Rabu, 18 Agustus 2010

"PRAJURIT DAN PAHLAWAN"

1 Sam 16:14-16


"Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN. Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: "Ketahuilah, roh jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau; baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat yang dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau merasa nyaman. ""

Oleh karena dosa Saul Roh Tuhan mundur dari padanya sebaliknya roh jahat datang mengganggu dia. Di dalam ayat-ayat di atas dikatakan roh jahat itu dari pada Tuhan. Bagaimanakah pengertian yang sebenarnya? Apakah Tuhan mengutus roh jahat untuk mengganggu manusia? Pengertiannya tidak demikian. Tuhan pemegang otoritas yang tertinggi jadi kalau ada roh jahat yang mau mengganggu orang yang percaya itu harus seijin Tuhan.

Contohnya kasus Ayub. Tuhan memberikan ijin kepada Iblis untuk mendatangkan pencobaan kepada Ayub.
Konsekuensi dari mundurnya Roh Allah dari seseorang yaitu tiadanya penyertaan Allah bagi orang tersebut. Penyertaan Tuhan di dalam kehidupan seseorang sangat penting. Apabila kita ingin hidup di dalam penyertaan Tuhan hindarkanlah diri dari berbuat dosa dan hiduplah di dalam penundukan atau ketaatan.

Apakah yang dialami oleh seseorang yang disertai Tuhan? Orang yang disertai Tuhan dibuatNya hidup orang itu berhasit walau ibaratnya kedudukan orang itu rendah sekalipun apa yang diperbuatnya dibuat Tuhan berhasil.

Contoh Yusuf di dalam penjara.
Kej 39:21-23 - "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasiL "

Pada waktu ditaruh di tempat tinggipun, pada saat menjadi seorang raja muda tetap berhasil. Orang yang disertai Tuhan boleh dikata lewat api tidak terbakar, lewat banjir tidak hanyut.
Yes 43:2 - "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. "

Ingat riwayat Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Tuhan mengasihi ciptaanNya yang dibentukNya, yang sudah ditebusNya dan dipanggilNya menjadi kepunyaanNya sendiri. Jadi posisi sebagai orang percaya kepada Tuhan, menjadi milik Tuhan itu sangat penting. Dia istimewa, dia spesial, dia tidak semata-mata hanya sebagai makhluk ciptaan.
Yes 41:10 –“janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan; bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. "

Orang yang disertai Tuhan diteguhkan Tuhan, ditolong Tuhan, dia dipegang oleh tangan kanan Tuhan yang membawa kemenangan. Perlu diperhatikan bahwa orang yang disertai Tuhan bukannya tanpa masalah tetapi pada saat menghadapi masalah Tuhan menolongnya sehingga membuat dia tidak goyah.

Menjadi Prajurit
1. Untuk menjadi prajurit seseorang perlu dilatih.
Dia perlu memiliki penundukan terus menerus kepada komandannya dan kepada setiap otoritas yang mewakili komandannya. Sebagai contoh: Pada saat sepasukan prajurit diterjunkan di medan pertempuran sebagian ditugaskan sebagai pengintai, sebagian dijadikan orang yang memancing musuh, sebagian menjadi backing perlindungan. Walaupun yang dijadikan pemancing musuh itu menjadi umpan musuh dan sangat membahayakan nyawanya tetapi seorang prajurit harus selalu tunduk kepada perintah komandannya.

Tuhan menghendaki kita bukan hanya menjadi pengikut-pengikut Kristus tetapi juga menjadi prajurit-prajuritNya. Sebagai prajurit Kristus apapun yang diperintahkan oleh Tuhan sebagai otoritas tertinggi melalui FirmanNya dan melalui pemimpin-pemimpin rohani harus ditaati. Kita menjadi prajurit Kristus, sebagai prajurit kita pindah dari alam santai masuk ke dalam peperangan. Seorang prajurit Kristus perlu berjaga-jaga di dalam hidupnya dengan doa. Pada waktu malam, pada waktu dini hari, di mana kita secara tubuh lelah dan mengantuk tetapi apabila komandan menghendaki kita untuk berjaga dan berdoa kita harus tunduk. Lawan kita si Iblis sering menyerang pada saat kita terlena. Yesus adalah contoh prajurit yang baik.
Flp 2:7,8 - "melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, !a telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. "

Apakah persyaratan prajurit yang baik? Selain berlatih dia perlu mengosongkan diri. Tidak memikirkan kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Hidupnya hanya di dalam ketaatan menjalankan komando atau perintah dari komandannya. Komandannyalah yang memikirkan apa yang menjadi kebutuhannya.
2 Tim 2:3,4 - "Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. "

2. Penundukan atau ketaatan.
Seorang prajurit di dalam menjalankan tugasnya tunduk pada atasan. Entah perintahnya itu masuk akal atau tidak masuk akal ditaati. Seorang prajurit harus bergerak searah dengan perintah atasannya (Firman Tuhan) dan di bawah pimpinan Roh Kudus.
Kesaksian: Seorang pekerja gereja lulusan sekolah Alkitab membantu hamba Tuhan di kota Baah, Pulau Rote. Pada suatu hari dia mendapat dorongan Roh Kudus untuk merintis sidang sendiri. Dia minta ijin kepada gembala sidang dan atas persetujuan gembala sidang dia memulai perintisan di desa Lekik dengan banyak berdoa dan berpuasa. Pada suatu hari dia mendengar suara Roh Kudus untuk berjalan di jalan yang sunyi dalam hutan. Dia taat. Akhirnya dia menemukan sebuah pondok dan di dalamnya ada orang yang terbaring sakit lurnpuh. Dia lawat orang ini dan didoakan setiap hari sampai orang tersebut sembuh dan bisa berjalan. Dia mendapat satu jiwa untuk modal perintisan. Dari ketaatannya kepada Tuhan jiwa-jiwa ditambahkan. Mulai dari membangun pondok tempat ibadah dari ranting-ranting akhirnya dia dapat membangun gedung permanen, melayani dengan dibantu beberapa pengerja. Pernah dimasukkan ke dalam penjara karena Injil tetapi dia disertai Tuhan, dibebaskan dan pekerjaan Tuhan tetap berkembang. Ibu Mary pernah melayani sidang tersebut tahun 1983. Di dalam ketaatannya untuk menderita dan di dalam ketekunannya untuk berjuang seorang prajurit yang disertai Tuhan pasti kokoh dan berhasil.

Ada kesaksian yang lain. Seorang ibu sedang memasak. Dia disuruh Tuhan untuk meninggalkan dapur dan pergi ke depan rumah. Dia melihat ada satu keluarga sedang pindah rumah. Keluarga baru ini tinggal di belakang rumahnya. Ibu ini menyambut keluarga baru tersebut, memberi minum kepada mereka dan mulai bersahabat.

Pada suatu hari tetangga barunya ada yang jatuh sakit. Dia datang untuk mendoakan, orang tersebut disembuhkan Tuhan dan menjadi percaya kepada Tuhan.

Bagaimana sebaiknya kita meresponi panggilan Tuhan untuk ikut menderita sebagai prajurit. Katakan Tuhan aku siap, aku mau taat, apabila bagian ini dari Tuhan jadilah tetapi apabila bukan dari Tuhan batalkanlah.

Sikap ketaatan memang mengandung resiko.Tetapi perbuatan ketaatan mengandung mujizat.
Contoh perjamuan kawin di Kana. Pada saat anggur perjamuannya habis Yesus memerintahkan para pelayan untuk mengisi enam tempayan dengan air. Sebenamya tempayan itu biasa dipakai untuk menampung air atau untuk mencuci tangan dan kaki. Setelah enam tempayan tersebut dipenuhi dengan air Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk mencedok dan mencicipinya. Ternyata air tersebut berubah menjadi anggur. Kapan perubahan ini terjadi tidak ada yang mengetahui.

Apa yang diperintahkan Yesus untuk dilakukan tampaknya tidak logis tetapi pada saat pelayan-pelayan itu taat mereka mengalami mujizat.

3. Mengosongkah diri dan merendahkan diri.
Apa arti mengosongkan diri dan merendahkan diri? Dikaitkan dengan sikap ketaatan mengosongkan diri berarti tidak punya hak untuk protes. Pengertiannya juga tidak punya keinginan yang ngotot atau hendak dipaksakan.

Mengosongkan diri berarti menurut, pasrah, menyerah tetapi tidak cuek atau apatis atau tidak mau peduli, tidak mau pusing dan tidak ngambeg. Seluruh hidup kita menjadi milik Tuhan dan haknya Tuhan. Dia yang berhak menentukan segala segi dalam kehidupan kita termasuk apa sekolah kita, jurusan yang kita ambil, jodoh kita, kapan menikah, tempat kediaman, profesi, juga tempat pelayanan.

4. Milikilah prinsip bahwa pilihan Tuhan selalu yang terbaik.
a. Milikilah sikap agar supaya keinginan Tuhan yang selalu terjadi dan bukan keinginan kita.
b. Emosi, pendapat sendiri tak perlu kita pertahankan dengan ngotot. Bahkan kita tidak boleh protes sebab kita sedang diproses. Apabila kita selalu ngotot dengan keinginan sendiri kita akan menjadi egois dan keras kepala. Ada bahaya apabila kita selalu berhasil bisa menjadi sombong.

Kita diproses Tuhan supaya memiliki sikap tabah, tekun, sabar, ulet, lembut dan rendah hati, Tuhan ingin melahirkan satu kepribadian yang berkarakter indah seperti bejana yang berkualitas, berharga dan indah bentuknya. Misalnya saja kita menghadapi ejekan dan olokan tanpa sakit hati.
Bahkan kalau perlu kita bisa ikut tertawa pada saat ditertawakan. Kita harus tetap bisa mengasihi walau ditolak atau tidak disukai.

Dalam proses penundukan di mana hak kita harus dilepaskan atau tidak dihargai kita harus bisa menjadi makin kuat. Dalam proses penundukan itu sedang terjadi pembentukan pribadi atau karakter. Orang yang sedang mengalami proses perlu menghilangkan keinginan untuk dipuji atau ditonjolkan karena dia ingin menjadi seperti Kristus yang mengosongkan diriNya. Perubahan hidup, perubahan wawasan, perubahan kepribadian dan karakter selama mengalami proses itu sendiri adalah suatu mujizat atau keajaiban.

Hati-hati dengan suara Tuhan: Kalau Tuhan berkata "Aku mau meninggikan engkau". Jangan cepat-cepat tertawa, mungkin anda mau disalib. Yusuf dijanjikan menjadi seorang raja melalui mimpi-mimpi indahnya tetapi untuk menjadi seorang raja yang diperkenan Allah ternyata Yusuf harus melalui proses panjang direndahkan dulu, mengosongkan diri dulu, ditolak dulu. la dimusuhi oleh abang-abangnya sendiri, dibuang ke sumur, dijual sebagai budak belian, bekerja sebagai seorang budak. Mana mungkin seorang budak menjadi raja. Tetapi itulah proses Tuhan. Dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sebagai budak dia difitnah dan dipenjarakan. Itulah proses penundukan diri yang paling rendah berada di lembah yang paling dalam. Selama proses pahit yang panjang belasan tahun dia tidak pemah marah atau berontak atau meninggalkan Tuhan. Dia tetap mempertahankan kwalitas hidup yang menyenangkan Tuhan. Tuhan berkenan akan Yusuf dan meninggikan dia pada waktunya dengan memiliki karakter yang sepadan dengan tujuan Allah dalam hidupnya.

Istri perlu tunduk kepada suami. Istri yang mengosongkan dirinya dalam penundukan kepada suami, maka Tuhan sendiri yang akan menjamah suaminya. Apa yang membuat kite sulit diproses? Ego kita, harga diri kita, dan karena kita mempertahankan hak, kita sulit pada saat diproses. Kita cenderung untuk berontak, membelot, melawan, sakit hati dan menyebarkan akar yang pahit.

Penilaian Tuhan Yang Tepat
Tidak ada yang dapat menilai kita dengan tepat kecuali Tuhan. Apabila Allah mengambil semuanya dari kita tidak ada yang bisa menolong kita. Allah memang seringkali berlawanan dengan cara kita sendiri. Memang tidak ada yang bisa merubah manusia kecuali Tuhan. Ada bagian yang harus kita lakukan tetapi ada bagian yang Tuhan lakukan. Kita juga tidak dapat menuntut Tuhan untuk melakukan segala sesuatu bagi kita. Bagian kita adalah penundukan.

Berdiri Di Tempat Yang Benar
Berdirilah di tempatmu yang benar. Ketahuilah batasan-batasan wewenangmu dan tugasmu. Di dalam hubungan rumah tangga apabila suami baik janganlah kita ngelonjak atau dominan terhadap suami. Tempatkan suami tetap sebagai kepala dalam rumah tangga. Jangan sampai karena suami baik lalu istri kurang memperhatikan aturan serta bebas merdeka semaunya. Allah menuntut bagian kita untuk dilakukan sebelum Dia melakukan bagianNya yang mendatangkan mujizat atau kebaikan.

--

LANGKAH BERIKUTNYA



Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Mazmur 119:105

Dalam ayat ini Daud merenungkan cara berjalan kita yang seharusnya di tengah-tengah dunia ini. Ia menyoroti dua hal utama: kaki yang kita pakai untuk melangkah, dan jalan yang kita lalui. Ia menjamin bahwa kita tidak akan pernah berjalan dalam kegelapan apabila kita sepenuhnya percaya dan taat kepada Firman Tuhan.

Akan datang saat-saat ketika dunia di sekitar kita menjadi gelap sama sekali. Pada saat itu pandangan kita ke segala arah akan terbatas sampai beberapa meter saja. Di depan kita mungkin ada masalah-masalah yang belum beres. Mungkin juga ada bahaya yang mengancam kita di balik tikungan. Namun di tengah semua itu kita mendapat suatu jaminan; Jika kita benar-benar mentaati Firman Tuhan dalam menghadapi keadaan apapun juga, kita tidak akan berjalan dalam kegelapan. Kaki kita tidak akan menapak di tempat yang berbahaya yang dapat membuat kita tersandung dan jatuh sehingga mengalami cedera atau mendapat malapetaka.

Namun jaminan tersebut berlaku untuk satu “daerah” khusus saja; yaitu hanya di tempat kita akan menapakkan kaki kita pada langkah berikutnya. Tuhan tidak berjanji bahwa kita akan bisa melihat jauh ke depan. Apa yang akan terjadi jauh di depan kita mungkin sama sekali tidak bisa kita ketahui , tetapi hal itu tidak perlu membuat kita khawatir. Yang diminta Tuhan dari kita hanyalah agar setiap langkah, kita ayunkan dengan penuh ketaatan kepada Firman Tuhan.

Bahaya yang terbesar bagi kita adalah jika kita berusaha melihat terlalu jauh ke depan menembus kegelapan itu. Karena dengan berbuat demikian kemungkinan kita bisa kurang memperhatikan tempat yang akan kita pijak yang tepat ada di depan kita, yaitu satu-satunya tempat yang disinari Tuhan setiap kali kita akan melangkah.

Tanggapan Iman:

Tuhan, tunjukkanlah padaku dimana aku harus menaruh kakiku sekarang dengan menaati Firman-Mu. Kuserahkan masa depanku ke dalam tangan-Mu.

--

Belajar Teguh
Oleh Ang Tek Khun



belajar teguh
bukanlah dari teduh
angin sepoi
air bening tenang
cuaca cerah
jalan melapang
berkat mengalir
dan hari-hari hanya damai

belajar teguh
terkadang tiba
kala jiwa resah
hati rusuh
jemari bergetar
kaki lunglai
namun terus melangkah
bersama Kristus

--

KEMBALI KEKITAB KEJADIAN
(Back to Genesis).

PENGANTAR.

Pada tanggal 9 Maret 2001 , KESAKSIAN II saya dimuat di -"Sahabat Surgawi". Terima kasih untuk perhatian pengunjung "Sahabat Surgawi" kepada kesaksian saya, yang disampaikan kepada alamat email saya sethiadi@bozz.com. Saya pikir ada baiknya jawaban saya akan hal ini saya jadikan sebuah artikel yang lebih mendalam dan menyeluruh dan saya hidangkan untuk seluruh pengunjung "Sahabat Surgawi", bahkan
seluruh umat Kristen. Silahkan Anda forward atau print artikel ini dan berikan kepada siapa saja yang Anda mau. Bila ada pertanyaan lain yang belum tercakup dalam kesaksian saya dan artikel ini, silahkan Anda hubungi saya dengan alamat email saya tersebut diatas. Kreasionisme bukanlah sebuah aliran baru, tetapi suatu cara memandang alam semesta dan umat manusia khususnya. Apa yang dikatakan Alkitab dan apa yang dikatakan manusia? Apakah kita ada didunia ini secara kebetulan melalui mekanisme evolusi, atau diciptakan secara khusus oleh Sang Pencipta untuk tujuan khusus pula? Dunia pendidikan dari SD s/d universitas seolah-olah mengang gap bahwa teori evolusi mutlak benar. Demikian juga surat kabar, majalah-majalah dan tv sedunia seolah-olah mengganggap teori evolusi mutlak benar. Apakah teori evolusi telah betul-betul dibuktikan secara ilmiah? Apakah itu yang disebut "Ilmiah" ? Kalau sesuatu terbukti secara ilmiah apakah ia lalu mutlak benar?
Mari kita pelajari hal ini lebih mendalam.

I. SEJARAH KREASIONISME VERSUS EVOLUSIONISME.
Pergumulan antara kreasionisme versus evolusionisme sesungguhnya merupakan pergumulan umat Kristen dari awal agama Kristen diabad pertama sampai sekarang. Lebih luas lagi, ini adalah pergumulan umat manusia dari awal sejarah umat manusia sampai sekarang. Apakah alam semesta termasuk umat manusia selamanya ada, terjadi secara
kebetulan melalui proses evolusi atau diciptakan seorang pencipta langsung jadi menurut suatu design khusus? Tulisan-tulisan manusia sejak zaman dahulu telah membahas soal ini. Alkitab yang telah ditulis ribuan tahun yang lalu (Kitab Kejadian secara tradisionil dipercaya ditulis oleh Musa kira-kira 3600 tahun yang lalu) telah membahas hal ini. Disamping itu ada tulisan-tulisan kuno dari Babilonia, Mesir, Tiongkok, Yunani dll yang juga mengisahkan terjadinya alam semesta termasuk umat manusia. Ada yang mirip sekali dengan kitab Kejadian, tetapi ada juga yang berbeda jauh. Dalam karangan ini kita akan membahas apa yang dikatakan Alkitab dan apa yang dikatakan manusia terutama para filsuf dan para ilmuwan. Mari kita pelajari masalah ini lebih luas dan lebih mendalam.

II. APAKAH YANG DIKATAKAN ALKITAB?
Tuhan Yesus sendiri berkata (Matius 5:18) "Karena Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi." Tuhan Yesus sendiri mengatakan mengenai Alkitab agar orang jangan merubah satu titik atau satu iotapun. Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa Alkitab benar.
Rasul Paulus menulis dalam 2 Timotius 3:16 " Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memper baiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."
Pada zaman Paulus hidup, yang dimaksud dengan segala tulisan yang diilhamkan Allah adalah apa yang kita kini kenal sebagai Perjanjian Lama. Paulus percaya bahwa Perjanjian lama adalah tulisan yang diilhamkan Allah (Pasa Graphe Theopneostos).

II-1. KATA "HARI" DALAM KEJADIAN 1.
Apa yang dikatakan Yesus dan Paulus diatas berlaku untuk seluruh Perjanjian Lama, dan tentu saja termasuk Kejadian 1. Masakini, banyak teolog, bahkan teolog injili sekalipun seperti John Stott, sangsi untuk menafsirkan kata "hari" dalam kitab Kejadian 1, sebagai hari harafiah. Tetapi hari yang ada petangnya dan paginya jelas hari harafiah.
Saya percaya bahwa Musa yang menulis Kitab Kejadian. Musa seperti tahu bahwa suatu saat orang akan menyangsikan pernyataannya ini. Ia mengulang-ulang kata "jadilah petang, jadilah pagi". Dapatkah Musa lebih tegas lagi untuk menyatakan bahwa ia betul-betul maksudkan hari harafiah? Darimana Musa dapat tahu bahwa ada manusia abad ke-19 dan apalagi abad ke-20 yang akan menyangsikan pernyataannya ini? Tentu saja karena ia mendapat Wahyu Khusus dari Allah. Thomas Aquinas (1224-1274) membahas ini dengan panjang lebar. Ia menyimpulkan bahwa kata "hari" dalam Kejadian
1. betul-betul berarti hari harafiah ("Summa Theologica" Question LXXIV article
2. reply to objection no 7). Sampai dengan akhir abad ke-18 praktis semua teolog Kristen, baik Katolik Roma maupun Protestan percaya bahwa Allah menciptakan alam semesta termasuk manusia dalam waktu enam hari harafiah. Keraguan baru muncul pada abad ke-19 dan apalagi abad ke-20.

II-2 UMUR BUMI MENURUT ALKITAB.
Bilamana Allah menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya? Memang tidak ada angka yang sangat tegas mengenai ini. Berbeda dengan kata 6 hari diatas.
Tetapi orang dapat membuat exegese yang sehat mengenai hal ini. Dalam Kejadian 5:3 kita baca:
"Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepada nya".
Dalam daftar berikut kalau disebelah nama Adam ditulis angka 130 dan dibawahnya nama Set, maka artinya umur Adam 130 tahun waktu Set lahir.
Adam

130
Set

105
Enos

90
Kenan

70
Mahalaleel

65
Yared

162
Henokh

65
Metusalah

187
Lamekh

186
Nuh




1056

Jadi dari Adam sampai Nuh lahir ada selang waktu 1056 tahun. Waktu terjadi banjir besar, umur Nuh 600 tahun. Jadi banjir Nuh terjadi 1656 tahun sejak Adam diciptakan Allah.
Selanjutnya:
Nuh

500
Ham, Sem, Yaphet

100
Arphaksad

350
Selah

30
Eber

34
Peleg

30
Rehu

32
Serug

30
Nahor

29
Terah

70
Abram

100
Ishak

60
Esau, Yakub


1365

Antara Adam sampai Yakub lahir ada selang waktu 2421 tahun. Kemudian saya tidak dapatkan lagi angka-angka berdasarkan usia manusia. Tetapi ayat-ayat berikut dapat dipakai untuk menghitung usia bumi sejak Yakub lahir sampai Salomo meninggal dunia.
Kejadian 47:8,9 "Kemudian bertanyalah Firaun kepada Yakub: "Sudah berapa tahun umurmu?" Jawab Yakub kepada Firaun: "Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun ......"
Keluaran 12:40 Lamanya orang Israil diam di-Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun.
1 Raja-raja 6:1 Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israil keluar dari Tanah Mesir pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja ............
1 Raja-raja 11:42 Lamanya Salomo memerintah Yerusalem atas seluruh Israil ialah empat puluh tahun.
Jadi dari Adam sampai Salomo meninggal dunia ada selang waktu 3497 tahun. Selanjutnya saya tidak dapat angka-angka yang tepat lagi dari Salomo meninggal sampai Yesus lahir. 1 Tawarikh 3:10 s/d 24 dan Matius 1 menyebutkan jumlah generasi dari Salomo sampai Yesus lahir ada kira-kira 30 generasi. Kalau satu generasi 30 tahun, maka 30 generasi adalah 30 X 30 tahun = 900 tahun.
Menurut Encyclopedia Americana jilid 25 halaman 202, Salomo meninggal pada tahun 922 sebelum Kristus lahir. Bila ini benar maka dari Adam sampai Kristus lahir ada selang waktu 4377 tahun. Jumlah hari per tahun pada zaman Perjanjian Lama mungkin lain dengan zaman sekarang. Mungkin waktu itu setahun dianggap sama dengan 360 hari. Usia Adam waktu Seth lahir dihitung sejak penciptaan Adam atau sejak Adam diusir dari Taman Firdaus? Angka 4377 tahun mungkin tidak tepat benar.
Tetapi selisihnya jelas kurang dari 1000 tahun.
Angka-angka lain yang pernah dihitung manusia ialah: Ussher 4004, Yahudi 3760, Septuaginta 5270, Josephus 5555, Kepler 3993, Melanchton 3964, Luther 3961, Lightfoot 3960, Hales 5402, Playfair 4008, Lipman 3916 dsb. ("The Genesis Record" oleh H.M. Morris, halaman 45, Baker Book House, Grand Rapids, Michigan, U.S.A., 1990).
Augustinus (354-430) dalam bukunya "De Civitate Dei" ("The City of God") bab 10 mendukung tafsiran Eusebius yang mendasarkannya pada Septuaginta dan menyebut angka kurang dari 6000 tahun. Katakan saja bahwa menurut exegese yang sehat dari Alkitab, umur bumi kurang dari 10.000 tahun.

II-3. ADAM.
Kejadian 1:27 "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka ".
Kejadian 2:7 "ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup."
Jelas bahwa menurut Alkitab, Allah menciptakan Adam langsung jadi, dari debu tanah kurang dari 10.000 tahun yang lalu.

III. APA YANG DIKATAKAN MANUSIA MENGENAI UMUR BUMI?
Manusia sepanjang masa memang bertanya-tanya darimana dan bilamana alam semesta beserta umat manusia ini ada. Seorang filsuf Yunani kuno Aristoteles (384-322 sebelum Kristus) berpendapat bahwa alam semesta selamanya ada. Tidak pernah ada masa bahwa alam semesta tidak ada. Tetapi manusia dan binatang darat lainnya menurut Aristoteles berasal dari binatang laut. Herakleitos dan Empedocles juga telah berspekulasi suatu teori evolusi yang samar-samar. Ibn Rushd (1126-1198) yang diberi nama Latin Averoes sependapat dengan Aristoteles bahwa alam semesta selamanya ada. Dalam abad kedua puluh ini pendukung bahwa alam semesta selamanya ada ialah astronom Rusia Vorontzoff Velyaminov dan astronom Inggris Fred Hoyle.
Fred Hoyle berpendapat bahwa makhluk hidup dibumi ini berasal dari astronot-astronot angkasa luar yang pernah singgah dibumi. Tetapi ia tidak terangkan darimana berasal manusia angkasa luar itu.
Pada tahun 1749 seorang pangeran dari Perancis G.L. de Buffon menerbitkan bukunya yang diberi judul "Histoire Naturelle" ("Sejarah Alam"). Isinya menerangkan bahwa mula-mula ada zat yang berupa cairan panas. Oleh tabrakan atau hampir tabrakan dengan sebuah komet, sebagian dari cairan panas itu terpental keluar.
Dalam waktu 75.000 tahun, cairan yang terpental itu membeku dan menjadi planet-planet dan bulan-bulan. Salah satu planet itu adalah bumi kita ini. Cairan induknya tetap panas dan itulah matahari. Kant dan kemudian Laplace mengatakan bahwa pada mulanya yang ada ialah zat yang berupa kabut atau nebula. Kabut ini berputar dan dalam waktu 5 milliar tahun terjadilah bintang-bintang, planet-planet dan bulan-bulan. Pada tahun 1948 George Gamow mengatakan bahwa pada mulanya yang ada ialah zat yang sangat panas dan sangat padat. Kemudian zat itu memuai. Pada jam pertama terbentuklah atom-atom dan molekul-molekul. Dalam waktu beberapa ratus juta tahun terbentuklah bintang-bintang, planet-planet dan bulan-bulan, dalam waktu 3 milliar tahun terbentuklah manusia. Fred Hoyle dalam siaran radio BBC menyerang teori ini yang diberi nama ejekan "The Big Bang Theory". Sampai sekarang nama itu melekat pada teori Gamow. Teori itulah yang kini diajarkan disekolah-sekolah dan universitas-universitas seolah-olah itu adalah sebuah fakta.
Pada tahun 1981 Stephen W. Hawking diundang ke-Vatican untuk berbicara pada sebuah konferensi mengenai Kosmologi yang diseleng garakan para rohaniwan Katolik Roma dari ordo Yesuit. Vatican mau menghindari kesalahan seperti pernah mereka lakukan dalam kasus Galileo. Setelah konferensi Paus memberikan sebuah audiensi pada para peserta konferensi. Paus mengatakan: it was all right to study the
evolution of the universe after the big bang, but we should not inquire into the big bang itself because that was the moment of Creation and therefore the work of God. Waktu itu Stephen Hawking diam saja. Baru belakangan ia beri komentar.

III-1. APAKAH YANG DIKATAKAN STEPHEN HAWKING?
Pada tahun 1988, Stephen Hawking menulis dalam bukunya "A brief history of time" dan yang diterbitkan oleh Bantam Books halaman 10. Buku ini telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Dr A. Hadyana Pudjaatmaka dan judulnya dirubah menjadi "Riwayat Sang Kala" (Penerbit P.T. Pustaka Utama Grafiti, cetakan ketiga, 1994).
Dalam bukunya itu ia menjawab pernyataan Paus sbb: ("A brief history of Time" by Stephen Hawking, Bantam Books, 1988, page 116): "I was glad then that he did not know the subject of the talk I had just given at the conference - the possibility that space-time was finite but had no boundary, which means that it had no beginning, no moment of Creation." Ia juga menulis (Ibid page 140): "So long as the universe had a beginning, we could suppose it had a creator. But if the universe is really completely self-contained, having no boundary or edge, it would have neither beginning nor end: it would simply be. What place, then, for a Creator?"
Tetapi apakah Stephen Hawking menuntut bahwa teorinya harus diterima sebagai mutlak benar? Sama sekali tidak. Ia juga menulis sbb (Ibid page 10, Bahasa Indonesia halaman 11-12):
Any physical theory is always provisional, in the sense that it is only a hypothesis: you can never prove it. No matter how many times the results of experiments agree with some theory, you can never be sure that the next time the result will not contradict the theory. On the other hand, you can disprove a theory by finding even a single observation that disagrees with the predictions of the theory.
[Setiap teori fisika selalu bersifat sementara, dalam arti teori itu hanyalah suatu hipotesis; Anda tidak pernah dapat membuktikannya. Tidak peduli berapa kali hasil-hasil eksperimen cocok dengan suatu teori, Anda tidak pernah dapat merasa pasti bahwa lain kali hasil itu tidak akan berlawanan dengan teori itu.
Di pihak lain Anda dapat membuktikan bahwa suatu teori itu salah dengan menemu kan suatu pengamatan, bahkan satu saja sudah cukup, yang tidak cocok dengan ramalan itu.]
Stephen Hawking setuju dengan filsuf Karl Popper (1902-1994) dan Sir James Jean (1877-1946), bahwa sebuah teori tidak pernah dapat di buktikan benar. Ini tentu juga berlaku bagi teori-teori ciptaan Stephen Hawking sendiri. Jadi Stephen Hawking tidak pernah mengatakan bahwa teorinya mutlak benar. Ia bahkan berpendapat bahwa teorinya tidak pernah dapat dibuktikan benar. Jadi mengapa para teolog harus berkompromi dengan teori Stephen Hawking????? (Untuk pembahasan yang lebih
terperinci mengenai konsep kebenaran dalam ilmu pengetahuan alam, lihat Appendix)
Stephen Hawking sendiri adalah seorang ateis dan percaya bahwa alam semesta berasal dari dentuman besar. Teori dentuman besar (Big Bang) dikemukakan George Gamow pada tahun 1948. Secara singkat teori Gamow adalah sebagai berikut: "Pada mulanya yang ada ialah materi yang sangat padat dan sangat panas. Kemudian materi ini memuai. Dalam satu jam pertama terbentuklah atom-atom dan molekul-molekul.
Dalam beberapa ratus juta tahun terbentuklah bintang-bintang dan planet-planet.
Dalam waktu 3 milliar tahun terbentuklah manusia." Ia berspekulasi bahwa dentuman besar itu terjadi 3.4 milliar tahun yang lalu. Stephen Hawking pada tahun 1988 berspekulasi bahwa hal itu terjadi 15 milliar tahun yang lalu. Jadi dalam waktu 40 tahun antara teori Gamow dan Hawking, usia alam semesta bertambah kira-kira 12 milliar tahun.
Hawking sangat toleran terhadap teori kreasi atau teori penciptaan. Bagi mereka yang percaya bahwa Allah menciptakan alam semesta ini, Hawking menulis (ibid halaman 9):
"One could still imagine that God created the universe at the instant of the big bang, or even afterwards in just such a way as to make it look as though there had been a big bang, ........"
(Bahasa Indonesia halaman 10-11) : "Orang masih dapat membayangkan bahwa Tuhan menciptakan jagat raya pada saat dentuman besar itu. Atau bahkan sesudah nya, hanya dengan cara sedemikian agar tampak seakan-akan sebelum itu ada dentuman besar".


III-2. APA YANG DIKATAKAN STEPHEN JAY GOULD?
Seorang evolusionis biologis yang sangat terkemuka masa kini ialah Stephen Jay Gould, pemuka teori "Punctual Equilibrium" dan pemuka teori evolusi yang merupakan modifikasi dari teori Darwin. Menurut Darwin, Gould dan para evolusionis biologis lainnya manusia berevolusi dari binatang, dan binatang berevolusi dari materi mati. Secara garis besar proses evolusi ialah materi mati -protoplasma - protozoa -cacing -ikan -amfibi-vertebrata-primat purba-manusia dan monyet. Manusia bukan keturunan monyet seperti dikira banyak kaum awam, tetapi dari primat purba. Jadi monyet menurut para evolusionis adalah "sepupu" manusia. Dan "sepupu" yang paling dekat ialah simpanse. Gould menulis sebuah artikel dalam majalah "Discover" bulan Januari 1987. Setelah menyatakan imannya yang besar bahwa teori evolusi yang telah dimodifikasinya itu benar ia tambahkan dengan jujur kata-kata sbb: " ..... though absolute certainty has no place in the lexicon of scientists" (.walaupun kepastian mutlak tidak ada dalam kamus para ilmuwan).

III-4. APA YANG DIKATAKAN CHARDIN DAN BANYAK TEOLOG LAIN?
Diatas kita lihat bahwa ilmuwan evolusionis astronomis Stephen Hawking dan ilmuwan evolusionis biologis Stephen Jay Gould, tidak pernah menuntut bahwa teori-teori ilmiah, termasuk teori-teori mereka sendiri diterima sebagai mutlak benar. Dengan lain perkataan dua evolusionis top masakini berpendapat bahwa teori evolusi bisa salah. Begitulah apa yang disebut ilmu pengetahuan alam.
Tetapi mengapa Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 23 Oktober 1986 mengatakan bahwa teori evolusi lebih dari sekedar teori? Apakah menurut Paus, teori evolusi harus diterima sebagai mutlak benar? Sebenarnya Paus Yohanes Paulus II hanya mengikuti apa yang dikatakan seorang rohaniwan Katolik Roma Pater Teilhard de Chardin. Pater Teilhard de Chardin S.J. (1881-1955) menulis sbb.: "Evolution is a general condition to which all theories, all hypotheses, all system must bow, and which they must satisfy henceforward if they are to be thinkable and true. Evolution is a light illuminating all facts, a curve that all line must follow." (Evolusi adalah kondisi umum dimana semua teori dan semua hipotese harus tunduk, dan yang selanjutnya harus dipenuhi kalau ia mau dapat di pikirkan dan benar. Evolusi adalah cahaya yang menerangi semua fakta, sebuah kurva yang harus diikuti oleh semua garis.) Dengan lain perkataan, segala sesuatu yang bertentangan dengan teori evolusi, menurut Chardin, adalah salah. Ilmu pengetahuan alam harus tunduk secara mutlak pada prinsip evolusi. Chardin adalah seorang rohaniwan yang pernah belajar ilmu pengetahuan alam, terutama teori evolusi baik evolusi geologis maupun biologis. Katanya ia turut berjasa dalam penggalian fosil Homo Pekingensis disekitar Peking atau Beijing. Sebagai seorang rohaniwan
Katolik Roma, Pater Chardin berpikir sebagai rohaniwan. Ilmu Pengeta huanpun mau dijadikannya semacam "agama". Ia menuntut bahwa prinsip evolusi harus diterima sebagai kebenaran mutlak. Yang boleh dikoreksi hanyalah mekanisme evolusi.

PATER TEILHARD DE CHARDIN S.J. TELAH MEMBUAT EVOLUSI MENJADI SEMACAM "AGAMA", YANG HARUS DITERIMA SEBAGAI MUTLAK BENAR.
Chardin begitu fanatik sehingga ia bukan hanya menuntut agar semua ilmu pengetahu an tunduk pada prinsip evolusi, tetapi ia juga tuntut agar Alkitab tunduk pada prinsip evolusi. Ayat-ayat Alkitab yang tidak bertentangan dengan teori evolusi boleh ditafsir kan harafiah kalau mau, tetapi yang bertentangan dengan teori evolusi "hanya" dapat diterima secara simbolis/allegoris. Berdasarkan prinsip tersebut ia menafsirkan ulang Alkitab dan menyebutnya "tafsiran baru."
Mula-mula Vatican menolak teori-teori dan tafsiran Alkitab Chardin. Chardin bahkan hampir dikucilkan dari gereja Katolik Roma. Pada tahun 1962 Vatican melarang mahasiswa teologi membaca buku-buku Chardin. Tetapi kemudian timbul banyak perdebatan-perdebatan.
Makin lama makin banyak rohaniwan Katolik Roma yang mendukung Chardin. Pada tanggal 23 Oktober 1996, Paus mengeluarkan pengumu man diatas. Tetapi Paus tidak bicara ex-Cathedra, artinya orang Katolik boleh menerimanya kalau setuju dan boleh menolaknya kalau tidak setuju. Paus hanya bicara ex-Cathedra dalam hal agama dan etika. Dan teori evolusi masih dianggap adalah teori dalam bidang ilmu pengetahuan alam.
Kemudian teolog-teolog protestan juga pada lata mendukung teori evolusi. Di-Amerika Serikat seorang teolog protestan Dr Hugh Ross juga mendukung teori evolusi.
Di-Indonesiapun beberapa STT sudah menerima "agama" evolusionisme dalam STT mereka.

IV. ANJURAN-ANJURAN KEPADA ORANG KRISTEN.
Sampai dengan akhir abad ke-18 praktis semua teolog percaya bahwa Allah mencipta kan alam semesta dalam waktu enam hari kurang dari 10.000 tahun yang lalu. Tetapi kemudian pada abad ke-19 apalagi abad ke-20 banyak teolog yang berkompromi dengan teori evolusi ("Day-age theory, Gap-theory, Theistic evolution dsb). Banyak teolog menafsirkan Adam sebagai makhluk atau makhluk-makhluk pertama yang beralih
dari binatang menjadi manusia atau pakai istilah Chardin makhluk yang beralih dari Bio-sphere ke Noo-sphere, makhluk yang beralih dari lingkungan hidup kelingkungan pikiran. Tetapi kompromi-kompromi demikian sangat berbahaya.
Roma 5:17 " Sebab, jika oleh dosa satu orang maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus."
Adam yang diciptakan Allah pada kitab Kejadian 1 kadang-kadang disebut Adam pertama, dan Yesus Kristus kadang-kadang disebut Adam kedua. Kalau Adam pertama "hanya" simbolis, maka konsekwensi logis Adan kedua juga "hanya" simbolis. Kalau Adam pertama "hanya" simbolis maka kejatuhan dalam dosa juga "hanya" simbolis.
Konsekwensi berikutnya keselamatan dikayu salib juga "hanya" simbolis. Apa yang sisa dari iman Kristen? Kompromi-kompromi seperti inilah salah satu sebab timbulnya paham liberal.
Pada abad ke-16 para teolog, baik Katolik Roma maupun Protestan, mengutuk teori Heliosentris. Kemudian setelah teori Heliosentris makin mantap, mereka kompromikan Alkitab dengan teori Heliosentris. Kemudian para rohaniwan mengutuk lagi percobaan-percobaan manusia untuk terbang. Setelah teknik penerbangan maju, mereka kompro mi lagi.
Para teologpun sering terbang kemana-mana. Kemudian para teolog mengutuk lagi teori evolusi. Kini banyak teolog yang berkompromi dengan teori evolusi. Hal mengutuk kemudian kompromi berulang-ulang ini, menghancurkan kewibawaan intelektuil para teolog diseluruh dunia terutama di-Eropah Barat dan Amerika Serikat. Pada tahun 1925, Alfred North Whitehead menulis mengenai hal ini sbb.: "The result of the continued repetition of this undignified retreat, during many generations, has at last almost entirely destroyed the intelectual authority of religious thinkers." ("Science and the Modern world" by alfred North Whitehead, The New American Library, 1958, page 188). Belajarlah dari sejarah! Tidak perlu menyesalkan kesalahan-kesalahan para teolog dimasa lampau. Para ilmuwanpun dimasa lampau banyak membuat kesalahan. Tetapi begitu sadar salah, para ilmuwan tidak segan-segan mengadakan koreksi. Demikian juga hendaknya para teolog baik Katolik Roma maupun Protestan hendaknya belajar dari kesalahan masa lampau. Teori Heliosentris sesungguhnya tidak lebih benar dari teori Geosentris. Tidak perlu berkompromi dengan teori Heliosentris sekalipun.(Lihat KESAKSIAN I ).
Kepada orang Kristen yang manapun, terutama para teolog saya anjurkan:

JANGAN MENGUTUK TETAPI JUGA JANGAN BERKOMPROMI DENGAN TEORI ILMU PENGETAHUAN YANG MANAPUN.

Firman Allah, jaitu Alkitab, kekal abadi selamanya. Sedangkan teori-teori ilmu pengetahuan hanya bersifat sementara. Teori-teori ilmiah belum tentu benar, bahkan tidak pernah dapat dibuktikan benar. Ini ditunjukkan David Hume dan Karl Popper, dan diterima oleh Albert Einstein, Sir James Jean, Stephen Hawking, dan semua ilmuwan berbobot lainnya. Jadi memang bisa (dan sudah) terjadi bahwa ada ayat Alkitab yang bertentangan dengan sebuah teori tertentu. Ini bukan malapetaka, tetapi sebuah kesempatan bagi ilmuwan yang mampu. Sebuah konflik antara sebuah ayat Alkitab dengan sebuah teori Ilmu Pengetahuan Alam tertentu, menunjukkan bahwa dibelakang konflik itu ada teori yang lebih dalam, lebih luas, lebih tinggi yang akan menghapuskan konflik itu. Sesungguhnya baik teori evolusi maupun teori kreasi tidak dan tidak akan pernah dapat dibuktikan secara ilmiah. Bukti ilmiah, dalam arti kata pengamatan-pengamatan dan percobaan-percobaan yang teliti dan dapat diulangi. Orang hanya dapat selidiki alam semesta masakini. Bagaimana terjadinya tidak dapat diulangi dan diselidiki dengan seksama. Kita tidak dapat kembali kemasa alam semesta belum diciptakan Allah, dan menyelidiki dengan teliti bagaimana terjadinya. Ini adalah soal iman dan bukan soal ilmu pengetahuan alam yang sesungguhnya.
Kini ada ribuan ilmuwan yang bergelar S3, S2 dan S1 yang menyatakan dirinya kreasionis, ialah orang yang percaya bahwa Allah yang menciptakan alam semesta.
Ada yang disebut "Old Earth Creationists" (Kreasionis Bumi Tua), yang percaya bahwa Allah menciptakan alam semesta jutaan bahkan miliaran tahun yang lalu.
Ketiga ilmuwan yang diminta STEMI untuk bicara soal evolusi adalah "Old Earth Creationists". Ada ilmuwan yang percaya bahwa Allah menciptakan alam semesta dalam waktu enam hari kurang dari 10.000 tahun yang lalu. Mereka disebut "Young Earth Creationists" (Kreasionis Bumi Muda). Bapak astronomi modern Yohann Kepler (1571-1630), Bapak fisika modern Sir Isaac Newton (1642-1727), Dr H.M. Morris, Dr Duane Gish, Dr Charles Phallaghy, Dr A.E. Wilder Smith, Dr Dmitri Kouznetsov dll adalah "Young Earth Creationists".
Ada teolog yang mengatakan bahwa adalah berbahaya untuk mengaitkan Alkitab dengan teori kreasi. Bila teorinya terbukti salah maka bukankah Alkitabnya juga terbukti salah? Keprihatinan para teolog ini sungguh beralasan. Teori Canopy Dr H.M. Morris umpama juga tidak pernah dapat dibuktikan benar, maksimal dapat dikatakan belum terbukti salah. Iman orang Kristen baik teolog maupun awam hendaknya berdasarkan Firman Allah, dan bukan berdasarkan teori-teori buatan manusia termasuk teori kreasi. Teori kreasi dibutuhkan untuk mengimbangi teori evolusi dan teori steady state. Secara ilmiah alam semesta ini dapat diterangkan dengan teori kreasi, teori evolusi atau teori steady state.
Banyak evolusionis yang mengejek teori kreasi yang mereka katakan adalah agama yang berselubung ilmiah. Para Kreasionis mengatakan bahwa teori evolusi sesungguh nya adalah juga "agama" yang berselubung ilmiah.

Sesungguhnya kalau teori evolusi adalah ilmu pengetahuan alam, maka teori kreasipun adalah ilmu pengetahuan alam. Sebaliknya kalau kreasionisme adalah agama, maka evolusionismepun adalah agama. Keduanya tidak pernah dapat dibuktikan benar.
Tidak ada bukti ilmiah yang dapat dipakai untuk membuktikan baik teori kreasi maupun teori evolusi. Bukti ilmiah dalam artikata pengamatan-pengamatan dan percobaan-percobaan yang teliti dan dapat diulangi dengan seksama.

WAKTU ALLAH MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA INI, ANDA DAN SAYA BELUM ADA. TETAPI DARWIN, STEPHEN JAY GOULD, STEPHEN HAWKING, CHARDIN DLL JUGA BELUM ADA. WAKTU ITU BELUM ADA MANUSIA. YANG ADA HANYA ALLAH. YANG MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA ADALAH ALLAH.
YANG TAHU SETEPATNYA HANYA ALLAH. DAN MELALUI ALKITAB ALLAH TELAH MENERANGKAN UMAT MANUSIA BAGAIMANA DAN BILAMANA ALLAH MENCIP TAKAN ALAM SEMESTA SERTA UMAT MANUSIA INI. PERCAYALAH PENCIPTA AN ALAM SEMESTA TERMASUK UMAT MANUSIA BERDASARKAN ALKITAB. JANGAN BERDASARKAN TEORI-TEORI BUATAN MANUSIA BAIK TEORI KREASI, TEORI EVOLUSI MAUPUN TEORI STEADY STATE. MARI KITA KEMBALI KE-ALKITAB, KEMBALI KEKITAB KEJADIAN.

--

ALKITAB DAN CUACA.
Stanley Sethiadi.

Baru-baru ini (tahun 2007) ada pertemuan pakar-pakar cuaca di-Paris. Kesimpulan mereka, cuaca bumi sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Bumi akan semakin panas dalam waktu yang akan datang. Dalam waktu 50 tahun kedepan, iklim akan naik sebanyak 3 derajat. Kalau ini benar maka temperatur di-Jakarta akan menjadi maximum 40 derajat. Dua tahun terakhir ini (2006 dan 2007) temperatur maximum ialah 37 derajat.
Seingat saya dahulu ( tahun 1956 dan 1957) temperatur maximum ialah 34 derajat. Jadi ramalan para pakar di-Paris masuk akal.

Kalau global warming akan berjalan terus, maka suatu saat, bumi akan menjadi terlalu panas untuk dihuni manusia. Ramalan cuaca yang suram bukan?

Tetapi bagi orang yang percaya, ada hiburan. Alkitab bernubuat :

Wahyu 21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.
21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

Wahyu22:5 Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

Bumi yang sudah rusak ini akan ditiadakan Tuhan, dan akan diciptakan langit yang baru dan bumi yang baru. Umat pilihan Tuhan akan dapat tempat tinggal baru dalam Yerusalem baru, dalam dunia yang baru.

--

"SCIENCE AND THE MODERN WORLD".

Menurut seorang filsuf Alfred North Whitehead selalu ada pertengkaran antara agama dan ilmu pengetahuan. Ia menulis buku "Science and the modern world" pada tahun 1925 sebagai kumpulan dari "Lowell lectures".

"Science and the modern world" by Alfred North Whitehead, page 181:

"In the first place there has always been a conflict between religion and science,
and in the second place, both religion and science have always been in a state of development."

Ia juga mengamati pada tahun 1925 bahwa pengaruh agama sudah makin menurun
dimasyarakat Eropah.

Halaman187 "But on the whole, During many generations, there had been a gradual decay of religious influence in European civilisation."

Para rohaniwan mengutuk teori heliosentris Copernicus/Galileo, kemudian kompromi. Kemudian mengutuk percobaan bedah tubuh manusia (mayat).
Tetapi justru dari bedah mayat ini timbul ilmu kedokteran. Setelah mengutuk, para rohaniwan kembali kompromi. Mereka mengutuk percobaan penerbangan.
Mereka bilang :"Kalau Allah menghendaki manusia terbang, tentu diberinya sayap."
Tetapi setelah teknik penerbangan berkembang, mereka kompromi lagi. Mengutuk dan kemudian kompromi seperti itu menghancurkan pengaruh intelectual para rohaniwan.

Halaman 188 :"The result of the continued repitition of this undignified retreat during many generations, has at last almost entirely destroyed the intelectual authority of religious thinkers."

Whitehead kemudian menganjurkan agar para teolog mengembangkan teologi agar bisa lebih baik diterima didunia. Prinsipnya abadi tetapi cara menyatakannya harus disesuaikan terus dengan perkembangan zaman. Ia menulis: " Religion will not regain its old power until it can face change in the same spirit as does science.
Its principle may be eternal, but the expression of those principles requires continual
development."

Menurut saya (bukan Whitehead) prinsip pertama adalah jangan mengutuk tetapi juga jangan kompromi dengan teori ilmiah yang manapun. Allah serta Firman Allah berada diatas segala teori dan segala kebudayaan manusia.
Jangan pernah lupa hal ini, biarpun kadang-kadang kita sulit mengerti. Harus diakui bahwa ada banyak "Difficulties of the Bible." Kalau kita tidak selalu dapat terangkan sesuatu jangan terlalu cepat mengatakan Alkitab salah.
Suatu konflik tidak selalu berarti suatu malapetaka. Suatu konflik menunjukan bahwa dibelakang konflik itu ada atau akan ada suatu penyelesaian yang lebih dalam, lebih tinggi, lebih luas, yang akan menghapuskan konflik itu.


--

KITAB KEJADIAN DAN SUKU MIAO.

Suku Miao atau Miautsu dahulu tinggal dipedalaman negeri Cina, selatan dari sungai Yang Tze, tetapi kemudian tergeser kearah gunung-gunung. Suku Miao yang dimaksud dalam karangan ini, menyatakan bahwa mereka tergeser dari propinsi Kiangsi. Tradisi suku Miao relatip sangat eksak dibandingkan dengan tradisi suku lain karena mereka menuliskannya dalam bentuk sajak. Kalimat kedua menerangkan kalimat pertama. Sajak ini dibacakan pada pesta perkawinan dan upacara penguburan. Itu sebabnya sajak ini terpelihara dengan baik selama ribuan tahun. Yang mengherankan ialah ada banyak sekali persamaan sajak suku Miao ini dengan Kitab Kejadian, walaupun ada juga perbedaannya.

Contoh sajak (terjemahan bebas):

PENCIPTAAN.

Pada hari Tuhan menciptakan langit dan bumi,
Pada hari Dia membuka pintu cahaya,
Dibumi Dia membuat banyak tumpukan tanah dan batu
Dilangit Dia membuat badan matahari dan bulan.
Dibumi Dia buat elang dan layang-layang.
Didalam air Dia menciptakan udang gala dan ikan.
Dihutan Dia membuat macan dan beruang,
Buat tumbuh tumbuhan untuk menutupi gunung.
Membuat hutan-hutan,
Membuat rotan yang hijau dan ringan,
Membuat barisan bambu.

Selanjutnya sajak ini melukiskan penciptaan manusia dari kotoran, laki-laki dan perempuan. Nama manusia pertama ialah Kotoran (Dirt). Anaknya bernama Se-The, Anak Se-The bernama Lusu. Anak Lusus bernama Gehlo . Anak Gehlo bernama Lama. Anak Lama bernama Nuah. Istri Nuah ialah Gaw Bo-lu-en. Anak-anak mereka ialah Lo Han, Lo Shen dan Jah-hu.

Perhatikan persamaan nama Nuah dari sajak suku Miao dengan Nuh dari Alkitab. Nama istri Nuah ialah Gaw Bo-lu-en tidak ada dalam Alkitab. Lo Han mirip betul dengan Sam, Lo Shen dengan Sem dan Jah-hu dengan Japhet.

Kemudian dikisahkan manusia menjadi sangat jahat kecuali Nuah dan keluarganya. Tuhan datangkan banjir yang mirip betul dengan banjir Nuh dalam Alkkitab. Tetapi Nuah dan keluarganya diselamatkan dalam kapal yang sangat besar, yang dibuatnya sebelumnya. Selanjutnya setelah banjir reda, dikisahkan menara Babel dan keturunan Nuah dan keluarganya yang mirip sekali dengan Alkitab. Kisah Kejadian versi suku Miao ini jauh lebih teliti dan mirip dengan Kitab Kejadian Alkitab daripada kisah Enuma Elish dari Babilonia.

Mengapa ada persamaan yang begitu banyak antara kisah suku Miao dengan Alkitab? Menurut saya karena suku Miao mengisahkan Penciptaan dan awal sejarah manusia yang sama dengan Kitab Kejadian. Keduanya memang betul-betul terjadi. Mengapa ada perbedaan? Perbedaannya kecil dan hal ini lumrah karena yang menulis Kitab Kejadian lain daripada yang menulis sajak suku Miao.

Orang-orang percaya, kaum injili, percaya bahwa ini adalah bukti bahwa Kitab Kejadian betul-betul terjadi dan penulisannya berdasarkan Wahyu Allah kepada Musa, Joshua dll. Tentu saja mengenai penciptaan alam semesta dan manusia pertama baik penulis sajak suku Miao, baik Musa bahkan Adam sendiri tidak melihatnya sendiri. Saya percaya Adam sudah diberi Wahyu oleh Allah mengenai hal ini. Penulis sajak suku Miao mengisahkan kisah Penciptaan yang diceritakan Adam kepada anak cucunya. Musa juga sudah tahu kisah ini. Tetapi penulis sajak suku Miao menulis sajaknya berdasarkan apa yang ia dengar dari nenek-moyangnya. Musa menulisnya berdasarkan apa yang ia dengar dan diberi Wahyu oleh Allah untuk menulisnya secara tepat dan sesuai dengan kehendak Allah.

Orang-orang tidak percaya atau percaya setengah-setengah, kaum liberal, tetap akan menolak bahwa Kitab Kejadian benar-benar terjadi. Banyak dari mereka percaya teori evolusi. Dahulu mereka bilang Kitab Kejadian ditulis oleh rabi-rabi Yahudi sewaktu masa pembuangan berdasarkan mitologi Babilonia Enuma Elish. Dengan didapatinya sajak suku Miao ini, apa kata mereka? Orang tidak percaya akan mempunyai seribu satu alasan untuk tetap tidak percaya.

Sejak tahun 1987 saya percaya bahwa sesungguhnya Allah, Pencipta langit dan bumi dengan segala isinya, paling tahu bilamana dan bagaimana Dia menciptakan alam semesta dan sejarah umat manusia mula-mula. Dan melalui Kitab Kejadian Allah telah mengisahkannya kepada kita. Yang menulis Kitab Kejadian memang manusia, dan dalam bahasa manusia yang serba terbatas, tetapi dengan Wahyu dan bimbingan dari Allah. Halleluyah! Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar