Selasa, 10 Agustus 2010

Siapkan Pensiun yang Nyaman dan Bahagia


Siapkan Pensiun yang Nyaman dan Bahagia
MONDAY, 02 AUGUST 2010
Total View : 133 times

Dalam memasuki usia pensiun, jika Anda belum mempersiapkan semuanya untuk masa pensiun Anda, akan sangat sulit dijalani. Yang ada, Anda harus terus bekerja untuk dapat menghidupi diri Anda sendiri. Mulai sekarang, cobalah sisihkan penghasilan Anda untuk masa tua Anda, dimana Anda bisa bersenang-senang menikmati hidup. Berikut adalah ciri-ciri Anda siap pensiun :

Anggaran buat pensiun yang telah tersedia

Para pensiunan memang tidak lagi harus memikirkan biaya transportasi ke kantor ataupun membeli pakaian resmi. Namun, tetap saja pengeluaran Anda sama seperti ketika Anda masih bekerja. Leisa Brown Aiken, pemegang sertifikat financial planner dari Veo Financial Counsel di Chicago mengatakan, “Saya tidak bisa menemukan orang pensiun yang pengeluaran lebih rendah daripada saat dia masih bekerja.” Bahkan, jika Anda merencanakan untuk travel atau mengembangkan hobi baru Anda, maka pengeluaran itu akan semakin meningkat, begitu menurutnya.

Selidiki arus keluar masuk uang Anda

Para pensiun kebanyakan menerima pemasukan uang dari beberapa sumber, termasuk Jamsostek, investasi, anak-anak mereka ataupun melalui pekerjaan paruh waktu. Anda perlu memastikan bahwa Anda menerima uang yang memadai untuk membayar tagihan bulanan Anda.

Perbesar lagi sarang burung Anda

Seberapa banyak Anda ingin menyimpan uang untuk hari pensiun Anda tergantung dari seberapa banyak pengeluaran pada masa pensiun Anda tersebut dan seberapa banyak penghasilan yang Anda akan terima nantinya. Sebaiknya pikirkan juga langkah-langkah apa yang harus Anda ambil untuk mencegah jika ada inflasi keuangan nantinya dan lakukan pencegahan mulai dari sekarang.

Bangun strategi aset Anda

Anda perlu mempersiapkan rencana atas aset yang Anda miliki. Biasanya penasihat keuangan akan mengatakan bahwa Anda bisa menyiapkan 4% dari keseluruhan aset yang dimiliki untuk masa pensiun Anda.

Siapkan asuransi kesehatan

Saat Anda masih 30 tahunan, mulailah mengambil asuransi kesehatan. Sekarang ini ada banyak asuransi kesehatan yang bisa diikuti, bahkan sekarang bercampur dengan investasi untuk hari tua. Anda dapat memilih yang terbaik sehingga ketika memasuki usia pensiun, Anda mempunyai uang tambahan bagi masa pensiun Anda.

Persiapan untuk kesehatan jangka panjang

Persiapan ini sangat diperlukan jika tubuh yang telah mengalami penuaan, terkadang mengalami lemah tubuh dan memerlukan perawatan kesehatan lainnya.

Pertimbangkan untuk aktivitas baru

Carilah aktivitas baru yang dapat Anda ikuti ketika Anda sudah pensiun. Anda harus menggantikan hari-hari bekerja Anda dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan Anda ataupun yang dapat membuat Anda tetap produktif.

Bergabung dalam aktifitas sosial

Bantulah orang lain selagi Anda bisa. Lakukan hal-hal positif yang dapat menolong orang lain. Anda dapat menjadi sukarelawan di perpustakaan, dalam regu bala bantuan korban alam, dan lain sebagainya.

Mengatur bersama pasangan

Memasuki masa pensiun, membuat hubungan kita dengan pasangan berubah. Ada hal-hal yang perlu diperbaharui dan diputuskan, meskipun Anda berdua memasuki masa pensiun bersama.

Pilih tempat tinggal Anda

Sekali Anda berhenti dari pekerjaan Anda, Anda bebas pergi kemanapun yang Anda mau. Anda bisa membeli kondominimum kecil atau rumah di tepi pantai, atau rumah yang nyaman dan sederhana di pedesaan, maupun tetap tinggal di rumah Anda dan Anda buat senyaman mungkin atau Anda ingin tinggal dekat cucu-cucu Anda.

Sediakan dana cadangan

Meskipun tidak banyak yang ingin Anda kerjakan dalam masa pensiun kecuali menikmati hari tua Anda bersama keluarga, Anda tetap harus menyiapkan dana cadangan untuk keperluan darurat yang tidak terpikirkan oleh Anda, buat berjaga-jaga agar hari tua Anda tetap terjamin.

Bayar semua hutang

Dengan membayar semua hutang Anda, tidak ada beban dalam masa tua Anda sehingga Anda dapat menikmati hari-hari tua Anda dengan tenang dan bahagia.

Nah, mulai sekarang cobalah untuk menyisihkan uang Anda demi kenyamanan hidup masa tua Anda. Jika semua hal-hal di atas bisa dipenuhi, maka bisa dipastikan masa pensiun Anda dapat berjalan baik.

--

Penghasilan Menciut, Apa Yang Harus Dilakukan?
WEDNESDAY, 04 AUGUST 2010
Total View : 394 times

Mungkin hari ini Anda tidak melihat adanya bahaya keuangan yang mengancam, suami istri bekerja, gaji lebih dari cukup, dapat membeli rumah bahkan mengkredit mobil. Anak-anak pun sekolah di sekolah internasional yang di tunggui oleh baby sitter mereka. Namun apakah yang akan Anda lakukan jika pendapatan Anda tiba-tiba menciut hingga setengah dari penghasilan Anda? Bahkan gaji Anda hanya cukup untuk menutup hutang kartu kredit saja.

Hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil. Mengapa? Karena hal tersebut terjadi disekitar saya, bahkan orang terdekat dengan saya. Mengatasi hal ini, usul yang pertama mungkin yang muncul dalam pikiran Anda adalah mengubah gaya hidup. Mobil mungkin bisa Anda jual atau over kredit, anak-anak dipindah sekolahnya ke sekolah yang lebih murah, dan juga mungkin tidak lagi menggunakan baby sitter.

Lalu siapa yang akan menjaga anak-anak? Untungnya kita hidup di Indonesia dimana ikatan kekeluargaan masih kuat. Jika Anda meminta tolong pada orangtua Anda atau mertua Anda, tentu mereka akan dengan senang hati menolong. Tentunya hal ini tidak akan berlangsung seterusnya bukan? Hanya hingga keadaan ekonomi Anda stabil kembali.

Selanjutnya adalah menjual aset yang Anda miliki yang dapat Anda pergunakan untuk melunasi hutang-hutang Anda dan sebagai modal usaha untuk menambah pendapatan Anda. Buatlah list barang-barang atau aset yang Anda miliki, mana yang bisa dijual. Memang pasti akan terasa berat sekali, namun untuk keluar dari masalah keuangan seperti ini memang harus ada yang dikorbankan.

Membangun usaha sampingan. Temukan sebuah usaha yang bisa Anda kerjakan setelah bekerja ataupun diwaktu libur Anda. Bicarakan dengan pasangan Anda dan anggota keluarga Anda yang lain, bekerjasamalah agar masalah perekonomian tersebut dapat segera teratasi.

Masa-masa sulit tidaklah berlangsung selamanya. Jika kita mau berusaha dan terus melibatkan Tuhan dalam hidup kita, sekalipun sepertinya semua pintu telah tertutup Tuhan sanggup membukakan pintu-pintu berkat yang lainnya. Kuncinya adalah, “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.” (Mazmur 55:23).

--
Tips Eksekusi Strategi Secara Efektif
Rabu, 28 Juli 2010 10:00 WIB
Oleh: Rinella Putri

(Vibizmanagement – Strategic) – Kemampuan para pemimpin dalam memformulasikan strategi organisasi tidak perlu diragukan lagi. Strategi-strategi yang brilian sudah disiapkan untuk memenangkan persaingan salam industri. Namun mengapa strategi gagal pada akhirnya? Jawabannya kebanyakan ada pada implementasi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Strategi yang bagus, harus diikuti dengan implementasi yang bagus pula. Nah, implementasi yang bagus ini yang kerap kali dilupakan oleh para pemimpin. Mereka seringkali hanya mampu membuat rencana, rencana, dan rencana. Sementara untuk implementasi lebih mengandalkan kepada karyawan level bawah. Padahal tidak bisa demikian, supaya implementasi berjalan dengan baik tentu pemimpin harus menguasai implementasi strategi itu sendiri, supaya memastikan bahwa strategi berjalan on track.

Apa saja tantangan yang dihadapi organisasi dalam eksekusi strategi?

Menurut Lawrence G. Hebriniak dalam bukunya “Making Strategy Work”, terdapat delapan tantangan yang harus dijawab dalam rangka mengeksekusi strategi. Jika kedelapan tantangan ini berhasil dilewati, maka eksekusi strategi dijamin sukses.

1. Guideline
Manajer membutuhkan suatu guideline yang jelas supaya dapat mengeksekusi strateginya. Tanpa ada guideline yang jelas, maka orang akan cenderung mengimplementasikan strategi dengan caranya masing-masing, sehingga mengakibatkan tidak adanya koordinasi, bahkan mungkin ada aktivitas yang tumpang tindih. Oleh karena itu, penting sekali bahwa manajer mempunyai suatu guideline untuk mengeksekusi strategi.

2. Rencana Strategi yang Bagus
Supaya eksekusi baik, maka fokus awal yang harus diperhatikan adalah bagaimana merencanakan strategi yang bagus. Yang juga penting, strategi yang bagus juga harus disertai dengan kapabilitas orang-orang yang mengimplementasikannya. Perencanaan strategi yang baik mempunyai peran yang besar dalam hal menentukan hasil implementasi strategi tersebut. Jika rencana sudah bagus, dan orang-orang mengimplementasikannya dengan baik, maka strategi akan berbuah kesuksesan.

3. Mengelola Perubahan
Dalam implementasi strategi, seringkali melibatkan perubahan, dimana pendekatan yang digunakan berbeda dengan sebelumnya. Perubahan pada umumnya sering mengalami penolakan oleh orang-orang dalam organisasi. Oleh karena itu, strategi juga harus mencakup bagaimana metode mengelola perubahan dalam organisasi.

Jika perubahan ini tidak dikelola dengan baik, maka eksekusi strategi tidak akan berjalan lancar. Apakah perubahan akan dilakukan secara cepat atau bertahap? Hal ini tentu harus ditentukan berdasarkan level persiapan dari orang-orang organisasi dalam menerima perubahan.

4. Memahami Peran Kekuatan
Untuk dapat menjalankan eksekusi strategi yang sukses, maka organisasi harus memahami kekuatan dan pengaruh dari struktur organisasi. Kekuatan disini bukan hanya dalam konteks posisi seseorang saja, melainkan juga mencerminkan strategi, struktur, maupun keterkaitan antara sumber daya dan alam dan SDM.

Misalnya, struktur organisasi yang punya operasi di seluruh dunia maka biasanya akan cenderung terbagi secara geografis, supaya alokasi sumber daya dan penerapan strategi lebih efektif.

5. Koordinasi dan Sharing Informasi
Koordinasi dan sharing informasi dalam organisasi yang kompleks dan berbasis di banyak lokasi sangatlah penting dalam menentukan eksekusi strategi. Strategi harus dikomunikasikan kepada seluruh jajaran karyawan yang nantinya bakal mengimplementasikan. Tanpa adanya sharing informasi, maka strategi tidak akan diterapkan secara luas, melainkan hanya segelintir karyawan saja.

6. Tanggung Jawab yang Jelas
Setiap orang harus mempunyai tanggung jawab dan peran yang jelas dalam eksekusi strategi. Masing-masing harus mengetahui di bagian mana mereka terlibat dalam strategi tersebut. Tanpa ini, maka orang akan kebingungan mengenai peran mereka, sehingga eksekusi strategi bisa jadi tidak jelas nantinya.

7. Budaya yang Tepat
Untuk dapat mencapai sukses, maka organisasi harus mengadopsi budaya-budaya positif yang tepat, diantaranya budaya achievement, disiplin, serta ownership. Budaya achievement dan disiplin akan memacu karyawan untuk mencapai kinerja yang tinggi, sementara budaya ownership menjadikan karyawan merasa turut memiliki organisasi tersebut.

8. Kepemimpinan
Terakhir, pemimpin harus mampu menjadi orang terdepan dalam mendorong organisasi untuk sukses mengeksekusi strateginya. Pemimpin yang menentukan bagaimana organisasi menjawab tantangan-tantangan yang dihadapinya, sekaligus mengambil keputusan yang dibutuhkan supaya strategi berjalan dengan sukses. Tanpa adanya kepemimpinan yang bagus, maka sulit bagi eksekusi untuk berjalan mulus.

Menurut Bernhard Sumbayak, founder and chairman Vibizconsulting ke 8 hal diatas sudah cukup baik diimplementasikan tetapi ada beberapa tambahan yang perlu dipertimbangkan, diantaranya:

1. Buatlah suasana kekeluargaan dalam menjalankan strategi ini pada level2 direktorat, divisi, bagian atau seksi yang ada. Pastikan adanya pertemuan dari hati kehati kepada semua team pada berbagai level dan bagi team2 yang sudah terlebih dahulu sukses menjalankan strategi tersebut perlu "ditepuk bahunya" seperti seorang ayah yang membanggakan anaknya.

2. Pikirkan untuk memberi reward kepada seluruh anggota team atau pemimpin yang berhasil melakukan strategi yang diinginkan. Penghargaan non materi seperti piagam penghargaan, announcement dalam acara ulang tahun perusahaan, makan bersama dll baik adanya. Tetapi perlu sekali dipikirkan reward dalam bentuk materi misalnya bonus khusus, kenaikan gaji atau insentif tambahan.

3. Pemimpin yang menginginkan strategi itu dieksekusi harus menjadi panutan atau role model. Ini sangat penting sekali apalagi budaya kerja di Indonesia sangat ditentukan oleh budaya panutan. Pada suatu perusahaan saya mendengar mereka sangat on time memulai pelatihan di sentra pelatihannya, karena kepala pelatihannya terkenal on time, tetapi begitu kepala pelatihannya diganti maka budaya on time itupun sirna karena kepala pelatihan yang baru datangnya juga "molor"

--
Desain Sebagai Bagian Penting Strategi
Rabu, 30 Juni 2010 13:00 WIB
Oleh: Rinella Putri

(managementfile – Strategic) – Persaingan kini sudah semakin global, dengan semakin pudarnya batas negara. Indonesia juga terekspos pada tantangan ini, terutama dengan kini diberlakukannya AFTA-China, yang tentunya mengakibatkan persaingan di industri semakin meruncing. Menghadapi hal ini, bisnis harus punya strategi yang inovatif, salah satunya dengan mengandalkan strategi desain.

Strategi desain yang handal banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia. Produk-produk ini tidak hanya baik dalam segi estetika, melainkan punya konsep yang matang, sehingga selain user friendly juga dapat diandalkan, sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.

Contoh perusahaan kelas dunia yang berhasil dalam mengandalkan strategi desain adalah Apple. Apple menciptakan produk-produk inovatif dengan desain yang cantik, juga sangat mengutamakan user experience. Dengan desain-desain produknya yang stylish, Apple berhasil menonjol di antara kompetisi yang ketat.

Begitu pula halnya dengan BlackBerry, yang sekarang sangat booming di Indonesia, baik di kalangan muda hingga tua, dari remaja hingga eksekutif. Salah satunya disebabkan karena BlackBerry punya strategi desain yang bagus, ini dapat dilihat dari bagaimana BlackBerry bisa memberikan berbagai kemudahan yang tidak ditemui pada handset lain. Berbagai kemudahan dalam mengetik dokumen, menyimpan data, menerima dan mengirim data, hingga koneksi internet 24 jam merupakan segelintir dari manfaat yang dirasakan oleh para pengguna BlackBerry.

Mengapa strategi desain begitu penting?
Pertama, seperti yang dibahas di atas, strategi desain yang bagus akan membuat perusahaan menjadi menonjol di antara persaingan yang ketat. Ketika produsen-produsen lain hanya bersaing dengan cara memberikan penawaran produk-produk yang serupa, mirip satu sama lain, Apple berani untuk inovasi produk yang berbeda. Mulai dari iMac, Macbook, iPod, hingga iPhone, punya desain dan user experience yang unik, berbeda dengan produk-produk yang ditawarkan oleh produsen lain.

Strategi desain juga bermanfaat dalam memberikan identitas brand. Mulai dari logo, brosur, billboard, iklan di media cetak, TV dan lainnya, semuanya sama-sama berperan dalam mengkomunikasikan brand kepada konsumen. Identitas brand yang kuat dan konsisten akan dapat mempengaruhi purchase intention dari konsumen. Strategi desain yang konsisten penting sekali, karena dapat menanamkan image yang kuat kepada konsumen, sementara sebaliknya jika strategi desain tidak konsisten hanya akan membingungkan konsumen.

Strategi desain berbeda dengan desain. Strategi desain sudah mempertimbangkan seluruh aspek komunikasi kepada konsumen, sementara desain tidak. Komunikasi brand yang kuat dan konsisten, bisa menjadikan brand yang baru kemudian populer, karena mudah diingat oleh konsumen. Komunikasi brand yang baik juga bisa memberikan image perusahaan kecil jadi seperti layaknya perusahaan besar.

Design Thinking
Belakangan ini, terminologi design thinking yang dikembangkan oleh CEO IDEO, Tim Brown, semakin banyak dibicarakan. IDEO merupakan perusahaan yang berfokus pada inovasi dan desain. Apa itu design thinking? Singkatnya, design thinking merupakan metode yang menyesuaikan antara kebutuhan orang dengan feasibility teknis (teknologi) dengan strategi bisnis yang layak. Sehingga, ini nantinya bisa menjadi customer value sekaligus peluang pasar. Inovasi yang dilakukan sifatnya human-centered, alias lebih memprioritaskan untuk mempertimbangkan dari segi kebutuhan konsumen (people) terlebih dahulu, baru kemudian bisnis. Design thinking sendiri merupakan bagian penting dalam strategi desain.


Proses Design Thinking
Menurut Tim Brown, proses design thinking secara garis besar terdiri dari 3 tahap:

Inspiration
Inspirasi merupakan sekumpulan insight yang dihasilkan dari mengobservasi dunia. Seorang desainer memperoleh inspirasinya dari melihat, mendengar dan juga bereksperimen. Inspirasi bisa datang dengan cara berempati, yakni memandang dunia dengan kacamata orang lain, sehingga dapat memahami berbagai hal secara sosial, budaya, kognitif, emosional, hingga fisik. Melalui desainnya ini kemudian seorang desainer dapat memberikan pengaruh kepada orang lain, misalnya dengan membangkitkan emosional konsumen ketika melihat suatu iklan.

Ideation
Brown juga menekankan pentingnya untuk membuat suatu prototype dalam rangka mempelajari suatu ide lebih mendalam. Adanya prototype dapat mendorong terjadinya diskusi, sehingga dapat diketahui bagaimana keunggulan dan kelemahan suatu produk. Seringkali desainer harus membuat prototype berulang-ulang kali, hingga mencapai hasil yang memuaskan.

Bagaimana jika tidak ada prototype? Misalnya sebuah perusahaan berusaha untuk mengembangkan produk baru. Jika tidak ada prototype, maka setiap orang dalam organisasi tersebut akan punya ide dan pikiran yang berbeda-beda, atau malah justru tidak punya bayangan sama sekali. Namun, jika ada prototype, maka orang akan punya pandangan yang sama mengenai produk tersebut, bahkan bisa memberikan feedback yang bermanfaat.

Implementation
Sebagian besar ide hanya berakhir sebagai ide saja karena gagal diimplementasikan. Oleh karena itu, supaya ide bisa lolos dan diimplementasikan, maka lakukan storytelling, dengan cara menjelaskan konsep desain dalam konteks yang relevan bagi para stakeholder. Storytelling memungkinkan untuk mengembangkan dan mengekspresikan ide-ide secara lebih jelas.

Story ini bisa berupa presentasi, gambar, film, pengalaman, dan lainnya, yang penting bisa memberikan keyakinan bagi stakeholder untuk mengimplementasikan ide ini. Seringkali, di tengah-tengah melakukan storytelling, Anda memperoleh inspirasi baru yang justru merupakan ide terbaik.

Dalam menerapkan strategi desain, penting bagi perusahaan untuk selalu customer-oriented, alias selalu fokus dalam menyesuaikan dengan kebutuhan dan selera pelanggan. Pasar, trend dan industri kian hari selalu berubah, sehingga Anda juga harus mengembangkan strategi desain ini secara terus menerus.

Misalnya, perusahaan membuat terobosan desain tertentu. Jika laris di pasaran, dalam sekejap pasti pihak lain berlomba-lomba untuk menirunya. Oleh karena itu, inovasi dalam desain harus selalu dilakukan. Hanya dengan inovasi tersebut, maka bisnis dapat bertahan dan unggul dalam persaingan di pasar.

RP/RP/dari berbagai sumber

--

Strategi R&D, Kunci Competitive Advantage
Kamis, 27 Mei 2010 10:00 WIB
Oleh: Rinella Putri

(managementfile – Strategic) – Strategi R&D merupakan salah satu kunci penting perusahaan dalam memperoleh keunggulan kompetitif dan memenangkan persaingan di pasar. Bagaimana perusahaan Anda dapat melaksanakan strategi R&D dengan baik?

Research & Development (R&D), berdasarkan definisi dari Organization for Economic Cooperation dan Development (OECD) adalah “pekerjaan kreatif yang dilakukan secara sistematik dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan, termasuk pengetahuan manusia, budaya dan masyarakat, serta menggunakan pengetahuan ini untuk inovasi baru”

Mengapa R&D Penting?
Strategi R&D menjadi kunci penting kesuksesan perusahaan, bahkan dapat menjadi salah satu keunggulan kompetitif. Seiring dengan perubahan yang terus berubah dalam industri dan pasar, maka R&D menjadi semakin dibutuhkan. Riset perlu dilakukan untuk mengetahui perubahan preferensi pelanggan, untuk selanjutnya perusahaan melakukan riset lebih lanjut mengenai bagaimana produk dan desain yang sesuai untuk pelanggannya. R&D memungkinkan terjadinya inovasi, yang kemudian menjadikan perusahaan punya keunggulan kompetitif dalam industrinya.

Keunggulan dari R&D adalah karena riset yang kuat, menjadikan produk dan layanan yang diberikan merupakan persis yang dibutuhkan oleh pelanggan. Riset yang kuat juga memungkinkan perusahaan punya teknologi yang mumpuni dalam memproduksi produk yang superior di industri.

Perusahaan besar biasanya tidak segan-segan untuk menginvestasikan banyak ke dalam R&D, karena mereka berekspektasi untuk menghasilkan payoff yang banyak pula. Contohnya adalah perusahaan-perusahaan farmasi, yang sangat intensif dalam melakukan R&D. Risiko kegagalan memang besar, namun jika R&D berhasil menelurkan produk obat yang sukses, maka payoffnya juga luar biasa besar.

Namun, R&D bukan hanya sekedar berusaha mengembangkan produk yang superior semata, melainkan juga riset dan mengembangkan pasar dan teknik pemasaran baru. Contohnya tahun 80-an, dulu raksasa seperti IBM, Apple, HP dan Compaq memimpin pasar. Dari mereka, semuanya menghabiskan miliaran dollar untuk menghasilkan produk superior dan teknik produksi canggih. Namun, kemudian industri PC dikalahkan oleh Dell, yang menawarkan metode pemasaran yang sangat berbeda, yakni direct selling dimana Dell langsung menjual ke rumah dan datang ke rumah atau kantor untuk memperbaiki PC yang rusak. Jadi, intinya tidak hanya riset dan pengembangan produk melulu yang harus diperhatikan, melainkan juga riset mengenai peluang pasar, teknik pemasaran, dan sebagainya.

Pada umumnya, rasio R&D pada perusahaan di AS adalah sekitar 3.5% dari pendapatan. Namun, untuk perusahaan teknologi tinggi seperti produsen computer, anggaran R&D-nya bisa mencapai 7%. Bahkan, sejumlah perusahaan farmasi ternama seperti Merck atau Novartis, anggaran R&D-nya bisa sekitar 15%.

Resesi yang terjadi beberapa waktu lalu ternyata tidak menjadikan perusahaan menurunkan pengeluaran R&D. Berdasarkan penelitian Global Innovation 1000, lebih dari dua per tiga perusahaan yang disurveinya mempertahankan bahan meningkatkan anggaran R&D pada tahun 2008, meskipun sekitar sepertiga dari perusahaan-perusahaan tersebut melaporkan kerugian finansial. Hal ini disebabkan karena R&D dipandang sebagai strategi penting perusahaan. Lebih dari 90% eksekutif perusahaan yang disurvei menganggap inovasi merupakan hal yang vital karena sebagai persiapan menghadapi pemulihan perekonomian global.

Tips Strategi R&D
Singkatnya, terdapat beberapa elemen yang dibutuhkan dalam menciptakan suatu strategi R&D yang baik:

• Spesifik
Pernyataan strategi R&D harus spesifik serta bisa langsung dilaksanakan. Pernyataan ini selain menyebutkan ruang lingkup focus R&D juga harus memberi batasan secara spesifik. Fokus R&D perlu jelas, karena jika terlalu luas maka bahaya karena perusahaan bisa kehilangan arah.

• Selaras dengan Strategi Bisnis
Strategi R&D harus selaras dengan stategi bisnis, supaya implementasi R&D dapat mencapai tujuan bisnis yang ingin dicapai, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Jika R&D tidak selaras dengan strategi bisnis, tentunya ini tidak akan memberikan value added, dan hanya akan jadi beban perusahaan saja.

• R&D Termasuk dalam Strategic Planning
Strategi R&D bukan hanya sekedar pernyataan belaka, melainkan harus masuk dalam proses membuat strategic planning. Dalam proses tersebut, para perancang strategi berdiskusi dan bekerjasama untuk merancang suatu strategi R&D, supaya bisa menjadi fondasi yang kuat dalam implementasi R&D nantinya.

• Strategi R&D yang Komprehensif
Strategi R&D seharusnya tidak hanya terpaku pada aktivitas utama yang terkait langsung dengan R&D seperti pengembangan produk, teknologi, dan sebagainya, melainkan juga aktivitas yang sifatnya non-development seperti change, implementasi sistem (manajemen proyek, evaluasi kinerja, dll), skill dan kapabilitas, hingga culture organisasi (inovasi, kerjasama tim, dsb), marketing, dan lainnya. Aktivitas-aktivitas ini tidak kalah penting dalam rangka mempertahankan keunggulan kompetitif organisasi.

• Strategi Cukup Sederhana dan Mudah Dimengerti
Strategi R&D, meskipun cukup komprehensif, harus bisa dijelaskan secara sederhana sehingga mudah dimengerti. Strategi R&D harus dapat dipahami dengan logika berpikir umum, sehingga komunikasi kepada karyawan juga bisa dilakukan lebih mudah. Jika strategi mudah dipahami, tentunya karyawan juga bisa mengembangkan strategi tersebut lebih kreatif lagi untuk kemudian mengimplementasikannya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar