Sabtu, 18 Juli 2009

Percaya Diri Adalah Penting




Temanku Whit adalah seorang pesulap profesional, dan ia disewa sebuah restoran di Los Angeles untuk bermain sulap tiap sore untuk menghibur pengunjung
restoran sementara mereka makan. Suatu sore ia menghampiri sebuah keluarga, dan setelah memperkenalkan diri, ia mengeluarkan setumpuk kartu dan mulai
beraksi. Ketika berhadapan dengan seorang gadis kecil yang duduk di meja tersebut, ia diberitahu bahwa Wendy, anak tersebut, adalah seorang gadis buta.
Whit menyahut,"Tak apa-apa. Kalau dia mau, saya ingin mencoba suatu tipuan sulap." Sambil berbalik pada si anak, Whit berkata, "Wendy, kamu mau membantu
saya melakukan tipuan ini?"

Sambil malu-malu, Wendy mengangkat bahu dan berkata,"Mau" Whit duduk di kursi di seberang Wendy, lalu berkata, "Saya akan menunjukkan sebuah kartu, Wendy,
dan kartunya bisa berwarna merah dan hitam. Saya ingin kamu menggunakan kekuatan batinmu dan mengatakan apa warna kartu itu, merah atau hitam. Mengerti
kan?" Wendy mengangguk. Whit menunjukkan kartu raja keriting dan berkata, "Wendy, ini kartu merah atau kartu hitam?"

Sesaat kemudiaan, si anak buta menyahut,"Hitam". Keluarga itu tersenyum. Whit mengangkat kartu tujuh hati dan berkata,"Ini kartu merah atau kartu hitam?"
Wendy berkata,"merah"
Lalu Whit mengangkat kartu ketiga, tiga wajik dan berkata,"merah atau hitam ?" Tanpa ragu-ragu, Wendy berkata,"merah !". Keluarganya tertawa dengan gugup.
Whit mengangkat tiga kartu lagi dan Wendy menebak ketiganya dengan benar ! Keluarganya hampir tak percaya betapa jitu tebakannya.

Pada kartu ketujuh, Whit mengangkat lima hati dan berkata,"Wendy, saya ingin kamu menebak nilai dan jenis kartu ini. apakah hati, wajik, keriting atau
daun." Sejenak kemudian, Wendy menyahut dengan yakin, "kartunya lima hati" Keluarganya menghembuskan napas yang tertahan.

Mereka tercengang ! Ayahnya menanyakan pada Whit apakah dia menggunakan tipuan atau sulap sungguhan. Whit menyahut, "Bapak harus tanya sendiri pada Wendy"
Si ayah berkata, "Wendy, bagaimana caranya?" Wendy tersenyum dan berkata. "Sulap!". Whit berjabatan tangan dengan seluruh keluarga, memeluk Wendy,
meninggalkan kartu namanya, lalu mengucapkan salam perpisahan. Jelas ia telah menciptakan saat gaib yang tak kan pernah terlupakan oleh keluarga itu.

Pertanyaannya, tentu, bagaimana Wendy tahu warna kartu itu ? karena Whit belum pernah bertemu Wendy sebelum peristiwa di restoran itu, ia tentu tak bisa
memberi tahu sebelumnya kapan ia akan mengeluarkan kartu merah atau kartu hitam. dan karena Wendy buta, tak mungkin ia bisa melihat warna atau nilai kartu
saat Whit menunjukkannya. jadi bagaimana caranya?

Whit mampu menciptakan mukjijat sekali seumur hidup ini dengan menggunakan kode rahasia dan berpikir cepat. Pada awal kariernya, Whit menciptakan kode kaki
untuk menyampaikan informasi kepada orang lain tanpa kata2. Ia belum sempat menggunakan kode itu sampai peristiwa di restoran itu. Saat Whit duduk di
seberang Wendy dan berkata," Saya akan menunjukkan sebuah kartu, Wendy, dan kartunya bisa merah atau hitam," ia mengetuk kaki Wendy (di bawah kaki meja)
sekali saat ia berkata "merah" dan dua kali saat ia mengatakan "hitam".

Untuk meyakinkan bahwa Wendy mengerti, ia mengulang tanda rahasia itu dengan berkata, "Saya ingin kamu menggunakan kekuatan batinmu dan katakan, apa warna
kartu itu, merah (tuk) atau hitam (tuk tuk). Kamu mengerti?" Waktu Wendy mengangguk, ia tahu bahwa Wendy sudah mengerti kodenya dan mau ikut bermain.
Keluarganya menganggap waktu Whit bertanya apakah Wendy "mengerti," dia merujuk perintah lisannya. Bagaimana ia memberitahu kartu lima hati pada Wendy ?
Sederhana. Ia mengetuk kaki Wendy lima kali untuk memberitahu bahwa kartunya bernilai lima . Waktu ia menanyakan apakah kartunya hati, daun, keriting atau
wajik, ia memberitahu jenisnya dengan mengetuk kaki Wendy pada saat ia mengatakan "hati".

Sulap atau keajaiban sesungguhnya dari cerita ini adalah efeknya pada Wendy. PERISTIWA ITU BUKAN HANYA MEMBERINYA KESEMPATAN UNTUK BERSINAR SEJENAK DAN
MERASA ISTIMEWA DI DEPAN KELUARGANYA, TAPI JUGA MEMBUATNYA MENJADI SEORANG BINTANG DI RUMAH. DIA YANG SELAMA INI MERASA MENJADI BEBAN DALAM KELUARGANYA,
KINI MERASA SEJAJAR DENGAN MEREKA KARENA PERISTIWA ITU.

Beberapa bulan setelah kejadian itu, Whit menerima sebuah paket dari Wendy. Isinya satu set kartu Braille, bersama sepucuk surat . Di dalam surat itu, Wendy
berterima kasih karena Whit telah membuatnya merasa istimewa, dan menolongnya "melihat" untuk beberapa saat. WALAUPUN HINGGA SAAT ITU WENDY TETAP TIDAK
BISA MELIHAT, NAMUN SULAP WHIT TELAH MENUMBUHKAN KEPERCAYAN DIRINYA YANG SELAMA INI HILANG. Wendy menutup isi suratnya dengan berkata bahwa ia ingin Whit
menerima kartu braille tersebut supaya ia bisa memikirkan sulap lain untuk orang buta.

Sumber: Disadur dari Chicken Soup for The Soul

Wigan
Kunci The Hitman

Jason Scotland tinggal selangkah lagi bereuni dengan Roberto Martinez. Satu hal yang masih menghalangi pertemuan dua sosok dari Swansea ini di Wigan adalah visa.

Wigan telah menyetujui harga 2 hingga 3 juta pound untuk penyerang asal Trinidad-Tobago ini setelah lolos tes kesehatan. Izin kerja juga telah dikeluarkan FA untuk Scotland.

Martinez menyebut anak buahnya di Swansea ini punya kemampuan untuk menjadi salah satu idola di The JJB, seperti yang dibuat tombak-tombak masa lalu The Latics, Andy Liddell, Nathan, Ellington, atau Jason Roberts.

“Jason adalah pencetak gol alami. Ia kuat, atletis, dan kedua kakinya dapat menciptakan magi. Hal-hal itu dibutuhkan sebuah tim di kotak penalti lawan. Bagi saya, ini akan menjadi pembelian kunci,” kata Martinez di Guardian.

Martinez pantas berharap besar pada sang striker. Scotland mencetak 65 gol dalam 97 partai untuk The Swans selama dua tahun itu. Publik Liberty Stadium, kandang klub di selatan Wales ini, memberinya julukan sangar, The Hitman.

"Saya yakin ia dapat melangkah naik ke Premier League dan menjadi pahlawan di Latics. Saya tahu klub ini menyenangi pencetak gol yang tajam," sebut bos anyar itu.

Kesempatan

Scotland telah berusia 30 tahun. Karena itu, kesempatan ke Premier League, ditambah reuni dengan mantan bos, diakuinya sebagai pendorong kepindahan.

“Saya merasa gembira mendapat kesempatan ini. Saya ingin menunjukkan pada manajer bahwa keputusannya tepat membawa saya ke sini. Bab baru dalam karier saya telah dimulai,” sebut striker yang pernah merasakan Premier League Skotlandia selama empat tahun itu.

Wigan memberikan kontrak dua tahun untuk The Hitman. Namun, jika visa yang dibutuhkan datang terlambat, Scotland tidak bisa bergabung dengan The Latics menuju Austria untuk persiapan pramusim. (chrs)


--





Chelsea di AS
Adaptasi Carletto

Chelsea bersiap menghadapi Seattle Sounders pada Sabtu (18/7) untuk membuka persiapan pramusim mereka menatap 2009/10. Hanya pemanasan, tapi inilah partai pembuka Carlo Ancelotti meracik The Blues.

Chelsea di bawah arahan Ancelotti akan melakoni duel resmi pertamanya melawan Man. United di Community Shield pada 9 Agustus nanti sekaligus mengawali musim baru. Seiring ambisi besar sejak era Roman Abramovich, Chelski memanfaatkan pemanasan untuk teknik dan komersial.

Mari kita kesampingkan dulu target komersial. Ancelotti praktis memiliki fokus mempersiapkan skuad barunya. Layaknya tim dengan arsitek baru, para pemain punya kewajiban menunjukkan kemampuan bahkan sejak uji coba.

Didier Drogba adalah salah satu pemain yang merasa tak sabar tampil lagi di AS. Alasan pertama yang disebutnya adalah Seattle tempat pertama ia tampil dalam pemanasan bersama Chelsea seusai digaet dari Marseille.

Toh penyerang atletis itu mengisyaratkan keinginannya menjadi pilihan pertama Ancelotti. “Saya harap bisa memulai musim dengan cara yang sama seperti saat saya mengakhiri musim terakhir: kuat, mencetak gol, dan tampil baik,” kata Drogba di situs Goal.

Drogba mengaku perlu menyusul pemain lain dalam hal kebugaran. “Saya merasa tak bertambah berat badan sehingga pramusim ini akan lebih mudah bagi saya. Berkurang satu atau dua kilogram, saya akan sungguh fit,” sebut pemain yang dihukum UEFA menyusul umpatan pada wasit ketika disingkirkan Barcelona di semifinal Liga Champion lalu.

Namun, daripada sekadar mencapai bentuk terbaiknya, striker Pantai Gading ini mungkin lebih menanti kiprah dan sikap Carletto.

Dua Milano

Sounders di Qwest Field menjadi aklimatisasi pertama Ancelotti. Chelsea akan merasakan tantangan yang lebih besar pada World Football Challenge, yang akan digelar pekan depan juga di Negeri Paman Sam.

Tak salah mengatakan Carletto masih ingin memanfaatkan atmosfer Serie A yang dikenalnya untuk memastikan kesiapan The Pensioners. Di turnamen mini ini, Carletto bakal menghadapi dua tim yang akrab dengan dirinya.

Si Biru akan melawan dua klub Milano, salah satunya adalah Milan, klub yang masih dilatihnya musim silam. Satu klub lagi peserta turnamen segi empat ini adalah tim dari Meksiko, Club America. (Christian Gunawan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar