Sabtu, 10 April 2010

4 Pilar Creative Thinking Skills

Ketika dinamika bisnis melaju dengan kecepatan yang kian rancak, maka elemen kreativitas boleh jadi merupakan sekeping ketrampilan yang kudu dipeluk dengan penuh kesungguhan. Tanpa kemahiran meracik inovasi, sebuah organisasi mungkin bisa tergeletak sia-sia ditengah kepungan para pesaingnya yang terus menari-nari dengan gagasan kreatif tanpa henti.

Inovasi dan daya kreativitas tentu saja tak hanya terbentang pada arena product development – sebuah arena dimana inovasi telah menjadi jantung. Daya kreativitas juga mesti melenting dalam sejumlah arena lainnya, mulai dari arena proses penyelesaian pekerjaan, proses pelayanan pelanggan, hingga proses pengembangan SDM. Dengan kata lain, creative thinking skills selayaknya diinjeksikan dalam segenap lini yang melingkupi sebuah organisasi. Sebab sebuah organisasi yang kreatif dalam segenap proses bisnisnya niscaya memiliki sepercik asa untuk terus mengibarkan kejayaannya.

Pertanyaanya : elemen apa yang kemudian mesti dipilin untuk memekarkan creative thinking skills? Dalam sebuah risalah yang bertajuk The Innovator’s DNA (dimuat pada jurnal Harvard Business Review edisi Desember 2009), dipetakan empat elemen kunci yang mesti disandang untuk merekahkan ketajaman membangun creative thikinking skills.

Elemen 1 : Associating. Meng-asosiasikan atau ketrampilan asosiasi adalah sejenis kemampuan untuk mengkoneksikan sejumlah perspektif dari beragam disiplin yang berbeda, guna membangun satu gagasan yang bersifat kreatif. “Creativity is connecting things”, begitu sang dewa inovasi, Steve Jobs pernah berujar.

Asosiasi sejatinya bersandar pada kemampuan untuk menggunakan kekayaan wawasan kita pada satu bidang/disiplin ilmu tertentu, dan kemudian mencoba mengaplikasikannya dalam bidang lain, guna menghasilkan sebuah temuan baru yang inovatif. Disini misalnya kita mengenal bagaiamana teknologi fraktal (yang berbasis pada chaos theory) diaplikasikan dalam pembuatan batik, dan bum…..yang tercipta kemudian adalah kain batik dengan corak yang unik nan spektakuler.

Ketrampilan asosiasi adalah sejenis kemampuan yang terus menggedor kita untuk bisa berpikir lintas didisplin dan lintas bidang. Dan sungguh, lentingan kreativitas hanya akan terekspresi manakala kita memiliki ketajaman untuk membangun asosiasi ini.

Elemen 2 : Questioning. Ribuan tahun silam kita pernah mendengar sang filsuf Plato berdendang : “Kecerdasan seseorang tidak diukur dari seberapa bagus ia memberikan jawaban, namun dari ketrampilannya meracik sebuah pertanyaan”.

Para inovator sejati adalah mereka yang secara konstan selalu mengajukan pertanyaan. Para creative thinkers adalah mereka yang selalu bertanya : why, why not, dan what if? Mereka selalu mendedahkan serangkaian pertanyaan semacam itu untuk mendapatkan clue bagi aneka gagasan baru. Sebab dibalik rentetan pertanyaan yang mengedor itu, niscaya terbentang luas hamparan gagasan kreatif yang menunggu untuk diejawantahkan.

Elemen 3 : Observing. Ah, betapa beragam dan uniknya fenomena yang ada disekeliling kita. Betapa kayanya beragam dimensi kultural dan sosial yang ada di segenap kolong jagat ini. Dan dari kemampuan untuk melakukan observasi inilah, sesungguhnya telah banyak ide kreatif dilahirkan. Bisnis makanan kebab turki baba rafi yang fenomenal itu lahir lantaran hasil observasi pendirinya ketika jalan-jalan ke negara Timur Tengah. Produk kerajinan radio dari kayu yang menembus empat benua itu lahir karena pendirinya bingung melihat begitu banyak kayu sengon yang ada dikampungnya, di Temanggung sana.

Pendeknya, kemahiran melakukan observasi dan ketajaman mencium peluang inovasi dibaliknya, merupakan sejenis gen yang melekat dalam DNA setiap kreator sejati. Jadi, sering-seringlah melakukan proses observasi secara intens atas segenap situasi di sekeliling kita. Lalu, cobalah bangun imajinasi kreatif untuk merekahkan hasil observasi itu dalam serangkaian gagasan nan inovatif.

Elemen 4 : Experimenting. Kita mengenal kisah indah dari Thomas Alva Edison puluhan tahun silam : ia telah melakukan eksperimen sebanyak dua ribu kali sebelum akhirnya menemukan bohlam lampu yang sekarang mungkin nangkring diatas meja kantor Anda.

Para inovator sejati adalah mereka yang tidak takut untuk melakukan dan mencoba hal-hal baru. Dan sungguh, mereka juga tak pernah takluk ketika eksperimen gagasan barunya itu selalu kandas menembus ilalang. Mereka selalu terus mencoba dan mencoba, demi membuktikan bahwa gagasan inovatifnya layak untuk dihamparkan dalam kenyataan.

Demikianlah, empat elemen kunci yang mungkin mesti dirawat dengan sepenuh hati manakala kita hendak melambungkan daya creative thinking skills.

Dan itulah empat pilar yang mesti dipahat untuk memastikan bahwa jarum inovasi bisa terus berdentang.


--

Amplop putih

Ini hanya kecil, amplop putih terjebak di antara cabang-cabang pohon Natal kami. Tidak ada nama, tidak ada identifikasi, tidak ada tulisan. Telah mengintip melalui cabang-cabang pohon kami selama 10 tahun atau lebih.

Itu semua dimulai karena suami saya Mike membenci Natal. Oh, bukan arti sebenarnya dari Natal, tapi aspek komersial itu, pengeluaran melebihi anggaran, yang panik berlarian di menit terakhir untuk mendapatkan dasi untuk Paman Harry dan bedak untuk Nenek, hadiah diberikan dalam keputusasaan karena Anda tidak bisa memikirkan hal lain.

Mengetahui ia merasa seperti ini, saya memutuskan untuk memotong satu tahun yang biasa shirt, sweater, dasi dan sebagainya. Aku meraih sesuatu yang istimewa hanya untuk Mike. Inspirasi datang dalam cara yang tidak biasa. Putra kami, Kevin, yang berusia 12 tahun itu sedang bergulat di tingkat SMP di sekolah yang ia hadiri, dan tak lama sebelum Natal, ada non-liga pertandingan melawan tim yang disponsori oleh sebuah gereja yang pusat kota.

Ini anak-anak, mengenakan sepatu kets sehingga compang-camping yang shoestrings tampaknya menjadi satu-satunya hal yang menahan mereka bersama-sama, disajikan sebuah kontras yang tajam untuk anak-anak kita di biru rapi dan emas berkilauan seragam dan sepatu gulat baru. Ketika pertandingan dimulai saya kaget melihat bahwa tim lain sedang bergulat tanpa tutup kepala, semacam helm ringan yang dirancang untuk melindungi telinga pegulat. Ini adalah kemewahan yang jelas tim sampah masyarakat tidak mampu. Yah, kami akhirnya pukulan keras mereka. Kami mengambil setiap kelas berat. Dan masing-masing anak laki-laki mereka bangkit dari tikar, ia berjalan angkuh di dalam compang-camping dengan keberanian palsu, jalan semacam kebanggaan yang tidak bisa mengakui kekalahan. Mike, duduk di sebelahku, menggelengkan kepala dengan sedih, "Aku berharap salah satu dari mereka bisa menang," katanya. "Mereka memiliki banyak potensi, tetapi kehilangan seperti ini bisa mengambil hati keluar dari mereka." Mike mencintai anak-anak, semua anak-anak, dan ia tahu mereka, mempunyai sedikit melatih liga sepak bola, baseball dan lacrosse.

Saat itulah ide yang sekarang datang. Sore itu, aku pergi ke sebuah toko barang olahraga lokal dan membeli berbagai macam penutup kepala dan sepatu gulat dan mengirim mereka secara anonim ke dalam gereja kota. Pada malam Natal, saya meletakkan amplop di pohon, catatan dalam Mike menceritakan apa yang telah saya lakukan dan bahwa ini adalah hadiah dari saya. Senyumnya hal paling cemerlang tentang Natal tahun itu dan dalam tahun-tahun berikutnya. Untuk setiap Natal, aku mengikuti tradisi, satu tahun mengirim sekelompok anak-anak cacat mental ke permainan hoki, setahun lagi cek kepada sepasang saudara laki-laki tua yang rumahnya telah terbakar habis seminggu sebelum Natal, dan seterusnya, dan seterusnya. Amplop menjadi acara utama Natal kami. Itu selalu hal terakhir yang dibuka pada pagi hari Natal dan anak-anak kita, mengabaikan mainan baru mereka, akan berdiri dengan mata terbelalak antisipasi sebagai ayah mereka mengangkat amplop dari pohon untuk mengungkapkan isinya. Saat anak-anak tumbuh, mainan ve ga cara untuk lebih praktis hadiah, tapi amplop tidak pernah kehilangan daya tariknya. Cerita tidak berakhir di sana.

Anda melihat kami kehilangan Mike tahun lalu akibat kanker ditakuti. Ketika Natal tiba, aku masih begitu terbungkus dalam kesedihan bahwa saya hampir tidak mendapatkan pohon berdiri. Tapi malam Natal menemukan saya menempatkan sebuah amplop di atas pohon, dan di pagi hari, ia bergabung dengan tiga lagi.

Masing-masing anak-anak kita, tanpa sepengetahuan yang lain, telah meletakkan sebuah amplop di pohon untuk ayah mereka. Tradisi telah tumbuh dan suatu hari nanti akan berkembang lebih jauh lagi dengan anak cucu kita berdiri di sekitar pohon dengan antisipasi terbelalak menonton sebagai ayah mereka mencatat amplop. Mike semangat, seperti semangat Natal, akan selalu bersama kita.

Nancy W. Gavin

Cerita ini adalah kisah nyata dan terinspirasi empat saudara kandung dari Atlanta, GA untuk memulai The White Envelope Project, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk mempromosikan tradisi ini dan amal memberi.

Scars mengingatkan kita di mana kita sudah - mereka tidak perlu mendikte di mana kita akan pergi.

Joe Mantegna
Aktor

--

Ketika Anda mengembangkan kemampuan untuk menyeimbangkan emosi, masalah-masalah yang tidak diharapkan tidak akan merobohkan Anda tidak seimbang dengan mudah, dan Anda akan kembali lebih cepat untuk pandangan positif.

Peggy McColl
New York Times Best Selling Author
& Pencipta Santai Your Way to Wealth Program

--

Berita: 8 Langkah Mudah Merawat Motor
18 Dec 2009 | 18:12 hrs
Sebagai motor yang bisa menerobos kemacetan lalulintas, motor memang tiada duanya. Namun agar performanya tetap optimal, Jangan pernah mengabaikan perawatan motor.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perawatan motor, antara lain adalah:

1. Periksa kondisi oli karena berperan penting untuk melumas komponen-komponen mesin, sperti stang seher, seher dan ring seher, kruk as dan noken as atau stang klep. Jika keberadaan minyak pelumas sudah berwarna kehitam-hitaman atau kelenturan daya lumasnya berkurang, maka sebaiknya segera diganti dengan oli yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
2. Periksa kondisi aki. Jangan biarkan air accu melewati batas maksimum dan minimum yang akibatnya bisa mempercepat kerusakan pada sel-sel accu. Tambahkan accu pada pagi hari. Segera ganti apabila baterai atau accu sudah mulai melemah.
3. Periksa rantai dan gir. Jangan biarkan rantai terlalu kendor atau terlalu kencang. Cek juga kondisi gir, jika terlalu tajam segera ganti karena jika tidak rantai bisa tiba-tiba putus.
4. Periksa kabel koil dan busi. Segera ganti kabel yang kelihatannya sudah cukup umur dan terlihat banyak keretakan dan pengerasan pada kabel. Jangan lupa perhatikan keberadaaan busi karena busi sangat vital untuk sebuah mesin kendaraan.
5. Perhatikan selang bensin. Jangan membiarkan kondisi selang bensin mengeras atau terjadi retakan-retakan, karena bagian dalam selang bisa jadi sudah tidak elastis dan mengakibatkan serbuk kotoran yang berasal dari selang terbawa karburator.
6. Panaskan mesin selama 2 menit. Panaskan mesin sebelum motor dijalankan agar sirkulasi oli bisa melumasi seluruh bagian dalam mesin yang bergerak.
7. Periksa tekanan angin ban. Jangan terlalu keras dan jangan kurang karena bisa berakibat kembang ban motor rusak.
8. Selalu menggunakan suku cadang asli.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar