Selasa, 23 Juni 2009

KECEWA KEPADA ALLAH




Dua hari yang lalu dalam suatu kesempatan yang baik, saya bertemu dengan dua orang saudara saya, Pdt. Dr. Caleb Tong dan Pdt. Dr. Joseph Tong. Saya menjemput mereka di bandara dan waktu di bandara seseorang datang kepada saya dan bertanya, “Pak Stephen ya?” Saya bilang, “Ya.” Kami berjabat tangan. “Anda ikut kebaktian di mana?” Saya bertanya padanya dan dia menjawab, “Ya, dulu pernah satu dua kali mendengar khotbah Pak Stephen Tong. Kemudian saya ke gereja-gereja yang lain. Sesudah itu keliling sini, keliling sana, tidak menetap.”Lalu saya bertanya, “Sekarang ke gereja mana?” Jawabannya, “Tidak ke gereja.” Saya bertanya, “Sekarang tidak ke gereja?” Dia merokok dengan satu tangannya ditaruh di belakang. Asap rokoknya terus mengepul seraya berbicara dan ngomong dengan saya. Saya rasa dia sudah melarikan diri dari Tuhan. Lalu saya bertanya, “Mengapa tidak ke gereja?” Dia menjawab, “Kecewa.” “Kecewa dengan siapa?” tanya saya. “Terus terang kecewa kepada Tuhan,” setelah mengatakan kalimat itu, dia lalu pergi.



Saya tidak habis-habisnya memikirkan kalimat itu. Berhakkah? Berhakkah manusia yang dicipta kecewa terhadap Sang Penciptanya? Ini yang menjadi pemikiran saya. Who are we? We think we deserve the right to claim we are disappointed by God. Siapakah kita yang berhak mengatakan, “Aku dikecewakan oleh Tuhan. Aku kecewa terhadap Tuhan.”



Kalimat ini membuat saya memutar pikiran sepanjang satu hari itu. Theologi apakah ini? Theologi ajaran apakah yang mengajar manusia, sehingga berani mengatakan, “Allah mengecewakan saya.” Kalau Allah mengecewakan seseorang, hanya karena beberapa sebab, yaitu: Pertama, Allah berutang kepada saya dan Dia lupa bayar, maka saya kecewa. Kedua, Allah menipu saya, akhirnya saya dirugikan, maka saya kecewa. Ketiga, Allah berjanji sesuatu, akhirnya Dia tidak melunaskannya, sehingga saya kecewa. Tiga presuposisi ini, semuanya tidak memiliki dasar Alkitab. Allah tidak pernah berutang kepada manusia. Theologi yang benar mengatakan, manusia berutang kemuliaan Allah dan tidak bisa membayar sendiri. Yang seharusnya dikatakan adalah kitalah yang mengecewakan Tuhan, bukan Tuhan yang mengecewakan kita. Allah tidak pernah menjanjikan sesuatu yang Dia sendiri tidak melunaskannya, kecuali janji itu adalah semacam tafsiran manusia dan "misleading" (penyesatan) dari orang yang salah mengerti Alkitab. Jadi, Allah tidak berutang kepada saya, Allah tidak sembarang berjanji kepada saya, Allah tidak mungkin menipu saya.



Jika demikian apakah penyebabnya? Penyebab pertama adalah adanya pengkhotbah-pengkhotbah yang memberikan tafsiran yang salah terhadap ayat-ayat Alkitab. Misalnya, yang percaya kepada Tuhan pasti dapat kekayaan, pasti dapat hidup yang subur, makmur di dalam materi. Yang percaya kepada Tuhan pasti tidak ada marabahaya, penyakit, kesulitan, dan kemiskinan. Misalnya lagi, jikalau engkau memberikan persembahan, Tuhan akan mengembalikan sepuluh kali lipat ganda. Apakah saudara pernah mendengar khotbah semacam ini? Hal ini terjadi sejak kira-kira 25 tahun yang lalu, selangkah demi selangkah merambat masuk ke dalam mimbar-mimbar gereja yang tidak bertanggung jawab. Tetapi setiap statement yang tidak benar, bisa juga mendapatkan tunjangan dari Kitab Suci. Jadi ada ayat-ayat yang sepertinya mendukung statement itu, karena dimengerti secara fragmentaris, dan bukan secara totalitas. Karena mengambil ayat sebagian-sebagian lalu mengkhotbahkannya, sangat mungkin terjadi misleading bagi orang lain yang mendengarnya.



Kedua, pengertian yang tidak membandingkan antara satu ayat dengan ayat yang lain, mengakibatkan tidak diperolehnya prinsip total Kitab Suci. Mengambil suatu keputusan melalui bagian-bagian, lalu membuat statement. Hal ini sangat membahayakan. Saudara sebagai pengkhotbah, sebagai pemimpin gereja, sebagai pembawa firman, sebagai pemberita kehendak Tuhan, harus menghindarkan diri dari hal-hal semacam itu.



Saya percaya, bukan dia saja, mungkin seluruh Indonesia berani mengatakan, “Aku kecewa terhadap Tuhan.” Mungkin sudah puluhan juta orang pernah mempunyai ajaran salah yang menuju pada konklusi bahwa Allah menipu dia, Allah tidak melunaskan janji-Nya, Allah berutang kepada dia sehingga dia berani mengatakan, “Saya kecewa kepada Tuhan.”



Tahun 1965, kalau saya tidak salah ingat, gunung Agung meletus di Bali. Lavanya mengalir begitu cepat, sehingga banyak orang yang tidak sempat mengungsi, mendadak terkena lava. Pada waktu itu saya berada di Bandung, lalu seorang wartawan datang kepada saya, “Pak Stephen, bolehkah saya tunjukkan kira-kira 180 foto yang saya ambil dengan cepat pada waktu orang-orang terkena lava itu?” Saya sedang makan ketika wartawan itu datang dan duduk di samping saya. Waktu saya melihat foto-foto tersebut, rasanya saya ingin muntah. Ada orang yang sedang tidur, lavanya datang dan saat itu juga separuh badannya menjadi tulang, dan separuhnya masih daging. Di tengah-tengah sambungan antara daging dan tempat tulang itu, ada satu garis putih yang besar dan bengkak, seperti kulit babi yang digoreng jadi rambak/krupuk. Bagian yang terkena api panas itu langsung melembung. Satu bagian masih daging biasa, bagian yang lain, matang menjadi seperti rambak. Meskipun saya mau muntah tapi saya dikejar oleh kuriositas, jadi satu per satu foto tersebut saya lihat sambil mau mengeluarkan air mata, sambil mau menangis, sambil mau berteriak, tetapi tidak bisa. Namun ada beberapa foto yang menggugah theologi saya, yaitu lava yang sudah dekat kira-kira tiga meter lagi, dan dalam beberapa detik akan terkena lava, tetapi orang tersebut tidak lari, ia sedang berlutut berdoa kepada dewa. Waktu saya lihat, saya berpikir, “Wah! Ini begitu beda dengan orang Kristen. Mengapa ada orang Kristen pada hari lancar, dia berani berdosa. Sedikit rugi, langsung mencaci maki Tuhan Allah. Mengapa orang kafir waktu mereka menghadapi kecelakaan, mereka tidak memaki-maki dewa mereka. Mereka minta pertolongan dewa, jangan sampai memusnahkan mereka. Mereka mengaku kesalahan, mengaku dosa.” Pemikiran ini terus mempengaruhi saya sampai sekarang, sudah lebih dari 30 tahun.



Pemikiran itu adalah, Why?...Why? ... What causes that? What causes it to be like that? Apa salahnya pemberitaan kita? Apa salahnya khotbah kita, sehingga anggota kita selalu merasa dia sepatutnya menerima anugerah Tuhan dan tidak boleh dirugikan apapun oleh Tuhan, kalau tidak, Allah harus dicela, dimaki, dipersalahkan, dan akhirnya dia keluar dari gereja.



Lalu dari situ, pemikiran saya mulai berkembang pada the theology of suffering, the theology of worship, the theology of understanding grace, theology of resistant to the tribulation. Berkembanglah begitu banyak pemikiran saya semenjak melihat 180 foto tersebut. Mengapakah orang-orang Asia dengan sedikit kesulitan, meninggalkan gereja, keluar dari gereja? Mengapa orang Yahudi yang dibantai, dibunuh dengan gas, dihancurkan hidupnya, enam juta setengah jiwa, di dalam holocaust, tetapi mereka tetap menyembah Allah, tetap takut kepada Tuhan dan mereka tidak pernah meninggalkan iman mereka? Jadi, what's wrong? Apa yang salah di dalam pemberitaan kekristenan? Jawaban saya adalah satu kalimat, “Kita lebih suka memberitakan Allah itu kasih adanya, mengobral murah kasih Allah daripada berani mengkhotbahkan Allah itu suci dan adil, Dia akan menghakimi dosa seluruh dunia.”



Dari konklusi ini, pemikiran saya berkembang lagi, di manakah hamba-hamba Tuhan yang berani menyatakan tahta kemarahan Tuhan, keadilan Tuhan, kesucian Tuhan, untuk mengingatkan bangsa dan zaman ini? Semakin lama semakin sedikit. Tetapi pendeta yang berusaha memberikan injil palsu supaya gerejanya bertumbuh, supaya lebih banyak orang mendengar khotbahnya dengan kalimat, “Percayalah Tuhan, semua penyakit akan disembuhkan, semua kesulitan diatasi, semua akan diberikan kepada engkau” begitu banyak sekali, bahkan di dalam aliran Pentakosta dan Karismatik sudah teracun satu pikiran: dengan banyak mujizat yang dilihat, orang akan beriman.



Namun hari ini saya akan menunjukkan dua prinsip. Prinsip pertama, Yohanes Pembaptis tidak pernah melakukan satu mujizat pun, namun banyak orang yang percaya melalui dia. Karena sifat lurus, jujur, berani, dan tidak mau dipengaruhi oleh dosa sehingga dia berkhotbah dengan kuasa luar biasa. Itu catatan Alkitab. Yohanes tidak pernah melakukan satu mujizat pun, tetapi yang percaya karena dia banyak sekali. Kedua, Islam adalah satu agama yang tidak pernah mengembangkan anggota mereka melalui daya tarik mujizat. Tidak pernah hal itu terjadi. Pada zaman filsuf David Hume, one of the greatest scepticist in the history of human philosophy, ia mengatakan bahwa salah satu sebab yang dipakai oleh orang Kristen untuk membuktikan agama Kristen sebagai satu-satunya agama yang sah adalah tidak adanya mujizat pada agama lain, tetapi hanya ada pada agama Kristen dan dimuat di dalam Kitab Suci. Tetapi cara dia melawan kekristenan justru dengan pertanyaan pernahkah mujizat yang dicatat dalam Kitab Suci orang Kristen, terjadi? Itupun belum bisa dibuktikan. Maka memakai bukti bahwa Kristen ada mujizat maka Kristen itu sah, pada hakekatnya tidak pernah mempunyai dukungan bukti. Apakah yang dicatat dalam Kitab Suci sungguh-sungguh pernah terjadi? Jadi dia menjadi scepticist. Itu namanya to destroy from the foundation the seeking of Christian foundation.



Orang Kristen pada zaman itu selalu memakai fondasi-fondasi yang salah yang sebenarnya bukan fondasi untuk membangun iman. Kalau kita membiasakan diri menjadi pemberita, hoki, fat choi, property, kesuksesan sebagai imbalan kalau percaya kepada Tuhan, maka kita akan menciptakan orang-orang yang akhirnya melarikan diri dari kekristenan dengan kalimat, “Aku tidak lagi ke gereja karena aku kecewa kepada Tuhan.” Saudara seharusnya mempersiapkan diri menjadi hamba Tuhan yang bertanggung jawab dalam pemberitaan firman, sehingga anggotamu selalu menuntut, “Saya jangan menipu Tuhan, saya jangan berutang kepada Tuhan, saya harus menepati apa yang saya janjikan kepada Tuhan.” Dan bukan berkata, “Tuhan berutang kepada saya, Tuhan menipu saya, apa yang Tuhan janjikan, tidak saya dapatkan, maka saya berhak melawan dan kecewa kepada Dia.” Kiranya renungan pendek ini menjadi kekuatan bagi kita untuk menegakkan kembali kebenaran di dalam zaman ini.

--

Renungan: Dahulukan Allah

Oleh: Tidak Diketahui



Pernah ada seseorang yang tak punya makanan apapun untuk keluarganya. Ia masih punya bedil tua dan tiga butir peluru. Jadi, ia putuskan untuk keluar dan menembak sesuatu untuk makan malam.



Saat menelusuri jalan, ia melihat seekor kelinci dan ia tembak kelinci itu tapi luput. Lalu ia melihat seekor bajing, dia tembak tapi juga luput lagi.



Ketika ia jalan lebih jauh lagi, dilihatnya seekor kalkun liar diatas pohon dan ia hanya punya sisa sebutir pelor, tapi terdengar olehnya suatu suara yang berkata begini "berdoalah dulu, bidik keatas dan tinggallah tetap terfokus."



Namun, pada saat bersamaan, ia melihat seekor rusa yang adalah lebih menguntungkan. Senapannya ia turunkan dan dibidiknya rusa itu. Tapi lantas ia melihat ada ular berbisa diantara kakinya, siap-siap untuk mematuknya, jadi dia turunkan lebih kebawah lagi, mengarah untuk menembak ular itu.



Tetap, suara itu masih berkata kepadanya, "Aku bilang 'berdoalah dulu, bidik keatas dan tinggallah tetap terfokus.'" Jadi orang itu memutuskan untuk menuruti suara itu. Ia berdoa, lalu mengarahkan senapan itu tinggi keatas pohon, membidik dan menembak kalkun liar itu. Peluru itu mental dari kalkun itu dan mematikan rusa. Pegangan senapan tua itu lepas, jatuh menimpa kepala si ular itu dan membunuhnya sekali.



Dan, ketika senapan itu meletus, ia sendiri terpental kedalam kolam. Saat ia berdiri untuk melihat sekelilingnya, ia dapatkan banyak ikan didalam semua kantungnya, seekor rusa, dan, seekor kalkun untuk bekal makanannya.



Ular (Iblis) mati konyol sebab orang itu mendengarkan suara Allah.



· Berdoalah sebelum kau lakukan apapun, bidik dan arahkan keatas pada

tujuanmu, dan tinggallah terpusat pada Allah. Sebar luaskan ini agar ada seseorang lain yang bakal terberkati.

· Jangan kau dikecilhatikan oleh siapapun mengenai masa lampaumu. Masa lampau itu memang tepatnya begitu - "sudah lewat, sudah lampau." Hidupilah setiap hari sehari demi sehari. Dan ingatlah bahwa hanya Allah yang tahu masa depan kita dan bahwa Ia tidak akan membiarkanmu melewati daya tahanmu.

· Janganlah memandang pada sesamamu untuk meminta berkat melainkan lihat dan bergantungkah pada Tuhan. Ia bisa membuka pintu-pintu bagimu yang cuma Ia saja yang bisa lakukan. Pintu-pintu yang bukan kau masuki dengan menyelinap, melainkan yang hanya Ia yang sudah persiapkan bagi dan demi kamu. Jadi, tunggulah, tenanglah, sabarlah: dahulukan Allah dan lain-lainnya akan nyusul dengan sendirinya.

I BELIEVE THAT SUCCSES IS A JOURNEY NOT DESTINATION,

YEAH I KNOW

PEOPLE WILL A SUCCSES IF HIM WORK HARD

AND LETS SPRIDE FOR GOD

But How?



1st Start from the little thing

2nd Begin from our self

3rd Do it right Now

Enjoy everything what you do as process with accept the result as lesson. It will make us better in the future.

Learning by Doing Like our lecturer usually said, don’t give up friend!!!!!!!!



Tampaknya sukses berkaitan dengan tindakan

Orang-orang sukses tetap bergerak

Mereka melakukan kesalahan..

Tetapi mereka tidak menyerah

(CONRAD HILTON )

Pinjaman Dana untuk Madrid
Menkeu pun Terperanjat

Membicarakan rekor transfer Cristiano Ronaldo mungkin tak akan habis dalam sebulan. Wajar, angka 94 juta euro yang dikeluarkan Real Madrid guna memboyong penyerang Manchester United asal Portugal itu sangat fantastis sehingga memunculkan beragam pertanyaan.

Interogasi paling mendasar tentu mengarah pada abilitas Los Merengues dalam menyediakan dana segar tersebut. Di tengah iklim krisis ekonomi hebat yang melanda Eropa, transaksi setara GDP (produk domestik bruto) negara Vietnam itu memang layak dipandang sinis.

Michael Platini ,yang mewakili UEFA, menganggap nilai CR7 agak terlalu dipaksakan. Sementara itu, Luis Figo, mantan pemain termahal dunia yang juga dibeli Real Madrid pada medio 2000, mengatakan bahwa langkah bekas klubnya itu memalukan.

Polemik tak berhenti sampai di sini. Kehadiran Ronaldo masih akan menguras kantong El Real lewat gaji selangit yang dipatok 13 juta euro per tahun. Pendapatan ini dua kali lebih banyak ketimbang milik Raul Gonzalez, el capitan Madrid. Juga tertinggi di dunia setelah Zlatan Ibrahimovic dan Kaka ,yang sama-sama digaji 9 juta euro per tahun.

So, jika mengalkulasikan transfer CR7, ditambah transfer Kaka (65 juta euro), lalu menambahkan lagi gaji keduanya untuk lima musim ke depan, bisa dibayangkan berapa uang yang harus disediakan Madrid? Komentar Platini dan Figo jadi semakin terlihat wajar, bukan?

Bagian Investasi

Mari mengadaptasi ilmu dagang, ada kualitas ada harga. Mutu wahid CR7 terwakili oleh gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA 2008. Jadi, ia jelas layak dihargai serta digaji selangit. Sebagai entitas bisnis berusia lebih dari seabad, pastinya kubu El Real pun telah berpikir matang sebelum merogoh kantong sedalam ini.

“Ini adalah proyek korporatserta investasi (pembelian CR7 dan Kaka). Mereka yang melihatnya dari sudut berbedajelas keliru. Namun, waktu yang akan membuktikan kebenaran kami. Makanya saya tenang-tenang saja,” ujar Florentino Perez, el presidente Madrid, saat diwawancarai surat kabar Publico.

Keruan saja Perez berlaku nyantai. Madrid baru saja mendapat suntikan dana 76,5 juta euro (setengah dari total transfer CR7+Kaka) berupa pinjaman dari bank Caja Madrid. Konon, pinjaman dalam jumlah sama bakal kembali diperoleh Madrid dari Bank Santandermeski Menteri Keuangan Spanyol, Elena Salgado, terperanjat dengan langkah dua bank besar ini.

Jaminan Perez datang lewat jalur Mediapro, jaringan televisi yang punya hak siar atas partai Madrid, yang akan memberi sokongan sebesar 600 juta euro. Selain berdasar hitungan nyata, Perez bahkan berani menargetkan pemasukan 600 juta euro dari hasil jualan image CR7! (Sapto Haryo Rajasa)




Eranya CR7 Effect

Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Real Madrid tak hanya menjadikan Manchester United lebih kaya 94 juta euro, tapi juga membuat CR7 mengantongi gaji 13 juta euro per tahun. Dengan kata lain, bayaran tertinggi di dunia sepak bola itubakal memastikan penyerang Seleccaoinimeraih 25 euro setiap menitnya.

Ingat, jumlah ini diperoleh baik saat Ronaldo tampil di atas lapangan, ketika mandi di pancuran ruang ganti, tatkala berkendara di atas mobil, atau sambil memejamkan mata!

Dengan uang sebanyak ini, CR7 bisa membeli sepasang mobil merek Toyota Kijang Innova setiap hari. Atau jika ingin lebih bersabar, akibat waktu yang tersita di pusat latihan El Real di bilangan Valdebabas, CR7 bisa membeli mobil Aston Martin DBS keluaran terbaru seperti milik James Bond pada awal maupun akhir pekan.

Perumpaman ini adalah fakta yang harus dihadapi Madrid begitu mereka menjanjikan gaji sebesar itu. Akan tetapi, bukan Madrid namanya jika mengambil langkah tanpa dasar. Apalagi Florentino Perez ada di balik kendali tertinggi klub. Taipan konstruksi yang pernah berkuasa selama enam tahun (2000-2006) ini terbukti sukses besar dengan pembentukan Los Galacticos-nya.

Meski banyak yang menilai dirinya gagal dari segi prestasi,tak ada yang berani menyanggah keberhasilan Perez dalam menuai pemasukan lewat kumpulan bintang-bintangnya. Wajar Perez kembali merasa optimistis dengan keputusannya memboyong CR7. Level keyakinan bahkan sama kuat dengan ketika David Beckham berlabuh pada musim panas 2003 lalu.

Layaknya era Becks, Perez dkk. juga menargetkan kenaikan signifikan di sektor merchandising. Pun di aspek penjualan hak siar televisi. Mengingat label CR7 sebagai Pemain Terbaik Dunia dan selebritas populer, maka diharapkan nominal hak siar otomatis meninggi.

Dari total transfer Kaka ditambah CR7 senilai 159 juta euro, manajemen Madrid menargetkan pemasukan sekitar 130 untuk tahun pertama saja. Jika diambil rataan kasar, berarti CR7effect berekuivalen 65 juta euro. Jika dibandingkan dengan Beckseffects, nilai CR7 jauh di bawah.

Di tahun perdana Becks, Madrid sanggup meraup pemasukan sekitar 80 juta pound (saat ini 94,1 juta euro). Sekitar 67% diwakili penjualan kaus bertuliskan nama Becks. Mantan kapten Three Lions ini juga bertanggung jawab dalam mendatangkan 48 juta pound hasil income tiket, 44 juta pound dari hak siar, dan 16 juta pound melalui tur musim panas. Catat, harga beli Becks “hanya” 35 juta euro!

Mampukah CR7 effect melibas Becks effect? Mari tunggu jawabannya. (shr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar