Selasa, 19 Mei 2009

Kafila dan Unta




Seorang Kafila dan seekor unta mengembara di padang pasir.

Suatu malam yang dingin, ketika Kafila didalam tenda, dan unta kedinginan diluar tenda, terjadikan percakapan.

Unta: “Tuanku, bisakan aku memasukkan hidungku saja kedalam tenda, diluar dingin sekali, dan hidungku kedinginan. Aku mohon tuanku.“ Sang Kafila berpikir sejenak, dan menyanggupinya.

Unta: “Tuanku, telinganku sakit karena hawa yang dingin, bisakah aku masukkan seluruh kepalaku kedalam tenda supaya hangat? Aku mohon tuanku.” Dan kembali sang kafila mengiyakan.

Sejenak kemudian: “Tuanku, kepalaku sudah hangat, terimakasih tuanku. Leherku yang masih kedinginan, bolehkan leherku kumasukkan kedalam tenda? Aku mohon tuanku.” Kafila berfikir lagi dan akhirnya menyetujui juga.

Hidung, muka, leher, bahu, sebagian badan, kaki depan, sebagian lagi badan unta, dan seterusnya.

Pagi itu, sang Kafila terbangun kedinginan diluar tenda, karena sang unta telah masuk sepenuhnya kedalam tenda dan dia terdesak keluar.

Biarlah cerita, menjadi cerita. Pemahaman, pengartian, dan pemaknaan cerita, aku kembalikan pada masing2 pembaca. Selamat menikmati.

Cerita kuno asal dari Arab.
Ditulis pada perjalanan Hongkong – San Francisco, 15 May 2009.


--


Pekan Penentuan di La Liga, Serie A, dan Premier League
Menuju Gelaran Trifiesta Glamor

Mata dunia di akhir pekan ini mengarah ke Inggris, Italia, dan Spanyol. Saat itulah penentuan klub mana yang akan menjadi kampiun di tiga liga domestik terelite Eropa tersebut akan berlangsung.

Fiesta pertama naga-naganya bakal berlangsung di Manchester pada Sabtu (16/5), sedangkan sehari berikutnya perayaan glamor juga bakal menyusul digelar di Milano dan Mallorca.

Kubu Barcelona memang kurang beruntung karena harus berpesta menyambut perolehan gelar pertamanya dalam tiga tahun terakhir di Estadio Son Moix, kandang Mallorca.

Namun, ketimbang Man. United dan Internazionale, yang terhitung hanya sekadar “mempertahankan gelar”, gereget para pendukung El Barca bakal lebih terasa legit.

Prediksi seputar trifiesta ini adalah sebuah hasil hitung-hitungan yang tidak terlalu rumit. Bagi United, hasil imbang saat menjamu Arsenal pada Sabtu nanti sudah cukup untuk memastikan diri mereka tidak tersusul Liverpool.

Apalagi pertimbangan lainnya adalah performa Gunners, yang semula diprediksi bisa menahan imbang Red Devils, kini tengah menurun lantaran sudah terkunci di peringkat keempat.

Sementara itu, Inter, yang memang butuh perolehan tiga angka untuk juara, rasanya memang terlalu kokoh bagi Siena di Giuseppe Meazza.

La Beneamata diyakini bakal memanfaatkan momentum tampil di kandang karena Jose Mourinho memang ingin timnya meraih scudetto di Milano, bukan di Cagliari pekan depan.

So, target The Special One untuk memastikan kemenangan--yang terasa lebih berat dibanding United dan Barca, yang cukup menyasar satu angka saja untuk jadi juara pekan ini--jadi terasa enteng.

Kecil rasanya kemunculan peluang melihat lahirnya kejutan penunda pesta.

Namun, ketegangan di Serie A dan La Liga memang tetap tersisa mengingat zona Liga Champion belum aman seperti situasi stagnan di Premier League.

Fiorentina, yang masih berjuang hingga giornata ke-38 untuk meraih tiket Liga Champion, bahkan diyakini bakal mengalahkan Milan di penutup Serie A 2008/09.

Singkat kata, fiesta untuk merayakan kelolosan ke Eropa tetap menjadi penggenap penantian berakhirnya liga di Spanyol dan Italia hingga 31 Mei nanti, meski didahului dengan tiga perayaan besar yang diprediksi muncul pada pengujung minggu ini. (Darojatun)





Saat Berpesta

Pekan penobatan! Benarkah akhir pekan ini kita akan dihadapkan pada kepastian munculnya sang jawara? Pertarungan di tiga liga utama Eropa, Premier League, Serie A, dan La Liga, memang mendekati akhir.

Tiga pemuncak klasemen, Manchester United, Internazionale, dan Barcelona, nyaris tak terkejar oleh rival-rival terdekat. Bahkan, tanpa kemenangan pun mereka bisa menjadi juara bila penantang utama gagal meraih tiga poin.

Tapi, dari tiga klub tersebut, hanya Barcelona yang akan merayakan gelar juara di kandang lawan. Ketika Man. United menjamu Arsenal di Old Trafford dan Inter kedatangan Siena di Giuseppe Meazza, The Catalans mengunjungi markas Mallorca. Tentu kenikmatan pesta akan sangat terasa bila kepastian itu didapat di depan publik sendiri.

Dengan jadwal padat di hadapan, mungkinkah Barcelona lebih berharap pesta digelar saat menjamu Osasuna, 24 Mei di Camp Nou, sebelum berlaga di final Liga Champion tiga hari kemudian? Well, memastikan diri sebagai juara dengan lebih cepat juga punya keuntungan tersendiri.

Adakah kemungkinan yang mengganjal pesta tiga raksasa Eropa itu di negara masing-masing? BOLA kembali memberi hitung-hitungan kemungkinan yang terjadi di sisa kompetisi.

Bagaimana dengan prediksi Anda sejak awal musim? Adakah kesamaan dengan kondisi sekarang?

Yang juga tak kalah menarik adalah kejadian di zona merah. Bila perburuan singgasana liga sudah bisa ditebak arahnya, pertarungan hidup-mati mempertahankan diri di kompetisi elite masih sengit.

Ambil contoh situasi di tiga liga utama Benua Biru. Sebanyak 22 klub bakal mempertunjukkan kemampuan menjaga kehidupan agar tak turun kasta.

Tapi, siapa saja yang peluangnya paling tipis? Sebuah penantian yang mendebarkan, seperti halnya menunggu bagaimana klub yang pernah bertahta di dalam negeri menjaga gengsi mereka.

Hasil pertandingan pekan ini bisa sangat menentukan nasib empat klub. Mereka yang kini berada di ujung tanduk adalah Reggina di Serie A, Middlesbrough dan West Brom di Premier League, serta Numancia di La Liga. (wesh)




Eredivisie, Ligue 1, dan Bundesliga
Kompak Anti-Kemapanan?

AZ sudah memastikan titel Eredivisie saat liga masih tersisa tiga pekan. Tak hanya menjadi klub tercepat pemasti gelar musim ini di antara liga-liga papan atas Eropa lainnya, klub Alkmaar itu juga memupuskan status quo yang terentang lama.

Sejak 1982, Eredivisie “dimiliki” tiga klub saja, yakni Ajax, PSV, dan Feyenoord. AZ pula klub terakhir yang memaku titel sebelum tiga raksasa berkuasa. Pada 1980/81 itu, AZ masih bernama AZ ’67.

Mengikuti Eredivisie, Ligue 1 juga menanti pecahnya kemapanan. Lyon bersiap melepas mahkota yang dipakai selama tujuh tahun terakhir. Dengan empat pekan tersisa, OL tertinggal tujuh angka dari dua tim, Marseille dan Bordeaux.

Girondins mungkin bisa memanfaatkan benturan OM dan OL di pekan ke-18 pada 17 Mei di Velodrome. Bordeaux asuhan Laurent Blanc cuma menghadapi tim papan tengah ke bawah.

Bundesliga boleh jadi berharap hal serupa. Sampai spieltag 31, Wolfsburg masih memuncaki klasemen dengan perolehan 60 angka. Namun, klub termapan di Jerman, Bayern Muenchen, mengoleksi poin sama besar.

Hertha Berlin dan Stuttgart mengikuti di tempat ketiga dengan defisit satu dan dua angka saja. Daya tarik masih besar karena empat tim teratas ini harus menghadapi beberapa tim kuat.

Langkah Bayern dapat disebut yang terberat karena mesti melawan Bayer Leverkusen, Hoffenheim, dan Stuttgart. Bayern kontra Stuttgart adalah satu-satunya bentrokan empat tim teratas. (chrs)


--

Ancaman Degradasi Serie A, Premier League, La Liga
Melibatkan 22 Klub

Sebanyak 22 klub dari Serie A Italia, Premier League Inggris, dan La Liga Spanyol masih akan bertarung habis-habisan di akhir pekan ini. Mereka secara matematis masih terlibat dalam perjuangan lolos dari degradasi.

Dengan sisa tiga partai di Serie A, Chievo, Torino, Bologna, Lecce, dan Reggina masih terancam degradasi. Catania di peringkat ke-15 serta semua tim di atasnya sudah dipastikan selamat karena koleksi poin mereka tidak mungkin lagi bisa dikejar Bologna sebagai tim teratas di zona degradasi.

Dari lima klub yang terancam ini, beban Chievo paling ringan karena mereka sudah mengantungi keunggulan enam poin atas zona maut. Gialloblu bahkan tidak perlu menang untuk bisa memastikan diri selamat asal hasil-hasil yang didapatkan Torino, Bologna, Lecce, dan Reggina menguntungkan mereka.

Di Premier League ada delapan klub yang terancam degradasi sampai pekan ini. Mereka adalah Bolton, Blackburn, Portsmouth, Sunderland, Newcastle, Hull, Middlesbrough, dan West Brom. Delapan klub ini dipisahkan enam poin dengan kompetisi masih menyisakan dua pertandingan.

Dengan sudah mengumpulkan 40 angka, posisi Bolton dan Blackburn kelihatannya sudah aman karena mereka berjarak enam poin dari zona degradasi. Tapi, secara matematis, poin keduanya masih bisa disamai Newcastle dan Hull.

Spanyol memiliki jumlah kandidat tim degradasi terbanyak, yaitu sembilan. Valladolid, Racing, Espanyol, Getafe, Betis, Osasuna, Gijon, Recreativo, dan Numancia masih berpeluang menempati tiga peringkat terbawah pada akhir musim nanti.

Valladolid menjadi paling aman karena klub yang bermarkas di Municipal Jose Zorilla ini unggul delapan poin atas zona degradasi dengan sisa tiga pertandingan. Persaingan ketat dilakoni tujuh klub lain, yang peringkat mereka hanya dibedakan tujuh angka.

Empat Degradasi

Dari 22 klub di atas, empat benar-benar berada di ujung tanduk. Mereka bisa dipastikan terdegradasi akhir pekan ini. Itu bisa terjadi kalau perolehan hasil mereka mengikuti skenario tertentu (lihat boks bawah).

Di Serie A, Reggina adalah calonnya. Defisit empat angka dari zona aman, Gli Amaranto bisa mengakhiri rekornya yang selalu tampil di level kompetisi tertinggi di Italia sejak 2002/03.

Di Premier League, Middlesbrough dan West Brom bisa menemui nasib buruk pekan ini. West Brom adalah klub promosi, jadi bila mereka terdegradasi mungkin bukan sebuah kejutan.

Yang bisa dibilang sebuah tragedi adalah jika The Boro tergusur ke Championship Division. Sejak promosi ke Premier League musim 1998/99, Middlesbrough selalu memiliki ambisi besar dengan skuad yang cukup kompetitif. Sayang The Boro selalu finis di papan tengah-bawah klasemen.

Di La Liga, Numancia menjadi satu-satunya tim yang bisa dipastikan terdegradasi akhir pekan ini. Kalau ingin selamat, Numancia butuh kemenangan saat melawan Recreativo atau berharap hasil-hasil pertandingan lain menyelamatkan mereka. (Dwi Widijatmiko)





Bekas Juara yang Terancam Degradasi
Santiago Munez Bisa Menangis

Di antara 22 klub Serie A Italia, Premier League Inggris, dan La Liga Spanyol yang masih terancam degradasi, terdapat tujuh klub yang pernah menjadi juara. Jika klub-klub ini akhirnya tergusur, tentu saja itu sebuah kehilangan besar untuk liga bersangkutan.

Di Serie A Italia, Torino dan Bologna adalah tim-tim yang memiliki masa lalu indah. Mereka masing-masing pernah tujuh kali menjadi campione d'Italia.

Torino meraih scudetto pada 1928, 1943, 1946, 1947, 1948, 1949, serta 1976. Torino di akhir era 1940-an memiliki tim kuat yang dikenal dengan nama Il Grande Torino. Mayoritas anggota tim itu tewas dalam tragedi kecelakaan pesawat terbang Superga. Sementara itu, Bologna menjadi juara Italia pada 1925, 1929, 1936, 1937, 1939, 1941, dan 1964.

Di Inggris, ada empat klub kandidat degradasi yang pernah menjadi juara. Empat mantan kampiun tersebut adalah Sunderland (6 kali juara: 1892, 1893, 1895, 1902, 1913, 1936), Newcastle (4: 1905, 1907, 1909, 1927), Blackburn (3: 1912, 1914, 1995), dan Portsmouth (2: 1949, 1950).

Newcastle dan Blackburn merupakan dua kandidat degradasi dari Premier League yang namanya cukup populer di telinga pencinta sepak bola. Banyak bintang top yang saat ini merumput di sana.

Newcastle bahkan pernah masuk film. The Magpies menjadi klub Eropa pertama Santiago Munez, tokoh pesepak bola fiktif dalam film Goal!. Kalau benar-benar eksis di dunia nyata, Santi boleh jadi akan menangis melihat klub yang pernah dibawanya lolos ke Liga Champion kini beredar di sekitar zona maut.

Di Spanyol, terdapat nama Real Betis sebagai mantan juara yang kini masih terancam degradasi. Betis pernah menjadi jawara Spanyol pada 1935. Klub sekota Sevilla ini juga pernah menjadi pelanggan papan atas La Liga pada era 1990-an saat mereka masih diperkuat pemain seperti Robert Jarni, Finidi George, serta Alfonso Perez. (wid)


--


Promosi Liga Besar Eropa
Menyambut Yoyo Positif

Publik sudah kadung mengidentikkan sebutan yoyo team dalam konotasi negatif. Kemunculannya mengacu pada tim promosi yang langsung kembali terdegradasi pada musim berikutnya. Persis seperti sebuah yoyo yang bergerak naik-turun ke atas dan ke bawah.

Bak dua sisi mata uang, mungkin tak ada salahnya kali ini kita memandang fenomena tim yoyo secara positif. Maksudnya, alih-alih membicarakan tim yang akan terdemosi, mari simak mereka yang justru kembali naik setelah dipaksa turun kasta pada kompetisi domestik musim lalu.

Apa pasal? Cukup banyak tim-tim di liga besar Eropa yang bakal melakoni comeback ke divisi elite setelah sempat mengadu nasib di belantara divisi II. Di Premier League misalnya, Birmingham City langsung kembali berkat posisi mereka di peringkat runner-up klasemen Championship. Reading pun tinggal selangkah lagi menyusul, tapi mereka gagal melewati babak play-off.

Dari Ranah Italia, dengan titel kampiun Serie B, baru Bari yang sudah pasti lolos. Parma hanya butuh satu poin untuk kembali ke Serie A. Sementara itu, Empoli dan Livorno harus berebut selembar tiket lewat jalur play-off bareng dua tim lain di posisi 3-6 Serie B. Secara matematis, ada tujuh tim di luar Empoli dan Livorno yang masih bisa masuk babak play-off.

La Liga Spanyol tak menge-nal babak play-off. Jatah promosi murni diberikan kepada tiga tim teratas di Segunda A. Trio ini akan menggantikan tempat tiga klub terbawah di Primera Division. Berhubung masih ada enam jornada menuju tutup musim dan torehan poin yang sangat ketat, maka satu pun tiket promosi belum bisa dipastikan.

Kendati begitu, dua dari delapan tim yang secara matematis masih berpeluang naik kelas merupakan eks penghuni Primera musim lalu. Artinya, Real Zaragoza dan Levante bakal berstatus tim yoyo positif jika mampu masuk zona tiga besar.

Untuk lebih jelasnya, bisa kita simak boks jalur promosi di liga-liga besar Benua Biru di bawah ini. (shr)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar