Sabtu, 10 April 2010

Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya,.

Share
by Toendjoeng Arie (notes) Saturday, March 20, 2010 at 12:01am
Dua orang malaikat berkunjung ke sebuah rumah keluarga kaya. Keluarga itu sangat kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat itu tidur didalam ruang tamunya. Malaikat itu ditempatkan di kamar kecil yang ada di basement. Ketika malaikat hendak tidur, malaikat tua melihat bahwa ada dinding basement yang retak, lalu mereka memperbaikinya.

Malam berikutnya, kedua malaikat itu beristirahat di rumah keluarga petani miskin tapi sangat ramah. Dan petani itu mempersilahkan kedua malaikat itu untuk tidur dikamarnya. Keesokan harinya malaikat menemukan petani itu dan istrinya menangis sedih karena sapinya terbaring mati.

Malaikat yang lebih muda geram dan bertanya pada malaikat yang lebih tua, "mengapa kau membiarkan hal ini terjadi..? Keluarga yang kaya itu memiliki segalanya dan engkau membantu menambalkan dindingnya, sedangkan keluarga petani yang miskin ini mengapa kau biarkan sapinya mati..?"

Malaikat yg tua berkata, "Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya” Ketika kita bermalam di sana aku melihat emas tersimpan di lubang dinding itu, karena orang kaya tersebut tamak maka aku menutup lubang dindingnya agar ia tidak menemukan emas itu. Tadi malam ketika kita tidur di kamar petani miskin itu, malaikat maut datang mau mengambil nyawa istrinya maka aku memberikan nyawa sapinya sehingga istrinnya tidak meninggal.

Kadang-kadang itulah yang kita rasakan, ketika kita berpikir bahwa sesuatu tidak seharusnya terjadi. Semua hal yang terjadi adalah demi kebaikan kita. Kita mungkin tidak menyadari hal itu sampai waktunya tiba,..

--

An Explanation of Derivative Markets
Share
by Venelin Sandev (notes) Friday, March 19, 2010 at 3:30am
Heidi is the proprietor of a bar in Detroit . She realizes that virtually all of her customers are unemployed alcoholics, so they can no longer afford to patronize her bar. To solve this problem, she comes up with new marketing plan that allows her customers to drink now, but pay later. She keeps track of the drinks consumed on a ledger (thereby granting the customers loans). Word gets around about Heidi's "drink now, pay later" marketing strategy and, as a result, increasing numbers of customers flood into Heidi's bar. Soon she has the largest sales volume for any bar in Detroit.

By providing her customers' freedom from immediate payment demands, Heidi gets no resistance when, at regular intervals, she substantially increases her prices for wine and beer, the most consumed beverages. Consequently, Heidi's gross sales volume increases massively.

A young and dynamic vice-president at the local bank recognizes that these customer debts constitute valuable future assets and increases Heidi's borrowing limit. He sees no reason for any undue concern, since he has the debts of the unemployed alcoholics as collateral.

At the bank's corporate headquarters, expert traders transform these customer loans into DRINKBONDS, ALKIBONDS and PUKEBONDS. These securities are then bundled and traded on international security markets. Naive investors don't really understand that the securities being sold to them as AAA secured bonds are really the debts of unemployed alcoholics. Nevertheless, the bond prices continuously climb, and the securities soon become the hottest-selling items for some of the nation's leading brokerage houses.
One day, even though the bond prices are still climbing, a risk manager at the original local bank decides that the time has come to demand payment on the debts incurred by the drinkers at Heidi's bar. He so informs Heidi and then demands payment from her alcoholic patrons, but being unemployed alcoholics, they cannot pay back their drinking debts. Since, Heidi cannot fulfill her loan obligations she is forced into bankruptcy. The bar closes and the eleven employees lose their jobs.

Overnight, DRINKBONDS, ALKIBONDS and PUKEBONDS drop in price by 90%. The collapsed bond asset value destroys the banks liquidity and prevents it from issuing new loans, thus freezing credit and economic activity in the community.

The suppliers of Heidi's bar had granted her generous payment extensions and had invested their firms' pension funds in the various BOND securities. They find they are now faced with having to write off her bad debt and with losing over 90% of the presumed value of the bonds, her wine supplier also claims bankruptcy, closing the doors on a family business that had endured for three generations, her beer supplier is taken over by a competitor, who immediately closes the local plant and lays off 150 workers.

Fortunately though, the bank, the brokerage houses and their respective executives are saved and bailed out by a multi-billion dollar no-strings attached cash infusion from their cronies in Government. The funds required for this bailout are obtained by new taxes levied on employed, middle-class, non-drinkers who have never been in Heidi's bar.

Now, I understand.

--

Hukum Karma: Sesuatu yg baik akan kembali lagi
Share
by Azay Satria Adi (notes) Monday, March 15, 2010 at 11:19pm
Dengan perlahan-lahan lelaki itu memandang ke atas.Tampak olehnya seorang wanita yang pasti biasa hidup mewah. Mantel bulunya tampak baru.

Kelihatan dia seperti seorang yang tidak pernah kelaparan seumur hidupnya. Sekilas pada benaknya dia terpikir bahwa tentu wanita itu akan mengolok-olok kepadanya seperti yang sering dilakukan banyak mereka sebelumnya.

“Tinggalkan aku sendirian,” gumamnya dengan marah… Tapi dia merasa heran karena wanita itu tetap berdiri disitu. Dia tersenyum – sehingga sebaris giginya yang putih rata tampak berkilauan.

”Apakah anda lapar?” dia bertanya.
“Tidak,” jawabnya dengan penuh ejekan.
”Saya baru saja selesai makan malam dengan President USA ... Nah, pergilah kesana.”

Tiba-tiba orang itu merasa tangan yang lemah lembut mencoba mengangkatnya untuk berdiri.
“Nyonya, apa yang kau lakukan?” orang itu bertanyadengan marah.
”Aku sudah bilang, biarkan aku sendirian.”

Pada saat itu seorang polisi mendekati. “Ada masalah apa, nyonya?” dia bertanya..
Tidak ada masalah sama sekali, pak,” jawab perempuan itu.
“Saya hanya berusaha mengangkat orang ini berdiri pada kakinya. Bolehkah anda menolong saya?”

Polisi itu menggaruk-garuk kepalanya..
“Itu adalah si Jack tua. Dia sudah beberapa tahun lamanya bergelandangan disini. Anda mau bikin apa kepadanya?”

“Anda lihat cafeteria itu disana?” dia bertanya.
”Saya mau memberikan makanan kepadanya dan membawa dia menghindar dari hawa yang dingin ini untuk sebentar.”

“Apakah anda sudah gila, nyonya?” lelaki gelandangan itu menolak tanpa bergeming.
“Aku tidak mau pergi kesana!”
Pada saat itu merasakan tangan-tangan yang kuat memegang lengannya yang sebelah lagi dan mengangkatdia berdiri pada kakinya.

”Biarkan aku pergi, pak polisi. Aku tidak berbuat salah apa pun..”
“Ini adalah perbuatan baik untukmu, Jack,” jawab polisi itu.
“Jangan sia-siakan itu, kawan.”

Akhirnya dan dengan susah payah, wanita dan polisi itu berhasil membawa Jack ke dalam cafetaria dan mendudukkan dia di samping meja yang berada di sudut. Hari sudah mulai larut, jadi kebanyakan orang yang makan sudah pergi .

Manager cafeteria itu berjalan mendekati dan berdiri di samping meja itu.
”Ada apa ini, pak polisi?” dia bertanya..
“Apa artinya ini, apakah orang ini membuat masalah?”
Nyonya ini telah membawa orang ini untuk diberikan
makan di sini,” jawab polisi itu.
”Tidak di tempat ini!” jawab manager itu dengan marah.
”Membiarkan orang seperti ini berada disini akan membawa malapetaka untuk dagangan kami.”

Jack tua tersenyum menyeringai dengan giginya yang ompong.
“Kau lihat itu, nyonya. Saya kan sudah katakan. Nah, sekarang biarkanlah aku bergi. Saya memang dari semula tidak mau datang kemari.

Wanita itu berpaling kepada manager cafeteria itu sambil tersenyum.
“Pak, kenalkah anda kepada Eddy and Associates, perusahaan perbankan yang ada di sudut jalan itu?”

“Tentu saja aku kenal mereka, setiap minggu mereka mengadakan pertemuan rutin mereka di salah satu ruangan pesta VIP ku untuk santap malam.

“Dan anda mendapat keuntungan yang lumayan menyediakan makanan untuk pertemuan mingguan ini?”
Apakah urusanmu dengan hal itu?”
”Saya, Pak, adalah Penelope Eddy, President dan CEO dari perusahaan itu.”
"Ooh "
Wanita itu tersenyum lagi..
”Saya memang berpikir bahwa itu mungkin bisa membuat perubahan dalam sikap anda.”

Dia melirik kepada polisi yang sedang berusaha menyembunyikan tertawanya.
“Pak polisi, apakah anda mau ikut serta dengan kami menikmati secangkir kopi dan sarapan?"
“Oh, tidak, terima kasih, nyonya,” jawab polisi itu. “Saya sedang dalam tugas.”

“Nah, kalau begitu, mungkin secangkir kopi untuk anda bawa pergi?”
“Baiklah, nyonya.. Itu sangat baik, terima kasih.”
Manager cafeteria itu langsung berbalik dan berkata..
”Saya akan mengambil kopinya untuk anda, pak polisi.” Polisi itu memandang manager itu berjalan pergi..
”Anda sudah menyadarkan dia akan posisinya denganbaik,” katanya.

Itu bukanlah tujuan saya sebenarnya… Tapi anda percaya atau tidak saya mempunyai alasan untuk melakukan semua ini.”
Dia duduk di pinggir meja di seberang tamunya yang melongo keheranan. Tamunya itu sekarang menerawang mukanya dengan penuh perhatian.

"Jack, apakah anda masih ingat kepada saya?”
Si Jack tua memandang wajah wanita itu dengan matanya yang mulai lamur dan berkaca-kaca dengan linangan air mata.
“Saya rasa begitu – maksud saya, wajah anda memangkelihatan saya kenal.”
“Mungkin aku sekarang kelihatan lebih tua,” dia berkata. “Mungkin usiaku sudah lebih dari dua kali lipat sejak masa mudaku ketika engkau bekerja di sini, dan aku berjalan masuk melalui pintu, sedang kedinginan dan lapar.”

“Bagaimana, nyonya?” polisi itu bertanya keheranan.Dia tidak bisa percaya bahwa seorang wanita yang
begitu cemerlang tampangnya pernah mengalami lapar...

“Saya baru saja tamat dari Perguruan Tinggi,” wanita itu memulai kisahnya. “Saya sudah datang ke kota ini untuk mencari pekerjaan,tapi tidak berhasil mendapatkan pekerjaan apa pun. Akhirnya uangku sisa beberapa sen saja, dan saya telah diusir dari apartemenku. .. Saya berjalan ke sana ke mari gelandangan di jalan untuk beberapa hari. Saat itu bulan Februari dan saya sedang sangat kedinginan
dan hampir mati kelaparan. Saya melihat tempat ini dan berjalan masuk dengan harapan mudah-mudahan bisa memperoleh sesuatu yang dapat kumakan.”

Si Jack mulai tersenyum wajahnya.“Sekarang saya ingat,” dia berkata. “Saya waktu itu berdiri di balik meja sana sedang melayani langganan. Anda mendekati saya dan bertanya kalau bisa melakukan apa saja dengan upah sesuatu untuk dimakan.Saya berkata bahwa itu adalah melawan peraturan dari perusahaan ini.

“Saya tahu,” wanita itu melanjutkan. “Kemudian anda membuatkan saya sandwich roast beef yang paling besar yang pernah saya lihat seumur hidup,dan memberikan saya secangkir kopi, dan menyuruh saya untuk pergi duduk di satu sudut cafeteria ini dan menikmatinya. Saya takut waktu itu anda akan
mengalami kesusahan karena saya. Kemudian saya melihat anda memasukkan uang dan mencetak harga makanan saya itu di mesin hitung, dan saya tahu bahwa semuanya beres. Jadi anda memulaikan perusahaan anda sendiri?” kata si Jack tua..

Saya mendapat pekerjaan pada sore hari itu juga. Saya mulai bekerja dari bawah dan makin meningkat.

Akhirnya saya bs mempunyai perusahaan saya sendiri,dan dengan pertolongan Tuhan, saya berhasil..”
Dia membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama.

“Sehabis anda makan, saya mau anda pergi menemui Mr.Lyons. Dia adalah direktur personil dari perusahaan saya. Saya akan berbicara dengan dia sekarang, dan saya merasa pasti bahwa dia akan menemukan suatu pekerjaan yang anda dapat lakukan di kantor.”

Dia tersenyum.

“Saya pikir dia juga akan memberikan kepada anda sedikit uang panjar supaya anda bisa membeli pakaian dan mendapat tempat tinggal sampai anda bisa mandiri. Kalau anda memerlukan apa saja dikemudian hari,pintu rumah saya selalu terbuka bagi anda.

Air mata berlinang-linang diwajah orang tua itu.
”Bagaimana saya akan bisa berterima kasih secukupnyakepada anda?” dia bertanya.
"Jangan berterima kasih kepadaku,” jawab wanita itu.“Bagi Allah segala kemuliaan. Dialah yang telah menuntun saya kepada anda,”
Di luar cafeteria itu, polisi dan wanita itu berdiri sekejapdi depan pintu sebelum mereka berpisah…

”Terima kasih untuk pertolongan anda, pak polisi” dia berkata.

“Sebaliknya , Ny .. Eddy,” dia menjawab.
“Terima kasih kepada anda. Saya menyaksikan sebuahmujizat hari ini, sesuatu yang saya tidak akan pernah melupakannya seumur hidup.. Dan terima kasih untuk kopi itu."

Semoga anda menghadapi hari yang gemilang. Kiranya Tuhan memberkati anda selalu dan jangan pernah lupa bahwa kalau anda “menaburkan roti anda di atas air,” anda tidak tahu bagaimana itu akan kembali kepada anda kemudian. Tuhan itu begitu besar sehingga dia dapat menutupi seluruh
bumi ini dengan kasih-Nya, dan sebaliknya Dia begitu kecil sehingga bisa masuk dan bersemayam di dalam hatimu.

Apabila Tuhan membimbing anda ke sebuah tebing jurang, bergantunglah sepenuhnya kepada-Nya dan
jangan menahankan apa pun juga. Hanya ada dua hal yang akan terjadi, kalau Dia tidak
menangkap anda, maka Dia akan mengajar anda bagaimana untuk terbang! Ada kuasa di dalam satu kalimat!

Tuhan akan mengatur semua perkara bagi anda hari ini dan membiarkan segala sesuatunya bekerja untuk kebaikan anda..Tuhan menutup pintu yang tidak bisa dibuka oleh siapapun, dan Tuhan membukakan pintu yang tidak bisa ditutup oleh siapapun…

Kiranya anda menjalani satu hari yang penuh berkat dan ingatlah untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain… “Tugas yang ada didepan kita tidak akan pernah sama besarnya dengan kuasa yang ada dibelakang kita!! Di dalam kamus Allah tidak ada kata “mustahil”.

--

Kekayaan Adalah Kebebasan
Share
by Yoe Wahyu Widodo (notes) Monday, March 15, 2010 at 9:12am
Ketika orang - orang mengecilkan arti kekayaan, mereka bilang: "Tidak perlu kaya, yang paling penting
kan bahagia". Dia mulai menetralisir keyakinan, dia tidak sinkron. Hidup ini penuh dengan pilihan
misalnya kalo Anda mau pilih hidup kaya dan bahagia bisa tidak? Bisa jawabannya. Misalkan kalo bisa
milih kaya dan bahagia, kenapa harus milih miskin dan bahagia? Sekali lagi ada orang ngomong "lebih
baik miskin panjang umur, daripada kaya mati muda". Itu pilihan yang sangat - sangatlah tidak adil, karena kekayaan adalah kebebasan. Dengan kita kaya kita bisa berobat kepada dokter yang lebih baik.Dengan kita kaya kita bisa beramal lebih banyak, dengan kita kaya kita bisa memilih makanan yang lebih baik sehingga kita menjadi lebih sehat. Dengan kekayaan kita bisa memilih dokter yang lebih baik sehingga kita bisa lebih panjang umur. Tanpa mengingkari bahwa takdir Tuhan, tapi dalam hal ini manusia diperkenankan untuk berusaha dan untuk berusaha apabila kita kaya, kita berusaha lebih baik. Dengan kekayaan kita mempunyai kebebasan untuk relationship kita. Banyak orang ngomong : "Pak, uang kan tidak bisa membeli cinta". Lalu ada orang yang nyeletuk: "Itu tidak tahu tempatnya saja" Betul,kadang uang tidak bisa membeli cinta, ketika orang - orang yang kita dekati mempunyai keyakinan yang salah tentang kekayaan: "Jangan - jangan kalo suami saya kaya nanti bisa bejat", "Kalo mertua saya kaya nanti saya dihina". Akibatnya dia tidak mau mempunyai mertua yang kaya ataupun suami yang kaya karena dia mempunyai pemikiran dan kayakinan yang salah. Nah sebetulnya kekayaan adalah kebebasan. Betul, kadang uang tidak bisa membeli cinta, tapi cinta saya akan jauh lebih indah kalo uang saya banyak. Bisa pergi ke Perancis, seperti yang saya lakukan dengan istri saya. Bisa membelikan hadiah ulang tahun istri saya Mercedes Bens. Bisa membeli jam rolex, membeli berlian 4 karat. Ini yang terjadi, cinta kita akan lebih indah jika kekayaan lebih banyak dan kebebasan lebih banyak untuk mewujudkan cinta kita dengan lebih baik.Demikian juga kita bisa bebas mengatur waktu kita, dan hubungan dengan anak2 kita dan keluarga kita menjadi lebih baik, kalo kita memiliki banyak uang. Banyak orang ngomong: "Kalo orang kaya itu uangnya lebih sedikit, karena dia sibuk cari uang, cari uang, cari uang, cari uang".Betul, ada orang yang seperti itu, tapi dia orang kaya yang sangat bodoh. Tapi kalau kita mau jadi orang kaya, jadilah orang kaya yang pintar. Dengan menjadi kaya, kita jadi bisa meluangkan waktu lebih banyak, karena sudah
bebas secara uang.Dengan begitu, kita bisa meluangkan waktu sehingga hubungan kita dengan keluarga dan teman jadi lebih baik, karena waktu longgar nya jadi lebih banyak.
Jadi kekayaan adalah kebebasan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar