Jumat, 27 Agustus 2010

Merajut Jalan ke Wembley

Jakarta - Undian putaran utama Liga Champions sudah dilakukan, 32 tim peserta pun kini siap berlaga. Adalah Stadion Wembley yang kini sama-sama jadi bidikan tim-tim terbaik di Eropa tersebut.

Liga Champions akan memasuki fase grup sedari 14 September 2010 mendatang ketika matchday 1 mulai dihelat. Saat ini, ke-32 tim peserta pun sudah bisa ancar-ancar memprediksi kansnya setelah undian dilakukan.

Putaran fase grup itu sendiri akan tuntas pada 8 Desember mendatang setelah matchday 6 tuntas dimainkan. Dari situ, para tim yang lolos akan jeda sesaat sebelum tampil lagi di fase knock-out mulai 15 Februari 2011.

Untuk tim-tim yang sukses melewati babak tersebut, tibalah mereka di babak perempatfinal yang akan mulai digelar pada 5 April 2011. Dari sini, empat tim terbaik akan sampai ke semifinal yang mulai dipanggungkan pada 26 April 2011.

Pada akhirnya, tibalah dua tim terbaik di partai final 28 Mei 2011 mendatang. Mereka akan beradu untuk jadi kampiun Eropa di stadion kebanggaan Inggris, Wembley.

Juaranya? Kita tunggu saja bersama-sama.

Jadwal Liga Champions 2010-2011:

*Matchday 1
14 September
Group A
Twente Enschede v Inter Milan
Werder Bremen v Tottenham Hotspur

Group B
Olympique Lyon v Schalke 04
Benfica v Hapoel Tel Aviv

Group C
Manchester United v Rangers
Bursaspor v Valencia

Group D
Barcelona v Panathinaikos
FC Copenhagen v Rubin Kazan

15 September
Group E
Bayern Munich v AS Roma
CFR Cluj v Basel

Group F
Olympique Marseille v Spartak Moscow
Zilina v Chelsea

Group G
Real Madrid v Ajax Amsterdam
AC Milan v Auxerre

Group H
Arsenal v Braga
Shakhtar Donetsk v Partizan Belgrade

*Matchday 2
28 September
Group E
Basel v Bayern Munich
AS Roma v CFR Cluj

Group F
Chelsea v Olympique Marseille
Spartak Moscow v Zilina

Group G
Auxerre v Real Madrid
Ajax v Milan

Group H
Partizan Belgrade v Arsenal
Braga v Shakhtar Donetsk

29 September
Group A
Tottenham Hotspur v Twente Enschede
Inter Milan v Werder Bremen

Group B
Hapoel Tel-Aviv v Olympique Lyon
Schalke 04 v Benfica

Group C
Valencia v Manchester United
Rangers v Bursaspor

Group D
Rubin Kazan v Barcelona
Panathinaikos v FC Copenhagen

*Matchday 3
19 Oktober
Group E
AS Roma v Basel
Bayern Munich v CFR Cluj

Group F
Spartak Moscow v Chelsea
Olympique Marseille v Zilina

Group G
Ajax Amsterdam v Auxerre
Real Madrid v AC Milan

Group H
Braga v Partizan Belgrade
Arsenal v Shakhtar Donetsk

20 Oktober
Group A
Inter Milan v Tottenham Hotspur
Twente Enschede v Werder Bremen

Group B
Schalke 04 v Hapoel Tel-Aviv
Olympique Lyon v Benfica

Group C
Rangers v Valencia
Manchester United v Bursaspor

Group D
Panathinaikos v Rubin Kazan
Barcelona FC v Copenhagen

*Matchday 4
2 November
Group A
Tottenham Hotspur v Inter Milan
Werder Bremen v Twente Enscede

Group B
Hapoel Tel-Aviv v Schalke 04
Benfica v Olympique Lyon

Group C
Valencia v Rangers
Bursaspor v Manchester United

Group D
Rubin Kazan v Panathinaikos
FC Copenhagen v Barcelona

3 November
Group E
Basel v AS Roma
CFR Cluj v Bayern Munich

Group F
Chelsea v Spartak Moskow
Zilina v Olympique Marseille

Group G
Auxerre v Ajax Amsterdam
AC Milan v Real Madrid

Group H
Partizan Belgrade v Braga
Shakhtar Donetsk v Arsenal

*Matchday 5
23 November
Group E
AS Roma v Bayern Munich
Basel v CFR Cluj

Group F
Spartak Moscow v Olympique Marseille
Chelsea v Zilina

Group G
Ajax Amsterdam v Real Madrid
Auxerre v AC Milan

Group H
Braga v Arsenal
Partizan Belgrade v Shakhtar Donetsk

24 November
Group A
Inter Milan v Twente Enschede
Tottenham Hotspur v Werder Bremen

Group B
Schalke v Olympique Lyon
Hapoel Tel-Aviv v Benfica

Group C
Rangers v Manchester United
Valencia v Bursaspor

Group D
Panathinaikos v Barcelona
Rubin Kazan v FC Copenhagen

*Matchday 6
7 Desember
Group A
Twente Enschede v Tottenham Hotspur
Werder Bremen v Inter Milan

Group B
Olympique Lyon v Hapoel Tel-Aviv
Benfica v Schalke 04

Group C
Manchester United v Valencia
Bursaspor v Rangers

Group D
Barcelona v Rubin Kazan
FC Copenhagen v Panathinaikos

8 Desember
Group E
Bayern Munich v Basel
CFR Cluj v AS Roma

Group F
Olympique Marseille v Chelsea
Zilina v Spartak Moscow

Group G
Real Madrid v Auxerre
AC Milan v Ajax Amsterdam

Group H
Arsenal v Partizan Belgrade
Shakhtar Donetsk v Braga

Babak knockout pertama:
Leg I: 15–16 & 22–23 Februari 2011
Leg II: 8–9 & 15–16 Maret 2011

Perempatfinal:
Leg I: 5–6 April 2011
Leg II: 12–13 April 2011

Semifinal:
Leg I: 26–27 April 2011
Leg II: 3–4 Mei 2011

Final - Wembley, London
28 Mei 2011

--

Anak Baru' Siap Bertarung
Narayana Mahendra Prastya - detiksport


Reuters

London - Seperti di musim-musim sebelumnya, Liga Champions 2010/11 juga menghadirkan sejumlah wajah baru. Meski berstatus debutan, mereka siap bertarung menghadapi tantangan.

Seperti dikutip dari situs resmi UEFA, ada dua tim yang baru pertama kali berlaga di fase grup langsung terundi bersama juara bertahan. Mereka adalah FC Twente dan Tottenham Hotspur. Spurs memang pernah bertarung di Liga Champions (ketika itu masih bernama European Cup) musim 1961/62. Namun saat itu kompetisi belum menggunakan sistem babak grup.

Sedangkan debutan lain adalah Braga dan Zilina. Keduanya satu grup dengan raksasa Inggris. Braga Arsenal, sementara Zilina bareng Chelsea.

"Kami paham bakal bertemu tim berat dari pot 1 dan sungguh berat melawan juara bertahan. Namun ini menarik. Sudah 48 tahun sejak kami kalah dari Benfica di semifinal dan saya pikir saat ini orang berharap kami bisa segera menorehkan sesuatu yang lebih baik di kompetisi ini dibanding 48 tahun silam. Kini kami berharap bisa membangun tim dan meraih sukses di masa depan," tukas direktur administrasi sepakbola Spurs Darren Eales.

"Arsenal adalah favorit, namun tiga tim lain memilik kesempatan untuk lolos. Kami memulai musim dengan baik. Kami memiliki pemain berkualitas dan telah menambah kekuatan dengan mendatangkan pemain. Tentu saja kami ingin terus tampil bagus. Kami lolos dengan menyingkirkan tim kuat yakni Celtic dan Sevilla, kini kami harus melalui grup ini," kata direktur olahraga Braga Fernando Couto seperti dilansir dari UEFA.com.

Bahkan beberapa dari mereka menyatakan hasil undian ini di luar ekspektasi. Mereka justru berharap bertemu menghadapi tim yang lebih berat.

"Saya sebenarnya sangat ingin untuk bermain melawan tim Spanyol - Barcelona atau Real Madrid- tetapi mimpi itu tak terwujud. Tidak masalah. Soal peluang kami, jelas sulit untuk mengatakannya. Saya tidak akan tahu bagaimana kami nantinya, tapi kami jelas siap untuk bertarung," ujar Pavel Hapal, pelatih Zilina.

Hal senada juga dinyatakan pelatih FC Twente Michel Preud'homme. "Saya berharap bisa satu grup dengan Barcelona, Panathinaikos, dan FC Copenhagen karena kami bakal memiliki kesempatan bagus. Babak grup merupakan sebuah pengalaman baik danmungkin kami bisa memberikan kejutan," tukasnya.

--

Moratti Senang Inter Terhindar dari Madrid
Kris Fathoni W - detiksport


Reuters

Monako - Presiden Inter Milan Massimo Moratti menyambut baik hasil undian fase grup Liga Champions. Walau enggan menyepelekan lawan, Moratti senang karena terhindar dari Real Madrid.

Inter akan memulai usahanya mempertahankan gelar juara dengan menghadapi Werder Bremen, Tottenham Hotspur dan FC Twente. Keempat tim itu tergabung di Grup A.

Khusus untuk Bremen, ini adalah kali ketiga dalam tujuh musim Inter harus bertemu dengan si juara Jerman. Sementara itu Twente dan Spurs baru kali ini berlaga di ajang Liga Champions.

"Itu adalah grup yang sangat berat tanpa tim yang lemah. Ini adalah grup yang seimbang dan kami harus mulai dengan baik," komentar Moratti di situs Inter.

Moratti memang terlihat tak mau percaya diri berlebihan atau memandang sebelah mata lawan-lawan Inter. Namun, dia tak bisa menyembunyikan rasa senang karena tak berhadapan dengan Madrid yang kini ditangani pelatih Inter musim lalu, Jose Mourinho.

"Saya senang kami terhindar dari Real Madrid. Saya tak tahu apakah lebih baik bertemu mereka cepat-cepat atau belakangan, dan mungkin saya pikir kami akan bertemu mereka, tapi akhirnya tidak," lugas Moratti.

Ditempatkan di Pot 2 dalam pengundian, 'El Real' memang sempat punya kans bertemu Inter yang menghuni Pot 1. Namun, Madrid akhirnya ditempatkan di Grup G bersama AC Milan, Ajax dan Auxerre.

--

erguson: Hasil yang Baik bagi MU
Reky Herling Kalumata - detiksport


Getty Images

Manchester - Sir Alex Ferguson menerima dengan baik hasil undian Manchester United di Liga Champions. Namun yang paling disukai oleh Ferguson adalah menghadapi mantan klubnya, The Rangers.

Dalam undian yang dilakukan di Monte Carlo, MU yang berada di Grup G akan melakukan perjalanan ke Turki menghadapi Bursaspor dan ke Spanyol menghadapi Valencia dan satu laga lagi akan ada di Inggris guna melawan Rangers.

Hasil undian tersebut disambut baik oleh manajer MU ini. Namun laga menghadapi Rangers ada yang paling disukainya karena dia akan bertemu mantan asistennya di Old Trafford yaitu Walter Smith yang kini menangani Rangers.

"Anda tidak dapat komplain mengenai hal itu, ini adalah hasil undian yang baik bagi kami. Anda selalu melihat dari sisi perjalanan itu dan satuyang terjauh adalah perjalanan ke Turki," ungkap Ferguson seperti dilansir situs resmi Man Utd.

"Walter Smith telah ditelpon, berbicara mengenai tiket untuk Old Trafford! Sama seperti saya, dia juga sudah tidak untuk menghadapi pertandingan kami menghadapi satu sama lain," ujat pelatih asal Skotlandia ini.

--

Ujian Berat Sang Juara Bertahan
Mohammad Resha Pratama - detiksport


Getty Images/Alex Livesey

Jakarta - Inter Milan sudah mendapat lawan-lawannya di fase grup Liga Champions 2010/2011. Untuk dapat mempertahankan gelar juaranya, Nerazzurri sudah ditunggu ujian berat di sini.

Adalah pengundian di Monako, Kamis (26/8/2010) malam WIB, yang mengharuskan Inter bertemu Werder Bremen.Tottenham Hotspur dan FC Twente di Grup A. Ketiga tim ini memang bukan kekuatan tradisional di benua Eropa namun punya berpotensi besar menyulitkan Inter di babak ini.

Bremen meski ditinggal Mesut Oezil masih merupakan kekuatan papan atas di Bundesliga. Mereka punya sederet pemain berbahaya pada diri Claudio Pizzaro, Torsten Frings serta gelandang serang muda Marko Marin. Jangan lupa ada sosok Mirko Arnautovic yang musim lalu berbaju biru-hitam sebelum akhirnya dilepas musim panas ini karena tak mampu menunjukkan kualitasnya.

Di kompetisi eropa, Liga Champions dan Liga Europa (Piala UEFA), Bremen pun terkenal sebagai tim yang sulit ditaklukkan oleh wakil-wakil Italia. Inter pernah merasakan bagaimana tangguhnya tim asuhan Thomas Schaaf ini saat keduanya bertemu di fase grup dua musim lalu. Saat itu Inter imbang 1-1 di kandang dan kalah 1-2 di tandang.

Lalu Spurs yang untuk pertama kalinya dalam 50 tahun bermain di Liga Champions memiliki kans sama besarnya untuk jadi kuda hitam musim ini. Jelas Inter tak boleh lengah pada wakil Premiership ini karena mereka punya segudang pemain berbakat yang siap menghadang.

Rafael Benitez yang enam musim menangani Liverpool tentu sudah hafal luar dalam bagaimana kekuatan Spurs di bawah asuhan Harry Redknapp atau pelatih-pelatih sebelumnya. Kini tinggal bagaimana pengalaman itu dipakai Rafa untuk mengatasi kekuatan semangat serta motivasi tinggi dari pasukan White Hart Lane itu.

Lawan terakhir Inter di grup ini adalah jawara Liga Belanda musim lalu FC Twente. Klub yang ditangani Michel Preud'homme siap jadi penghalang terakhir bagi La Beneamata untuk bisa melenggang mulus ke babak knock out atau tentunya tampil di partai final di Wembley, 28 Mei 2011.

"Musim yang baru telah dimulai dan kami ingin tetap melakukannya dengan baik. Ini adalah grup yang ketat namun jika kami ingin pergi ke Wembley - kami ingin pergi ke sana - kami harus mengalahkan tim mana pun. Kami siap," tegas Luis Figo di situs resmi klub.

"Bagaimana juga lawan kami tetaplah sulit. Tim Jerman tangguh dan tim Inggris sama berbahayanya juga. Kami akan siap untuk memenangi laga-laga nanti," lugas pria Portugal yang kini menjabat duta klub itu.

--

Bayern Optimistis Lolos
Kris Fathoni W - detiksport


daylife

Munich - Finalis Liga Champions musim lalu Bayern Munich cukup puas dengan hasil pengundian. Namun, mereka tetap diminta siaga penuh dan tak lengah untuk menjaga kans lolos.

Bayern, yang musim lalu gagal melengkapi treble karena ditekuk Inter Milan di final Liga Champions, diundi bersama AS Roma, FC Basel dan CfR Cluj dalam Grup E.

Di atas kertas, Bayern mungkin akan tetap bisa merebut satu dari dua tiket lolos nantu. Tapi mereka sama sekali tak boleh meremehkan lawan-lawannya sama sekali.

Roma, si runner-up Seri A Italia yang kembali ke Liga Champions usai absen musim lalu, akan menjadi hadangan terbesar Bayern. Sementara FC Basel dari Swis yang memenangi dua gelar musim lalu, plus Cluj (RUmania) yang bisa saja bikin kejutan.

"Hasilnya bisa saja lebih buruk," aku Pelatih Bayern Louis van Gaal di situs resmi klubnya.

"Tapi kami masih harus tetap sangat fokus untuk lolos dari grup ini," lanjut dia.

Asisten pelaih Hermann Gerland ikut menukas dalam menyuarakan optimisme Bayern. "Kami punya peluang bagus untuk mencapai babak selanjutnya."

--

Fergie 'Pulang Kampung'
Kris Fathoni W - detiksport


Reuters

Jakarta - Sir Alex Ferguson akan "pulang kampung". Ini terjadi setelah Manchester United dipertemukan dengan Rangers yang bermarkas di Glasgow, tempat kelahiran Fergie.

MU dan Rangers sama-sama diundi ke dalam Grup C Liga Champions 2010-11. Dua tim lain yang ada di grup itu adalah Valencia dan Bursaspor.

Laga MU vs Rangers secara khusus akan menghadirkan nuansa istimewa. Bukan saja karena ini adalah duel klasik yang bisa diberi tajuk "Battle of The Brits" yang melibatkan dua klub Inggris Raya, tapi juga karena kisah yang melibatkan dua manajernya.

Fergie, yang menukangi 'Setan Merah' sejak tahun 1986 adalah seorang pria Skotlandia tulen yang lahir di Glasgow 68 tahun lalu. Artinya, saat MU menyambangi Rangers di Ibrox, Fergie pun akan sekaligus "pulang kampung". Apalagi Fergie pun juga pernah bermain untuk klub tersebut.

Pertemuan dengan Fergie pun akan jadi momen spesial buat Walter Smith, yang pernah menjadi asisten Fergie di timnas Skotlandia pada Piala Dunia 1986 serta di MU pada periode singkat musim 2003–04.

Fergie sendiri pernah dikutip melontarkan pujian untuk Smith. "Hanya ada sedikit orang dalam permainan ini yang memiliki pengalaman, pengetahuan dan kemampuan teknis."

Sebelumnya, MU dan Rangers juga pernah diundi dalam satu grup pada Liga Champions musim 2003-04 lalu. Saat itu Sporting Life mencatat MU menang 3-0 di Old Trafford dan 1-0 di Ibrox.
( krs / key )


--
Marseille Siap Sambut Drogba
Reky Herling Kalumata - detiksport


Getty Images

Monaco - Hasil undian Liga Champions memastikan Didier Drogba akan kembali ke Olympique de Marseille. Klub Liga Prancis ini pun menyatakan siap untuk menyambut mantan pemainnya itu.

Chelsea yang berada di Grup F akan berada satu grup bersama Marseille, Spartak Moskow dan Zilina. Ini artinya Drogba akan bertandang ke mantan klubnya yang sempat diperkuatnya selama satu musim sebelum pindah ke Stamford Bridge.

Meski sebagai lawan Marseille pun siap menyambut mantan pemainnya itu. "Ini sangat menyenangkan dan puas melihat Didier Drigba lagi di Velodrome, namun dia tak akan sendiri," kata Presiden Marseille Jean-Claude Dassier seperti dilansir situs resmi Uefa.

Namun bukan hanya Drogba yang akan melakukan laga emosional di putaran grup F Liga Champions. Pelatih Marseille Didier Deschamps juga akan melakoni pertandingan emosional karena akan kembali ke Stamford Bridge.

Direktur Chelsea David Barnard mengaku sulit menghadapi Marseille. "Kami pernah menghadapi lawan dari Prancis dan itu selalu berat. Didier Deschamps akan kembali dan satu pemain kami Drogba, akan kembali ke klub lamanya," ujarnya. ( key / krs )

--

Wembley Tambah Motivasi Raksasa London
Narayana Mahendra Prastya - detiksport


Stadion Wembley (AFP/ C. Young)

Monaco - Chelsea dan Arsenal memiliki motivasi ekstra untuk menjadi juara Liga Champions. Faktor Wembley sebagai tempat pergelaran final merupakan faktor penambah semangat bagi keduanya.

Chelsea dan Arsenal belum pernah berhasil menjuarai Liga Champions. Prestasi tertinggi The Blues dan The Gunners di kompetisi ini adalah menjadi finalis.

Untuk musim ini baik Chelsea mau pun Arsenal memiliki motivasi ekstra untuk memburu trofi kejuaraan kasta tertinggi antarklub di Benua Biru.

Sang penambah semangat itu bernama Wembley. Stadion berkapasitas 90 ribu penonton ini menjadi tempat digelarnya final Liga Champions 2010/11.

"Ini memberikan klub-klub Inggris, terutama yang bermarkas di kota London tambahan semangat. Bermain di final di London bakal fantastis dan saya mengerti bila Chelsea dan Spurs akan berpikiran sama. Mungkin bakal terjadi kompetisi mini di dalam kompetisi kali ini," ujar chief executive Arsenal Ivan Gazidis seperti dilansir dari Sky Sports.

Pendapat senada juga diungkapkan kubu Chelsea. "Anda memang senang tampil di final yang digelar di luar negeri, begitu pula dengan suporter dan juga kesempatan tersebut," tukas Barnard

"Tapi tidak ada yang tahu seperti apa kompetisi ini berjalan nantinya. Yang jelas Wembley merupakan pertanda baik bagi kami dan saya berharap itu juga terjadi musim ini," ujar dia.

Di Wembley (baru), Chelsea berhasil merengkuh gelar juara di antaranya Piala FA (2007, 2009, 2010) dan Community Shield (2009).

Di Liga Champions 2010/11, tim London Barat berada satu grup dengan Olympique Marseille, Spartak Moscow, dan MSK Zilina. Sementara tim London Utara terundi bersama Shakhtar Donetsk, Braga, dan Partizan.

--

BI Terapkan Basel III Tahun 2018
Herdaru Purnomo - detikFinance

Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan menerapkan Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) tahap III atau Basel III mulai tahun 2018. Ada 3 poin penting dari aturan Basel III yang berlaku secara internasional itu.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah ketika ditemui usai diskusi OJK di Hotel Santika, Jakarta, Kamis malam (26/08/2010).

"Ada tiga hal yang menjadi agenda reformasi sektor perbankan ke arah macro prudential yang akan dibahas di pertemuan G-20 di Korea dimana nantinya akan tertuang dalam Basel III. Pertama, pengaturan capital buffer, kedua pengenaan leverage ratio (kredit terhadap PDB) dan ketiga penguatan manajemen likuiditas," ujar Halim.

Halim menjelaskan, pengaturan capital buffer gambarannya nanti Rasio Kecukupan Modal (CAR) bank akan menjadi lebih tinggi ketika kondisi ekonomi membaik dan dapat menjadi lebih rendah dari ketentuan ketika kondisi ekonomi memburuk.

"Modalnya akan disesuaikan profil dan risiko bank. Ada batas minimalnya jika bank itu berisiko namun jika tidak, dia harus lebih tinggi. Bank bisa saja diminta menghimpun modal ketika kondisi sedang baik dan menggunakan modal itu di bawah ketentuan normal apabila kondisi sedang jelek, makanya ini ada unsur makronya," papar Halim.

Ia juga menjelaskan mengenai pengenaan leverage ratio atau kredit yang dihubungkan dengan PDB. Menurut Halim, untuk dapat mengendalikan bubbles, kredit terhadap sektor tertentu dapat dibatasi.

"Jadi itulah leverage ratio, nantinya kredit terhadap PDB di suatu negara tidak boleh lebih dari sekian. Itu nanti diatur di bawahnya, karena berdasarkan penelitian dari suatu negara misalnya jika propertinya sudah terlalu banyak dia bisa menimbulkan gangguan terhadap stabilitas," ujarnya.

Selain itu, Halim mengatakan poin ketiga yang akan dimasukkan kedalam Basel III yakni penguatan manajemen likuiditas. Dimana menurut Halim penguatan modal akan lebih terarah kepada tier I.

"Tier I atau modal inti nantinya dipersamakan dengan modal disetor," jelasnya.

Lebih lanjut Halim mengatakan, seluruh poin tersebut nantinya akan diputuskan di pertemuan G20 di Korea.

"Berlakunya secara internasional, dan itu akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara. Tetapi secepatnya berlaku di 2018," imbuhnya.

--
Demi Membantu Negara, Jangan Punya Anak Banyak-banyak
Suhendra - detikFinance


Sugiri Syarief (Foto: Suhendra/detikFinance)
Jakarta - Tepat tanggal 16 Agustus 2010 Presiden SBY mengumumkan total jumlah penduduk Indonesia telah mencapai 237,6 juta jiwa berdasarkan hasil sensus penduduk 2010. Angka ini meleset dari proyeksi tahun 2000 lalu yang hanya 'menargetkan' 234 juta jiwa artinya ada lonjakan 3-4 juta jiwa penduduk.

Pertanyaan besarnya kini adalah: apakah sebenarnya dengan jumlah penduduk yang besar dengan menempati urutan ke-4 di dunia, akan menguntungkan perekonomian Indonesia secara keseluruhan?

Bahkan bukan hanya sampai disitu saja, jika bicara laju pertumbuhan penduduk yang tak terkontrol atau diatas target pemerintah,apakah ini akan mempengaruhi kualitas perekonomian masyarakat Indonesia? Termasuk tantangan menekan pengangguran dan kemiskinan di Tanah Air.

Apalagi saat ini dunia tengah mengalami ancaman krisis pangan, yang dipicu oleh cuaca ekstrim yang melanda beberapa belahan dunia.

Bagaimana kaitan besarnya jumlah penduduk dengan perekonomian Indonesia? Berikut ini wawancara detikFinance dengan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief beberapa waktu lalu.

Sepertinya BKKBN sebagai ujung tombak program Keluarga Berencana (KB) terus kebobolan menjaga laju pertumbuhan penduduk, hingga tahun ini saja hampir 238 juta jiwa?

Memang kalau berdasarkan proyeksi dari 10 tahun lalu ada kelebihan 4 juta jiwa. Tapi ini proyeksi selama 10 tahun lalu, hasil kerja sepuluh tahun.

Target kita memang hanya 234 juta jiwa (faktanya 237,6 juta), tapi karena program KB pada awal-awalnya kurang mendapatkan perhatian ya hasilnya seperti ini. Kita tidak memperhatikan KB selama 5-7 tahunan lah.

Makanya ini harus diperhatikan lagi dong, kalau tidak bisa sampai 300 juta jiwa.

Jadi jumlah penduduk yang hampir mendekati 238 juta jiwa, benar-benar meleset dari proyeksi?

Ya, di dalam perkiraan, tapi diluar dari angka proyeksi karena proyeksi itukan asumsinya seperti program KB kondisinya di tahun 1990-an. Sementara itu program KB dari tahun 2000-2010 tak seperti tahun 1990-an (lebih tak diperhatikan).

Apa gebrakannya dari BKKBN?

Gebrakannya yah, kita ramai-ramai kita gerakan lagi program KB. Seperti program KB di perusahaan-perusahaan (swasta).

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi diatas 6%, bahkan tahun 2014 sampai diatas 7%. Laju penduduk yang tak terkontrol ini sejauhmana mempengaruhi pertumbuhan ekonomi?

Tentu kalau pertambahan penduduk lebih tinggi, akan memberi beban pada pertumbuhan ekonomi, sudah pasti itu, teorinya begitu prakteknya juga begitu. Suplai tenaga kerja akan lebih tinggi pada tahun-tahun 2030.

Berarti peluang adanya pengangguran makin besar?

Tergantung pemerintah, mampu nggak pemerintah membuka investasi. Kalau investasi dibuka lebar-lebar, sehingga penyerapan tenaga kerja menjadi lebih tinggi ya tentu saja pengangguran berkurang.

Tapi akan menjadi lebih berat, ketika pemerintah terus mendorong investasi besar-besaran, tapi kalau penduduknya tambah terus tentu akan semakin berat. Akan memberikan kesulitan bagi pemerintah untuk mengurangi pengangguran.

Kita punya target di tahun 2015 akan mengejar ketertinggalan kita proyeksinya akan jauh lebih baik dari tahun ini.

Lalu proyeksi tahun 2015 berapa?

Kita akan hitung lagi, karena angkanya sudah berubah. Kalau berdasarkan angka proyeksi hasil sensus tahun 2000 (sepuluh tahun lalu) tahun 2015 angkanya 240 jutaan jiwa. Tapi sekarang ini sudah beda lagi, kita akan lakukan exercise lagi untuk diproyeksikan lagi dengan kemampuan program KB seperti sekarang.

Target pertumbuhan penduduk pemerintah per tahunnya sebenarnya berapa?

Target pertumbuhan penduduk kita per tahun dibawah 1%, tapi realisasinya justru sekarang 1,4%. Tapi target dibawah 1% itu terjadi di tahun 2015. Target tahun 2010 ini pertumbuhan targetnya bukan 1% tapi 1,2%, berarti bobolnya 0,2%.

Memang sampai bobol terus, apa anggarannya kurang?

Kalau anggaran sudah lumayan, sudah naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2006, tahun 2010 ini Rp 1,225 triliun dulu tahun 2006 hanya Rp 700 miliar.

Dana Rp 1,2 triliun sudah ideal kah untuk mensukseskan KB di Indonesia?

Terus terang itu tidak cukup, idealnya itu Rp 3-4 triliun, karena gerakannya akan lebih besar dan kita akan lebih leluasa kan. Sekarang ini kita mau melayani wilayah terpencil saja nggak punya uang. Mereka rajin produksi, coba lihat wilayah-wilayah terpencil anak-anaknya sampai 7-8 orang.

Tahun depan anggarannya berapa pak?

Tahun depan katanya anggarannya mau naik jadi Rp 2,1 triliun, mudah mudahan pemerintah mau menyediakannya.

Parameter keberhasilan program KB ini itu apa sih?

Parameternya, fertilitas yaitu jumlah anak per keluarga. Sekarang ini kita 2,6, artinya rata-rata setiap keluarga di Indonesia memiliki anak dua dan tiga, sedangkan target hanya dua anak.

Jadi ini bukan kelebihan, tapi belum sampai. Target dua itu baru kita capai pada tahun 2015.

Caranya?

Ya ikut KB dong semuanya, pakai kontrasepsi semua keluarga-keluarga. Cara drastis tidak bisa dilakukan.

Kesannya semenjak Indonesia reformasi tahun 1998 lalu, tingkat pemberontakan terhadap program KB tinggi?

Bukan pemberontakan, mereka menyadari bahwa mempunyai anak adalah hak semua keluarga. Kita akan imbau mereka, tapi ini demi membantu negara agar negara yang kita cintai tidak terpuruk dan juga maju lagi, yah jangan punya anak banyak-banyak. Dua anak saja cukup.

Pengalaman krisis 2008 lalu justru jumlah penduduk Indonesia yang besar, justru mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif?

Karena UKM-nya berjalan. Walaupun kita tetap bertahan tetapi tidak maju.

Negara-negara maju sudah tak dipusingkan lagi dengan pertumbuhan penduduk. Misalnya China yang pertumbuhan ekonominya pesat, kan pertumbuhan penduduknya sudah stabil, 1,3 miliar. Ekonomi China stabil.

Dengan penduduk yang bisa dikontrol maka akan membantu ekonomi, karena variable kependudukan tidak menjadi mengganggu lagi.

Kalau penduduk bertambah maka pertumbuhan ekonomi akan terganggu, kalau pertumbuhan penduduk stabil maka semua bisa dirancang jauh lebih baik karena semua bisa direncanakan menjadi variabel yang fix.

Kalau perubahan penduduknya tidak berubah atau sedikit-sedikit, maka perencanaan kebutuhan pangan menjadi fix, kalau meningkatkan tambahan pangan 10% maka memberikan tambahan kesejahteraan kepada masyarakat karena kebutuhan pangannya tercukupi dengan baik. Begitu pula dengan kebutuhan energi, kerusakan lingkungan akan terjaga karena penduduk tak bertambah.

Semua persoalan-persoalan pembangunan akan terganggu apabila variabel kependudukannya tidak terkontrol atau tidak terkendalikan.

Target jumlah penduduk kita dari sisi peringkat dunia berapa?

Sekarang masih diperingkat empat dunia, tapi jangan sampai diposisi satu lah, kalau nggak penduduk kita sampai 1,5 miliar jiwa. Apa kita mau meraih itu, sementara kita terseok-seok dalam pembangunan ekonomi.

-
Yuk, Pangkas Pengeluaran yang Nggak Penting...
Prilla Kinanti - detikFinance


Foto: Prilla
Jakarta - Dalam menjalankan kehidupan sering sekali kita mengalami suatu kondisi dimana hal yang tidak terencana malah terjadi. Masalahnya lagi, ternyata hal yang tidak produktif cukup membebankan keuangan kita di kemudian hari.

Contoh yang paling sederhana ketika kita mengunjungi pusat perbelanjaan, toko, maupun pusat elektronik dsb. Dengan mudahnya pola belanja konsumtif terjadi apalagi didalam saku kita terselip beberapa kartu kredit yang memang diciptakan oleh penerbitnya untuk melakukan transaksi seperti itu.

Beberapa fakta konsumtif sering terjadi pada diri kita, hal ini terbukti dengan akrabnya kita dengan percakapan seperti dibawah ini:

"Duh, pengen beli baju deh"
"Eh katanya Gym disitu bagus loh, ikutan yuk"
"Hmm.., gue butuh jeans nih, yang lama udah ga nge-trend"
"Mana yang lebih asik ya?, ipad atau iphone 4?, atau dua-duanya aja deh"
"Nonton konser yuk, band 'itu' mau datang loh ke Jakarta, kapan lagi bisa nonton mereka?"

Selain akrab, mungkin anda sendiri yang mengalaminya. Seringkah kita mengalaminya?

Pembaca yang bijaksana, contoh kejadian diatas adalah hal yang disebut dengan budaya konsumtif, membeli barang, melakukan transaksi keuangan yang tidak terlalu dibutuhkan, hal ini dapat terjadi karena besarnya sifat emosional yang mengalahkan sifat rasional atau ego yang begitu besar hingga ingin memiliki sesuatu yang sama dengan teman atau rekannya agar bisa menjadi bagian dari mereka.

Membedakan antara kebutuhan dan keinginan

Sebenarnya ada jalan yang tepat untuk mengatasi contoh konsumtif diatas yakni, kita dapat melakukan identifikasi antara kebutuhan dan keinginan.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kebutuhan? Kebutuhan adalah sesuatu hal yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada.

Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.

Untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya.
Terkadang anda menganggap keinginan sebagai kebutuhan yang wajib dipenuhi.

Inilah pola pikir yang harus diubah, karena jika anda tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan maka konsekuensi logisnya anda tidak biasa membedakan pos pengeluaran yang perlu dan tidak perlu. Karena tidak bisa membedakan maka secara otomatis yang bersangkutan sudah pasti tidak akan bisa mengontrol pengeluaran, jika ini berlangsung kama sudah pasti anda akan mengalami defist keuangan dikemudian hari atau dikenal dengan istilah besar pasak dari pada tiang.

Lalu bagaimana caranya agar tidak menjadi defisit? Ada dua cara yaitu pertama melakukan usaha tambahan agar gaji atau pendapatan bertambah, cara kedua adalah melakukan control atau pengendalian pengeluaran yang tidak perlu.

Cara kedua tentu harus menjadi cara yang lebih mudah karena hanya melibatkan diri sendiri, sedang cara pertama tentu harus melibatkan orang lain, minimal bos anda agar kerja anda dapat dinilai baik oleh sang bos sehingga gaji menjadi meningkat. Dalam hal ini cara pertama akan lebih memakan waktu.

Agar lebih jelasnya silahkan lihat contoh kasus berikut:

Misalkan seseorang wanita mempunyai gaji sebesar Rp 2.290.000 per bulan, tetapi total pengeluaran untuk biaya hidup, cicilan motor dan utang kartu kredit serta premi asuransi anda adalah sebesar Rp 2.665.000 per bulan. Ini menujukan bahwa wanita tersebut mengalami defisit yakni sebesar Rp 375.000, dengan defisit ini berarti ia tidak memiliki pos dana untuk tabungan, ivestasi, maupun dana darurat.

Dengan kondisi seperti ini pula (defisit) ia akan menutupinya dengan melakukan utang (melalui kartu kredit), pada akhirnya wanita ini kelak akan gali lubang tutup lubang.

Sebelum kondisi gali dan tutup lubang terjadi maka ada sebuah cara yang sederhana untuk memperbaikinya adalah dengan mengendalikan pengeluaran yang tidak perlu.
Berikut ini adalah rinciannya:

Tabel
Sebelum Dikendalikan Sesudah dikendalikan Keterangan
PEMASUKAN Gaji Bersih Rp 2.280.000 Rp 2.280.000 Tdk berubah
Total Rp 2.290.000 Rp 2.290.000 Tdk berubah
PENGELUARAN Utilities
Gas Rp 70.000 Rp 70.000
Air Rp 60.000 Rp 60.000
Listrik Rp 160.000 Rp 160.000
Telpon Rp 70.000 Rp 70.000
Handphone Rp 170.000 Rp 170.000
TV Kabel Rp 135.000 - Tidak perlu
Internet Rp 100.000 Rp 100.000
Makanan
Grocery Rp 200.000 Rp 200.000
Restoran Rp 100.000 Rp 100.000
Transportasi
Bensin dan Parkir Rp 450.000 Rp 350.000 Efisiensi
Cicilan Motor Rp 380.000 Rp 380.000
Lain-lain
Asuransi Kesehatan Rp 150.000 Rp 150.000
Fitness Member Rp 100.000 - Tidak Perlu
Kartu Kredit Rp 200.000 Rp 200.000
Pakaian Rp 100.000 Rp 80.000 Efisiensi
Salon Rp 90.000 - Tidak Perlu
Kosmetik Rp 50.000 - Tidak Perlu
Langganan Koran Rp 80.000 - Tidak Perlu

Tabungan, Investasi & Dana darurat
Investasi Reksa Dana - Rp 150.000 Perlu
Dana Darurat - Rp 100.000 Perlu
TOTAL PENGELUARAN Rp 2.665.000 Rp 2.290.000
SURPLUS (DEFISIT) Rp (375.000)

Mari kita evaluasi catatan pemasukan dan pengeluaran diatas dengan cara seperti yang dituliskan di awal "mengendalikan pengeluaran yang tidak perlu". Contohnya cable TV, ini adalah pengeluaran yang tidak perlu atau tidak wajib, anda dapat memonton acara TV tanpa menggunakan cable TV.

Lainnya adalah Fitness membership, anda dapat berolah raga tanpa pergi ke fitness centre bukan? Salon, cosmetic, langganan koran juga bukan termasuk dalam pos pengeluaran yang wajib, bukankah koran online saat ini sudah banyak? Dapat dibaca melalui internet?

Demikian juga dengan transportasi, sebelumnya ia sering melakukan kombinasi menggunakan angkutan umum (taksi) dengan kendaraan sendiri (motor) namun dengan efisiensi, penggunaan kendaraan pribadi dioptimalkan.

Bayangkan jika ia mengkapus cable TV, fitness membership, salon, cosmetic, dan langganan majalah serta efisiensi penggunaan kendaraan maka wanita tersebut sudah dapat menekan defisit sebesar Rp 375.000,00 per bulan, bahkan lebih dari itu ia memiliki tabungan, investasi serta pos dana darurat sebesar Rp 250.000,00 per bulannya.

Terkadang pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan belum tentu karena pemasukannya yang terlalu sedkit tetapi karena kebiasaan menghamburkan uang. Bahkan jika anda memiliki pekerjaan dengan 'gaji tertinggi' di dunia pun, anda dapat berada dibawah hutang akibat kebiasaan anda.

Anda dapat mengendalikan pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu tersebut jika anda mau. Memang tidak mudah untuk merubahnya tetapi pasti bisa jika mau. Selamat mencoba!

--

Investasi Bukan Spekulasi
Taufik Gumulya - detikFinance


Foto: Taufik Gumulya
Jakarta - Pembaca yang bijaksana, dalam artikel kali ini ingin saya sampaikan bahwa setelah kita melakukan evaluasi penghasilan langkah selanjutnya adalah melakukan perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan finansial dikemudian hari.

Sebelum kami membahasnya, ingin kami menjawab beberapa pertanyaan yang terkait dengan artikel yang lampau. Banyak yang menyatakan bahwa contoh pada artikel yang lalu jumlah penghasilannya cukup besar, dapat kami jelaskan bahwa yang terpenting bukan melihat angkanya namun lihatlah formulasinya, kunci utama bukan besarnya penghasilan tetapi terapkan formulasi perhitungan penghasilan sehingga masuk dalam kondisi penghasilan yang wajar.

Jadi jika formulasi (pada artikel yang lampau) diterapkan maka hasil akhir adalah potensi peningkatan aset. Sekali lagi bahwa potensi peningkatan aset tidak bergantung kepada besar kecilnya penghasilan namun tempatkan posisi income anda pada kisaran koridor pengahasilan wajar hingga ideal, untuk menghitungnya silahkan menggunakan formula yang dapat dibaca pada artikel yang lalu.

Pertanyaan berikut dari pembaca adalah bagaimana caranya kita melakukan penghematan?

Ada kiat sederhana yang mudah namun memerlukan kedisiplinan yaitu buatlah dafttar kebutuhan dan bukan keinginan. Misal kebutuhan pendidikan anak, sangat berlebihan jika orang tua memaksakan diri dengan membayar biaya yang tinggi di sebuah sekolah swasta sementara jumlah penghasilan sangat pas-pasan, lebih bijaksana jika menyekolahkan anak disekolah negeri.

Dalam kasus ini sekolah swasta merupakan keinginan bukan kebutuhan orang tua, sebaliknya sekolah negeri adalah sebuah kebutuhan bukan keinginan. Demikian selanjutnya buatlah skala prioritas kebutuhan dan keinginan sehingga dapat bermuara pada penghematan.

Nah sekarang marilah kita memasuki tahap selanjutnya, setelah melakukan evaluasi atas penghasilan dan membuat daftar prioritas kebutuhan dan keinginan maka tahapan berikut adalah membuat perhitungan atas besaran kebutuhan tersebut. Langkah pertama sebelum melakukan perhitungan adalah kelompokan kebutuhan anda menjadi 3 (tiga) kategori:
1.Kebutuhan jangka pendek, sasaran pencapaian < 3 tahun;
2.Kebutuhan jangka menengah, sasaran pencapaian 3 s/d 5 tahun;
3.Kebutuhan jangka panjang, sasaran pencapaian > 5tahun.

Setelah melakukan pengelompokan maka selanjutnya adalah menghitung besar dana yang dibutuhkan pada saat nanti, gunakan metode perhitungan 'Nilai Waktu Uang' atau 'Time Value of Money', contoh sederhana perhitungan dana pendidikan, misalkan dana untuk masuk universitas diperlukan dana saat ini (tahun 2010) sebesar Rp 80.000.000,-. Dana harus tersedia di tahun 2025, maka waktu yang tersedia untuk menyiapkan dana tersebut adalah 15 tahun dihitung dari saat ini.

Jangan lupa untuk menghitung kenaikan dana setiap tahunnya gunakan besaran inflasi rata-rata di Indonesia (data didapat dari Biro Pusat Statistik) dikalikan dengan 1,5. Mengapa demikian karena berdasarkan penelitian kami, kenaikan biaya pendidikan melebihi inflasi negara tersebut dimanapun berada.

Berikut adalah contoh sederhana, jika rata-rata inflasi di Indonesia adalah 9% maka untuk menghitung biaya pendidikan kelak faktor inflasi menjadi 9% x 1,5 = 13,5%. Jadi untuk mendapatkan dana pendidikan kelak selama 15 tahun gunakan formulasi nilai yang akan datang atau dikenal dengan nama 'Future Value' berikut rumusnya: FV = PVx (1+inflasi) dengan demikian dana pendidikan kelak adalah: FV = Rp 80.000.000x(1+13,5%) atau sama dengan Rp 534.598.714,- dan jika dana tersebut dipersiapkan dari sekarang serta ditempatkan pada investasi dengan tingkat pengembalian 18% maka jumlah dana yang di investasikan setiap akhir bulan (pada saat terima gaji) adalah sebesar Rp 590.310,-.

Lalu dimana saya harus menempatkan dana investasi untuk pendidikan tersebut?, alangkah bijaksana jika anda dapat melakukan investasi dengan tepat serta hindari spekulasi. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan proteksi kekayaan (wealth protection) terlebih dahulu gunakan asuransi jiwa tradisional dengan jenis Yearly Renewable Term (YRT) untuk memproteksi keluarga anda jika ternyata usia anda (mohon maaf) ternyata tidak cukup panjang.

Berapa besar uang pertanggungan asuransi jiwa yang harus diterima oleh keluarga anda dalam rangka pemenuhan biaya pendidikan?

Kami menyarankan kisaran uang pertanggungan asuransi jiwa sebesar 60% s/d 100% dari nilai dana pendidikan kelak yaitu sebesar Rp 321 juta hingga Rp 535 juta, dengan kisaran premi asuransi jiwa untuk seorang tertanggung (dengan contoh usia 35 tahun) yaitu sebesar Rp 700.000,- hingga Rp 2.000.000,- pertahunnya.

Jadi jika anda memiliki usia 35 tahun (sesuai contoh) dan ditawarkan asuransi jiwa dengan uang pertanggungan sebesar Rp 535 juta lalu anda harus membayar premi diatas Rp 2.000.000 setiap tahunnya maka sudah dipastikan bahwa asuransi tersebut tidak tepat, silahkan anda cari produk asuransi lain yang memiliki kisaran premi pada kisaran jumlah diatas, karena bagaimanapun produk asuransi jiwa sangat beraneka macam.

Berikutnya adalah penempatan investasi dana pendidikan, saran kami adalah tempatkan dana tersebut pada reksa dana saham dengan jumlah sebesar Rp 590.500,- per bulannya dan disertai target pencapaian keuntungan sebesar minimal 18 % setiap tahunnya.

Mengapa ditempatkan pada reksa dana? Ini wajib dilakukan bagi mereka yang sibuk serta tidak memiliki kompetensi yang memadai untuk melakukan perdagangan saham secara langsung. Keunggulan penempatan dana di reksa dana adalah anda tidak perlu berusah payah melakukan pemantauan investasi setiap harinya karena reksa dana dikelola oleh Manajer Investasi yang telah lulus uji kompetensi di bidangnya, dialah bertugas untuk melakukan pemantauan tersebut hari demi hari. Ibarat seorang sopir yang bersangkutan telah memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi) yang tepat dengan kendaraan yang cukup canggih sehingga faktor resiko menjadi lebih kecil.

Ada masukan yang patut anda pertimbangkan sebelum anda memutuskan ingin membeli reksa dana yaitu demi keamanan belilah reksa dana yang memiliki dasar hukum 'Kontrak Investasi Kolekti'’ atau dikenal dengan reksa dana KIK, hindari investasi yang mengaku reksa dana tetapi sebenarnya adalah 'Kontrak Pengelolaan Dana' atau KPD, ini merupakan 'Discretionary Fund'. Mengapa demikian? Karena pada reksa dana KIK seluruh portfolio atau 'isi perut' investasi tercatat pada suatu badan yang bernama 'Bank Kustodian', sehingga seluruh pergerakan reksa dana tersebut mudah dideteksi baik oleh Bank Kustodian dan diawasi oleh Bapepam sebagai lembaga otoritas pengawas di pasar modal.

Namun bagi mereka yang sangat suka untuk melakukan investasi di saham secara langsung, tidak terlalu tertarik dengan reksa dana, untuk kelompok ini adalah mutlak untuk melakukan pelatihan di bidang perdagangan saham terlebih dahulu, sehingga mereka dapat melakukan analisa saham baik secara fundamental maupun teknikal dengan tujuan agar dapat menekan faktor resiko yang ada. Jangan pernah melakukan trading saham tanpa pelatihan yang baik karena anda akan terjerumus dalam spekulasi dan bukan investasi.

Batasan antara spekulasi dan investasi sangat tipis. Untuk menghindari spekulasi anda mutlak dan harus memiliki kompetensi yang memadai. Hal ini juga sesuai dengan masukan dari partner ahli analisa saham pada bidang Wealth Acceleration bernama Anton Seloaji yang menyatakan bahwa pelatihan yang baik akan membawa anda menjadi seorang investor yang berkualitas, sehingga resiko dapat dikelola dengan baik serta mampu ditekan semaksimal mungkin.

Saran kami untuk mereka yang melakukan investasi saham secara langsung sebaiknya tidak serta merta menempatkan 100% porsi investasi tersebut kedalam portfolio investasi saham, melainkan dapat dilakukan secara berkala dan meningkat secara bertahap. Karena bagaimanapun kesuksesan memerlukan pengalaman dan pengalaman adalah pembelajaran.

Jadi kesuksesan yang sejati adalah hasil dari pembelajaran. Tanpa pembelajaran kesuksesan menjadi kebetulan dan kebetulan adalah bagian terbesar dari spekulasi. Demikian pembaca yang bijaksana selamat melakukan investasi bukan spekulasi.


--
Punya Rumah Setelah Kuliah? Kenapa Tidak...
Taufik Gumulya - detikFinance


Foto: Taufik Gumulya
Jakarta - Tahun ajaran baru akan datang dua bulan kedepan, calon mahasiswa dan orang tua tentu sudah mulai sibuk merencanakan universitas yang akan dipilihnya kelak, sebagian diantara mereka bahkan telah mendapatkannya.

Hitung-hitungan biaya pun tentu sudah dilakukan, sumber dana terus dipersiapkan atau mungkin sebagian bahkan ada yang seluruh dana telah tersedia.

Pada artikel kali ini kami ingin memberikan masukan kepada calon mahasiswa yang akan mulai melaksanakan perkuliahannya dalam waktu yang dekat, memang benar bahwa tujuan akhir perkuliahan adalah menyelesaikan strata pendidikan mulai dari D3 hingga S1 kemudian dapat dilanjutkan dengan strata berikut yakni S2 (program Master), S3 (program Doctor) dan seterusnya.

Sejalan dengan program pendidikan, ada sesuatu yang mutlak yang juga harus direncanakan dan wajib dilaksanakan oleh mahasiswa yaitu sebuah program dasar untuk memulai membangun kekayaan melalui perencanaan pembelian rumah atau properti.

Mengapa ini menjadi penting? Fakta yang ada banyak sekali mereka yang telah menjadi sarjana tidak mampu untuk membeli rumah, bertahun-tahun mereka menempati 'Taman Mertua Indah' bahkan ironisnya banyak diantara mereka yang jangankan untuk membeli rumah, bekerja-pun masih belum jelas, tidak tertutup mereka masuk kedalam katagori pengangguran terselubung.

Bagaimana mengatasi kondisi ini? Perlu diketahui bahwa perjalanan perkuliahan yang menempuh waktu relatif singkat & sedang tidak terlalu panjang (3 s/d 4 tahun, untuk S1) jika disiasati akan menghasilkan pertumbuhan aset keuangan yang baik.

Bagaimana caranya? Berikut adalah 5 langkah sederhana yang dapat dipertimbangkan oleh mereka calon mahasiswa, jika ini dilakukan maka dapat dipastikan bahwa potensi untuk membeli rumah dengan cara KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dikemudian hari adalah cukup besar:

1. Mulai dari diri sendiri: layaknya belajar, tidak ada yang dapat mengatur hasil secara optimal selain diri kita sendiri, ilmu perencanaan keuangan juga demikian. Mulailah melakukan alokasi belanja dan pisahkan antara kebutuhan perkuliahan dan kebutuhan non perkuliahan.

Untuk sementara waktu tempatkan pos belanja yang hanya mementingkan keinginan (bukan kebutuhan) dengan porsi yang kecil, prioritaskan pos belanja dengan porsi yang besar pada kebutuhan (perkuliahan & non perkuliahan, investasi untuk membeli properti termasuk di dalamnya).

2. Mulai mencari penghasilan tambahan: tugas utama mahasiswa adalah belajar, namun alangkah bijaknya jika mau untuk belajar menjadi pekerja paruh waktu dan atau berwirausaha. Porsi bekerja tidak boleh menyita waktu yang besar, kewajiban utama untuk belajar adalah tetap merupakan prioritas.

3. Mulai melakukan perhitungan nilai masa depan (future value): kondisi saat ini tentu berbeda dengan kondisi mendatang yang pasti biaya akan meningkat tidak pernah menurun, termasuk biaya untuk membeli sebuah rumah.

4. Mulai merencanaan pembelian: alangkah baiknya perencanaan pembelian rumah dilakukan sedini mungkin, diusahakan ketika anda sudah mulai bekerja dan mendapatkan penghasilan (income) atau selambatnya 5 tahun setelah bekerja atau setelah lulus S1 (mana yang lebih cepat).

5. Mulai melakukan investasi: agar pembelian rumah dapat terealisasi sesuai rencana maka diharuskan untuk melakukan investasi. Instrumen investasi yang dapat dipakai adalah reksa dana yaitu dengan target return berturut-turut selama 4, 5 dan 6 tahun adalah minimal sebesar 14%, 18% dan 20%.

Untuk mendapatkan target return seperti diatas maka disarankan agar menggunakan kombinasi Reksa Dana Campuran (RDC) dan Reksa Dana Saham (RDS) dengan rasio RDC:RDS adalah 60:40, 40:60 dan 20:80 berturut-turut untuk jangka waktu 4, 5, 6 dan diatasnya. Dalam melakukan investasi Reksa Dana ada hal yang terpenting namun sering dilupakan oleh investor yaitu melakukan pemantauan (monitoring) minimal selama 3 bulan sekali.

Pertanyaan berikut adalah berapa jumlah investasi yang harus saya lakukan?, untuk menjawabnya silahkan lihat contoh tabel berikut:


Harga Rumah (kelak) Uang Mula Nilai Uang Muka (kelak) Waktu tersedia Investasi awal agar uang muka tercapai Target Return
Rp 350 Juta 20% Rp 70 Juta 4 Thn Rp 1.083.545 14%
Rp 400 Juta 20% Rp 80 Juta 5 Thn Rp 819.186 18%
Rp 450 Juta 20% Rp 90 Juta 6 Thn Rp 645.004 20%
Rp 500 Juta 20% Rp 100 Juta 7 Thn Rp 544.872 20%
Rp 600 Juta 20% Rp 120 Juta 9 Thn Rp 396.571 20%


Terlihat bahwa kisaran penghematan anggaran yang harus dilakukan per hari adalah antara Rp 13.500,- hingga Rp 36.500,-. Ini tentu memerlukan 'effort' yang besar agar tujuan memiliki rumah (meski dengan cara KPR) dapat tercapai.

Pembaca yang bijak uang hasil 'penghematan' tadi dapat anda simpan dalam tabungan, selanjutnya anda investasikan di dalam reksa dana secara otomatis setiap bulannya. Mekanisme investasi ini tentu hanya dapat dilakukan dengan instruksi khusus dari anda sebagai pemegang rekening kepada Bank yang sudah menjadi anggota Agen Penjual Reksa Dana dan tentu harus sudah terdaftar di Bapepam.

Mengapa demikian? Ini semata-mata untuk menghidari resiko atas investasi yang tidak bertanggung jawab yang pernah dilakukan oleh pihak perbankan, seperti pada kasus Bank Century dan beberapa kasus perbankan sebelumnya.


Khusus bagi anda yang ingin melakukan simulasi investasi mengenai rencana pembelian rumah beserta perhitungan lain yang terkait dengan kredit perumahan, silahkan anda kirim email kepada kami di alamat artikel@efiplan.com maka dengan senang hati akan kami kirimkan simulasi gratis versi Microsoft excel 2007 kepada anda.

Demikian pembaca yang bijak, bagi anda calon mahasiswa silahkan lakukan investasi dengan benar dan tekun maka niscaya pertumbuhan aset anda akan meningkat, selamat mencoba.

--

Siap Menghadapi Pensiun (1)
Taufik Gumulya - detikFinance


Foto: Taufik Gumulya
Jakarta - "Maaf Pak, apakah Bapak tau dimana yang menjual genset?" Ketika itu saya sedang berada di sekitar pasar Glodok, setelah menjelaskan lokasi yang saya tahu mengenai toko penjual genset maka saya mencoba balik bertanya kepada sang Bapak itu. "Bapak membeli genset untuk antisipasi jika listrik mati?" tanya saya.

"Tidak pak saya sedang mempersiapkan pekerjaan jika saya nanti pensiun, saya ingin memiliki usaha bengkel las untuk membuat pagar, teralis dan lain-lain, saya akan pensiun nanti di tahun 2013," jawab,

"oo..", jawab saya singkat. "Maklumlah saya kan pegawai departemen jadi tidak mendapatkan pesangon yang besar pada saat saya pensiun, ini berbeda jika saya karyawan BUMN maka saya akan mendapat pesangon yang jumlahnya bisa mencapai ratusan juta Rupiah, dari pengalaman teman yang sudah pensiun, maka untuk golongan saya 3A (di depatemen kehutanan) paling hanya mendapat tunjangan sebesar Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) ditambah uang pensiun sebesar Rp 2,2 juta hingga Rp 2,5 juta per bulannya," jawab bapak tadi.

"Bapak sudah berapa lama bekerja?", tanya saya lagi. "Saya sudah bekerja selama 30 tahunan,…", dst. Dalam hati, saya berpikir rekan anda Gayus (di Instansi berbeda) hmm begitu banyak yang di…, ah sudahlah lupakan dulu korupsi itu…, demikian percakapan saya dengan sang Bapak yang sedang mempersiapkan masa pensiunnya.

Pembaca yang bijak, menyimak pembicaraan saya tersebut saya langsung berpikir bahwa betapa banyak saudara kita yang masih mengalami hal yang sama dengan sang Bapak tadi, bekerja dengan jujur selama puluhan tahun namun ketika pensiun hanya menerima sedikit tunjangan ditambah dengan uang pensiun ala kadarnya.

Pertanyaannya adalah apakah itu mencukupi?, jawabnya tentu tidak mencukupi. Contoh diatas adalah kondisi yang dialami oleh seorang pegawai negeri non BUMN, tentu ini berbeda dengan pegawai BUMN dan juga akan berbeda dengan seoarang pegawai swasta maupun karyawan perusahaan asing yang ada di Indonesia, namun berdasarkan penelitian singkat dapat kami sampaikan bahwa apapun kondisi yang dialami oleh seorang pegawai maka kebutuhan akan dana pensiun berpotensi tidak mencukupi, dengan kata lain ketika memasuki pensiun maka bersiaplah menghadapi kemiskinan.

Miskin? Ya, ini merupakan momok yang ditakuti oleh siapapun, mengapa ini dapat terjadi bagi mereka yang akan memasuki pensiun?, ada tiga kesalahan utama dalam merencanakan program pensiun sehingga dapat menyebabkan kemiskinan itu terjadi yaitu:


1. Terlambat memulai;
2. Menyimpan terlalu sedikit;
3. Penempatan dana pensiun yang sangat konservatif.


Jika kita sebagai karyawan maka ada suatu kewajiban tambahan yang harus dilakukan oleh kita sebagai sang pekerja yaitu mutlak untuk memulai melakukan investasi dengan tujuan untuk menyongsong masa pensiun. Mengapa ini menjadi mutlak?, jawabnya singkat agar tidak miskin disaat pensiun.

Fakta yang ada, banyak diantara kita utamanya pekerja yang masih muda dengan kisaran usia 20 tahunan hingga awal 30 tahunan lupa bahkan tidak memikirkan masalah pensiun sama sekali. Suka atau tidak pensiun itu pasti datang (jika kita memiliki usia yang panjang). Bicara masalah pensiun banyak diantara mereka yang berpikir bahwa pensiun masih jauh, lebih baik memikirkan kebutuhan finansial lain seperti memiliki rumah, membeli makanan dan perlengkapan anak (susu, pampers, dll).

Sebagai konsekuensi atas prioritas kebutuhan maka kebutuhan jangka pendeklah yang ‘wajib’ diperhatikan dan dilakukan terlebih dahulu, kebutuhan pensiun 'nyaris' dilupakan.

Dalam beberapa kasus pada akhirnya sejalan dengan pertambahan usia, sebagian kecil diantara para pekerja mulai menyadari akan pentingnya mempersiapkan kebutuhan dana pensiun, namun sayangnya dana yang didapat dari perusahaan masih sangat sedikit, hal ini diperparah dengan investasi yang dilakukan secara individu-pun masih terlalu sedikit, ditambah lagi dengan penempatan investasi dana pensiun pada suatu instrumen investasi yang tidak tepat, meskipun waktu pensiun masih sangat panjang (diatas 8 tahun) namun dana ditempatkan pada instrumen yang sangat konservatif seperti deposito, obligasi ritel, ataupun reksa dana pasar uang atau di reksa dana pendapatan tetap, dengan kecenderungan menekan faktor resiko, tanpa memikirkan pertumbuhan yang layak dari dana pensiun tersebut.

Yayasan 'Dana Pensiun' diperusahaan tempat ia bekerja pun masih memiliki pola pikir yang tidak jauh berbeda dengan sebagian besar karyawannya sehingga pertumbuhan dana pensiun cenderung tidak seimbang dengan pertumbuhan inflasi, bahkan sangat berpotensi untuk tergerus oleh inflasi. Hmm.., jika hal ini terjadi maka sudah dapat dipastikan kesejahteraan akan menurun drastis pada saat pensiun kelak alias menjadi miskin.

Bagaimana seharusnya mempersiapkan pensiun? Nantikan ulasan detikFinance dan TGRM Finance berikutnya...

--

Siap Menghadapi Pensiun (2)
Taufik Gumulya - detikFinance


Foto: Taufik Gumulya
Jakarta - Dalam artikel sebelumnya, dijelaskan mengenai bagaimana pentingnya mempersiapkan pensiun. Dalam artikel kedua ini, saya ingin mengulas mengenai detail rencana pensiun itu sendiri.

Saya ingin sedikit berbagi pengalaman dimana saya pernah diminta oleh sebuah perusahaan asing tbk (terbuka) untuk menganalisa kinerja pertumbuhan dana pensiun tersebut. Betapa terkejutnya saya bahwa sebuah perusahaan asing yang sudah 'go public' pun masih sangat jauh dari harapan memenuhi kesejahteraan pegawainya jika mereka karyawannya pensiun kelak.

Kesalahan demi kesalahan sering terjadi dalam hal mempersiapkan dana pensiun, kami menyebutnya dengan kesalahan majemuk atau dikenal dengan istilah compounding error. Fatalnya compounding error tersebut dilakukan oleh banyak perusahaan (dana pensiun) dan juga oleh para karyawan. Memang umumnya kesalahan ini dilakukan tanpa sadar karena mereka tidak mengetahui bagaimana caranya agar pada saat karyawan memasuki masa pensiun, karyawan tetap memiliki potensi yang besar untuk menikmati hidup didalam zona yang nyaman.

Lalu bagaimana caranya agar kesalahan tersebut dapat ditekan semaksimal mungkin? Jawabannya adalah ke 2 (dua) pihak yang harus memperhatikan agar dana pensiun dapat menjaga kesejahteraan karyawan saat memasuki masa pensiun yaitu pihak pertama adalah karyawan itu sendiri (secara individu) dan pihak kedua adalah perusahaan atau badan yang mempekerjakan dan atau mengelola pertumbuhan aset dana pensiun dari karyawan tersebut. Kombinasi antara kedua pihak ini menjadi penting karena sebagai seorang karyawan alangkah baiknya jika ikut melakukan investasi tambahan secara mandiri demi kesejahteraannya dan keluarga ketika kelak memasuki masa pensiun.

Pembaca yang bijak, sebelum penulis memberikan ulasan dari sudut pandang kedua belah pihak yang terlibat dalam pengembangan dana pensiun, ada baiknya kita memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan karyawan tentunya dilihat dari faktor finansial, yakni:

1. Faktor inflasi negara saat sebelum dan setelah memasuki masa pensiun, untuk memperkirakan perhitungan inflasi tersebut maka gunakanlah data historis inflasi dari BPS (Biro Pusat Statistik). Faktor ini merupakan faktor yang sangat dominan dalam hal menggerus tingkat kesejahteraan. Ada baiknya kita memahami angka inflasi bulanan yang dipaparkan oleh BPS.

Sebagai contoh inflasi Indonesia di bulan Juli, Agustus, September tahun 2009 adalah masing-masing adalah sebesar 0,45%; 0,56% dan 1,05% maka inflasi Indonesia secara komulatif adalah tidak serta merta menjumlahkan angka tersebut melainkan menggunakan rumus penjumlahan geometris, untuk contoh diatas rumusnya menjadi: (1+0,45%)*(1+0,56%)*(1+1,05%) – 1 jadi, inflasi komulatif Indonesia 3 bulan berjalan di tahun 2009 adalah sebesar 2,07%. Ini berarti bahwa jika anda memiliki uang diawal bulan Juli 2009 sebesar Rp 1.000.000,-, maka nilai absolut uang tersebut diakhir bulan September 2009 menjadi Rp 979.300,- atau berkurang sebanyak 2,07%.

2. Faktor tingkat pengembalian (return) sebelum dan juga setelah memasuki masa pensiun yakni tingkat pengembalian minimal yang diharapkan (sering disebut dengan istilah bunga).

3. Faktor akumulasi pertumbuhan investasi (return) versus inflasi (pada masa sebelum pensiun), dalam hal ini harus positf jadi mutlak dicari instrumen yang sesuai sehingga dapat 'mengalahkan' inflasi. Perlu diketahui banyak dana pensiun yang tidak memperhitungkan kondisi ini, mereka hanya melihat tingkat pengembalian tanpa melakukan analisa terhadap kondisi inflasi berjalan. Sehingga akumulasi pertumbuhan dana saat memasuki masa pensiun menjadi negatif.

Demikian 3 (tiga) faktor finansial yang harus diperhitungkan dan dimonitoring dalam melakukan investasi dana pensiun. Tahapan berikut adalah ditujukan kepada pihak individu (diri sendiri) yang akan menjalani pensiun kelak.

Dalam hal melakukan implementasi investasi dana pensiun secara mandiri maka beberapa langkah berikut menjadi sangat penting yaitu:

1. Estimasi jumlah dana: untuk memenuhi kebutuhan bulanan anda saat memasuki pensiun, cara sederhana dalam melakukan estimasi tersebut adalah dengan membayangkan kondisi nilai uang saat ini (present value), ya bayangkan jika anda pensiun saat ini, bukan besok, bukan lusa atau bukan 30 tahun lagi tetapi sekarang!, apa yang akan anda lakukan jika saat ini anda pensiun?, mungkin jawabnya adalah saya ingin berlibur dan mempersiapkan dana untuk kesehatan saya. Marilah kita bahas:

Berapa besar dana diperlukan untuk berlibur dan keperluan lainnya?, katakanlah anda cukup nyaman dengan tersedia dana (saat ini) untuk berlibur dan kebutuhan lain sebesar Rp 4.000.000,- (empat juta rupiah) serta dana siaga atau stand by untuk kesehatan sebesar Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah) jadi total dana harus tersedia adalah Rp 6.000.000,- (enam juta rupiah) setiap bulannya. Namun tahukah anda 30 tahun yang akan datang (misalkan pada saat anda pensiun), dengan memperhitungkan faktor inflasi sebesar 8% maka dana Rp 6 juta akan setara dengan nilai (pembulatan keatas) Rp 60.400.000,- (enam puluh juta empat ratus ribu rupiah). Jadi dana yang dibutuhkan saat pensiun (future value) adalah sebesar Rp 60,4 jutaan bandingkan dengan besar dana saat ini Rp 6 juta perbulan.

2. Lama dana tersedia sejak mulai pensiun (dalam tahun): dalam contoh diatas kita berusaha agar minimal sejak mulai pensiun hingga 20 tahun kemudian dana sebesar Rp 60,4 juta perbulan tersedia. Jadi jika pensiun diusia 55 tahun maka hingga setidaknya di usia 74 tahun dana tersebut harus tersedia, tentu idealnya dana yang tersedia harus memperhitungkan proyeksi nilai inflasi saat mulai memasuki masa pensiun. Contoh sederhana kasus diatas adalah sebagai berikut:

Dana yang dibutuhkan setiap bulannya adalah Rp 60,4 juta maka dalam setahun (Rp 60,4 juta X 12) jadi dana yang dibutuhkan di tahun I (tahun pertama) saat memasuki masa pensiun adalah sebesar Rp 724,8 juta dan anggaplah inflasi yang akan terjadi pada periode masa pensiun adalah sebesar 5% setiap tahunnya, maka dana yang harus tersedia di tahun ke II (kedua) adalah sebesar Rp 724,8 juta X (1+5%) atau sebesar Rp 761,04 juta serta di tahun ke III (ketiga) sebesar Rp 799,09 juta dan seterusnya hingga tahun ke 20.

3. Investasi yang dilakukan setiap bulan: sebaiknya investasi yang dilakukan harus sedini mungkin sehingga akan menjadi lebih kecil.

Contoh kasus diatas, investasi yang dilakukan agar dana sebesar Rp 60,4 juta dapat dibayarkan sebagai uang pensiun setiap bulan, serta uang pensiun tersebut meningkat sebesar 5% setiap tahunnya. Maka dana yang harus disisihkan dari gaji saat ini adalah sebesar (pembulatan) Rp 680.500,- setiap bulan selama 30 tahun. Tetapi jika terlambat memulai (misal baru memulai di usia 40 tahun) maka dana yang harus disiapkan adalah sebesar Rp 4.420.000,- setiap bulannya selama 15 tahun, investasi ini dilakukan untuk memenuhi kesejahteraan yang setara dengan (nilai saat ini) Rp 6 juta setiap bulannya.

Investasi yang dilakukan setiap bulan sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai cara, yakni dengan meningkat (increment) atau dengan jumlah yang tetap (constant) maupun jumlah yang menurun (decrement) setiap tahunnya. Pada contoh diatas untuk investasi selama 30 tahun dengan meningkat (increment) sebesar 10% setiap tahun, secara tetap (constant) dan menurun (decrement) sebesar 10% setiap tahun maka investasi di tahun I (pertama) adalah berturut-turut sebesar Rp 387.000,- (meningkat 10% setiap tahun); Rp 680.400, - (tetap) dan Rp 988.000,- (menurun 10% setiap tahun).

4. Instrumen investasi yang tepat: untuk memenuhi jumlah angka tersebut sesuai dengan poin 2 diatas serta untuk memenuhi tersedianya dana selama 20 tahun sejak masuk di dalam masa pensiun. Investasi yang dilakukan pada dana pensiun sesungguhnya dibagi menjadi 2 bagian yaitu:

Bagian pertama adalah investasi yang dilakukan pada saat seorang karyawan belum memasuki masa pensiun hingga sesaat sebelum pensiun itu tiba. Artinya investasi dapat dilakukan sedini mungkin, semakin awal semakin baik (contoh kasus pada poin 3 menjelaskan hal ini). Tujuan investasi pada bagian ini agar dana pensiun terakumulasi dengan jumlah minimal dapat memberi kesejahteraan kepada pemiliknya ketika memasuki masa pensiun hingga selama waktu yang di inginkan (20 tahun misalnya).

Instrumen investasi yang dapat dipergunakan adalah harus sesuai dengan waktu tersedia:
Diatas 5 tahun dapat menggunakan Reksa Dana Saham (RDS);
Antara 3 – 5 tahun Reksa Dana Campuran (RDC)dengan sedikit pada RDS;
Antara 1-3 tahun Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) dengan sedikit pada RDC
Dibawah 1 tahun mutlak di simpan pada Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) atau pada deposito.

Bagian kedua adalah investasi yang dilakukan saat seseorang mulai memasuki masa pensiun hingga mencukupi selama waktu yang di inginkan (20 tahun misalnya). Investasi ini lebih bersifat untuk menyimpan dana pensiun dan mendistrbusikan dana tersebut setiap bulan kepada individu hingga waktu yang diinginkan (misalkan selama 20 tahun atau 240 bulan).

Instrumen investasi yang digunakan adalah deposito dengan akumulasi bunga yang ditambahkan dalam nilai pokok deposito, jumlah deposito ini akan terus berkurang karena setiap bulan sebagian dana kebutuhan bulanan akan ditarik untuk digunakan oleh individu tersebut hingga kurun waktu tertentu (dalam contoh hingga selama 20 tahun).

Saran kami bagi mereka yang telah memasuki masa pensiun (para pensiunan) adalah untuk menghindari investasi yang memiliki resiko tinggi meskipun ada peluang mendapatkan keuntungan yang tinggi, misalnya melakukan investasi pada saham, opsi (option) dan invetasi pada kontrak derivative lainnya seperti valas (valuta asing), perdagangan berjangka (future trading) dan lain-lain.

Mengapa demikian?, karena pada periode ini seorang pensiunan sudah tidak tepat lagi untuk mengalami pasang surut kekayaan yang begitu cepat, kondisi ini sangat berpotensi mengurangi kekayaan dari pesiunan tersebut. Para pensiunan hindarilah rayuan, iklan yang sangat menarik dari mereka yang mengatakan bahwa investasi disaham sangat baik bagi para pensiunan, menjadi kaya melalui opsi, dll.

Yang pasti investasi di saham dan derivative (option)sangat beresiko, investasi ini hanya cocok dilakukan dengan rentang waktu investasi yang panjang (diatas 5 tahun) dan tentunya baru dapat dilakukan jika kebutuhan dasar bulanan sudah terpenuhi. Jadi jika anda memiliki dana lebih untuk jangka panjang, namun jika tidak mohon dihindari.

Taufik Gumulya, CFP®, Perencana Keuangan dan CEO pada TGRM Financial Planning Services

--

Hargai Diri dengan Kewajiban Menabung
Budi Cahyadi - detikFinance


Foto: Budi Cahyadi
Jakarta - Tak jarang kita mendengar penolakan, seperti: "Aduh, mahal sekali biaya di calon sekolah pilihanmu Nak. Nampaknya kami tak mampu membiayainya. Kamu tahu kan ? Ayah tidak punya uang sebanyak itu. Pilih saja sekolahan yang lebih murah".

Sudah dapat ditebak suasana hati si anak, yang kecewa tidak mendapatkan apa yang didambakannya. Tidak jarang pula sang Ayah menyesal. "Kalau saja aku menabung sejak dulu, tentu anakku tak perlu kecewa seperti ini". Nasi sudah menjadi bubur.

Masihkah ada solusi untuk tidak membuat kecewa si anak? Ada. Pinjam uang. Yang berarti utang. Saya rasa para pembaca setuju, bahwa hal ini hanyalah solusi semu alias memindahkan masalah. Selesai masalah untuk menghindari kekecewaan si kecil, pindah menjadi masalah dikejar hutang, yang tidak jarang berujung pada masalah besar dalam kehidupan rumah tangga kita. Sebuah bencana bukan?

Betapa hal 'kecil' yang disebut menabung dapat membuat perbedaan dalam hidup kita. Sayangnya kesadaran menabung dimasyarakat kita dewasa ini masih minim. Berbagai macam alasan muncul disaat sebenarnya kita punya kemampuan untuk menabung, seperti : "Masih banyak keperluan, mudah-mudahan nanti ada sisanya, baru saya tabung".

Penundaan seperti ini sering berujung pada: tidak pernah sempat menabung. Waktu terus berjalan, tanpa sadar sampailah kita pada masa untuk tinggal 'menyesal'. Apakah hal seperti ini akan Anda biarkan tejadi dalam hidup Anda?

Para pembaca yang budiman, mengutip kata bijak dari Mother Teresa: 'Yesterday is gone. Tomorrow has not yet come. We have only today. Let us begin'. Marilah mulai menabung sekarang.

Bagaimana caranya untuk memastikan bahwa aktivitas menabung kita akan memberikan hasil yang optimal? Pada saat kita menerima pendapatan rutin setiap bulan, sudah barang tentu akan mengalir menjadi pengeluaran rutin bulanan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga (sebut saja Belanja), membayar kewajiban seperti tagihan kartu kredit, cicilan rumah, cicilan kendaraan dll, serta mengalokasikan dana untuk tabungan. Mana dulu yang harus dibayar? .
Mari kita tinjau beberapa pola aliran dana rutin berikut ini:

Pola 1.

Pendapatan -> Belanja -> Kewajiban -> Menabung

Pada pola yang pertama ini, belanja didahulukan, kemudian baru membayar kewajiban dan sisanya untuk menabung. Kebanyakan dari kita menggunakan pola ini dalam kehidupan sehari-hari. Kelebihan pada pola ini adalah semua kebutuhan belanja anda dan kewajiban(atau sebagian) anda terpenuhi. Namun biasanya kebutuhan belanja bervariasi, mulai dari kebutuhan primer sampai barang yang diinginkan namun tidak dibutuhkan terbeli.

Kemungkinan Anda membelanjakan semua dana yang ada sangat tinggi sehingga tidak semua kewajiban terbayar dan tidak ada sisa lagi untuk menabung. Kecuali Anda adalah orang yang sangat hemat dalam belanja.

Untuk jangka panjang, pola ini akan sangat sulit dalam mendapatkan arus kas positif, bahkan akan menjadi beban bulan berikutnya (yang sebetulnya tidak perlu terjadi), mengingat masih ada tunggakan cicilan yang tentunya akan terkena bunga majemuk (bunga berbunga).

Pola 2.

Pendapatan -> Kewajiban -> Belanja -> Menabung

Pada pola kedua ini, karena kewajiban dibayar lebih dulu, maka Anda akan terhindar dari beban biaya yang tidak perlu dalam bentuk beban bunga majemuk akibat penundaan pembayaran kewajiban tersebut di bulan berikutnya. Namun tetap saja kemungkinan Anda akan menghabiskan dana yang tersisa untuk belanja masih sangat tinggi. Sehingga tidak ada sisa untuk menabung.

Pola 3.

Pendapatan -> Menabung -> Kewajiban -> Belanja

Menurut hemat saya, pola ketiga ini adalah yang terbaik. Artinya, Anda mewajibkan diri untuk memotong pendapatan Anda untuk menabung lebih dulu. Ada baiknya Anda merubah "Mind set" tentang tabungan ini dengan konsep "Paying yourself first" sebagai prinsip utama dalam buku "The Richest Man in Babylon" karangan George S. Clason (baca deh!). Dalam buku ini memberikan inspirasi bahwa anda sebaiknya menghargai segala usaha anda selama ini dengan membayar diri sendiri paling tidak (minimal) 10 % dari pendapatan Anda dalam bentuk tabungan wajib Anda sebelum membayar kewajiban Anda dan membelanjakannya.

Hal ini akan memberikan keleluasaan bagi peningkatan aset Anda melalui dana tabungan yang terkumpul. Dana tabungan tersebut akan menjadi "Income Generating Asset" atau Aset yang memiliki kemampuan mengembangkan dirinya sendiri yang akan memberi Anda "passive Income". Tentu besarnya pendapatan pasif ini bergantung pada instrumen keuangan yang anda pilih untuk menempatkan dana tabungan Anda (bacalah artikel-artikel kami sebelumnya).

Setelah itu bayar dulu semua kewajiban Anda. Dan selanjutnya Anda bebas berbelanja tanpa kekhawatiran. (cukup ngga cukup, harus cukup!).

Dengan pola yang ketiga ini akan memberikan kepastian akan bertambahnya aset Anda, sesuai dengan tujuan-tujuan financial yang Anda rencanakan. Terlebih lagi, kalimat penolakan (karena ngga punya uang) pada paragraph pertama artikel ini tidak akan pernah terjadi.

Para pembaca yang bijak, tentu Anda setuju bahwa menabung itu wajib hukumnya. Mari kita lakukan dengan benar, dengan memprioritaskannya sebagai hal pokok dalam kehidupan kita. Dengan ditambah kedisiplinan dan persistensi dalam menabung tentu akan lebih memberikan kepastian atas pencapaian tujuan-tujuan financial Anda dimasa depan. Semoga bermanfaat.


--

Indosat Lunasi Utang US$ 230 Juta
Whery Enggo Prayogi - detikFinance


Foto: dok. detikFinance
Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) telah melakukan pelunasan sebagian utang, khususnya yang jatuh tempo di tahun 2010 sebesar US$ 230 juta dari hasil penerbitan surat utang berjenis Guaranteed Senior Notes sebesar US$ 650 juta.

"Yang sudah lunas US$ 230 juta di tahun ini, 2011 selanjutnya sedang diproses," kata Presiden Direktur ISAT Harry Sasongko, saat buka puasa bersama di kantornya, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (26/8/2010).

Penerbitan surat utang obligasi dolar AS (global bond) US$ 650 juta memang digunakan untuk membiayai utang perusahaan yang akan jatuh tempo pada 2010 dan 2012. Jika mengacu pada angka tersebut, maka masih tersisa dana US$ 420 juta yang belum terpakai dan belum ditentukan penempatannya.

"Sisanya akan untuk bayar utang jatuh tempo. Saya lupa yang jatuh tempo di tahun depan," tambah Harry.

Global bond US$ 650 juta ini juga menawarkan bunga yang kompetitif, yakni 7,375%. Guaranteed Senior Notes akan diterbitkan melalui anak usaha, Indosat Palapa Company B.V., yang 100% dimiliki perseroan.

Obligasi ini tidak dapat ditarik minimal dalam waktu lima tahun dan dijamin oleh perseroan. Surat utang diterbitkan berdasarkan hukum negara bagian New York dan dicatatkan di SGX-ST.

Citigroup Global Markets Limited bertindak sebagai koordinator join book runners, bersama dengan DBS Bank Ltd, Deutsche Bank AG, Singapore Branch, HSBC Limited, dan The Royal Bank of Scotland plc.

Sepanjang semester I-2010, total utang Indosat mencapai Rp 24,703 triliun atau naik 8,9% dibandingkan posisi sebelumnya, Rp 22,688 triliun.

Sedangkan pelanggan selular Indosat per Juni mencapai 37,8 juta orang, meningkat 34,5% dari sebelumnya 28,1 juta orang. Untuk pelanggan woreless broadband 3,5G mencapai 751,9 ribu, naik 76% dari tahun lalu, 427,1 ribu.

--

Dow Jones Terpuruk di Bawah 10.000
Nurul Qomariyah - detikFinance


Foto: Reuters
New York - Bursa Wall Street kembali dilanda aksi jual, sehingga menyebabkan indeks Dow Jones terpuruk di bawah level 10.000.

Aksi jual terjadi sehari menjelang keluarnya revisi angka pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2010. Investor memrediksi ada revisi ke bawah dari angka yang sudah dirilis sebelumnya.

Mengawali perdagangan, saham-saham sempat bergerak menguat setelah data menunjukkan klaim tunjangan pengangguran turun dari ekspektasi. Namun angkanya dinilai masih terlalu tinggi untk menunjukkan perubahan dari pasar tenaga kerja. Namun selanjutnya saham-saham berbalik arah.

Pada perdagangan Kamis (26/8/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 74,25 poin (0,74%) ke level 9.985,81. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 8,11 poin (0,77%) ke level 1.047,22 dan Nasdaq melemah 22,85 poin (1,07%) ke level 2.118,69.

Ini adalah untuk pertama kalinya indeks Dow Jones ditutup di bawah level 10.000 sejak 6 Juli 2010 lalu. Setelah terpuruk, pasar saham memang sudah mulai pulih meski mendekati akhir Agustus ini kembali terpuruk.

Investor juga merespons negatif pidato Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke seputar ketidakpastian prospek pemulihan ekonomi. Dalam pidatonya, Bernanke mengatakan akan mendiskusikan prospek ketidakpastian ekonomi namun tidak memberikan petunjuk apakah The Fed akan kembali memompakan likuiditas guna menjaga proses pemulihan ekonomi tetap berjalan.

Saham-saham sektor teknologi mencatat penuruna terbesar sehingga Nasdaq mengalami penurunan lebih besar ketimbang Dow Jones dan S&P 500. Saham Cisco System turun 2,4%, Intel melemah 1,6%.

Perdagangan berjalan sepi dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 7 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar lembar saham.

--

Bursa Global Lesu, IHSG Terdesak
Nurul Qomariyah - detikFinance


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya ditutup menguat setelah sempat bergerak maju mundur dan menghabiskan sebagian sesi perdagangan di teritori negatif.

Pada perdagangan Kamis (26/8/2010), IHSG ditutup menguat 6,225 poin (0,20%) ke level 3.145,135. Sedangkan Indeks LQ 45 0,325 poin (0,05%) ke level 595,679.

Gerak IHSG yang fluktuatif diprediksi akan kembali berlangsung pada perdagangan akhir pekan ini. Investor akan memanfaatkan momentum pelemahan bursa-bursa global untuk melakukan ambil untung. IHSG pada perdagangan Jumat (27/8/2010) diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Bursa Wall Street kemarin kembali dilanda aksi jual, sehingga menyebabkan indeks Dow Jones terpuruk di bawah level 10.000. Aksi jual terjadi sehari menjelang keluarnya revisi angka pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2010. Investor memrediksi ada revisi ke bawah dari angka yang sudah dirilis sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (26/8/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 74,25 poin (0,74%) ke level 9.985,81. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 8,11 poin (0,77%) ke level 1.047,22 dan Nasdaq melemah 22,85 poin (1,07%) ke level 2.118,69.

Sementara Bursa Tokyo juga mengawali perdagangan akhir pekan ini di teritori negatif. Indeks Nikkei-225 dibuka langsung melemah 95,01 poin (1,07%) ke level 8.811,47.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Erdikha Sekuritas:

IHSG ditutup menguat 6.22 point menjadi 3145.14 (0.20%). Pergerakan indeks global yang masih bervariasi membawa sentimen negatif bagi indeks yang hanya menguat tipis. Penguatan saham-saham Basic Industri menjadi salah satu penopang kenaikan indeks. Pergerakan indeks kami perkirakan masih akan berkonsolidasi dengan kecendrungan positif. Pergerakan indeks berkisar antara 3100-3170. Saham rekomendasi kami adalah SMGR dan TINS.

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari kamis IHSG ditutup menguat 6.2 point (+0.22%) jika kita lihat IHSG membentuk pola spinning top lagi dan memerlukan konfirmasi pada perdagangan hari ini dan jika kita lihat dari RSI dan Stochastic terlihat bahwa IHSG pada saat ini telah berada dalam area overbought dan rentan terhadap profit taking, dan pada hari kamis asing melakukan net buy sebesar 30 milliar, pada hari ini IHSG berada dalam kisaran 3100 – 3167 dan saham- saham yang dapat diperhatikan pada hari ini antara lain LSIP, GZCO dan SMGR

--

BI Terapkan Basel III Tahun 2018
Herdaru Purnomo - detikFinance

Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan menerapkan Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) tahap III atau Basel III mulai tahun 2018. Ada 3 poin penting dari aturan Basel III yang berlaku secara internasional itu.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah ketika ditemui usai diskusi OJK di Hotel Santika, Jakarta, Kamis malam (26/08/2010).

"Ada tiga hal yang menjadi agenda reformasi sektor perbankan ke arah macro prudential yang akan dibahas di pertemuan G-20 di Korea dimana nantinya akan tertuang dalam Basel III. Pertama, pengaturan capital buffer, kedua pengenaan leverage ratio (kredit terhadap PDB) dan ketiga penguatan manajemen likuiditas," ujar Halim.

Halim menjelaskan, pengaturan capital buffer gambarannya nanti Rasio Kecukupan Modal (CAR) bank akan menjadi lebih tinggi ketika kondisi ekonomi membaik dan dapat menjadi lebih rendah dari ketentuan ketika kondisi ekonomi memburuk.

"Modalnya akan disesuaikan profil dan risiko bank. Ada batas minimalnya jika bank itu berisiko namun jika tidak, dia harus lebih tinggi. Bank bisa saja diminta menghimpun modal ketika kondisi sedang baik dan menggunakan modal itu di bawah ketentuan normal apabila kondisi sedang jelek, makanya ini ada unsur makronya," papar Halim.

Ia juga menjelaskan mengenai pengenaan leverage ratio atau kredit yang dihubungkan dengan PDB. Menurut Halim, untuk dapat mengendalikan bubbles, kredit terhadap sektor tertentu dapat dibatasi.

"Jadi itulah leverage ratio, nantinya kredit terhadap PDB di suatu negara tidak boleh lebih dari sekian. Itu nanti diatur di bawahnya, karena berdasarkan penelitian dari suatu negara misalnya jika propertinya sudah terlalu banyak dia bisa menimbulkan gangguan terhadap stabilitas," ujarnya.

Selain itu, Halim mengatakan poin ketiga yang akan dimasukkan kedalam Basel III yakni penguatan manajemen likuiditas. Dimana menurut Halim penguatan modal akan lebih terarah kepada tier I.

"Tier I atau modal inti nantinya dipersamakan dengan modal disetor," jelasnya.

Lebih lanjut Halim mengatakan, seluruh poin tersebut nantinya akan diputuskan di pertemuan G20 di Korea.

"Berlakunya secara internasional, dan itu akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara. Tetapi secepatnya berlaku di 2018," imbuhnya.

--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar