Sabtu, 10 April 2010

Sekolah Bisnis Terbaik di Indonesia

Perguruan tinggi yang menawarkan program magister manajemen (sering disebut sebagai MM) kini makin menjamur bak cendawan di musin hujan. Semua berlomba-lomba mempromosikan programnya sebagai yang terbaik. Namun siapa diantara mereka yang sejatinya layak dianggap sebagai sekolah bisnis yang kredibel?

Majalah SWA edisi terbaru mencoba menjawab pertanyaan itu. Terakhir mereka melakukan survei serupa adalah pada tahun 2003 atau sekitar enam tahun silam. Ada dua versi peringkat sekolah bisnis terbaik yang dirilis oleh majalah SWA edisi terbaru ini. Versi yang pertama adalah ranking terbaik berdasar pendapat peserta program dan alumninya. Versi yang kedua adalah ranking terbaik berdasar pendapat user (pemakai), dalam hal ini diwakili oleh para profesional HRD.

Berikut hasil peringkat 10 sekolah bisnis terbaik di tanah air versi peserta program dan alumninya :

1. Sekolah Bisnis Manajemen ITB
2. MM - Universitas Indonesia
3. Prasetya Mulya Business School
4. Universitas Kristen Satya Wacana
5. Universitas Gajah Mada
6. Sekolah Tinggi Manajemen PPM (IPPM)
7. Universitas Atmajaya Jakarta
8. Universitas Padjajaran
9. Universitas Diponegoro
10. IBI Jakarta

Ada beberapa catatan yang bisa dipetik dari hasil pemeringkatan sekolah bisnis terbaik di tanah air ini. Yang pertama, seperti yang terlihat diatas, nama-nama yang muncul sebagai terbaik adalah sekolah yang selama ini memang telah dikenal memiliki reputasi yang bagus. Sekolah bisnis Prasetya Mulya misalnya, selama ini berhasil mempertahankan kredibilitasnya sebagai sekolah bisnis pioner (Prasetya Mulya bersama dengan IPPM di Kwitang dan IPMI di Kalibata merupakan tiga perguruan yang menjadi pioner program master manajemen di tanah air sejak puluhan tahun silam). IPMI Kalibata tidak masuk dalam peringkat SWA karena kemungkinan besar mereka tidak ikut dalam proses pemeringkatan ini.

Namun sebenarnya kalau dari sisi kelengkapan koleksi perpustakaan buku manajemen bisnis, maka koleksi IPPM (Sekolah Tinggi Manajemen PPM di Kwitang) merupakan yang terlengkap di Indonesia. Saya masih menjadi anggota perpus ini, dan sering nongkrong di perpustakaan itu selama berjam-jam, menikmati beragam buku dan jurnal manajemen yang lengkap (nongkrong berjam-jam di perpustakaan adalah salah satu hobi yang selalu saya nikmati).

Catatan yang kedua : ada gula ada semut. Program MM harus diakui merupakan program pendidikan pasca sarjana yang paling diminati oleh masyarakat. Hal inilah yang kemudian mendorong setiap universitas mendirikan program ini. Yang agak sedikit mengejutkan, perguruan tinggi teknik dan pertanian pun ikut-ikutan mendirikan program ini, seperti misalnya IPB, ITB dan ITS.

Oke hal semacam itu ndak masalah sepanjang “proses komersialisasi pendidikan” ini tidak membuat mereka makin tergelincir. Yang mencemaskan adalah kalau mereka makin keasyikan mengelola program seksi ini, dan kemudian melupakan tugas utama mereka untuk mencetak tukang insinyur yang hebat atau sarjana pertanian yang handal. Sebab kalau semua bernafsu mencetak manajer eksekutif, lalu siapa yang akang ngurusin pabrik dan sawah? (Sekedar informasi : riset menunjukkan kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh jumlah insinyur di negara itu; bukan jumlah eksekutif berdasi-nya!).

Catatan yang ketiga : semua sekolah bisnis yang masuk dalam peringkat terbaik ini tidak ada satupun yang memiliki online strategy yang integratif dan ciamik. Seperti yang pernah saya tulis, saya sungguh terkejut dengan mutu portal website yang mereka miliki. Sangat standar, minim informasi dan terlihat tidak dikelola dengan serius.

Saya selalu membayangkan ada sekolah bisnis di tanah air yang membangun portal website manajemen bisnis yang terpadu dan lengkap. Didalamnya ada jaringan blog (ditulis oleh para pengajarnya), kemudian ada menu paper riset yang lengkap, serta beragam informasi riset bisnis mutakhir yang selalu diupdate. Dan tentu semuanya terkoneksi dengan beragam social media semacam Facebook atau Twitter (jangan-jangan banyak dosen sekolah bisnis itu yang ndak paham apa itu twitter…).

Namun sayang impian saya itu selalu kandas diterjang badai. Sekali lagi, banyak pengelola program sekolah bisnis itu yang mungkin hanya pandai bicara tentang kemajuan era digital dan blah-blah lainnya. Namun faktanya : semua sekolah bisnis itu masih gagal menerjemahkan teori tentang abad digital itu dalam kenyataan.

Mudah-mudahan mereka segera menyadari hal itu. Sehingga kelak ketika orang mengetikkan kata “strategi bisnis” melalui Google, maka yang muncul di urutan pertama hasil pencarian adalah website milik sekolah bisnis top itu. Dan bukan website yang sekarang sedang Anda baca ini.

Apa arti "setengah jam" buat Anda ? => lebih banyak
Copas dari Milist Anak Cilegon ney...

Saya sedang senewen dengan acara-acara (belajar) yang menghabiskan waktu selama berjam-jam. Ngapain belajar selama berjam-jam sekali duduk. Bukankah kata Nabi, kontinuitas itu lebih penting daripada kuantitas?

Anda bisa membayangkan kelas kursus setengah jam sehari bisa memupuk ketrampilan apa? Bisa membayangkan setengah jam seminggu bisa digunakan untuk apa? Kalau belum bisa, silakan baca kelanjutan artikel ini, saya akan ceritakan apa arti setengah jam seminggu dan apa arti setengah jam sehari.

***

Anak-anak kami belajar berenang di Boise selama setengah jam seminggu sekali. Setengah jam cukup untuk apa? Ya cukup untuk belajar berenang. Memang tidak ada ba bi bu, yang ada langsung cebur. Tidak seperti biasanya di Indonesia (atau di Singapura) yang kalau kursus berenang selalu diawali dengan pemanasan, di sana tidak ada istilah pemanasan, yang ada langsung cebur. Banyak anak yang datang hanya beberapa menit sebelum latihan dimulai, turun dari mobil sudah pakai swim-trunk sambil bawa handuk, terus langsung lari masuk kolam. Langsung latihan berenang selama setengah jam.

Hasilnya? Dalam waktu tidak terlalu lama (kalau tidak salah hanya dua bulan), anak-anak kami sudah pita hijau, termasuk Abdih yang baru kelas satu ketika itu. Anak-anak di bawah umur 12 tahun kalau masuk kolam renang harus pakai pita dipergelangan tangannya. Yang belum bisa berenang akan diberi pita merah, yang ini harus didampingi orang tuanya terus menerus. Yang bisa sedikit-sedikit akan diberi pita kuning, yang ini belum boleh ke kolam besar.

Yang sudah bisa berenang akan diberi pita hijau. Tapi untuk dapat pita hijau harus diuji oleh lifeguard, disuruh berenang melintasi kolam paling dalam, bolak-balik tidak boleh berhenti di tengah jalan, tanpa bantuan alat atau orang.

Terus terang waktu itu saya baru sadar, setengah jam itu sangat bermanfaat kalau waktunya memang dipakai untuk belajar.

***

Hanif, anak kami yang sulung, belajar main biola di sekolahnya. Sepenuhnya belajar di sekolah, jadi gratis, tanpa harus kursus-kursusan. Mulai dari nol, sampai bisa ikut konser sekolah, dalam waktu satu tahun selama kelas lima. Total waktunya: 180 hari (ini rata-rata waktu sekolah di Amerika selama setahun).

Setengah jam setiap hari selama seratus delapan puluh hari, anakku belajar main biola sejak dari nol sampai ikut konser. Memang belum jadi maestro, karena seperti kata gurunya, selama kelas lima mereka hanya belajar cara memegang alat musik. Baru nanti di kelas enam mereka akan belajar main musik. Tapi baru bisa pegang alat saja sudah bisa main di konser sekolah, tidak heran kalau di kelas enam sudah ada di antara mereka yang dikirim ikut main di Konser Balai Kota.

Setengah jam memang sangat bermanfaat kalau waktu itu dipakai murni untuk belajar.

***

Saya jadi ingat guru ngaji saya K.H. Turmudzi Taslim. Beliau ini mengajar mengaji di Kampung Glondong, Kauman, Semarang. Saya ikut belajar selepas maghrib, dan beliau mengajar hanya sampai adzan Isya. Muridnya ada puluhan, duduk mengantri menghadap ke meja kecil panjang berbaris sepanjang meja itu, dan Pak Adzi duduk di ujung meja itu, rotan di tangan.

Muridnya membaca AlQuran di kiri dan kanan beliau, bersamaan. Dan rotannya berayun ke arah yang salah baca, tidak pernah salah ayun sekalipun murid-muridnya itu membaca AlQuran di halaman yang berbeda. Seolah-olah telinga kiri dan kanan bisa mendengarkan (dan memperhatikan) dua suara yang berbeda. Kalau muridnya sedang banyak, dan kira-kira tidak akan habis sebelum adzan Isya, maka dipanggillah dua murid yang duduknya paling jauh di ujung meja, agar datang mendekat ke kiri dan kanannya. Dan membacalah mereka, berempat, sekaligus bersama-sama. Dan rotan itu tidak pernah salah harus berayun ke arah mana, seolah telinga kiri dan kanan beliau bisa terbagi jadi empat.

Waktu efektif masing-masing murid: kurang dari sepuluh menit. Sepuluh menit yang sangat berharga, karena dalam sepuluh menit itulah saya belajar apa artinya membaca dengan tartil.

***

Kesenewenan saya tentang masalah belajar yang kelamaan itu bermula dari sistem sekolah di Singapura. Atau yang lebih tepat adalah apa yang sudah diangap wajar oleh orang-orang di Singapura tentang waktu belajar. Anak saya kan baru pindah ke Singapura, jadi kami mengundang seorang tutor menambah dosis pelajaran yang di Amerika memang relatif lebih ketinggalan dibandingkan dengan Singapura.

Tapi ternyata yang terjadi adalah kelebihan beban. Abdih anak kami yang kedua harus sudah berada di sekolah jam 7.15 pagi, dan belajar sampai jam 13.30. Begitu sampai di rumah, dia hanya sempat makan siang dan main sebentar karena sang tutor akan datang mulai jam 15.00, jadi harus belajar lagi sampai jam 17.00.

Selesai? Ternyata belum. Setelah itu dia harus membuka tas sekolah untuk mengerjakan PR dari sekolah. Dan itu bisa berlangsung berjam-jam terkadang sampai lebih jam 21.00.

Selesai? Ternyata belum juga. Tutorial yang seharusnya membantu pelajaran sekolah, ternyata sudah jadi pelajaran sendiri. Dan hebatnya lagi, tutorial itu punya PR sendiri yang harus dikerjakan di luar waktu tutorial.

Hah!?!?

Saya bertanya-tanya kepada kawan-kawan, ternyata memang begitulah beban tipikal anak sekolah di Singapura. Dan hebatnya lagi, kalau guru dan tutor tidak memberikan beban seperti itu, maka orang tuanya justru akan mempertanyakan keampuhan metoda yang mereka pakai.

Akhirnya yang terjadi ya berantem. Saya bersikukuh agar Abdih tidak memegang buku pelajaran setelah makan malam, tetapi Abdih ternyata juga takut sama gurunya di sekolah kalau PR-nya tidak selesai. Akhirnya saya bilang, "kalau guru kamu marah, bilang sama dia kalau ayah yang memerintahkan kamu untuk tidak bikin PR, suruh dia marah sama ayah".

Alasan saya?

Sederhana sekali, kok. Anda pernah dapat jadwal kuliah berturut-turut dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore, kan. Saya sangat yakin, kalau itu kejadiannya, maka yang anda lakukan adalah batalkan salah satu (atau dua) mata kuliah, dan mencari mata kuliah yang kuliahnya di hari lain. Paling-paling kita hanya tahan dapat dua kuliah dalam satu hari.

Kalau kita yang sudah dewasa saja memilih untuk tidak belajar berturut-turut selama delapan jam sehari, lantas mengapa kita membiarkan anak kita belajar selama lebih dari sepuluh jam sehari? Anak kita itu kan baru belajar untuk belajar.

Masih mending kalau mereka menikmati prosesnya. Boro-boro menikmati, stress saja yang ada.

***

Kemarin Abdih baru jam 4.30 keluar dari sekolah. Ternyata dia latihan paduan suara langsung setelah pulang sekolah. Tidak tanggung-tanggung, latihan selama dua jam.

Dua jam menyanyi! Anda pernah mencoba menyanyi selama dua jam? Kalau anda bukan penyanyi impulsif (yang punya karaoke di rumah), maka suara anda akan serak setelah menyanyi dua jam berturut-turut. Buat anak kecil, ini sangatlah berlebihan. Emangnya mau jadi penyanyi profesional?

Hasilnya? Ternyata mereka akan manggung hari Rabu ini. Waaaah, ini adalah berita paling bagus yang saya dengar tentang sekolah. Akhirnya saya bisa melihat anak saya sendiri beraksi di dalam sekolah.

Sungguh, selama dia sekolah di Singapura, saya belum pernah tahu bagaimana Abdih di sekolah: ruang kelasnya yang mana, bangkunya yang mana, bagaimana dia selama belajar di sekolah, apa dia bisa menyanyi, yang selama di Amerika kita selalu diundang untuk memperhatikan perkembangan anak dari dekat. Ternyata sekarang mereka akan konser.

Akhirnya saya bisa nonton? Ya, kan?

Ternyata tidak. Mereka memang akan manggung di sekolah, tetapi ternyata dari 29 anggota paduan suara hanya ada tiga undangan untuk orang tua murid, dan itu diundi.

Abdih ternyata tidak dapat undian, karena itu dia tidak dapat undangan! Akibatnya kamipun tidak boleh datang.

Acaranya sendiri ternyata adalah acara penyerahan hadiah untuk mereka yang berprestasi di kelas masing-masing. Saya tidak habis pikir kenapa mereka tidak mengundang seluruh orang tua kalau memang itu acaranya.

Muridnya terlalu banyak? Itu sih bukan alasan untuk tidak mengadakan konser sekolah. Setidaknya orang tua murid yang anaknya sudah latihan berjam-jam selama beberapa waktu, mereka toch ingin melihat anak mereka beraksi di panggung.

Belum lagi kalau dilihat hasilnya, kok kayaknya belajar berjam-jam itu nggak ada hasilnya sama sekali.

***

Kembali ke laptop.

Masalah yang sama saya dapati dalam acara pengajian yang sering kita adakan. Beberapa waktu yang lalu istriku ikut pengajian bersama ibu-ibu Imas. Setelah saya tanya-tanya ternyata pengajiannya bisa sampai lebih dari tiga jam.

Wah, kalau tiga jam sih, beberapa bulan juga sudah khatam baca Qurannya, kata saya. Ternyata tidak juga, kata istri saya. Dari tiga jam itu ngajinya hanya sebentar. Waktu pengajian itu terbagi tiga, yang pertama untuk menunggu yang terlambat, kedua untuk makan, ketiga baru ngaji.

Pola yang seperti ini tentu saja tidak hanya terjadi di Imas, tidak hanya di Singapura, tetapi kita jumpai di mana-mana. Ini juga tidak terjadi pada pengajian ibu-ibu saja, tapi juga melanda pengajian para suami.

Saya pikir kita sudah harus mulai mengadakan acara pengajian dengan lebih baik. Masalahnya ada tiga.

Yang pertama masalah tepat waktu. Untuk masalah yang satu ini, saya ingat kawan saya Pakcik Khairul. Beliau bilang, kita itu menunggu yang terlambat karena menghormati mereka. Tetapi, kata beliau, kenapa kita tidak menghormati mereka yang sudah datang tepat waktu? Bukankah mereka sudah menghormati kita dengan datang tepat waktu, sehingga mereka lebih berhak dihormati dengan memulai acaranya tepat waktu?

Yang kedua adalah masalah jangka waktu, kebanyakan acara pengajian itu tidak dibatasi waktunya. Undangan pengajian biasanya dituliskan:

Waktu: 15.00 - selesai

Selesainya itu bisa molor sampai beberapa jam.

Yang ketiga adalah masalah agenda, urutan acaranya tidak jelas. Kalau ada urutan acaranya, maka acara yang agak panjang pun sebenarnya tidak ada masalah. Misalnya dituliskan agenda sbb:

12.00 - 13.00 Menunggu yang terlambat

13.00 - 13.30 Shalat zhuhur

13.30 - 14.30 Makan siang

14.30 - 15.30 Ceramah

15.30 Penutupan

Dengan agenda yang jelas seperti di atas, maka mereka yang ingin mendengarkan ceramah saja bisa datang jam 14.30.

Dengan ketiga masalah di atas, maka pengajian itu susah untuk berjalan terus. Bukan apa-apa, siapa sih yang bisa menyediakan waktu selama tiga jam setiap minggu secara konsisten. Tiga jam untuk acaranya, belum lagi waktu di perjalanan.

Berdasarkan pengalaman selama di Belanda dan Amerika, paling enak mengadakan pengajian itu kalau dipisahkan antara acara makan dan acara ngaji. Ngaji ya ngaji, paling lama satu jam, kalau mau minum bawa sendiri. Ini biasanya akan bertahan lama karena kemajuan belajar akan nampak.

Kalau mau makan ya makan-makannya saja (jangan lupa mengundang saya, ya?). Kalau mau digabung, ya tegaskan agendanya supaya masing-masing orang bisa merencanakan waktunya dengan lebih baik.


Mungkin saat ini di antara kita ada
yang tengah berada dalam "penjara
kesulitan". Dan kesempatan yang
dimiliki terasa begitu kecil.
Teman...
Jangan berkecil hati... Jangan menyerah...
Teruslah berusaha...!

Lakukan apa yang bisa dilakukan,
sebaik-baiknya, dan sebenar-benarnya.

Ingatlah bahwa...

KESEMPATAN SEKECIL APAPUN
ITU MENUNJUKKAN MASIH
ADANYA HARAPAN!

Di bawah adalah artikel yang saya janjikan
minggu kemarin, yaitu:
Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kenyataan Tidak Sesuai Dengan Impian?

Selamat membaca, semoga bermanfaat! :-)

Saat Kenyataan Tak Sesuai Impian...

Ditulis oleh: Anne Ahira

Dolly,

Banyak orang yang merasa frustasi
karena kenyataan mereka tidak sesuai
dengan impian.

Sebagai contoh, ada seorang anak yang
ingin kuliah di Universitas A, tapi
nyatanya biaya tidak mencukupi.

Atau, mereka yg merantau ke kota besar,
bermimpi ingin mendapatkan pekerjaan
berkelas nasional bahkan internasional,
tapi nyatanya yang didapatkan hanyalah
pekerjaan biasa-biasa saja & apa adanya.

Ada juga seorang pengusaha, yg mungkin
mengharapkan kenaikan profit 10 kali,
malah mengalami kebangkrutan.

Apa yang kita harapkan, kadang memang
tidak sesuai dengan kenyataan. Lalu apa
yang harus kita lakukan?

Berikut adalah 3 langkah atau tips yang
bisa Dolly lakukan saat mimpi tidak
sesuai dengan kenyataan:

1. Bertindaklah selalu secara fleksibel
dan dinamis

Jika Dolly betul-betul ingin menggapai
kesuksesan, maka diperlukan *kesiapan*
untuk bisa bertindak secara fleksible
dan dinamis terhadap setiap perubahan
yang terjadi.

Sekarang, saya akan buat sebuah analogi
sederhana...

Saat ada badai atau angin topan yang
besar, tidak jarang kita melihat pohon
yang memiliki batang yang sangat besar
tumbang! Apa sebab?

Sebab mereka tidak kuat menahan beban
yang diterima.

Namun coba tengoklah bambu! Karena
batangnya yang lentur, maka bambu bisa
fleksibel bergerak ke segala arah, dan
jarang tumbang!

Nah, begitu pun dengan kita! Jika kita
bertindak dan berpikir dinamis dan juga
fleksibel, maka kita akan lebih tahan
dalam menghadapi tantangan dan
perubahan serta masalah yang datang.

2. Berpikirlah bahwa INILAH yang terbaik
untuk kita!

Saat kenyataan tidak sesuai dengan
impian, percayalah bahwa inilah yang
terbaik untuk kita. Kita tidak pernah
tahu skenario yang telah ditetapkan-Nya.

Karena, segala sesuatu yang menurut
logika kita baik, bisa jadi justru
sebaliknya di mata Tuhan!

Berpikirlah selalu positif atas apapun
yang terjadi pada diri Dolly. Jangan
biarkan satu kegagalan membuat Dolly
kecewa, apalagi sampai frustasi dan
berlarut-larut.

Dolly tahu apa yang saya lakukan jika
ada satu mimpi atau keinginan saya
tidak kesampaian? Saya biasa mengatakan:

Sudahlah Ahira, kamu tdk perlu kecewa, don't ask me why, it is GOOD for you! Sekarang kamu dengarkan baik-baik, Tuhan akan menggantinya dengan YANG LEBIH BAIK! Tuhan tau kamu orang yg baik & bijaksana. Hidupmu penuh dengan kelimpahan, dan kamu memang dilahirkan utk slalu jadi pemenang!

Saya biasa mengatakannya di depan cermin
dengan penuh keyakinan, tentunya saat
saya sendirian! hehe... It works for me! :-)

Dolly juga boleh coba nanti ;-)

Apa yang saya lakukan di atas itu
adalah 'afirmasi'.

Afirmasi adalah kata-kata positif yang
diucapkan berulang-ulang & diyakini untuk
membentuk citra postif untuk mengurangi
sikap-sikap negatif dalam diri kita.

Kata-kata afirmasi ini bisa kita buat/
rancang sendiri, dan lalu bisa diucapkan
secara verbal atau dalam hati. Menurut ahli
Hynotherapy, afirmasi itu akan 'terekam'
oleh alam bawah sadar kita.

Dan jika terus-menerus diucapkan & dengan
penuh keyakinan, maka kita SEDANG atau
AKAN menjadi seperti itu adanya, yang
kita ucapkan! Dengan kata lain, afirmasi
itu sama seperti DO'A.

Okay, sekarang selanjutnya! :-)

Meski saat ini apa yang kita harapkan
belum sesuai dengan impian, namun kita
harus....

3. Tetap Siapkan MENTAL PEMENANG!

Saat kita mengalami kegagalan, lebih
baik instropeksi diri daripada
menyalahkan takdir. Siapa tahu, kita
memang belum siap jadi pemenang! :-)

Bisa jadi kesuksesan hanya akan membuat
kita menjadi sombong, dan karena saking
sayangnya Tuhan kepada kita, Ia tidak
mau hamba-Nya berbuat dosa. :-)

Dolly, setiap kemenangan itu lebih baik
dirintis dari setiap peluh kita! Akan
lebih baik jika kemenangan itu kita
dapatkan setahap demi setahap.

Banyak orang sukses, tapi kemudian
mereka terjatuh. Ada yang bangkit lagi,
ada yang tidak. Liku hidup setiap
manusia memang tidak sama.

Tapi ingat, kesempatan untuk menang
itu selalu terbuka bagi siapa saja,
tanpa terkecuali!

Rejeki dan kemenangan itu sungguh tidak
terkira banyaknya dari Tuhan, masih
banyak yang menggantung di langit! :-)

Sekarang tinggal bagaimana cara Dolly!
Apakah mau meraihnya? atau mengharapkan
turun dengan sendirinya?

Saya sarankan, jangan pernah memilih
yang kedua :-)

Kita semua tahu bahwa yang namanya
kemenangan itu seringkali dimiliki oleh
mereka yang... tdk pernah berhenti berusaha!

The last but not least...
Terkadang Tuhan menutup pintu yang satu,
untuk membuka pintu yang lain...

Penyebab2 Seorang Laki-Laki Berselingkuh Meliputi:

1. Wanita Membiarkannya

Lelaki tidak akan berselingkuh kalau wanita tidak mendiamkannya. Tidak sedikit perempuan yang tetap saja mengawini lelaki yang telah berdusta sejak mereka masih pacaran, kata psikolog Dra Esse Dayu Mpsych, Ph. D.
Padahal para pakar telah memperingatkan bahwa lelaki yang mendustai tunangannya, besar kemungkinan juga akan berbohong kepada istrinya. Tetapi para wanita pencari cinta, tak peduli mereka kesepian atau tidak. Dan lelaki sangat menyadari hal itu bahwa rasa kosong wanita itu begitu kuat sehingga mereka mau saja menikah dengan seorang lelaki pendusta. Malah para wanita ini terus menerus menentramkan dirinya dengan mengatakan, Begitulah lelaki. Pada akhirnya, para wanita ia merasa lebih baik berada di sisi seorang pria pendusta daripada tidak sama sekali.

2. Frustasi terhadap Hubungan Saat Ini

Pada awalnya, semua terlihat baik-baik saja. Berbagi hidup, berbagi harapan, berbagi mimpi dalam sebuah hubungan menyenangkan dengan seorang princess yang istimewa. Tetapi begitu masa bulan madu usai, harapan mengenai masa depan yang romantis berubah menjadi kenyataan hidup sehari-hari yang sangat berat. Televisi rusak, mobil perlu ban baru, bos selalu marah-marah, dan tagihan telepon membengkak. Baru beberapa bulan menikah, percakapan sudah dipenuhi dengan persoalan tugas sehari-hari. Suami mulai merasa pasangannya lebih kritis, tak mau mengalah, dan tidak memberikan perhatian yang ia inginkan.
Ia kemudian mulai berbohong. Suami menganggap berbohong sebagai cara memperoleh emosi yang sudah hilang di dalam perkimpoiannya. Bersama dengan kekasih gelapnya, hidup rasanya tanpa stres, tanpa tekanan. Tidak serba diburu-buru. Mereka berdua berusaha keras untuk saling memenuhi kebutuhan mental dan fisik. Mereka berbagi kekurangannya dan pelahan-lahan mengembangkan ikatan emosional, terang psikoterapis Freddy GD Baswoko MA, Ph.D.

3. Mencari Ketegangan

Pria ini bosan dan menyukai hal-hal baru yang ditemukannya pada wanita lain. Alih-alih melepaskan energinya untuk menghangatkan kembali hubungan dengan istrinya, ia malah terserap dalam aktivitas hobi atau hal lain yang membuat hormon adrealinnya mengalir deras. Ia mencari ketegangan di tempat-tempat yang keliru, di balik selimut dan tubuh perempuan lain, imbuh Freddy. Ia biasanya memiliki serangkaian affair dengan beberapa wanita. Berpindah dari satu wanita ke wanita lain, begitu ketegangan dan kebaruan itu memudar.

4. Meningkatkan Ego

Permainan perselingkuhan dipenuhi dengan lelaki yang berusha keras memperoleh pengakuan kelelakiannya dari perempuan yang bukan istrinya. Ia merasa kurang percaya diri. Berselingkuh bagaikan sebuah liburan mental. Suatu pelarian dari tanggung jawab hidup sehari-hari. Ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa hatinya yang mendua bisa mengobati jiwanya yang berongga, papar Esse yang kliennya tidak hanya wanita, tetapi juga para lelaki.

5. Kurang Tegas

Meskipun lelaki umumnya dianggap sebagai si pendusta, namun bagaimana pun juga perselingkuhan adalah jalan dua arah. Tak mungkin terjadi apabila tidak ada pihak perempuan yang bersedia. Semakin banyak wanita yang terlihat dan memulai perserongan, maka semakin banyak wanita yang tidak ingin terlihat dalam suatu hubungan serius, sengaja mencari pria beristri. Dan ada sebagian lelaki yang mau menerima tawaran perselingkuhan dari wanita karena mereka tak ingin disebut banci.

6. Kekosongan Spiritual

Tidak ada agama yang menyuruh umatnya berhubungan intim dengan lebih dari satu perempuan. Kebanyakan menganggapnya sebagai dosa besar. Kebanyakan agama menyarankan hubungan perkimpoian yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Dengan demikian, seorang lelaki yang dengan sengaja menjerumuskan dirinya ke dalam hubungan ekstra marital menunjukkan kurangnya nilai spiritual di dalam dirinya, timpal Prof Dr Dadang Hawari, psikiater yang sekaligus ulama.

7. Suasana Hasrat Instinktif

Freddy pun mengimbuhi, Nilai-nilai pribadi seorang lelaki kadang berbaur dengan mentalitas masyarakat yang serba ‘kerjakan saja’. Ia berfikir dan bertindak dalam hitungan setengah menit saja, tak banyak memikirkan dampak dan akibat tindakannya. Ia tak melihat alasan untuk menunda-nunda perasaan dan hasratnya. Jika ia beranggapan seorang wanita menarik, ia segera mendekati dan mengajukan rayuan. Tak dipikirkannya bagaimana posisi hubungan perkimpoiannya saat ini dan nanti.

8. Balas Dendam

Pria ini marah kepada pasangannya, entah ia berada di posisi benar atau salah, dan dengan alasan yang beragam. Yang jelas, ia merasa dilukai dan hendak membalas dendam. Tak peduli kalau tindakan balas dendamnya ini malah merusak perkimpoiannya sendiri dan mengobrak-abrik aturan, Esse kembali menjelaskan.
Dalam pikirannya, berselingkuh adalah cara yang tepat untuk membuat kedudukan seimbang antara dirinya dan istrinya. Bagi pria yang sedang marah, berselingkuh memberikan suatu tantangan. Meski ia tahu kalau pasangannya takkan pernah mengetahui perselingkuhannya, namun sekadar mengetahui betapa menyakitkannya perselingkuhan ini bagi istrinya sudah sangat memuaskan pria yang dibutakan rasa marah ini.

--

Jawaban Terbaik Belum di Pilih oleh Pembuka: 18 penyebab keterbelakangan INDONESIA
1. Harga Nyawa di Indonesia = Rp 20.000

Terjadi pada saat kasus pembentukan provinsi tapanuli, massa diberi 20.000 untuk berdemo dan untuk membunuh Ketua DPRDnya



2. Percaya Batu Kobokan PONARI SWEAT

Kalo kekuatan supranatural dari batu emang segitu gedenya, ngapain berlomba lomba buat rumah sakit internasional ? toh biaya bangun satu rumah sakit bisa buat beli jutaan botol PONARI SWEAT !



3. Ramalan = ?

Liat aja tiap taun baru apa yang ada di infotainment, RAMAL RAMAL dan RAMAL. Tiap tahun baru heboh banget mikirin ramalan, ampe Mama Laurent, Ki Kusumo, Joko Bodo panen duit



4. Kelakuan Hewan Perwakilan Rakyat (ga salah ngetik) yang makin mirip hewan

Liat aja kerjaan DPR saban hari ! cakar fraksi sana, cakar sini, koalisi sana, sentil fraksi ini. Kapan INDONESIA mau maju kalo terus begini ?



5. Dikibulin ama Aburizal Bakrie

Jadi Menko Kesra, Orang terkaya di Asia Tenggara, Punya ANTV, LATIVI alias tv0ne, Punya Esia, bakrie dll kok ngakunya keberatan untuk ganti rugi warga Porong ? Bakrie kan punya developer, buat aja perumahan baru untuk warga porong ! selesai kan ?



6. Bangga banget sama yang namanya Jakarta

Patutkah kita bangga akan Ibukota Indonesia ini? Nggak ! Kota Jakarta adalah kota metropolis yang di cap GAGAL oleh dunia luar. Bahkan kemacetan Jakarta sudah jadi bahan acara THE AMAZING RACE 2 ASIA AXN, dengan tantangan melewati jalan tol bandara sampe ke Monas yang macet naujubilah



7. Boykot Amerika !

Emang segampang itu? Kalau Pemerintah Indonesia langsung putus hubungan dgn USA, Indonesia pasti akan mengalami krisis 5x lebih besar dari tahun 97



8. Menghitung kesuksesan pemerintah dari Sembako

Emang sembako mempengaruhi tingkat perekonomian ? Dan pemerintah yang tak sanggup mewujudkannya bisa dibilang gagal? Ya enggak lah ! Negara mana coba yang bakal nulis HEADLINE news di surat kabarnya : Harga Beras di Indonesia 500/liter



9. Ditipu Orang Asing

Orang asing menipu Rakyat Indonesia dengan pelan, disadari atau tidak. China dengan mengimpor barang sebanyak2nya (terbukti, di Glodok yang jadi juragan orang china, kulinya orang indo), Amerika dgn pertambangannya (emang ada orang papua kerja di Freeport? Paling jadi pembantu umum), dan INDIA dengan Sinetron juga Film perusak mental bangsa (Liat aja creditsnya sinetron. Raakhe Punjabi, Gobin Punjabi, Amitabacham (?))



10. Mengutamakan diam itu emas

Liat aja apa yang dilakuin pejabat pejabat. Diem diem, dapet duit. Diem diem, dapet tunjangan. Diem diem, korupsi. Diem diem, bau !



11. Menghalalkan Segala Cara

Mau dapet gelar Doktor dalam 1 minggu ? Bisa !

Mau mengetahui keburukan musuh sehari2 ? Bisa !

Mau ngebunuh siapapun tanpa ketauan ? Bisa !

Duit adalah segalanya, Inikah Indonesia? ='(



12. Melakukan Pemborosan di segala bidang

Di bidang media, buat apa PH membuat sinetron sinetron low budget dan low quality (sebut saja = INDOSIAR) Naga Terbang lah, Buaya bunting lah. Mendingan kaga usah buat deh !



13. Pentingan Pulsa daripada Makanan di Warteg

Pengguna handphone di Indonesia tuh buanyaaak banget. Dari tukang somay, ketoprak ampe presiden. Bahkan ada pengamen yang ngamen cuma buat beli PULSA. Daripada begitu kan mendingan uangnya buat mereka sekolah ato makan !



14. Hobby Telat

Kenapa sih orang Indonesia ini telat semua ! Giliran Malaysia SUDAH mengambil Sipadan dan Ligitan kita bekoar GANJANG MALAYSIA ! MERDEKA ATAOE MATI ! Lah, emang kemana aja kita pas Sipadan disini? Kita anggurin aja. Dan sekarang Sipadan udah jadi the best dive site in the world ama Malaysia !



15. Terus menaikkan Standar Kelulusan

Dari tahun ke tahun, batas minimal UAN terusss naik. Dari 3.14 ampe besok 5.50. Tujuan depdiknas apa sih ? Mau memperbanyak ketidaklulusan di bangku sekolah? Standar 3.14 aja banyak yang gagal apalagi 5 ! Bahkan bisa2 standar naik jadi 7 !



16. OSPEK adalah sarana membentuk mental pemimpin ?

nonono ! ospek bisa dibilang cuma sarana para senior buat bales dendam. Kalo uda dipukul, Dimarahin dll terus mau diapain? Dibunuh?



17. Banyak Partai = demokrasi ?

Jumlah partai di Indonesia mungkin bisa dibilang TERBANYAK di dunia. Kalau mau dikalkulasiin dari zaman Sukarno sampe SBY jumlahnya berkisar 150. Dari segitu, paling partai besarnya 15, sisanya partai gurem. Buat apa partai banyak2 coba? Manjang manjangin kertas pemilih aja


18.Banyaknya web bokep di indonesia dan pembelian dvd bokep

ambil contoh website www.sentrabokep.co.nr


--
"Ketika Anda memiliki tujuan dalam hidup, sebuah visi untuk apa yang ingin Anda capai, dan tahu mengapa Anda ingin mencapai itu, pekerjaan menjadi menyenangkan, dan waktu yang Anda habiskan untuk bekerja tampaknya hanya wusss oleh."

Clayton J. Moore
Ahli Keuangan

--

Jika Anda tidak merancang rencana hidup Anda sendiri, kemungkinan Anda akan jatuh ke dalam rencana orang lain. Dan tebak apa yang mereka rencanakan bagi Anda? Tidak banyak.

Jim Rohn
1930-2009, Penulis dan Pembicara

--

Semakin kemarahan terhadap masa lalu Anda bawa dalam hati Anda, yang kurang mampu mencintai Anda di masa sekarang.

Barbara De Angelis
Penulis dan Hubungan Ahli

--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar