Rabu, 29 Juli 2009

Membaca itu Penting



“Saya pilih menjadi orang miskin yang tinggal di pondok penuh buku daripada menjadi raja yang tak punya hasrat untuk membaca.”
Thomas Babington Macaulay (1800-1859), sejarawan Inggris.

Membaca merupakan aktifitas yang menyenangkan sekaligus mencerahkan. Membaca membantu kita lebih berwawasan, sukses dan hidup lebih baik. Tetapi ternyata kegemaran membaca belum dimiliki mayoritas orang, sebab mereka belum mengerti berjuta manfaat dari membaca. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari membaca, yang mungkin dapat menggugah semangat dan kemauan Anda untuk melahap isi buku-buku bacaan.

1. Membaca membangun pondasi yang kuat untuk dapat mempelajari dan memahami berbagai disiplin ilmu sekaligus mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Senang membaca meningkatkan kecerdasan verbal dan lingusitik karena membaca memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata.
3. Membaca mencegah rabun mata, karena membaca melatih dan mengaktifkan otot-otot mata.
4. Membaca mencegah kepikunan karena melibatkan tingkat konsentrasi lebih besar, mengaktifkan dan menyegarkan pikiran.
5. Kegemaran membaca membantu meningkatkan kecerdasan, serta meningkatkan daya kreatifitas dan imajinasi.
6. Membaca membantu memperbaiki rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan memanajemen emosi dan meningkatkan kemampuan melakukan interaksi sosial positif dimanapun dan kapanpun.
7. Membaca membentuk karakter dan kepribadian, sampai-sampai ada pepatah yang mengatakan, “Apa yang kita baca sekarang, seperti itulah kita 20 tahun yang akan datang”.
8. Membaca menjadikan kita lebih dewasa, lebih arif dan bijaksana dalam menjalani kehidupan.

Membaca adalah kegiatan yang sarat manfaat dan sangat penting dalam kehidupan kita. Banyak orang sukses dan cerdas dikarenakan kecintaan mereka membaca buku dan belajar. Oleh sebab itu tingkatkan intensitas membaca terutama di waktu senggang Anda, dan berikut ini adalah beberapa hal menarik untuk membangkitkan semangat membaca.

1. Sesuaikan tingkat bacaan dengan tingkat kosa kata, sebab keengganan meneruskan bacaan seringkali dikarenakan kita sulit memahami arti katanya.

2. Luangkan waktu secara rutin untuk membaca, misalnya setengah jam per hari, karena langkah ini lambat laun akan meningkatkan kemampuan memahami berbagai gaya tulisan dan kosa kata baru.

3. Mencoba menulis tentang apapun yang dianggap menarik, misalnya tentang perasaan, pengalaman, cara memandikan kucing, menanam pohon , memasak kue dan lain sebagainya. Mencoba menulis akan meningkatkan minat membaca.

4. Berusaha menggunakan waktu untuk membaca dengan selalu membawa bahan bacaan dimanapun berada. Simpan buku atau majalah dalam tas, ruang keluarga atau tempat yang sering Anda gunakan, sehingga memungkinkan Anda menjangkau dan membaca.

5. Tentukan berapa banyak buku yang ingin Anda baca dalam kurun waktu tertentu. Mulailah memasang target dengan disiplin tinggi, karena langkah ini melatih kemampuan meluangkan lebih banyak waktu untuk membaca lebih banyak hal.

6. Buatlah daftar buku yang sudah Anda baca dan catatan isi buku tersebut. Simpanlah catatan tersebut dengan rapi di tempat favorit Anda, misalnya di buku harian, di komputer, di lemari, dan lain sebagainya.

7. Matikan televisi, karena televisi tidak mengajak kita aktif belajar dan berpikir kreatif. Daripada waktu terbuang untuk memindah channel televisi mencari acara televisi yang bagus, bisa jadi waktu tersebut sudah cukup banyak untuk menyelesaikan membaca sebuah buku.

8. Bergabunglah dengan kelompok baca, dimana dalam periode tertentu para anggotanya berkumpul untuk mendiskusikan topik bacaan yang telah sama-sama tentukan sebelumnya. Berkomitmen terhadap kelompok baca memberikan momentum yang lebih besar untuk menyelesaikan bacaan buku, dan menciptakan forum yang luar biasa untuk berdiskusi dan bersosialisasi seputar tema buku.

9. Sering-seringlah mengunjungi toko buku atau perustakaan, karena kesempatan melihat-lihat buku akan melatih mental membaca sebagai kebutuhan dan menginspirasi banyak hal baru yang menarik untuk dibaca.

10. Bangunlah strategi, yaitu dengan menentukan sendiri cara yang baik menurut Anda untuk meningkatkan aktifitas membaca, sehingga Anda semakin rajin membaca dan mendapatkan manfaat yang lebih besar dari buku yang Anda baca.

Kembangkan terus minat baca Anda, karena membaca dapat meningkatkan kemampuan, terutama kemampuan untuk menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana. Tingkatkan intensitas membaca dengan memanfaatkan waktu luang semaksimal mungkin untuk membaca. Membaca merupakan salah satu investasi yang baik dari waktu kita. Andrew Ho


--


Dear Rekan tercinta



Saya ingat dengan jelas dan baik saat saya baru belajar hypnosis hingga selama satu tahun lamanya, saya begitu takutnya untuk melakukan teknik age regresi. Karena kadang kala saat saya melakukan teknik age regresi terjadilah hal-hal yang membuat saya cukup takut seperti abreaksi yang bisa berupa tangisan dan jeritan bahkan mata melotot. Dan saya benar-benar penasaran, kenapa saya bisa takut seperti ini? Saya menganggap age regresi sama dengan seperti membuka kotak pandora.



Apa sih kotak pandora itu? Cerita mengenai kotak pandora itu datang dari cerita jaman yunani kuno. Konon kotak pandora itu berisi hal-hal yang jahat maupun bisa berisi hal-hal yang baik pula. Kadang kita tidak tahu isinya apa sampai kita membukanya.



Ada satu cerita mengenai kotak pandora tersebut, Setelah Prometheus mencuri rahasia tentang api, Dewa Zeus memerintahkan Hephaestus untuk menciptakan wanita yang bernama Pandora sebagai bentuk hukuman kepada umat manusia. Prometheus yang mengetahui rahasia itu, memberitahukan kepada saudaranya Epimethus untuk tidak menerima hadiah apapun yang diberikan oleh Dewa Zeus, tetapi seperti yang kita tahu, semakin dilarang semakin menantang bukan apalagi melihat Pandora begitu cantik? Dan diterimalah Pandora tersebut. Pandora diberikan titipan oleh Dewa Zeus berupa kotak dan diinstruksikan kepadanya agar tetap dalam keadaan tertutup. Kembali lagi manusia, semakin dilarang, semakin ingin mencobanya. Dibukalah kotak tersebut dan keluarlah dalam kotak tersebut hal-hal yang jahat seperti penyakit dan penularan virus dan sejenisnya. Tetapi didalam kotak tersebut walaupun terdapat hal-hal yang buruk, dibagian bawah kotak tersebut ada sesuatu hal yang luar biasa yaitu harapan.



Na, sama seperti age regresi tadi, bila kita sudah membuka kotak pandora tadi maka akan terjadi abreaksi yang cukup keras tetapi bila kotak tersebut sudah terbuka, maka akan terbitlah harapan untuk masa depan yang gemilang.



Teman saya salah satu hypnotist pernah menangani kasus dimana kliennya kejang2 saat dilakukan age regresi, sehingga dia ketakutan dan buru-buru melakukan terminasi. Jangan-jangan, andapun juga salah satunya yang juga mengalami hal yang sama bukan? Saya pikir, ini wajar karena mereka belum mengetahui ilmunya karena keterbatasan waktu belajar dan dengan tempat yang tidak tepat juga bukan?



Walau kita sudah mengetahui mengenai cerita ini dan mengetahui mengenai abreaksi ini, tidak banyak hypnotist yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang memadai mengenai abreaksi manajemen. Bahkan saya pernah mendengar cerita dari Cal Banyan, salah satu Maha Guru hypnotist mengatakan tidak sedikit orang-orang di USA sana yang tidak berani menggunakan teknik age regresi, ya karena mereka tidak tahu bagaimana menangani bahkan ketakutan untuk melakukannya. Jadi mereka hanya menggunakan teknik direct suggestion. Dimana teknik direct suggestion adalah teknik yang sangat sederhana dan kurang bisa membantu klien bila mereka mempunyai habit yang buruk atau bahkan pernah mengalami guncangan emosi yang cukup besar.



Bahkan Gerald Kein salah satu Maha Guru lagi dari USA pernah berbicara dengan keras disalah satu artikel buletin National Guild Hypnotist bahwa bila hypnotherapist tidak mampu menangani age regresi diminta agar sekolah lagi dan belajar dengan yang benar. Bahkan Roy Hunter pun yang juga orang terbaik dari APHP, juga membuat kelas khusus untuk regresi saja. Dan mungkin dalam waktu tidak terlalu lama lagi, Roy Hunter yang juga penerus dari Charles Tebbets bersedia datang ke Indonesia untuk mengajarkan Part Therapy atau Ego State Therapy. Mudah-mudahan itu dapat terlaksana dengan baik



Teknik age regresi cukup baik dan mampu menangani beberapa kasus. Cukup menarik bukan ? Jadi simpulkan sendiri dari cerita diatas. J


--

Transformational Leadership
By: Brian Tracy

Advancing Your Career
As your career advances, you move along the scale from employee, to supervisor to manager and finally, to leader. Managers, and some leaders, engage in what is called transactional leadership, the deployment and management of people and resources to get results.

Arouse Emotion In Others
However, at the highest end of the leadership scale, we come to what is called "transformational leadership." Transformational leadership is defined as leadership that arouses emotion, that taps into the emotional and spiritual resources of an organization. Transformational leadership empowers people to greatly exceed their previous levels of accomplishment.

Make People Feel Terrific
Empowerment is the key. Transformational leaders are those who can elicit extraordinary performance from ordinary men and women. The superior leader is like a catalyst in a chemical process that causes the other ingredients to work together in a superior fashion.

A Key Function of Leadership
Empowerment as a key function of leadership becomes even more important as the work force becomes dominated by members of the Generation X. These highly individualistic men and women are increasingly seeking higher meaning and purpose in their careers. They are not impressed by authority or hierarchy. If they don't get the satisfaction they are seeking from their work, they will go somewhere else. And the better they are at what they do, the more readily they will leave one job for another.

Provide the Emotional Glue
Transactional leadership is essential to getting the job done but transformational leadership is what provides the emotional glue that causes organizations and the people in them to excel.

Action Exercises
Here are two things you can do immediately to become a transformational leader and empower your people.

First, get excited about your work. The more excited and committed you are to your work, the more excited and committed will be the people around you. The leader always sets the tone for the department or organization.

Second, continually encourage and praise the people who work for you. The better you make people feel about themselves and their work, the more empowered they will feel and the more committed they will be to your company


Pada hari Kamis, 11 Juni 2009 jam 7 pagi, saya berangkat naik pesawat dari Jakarta (bandara Soekarno-Hatta) menuju ke Surabaya. Setelah 30 menit terbang di udara, tiba-tiba Sang Pilot mengumumkan bahwa pesawat terpaksa harus kembali ke Jakarta, karena pesawat mengalami gangguan elektrik.


Sejenak setelah mendengar pengumuman itu, suasana sekitar mendadak hening. Diam seribu bahasa. Banyak hal yang langsung berkecamuk dalam pikiran saya. Nadi berdenyut lebih cepat dari biasanya. Gambaran tentang istri dan anak saya membuat jantung saya berdetak lebih kencang lagi. Tak ada kata yang bisa terucap, selain doa kepada Sang Maha Kuasa agar semuanya cepat berlalu dengan selamat. Saya mencoba melihat ke sekeliling, ternyata raut muka orang-orang sekitar tidak jauh berbeda dengan suasana hati saya. Wajah para pramugari juga tidak banyak menolong untuk menenangkan kegelisahan saya. Bahkan beberapa pramugari kelihatan sangat cemas. Mereka buru-buru mengumpulkan kembali makanan dan minuman yang baru mereka bagikan ke penumpang sekitar 5 menit lalu.

Syukur, Alhamdulillah...30 menit kemudian pesawat mendarat di bandara Soekarno-Hatta dengan selamat. Tak lupa saya memanjatkan doa syukur atas perlindunganNya. Walau hanya 30 menit, itu waktu yang cukup untuk melakukan refleksi dan introspeksi diri atas hal-hal apa yang telah saya lakukan dalam hidup ini.

"Loh... ini kok pesawat balik lagi ke Soekarno-Hatta, Jakarta? " demikian tanya seorang Ibu tua yang duduk di samping saya, membunyarkan lamunan "introspeksi" saya.

"Iya bu... Pesawat terpaksa balik ke Jakarta karena pesawat mengalami gangguan," demikian jawab saya.

"Kok saya gak tau ya?" si Ibu bertanya lagi.

"Oh... saya tadi tertidur kali ya..., makanya gak dengar pengumuman," lanjut si Ibu menjawab sendiri pertanyaannya. Saya hanya tersenyum "manis"... :-).

"Ada berkah besar yang didapat dari ketidaktahuan ibu itu. Setidaknya ia tidak perlu dag-dig-dug selama 30 menit di pesawat," demikian gumam saya dalam hati sambil tersenyum kembali.

Berpikir tentang mengetahui sesuatu hal, saya jadi teringat film yang saya tonton beberapa waktu lalu. Judulnya; KNOWING. Film garapan Alex Proyas itu, menampilkan Nicolas Cage yang berperan sebagai John Koestler. John Koestler adalah pria yang harus menyelamatkan diri setelah hitungan-hitungan seram tentang bencana yang akan terjadi di masa depan pasti menjadi kenyataan. Kehidupan John Koestler tidak tenang justru ketika dia mengetahui bencana-bencana yang akan terjadi nantinya. "Knowing" membuat hidup John gelisah. Selain Nicolas Cage, ‘Knowing’ juga dibintangi oleh Chandler Canterbury, Rose Byrne dan Lara Robinson.

Ini membuat saya teringat apa yang dikatakan oleh seorang mantan Menteri Pertahanan AS, Donald Rumsfeld. Rumsfeld bilang begini, “There are known knowns. These are things we know that we know. There are known unknowns. That is to say, there are things that we know we don't know. But there are also unknown unknowns. There are things we don't know we don't know.”

Mengetahui adalah sebuah anugerah, namun bukankah tidak mengetahui juga adalah sebuah anugerah? "Ahhh.. betapa beruntungnya si Ibu karena tidak mengetahui bahwa pesawat terpaksa balik ke Jakarta," begitu bisik saya dalam hati... :-)





Berny Gomulya adalah penulis buku “The Leader in YOU!” yang akan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada akhir Juni 2009. Untuk resensi buku “The Leader in YOU!, silakan kunjungi blognya di http://bernygomulya.com/

Raul: Tunggu Madrid yang Sesungguhnya

Madrid - Melalui laga ujicoba, Real Madrid berusaha untuk terus mematangkan permainan dan strategi. Sang kapten, Raul Gonzalez, menyebut bahwa untuk saat ini permainan terbaik Madrid belumlah muncul.

Pada laga ujicoba terakhir, menghadapi LDU Quito di perempatfinal Peace Cup, Madrid sukses membukukan kemenangan 4-2. Pada laga tersebut, bintang anyar mereka, Cristiano Ronaldo, menciptakan gol debut.

Sementara bintang Madrid lainnya, Kaka, belum bisa dimainkan. Playmaker asal Brasil ini baru bergabung dengan skuad beberapa hari silam. Ia mendapatkan kompensasi waktu libur yang lebih panjang karena bermain di Piala Konfederasi.

Selain Kaka, masih ada beberapa pemain lainnya yang belum bergabung ke kamp latihan. Di antaranya adalah Iker Casillas dan Sergio Ramos. Raul menanti mereka, karena dengan kehadiran pemain-pemain tersebut, Madrid baru bisa menampilkan permainan terbaiknya.

"Sangat penting untuk tetap sabar dan membaurkan ide kami. Ketika waktu berlalu, kami akan menjadi lebih baik dan itu akan terpancar dalam permainan kami," ujarnya seperti dilansir Goal.

"Saat ini kami masih belum diperkuat pemain yang membela tim nasional dan salah satunya adalah Kaka. Ketika kami sudah berkumpul, akan tiba waktunya, kita akan melihat sepak bola yang lebih baik."

"Dalam waktu dua minggu, kami akan menjadi lebih baik dari kami yang sekarang," tegasnya.

--

Puisi dalam Keanggunan Gerak Ibra

Barcelona - Barcelona dinilai bukan hanya mendapatkan seorang penyerang luar biasa saat mendatangkan Zlatan Ibrahimovic, tapi juga seniman lapangan hijau. Ibra bahkan disebut bakal lebih hebat dari bomber legendaris asal Belanda, Marco Van Basten.

Adalah Manajer Inggris Fabio Capello yang menyuarakan pandangan tersebut. Dia mampu membandingkan Van Basten dengan Ibra karena memang pernah menangani keduanya.

Saat masih menukangi Milan di dekade 90-an, Capello pernah melatih Van Basten. Sementara saat membesut Juventus tahun 2004 Capello merekrut Ibra dari Ajax dan menanganinya sampai tahun 2006.

"Saat Zlatan tiba di Italia dia adalah berlian yang masih kasar. Tapi kini dia sudah lengkap, penyerang terbaik di dunia dan mustahil dikawal di area penalti," kata Capello kepada La Repubblica yang diwartakan Goal.

Dari pengalamannya itu, Capello pun bisa menyimpulkan bahwa Ibra punya potensi menjadi lebih hebat ketimbang Van Basten kendati keduanya sama-sama seniman hebat di lapangan.

"Saya tahu membandingkan Van Basten dengan Ibrahimovic akan seperti membandingkan (lukisan Pablo) Picasso dengan (lukisan Mark) Rothko, tapi saya yakin Zlatan akan lebih tangguh dari Marco karena kekuatan dan tekniknya."

"Zlatan hanya harus belajar lagi dan jadi lebih matang, tapi dia pria cerdas. Dia juga diberkati dengan kemampuan mencari posisi, membebaskan diri dari kawalan lawan dan di saat yang sama melihat operan, ruang atau peluang," papar dia.

Dari analisanya, Capello juga bisa memberikan perbandingan menarik antara Ibra dengan Van Basten. "Marco terlahir dengan bola di kakinya, dalam hal ini itu sesuatu yang sudah tertanam. Sementara Zlatan terlalu cinta dengan bola, kadang dia keasyikan bermain trik ketimbang menendang bola."

Dari sosok yang suka asyik sendiri, Ibra sekarang sudah jadi penuntas serangan nomor wahid. "Itu semua berubah setelah saya memperlihatkannya video Van Basten. Sejak itu dia bermain lebih dekat ke kotak penalti," aku Capello.

Dari pelbagai perbedaan itu, Capello melihat setidaknya ada satu persamaan besar di antara kedua pemain yang pernah dia tangani tersebut: keanggunan bak seorang seniman.

"Kita bicara tentang sosok-sosok raksasa yang seperti memperlihatkan puisi dalam gerakannya," pungkas Capello.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar