Sabtu, 18 Juli 2009

PIKIRAN BELALANG





Seekor belalang telah lama terkurung di dalam sebuah kotak. Suatu hati ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain, namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran dia menghampiri belalang lain itu dan bertanya, “Mengapa Kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan .” Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.



Kadang-kadang kita manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman, tradisi, dan kebiasaan bisa membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam-dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.



Tahukan Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa di ikat hanya dengan seutas tali yang terikat pada sebilah pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kakinya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil… Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri bahwa Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda mau menyingkirkan “penjara” itu? Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap di luar batas kemampuan dan pemikiran Anda? Sebagai manusia kita berkemampuan untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin Anda capai. Sakit memang, lelah memang, tapi jika Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan Anda akan lebih baik kalau Anda hidup dengan cara hidup pilihan Anda sendiri, bukan dengan cara yang dipilihkan orang lain untuk Anda.


AKSES MEGA KUNINGAN DITUTUP


============ ========= ====
Ratusan Polisi Jaga Kawasan Mega Kuningan
Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Ledakan bom terjadi di dekat Marriot dan Ritz Carlton Mega Kuningan. Akibatnya akses ke Mega Kuningan ditutup terutama seputar Jalan Lingkar Mega Kuningan.

Saat ini seluruh aktivitas perkantoran tampak sepi, ratusan karyawan tampak berdiri di luar gedung. Selain itu puluhan tamu hotel baik dari dalam maupun luar negeri tampak berdiri di lapangan Mega Kuningan persis di depan hotel. Beberapa tampak panik, beberapa shock dan terdiam.

Pantauan detikcom, ratusan orang polisi, baik Samapta, Brimob, maupun Gegana mengamankan lokasi kejadian. Kapolda sendiri juga telah berada di lokasi. Polisi telah membentangkan police line di sepanjang depan Ritz Carlton.

Ledakan bom terjadi di dekat Marriot dan Ritz Carlton Mega Kuningan. Akibatnya akses ke Mega Kuningan ditutup terutama seputar Jalan Lingkar Mega Kuningan.

Saat ini seluruh aktivitas perkantoran tampak sepi, ratusan karyawan tampak berdiri di luar gedung. Selain itu puluhan tamu hotel baik dari dalam maupun luar negeri tampak berdiri di lapangan Mega Kuningan persis di depan hotel. Beberapa tampak panik, beberapa shock dan terdiam.

Pantauan detikcom, ratusan orang polisi, baik Samapta, Brimob, maupun Gegana mengamankan lokasi kejadian. Kapolda sendiri juga telah berada di lokasi. Polisi telah membentangkan police line di sepanjang depan Ritz Carlton. (nvc/nvc)

============ ========= ====

Korban Sekitar 10 Orang, 7 Mobil Pemadam Dikerahkan
Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Korban ledakan di Hotel Ritz Carlton sekitar 10 orang. Belum diketahui keadaan korban. 7 Unit pemadam kebakaran dikerahkan ke Hotel Ritz Carlton, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Sebelumnya terdengar ledakan keras tidak jauh dari lokasi ini.

"Kita sudah mengerahkan 7 mobil ke lokasi itu," kata Sabdan, petugas pemadam kebakaran Jakarta, Jumat (17/7/2009).

Ledakan keras ini terjadi sekitar pukul 7.40 WIB. Sampai saat ini belum diketahui penyebab ledakan ini. Diduga ledakan itu bom.
(nal/nal)

Perpindahan Pemain Antar-Klub Rival
Domestik Tambah Panas

Felipe Melo dan Carlos Tevez sudah resmi berpindah klub. Transfer mereka akan membuat kompetisi domestik di Serie A Italia dan Premier League Inggris bertambah panas.

Melo dan Tevez pindah ke klub seteru abadi klub mereka sebelumnya. Melo meninggalkan Fiorentina dan bergabung ke Juventus, sedangkan Tevez hengkang dari Manchester United ke Manchester City.

Fiorentina dan Juventus tidak saling menyukai. Sembilan belas tahun yang lalu pernah terjadi kerusuhan besar di Firenze setelah bintang muda La Viola, Roberto Baggio, dijual ke Juventus.

Kini penjualan Melo juga hampir mengakibatkan efek serupa. Tifosi Fiorentina menghujat manajemen klub yang melepas salah satu pemain terbaik ke klub yang paling tidak disukai tifosi.

Buat suporter Fiorentina, Juventus adalah rival derby yang sesungguhnya. Tim Kuda Jingkrak lebih dibenci ketimbang seteru lokal seperti Livorno atau Siena.

Melo tahu apa yang akan dihadapinya musim depan saat Juventus bertemu Fiorentina. “Terima kasih kepada tifosi Viola. Selalu ada tempat di hati saya untuk mereka. Saya minta maaf kalau sekarang sebagian tifosi marah kepada saya,” ujarnya.

Sementara itu, transfer Tevez juga pasti akan membuat rivalitas United dan City bertambah panas musim depan. United sebetulnya sudah setuju membeli secara permanen Tevez setelah kontrak peminjamannya berakhir.

Dana 25,5 juta pound dan kontrak selama lima tahun sudah disiapkan. Tapi, agen Tevez malah menyatakan sang striker tak mau lagi bermain untuk United.

Tevez menambah tensi kepindahan dirinya ke klub rival United. “Saya pergi karena Sir Alex Ferguson tidak menginginkan saya. Mereka tidak menawarkan kontrak baru, membiarkan saya menunggu sampai saat-saat terakhir,” katanya. Tevez menjadi pemain pertama yang berpindah di antara dua klub Manchester setelah Terry Cooke, yang bergabung ke City dari United pada 1999. (Dwi Widijatmiko)



Bersikeras pada Rivalitas

Dilihat dari nilai profesionalisme, bursa transfer pemain seharusnya tidak lagi mempertimbangkan masalah rivalitas klub. Perpindahan pemain dari satu klub ke klub lain tidak perlu menemui batu sandungan hanya karena dua tim itu berseteru.

Faktanya masih ada klub atau pemain yang bersikeras bahwa rivalitas antarklub tetap harus dikedepankan. Mereka mengharamkan transfer pemain dari atau ke klub seteru abadi.

Ambil contoh Real Madrid. Dengan uang yang dimilikinya, El Real bisa membeli siapa saja. Mereka bisa mengumpulkan tiga pemain terbaik dunia versi FIFA dalam tiga tahun terakhir. Tapi, itu tidak dilakukan Madrid.

Pemain terbaik 2007 dan 2008, Kaka serta Cristiano Ronaldo, sudah digaet. Tapi, tidak ada cerita untuk pemain terbaik 2009. Pasalnya, orang itu kemungkinan besar adalah Lionel Messi, yang musim lalu membawa Barcelona menjuarai Liga Champion.

“Memikirkan kami ingin merekrut Messi berarti Anda sedang berada di sepak bola fiksi. Kami tidak pernah berpikir membeli pemain dari Barcelona. Kami bahkan tidak mau membicarakan pemain mana pun dari Barcelona,” kata Direktur Umum Madrid, Jorge Valdano, kepada Goal.com.

Contoh lain adalah Pavel Nedved. Dia sudah meninggalkan Juventus setelah kontraknya habis. Seteru I Bianconeri di laga derby d’Italia, Inter, mencoba merekrutnya. Tapi, Nedved ternyata tidak mau mengkhianati Si Nyonya Tua.

“Saya berterima kasih kepada Juventus atas kepercayaan yang mereka berikan selama ini. Juve bahkan meminta saya bermain satu musim lagi. Karena alasan itu, saya tidak mau memakai kostum klub lain di Italia,” sebutnya di Gazzetta. (wid)


--



Final Copa Libertadores
Bayangan Sang Penyihir

Tuan rumah Cruzeiro memang jadi unggulan di leg kedua final Copa Libertadores (agregat sementara 0-0), yang digelar pada Rabu (15/7) atau Kamis pagi waktu Indonesia. Namun, mengapa justru kapten sang lawan (Estudiantes), Juan Sebastian Veron, yang jadi sorotan?

Pemain berjulukan La Brujita alias Si Penyihir Kecil itu memang menanggung beban berat lantaran prestasi ayahnya, Juan Ramon Veron, sangat eksepsional di Copa Libertadores. Veron senior pernah menyabet trofi tersebut tiga kali berurutan pada kurun 1968-’70.

Itulah sebabnya Veron senior dijuluki La Bruja alias Sang Penyihir. Lelaki yang kini berumur 65 tahun itu menyebut anaknya cukup tegar untuk berada di bawah bayang-bayang kebesarannya.

“Pengalaman bermain di Eropa sangat membantunya bertahan dalam usia yang tak muda lagi di kompetisi Amerika Selatan,” ujarnya pada Reuters. “Terbukti ia mampu meraih gelar juara Liga Argentina dan lolos ke final Copa Sudamericana.”

Ya, Veron junior, yang kini berumur 34 tahun, memang berpengalaman menjuarai Piala UEFA di 1999 bersama Parma. Sayang, di ajang yang berlevel sama di Amerika Selatan, Copa Sudamericana, tahun lalu Estudiantes kalah dari klub Brasil, Internacional.

Kondisi ini membuat Juan Sebastian Veron hampa gelar pada level benua di Amerika Selatan. Saat akan bertolak ke Belo Horizonte untuk menyambangi Cruzeiro sebagai penonton, Veron senior menyebut peluang Estudiantes untuk menang tidaklah kecil. (toen)

HASIL FINAL
---------------------------
Leg Pertama
Rabu (8/7): Estudiantes vs Cruzeiro 0-0; Tempat: Ciudad de La Plata. Wasit: Jorge Larrionda (Uruguay). Kartu Kuning: Benitez 14’, Schiavi 26’, Desabato 66’ [E]; Wagner 39’, Kleber 41’, Gerson 64’, Wellington 84’ [C].

Leg Kedua
Rabu (15/7): Cruzeiro vs Estudiantes, di Stadion Morumbi, Sao Paulo.
Catatan: Hingga BOLA naik cetak, final kedua belum berlangsung.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar