Sabtu, 10 April 2010

Psikologies Series : TRADING FOR PLEASURE ?

Bagikan
oleh Ellen Meliawati (catatan) 23 Maret 2010 jam 22:43
by Ellen Meliawati [Stock and Forex Traders, also an Author of V-Traders and www.Santo Vibby .com]

Trading merupakan sebuah bisnis yang sangat menarik karena menawarkan rewards yang cukup besar dalam waktu yang singkat dan tidak membutuhkan tenaga yang banyak.

Bayangkan saja seorang trader dapat meraup keuntungan jutaan, bahkan puluhan, hingga ratusan juta rupiah hanya dalam hitungan menit atau jam. Jumlah yang sangat besar dan tidak mudah diperoleh bila dalam bisnis atau profesi lainnya, dimana seseorang harus bekerja paling tidak beberapa hari atau beberapa minggu untuk memperoleh keuntungan sebesar itu dengan modal yang sama dan tenaga yang tidak sedikit. Sungguh menarik bukan ?

Rewards yang besar di dalam trading dibarengi dengan munculnya resiko yang besar pula. Namun adanya resiko yang besar itu seringkali tidak menghalangi trader dalam usahanya meraup keuntungan yang spektakuler, malahan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi banyak trader.

Fenomena seperti ini secara sadar atau tidak seringkali membuat trader memperlakukan trading bagaikan sebuah permainan atau “online game”, sebagai sebuah hobi untuk memperoleh kesenangan sesaat.

Trader akan merasa lebih bersemangat ketika transaksi mereka memperoleh keuntungan, namun di sisi lain trader juga akan lebih terpacu untuk mengambalikan uang mereka ketika transaksi mereka mengalami kerugian.

Pernahkah Anda terjebak dalam sebuah lingkaran setan ketika Anda sedang trading ? Pernahkah Anda keasyikan trading, tidak peduli loss ataupun gain hingga uang Anda menipis ? Jawablah dengan jujur.

Saya pernah mengalaminya ! Waktu itu saya masih pemula dalam trading Forex. Forex sebagai instrumen trading yang sangat likuid, volatile, dan ter-leverage¬¬ (menawarkan keuntungan yang berlipat serta resiko yang berlipat pula) sungguh menarik buat saya.

Dalam perjalanan trading Forex saya, diawali dengan beberapa keberhasilan dan keuntungan yang sangat spektakuler. Merasa telah berhasil, saya pun lupa diri dan keasyikan tenggelam dalam trading Forex tersebut. Tanpa sadar saya telah menjadikan trading Forex sebagai sebuah hobi. Ketika saya senggang, saya akan membuka akun Forex, melakukan “corat - coret” pada grafik Forex, dan saya melakukan transaksi, bahkan ketika SAYA TAHU bahwa saat itu tidak ada peluang yang cukup bagus dalam market, saya tetap memaksakan diri untuk bertransaksi.

Saya menipu diri saya sendiri dengan memuaskan keinginan sesaat saya, untuk mencapai kesenangan jangka pendek. Sikap seperti itu membuat saya menjadi tidak objektif, mengalami beberapa kerugian bear, dan membuat saya semakin terpukul. Rasa marah membakar emosi saya, membuat saya ingin segera untuk mengembalikan uang yang hilang tersebut, dan terus bertransaksi dengan penuh emosi. Waktu itu saya terjebak dalam sebuah lingkaran setan, sebuah siklus emosional yang merusak, hingga dana saya terkuras habis !

Beberapa kali mengalami siklus seperti itu, saya kemudian sadar jika ada yang salah dalam diri saya. Seringkali saya mempertanyakan sistem / strategi yang saya pakai, apakan ada yang tidak beres ? Namun setelah saya evaluasi kembali, ternyata sistem tersebut tidak salah.

Setelah berdiskusi dengan tutor saya di komunitas V-Traders Academy yang di asuh oleh Bpk. Santo Vibby, saya menyadari bahwa kesalahan terletak pada MINDSET awal dalam diri saya, yang menganggap trading sebagai sebuah permainan dan mesin jackpot. Dengan memperlakukan trading sebagai mesin pencari uang yang mengasyikkan, saya telah menempatkan diri saya sebagai penjudi.

Lalu bagaimana mengatasi hal tersebut ? Berhentilah trading ketika Anda menyadari hal itu juga terjadi pada Anda, dan ubahlah pola pikir Anda.

Dr. Alexander Elder, seorang trader besar sekaligus psikiatris, megatakan bahwa, “Trader yang berhasil tidak berfokus pada berapa banyak jumlah uang yang akan mereka peroleh, namun pada kualitas trading yang baik.” Sebuah fakta yang sangat menarik dan masuk akal !

Ketika seorang trader berfokus pada kualitas transaksi yang baik, ia akan melakukan analisa, membuat trading plan, dan melakukannya dengan sebaik mungkin dan disiplin. Dengan demikian, trader dapat bersikap objektif. Sikap objektif membuat trader dapat mengambil keputusan yang tepat dan trading yang sehat.

Ketika trader menjalankan trading yang berkualitas baik, otomatis keuntungan demi keuntungan pun akan mengikutinya. Trading yang berkualitas tidak berarti trading yang tidak permah merugi. Cut loss / kerugian tetap menjadi bagian dari transaksi mereka, namun transaksi mereka akan menjadi sangat stabil dan konsisten baik dalam meraih keuntungan dan membatasi kerugian. Kerugian yang dibatasi akan melindungi keuntungan dan modal, sehingga pada akhirnya jumlah keuntungan pun tetap lebih besar jika dibandingkan dengan kerugian yang mereka alami.

Menyadari hal tersebut, saya pun berusaha untuk sabar dan disiplin dalam trading. Sekalipun hasilnya tidak “seheboh” yang dipamerkan oleh beberapa trader dalam chat room ataupun forum trading, namun saya boleh puas dan bangga pada diri saya sendiri karena saya mulai berhasil dalam menciptakan transaksi yang konsisten dan stabil.

Sekali lagi saya tegaskan jika Anda ingin berhasil dalan trading maka Anda harus memiliki MINDSET YANG BENAR dalam trading, yaitu TRADING BUKANLAH UNTUK MENGEJAR UANG, NAMUN LAKUKAN AKTIVITAS TRADING UNTUK MENCAPAI TRANSAKSI YANG BERKUALITAS, MAKA KEBERHASILAN AKAN MENJADI MILIK ANDA !

Selamat mencoba dan salam sukses !

--

i Have a BIG GOD in my life
Bagikan
oleh Amanda Valent (catatan) 05 April 2010 jam 15:30
Katakan pada TUHAN kesusahanmu,
agar IA dapat menenangkan jiwamu.
Katakan pada TUHAN sukacitamu,
agar IA dapat membuat kita bijaksana.
Katakan pada TUHAN kerinduan-kerinduanmu,
agar IA dapat menyucikannya.
Katakan pada Tuhan apa yang tidak kau sukai,
agar IA dapat menolongmu mengalahkannya.
Katakan pada Tuhan pencobaan-pencobaan yang kau alami,
agar IA dapat menjadi perisai bagimu.
Tunjukkan pada-NYA luka dihatimu,
agar IA dapat menyembuhkannya.

Jujurlah tentang ketidakpedulianmu terhadap sesuatu yang baik..
sikapmu yang tidak menentu..
Ceritakanlah pada-NYA bagaimana rasa mencintai diri sendiri,
telah membuat engkau tidak adil terhadap orang lain.
Bagaimana kekosongan,
telah membuat engkau merasa tidak aman.
Bagaimana kesombongan,
membuat engkau menipu diri sendiri dan orang lain

--

Suka....? Sayang........? Cinta...............?
Bagikan
oleh Maria Kristina Hutagalung (catatan) 05 April 2010 jam 15:18
Saat kau MENYUKAI seseorang,
kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri

Saat kau MENYAYANGI seseorang,
kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri

Saat kau MENCINTAI seseorang,
kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu



Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada disisinya
maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku
menciummu?"

Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada disisinya
maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku
memelukmu?"

Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada disisinya
maka kau akan menggenggam erat tangannya...



SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata
"Sudahlah, jangan menangis."

SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan
menangis bersamanya

CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan
membiarkannya menangis dipundakmu sambil
berkata,
"Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."



SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan
berkata,
"Ia sangat cantik dan menawan."

SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan
melihatnya dari hatimu dan bukan matamu

CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan
berkata,
"Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."


Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu,
maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya

Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu,
engkau akan menangis untuknya

Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu,
kau akan berkata,

"Tak apa dia hanya tak tahu apa yang
dia lakukan."



Pada saat kau SUKA padanya,
kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu

Pada saat kau SAYANG padanya,
kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH

Pada saat kau CINTA padanya,
kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...



SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu
menguntungkan

SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat
dia membutuhkan

CINTA adalah kau akan menemaninya di saat
bagaimanapun keadaannya


SUKA adalah hal yang menuntut

SAYANG adalah hal memberi dan menerima

CINTA adalah hal yang memberi dengan rela

--

Fakta tentang Laki-laki dan Perempuan
Bagikan
oleh Kardo Eliezer Pasaribu (catatan) 24 Maret 2010 jam 13:05

1.Rata-rata perempuan tidur lebih lama 1 jam saat malam dari pada laki-laki.

2. Bayi perempuan cenderung lebih cepat berjalan dan berbicara, bayi laki-laki 2 bulan lebih lambat.

3. Lebih banyak kehamilan dan kelahiran dengan komplikasi (gangguan) saat mengandung bayi laki-laki ketimbang bayi perempuan.

4. Rata-rata berat otak laki-laki lebih berat 1,4 kg daripada berat otak perempuan.

5. Pergantian kelamin lebih banyak dilakukan oleh laki-laki.

6. Perempuan kurang mampu menahan dingin disebabkan permukaan kulit yang lebih besar, sehingga lebih suka pada suhu ruang yang lebih hangat.

7. Laki-laki lebih suka bicara langsung sesuai tujuannya, sementara pembicaraan perempuan terputus-putus dengan keraguan dan perasaan. Disebabkan serabut penghubung antara belahan otak kanan ( intuisi ) dan kiri ( logika ) lebih sedikit pada perempuan. Sehingga ekspresi perasaan lebih mudah terjadi pada perempuan.

8. Perempuan lebih baik indra penciumannya disebabkan tingginya hormon estrogen yang diketahui sebagai aktivator reseptor penciuman.

9. Perempuan mempunyai 75 % lebih banyak kelenjar keringat/peluh ( yang menghasilkan bau badan ) daripada laki-laki.

10. Kemampuan indra laki-laki untuk mengecap rasa masam, manis dan masin lebih rendah pada perempuan.

11. Lebih dari dua kali pada perempuan cenderung homoseksual (menyukai sesama jenis) pada usia 45 tahun daripada laki-laki.

12. Pada saat usia tua perempuan mengalami kerontokan rambut, pada usia yang sama sebagian besar laki-laki mengalami kebotakan. Kebotakan disebabkan produksi berlebihan dari hormon androgen (hormon laki- laki ).

13. Berpapasan dengan perempuan pada jalanan ramai, laki-laki menghadapkan tubuhnya menghadap perempuan yang dilewatinya. Perempuan cenderung membalikkan badan, sering secara tidak sadar menempatkan tangan di depan badannya untuk melindungi dada.

14. Kira-kira 48 % laki-laki mendengkur ketika tidur, hanya 22 % pada perempuan.

15. Laki-laki lebih banyak memilih merah, dan perempuan warna biru.

16. Perempuan rata-rata 153 detik berada di toilet, laki-laki 113 detik.

17. Satu berbanding empat, perempuan dibanding laki-laki yang berbicara gagap.

18. Penelitian di Amerika, perempuan menggunakan waktu hampir 2 kali lebih banyak untuk berbelanja dibanding laki-laki.

19. Perempuan secara umum yang lebih menentukan corak dan gaya pakaian yang dipakai.

20. Penelitian di England, anak laki-laki lebih mudah dibohongi/diperdaya daripada anak perempuan. Kalau di Indonesia ENTAHLAH...

--
Kiat Jitu Menangani Penolakan
Penulis : Rudy Lim
Rating Artikel :
Jumat, 09-April-2010

Dalam kehidupan kita sehari-hari pasti pernah mengalami penolakan, terutama bagi Anda yang berprofesi sebagai marketers atau yang tengah mengembangkan bisnis Anda sendiri. Apalagi teman-teman yang di industri network marketing ataupun asuransi, mungkin penolakan itu sudah menjadi makanan pokok Anda sehari-hari. Lantas apakah Anda takut dengan penolakan? Bagaimana Anda menyikapi penolakan yang Anda terima?

Satu hal yang perlu kita sadari adalah bahwa penolakan itu adalah hal biasa, dalam industri atau bidang apapun. Selama kita menawarkan sesuatu ke orang lain, apakah itu berupa barang atau jasa, Anda mempunyai kemungkinan ditolak. Saya sering mengatakan: “Penolakan itu hal biasa. Penerimaan baru Luar Biasa !” Bahkan penjual terbaik dan tergigih di dunia sekalipun pernah mengalami penolakan. Namun Anda bisa membuat penolakan itu justru berguna buat Anda. Apa yang harus Anda lakukan ketika seseorang mengejek ide besar Anda? Berikut empat cara untuk membalikkan penolakan menjadi penerimaan dan kesuksesan yang besar:

1. - Jadikan setiap kata TIDAK sebagai Pembukaan, bukan Akhiran.

Jika seseorang menolak ide besar Anda hari ini, di masa depan penolakan akan menjadi peluang untuk membangun jejaring Anda. Sedikit sekali orang yang akan mengatakan secara terang-terangan: “Jangan pernah injakkan kaki lagi di sini.”

Kenyataannya, jika mereka punya sedikit rasa kemanusiaan, mereka akan merasa tidak enak untuk mengecewakan Anda. Tanyakan dengan sopan, “Anda tidak keberatan jika saya kabari Anda tentang kemajuan saya di waktu yang akan datang?” Saya jamin, kebanyakan orang akan mengiyakan pertanyaan itu. Kemudian, ikuti saja. Tambahkan mereka kedalam daftar follow up Anda, dan selalu kabarkan perkembangan bisnis Anda.

2. - Gali makna di balik kata TIDAK, temukan solusinya.

Jadikan penolakan sebagai peluang untuk melakukan riset yang berharga. Dalam setiap kata TIDAK, terdapat serpihan informasi yang akan membantu Anda menyempurnakan metode, dan produk Anda. Alih-alih menyelinap keluar dari rumah atau kantor yang Anda datangi, tetaplah duduk di sana selama Anda diizinkan tuan rumah, dan cobalah mengorek keterangan dari mereka.

Apa yang mereka tahu tentang bisnis atau produk yang sedang Anda tawarkan, yang tidak Anda ketahui? Cari tahu alasan sebenarnya kenapa mereka tidak menyukai produk Anda. Apa yang mereka butuhkan? Mungkin cara penawaran Anda kurang menarik atau Anda datang di waktu yang tidak tepat, dll. Temukan jawabannya.

3. - Jangan menyamaratakan kata TIDAK.

Tidak ada produk atau jasa yang tepat bagi setiap orang. Jika Anda ditolak, sadari bahwa bukan Anda yang ditolak. Yang ditolak hanyalah produk atau jasa Anda. kemungkinan Anda belum menentukan secara spesifik ceruk Anda. Atau mungkin Anda mendekati orang yang kurang tepat. Sebelum anda meninggalkan pertemuan, tanyakan kepada orang yang sedang Anda dekati apakah ia bisa menyarankan orang lain yang mungkin tertarik dengan produk atau jasa Anda. Selalu minta referensi atau rekomendasi untuk Anda.

4. - Dapatkan kata "Ya" lain kali. Never Give Up!

Sudah sering kita mendengar kisah para wirausaha sukses yang dengan gigih kembali dan kembali mengetuk pintu rumah itu, kadang-kadang sampai bertahun-tahun. Mereka menunjukkan sikap: “Akan saya tunjukkan kepada mereka” yang tak tergoyahkan. Dan selalu katakan pada diri Anda sendiri : “Suatu hari , saya pasti dapatkan deal itu!”

Yang terpenting adalah jangan pernah putus asa dan kehilangan antusiasme Anda, jangan biarkan penolakan menghalangi jalan Anda untuk mewujudkan ide besar Anda dan menghentikan langkah Anda menuju sukses, Ingat selalu : “Penolakan itu Biasa, Penerimaan baru Luar Biasa !” Angkat telepon, dan teleponlah orang berikutnya dalam daftar Anda. Just Perform, Do Your Best !

1 komentar: