Rabu, 18 Agustus 2010

Standard Gaji 2010




Memberi nafkah pada anak dan keluarga secara layak saya kira merupakan salah satu ikhtiar penting yang mesti kita lakoni dengan sepenuh hati. Bekerja dengan ikhlas dan penuh dedikasi demi mendapat penghasilan atau income yang memadai tentu juga merupakan sebuah rangkaian ibadah yang mesti kita rawat dengan penuh keteguhan.

Penghasilan yang layak dan nafkah yang memadai tentu saja tidak lepas dari standard gaji atau penghasilan yang Anda terima setiap bulannya. Lalu berapa standard gaji untuk setiap level yang berlaku di dunia kerja Indonesia? Berikut adalah daftar standard gaji yang kira-kira menggambarkan besaran pendapatan yang diterima oleh para pekerja dan manajer di tanah air setiap bulannya.

Fresh Graduates/Entry Level. Kisaran Standard Gaji Rp 2 – 3 juta/bulan.
Dalam sepuluh tahun terakhir, besaran gaji para fresh graduates (lulusan S-1) tampaknya tidak bergerak naik secara signifikan. Penyebabnya sederhana : supply cenderung jauh lebih tinggi dibanding demand; sehingga buyer (perusahaan) memiliki keleluasaan untuk memberikan gaji yang relatif rendah. Meski demikian sejumlah perusahaan multi nasional kini memberikan gaji bagi para fresh graduate-nya pada angka Rp 4 juta/bulan; sementara Bank Indonesia sejauh yang saya tahu, telah memberikan gaji Rp 5 juta/bulan untuk para lulusan sarjana baru yang bekerja untuk mereka. Namun demikian, masih banyak juga lulusan sarjana S-1 baru yang mendapat gaji sebanding dengan UMR alias sekitar Rp 1 jutaan saja per bulan.

Asisten Manajer. Kisaran Standard Gaji Rp 5 – 8 juta/bulan
Jika Anda sudah bekerja di kantor Anda selama 3 – 5 tahun, selayaknya Anda sudah menduduki posisi ini. Dan itu artinya Anda bisa mendapatkan income sekitar Rp 5 – 8 jutaan per bulannya. Kalau sudah bertahun-tahun Anda tetap saja menjadi staf biasa dan tak pernah kunjung naik posisinya ke level ini, ya Anda bisa mulai melakukan sejumlah manuver untuk membuat perjalanan karir menjadi stagnan selamanya. Sebab kalau ndak pernah naik posisinya, gaji Anda ya juga ndak akan naik-naik (sementara harga semangkuk lontong sayur rasanya terus bergerak naik).

Manajer/Kepala Bagian. Kisaran Standard Gaji Rp 10 – 15 juta/bulan
Dalam kurun waktu 7 – 10 tahun bekerja, selayaknya Anda sudah bisa berada pada posisi ini Kisaran gaji untuk posisi ini adalah Rp 10 – 15 juta, meski ada sejumlah perusahaan yang memberikan gaji hingga Rp 20 juta/bulan untuk para manajernya. Namun sejumlah bank nasional, seperti Bank BNI misalnya, memberikan gaji sekitar Rp 12 – 14 jutaan/bulan kepada para manajernya.

Selain gaji yang cukup tinggi, karyawan pada posisi ini biasanya akan mendapatkan car ownership program (program kepemilikan mobil). Dulu, perusahaan tempat saya bekerja memberikan bantun gratis sebesar 70% dari harga mobil; dan sang manajer hanya memberikan alokasi 30 % saja, untuk bisa mendapatkan sebuah mobil sekelas Kijang Innova atau Honda City.

Manajer Senior/General Manajer/VP. Kisaran Standard Gaji Rp 20 – 30 juta/bulan
Minggu lalu disela-sela memberikan workshop kepada sebuah perusahaan perkebunan besar di Medan, saya berbincang-bincang dengan salah satu pesertanya yang kebetulan berposisi sebagai Manajer Senior. Ia bilang kalau ia memperoleh gaji sebesar Rp 25 juta/bulan. Dan ajaibnya, karena limpahan harga komoditi yang melonjak di tahun lalu, ia bilang tahun ini perusahaannya akan memberikan bonus 8 kali gaji (!) kepada seluruh karyawannya. “Alhamdulilah pak Yodhia….”, ujarnya dengan wajah sumringah. Halah, bagaimana ndak sumringah, wong sebentar lagi mau mendapat rezeki sebesar Rp 200 juta kontan.

Division Head/Executive VP/Direktur/Direktur Utama. Kisaran Standard Gaji Rp 50 juta – 100 juta/bulan.
Dengan kisaran gaji seperti itu, pendapatan para direktur/division head/EVP berarti hampir sama dengan gaji seorang pilot senior Boeing 747 Jumbo di maskapai Garuda Indonesia (sebab gaji pilot senior untuk rute internasional di Garuda adalah Rp 90 juta/bulan).

Business Owner. Kisaran Standard Gaji : Unlimited.
Nah, kalau Anda merasa ndak mampu menjadi manajer atau senior manajer, dan karirnya begitu-begitu saja; mengapa tidak memutuskan memulai usaha sendiri dan menjadi seoarng business owner? Sebab dengan posisi itu, potensi gaji atau pendapatan Anda bersifat unlimited (tidak terbatas). Sebab Anda sendiri yang dengan bebas bisa menentukan berasa besar pendapatan yang layak Anda terima.

Demikianlah kira-kira Standard Gaji 2010. Silakan dicermati apakah pendapatan Anda saat ini masih jauh dibawah standar atau sudah layak nan memadai. Dan kalau ternyata standard gaji sampeyan masih jauh dari memadai, ya ndak usah ngomel-ngomel dan menumpahkan kekesalan di kolom komentar blog ini. Lebih baik : always think positive and be optimistic !!

--



"When you are clear, what you want will show up in your life, and only to the extent you are clear."

Janet Attwood
Author of The Passion Test

"The indispensable first step to getting the things you want out of life is this: decide what you want."

Ben Stein
Attorney, Author, Actor and Commentator

Priorities

Before reading the next paragraph, please answer this three-part question: What is the single most significant thing you could begin doing regularly that would: (1) Make you more effective at your work? (2) Create a better atmosphere for your family? and (3) Enrich your spiritual life?

On the assumption now that you have named three specific things that would make your life better, let me pose one more question: Can you defend your choice to omit any of these three things from your schedule this week?

All of us have urgent things that will have to be attended to before this day ends - phone calls, appointments, sales calls, deadlines, interruptions, etc. But some of us will also do our versions of the things you named earlier - like planning next week's big presentation or making three extra calls, telling someone "I love you" or helping children with homework, or taking time to read and pray for a few minutes.

The difference in people who tend to life's really important things and those of us who simply react to whatever happens in a day and live the scripts others write for us is called discernment. Maybe you prefer to call it setting priorities or putting first things first.

It is absurdly easy to fall into the activity trap. That's when you think that being busy is the same thing as being productive. We humans can equate having done huge amounts of unimportant things with having done something that is actually significant. They simply aren't the same.

Moving quickly and efficiently is important only if your movement is in the direction of some worthy goal. Since you took the time at the start of this piece to name three specific steps toward noble ends, why not take some time now to figure out how to include them in today's schedule for yourself?

You may need to cut out some waste and cancel some unimportant things, but you will be better for it. You will have started to practice discernment between the things in life that really matter and all the second-rate distractions we let get in the way of doing them.

You likely know the writings of Stephen Covey. His 7 Habits of Highly Effective People has sold widely and helped many people toward a clearer view of career, family, and personal life. "The key is not to prioritize what's on your schedule," insists Covey, "but to schedule your priorities."

Rubel Shelly

--

"History has demonstrated that the most notable winners usually encountered heartbreaking obstacles before they triumphed. They won because they refused to become discouraged by their defeats."

Bertie Charles Forbes
1880-1954, Financial Journalist, Author and Founder of Forbes Magazine

--

"I don't know the key to success, but the key to failure is trying to please everybody."

Bill Cosby
Comedian, Actor and Author

--

"Live so that you wouldn't be ashamed to sell the family parrot to the town gossip."

Will Rogers
1879-1935, Comedian and Actor

--

Komentar Menarik tentang Standar Gaji 2010

Ada sejumlah tulisan di blog ini yang menuai banyak komentar. Salah satu yang paling banyak adalah tulisan berjudul Standar Gaji 2010 (yang bisa dibaca DISINI). Hingga hari ini tulisan tersebut telah mendapat komentar lebih dari 190 pembaca.

Tulisan itu juga yang paling banyak dibaca di blog ini. Tema tentang standar gaji mungkin memang topik yang ingin diketahui oleh banyak orang. Informasi itu barangkali bisa dijadikan semacam pembanding dan juga untuk mengetahui harga yang pas untuk sebuah pekerjaan.

Dari ratusan komentar itu, banyak yang menawarkan perspektif yang menarik. Disini saya hanya akan mencuplik tiga komentar, yang mungkin bisa memberikan sekeping atau dua keping pembelajaran tentang bagaimana mencari nafkah demi membesarkan keluarga.

Komentar pertama yang mau saya petik datang dari Mas Sino. Berikut isi komentarnya :

“Saya bekerja sebagai Office boy di salah satu perusahaan, gaji 850rb/bulan, tapi saya punya toko kelontongan omzetnya perbulan rata-rata 40 jutaan”.

Hmm cukup menarik. Pertama, mas Sino tentu office boy yang rajin belajar. Buktinya ia rajin browsing dan membaca blog ini. Yang, kedua ia hanya bekerja sebagai office boy, dan tentu gajinya juga relatif kecil. Namun ia cukup cerdas mencari penghasilan sampingan dengan membuka toko kelontong.

Hasilnya lumayan mak nyus. Dengan profit margin sekitar 10 % berarti dalam sebulan ia bisa mendapatkan laba sekitar 4 jutaan, atau nyaris lima kali lipat gajinya sebagai office boy. Pelajarannya : bahkan seorang OB-pun bisa menjalankan bisnis sendiri dengan cukup sukses. Kalau OB bisa, kenapa Anda tidak bisa?

Komentar kedua datang dari Mas Khaka. Berikut isi komentarnya :

“Tahun 2002 pertama saya kerja setelah menyelesaikan S1 Teknik Sipil dengan status site manager sebuah kontraktor di Jakarta utk project jalan di Pantura. Total perbulan yang saya dapat = Rp. 800.000,-

Tahun 2003 saya diajak teman ke-Jambi dengan status sbg freelance utk project2 pemerintah sebagai konsultan, rata2 perbulan yang saya dapat Rp. 1.250.000,-

Tahun 2004 bekerja pd kontraktor lokal di Samarinda dgn gaji per bulan Rp. 2.000.000,-

Tahun 2005 pindah bekerja pd mining and Fabricator di Balikpapan dgn gaji per bulan Rp. 6.500.000,- kemudian tahun 2006 naik menjadi Rp. 7.500.000. Tahun 2008 naik menjadi 10.500.000,-

Pertengahan tahun 2008 sampai sekarang pindah ke Mining Company di Jakarta dengan gaji + tunjangan perbulan Rp 22.500.000,- dan sekarang sudah Rp 35.500.000,-“

Hmm, sebuah cerita yang menarik. Hanya dalam waktu delapan tahun (dari 2002 s/d 2010), penghasilan mas Khaka naik sebanyak 40 kali lipat lebih. Dia beruntung kecantol bekerja di perusahaan oil and mining; sebab standar gaji di industri ini memang sangat tinggi.

Pesan dari dia : selalu jaga sikap kerja yang positif, punya spirit belajar yang kuat, dan banyak beribadah serta berdoa kepada Sang Khalik.

Komentar terakhir datang dari Mas Mardi. Berikut isi komentarnya :

“Saya adalah seorang guru SD di desa dengan gaji 3,8 jt ditambah dengan tunjangan sertifikasi 2,5 jt total rata-rata 6,3 juta. Istri saya juga guru SD dengan gaji selisih sedikit dengan saya plus tunjangan sertifikasi”.

Hmm, tak kalah menariknya. Gaji Mas Mardi sebagai guru di desa 6,3 juta; sementara istrinya mungkin mendapat gaji sekitar 5 jutaan. Jadi total mereka berdua mendapatkan penghasilan 11,3 juta – sebuah penghasilan yang lebih dari cukup untuk hidup didesa.

Saat ini profesi menjadi guru – apalagi guru pegawai negeri – memang telah dapat memberikan nafkah yang sangat layak. Karena itu jika Anda lulusan S1, cobalah pilihan menjadi guru di desa kelahiran Anda – ndak perlu urbanisasi ke Jakarta. Kemudian pilihlah pasangan yang juga bekerja menjadi guru. Kelak Anda bisa seperti pasangan Pak Mardi itu. Saya membayangkan mereka hidup tentram sentosa di desa; bangga dengan pekerjaannya sebagai guru SD.

Demikianlah komentar sejumlah pembaca blog ini. Mudah-mudahan Anda semua juga memiliki kisah yang talah mak nyus dengan apa yang mereka bagikan disini.

--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar