Jumat, 24 Juli 2009

B E R I K A N, D A N L U P A K A N !




Suatu malam hujan turun dengan lebat diiringi angin kencang dan petir yang menyambar-nyambar. Malam itu telepon berdering di rumah seorang dokter. ''Istri saya sakit,'' terdengar suara minta pertolongan. ''Dia sangat membutuhkan dokter segera. Si dokter menjawab, ''Dapatkah bapak menjemput saya sekarang ? Mobil saya
sedang masuk bengkel.'' Mendengar jawaban itu, lelaki tersebut menjadi berang. ''Apa ?!'' katanya dengan marah. ''Saya harus pergi menjemput dokter pada malam yang berhujan lebat seperti ini?''

Coba Anda renungkan cerita inspiratif diatas. Kita senantiasa meminta sesuatu kepada orang lain. Sayangnya, kita seringkali lupa untuk memberi. Kita tak sadar bahwa apapun yang kita berikan sebenarnya adalah untuk diri kita sendiri, bukan untuk siapa-siapa. Di dunia ini tak ada yang gratis. Segala sesuatu ada harganya. Seperti halnya membeli barang, Anda harus memberi terlebih dahulu sebelum meminta barang tersebut. Kalau Anda seorang penjual, Anda pun harus memberikan pelayanan dan menciptakan produk sebelum meminta imbalan jasa Anda. Inilah konsep ''memberi sebelum meminta'' yang sayangnya sering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal ''memberi sebelum meminta'' adalah sebuah hukum alam. Kalau Anda ingin anak Anda mendengarkan apa yang Anda katakan, Andalah yang harus memulai dengan mendengarkan keluh kesah mereka. Kalau Anda ingin karyawan atau bawahan Anda bekerja dengan giat, Andalah yang harus memulai dengan memberikan perhatian, dan lingkungan kerja yang kondusif. Kalau Anda ingin disenangi dalam pergaulan, Anda harus memulainya dengan memberikan bantuan dan keperdulian kepada orang lain.

Orang yang tak mau memberi adalah mereka yang senantiasa dihantui perasaan takut miskin. Inilah orang-orang yang ''miskin'' dalam arti yang sesungguhnya. Padahal, di dunia ini berlaku hukum kekekalan energi. Kalau Anda memberikan energi positif kepada dunia, energi itu tak akan hilang. Ia pasti kembali kepada Anda.

Persoalannya, banyak orang mengharapkan imbalan perbuatan baiknya langsung dari orang yang ditolongnya. Ini suatu kesalahan. Dengan melakukan hal itu, Anda justru membuat bantuan tersebut menjadi tak bernilai. Anda mempraktikkan manajemen ''Ada Udang Di Balik Batu.'' Anda tak ikhlas dan tak tulus. Ini pasti segera dapat
dirasakan oleh orang yang menerima pemberian Anda. Jadi, alih-alih menciptakan kepercayaan pemberian Anda malah akan menghasilkan kecurigaan.

Agar dapat efektif, Anda harus berperilaku seperti sang surya yang memberi tanpa mengharapkan imbalannya. Untuk itu tak cukup memberikan harta saja, Anda juga harus memberikan diri Anda, dari hati Anda yang paling dalam. Jangan pernah memikirkan imbalannya. Anda hanya perlu percaya bahwa apapun yang Anda berikan
suatu ketika pasti kembali kepada Anda. Ini merupakan suatu keniscayaan, suatu hukum alam yang sejati.

Sebetulnya semua orang di dunia ini senantiasa memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Namun, kita dapat membedakannya menjadi dua tipe orang. Orang pertama kita sebut sebagai orang yang egois. Merekalah orang yang selalu meminta tetapi tak pernah memberikan apapun untuk orang lain. Orang ini pasti dibenci dimana pun ia
berada.

Jenis orang kedua adalah orang yang juga mementingkan diri sendiri, tetapi dengan cara mementingkan orang lain. Mereka membuat orang lain bahagia agar mereka sendiri menjadi bahagia. Ini sebenarnya juga konsep mementingkan diri sendiri tetapi sudah diperhalus. Kalau Anda selalu memberikan perhatian dan bantuan
kepada orang lain, banyak orang yang akan menghormati dan membantu Anda. Kalau demikian, Anda sebenarnya sedang berbuat baik pada diri Anda sendiri.

Bagaimana kalau Anda membaktikan diri Anda untuk menolong anak-anak terlantar dan orang-orang miskin ? Ini pun sebenarnya adalah tindakan ''mementingkan diri sendiri dengan cara mementingkan orang lain.'' Anda mungkin tak setuju dan mengatakan, ''Bukankah saya tidak mendapatkan apa-apa. Saya kan bekerja dengan sukarela" .Memang benar, Anda tidak mendapatkan apa-apa secara materi, tetapi apakah Anda sama sekali tidak mendapatkan apa-apa? Jangan salah, Anda tetap akan mendapatkan sesuatu yaitu kepuasan batin. Kepuasan batin inilah yang Anda cari. Anda membantu orang lain supaya mendapatkan hal ini.

Jadi, apapun yang kita lakukan di dunia ini semuanya adalah untuk kepentingan kita sendiri. Orang-orang yang egois sama sekali tak memahami hal ini. Mereka tak sadar bahwa mereka sedang merusak diri mereka sendiri.

Sementara orang-orang yang baik budinya sadar bahwa kesuksesan dan kebahagiaan baru dapat dicapai kalau kita membuat orang lain senang, menang, dan bahagia. Hanya dengan cara itulah kita akan dapat menikmati kemenangan kita dalam jangka panjang. Inilah hukum Menang-Menang (win-win) yang berlaku dimana saja, kapan
saja dan untuk siapa saja. Oleh : Arvan Pradiansyah



Diantara kita mungkin memiliki habit pembelian produk barang atau
jasa yang cukup unik. Satu bulan mungkin gaji yang kita terima
sebagai karyawan single di kota besar mencukupi untuk hidup single,
tetapi mengapa ketika jam makan siang tiba lebih memilih membeli
makan siang di warteg?. Contoh yang baru, ketika musim tahun ajaran
baru tiba, satu keluarga terdiri orang tua dan 3 orang anaknya dengan
berboncengan motor yang masih kredit lebih memilih membeli
perlengkapan sekolah di hypermarket atau toko buku besar, sedangkan
pendapatan kotor orang tuanya hanya berkisar antara 3 jutaan per
bulan?.

Di dalam masyarakat Indonesia menurut saya, terdapat kecenderungan
perbedaan distribusi pendapatan antara satu orang dengan lainnya.
Tetapi mengapa distribusi pendapatan yang kurang merata tersebut
menjadi sebuah fenomena yang berkebalikan dalam keputusan pembelian
masyarakat sebagai end user product?

Sebuah habit dan fenomena keputusan pembelian konsumen yang unik
ketika seorang karyawan yang dari segi pendapatan memiliki kemampuan
financial yang lebih memilih memenuhi kebutuhannya pada produsen yang
"minim". Bukankah seharusnya karyawan tersebut memenuhi
kebutuhannya pada produsen yang lebih "mampu"? Apabila kita
melihat dari satu sisi financial pendapatan yang diperolehnya dalam
satu bulan. Di sisi yang lain, mengapa sebuah keluarga merasa perlu
memenuhi kebutuhannya pada produsen kelas premium?

Dari sisi konsumen, keputusan pembelian yang berkebalikan tersebut
lebih dikarenakan ketidakmampuan sang produsen untuk memenuhi
kebutuhan yang diinginkan. Konsumen semakin pintar, berapapun budget
yang kita spend hanya untuk aktifitas promosi dan pemasaran untuk
menggejot penjualan menjadi sirna apabila berbenturan dengan fenomena
kebalikan ini. Ok, fine! Penjualan dapat meningkat suatu waktu oleh
aktifitas promosi yang kita spend, tetapi hingga berapa lama
penjualan dapat meningkat?. Penjualan dapat meningkat karena konsumen
memenuhi keinginannya (want) daripada kebutuhannya (need),
tergoda oleh aktifitas promosi yang dilancarkan oleh produsen dengan
diskon, promo penjualan, penjualan langsung, serta iklan yang gencar
(promotion mix) selama jangka waktu tertentu.

Distribusi pendapatan yang tidak merata menjadikan proporsi konsumen
kelas premium dan kelas ekonomi yang njomplang. Lebih banyak
konsumen kelas ekonomi daripada kelas premium di Indonesia. Memang
segmentasi konsumen kelas premium lebih tahan terhadap krisis
dibandingkan dengan kelas ekonomi, memberikan margin keuntungan yang
lebih tinggi kepada produsen, image produk yang baik dapat terbentuk,
sensitifitas terhadap harga yang kecil serta efektifitas promosi yang
mengena.

Segmentasi Premium memang menawarkan kue yang manis bagi para
pemasar, tetapi yang perlu digaris bawahi bahwa kue yang manis
tersebut porsinya cukup kecil, perlu perjuangan berdarah-darah untuk
mendapatkan kue yang cukup kecil tersebut. Hal ini dikarenakan segmen
premium tersebut cenderung telah setia pada satu produk tertentu
sehingga effort yang dikerahkan harus lebih keras untuk mengubah pada
produk milik kita, sedangkan untuk mendapatkan konsumen baru, sulit
dilakukan karena kecilnya porsi segmen premium yang ada.

Konsumen kelas ekonomi, keputusan pembelian yang utama adalah untuk
memenuhi kebutuhannya terlebih dahulu (need) dengan
mensejajarkan uang yang dikeluarkan sedangkan konsumen kelas premium
lebih mementingkan kualitas daripada harga ini adalah hal yang jamak
bagi pemasar. Bagi pemasar di kelas premium yang telah mendapatkan
kue manis yang cukup besar dapat sedikit bersantai dengan
mempertahankan loyalitas konsumennya melalui aktifitas bauran
promosinya (promotin mix) nya. Sedangkan pemasar yang harus
bertarung di level yang lebih bawah harus berdarah - darah untuk
mendapatkan sedikit kue manis bersaing dengan competitor yang setara
atau diatasnya. Pilihannya adalah tetap bertarung seperti saat ini
atau diperlukan strategi yang baru? Pilihan tetap bertarung seperti
saat ini cukup riskan dengan resiko dan effort yang besar namun
memberikan hasil yang besar apabila berhasil.

Strategi yang baru?
Pemasar yang baru masuk ke dalam pasar cenderung segmentasi, target,
dan positioningnya mengarah kepada segmen premium. Segmentasi
memberikan produk atau jasa kelas premium Target konsumen meraih
kelas premium untuk berpindah kepada produk kita, dan positioning
sebagai penantang utama market leader tetapi pada prakteknya, kelas
ekonomi yang didapatkan oleh konsumennya. Contohnya Rumah Sakit
berlabel International tetapi pelayanan kelas ekonomi, provider
tariff mahal tetapi putus-nyambung, putus-nyambung, termasuk di
dalamnya consumer goods yang sudah tidak mampu dibeli lagi oleh
konsumen setianya yang sebenarnya sudah bertahun tahun menggunakan
produk tersebut. Inilah menurut saya Premium Kelas Ekonomi yang negative.

Be Different
Apakah sebenarnya Premium Kelas Ekonomi? Sepintas mungkin harga yang
murah, kualitas yang baik ini adalah kondisi ideal yang ingin
didapatkan oleh konsumen. Tetapi bagaimana dari sisi pemasar? Apakah
harus mengurangi margin harga yang ditawarkan? That´s just
shortcut.
Bagi industri consumer goods, pemasar di kelas premium saat ini
cenderung melupakan konsumennya di kelas ekonomi, Sedangkan tingkat
harga mereka sudah tidak mampu lagi terbeli. Terpatok pada Fenomena
harga yang mahal sebanding dengan kualitas yang didapatkan oleh
konsumen. Hal ini adalah peluang bagi pemasar baru dengan ceruk (niche) yang cukup besar. Konsumen "terlupakan" tersebut
sebenarnya memiliki pendapatan yang sedikit lebih besar dibandingkan
kelas ekonomi lainnya namun ditinggalkan oleh pemasar kelas premium.
Seharusnya Promotion Mix yang dilakukan ditujukan untuk memperoleh
konsumen kelas ekonomi "sedikit diatas" tersebut. Membentuk image
bahwa sebenarnya harga yang ditawarkan bukan dibawah kelas premium
tetapi sebanding dengan kualitas yang didapatkan konsumen. That is
simple Premium Kelas Ekonomi,

Inflasi yang tinggi, tingkat harga penawaran yang semakin lama
semakin mahal, maturity product adalah fenomena yang harus dihadapi
oleh pemasar kelas premium. Apakah selalu dengan menggiatkan
Promotion mix dengan budget yang besar untuk mempertahankan konsumen
kelas premium?. Budget promotion mix yang besar, dapat digunakan
untuk joint dengan perusahaan yang lebih kecil untuk mendapatkan
konsumen kelas ekonomi yang lebih banyak. Namun ketakutan yang lebih
dahulu dihadapi adalah dapat menurunkan image produk kelas premium
yang sudah terbentuk dengan baik apabila mengeluarkan produk kelas
ekonomi dengan perusahaan lebih kecil.

Sebagai contoh, seperti yang kita ketahui industri rokok termasuk ke
dalam Daftar Negatif Investasi di Indonesia dikarenakan sudah terlalu
gemuk dengan kurang lebih 4000 perusahaan di Indonesia yang
beroperasi. Dengan menggandeng perusahaan yang lebih kecil,
memungkinkan perusahaan besar untuk mendapatkan konsumen kelas
ekonomi yang cukup besar. Dalam pack produk baru dikeluarkan dapat
ditampilkan under supervision of .............. sehingga dapat
memberikan pengertian kepada konsumen bahwa produk yang baru tersebut
memiliki jaminan kualitas setara kelas premium tetapi dengan harga
kelas ekonomi. Menurunkan image kelas premium? Tidak juga, hal ini
menunjukkan kepedulian perusahaan lebih besar kepada perusahaan lebih
kecil sebagai mitra yang sebenarnya dapat berjalan bersama.. Bentuknya
tidak hanya joint, tetapi dapat sebagai training quality control
sehingga equality quality product dalam pasar dapat tercapai. That is
Premium Kelas Ekonomi, bermain di kelas premium tetapi tidak lupa
dengan konsumen kelas ekonominya yang mungkin saja konsumen setia
bertahun - tahun tetapi terlupakan sejenak.

Dalam industri jasa, Premium Kelas Ekonomi menurut saya bukan hanya
memberikan pelayanan yang maksimal dengan harga yang murah, lebih
dari itu memberikan pelayanan yang berbeda dengan competitor yang
tidak dapat didapatkan oleh konsumen ketika memilih produk
competitor. Standarisasi tingkat harga dengan layanan yang diberikan
cukup sulit dilakukan untuk industri jasa dikarenakan belum adanya
standarisasi di Indonesia berkaca pada standarisasi pelayanan
konsumen.

Pelayanan yang berbeda adalah pelayanan sepenuh hati dari front liner
sebagai ujung tombak industri jasa seolah konsumen adalah saudara
atau keluarga sendiri. Konsumen tidak hanya diperlakukan sebagai
pengguna produk jasa lebih dari itu mereka adalah partner dalam
pengembangan layanan yang lebih berkualitas yang dapat diterima oleh
semua orang. Tidak hanya melemparkan konsep gue jual, loe beli. Lebih
dari itu konsep two way communication dengan konsumen untuk
pengembangan layanan yang lebih berkualitas dengan memaksimalkan
kotak kritik & saran sebagai media promotion bukan hanya sebagai
media keluhan atas layanan yang diterima konsumen.

Ketakutan yang terjadi mungkin image yang terbentuk adalah image
negative atas layanan yang diberikan dikarenakan semakin banyak
kritik & saran memenuhi costumer service. Inilah yang dicari tag
line "Help Us To Be Better", mendapatkan empathy dari konsumen
bahwa pemasar jasa tidak hanya berkutat pada standar pelayanan yang
diterapkan selama ini, tetapi terus berinovasi & berkembang
dengan bantuan konsumen setianya untuk memperoleh standar pelayanan
lebih baik yang dapt diterima konsumen setia & yang baru. That is
Premium Kelas Ekonomi, konsumen jasa adalah partner dalam
pengembangan untuk memperoleh layanan kebutuhannya.



Friendship Quotes - Funny Friendship Quotes

Friendship is not a big thing - its a million little thingz.



****************



Only your real friends will tell you when your face is dirty.



****************



The friend is the man who knows all abt you, and still likes you.



****************



The most I can do 4 my friend is simply be his friend.



****************



It is easier 2 forgive an enemy than to forgive a friend.



****************



A friend knows the song in my heart and sings it to me wen my memory fails.



****************



Friends r those rare people who ask how u are and then wait for the answer.



****************



The language of friendship iz not words but meanings.



****************



Nothing bt heaven itself is better than a friend who is really a friend.



****************



A real friend is someone who would feel loss if u jumped on a train, or in front of one.



****************



A friend can tell u things u don't want to tell yourself.



****************



Without friends no one would choose to live, though he had all other goods.



****************



Friendship... is not something you learn in school. But if you haven't learned the meaning of friendship, you really haven't learned anything.



****************



Do not protect yourself by a fence, but rather by your friends



****************



Don't ever dare to take your college as a matter of course - because, like democracy and freedom, many people you'll never know have broken their hearts to get it for you



****************



The best friend is the man who in wishing me well wishes it for my sake



****************



Friendship is like a prism through which the many variations of beauty are revealed in our lives



****************



Never explain--your friends do not need it and your enemies will not believe you anyway



****************



A friend is one who knows you and loves you just the same."



****************



Friendship often ends in love; but love in friendship - never



****************



In prosperity our friends know us; in adversity we know our friends.


What is the Lemon Law?
If you have had problems with your vehicle, it may be a lemon.

The Lemon Law is designed to protect consumers that purchase new cars, trucks, SUVs and mini-vans. As of 1993 all fifty U.S. states have passed Lemon Laws.

Each state has different standards and procedures, but all have similar coverage.


There are also other Consumer Protection laws that apply to consumer product purchases. Complaints, recalls and class actions are also an option for certain cases. There are options for new, used and leased vehicles.

Documentation is critical to protecting your rights. Never leave the dealership without a copy of your repair order.

Make sure your repair order states all of your vehicle’s deficiencies.

Always make certain that the work order states the date and time you leave your vehicle for repair, the repairs that were performed and the date you pick it up. Always save all repair orders.

The dealer or manufacturer may inform you that you do not have a claim under the lemon law. You should contact us for that determination. Assistance is only a moment away.


We have successfully settled claims for thousands of lemon law clients. We take pride in our ability to assure that our clients enjoy the justice they deserve.

Our previous clients refer many new clients to us and we look forward to doing our very best for you.


--

Know The Lemon Car Manufacturers Responsibilities
Know The Lemon Car Manufacturers Responsibilities

"Learn who's responsible for what to preserve your rights"

Basically, the Lemon Law requires manufacturers to meet the terms of the warranties that they give you.
The lemon law is what keeps the dealers and manufacturers in line. If we didn't have automobile lemon laws there wouldn't be any way to keep these car companies from turning out a bunch of junk and then ignoring you when you complain. The manufacturer is required to repair or correct any defect or condition which impairs the use and value of your vehicle, while it is under the warranty period or during the period of one year after you get it.

If the manufacturer or authorized dealer can't repair the condition after a reasonable number of tries, then, under the law, the buyer is entitled to receive a replacement vehicle of equal value or a refund that equals the full purchase/lease price and collateral costs. Of course, this is minus an allowance for the customers use.

The law for lemons is assuming that a reasonable number of attempts have been made this usually means:

• At least four unsuccessful attempts to repair the same defect have been made; or

• A car has been out of service because of warranty repairs for at least 30 cumulative days during the warranty period or during the year after the car was delivered to the consumer; or

• There have been 10 or more tries while the car was under warranty or during the first year of ownership, to fix various defects which will significantly impair the use and value of the car.

However, it is worth noting that the manufacturer does not have to make a refund or replace the car if:


• The defect does not significantly impair the use and value of the car; or

• The condition of the car is the direct result of consumer abuse, neglect, or unauthorized alterations of the vehicle by the consumer.

--

Lemon laws
Lemon laws are the best and most supportive laws that are specially made to give the right assistance to consumers experiencing frequent trouble with their motor vehicles. Though lemon law is quite common in all states, they differ in parameters from one to another. Though they differ, the end results will simply be the same, as this enables the consumer to get back full reimbursement or even make the change of replacing the lemon with a new vehicle.

If you decide to use the complete benefits of lemon laws, then you must have reports showing the faults and defects in the first one or two years of ownership. Or, you must make the report, while your vehicle has traveled less than 15,000 18,000 miles. Ensure that the vehicle that is in question is only registered for personal usage only. Generally, vehicles that come in this lemon law are new and fresh, whereas quite a few states grant and permit second hand or leased vehicles unless they get registered there. When considering some states such as California, lemon law supports motorcycle, motor homes, and boats.

Without any due process, it is hard and impossible for anyone to claim lemon law for their car. Did you give any chance to the manufacturer for repairing your vehicle? It actually signifies the time and couple of chances given to the manufacturer. In case you still find the defects remaining as such, did you post a hand written notification to the manufacturer for the final chance to overhaul it? While sending a written notice to the manufacturer, make sure to mail it through a reputed mailing service and also get a confirmation receipt. If you missed getting the receipt, they might keep arguing that they have not received the notice.

If the manufacturer is bothered and remains still without responding within the first ten days of business, then it is suggested to claim a refund. If the automaker refuses to agree to a refund, then you can file a case raising the dispute under lemon law. This case filing could be made by the Division of Consumer Affairs or even in the Court. The case will be arbitration, as the individual reviewing the filed case is not a referee, but they might be closely familiar in dealing with lemon law.

If you are looking ahead to hire an expert lawyer, ensure that they are proficient in lemon law and handling. Consultation will be the best course if you visit the lawyer for the first time. While the judgment turns positive and when the case successfully wins, then the auto manufacturer will be ordered to settle all the legal consultation fees for you. When you bring lemon laws to court, there are chances to win or even to loose.

If everything goes fair, then you have better chances to either get refunded and moreover you will also get the reimbursement for all the charges that you spared during the deal. Finally, you might also be given a chance to acquire a replacement of a new car. All you need is to ensure that you are absolutely sure about the offering granted by them.

It is not certain that every vehicle could be kept and protected safe under lemon law. Most of the vehicles that are covered under Lemon law will include motorcycles having engine replacement less than about 750 cubic cm, motor homes, vehicles and trucks will overall weight of 19.000 lbs.

--

Wisconsin Lemon Law Tips
If you've been dogged with vehicle problems and think that you have a lemon car, lemon truck, or lemon motorcycle, you have rights under Wisconsin Lemon Law, as well as under federal law. To get the best possible settlement and the greatest compensation, however, it's extremely helpful to keep thorough records. When you do, you can easily prove that you have followed the procedures necessary to classify your vehicle as a lemon. Here are some tips to get you started with your Wisconsin lemon law case:

Keep a logbook. Whether you use a spiral bound notebook or a computer spreadsheet, make a notation every time you speak to or visit the dealer or manufacturer. This proves that you have given them ample opportunity to fix the problem. In Wisconsin, dealerships are required to present you with a repair invoice each time a car is repaired.

Write down every communication. In your logbook, write down the date and time, as well as the name, title, and phone number of the person to whom you spoke. Make an entry outlining the information and instructions you were given.

Keep track of your vehicle's performance. In your logbook, note the times and dates when the problems occur.

Note the days your vehicle is unavailable. In your logbook, record the dates you are unable to use your vehicle, either because it isn't in working condition or because it is in the shop for repair.

Keep repair records. This may seem obvious, but it's important to keep the original paperwork of all repair and maintenance orders — even those that may not pertain to the recurring problem with your vehicle. Never leave your vehicle at the dealership without a copy of the work order. If you can't find a repair order, ask the dealer for a copy. The Wisconsin Auto Repair Act requires service departments to maintain records for two years.

Keep every piece of written correspondence. Hold on to a copy of every letter and email you send, as well as proof of delivery. Wisconsin requires that you contact the car manufacturer and the leasing company via certified mail. Keep a folder with correspondence and delivery documentation.

--
Seragam Premier League 2009/10
Pola Jersey Bisbol Jadi Tren

Mayoritas dari 20 klub Premier League telah mengumumkan kaus-kaus baru yang akan mereka kenakan pada musim 2009/10. Hanya Liverpool dan Chelsea saja yang menunda pengumuman seragam ketiganya hingga sesudah Premier League bergulir.


Kaus ketiga Arsenal, kaus kedua Aston Villa, dan kaus utama Hull. Semua bergaris vertikal tipis dan terlihat manis. (Foto: epitalk)


Bendera start Premiership dikibarkan pada 15 Agustus 2009 mendatang, tapi Reds dan Blues sepakat mengumumkan seragam prioritas terakhirnya itu dua minggu kemudian. Hal yang menarik adalah munculnya sebuah tren baru dalam model-model kaus di Liga Premier yang menjadi mirip seragam atlet bisbol di AS.

Pola berupa garis-garis tipis vertikal yang rapat di atas warna dasar tunggal ini tampak pada kaus ketiga Arsenal, kaus kedua Aston Villa, dan kaus utama Hull City.

Pola ini menjadi populer di antara para pencinta Premier League karena dianggap bersifat kasual dan bisa masuk sebagai tema pakaian sehari-hari alias tidak menyolok sebagai football jersey.

Konon pola serupa juga akan muncul sebagai kaus ketiga beberapa klub lain yang belum lengkap meluncurkan semua seragam barunya. Namun, fenomena tersebut sempat juga menuai protes dari pendukung Hull City.

Sejumlah suporter The Tigers pada Daily Mail menyebut seragam tersebut terlalu menonjolkan warna amber (campuran kuning dan cokelat muda) dan menyisihkan kelir hitam. Kedua warna itu secara tradisional seharusnya memang muncul seimbang.

Apa pun reaksi para penggemar, nyatanya kaus baru Hull tetap laku keras karena menjadi favorit kaum hawa yang menilai seragam baru itu lebih manis tapi tetap terlihat maskulin dengan tempelan emblem logo The Tigers. Iya deh, kalau sudah suka apa pun jadi cocok. (Darojatun)


--


Transfer David Villa
Menguji Batas Kesabaran

Jika gemar atau paling tidak pernah menyaksikan acara MTV Boiling Point, tentu Anda akrab dengan slogan “it takes patience to be paid” alias butuh kesabaran untuk dibayar. Well, tampaknya kita bisa menganalogikan posisi Barcelona sebagai salah satu kontestan program bergenre reality show tersebut.

David Villa, kepastian nasib transfernya diyakini bakal terealisasi pekan ini. (Foto: AFP)

Ini terkait dengan uji kesabaran yang tengah dijalani Barca menyangkut pembelian David Villa. Dari kompetisi musim lalu berakhir, sebelum dan setelah perhelatan Piala Konfederasi, hingga detik ini, belum ada titik temu antara kubu Camp Nou dan pihak Valencia.

Tarik-ulur menyangkut harga transfer tak kunjung mencapai kesepakatan. Los Ches diyakini mematok harga 45 juta euro, bersih tanpa embel-embel. Sebaliknya, meski secara tak langsung setuju dengan plafon, Blaugrana berusaha menyertakan nama Keirrison sebagai nilai tambah.

Jika harga pasaran penyerang klub Palmeiras asal Brasil yang baru dibeli Barca itu ditaksir kurang lebih 20 juta euro, berarti penerimaan bersih dari penjualan Villa praktis cuma 25 juta euro. Di tengah lilitan utang menggunung, sudah sepantasnya petinggi Mestalla menuntut uang tunai lebih.

Memang durasi transfer window bagi liga-liga Eropa masih panjang. Baru akan ditutup pada 31 Agustus mendatang. Ditambah faktor telah berkibarnya bendera putih dari kubu Real Madrid dalam memburu Villa, maka aksi sabar The Catalans semakin bisa dimaklumi.

“Kami akan menunggu kamu,” begitu komentar singkat Pep Guardiola seperti dilansir El Mundo Deportivo ketika menjawab pertanyaan media seputar kelanjutan status Villa. Ucapan sang entrenador ini berjarak sehari dari perubahan bentuk tawaran yang disodorkan Joan Laporta pada Valencia.

Secara otomatis bisa disimpulkan bahwa Pep belum bisa memalingkan incaran ke pemain lain di luar Villa. Meski nama Diego Forlan sempat muncul sebagai alternatif pengganti, ujung-ujungnya tetap nama bomber La Furia Roja peraih Sepatu Emas Euro 2008 itu yang kembali disebut.

Media Ranah Matador meyakini spekulasi bakal mencapai babak final pada akhir pekan ini. Entah itu berupa penerimaan harga baru El Presidente Barca sebesar 42 juta euro bersih ataupun justru berupa penolakan menyusul comeback Vicente Soriano ke Mestalla beserta iming-iming kucuran dana yang ia janjikan.

Yang jelas, jika kita kembali ke analogi boiling point alias titik didih, kesabaran Laporta tampak mulai menipis. Seumpama Che masih juga bermain sebagai pedagang tanpa beban dengan terus berlaku jual mahal, bukan mustahil Laporta akan “mendidih”.

“Kami akan melakukan penyesuaian jika memang diperlukan. Saya selalu mengatakan bahwa Villa adalah pemain yang kami incar sesuai kondisi spesifik. Nah, kondisi inilah yang belum mencapai kesepakatan. Saya mulai berpikir untuk mengaktifkan kembali opsi lain,” sebut Laporta seperti dikutip The Independent.

Bagi Barca, mundur dari percaturan sama artinya dengan terlempar dari acara boiling point layaknya para kontestan yang tak mampu meredam amarah saat dipancing emosinya. Namun, jika sabar mengikuti aturan main Valencia, siapa tahu Barcelona akhirnya berhasil meraih 100 dolar AS seperti para pemenang boiling point. Lembaran bergambar Benjamin Franklin ini tentu ekuivalen dengan sosok David Villa. (Sapto Haryo Rajasa)



Valencia
Anyar di Kiri

Di tengah hiruk-pikuk seputar isu transfer David Villa, Valencia mendatangkan pemain anyar ke Stadion Mestalla. Dia adalah Jeremy Mathieu, bek kiri yang musim lalu bermain di Liga Prancis bersama Toulouse. Pemain bertinggi 190 centimeter ini diikat dengan kontrak tiga tahun.

Los Ches bisa disebut beruntung mengamankan jasa Mathieu. Pemain yang didapat secara gratis ini adalah sosok penting di balik keberhasilan Toulouse finis di peringkat keempat Ligue 1 serta semifinal Piala Prancis musim lalu. Kedatangan Mathieu juga menjadi solusi minimnya stok di sektor kiri pertahanan Pasukan Kelelawar Mestalla setelah bek asal Italia, Emiliano Moretti, setuju pindah ke Genoa pada pekan lalu.

Memang masih ada Asier del Horno. Namun, pemain ini tak mungkin terus-menerus dimainkan dalam tiga ajang yang diikuti tim besutan Unai Emery pada musim depan. Apalagi penampilan Del Horno kini tak sebaik di awal periode karier profesionalnya bersama Athletic Bilbao.

"Bergabung dengan salah satu tim besar di Eropa tentu akan menjadi pengalaman yang menyenangkan," kata Mathieu di Marca. (drew)


--


Transfer Madrid 2009/10
Cenderung Tetap Merugi

Ada fakta menarik di balik kekuasaan Ramon Calderon sebagai el presidente Real Madrid pada medio 2006 hingga awal 2009. Benar, lelaki yang kesehariannya berprofesi sebagai pengacara ini punya andil dalam mengembalikan El Real ke puncak klasemen La Liga maupun posisi teratas klub terkaya dunia versi Deloitte. Namun, ia juga punya riwayat cacat.

Simak kegagalan pria 58 tahun itu dalam jual-beli pemain. Satu-satunya pembelian sukses (sesuai janji) hanyalah Arjen Robben. Itu pun terlambat semusim meng-ingat penyerang Belanda itu baru datang di tahun kedua Calderon.

Kegagalan lain menyangkut pembelian Pepe. Alih-alih memboyong bek sentral itu ketika masih bernderol 3 jutaan euro, Calderon malah menunda pembelian setahun kemudian saat harga beli naik menjadi 30 juta! Kalkulasi kerugian masih tak ada apa-apanya jika dibandingkan penjualan 25 pemain dalam tiga tahun dengan nilai kumulatif sebesar 112,7 juta euro saja.

Sebanyak 12 pemain dilego selama musim 2006/07 dengan pemasukan 33,8 juta euro. Pada 2007/08, giliran David Beckham, Roberto Carlos, Ronaldo, dan Antonio Cassano dijual dengan harga 22,4 juta euro. Ini jelas minus karena di awal musim Madrid menguras dana hingga melewati 100 juta euro.

Aliran kas di musim 2008/09 lumayan oke. Berkat penjualan Robinho ke Manchester City, kocek Madrid menebal 56,5 juta euro. Langkah ini menjadi nirmakna karena di Januari membeli Huntelaar dan Lassana Diara (40 juta euro), tapi The Hunter harus dikorbankan di arena LC.

Di awal musim 09/10 ini, Madrid tak lagi bersama Calderon. Namun, tren merugi masih terlihat di era Florentino Perez. Dana 209 juta euro sudah keluar untuk membeli Kaka, Cristiano Ronaldo, Raul Albiol, dan Karim Benzema. Rasanya mustahil berharap kas Madrid bakal impas dengan menjual pemain yang ada. Lagi-lagi sektor transfer Madrid mendapat sorotan. (shr)



Nasib Huntelaar di Madrid
Nationaltrainer Mulai Bersuara

Ketika barisan depan Real Madrid hanya diisi Ruud van Nistelrooy, Raul Gonzalez, dan Gonzalo Higuain, Klaas-Jan Huntelaar masih sulit mendapatkan jatah di tim inti. Bisa dibayangkan bagaimana nasib The Hunter saat Florentino Perez memutuskan untuk menambah sengit persaingan dengan membeli Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.

Bukan mustahil jam terbangnya di Primera Liga kian terkebiri. Meski pada faktanya mampu menggelontorkan delapan gol dari 20 penampilan yang kebanyakan dari bangku cadangan atau digantikan sebelum laga usai, nasib striker muda timnas Belanda ini tetap bakal suram.

Indikasi kuat ketidakbetahan Huntelaar sudah mulai terdengar. Terutama setelah nama sang predator tak disertakan dalam tur pramusim awal Neo-Galacticos di Dublin, Irlandia. Direktur Olah Raga Madrid, Miguel Pardeza, bahkan berani berkomentar bahwa telah ada perbincangan serius antara klubnya dan VfB Stuttgart menyangkut Huntelaar.

Kata Pardeza, meski Hunter sebetulnya ingin bertahan jika punya kans, tak tertutup kemungkinan striker yang dibeli dari Ajax Amsterdam dengan harga 20 juta euro itu bakal hijrah. Arnold Oosterveer, agen Huntelaar, memang membenarkan adanya percakapan antara Madrid dan klub Jerman, tapi bukan menyangkut kliennya.

Mendengar ingar-bingar tentang kegalauan Hunter, Bert van Maarwijk ikut bersuara. Nationaltrainer De Oranje ini merasa perlu memberi garis merah. “Jika ingin memiliki opsi tampil di Piala Dunia, sebaiknya Huntelaar mengoleksi jam terbang banyak sepanjang musim depan. Tampil sebagai starter di klub besar, peluang ke Afsel jelas terbuka,” kata Van Maarwijk pada Bild.

Bisa jadi satu aral yang mengganjal Madrid adalah keharusan membayar denda 7 juta euro jika menjual Hunter sesuai klausul yang disepakati bareng Ajax. (shr)


--



Atletico Madrid
Duet Jebolan U-21

Bila berpegang pada prinsip regenerasi, sudah sangat tepat yang dilakukan manajemen Atletico Madrid menjelang bergulirnya musim 2009/10. Kepergian dua kiper gaek, Leo Franco (ke Galatasaray) dan Gregory Coupet (Paris St. Germain), dibayar dengan mendatangkan tenaga muda.

Nama pertama adalah Sergio Asenjo. Pada pertengahan pekan lalu, portiere tim nasional U-21 Spanyol berbanderol lima juta euro (71,5 miliar rupiah) ini diikat selama empat tahun. Asenjo adalah eks andalan di bawah tiang gawang Valladolid.

Tak sampai sepekan berselang, Atleti melakukan investasi jangka panjang kedua. Los Colchoneros menarik kembali shot-stopper yang tahun lalu dipinjamkan ke Recreativo dengan biaya 1,2 juta euro sebagai tebusan buy-back clause.

"Senang bisa kembali ke klub yang selalu saya anggap sebagai rumah. Saya ingin melakukan yang terbaik dan membantu tim meraih gelar karena kami layak mendapatkannya," ucap eks kiper Spanyol U-21 tersebut seperti dilansir Marca. (drew)


--



Geliat Transfer Klub Promosi
Menampung Terbuang

Dengan dana transfer ekstra terbatas untuk mendatangkan pemain baru, trio klub promosi La Liga harus pintar-pintar memutar otak demi menambah kekuatan tim. Caranya adalah dengan menampung bintang terbuang atau lewat proses pinjaman.

Lihat saja sukses Zaragoza mendapatkan tanda tangan Jermaine Pennant. Eks bintang Liverpool yang musim lalu dipinjamkan ke Portsmouth tersebut diboyong tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis.

Pennant memang berstatus free agent setelah kontraknya tak diperpanjang Liverpool. Hal itu terjadi karena sang bintang tak bisa kembali ke performa terbaik pascacedera dan sering berbuat ulah di luar lapangan.

Tak hanya mencari pemain gratisan, Zaragoza juga menambah kekuatan dengan meminjam pemain dari klub lain. Salah satu nama yang diperkirakan segera bergabung di La Romareda dengan status pinjaman adalah Juan Pablo Carrizo.

Trik serupa juga dijalankan Xerez. Tim besutan pelatih anyar Jose Angel Ziganda ini terbilang sangat jeli melihat peluang mendapat pemain pinjaman berkualitas.

Setidaknya ada dua nama tenar disekolahkan di klub yang baru pertama kali mencicipi aroma La Liga ini. Yang pertama adalah bintang AS di Piala Konfederasi 2009, Jozy Altidore. Bintang lain yang disebut sudah pasti berguru di Xerecistas adalah Renan. Kiper muda Brasil ini kalah bersaing dengan Sergio Sanchez di Valencia.

Seolah tak mau ketinggalan, Tenerife juga mulai tertarik memanfaatkan jasa pemain yang sedang tak dibutuhkan di klub aslinya. Setelah mendapatkan Carlos Bellvis dan Aitor Nunez secara gratis, Los Blanquiazules tengah merapatkan diri ke Valencia.

Harian Marca menyebut trik ini dilakukan Tenerife agar diperbolehkan meminjam tenaga Miguel Angel Angulo. Pemain depan berusia 32 tahun tersebut memang kian terpinggirkan di Los Ches. (Andrew Sihombing)

Almeria
Mendapat Pengganti Setimpal

Ada satu kekhawatiran di kubu Almeria sepeninggal Alvaro Negredo dibeli kembali oleh Real Madrid. Bagaimana tidak, ia adalah bomber utama tim dalam dua tahun terakhir.

Musim lalu saja Negredo berhasil menjadi pemain paling subur dengan torehan 19 gol bagi tim asuhan Hugo Sanchez tersebut. Koleksi ini lebih baik dibanding angka 13 yang ditorehkan pada 2007/08.

Namun, kini tingkat kerisauan bisa sedikit diturunkan. Tim Andalusia tersebut dipastikan bakal mengamankan tanda tangan penyerang baru dengan prospek tak kalah bagus, Henok Goitom.

Kepastian ini diperoleh setelah Almeria menyepakati tebusan yang diminta oleh Murcia, klub pemilik bomber yang musim lalu dipinjamkan ke Valladolid ini. Presiden Almeria, Alfonso Garcia Gabarron, menyebut angka dua juta pound alias 33,1 miliar rupiah.

Penampilan Goitom di La Liga edisi 2008/09 memang cukup menarik perhatian. Pesepak bola yang sempat mencicipi aroma Serie A bersama Udinese itu tampil dalam 29 laga dengan catatan sepuluh gol. Padahal setahun sebelumnya Goitom hanya bisa dua kali merobek gawang lawan dalam 31 pertandingan.

"Sudah ada kesepakatan dengan Murcia dan kini kami tinggal menunggu hasil tes kesehatan. Kedatangan Goitom menandakan bahwa kami terus membangun tim," ujar Gabarron dalam wawancara dengan stasiun radio lokal, Onda Regional.

Goitom kemungkinan besar akan ditandemkan dengan Kalu Uche. Bomber asal Nigeria tersebut juga cukup mengesankan. Tampil dalam 17 pertandingan, Uche mampu menggelontorkan delapan gol.

Jika tak ada aral melintang, Goitom bakal menjadi pembelian kedua Almeria. Pemain pertama yang datang ke Estadio del Mediterraneo adalah gelandang Boca Juniors berkebangsaan Kolombia, Fabian Vargas. (drew)


--




Real Valladolid
Semenjana Teraktif

Status tim gurem seolah melekat dan tak mau pergi dari Real Valladolid. Dalam dua dekade terakhir, sekitar 75 persennya dilalui kubu Jose Zorrilla dalam wilayah zona degradasi Primera Division. Empat musim lainya bahkan diwarnai penampilan di Segunda A Division.

Memasuki kompetisi musim 2009/10, stigma semenjana tampak ingin mereka ubah. Setidaknya predikat klub teraktif dalam bursa transfer membuktikan bahwa el entrenador Jose Luis Mendilibar, kali ini mematok target sedikit lebih tinggi. Tak lagi dalam lilitan garis merah, tapi mulai mendongak ke zona Eropa.

Setelah membeli Diego Costa, Nivaldo, Hector Font, Nauzet Aleman, Antonio Barragan, dan Fabricio, Rabu (15/7) giliran Albert Bueno. Penyerang timnas U-21 yang juga jebolan akademi Real Madrid ini diboyong dari Santiago Bernabeu dengan banderol tiga juta euro.

Keberadaan sederet bintang di lini depan El Real hampir pasti membuat posisi Bueno terkebiri. So, pilihan top scorer Euro U-19 2006 yang dimenangi Spanyol untuk menyeberang ke Los Pucelanos itu pun menjadi keputusan yang cukup realistis. (shr)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar