 porsi bakso dengan harga Rp5000 per porsi terjual dalam sehari. Berarti, penghasilannya kotor per hari minimal Rp500 ribu, jauh melebihi dari gaji yang diperolehnya saat masih bekerja dulu.

Inti dari apa yang ingin saya sampaikan adalah, jangan takut untung dan jangan pula takut rugi. Semua itu hanyalah bonus dari Anda yang pandai memanfaatkan peluang. Semua peluang yang ada, jika diiringi dengan usaha keras, disiplin, keuletan, ketekunan, dan keyakinan kuat akan kesuksesan, maka pasti akan memberikan hasil sesuai yang kita inginkan. Selamat mencoba.


--

Bill Gates
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Rabu, 06-Juni-2007

Jika mendengar nama ini, orang akan langsung ingat dua hal, yakni Microsoft dan kekayaan. Yah, memang tak bisa dimungkiri, orang mengenal Bill Gates sebagai pendiri perusahaan piranti lunak terbesar di dunia. Selain itu, kekayaan yang diperolehnya dari perusahaan itu telah membuatnya jadi orang terkaya di dunia beberapa tahun berturut-turut, tanpa pernah tergeser ke posisi kedua sekalipun. Konon, kekayaannya mencapai 71% nilai anggaran belanja negara kita, yakni lebih dari Rp500 triliun. Sungguh fantastis!

Tapi, semua itu tentu melalui proses panjang. Semua berawal dari impian Bill Gates saat masih muda. Ketika itu, sekitar tahun 70-an, ia yang hobi mengutak-atik program komputer memimpikan bisa menghadirkan komputer ke rumah-rumah. Sesuatu yang dianggap sulit diwujudkan pada masa itu. Sebab, pada tahun itu komputer masih berukuran sangat besar dan hanya dimanfaatkan untuk hal-hal tertentu saja.

Kelahiran Seattle dari pasangan seorang pengacara dan pegawai bank ini memang terkenal cukup ambisius. Pada saat masih sekolah dasar, semangatnya yang cenderung menyulitkannya dalam pergaulan membuat orang tuanya memindahkan sekolahnya ke sekolah unggulan khusus laki-laki di Lakeside School. Di sekolah itulah ia pertama kali berkenalan dengan dunia yang mengantarkan pada bakatnya di bidang pemrograman. Saat itu ia mengenal mesin teletype, semacam mesin ketik yang bisa diberi program sederhana. Dari mesin itu, kemudian dia mulai menguasai dengan baik bahasa pemrograman BASIC. Ia pun lantas bertemu dengan komunitas penggemar program dan sering menghabiskan waktunya berjam-jam untuk menekuni hobi tersebut.

Ayah tiga anak ini kemudian mengembangkan bakatnya saat kuliah di Universitas Harvard. Namun, saat kuliah di universitas elit di Amerika itu, lagi-lagi ambisi Bill Gates membuatnya lebih memilih untuk mewujudkan impiannya, dibandingkan harus menyelesaikan studi. Ia memilih drop out dan berkomitmen kuat untuk mewujudkan ambisinya.

Komitmen itu diwujudkan dengan ketekunan, ketelatenan, dan keuletan, sehingga pelan tapi pasti hobinya membuat program telah menjadi bisnis yang kian menguntungkan. Ia kemudian juga bertemu dengan Paul Allen, rekan yang kemudian turut membantunya mewujudkan impian menghadirkan komputer ke rumah-rumah. Duet mereka banyak menghasilnya program-program unggulan, salah satunya MS-DOS yang kemudian banyak dipakai sebagai software di berbagai komputer.

Berbagai inovasi tak henti dilakukannya. Hasilnya? Seperti yang dilihat banyak orang saat ini. Impian Bill Gates telah menjadi nyata. Hampir setiap rumah, kini mempunyai komputer. Dan, hebatnya, sistem operasinya kebanyakan menggunakan produk Microsoft. Inilah yang membuat pundi-pundinya terus mengembang.

Kini, dengan kekayaannya tersebut, Bill Gates dan istrinya, Melinda, kemudian mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation. Yayasan bentukan Gates ini digunakan untuk berbagai kegiatan sosial. Mulai dari menyalurkan beasiswa kepada kaum minoritas, berperang melawan penyakit seperti AIDS dan berbagai penyakit lainnya, hingga memerangi kelaparan dan kemiskinan. Tak tanggung-tanggung, pasangan suami istri ini menyumbangkan lebih dari US$ 5 miliar untuk kepentingan yayasan ini. Sebuah sumbangan terbesar di dunia yang pernah diberikan pada sebuah yayasan sosial.


Sebuah impian, jika disertai dengan keyakinan kuat dan kerja keras, serta dilandasi komitmen perjuangan tanpa henti, akan memberi hasil yang gemilang. Bill Gates adalah bukti nyata bahwa impiannya yang pernah dianggap mustahil, kini mampu diwujudkannya. Nilai keyakinan dan perjuangan inilah yang bisa kita contoh dalam kehidupan kita. Selain itu, kepedulian Bill Gates untuk berbagi juga bisa dijadikan teladan bahwa sukses akan lebih berarti jika kita bisa saling berbagi.

--

Bob Sadino
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Rabu, 23-Mei-2007

Sosok berambut putih, bercelana pendek, dan kadang mengisap rokok dari cangklongnya ini begitu mudah dikenali. Gaya bicaranya blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Ia adalah Bob Sadino, pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya. Beberapa kali wajahnya ikut tampil di beberapa sinetron hingga ke layar lebar, meski kadang hanya tampil sebagai figuran.

Penampilannya yang serba cuek itu ternyata sejalan dengan pola pikirnya yang apa adanya. Sebab, menurutnya, apa yang diraihnya saat ini adalah berkat pola pikir yang apa adanya itu. Ia menyebut bahwa kesuksesannya didapat tanpa rencana, semua mengalir begitu saja. Yang penting, adalah action dan berusaha total, dalam menggeluti apa saja.

Totalitas Bob memang patut diacungi jempol, apalagi mengingat lika-liku jalan hidup yang telah ditempuhnya. Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933 yang hanya lulusan SMA ini pernah mengenyam profesi dari sopir taksi hingga kuli bangunan untuk sekadar bertahan hidup.

Saat masa sulitnya, ia pernah hampir depresi. Tapi, ketika itu seorang temannya mengajaknya memelihara ayam. Dari sanalah ia kemudian terinspirasi, bahwa kalau ayam saja bisa memperjuangkan hidup, bisa mencapai target berat badan, dan bertelur, tentunya manusia juga bisa. Itulah yang kemudian mengawali langkahnya untuk berwirausaha. Ia pun kemudian memutuskan untuk makin menekuni usaha ternak ayam.

Pada awalnya, ia menjual telur beberapa kilogram per hari bersama istrinya. Mereka menjual telur itu awalnya dari pintu ke pintu. Dan, dengan ketekunan dan kemampuannya menjaga hubungan baik, telurnya makin laris. Dari sanalah kemudian usahanya terus bergulir. Dari hanya menjual telur, ia lantas menjual aneka bahan makanan. Itulah yang akhirnya menjadi cikal bakal supermarket Kemchick miliknya. Ia kemudian juga merambah agribisnis khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur untuk dijual pada orang asing seperti orang Jepang dan Eropa. Hubungan baik dengan orang-orang asing inilah yang kemudian makin membesarkan usahanya hingga ia akhirnya juga memiliki usaha daging olahan Kemfoods.

Dalam menjalankan setiap usahanya, Bob selalu menyebut dirinya tak punya kunci sukses. Sebab, ia percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diimbangi kegagalan, peras keringat, dan bahkan jungkir balik. Menurutnya, uang adalah prioritas nomor sekian, yang penting adalah kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menciptakan kesempatan dan berani mengambil peluang.

Bob menyebut, kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak berpikir membuat rencana sehingga tidak segera melangkah. Ia mengatakan bahwa ketika orang hanya membuat rencana, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain, muncullah sifat arogan. Padahal, intinya sebenarnya sederhana saja, lakukan dan selalu dengarkan saran dan keluhan pelanggan. Bob membuktikan sendiri, ia yang hanya bermodal nekad, tapi berlandaskan niat dan keyakinan, serta kerja keras pantang menyerah, tanpa teori sukses ia pun bisa jadi seperti sekarang.

Sukses itu bukan teori. Namun didapat dari perjuangan dan kerja keras, serta dilandasi keyakinan kuat untuk mewujudkan cita-cita. Bob Sadino adalah contoh nyata bahwa setiap orang bisa sukses asal mau membayar ”harga” dengan perjuangan tanpa henti.

--

Larry King
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Kamis, 10-Mei-2007

Sesuai dengan namanya, king yang berarti raja, Larry King pantas berjuluk sebagai raja talk show dunia. Tahun 2007 ini, ia sudah menorehkan karir lima dasawarsa alias 50 tahun menggeluti dunia hiburan. Sebuah prestasi yang sangat luar biasa. Sebab, tak mudah bagi artis kaliber internasional sekalipun, mampu mempertahankan karirnya hingga 50 tahun. Hebatnya lagi, ia mampu terus menjaga performanya hingga acaranya selalu menempati rangking atas dalam perolehan jumlah penonton. Tak hanya itu, ia juga dikenal sebagai pewawancara handal sehingga banyak tokoh dunia yang bersedia antri untuk tampil di acaranya Larry King Show di jaringan televisi CNN. Tak kurang, kelahiran Brooklyn New York pada 19 November 1933 ini, sudah mewawancarai tujuh presiden Amerika Serikat, keluarga kerajaan, dan bintang-bintang top Hollywood dalam acaranya itu.

Meski sudah sangat terkenal, jika menilik masa mudanya, mungkin orang tak pernah menduga jika Larry akan setenar sekarang. Ia lahir dari keluarga sederhana dan sudah ditinggal wafat ayahnya sejak usia belia. Saat masih muda, ia melihat perjuangan ibunya membesarkan keluarga, sehingga kemudian ia memilih untuk tidak melanjutkan sekolah guna membantu ibunya. Pada saat itu, ia yang sejak awal bercita-cita jadi penyiar radio, seolah-olah harus mengubur impiannya karena hanya mampu menjadi seorang pengantar paket.

Namun, dengan tekad kuat, ternyata jalan menjadi entertainer mulai terbuka saat ia bertemu dengan salah satu penyiar jaringan CBS. Dari nasehat orang itu, dia mendapat nasehat untuk mencoba peruntungannya menjadi penyiar ke Florida. Ternyata betul, ia akhirnya mendapat pekerjaan sebagai disk jockey (DJ) di sebuah radio. Tak berapa lama, acaranya di radio itu mendapat banyak sambutan dan jadi populer. Dari sanalah ia mulai merintis karir ke televisi di Miami Television.

Sayang, karena terlibat masalah keuangan, dia sempat bangkrut dan harus pindah dari Miami. Tapi, dengan tekad kuat mewujudkan semua impiannya, ia merintis karirnya lagi dari bawah dengan menulis artikel di majalah dan bekerja di sebuah radio di West Coast. Akhirnya, setelah melalui perjuangan berat, ia mampu kembali ke jalur televisi dan bahkan punya acara sendiri yang jadi legenda hingga kini, yakni Larry King Show.

Pada tahun 1985, stasiun Cable News Network (CNN) mengangkat acara Larry King Live di televisi dan menjadikannya sebagai acara interaktif lewat telepon pertama di dunia. Dengan kelihaiannya bertanya, menggali sisi unik dan khas dari narasumbernya, ia mampu menghadirkan banyak tokoh penting dunia di acaranya. Bahkan, dalam beberapa kali pemilihan presiden Amerika Serikat, acaranya dijadikan ajang debat kandidat presiden.

Berkat kerja kerasnya, ia juga telah banyak menerima penghargaan. Di antaranya yaitu Peabody Award, Ace Award, dan Broadcaster of the Year Award dari International Radio and Television Society. Larry King juga menjadi kolumnis untuk USA Today dan the Diamond, dan kemudian menulis sejumlah buku, antara lain Teel Me More; Mr. King, Your`re Having a Heart Attack; dan yang terakhir On the Line.

Kini, di usianya yang sudah makin senja, selain terus berkarya, ia juga makin memperhatikan sesama. Ia mendirikan Yayasan The Larry King Cardiac Foundation, yang bertujuan membantu operasi jantung orang yang tak mampu. Saat ini, telah ratusan orang, kebanyakan anak-anak, telah berhasil diselamatkan hidupnya berkat bantuan yayasan Larry ini. Saat ini, melalui yayasan tersebut, Larry berambisi untuk membantu minimal satu jantung per hari untuk disembuhkan.

Pencapaian Larry King hingga 50 tahun karir, meski sempat jatuh bangun, adalah gambaran kerja keras dan kemauan kuat yang patut dicontoh. Perhatiannya kepada orang yang kekurangan juga menjadi nilai lebih yang bisa dijadikan teladan pada siapa saja yang ingin mendapatkan kesuksesan sejati.

--

Tukul Arwana
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Kamis, 26-April-2007

"Saya ini seperti pisau yang jelek tapi diasah terus sehingga bisa jadi tajam,"sebut sesosok pria yang kini enam hari sekali menjumpai pemirsa di stasiun Trans7 melalui program Empat Mata. Mudah ditebak, sosok itu adalah Tukul Arwana. Banyolan yang khas, tepuk tangan ala monyet, bahasa inggris yang kacau, kepolosan dan penampilan konyol yang menjadi trade mark-nya,mampu mengantarkan pria bernama asli Tukul Riyanto ini mencapai puncak keemasannya.

Tukul kini boleh jadi telah menjadi semacam ikon atau simbol orang desa yang mampu 'menaklukkan' kota. Pengakuannya sebagai orang kelahiran desa, dengan tingkah laku yang kampungan, slapstik, seakan menjadi simbolisasi kesuksesan yang benar-benar dimulai dari bawah. Maka, tak heran, ia dianggap mampu menjadi representasi kebanyakan orang yang ingin sukses. Inilah yang membuat banyak orang mau antri untuk datang ke acaranya, selain tentu untuk menikmati banyolan-banyolannya.

Perjuangan kelahiran Semarang 16 Oktober 1963 ini memang sangat panjang dan berliku. Untuk mendapatkan kesuksesan seperti saat ini, Tukul harus berjuang dari panggung ke panggung. Menurut pria yang sudah suka melawak di panggung 17 Agustusan sejak kecil ini, proses adalah bagian terpenting dalam hidupnya. "Saya sudah kenyang diremehkan, dicaci, dan dicibir. Saya jalan dari satu kampung ke kampung yang lain, dari satu panggung ke panggung yang lain. Dan inilah yang sekarang saya terima," kata bapak satu anak yang sering menggambarkan dirinya sebagai hasil dari kristalisasi keringat itu.

Menurut mantan sopir omprengan, kru shooting video, sopir pribadi, dan penyiar radio ini, kunci sukses yang utama pada dirinya adalah menikmati kelemahan dalam diri, dan mengubahnya menjadi berkah. "Makanya saya nikmati saja diolok-olok, dijelek-jelekkan, wong malah itu yang menghidupi saya sekarang." Selain itu, Tukul juga menyebut sejumlah nama, selain istrinya, yang turut memberi andil pada suksesnya. Beberapa di antaranya yaitu Joko Dewo dan Tony Rastafara yang pertama kali mengajaknya melawak ke Jakarta. Ia juga menyebut Radio Humor SK dan kelompok lawak Srimulat sebagai prosesnya memperkaya materi lawakan. "Saya bisa mencapai ini semua berkat bantuan banyak orang juga," ujar pria yang kini sering mengundang beberapa orang yang dianggap berjasa pada karirnya, untuk ikut tampil di Empat Mata.

Kini, boleh jadi Tukul telah jadi pelawak paling mahal di Indonesia. Konon, tarifnya sekali manggung mencapai Rp30 juta. Padahal, untuk acara Empat Mata, ia sudah mengantongi kontrak hingga 260 episode. Jika ditotal, plus honor jadi bintang iklan beberapa produk, pendapatannya per tahun miliaran rupiah. Sebuah motor Harley Davidson kini juga menjadi simbol kesuksesan yang sudah diraihnya. Rumahnya pun ada beberapa, sebagian dikontrakkan untuk menambah pundi-pundi simpanan masa tuanya. Bersama mantan majikannya, ia juga berencana untuk membuka restoran.

Namun, mendapat kelimpahan rejeki demikian banyak, Tukul tak melupakan asalnya. Karena itu, demi membantu rekan-rekan sesama pelawak yang belum sukses, ia membelikan beberapa motor untuk dijadikan sarana ojek bagi rekannya. Selain itu, ia menyediakan satu rumah khusus untuk dijadikan tumpangan rekannya selama di Jakarta. Rumah yang dinamai Posko Ojo Lali itu juga dijadikan ajang tukar pikiran dan meramu ide kreatif lawakan. Selain itu, saat ini ia juga ingin merealisasikan sebuah program acara untuk mengakomodasi teman-teman pelawak yang belum berhasil. "Banyak pelawak yang potensial, namun belum terangkat. Saya yang sedang di puncak ingin mereka juga bisa berhasil," harap Tukul.

Perjuangan Tukul dari nol adalah sebuah gambaran ketekunan dan keuletan yang perlu kita contoh. Keyakinannya yang kuat untuk menjadi pelawak terkenal, ditambah kemauannya belajar banyak hal, telah menjadikannya sebagai ikon orang desa yang bisa menaklukkan kota. Perhatiannya kepada sesama rekan pelawak yang belum sukses juga patut diteladani. Dengan begitu, apapun bentuk kesuksesan yang kita raih, bisa lebih bermakna bagi sesama.

--

Hee Ah Lee
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Senin, 16-April-2007

Don’t judge the book by it’s cover, jangan menilai sesuatu dari penampilan luarnya saja. Mungkin ini ungkapan yang tepat saat melihat sosok Hee Ah Lee. Betapa tidak, fisiknya jauh dari ukuran normal. Tangannya hanya punya empat jari berbentuk capit, sedangkan kakinya pun pendek sebatas ukuran lutut. Orang pasti akan kasihan melihat sosok wanita kelahiran Korea 22 tahun lalu ini.

Tapi, rasa kasihan ini akan segera berubah menjadi kekaguman jika melihat Hee Ah Lee memainkan piano. Bayangkan, nada-nada sulit musik klasik karya komponis kenamaan seperti Chopin, Beethoven, Mozart, bisa dimainkannya dengan sangat apik. Padahal, tidak ada not balok dari musik klasik itu yang khusus dibuat untuk dimainkan dengan hanya empat jari. Hee sendirilah, yang mengubah empat jarinya sehingga mampu menari di atas tuts-tuts piano dengan lincah, layaknya sepuluh jari orang normal. ”Dari awal belajar piano memang saya diperlakukan sebagai orang normal,”sebut Hee.

Terlahir dari seorang ibu bernama Woo Kap Sun, Hee sebenarnya sangat beruntung. Sebab, Woo yang tahu akan melahirkan bayi cacat dari awal menolak mentah-mentah anjuran beberapa orang dekatnya untuk menitipkan anaknya ke panti asuhan setelah lahir. Woo juga yang merawat, mendidik, dan mengajari Hee seperti orang normal lain. Woo bahkan menyebut anaknya itu sebagai anugerah Tuhan meski terlahir kurang sempurna. Ibunya itu juga yang kemudian dengan kesabaran ekstra mengajari Hee bermain piano sejak usia enam tahun.

Saat mulai main piano, Hee bahkan tidak bisa memegang pensil. Butuh waktu dan kerja keras, serta dilandasi keuletan yang luar biasa untuk melatih jari-jari Hee. Belum lagi untuk mengenalkan not balok pada Hee yang punya keterbelakangan mental. Awalnya, untuk menguasai sebuah lagu saja, dibutuhkan waktu sekitar satu tahun. Itu pun bisa dilakukan hanya dengan latihan intensif minimal sepuluh jam dalam sehari. Sungguh, gabungan cinta kasih seorang ibu ditambah ketekunan Hee sebagai anak, merupakan sebuah kekuatan yang mampu mengubah kekurangan dan keterbatasan menjadi kelebihan yang luar biasa. Hee menyebut, ibunyalah yang telah menggembleng dirinya agar tumbuh mandiri, percaya diri, dan bersemangat baja menghadapi hidup.

Dengan kemampuan yang diperoleh dari ketekunan dan keuletan berlatih itu, Hee kini telah berkeliling dunia. Ia menginspirasi orang dengan keyakinan bahwa tidak ada yang tak mungkin di dunia ini jika kita mau bekerja keras dan sungguh-sungguh berusaha mewujudkannya. Meski begitu, sebagai manusia biasa ia pun mengaku pernah mengalami patah semangat. “Bayangkan Anda makan satu jenis makanan terus menerus sampai bosan. Tapi, aku memakannya terus. Aku berlatih terus menerus,” sebut Hee tentang bagaimana menaklukkan kebosanannya.

Kini, sederet penghargaan atas keterampilan bermain piano telah diterimanya. Ia juga telah mempunyai album musik sendiri berjudul Hee-ah, Pianist with Four Finger. Dengan berbagai kelebihan yang diolah dari kekurangan itu lah, kini ia juga mempunyai kehendak lain yang mulia, “Aku akan berkeliling dunia, bermain piano dari sekolah ke sekolah untuk memberi motivasi kepada kaum muda bahwa mereka bisa melakukan apa pun kalau berusaha,” kata Hee.

Sungguh, sosok Hee Ah Lee adalah gambaran nyata keteladanan seseorang dengan ketekunan yang luar biasa. Hanya dengan keyakinan, keuletan, dan kerja keras disertai semangat pantang menyerah, seseorang dapat merubah nasibnya. Jika Hee yang kurang sempurna saja mampu, bagaimana dengan kita yang terlahir sempurna? Tinggal keyakinan dan tekad kuat disertai usaha sungguh-sungguh lah yang akan merubah kita.

--

Cristiano Ronaldo
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Senin, 09-April-2007

Emosi yang mudah meledak dan temperamen yang keras adalah ciri pemain sepakbola muda kelahiran Madeira Portugal ini. Namun, berkat kekerasan hatinya itu juga, ia mampu membalikkan cercaan dan cemoohan menjadi pujian setinggi langit. Itulah sosok seorang Cristiano Ronaldo, pemain sepakbola nasional Portugal dan klub Manchester United Inggris.

Ya, pria kelahiran 5 Februari 1985 ini memang mampu mengubah cercaan publik Inggris, akibat kasus dengan rekan setimnya Wayne Rooney pada piala dunia 2006 lalu, menjadi pujian. Saat itu Ronaldo dituduh memprovokasi wasit sehingga membuat Rooney diganjar kartu merah sehingga harus keluar lapangan. Namun, berkat kerja keras, kemauan kuat untuk terus memperbaiki skill individu, latihan terus menerus, serta kekerasan hati untuk tidak memedulikan suara sumbang di sekitarnya, Ronaldo mampu mengatasi semua tekanan itu. Meski masih muda, ia dapat mengendalikan egonya untuk terus berbuat yang terbaik bagi klubnya sehingga fans yang tadinya mencemooh kini balik mendukungnya. “Pada masa itu saya hanya memikirkan bagaimana berlatih dan terus memperbaiki skill saya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi saat itu, karena itu saya hanya memastikan bahwa saya akan terus mempertahankan performa saya dan meningkatkan kemampuan,”sebut Ronaldo mengenang masa suram itu.

Kini, berkat prestasinya, yakni mengemas gol-gol penting untuk memenangkan klubnya, ia terus mendapat pujian dari banyak pihak. Bahkan, seterunya saat kejadian piala dunia lalu, Wayne Rooney, mengatakan bahwa Ronaldo sepantasnya dijuluki sebagai pemain terbaik dunia saat ini.

Bakat besar Ronaldo di sepakbola sebenarnya mulai diasah sejak usia delapan tahun. Kala itu, talenta luar biasa pria bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro langsung tercium oleh para pemilik klub di Portugal. Karena itu, tak lama ia langsung ditarik menjadi anggota klub yunior Andorinha, tempat ayahnya bekerja sebagai penyedia perlengkapan. Dua tahun kemudian, kegigihannya berlatih membuat beberapa klub tertarik padanya, diantaranya CD Nacional yang kemudian berhasil diantarkannya menjadi juara sebuah kejuaraan nasional. Berkat prestasi itu, dua tahun kemudian ia langsung direkrut Sporting Lisbon, klub terkenal asal Portugal.

Dari sana, jalannya untuk jadi pemain sepakbola kelas dunia makin terbuka. Apalagi sejak ia memperkuat tim nasional Portugal U-17, beberapa klub dunia mulai tertarik padanya. Salah satunya, yakni Manchester United yang berhasil mendapatkannya senilai 12,24 juta pound atau hampir sekitar 200 miliar pada saat ia masih berusia 18 tahun!
Tidak tanggung-tanggung, klub terbesar Inggris itu juga memberinya nomor punggung keramat, yakni nomor tujuh, nomor yang selama ini dipakai beberapa legenda klub tersebut seperti George Best, Bryan Robson, Eric Cantona, dan David Beckham.

Saat ini, pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, juga selalu mempercayakan tempat utama di tim berjuluk Setan Merah itu. Sebab, Ferguson menilai bahwa Ronaldo adalah pemain multitalenta. Ia bagus saat bermain sebagai gelandang serang, pemain sayap, bahkan menjadi striker jika dibutuhkan. Tak heran, berkat kemampuan dan prestasi yang terus ditunjukkan, gajinya kini naik berlipat. Pada usianya yang masih 22 tahun, ia sudah memiliki gaji sekitar 1,9 miliaran per minggu!

Dengan berbagai prestasi dan pendapatan yang sangat tinggi itu, rupanya ia juga tetap tak melupakan sisi kemanusiaan. Salah satunya yang mungkin tidak bisa dilupakan publik Indonesia adalah kedatangannya ke Indonesia beberapa waktu lalu untuk memberikan sumbangan pada seorang anak korban tsunami Aceh bernama Martunis. Ia merupakan salah satu orang pertama yang menggerakkan rekan-rekannya sesama pemain bola untuk membantu korban bencana tsunami di Aceh, hanya karena ia melihat seorang bocah Aceh yang jadi korban mengenakan kostum tim nasional sepakbola Portugal. Begitulah, meski dikenal keras hati dan temperamental, seorang Ronaldo juga punya belas kasih dan jiwa penolong di hatinya.

Kekerasan hati jika mampu dikendalikan dengan benar justru bisa sarana untuk terus memompa semangat guna memperbaiki diri dan mengoreksi kesalahan serta berbuat baik bagi sesama.

--

Muhammad Yunus
Penulis : Team Andriewongso.com
Rating Artikel :
Kamis, 29-Maret-2007

Perjuangan 30 tahun lebih mengentaskan kemiskinan kini telah menampakkan hasil. Itulah gambaran perjuangan tanpa kenal lelah yang dilakukan Muhammad Yunus, seorang dosen ekonomi yang kemudian mengabdikan hidupnya dengan mendirikan bank untuk mengentaskan kemiskinan di negaranya, Bangladesh, dengan nama Grameen Bank atau bank desa.

Berkat perjuangan tanpa kenal lelah dan penuh ketulusan, ia telah mendapat penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2006 lalu, meski ia bukanlah seorang negarawan atau politikus, sebagaimana yang selama ini mendominasi penerima Nobel tersebut. Ia mendapatkan penghargaan tersebut bukan pada upayanya mendamaikan peperangan yang berkecamuk di dunia, tapi berkat perjuangannya memenangkan peperangan melawan kemiskinan. Sebab, menurut pihak pemberi hadiah Nobel, perdamaian yang berkesinambungan tidak akan dapat dicapai kecuali populasi dalam jumlah besar menemukan cara untuk keluar dari kemiskinan, dan itulah yang dirintis Yunus sejak tahun 1974 silam.

Muhammad Yunus

Apa yang telah diraih dan dibuktikan oleh Muhammad Yunus sebenarnya bermula dari hal sederhana, yakni keinginan menolong seorang ibu untuk mengentaskannya dari kemiskinan. Hal itu berangkat dari keprihatinannya saat melihat kenyataan di negaranya dimana terdapat begitu banyak orang miskin yang terancam kelaparan. Saat itu, ia berpikir, untuk melakukan sesuatu yang dapat ia kerjakan sebagai sesama manusia guna mencegah kematian, walaupun hanya menyangkut satu orang saja.

Ternyata, dari satu orang ibu, lama kelamaan semakin banyak ibu yang dibiayai oleh Yunus dari hasil meminjam uang di bank kampus tempat ia mengajar. Ia mampu meyakinkan pihak bank, bahwa orang-orang desa bakal sanggup mengembalikan uang yang dipinjamnya. Dan ternyata benar, dari satu orang yang dibiayai Yunus, berkat kegigihan mendampingi dan membantu mereka, jumlah itu terus berkembang menjadi ratusan orang. Kemudian, dari satu desa berkembang menjadi ratusan desa. Itulah cikal bakal bank yang sekitar 25 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 2 Oktober 1983, menjadi sebuah bank resmi yang independen yang diberi nama Grameen Bank, yakni sebuah organisasi unik yang didirikan dengan tujuan utama menyalurkan kredit mikro bagi kaum miskin di negaranya.

Sejak resmi menjadi bank, dengan filosofi yang terus dipegangnya, yakni tidak memberi ikan melainkan memberi pancing kepada kaum papa untuk mencari ikan sendiri, Grameen Bank terus berkembang. Pada sekitar tahun 2003, kelahiran Chittagong 28 Juni 1940 ini kemudian juga mengembangkan sebuah program untuk mengentaskan kehidupan pengemis dengan program “The Struggling Members Program”. Melalui program itu, sekitar 47 ribu lebih pengemis di Bangladesh telah terbantu. Dan berkat program itu, kini ribuan pengemis di sana sudah mampu mandiri dengan menjadi pengusaha kecil, tanpa meminta-minta lagi. Puluhan ribu desa di Bangladesh kini juga sudah dirambah Grameen Bank. Dan, dengan ribuan pegawai, ditambah berbagai program yang langsung memberi dampak pada masyarakat bawah, bank itu telah berkembang dan bahkan mampu memberikan pinjaman hingga miliaran dolar Amerika!

Kisah Muhammad Yunus adalah sebuah bukti bahwa ketulusan yang disertai pengabdian akan memberikan hasil yang luar biasa. Muhammad Yunus yang awalnya hanya seorang dosen yang ingin membantu seorang ibu dari keterpurukan, kini telah mampu memberi sesuatu yang jauh melebihi apa yang dibayangkannya, mengentaskan kemiskinan di negerinya dan mendapat penghargaan prestisius Nobel Perdamaian 2006.

Apa yang bisa kita petik dari kisah Muhammad Yunus ini? Mulailah segala sesuatu dari yang sederhana, dari yang kecil, dari apa yang kita bisa. Asal dapat memberi manfaat bagi orang lain, dampaknya akan terus menular dan berkembang menjadi kebaikan yang akan terus menjadi besar. Muhammad Yunus adalah contoh nyata dan teladan pribadi yang luar biasa. Dia dapat memanfaatkan ilmu yang dimiliki, empati, serta cintanya yang besar terhadap kehidupan untuk menjawab kebutuhan banyak orang di sekelilingnya dengan solusi sederhana pada awalnya.

--

Kepada Siapa Anda Curhat Tentang Bisnis Anda?
Penulis : Bambang Suharno - Direktur Indonesian Entrepreneur Society (IES)
Rating Artikel :
Senin, 07-Januari-2008

Seandainya anda seorang remaja yang sedang menghadapi masalah hubungan persahabatan atau percintaan, kepada siapakah anda bisa mencurahkan isi hati anda? Boleh saja anda curhat kepada orang tua anda, guru anda, pembantu anda, kakak atau adik anda, tetangga anda, teman sekelas anda.

Kepada siapapun boleh, yang penting orang tersebut harus memenuhi beberapa syarat.

Pertama, ia sebaiknya mau meluangkan waktu mendengarkan masalah tersebut dengan tulus. Kadangkala atau mungkin malah sering kali, karena ada orang yang dengan sabar mendengarkan permasalahan anda, hati ada sudah lebih lega.

Kedua, ia tidak merasa lebih pintar tapi bisa memberikan sedikit saja komentar yang menenangkan. Bila ia kemudian mengatakan anda "wah masalah sekecil itu kau bingung, cengeng sekali kau", anda pasti hanya sekali itu anda curhat kepadanya.

Ketiga, ia akan lebih baik lagi bila pernah punya pengalaman yang serupa. Dengan pengalamannya, ia bisa berbagi pengalaman. Dengan berbagi pengalaman, ada perasaan senasib, dan kemudian bisa berbagai solusi. Keempat, ia tidak menakut-nakuti, melainkan ikut memberi solusi.

Bayangkan jika anda curhat kepada orang yang menakut-nakuti, anda tidak akan menjadi tenang, malah sebaliknya pikiran anda makinrumit. Kelima, jika tidak memberi solusi, ia sebaiknya memberi motivasi untuk mencari solusi. Bagaimanakah bila ada permasalahan bisnis yang membebani pikiran anda?Kepada siapa anda harus curhat? Jawabannya kurang lebih sama dengan yang disebut tadi.

Suatu kali seorang karyawan mencoba membuka usaha di rumah yang dikelola istrinya dengan dukungan seorang karyawan. Ketika akan memulai usaha, rekan sekantor berkomentar," kau berani sekali membuka usaha, apa tidak takut kehilangan uang. Lihat tuh si A sudah pernah melakukannya, tapi bisnisnya bangkrut.

Sekarang separo gajinya untuk membayar hutang." Masih lumayan komentar seperti itu. Dengar komentar ini," Wah itu masing mendingan. Si B temen kita di kantor PT XYZ, harus menjual rumah gara-gara usahanya bangkrut". Bayangkan, ketika sedang bersemangat membuka usaha untuk melatih mental entrepreneur, malah anda menerima "teror" mental agar segera menghentikan rencana membuka usaha. Lain halnya bila anda bertemu dengan seorang kawan yang sudah sukses menjalankan bisnis. Tatkala anda bertemu dia, anda dapat mengatakan,"Wah bisnis mu makin maju saja. Saya mau buka warung makan sejak tahun lalu tapi tidak kesampaian juga. Padahal saya sudah punya tempatdi sebuah taman perumahan yang tak jauh dari rumah saya. Di sana ada yang banyak sekali orang berjualan dan setiap malam ramai sekali anak-anak muda. Bagaimana menurutmu?".

Mungkin yang anda dengar dari teman anda yang pebisnis itu, begini," wah bagus dong, berapa sewa tempat di sana? Saya juga mau buka cabang toko ini kalau memang bagus". Ini pasti lebih memberi semangat untuk merealisasikan rencana anda. Atau bisa juga begini," wah yang benar, kamu kan sudah menjadi manajer perusahaan, gaji sudah banyak, masak mau cari tambahan lagi?" Atau begini,"Ya kalau punya rencana membuka warung makan, jangan ditunda-tunda lagi. Segera saja dilaksanakan, karena semakin ditunda semakin banyak yang menghambat. Saya tahu itu. Kau kan karyawan, kalau mau bisnis pasti kawan sekantormu menghambat rencanamu. Mungkin juga istrimu. Padahal jalan saja, kalau toh nanti kurang berhasil, ya kita cari jalan keluarnya, tak usah takut. Tak usah dibuat rumit. Kalau kita mau tekun berusaha, saya yakin Tuhan akan memberi rejeki yang cukup. Kalau ada masalah, itu hanya ujian saja agar kita bisa naik kelas". Yang terakhir ini tentu sangat menyejukkan anda dan memberi energi untuk anda segera memulai berusaha merealisasikan impian anda.

Curhat apapun, termasuk dalam masalah bisnis, haruslah kepada orang yang tepat. Yaitu kepada orang yang mau mendengarkan, dan sebaiknya juga memberi ide dan motivasi, bukan menyudutkan posisi anda. Tidak harus lebih pintar, namun setidaknya mau berkomentar positif dan menenangkan hati. Alkisah ada seorang mahasiswa berjualan baju di kampusnya. Setiap pulang ke rumah kost, kerap kali ia diolok-olok teman kostnya, tapi ketika ia mengikuti pertemuan sebuah komunitas entrepreneur, dia malah mendapatkan mitra berjualan dan mendapatkan sumber pakaian yang lebih banyak variasinya. Nah, jika anda memiliki masalah bisnis, curhatlah kepada orang yang tepat. Jika tidak, anda akan terperosok pada keputusan yang salah.***

--

Tetaplah Bertahan dan Tetaplah Bergerak
Penulis : Hadi Kuntoro
Jumat, 11-Januari-2008

Saya mendengar kisah yang sangat menarik di Radio, yakni tentang kisah seekor keledai yang terjatuh dan masuk kedalam sumur.

Alkisah dalam sebuah perjalanan rombongan kafilah di padang pasir, ketika rombongan itu hendak melanjutkan perjalanan setelah beberapa saat beristirahat, tiba-tiba terdengar teriakan dari sebuah lubang, salah seorang kafilah mendekati lubang itu, dan terlihat salah seekor keledai mereka sedang panik karena terporosok kedalam lubang, yang ternyata sumur tua yang sudah kering.

Kaget, Rasa kasihan, kecemasan terlihat diwajah2 mereka, karena sumur itu cukup dalam dan mereka tidak memiliki tali yang cukup untuk menolongnya, kalaupun tali2 di keledai2 mereka disambung2 tetap mustahil dan tidak akan kuat mengangkat keledai itu.
Setelah bermusyawarah bebrepa saat akhirnya diputuskan agar keledai itu dibunuh saja karena kalau ditinggal begitu saja dia akan mengalami penderitaan panjang dan akhirnya mati kelaparan juga. "Mempercepat kematiannya adalah lebih baik "Kata ketua kafilah, dan serentak dikomando agar para anggota melemparkan batu2 dan pasir kedalam sumur agar si keledai segera mati kena batu dan terkubur pasir.

Lemparan baru batu yang pertama membuat si keledai berteriak-teriak kesakitan, demikian pula batu2 ke-2, 3 dan seterusnya. Kepanikan makin dirasakan ketika pasir2pun mulai digrojokkan keatas tubuhnya. Dalam kepanikan,ketakutannya itu si keledai melompat kesana-sini menghindari batu-batu itu. Air mata mengalir, tubuh kesakitan, kulit kecet dan dan darah mulai menetes, namun secara naluriah sang keledai terus saja berusaha melompat kian kemari menghindari lemparan2 batu itu dan urugan2 pasir, hingga tidak terasa ketika hari muali petang, sang keledai bukannya mati, tapi malah semakin liar gerakkannya dan tanpa disadari ternyata dasar sumur itu makin lama makin dangkal, dan akhirnya hal itu disadari para kafilah, dan akhirnya mereka baru sadar bahwa ternyata apa yang mereka lakukan justru bisa menolong si Keledai, sampai akhirnya dasar sumur semakin pendek-semakin pendek..dan Hap...si keledai akhirnya malah bisa melompat keluar dari sumur, dan para kafilah bersyukur dan sangat terharu karena si keledai bisa selamat.
Teman-teman, kisah ini saya bagikan pagi ini kepada Ibu, dalam sessi telepon pagi yang hampir 1jam. Pagi2 setelah subuh Ibunda menanyakan apakah saya sedang sehat & bahagia pagi ini..?Hal yang sering beliau lakukan.Perkembangan bisnisnya seperti apa..? Dan hal yang paling membuat saya kadang tercekat tidak bisa bicara lagi adalah kalau ibu berkata bahwa dia kadang masih suka mengkhawatirkan rencana saya untuk full TDA suatu saat nanti, beliau menambahkan kata2 permintaan maaf, karena beliau kadang setuju dan mendukung rencana keputusan saya, tapi kadang sebaliknya, "Maaf ya, ini membuat kamu bingung, tapi itulah yang ibu alami saat ini, tapi kalau kamu emang mantep ibu merestuimu, dan ridlo dari Ibu adalah Ridlo dari Allah Juga"

Saya menangkap isyarat pagi ini, bahwa ibu sedang resah dan secara tidak langsung menanyakan apakah saya bener2 makin mantap..?
Saya sampaikan cerita diatas kepada Ibunda, dan saya bawa beliau ke masalalu kami. Ibu menikah dengan ayah saya tahun 1968, dan ketika usia beliau 16tahun. Tahun 1970 anak pertama hadir (kakak saya), dua tahun kemudian saya lahir, dua tahun kemudian adik saya perempuan, dan terakhir adik saya Yoyok tahun 78. Jadi umur 26tahun Ibu sudah memiliki 4 anak, dan tahun 1979 ketika menginjak usia 27tahun ayah kami meninggal...and the story begin...cobaan demi cobaan baik cobaan lahir maupun cobaan bathin hadir dan akrab menjadi santapan beliau sebagai single parent..bahkan ibu tidak menikah lagi hingga akhirnya kami selesai kuliah...Apabila memakai logika, adalah hal yang tidak masuk akal seperti ibu saya kok bisa menyekolahkan 4 orang anak, namun itulah kenyatannya...dan alhamdulillah..pagi ini saya dan Ibu larut dalam cerita nostalgia kami beberapa tahun yang lalu..dan tiba2 kami tertawa haru...dan obrolan panjang saya dengan Ibu Pagi ini sungguh menjadi sarapan pagi yang sanggup atmosfer pagi hari ini menjadi begitu indah...

Saya pernah ceritakan kisah masalalu kami di postingan berjudul...http://hadikuntoro.blogspot.com/2006/10/sekilas-kisah-sedih-di-masa-lalu.html
Semoga anda yang saat ini sedang mendapat giliran memasuki episode perjalanan yang anda rasakan semput,sulit dan terjal, bahkan barangkali serasa sedang terperosok kedalam sumur seperti cerita keledai diatas,Jangan pasrahkan diri kita kepada nasib, tapi pasrahkan kepada Allah, dan Tetaplah Bergerak...

Cacian, makian,kesediahan,hinaan, sedih,cemas,galau,gundah dsb adalah batu2 dan pasir yang menimpa anda, saat ini barangkali anda menangis,menjerit,keringat mengucur atau bahkan darah mengalir..tetaplah bertahan..karena suatu hari nanti pasti semuanya akan usai...teruslah berjalan meskipun gelap..karena karena setalah muncul fajar kegelapan anda akan sirna..

Semoga anda Terinspirasi.

--

Butuh Modal Usaha? Gampaaang....
Penulis : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)
Rating Artikel :
Selasa, 29-Januari-2008
Dalam sebuah diskusi yang diadakan sebuah event organizer, muncul pertanyaan yang hampir selalu saya akrabi setiap kali bertemu dengan orang yang ingin membuka usaha. "Pak, saya tertarik untuk jadi pengusaha... Ide Bapak menarik.... Wah, saya pengen usaha ini nii..." Tapi, ujung-ujungnya, kemudian berbagai pertanyaan tadi dilanjutkan dengan sebuah pertanyaan klasik, "Cuma, saya belum punya modal, bagaimana ya?"

Modal bagi sebagian orang memang dianggap sebagai hal yang paling memberatkan. Sebab, dalam pola pikir setiap orang, kata modal selalu diidentikkan dengan uang. Memang benar. Setiap usaha pasti menggunakan uang sebagai salah satu sarana untuk menjalankannya. Tapi, tak mutlak. Bahkan, bisa saja nol modal alias modal dengkul.

Memangnya ada yang bisa benar-benar modal nol? Banyak. Salah satu contoh nyata pernah saya temui dari rekan saya. Tapi, tak perlu lah saya sebut namanya di sini. Dia menjalani fungsi sebagai makelar alias penghubung saja. Modal dia hanya tekad dan kelugasan berbicara untuk meyakinkan pengguna jasanya. Kalau melihat sebuah rumah yang dijual, dia biasanya langsung bergerak cepat menghubungi sang penjual rumah. Dia akan bertanya berapa harganya dan kalau berhasil menjualkan, berapa persen yang masuk sebagai komisi dia. Cara seperti ini berkali-kali berhasil membuatnya menjadi semacam property agent kelas kampung dengan penghasilan istimewa. Sebab, tanpa dirinya harus bergabung dengan berbagai macam property agent yang sudah pasti akan mengurangi komisinya, ia tetap bisa menjadi pemasar properti mumpuni. Dalam satu bulan, ia bisa menjualkan rumah orang paling tidak dua atau tiga rumah. Keuntungannya? Tak perlu saya sebut di sini. Yang jelas, dia bisa menyekolahkan ketiga anaknya di sekolah yang cukup elit, yang menurut catatan saya biayanya cukup mahal.

Saya pun pernah mengalami kasus yang hampir mirip. Modal saya waktu itu hanya meminjam printer teman untuk mencetak beberapa kartu nama saya dengan posisi keren, Managing Director. Terserah saya kan, wong yang bikin saya sendiri, jadi ya maunya saya dong kalau kasih nama dan jabatan sekeren itu. Padahal, selain jadi Managing Director, saya pun merangkap jadi sekretaris, akuntan, hingga office boy, alias semua saya kerjakan sendirian. Tapi, siapa juga sih yang menanyakan jabatan kita saat mendapat kartu nama. Banyak kok orang yang selalu saja langsung percaya pada sebuah status, tanpa pernah mengecek status orang itu sebenarnya.

Nah, dari kartu nama itu, saya mencantumkan salah satu jenis usaha yang saya geluti. Dalam beberapa kali kesempatan, ternyata ada beberapa kenalan baru yang kemudian menghubungi untuk presentasi jasa yang saya tawarkan. Dan, sampai saat ini, dari kartu nama yang cetaknya pun nebeng teman itu, saya bisa mendapat beberapa job besar. Job orderan ini bahkan cukup untuk menggaji beberapa rekan, yang kemudian saya jadikan partner kerja.

Menilik kedua contoh nyata di atas, masih ragukah Anda bahwa banyak usaha yang bermodal dengkul? Tapi oke, kalau masih ragu, baiklah. Kita kembali sejenak ke topik seminar yang saya hadiri saat itu. Ketika muncul sebuah pertanyaan tentang modal yang diajukan seorang ibu, maka kemudian saya coba bertanya kepada orang itu.

"Ibu punya tabungan seratus ribu?"

"Punya Pak," jawab si Ibu.

"Oke. Apa ibu juga punya penggorengan, kompor, dan piring kecil di rumah?"

"Punya Pak. Malah saya kompor ada dua, karena kemarin dapat subsidi kompor gas dari pemerintah," ungkap si Ibu.

"Bagus," jawab saya. "Terus, apakah ibu bisa bikin gorengan?"

"Bisa dong. Pisang goreng saya malah dibilang beberapa orang enak banget. Ketela goreng saya juga pas banget di lidah, kata teman waktu saya masak di arisan rumah."

"Nah. Menurut ibu uang seratus ribu bisa nggak buat bikin gorengan?"

"Bisa!"

"Ya sudah. Masalah modal usaha sudah terpecahkan. Jual saja gorengan."

Ibu itu manggut-manggut mendengar penuturan saya. Ia tak sadar bahwa selama ini gorengannya yang dipuji oleh beberapa rekan bisa jadi sebuah usaha minim modal. Sampai tulisan ini dibuat, saya tidak tahu apakah si Ibu itu jadi menerjuni usaha gorengan. Satu hal yang pasti. Yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini adalah soal modal uang itu sebenarnya faktor kesekian. Dengan tekad, kemauan, kerja keras, keteguhan, keuletan, semua kesulitan untuk membuka usaha, pasti memiliki jalan keluar. Jadi, nggak punya modal? Siapa takuuuut?

--

Belajar Dari Bayi Dan Tomat Busuk
Penulis : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)
Rating Artikel :
Selasa, 19-Pebruari-2008
Dalam berbagai kesempatan, saya selalu menekankan pentingnya tindakan nyata daripada sekadar rencana. Tapi, selalu saja masih banyak yang bertanya, darimana mulainya, bagaimana caranya, dan berbagai pertanyaan lain-yang kadang justru melemahkan semangat- yang membuat orang justru tidak bergerak dari apa yang direncanakan. Kebanyakan, kemudian justru timbul keraguan setelah akan melangkah. Apalagi, jika sudah melibatkan modal dalam jumlah yang cukup banyak. Takut rugilah, takut bangkrut, takut ditipu orang, dan berbagai macam ketakutan yang ujung-ujungnya, membuat kita ragu melangkah.

Karena itu, ada baiknya kita kembali pada niatan awal memulai usaha. Apa sebenarnya tujuan membuka usaha. Apa yang ingin kita capai dari usaha itu? Sekadar iseng, mengikuti tren kewirausahaan, atau memang ingin menjadikan hal tersebut sebagai sebuah "jalan hidup"?

Jika pilihan terakhir ini yang ingin kita tuju, maka sebenarnya, tak perlu ragu dan takut untuk memulai. Apa sebab? Coba tengok masa ketika kita masih jadi bayi. Mungkin dulu kita tak pernah menyadari, saat kita jatuh, kita tak pernah takut untuk belajar berdiri dan berjalan lagi. Sebab, dalam alam bawah sadar kita, bisa berjalan sebenarnyatelah menjadi sebuah tujuan. Maka, sama juga kita kita menanamkan jika menjadi pengusaha menjadi salah satu tujuan hidup. Jika itu sudah menjadi keinginan yang kuat, ada baiknya kita menanamkan itu sebagai sebuah target besar yang menantang.

Lantas, apa manfaatnya jika hal itu sudah kita jadikan sebagai target utama? Seperti bayi yang belajar berjalan, maka apapun rintangan dan tantangan yang dihadapi, akan segera bangkit lagi. Tapi, apakah akan semudah itu? Tentu saja tidak. Saya pun pernah mengalami kegagalan berwirausaha yang cukup menyakitkan. Tak hanya hitungan rupiah yang jadi sumber kekesalan, tapi urusan pertemanan pun kadang jadi berantakan. Inilah yang kadang membuat banyak pengusah mikro dan kecil, ciut nyali saat berhadapan dengan kenyataan. Sekali jatuh dirasa langit sudah runtuh. Sekali gagal terasa semua seolah jadi gelap.

Lantas, jika sudah begitu, bagaimana cara bangkit yang paling mudah? Seperti bayi, cara paling mudah adalah dengan meraih apapun yang ada di dekatnya, untuk digunakan bangkit lagi. Tanpa sadar, sang bayi sudah memaksimalkan potensi yang dimiliki, baik yang ada dalam diri maupun yang ada di sekelilingnya. Jika dimaknai, hal ini jugalah yang perlu kita lakukan saat jatuh ketika menjalankan usaha.

Bagaimana implementasinya? Caranya bisa bermacam-macam. Dan, tak ada rumusan yang pasti. Sebab, ibarat resep masakan. Di tangan koki yang berbeda, meski dengan resep dan komposisi yang sama, hasilnya bisa berbeda-beda. Nah, kali ini saya akan mengambil contoh dari "resep" sederhana yang diceritakan seorang teman, yang dulu hingga kini-jika saya ingat-selalu berhasil memotivasi saya.

Kala itu, ia menceritakan bagaimana ia berdagang tomat. Ia membeli dalam jumlah besar di pasar induk, tentu dengan harga yang murah. Kemudian, sebagian ia kemas dalam plastik yang sudah dibuat serapi mungkin. Untuk yang kemasan plastik ini, ia titip jual ke minimarket, dengan nilai keuntuangan yang cukup besar. Kemudian, sebagian lagi, ia jual ke pasar lain dan warung-warung yang ada di perumahan. Untuk tomat jenis ini, ia mengambil marjin keuntungan tak terlalu besar. Sampai di sini, sepertinya semua berjalan baik-baik dan nampak mudah dihitung berapa keuntungannya.

Tapi, ternyata, di awal usaha-bahkan hingga kini, ia menyebut bahwa banyak sekali tomat yang tak laku dijual. Akibatnya, busuk dan hanya bisa dibuang. Inilah yang menurutnya kurang diperhitungkan sejak awal. Akibatnya, ia pernah rugi besar saat memulai usaha. Tapi, saat rugi itulah, istrinya tanpa sengaja memberinya ide luar biasa. Saat stres memikirkan tomat yang hampir pasti tinggal menunggu busuk, istrinya menyajikan jus tomat yang segar. Ia memaksimalkan tomat yang sudah tua, untuk dibuat minuman segar.

Sejak saat itu, ia kemudian mempunyai ide untuk menjual tomat dalam beberapa kategori. Yang sangat segar, tetap dikemas dan dijual ke berbagai jaringan yang sudah dikenalnya. Yang segar namun relatif sudah tinggal menunggu waktu untuk menua, dijual dengan harga sangat miring kepada para pemilik warung makan tegal dan restoran kecil lainnya. Dan, yang terakhir adalah kategori yang harus segera diolah. Yang terakhir ini biasanya diolah menjadi jus segar yang dengan cara tertentu dikemas dan bisa menjadi tahan lama. Sementara, yang lainnya diolah menjadi sambal tomat dan saus tomat.

Dengan berbagai inovasi yang diawali dari rasa kesal karena banyak buah tomat yang siap buang, kini ia justru makin sukses dengan usaha saus tomat rumahan dan jus segar tomat. Bagi saya, kisah unik ini menjadi pemicu semangat kala menghadapi persoalan di bidang usaha yang saya jalani. Inilah gambaran nyata bahwa sebenarnya ujian itu justru datang untuk membuka pikiran kita akan adanya berbagai peluang lain. Hanya dengan hati lapang dan pikiran terang, kita akan bisa melihat betapa peluang itu tersembunyi di berbagai tantangan dan persoalan yang dihadapi. Jadi, sudah siapkah Anda mengubah "tomat busuk" berupa kegagalan dan kejatuhan,jadi peluang yang menjanjikan?
Komentar Anda

--

15 Hari Lagi Menuju Full Tda
Penulis : Hadi Kuntoro
Jumat, 22-Pebruari-2008
Pembaca, saya yakin anda yang saat ini masih menjadi karyawan, dan berniat someday ingin menjadi pebisnis, dan enggak harus menunggu sampai pensiun, pasti tertarik pengin tahu kayak apa sih perjalanan yang saat ini seang menjalaninya..? Anggap saja ini siaran langsung hehe..


Nha..dengan senang hati saya akan mencoba menulis perasaan saya di saat2 terakhir menjadi karyawan, dan saya akan mencoba untuk jujur menulis termasuk ketika saya merasa gelisah,gundah,cemas dan sebagainya...semoga ini menjadi referensi anda agar anda kelak memiliki jalan yang lebih bagus, terutama dalam menata emosi dan motivasi anda.

Tanggal 28 Februari 2008 nanti saya akan mendapat wawancara akhir dari bagian personalia dan saya sudah menanyakan banyak informasi misalnya seperti : Apakah ada semacam uang pesangon, utang2 saya ke perusahaan bagaimana, cara mencairkan jamsostek bagaimana, mengurus dana pensiun bagaimana...untuk yang seperti ini menurut saya kita yang harus aktif karena pasti banyak hal yang bisa jadi diluar perkiraan kita.

Apa2 yang menjadi pertanyaan kita sampai yang sekecil2nya enggak usah malu2 untuk ditanyakan, contoh "entar saya dapat pesangon atau enggak sih" misalnya. Mungkin ada sebagian yang rikuh pakewuh nanya2 spt ini, padahal dalam hatin butuh..hehe...main saja jangan ragu2 ke bagian personalia dan lakukan diskusi santai dengan staf disana...

Ada yang menarik...dimana-mana saya sering di rubung temen2 sekantor yang tertarik untuk diskusi mengenai keputusan spektakuler saya, dan ada salah seorang rekan yang masuk kerjanya lebih dulu setahun daripada saya, dengan posisi yang masih dibawah saya bertanya siang tadi

"Mas diluar pasti sudah sukses banget ya, kok dengan posisi yang uenak seperti sekarang plus dengan harapan masa depan cerah di kantor kok masih tetep belum puas..? APa menurut sampeyan masih tetep kurang..?" dia terlihat penasaran..

"Kalau sudah sukses memang sudah...tapi definisi sukses saya bisa jadi berbeda dengan sampeyan loh..." kata saya.

"Yang jelas resign saya ini bukan karena masalah materi, tapi karena pilihan 'Way of Life' saja, dan ingat, baik di dalam maupun di luar yang namanya Materi orang pasti selalu merasa kurang, meski sebanyak apapun yang telah mereka dapat..." Lanjut saya..

" O..gitu ya..saya juga sering merasa begitu tapi enggak berdaya" katanya..

"Saya juga begitu, maka saya pikir kalau saya hanya kepengin saja tapi enggak action ya sampai pensiun bahkan sampai mati-pun saya akan tetap ragu...saya sering merenung, hidup kok rasane singkat sekali, baru kemarin2 dan masih ingat benar saya SD,SMP,SMA,Kuliah...kok tahu2 sudah setua sekarang..kuliah selesai hanya nganggur 3-4 hari langsung dipanggil kerja...dan kerja sampai hari ini...barangkat pagi-pulang malam...dan ini akan berjalan monoton sampai 55 tahun..hidup yang sekali ini kok rasane eman-eman (kok rasanya sayang) kalo hanya seprti itu saja..hehe.." Kata saya dan dia terlihat manggut2..merenung...

"Hhhah..saya juga suka merasa begitu..tapi rasanya enggak berdaya.." katanya lemah..

"Enggak apa2...saya dulu juga persis sama memiliki perasaan seperti itu...perasaan itu seperti nyala api tapi cepat2 saya padamkan..nyala lagi saya padamkan lagi..sampai suatu hari saya berpikir kalau sedang menyala kenapa enggak saya kasih kayu dan minyak bakar sekalian biar gede...'kayu dan Minyak Bakar' itu adalah sekalian rajin baca2 artikel bisnis..rajin kumpul dengan temen2 yang sedang berbisnis..seneng main dan ngobrol dengan para pedagang dll...akhirnya dapat banyak inspirasi"

"Di tempat2 kerja kita, sangat banyak ilmu yang hebat2..dan diluar tidak banyak orang yang tahu ilmu itu, tapi semakin banyak ilmu kita makin takut karena kita makin kritis...padahal di dunia karyawan, satu yang jarang kita dapat adalah 'Ilmu Tahan Banting', dan itu yang membeakan kita dengan orang2 yang sukses diluar sana...kalau kita menggali agar kita bisa dalat ilmu tahan banting itu, maka kita akan menajdi orang yang luar biasa karena sudah memiliki ilmu kerja yang bagus plus ilmu tahan banting, gabungan keduanya Insya Allah akan membuat kita lebih mudah sukses...asal kita YAKIN..." kata saya...

Apakah saya nanti diluar juga akan dapat Ilmu Tahan Banting..? Mohon doa dari anda ya...

Semoga bermanfaat..dan nanti saya akan ceritakan obrolan dengan temen2 yang lain...

--
Untung Besar Atau Untung Berlipat?
Penulis : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)
Rating Artikel :
Selasa, 04-Maret-2008
Barangkali, bagi sebagian orang, kedua ungkapan di atas akan terasa sama saja. Untung besar berarti mendapat untung banyak. Untung berlipat pun mempunyai arti mendapat keuntungan dalam jumlah yang tidak sedikit. Lantas, apa bedanya?

Jika kita telaah lebih jauh, sebenarnya kedua hal ini memang sama sebangun, mirip, dan tiap orang pun pasti mencarinya dari setiap usaha yang dijalankan. Namun, ada satu hal prinsip yang membedakan antara kedua istilah tersebut.

Untung besar menurut pandangan saya selalu akan menggiring orang pada pengertian bagaimana memperoleh untung yang sebesar-besarnya. Tanpa sadar, pikiran bawah sadar kita akan mengejar untung yang sebanyak-banyaknya-yang kadang-mengorbankan kepuasan pelanggan. Yang ada adalah bagaimana menjual dengan untung yang besar.

Sedangkan untung berlipat menurut pandangan saya adalah mencari keuntungan dengan cara melipatgandakan potensi keuntungan, baik kecil ataupun besar. Maksudnya, jika kita menggunakan pengertian ini, kita akan digiring pada keuntungan yang disebabkan oleh penjualan yang berlipat alias mengutamakan kuantitas.

Sepintas, pengertian kedua hal tersebut masih sama. Tapi coba lihatlah praktiknya dalam contoh berikut. Misalnya kita menjual jasa kursus bahasa. Saya pernah menjumpai sebuah kursus bahasa Inggris yang dijual dengan harga sangat mahal untuk ukuran orang kebanyakan. Dalam hal ini, saya kategorikan cara penjualan itu dengan upaya mencari untung besar. Akibatnya, orang yang ikut kursus bahasa ini juga sangat selektif. Hanya orang tertentu yang ikut kursus dengan kemampuan bayar di atas rata-rata. Memang, dari sisi kualitas, kursus tersebut menjamin dengan menghadirkan native speaker sehingga bisa lebih memacu orang untuk lebih mahir berbahasa Inggris.

Di lain sisi, saya pernah pula menjumpai sebuah kursus bahasa yang dijual cukup murah-bahkan sangat murah jika mengingat layanan yang diberikan-sehingga mampu menarik lebih banyak peserta. Menurut sang pemilik kursus tersebut, tujuannya membuat kursus dengan biaya yang lebih murah untuk membentuk satu komunitas, yang pada akhirnya akan membawa budaya berbahasa Inggris dalam kelompok tersebut. Penjualan seperti ini saya kategorikan sebagai penjualan dengan tujuan keuntungan berlipat. Sebab, dengan harga jauh lebih murah, justru akan mendorong orang untuk ikut kursus ini. Akibatnya, jumlah pesertanya pun jauh lebih berlimpah. Dan, ternyata, kursus itu mendapat keuntungan selain dari murid yang banyak. Mereka sering mengadakan acara di luar kursus rutin yang juga menghasilkan keuntungan berlipat.

Dari kedua pendekatan penjualan ini, memang masing-masing sebenarnya punya keunggulan. Biasanya, yang metode pertama punya pasar yang cukup besar jika ditujukan pada pembeli atau pelanggan yang sering menjadikan gengsi (pride) sebagai ukuran. Makin mahal harga, biasanya justru orang dengan gengsi tinggi, akan makin ingin memiliki-tentu dengan syarat-punya kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan pula.

Sedangkan metode yang kedua memang ditujukan untuk pasar yang lebih luas. Bukankah jika kita dalam posisi sebagai pembeli, biasanya-sebagai orang kebanyakan-akan memilih harga yang lebih murah? Coba lihat program diskon yang ada di berbagai toko. Biasanya, dengan memotong keuntungan, akan memancing orang untuk lebih banyak melakukan pembelian.

Sebagai contoh, beberapa waktu silam, toko buku Gramedia-dalam rangka grand opening salah satu tokonya-meluncurkan program diskon 30 persen untuk seluruh buku yang dijual. Ini berarti memotong keuntungan Gramedia beberapa persen dari kondisi biasa. Namun, hasilnya sungguh luar biasa. Pembeli membludak. Bahkan, belum pernah saya lihat sebuah toko buku antriannya mirip pasar, saking banyak nya pembeli. Dengan memperkecil keuntungan dari tiap item barang, Gramedia berhasil memperbanyak kuantitas pembelian barang. Inilah inti dari yang saya sebut sebagai mencari keuntungan berlipat. Untung kecil, jumlah banyak, hasilnya keuntungan berlipat.

Analoginya, jika ingin memperoleh keuntungan satu juta rupiah, kita bisa menjual satu barang langsung dengan untung satu juta rupiah. Tapi, kita bisa juga menjual 10 barang dengan keuntungan masing-masing seratus ribu rupiah. Hasilnya sama-sama untung satu juta rupiah. Namun, sebagai konsumen, kita pasti cenderung akan lebih senang membeli barang dengan harga yang lebih murah bukan?

Namun, sekali lagi, hukum untung besar dan untung berlipat yang saya ungkap tidak mungkin seratus persen berlaku di semua produk yang dijual. Selain itu, ada berbagai faktor lain yang memengaruhi pembelian, seperti kualitas barang, kualitas layanan, dan kemampuan memuaskan pelanggan. Jadi, bagaimana dengan Anda sebagai pengusaha? Ingin untung besar atau untung berlipat?

--

Atur Doong Keuangan Kita...
Penulis : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)
Rating Artikel :
Selasa, 11-Maret-2008
Seorang teman pernah mengeluh kepada saya. Ia mengatakan ada atau tidak ada proyek-kebetulan dia bergerak di bidang usaha jasa-selalu saja tak punya uang banyak untuk ditabung. Bahkan, ia mengaku sering tekor karena harus bayar ini dan itu. Usaha dia adalah di bidang jasa desain grafis yang notabene persaingannya sangat ketat. Karena itu, saya sangat maklum jika ia kadang sering tidak kebagian proyek desain dalam seminggu. Akhirnya, ia hanya nganggur jika sepi order. Target dia sebenarnya tak muluk-muluk. Ia hanya butuh minimal dua proyek-senilai tertentu yang diukur berdasar kebutuhan hidup dia dan anak istri serta dua orang asisten-dalam seminggu. Tapi, entah kenapa, menurut dia, pendapatnya selalu habis sebelum ditabung. Kalaupun ada yang ditabung, hanya sedikit jumlahnya.

Hal ini barangkali pernah dialami oleh sebagian orang yang mengawali dunia usaha. Saya pun demikian. Pada awal menjalankan sebuah bisnis yang kini saya tekuni, masalah serupa saya temui. Apalagi, usaha saya memang tergolong jenis usaha keluarga dan melibatkan teman-teman dekat. Pada awal usaha, saat mendapat proyek besar, uang selalu saja habis untuk ini dan itu. Apalagi, kalau sudah mendapat "ikan besar" alias proyek yang bernilai cukup untuk menghidupi beberapa rekan dan keluarganya. Istilahnya, kalau sudah senang, lupa segalanya. Lupa harus bayar listrik, telepon, internet, transportasi, dan lain sebagainya.

Karena itu, saya sangat memahami apa yang dialami oleh rekan tersebut. Dan, saya pun mencoba men-sharing-kan pengalaman saya saat menghadapi kejadian serupa. Semoga, hal ini juga bisa berlaku dan bermanfaat bagi Anda semua.

Yang pertama, pertegas pengaturan keuangan kita. Kedua, pisahkan uang usaha dan uang pribadi. Dan yang utama, jangan mudah tergoda.

1. Atur keuangan kita

Cara paling mudah untuk mengatur keuangan usaha adalah dengan menyepakati sejak awal berapa porsi uang yang akan digunakan sesuai dengan lalu lintas uang yang dibutuhkan. Bagaimana caranya? Kalau pengalaman saya, sebelum mendirikan usaha, sepakati dulu jumlah uang yang akan digunakan untuk membayar gaji, opersional perusahaan, serta berapa keuntungan yang akan digunakan mengembangkan usaha dan untuk ditabung.

Karena masih di awal mendirikan usaha keluarga, maka yang pertama dulu saya lakukan adalah membagi porsi 30:30:30:10. Porsi 30% saya ambil buat gaji yang sudah ditentukan sejak awal. Jadi, jika misalnya ada pemasukan sebesar Rp 20 juta, yang Rp 6 juta langsung dipotong di awal untuk disisihkan sebagai gaji. Kemudian, 30% disisihkan untuk operasional perusahaan seperti sewa kantor, biaya listrik, telepon, fax, transportasi, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, yang 30 persen berikutnya digunakan untuk mengembangkan usaha. Dalam hal ini biasanya uang akan saya tabung dalam satu rekening tersendiri yang hanya untuk kepentingan usaha. Sisanya, yang sepuluh persen yakni senilai Rp 2 juta saya sisihkan untuk tabungan keluarga atau pribadi. (Bagian membagi tabungan usaha dan pribadi ini akan saya jelaskan di poin kedua nanti.)

Pola pembagian dengan struktur jumlah prosentase tersebut tidak mutlak. Namun, yang diperlukan adalah kedisplinan membagi berdasar nilai yang sudah disepakati tersebut. Dengan cara itu, ketika kita membagi nilai kontrak dengan rekanan atau relasi dan karyawan, kita akan lebih mudah mengaturnya. Yaitu, diambil dari porsi gaji yang 30% tadi.

Nah, tapi... ada tapinya... Kadang, uang gaji itu tidak cukup untuk memberi bagian pekerja kita. Biasanya, kemudian saya akan mengambil dari uang operasional. Sehingga, sisa yang 30 persen dan 10 persen sudah pasti aman. Kalau masih belum cukup juga? Ya, harus kita pikirkan ulang berapa nilai yang pantas untuk menggaji pekerja kita. Yang penting, kita tetap disiplin mengaturnya. Namun, kalau dari pengalaman saya, angka 60% biasanya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kepentingan yang berbau "bayar membayar" alias "kewajiban" sebagai seorang pengusaha. (Catatan: kalau masih ada sisa dari porsi yang 60%, maka uang tersebut langsung dimasukkan di jatah yang ditabung untuk kepentingan pengembangan saha.)

2. Pisahkan uang pribadi dan uang usaha

Biasanya, kalau usaha masih kecil, kita memang cenderung sering menyamakan antara uang yang kita terima dalam usaha dan uang untuk kepentingan pribadi. Sebab, kita biasanya menyimpan uang itu dalam satu nomor rekening. "Masih kecil, nggak usah maca-macam laah." Begitu biasanya anggapan saya waktu awal memulai usaha. Hal ini juga saya dapati dari beberapa pengusaha kecil yang mengawali merintis usaha dari bawah.

Padahal, jika kita mau berdisiplin, sejak awal harusnya kedua dana-usaha dan keluarga/pribadi-harus segera dipisah. Mengapa? Karena dengan begitu manajemen keuangan kita jauh lebih terarah. Nantinya, jika pemisahan ini jelas, kita akan tahu betul berapa dana pengembangan usaha yang bisa kita maksimalkan. Dan, kita pun bisa sadar kalau kebutuhan keuangan pribadi kita sedang berlebih ataupun kurang. Jika kita tahu persis kondisi keuangan, maka ini akan bisa mengerem kita saat banyak mendapat orderan. Sehingga, diharapkan kita cenderung tidak boros karena sudah tahu betul alokasi keuangan kita.

3. Jangan mudah tergoda

Poin ini bagi saya adalah yang utama. Dan, kalau boleh saya singkat, poin ini bisa saya sebut sebagai sebuah bentuk usaha mendisiplinkan diri. Sebab, kunci utama mengatur keuangan usaha keluarga adalah pada disiplin kita untuk mematuhi porsi prosentase yang kita atur untuk keuangan usaha dan keluarga.

Waktu saya tanya kepada rekan saya yang mengaku sulit menabung, ia memang menyebut bahwa godaan utama justru sering datang jika sedang banyak order. Barang-barang tadinya belum terlalu penting, jadi seperti "minta dibeli". Ada kalanya, saat uang masuk dalam jumlah besar, tiba-tiba kita merasa butuh ini dan itu. Pasang internet, TV kabel, entertain klien, sewa gedung yang lebih berkelas, beli baju dengan alasan agar bisa lebih pantas bertemu klien kelas atas, dan lain sebagainya.

Apakah semua keinginan tadi salah jika dipenuhi? Tidak juga. Tapi, ada satu kunci yang ingin saya sampaikan di sini. Kunci ini adalah cara "menahan godaan" yang sering diungkap oleh para perencana keuangan. Caranya yaitu dengan membedakan kebutuhan dan keinginan. Sebelum membeli barang atau ingin memenuhi hasrat tertentu dengan dalih membesarkan usaha, tanyakan dulu, apakah itu merupakan kebutuhan mendesak atau keinginan yang bisa ditunda. Jawaban ini yang akan menentukan ke mana uang Anda akan digunakan.

Semoga bermanfaat dan selamat mengatur keuangan usaha Anda....

--

BuatAction Plan Buat Diri Anda Sendiri
Penulis : HADI KUNTORO
Sabtu, 15-Maret-2008

Postingan ini saya arahkan langsung kepada anda yang saat ini masih bekerja di perusahaan, kantor atau di pabrik2, saya ingin sharing kepada anda tentang apa yang harus anda lakukan kalau disela tugas kantor anda, anda juga ingin melakukan bisnis..

Temen2, kalau anda kerja di perusahaan lihatlah pasti ada goal yang jelas pada team anda, entah itu goal secara seksi, department divisi atau perusahaan secara lebih luas. Goal atau target2 itu misalnya tidak ada produk defek yang lolos ke customer, angka kecelakaan kerja =0, anggaran2 atau biaya2 harus turun 10% dari tahun lalu meski dengan produksi sama serta kwalitas yang lebih bagus..itu contoh kasus yang luas...

Lalu di department atau bagian2 yang lebih kecil di group anda punya target2 juga untuk mendukung program2 itu misalnya ; kita harus mengurangi stock barang dengan cara mengatur cara order, mengatur cara nyimpan barang dengan metode2 yang baru agar barang berputar cepat sehingga tidak ada barang yang rusak selama penyimpanan, kalau ada defek gampang terdeteksi dsb...dan targetnya adalah stok arang turun dari semula 6 hari menjadi 4 hari saja..terus tahun depan bagaimana agar 3 hari saja..terus agar 2 hari saja..terus agar sehari saja..hingga akhirnya stoknya jam-jaman saja....apakah anda melakukan perbaikan begitu juga..?
Saya yakin pasti anda melakukan hal itu...anda buat aktivitas detail apa2 yang dilakukan, terus atasan anda memantau, menagih laporan2, dan anda sendiri juga follow anak2buah anda...dan mereka bekerja sungguh2 agar target tercapai ..dan ketika tercapai lega sekali....dan bikin target yang baru lagi..untuk dicapai lagi....

Memang sih kadang enggak bisa 100% tercapai..tapi lihatlah...tercapai 60 atau 70% pun hebat..! Karena anda terus melakukan aktivitas berkelanjutan, terus bergerak dan berusaha agar target tercapai...dan kalau perlu atasan anda akan mengirim anda untuk belajar ke perusahaan lain, dikirim keluar negeri dsb..untuk mendukung goal anda tersebut.

Saya bertanya kepada anda..kalau anda begitu semangat melakukan hal itu untuk orang lain, anda full power mati-matian 10jam, 12 jam bekerja di kantor, setahun di luar negeri dll untuk mewujudkan goal perusahaan anda, apakah anda juga punya target juga kepada diri anda sendiri...?

Apakah anda juga BERANI punya target misalnya pendapatan saya harus naik 50% tahun ini..! hehe..pasti banyak yang tertawa..yang bener saja, lha wong inflasi saja paling 10%..? Kalaupun tahun depan naik jabatan juga belum tentu gaji naik sampai segitu....anda buru2 menghapus ide aneh2 itu...padalah disisi lain anda nyatanya bisa menggoalkan sesuatu yang tadinya tidak mungkin di perusahaan anda.

Apa yang menyebabkan itu tidak mungkin..?

Yang jelas karena anda tidak punya target dan aktivitas yang jelas buat anda sendiri..!

Goal perusahaan, anda tempatkan sebagai sesuatu yang pasti bisa dicapai..tapi goal buat anda sendiri anda anggap sebagai hal yang mustahil bahkan anda mengkait2kan dengan nasib atau takdir...hehe..lucu ya...

So, mulai saat ini buatlah target buat diri anda sendiri.

Caranya..? Ya langsung buat saja, buatlah ACTION PLAN yang jelas targetnya, ada detail langkah yang akan dilakukan, ada urutan waktu kapan anda melaksanakan detail2 pekerjaan anda itu, dan jangan lupa ada waktu yang jelas juga dimana anda akan melakuakn EVALUASI terhadap aktivitas2 anda...!

Pertanyaannya pertama adalah, Siapa yang akan melakukan evaluasi..? Masak saya bikin sendiri dan evaluasi sendiri..? Pasti malas..dan lama2 ilang...

Kalau jawaban anda seperti diatas, ada pertanyaan ke-2, kenapa ACTION PLAN anda di kantor tidak ilang..? dan anda merasa risih, resah, gatal dan sebagainya kalau belum mencapainya..?

Jawabannya adalah "Karena ada monitoring oleh atasan anda"....entah mingguan, entah bulanan..

Nha kenapa anda tidak lakukan monitoring juga terhadap ACTION PLAN anda sendiri..?

Kumpulkan paling tidak 3 atau 4 orang di tempat anda bekerja , yang semuanya tentu saja pandangan yang sama dengan anda, buatlah komitmen bahwa anda akan selalu berkumpul seminggu sekali,2 minggu sekali misalnya, masing2 personal buatlah Action Plan untuk dirinya sendiri...dan bacakan action plan anda itu pada pertemuan rutin itu...apa2 yang akan anda capai, apa yang akan anda lakukan esok hari, apa yang akan dikerjakan minggu depan, dan nanti yang menagih atau menegur anda kalau target itu tidak tercapai adalah rekan
anda..!

Menarik kan..?

Buat yang simple2 saja dan FUN..misalnya saya akan memiliki sambilan terjun ke dunia bisnis mainan anak dan sukses tahun akhir tahun ini..! Itu targetvyang jelas kan..?
Anda buat target2 Kapan anda akan buka tokonya, kapan anda akan membangun, atau kapan anda akan mencari posisi untuk kemudian disewa, kapan anda mulai cari karyawan, kapan anda akan survey ketempat sentra2 mainan, literatu2 atau buku marketing apa saja yang akan and abaca..kapan target selesai baca buku itu...presentasi ke temen apa2 yang sudah anda capai..dan ceritakan apa hasil2 anda membaca buku yang anda beli..dsb....

Nanti temen2 anda juga melakuakn hal yang sama, mereka prensenasi evaluasi action plan-nya juga..dan nanti anda yang melakukan evaluasi seakan menjadi bos-nya..misalnya ; Seharusnya minggu ini kamu sudah menyelesaikan desain toko kamu..kok sampai sekarang draft-ny saja belum ..? Kamu ada kendala apa,dan apa yang bisa kami bantu..?

Isn’t That Interesting..?

Buatlah pertemuan2 itu ditempat yang santai dan menyenangkan...

Semoga anda Terinspirasi...

--

Berani Saja Tidak Cukup
Penulis : Agoeng Widyatmoko
Rabu, 09-April-2008
Dalam beberapa kali seminar soal kewirausahaan, saya sering mendengar orang yang berkata bahwa modal utama usaha adalah keberanian alias kenekadan. Karena mendapat masukan semacam itu, otak saya pun terpacu untuk menjalankan berbagai usaha, dari sejak saya sekolah menengah atas (SMA), kuliah, dan bahkan ketika bekerja pada sebuah institusi. Usaha saya kala itu memang tergolong mikro. Skalanya memang tak besar. Tapi, modal yang saya keluarkan untuk beberapa usaha tersebut, dari jualan jam tangan, jualan aneka aksesoris, buka pengetikan komputer, broker cetakan, hingga event organizing (EO) tetap saja ukurannya cukup besar untuk kantong saya saat itu.

Asal berani dan asal ada peluang, saya pasti akan langsung maju dengan modal yang saya miliki. Hasilnya? Secara hitung-hitungan angka sangat tidak memuaskan. Tapi, secara hitung-hitungan "modal masa depan", saya merasa tak rugi sama sekali. Tapi, sebagai manusia biasa, siapa sih yang tidak kecewa modal hilang begitu saja? Herannya, entah kenapa, suatu ketika seorang teman menawarkan sebuah peluang bisnis, karena di mata saya usaha itu cukup berprospek, tanpa memikir lagi saya invest modal saya. Dan, lagi-lagi saya kejeblos. Modal tak balik seperti harapan.

Tapi, anehnya, keberanian membuka usaha itu tak pernah surut. Hanya saja, kali ini saya lebih memakai perhitungan berdasar pengalaman. Hasilnya beberapa memang mulai menunjukkan grafik kenaikan. Meskipun, proses jatuh bangun it uterus saya alami.

Nah, berangkat dari pengalaman tersebut, saya hanya ingin berbagi. Jika setuju, silakan dipakai cara saya, kalaupun tidak, semua itu adalah hak Anda. Berbagai pengalaman tersebut membuat saya menyimpulkan beberapa hal berikut:

1. Berani butuh kekuatan mental

Jika tidak kuat mental dan tahan banting, jangan asal berani. Nekad alias berani kalau hasilnya tak sesuai harapan, akan sangat menyakitkan. Maka, hanya bagi yang kuat mental sajalah yang saya anjurkan untuk mengambil langkah berani ini. Tapi, bukan berarti nekad menjadi satu hal yang salah. Melainkan, nekadlah dengan perhitungan. Yang saya maksud penuh perhitungan di sini adalah saat berpikir ada peluang, jika punya kemampuan dan kemauan kuat, segera ambil tindakan (action). Sebab, kalau tanpa tindakan, sebagus apapun rencana, hanya akan tinggal harapan. Jadi, yang dihitung bukan soal kemungkinan untung rugi dan balik modalnya, melainkan asal punya keyakinan kuat tentang sebuah peluang, daripada hanya berhenti sebagai ide, kenapa tidak segera dieksekusi.

Tapi, kembali ke soal keberanian, perhitungan kita pun masih bisa meleset. Karena itulah, kembali ke soal mental. Hanya yang punya bekal mental tahan bantinglah yang akan berhasil melewati berbagai ujian di depan.
2. Berani butuh kecerdasan

Cerdas di sini adalah ketika kita sudah memutuskan terjun ke dunia entrepreneurship, kita harus mampu mengelola aneka sumber daya yang ada. Kadang, saat gagal, kita langsung patah semangat dan tak sadar hadirnya peluang besar di balik kegagalan itu. Padahal, dengan sedikit kejelian (baca: kecerdasan), pasti ada hal positif yang bisa dikerjakan dari kegagalan tersebut. Ini terjadi ketika sekolah penulisan yang saya dirikan bersama beberapa teman mengalami kekurangan murid. Dengan sedikit kejelian, ternyata tim kami justru berhasil meng-create sebuah program yang mendatangkan keuntungan lebih besar dibanding kelas regular pada umumnya.
3. Berani butuh pengorbanan

Pengorbanan di sini saya umpamakan dengan para martir di medan perang. Pengorbanan prajurit di barisan paling depan biasanya akan membuka jalan menuju kemenangan. Kalau istilah "kasar" saya, kita butuh "tumbal". Saat hendak menjalankan sebuah bisnis, kadang kita perlu "mengorbankan" salah satu bisnis untuk menjaring bisnis yang lebih besar. Bukankah untuk menangkap ikan besar di laut kita tak bisa hanya menggunakan umpan cacing?

Cara berbisnis semacam ini lazim adanya. Seperti yang dilakukan oleh peritel besar yang memberikan harga diskon besar untuk satu dua produk yang laris di pasaran. Dengan memotong keuntungan dari produk tersebut, orang akan memunyai image bahwa retailer itu murah. Dengan begitu, meski produk lain lebih mahal, orang tetap merasa produk di sana lebih murah.


Sekali lagi, soal keberanian ini semata bukan hanya urusan nekad. Tapi, perlu juga menggunakan perhitungan yang matang. Jadi, masih nekadkah Anda?

-

Good Investment
Penulis : Ruby Herman
Senin, 24-Maret-2008

Hai saya Ruby Herman, saya mau Share ttg apa saja investasi yang harus kita miliki dalam pekerjaan dan kehidupan kita

1. Spritual Investment : Tuhan Menjadikan segala sesuatu Indah pada Waktunya dan apa yang kita harus lakukan dengan bersyukur dan melakukan kehendakNya.
2. Health Investment:Tanpa kesehatan kita tak bisa beraktifitas, berproduksi dan menghasilkan, mari kita menjaga kesehatan kita dengan berolahraga, hidup sehat.
3. Time Investment : setiap mausia diberikan waktu yang sama yaitu 24 jam, yang bedanya yaitu bagaimana kita memanfaatkan waktu yang ada tersebut, orang-orang sukses tidak menghabiskan waktunya duduk di dpn Tv selama 5 Jam perhari tanpa ada sesuatu pertambahan nilai dari kita.
4. Network Investment: Teman, Rekan adalah segalanya bagi kita, krn kita bisa sukses juga karena dukungan teman, bangun terus hubungan dengan setiap orang yang anda baru kenal.
5. Customer First Investment : dalam pekerjaan kita, apa yang kita jual baik produk atau jasa semua bisa sama, yang membedakan yaitu sentuhan kita, bagaimana kita menghargai customer kita, sehingga mereka puas membeli produk dan jasa dari anda.
6. Karakter Investment: Dengan karakter yang benar dan baik , kita dapat memenangkan hati pelanggan, teman, keluarga.



Temen-teman dengan Investasi ini kita percaya apa kita kerjakan berhasil dan seimbang.

Anda tidak bisa melawan arus ombak yang kencang, tapi anda bisa melakukan Surfing di atas Ombak tersebut

*--

Carilah Masalah
Penulis : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)
Rating Artikel :
Selasa, 04-September-2007
Mungkin judul yang saya kemukakan di atas terdengar cukup provokatif. Betapa tidak, wong orang biasanya mencari cara untuk menyelesaikan masalah, ini malah menyuruh mencari masalah.

Tunggu dulu! Yang saya maksud di sini bukan ingin menambah pusing Anda sekalian dengan menambah masalah. Tapi, yang ingin saya sampaikan, adalah bagaimana Anda bisa menjadi sumber solusi dan memetik peluang di tengah masalah yang ada di sekeliling Anda.

Masalah keuangan misalnya. Tentang manajemen keuangan pribadi atau keluarga. Kalau saya sebut salah satu profesi baru yang sedang naik daun belakangan ini, Anda pasti paham. Yah, masalah keuangan diatasi oleh para perencana keuangan. Munculnya para perencana keuangan belakangan ini seolah mampu menjadi solusi bagi orang-orang yang merasa kesulitan dalam mengelola keuangannya. Sebab, tak jarang, belum waktunya gajian, uang sudah habis dibelanjakan. Nah, bukankah ini sebuah masalah? Maka kemudian, para perencana keuangan ini tampil laksana seorang dokter yang memberi resep jitu bagi pasiennya agar tak lagi defisit saat menjelang tanggal tua.

Bagi saya, para perencana keuangan ini adalah para "pencari masalah" yang jeli melihat peluang di tengah masalah orang lain. Tapi, kemudian muncul pertanyaan. Loh, itu kan sebuah pekerjaan spesifik yang membutuhkan keahlian. Dan, tak semua orang bisa?

Baiklah. Jika itu pertanyaan yang mampir di benak Anda, saya akan beri contoh lain "para pencari masalah" yang sukses mendulang untung dari masalah orang lain. Anda pernah jengkel dengan tikus, nyamuk, kecoa, atau lalat yang sering mengganggu kenyamanan dalam rumah Anda? Atau, Anda juga direpotkan dengan banyaknya rayap yang merusak perabotan kayu Anda? Jika ya, pernahkah Anda mendengar jasa pembersihan kutu dan serangga di dalam rumah? Yah, itulah salah satu peluang usaha bagi mereka yang jeli memanfaatkan masalah yang sering terjadi di rumah tangga akibat datangnya binatang pengganggu itu. Dan, tahukah Anda, bahwa para pembasmi binatang pengganggu itu bayarannya tidak sedikit lo?

Mau contoh lain? Saya yakin bahwa di rumah pasti kadang timbul masalah, misalnya dengan saluran air atau WC mampet. Nah, bukankah ini juga masalah? Lantas, kepada siapa biasanya Anda akan mempercayakan masalah ini agar bisa diatasi? Biasanya, jarang sekali orang yang mau berusaha mengatasi sendiri. Alasannya? Cari praktisnya. Karena itu, dari sekian banyak pengusaha jasa pembersihan WC atau saluran air, hampir semuanya selalu kebagian order. Ini satu bukti nyata, bahwa hadirnya masalah ternyata memberi peluang yang cukup menggiurkan.

Bagaimana? Sudah mendapat gambaran bukan? Yah, inilah fakta bahwa ternyata hadirnya masalah mampu dijadikan ladang yang menghasilkan bagi sebagian orang yang jeli. Masih banyak profesi atau usaha-usaha lain yang mampu menghasilkan dari adanya masalah. Konsultan perkawinan, konsultan pajak, desain artistik rumah, jasa penerjemah, biro-biro jasa STNK dan SIM, semua itu sebenarnya berangkat dari munculnya masalah. Berbagai profesi tersebut mampu mengeruk keuntungan yang tak sedikit dari hasil menyediakan solusi bagi sebagian orang. Tentu, dibutuhkan ketekunan dan kemampuan untuk menggeluti dan mengelolanya agar terus bisa mendatangkan keuntungan. Namun, satu hal yang pasti, semua itu berawal dari adanya tindakan, alias action. Jadi, tunggu apalagi? Take action!!!

--

Manfaatkan Momentum
Penulis : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)
Selasa, 14-Agustus-2007

Dalam beberapa kali diskusi dengan tokoh-tokoh pengusaha, baik yang sudah mapan, ataupun yang sedang memulai, ternyata ada sebuah perbedaan yang sangat mencolok dari mereka yang sudah sukses dan belum. Yang sudah sukses, kebanyakan sangat responsif dengan kalender. Lo, kok? Apa hubungannya?

Ya, ternyata, mereka yang sukses itu sangat memperhatikan momen-momen istimewa dalam kalender. Bagi pengusaha makanan misalnya, mereka sangat sensitif kalau sudah mendekati bulan puasa pada September nanti. Bahkan, ada pula yang sudah menyiapkan jauh-jauh hari agar bisa memaksimalkan bulan suci umat Islam itu. Ada yang sudah bersiap untuk menggelar menu khusus untuk sahur dan buka. Yang punya bisnis katering kantoran, malah ada yang sudah menyiapkan diri untuk membuat menu buka puasa khusus orang kantoran. Lebih heboh lagi, ada satu rekan saya yang sudah berburu resep kue alternatif untuk dijual menjelang hari Lebaran. Sebab, katanya, dari dulu sampai sekarang, menu kue kering pas Lebaran itu-itu saja. Kalau mau laris, perlu inovasi yang lain, katanya.

Itu baru menjelang bulan puasa yang masih sekitar sebulan lagi. Nah, ada lagi yang sangat sensitif di bulan ini, yakni bulan Agustus. Karena, pada bulan inilah kita merayakan hari kemerdekaan bangsa. Pengusaha sablon saat ini ramai-ramai membuat banyak bendera dan kaos-kaos pesanan kantoran yang biasanya mengadakan lomba tujuh belasan. Ada juga bahkan yang punya bisnis EO (Event Organizer), sudah sibuk menyiapkan proposal acara kegiatan tujuhbelasan ini, jauh hari sebelumnya, bahkan dari sejak bulan Februari!

Memang, momentum-momentum semacam hari raya keagamaan hingga ulang tahun kemerdekaan adalah masa panen bagi pengusaha yang tahu peluang. Mereka sangat responsif dalam melihat kalender yang sedang berjalan. Setiap ada event yang bisa untuk berjualan produk karya mereka, akan berusaha dimaksimalkan. Inilah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dan diwaspadai para pengusaha.

Mengapa? Selain terbukanya banyak peluang yang menguntungkan, masa semacam ini banyak pula menghadirkan saingan. Coba tengok waktu Lebaran, berapa banyak pengusaha parsel dadakan yang muncul menggelar dagangan. Berapa banyak pula penjual aneka ragam hiasan kemerdekaan sewaktu bulan Agustus datang. Tak salah memang, jika kita mau ikut mencari celah menguntungkan di tengah persaingan tersebut. Namun, alangkah baiknya juga jika kita bisa lebih responsif bukan hanya pada hal yang bersifat musiman saja. Namun, perlu juga kita mencoba lebih respon pada tanggal-tanggal yang di luar bulan musiman itu. Caranya? Berikut adalah beberapa tips praktis yang saya rangkum dari perbincangan dengan beberapa pengusaha:

1. Tanyakan kerabat, momen apa yang paling dekat dengan mereka

Banyak sekali sebenarnya momen-momen yang bisa dijadikan peluang bisnis. Ulang tahun adalah salah satunya. Pernikahan juga menjadi peluang yang lainnya. Dengan rajin bertanya, pada kerabat, network kita, atau relasi di mana pun dan kapan pun, kita akan makin banyak tahu momen apa saja yang bisa kita oleh untuk dijadikan peluang bisnis.

2. Buat catatan singkat yang bisa dijadikan agenda tahunan

Jika sudah mendapat informasinya, segera catat dalam buku agenda Anda. Jangan lupakan momen-momen itu. Kalau perlu buat catatan pengingat agar bisa selalu update dengan momen tersebut. Dengan begitu, Anda pun bisa bersiap jauh-jauh hari sebelumnya agar bisa memberikan layanan lebih maksimal pada calon pelanggan Anda.

3. Fokuskan pada layanan tertentu

Kalau Anda sudah memutuskan bisnis tertentu, tawarkan bisnis itu saja pada calon pelanggan Anda. Jangan tergoda untuk menerjuni bisnis lain yang kelihatan lebih menguntungkan pada masa tertentu. Mengapa? Sebab, dengan Anda fokus pada salah satu bisnis, misalnya parsel bunga, maka orang akan selalu mengingat layanan Anda pada momen yang penting baginya. Tentu, bukan tidak menihilkan kemungkinan Anda menekuni bisnis lain. Tapi, setidaknya perlu ada satu usaha yang bisa Anda jadikan branding dahulu sehingga Anda akan lebih mudah dikenal orang saat membutuhkan jasa atau bisnis Anda.

Ketiga tips tersebut tak akan jadi maksimal jika tidak ada tindakan nyata. Sekali lagi, jika ada momentum, bukan rencana saja yang perlu Anda tentukan, namun jauh lebih penting segera bertindak, sebelum momentum itu terlewat. Anda siap

--

Ide Bisnis Datang Dari Mana Saja
Penulis : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)
Rating Artikel :
Kamis, 10-Mei-2007

Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana harus memulai sebuah usaha. Jawabannya pun beraneka. Ada yang harus cari modal dulu, ada yang harus mempelajari pasar, bahkan yang ekstrim ada yang mengatakan modalnya nekad saja! Semuanya tak salah. Sebab, dari mana saja mau mulai berwirausaha, asal punya niat, tekad, ketekunan, keuletan, semangat tak mudah menyerah, pasti akan ada hasil yang dicapai.

Banyak contoh nyata orang yang bermodal nekad bisa jadi pengusaha sukses. Tak sedikit pula pengusaha yang berawal dari persiapan matang akhirnya benar-benar sukses membesarkan usahanya. Salah satu contoh nyata, orang yang berkemauan kuat dan bisa sukses berkat kerja kerasnya yakni Andrie Wongso. Meski dari keluarga miskin, dengan prinsip: ”Sukses adalah hak saya” ia mampu menjadi pengusaha sukses hingga kini.

Apa yang dilakukan Andrie Wongso dan banyak pengusaha sukses lain ini bisa diwakili oleh sebuah kalimat bijak yang sudah sering kita dengar, yakni asal ada kemauan, pasti ada jalan, ”When there is a will, there is a way.” Nah, lantas, jika kita sudah ada kemauan, usaha apa yang bisa ditekuni? Pilihannya sangat beragam. Untuk mengeksplorasi jenis usaha apa saja yang bisa ditekuni sebenarnya cukup gampang. Modalnya hanyalah ATM, yakni Amati, Tirukan, dan Modifikasi.

1. Amati.
Yang perlu dilakukan hanyalah dengan melihat sekeliling Anda. Ada banyak bertebaran jenis usaha yang bisa Anda tekuni. Mulai dari yang sudah banyak digeluti oleh orang lain, maupun usaha-usaha yang menurut Anda masih jarang yang disentuh orang lain. Atau, dari pengamatan itu, barangkali Anda bisa menemukan sejumlah kebutuhan orang yang belum tersentuh sehingga bisa jadi ladang bisnis yang baru.
Ambil contoh, lihat kendaraan berseliweran di jalanan. Kalau Anda bisa utak-atik kendaraan, kenapa tidak coba buka usaha bengkel? Biar lebih spesifik layanannya, buat bengkel yang siap dipanggil kapan saja, kalau perlu 24 jam!
2. Tirukan.
Untuk menjalankan bisnis yang berhasil, coba tirukan bisnis yang ramai mendapat pelanggan di sekitar Anda. Misalnya Anda melihat pedagang bakso yang ramai. Coba, lihat apa yang membuatnya laris. Apakah lokasinya, rasanya, atau mungkin pelayanannya yang unik. Tirukan saja, apa kunci sukses yang membuatnya ramai.

Salah satu cara meniru yang sekarang sedang tren yaitu usaha dengan sistem waralaba. Pemilik usaha dengan sistem waralaba sebenarnya sudah merelakan usahanya di-copy paste oleh jaringan waralabanya, dan itu sah-sah saja, bahkan senang karena jaringan usahanya makin membesar. Karena itu, jangan segan jika bertemu dengan bisnis yang ramai, kalau mau ajaklah kerja sama, dengan begitu dalam meniru langkah suksesnya Anda bisa lebih pasti.
3. Modifikasi.
Kalau sudah menemukan jenis usaha yang akan dicontoh, jangan asal contek saja. Ubahlah berdasar kreativitas Anda. Misalnya biar makin ramai Anda gunakan cara yang unik, contoh bikin bakso yang kotak, atau bakso yang dibakar. Gunakan pula promosi yang unik. Misalnya beri kejutan gratis bayar untuk konsumen mangkuk ke-100, serta berbagai jenis promosi unik lainnya.

Bagaimana, sudah mulai mendapat gambaran? Yang penting, jika sudah menemukan jenis usaha yang ingin Anda geluti, segera take action! Lakukan dengan sepenuh hati dan terjuni dengan tekad kuat agar berhasil. Ingat. Peluang ada di mana-mana, tapi peluang baru benar-benar jadi uang kalau Anda mau mewujudkannya.


--

Carilah Peluang Di Tengah Kemalasan
Penulis : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)
Rating Artikel :
Senin, 28-Mei-2007

Judul ini mungkin terdengar aneh. Tapi, percayalah, dari sifat malas, tersembunyi banyak peluang. Hal ini berawal dari beberapa waktu lalu saat saya kehabisan masa berlaku nomor kendaraan. Mau tidak mau, saya harus mengurusnya. Sebagai wajib pajak yang taat, hal itu memang sudah biasa saya lakukan. Tapi, entah kenapa kemarin saya merasa malas untuk mengurus sendirian. Barangkali, karena alasan kesibukan yang belakangan menumpuk.

Saat itu, satu hal yang lantas tercetus di benak saya. Pergi ke calo jasa pengurusan STNK. Tak sampai seminggu, surat dan nomor baru kendaraan saya sudah siap di meja. Tanpa perlu banyak urusan, tinggal bayar sejumlah uang, semua terselesaikan. Itu belum cukup. Lagi-lagi dengan alasan kesibukan, saya memanggil office boy di kantor saya. Dengan imbalan sejumlah rupiah, nomor baru saya sudah terpasang di kendaraan tanpa repot-repot memasang sendiri.

Mungkin Anda juga salah satu yang pernah melakukan hal seperti kisah saya di atas. Ya, dengan alasan kesibukan, untuk tidak menyebutnya kemalasan, kita sering membayar orang untuk melakukan sejumlah pekerjaan bagi kita. Di sinilah peluang yang menurut saya sangat besar perputaran uangnya. Misalnya, untuk satu jasa pengurusan STNK, saat itu saya dikenakan uang jasa sekitar Rp100 ribuan. Bayangkan, jika dalam sehari ada lima kendaraan saja yang antri diuruskan suratnya. Sehari, biro jasa itu akan memetik keuntungan kotor minimal Rp500 ribu. Berapa dalam sebulan?

Nah, kemalasan-kemalasan seperti inilah yang perlu Anda cermati dalam mencari peluang. Misalnya, coba lihat tumpukan baju kotor Anda saat ini. Saat merasa sangat sibuk, ke mana Anda pergi untuk mencucikan baju-baju Anda? Ke laundry bukan? Ya, para tukang cuci itu dengan senang hati akan menerima baju-baju kotor Anda. Bukankah ini peluang yang diciptakan dari kemalasan mencuci baju?

Contoh lain adalah bisnis makanan. Kalau dilihat dari sudut pandang kemalasan, bukankah orang-orang pergi ke restoran kebanyakan karena malas masak? Atau, bisa jadi mereka juga malas cuci piring dan malas berepot-repot menanak nasi. Maka, jadilah bisnis restoran dan aneka makanan berada di mana-mana. Bahkan konon, bisnis makanan adalah bisnis yang tak bakal ada habisnya.

Masih banyak contoh lain bisnis yang berawal dari kemalasan itu. Bahkan, urusan menikah yang sangat sakral pun bisa jadi dibisniskan hanya karena alasan kepraktisan. Yah, hadirnya banyak wedding planner atau wedding organizer adalah contoh betapa kemalasan mengurus aneka macam urusan pernikahan bisa jadi bisnis yang sangat menggiurkan.

Maka, cobalah tengok, apa saja yang membuat Anda malas hari ini. Bisa jadi, di sanalah tersembunyi peluang yang bisa sangat menguntungkan. Pikirkan! Jika Anda malas bangun tidur, bisa jadi itu karena kenyamanan kasur, bantal, dan guling adalah hasil kejelian pengusaha kebutuhan tidur untuk memanjakan kemalasan Anda. Jika Anda sibuk sehingga tak bisa mengantar anak ke sekolah, ada pengusaha yang jeli membuat usaha antar jemput anak. Jika Anda tak bisa langsung bertemu dengan klien, lihatlah, ada pengusaha yang jeli menggeluti usaha di bidang teknologi yang memudahkan Anda untuk bisa mengangkat telepon dan semua bisa diselesaikan via handphone.

Begitulah. Sangat banyak peluang usaha yang bisa kita geluti dengan mencermati kemalasan dan kesibukan orang. Tinggal bagaimana usaha Anda mengubahnya dengan berbagai cara dan kesungguhan, disertai kerja keras dan keuletan, maka peluang yang ada itu bisa dijadikan usaha yang menguntungkan.

--

Cari Peluang Dalam Peluang
Penulis : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)
Kamis, 28-Juni-2007

Mungkin Anda bertanya-tanya apa maksud judul di atas. Begini. Dalam setiap peluang, biasanya tersembunyi peluang lain yang juga bisa dimaksimalkan.

Bisnis jualan bakso misalnya. Usaha itu bagi banyak orang masih jadi peluang yang cukup menggiurkan. Menurut pengalaman saya ketika melakukan survey kecil, minimal satu mangkuk itu untungnya bisa mencapai di atas 50 persen. Cukup menggiurkan bukan? Nah, yang saya maksud peluang dalam peluang itu adalah bagaimana kita mencoba menggali peluang apa saja yang bisa digarap dari bisnis bakso, selain dari berjualan bakso itu sendiri.

Tahukah Anda, banyak pedagang bakso itu tidak membuat baksonya sendiri? Mereka kadang hanya menitipkan daging ke tukang pengolahan daging. Inilah yang saya sebut peluang dalam peluang ini. Mereka yang jeli ternyata bisa mendapat banyak keuntungan dari bisnis pengolahan daging menjadi bakso ini. Itu baru satu peluang. Saya pernah pula menjumpai perajin gerobak bakso. Menurut dia, order dalam seminggu setidaknya minimal 3 gerobak dengan harga satuannya Rp1,5 juta. Misalnya, satu gerobak ambil untung bersih Rp500 ribu, maka seminggu perajin gerobak itu bisa mendapat untung bersih minimal Rp1,5 juta atau Rp6juta sebulan. Lumayan bukan? Saya juga pernah menjumpai pengusaha distributor kelapa muda bagi para pedagang bakso. Menurut penuturannya, dalam sehari, ia bisa mengedrop satu truk kelapa dengan keuntungan bersih di atas Rp1 juta. Yah, hitung saja berarti dalam sebulan dia bisa mendapat untung berapa.

Begitulah. Ternyata banyak peluang yang saling berkaitan dari satu jenis usaha saja. Dan, saya yakin masih banyak peluang lain yang masih bisa digarap dari usaha bakso tersebut. Apa yang ingin saya sampaikan di sini adalah bahwa sebenarnya, dengan kejelian kita, setiap aspek bisnis itu bisa jadi uang. Namun, kadang kita malah ”terjerumus” pada tren semata. Masih teringat ketika beberapa waktu lalu muncul tren usaha jagung manis dengan rasa. Muncul juga tren bisnis burger. Atau, beberapa waktu lampau muncul usaha Factory Outlet (FO) dan pakaian bekas bermerek yang segera menjamur di mana-mana. Semua seolah-olah berlomba-lomba untuk membuka usaha sejenis. Akhirnya, pasar malah jadi jenuh dan penjualan pun menurun.

Saya memang tidak melarang siapa saja untuk ikut tren tersebut. Selagi masih menguntungkan, mengapa tidak dicoba? Tapi, dalam artikel ini, saya ingin mencoba menawarkan sudut pandang lain dalam menyikapi tren yang berkembang dalam dunia wirausaha. Untuk bisnis jagung manis misalnya, mengapa tidak mencoba jadi supplier penyedia jagungnya langsung? Atau bisnis burger. Kalau mau, Anda bisa jadi penyedia daging pilihan untuk burger itu atau bisa juga mencoba menjual rotinya. Sedangkan kalau bisnis pakaian bekas bermerek, mengapa tidak mencoba Anda buka usaha cuci khusus pakaian bekas pakai.

Jika Anda mampu menggali sisi lain dari bisnis-bisnis yang sedang berkembang, bisa jadi Anda justru akan menemukan bisnis baru yang jauh lebih menggiurkan. Ada lagi satu contoh lain. Saat orang ramai-ramai bisnis handphone, ada salah seorang rekan saya yang kemudian malah mendirikan sekolah teknisi handphone. Hasilnya? Sekolahnya tak pernah sepi peminat. Kini sudah puluhan angkatan dengan ratusan siswa yang sudah lulus dari sekolah rekan saya ini.

Jadi, mari kembangkan kreativitas kita. Jangan terjebak tren belaka. Sebab, masih ada peluang di dalam peluang... Selamat berkreasi, temukan, dan segera take action!


--

Yang Huiyan: Kaya di Usia Muda
Penulis : Tim AndrieWongso.com
Kamis, 22-April-2010
Bisa jadi, Yang Huiyan (28 tahun) adalah calon penerus tahta Carlos Slim Helu (70 tahun), sebagai orang terkaya di dunia!

Huiyan, pemudi cantik rupawan ini, adalah pemilik sekaligus pemimpin Country Garden Holdings Co. - salah satu perusahaan pengembang properti paling top di China. Menurut Forbes (majalah keuangan asal AS) pada Maret 2010, total kekayaan Huiyan mencapai angka 3,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 30 triliun. Kekayaannya meningkat dibandingkan tahun lalu (2,3 miliar dolar AS), kendati masih jauh di bawah hartanya pada 2007 (16,2 miliar dolar AS) ketika ia menjadi perempuan terkaya di China.

Masih menurut Forbes, kini Huiyan ada di urutan 277, dalam daftar 1.000 orang paling kaya di dunia.

**

Sedikit kilas balik, Huiyan lahir pada tahun 1981 di Provinsi Guangdong. Ayahnya bernama Yang Guoqiang. Semula, Yang adalah seorang buruh bangunan dan petani miskin. Kemudian, ia beralih menjadi pengusaha batu bata. Lalu, bersama beberapa rekan bisnisnya, membeli tanah dan membentuk perusahaan real estate pada 1997. Sedikit demi sedikit, perusahaan itu tumbuh besar.

Nah, Huiyan memang dipersiapkan untuk menjadi penerus bisnis properti sang ayah. Sejak remaja, ia sering diminta menjadi asisten sang ayah dalam rapat direksi. Selanjutnya, ia mengenyam pendidikan pemasaran dan logistik di Ohio State University, Amerika Serikat. Setelah lulus kuliah (2003), Huiyan segera pulang kampung dan langsung bergabung dalam perusahaan sang ayah. Ia diserahi tanggung jawab mengelola bisnis logistik dan mengembangkan perusahaan.

Pada tahun 2004, sang ayah jatuh sakit dan harus mendapatkan perawatan medis. Sejak saat itu, Huiyan mulai belajar mengontrol perusahaan.

Yang Huiyan, bergambar bersama orangtua dan suami pada hari pernikahannya.

Tak lama kemudian, Huiyan memperoleh hadiah transfer 58 persen saham Country Garden Holdings Co. dari sang ayah. Transfer berlangsung ketika perusahaan ayahnya melakukan penawaran saham perdana (IPO) di bursa saham Hong Kong. Nilai saham tersebut melejit hingga 35 persen dan akibatnya, dalam semalam nama Yang Huiyan tercatat sebagai salah satu perempuan paling kaya di China dan Asia. Namanya terkenal ke seluruh pelosok negara dan dunia.

Mendapat status "orang kaya" di usia muda, tidak membuat Huiyan malas. Ia malah semakin giat bekerja. Perusahaan dimintanya fokus pada pembangunan vila, ruko, dan apartemen-apartemen berukuran besar. Lokasi pembangunan tidak hanya di Guangdong, namun di provinsi lain, seperti Hubei. Tak hanya itu, Huiyan juga mendatangkan tim ahli dari Negara Paman Sam untuk keperluan bisnis dan belajar.

Huiyan sempat menelan "pil pahit" ketika krisis ekonomi merebak pada 2008. Nilai saham perusahaannya seperti terjun bebas. Namun, ia pantang menyerah dan segera bangkit dari keterpurukan.

Segala jerih payah Huiyan tidak sia-sia. Akhir bulan lalu, Country Garden Holdings Co. dengan bangga mengumumkan kenaikan laba bersih 51 persen menjadi 305 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,75 triliun! Sebelumnya (tahun lalu), Country Garden juga mengumumkan bahwa kontrak penjualan mereka telah meningkat 32 persen menjadi 23,2 miliar yuan atau Rp 30 triliun. Ini jauh melebihi target 19 miliar yuan. Luar biasa!!

Semoga semangat dan kegigihan Yang Huiyan bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya bagi kaum perempuan dan pengusaha muda.

--

3 komentar:


  1. Awalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah ak bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259'

    BalasHapus
  2. Do you drink Pepsi or Coke?
    ANSWER THE POLL and you could win a prepaid VISA gift card!

    BalasHapus
  3. There is a chance you are qualified for a complimentary Apple iPhone 7.

    BalasHapus