Kamis, 15 April 2010

*Mengapa Aku “Resign” dari Bank Central Asia

*oleh Made Teddy Artiana, S. Kom

*“Kok resign sih dari BCA ?”*

Entah sudah berapa kali, pertanyaan *simple* (yang jawabannya sama sekali
tidak *simple*) ditanyakan kepadaku. Seandainya saja aku mau berusaha keras
untuk mengingat kemudian menghitung jumlahnya, aku akan kesulitan
melakukannya. Karena memang tak terhitung jumlahnya, alias sudah teramat
sering.

Bahkan beberapa orang sempat berkali-kali memintaku untuk menuliskan hal
itu. Supaya menjadi pelajaran bagi orang lain, begitu alasan mereka. Bagi
siapa ? Entahlah.

Segolongan teman yang mewakili wiraswasta atau lebih beken disebut
enterpreneur, menunggu jawaban yang mereka harapkan dapat menjadi sekedar
pembenaran bagi alasan-alasan mereka menjadi enterpreneur. Alasannya
beragam, dari gaji karyawan yang dianggap kurang, dendam pada atasan, tidak
punya pilihan, dan berbagai alasan lainnya.

Sedangkan golongan yang kedua adalah kaum profesional (baca : karyawan)
tentunya, seringkali merasa jengah, bahkan sebelum mereka mendengar sepatah
kata apapun sebagai jawaban atas pertanyaan diatas.

Bagiku pribadi keduanya sama-sama klise dan sama-sama menggelikan.

Aku bekerja di PT. Bank Central Asia, Tbk dengan awal yang unik. Sebagai
seorang yang masih tergolong *freshgraduate* aku dipanggil oleh BCA untuk
sebuah wawancara. Sebagai sebuah catatan, ketika itu krisis moneter tengah
hebat-hebatnya terjadi di Indonesia. Puluhan ribu karyawan di PHK, sementara
puluhan ribu sarjana dan calon sarjana, ketar-ketir harap-harap mules, di
kampus mereka masing-masing. Mau keluar dari sana, tidak ada pekerjaan. Mau
bertahan dikampus, malu karena ketuaan.

“Saya ingin ditempatkan di team internet banking BCA”, jawabku ketika dua
orang petinggi di Divisi Teknologi Informasi bertanya tentang minat yang
mendorongku bergabung dengan mereka. “Tetapi team yang Anda maksud belum
ada”, jawab salah satu dari mereka, sambil menatapku tajam. “Dalam beberapa
bulan lagi team itu akan Bapak bentuk”, jawabku tidak mau kalah.

Mereka saling berpandangan satu sama lain.

“Salah seorang direktur BCA mengatakannya di koran”, sahutku seolah mengerti
jalan pikiran mereka. “Ia mengatakan dalam beberapa bulan BCA akan
mengkonsetrasikan diri mereka kepada pengaplikasian teknologi internet. Dan
itu pastilah berarti bahwa BCA akan membentuk team itu segera. Dan saya
ingin berada disana !”.

Salah seorang kembali bertanya, “Seandainya saja Anda ditempatkan di team
lain, dengan bidang yang lain, yang bukan merupakan team yang Anda mau.
Apakah Anda bersedia ?”.

“Maaf Pak, yang saya inginkan hanya di team internet banking, dan bukan yang
lain. Jika saya diletakkan dibagian lain, saya lebih memilih untuk tidak
diterima di bank ini, karena bagi saya itu adalah sebuah langkah mundur”,
jawabku membulatkan tekad memberanikan diri.

Dengan tidak aku duga sama sekali, kedua orang pewawancara itupun tertawa
terbahak-bahak, sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka.

“Orang gila..orang gila….ya..ya..ya..”, kata mereka kepadaku.

Interview hari itu ditutup begitu saja. Dengan sebutan gila untukku dan
terakhir sebuah jabat tangan erat.

Beberapa hari kemudian aku dipanggil kembali, kali ini oleh dua orang yang
berbeda. Yang seorang berwajah tampan menggunakan kaca mata dan berkulit
putih bersih. Dia jauh lebih irip seorang model atau pemain film,
dibandingkan seorang pakar IT(Information Technology). Sedangkan yang
seorang lagi, berambut tipis dan memiliki perut yang gemuk. Kalau yang satu
ini memiliki aura IT yang begitu kental. Sorot matanya menandakan ia orang
yang sangat cerdas.

“Ha..ha..ha..rupanya ini orangnya…ha..ha…ha..”, sambut mereka serempak
ketika baru saja melihat sosokku memasuki pintu ruangan itu.

Kami segera berjabat tangan (lagi), dan setelah itu entah mengapa kedua
orang itu menghabiskan kurang lebih 2 menit selanjutnya dengan mengamatiku,
berpandangan satu sama lain, kemudian tersenyum, lalu menggeleng-gelengkan
kepala dan tertawa.

Singkat cerita, beberapa bulan kemudian BCA membangun aplikasi Internet
Banking mereka yang kemudian diberinama klikBCA, dan aku ada disana, sebagai
team inti yang bertanggungjawab akan tugas tersebut. Sesuatu yang sangat
membanggakan dan tidak akan terlupakan seumur hidupku. Aku mendapatkan apa
yang sungguh-sungguh ingin ku kudapatkan. Teknologi internet banking,
database, networking, web programming dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, sejak saat itu aku mendapat sebuah pelajaran yang sangat
berarti, bahwa hidup ini akan memberikan sesuatu apapun itu (yang baik)
kepada siapapun yang sungguh-sungguh meminta dan mengingininya.

Perjalanan yang sangat mengasyikkan kulakoni di bank itu, hingga tidak
terasa hampir tujuh tahun berlalu ! Banyak hal berharga yang telah kuterima
dari BCA kala itu, diantaranya : memperkokoh gelar Sarjana Komputer dari
kampus, dengan serangkaian praktek nyata dilapangan, belajar sistem dunia
perbankan, investasi didunia saham, termasuk pelajaran-pelajaran “tambahan”
lain.

Sepanjang waktu itu juga aku bertemu dengan beberapa tipe karyawan yang
“katanya” nyaris ada disetiap perusahaan. (Bahkan diperusahaan yang kubentuk
)

Tipe pertama, mereka yang antusias akan pekerjaan mereka dan bahagia
sekaligus bersyukur dengan *salary* yang mereka dapatkan. Mereka adalah
golongan orang-orang yang walau masih hidup didunia, tetapi merasa di surga.

Golongan kedua adalah mereka yang pasrah dengan pekerjaan mereka dan iklash
dengan *salary* mereka. Ini adalah tipe robot, yang melakukan sesuatu bukan
karena hasrat, tetapi sebagai sebuah kebiasaan. Dingin dan otomatis.

Golongan karyawan ketiga, adalah mereka yang begitu termotivasi pada
pekerjaan mereka tetapi tidak ambil pusing pada gaji yang mereka peroleh.
Ini adalah golongan pekerja sosial.

Yang terakhir, golongan keempat, adalah mereka-mereka yang benci pada
pekerjaannya, tetapi menerima uangnya (karena alasan kebutuhan). Tipe ini
akan selalu komplain, tetapi tidak pernah berani keluar dari tempat dimana
ia bekerja. Golongan ini kami sebut (bukan oleh saya…tetapi oleh kami)..agak
kasar mohon maaf…sekali lagi maaf…sebagai pelacur.

Golongan pelacur inilah yang paling mengherankan. Mereka komplain setiap
hari akan pekerjaan mereka, komplain akan gaji mereka, setiap hari
menjelek-jelekkan perusahaan tempat mereka bekerja, selalu merasa
diperlakukan tidak adil, selalu kurang, selalu ada yang salah, tetapi tidak
berani atau tidak berhasil mendapatkan tempat kerja baru. (mungkin karena
takut, atau mungkin tidak keterima dimana-mana).

Kempat hal inilah pelajaran “tambahan” yang kumaksud itu.

Oh iya, ada satu hal lagi yang paling berharga yang kuterima dari BCA saat
itu, yaitu diperkenalkan pada sebuah hobby bernama *photography*. Sebuah
hobby yang sangat luar biasa. Hobby ini juga yang membuat hari Sabtu dan
Minggu adalah hari tanpa istirahat buatku. Senin sampai Jumat di kantor,
sedangkan Sabtu, Minggu motret. Hobby ini terus bergerak sedemikian rupa
sehingga membuat Selasa hingga Kamis ada di kantor, Jumat bolos setengah
hari, untuk motret. Senin bolos fullday (jika Sabtu Minggu motret diluar
kota). Sabtu dan Minggu, hampir pasti untuk motret.

*Boss di kantor yang semula bertanya, “Kemana lu kok nggak masuk ?”,
akhirnya mengubah pertanyaan itu menjadi “Gimana foto kemaren, bagus nggak
?”*

Clientnya pun beragam, dari wedding, perorangan hingga perusahaan. Bahkan
kegiatan potret memotret didunia wedding, secara tidak sadar menggiring kami
untuk membentuk sebuah wedding planner yaitu Kistijah, yang tetap beroperasi
hingga sekarang. Lebih dari itu hobby photography akhirnya menggiringku
kesebuah persimpangan yang membuat aku mau tidak mau harus memilih yang satu
dan meninggalkan yang lain.

Tidak ada yang salah dengan Bank Central Asia, yang terjadi adalah sesuatu
yang berbeda dalam diriku. Aku menemukan sebuah panggilan yang semakin lama
semakin kurasakan memang diperuntukkan oleh kehidupan bagiku. Dan panggilan
itu bernama “enterpreneur”.

Proses kontemplasi ini berlangsung selama sebulan penuh pada saat aku
terbaring karena sakit dirumah. Ketika itu aku baru saja selesai mengerjakan
sebuah proyek foto dari dua buah perusahaan obat-obatan terbesar di
Indonesia, yaitu Kalbe Farma dan Dankos Laboratories. Mungkin juga karena
kurang beristirahat setiap minggunya, membuatku kelelahan dan akhirnya
jatuh sakit.

Merasa terpanggil, dan tidak ingin mendua hati, disamping perasaan bersalah
kepada BCA karena tidak bekerja seoptimal dulu, membuat aku akhirnya
memutuskan untuk menjawab panggilan itu dan meninggalkan Divisi Teknologi
Informasi PT. Bank Central Asia, Tbk.

Jadi alasan kepergianku dari BCA dan memulai perjalanan dalam dunia
enterpreneur tidak sama dengan alasan klise yang sering “digembar-gemborkan”
oleh sebagian dari mereka yang kemudian beralih dari karyawan menjadi
siluman enterpreneur. Orang-orang yang merasa mentok di karir pekerjaan,
atau ingin buru-buru kaya, ataupun dendam akan pekerjaan dan perusahaan
mereka.

(Aku resign dari BCA, sambil mengantongi sebuah janji promosi di satu tahun
kedepan)

Entah mengapa begitu banyak orang, baik dari golongan profesional/karyawan
maupun enterpreneur, mempunyai anggapan bahwa enterpreneur itu berada di
srata lebih tinggi dari kaum karyawan. Sebuah anggapan yang bagiku pribadi,
tidak selalu benar dan sangat tidak mendasar. Padahal kaum enterpreneur
seringkali sangat menggantungkan kesuksesan dan kelangsungan hidup bisnis
mereka pada para profesional yang ada. Apakah pengusaha sekaliber Bob Sadino
tidak membutuhkan sederet kaum profesional yang membantunya mencetak
miliaran rupiah ? Rasanya tidak mungkin.

Anggapan ini juga sama kelirunya -bagiku pribadi- dengan sebuah anggapan
bahwa kalau ingin cepat kaya jadilah enterpreneur, sedangkan kalau mau
miskin seumur hidup jadilah karyawan. Ini sesuatu yang aneh, mengingat
setiap orang memiliki gunung rejekinya sendiri-sendiri. Dan TUHAN, Yang Maha
Kaya sama sekali tidak dapat diukur dengan “besar-kecilnya” gaji yang
diperoleh oleh karyawan diperusahaan tempatnya bekerja, karena rejeki yang
IA siapkan tidak terbatas bagi masing-masing orang.

Sekali lagi, bagiku pribadi, semua ini adalah masalah panggilan dan pilihan.

Sehingga tidak ada alasan untuk tidak berbangga menjadi seorang
karyawan/kaum profesional apalagi seorang karyawan yang sungguh-sungguh
profesional. Dan sama sekali tidak ada alasan bagi kaum enterpreneur untuk
membusungkan dada dan memandang rendah mereka yang berada diquadrant lain.

Seperti nasehat bijak yang pernah kudapatkan dari seseorang yang luar biasa,
“Yang jelas dimanapun kita berada dan apapun status kita, selalu berikan
yang terbaik. Jika kita kebetulan sebagai karyawan, berikan yang terbaik dan
berdoalah selalu bagi perusahaan tempat kita bekerja. Jika kita adalah
enterpreneur, berikan yang terbaik untuk karyawan kita dan untuk
client-client kita, maka rekaman-rekaman tak kasat mata dalam hidup ini akan
mencatat secara sangat detail semua sumbangsih kita, kemudian menunggu waktu
tepat untuk membalaskan kepada kita semuanya itu. Bukan berdasarkan golongan
enterpreneur atau karyawan, tetapi seberapa tulus kita memberikan yang
terbaik bagi kehidupan. Karena TUHAN pemilik kehidupan ini tidak pernah
membiarkan diri-NYA berhutang kepada siapapun !” (***)


Al Qaeda Mengumumkan Pendeta Koptik Zakaria Botros Sebagai “Kafir Yang Paling Dicari Di Seluruh Dunia


Al-Qaeda juga menawarkan upah USD $60 juta bagi kepala Botros. Silakan pula baca Musuh Islam Nomer Satu. Al-Qaeda mengarahkan serangan pada penginjil Arab yang beroperasi di AS karena dia telah menyebarkan Injil kepada Muslim.


Oleh Joel C. Rosenberg untuk Flashtraffic, 9 September 2008.



Anda mungkin belum pernah mendengar Pendeta Zakaria Botros, tapi penting untuk mengetahui tokoh ini. Dia adalah penginjil Arab Amerika yang paling efektif, terkenal, konstroversial di dunia Muslim. Dia bagaikan Rush Limbaugh bagi para Revivalis. Khotbahnya lucu, cerdas, meyakinkan, dan provokatif. Musuh-musuhnya tidak hanya ingin membungkamnya, tapi membunuhnya sekalian.



Minggu lalu aku dapat kehormatan mewawancarai Botros melalui telpon dari tempat tinggalnya yang tersembunyi di AS. Dia mengatakan padaku bahwa dia baru saja tahu website Al Qaeda memasang fotonya dan menyebutnya sebagai Kafir yang “paling dicari” di seluruh dunia. Mereka juga sudah memasang harga bayaran bagi kepalanya. Christian Broadcasting Network melaporkan bahwa harga kepalanya adalah $60 juta. Botros tidak tahu berapa tepatnya. Tapi bandingkan saja dengan kepala Osama Bin Laden yang “hanya” dihargai Pemerintah AS $25 juta.



Kenapa yah para Muslim sangat jengkel dengan pendeta tua Koptik Kristen dari Mesir yang sudah berusia 70 tahunan ini? Jawabnya adalah karena Botros memerangi Islam melalui udara, dan dia menang.



Botros mengabarkan Injil melalui teknologi satelit canggih yang mampu menembus benteng-benteng para Pemerintah Islam untuk menahan penginjilan di tanah Islam. Dengan begitu, Botros secara langsung menantang Muhammad sebagai Nabi, dan Al-Quran sebagai firman Allah SWT. Secara sistematis dia membahas kehidupan Muhammad, kisah demi kisah, untuk menunjukkan sifatnya yang buruk dan penuh dosa. Dia membahas Al-Quran dengan seksama, ayat demi ayat, sambil menunjukkan isinya yang bertentangan satu sama lain dan tiadanya konsistensi pesan. Tidak hanya kesalahan Islam saja yang dia jabarkan, tapi juga penyampaian pesan pada Muslim mengapa Yesus mengasihi mereka dan bersedia menerima dan mengampuni mereka.



Jika hal ini dilakukan Botros secara diam-diam, atau jika siaran TV satelitnya tiada yang menonton, maka tentunya tidak akan ada keributan yang ditimbulkannya. Tapi program TV-nya yang berlangsung selama 90 menit – dengan pesan campuran antara khotbah, ajaran, dan jawaban dari para penelpon (yang kebanyakan jengkel) dari seluruh dunia – merupakan program TV “wajib tonton” di seluruh dunia Muslim. Program TV-nya ditayangkan empat kali seminggu dalam bahasa Arab, yang merupakan bahasa asli Botros, di jaringan TV satelit bernama Al Hayat (TV Hidup). Siaran TV ini bisa dilihat di seluruh negara-negara di Afrika Utara, Timur Tengah, Asia Tengah, dan juga seluruh Amerika Utara, Eropa, Australia, dan New Zealand. Tidak hanya bisa ditonton di mana saja, tapi juga oleh sekitar 50 juta Muslim setiap hari.



Selain itu, website Botros dalam berbagai bahasa juga didatangi jutaan peminat. Di website ini, para Muslim bisa membaca khotbahnya dan mempelajari artikel-artikel jawaban atas FAQ (Frequently Asked Question = Pertanyaan-pertanyaan Yang Paling Banyak Diajukan). Pengunjung pun juga bisa masuk ruang chat bernama “Pal Chat” di mana mereka tidak hanya boleh tapi juga dianjurkan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang paling susah pada para penjawab di website itu yang kebanyakan adalah para murtadin yang membelot ke Kristen dan tahu betul apa yang biasanya dipikirkan umat Muslim.



Akibatnya, Botros – yang sudah mengudara sejak tahun 2003 – telah jadi nama terkenal sehari-hari di dunia Muslim. Koran Arab menyebutkan sebagai “Musuh Masyarakat Islam #1?. Jutaan Muslim membencinya, tapi tetap menonton dan mendengarkannya. Mereka memproses informasi dari Botros dan membicarakan hal itu dengan teman-teman dan keluarganya. Ketika Botros menantang Imam-imam radikal Muslim untuk menjawab tuduhan-tuduhannya terhadap Islam dan Al-Quran, jutaan penonton menunggu bagaimana para Imam akan menjawabnya. Tapi ternyata jawaban jarang muncul, karena mereka lebih memilih menyerangnya daripada menjawabnya. Tapi semakin banyak Muslim radikal menyerangnya, Botros justru jadi semakin tenar. Karena semakin tenar, maka semakin banyak pula Muslim yang menontonnya. Semakin banyak Muslim mengamati, semakin banyak pula Muslim yang akhirnya berkesimpulan bahwa Botros ternyata benar dan mereka pun lalu murtad dan beralih agama ke Kristen. Botros memperkirakan setidaknya 1.000 Muslim per bulan berdoa untuk menerima Kristus lewat telepon genggamnya. Sebagian Muslim berdoa menerima Kristus di siaran TV bersama Botros. Ini tentunya hanya pucuk gunung es saja, karena dari sekian banyak penelpon, memang hanya sedikit yang akhirnya bisa masuk percakapan per telpon. Juga karena tidak cukup banyak penjawab terlatih yang bisa menerima telpon dari para penonton.



Botros yakin kebanyakan Muslim bukanlah Muslim radikal, tapi dia menjelaskan bahwa Muslim tersesat secara rohani, dan dia ingin sekali menolong mereka mendapatkan jalan kembali ke Tuhan yang menciptakan dan mencintai mereka.



“Aku percaya semua ini hasil kerja Tuhan,” kata Botros padaku. “Dialah yang membimbingku. Dia menjelaskan padaku apa yang harus kukatakan. Dia menunjukkan pada apa yang harus kutulis di websiteku. Dia menunjukkan lebih banyak lagi bagaimana cara menggunakan teknologi untuk mencapai orang-orang dengan pesan keselamatanNya.”



Silakan kunjungi website Botros di sini.



Sejumlah faktor yang mempengaruhi fenomena Botros ini :

PERTAMA, bentuk media baru - khususnya TV satelit dan Internet (bentuk-bentuk utama TV al Hayat) - memungkinkan orang bertanya tentang Islam, tanpa takut dianiaya atau dibunuh. Ini mengakibatkan untuk pertama kalinya penonton - bahkan dari Saudi, dimana Injil-Injil disita dan dibakar - menelpon show itu untuk berdebat dengan Botros dan kolega-koleganya dan bahkan menyatakan kemurtadan mereka [dan masuk Kristen].

KEDUA, siaran Botros dalam bahasa Arab - bahasa sekitar 200 juta orang, kebanyakan Muslim. Kemahiran Botros berbahasa Arab Klasik tidak hanay memungkinkannya mencapai audiens yang lebih luas, dan memungkinkannya untuk membahas lebih dalam literatur Arab yang berjilid-jilid sehingga melaporkan kepada Muslim-muslim KTP tentang kepincangan-kepincangan dalam Islam.

KETIGA, analisanya tidak dapat dibantah. Contoh pembahasannya tentang "Apakah jihad sebuah kewajiban bagi semua Muslim ?"; "Apakah wanita lebih rendah dari pria dalam Islam?"; "Benarkah Mohammed mengatakan bahwa monyet-monyet wanita harus dirajam dengan batu ?" "Apakah meminum air kencing nabi-nabi memang diwajibkan shariah ?". Botros menjawab setiap pertanyaan dengan kutipan dari sumber-sumber Islam yang jelas, dari teks otoritatif Quran, hadis dan teologi-teologi Muslim ternama, dari dulu sampai sekarang.

Ia juga mengundang para ulama untuk menunjukkan kesalahan metodologinya (kalau ada). Tapi ia menuntut bahwa jawaban ulama harus didasarkan pada "al-dalil we al-burhan," - "dalil dan bukti."

DAN ternyata, tanggapan ulama sering dalam bentuk BUNGKAM KESUMAT, yang membuat siaran-siaran Botros semakin menggiurkan bagi penonton Muslim. Ulama yang sering merujuk kepada kesimpulan-kesimpulan Botros mau tidak mau MALAH menyatakan persetujuan mereka dengannya - sehingga sering menunjukkan wajah-wajah merah malu pada siaran TV langsung ini.

Botros menghabiskan tiga tahun untuk menarik perhatian dunia pada sebuah hadis otentik namun sangat memalukan bahwa : wanita Muslim harus MENYUSUI lelaki tidak semuhrim (bahkan lelaki tidak dikenal) agar dapat berada dalam satu ruangan sendiri dengan si lelaki tersebut.

MESIR : fatwa MENYUSUI lelaki dewasa !!

Seorang pakar hadis, Abd al-Muhdi, dihadapkan pada hadis ini pada sebuah siaran TV live yang dimoderasi oleh pembawa acara Hala Sirhan. Al-Muhdi menegaskan bahwa meyusui lelaki dewasa, menurut shariah, adalah sebuah CARA SAH untuk memudahkan wanita-wanita, yang tadinya "terlarang" bagi lelaki yang tidak semuhrim, mengadakan hubungan dengan lelaki lain - logikanya adalah bahwa dengan "menyusui" lelaki itu, ia menjadi seperti "putera" sang wanita dan oleh karena itu tidak lagi bisa memiliki nafsu birahi terhadap wanita tersebut.

Yang paling lucu, Ezzat Atiyya, kepala Departemen Hadis di Universitas al-Azhar - institusi Islam Sunni yang paling otoritatif - malah mengeluarkan fatwa untuk mengabsahkan "Rida' al-Kibir" (istilah shariah bagi "menyusui orang dewasa"), yang sampai mengakibatkan kemarahan besar dalam dunia Islam sampai fatwa itu harus dicabut. (Tapi hadis-nya masih eksis!)

Botros memainkan peranan penting dalam memfokus pada masalah memalukan ini dan memaksa ulama untuk memberi tanggapan. Seorang tamu lain pada show Hala Sirhan, Abd al-Fatah, malah semakin mempermalukan para ulama: "Saya tahu kalian semua menonton siaran pendeta itu dan tidak seorangpun dari kalian [menunjuk pada Abd al-Muhdi] mampu menanggapinya, karena ia selalu mengutip sumber-sumber sahih !"

Karena impotensi mereka menjagal Botros, satu-satunya strategi yang tersisa bagi ulama adalah menuntut kematiannya (dengan hadiah US$5 juta bagi kepalanya) atau tidak mengacuhkannya. Setiap kali namanya muncul, mereka mengutuknya sebagai siapa lagi kalau bukan antek-antek Yahudi. Taktik ini mungkin memuaskan beberapa Muslim TAPI tetap saja masyarakat umum terus menuntut agar ulama memberikan jawaban tegas dan konkrit kepada sang pendeta.

Contoh paling dramatis adalah pada siaran TV internasional, Iqra.

Sang pembawa acara, Basma, Muslimah konservatif berhijab, menanyakan kepada dua ulama, termasuk Sheikh Gamal Qutb, yang pernah menjabat sebagai mufti agung universitas al-Azhar, untuk menjelaskan legalitas ayat Quran (4:24) yang mengijinkan lelaki untuk menggagahi wanita-wanita tahanan perang. Ia berulang-ulang menanyakan: "Betulkah menurut shariah, sex dengan budak masih berlaku ?"

Kedua ulama tidak memberikan jawaban jelas, mereka cuma bisa OOT (Out Of Topic) dan mengutuk Yahudi. Basma menegaskan kembali : pemuda-pemuda Muslim bingung dan PERLU JAWABAN seketika ini juga, karena "ada sebuah saluran TV khusus dan seorang lelaki yang mendiskusikan masalah ini selama 20 tahun & belum juga mendapatkan tanggapan dari kalian."

Sheikh Qutb yang wajahnya memerah berteriak, "Percuma menanggapi orang-orang hina macam itu !" dan angkat kaki dengan marah dari set film. Ia kemudian kembali lagi, tapi menolak untuk mengakui bahwa Islam memang mengijinkan budak-budak sex dan malah menghabiskan waktu mengumpat dan mengutuk Botros. Ketika Basma mengatakan "99% Muslim, termasuk saya, tidak mengerti masalah pergundikan dalam Islam dan sulit menerimanya." Sang sheikh menjawab, "Kalian tidak perlu mengerti." Dan bagi Muslim-muslim yang menonton dan dipengaruhi Botros, ia menghardik, "Itu urusan kalian ! Kalau putera saya sakit dan memilih untuk mengunjungi seorang mekanik dan bukan seorang dokter - maka itu urusan dia !"

Namun sukses utama Botros adalah tujuannya untuk menyelamatkan jiwa Muslim. Ia selalu memulai dan mengakhiri programnya dengan menyatakan bahwa ia mencintai semua Muslim dan ingin menjauhi mereka dari kepalsuan dan membawa mereka menuju kebenaran.

Dengan demikian Father Zakaria Botros memerangi api dengan api.

What's up dengan Wanita Sexiest ini polling? Mereka begitu subjektif - kecantikan (atau lebih tepatnya, keseksian - mereka dua hal yang sangat berbeda, kau tahu) ada di mata orang yang melihat, setelah semua - dan oleh karena itu mau tidak mau daftar akurat untuk seseorang di luar sana. Mungkin banyak orang, sebenarnya. Kita mungkin tidak pernah tahu siapa Sexiest Wanita di planet ini benar-benar adalah - Perempuan yang akan mempersatukan semua orang di planet ini, di mana kita bisa semua setuju, "YA. Ini adalah Sexiest Perempuan di Bumi." Tetapi kita dapat berspekulasi ...

Stuff Magazine baru-baru ini menerbitkan daftar 100 Sexiest Women. Top 10 adalah sebagai berikut.

10. Christina Aguilera - Wow. Really? Bukankah dia, seperti, kinda gross?

9. Malin Akerman - Hello! Siapa kau? Nama keren juga - "Malin Akerman" terdengar seperti nama James Bond penjahat.

8. Angelina Jolie - Kami tidak terkejut dia membuat daftar, tidak pula kami tidak heran dia tidak peringkat lebih tinggi - berlari di seluruh dunia mengadopsi anak-anak bukannya bertindak semua gila seperti yang biasa dilakukannya mengurangi keseksian Anda.

7. Olivia Wilde - New darah. Mencolok! Jenis kucing. Christopher Nolan, perhatikan bila Anda mendapatkan sekitar untuk menempatkan Selina Kyle di salah satu film Batman.

6. Sienna Miller - Sienna's hampir sama banyaknya kepala-scratcher seperti Paris Hilton. Kenapa dia terkenal? Karena ia tidur dengan (dan istirahat dengan) orang-orang terkenal dan sering difoto telanjang? Saya kira kita hanya menjawab pertanyaan kita sendiri.

5. Katharine McPhee - Tentu. Mengapa tidak?

4. Eva Longoria - 10 dolar Desperate Housewives mengatakan jika tidak seperti acara populer, Eva bahkan tidak berada di atas 100. 10 dolar. Any takers?

3. Jessica Alba - ditebak. Apakah Anda memiliki banyak bertindak pentas di dalam kamu, Jessica, atau apakah Anda hanya akan pantai oleh trik Anda seperti cemberut dan tersenyum?

2. Scarlett Johansson - MENGAPA?! Ya, dia memiliki rak raksasa, tapi dia begitu sialan membosankan! Rage.

1. Jessica Biel - Hah. Benar-benar. Nah, dalam beberapa hal, Jessica adalah yang paling manusia seperti dari Top 10 - dia tampak seperti dia pergi ke gym sekitar delapan kali sehari. Dan kami menganggap mayoritas peserta yang mengambil jajak pendapat ini adalah laki-laki, jadi ... mungkin ada kemanjaan di sana.

Jadi itu bagus. Berikut adalah pilihan kami - dan, sesuai dengan tradisi, kita sedang melakukan Top 11 dan bukan dari Top 10.

11. Rachel Bilson - Ya, dia bukan lil aktris terbaik di dunia, tapi ada sesuatu yang memesona tentang Rachel. Dia punya rahasia. Tidaklah mengherankan jika ia berakhir di peduli film Zach Braff.

10. Zooey Deschanel - Zooey's awesome 'karena tidak hanya dia yang berapi-api cutie-pie, dia tampak seperti dia baru saja asyik untuk bergaul dengan ... bermain sedikit Xbox, melakukan beberapa tembakan, memesan pizza, membuat di sofa ...

9. Naomi Watts - Dia akhir-akhir ini kehilangan beberapa poin karena dia hamil dengan anak Liev Schreiber's (???), tapi Naomi akan selamanya berada dalam hati kita berkat nya super-seksi gilirannya Cuckoo-burung di Mulholland Dr dan untuk mencuri hati kita sebagai juga kera besar dalam King Kong.

8. Julianne Moore - rambut merah yang paling cantik di luar sana, titik. Berkelas, wanita cerdas, baik memberikan super-intensif performa ketika anda membutuhkannya. Plus dia mendapat banyak telanjang.

7. Hilary Swank - Ah, Hilary. Kami menikmati berselingkuh dengan Anda sementara Anda menikah dengan Chad Lowe. Sekarang bahwa Anda seorang Single Woman, mungkin Menikmati Single Woman Sex, Anda tampaknya semakin tak terjangkau. Plus Anda membintangi film horor. Ambil paruh Mu dari hati kami ...

6. Milla Jovovich - Milla's awesome. Periode. Dia gila. Dia cool. Ada menghentikannya. Dia adalah Ibu Alam. Takut kepadanya. Ibadah dia.

5. Mary Elizabeth Winstead - Beberapa darah baru di sini. Mary cute dalam Final Destination 3 dan mungkin akan lebih manis dalam Grindhouse dan Live Free or Die Hard (sebagai John McClane putri), tetapi dia sering berbagai penampilan karpet merah di mana Anda dapat melihat Vixen benar bersinar melalui.

4. Rose McGowan - Dia digunakan untuk tanggal Marilyn Manson. Itu hanya bodoh. Tapi Rose telah datang jauh sejak menjadi gadis yang terperangkap di pintu garasi di Scream. Sekarang dia punya tempat senapan mesin di salah satu kakinya. Itu kemajuan.

3. Keira Knightley - Jadi Inggris, begitu indah. Bonnie Lass yang dari Karibia. Hal itu dia lakukan dengan mulut dalam setiap film dia masuk .. tidak, kita tidak akan pernah bosan dengan itu.

2. Natalie Portman - Siapa yang waras mereka, dalam semua kesehatan mental, tidak mau pergi berkencan dengan Natalie Portman? Ladies, kami mengajukan pertanyaan ini kepada Anda juga.

1. Rosario Dawson - Yep. Rosario. Dia memiliki penampilan dan tubuh seorang dewi dan kepribadian dari lingkungan dingin super-gadis yang tinggal di blok dan mengajari anda cara menggunakan kembang api. Dia punya komik sendiri, karena cinta dari Pete. Dia bintang di Robert Rodriguez dan Kevin Smith film. Untuk mengutip terlambat, Beta besar Band - "Dia yang satu."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar