Selasa, 18 Mei 2010

TIPS PERSIAPAN MEMULAI SEBUAH BISNIS

Menurut data di US Small Business Administration, lebih dari 50% bisnis /usaha kecil gagal dalam tahun pertama, dan 95% gagal dalam lima tahun pertama. Brian Hazelgren, pengarang “Tactical Entrepreneur” berpendapat bahwa seseorang yang membuka usaha haruslah mempunyai strategi yang solid untuk menangani aspek jangka pendek dari bisnisnya, tetapi juga menjaga fokus masa depan yang cukup demi merencanakan perkembangan bisnisnya. Persiapkanlah semuanya dari awal, agar anda dapat meraih sukses dan mempunyai landasan yang kuat untuk memulai operasi bisnis anda.

Brian telah berpengalaman dalam bidang kewirausahaan, baik pengalaman positif maupun negatif. Belajar dari pengalamannya, dia menyusun tips dan strategi bagi mereka yang akan terjun membuka bisnis dan menjadi wirausahawan. Berikut adalah tips dan strategi tersebut :

Hindari perangkap dalam mengoperasikan suatu bisnis :

- Gunakan mentor. Temukan orang yang berhasil dalam menjalankan suatu bisnis dan sebisa mungkin mintalah nasehatnya / belajar daripadanya.
- Bacalah sebanyak mungkin buku tentang kewirausahaan, marketing, atau perencanaan bisnis. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi yang bisa anda dapat.

Suatu kombinasi dari sumber yang berbeda, tersedia untuk memulai bisnis dengan sukses:

- Gunakan alat dan teknologi untuk membantu memulai bisnis anda
- Tentukan orang seperti apa yang anda inginkan sebagai karyawan, dan keahlian apa yang dibutuhkan dari karyawan anda.
- Ikuti perkembangan mengenai praktek-praktek bisnis dan juga apa yang telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain.
- Lakukan penelitian mengenai pola pembelian dan pola pikir pelanggan.
- Secara terus-menerus, lakukan penelitian terhadap kompetitor.
- Ingatlah mengenai apa yang membuat bisnis anda unik, siapa pembeli/target market anda, siapa kompetitor anda, dan bagaimana strategi distribusi anda.
- Gunakan software untuk membantu menyusun sebuah rencana bisnis (business plan).

Ide-ide yang sangat sederhana juga terbukti sangat membantu :

- Buka account e-mail, dan buatlah situs web
- Kartu nama dan brosur adalah alat yang sederhana tetapi powerful.
- Buatlah strategi marketing dengan mengumpulkan data mengenai pola pembelian target market anda, apa yang mereka suka, apa yang mereka beli, dan dimana mereka membelinya.

Gunakan program promosi untuk menciptakan “unique selling advantage”. Jelaskan mengapa bisnis anda unik. Membuat skema advertising yang benar akan memperjelas bagaimana anda harus menggunakan resource anda.

Rencana bisnis yang solid (solid business plan) diperlukan untuk diberikan pada investor yang potensial. Berikan pada mereka rencana anda, agar mereka dapat membacanya dan kemudian mengerti lebih baik mengenai bisnis anda. Tetaplah fokus, dan yakinkan investor bahwa mereka akan mendapat pengembalian investasi (ROI) yang memuaskan. Rencana bisnis yang disusun dengan baik akan memperbesar peluang anda mendapatkan modal yang anda butuhkan.

Intinya, setiap bisnis bisa sukses dengan determinasi dan rencana aksi yang solid.

--

Sejarah Piala Thomas dan Uber Cup


Badminton atau biasa dikenal dengan nama Bulu Tangkis adalah sebuah Olahraga yang sangat ternama, mungkin setelah Olahraga Sepakbola. Kejuaran yang sangat ternama didunia Bulutangkis seperti All England, Thomas dan Uber Cup dan Juga pada perhelatan kejuaran Olympiade.

Nama Thomas dan Uber diambil dari pemain legendaris di dunia bulutangkis, Piala Thomas diambil dari nama ketua IBF pertama asal Inggris sekaligus Pemain Legendari Bulu Tangkis yang telah menjuarai All England sebanyak empat kali berturut-turut antara tahun 1903-1927 yaitu Sir George Alan Thomas, dia juga sekaligus yg menjadi pelopor untuk diadakan Kompetisi Dunia di dalam Olahraga tepok bulu ini sama seperti halnya World Cup pada Olahraga Sepakbola.

Setelah sembilan tahun lamanya bergelut di Olahraga Badminton ini, Sir George memberikan IBF sebuah piala hasil karya seorang pengrajin perak bernama Atkin Bros. Piala setinggi 28 inci ini bertuliskan “The International Badminton Championship Cup presented to the International Badminton Federation by Sir George Thomas, Bart., 1939“. Di atas mangkuknya terdapat patung kecil atlet bulutangkis.

Awal pertandingan Thomas Cup ini berlangsung dinegara Preston dan Negara Malaya (sekarang Malaysia) merupakan Negara yg pertama kali memboyong Piala Thomas setelah mengalahkan Tim Thomas Denmark di partai Final dengan skor 8-1.

Jika Piala Thomas “dibuat” oleh Sir George Alan Thomas, Piala Uber didapat dari nama Sang legendaris Bulu Tangkis dari Inggris di era 1930-an yaitu Betty Uber. Bentuk Piala Thomas Uber berbentuk bola dunia yang pada bagian atasnya terdapat patung pemain bulutangkis wanita yang sedang mengayunkan raket. Piala ini juga terbuat dari perak dengan tinggi kurang lebih 18 inci dan dibuat oleh Messrs Mappin & Webb di London.

Piala Uber pertama pada tahun 1956 dimenangi oleh Amerika Serikat setelah mengalahkan Tim Uber dari Denmar yang berlangsung di Lancashire pada tahun 1956/5. Dan pada tahun 1984 kejuaran Thomas dan Uber Cup disatukan alias dibarengi. Turnamen Thomas Cup & Uber Cup masing-masing melibatkan 12 tim, termasuk tim tuan rumah dan juara bertahan. Tuan rumah dan juara bertahan langsung lolos ke babak final, sedangkan 10 tim lainnya adalah mereka yang memenangi kualifikasi regional (Asia, Eropa, Oceania, Pan-Amerika, dan Afrika). Babak final kedua turnamen itu sering disebut sebagai Putaran Final Piala Thomas & Uber. Tapi pada tahun 2010 nanti, BWF mengumumkan bahwa keduanya akan digelar terpisah lagi mulai 2010.


--
Let's create the Product. Buatlah sebuah produk !

Bikin tulisan apa nih? Hehe
Hmmm, semalam begadang sampai larut malam. Susah untuk tidur :D Ya sudah, (coba membunuh waktu) sambil buka-buka buku kuning panduan telpon kota Jakarta.
Seabrek orang jualan produk : barang atau jasa. Ya, intinya produk itu cuma di situ aja, produk berupa barang atau jasa. Seribu satu macam produk. Untuk itu, inti tulisan ini pun juga sama, mari kita buat produk! Cari ide, gali sebanyak mungkin, cari inspirasi, tumbuhkan kreatifitas!

Pernah dengar cerita pengusaha baby fish, ikan kecil2 siap olah, yang di awal usaha produk dia banyak ditolak untuk ditipkan toko-toko/gerai/mall besar? Tapi kini, mall-mall, supergrosir, restoran2 pada ngantri meminta dia mengirimi stok baby fish (ikan-ikan balita, hehe). Omzetnya kini sudah ratusan juta per bulan, bro :) wow

Pernah dengar kisah anak muda yang coba dagang ranjang import, mewah, eksklusif seharga ratusan juta? Mungkin sebagian kita bertanya, buat urusan tidur aja masa sampai harus keluar duit ratusan juta, gila apa! Eh, ternyata laku juga, ada pasarnya :) Cara dia dagang unik juga, calon pembeli boleh pinjam tuh ranjang (test bed kali, haha) sebelum beli, biar bisa merasakan sendiri dulu kenyamanan dan kemewahan tuh "ranjang ratusan juta". Kini si anak muda tadi sudah dipercaya untuk menjadi agen produk-produk berkelas dunia lainnya.

Pernah denger kerupuk dari tulang sapi? Pernah dengar taksi motor? Kurir ekspress dalam kota? Triple play product : telp-tipi berbayar-internet untuk hotel2, apartemen2 kelas atas? Training sempoa? Training CISCO Router? supermini blutut? Dodol rumput laut? Flying fox di ketinggian gunung? Semua itu adalah produk, baik berupa barang atau jasa. Lahir dari ide atau gagasan di kepala/otak manusia.

Orang dulu cari film-film buat hiburan di rental video, kemudian ke rental cd/dvd, ke depan sudah bisa tinggal pencet2, klik di tv-tv plasma mereka dengan adanya produk IPTV. Gak perlu keluar rumah, setir mobil, keluar bea parkir, bensin, dll. Sebuah evolusi produk! Di Semarang ada kolam renang di puncak bukit (konon sekarang menjadi kolam tertinggi se-asia), dengan view lembah kaki gunung. Di Bali, orang bikin cafe di atas batu karang pinggi laut, dengan view langsung ombak laut dan karang terjal di bawah. TV telah berevolusi dari hitam putih, layar warna, plasma, dan kini sudah muncul 3D TV.

Kreatifitas kita bisa tumbuh, dengan puluhan, ratusan, ribuan ide. Ayo, kita buat sebuah produk untuk wirausaha kita :D Siapa tahu, sukses menghampiri kita! Salam :)

Labels: buatlah suatu produk untuk wirausaha Anda

posted by WiraUsaha at 4:04 PM | 0 comments
Tuesday, November 17, 2009
Tips Memanfaatkan Peluang di KAncah TI

Kemarin tadinya mau nyari sebuah tabloid bidang komputer, ternyata kehabisan di agen. Dapat tabloid lain, tapi masih di seputar IT juga sih. Di halaman bagian belakang kebetulan nemu artikel yang simpel, tapi lumayan buat masukan dan gagasan, tips-tips untuk mencari tambahan income.

Ringkasnya, si penulis artikel (Yohan Kusmintoro) menyarankan kita menjajal (mencoba) peluang-peluang yang ada di kancah TI dewasa ini, seperti :
1. Dari blogger menjadi desainer web
2. Membuka kursus privat internet dan komputer
3. Jual isi komputer Anda (wallpaper, freeware, mp3, dll)
4. Menjadi salesman dan konsultan kecil-kecilan
5. Menjadi penulis artikel

hmmm .. kok kayaknya hampir smua poin itu sudah pernah penulis bahas juga ya di artikel-artikel blog kita sebelumnya. hehehe. ya sudah, buat tambahan inspirasi juga saja.

silahkan artikel selengkapnya baca di PC Plus edisi 346 hal 40

salam :)

Labels: peluang di kancah TI, wirausaha kecil di bidang TI

posted by WiraUsaha at 6:42 PM | 2 comments
Saturday, October 24, 2009
Usaha di sekitar HRB

HRB, high rise building, gedung berlantai banyak, tinggi, pencakar langit.
Biasanya buat perkantoran, mall, apartemen. Di sana berkumpul banyak orang, penghuni, pegawai kantor, pengunjung, tamu, pekerja lepas, dan sebagainya. Beruntunglah kalau lokasi tempat tinggal Anda berada dekat area HRB, di sekitar HRB, karena banyak peluang terbuka bisa dijajagi untuk memulai wirausaha, membuka usaha mandiri. Apa saja? Banyak sekali tuh :
1. Usaha kost-kostan, buat pegawai yang bekerja di kantor atau mall di HRB tersebut.
2. Penginapan, bisa model harian, mingguan, atau bulanan, dengan tarif bersaing dibanding penginapan berkelas hotel. Ini bisa jadi alternatif menarik buat mereka yang menginap secara temporary, tidak dalam jangka waktu lama. Misal saja dia cuma sedang mengunjungi rekannya, sedang ada pelatihan/training, urusan bisnis sebentar, dll.
3. Usaha laundry/cuci setrika pakaian. Banyak orang, waktu bebas mereka terbatas karena kesibukan, kebutuhan mencuci adalah penting, usaha cuci pakaian jelas dibutuhkan.
4. Usaha bidang makanan, warung kopi, warung tegal, rumah makan, semacam itu. Ada cerita, bagaimana seorang bapak muda dengan seorang istri, dan dua orang anak masih usia sekolah dasar, menolak tawaran temannya untuk kerja kantoran, dengan gaji di kisaran 2-3 jutaan. Karena apa? Karena tempat tinggal si bapak berada di sekitar kawasan yang banyak HRB nya. Dia lebih memilih bisnis jualan es jus (juice) saja. Menurutnya, dalam sehari dia bisa menjual 100-200 an gelas, dengan harga per gelas Rp 4000. Coba hitung saja sendiri omzet nya dalam sebulan :) Disamping itu si bapak juga masih punya usaha lain, kost-kostan, dan berjualan gas LPG.
5. Jualan pulsa, warung kelontong, es batu, tukang jahit, warnet, rental komputer.
6. Parkir sepeda motor. Di kota besar, apalagi di kawasan2 pusat perkantoran, semakin susah mencari lahan kosong untuk parkir. Anda bisa memfungsikan lahan milik Anda untuk usaha parkir motor, penitipan sepea motor, baik model harian ataupun bulanan. Model bulanan cocok buat penghuni-penghuni kost yang mengalami kesulitan menaruh motor mereka di tempat kost mereka sendiri yang tidak punya garasi.
7. dan lain-lain :) gali saja sendiri coba, peluang2nya. Bisa dengan cara mengamati usaha orang lain yang telah berjalan sukses.

hehehe, semoga bermanfaat. salam :)

Labels: usaha di sekitar HRB

posted by WiraUsaha at 7:02 AM | 2 comments
Friday, October 09, 2009
Business Center

Ada kasus seperti ini : bila kita harus mengirim fax ke calon pelanggan, dimana file yang harus dikirim terdapat di dalam attachment di salah satu email yang pernah ter-sent. Mesin fax belum punya, koneksi internet juga belum ada. Terpaksa harus pergi keluar ke warnet, hanya untuk ambil file dalam email, terus ke rental komputer untuk print file, pindah lagi mencari tempat jasa pengiriman fax. Dan mungkin banyak lagi skenario kasus yang serupa atau mirip dengan itu.

Dari sini lah bisa jadi timbul ide buat sebagian orang untuk membangun sebuah One Stop Solution, sebuah business center, atau mungkin sebagian diantara kita sudah mengenal Multiplus. Ya usaha multi layanan di bawah satu atap usaha/area. Di Jakarta, penulis menemukan banyak tempat seperti itu. Dan mereka lebih suka menamai usahanya dengan tagline Business Center.


Mereka melayani jasa printing dokumen, scanning, fotocopy, kirim fax, akses internet, pengurusan dokumen, cetak kartu nama, spanduk, pasang iklan, dll. hmmm kumplit juga. Mungkin ini bagian trend ke depan, konvergensi bisnis, hehehe.

Sekarang orang bisa tinggal di apartemen lantai atas, ke kantor tinggal turun ke bawah, butuh belanja tinggal ke mall di bawahnya lagi, mau olahraga fasilitas lengkap di banyak lantai, butuh makan tinggal ke foodcourt di lantai lain. Semua di area lokasi yang sama, tidak perlu harus keluar dengan alat transportasi semisal mobil. Semua cukup dengan jalan kaki, eskalator, lift.

Mau coba? Silahkan saja :) Coba alokasikan sebuah ruang yang agak luas di rumah, ruko, dll. Buka rental komputer, pasang akses internet, lengkapi dengan mesin printer, fax, scanner, fotocopy, ID Card press, alat potong, konter pulsa. Tambahkan stok alat tulis. Anda bisa mulai sebuah bisnis center :) Terima pengetikan, penerjemahan, cetak dokumen, rental komputer & internet, fotocopy dokumen, scanning image, urus perpanjang STNK, cetak kartu nama, ID Card, kirim fax, jual pulsa, alat tulis, aneka koran dan majalah, mini cafe, dll. Buat orang betah dan banyak belanja di tempat Anda. hehehe.

Labels: business center, multiplus

posted by WiraUsaha at 9:07 PM | 0 comments
Saturday, October 03, 2009
Intermezzo : IPTV untuk dorong bisnis konten

Ya ini buat intermezzo saja. Bacaan ringan. IPTV, tipi berbasis protokol internet, gitu lah ringkasnya, mulai introducing di Indonesia. Kalau di luar sih, kayaknya sudah jalan lama duluan. Dulu tipi di-broadcast via satelit, kemudian muncul generasi tipi kabel, disalurkan ke rumah-rumah pelanggan via kabel, sekarang disalurkan via jaringan berbasis protokol internet (misal via kabel fiber optik, FO). Banyak provider menggelar FO (bukan Factory Outlet ya, hehe) di kota-kota besar, metropolitan. Ini tentu menambah kapasitas dan kemampuan infrastruktur internet. Pilihan akses makin beragam, dial-up (jaman tat tit tut tut), speedy DSL, FO, wireless 3G, GPRS, EVDO, dsb. Dengan FO, kapasitas data ditransfer semakin besar, bisa layani beragam aplikasi, komunikasi data, suara, video.

IP TV, membuat masyarakat semakin dimanjakan. Acara TV bisa dipilih sesuka, sesuai selera. Mau TV broadcast yg sudah eksis, video on demand, Tivi on demand, dsb. Acara film, gak harus nunggu program Bioskop ATV, Layar Emas BTV, Box Movies CTV. Dengan IPTV film bisa dipilih dari ratusan/ribuan koleksi yang disediakan provider.

Peluang apa di masa depan dengan IPTV? Ya, bisnis konten. Kamu bisa bikin wirausaha, semacam Rumah Produksi gitu (cieee). Kemampuan film making, video editing, animation, script editing, reportase, multimedia knowledge, mungkin bakal byk diperlukan untuk terjun di bisnis konten ini. Kamu bisa produksi sebuah program, sebuah event, acara, news, dokumentasi, education, tutorial, animation, reporting, dan segala macam lah, terus dijual ke provider, untuk kemudian di-delivery-kan ke pelanggan IPTV bersangkutan, begitu mungkin simple peluang bisnisnya. Segmen bisnis konten inilah yang kini, katanya banyak mendapat perhatian di kalangan dunia IT. Pangsa pasarnya besar, global, luas, banyak tantangan di situ, peluang, dsb.

Gambarannya bisa seperti ini :

Kalau sekarang acara kuliner, ibu-ibu cuma dikasih tutorial ngikutin aja menu yang didemokan si host (pembawa acara) pada saat program tsb disiarkan, ke depan dengan adanya IPTV, ibu-ibu tinggal klik ato pencet tombol, pilih sendiri menu apa yg mau dipelajari. Cari aja di pilihan menu resep masakan, mo belajar apa nih pagi ini : rendang? kripik balado? juz berry? cake pisang? brownies bakar? dan buanyak lagi, hahaha, whatever!

Buat kamu mo muter film apa nih di weekend : Terminator 7? Die Hard 12? Matrix Evolution 9? Jalankung vs Hantu Pocong? Harry Porter feat Peterpan? Pimp My Bike? hehehe ... pencet saja! Gak perlu lari-lari ke rental VCD/DVD tuh.

Yang lagi kuliah, butuh animasi tutorial apa buat belajar : komunikasi data nirkabel 5G (wireless)? pembedahan minor tulang pipi? konstruksi jembatan tinggi? budidaya lobster raksasa? hacking mainframe di Mars? hahaha.

Ya, begitulah rekan-rekan, sekedar intermezzo. Hehehe. Kasih masukan juga ya kalo ada kesalahan, kekeliruan (pemakaian istilah, teknologi, definisi, dsb ... maklum nih baru penulis amatiran hehe). By the way, Welcome IPTV :)

Labels: bisnis konten, IPTV, rumah produksi mandiri

posted by WiraUsaha at 8:58 AM | 0 comments
Friday, September 25, 2009
Kerja Tanpa Kantor Siapa Takut

Masih menyambung tulisan sebelumnya. Ini dapat ga sengaja dari jalan-jalan di internet. Artikel dari senior, Pak Onno W Purbo. Kayakna sih, artikel lama. Ya jadikan sebagai bahan bacaan tambahan, buat yang belum pernah baca. Silahkan menikmati.

Kerja Tanpa Kantor Siapa Takut

Mungkin tidak pernah terbayangkan oleh sebagian besar orang tua kita bahwa pada hari ini & kemungkinan besar dimasa mendatang bahwa bekerja tidak identik dengan berkantor. Pada tempo doeloe, bekerja di kantoran mungkin sangat bergengsi & menjadi kelas elit tersendiri pada generasi eyang, tante, oom & para orang tua kita. Kalau kita bekerja sendiri, di rumah - wah bisa repot urusan dengan mertua & orang tua. Di cap orang tak berguna lah, tidak terpakai dll … Sialnya, pada hari ini, para orang tua tampaknya harus gigit jari & menerima kenyataan bahwa justru semakin banyak & semakin bergengsi pekerjaan-pekerjaan yang tidak mempunyai pekerjaan eh kantor. Mengapa? Karena pada akhirnya yang di tuntut dari seorang profesional bukan absensi kantor-nya melainkan target / hasil / pencapaian objektif. Kecuali di lembaga pemerintahan, absensi tampaknya masih menjadi paradigma berkarya - yah selamat bertugaslah untuk rekan PNS.

Mungkin karena saya berada di dunia Internet, dalam banyak kesempatan saya ketemu banyak profesional dengan mobilitas tinggi, kalaupun mempunyai kantor sering kali meninggalkan kantor-nya - bahkan sangat lumrah jika pekerjaannya dikerjakan di rumah atau sambil ngobrol & minum kopi di café bersama mitra-mitra-nya. Leisure, hobby, kebebasan dan mengerjakan apa yang mereka sukai sangat dominan di diri para profesional tersebut. Bukan hal yang aneh jika kita melihat teman-teman profesional ini seakan tidak terikat pada satu kantor yang tetap. Pekerjaan kontrakan & servis yang mengandalkan profesionalitas & keahlian yang sangat spesifik menjadi sangat dominan diantara para profesional. Tampaknya, keahlian & kesukaan yang spesifik menjadi andalan para profesional yang umumnya masih muda antara usia 27-40-an tahun.

Penghasilan jangan di tanya … minimal Rp. 5-10 juta merupakan gross monthly income paling buruk diantara profesional ini. Jelas jauh lebih baik daripada fresh graduate yang umumnya Rp. 750.000 / bulan itu. Memang masih sedikit para profesional yang bekerja betul-betul bebas & sangat mobile seperti ini, tapi kecenderungan ke arah itu sangat menonjol terutama di rekan-rekan muda usia sekitar 30-an. Menjadi terbaik adalah dambaan dalam suasana kompetisi yang sehat. Pengakuan dilakukan secara langsung oleh komunitas, bahkan bukan hal yang luar biasa jika terekspose oleh media massa - karena mereka memang terbaik tanpa mekanisme KKN murni kompetisi & fight.

Laptop, palmtop, personal digital assistance (PDA), handphone menjadi peralatan yang sangat lumrah bagi para profesional tersebut. Yah minimal akses ke WARNET yang didukung dengan handphone menjadi ciri khas para rekan muda tersebut. Komunikasi yang intens menjadi ciri khas dari para profesional ini, e-mail traffic di berbagai mailing list yang diselingi oleh banyak berita SMS berseliweran di layar telepon genggam menjadi bagian integral kehidupan mereka. Bahkan sebagian besar berkas pekerjaan-pun banyak di kirim dalam bentuk attachment di e-mail. Memang kadang sebagian merupakan canda tawa diantara mereka, tapi itulah bagian dari ke akraban kehidupan di dunia tanpa batas yang banyak di nikmati terutama oleh profesional muda maupun mahasiswa / siswa.

Pada tingkat yang lebih serius, jangan kaget jika di kereta api, ruang tunggu airport, pesawat terbang melihat para profesional asik men-tik keyboard Nokia 9230 atau bekerja secara online pada PDA / Palmtop Jornada-nya yang terkait dengan PCMCIA modem dengan built-in pesawat handphone.

Unified messaging antara SMS, e-mail, FAX menjadi teknologi pemicu, teknologi unified messaging sudah sangat terasa saat ini - integrasi antara berita SMS ke e-mail ke FAX dapat menjadi saling terkait & sangat membantu para eksekutif & profesional mobile untuk bermanouver di dunia informasi.

Yah itulah kantor mereka, itulah gaya bekerja mereka, gaya hidup sebagian profesional muda yang sangat mobile pada hari ini. Bukan mustahil jumlah mereka akan semakin banyak di masa mendatang. Investasi peralatan US$400-1000 menjadi ter-justified dengan gross income minimal mereka yang antara US$500-1000 / bulan.

Kapankah anda mampu melakukan hal tersebut? Jelas bukan pada saat anda memiliki laptop, palmtop atau HP - hal tersebut akan terjadi dengan sendiri-nya pada saat anda memiliki skill keahlian yang sangat spesifik & diakui ke-profesionalisme-annya oleh komunitas. Umumnya bekas mahasiswa saya mampu mencapai tahapan tersebut dalam waktu 2-4 tahun, jika dipupuk dengan benar & baik di masa sekolah di perguruan tinggi & SMU.

Sumber :
http://artikel.total.or.id/artikel.php?id=1121&judul=Kerja%20Tanpa%20Kantor%20Siapa%20Takut [klik]

Anggap saja, bengkel kerja, workshop, rumah produksi, cafe, jalanan, bus kota, dan sebagainya tempat Anda berwirausaha, menjalankan usaha, running business, etc, adalah kantor Anda masa kini :)

Labels: kerja tanpa kantor, officeless

posted by WiraUsaha at 11:14 AM | 8 comments
Monday, September 21, 2009
Internet, bagian dari Gaya Hidup

Online via internet kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup (life style) masyarakat modern. Sejak pagi hari, orang sudah memantau berita, mengecek pengunjung blog/websitenya, mengintip trafik ke portalnya, cek-send mail, jalan-jalan di dunia maya sekedar ingin melihat kalau ada barang, asesoris, komoditi, produk, dsb yang menarik.

Penetrasi internet digencarkan beberapa provider penyedia jaringan/infrastruktur akses internet. Contohnya saja lihat paket speedy Family (unlimited, biaya flat) yang termasuk baru di-launch Telkom, sudah dilakukan cutting price. Biaya akses internet memang rencananya terus di-push agar berada level murah terjangkau ke semua lapisan masyarakat. Kini orang bisa online mudah di rumah, di kantor, di cafe, hotel, bandara, jalan, sekolah, masjid, di dalam bus, taksi, dsb :) asyik to, enak to, mantap to

Program penciptaan sejuta netpreneur baru di Indonesia, UKM Goes Online, aneka bootcamp, blogging competition, SEO contest, dsb, semua ini bisa menjadi pendorong meningkatnya user dan volume pemakaian internet. Jadi jangan ragu, manfaatkan internet untuk mendapatkan pengalaman baru dalam dunia bisnis Anda, sekecil apapun levelnya. Mikro bisnis, medium, small, tiny business, mulai lah bergabung dengan pelaku-pelaku usaha lain yang telah berhasil mengeruk untung/income dari media internet. Ayo naikkan volume bisnis Anda, rambah ceruk pasar baru, relasi baru, peluang baru, dengan masuki dunia internet. Jadikan internet sebagai bagian gaya hidup bisnis Anda! :) Tidak ada kata terlambat (meski faktanya iya, sudah terlambat, hehe). Sudah, gpp Online saja!!

Karena bagian dari life style, tak heran, sekarang banyak orang menaruh kepercayaan pada internet untuk memenuhi kebutuhannya. Perlu jam tangan? online saja! Butuh rumah baru ato seken? Connect saja! Mau cari selimut, kartu perdana, henpon, tiket mudik (bus, kereta, pesawat, kapal), komputer, kamera digital, kue-kue jajanan, sofa, bedset, seribu satu aneka barang, layanan medis, layanan konsultasi, dll, dll?? Tinggal buka INTERNET saja! Lagi cari ide-ide wirausaha?? Online saja, buka wirausahakita.blogspot.com hehehe

--



Amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda
selalu terbentur pada kendaraan bermerek Honda, baik berupa mobil
maupun motor. Merek kendaran ini memang selalu menyesaki padatnya
lalu lintas. Karena itu barangkali memang layak disebut sebagai raja
jalanan.

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri kerajaan bisnis
Honda -- Soichiro Honda -- selalu diliputi kegagalan saat menjalani
kehidupannya sejak kecil hingga berbuah lahirnya imperium bisnis
mendunia itu. Dia bahkan tidak pernah bisa menyandang gelar insinyur.
Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak
pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

Saat merintis bisnisnya, Soichiro Honda selalu diliputi
kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari
kuliah. Namun, ia terus bermimpi dan bermimpi. Dan, impian itu
akhirnya terjelma dengan bekal ketekunan dan kerja keras. ''Nilaiku
jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya di
sekitar mesin, motor dan sepeda,'' tutur Soichiro, yang meninggal
pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat
mengidap lever.

Kecintaannya kepada mesin, jelas diwarisi dari ayahnya yang
membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko,
Jepang Tengah. Di kawasan inilah dia lahir. Kala sering bermain di
bengkel, ayahnya selalu memberi catut (kakak tua) untuk mencabut
paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat
mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki
kelahiran 17 November 1906 ini dapat berdiam diri berjam-jam. Tak
seperti kawan sebayanya kala itu yang lebih banyak menghabiskan waktu
bermain penuh suka cita. Dia memang menunjukan keunikan sejak awal.
Seperti misalnya kegiatan nekad yang dipilihnya pada usia 8 tahun,
dengan bersepeda sejauh 10 mil. Itu dilakukan hanya karena ingin
menyaksikan pesawat terbang.

Bersepada memang menjadi salah satu hobinya kala kanak-kanak.
Dan buahnya, ketika 12 tahun, Soichiro Honda berhasil menciptakan
sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Sampai saat itu, di
benaknya belum muncul impian menjadi usahawan otomotif. Karena dia
sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak
tampan, sehingga membuatnya selalu rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke kota, untuk bekerja di Hart
Shokai Company. Bossnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara
kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara
yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari
perhatiannya. Enam tahun bekerja di situ, menambah wawasannya tentang
permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, Saka Kibara mengusulkan
membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak
ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya kian membaik. Ia selalu
menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat
memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu,
jam kerjanya tak jarang hingga larut malam, dan terkadang sampai
subuh. Yang menarik, walau terus kerja lembur otak jeniusnya tetap
kreatif.

Kejeniusannya membuahkan fenomena. Pada zaman itu, jari-jari
mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik untuk kepentingan meredam
goncangan. Menyadari ini, Soichiro punya gagasan untuk menggantikan
ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya
laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia.

Pada usia 30 tahun, Honda menandatangani patennya yang
pertama. Setelah menciptakan ruji. Lalu Honda pun ingin melepaskan
diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Mulai saat itu dia
berpikir, spesialis apa yang dipilih ? Otaknya tertuju kepada
pembuatan ring piston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada
1938. Lalu, ditawarkannya karya itu ke sejumlah pabrikan otomotif.
Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak
memenuhi standar. Ring Piston buatannya tidak lentur, dan tidak laku
dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu dan
menyesalkan dirinya keluar dari bengkel milik Saka Kibara. Akibat
kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian,
kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi,
soal ring pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari
jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin.

Siang hari, setelah pulang kuliah, dia langsung ke bengkel
mempraktekkan pengetahuan yang baru diperoleh. Tetapi, setelah dua
tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang
mengikuti kuliah. ''Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak
diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang
hukum makanan dan pengaruhnya,'' ujar Honda, yang diusia mudanya
gandrung balap mobil. Kepada rektornya, ia jelaskan kuliahnya bukan
mencari ijazah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap
penghinaan. Tapi dikeluarkan dari perguruan tinggi bukan akhir
segalanya. Berkat kerja kerasnya, desain ring pinston-nya diterima
pihak Toyota yang langsung memberikan kontrak. Ini membawa Honda
berniat mendirikan pabrik. Impiannya untuk mendirikan pabrik mesinpun
serasa kian dekat di pelupuk mata.

Tetapi malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap
perang, tidak memberikan dana kepada masyarakat. Bukan Honda kalau
menghadapi kegagalan lalu menyerah pasrah. Dia lalu nekad
mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik.
Namun lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya
terbakar, bahkan hingga dua kali kejadian itu menimpanya.

Honda tidak pernah patah semangat. Dia bergegas mengumpulkan
karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang
dibuang oleh kapal Amerika Serikat, untuk digunakan sebagai bahan
mendirikan pabrik. Penderitaan sepertinya belum akan selesai. Tanpa
diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga
diputuskan menjual pabrik ring pinstonnya ke Toyota. Setelah itu,
Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang, Jepang kekurangan
bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak poranda. Sampai-sampai
Honda tidak dapat menjual mobilnya akibat krisis moneter itu. Padahal
dia ingin menjual mobil itu untuk membeli makanan bagi keluarganya.

Dalam keadaan terdesak, ia lalu kembali bermain-main dengan
sepeda pancalnya. Karena memang nafasnya selalu berbau rekayasa
mesin, dia pun memasang motor kecil pada sepeda itu. Siapa sangka,
sepeda motor-- cikal bakal lahirnya mobil Honda -- itu diminati oleh
para tetangga. Jadilah dia memproduksi sepeda bermotor itu. Para
tetangga dan kerabatnya berbondong-bondong memesan, sehingga Honda
kehabisan stok. Lalu Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak
itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut
mobilnya, menjadi raja jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Semasa hidup Honda selalu menyatakan, jangan dulu melihat
keberhasilanya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah
kegagalan-kegagalan yang dialaminya. ''ORANG MELIHAT KESUKSESAN SAYA
HANYA SATU PERSEN. TAPI, MEREKA TIDAK MELIHAT 99 PERSEN KEGAGALAN
SAYA,'' tuturnya. Ia memberikan petuah, ''KETIKA ANDA MENGALAMI
KEGAGALAN, MAKA SEGERALAH MULAI KEMBALI BERMIMPI. DAN MIMPIKANLAH
MIMPI BARU.'' Jelas kisah Honda ini merupakan contoh, bahwa sukses
itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di
sekolah, dan hanya berasal dari keluarga miskin.

--
Secercah Harapan di Tengah Krisis


.Apakah Anda akan menunggu saja datangnya penghasilan sambil mengharap situasi aman, ataukah akan mengejarnya dan menemukan tempat persembunyiannya di tengah situasi konflik sekalipun.... (diolah dari Intisari Kewiraswastaan)

KATA-KATA terakhir itulah yang dilakukan Lalita Thongngamkam, wanita muda Thailand, saat memulai usaha restoran di negara-negara konflik beberapa tahun silam. "Ketika sebuah negeri mengalami gejolak, saya justru tertarik ke sana," ujar Thongngamkam sebagaimana dikutip harian The Asian Wall Street Journal edisi 9-11 Mei.

DAN berpuluh tahun kemudian, Thongngamkam membuka usaha restoran makanan Thailand di Kabul, ibu kota Afganistan. Terakhir, dia siap-siap membuka cabang di Baghdad, Irak. "Irak mungkin saja menjadi target saya berikutnya, terutama apabila militer Amerika Serikat memberikan wewenang kepada PBB untuk mengatur dan membangun kembali negeri itu," ujarnya di Kabul.

Thongngamkam berada di sebuah negeri yang bergejolak sejalan dengan kehadiran badan PBB di sana. Kehadiran pasukan dan pejabat PBB, pekerja sosial, kontraktor bangunan dan sarana umum, merupakan peluang yang sangat besar bagi usaha jasa makanan. Karenanya, restoran Thailand milik Thongngamkam ini ada di Kamboja, Somalia, Rwanda, Timor Timur, Kosovo dan kini Afganistan.

Dalam bobot yang lain beberapa anak muda Indonesia juga ada yang berbuat "nekat" seperti Lalita. Mereka tetap gigih berusaha atau mempertahankan aktivitas bisnisnya di tengah situasi perekonomian Indonesia yang tertatih-tatih. Sebut saja Sony Sugema (38), pemilik PT Quantum Global (Q-College), PT Sony Sugema Eduka, Sony Sugema College (SSC), dan Ketua Yayasan Tunas Informatika, yang membawahi Sekolah Tinggi Teknologi Informatika Sony Sugema.

Bidang yang digelutinya pendidikan terutama bimbingan belajar. Khusus SSC hingga kini sudah memiliki 46 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah siswa SSC mencapai 25.000 orang, dengan staf pengajar seluruhnya 600 orang.

Atau Diono Nuryadin (40), Vice President PT JAS, perusahaan yang antara lain bergerak di bidang servis cargo ke penerbangan asing. Ia juga mengendalikan keuangan kelompok usaha Bimantara, di mana ia menjabat direktur keuangan. Selain itu Hotasi Nababan (38), Direktur Utama Perusahaan Penerbangan Merpati, Pramono Anung (40), pengusaha sekaligus pemilik lima perusahaan pertambangan yang juga Wakil Sekjen PDI Perjuangan, serta Arif Yunara (27), pemilik bengkel motor di Bandung yang mengerjakan sejumlah montir.

Aktivitas bisnis anak-anak muda itu tetap eksis walaupun awan gelap krisis masih menyelimuti republik ini. Bagai secercah titik terang di tengah kegalauan bangsa, mereka berupaya tampil ke depan memimpin usaha, mempertahankan, atau menjalankan roda perusahaan sekaligus menghidupi banyak orang. Terlepas dari perusahaan itu warisan atau dibangun sendiri, paling tidak mereka masih memancarkan sinar yang lain di tengah keredupan ekonomi republik ini.

Mungkin masih banyak kegiatan usaha anak-anak muda lain yang tidak terliput. Akan tetapi, kalau mengamati semaraknya aktivitas mereka, sepertinya tidak terasa bahwa mereka berada di dalam situasi krisis. Apakah itu merupakan tanda-tanda membaiknya perekonomian?

Pembangunan fisik di DKI Jakarta, sekadar menyebut sebuah contoh, mulai menggebu. Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang dulu suka dipelesetkan sebagai jalan ora rampung-rampung, mulai dikerjakan. Belasan flyover, underpass dan jalan akses di Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Cibubur sedang giat dirampungkan. Sejumlah bangkai bangunan setengah jadi dilanjutkan. Beberapa mega proyek properti juga tengah dikerjakan.

Tentu sangat berlebihan jika disebutkan bahwa pembangunan JORR, jalan layang, terowongan, dibangunnya kembali banyak kompleks perumahan dan gedung-gedung pencakar langit langsung disebutkan sebagai indikasi berhentinya krisis ekonomi.

Akan tetapi, pembangunan berbagai proyek properti dan infrastruktur tersebut bisa disebutkan sebagai sinyal paling awal bagi perbaikan ekonomi nasional. Sebab, menurut pengalaman, properti yang selalu paling awal memberi sinyal bagi kejatuhan perekonomian sebuah negara dan properti pula yang paling cepat memberi sinyal kebangkitan perekonomian. Jadi, bisalah, berbagai pembangunan fisik itu sebagai sinyal awal menyehatnya perekonomian nasional.

Indikator lain yang bisa menjadi parameter mulai membaiknya perekonomian ialah perkembangan sektor ritel yang amat cepat. Mal-mal, pusat-pusat perbelanjaan modern, ruko, perumahan berbagai tipe, apartemen, dibangun di mana-mana. Selain di Jakarta, tampak pula di Bandung, Makassar, Medan, dan terutama Surabaya.

SINYAL-sinyal itulah yang ditangkap Arif. Setelah empat bulan bekerja di sebuah perusahaan asing, Agustus 2001 dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Ia berani beresiko meninggalkan pekerjaan di luar negeri yang dari sisi ekonomi sebenarnya cukup menjanjikan. Seperti kata Aristoteles, filsuf Yunani, anak muda selalu berpikir bahwa mereka tahu segala sesuatu dan yakin pada pernyataannya.

Dengan modal awal 95 juta rupiah, Arif membuka bengkel di Jalan Dipatiukur Bandung, Oktober 2001. Selama enam bulan, Arif banyak belajar dari bengkel-bengkel lain. Selain bertukar pikiran, Arif pun banyak menelepon bengkel lain untuk mengetahui tarif jasa dan harga onderdil motor.

Setelah berjalan satu setengah tahun, Arif kini bahkan telah mampu membuka satu bengkel lagi. Bengkelnya yang satu lagi terletak di Jalan Pahlawan, Bandung. Pegawainya pun akan bertambah satu lagi menjadi enam orang.

Bengkelnya pun banyak didatangi pengunjung. Setiap hari antara 20 sampai 30 orang pelanggan datang ke bengkelnya. Tidak semua yang datang bertujuan untuk memperbaiki kerusakan motornya, ada juga yang membeli onderdil atau sekadar mengobrol dengan montir di bengkel tersebut. Arif tidak pernah melarangnya.

Dia bahkan membiarkan pemilik motor belajar memperbaiki motornya sendiri dan memberikan tips-tips kecil yang berguna bagi pemilik motor. Selain itu, Arif pun memberikan garansi bagi pemilik motor. Apabila motor yang telah diperbaiki di bengkelnya ternyata masih kurang memuaskan, Arif bersedia memperbaiki kerusakannya tanpa dipungut biaya lagi.

Omzet untuk satu bengkel Arif per minggu berkisar antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Untuk gaji karyawan di satu bengkelnya, per minggu Arif menghabiskan dana Rp 1 juta. Dengan demikian, dia masih mampu beroleh keuntungan antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta setiap minggunya.

Penghasilan sebesar itu, kata Arif, sangat jauh dibandingkan ketika dia masih bekerja di perusahaan multinasional. "Gaji saya sebulan setara dengan gaji pokok direktur Bursa Efek Jakarta," kata Arif. Kendati bekerja di perusahaan multinasional dengan gaji tinggi dan sempat dikirim ke Malaysia, Cina, dan Amerika Serikat (AS), Arif mengaku belum menemukan kecocokan.

Sekarang, aku Arif, dirinya menemukan kepuasan tersendiri. Selain dapat membagi rezeki yang dia punya dengan orang lain, dia pun dapat bergaul dengan banyak orang dari banyak kalangan.

Kunci sukses Arif terletak pada keseriusan, kegigihan, dan kemauannya untuk belajar. Arif tidak pernah malu untuk bertanya dan bahkan dia mengaku memiliki komunitas tersendiri. Seluruh anggota komunitasnya merupakan anak-anak muda yang memiliki usaha sendiri.

Sebenarnya, kata Arif, banyak anak-anak muda seperti dirinya yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk berwirausaha. Sayangnya, mereka umumnya kesulitan dalam menentukan usaha apa yang akan mereka buat.

"Umumnya mereka bingung, apa yang harus mereka kerjakan pertama kali," kata Arif. Karena itu, Arif menganjurkan agar setiap kampus dan lembaga pemerintahan memiliki inkubator bisnis. Di tempat ini, kata Arif, para pelaku usaha yang baru akan diberikan informasi mengenai apa dan bagaimana usaha yang akan mereka jalankan.

"Di inkubator, mereka dapat memperoleh informasi yang selama ini mereka cari," kata Arif, yang juga salah satu pencetus konsep di inkubator bisnis ITB. Sejauh ini, sudah sembilan puluh perusahaan yang lahir dari rahim inkubator bisnis ITB. Usahanya umumnya berskala mikro atau memiliki omzet antara 0 hingga Rp 9 juta per bulan.

Di negara maju, kata Arif, inkubator bisnis semacam ini sudah banyak dibentuk dan cukup berhasil. Hal ini antara lain disebabkan kesadaran pemerintah di negara maju untuk mengembangkan industri kecil dan menengah cukup tinggi. Apalagi, 90 persen kontribusi pendapatan suatu negara sebenarnya berasal dari industri kecil dan menengah.

"Pemerintah seharusnya memberi perhatian khusus kepada industri ini karena memiliki potensi yang besar," kata Arif yang menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan kampus. Lulusan Teknik Fisika ITB tahun 2000 ini sejak kuliah aktif berorganisasi di lingkungan kampus. Minatnya yang besar di bidang sumber daya manusia membuatnya sering diminta membidangi penelitian dan pengembangan yang banyak berhubungan dengan sumber daya manusia.

Hingga kini, ia aktif di Perhimpunan Studi Ilmu Kemasyarakatan (PSIK). Beberapa kali menjadi koordinator di berbagai acara kampus sampai akhirnya dipilih sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Keluarga Mahasiswa (KM) ITB.

SONY Sugema mengaku mengawali karirnya sebagai "pengusaha" bimbingan belajar ketika duduk di kelas dua SMU Negeri 3 Bandung saat berusia 15 tahun. Ketika itu, ayahnya meninggal dunia sehingga Sony harus bekerja untuk menghidupi ibu dan keempat adiknya. Ia lalu memberi les privat kepada teman-teman sekelasnya.


"Soalnya saya nggak tahu harus ke mana nyari orang yang mau les privat. Saya tawarin ke teman-teman, mau nggak lima ribu sebulan. Ternyata beberapa teman saya mau," kata Sony. Dia memang dipercaya teman-temannya untuk mengajar, mengingat otaknya yang cerdas.

Setelah mengajar teman-temannya di SMU, Sony mengaku ketagihan mengajar dan merasa tertarik dengan dunia pendidikan. "Awalnya saya tertarik, ngajar itu kok enak. Terus, tiap minggu di SMU 3 ada try out dan pembahasan, itu gratis. Itulah awal mula saya terjun ke dunia bimbingan belajar," ujar Sony.

Tahun 1982, Sony lulus tes masuk ke Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Teknik Sipil. Ketika dia masih tingkat satu, Sony memutuskan untuk menikah. Saat itu istrinya kuliah di jurusan Biologi ITB dan berumur sekitar tiga tahun lebih tua.

Setelah menikah, Sony merasa tanggungannya semakin banyak. Akhirnya, untuk menambah penghasilan, dia memutuskan untuk menjadi guru di SMU Angkasa Bandung. Ketika itu Sony mengajar pelajaran matematika, fisika, dan kimia untuk siswa kelas satu, dua, dan tiga.

"Setelah itu, saya bekerja sebagai pengajar di beberapa bimbingan belajar. Baru pada tahun 1990 saya memutuskan untuk membuka bimbingan belajar sendiri," kata Sony.

Cikal bakal Sony Sugema College (SSC) ini awalnya terletak di Jalan Dipatiukur. Modal awal pendirian bimbel ini hanya Rp 1,5 juta, yang diperoleh Sony dari pembayaran royalti buku-bukunya. Sony Sugema memang pernah menulis buku tentang pembahasan soal-soal UMPTN yang setiap tahun selalu diperbaharui.

Awalnya murid bimbingan belajar ini hanya 140 orang dan Sony satu-satunya pengajar. Uang sebesar Rp 1,5 juta itu, kata Sony, digunakannya untuk menyewa ruangan tempat belajar sebesar Rp 750.000 dan sisanya untuk membayar gaji karyawan. Bimbingan belajar ini awalnya hanya mengkhususkan diri sebagai bimbingan belajar intensif untuk menghadapi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN).

Lama kelamaan, Sony merasa bahwa dirinya lambat laun tidak bisa menikmati hasil jerih payahnya karena terlalu sibuk bekerja sebagai pengajar tunggal. Akhirnya, dia memutuskan untuk meminta teman-temannya dari ITB, UNPAD, dan IKIP (sekarang UPI) untuk membantunya mengajar di bimbingan belajar tersebut.

Tahun 1991, dia membuka cabang di Jakarta disusul cabang-cabang di seluruh Indonesia. Lembaga bimbingan belajar ini berhasil meluluskan 618 orang siswanya ke ITB. Jumlah ini, kata Sony, menunjukkan hampir separuh mahasiswa ITB merupakan lulusan SSC.

Ketika ditanya apa yang membedakan SSC dengan bimbingan belajar lain, Sony mengaku dia menerapkan dua sistem pengajaran. Sistem yang pertama, kata Sony, dia menciptakan sistem penyelesaian soal dengan cepat yang diklaim sebagai the fastest solution.

Fastest solution, kata Sony, adalah cara belajar agar pelajaran lebih mudah dipahami oleh siswa. Apabila siswa mudah memahami pelajaran, siswa akan lebih bersemangat untuk belajar.

Selain fastest solution, Sony juga memiliki metode lain, yaitu learning is fun. Dengan metode ini, kata Sony, siswa akan lebih bergairah dan bersemangat dalam mempelajari pelajaran-pelajaran yang selama ini dianggap menakutkan seperti matematika dan fisika.

"Sebelumnya banyak siswa yang geuleuh (tidak suka) sama matematika. Sekarang, dengan metode ini, kita membuat anak mencintai matematika," kata Sony.

Dengan kedua metode pengajaran tersebut, mau tidak mau pengajar yang berminat untuk menjadi guru SSC harus memenuhi sejumlah kriteria. Di antaranya, selain menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, pengajar juga tidak boleh terlalu serius dan dapat diterima oleh siswa.

Sebelum menjadi pengajar pun, kata Sony, mereka harus melewati beberapa tes. Ujian yang pertama adalah tes tertulis untuk mengetahui seberapa jauh calon pengajar menguasai materi pelajaran yang diajarkan. Setelah itu, mereka diharuskan melakukan simulasi mengajar di depan guru-guru SSC. Setelah magang selama tiga bulan, barulah calon pengajar tersebut diangkat menjadi pengajar tetap.

Gaji yang diterima para pengajar cukup memadai, berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 50.000 setiap jam mengajar. "Kita kan harus memperhatikan kesejahteraan guru-guru," kata Sony.

Selain berkat doa dan kasih sayang ibu, Sony mengaku salah satu kunci kesuksesannya yang lain adalah dia berani untuk gagal. Kelemahan yang terdapat pada sebagian besar anak muda, kata Sony, adalah karena sebagian besar dari mereka takut gagal. Padahal, kata Sony, dengan kegagalan kita bisa belajar banyak

"Perusahaan besar saja pernah gagal. Namun, umumnya orang tidak pernah melihat kegagalan sebelum kesuksesan yang mereka raih sekarang," kata Sony. Dia juga menilai anak muda sekarang umumnya tidak mau bersakit-sakit dalam memulai suatu usaha.

Sony memang berhasil mengembangkan bisnisnya-yang semuanya masih di bidang pendidikan-hingga menjadi empat perusahaan.

Tidak heran jika dia menerima penghargaan dari ITB sebagai Penghargaan Alumni ITB Berprestasi tahun 2002 dalam bidang industri. Sebelumnya, Sony memperoleh penghargaan Citra Top Executive Indonesia tahun 1997 dan 50 Enterprise Semangat Wirausaha Indonesia dari majalah SWA dan Accenture.

Serius dan berkemauan keras memang salah satu falsafah hidupnya. Hasilnya, dia sukses pada usia muda. Pepatah mengatakan, di mana ada kemauan di situ ada jalan. (B11/dmu)

--

Pasti semua sudah tahu kan 7 dosa besar, bahasa kerennya adalah 7 DEADLY SINS. 7 dosa ini adalah :

1. Kebanggan atau Pride (superbia)
2. Rakus harta atau Greed (avaritia)
3. Nafsu seks yang berlebihan atau lust (luxuria)
4. Iri hati atau Envy (invidia)
5. Rakus makan/berlebihan dalam makan atau Gluttony (Gula atau gullia)
6. Marah atau Wrath (ira)
7. Kemalasan atau Sloth(acedia)

nah disini TS mau share, siapa saja iblis-iblis yang bertanggung jawab terhadap 7 dosa ini. here we go !

1. Lucifer (Pride)
Quote:
Originally Posted by lucifer
Spoiler for lucifer:





Dalam bahasa Latin, kata "Lucifer" yang berarti "Pembawa Cahaya" (dari lux, lucis, "cahaya", dan "ferre", "membawa"), adalah sebuah nama untuk "Bintang Fajar" (planet Venus ketika muncul pada dini hari).
Lucifer menurut kisah-kisah dulunya adalah malaikat namun akhirnya diturunkan ke bumi karena menentang Tuhan, yang ketika itu mulai menciptakan Adam (sudah pada tahu kan, dalam kitab2, dia digambarkan sebagai Iblis yang menentang sehingga dihukum selamanya).
Nah , Kebanggaan yang melahirkan kesombongan inilah yang akhirnya Lucifer "didapuk" menjadi penanggung jawab untuk meyebarkan dosa ini. =)

2. Mammon (Greed)
Quote:
Spoiler for mammon:



Mammon adalah iblis keserakahan, kekayaan dan ketidakadilan. Orang-orang yang menyembah Mammon yang setara dengan orang-orang rakus pada uang. Nah gambar diatas memperlihatkan Mammon sedang menahan uang/harta di pangkuannya (itu artinya pelit) dan menginjak kepala seseorang (itu bisa diartikan menginjak penyembahnya atau bisa pula sedang menginjak orang lain untuk kekayaannya).

3. Asmodeus (Lust)

Quote:
Spoiler for Asmodeus:



Asmodeus adalah setan nafsu dan karena itu bertanggung jawab untuk memutar hasrat seksual orang. Dikatakan bahwa orang yang jatuh ke cara Asmodeus akan dihukum selamanya di neraka tingkat kedua.
Dia membawahi tujuh puluh dua pasukan setan di bawah komandonya. Dia adalah salah satu raja neraka di bawah Lucifer.
Dia digambarkan muncul dengan tiga kepala, yang pertama adalah seperti banteng , yang kedua seperti laki-laki dengan mahkota, dan yang ketiga seperti domba jantan. Dia memiliki ekor ular , dan dari mulutnya mengeluarkan api. Selain itu, ia duduk di atas sebuah neraka naga , memegang tombak.
so, hati2 bagi penggemar BB+13 s.d BB+50 di kaskus.hehehe...

4. Leviathan (Envy)
Quote:
Spoiler for Leviathan:




Leviathan adalah salah satu dari tujuh pangeran dari neraka dan pintu neraka ada di mulutnya (Hellmouth ). Leviathan identik dengan rakasa laut besar. Leviathan adalah salah satu setan yang dikatakan untuk menggoda laki-laki dalam melakukan penghujatan. Penghujatan ini bisa diartikan karena alasan dendam yang timbul karena iri atau dengki dengan sesuatu hal.

5. Beelzebub (Gluttony)
Quote:
Spoiler for Beelzebub:




Beelzebub, adalah nama dari salah satu dari tujuh raja neraka dan digambarkan sebagai dewa lalat. Dia mengajak seseorang untuk makan banyak, mahal, rakus, dan pilih-pilih makanan. Dosa ini kelihatan kecil, karena hanya masalah makan, tetapi menjadi dosa yang besar ternyata.

6. Satan/Amon (Wrath)
Quote:
Spoiler for Satan/Amon:



Wah, kalau ini pasti semua sudah tahu, jadi TS kasih penjelasan singkat ya.
Dia adalah perwujudan dari antagonisme yang berasal dari agama-agama Abrahamik. Dia memunculkan kemarahan yang akhirnya bersifat detruktif dan menimbulkan dosa. Contoh dari akibat dari dosa ini adalah membunuh (bisa juga membunuh orang lain buat pemujaan).
Namun, yang paling berat dari dosa ini adalah bunuh diri.

7. Belphegor (Sloth)
Quote:
Spoiler for Belphegor:



Belphegor digambarkan dalam dua model berbeda: sebagai seorang wanita muda yang cantik ketika di dunia atau sebagai iblis berjenggot mengerikan dengan tanduk dan kuku yang tajam.
Dia sering dikatakan juga sebagai iblis kekayaan yang didapat dengan licik. Dia mendorong seseorang untuk mendapatkan kekayaan dengan cara mudah dan jika perlu dengan menipu. Sebagai contoh adalah korupsi. Nah, setelah kaya maka waktunya untuk bermalas-malasan tanpa bekerja. Kemalasan, bagi kita biasanya bisa menjadi sebuah kebiasaan. contoh paling mudah adalah menunda pekerjaan dan terus mencari pekerjaan yang mudah dengan hasil yang besar.
so, hati-hati dengan akibat dari pasif income (supaya bisa malas2an) atau hal-hal yang berbau money game ya agan2.
sumber : cuma ane rangkum dari ngubek2 wikipedia.
dan berdasarkan komen2 di bawah ternyata iblis2 ini banyak dipakai di komik dan game ya..

haha, keren gan. tapi tetep aja yang bertanggung jawab ama dosa manusia bukan setan yang menggoda, tapi manusia sendiri yang kenapa tidak bisa tahan godaan..

--

9 Bagian Tubuh Manusia Yang Tidak Diketahui Fungsinya

1.Pilica Semilunaris atau kelopak mata ketiga:

Spoiler for image 1:



Pilica Semilunaris atau kelopak mata ketiga Banyak diantara kita yang tidak tahu kalau kita punya kelopak mata ketiga...memang tidak banyak yang tahu karena memang tidak berguna. Ia terletak diujung mata dekat saluran air mata. Banyak ahli berpendapat bahwa ia merupakan sisa dari bagian yang disebut nictitating membrane

2.Bulu:

Spoiler for image 2:


Dulu 3 juta tahun yang lalu, tubuh kita memang dipenuhi dengan bulu tubuh...namun seiring dengan waktu...bulu –bulu tubuh itu berkurang namun masih bersisa... ada yang tahu gunanya?

3.Sinus:

Spoiler for image 3:


Para ilmuwan belum tahu apa sih guna sinus sebenarnya... malah sering menjadi sumber penyakit

4.Adenoids:

Spoiler for image 4:


Adenoids adalah kelenjar getah bening yang letaknya tinggi di bagian belakang tenggorokan. Mereka dapat menjadi membesar akibat dari infeksi telinga yang berulang dan dapat mempengaruhi tabung Eustachian yang menghubungkan telinga tengah dan bagian belakang hidung. Sebuah adenoidectomy (penghapusan adenoide) dapat membantu anak-anak dengan infeksi telinga berulang. Jadi gunanya adalah sebagai bagian yang membesar saja ?!?!

5.Amandel:

Spoiler for image 5:


Amandel Adalah bagian yang rentan terhadap pembengkakan dan infeksi... gunanya... ga ada, karena kalau membengkak parah.. akan diambil oleh dokter THT, dan kita baik-baik saja tanpanya.

6.Tulang Ekor:

Spoiler for image 6:


Para ilmuwan tidak dapat menentukan guna dari tulang ekor ini.. di nyatakan ini merupakan bagian yang tersisa dari evolusi kita, dimana kita dulunya punya ekor

7.Erector Pili:

Spoiler for image 7:


Erector pili merupakan otot pada yang dapat membuat bulu tubuh kita berdiri (seperti saat kita merinding, bulu kuduk kita berdiri) itu mungkin berguna bagi kucing... tapi bagi kita?

8.Wisdom Tooth atau di Indonesia dikenal sebagai gigi geraham bungsu:

Spoiler for image 8:
]


Wisdom Tooth atau di Indonesia dikenal sebagai gigi geraham bungsu. Gigi ini tumbuh biasanya antara rentang umur 17 – 25 tahun (itu kenapa dinamakan wisdom tooth, karena diumur itu biasanya orang mulai mendapat wisdom/kebijaksanaan) nah pada saat tumbuh, biasanya menyebabkan sakit yang luar biasa.. dan kita minta ke drg. Untuk dicabut. Setelah dicabut, makan kita biasa saja... ga ada yang berubah..artinya gigi itu ga berguna

9.Appendix:

Spoiler for image 9:


Appendix atau usus buntu... ini juga dirasa tidak berguna selain sebagai calon sumber penyakit, yang setelah diangkat, kita tidak akan merasa kehilangan

--

Jangan Ada yang Miskin Di Atas Gundukan Gunung Emas
Minggu, 22 November 2009 08:13 Administrator
E-mail Cetak PDF

Oleh Isdiyanto

Jangan ada yang miskin di atas gundukan gunung emas. Kalimat ini kami cuplik dari percakapan ringan kami bersama salah satu staf ActionCoach di Jakarta beberapa waktu lalu. Percakapan itu bermula ketika kami mendiskusikan tentang geliat kewirausahaan di Indonesia yang semakin tumbuh subur, dan memberikan harapan untuk makmur sebagai bekal bangsa ini untuk sejahtera.

Kini geliat kewirausahaan tidak lagi didominasi suku tertentu, atau sekelompok orang tertentu, jaringan bisnis tertentu, atau keturunan trah tertentu, seperti yang terjadi di tahun 80an. Kewirausahaan telah menjadi gerakan nasional, dan menjadi pilihan yang tepat bagi bangsa ini untuk menuju bangsa yang sejahtera di masa mendatang.

Seperti yang diungkap teman saya tadi, kita masih terlena dengan banyaknya sumberdaya alam yang menjadi kekayaan bangsa kita, tetapi lupa memberdayakannya secara optimal. Sehingga, ibarat hidup, kita masih tergolong bangsa yang miskin, justru rumah kita berdiri di atas gundukan emas. Kita juga, bahkan, sering merasa kelaparan di lumbung padi yang berdiri di hamparan sawah yang luas. Sebuah paradoks yang sangat sulit bisa dimengerti oleh akal sehat.

Setelah diurai, ternyata kata kuncinya ada di kewirausahaan itu tadi. Semangat kewirausahaan (entrepreneurship spirit) bangsa kita tergolong jauh tertinggal dengan bangsa lain. Lemahnya jiwa kewirausahaan menjadikan bangsa ini tidak berkutik menciptakan nilai tambah dari kekayaan alam yang dimiliki. Alhasil bangsa lain lah yang menikmatinya. Lihat saja fenomenanya ! Lebih banyak mengekspor bahan baku mentah ke negara lain, malas menciptakan inovasi baru dan nilai tambah, serta sebagian besar kehidupan (masyarakatnya) sedang menuju kehidupan yang hedonisme.

Beruntung dalam lima tahun terakhir banyak momentum yang membuat kita sadar bahwa hanya bangsa yang memiliki kewirausahaan tinggi yang akan mampu mengantarkan rakyatnya menuju gerbang kesejahteraan.

Jepang, Korea, China sudah membuktikannya. Negara tetangga terdekat seperti Singapura, juga jadi contoh betapa jiwa kewirausahaan masyarakatnya begitu ditumbuhkan di negeri ini. Karena mereka sadar, tanpa kewirausahaan, sebagai negara, mereka akan mati.

Pertanyaannya, bekal apa yang harus ditumbuhkan agar kita menjadi bangsa yang berkewirausahaan tinggi? Ternyata jawabannya adalah : keberanian kita, bangsa ini, untuk menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang berani dan tidak takut gagal. Takut gagal adalah sifat-sifat bangsa pecundang, dan kesuksesan hanya milik orang-orang yang berani.

Dalam berwirausaha, pendidikan bukanlah hal yang terpenting, tetapi diukur dari keberaniannya bersikap menghadapi segala risiko, jeli menangkap peluang, serta mampu menciptakan nilai tambah. Karena itu, sangat menggembirakan, kini banyak berdiri komunitas kewirausahaan, buku-buku, majalah, acara radio, siaran TV, hingga seminar dan workshop yang rutin diselenggarakan yang membahas kewirausahaan.

Sekolah-sekolah, pPerguruan tinggi akan ditinggalkan siswa dan mahasiswanya jika mengabaikan kewirausahaan sebagai roh yang harus diajarkan. Birokrasi yang tidak memiliki dan menjalankan prinsip-prinsip kewirausahaan, dianggap sebagai birokrasi yang usang, dan harus ditinggalkan.

Bangsa ini harus belajar tentang ketekunan, kesabaran, selalu berfikir optimistis, serta memiliki kemauan yang keras untuk sukses dan maju.

Apa jadinya bangsa ini jika mampu mempercepat menjadi bangsa yang memiliki sikap kewirausahaan yang tinggi? Lima tahun mendatang kita tidak lagi menjadi bangsa miskin, juga tidak ada kelaparan, juga bukan menjadi bangsa congek yang hanya dapat mengekspor TKI.

Anda, bersiaplah menjadi pewirausaha!


-

Pemerintah Harus Berani Menjadi Salesman
Kamis, 19 November 2009 09:14 Administrator
E-mail Cetak PDF

Menjadi Salesman? Bukan hanya perorangan, atau staf pemasaran sebuah perusahaan yang harus berani menjadi salesman. Pemerintah juga harus berani menjadi salesman.

Komitmen Pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat untuk mempromosikan produk ekspor serta produk kreatif dalam menyikapi krisis global, maupun pengembangan ekonomi kreatif patut terus didorong dan didukung, dan hal ini membutuhkan banyak peran-peran salesman.

Menjadi salesman, bukan hanya patut dilakukan oleh pemerintah kita melalui atase dagang yang ada di negara-negara lain, juga patut dilakukan oleh kementerian terkait, seperti Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, Kementerian UKM dan Koperasi, Asosiasi-asosiasi serta penhimpunan bisnis dan juga para komunitas pewirausaha.

Kedutaan Thailand di Jakarta dalam lima tahun terakhir aktif mempromosikan berbagai produk hasil produk dan karya dari bangsa Thailand, seperti aneka makanan, fashion serta produk bisnis lainnya. Mereka bukan saja mempromosikan aneka produk, tetapi juga kekayaan budaya, serta jasa lainnya yang terintegrasi menjadi paket bisnis yang menarik.

Adalah Pompipol Chalermpalaupap, Presiden Asosiasi Wanita Thailand di Indonesia yang gigih mempromosikan berbagai karya dan produk Thailand untuk dikenal dan digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Polly, demikian ia akrab dipanggil, bukan saja seorang istri dari seorang diplomat dari negara Gajah Putih tetapi ia seorang salesman yang siap mempromosikan produk-produk Thailand kepada masyarakat Indonesia.

Malaysia lebih heboh lagi. Melalui forum Malaysia Trade International (Matrade) yang diselenggarakan setiap tahun oleh Pemerintah Malaysia, dan mengundang ribuan pewirausaha dari seluruh dunia untuk datang ke Malaysia.

Mereka ingin menegaskan bahwa negara dan seluruh kekuatan pemerintah menjadi bagian terdepan dalam pengembangan bisnis dan kewirausahaan masyarakat Malaysia.

Mereka, bahkan mendirikan desk khusus, berada di bawah Embassy of Malaysia di Jakarta yang bukan saja mempromosikan produk-produk Malaysia tetapi mengajak pewirausaha Indonesia untuk melakukan investasi, aktivitas bisnis serta berbagai jejaring bisnis lainnya dengan pengusaha Malaysia. Pemerintah Malaysia benar-benar telah menjadi salesman.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Merujuk data Badan Pusat Statistik, yang melansir hasil Sensus Ekonomi Tahun 2006, di sana diungkapkan bahwa masalah terbesar dari belum menggeliatnya bisnis produk-produk pewirausaha Indonesia sebagian besar masih terbatasnya akses pemasaran. Prosentase ini mencapai 24,2 persen dari seluruh kendala dan masalah yang dihadapi oleh pewirausaha Indonesia. Padahal ditilik dari keunikan dan kreatifitas produk, produk-produk asli Indonesia memiliki karakteristik dan keunikan yang tiada duanya di dunia.

Produk-produk seperti sepatu, tas, dan produk kerajinan lainnya, yang dikerjakan secara hand made, merupakan kekuatan tersendiri dari produk-produk Indonesia. Produk-produk tersebut bukan saja karena unik dibuat dengan kreatifitas tinggi, tetapi juga karena ketersediaan bahan baku yang melimpah di negeri sendiri. Sesuatu yang sangat muskil ada di negara lain.

Langkah untuk menjadikan produk-produk para pewirausaha Indonesia dapat berkibar-kibar di dunia internasional dan domestik, selain harus terus mengedukasi para pewirausaha dan pasarnya, melalui peningkatan saluran-saluran pemasaran, semisal memberikan sarana tempat berjualan yang memadai baik secara offline maupun online, menciptakan event-event pemasaran secara terintegrasi, yang melibatkan calon pembeli baik dari dalam maupun luar negeri, semuanya membutuhkan peran pemerintah untuk mau menjadi salesman bagi produk-produk masyarakat dan rakyatnya.


--

Buat Bisnis Apa Hari Ini ?
Jumat, 13 November 2009 03:16
E-mail Cetak PDF

Berbisnislah, niscaya kamu akan sehat. Kalimat diatas bukan kata mutiara. Tetapi pengalaman H Iso Rustandi (72), pebisnis gaek yang dimasa mudanya jatuh bangun membangun usahanya.

Di usia 72 tahun, H Iso masih memiliki daya ingat yang kuat, stamina, serta ketahanan fisik yang membanggakan.

Kepada majalah WK ia mengungkapkan resepnya. “Berbisnislah,” katanya. Dengan berbisnis, ujar H Iso, pikiran menjadi lebih segar, dan aktifitas fisik dengan sendirinya akan berjalan dengan baik.

Berawal dari ungkapan inilah, majalah WK mengajak para pembaca untuk memulai berbisnis. Bisnis apa saja.

Jika hari-hari yang lalu anda belum memiliki persiapan atau ide untuk berbisnis, tetapi usai membaca artikel ini diharapkan ada ide bisnis yang mulai dapat dijalankan.

Untuk memulai bisnis tak tergantung dari usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, atau bahkan dukungan modal. Anda dapat memulainya dari jenis kegiatan bisnis terkecil, dan mencoba menekuninya secara serius.

Melalui kegiatan berbisnis, psikis anda akan terlatih, otot-otot jantung anda akan beradaptasi dengan situasi deg-degan yang setiap hari muncul, serta otak kanan dan otak kiri anda akan bersinergi mencari keseimbangan. Demikian juga otot-otot tubuh akan menyesuaikan dengan kegiatan yang anda lakukan. Prinsipnya, seperti yang dikatakan H Iso, berbisnis akan menjadi seseorang lebih hidup.

Lantas, bisnis apa yang dapat kita creat untuk memulainya? Berikut beberapa segmen bisnis yang dapat anda jalankan untuk memulai berbisnis. Tentu ini bukan anjuran untuk mengikuti bisnis yang sama, tetapi lebih pada sebuah gagasan awal tentang peluang-peluang usaha yang mungkin dapat dijalankan, seperti bisnis makanan dengan membuat usaha semisal

pisang crèmes, ayam goreng, singkong keju, jenis-jenis makanan seperti kebab, batagor, tahu goreng, atau lainnya. atau anda dapat mencari dan membuat ide jenis makanan baru yang belum ada di daerah tersebut.

Anda juga dapat memilih, berjualan dengan gerai kaki lima, atau di kios milik sendiri, atau bahkan menyewa space di depan /halaman supermarket, atau mall-mall yang kini banyak tersedia.

Anda juga dapat membuka bisnis jasa service, seperti service kendaraan bermotor, servis AC, service kompor gas, servis sofa. Bisnis lain bisa juga anda coba, semisal bisnis city courir dan antaran cepat sampai, penyelanggara event, dll.

Di bidang IT, kini semakin banyak jasa yang bisa ditawarkan, mulai dari jasa installing, programming, hingga jasa pekerjaan yang membutuhkan profesionalisme tinggi, seperti menjadi konsultan software, system keamanan kantor, jasa akunting hingga konsultan keuangan. Seorang teknisi AC handal langganan kantor kami, yang memilih menjadi pewirausaha, setiap bulan setidaknya melayani pelanggan, kurang lebih 200 unit AC, dengan ongkos jasa rata-rata Rp40ribu/AC. Jika dihitung, ia sebulan mampu memperoleh penghasilan kotor Rp8juta/bulan, belum dikurangi biaya operasional, dan honor kenek yang membantunya. Pemasukan yang lumayan besar bukan?

Berbisnis menjual produk secara eceran, grosir, atau keagenan juga sangat terbuka lebar. Membuka toko sepatu, membuka toko fashion wanita atau fashion khusus anak-anak, toko asesoris, atau anda memiliki jenis pilihan produk yang akan anda jual?

Barangkali saat ini pemilik toko dapat mengkombinasikan penjualan secara offline maupun secara online, sehingga masyarakat dapat memiliki alternative lebih banyak untuk memutuskan membeli produk di toko anda.

Tentu masih banyak alternative bisnis lain, yang dapat anda pilih salah satu yang tepat bagi bisnis anda.

Berbisnis apa hari ini? Segeralah berbuat, selamat mencoba.

--

Sudalmi, Saudagar Nyentrik
Sabtu, 14 November 2009 22:27
E-mail Cetak PDF

SUDALMI

Batik, kini menemukan momentumnya. Setelah diakui sebagai salah satu kekayaan Indonesia yang perlu dilestarikan dan dilindungi oleh Badan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, batik kini semakin membanggakan.

Semua orang mulai menyukai kembali batik, dan mulai lagi mencintainya. Kenapa ya nggak dari dulu-dulu?

Bicara batik tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan Sudalmi (68). Ibu lima anak ini hampir seluruh hidupnya didedikasikan kepada batik. Bukan sebagai perajin atau pembatik, tetapi sebagai saudagar batik sejak 50 tahun lalu.

Sejak usia remaja, Sudalmi telah bergelut di dunia batik, sebagai karyawan dari seorang juragan batik di Pasar Bringinharjo, Yogyakarta. Dunianya seakan akrab dengan batik, setiap hari. Pegalaman inilah yang mengantarkannya menjadi seorang juragan batik, hingga memiliki 6 kios batik di lokasi yang sama saat ini.

Masa-masa keemasan emas berjualan batik pernah ia lalui. Setelah bisnis konveksi merajalela, dan masyarakat mulai meninggalkan batik, Sudalmi tetap konsisten dan bertahan dengan bisnisnya berjualan batik di Pasar Bringinharjo.

Sepuluh tahun lalu, ketika pasar batik mulai benar-benar melemah, sesekali Sudalmi berekspansi menjual produk-produk batiknya ke Bali. Ia tak segan-segan berhari-hari berjualan batik di Denpasar untuk menjaring pembeli batik dari turis manca negara. Namun peristiwa Bom Bali juga membuyarkan langkah-langkahnya. Ia akhirnya kembali ke Pasar Bringinharjo, dan berharap masyarakat melirik kembali batik.

Berbeda dengan penjual batik lainnya, Sudalmi oleh para penggemar batik tidak hanya sekedar penjual, tetapi ia adalah seorang ‘pakar’ yang memahami seluk beluk batik. Kepada pelanggannya ia juga tidak sekedar menjual ‘kain’ batik, tetapi menjual kebudayaan. Misalnya ia akan menjelaskan asal usul batik, bahan yang digunakan, serta jenis batik.

Bagi anda yang tidak mengerti batik, pasti anda tidak memahami, apakah batik tersebut jenis batik cap atau batik tulis. Di sinilah uniknya membeli batik dari Sudalmi. Kepada para pelanggannya Sudalmi memberi pengetahuan tentang batik.

“Kalau ada kain yang ujung gambarnya lancip dan lurus bisa dipastikan bahwa itu adalah batik cap, sedangkan batik tulis biasanya ujung-unung gambar pada batik tumpul. Demikian juga dengan warna batik. Kalau warnanya sama antara di depan dengan di belakang, berarti itu batik tulis, tetapi kalau warna di depan berbeda dengan di belakang maka dapat dipastikan itu jenis batik cap ,” cetus suami dari almarhum Sudaryono yang juga pengusaha ini.

Karena itulah, harga batik tulis dengan harga batik cap tentu berbeda, karena pengerjaannya juga berbeda.

Soal harga, Sudalmi juga memberikan harga terbaik bagi pelanggannya. Ia memiliki pelanggan bukan hanya di Yogyakarta, tetapi hampir seluruh penggemar batik di seluruh Indonesia.

“Kalau di rumah, ibu juga membuka kios batik yang melayani ibu-ibu hampir dari seluruh Indonesia,” ujar Suryadi (41), salah satu putra Sudalmi yang juga menekuni dunia batik.

Kini ketika batik kembali bersinar, dan semakin banyak yang menggunakan, bisnis Sudalmi kembali bersinar lagi. Setiap ada pameran tentang batik, atau pameran UKM, ia selalu hadir, baik di Jakarta maupun kota-kota lain di Indonesia. Ia juga mengambil stand terbaik, dengan ukuran yang selalu besar. Bukan apa-apa, penggemar batik yang ‘mengerubuti’ Sudalmi selalu membludak.

Dalam menjual batik, Sudalmi juga menyediakan beragam batik dari berbagai daerah, mulai dari batik Yogyakarta, Solo, Semarangan, Cirebon, hingga Pekalongan dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp50ribu hingga mencapai Rp3 juta per potongnya. Kelebihannya berbelanja di Sudalmi, Anda tidak akan tertipu. Kalau kurang puas, anda juga dapat menukar jika bertemu di lain waktu.

Hingga tidak heran jika, dalam satu even pameran, Sudalmi dapat menghabiskan tak kurang dari 20 ball, atau setara dengan 4000 potong batik yang langsung dibawanya dari Yogyakarta. Mau belanja batik, silakan kontak di telepon 08567754491.

--

Batagor, Bakal Jadi Primadona Bisnis Kuliner Masa Depan
Minggu, 06 Desember 2009 05:39 Administrator
E-mail Cetak PDF

Produk-produk kuliner Indonesia, sebagian besar sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Ada Bakso, Mie Ayam, Pempek, hingga ratusan jajanan dan makanan tradisional Nusantara lainnya.

Dan kini makanan tradisional sudah menjadi produk yang sangat layak dijadikan bisnis dan memberi banyak peluang yang sangat menjanjikan.

Salah satu produk makanan tersebut adalah Batagor, akronim dari Bakso Tahu Goreng, yang merupakan makanan inovasi yang berasal dari Tlatah Sunda. Jenis makanan ini banyak terdapat di Bandung, Bogor, dan kawasan lain di Jawa Barat, tetapi kini Batagor sudah merambah dan disukai masyarakat lainnya.

Salah satu yang disukai dari makanan ini adalah cara penyajiannya dan pembuatannya yang mudah serta memiliki rasa dan aroma yang enak. Di Kawasan Bandung, ada seorang pelopor bisnis Batagor yang mulai berjualan sejak tahun 1970an, namanya Isan.



Asal Mula Batagor

Bakso Tahu Goreng (Batagor) mengapa produk ini ada? Ternyata Batagor lahir dari ketidaksengajaan. Saat itu, Isan adalah penjual bakso keliling di seputaran Jalan Kopo, Bandung.

Suatu ketika, bakso yang dijajakan kurang laku. Setiap hari ia memilikirkan mau diapakan bakso, tahu, yang tak terjual ini. Apakah harus dibuang, atau diolah lagi supaya tetap menghasilkan uang.

Ide sederhana untuk menggoreng sisa baso tahu tersebut muncul dan ia lakukan jika dagangannya tersisa. Pada awalnya baso tahu yang digoreng tersebut ia bagikan pada tetangga, namun ternyata para tetangganya sangat menyukainya. Malah ada tetangga yang diminta untuk dibuatkan.

Melihat antusiasme tersebut, Isan mulai mencoba menjajakan baso tahu yang telah digoreng bersama baso tahu yang biasa ia jual. Di luar perkiraannya, ternyata peminatnya banyak, bahkan berdagang bakso tahu yang dogoreng lebih laku dari berjualan bakso saja.

Akhirnya Isan lebih banyak mengembangkan Bakso Tahu yang digoreng, dengan memberikan aroma dan rasa ikan lebih kuat dan lebih banyak, dengan sambal khusus, sehingga masyarakat lebih banyak menyebitnya Batagor, seperti yang kita kenal saat ini.

Sejak saat itu Isan mengalami peningkatan pelanggan. Hingga di awal tahun 80 an ia menyewa sepetak lahan untuk berjualan agar tidak perlu berkeliling kampung lagi.

Baso tahu gorengnya mulai banyak dikenal. Banyak pula yang menirunya, terutama yang berjualan di seputar Bandung. Akibat demam Baso Tahu Goreng yang terjadi saat itu di Bandung, maka kala itu banyak pelanggan yang menyebutnya dengan seputan pendek Batagor.



Mulai Dikenal

Batagor Isan saat itu sangat terkenal, dan mengisnpirasi banyak orang untuk membuat serupa. Sejak tahun 1980 itulah muncul nama-nama besar di dunia per batagoran di Bandung, seperti Batagor Riri, Batagor Abuy, Batagor Kingsley, Batagor Burangrang dll.

Batagor Isan sendiri mengalami booming namun tetap mempertahankan citarasa yang ada dan tetap dibanjiri pelanggan dari berbagai golongan karena harganya yang sangat merakyat hingga saat ini.

Isan yang sangat rendah hati, merekrut banyak kerabatnya untuk membantu menjalankan bisnisnya. Tempat yang ia pakai berpindah-pindah hingga sekarang ia menempati lokasi di Jalan Bojongloa, masih di seputaran daerah Kopo Bandung.

Sudah banyak pegawainya yang sebagian besar merupakan kerabatnya yang ia dorong untuk maju dengan membuka warung Batagor sendiri dan memperbolehkan menggunakan namanya. Karena itu warung Batagor Isan mudah dijumpai karena ada beberapa lokasi diseputaran Bandung diantaranya di daerah Cimahi, Cibaduyut dll. Sedangkan yang tetap ia kelola sendiri manajemennya adalah yang di Jalan Bojongloa dan di Jalan Cikawao.

Semua Warung Batagor Isan memiliki resep yang sama, sehingga rasa maupun harga relatif tidak berbeda, namun tidak dipungkiri beragam inovasi positif dilakukan oleh pemiliknya masing-masing guna menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya.

Disaat Batagor lainnya melaju kencang, Batagor Isan memilih untuk tetap konservatif dalam berbisnis. Hal ini dikarenakan Isan yang sekarang telah menjadi haji, merupakan karakter yang sangat sederhana dan kurang antusias ikut terjun dalam dunia persaingan bisnis yang menurutnya berlebihan.

Batagor Isan tetap disambangi orang banyak dan mampu memberikan penghidupan bagi kerabatnya dirasakannya sebagai anugerah yang tidak akan habis ia syukuri keberadaannya. Sosok Haji Isan yang sekarang berusia 70 tahun masih mewarnai perkembangan bisnisnya, namun kegiatan operasional sehari-hari telah lama ia serahan pada orang-orang kepercayaannya yang muda-muda dan enerjik seperti sosok mas Nano yang ia serahi mengelola yang di Jalan Bojongloa.

Sosok Bapak Batagor ini sekarang tinggal tetirah di kampung halamannya, jauh dari Bandung, untuk menyerahkan hidupnya melayani berbagai kegiatan sosial keagamaan. Jauh dari kesan jumawa bahwa beliau adalah pencipta kuliner yang sekarang telah menjadi salah satu ikon kuliner kota Bandung.

Isan tidak mengira sisa dagangan yang ia olah kembali ternyata lebih enak dan lebih laku dibandingkan bentuk sebelumnya, tidak juga ia berangan jauh bahwa penganan yang ia ciptakan mampu memberikan warna kuliner pada kota yang ia cintai, Bandung.

Itulah momen bersejarah yang terjadi ketika ia menciptakan Batagor. Dan Batagor Bandung sekarang ini telah merambah ke mancanegara. Beberapa toko online telah menjualnya dengan serius seperti www.batagorbandung.com. Sudah saatnya batagor menampilkan diri lebih kedepan dan elegan, ini adalah kekayaan kuliner khas Bandung yang patut di catat dengan garis tegas, sebelum ada pihak lain yang mengakuinya. [Irwan] foto-foto

--

Mendiversifikasi Bisnis
Jumat, 13 November 2009 04:08
E-mail Cetak PDF

Pebisnis, bahkan yang UKM sekalipun, kini semakin lihay dalam meningkatkan kapasitas bisnisnya. Pengetahuan meningkatkan kapasitas bisnis kini semakin mudah diperoleh, melalui seminar, workshop, buku/majalah kewirausahaan, hingga sharing pengalaman dengan sesama pebisnis lainnya.

Para pebisnis biasanya menggunakan berbagai langkah untuk meningkatkan usahanya, misalnya dengan menambah jumlah outlet, meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran, serta memperbesar skala usaha.

Seorang pebisnis resto misalnya, tahun pertama ia hanya membuka satu outlet, namun tahun kedua saat bisnisnya sudah berjalan, dan ingin meningkatkan kapasitas bisnisnya, merubah outlet yang semula kecil menjadi resto besar dengan halaman parkir yang luas, serta memperbanyak outlet, serta. Contoh ini dapat anda lihat pada gerai Steak Abuba, Bakmi Golek, Resto Kepiting Cak Gundul, Restauran Dapur Sunda, Restauran Bumbu Desa, Kebab Turki Baba Rafi, Bakso Cak Eko, Bakso Kuto, Bakso Kepala Sapi, dll. Bisnis lain, seperti Bengkel Motor X-Tra, dan beberapa bisnis laundry juga berawal dari gerai kecil. Terlebih jika pemiliknya memiliki kemampuan mengembangkan bisnisnya melalui system bisnis yang tepat, gerai akan bertambah cepat dalam waktu yang singkat.

Tetapi ada juga pebisnis yang mengembangkan kekayaannya dengan melakukan diversifikasi bisnis. Meskipun jika ditanya kepada pemiliknya ia tak paham dengan istilah diversifikasi bisnis.

“Saya tidak mengetahui maksudnya diversifikasi bisnis. Bagi saya bisnis itu kepandaian mencari peluang,” ujar Merry, produsen Mie Ayam yang mensuplay tak kurang dari 400an pedagang bakmi ayam di Jakarta dan Bekasi.

Merry mungkin benar, tak paham makna diversifikasi bisnis. Karena itu bukanlah hal penting. Yang penting baginya adalah bagaimana ia dapat terus mempertahankan bisnisnya, meningkatkan usahanya dari tahun ke tahun, serta mencari peluang bisnis baru yang dapat menambah penghasilannya.

Berbisnis produk mie basah telah dilakukan Merry bertahun-tahun, karena ia tak mungkin menambah jumlah outlet karena keterbatasan tempat, dan persaingan bisnis, Merry dan Katija, suami istri ini mencoba mengembangkan usahanya dengan cara mendiversifikasi bisnis dengan bisnis lainnya.

Tiga tahun lalu Merry membuka usaha keagenan gas, dan air minum. Selain itu ia juga membuka usaha rumah kost-kostan. Dengan usaha barunya ini, Merry dapat meningkatkan penghasilan setiap bulan, selain dari penghasilan utamanya dari memproduksi mie ayam basah yang mencapai kapasitas 500-700 kg per hari, Merry juga memperoleh pemasukan tambahan dari usaha keagenan, dan kost-kostan.

Seiring dengan usaha utamanya yang tumbuh, usaha baru yang dikembangkan juga jalan.

Dukungan Permodalan dari Perbankan

Semakin berkembangnya sebuah usaha, baik yang dikembangkan secara vertikal maupun horizontal, atau diversifikasi bisnis, ternyata dukungan permodalan berupa kredit dari perbankan sangat dibutuhkan.

“Kalau mengandalkan uang sendiri, muternya usaha kurang cepet,” ujar Merry kepada Majalah Wirausaha dan Keuangan beberapa waktu lalu. Tetapi ada kendala yang selama ini menjadi ganjalannya. Prosedur kredit untuk pengusaha UKM seperti Merry ini masih sulit didapat. Kalaupun ada, syaratnya rumit. Kalaupun bisa, kredit yang diperolehpun relatif sedikit, tidak sebanding dengan dana yang diperlukan.

Merry mengaku, untuk mendukung usahanya ia kadang mendapatkan kredit dari ‘pelepas uang’ yang bunganya cukup tinggi.

Peran perbankan, dan dukungan negara bagi pengusaha seperti Merry, sepertinya layak diterima olehnya. Ia telah berjuang sendiri, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang kini sangat memerlukannya.

--

Kaya Karena Kue
E-mail Cetak PDF

Jika Ingin Eksis, Rasa dan Kualitas Harus Nomor Satu



Berbisnis kue, harus dapat memanjakan para gourmands (pencinta makanan dengan cita rasa khas), karena merekalah yang akan menjadi pemasar ulung dengan mengungkapkan kekhasan rasanya kepada setiap orang yang ditemuinya.

Mereka bisa bilang apa saja tentang kue enak yang disantapnya dan mengatakan hal-hal yang positif tentang produk anda. Tulah hal yang terpenting yang harus diperhatikan.



Soal rasa, meskipun bahan baku pada naik, meskipun bahan-bahan yang diperlukan sedang langka, jangan sekali-kali citarasa produk kue anda berubah. Karena kalau berubah, harus membutuhkan waktu lama lagi bagi anda untuk mengedukasi para gourmands untuk menikmati kue-kue kita.



Bisa Kaya Karena Kue

Mencari bisnis apa yang tepat, yang memiliki peluang sukses lebih besar, memang tidak mudah. Setiap jenis bisnis memiliki relatifitas sendiri-sendiri. Ada orang yang sukses berbisnis katering dan resto, ada yang suka cita berbisnis laundry, menjadi distributor produk sembako, membuka gerai fashion, hingga membuka gerai spa dan bermacam-macam jenis bisnis yang lain, termasuk menekuni bisnis per kue-an.

Para pebisnis sukses sering memberikan beberapa pandangan tentang jenis bisnis yang digeluti oleh seseorang. Katanya, sukses bukan ditentukan oleh jenis bisnisnya tetapi sejauhmana seseorang menggeluti bisnis itu. Maka tidak heran banyak orang yang sukses mendirikan restoran, tetapi juga banyak yang terpuruk karenanya.

Bisnis kue? Huu..tentu sangat menjanjikan. Tentu. Beberapa pebisnis kue yang ditemui Majalah Wirausaha dan Keuangan pun menceritakan bagaimana sukacitanya berbisnis kue yang sudah dilaluinya. Mulai dari pasar yang luas, permintaan yang terus tak pernah putus, hingga kebanjiran order seperti menjelang hari raya, liburan atau tahun baru.

Tips Berbisnis Kue

Mereka, para pebisnis kue yang telah sukses memberikan tips agar bisnis kue yang digeluti tetap maju dan berkembang.

Pertama, konsisten dan terus membangun cita rasa yang enak dan unik. Kedua, menjaga kualitas, meskipun harga bahan baku seringkali fluktuatif karena sering naik. Ketiga, menciptakan packaging dan saluran pemasaran yang tepat.

Ketiga cara itulah yang kini banyak dipraktekkan oleh para pebisnis perkuean yang telah eksis di segala zaman. Seperti yang dituturkan Aris Purwoko, Kordinator Pemasaran PT Mubarokfood Cipta Delicia yang memproduksi Jenang Kudus Mubarok.

Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1910 ini kini mampu menjadi komoditas yang sangat diminati oleh hampir semua orang di Indonesia, bahkan diekspor ke beberapa negara. Bahkan nama kota Kudus turut terkerek ikut tenar dengan hadirnya makanan khas yang dihasilkan oleh para pewirausaha kue dan makanan di daerah tersebut.

Jika ditanya omzet, tentu tak sedikit bisnis aneka kue, baik kue kering maupun kue basah beromzet miliaran. Bahkan bisnis kue telah menjadi industry yang sangat menggiurkan.

Perkembangan bisnis kue di beberapa daerah juga sangat menjanjikan. Di Kota Garut ada Dodol Garut yang melegenda. Di Bandung, yang juga merupakan gudangnya kreasi makanan termasuk aneka kue juga tak kalah hebatnya. Aneka kue brownies lahir dari tangan-tangan terampil masyarakat di kota bunga ini.

Jika menjelang lebaran seperti saat ini, aneka browring (brownies kering) dengan aneka rasa seperti lapis keju, coklat meses, blonde atau chococip yang dikemas dalam toples-toples plastik yang enteng untuk dibawa sebagai oleh-oleh merupakan produk yang laris manis saat ini.

Jika dahulu bisnis kue hanyalah merupakan bisnis sambilan, kini orang sudah mulai menyadari bahwa bisnis kue adalah peluang bisnis besar yang sangat menggiurkan dengan omzet miliaran rupiah. Apalagi bisnis kue juga selalu memerlukan teknologi dan inovasi dalam berbagai penyajian dan cara pemasaran.


--

Jatuh Bangun di Bisnis Besi Tua Kini Jadi Kontraktor dan Peternak Property
E-mail Cetak PDF

H. ACHMAD MAIDI

Memilih menjadi pewirausaha bagi orang-orang yang tak mengenyam pendidikan formal tinggi adalah keniscayaan. Dengan pendidikan formal rendah, cita-cita apa yang dapat diraih selain menjadi pewirausaha? Menjadi pejabat tak mungkin. Menjadi pegawai dengan pangkat tinggi juga mustahil. Lantas?

Pendidikan formal rendah, bukan berarti tak memiliki harapan dan cita-cita. Karena itu, meski tak sempat sekolah, namun nara sumber majalah WK yang hadir dalam rubrik cover story kali ini selalu bersemangat untuk terus giat belajar. Belajar bisnis dari siapa saja yang ia ditemui, termasuk memungut berbagai pengalaman di lapangan yang terjadi sehari-hari.

Saat wawancara dilakukan, ia baru saja menyelesaikan kursus privat berbicara bahasa inggris dari seorang guru privat di salah satu rumahnya yang megah, di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

“Saya ingin kalau bertemu mitra bisnis saya dari Malaysia atau Singapura dapat mengerti dan berbicara bahasa inggris dengan baik,” ujar H Achmad Maidi (45), pebisnis besi tua, yang kini merambah menjadi kontraktor dan pebisnis property.



Kekuatan Cita-Cita

Sejak kecil Achmad Maidi ditempa untuk hidup mandiri. Pendidikan formal yang hanya tamat tsanawiyah (setara SD) tak menghalanginya untuk meraih keinginan untuk sukses, dan menggapai cita-citanya.

“Saya berfikir, mana mungkin orang kecil seperti saya bisa hidup enak kalau tidak jadi pengusaha. Karena itu, semenjak saya dapat mencari uang sendiri saya memutuskan bekerja mandiri,” ujarnya.

Menurut H Achmad Maidi, menjadi pewirausaha, meskipun kecil masih lebih menyenangkan. Selain tantangannya banyak, ia tahu syarat menjadi pewirausaha tak perlu harus pendidikan formal tinggi-tinggi. Lingkungan keluarganya, yang juga sebagian besar juga adalah pewirausaha menjadikan ia memiliki prinsip, suatu saat, kelak ia ingin juga menjadi seorang pebisnis hebat.

Namun ia mengetahui bahwa menjadi pewirausaha tidaklah semudah membalik tangan. Harus mau belajar dari bawah. Mau berpeluh dan sengsara. Mau merajut nasib dari nol, mau berakit-rakit ke hulu, dan mengetahui risikonya.

Risiko terburuk sebagai seorang pewirausaha adalah bisa saja bisnis yang dirajut bertahun-tahun gagal, dan mengalami kebangkrutan. Namun risiko yang lain, menjadi pewirausaha selalu memiliki harapan, harapan untuk hidup lebih baik.

Pengalaman itu benar-benar dilalui H. Achmad Maidi. Pria asli Madura, kelahiran Surabaya ini pernah jaya berbisnis besi bekas, tetapi ia juga pernah terpuruk dengan produk yang sama. Tahun 2000 lalu adalah masa suram bagi bisnisnya. Di saat usaha jual beli besi tua yang dirintis mulai tumbuh dan berkembang, krisis ekonomi yang terjadi tahun 1998 hingga tahun 1999 lalu menyeret usahanya ke jurang kebangkrutan.

“Saat itu usaha saya terlilit utang. Saya memperoleh pinjaman dalam bentuk mata uang dollar Amerika, sedangkan nilai tukar mata uang dollar terhadap rupiah melejit tak terkendali. Rumah, mobil yang saya miliki pun dijual untuk melunasi hutang, sementara usaha sedang lesu-lesunya.” Paparnya.

Bagi suami dari Hj Saimah Sunarti ini, bangkrut tak membuatnya putus asa. Justru ia belajar, bagaimana membangun usaha secara benar dan mengendalikan hutang-hutangnya. Ia pun mulai merintis lagi usahanya, menyambung relasi-relasi bisnisnya.

Sebulan, dua bulan, dan beberapa bulan berikutnya usahanya mulai menggeliat setelah berbagai kesulitan menerpanya. Order-order pembelian, permintaan pemborongan pembelian besi tua mulai banyak ia dapatkan. Ia bahkan pernah membeli kapal-kapal tua dari Singapura untuk ditarik ke Jakarta dan diambil besi tuanya. Bahkan, ia juga pernah memborong pembelian besi tua dari proyek renovasi bangunan dari sebuah proyek besar dengan ribuan ton besi bekas di Jakarta, dengan nilai miliaran rupiah. Aktifitas bisnisnya bukan hanya di Jakarta, ia juga merambah ke kota lain, seperti Medan, Pekanbaru, Palembang, Surabaya, bahkan Makassar.



Dalam Berbisnis Pengalaman Adalah Guru Terbaik

Pengalaman adalah guru terbaik. Berbekal pengalaman kegagalan bisnis yang lalu, H Achmad meretas kembali bisnis yang pernah memberikan kejayaan sebelumnya. Bisnis jual beli dan pengumpul besi tua yang menjadi fokus bisnisnya dikembangkan menjadi jual beli dan pengepul semua logam, mulai dari besi, perunggu, timah, baja, dll. Alasannya, permintaan pasar terhadap produk logam semakin berkembang dan persaingan bisnis pembelian besi bekas semakin ketat.

Untuk meningkatkan nilai tambah dari produk-produknya, selain dijual ke pusat peleburan logam, H Achmad juga memilah-milah logam-logam yang masih dapat dipergunakan untuk berbagai bahan bangunan, mulai dari pembuatan rangka baja, besi tulang untuk bangunan, dan lain sebagainya. Ia juga mengembangkan pembuatan kusen, berbagai cendela rumah, serta menyuplay kebutuhan kayu untuk pembuatan rumah.

Alhasil kegiatan bisnis H Achmad yang berada di Kawasan Jalan Padurenan H Cokong RT11/10 Nomor 4 Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan ini kian bertambah. Nilai jual produknya juga meningkat. Kini, bisnisnya bukan saja menjadi pedagang pengumpul besi tua, tetapi telah menjadi industri penyedia berbagai bahan bangunan, mulai dari besi, baja, untuk penguat bangunan dan rangka bangunan, hingga aneka kusen dan cendela yang mensuplay kontraktor – kontraktor bangunan di seantero Jabodetabek.

Dalam perjalanan bisnisnya, H Achmad mulai tertarik menjadi kontraktor bangunan. Kegiatan bisnis ini dilakukan karena ia sangat mehamami perhitungan bahan baku dan biaya pekerjaan dalam pembangunan sebuah gedung atau bangunan.

“Awalnya saya mencoba memborong pekerjaan pembangunan rumah, beberapa unit saja, tetapi kemudian berkembang menjadi kontraktor pembangunan rumah tingkat, berpuluh-puluh unit di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Alhamdulillah usaha ini juga jodoh,” cetusnya.

Dengan perhitungan yang matang, serta di dukung oleh para karyawannya yang setia, usahanya yang semula hanya jual beli besi tua, kini CV Sumber Rejeki, yang didirikannya menjadi group usaha besar yang menyediakan berbagai bahan bangunan, kontraktor, dan bisnis property cukup dikenal.



Dari Kontraktor ke Bisnis Property

Bisnis adalah perjalanan.

H Achmad Maidi terus mengasah kepiawaiannya berbisnis dengan memegang 3 prinsip dalam menjalani bisnisnya. Yang pertama, jujur bermitra dengan pihak lain, yang kedua, telaten dan bersungguh-sungguh dalam menekuni bisnis, dan ketiga selalu mencari peluang-peluang baru agar bisnis dapat berkembang lebih besar.

Dalam berbisnis ia juga memanfaatkan kredit bank untuk memperbesar usahanya. Mula-mula pinjaman kredit ke bank hanya sebesar Rp50juta pada pada tahun 2004 lalu. Modal ini digunakan untuk menambah modal usaha, dan kredit yang diperoleh terus bertambah setiap tahun. Dalam waktu tak lebih dari 4 tahun, bank telah memberi kepercayaan untuk mendapatkan kredit dari rausan juta, hingga kini senilai miliaran rupiah.

Menurut H Achmad, kunci untuk memperoleh kredit dan kepercayaan dari perbankan adalah kemampuan memiliki asset dengan baik. Asset-asset yang dikumpulkan digunakan selain untuk memperkuat modal usaha, juga dapat digunakan sebagai jaminan kredit jika sewaktu-waktu mengajukan kredit modal ke perbankan.

“Selama berbisnis, keuntungan yang saya peroleh saya gunakan untuk membeli tanah dan property. Tanah saya beli, saya urus sertifikatnya, kemudian saya bangun property dalam bentuk rumah atau ruko. Modal untuk membangun saya pinjam ke bank. Setelah bangunannya jadi, saya tawarkan untuk dijual, begitu seterusnya. Bisnis jual beli rumah, dan bisnis property ini ternyata menggiurkan,” cetusnya.

Langkah bagaimana memanage usahanya, menjadi kontraktor, investasi property ia lakukan sambil berjalan. Artinya, bisnis itu mengalir begitu saja, bersamaan dengan datangnya peluang yang ada. Tidak ada kiat khusus untuk memulainya. Saat ditanya darimana ia belajar bisnis property, ia mengungkapkan bahwa semuanya dilakukan dari yang kecil-kecil, sampai ia mengetahui peluang besar yang ada di bisnis tersebut. Bahkan ia tak menampik jika pengetahuan berbisnis justru berawal dari diskusi dengan orang-orang perbankan.

“Peluang-peluang itu kadang datang dengan sendirinya. Ada orang yang menawarkan tanah, kemudian saya bangun. Uang untuk membangun saya dapatkan dari pinjam ke perbankan. Setelah itu bangunaan dijual, hutangnya dilunasi, itu saja caranya,” ujar ayah tiga anak yang berharap ketiganya kelak semuanya menjadi pewirausaha.

Dalam dua tahun terakhir, H Achmadi, cukup banyak membangun rumah kost ekslusif di Jakarta, dengan jumlah mencapai puluhan rumah kost dengan kisaran sewa per bulan Rp1-1,5juta per bulan. Sebagian biaya dari membangun rumah kost ia dapatkan dari kredit perbankan, dan saat ini uang hasil sewa rumah kost sudah dapat digunakan untuk membayar cicilan kredit bank.

Semudah itu berbisnis?. Tentu mudah bagi mereka yang telah piawai. Andapun akan piawai menjalani bisnis apa saja, jika anda mau memulainya, mau belajar terus menerus dan berani menghadapi risiko yang terjadi.

Jika anda telah mengetahui liku-likunya berbisnis, kelak anda tidak perlu mencari uang, karena uanglah yang akan datang kepada anda. Seperti yang dituturkan H Achmad Maidi kepada WK.

“Kalau dahulu saya bekerja keras untuk mencari uang, sekarang saya melihat uang datang kepada saya,” ujar pengusaha yang gemar berderma ini.

--

Es Selebriti, Berani Beda dari Lainnya
E-mail Cetak PDF


Bisnis Minuman Kini Semakin Banyak Peminatnya

Banyak pebisnis makanan yang dikembangkan secara kemitraan, namun sedikit yang merupakan produk minuman. Namun kini bisnis minuman yang dikembangkan secara kemitraan bertambah, setelah hadirnya Es Selebriti yang diluncurkan sejak Pebruari 2009 lalu.

Menurut owner Es Selebriti, Abdullah Machmud dan Nurriyani, keduanya berasal dari Surabaya ini, Es Selebriti merupakan brand bisnis minuman yang kini menjadi selebriti baru dalam bisnis kuliner, khususnya minuman yang menyegarkan dan menyehatkan.

Soal nama Es Selebriti, para pendiri, seperti yang dituturkan kepada Majalah Wirausaha dan Keuangan beberapa waktu lalu, agar konsumen dapat dengan mudah mengingat dan mengenal produk ini.

Minuman Sehat dan Menyegarkan

Berbeda dengan produk minuman lainnya, Es Selebriti memiliki keunikan dan keunggulan dibandingkan dengan produk lainnya. Bahan-bahan yang digunakan terbuat dari produk berkualitas, yaitu dari sari buah yang berkasiat untuk kesehatan, seperti buah Wintermelon (kundur/ blego), buah Lou Han Kuo, kayu manis, teh pilihan, kopi pilihan, creamer rendah kalori, ataupun campuran sirup dengan racikan unik dan khas untuk menambah variasi rasa.

Luo han kuo adalah tumbuhan merambat yang berasal dari daratan Cina. Tanaman bernama latin memordicae grosvenori swingla ini dibudidayakan seperti anggur. Bentuk buahnya seperti bola, berdiameter 4-6 cm. Buah yang mentah warnanya hijau tua, sedikit mengkilat. Sejak dahulu buahnya dipakai untuk mengobati batuk atau radang tenggorokan. Daunnya digunakan mengobati penyakit kulit, akarnya untuk penyakit cacar, kulitnya ampuh mengobati luka tersayat pisau atau benda tajam lain.

Menurut pemilik merek Es Selebritis, bahan-bahan yang digunakan, seperti buah ini memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan kulit, dapat mencegah diare, meredakan sesak napas, asma, atau gatal karena gigitan serangga. Luo han kuo bergabung dengan makanan lain pada saat penyerapan, dan mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, serta mengandung banyak vitamin, fosfor, zat besi, kalsium, natrium, kalium, magnesium, dan zinc.

Selain bermanfaat bagi kesehatan, Es Selebriti juga dapat menyembuhkan ‘penyakit alami’ masyarakat yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia, yaitu penyakit ‘mudah haus’. Dengan bahan dasar gula murni dan gula rendah kalori, maka minuman Es Selebriti tidak hanya menyehatkan tetapi juga mengobati haus lebih manjur.

Peluang Bisnis

Sebagai bisnis yang memiliki prospek cukup bagus, owner Es Selebritis mengajak para mitra untuk mengembangkan bisnis ini melalui pola kemitraan. Ada 5 pola kemitraan yang dikembangkan oleh Es Selebritis. Pertama, mitra bebas untuk berkreasi melakukan pendekatan personal dengan pelanggan. Kedua, menganggap hal-hal yang kecil semuanya penting agar perkembangan bisnis dapat tumbuh seperti yang diharapkan. Ketiga, selalu menciptakan surprise dan hal-hal yang istimewa bagi pelanggan. Keempat, terbuka terhadap kristik yang membangun dan mau berubah untuk kebaikan perkembangan bisnis Es Selebritis dan Kelima, saling membangun kepercayaan, baik antara mitra dengan owner, maupun pengelola dengan pelanggannya.

--

Bisnis Besar Bisa Lahir dari Ide yang Sederhana
Kamis, 15 Oktober 2009 02:33 Administrator
E-mail Cetak PDF



Dr. GIDEON HUTOMO



Hal terpenting dalam berbisnis adalah menciptakan sistem bisnis. Itulah yang dilakukan Dr Gideon Hartono (46), anak seorang penjual kue moci, kelahiran Yogyakarta 10 Oktober 1963, yang kini hidupnya berubah 180 derajad , dengan mendirikan Apotek K24 dan menciptakan sistem bisnisnya.



Sistem bisnis Apotek K24 yang diciptakannya terbukti mampu menjadi bisnis besar yang membawa perubahan pelayanan pembelian obat lewat apotek oleh masyarakat, dan terbukti berkembang sangat cepat di berbagai daerah di Indonesia.



Bahkan, bisa jadi, seperti yang diharapkan, Apotek K24 tembus berdiri di berbagai kota-kota negara Asean dan Asia dalam waktu-waktu mendatang.

Banyak orang yang menyangsikan bisa terlahir sebuah bisnis dari sebuah daerah, seperti Yogyakarta, yang dapat bersaing ke kencah nasional. Bahkan internasional. Namun kenyataan membuktikan. Bisnis Apotek K24 tumbuh fenomenal, dan layak diakui sebagai salah satu bisnis dengan prospek terbaik saat ini.



Kemampuan Dr Gideon : Jeli dan Fokus

Selama ini banyak orang yang beranggapan bahwa bisnis dengan system bisnis yang handal dan menguntungkan selalu datang dari ibukota, Jakarta . Atau bahkan dari luar negeri. Lihatlah, bagaimana gerai makanan siap saji internasional mampu mengoyak dan memboyong devisa ke negara-negara maju, yang hanya bermodal ‘sistem bisnis’. Padahal semua bahan baku, tenaga kerja, dan pasarnya, semuanya berasal dari domestik. Di mana letak hebatnya? Kehebatan itu ternyata ada pada ‘system bisnis’ yang dibuat.

Kehadiran bisnis waralaba Apotek K24 yang didirikan Dr Gideon Hartono tak lepas dari fenomena itu. Inovasi bisnis Apotek K24, jauh melampaui standar layanan konvensional apotek biasa. Pemberian layanan nonstop 24 jam sehari, yang tidak pernah tutup meskipun hari libur, adalah prinsip-prinsip layanan yang terkait dalam bidang jasa kesehatan yang juga tidak pernah libur, merupakan cara pandang yang jeli terhadap kebutuhan pelanggan. Langkah dan upaya untuk konsistem buka 24 jam sehari, serta fokus membangun brand image secara terus menerus menghasilkan bisnis yang unik dan berbeda, sehingga mudah dikenal oleh masyarakat.

Sejak dini, Dr Gideon, pada Apotek K24, juga membangun suatu kesadaran untuk menjual produk-produk obat yang legal dan menjauhi yang palsu dengan tujuan tumbuh satu kepercayaan yang tinggi pada pelanggan. Sebagai seorang dokter, suami dari Drg Inge Santoso Sp Ort , ini memahami mekanisme dan distribusi obat-obatan, sehingga mengetahui cara mencegah agar Apotek K24 tidak ‘kemasukan’ obat palsu. Salah satu cara yang dilakukan adalah berhubungan langsung dengan distributor obat resmi yang ditunjuk oleh produsen obat-obatan.



Bisnis Besar Bisa Lahir dari Ide yang Sederhana

Kehadiran bisnis waralaba Apotek K24 dalam lima tahun terakhir di Indonesia memberikan pelajaran dua hal. Pertama, ide dan system bisnis bisa terlahir dimana saja, tidak mesti dari Jakarta.

Dari daerah ide-ide bisnis justru sangat potensial tumbuh dan bermunculan bisnis-bisnis baru yang dapat dikembangkan dengan system waralaba.

Pertama, kreatifitas bisnis dapat muncul dan dikembangkan karena adanya tuntutan pelayanan, dinamika masyarakat, serta modernisasi menajemen yang dilakukan secara professional dan tersistem dengan baik.

Apotek K24, awalnya hanyalah ide membuka apotek 24 jam nonstop agar masyarakat dapat memperoleh obat yang diperlukan kapan saja dengan harga yang sama (siang maupun malam). Kini ide bisnis yang sederhana ini telah mengilhami banyak orang untuk membuka usaha jasa yang juga buka 24 jam. Beberapa gerai makanan, Pom Bensin, supermarket, bahkan jasa laundry dan potong rambutpun sudah banyak yang buka 24 jam.

Agar leading dan terus tumbuh, Dr Gideon telah menyiapkan strategi baru untuk maju ke pasar Asia. Oleh banyak kalangan, pasar Asia dengan jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial bagi bisnis apotek dan industry kesehatan lainnya.

Untuk masuk ke pasar Asia, Dr Gideon tidak mau setengah-setengah mempersiapkannya. Ia, setidaknya telah menciptakan system bisnis yang lebih kokoh, dengan menciptakan manajemen operasional yang handal, melatih karyawannya untuk bersiap memasuki pasar yang lebih luas dan besar, menciptakan brand yang kuat dan terintegrasi, jaringan waralaba yang terus dimanage, dan melakukan inovasi bisnis terus menerus.

Di masa mendatang, Dr Gideon berharap, Apotek K24 pada tahun 2010 nanti dapat berkembang mencapai 500 gerai di seantero Indonesia. Apotek K24 diharapkan tidak hanya berdiri di kota-kota besar, tetapi juga kota-kota kecil lainnya.

Selain membangun Apotek K24, Dr Gideon juga sedang menyiapkan bisnis yang lebih spesifik lagi, dan masih terkait dengan bisnis kesehatan., yaitu bisnis Laboratorium Klinik, yang diberi brand HiLab.

Berbeda dengan laboratorium klinik lainnya, yang masih dikelola secara konvensional dan tradisional, HiLab bertumpu kepada teknologi tinggi, kecepatan layanan dan dengan harga layanan yang terjangkau.

Menurut Dr Gideon, HiLab yang dalam waktu tak lama lagi akan dibiakkan seperti Apotek K24, dan diintegrasikan dengan Apotek K24 memiliki keunggulan. Pertama, merupakan satu-satunya klinik pertama di Indonesia yang hasilnya secara otomatis dapat dikirim via sms dan internet (web dan email) sehingga riwayat hasil pemeriksaan laboratorium dapat diakses anytime, anywhere dengan internet. Sementara cara lama biasanya pasien harus mengarsip print out hasil laboratorium.

Kedua, hasil dapat diketahui dengan cepat, bisa dikirim langsung via handphone lewat sms (langsung dari server dan tidak diketik ulang) sehingga sangat membantu dokter yang menangani pasien mengetahui masalah dan menetapkan terapy yang tepat dan cepat.

Ketiga, standarisasi layanan dan kualitas berstandar dunia, dilakukan secara otomatis, menggunakan robotic yang dipandu dengan intrukstur IT degan dukungan peralatan dan manajemen berkualtas tinggi.

--

Trading Term dan Kesiapan Berbisnis di Pasar Modern
Rabu, 04 November 2009 05:18 Administrator
E-mail Cetak PDF


Drh. RETNO LISTYORINI *

Keberadaan pasar modern di kota-kota besar di Indonesia kian hari kian meluas. Carrefour, Giant, Hypermart atau minimarket seperti Alfamart dan Indomaret yang kini telah ada di mana-mana. Produk yang dijualnyapun makin beragam, dan hal ini merupakan tantangan bagi para UKM Indonesia untuk mengambil manfaat dari meluasnya pasar modern tersebut.

Keberadaan pasar modern mendapat apresiasi yang besar dari masyarakat, terutama masyarakat kalangan menengah atas karena adanya beberapa hal, semisal, lokasinya yang berada di tempat-tempat strategis dan ber AC, nyaman, aman, sehat, dan kadang menyajikan harga yang lebih murah dari harga produk yang dijual di pasar-pasar tradisional.

Munculnya pasar modern merupakan jawaban atas keberadaan pasar-pasar tradisional di Indonesia, yang sebagian besar masih terlihat semrawut, bau, becek jika musim hujan, dan berdebu jika musim panas. Belum lagi sampah menggunung di mana-mana yang mengurangi kenyamanan berbelanja.

Sebuah survey yang dilakukan AC Nielsen, dalam kurun waktu triwulan pertama tahun 2009 lalu, seperti yang kami kutip dari sebuah media mengungkapkan, bahwa perdagangan yang terjadi di pasar modern tumbuh hingga 13,4%, sementara perdagangan yang terjadi di pasar tradisional, hanya tumbuh 4,1%. Hal ini cukup memprihantinkan, karena pasar tradisional sebenarnya dapat menjadi simpul kekuatan ekonomi rakyat jika dikelola secara optimal.



Ambil Peluang di Pasar Modern

Sembari menunggu kesempatan yang baik bagi perbaikan iklim berdagang di pasar tradisional, para suplyer produk-produk pertanian yang biasanya mensuplay pasar tradisional harus sudah mengalihkan sebagian perhatiannya kepada pasar modern.

Di Majalah Wirausaha dan Keuangan edisi lalu, saya telah menulis mengenai trik pemasaran di pasar modern. Ada beberapa hal yang penting di sini yang saya ingatkan kembali.

Pertama, untuk menjadi suplayer di pasar modern setidaknya memiliki organisasi bisnis yang memadai, karena semua sistem bisnis di pasar modern dikelola melalui manajemen modern.

Kedua, memahami mekanisme dan sistem bisnis yang berlaku di pasar modern. Ketiga, mengetahui titik-titik penting yang berkaitan dengan distribusi, purchasing dan mekanisme pembayaran serta aturannya (trading term) yang berlaku di pasar modern.



Delivery dan After Sales Service


Bagi anda yang ingin dan telah menjadi suplayer di pasar modern, maka ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan, dan hal ini biasanya dituangkan dalam trading term yang sudah disepakti bersama. Biasanya dalam trading term tersebut menyebutkan mengenai kesediaan untuk selalu memenuhi stok produk dan persediaan produk yang diminta oleh pasar modern.

Kedua, ketepatan waktu dalam pengiriman produk yang diminta. Jika anda sebagai suplayer tidak dapat memenuhi persediaan produk yang diminta, maka anda harus memberitahukan lebih awal kepada pihak terkait di pasar modern tersebut. Produk yang dikirim harus selalu memenuhi order dan jumlah dan spesifikasi yang diminta.

Ketiga, harus selalu diingatkan secara terus menerus kepada pihak-pihak yang secara langsung berkaitan dengan penanganan produk bahwa produk yang anda kirimkan adalah produk yang bersifat cepat rusak, sehingga harus mendapat perhatian dan perlakukan yang benar, dan sistem penjualan berlaku jual putus, artinya barang yang sudah dikirimkan tidak dapat diretur atau dikembalikan lagi. Karena itu, harus diingatkan, terutama ke bagian penerima barang, untuk selalu mengecek kondisi produk sebelum barang diterima. Karena jika sudah diterima maka tidak dapat dikembalikan lagi.

Suplayer juga harus memberikan informasi yang memadai mengenai tatalaksana dari produk-produk yang dijual di pasar modern, misalnya penanganan kuality controlnya, penyimpanan /coolstorage, misalnya untuk menyimpan produk-produk yang dijual segar harus selalu berada di suhu minus 4 derajat Celcius, kalau sayur mayur dan sejenisnya penyimpanannya berada pada suhu 4 derajat hingga 10 derajat Celcius, serta produk-produk frozen harus berada dalam penyimpanan di suhu minimal 4 derajat Celcius.

* Alumnus IPB - Konsultan Agribisnis

Telepon 021-95908008, 081380200280

--

Berbisnis Jasa Perawatan dan Kebugaran Tubuh? Ciptakan Kreasi
Selasa, 24 November 2009 05:09
E-mail Cetak PDF

Salma Dian Priharjati

Apa rahasia bisnis di bidang jasa kebugaran tubuh? Mungkin selama ini anda sudah menjalankan bisnis ini tetapi belum ada hentakan jumlah pengunjung yang banyak.

Jangan kuatir, Salma Dian Priharjati, pemilik usaha kebugaran tubuh yang berada di bawah PT Dian Kenanga Mandalawangi ini memiliki pengalaman yang unik untuk dapat diterapkan dalam bisnis jasa perawatan dan kebugaran tubuh milik anda.



Pertama, menurut Dian, adalah adanya konsep bisnis yang jelas. Konsep bisnis inilah yang memandu anda mau dibawa kemana bisnis yang didirikan ini. Ketika ia memulai bisnis jasa kebugaran tubuh, modal yang ia miliki hanya Rp15juta, yang digunakan untuk menyewa dua buah kamar masing-masing kamar berisi 1 bed, sewanya Rp1 juta per bulan/kamar, dan uang yang lain digunakan untuk persediaan membayar gaji 2 asisten yang membantunya, yang pekerjaannya serabutan, ya marketing, administrasi, ya notok juga. Tetapi karena memiliki konsep bisnis yang jelas dari pendirinya, maka perkembangan tahap demi tahap terus meningkat dan terlihat hasilnya.



Kedua, menciptakan kreasi. Dalam memberikan layanan jasa perawatan dan kebugaran tubuh, Dian memperdalam teknik totok lebih dari yang selama ini dipraktekkan oleh banyak orang. Melalui cara yang ia temukan, berupa totok hasil kreasi dan penggabungan teknik tekanan dengan bioenergi, yang kemudian ia sebut Toto Aura Wajah, mengingatkan metodenya dengan namanya. Bahkan istilah totok aura wajah sedemikian melekat dalam bisnis jasa perawatan dan kebugaran tubuh, terutama dengan nama Salma Dian Priharjati, penemunya.



Ketiga, menciptakan SDM yang mumpuni. Bisnis apa saja sumberdaya manusia menjadi hal yang sangat penting. Apalagi bisnis di jasa perawatan dan kebugaran tubuh ini. Karena itu dalam merekrut karyawan, Dian sendiri yang menetukannya. Ia lebih suka merekrut karyawan baru, yang belum pernah bekerja dan belum pernah memiliki pengalaman sebagai teraphys, alasannya lebih mudah membentuk budaya perusahaan dan biasanya mau memulainya dari bawah. Kebanyakan staf yang bekerja di PT Dian Kenanga berawal dari level terbawah, bagian kebersihan. Mereka harus tahu standar kebersihan, lalu cara merapikan bad, mensevice tamu, misalnya ada gelas kosong langsung diangkat, ada pintu terbuka langsung ditutup. Setelah berhasil mereka akan ditanya minatnya. Jika tertarik mereka dilatih kaki dan tangan. Bila sudah pegang klien, berarti mereka sudah tidak ngurusi cleaning service lagi.



Keempat, mensistematisasi bisnis. Semula, semua theraphys totok ia latih sendiri. Hal ini untuk mendapatkan hasil yang optimal. Awalnya hanya dua orang, kemudian berkembang 4, 8 orang. Namun ketika karyawan sudah meningkat menjadi 25 orang ia mulai fokus dengan program trainer for trainer. Bahkan ia kini sudah mensistematisasi bisnis, melalui manajemen modern, sehingga seluruh aktifitas kantor sudah berjalan sesuai koridor dan aturan yang harus dijalankan. Ia, selanjutnya tinggal mengawasi saja, dan bagi trainer therapys ia yang menangani ujian akhirnya.



Kelima, menjaga konsistensi dan keberlanjutan. Untuk menjaga konsistensi layanan kepada pelanggan, ia menerapkan kepada theraphys untuk selalu mengikuti program latihan tenaga dalam setiap minggu, tujuannya terjaga konsistensi dan keberlanjutan kemampuan berdasarkan core bisnis. Bisnis jasa totok aura mungkin setiap saat ada yang ingin membuka bisnis serupa, tetapi jika kami memiliki keahlian dan kekhususan dalam totok yang lebih bermuatan energi di setiap gerakan, serta memiliki kekuatan bioenergi ia yakin jasa yang ditawarkan akan selalu unggul.



Keenam, membangun bisnis rumahan menjadi bisnis modern. Ini suatu dream yang terus diimpikan oleh Salma Dian Priharjati.



Dream bahwa bisnis ini dapat menjadi industri besar . Buktinya, pada awal-awal bisnis jasa Totok Aura Wajah yang didirikannya hanya melayani tak lebih dari 8 orang setiap minggu, tetapi kini dalam satu gerai saja mampu melayani 100 pelanggan, jika di akhir pekan pelanggan bisa mencapai 130an orang.

--

Jagoan Hosting & Jagoan Web - Semakin Dipercaya Karena Fokus
Jumat, 13 November 2009 04:26
E-mail Cetak PDF

DANTON PRABAWANTO

Pada hakekatnya sebuah bisnis dapat berkembang dan dipercaya para pelanggan jika dilakukan secara serius. Serius artinya dikelola dengan fokus, bukan sambilan. Begitu juga yang dilakukan suami dari Angga Putri Ayu ini. Ia yakin, kefokusannya memberi layanan hosting dan web, mejadikan pelanggan semakin percaya, dan semakin yakin dengan pelayanannya.

“Saat jaringan internet yang berada di luar negeri mengalami hambatan karena berbagai hal, orang mulai melirik, apakah tidak ada layanan web hosting, dengan kemampuan server yang mumpuni di Indonesia?” ujarnya sembari bertanya.

Pada saat itu Danton berpendapat bahwa semestinya ada server yang ada di Indonesia dan bisnis ini punya masa depan yang cerah.

Kini, ucapannya itu benar adanya. Jumlah pemakai internet setiap tahun terus bertambah, dan banyak yang menggunakan internet untuk meningkatkan efektifitas dan daya saingnya.

“Kini setiap pebisnis atau calon pebisnis, membuat website sudah keharusan. Kebutuhan pertama kali untuk mengaktifkan website adalah adanya domain, dan juga hosting,” cetusnya

Berdirinya Jagoanhosting, sebagai perusahaan penyedia layanan hosting, tidak lepas dari action Danton melihat peluang yang sangat besar itu. “Saya bertemu teman lama yang sudah lama bisnis penyedia layanan hosting dengan pasar luar negeri. Saya bertanya, apakah memungkinkan menggarap secara serius pasar dalam negeri?,” cetusnya.

Melihat kemungkinan kerjasama terbuka, Danton langsung memilih nama Jagoanhosting sebagai brandnya. Dalam awal pendirian usaha, Danton masih terpengaruh dengan bisnis lain, dan serabutan. Ia perlu suasana yang khusus, sehingga benar-benar dapat fokus mengerjakan bisnis secara serius. “Saya hijrah ke Surabaya. Setelah serius ternyata hasilnya mulai kelihatan,” ujar pehobby nonton olah raga.

Perjalanan Danton mengelola usaha Jagoanhosting di awal-awal usaha sebenarnya penuh dengan peluh. Mulanya ia harus terlibat secara penuh, bahkan sampai 24 jam untuk menjalankan bisnisnya. Kemudian, ia mencari satu orang lagi untuk membantunya.

“Saya yang menangani marketing, satu teman saya membantu secara teknisnya,” ujar CEO PT Beon Intermedia yang kini memiliki belasan karyawan ini.

Sebelumnya, usahanya hanya dihela oleh dua orang saja. Semakin lama bisnis Danton semakin terlihat hasilnya. Diperlukan ketelatenan, dan keseriusan, serta fokus untuk mencapai itu semua.

Seiring bertambahnya waktu, Jagoanhosting semakin tumbuh dan berkembang. Sumberdaya manusia yang menangani bisnis inipun kian bertambah. Kompetensi, dan layanan kepada pelanggan semakin hari terus ditingkatkan. Team yang terlibat juga semakin solid, dan Danton memiliki keyakinan target-target perusahaan dapat terpenuhi, seperti yang diharapkan.

Saat ini, setelah Jagoanhosting mampu eksis dengan masuk ke salah satu perusahaan hosting dengan pelanggan terbanyak di Indonesia, dan secara kualitas sangat diakui, satu produk lagi yang sudah disiapkan oleh Danton untuk dapat ditawarkan ke para pelanggan, yaitu Jagoan Webs. “Produk ini diharapkan dapat melayani pelanggan yang ingin membuka toko online dengan segera,” cetusnya.

Menurut Danton, pertumbuhan toko online di Indonesia akan tumbuh sangat cepat, dan hal ini memerlukan infrastruktur web yang ekslusif, serta memiliki disain yang luks. Ia yakin mampu memenuhi harapan masyarakat untuk menyediakan toko online yang kompatibel. Bahkan untuk melaunching produk ini ke pasar, Danton memerlukan waktu satu tahun untuk mempersiapkannya.

“Saya harus melakukan beberapa kali tes untuk meyakini bahwa produk jagoanwebs yang saya luncurkan benar-benar dapat diterima pasar dan memiliki banyak keunggulan dibanding lainnya,” ujarnya.


---

Berbisnislah Seperti Jagoan
E-mail Cetak PDF

DANTON PRABAWANTO

Mempunyai bisnis yang sustainable adalah harapan banyak orang. Namun, kadangkala kita tidak pernah memperhatikan langkah-langkah yang kita tempuh mengarah pada pencapaian yang kita inginkan. Kita sering terjebak pada pencapaian sesaat saja.

Kita juga tidak pernah menyadari bahwa promosi dan pelayanan yang kita berikan pada para calon atau kumsumen kita belum memberikan sesuatu yang mengena di hati mereka, sehingga banyak konsumen kita yang pernah kita layani tidak pernah kembali lagi.

Berkelanjutan Bung

Bisnis yang sustainable adalah bisnis yang terus berkelanjutan. Untuk mempunyai bisnis yang seperti itu, kita mesti berupaya memberikan yang terbaik apa yang kita punya, jangan setengah-setengah. Karena itu bersikaplah seperti Jagoan, sikap seorang pemenang tetapi tidak arogan. Sikap itulah yang menjadi dasar dari seorang Danton Prabawanto.

Bagi Danton, membuat usaha supaya terus berlajut tentunya menjadi harapan bagi setiap pelaku bisnis. Karena itu para pelaku bisnis harus memperhatikan hal-hal yang seharusnya ia perhatikan.

Tidak heran dalam membangun bisnisnya, Danton tidak pernah “eman” memberikan sesuatu yang terbaik bagi customernya. Danton Prawanto mendirikan bisnis penyedia layanan Webs Hosting dengan merek usaha Jagoan Hosting Indonesia. Usaha yang didirikan ini terus berkembang seiring dengan semakin berkembangnya dunia internet di Indonesia.

Menjaga Kualitas Layanan dan Jasa

Kini, lanjut Danton, usahanya semakin mendapakan banyak kepercayaan, karena ia terus menjaga kualitas pelayanan dan jasa yang diberikan kepada pelanggan. Standarisasi layanan ini bukan hanya menjadi pemikiran Danton, tetapi dilakukan oleh semua karyawan baik terlibat secara langsung maupun tidak langsung yang bekerja di perusahaannya.

Menurut Danton, Jagoan Hosting Indonesia merupakan satu-satunya penyedia layanan web hosting di Indonesia yang mengedepankan layanan paling jago namun tetap dengan harga web hosting murah.

Danton juga memberikan paket web hosting yang flexibel dan pilihan server web hosting di server Amerika maupun di server IIX (Indonesia) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Jagoan Hosting Indonesia, menurut Danton juga menyediakan Paket Reseller IIX Web Hosting yang didesain sedimikian rupa sehingga menjadi pilihan Reseller IIX paling sesuai dengan kebutuhan para penyedia layanan web hosting Indonesia yang belum memiliki server sendiri namun ingin memberikan layanan IIX Web Hosting dengan harga hosting murah bagi para pelanggannya, atau bagi para webmaster yang ingin memiliki private name server sendiri.

Fasilitas unlimited web hosting meliputi sub domain, email account (POP3), database (MySQL) dan FTP account yang ada hampir di setiap paket web hosting murah dari Jagoan Hosting Indonesia maupun paket reseller meningkatkan efektifitas Anda tanpa ada biaya tambahan apapun.

Versi terbaru cPanel dan Fantastico memudahkan proses instalasi website Anda hanya dengan mengikuti wizard yang telah tersedia.

Menjadi Penyedia Layanan Web Hosting Handal dan Terbaik.

Jagoan Hosting Indonesia bertekad menjadi penyedia layanan web hosting terbaik di Indonesia pada tahun 2009 dan tahun – tahun kedepan.

“Kami menghadirkan layanan yang prima dan handal dengan harga web hosting murah, untuk mewujudkan komitmen itu kami melayani sales dan support hosting dari Surabaya dan Jakarta 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Garansi 30 hari uang kembali, jaminan Network Uptime dan Server Uptime merupakan wujud keseriusan dan tanggung jawab atas kepercayaan yang sudah diamanatkan pada Team Jagoan Hosting Indonesia,” ujarnya.

Di penghujung tahun 2007 lalu, Jagoan VPS (Virtual Private Server ) yang dikelola oleh Jagoan Hosting Indonesia telah memenuhi kebutuhan adanya Virtual Private Server yang berlokasi di data center Indonesia.

Jagoan Hosting Indonesia siap menjadi patner terpercaya dan patner terbaik bagi Anda para pemilik website di Indonesia, para webmaster Indonesia, serta para perusahaan penyedia layanan Web Hosting Indonesia yang mengambil paket reseller (baik reseller IIX maupun reseller server di luar negeri).

Jika Anda baru mengetahui Jagoan Hosting sekarang dan ingin melakukan proses pindah web hosting maupun pindah reseller, team sales dan support Jagoan Hosting dari Surabaya dan Jakarta akan membantu proses perpindahan account web hosting maupun account klien Anda dengan gratis tanpa biaya tambahan apapun.

“Kepuasan dan kenyamanan Anda adalah kewajiban utama bagi kami, dan yang paling penting berbisnislah seperti Jagoan seperti itulah Jagoan Hosting Indonesia dalam berbisnis dengan anda”, ujar Danton.

--

Dari Active Income Menjadi Passive Income
Selasa, 08 Desember 2009 09:36
E-mail Cetak PDF

Mutiara Entrepreneurship dari Bradley J Sugars

Saya teringat dengan Brad, lengkapnya Bradley J. Sugars (38), jago bisnis asal Australia, yang mengingatkan tujuan kita semua dalam berbisnis.

Bahwa kita berbisnis adalah untuk: "bekerja sekali, namun mendapatkan hasil selamanya". Ini berlawanan dengan kerja sebagai karyawan, dimana kita mendapat hasil sesuai dengan kerja kita. Hal ini dapat dicapai apabila kita mampu merubah sumber income kita yang semula adalah "active income" menuju "passive income".

Bagaimana caranya? Menurut Brad, untuk dapat "bekerja sekali, namun mendapatkan hasil selamanya" cara terbaik adalah dengan memiliki bisnis (selain menulis buku tentunya … hehehe, yang ini dia ucapin setengah becanda, wong dia penulis) Namun kenapa banyak business owner yang gagal?

Menurut Brad mereka tidak menerapkan prinsip learn before you earn. Jadi belajar lah lebih dahulu, sebelum menuai hasilnya, sehingga sebagai bisnis owner kita tidak sekedar dapat make the money tetapi juga manage the money.

Disinilah kemudian Brad memaparkan tangga entrepreneur nya yang terkenal itu.

Di anak tangga paling bawah, ada pelajar dan pemagang (apprentice). Mereka yang masih spend money ataupun tidak terima apa-apa untuk learning. Ketika mereka akhirnya bekerja menjadi employee, barulah mereka dibayar untuk belajar. Ini kalau cara berpikir mereka betul bahwa bekerja adalah sarana belajar sebelum dapat membangun bisnis sendiri.

Di tangga berikutnya adalah para self employee, mereka yang akhirnya memutuskan untuk mengelola bisnis sendiri. Umumnya, pada tahap awal mereka adalah para single fighter. Mengerjakan sendiri semua hal dari produksi hingga penjualan.

Akhirnya kadang mereka menjadi lebih sibuk dibanding ketika menjadi karyawan. Banyak yang akhirnya tidak tahan dan kembali menjadi karyawan.

Jika cukup pandai mengelola usaha, para self employee tadi, biasanya akan bertahan dan mulai merekrut tim, sehingga mereka naik tangga menjadi manager. Pada tahap ini, kadang kehidupan menjadi lebih kompleks dari sebelumnya. Karena para manager ini sering harus kerja keras untuk menggaji karyawan, bukan sebaliknya.

Jika berhasil mengatasi tantangan ini, mereka bisa menciptakan system dan membayar orang lain untuk mengelola bisnis, maka mereka layak naik tangga menjadi business owner.

Seharusnya, pada level ini business berjalan sesuai dengan definisi bisnis menurut Brad: A commercial, profitable enterprise, that work without me. Dengan menjadi business owner, maka Anda akan menciptakan cashflow yang banyak dan stabil, apakah Anda terlibat langsung atau tidak, sehingga Anda bisa naik tingkat menjadi investor. Pada tingkat investor ini, Anda dapat melipatgandakan kekayaan dengan cara yang FUNtastic.

Caranya Braad ….! Eh, Brad Sugars malah bercerita bagaimana waktu dia kecil. Ternyata bakat bisnis Brad sudah terlihat dari umur 7 tahun. Waktu itu, dia pergi ke rumah kawan Ayahnya yang sangat kaya. Dia adalah seorang pengusaha di bidang susu sapi. Brad kecil pun bertanya:"Pak, bagaimana sih Anda bisa begitu kaya?".

Kawan Ayahnya menjawab:"Nak, saya kaya bukan karena menjual susu, tetapi menjual bisnis susu".

Inilah kata kunci penting dari Brad. Ya, seharusnya selama ini saya berpikir bagaimana menjual bisnis saya, bukan produk dan jasa saya semata. That's what its all about. McD besar bukan karena jualan burger sama ayam, tapi karena jualan bisnis burger dan ayam. Demikian juga dengan Starbuck, Kebab Turki Baba Rafli, AutoBridal, dan sebagainya. Semua menjadi besar karena menjual bisnis.

Bahkan, sebagai investor, Anda dapat membeli bisnis, selain menciptakan dari awal. Kita dapat menerapkan prinsip Buy, Build and Sell. Dengan pengetahuan yang diperoleh selama proses learn sewaktu kita mendaki tangga employee hingga owner, kita akan mampu melakukan ini. Selain bisnis,investor juga dapat melakukan investasi pada property dan stock (saham).

Prinsip membeli bisnis, investasi pada property maupun stock, dapat dilakukan dengan cara retail, maupun wholesale(dengan volume tertentu dengan harga negosiasi yang lebih baik). Misalnya investasi pada property dan stock dapat dilakukan dengan harga yang sangat fantastis, sehingga investor dapat langsung untung pada waktu pembelian dilakukan (day one).

Ada beberapa prinsip dasar yang disampaikan oleh Brad dalam membeli, membangun dan menjual bisnis. Yang pertama adalah, ketika semua orang menggali emas, jadilah orang yang menjual alatnya (pan nya). Penggali emas bisa untung dan buntung, tapi penjual pan akan untung terus. Prinsip ini contohnya berlaku ketika booming internet.

Dari berbagai perusahaan teknologi yang muncul dan tenggelam, yang untung adalah para investment bankernya. Selain itu dalam memilih bisnis, kita harus memperhatikan aspek "repeat business" dan potensi pertumbuhan bisnis nya. Jangan ragu dalam penentuan pricing. Be expensive, supaya profit terjamin. Ini penting, karena salah satu aspek yang vital dalam bisnis adalah cashflow nya bukan assetnya. Jadi yang dibeli dari suatu bisnis adalah cashflow bukan assetnya semata.

Jika Anda mampu mencapai tahap investor ini, maka Anda tinggal selangkah lagi untuk mencapai puncak tangga yaitu: entrepreneur. Jika investor masih berkutat pada jual beli asset fisik, maka entrepreneur sudah mampu bergerak dalam tataran paper assets.

Sebagai contoh, Brad menjual lisensi franchise nya untuk kawasan London senilai jutaan poundsterling. Berapa cost nya? NOL. Paling-paling ongkos ngeprint kontraknya.

Disinilah dahsyatnya entrepreneur sejati. Mereka bekerja dengan kertas untuk menghasilkan uang dalam jumlah yang luar biasa besar. Tandatangan sana, tandatangan sini, dan rekening bertambah. Hebat bukan? Anda mau? Pasti Anda juga bisa. [Oleh Fauzi Rachmanto]

--

Berbisnis? Ayo Bangkit, Ayo Bangkit
Sabtu, 14 November 2009 20:31
E-mail Cetak PDF

ASTO WALUYO & ARI KUNTARI

Pebisnis yang tangguh, adalah pebisnis yang mampu bertahan dan bangkit lagi dalam situasi tersulit sekalipun. Situasi tersulit karena dapat saja bisnis bangkrut yang disebabkan oleh salah urus/salah manajemen, ditipu mitra, ditipu karyawan, menurunnya daya beli, tertinggal tren bisnis, atau karena sebab lain, seperti bencana alam dan kebakaran, dll.

Semua pebisnis memiliki peluang yang sama untuk sukses. Tetapi semua juga berpeluang mengenyam ‘kegagalan’. Sebagian besar pebisnis yang mampu bertahan adalah yang mampu bangkit dan beradaptasi dengan situasi terbaru yang terjadi setiap saat.

Seorang pebisnis ‘dilarang’ sombong dan meng’aku’kan dirinya, karena cobaan terhadap bisnisnya dapat datang setiap saat. Karena itu, filosofi pebisnis sukses adalah melayani, memberi, berlapang dada, serta sabar dan tekun. Baginya, semua itu adalah bagian dari sisi kehidupan seorang pebisnis.

Asto Waluyo dan Ari Kuntari, suami istri, keduanya adalah pebisnis dari Purwokerto. Kepada Majalah Wirausaha dan Keuangan, mereka berbagi pengalaman tentang bagaimana bangkit dari keterpurukan, dan percaya diri menghadapi tantangan baru yang datang.

“Usai menikah, kami membangun bisnis bersama istri. Usaha kami maju, dengan mendirikan beberapa cabang usaha di beberapa daerah. Bahkan kami juga mampu mendirikan beberapa usaha lagi hingga melakukan ekspansi ke Jakarta. Hingga akhirnya cobaan itu datang,” cetus Asto Waluyo, yang kini sering berbagi pengalaman bisnis di berbagai seminar tentang kewirausahaan ini.

Asto mencoba merunut, beberapa kejadian yang membuat usahanya goyah, yaitu saat para karyawan dan orang-orang kepercayaan meninggalkannya karena suatu hal.

“Suatu saat karyawan saya yang ada di Jakarta melakukan demonstrasi besar-besaran. Terjadi salah komunikasi. Hal ini membuat manajemen kantor cabang, termasuk kantor di Tegal, Purbalingga, dan cabang lainnya, terpengaruh. Tidak tanggung-tanggung, lima orang manajer, dan semua karyawan semuanya keluar, hanya tersisa satu orang,” kenangnya.

Hal ini yang membuat dirinya, harus bekerja dari nol lagi dan merajut kembali pekerjaan yang selama ini dipercayakan kepada stafnya. Namun ujian tidak berhenti sampai di sini. Beratnya masalah yang harus diselesaikan, membuat istrinya, Ari Kuntari, terserang kanker tiroid, dan berjuang dengan penyakitnya.

Asto tidak menyerah. Kehadirannya di Jakarta untuk mengikuti tender proyek pelatihan tidak menyurutkannya untuk pulang. Selain harus berjuang untuk menegakkan kembali usahanya yang runtuh, memikirkan kesehatan istrinya yang sedang ‘jatuh’, Asto juga masih harus menepis isu-isu mengenai kebangrutan bisnisnya di hadapan klien-kliennya nyakampanye hitam yang dihempuskan oleh mantan karyawannya yang memiliki usaha sejenis, dan ikut serta dalam tender-tender yang juga diikutinya.

“Mereka sengaja menjatuhkan saya dan perusahaan saya di depan klien-klien saya, di mana mereka juga memperebutkan pekerjaan dari klien-klien saya sebelumnya. Hal itu tidak terlalu saya hiraukan. Saya tetap bertindak professional, dan senang mereka dapat membuat bisnis sendiri seperti yang saya ajarkan sebelumnya. Dan mereka tidak harus selalu mengabdi kepada kita bukan,” pungkasnya.

Pengalaman jatuh bangun membangun bisnis, hingga mampu mendirikan usaha tak kurang dari 15 unit usaha selama 18 tahun ini kini ia tuangkan dalam sebuah buku yang diberi judul Indahnya Bisnis Suami Istri, Kisah Sukses dan Kiat Membangun Bisnis Bersama Pasangan.

Melalui Stamco Consulting, Asto dan Ari Kuntari terus menularkan pengalamannya agar setiap pebisnis mampu menghadapi setiap perubahan, dan dapat bangkit dan tegak lagi jika didera berbagai kesulitan. Karena seperti yang ditulis dalam awal artikel ini, pebisnis hebat adalah mereka yang mampu bangkit ketika menghadapi semua kesulitan. Ingin berbagi cerita dengan Asto dan Kuntari? Silakan kontak di telepon (021) 8281364,8300514 Fax. (021) 8300514.


--

Kalau Gagal Bangkitlah (Lagi)
Senin, 26 Oktober 2009 15:55 Administrator
E-mail Cetak PDF

ISHARSONO

Kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi jika Jepang menang dalam perang dunia ke dua. Namun kenyataannya Jepang kalah. Rakyat Japang seolah tidak percaya ketika Kaisar Jepang mengumumkan Jepang menyerah. Bom Atom itu mengakhiri perlawanan Jepang.

Ketika perang dunia ke dua berakhir, di Eropa dikeluarkanlah Marshal Plan untuk membangun ekonomi Eropa. Jepang menyadari kekalahannya dalam perang dunia karena dia tertinggal dalam berbagai bidang ilmu. Amerika Serikat lebih maju dalam tehnologi senjata sehingga mampu menciptakan bom atom. Dan bom atom itu digunakan Amerika Serikat untuk meluluhlantakkan Jepang, tepatnya untuk menghancurkan di dua kota penting di Jepang, yaitu Hirosima dan Nagasaki.

Sehabis kalah perang, timbul kesadaran di Jepang untuk meningkatkan mutu pendidikan. Di tengah puing kehancuran akibat bom, yang diutamakan Jepang adalah membangun dunia pendidikan. Sekolah mendapat prioritas utama untuk ditangani.

Di Jepang guru amat di hormati. Akibatnya mutu pendidikan meningkat tajam. Mutu pendidikan Jepang amat mengkwatirkan Amerika Serikat, sehingga di Amerika Serikat kita tahu negara ini kemudian muncul kesadaran baru untuk memulai (lagi) gerakan memperbaiki pendidikan dasar.

Masyarakat Amerika terutama kalangan pengusaha mulai menyadari bahwa sumber daya manusia mereka mulai tertinggal dari Jepang. Murid Jepang rata-rata mempunyai ketrampilan dalam bidang matematika dan sains yang lebih tinggi dari Amerika Serikat. Belum lagi semangat kerja anggakatan muda Jepang yang amat tinggi.

Amerika Serikat mulai mengkwatirkan bahwa Jepang akan mendominasi ekonomi dunia. Hillary Clinton (istri Bill Clinton) merupakan orang yang aktif dalam reformasi pendidikan di Amerika Serikat. Ia memprakarsai gerakan refomasi pendidikan di Amerika. Biaya reformasi pendidikan dasar di Amerika Serikat dipikul oleh pemerintah bersama kalangan pengusaha.

Kalangan Pengusaha menyadari bahwa pertumbuhan bisnis mereka amat ditentukan oleh ketersediannya sumber daya manusia di Amerika serikat. Kalau kita menilik kebelakang, pernah juga pendidikan di Indonesia mengalami masa Jaya. Pernah seorang prajurit KKO pada masa konfrontasi dengan Malaysia ditangkap di Singapura. Oleh TV Malaysia dia diwawancarai apa hasil kemerdekaan Indonesia yang dia rasakan. Jawabannya adalah, pendidikan yang dapat dinikmati secara merata. Namun jawaban tersebut sudah kurang tepat saat ini. Pendidikan kita sudah diwarnai oleh rona warna masalah. Sehingga sampai saat ini angka anak putus sekolah, dan pengangguran amat tinggi.



Komitmen Kebangsaan yang Rendah

Kuba menganggarkan 32% untuk pendidikan dan 12% untuk kesehatan dari produk brutonya. Sedangkan kita belum bisa mencapai realisasi angka sekian tersebut. Memang ada perkembangan signifikan pada akhir-akhir ini, tapi komitmen itu belum sepenuhnya berjalan. Artinya kita belum bergerak memprioristaskan pembangunan sumber daya manusia. Jika Kuba mengekspor dokter, India mengekspor tenaga IT, maka kita hanya mampu mengekspor pembantu rumah tangga (TKW). Sebuah ironi dari bangsa yang besar ini.



Romantisme Bangsa Besar

Tahun 1973 pernah ada Pendidikan Tropical Medicine di Universitas Mahidol Bangkok atau SEAMEO di Bangkok di kepalai oleh orang Indonesia, yaitu Prof. Djuned Pusponegoro. Pada acara pembukaan pelaksanaan acara tersebut Prof. Djuned memberikan kata sambutan dalam tiga bahasa yang berbeda dan amat fasih.

Itu adalah gambaran bahwa kita juga pernah di segani. Namun kenyataan kita amat ironis, kita lebih memetingkan hura-hura dan pesta. Nah jika kita saat ini dengan gagah berani mengatakan bahwa negara ini gagal, seperti Jepang mengakui kekalahannya maka sudah saatnya kita juga bangkit.

Jika kita mulai sadar dari sekarang , mungkin dalam 10 sampai 20 tahun mendatang kita baru akan dapat menyusul negara-negara berkembang seperti Malaysia yang akhir-akhir ini selalu menang menghadapi kasus – kasus melawan kita. Bahkan dengan cerdik mereka mengklain terlebih dulu sesuatu yang jelas-jelas tumbuh dari budaya bangsa Indonesia.

Jadi Janganlah membuang waktu untuk Bangkit dan Action.


--

Usaha yang Layak di Mata Bank
Minggu, 06 Desember 2009 05:18 Administrator
E-mail Cetak PDF

Oleh Fajar S Pramono

Edukasi Perbankan yang disajikan dalam bentuk obrolan ringan oleh Fajar S Pramono, praktisi perbankan, mulai edisi ini akan tampil kembali. Kumpulan tulisannya yang pernah dimuat di Majalah Wirausaha dan Keuangan telah dibukukan

dan siap beredar di pasaran akhir November 2009 dengan judul Malu Bertanya Sesat di Utang dapat diperoleh di semua toko buku di seluruh Indonesi.

Alhamdulillah, setelah begitu lama tak sempat berkumpul untuk melaksanakan “diskusi balai kampung” di pendopo, kerinduan akan kehangatan diskusi bersama Bli Wayan, Bang SInaga dan Uda Mail dapat terwujud kembali malam ini.

“Akhirnya, bisa juga kita berkumpul lagi,” kata Bang Sinaga membuka obrolan.

”Betul, Bang. Padahal sudah cukup lama aku memendam pertanyaan buat Mas Ndoet... hehe,” Uda Mail menimpali.

”Apa itu, Da?” timpal Bli Wayan seketika. Wah, tampaknya diskusi malam ini bakal segera ”memanas”.

Bang Sinaga menggeser posisi duduknya, mendekat ke arah Uda Mail. Antusiasme dan rasa penasaran nampak jelas pada raut wajahnya.

Saya sendiri pun, sesungguhnya tak beda dengan Bang Sinaga. Saya pun beringsut mendekat.

Uda Mail cepat tanggap, dan langsung to the point.

“Betul, Mas Ndoet. Kemarin tetangga toko saya bertanya, kenapa permohonan kreditnya ditolak, sementara temannya yang berbarengan mengajukan permohonan bisa dikabulkan. Padahal menurutnya, skala usahanya tak berbeda jauh.”

Pandangan ketiga sahabat saya beralih kepada saya.

“Ehm,” saya mencoba memulainya dengan berdehem. “Saya tak akan bisa menjawab secara pasti, tanpa tahu kondisi detailnya.” Semua terdiam mendengar jawaban saya.

”Tapi begini,” sambung saya demi melihat kevakuman yang terjadi, ”Saya akan bicara hal yang mendasar saja. Bahwa, hanya ada dua kondisi dari empat kondisi usaha saja yang layak mendapat pembiayaan atau kredit dari bank.”

”Apa saja itu, Mas?” sahut Bang Sinaga cepat.

“Empat kondisi usaha?! Seperti apa itu, Mas?” Uda Mail pun menyahut tak kalah cepat.

Saya tersenyum. Saya paling senang kalau ada antusiasme dalam sebuah diskusi.

”Kondisi usaha bisa dibagi menjadi empat kelompok,” saya meneruskan.

”Pertama, diistilahkan sebagai kelompok ’Star’. Usaha seseorang yang masuk kelompok ini adalah usaha yang masih dalam posisi terus berkembang alias growth, kuat dalam persaingan, tingkat return atau kemampuan menghasilkan labanya juga tinggi, bahkan memungkinkan untuk melakukan investasi baru. Usahanya sehat dan masih bisa tumbuh.”

Saya mengambil jeda sejenak, sekaligus menunggu tanggapan. Tapi tak ada respon yang menyela, sehingga saya pun meneruskan.

”Kedua, kelompok ’Cash Cows’. Usaha yang tergolong pada kelompok ini masih bagus, kuat bersaing, mampu menghasilkan laba yang tinggi, dan memungkinkan adanya investasi. Tapi sesungguhnya, prospek untuk meningkatkan sales atau penjualan sudah mulai sangat terbatas. Atau bahkan boleh dikatakan stagnan. Omzet dari periode ke periode sudah tak bisa bertambah. Bisa karena pasar yang terbatas, bisa juga karena kemampuan internal usaha atau si pengusaha yang tak mendukung.”

Saya mengambil nafas panjang, dan kemudian diam.

”Yang ketiga dan keempat, Mas?” Bang Sinaga tampak tak sabar. Saya tersenyum lagi.

”Nggak sabar ya, Bang? Hehe.... Yang ketiga, kelompok ’Dogs”.

”Dogs?” desis Bli Wayan.

”Itu sekedar istilah, Bli. Jangan diartikan secara harfiah...,” kata saya sembari melebarkan senyum. ”Di kelompok ini, pendapatan dari usaha sudah lebih kecil dari biaya operasionalnya. Ia sudah mulai merugi, tapi sesungguhnya masih punya kemungkinan untuk dikembangkan lagi, karena sebenarnya peluang pasarnya masih ada. Tapi ini perlu effort yang cukup besar. Misalnya dengan divestasi atau penjualan sebagian aset.”

”Ooo... begitu ya. Yang keempat?” respon Bli Wayan.

”Yang terakhir, kelompok ’Question Marks”. Tanda tanya. Nggak jelas,” kata saya.

Saya sengaja diam, untuk memancing rasa penasaran teman-teman, sampai akhirnya, ”Apanya yang nggak jelas, Mas?” suara Bang Sinaga yang mengedepan.

”Iya, nggak jelas. Maksudnya, nggak jelas lagi kemampuannya untuk bisa menangkap peluang pasar. Cash flownya juga sudah negatif. Gampangnya, usahanya sudah rugi, dan sangat kecil kemungkinannya untuk bisa eksis kembali.”

Ketiga sahabat saya mengangguk-angguk.

”Lalu, apa hubungannya dengan penolakan pihak bank ke tetangga toko saya tadi, Mas?” ujar Bli Wayan, mengingatkan permasalahan utama diskusi ini.

”Nha, begini,” saya mulai menerangkan kembali.

“Pada prinsipnya, pihak bank hanya akan bersedia membiayai dua dari keempat kelompok kondisi usaha tersebut. Yang mana kira-kira, Bang?” saya meminta respon dari Bang Sinaga.

“Hmm..., ya yang pertama dan yang kedua lah. Yang ‘Star’ sama yang... eh, yang apa itu, Mas? Yang kedua?” jawab Bang Sinaga balik bertanya.

”Betul!” kata saya senang, ”yang ’Star” dan yang ”Cash Cows”, Bang.”

”Nha... itu.... ’Cash Cows’!” sahut Bang Sinaga lagi.

Mengangguk-angguk membenarkan, saya melanjutkan, ”Nah, di kedua tipe kondisi itulah bank ’bermain’, alias menyalurkan kreditnya. Kenapa? Karena bank butuh kepastian repayment capasity atau kemampuan membayar kembali dari si nasabah. Bahkan, untuk tipe ’Star’, bank perlu meyakinkan dirinya bahwa usaha si nasabah akan bisa berkembang lebih cepat dari sebelumnya, karena itu yang menjadi tujuan pemberian kreditnya.”

”Nah, sekarang coba kita tengok sendiri. Jika kita pengusaha, masuk ke kelompok yang manakah kita?” kata saya pada akhirnya.

Uda Mail manggut-manggut. Tampaknya ia mulai ’menilai’ kondisi tetangga tokonya, dibandingkan dengan kondisi teman tetangga tersebut, dan juga kondisi usahanya sendiri –mungkin--. Ia tampak akan menanyakan sesuatu kembali, ketika Bang Sinaga lebih dahulu memecah keheningan yang tercipta. ”Hey, dari tadi kita belum pesen minum nih!”

”Cak Rifaaaan....!!!” akhirnya, justru suara Bang Sinaga yang terdengar, memanggil satu sahabat lagi yang selama ini tak pernah lelah menemani diskusi-diskusi kami dengan mak nyus-nya minuman dan makanan kecil yang dijualnya.

---
Dokter Masalah Keuangan Keluarga
Minggu, 22 November 2009 08:22
E-mail Cetak PDF

SRI KURNIATUN, MM, RFA

Keuangan keluarga, kini menjadi kajian baru yang menarik. Dalam lima tahun terakhir, kajian tentang keuangan keluarga sama pentingnya dengan keuangan korporasi.



Sri Kurniatun MM RFA, seorang perencana keuangan keluarga membagi situasi keuangan keluarga berdasarkan dua hal, pertama yang masih dalam kondisi berpendapatan rendah, yang masih dalam empowering (pemberdayaan). Pada golongan ini, menurut Sri, mereka harus tetap diberi motivasi untuk mengoptimalkan ikhtiar mencari uang dan mengelola uang dengan baik terutama mengatur pengeluaran.



”Hal yang terpenting untuk golongan ini adalah harus diupayakan untuk mampu menabung biarpun sedikit,” ujar Director Kurnia Consulting ini.



Kedua, golongan masyarakat yang memiliki pendapatan menengah ke atas terutama yang ekonominya sudah mapan, tetapi belum mampu mengelola uang dengan baik. Pada kelas masyarakat ini, sering didengar banyak yang terjerat hutang kartu kredit, bersikap boros, bahkan pailit, meskipun pendapatannya besar.



”Banyak masyarakat yang memiliki pendapatan yang besar, tetapi parah dalam pengelolaannya,” ujar wanita lajang kelahiran Kebumen, Jawa Tengah ini.



Penghasilan besar? Ya, secara kuantitas banyak, tetapi karena tidak dikelola secara baik, maka banyak juga aliran keluar tidak produktif sehingga banyak anggota masyarakat yang hidup seperti mesin ATM saja. Uang keluar masuk, ujung-ujungnya selalu habis diakhir tanggal tua tanpa rencana yang baik.



Banyak kasus keluarga di Indonesianya, di mana semasa mudanya ketika karirnya masih bagus bagus dengan gaji tinggi namun karena tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik di masa mudanya, ketika pensiun merana.



”Mereka tidak memiliki perencanaan investasi yang tepat, memilih produk investasi yang aman, serta bagaimana harus menginvestasikan uangnya sehingga memiliki harapan untuk berkembang dan lebih baik di masa tuanya,” cetusnya.



Sebagai perencana keuangan keluarga, Sri berharap dapat membantu berbagai masalah keuangan tersebut.



”Kami mencarikan solusi yang tepat dalam berbagai permasalahan keuangan keluarga serta membantu merencanakan keuangan yang terbaik,” cetus Sri yang berprofesi sebagai dokternya masalah keuangan keluarga ini.


--
Mengakrabi Pertanyaan Pengusaha Mikro dan Kecil
Jumat, 13 November 2009 04:17
E-mail Cetak PDF



DR. KRISNA WIJAYA

Pak Krisna Yth, Saya malu untuk menceritakan dan menanyakan hal ini kepada Bapak, namun karena terdorong ingin mendapatkan masukan untuk perkembangan usaha yang cukup lama saya geluti, saya yakin Bapak dapat membantu memcahkan persoalan yang kami hadapi ini. Saya Ny. D, usia 29 tahun dengan satu anak berusia 16 bulan, suami saya bekerja sebagai pegawai swasta dengan gaji Rp1,8 juta sebulan. Sedangkan saya sendiri membuka kios/toko kecil, yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat sekitar komplek tempat tinggal saya. Semula keuangan keluarga kami aman-aman saja. Kebutuhan keluarga dapat tercukupi dari penghasilan kios, sedangkan gaji suami setelah dikurangi uang saku dan transport masih bisa ditabung setiap bulan. Kami juga dapat mengembangkan kios dengan menambah item barang-barang yang dijual, sehingga semakin lengkap.

Persoalan mulai timbul lima bulan yang lalu, ketika suami memutuskan membeli mobil kijang bekas secara kredit seharga Rp80 juta. DP yang harus dibayar sebanyak Rp20 juta dengan cicilan Rp2,5 juta selama 3 tahun. Saat membayar DP otomatis hampir separoh dari tabungan kami terambil. Kijang itu rencananya digunakan untuk angkutan belanja toko, tapi tidak efektif karena selama ini saya belanja ke grosir lebih banyak menggunakan sepda motor. Setelah mempunyai mobil justru kami tidak dapat menabung dan lebih banyak minusnya karena dari gaji suami saja tidak cukup. Beruntung masih ada toko yang hasilnya untuk makan dan kebutuhan keluarga, tetapi usaha kami tidak berkembang karena modalnya sering digunakan untuk hal-hal lain diluar belanja barang.

Pak adakah saran untuk memecahkan masalah yang kami hadapi ini. Terima kasih atas jawaban yang Bapak berikan. (Ny. D, Perum Bojong Soang Asri, Bandung – Jawa Barat.)

Pertanyaan ini kami cuplik, satu dari sekian banyak pertanyaan masyarakat yang pernah ditanyakan kepada Dr Krisna Wijaya.

Sebenarnya pertanyaannya sangat sederhana, khas pengusaha UKM, namun bagi yang tidak akrab dengan dunia kewirausahaan, keuangan mikro, dan kecil, pertanyaan ini cukup rumit dan membingungkan.

Meski hanya sebuah saran melalui email, atau bahkan surat terbuka melalui media, tetapi keadaan seperti yang terjadi pada Ny D di Bandung ini banyak yang mengalaminya. Berikut saran yang diberikan oleh penulis buku Analisis Pemberdayaan Usaha Kecil, Doktor dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta ini sebagai berikut :

Jawaban Ny D di Bandung. Saya turut prihatin dengan masalah yang Anda hadapi ini. Masalah Anda sebenarnya sangat sederhana, yaitu lebih pengeluaran daripada pemasukan. Istilah populernya, lebih besar pasak daripada tiang. Utang atau kredit yang di luar kemampuan inilah yang menyebabkan keuangan keluarga Anda kelabakan seperti saat ini.



Jadi menurut saya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengevaluasi keberadaan mobil kijang tersebut. Apakah benar-benar diperlukan. Jika keberadaannya diperlukan berarti fungsinya yang harus dioptimalkan, misalnya dengan menyewakan mobil (rent car) harian atau bulanan kepada perusahaan atau perorangan yang memerlukan. Dengan cara ini diharapkan mobil Anda menghasilkan uang untuk membayar cicilan kredit.

Langkah kedua, Anda harus mengurangi pengeluaran lainnya dan mencoba menabung untuk melunasi kredit tersebut. Yang ketiga jual harta atau barang-barang Anda yang tidak produktif, misalnya perhiasan yang jarang dipakai, atau jika Anda menganggap mobil yang baru saja dibeli tidak memberikan manfaat mengapa tidak diover kredit saja (untuk hal ini Anda harus hati-hati agar tidak rugi dua kali).

Cobalah diskusikan pilihan-pilihan tersebut dengan suami Anda. Saya yakin Anda akan memilih cara terbaik, yaitu lebih baik hidup sederhana tetapi usaha dapat berkembang dengan baik.

Lain halnya Anda berhutang/mengambil kredit dari bank untuk memperbesar usaha yang Anda geluti saat ini. Jika ditekuni dengan baik saya yakin usaha Anda akan besar seperti pengusaha sukses lainnya.

Karena itu, diskusi anda dengan pihak-pihak perbankan terkait dengan kredit anda harus intens, dan sedapat mungkin memperoleh penjelasan yang sejelas-jelasnya agar tujuan anda memperoleh kredit untuk mengembangkan usaha tercapai.

Demikianlah salah satu jawaban yang diberikan Dr Krisna Wijaya atas pertanyaan tersebut. Anda dapat juga mengajukan pertanyaan kepada Dr Krisna Wijaya atas berbagai permasalahan yang anda hadapi dalam mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah kepada redaksi majalah Wirausaha dan Keuangan, melalui email redaksiwk@yahoo.co.id Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya . Jangan lupa setiap penanya harus mencantumkan identitas yang jelas. Tanpa identitas yang jelas surat-surat atau pertanyaan yang masuk tidak akan ditanggapi.

--

TIPS USAHA TOKO & BENGKEL MOTOR
Oleh murahmotor
Rabu, 24 Februari 2010 09:33:47 Klik: 4935 Kirim-kirim Print version
Jumlah sepeda motor tumbuh luar biasa, yang tentunya diikuti dengan pertumbuhan kebutuhan onderdil, variasi dan jasa bengkelnya. Usaha ini bersifat jangka panjang. Secara produk tidak ada ruginya, karena tidak membusuk dan masa berlakunya sangat lama.

1. USAHA KELILINGAN/SALES

Keunggulan Produk

Onderdil dan variasi sepeda motor yang kami tawarkan bukan yang harganya mahal dan keuntungannya tipis, tapi produk yang kami pilihkan adalah yang :
- harganya sangat murah
- mutunya sudah teruji di pasaran
- mudah dijual, karena banyak konsumen tidak mampu atau tidak mau membeli onderdil dan variasi yang mahal
- mempunyai keuntungan tinggi rata-rata 40 %, bahkan beberapa item bisa untung lebih dari 100%
- bisa dijual secara tunai

Sistem Kerjasama

Sistem kerjasamanya adalah KEMITRAAN. Mitra kulakan barang pada kami, akan tetapi statusnya tidak beli putus. Mitra masih bisa melakukan penukaran barang, apabila ada barang yang kurang laku, sejauh barang tersebut tidak rusak.


Bimbingan

Kami pun bersedia untuk membimbing mitra secara rinci, setiap saat dan secara berkesinambungan sampai dengan mitra bisa berusaha dengan lancar. Bimbingan tersebut antara lain :
- pengenalan barang
- tata cara menjual
- sistem administrasi barang dan keuangan
- sistem bagi hasil apabila mitra merekrut Salesman
- hal-hal lain yang diperlukan

Modal

Tidak perlu modal besar untuk memulai usaha Kelilingan/Sales Onderdil & Variasi yaitu hanya Rp 2 juta, tapi potensi keuntungannnya sangat besar bisa mencapai Rp 1 juta per bulan. Modal tersebut dipakai untuk kulakan barang dan membeli perangkat untuk keperluan 1 Salesman yang pakai sepeda motor.

Apabila stok sudah menipis, maka mitra kulakan lagi pada kami lewat SMS, email atau fax, sedangkan pembayarannya bisa lewat transfer.

Cara Pemasaran

Cara memasarkannya adalah barang dijajakan ke bengkel2/toko2 utamanya yang terletak bukan di jalan-jalan protokol, tapi sebaiknya yang berada di pinggir-pinggir kota. Bisa mitra sendiri yang menjajakan atau mitra merekrut Salesman dengan sistem bagi hasil.

Setiap mitra akan diberi satu wilayah pemasaran sesuai kesepakatan. Hal ini untuk menghindari perebutan pasar antar mitra. Dalam satu kota/kabupaten bisa digarap oleh 3 Salesman yang pakai sepeda motor. Sedangkan apabila Salesman pakai mobil, maka pemasarannya bisa sampai ke luar kota.

Potensi Keuntungan

Berdasarkan pengalaman kami, perhitungan potensi hasil penjualan dan keuntungannnya adalah :

1. Salesman pakai motor :
- Rata-rata penjualan = Rp 200.000/hari
- Keuntungan kotor 40 % = Rp 80.000/hari
- Biaya operasional Salesman = Rp 10.000/hari
- Keuntungan bersih = Rp 70.000 x 25 hari = Rp 1.750.000/bulan
Kalau mitra menggunakan Salesman, maka 40% keuntungan bersih untuk Salesman dan 60% keuntungannya untuk mitra (catatan : sepeda motor milik Salesman)

2. Salesman Pakai Mobil :
- Rata-rata penjualan = Rp 450.000/hari
- Keuntungan kotor 40% = Rp 180.000/hari
- Biaya operasional Salesman = Rp 25.000/hari
- Keuntungan bersih = Rp 155.000 x 25 hari = Rp 3.875.000/bulan
(hasilnya lebih besar karena jumlah barang yang dibawa lebih banyak).
Kalau mitra menggunakan Salesman, maka 30% keuntungan bersihnya untuk Salesman dan 70% nya untuk mitra. (Catatan : mobil milik mitra). Nilai barang yang dibawa dalam 1 mobil bisa mencapai Rp 5.000.000,-.

2. TOKO ONDERDIL, VARIASI & BENGKEL

Modal

Modal yang dibutuhkan untuk membuka Toko & Bengkel sekitar Rp 15 juta (di luar tempat). Rp 5 juta digunakan untuk membeli sarana bengkel (etalase, rak, kompresor, peralatan mekanik, dll.). Rp 10 juta digunakan untuk kulakan onderdil dan variasi.

Suplai Barang

Onderdil dan variasi akan kami suplai yang meliputi barang2 Starparts, AHM, Aspira, Indoparts, oli, ban, busi, dll. (dengan harga grosir). Sistem pembeliannya tunai tetapi tidak beli putus, karena barang2 yang kurang laku dapat ditukar, asalkan barang tersebut tidak rusak.

Bimbingan

Kami bersedia membimbing mitra antara lain dalam hal :
- pengelolaan barang dan keuangan
- penataan toko beserta cara-cara promosi yang efektif agar toko mitra cepat maju
- membantu mencarikan mekanik bersertifikat
- melaksanakan training SDM
- dan hal-hal lain yang diperlukan

Potensi Keuntungan
Investasi :
- Sarana = Rp 5.000.000
- Kulakan onderdil dan variasi = Rp 10.000.000

Biaya per bulan
- Sewa tempat = Rp 5.000.000/th = Rp 417.000/bln
- Biaya Listrik, Telp, air, dll. = Rp 200.000/bln
- Gaji 1 orang mekanik = Rp 400.000/bln
Total Biaya per bulan = Rp 1.017.000/bln

Pendapatan per bulan :
- Penjualan onderdil dan variasi = Rp 7.500.000/bln
- Pendapatan jasa bengkel = Rp 1.500.000/bln
- Keuntungan dari onderdil (40%) = Rp 3.000.000/bln
- Keuntungan dari jasa bengkel (50%) = Rp 750.000/bln
Keuntungan bersih = Rp 3.750.000 – Rp Rp 1.017.000 = Rp 2.733.000/bln
Apabila semakin ramai, maka jumlah mekanik bisa ditambah, sehingga pendapatan pun akan semakin meningkat.

3. USAHA GABUNGAN

Apabila mitra sudah menjalankan usaha Kelilingan/Sales, sebaiknya juga merencanakan untuk membuka Toko & Bengkel, karena sayang apabila stok yang dipunyai hanya ditempatkan di rumah, lebih baik sekalian dipajang di toko dan dilengkapi dengan bengkel.

Sebaliknya bagi mitra yang menjalankan usaha Toko & Bengkel, sebaiknya juga diikuti dengan usaha Kelilingan/Sales onderdil dan variasi, karena hal ini jelas akan meningkatkan pendapatan.

Demikian kami sampaikan, apabila ada hal-hal yang belum jelas, silahkan hubungi kami lewat telpon, SMS atau email. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. Kami tunggu kabar baik selanjutnya.


--

BERAS ORGANIK CIUNG WANARA
Oleh adityarial
Minggu, 04 Oktober 2009 11:36:15 Klik: 3081 Kirim-kirim Print version
Kerjasama penjualan/keagenan ini berlaku untuk komoditas beras organik yang kami miliki diantaranya beras organik putih pulen pandan wangi (tidak cocok untuk penderita diabet), beras putih sehat (cocok untuk penderita diabet) dan beras merah.

Untuk mendapatkan harga pembelian dengan harga agen syaratnya yaitu pembelian untuk beras dengan kemasan plastik 2kg atau 5 kg merk ‘Ciung Wanara’ adalah minimal berjumlah 50kg dan untuk kemasan karung 25 kg minimal 100kg.



Mengenai produk organik


APA YANG DIMAKSUD DENGAN PERTANIAN ORGANIK ?

Lembaga dunia yang bergerak dalam pengembangan pertanian organik, IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movements), mendefinisikan pertanian organik sebagai sistem pertanian holistik (menyeluruh) yang dapat mendukung dan menjaga keanekaragaman hayati, serta keberlangsungan siklus biologi dan aktivitas biologi tanah.

Melalui sistem ini kegiatan usaha tani secara keseluruhan, baik proses produksi maupun proses pengolahan hasil dikelola secara alami dan ramah lingkungan tanpa menggunakan bahan kimia sintetis dan rekayasa genetik sehingga diharapkan mampu menghasilkan produk yang sehat, berkualitas serta berkelanjutan.

Lebih dari itu, harapan yang menjadi dasar dari dikembangkannya sistem pertanian organik ini ialah terbangunnya kemandirian dan kesejahteraan para petani yang selama ini identik dengan potret kehidupan yang serba kekurangan dan hanya menjadi objek pembodohan dari para pelaku pasar yang tidak bertanggung jawab.

Dalam pertanian organik potensi sumber daya alam tidak lagi hanya dipandang sebagai obyek eksploitasi melainkan sebagai aset kehidupan yang harus dipelihara dan dijaga kelestariannya sehingga dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dan alam serta dengan seluruh tatanan sosial ekonomi di sekitarnya sebagai sebuah bentuk kearifan lokal.

KEBUTUHAN LAHAN

Lahan yang digunakan untuk produksi pertanian organik harus terbebas dari bahan kimia sintetis baik pupuk kimia maupun pestisida kimia. Lahan yang digunakan untuk mengembangkan pertanian organik bisa berupa lahan pertanian yang baru dibuka ataupun lahan pertanian intensif yang telah dikonversi menjadi lahan pertanian organik. Lamanya masa transisi dari lahan pertanian intensif ke lahan pertanian organik sangat tergantung pada sejarah penggunaaan lahan, pupuk, pestisida, dan jenis tanaman. Pada umumnya konversi lahan berlangsung dalam rentang waktu 1-2 tahun. Pada masa peralihan ini bukan berarti lahan dibiarkan pasif melainkan harus tetap ditanami secara organik sehingga kualitas tanah yang diharapkan akan lebih cepat terbentuk.

PUPUK ORGANIK

Sesuai namanya pupuk organik berasal dari bahan-bahan organik atau alami. Bahan-bahan yang termasuk pupuk organik diantaranya pupuk kandang, kompos, kascing, gambut, rumput laut, dan guano. Berdasarkan bentuknya pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Beberapa orang juga mengelompokkan pupuk-pupuk yang ditambang seperti dolomit, fosfat alam, kiserit, dan juga abu (yang kaya K) ke dalam golongan pupuk organik. Adapun pupuk organik cair diantaranya cairan hasil komposting, ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhan-tumbuhan, dan lain-lain.


Pupuk organik memiliki kandungan hara yang lengkap. Bahkan di dalam pupuk organik juga terdapat senyawa-senyawa organik lain yang bermanfaat bagi tanaman, seperti asam humik, asam fulvat, dan senyawa-senyawa organik lain.

TATARAN PRAKTIS PERTANIAN ORGANIK

* Melindungi dan meningkatkan kesuburan jangka panjang dari tanah. Melindungi tanah berarti juga melindungi beragam organisme seperti cacing tanah dan mikroorganisme yang mempunyai peranan penting dalam proses penyuburan tanah

* Memperkaya siklus biologikal dalam pertanian, khususnya siklus makanan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengembalikan hara atau nutrisi yang terangkut tanaman dengan menambahkan pupuk organik dari berbagai sumber secara periodik ke dalam tanah baik dalam bentuk segar maupun kompos. Selain itu juga dengan mengembalikan sisa sisa panen serta serasah ke lahan untuk mengembalikan hara yang terangkut tanaman.

* Memberikan pasokan nitrogen dengan penggunaan secara intensif tanaman yang dapat memfiksasi nitrogen seperti kacang-kacangan.

* Perlindungan tanaman secara biologikal berdasarkan pada pencegahan daripada pengobatan. Ini dapat dilakukan dengan menanam tanaman yang berfungsi untuk pengendalian hama dan penyakit seperti kenikir, kemangi, lavender, mimba, dll.

* Meningkatkan keragaman varietas tanaman dan spesies binatang, sesuai dengan kondisi lokal.

* Menyediakan air yang cukup dan bebas bahan agrokimia

* Menjaga kebersihan areal pertanaman

* Penolakan pada pupuk kimia, pelindung tanaman, hormon dan pengatur tumbuh

* Pelarangan terhadap rekayasa genetika dan produknya

* Pelarangan dalam metoda bantuan pemrosesan dan kandungan yang berupa sintetis atau merugikan didalam pemrosesan makanan


--

PELUANG PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM
Oleh adityarial
Minggu, 04 Oktober 2009 11:29:29 Klik: 10072 Kirim-kirim Print version
Budidaya jamur tiram putih yang bernama latin Pleurotus ostreatus ini masih tergolong baru. Di Indonesia budidaya jamur tiram mulai dirintis dan diperkenalkan kepada para petani terutama di Cisarua, Lembang, Jawa Barat pada tahun 1988, dan pada waktu itu petani dan pengusaha jamur tiram masih sangat sedikit. Sekitar tahun 1995, para petani di kawasan Cisarua, yang semula merupakan petani bunga, peternak ayam dan sapi mulai beralih menjadi petani jamur tiram meski masih dalam skala rumah tangga. Dalam perkembangannya, beberapa industri berskala rumah tangga bergabung hingga terbentuk CV dan memiliki badan hukum.

Sekilas tentang Jamur Tiram

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur kayu yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia. Selain karena memiliki cita rasa yang khas, jamur tiram juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Jamur tiram mengandung protein sebanyak 19 - 35 % dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 - 81,8 %. Selain itu jamur tiram mengandung tiamin atau vit. B1, riboflavin atau vit. B2, niasin, biotin serta beberapa garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K dalam komposisi yang seimbang. Bila dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram, maka kandungan gizi jamur masih lebih komplit sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.


Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur tiram cukup tinggi, sehingga produksi jamur tiram mutlak diperlukan dalam skala besar.

Latar Belakang

Pemilihan bentuk usaha budidaya jamur tiram ini dilatarbelakangi oleh :

Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Pasar jamur tiram yang telah jelas dan permintaan pasar yang selalu tinggi dan minus ini memudahkan para pembudidaya memasarkan hasil produksi jamur tiram.

Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Bahan baku yang dibutuhkan tergolong bahan yang murah dan mudah diperoleh seperti serbuk gergaji, dedak dan kapur, sementara proses budidaya sendiri tidak membutuhkan berbagai pestisida atau bahan kimia lainnya.

Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar pertanian jamur tiram.


ANALISIS PASAR

Deskripsi produk

Produk jamur tiram yang dihasilkan berupa :
-Jamur Tiram segar
-Produk turunan Jamur Tiram seperti kripik jamur, jamur goreng tepung, jamur siap masak dalam kemasan plastik, dll.

Prospek Pasar Budidaya Jamur

Budidaya jamur tiram di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung telah memiliki pasar yang jelas. Hampir semua petani jamur tiram memiliki hubungan dengan pedagang yang siap menerima hasil produksi jamur tiram dari petani dengan harga yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan tanaman sayuran lainnya. Hal ini diperkuat dengan beberapa alasan sebagai berikut:

1.Permintaan jamur tiram di daerah Bandung dan sekitarnya mencapai 7 - 10 ton /hari. Adapun produksi jamur tiram baru mencapai 2,5 - 3 ton /hari. Ini berarti terdapat gap sebesar 4 - 7 ton /hari, yang sedikitnya dapat diisi dalam rencana budidaya jamur tiram ini.

2.Pasar jamur tiram saat ini telah meluas di sekitar Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten sehingga diperlukan produksi jamur tiram dalam skala besar.

3.Masyarakat semakin sadar pentingnya mengkonsumsi jamur untuk tujuan kesehatan.

4.Jamur saat ini dikonsumsi sebagai pengganti daging selain dari beralihnya pola makan masyarakat kepada bahan pangan organik.


Kebutuhan dan Kecenderungan Pasar

Target market usaha ini adalah konsumen jamur dari house need sehingga kebutuhan akan jamur tiram masih tergolong tinggi dan pemenuhannya masih terbatas pada pasar tradisional pada umumnya dan beberapa retail pada beberapa kota besar.

Sementara itu kecenderungan pasar akan jamur tiram masih tergolongkan pada secondary goods, namun permintaan pasar masih tinggi. Sebaliknya pada segmen hotel dan restoran yang kebutuhan akan jamur tiramnya cukup tinggi suppliers jamur tiram minim dan masih sangat dibutuhkan.

Kecenderungan dari hotel dan restoran yang paling penting untuk disikapi adalah pelayanan akan faktor satisfaction penyediaan barang, mulai dari ketepatan waktu, jenis pambayaran, layanan purna jual, dan yang paling utama penurunan harga jual.

Proyeksi Pengembangan Usaha

Usaha ini diorientasikan sebagai usaha kecil menurut banyak pakar ekonomi, namun usaha tersebut dipandang sebagai tulang punggung dalam salah satu pemulihan ekonomi Indonesia. Untuk itu pengembangan budidaya jamur ini akan dibagi dalam tiga tahap, yaitu: tahap industri kecil awal, tahap industri kecil lanjut, dan tahap industri menengah. Penjelasan mengenai ketiga tahap industri tersebut adalah sebagai berikut :

A. Tahap Industri Kecil Awal
Tahap ini merupakan langkah awal menuju terbentuknya industri padat karya yang kuat dan kokoh
- Menerapkan standar produksi yang tepat untuk mengoptimalkan hasil budidaya jamur.
- Penyempurnaan sistem produksi, keuangan dan distribusi.
- Penambahan tenaga kerja.
- Pencarian investor
Tahap industri kecil awal ini merupakan jembatan menuju berdirinya industri kecil yang kokoh. Investasi yang dibutuhkan untuk tahap industri kecil awal diperkirakan berkisar antara 30 hingga 100 juta rupiah.

B. Tahap Industri Kecil Lanjut
Tahap ini merupakan pengembangan dari tahap industri kecil awal. Setelah kebutuhan dana mencukupi, dan seluruh kekurangan telah dapat diatasi, maka dimulailah industri kecil lanjut yang ditargetkan untuk memiliki perijinan dan pembentukan badan usaha. Industri ini diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja, mulai dari pekerja kasar di bagian produksi hingga profesional di bidang pemasaran, R & D dan administrasi.

Tahap industri kecil lanjut ini merupakan jembatan menuju berdirinya industri menengah nasional yang produksinya diperkirakan mencapai sedikitnya 100.000 baglog produksi per musim. Tahap industri kecil lanjut itu sendiri diharapkan mampu memproduksi hingga 9 ton per bulan. Investasi yang dibutuhkan untuk tahap industri kecil lanjut ini diperkirakan berkisar antara 150 hingga 200 juta rupiah.

C. Tahap Industri Menengah Nasional

Secara umum, tahap industri menengah adalah perluasan dari industri kecil, mulai dari sistem, kapasitas produksi hingga ekspansi distribusinya. Tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan ekspor. Tahap ini diharapkan mampu menyerap sedikitnya 50 tenaga kerja. Investasi yang diperlukan masih dalam analisis.


Bagi rekan rekan yang memiliki minat untuk mendalami dunia usaha ini kami membuka kesempatan kerjasama dalam bentuk investasi

--

TETAP PRODUKTIF DI MASA SULIT
Oleh nofarki
Rabu, 11 Februari 2009 10:03:13 Klik: 9931 Kirim-kirim Print version
Ilmu akan menjaga kita, sementara uang belum tentu dapat menjaga kita, itulah pesan orang tua kita dulu. Entah apapun keahlian itu, yang jelas Anda harus memilikinya. Anda akan lebih berguna dan dihargai oleh masyarakat karena memiliki keahlian.

Sebagai sebuah contoh sederhana, seandainya Anda menguasai bidang komputer maka Anda dapat memberdayakan kemampuan dan keahlian Anda itu, tidak saja untuk dapat bertahan, tetapi mungkin sebagai peluang usaha permanen yang dapat Anda kembangkan dan malahan dapat Anda wariskan kepada anak-cucu kelak. Kenapa tidak? Namun paling tidak, Anda tidak akan menjadi beban siapa pun, apalagi mengharapkan bantuan dari negara seperti saat krisis tahun 1998 menerpa, dimana pemerintah terpaksa membuat kebijakan Jaring Pengaman Sosial yang seperti kita semua sudah tahu, ujung-ujungnya jadi sumber korupsi orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.

Okelah bila sekarang ini Anda hanya berpikir menjadikan peluang tersebut sebatas untuk dapat bertahan dan agar tetap produktif sembari mencari peluang berkarir di salah satu perusahaan yang Anda pikir cocok bagi minat dan keahlian yang Anda miliki. Peluang yang dapat Anda lakukan berdasarkan kemampuan Anda dalam bidang komputer tersebut adalah dengan memberikan les privat ke berbagai sekolah, institusi, perusahaan atau individual. Kemampuan Anda dalam suatu mata pelajaran tertentu juga dapat Anda manfaatkan. Apalagi Anda menguasai suatu mata pelajaran yang secara umum dianggap sulit. Itu juga sebuah peluang dan kesempatan. Menjadi tentor mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, music, computer dan Bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Silahkan dipelajari dan buka lagi buku pelajaran waktu sekolah dulu. Menjadi tentor juga tidak banyak memerlukan modal. Yang paling krusial untuk Anda miliki adalah alat komunikasi yang dapat dihubungi dimanapun Anda sedang berada. Selain itu, Anda tentu harus mempersiapkan silabus dan mungkin juga kurikulum sesuai dengan kebutuhan para pelanggan Anda.

Lalu bagaimana cara menjaring para pelanggan? Mungkin ada baiknya untuk menghubungi beberapa kenalan Anda baik dari masa sekolah/kuliah dulu, membuat blog dan memasang iklan disana, memasang iklan di sebuah harian surat kabar tertentu. Sebar brosur ke sekolahan, institusi, atau perusahaan. Anda dapat juga memasang pamflet di toko, warung makan, dinding pengumuman umum, dan sebagainya. Ciptakan sebuah kebutuhan, orang tidak akan butuh jika Anda tidak mengiklankannya.

Bila Anda mendapat respon yang bagus, bukan tidak mungkin Anda akan dapat memberikan peluang usaha bagi rekan-rekan Anda yang juga tengah mengalami masalah yang sama dengan Anda. Untuk itu, ciptakanlah network sehingga akan sangat menguntungkan bagi Anda dan rekan-rekan Anda. Contoh sederhananya begini, seandainya Anda diminta untuk memberi pelajaran di jam yang bentrok dengan jadwal Anda, maka Anda bisa mengoperkannya kepada rekan yang available saat itu. Dengan demikian, dengan kesepakatan terlebih dahulu tentunya, Anda bisa mendapatkan fee dari rekan Anda tersebut. Itu artinya sebagai sebuah kerjasama saling menguntungkan atau semacam simbiosis mutualisme seperti istilah dalam bidang Biologi itu. Namun akan lebih bagus bila berpikir seperti ini; ingat sebuah pesan bijak; tuailah apa yang Anda tanam.

Bila Anda memiliki network yang tidak hanya menguasai bidang pengajaran yang serupa dengan keterampilan yang Anda kuasai, maka Anda bisa juga mendapatkan keuntungan dari hal demikian. Apa pasal? Sederhananya begini, bila Anda tidak memiliki keterampilan berbahasa Perancis, sementara Anda mengenal seseorang yang mampu menguasai keterampilan tersebut, maka Anda bisa menempatkannya di media brosur yang Anda sebarkan tadi. Sekali lagi tentunya dengan konfirmasi terlebih dahulu dengan rekan kerja Anda itu. Jadi sewaktu-waktu ada yang membutuhkan tentor bahasa Perancis, Anda dapat melemparkannya kepada rekan Anda itu.

Usaha kursus privat ini lebih menitikberatkan pada kepercayaan diri Anda untuk senantiasa tampil meyakinkan sebagai orang yang professional. Pikiran harus tetap terbuka untuk mendapatkan suatu pengalaman dan pengetahuan baru. Layaknya usaha bidang jasa lainnya, maka pelayanan yang Anda berikan adalah segalanya. Ini bisa juga akan menjadi iklan khusus buat Anda karena pelanggan yang puas akan merekomendasikan Anda kepada para kenalan mereka. Selain itu, selalulah ber pikir positif karena dengan itu, Anda akan lancar berkomunikasi dengan para pelanggan Anda.

Jika Anda berniat untuk tetap melanjutkan usaha Anda itu, tentu akan sangat bagus sekali karena Anda akan membuka lapangan kerja bagi sebagian orang. Anda bisa menyewa para professional di bidang masing-masing dan juga memberikan kontribusi pada penerimaan pajak sekecil apa pun itu. Usaha Anda itu pun harus didaftarkan perizinannya pada Departemen terkait.

Itulah salah satu peluang yang dapat Anda lakukan agar dapat bertahan atau memiliki usaha sampingan di saat krisis yang sepertinya masih betah menaungi negara tercinta ini. Ada banyak peluang tentunya yang dapat Anda lakukan. Yang pasti, jangan pernah menyerah. Selamat mencoba dan semoga sukses. (nfr)

--

BERANI UNTUK MERINTIS USAHA ?
Oleh nofarki
Rabu, 11 Februari 2009 09:53:04 Klik: 22758 Kirim-kirim Print version
Banyak para pencari kerja tidak dapat memenuhi kualifikasi yang diminta oleh perusahaan karena kurangnya bekal keterampilan yang dimiliki. Keadaan bertambah parah saat krisis global mulai menghantam perekonomian di negara kita. Dampak krisis yang terjadi sepuluh tahun yang lalu pun masih sangat terasa ditambah lagi dengan tambahan krisis yang dipicu oleh krisis financial yang melanda negara “paman Sam” akibat kesalahan pengelolaan kredit perumahan itu.

Sementara bagi mereka yang bekerja pun banyak mengalami stagnasi karena berbagai sebab. Juga mungkin pekerjaan yang dijalaninya bukan didasarkan atas faktor kesukaan alias hanya demi untuk mendapatkan pekerjaan saja. Sekarang ini banyak para pekerja atau karyawan yang bekerja asalkan diterima bekerja dan mau menerima bayaran yang relative kecil yang tidak sebanding dengan kebutuhan yang justeru semakin hari kian bertambah. Akibatnya besar pasak dari pada tiang. Ini tentu akan mempersusah diri saja, Lalu kenapa tidak memilih jalur wirausaha saja sebagai solusi?

Menentukan bidang usaha yang akan Anda tekuni, tentunya Anda harus mempertimbangkan bidang usaha yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan pribadi Anda. Memang banyak orang berkhayal untuk menjadi wirausahawan sukses. Namun bagaimana bisa bicara sukses, kalau dalam memulai saja Anda masih mengalami ketakutan? Ya, ketakutan untuk mengambil resiko dan ketidakpastian tentang masa depan telah menjadi hambatan banyak orang untuk tidak berpindah kwadran dan berkecimpung menjadi seorang usahawan.
Tanpa disadari, banyak orang menyalahkan faktor danalah yang selalu menjadi kambing hitam. Sebenarnya, modal untuk menjadi seorang wirausahawan bukan hanya bergantung pada faktor dana saja tetapi juga pada berbagai keterampilan yang dibutuhkan sesuai dengan jenis usaha yang dipilih, ditambah oleh faktor keberuntungan yang hanya sepersekian persen saja.
Kontrol diri dan sesuaikan gambaran bisnis ideal seperti apa yang ingin Anda tekuni!

Banyak orang yang menunda-nunda berbisnis karena ide bisnisnya tidak dapat diwujudkan, berbagai alasan seperti karena modal tidak mencukupi, tidak sesuai dengan bidang keahlian atau malu karena peluang bisnis yang ada sekarang hanya sekedar bisnis ecek-ecek, tidak keren, dan sebagainya. Mereka menunggu keajaiban yang tidak kunjung datang sehingga mereka memilih mengabaikan peluang usaha yang telah ada dimana menurut mereka keuntungannya kecil dan tidak menarik, mereka berkhayal untuk mengembangkan bisnis besar atau memperoleh proyek besar tanpa didukung asset dan fasilitas penunjang yang diperlukan.

Sebaiknya Anda mulai dengan hal-hal yang Anda mampu untuk mengerjakannya sekarang juga, meskipun Anda merasa peluang bisnis yang ada saat ini kurang menarik namun bersabarlah, boleh jadi suatu hari Anda akan menemukan peluang bisnis baru yang lebih baik dengan sarana bisnis pertama yang telah Anda rintis. Bisa jadi Anda akan menemukan partner bisnis atau pemodal besar yang bersimpati kepada Anda karena kejujuran dan kualitas kerja Anda sekarang. Jalani dulu apa adanya, just do it! Anda tidak akan pernah tahu kalau Anda tidak pernah mencoba.

Apa sih kewirausahaan itu? Sebelum istilah wirausaha menjadi begitu populer seperti sekarang ini, dulu sering kita dengar istilah wiraswasta. Kata wiraswasta berasal dari Wira yang berarti utama, gagah, berani, luhur, teladan atau pejuang. Swa berarti sendiri dan Sta berarti berdiri. Jadi wiraswasta (entrepreneur) berarti pejuang yang utama, gagah, luhur, berani dan layak menjadi teladan dalam bidang usaha dengan landasan berdiri diatas kaki sendiri.

Definisi kewirausahaan memang banyak dibuat oleh para ahli, tetapi mereka melihat dari perspektifnya masing-masing. Agar pengertian kewirausahaan dapat diterapkan sesuai dengan lingkungan negara kita, maka telah disepakati definisinya sebagai berikut ini.
Kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat, nilai-nilai dan prinsip serta sikap, kuat, seni, dan tindakan nyata yang sangat perlu, tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat, bangsa dan negara.
Menjalani profesi sebagai seorang wirausahawan juga merupakan perbuatan yang dapat membantu negara bila usaha yang dilakukan fair, memenuhi prosedur, memberikan devisa bagi negara dari sektor penerimaan pajak, dan juga dapat memberikan banyak kesempatan kerja bagi orang banyak.

Selanjutnya definisi kewirausahaan yang telah disepakati tersebut akan lebih jelas jika dilengkapi dengan kualifikasi wirausahawan itu sendiri. Berdasarkan kualifikasi seseorang, wirausahawan dibedakan menjadi tiga yakni wirausahawan andal, wirausahawan tangguh, wirausahawan unggul.
Dengan mengetahui gambaran seorang wirausahawan sukses, Anda dapat mengetahui mengenai kepribadian yang anda miliki, apakah Anda potensial untuk menjadi wirausahawan atau Anda harus banyak belajar untuk merubah dan meningkatkan kepribadian Anda.
Bagaimana mencocokkan usaha dengan type diri kita?
Sebelum memilih usaha yang cocok buat Anda, sebaiknya cobalah melakukan penilaian atas diri Anda sendiri terlebih dahulu secara jujur yang meliputi;
1. Kemampuan dan pengalaman actual
2. Waktu dan kesempatan yang tersedia
3. Evaluasi kemampuan manajemen
4. Mencari mitra usaha yang sesuai
5. Perlu tidaknya membentuk badan usaha
6. Bagaimana mencari sumber dana

Apa yang harus dilakukan sebelum memulai usaha?
Jika anda sudah mempunyai pilihan usaha, jangan langsung begitu saja menanamkan modal Anda sepenuhnya. Lebih baik alokasikan modal dana Anda secara bijak just in case sesuatu yang tidak diharapkan terjadi. Jadi bila hal tersebut benar-benar terjadi maka Anda masih memiliki “pelapis” untuk meneruskan usaha Anda itu. Maka sebelum suatu usaha dimulai Anda haruslah terlebih dahulu secara cermat melakukan hal-hal berikut:

• Membuat Business Plan
• Tanyakan ahlinya mengenai usaha yang akan anda lakukan, Sering-seringlah untuk menggali info-info sebanyak mungkin dari forum-forum seperti yang terdapat di internet dan sebagainya
• Lakukan survey terhadap usaha yang sejenis,
• Hubungi pihak Bank, apakah usaha sejenis tersebut masih mendapat dukungan bank,
• Jajaki terhadap lokal konsumen yang ada,
• Siapa-siapa saja pesaing yang akan anda hadapi,
• Survey apakah usaha sejenis sudah jenuh atau menjanjikan,
• Survey bahan baku yang anda perlukan, survey lokasi usaha.
• Mempertajam kejelian intuisi
• Berdoa

Begitu usaha anda berdiri dan anda sudah siap dengan produk atau jasa untuk dijual. Artinya anda sudah masuk ke medan perang. Jika Anda sudah memiliki usaha bukan berarti Anda langsung didatangi oleh para pelanggan. Untuk alasan itu, hal yang perlu Anda lakukan sekarang adalah untuk memberitahukan kepada khlayak tentang usaha dan keberadaan usaha yang Anda lakukan melalui mulut ke mulut, iklan di berbagai media (tentunya dengan melihat jenis dan besarnya usaha yang Anda jalankan).
Jika Anda telah mampu menarik minat pelanggan, maka selanjutnya upayakan meningkatkan layanan Anda kepada pelanggan Anda tersebut karena mereka dapat Anda jadikan sebagai sarana promosi karena bila yang bersangkutan terkesan dengan layanan Anda maka ia akan secara otomatis memberitahukan kepada para rekan-rekannya. Satu jalur promosi yang gratis bukan? Jadi sudah siapkah Anda untuk terjun dalam bidang kewirausahaan?. (nfr)

--
MENGAPA USAHA ANDA MEMBUTUHKAN WEBSITE ?
Oleh ebizwhiz
Selasa, 10 Februari 2009 16:02:41 Klik: 9371 Kirim-kirim Print version
Mungkin anda berpikir bisnis anda masih terlalu kecil untuk membutuhkan sebuah website. Mungkin anda berpikir membuat website itu sulit dan memerlukan biaya yang besar, sedangkan hasilnya tidak sepadan. Bila anda berpikir demikian, sebaiknya anda merubah paradigma anda. Berikut saya kemukakan alasan-alasannya :

- Banyak prospek akan mencari anda secara on-line. Mereka akan mengetikkan informasi yang mereka butuhkan di search engine. Bila anda tidak mempunyai website, maka hanya website kompetitor anda sajalah yang akan muncul. Berarti anda telah kehilangan kesempatan untuk melakukan penjualan. Bagi banyak prospek, bisnis anda sama saja tidak eksis, bila tidak dapat ditemukan dengan search engine. Di jaman sekarang, tidak mempunyai website sama saja seperti tidak terdaftar di buku telepon.

- Mempunyai website hanya membutuhkan biaya yang murah sekali. Jaman dimana mempunyai website membutuhkan biaya yang besar telah lewat. Hanya dengan Rp 200.000,- per tahun, anda sudah dapat mempunyai domain berikut hosting website anda. Sedangkan untuk membuat websitenya, jika anda tidak mau mengeluarkan biaya tambahan, anda dapat membuatnya sendiri.

- Website adalah sarana advertising yang sangat baik. Apakah anda ingin mempromosikan produk atau jasa anda, website adalah cara yang sangat tepat untuk melakukannya. Advertising dengan cara lain membutuhkan biaya yang lebih besar, terutama bila anda ingin mentargetkan ke market yang spesifik, dan tidak ada jaminan mereka akan memberikan perhatian. Website adalah selayaknya brosur yang bebas untuk direproduksi, interaktif, dan dengan cepat dapat didistribusikan kepada mereka yang memang memerlukannya. Tidak ada media lain yang dapat menyaingi kemudahan penggunaan dan keefektifan sebuah website.

- Website menjangkau seluruh dunia. Di dunia web, tidak menjadi masalah apakah seseorang berada di sebelah anda atau berada di sisi dunia yang lain. Mereka akan melihat website anda sama seperti setiap orang lain, tanpa ada biaya tambahan baik pada mereka atau pada anda. Telepon atau surat membutuhkan biaya yang besar bila jaraknya jauh, tetapi website memungkinkan anda mengirimkan informasi ke mana saja tanpa usaha atau biaya tambahan. Anda dapat menjalin kontak dengan seseorang di suatu tempat, yang tidak pernah anda kunjungi dan tidak akan anda kunjungi. Website membuat bekerja secara global seperti bekerja lokal.

- Website dapat menghasilkan uang. Banyak uang beredar di web, dan tidak sulit untuk mendapatkan sebagian. Semakin lama usaha anda on-line, semakin besar bagian yang anda dapat. Jika anda punya barang untuk dijual, anda dapat menjualnya ke seluruh dunia, berkat adanya kartu kredit atau sistim pembayaran internet seperti egold, paypal, dll. Menjalankan bisnis secara on-line akan menghapus hampir semua biaya overhead anda.

- Website dapat menghemat waktu anda. Memberikan informasi memerlukan waktu, apakah itu lewat telepon, e-mail atau mengirimkan brosur. Website didesain untuk menghemat waktu anda. Prospek anda dapat melihat katalog produk tanpa perlu berbicara atau mengunjungi anda. Dengan website, informasi dapat ditulis satu kali, dan selanjutnya dapat diakses oleh prospek anda secara akurat dan terus-menerus.


--

TIPS MENCARI UANG SECARA ON-LINE
Oleh ebizwhiz
Selasa, 09 Desember 2008 21:45:22 Klik: 23278 Kirim-kirim Print version
Anda tidak akan menyesal menjadi wirausahawan internet. Anda akan menjadi bos bagi diri anda sendiri, dan menghasilkan uang yang besar. Disamping itu, anda akan mempunyai lebih banyak waktu luang untuk mengerjakan hal-hal lainnya.

Untuk mempunyai bisnis di internet, anda memerlukan sebuah website. Desain website mempunyai peranan penting dalam menarik pengunjung. Jika anda berencana untuk menarik biaya keanggotaan, anda tidak dapat berharap banyak orang akan tertarik membayar akses ke website anda, jika desain website anda tidak menarik. Untuk membuat desain, anda dapat menyewa jasa graphic desainer, atau anda juga dapat mempelajarinya sendiri. Silakan klik link di bagian bawah artikel ini untuk mengunjungi situs yang memberikan bimbingan cara pembuatan website.

Anda juga tidak selayaknya menjejali halaman website anda dengan terlalu banyak informasi. Sebuah halaman website yang mengandung terlalu banyak informasi jelaslah tidak disukai siapapun. Siapa yang mau menggulung layar terlalu lama untuk mendapatkan informasi yang dicarinya ?

Penggunaan warna juga hal yang penting. Warna yang mencolok dapat menarik perhatian, tetapi untuk sebuah website, warna kuning menyala akan membuat pengunjung segera menekan tombol “BACK”. Skema warna yang tidak menarik atau malah menyakitkan mata, akan segera membuat pengunjung meninggalkan website anda. Kedengaran seperti hal yang remeh, tetapi memang benar demikian.

Pemilihan font perlu anda perhatikan. Jangan menggunakan font yang susah dibaca. Gunakan font standard yang mudah dibaca, seperti Times New Roman, Arial, Courier, atau Helvetica. Anda juga sebaiknya mencari font yang kompatibel dengan semua browser. Menggunakan font yang indah kelihatan bagus di komputer anda, tetapi mungkin saja akan tampak berbeda jika dilihat oleh pengunjung website anda nantinya.

Website anda perlu dijaga agar tetap simpel. Pengunjung tidak akan mau menunggu jika website anda perlu waktu lama untuk loading. Jadi jangan menambahkan plug-ins yang akan memperlama waktu loading website anda. Pastikan desain, layout dan navigasi website anda tetap simpel, dan mudah untuk digunakan.

Tentu masih banyak tips lain dalam membuat website, tetapi tips di atas setidaknya akan membawa anda ke arah yang benar saat membuat website anda.

Yang secara ringkas dijelaskan di atas adalah mengenai pembuatan websitemya. Bagaimana dengan pemilihan jenis bisnisnya ? Untuk hal ini, jika anda serius ingin berusaha on-line, anda perlu melakukan research dan perencanaan. Dengan perencanaan, anda dapat menghindari banyak masalah yang dapat muncul.

Langkah awal dalam membangun sebuah bisnis on-line yang sukses adalah menemukan bidang yang merupakan minat / ketertarikan anda. Beberapa cara untuk melakukannya :
- Lakukan brainstorming mengenai konsep-konsep terbaik yang anda yakini akan cocok dengan anda. Jauh lebih mudah untuk mencapai sukses, jika anda mencintai apa yang anda lakukan.
- Jika anda tidak dapat menemukan konsep yang cocok dengan minat anda, buatlah itu. Temukan satu bidang yang menarik bagi anda, dalami sampai anda bergairah untuk menjalankan bisnis di bidang tersebut.
- Bila semua langkah gagal, pilih bidang bisnis yang mendatangkan uang. Lakukan penelitian bidang bisnis apa yang popular dan mendatangkan uang. Cari tahu apa yang dicari orang, dan juallah itu pada mereka. Anda akan memperbesar kemungkinan sukses bila melakukan hal itu. Banyak tempat untuk mengetahui hal apa yang bisa/laku dijual. Mulailah surfing di internet. Lakukan penelitian dengan menggunakan keyword yang sesuai.

Setelah anda menentukan bidang bisnis yang akan anda tekuni, tibalah waktunya untuk menyelidiki siapa calon pelanggan/pembeli anda. Hal ini akan mempengaruhi desain dan isi dari website anda. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut :

- Siapa yang anda harap untuk mengunjungi website anda ?
- Bagaimana mereka akan menemukan website anda ?
- Bagaimana profil mereka : umur, jenis kelamin, pendidikan, dll
- Apa yang dicari pengunjung website anda : informasi, produk, jasa ?
- Apa yang anda inginkan untuk dilakukan pengunjung website anda : meminta informasi dengan melakukan sign-up, mengorder produk / jasa ?
- Apa yang akan anda gunakan untuk memikat mereka agar tetap menjelajahi atau kembali mengunjungi website anda di lain waktu ?

Jika anda menjawab pertanyaan di atas atau pertanyaan yang sejenis, anda telah mengambil langkah yang penting dalam membangun bisnis on-line anda. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menolong anda untuk fokus pada hal-hal yang penting yang harus anda lakukan untuk membangun, memelihara dan mempromosikan bisnis anda. Pada akhirnya, ini akan meningkatkan revenue, memaksimalkan biaya marketing, dan memperbaiki tingkat konversi pelanggan dari website anda.

--

TIPS USAHA STUDIO PHOTO MINI
Oleh zoni_mazni
Jumat, 29 Agustus 2008 08:56:02 Klik: 18259 Kirim-kirim Print version
Makin maraknya HP berkamera yang dijual dengan harga murah, menjadikan trend dikalangan remaja, ini bisa menjadi peluang usaha yang sangat menguntungkan bila kita pandai memanfaatkan momen ini, seperti dengan membuka Studio Photo kecil-kecilan, memanfaatkan komputer, kamera digital poket dan printer photo. Memang saat ini sudah banyak orang yang membuka usaha di bidang ini, tetapi biasanya mereka kurang konsisten, hanya dijadikan sebagai pelengkap di toko yang menjual Pulsa & HP.

Saya sendiri awalnya coba-coba membuka usaha ini tapi setelah 1 tahun berjalan, hasilnya lumayan, saya bisa mendapat keuntungan bersih 1,5 - 2 juta / bulan, saya membuka usaha ini dengan memberi nama GUN’S Photo Studio, yang spesialis menawarkan paket photo hemat yaitu di PHOTO+Cetak 2R hanya 1.000,- dengan trik seperti ini ternyata menarik kalangan menegah bawah, seperti anak-anak, remaja dan orang tua yang ingin mengabadikan photo anaknya, karena harganya murah meriah.

Selain menawarkan paket hemat photo 1.000 dan PAS PHOTO murah, saya juga menerima cetak dari HP, kamera, Flashdisk dll, dan ini juga menarik minat konsumen karena dengan label nama STUDIO PHOTO, terkesan usaha saya ini spesialis dalam mencetak photo, sehingga mereka lebih percaya ketimbang mencetak di konter HP.

Memulai usaha ini tidaklah rumit, anda tinggal belajar sedikit mengoperasikan program photo editing, dengan memberikan variasi / frame pada photo yang akan dicetak.


ANALISIS BISNIS
Modal Kerja
Kertas Photo A4 Rp. 800/lbr + tinta 500/lbr = Rp. 1.300/lbr
Harga Jual
1lbr A4 = 12 lbr ukuran 2R, jadi 12 x 1.000 = Rp. 12.000/lbr
Keuntungan
Rp. 12.000 - Rp. 1.300 = Rp. 10.700/lbr A4


Bagi anda yang tertarik membuka
STUDIO PHOTO MINI

Saya menawarkan Jasa Pelatihan Cara Cepat Mengolah Photo dengan program Corel Draw 12 & Adobe Photoshop CS2
Seharga Rp. 750.000,- / paket

Harga Sudah Termasuk
1. Pelatihan selama 1 minggu di rumah anda*
2. CD Format Ukuran Photo, Contoh Desain, background Photo, Frame Bingkai Photo, Frame
Kalender,.
3. 1 buah Spanduk Full Color Ukuran 2,5 x 0,8 meter
4. 1 buah Banner Full Color Ukuran 1,5 x 0,7 meter
5. Info tempat belanja bahan baku murah

Lihat Photo & Info selengkapnya klik :
http://cetakphoto.blogspot.com/

--

BISNIS PHOTOBOX
Oleh StudioPhotobox
Selasa, 01 Juli 2008 18:49:38 Klik: 11574 Kirim-kirim Print version
Kalau kita jalan-jalan ke Mal, sering kita lihat banyak anak muda antri dan bergerombol untuk menggunakan jasa Photobox , berfoto rame-rame dengan ekspresi yang bermacam-macam. Biasanya mereka memilih frame atau variasi sebelum berfoto, kemudian juga meminta fotonya dicetak berbagai gaya dalam satu lembar ukuran kecil. Biasanya harga yang harus dibayar mereka antara Rp.10.000,-an. Biaya yang cukup terjangkau uang saku kaum muda. Sebenarnya apa yang membedakan Photobox dengan Studio photo tempo dulu sehingga para muda sangat menggandrungi system photo ini?

Karena mereka mencet remote photo sendiri, tentunya system ini sangat menjaga privacy mereka. Mau berpose atau action kaya apa saja oke. Variasi frame yang amat banyak bikin mereka lebih tertarik. Lainnya photo-photo tersebut bisa dicetak selembar berisi 2, 4, 5, 8, terserah pemakai saja.
Mari kita berhitung keuntungan yang didapat. Peningkatan nilai jual dari kertas photo + tinta yang berkisar Rp.400,- menjadi Rp.10.000,- didapat selisih modal dan harga jual = Rp.9.600,-/lembar. Tentunya sangat fantastis. Jika sehari ada 20 klien berfoto, maka penghasilan pemiliknya adalah 20 x Rp.9600,- = Rp. 192.000,- atau sekitar Rp. 5,7 juta / bulan. Ini menarik untuk dikaji kemungkinannya dalam hal peluang bisnis. Sebenarnya sistem Photobox adalah sebuah komputer, kamera, dan printernya yang terintegrasi dalam satu sistem yang digerakkan oleh sistem operasi dan software khusus photobox dengan cara penggunaan yang dibuat sangat mudah sehingga operator pemulapun dapat mengoperasikannya setelah training singkat. Di koran-koran sudah sering terlihat beberapa supplier menawarkan sistem photobox dengan harga di kisaran Rp.25-40juta. Dengan asumsi sewa tempat, biaya kertas dan tinta, serta gaji karyawan sekitar Rp 2 juta / bulan, maka masih ada keuntungan sekitar Rp. 3,7 juta /bulan atau balik modal dalam jangka waktu 6 - 12 bulan. Ingin Bisnis Photobox?

--


Bingung Mau Mulai Usaha Apa? Baca Tips berikut ini
By Wirausaha Sukses

Selamat Datang di UniversitasBisnis.com, Tempat Belajar Wirausaha Sukses. Ya, di blog ini, Pemirsa akan mendapatkan berbagai tips trik taktik dan strategi cara memulai wirausaha. Nah, banyak orang yang bingung mau memulai usaha apa, mau mulai darimana. Apakah pemirsa juga merasa seperti itu? Kalau ya, itu wajar, ada banyak orang yang bingung juga mau usaha apa, mereka mencari-cari peluang usaha yang menguntungkan. Ketika mendengar adanya peluang usaha yang terdengar menguntungkan, mereka pun mengambilnya, padahal ada yang sudah punya usaha yang sudah dirintis sendiri. Nah, bagaimana cara memulai usaha yang menguntungkan bahkan sejak di awal merintis wirausaha?Simak tips singkat berikut ini…

Ada beberapa pendapat yang bilang mulailah usaha dari hobby. Karena usaha yang berdasarkan hobby, itu pasti menjalankannya penuh semangat, enjoy. Ya, pendapat ini tidak salah juga. Namun memulai usaha dari hobby saja tanpa adanya faktor lainnya, tentunya tidak menjamin suksesnya usaha yang dijalankan. Karena yang namanya usaha atau menjadi wirausaha, tentunya haruslah mendatangkan keuntungan nantinya, walau mungkin di awal-awal membangun usaha belum mendatangkan untung. Nah, ngomong-ngomong soal resiko membangun usaha, seorang wirausaha haruslah tau bahwa resiko beda dengan beresiko. Resiko selalu ada, tidak memulai usaha juga punya resiko. Namun punya resiko, belum tentu beresiko. Jadi yang penting bisa mengelola resiko. Tips cara memulai usaha yang berpotensi mendatangkan keuntungan bahkan di awal memulai usaha haruslah mempertimbangkan 3 faktor ini : jenis produk, network, target. 3 Faktor ini haruslah saling berhubungan agar bisa memulai usaha yang menguntungkan. Mengenai type produk apa saja yang bisa dikembangkan, ada pembahasannya di Video Modul Sukses Wirausaha, yang bisa didapatkan jika Pemirsa Merupakan Member Premium UniversitasBisnis.com, so bisa daftar jadi Member premium atau upgrade jadi Member Premium buat yang terdaftar sebagai Member Free.

Pemirsa bisa memulai usaha dari salah satu di antara 3 faktor tadi. Misalnya, pemirsa mempunyai hobby bermain alat musik. Artinya pemirsa bisa memulai usaha rental alat musik. Sudah tentu punya antusias di dalam menjalankan usaha ini. Namun, tentunya perlu mengelola resiko. Jadi punya produknya, melengkapi lagi dengan 2 faktor berikutnya, yaitu network dan targetnya. Ini contoh memulai usaha dari hobby. Lebih jelas pembahasannya, akan diungkap di Majalah Online Motivasi, Bisnis Lewat Internet Marketing “Mobile Inem” yang akan terbit perdana tgl 20 Mei 2010 ini bertepatan hari Kebangkitan Nasional. Dan tiap Member Premium UniversitasBisnis.com akan mendapatkan Gratis Langganan Majalah Digital Online Motivasi Bisnis lewat Internet Marketing ini selama Setahun (saya lagi usulkan gratis 2 tahun langganan untuk Member Premium).

So, Simak ulasan lengkapnya di Majalah Online Motivasi Bisnis lewat Internet Marketing “Mobile Inem” ini untuk lebih jelas tentang Tips cara memulai dan memilih usaha yang berpotensi menguntungkan.



--


Gak Punya Modal, So What Gitu Loh
By Wirausaha Sukses

Aha. sudah lama juga gak posting artikel di blog universitasbisnis.com ini, tempat belajar wirausaha sukses latih otak kanan pemirsa. Kalo ngomong soal memulai usaha (usaha itu sendiri ada yang usaha kecil, usaha kecil menengah, ataupun usaha besar), kebanyakan orang kebanyakan nyangkutnya karena kurang modal (uang). Nah, di artikel kali ini, saya akan coba mensharingkan inspirasi bagaimana cara berbisnis atau membangun usaha dengan gak punya modal besar (uang banyak). Ya, gak punya modal, so what gitu loch. Emangnya orang-orang kaya sekarang ini, semuanya terlahir sudah kaya? Gak lah, gak banyak orang yang terlahir kaya. Malah, kebanyakan wirausaha sukses itu dulunya bukan siapa-siapa, gak punya apa-apa, selain modal niat dan kemauan kuat. Ini pernah saya sharingkan lewat halaman facebook, tentang mana yang lebih dulu : Ayam atau Telur? Sama seperti pertanyaan : Punya Modal (uang) dulu baru berbisnis? ataukah Berbisnis dulu lantas punya uang banyak?

Kebanyakan orang selalu beralasan gak punya modal (uang), sehingga membuat gak bisa memulai usaha. Sedangkan mereka meyakini bahwa dengan memiliki usaha sendiri akan membuat mereka kaya alias mempunyai banyak uang. Namun, mereka tidak memulai-mulai usaha apapun dengan alasan tidak punya modal, sedangkan mereka ingin punya banyak uang alias lebih sejahtera secara finansial. Nah, bingung gak pemirsa, ini sama seperti halnya mana lebih dulu ayam atau telur, jadinya gak sudah-sudah untuk dibahas. So kapan mulai usahanya? (usaha kecil, usaha kecil menengah, usaha besar)

Nah, saya harap buat yang sudah membaca artikel ini, setelah baca semua artikel tentang cara memulai usaha ini baik usaha kecil, menengah ataupun besar, tidak ada lagi alasan tidak punya modal. Kalau masih punya alasan seperti itu juga, ya apa boleh buat, itu pilihan pemirsa sendiri, saya hanya ingin mengajak pemirsa melihat dunia memulai usaha tanpa modal uang besar atau tanpa uang sendiri.Ya, kesuksesan seseorang tergantung pada cara pandang alias sudut pandangnya dan apa yang paling sering ia fokuskan.

Mari kita lihat gambar di bawah ini :

paradigmaNah, gambar apa yang pemirsa lihat?

Ada yang melihat gambar seorang wanita muda cantik mengenakan syal?

Ataukah malah melihat gambar seorang wanita tua atau nenek-nenek dengan hidungnya yang bungkuk?

Gambar apapun yang pemirsa liat, semua betul pemirsa.

Hikmah apa yang bisa kita ambil dari hal ini sehubungan dengan memulai usaha (baik itu usaha kecil, usaha kecil menengah ataupun usaha besar)?

Pemirsa akan mendapatkan apa yang pemirsa sering lihat, dengar dan fokuskan. Contohnya, ya gambar ini. Kalau pemirsa fokus pada satu sisi saja, tentunya hanya melihat satu sisi itu saja, dan hasilnya ya terus menerus itu saja. Nah, coba melihat dari sisi lain, siapa tau yang tadinya melihat gambar seorang wanita tua, eh, tau-tau gambar wanita tua itu berubah menjadi seorang wanita muda cantik yang dilihat dari samping. Haha… Itulah dunia sudut pandang, dunia yang menentukan kesuksesan seseorang. So, sering-sering mampir di blog universitasbisnis.com ini ataupun di blog antonhuang.com dan blog huang network lainnya, akan mendapatkan banyak sudut pandang baru yang akan mengubah kehidupan. Jadi member lebih bagus, ya saya dapat untung, pemirsa juga dapat untung, haha… Promosi nieh ye.. ha..

Oke Pemirsa, Kembali ke Blog.. Gimana udah dapat pandangan baru tentang walau gak punya modal, bisa juga memulai usaha (usaha kecil, usaha kecil menengah, usaha besar)? Saya akhiri dulu artikel kali ini, mau jalan dulu.. akan saya sambung di lain waktu.. Oya, udah daftar jadi Member di sini belum? Member Premium dapat banyak fasilitas Loh.. Yok kita wujudkan lebih banyak usaha dan wirausaha sukses. Ada banyak peluang usaha kecil di negara kita ini. Dan saatnya yang kecil yang beraksi. (red : yang kecil bila bersatu, wowww…..)


--


Lanjutan Kisah Sukses Lakshmi Mittal
By Wirausaha Sukses

Nah, Pemirsa, Calon pebisnis, pengusaha, wirausaha sukses. Artikel kali ini menyambung artikel sebelumnya, tentang Kisah Pengusaha Sukses Terkaya no. 5 Di Dunia (saat artikel ini ditulis). Ya, tentang Lakshmi Mittal, Pengusaha Baja Terbesar di Dunia, yang mempunyai kekayaan senilai 32 Milyar USD atau sekitar 288 Trilyun Rupiah, yang menempati rumah mewahnya di London senilai Rp. 1 Triliun rupiah, bertetangga dengan orang-orang terkaya di dunia seperti Sultan Hasanal Bolkiah dari Brunei dan Raja Al Fahd dari Arab Saudi. Lakshmi Mittal ini sendiri merupakan orang terkaya di London, mengalahkan kekayaan Sri Ratu Inggris, pemimpin negara yang pernah menjajah negaranya Mittal yaitu India. Dan Hebatnya Lagi, Mittal ini memulai kerajaan bisnisnya dari sebuah daerah di Waru yang merupakan lintas Sidoarjo Surabaya, Indonesia. Woww… Baca lanjut kisahnya di bawah ini..

Lakshmi Mittal sendiri merupakan anak dari keluarga Mohan. Mohan ayah dari Mittal ini memberikan nama awalan Lakshmi di depan nama anak-anaknya, yang berarti Dewa Kekayaan. Mohan merupakan orang tua yang mementingkan pendidikan buat anak-anaknya, ia sadar bahwa pendidikan merupakan bekal sukses buat anak-anaknya. Untuk itu, Mohan yang tahan kerja keras, berani mengajak keluarganya bermigrasi dari tempat kelahiran mereka di sebelah barat India, ke sebelah timur India, agar anak-anaknya bisa menempuh pendidikan yang lebih baik di wilayah timur India ini. Mohan, si ayah memulai usaha di bidang baja, dengan membuat pabrik kecil. Mittal sambil kuliah, membantu ayahnya di bengkel baja. Mittal mewarisi semangat kerja keras ayahnya dan juga ia termasuk anak yang cerdas dan teliti. Sambil kuliah dan bekerja membantu ayahnya di pabrik baja milik ayahnya itu, Mittal berpikir bagaimana cara mengembangkan pabrik itu menjadi lebih besar. Namun, kondisi lingkungan berkata lain. Kondisi negaranya yang mengenakan pajak yang tinggi, hampir 97% dan adanya pembatasan kuota, memaksa Mittal berpikir mencari alternatif lain. Setelah menamatkan pendidikannya dan berkeluarga dengan anaknya yang baru berumur 1 tahun, Mittal melihat adanya peluang baru berkembang dan kesempatan besar di negara Indonesia. Ia pun memutuskan untuk merantau ke luar dari India menuju Indonesia. Keberanian ayahnya merantau dari sebelah barat ke timur India, membuat Mittal jauh lebih berani merantau ke luar negaranya. (Ehhhhmmm… guru kencing berdiri, murid kencing berlari).

Dengan membawa istri dan anaknya yang baru berumur 1 tahun, Mittal bermigrasi ke Surabaya, tepatnya di Waru Sidoarjo. Di negara kita ini, ia hanya mempunyai saudara, yaitu saudara perempuannya yang terlebih dahulu sudah datang ke Indonesia menikah dengan warga negara Indonesia keturunan India yang berwirausaha di bidang Tekstil.

Dengan segala keterbatasan bahasa, Mittal merekrut Nur Saidah, warga lokal untuk membantunya mendirikan usaha. Mittal waktu itu masih belum bisa berbahasa Indonesia dan bahasa Inggrisnya pun tidaklah sempurna. Ia mendirikan pabrik baja kecil di daerah Waru, perbatasan Sidoarjo-Surabaya (kira-kira, kenapa. Area pabriknya merupakan daerah terpencil, dimana banyak orang menyebutnya sebagai “daerah tempat jin buang anak”. Nur Saidah seorang wanita asal Surabaya ini menempuh perjalanan yang boleh dibilang berat untuk tiba di lokasi pabrik baja ini. Terkadang harus mengenakan sepatu boot karena daerah ini masih jauh dari memadai. Nur Saidah sekarang ini, menjabat sebagai Pimpinan dari PT Ispat Indo, sebuah pabrik baja di bawah naungan Mittal Corporation. Bagaimana kisah Mittal mengembangkan PT Ispat Indo ini sebagai awal dari kerajaan bisnisnya dan apa saja prinsip-prinsip suksesnya untuk pengembangan usahanya ini, silahkan ikuti bagian berikutnya…

Saya sengaja mengambil kisah sukses pengusaha India satu ini, karena ia mengembangkan awal bisnisnya dari wilayah negara kita, dari yang bukan apa-apa hingga menjadi punya apa saja, tokoh pengusaha sukses dunia, dan karakter serta kondisi kedua negara, Indonesia dan India memiliki kesamaan, sama-sama negara berkembang. Mungkin untuk selanjutnya, setelah kisah sukses Mittal ini, saya akan sharingkan kisah pengusaha sukses di Singapura, Raja Kapal di Singapura, yang berasal dari Indonesia, lebih tepatnya dari Sumatera Selatan. Yang pasti, kita bisa belajar banyak dari kisah-kisah orang sukses. Nah, pemirsa, apa yang bisa dipelajari dari artikel singkat kisah pengusaha sukses no.5 terkaya di dunia ini?

--


Yokk… Bermain-main dengan Otak Kanan
By Wirausaha Sukses

Aloha Pemirsa.. Salam Hebat Luar Biasa. Di artikel ini saya akan memberikan jawaban atas teka-teki otak kanan yang saya bagikan di email belajar dasar paradigma (pola pikir) wirausaha, ataupun pernah saya bagikan juga di Ebook Materi Buka-bukaan Rahasia Sukses Pebisnis (ehhmmm.. yang buka-bukaan kan asyik tuch.. Ya Gak Pemirsa, sekarang ini zamannya buka-bukaan, haha.. tapi bukan soal undang-undang loh ya… Maksud saya sekarang ini zamannya bisnis terbuka, siapapun bisa jadi pebisnis, dimanapun, kapanpun, dengan siapapun, kondisi apapun, asal tau rahasianya… haha.. Mau tau? Saya akan buka rahasianya di Ruang Member UniversitasBisnis.com.. Ha.. Promosi lagi dech..ha..).

Nah, Inilah Dia Teka-teki Otak Kanannya :

Teka-teki 1 :

Misalkan Anda punya seorang anak. Anda adalah keluarga yang biasa-biasa saja. Bagaimana Cara Menikahkan Anak Anda dengan anak Bill Gates?

Teka-teki 2 :

Bagaimana Menjual Sepatu (yang harga modalnya Rp. 150.000) ke calon pembeli dengan harga Rp. 150.000.000 dan calon pembeli-pembeli itu malah berebutan membelinya..

Teka-teki 3 :

Ada 4 orang burung di atas pohon. 3 ekor memutuskan untuk terbang. Ada berapa ekor burung lagi di atas pohon sekarang?

Nah, 4 Teka-teki di atas, adalah Teka-teki Otakkanan… So, untuk menjawabnya gunakan Otak Kanan (alias tangan kiri). Jangan jawab dengan otak kiri (Tangan Kanan). Karena gak akan nyambung… Otak kanan itu otak yang suka berimajinasi, suka berkhayal, tapi bukan suka ngelonjor (ngelamun jorok ) loh ya haha.. Ini mah beda Atuh Pisan. Ini dak samo. Iki Ora Samo. Its not the same lah..

Nah, apa jawabannya?

Inilah Dia Jawabannya Versi Otak Kanan.
No. 1 Temui pimpinan Bank Dunia, lamar kerja dengan jabatan penting di bank
dunia dan katakan pada dia bahwa anak anda akan menjadi menantu Bill Gates.
Selanjutnya, temui Bill Gates untuk melamar anaknya, dan jangan lupa bilang
bahwa anda bekerja di bank dunia dengan jabatan penting.

No. 2 Pakaikan sebentar sepatu itu di tokoh top, misalnya artis, pemain
sepakbola terkenal, dll. Ini pernah terjadi di China. Ketika pemain MU
datang dan nginap di hotel, sepulang dari mereka nginap, barang2 bekas pakai
pemain MU di hotel itu dilelang. Sandal kamar, handuk, odol, dan lain2
mendapatkan harga tinggi, karena barang2 itu sudah dilabel dengan keterangan siapa pemakainya. Atau lemparkan sepatu itu ke Presiden Negara Besar Terkenal,haha.. seperti kasus di Irak (Ehmmm… tapi resiko tanggung sendiri lohh ya.. ha)
Seperti di artikel ini :
Bagaimana Menjual BH Modal 50 Ribu dengan Harga Jual 50 Juta dan Orang Antri Membelinya.

Inti jawaban No. 1 dan 2 adalah gunakan pengungkit.
Ya, Gunakan Pengungkit.. Ini penting sekali. Kalo kata orang-orang Barat sono, Use Your Leverage.
Leverage itu Daya Ungkit. Ya Masak mau angkat Mobil diangkat langsung pake tangan? Gak tohh… Kecuali Anda Superman. Namun, ya Superman is Death. Pake Pengungkit. Nah, selalu gunakan pengungkit untuk mengangkat “Sesuatu” agar lebih ringan dan lebih cepat.
Jawaban No. 3 Tetap Jumlahnya seperti itu, karena baru memutuskan akan Terbang. Belum Terbang. Banyak orang memutuskan Untuk Sukses, Namun Belum Bertindak Untuk Meraih Sukses.
Nah, Banyak nich orang yang seperti ini (Duuhhh… saya harap yang baca gak tersinggung loh ya…. Kalo tersinggung, kan benar tuch.. Ya gak? Haha..). Kalo ada yang tersinggung, saya gak minta maaf deh, tapi saya menerima terima kasih dari yang tersinggung, karena orang2 yang tersinggung artinya orang2 yang mau mengubahnya menjadi Tindakan. Action! Dan itu artinya singgungan saya mengena. Haha.. So, Saya tunggu ucapan terima kasihnya…ataupun pendaftarannya, hahaha… Udah ah.. makin ngawur aja nantinya. Ya, otak kanan itu sering berpikir ngawur di depan orang-orang yang berotak kiri. Sedangkan bagi orang otak kanan, orang-orang yang berotak kiri itu bikin mereka makmur. Ha.. Karena otak kanan itu disupport oleh orang-orang otak kiri.

Yok, Bantu bagikan artikel ini ke sahabat facebook

--


Kisah Pengusaha Sukses Terkaya no. 5 Dunia
By Wirausaha Sukses

Halo Pemirsa, untuk artikel kali ini, akan bercerita tentang Kisah Pengusaha Sukses Terkaya No. 5 dunia (saat artikel ini ditulis). Kisah sukses kali ini adalah Lakshmi Mittal, yang diambil sebagai contoh sukses untuk topik artikel belajar wirausaha. Kenapa Lakshmi Mittal yang diulas? Alasan saya mengulas kisah suksesnya adalah karena Mittal ini mengembangkan karir usahanya berawal dari sebuah daerah di Surabaya, yaitu tepatnya di Sidoarjo. Sekarang, Lakshmi Mittal ini termasuk sepuluh orang terkaya di dunia. Ia sendiri sekarang tinggal di London. Mungkin ada yang pernah dengar nama PT Ispat Indo? Sebuah perusahaan produksi baja di negara kita ini. Ehhhmmm.. Pemiliknya ya Lakshmi Mittal ini. Mittal ini sendiri berasal dari India, bukan merupakan keturunan orang kaya, namun sebaliknya, berasal dari keluarga miskin di India.

Mittal sekarang tinggal di salah satu rumah termahal di dunia, Kensington Mansion, yang bernilai 128 juta US Dollar. Ia menikahkan anaknya, Vanisha, dengan mengadakan pesta yang mengeluarkan dana 50 juta US Dollar. Ini merupakan sebagian kecil dari kekayaannya. Siapa Mittal ini dulunya?

Mittal terlahir di Shadulpur, Churu, sebuah bagian dari Rajashtan India, adalah seorang yang sangat miskin. Saat kecil, ia dan keluarganya tinggal di rumah yang dihuni oleh 20 orang. Hanya beralaskan rotan dan lantai, sekeluarga besar ini tidur. Untuk memasak, mereka membuat perapian dari tumpukan batu bata. Namun, prinsipnya : Ia boleh Tidak Punya Uang sama sekali saat itu, Namun ia bukanlah seorang Miskin, dan suatu hari ia akan menuai kesuksesan besar. Dan memang hari ini ia telah membuktikan pada Dunia, bahwa Mittal yang dulunya berasal dari keluarga miskin, dari negara berkembang India, sekarang menjadi salah satu orang terkaya di dunia, mengalahkan orang-orang terkaya di negara-negara lain yang dulu menjajah negaranya.

Nah, Bagaimana Kisah Mittal bisa mengubah Nasibnya dari yang serba kekurangan menjadi serba berkelimpahan, menjadi orang sukses di dunia, menjadi pengusaha sukses, bagaimana ia memulai bisnis dan menggalang strategi usahanya di Indonesia, tepatnya di Sidoarjo Surabaya (lihatlah betapa besar sumber daya alam di negara kita, sehingga bisa melahirkan seorang pengusaha sukses dunia, ehhmmm.. disayangkan bukan lokal), Silahkan ikuti Kisah Suksesnya di bagian kedua dari serial tokoh sukses wirausaha.

--


11
Lanjutan Kisah Orang Terkaya di Hongkong
By Wirausaha Sukses

Nah, ini lanjutan kisah orang sukses yang bermula dari nol. Li Ka Shing, Orang Terkaya di Hongkong, yang masuk 10 besar orang terkaya di Dunia. Buat yang belum baca artikel sebelumnya, silahkan baca di kisah pengusaha sukses ini. Di umur 15 tahun (seumur anak SMP), Li sudah harus bekerja keras selama 16 jam sehari sebagai seorang buruh di sebuah pabrik plastik. Nah, ia suatu hari ia melihat peluang besar di depan matanya (ehmm… ada banyak peluang besar lewat di depan mata, namun banyak orang terkadang tidak menyadarinya, lihat caranya melihat peluang ).

Li mendapat akal untuk mengubah garis hidupnya. Ia melihat peluang besar untuk mengekspor bunga plastik ke negara barat. (Banyak orang terkadang berpikir rumit ketika ingin memulai usaha, ingin memulai dari usaha yang canggih, rumit, padahal yang sederhana itu bisa bikin sukses lebih mudah). Peluang ekspor bunga plastik ke negara barat ini dianggap sebelah mata oleh sebagian orang, namun Li punya Visi bahwa usaha ini akan membuat hidupnya berubah.

Waktu itu tahun 1950-an, Dengan berbekal pinjaman modal dari relasi bisnis tempat dia bekerja (Ehmm.. tentunya kalo gak ada modal uang sendiri, ya modal kepercayaan donk…). Li memulai ekspor bunga plastiknya dan setelah berkembang ia mendirikan perusahaan dengan nama Cheung Kong Industries. Ia berhasil meraih banyak keuntungan dengan bisnis bunga plastik tersebut (Ehhmmm.. ternyata selain bunga uang, bunga plastik pun bisa mendatangkan uang juga ya… haha… tak ada yang tak mungkin, hanya pikiran sendirilah yang sering membatasi..).

Dengan berawal dari bisnis bunga plastik ini, Ia pun mengembangkan sayap ke bisnis lainnya mulai dari real estate hingga bisnis telekomunikasi dan sekarang ini ia termasuk ke dalam 10 besar orang terkaya di Dunia, termasuk dalam 4 besar orang Asia yang masuk dalam peringkat orang terkaya di Dunia. Kekayaannya sendiri ditaksir oleh Forbes senilai 16,5 Milyar US Dollar. (Woww…berapa Trilyun rupiah tuch…. Bunganya saja berapa tuch… haha… Dahsyat!! Hebatttttt!! Saya dan Anda pun Bisa Juga kan..)

Nah, dari cerita ini, kelihatan sekali bahwa Nasib Bisa Berubah Jauh, Bisa Berubah Drastis. Li terlahir dari keluarga miskin, masa remaja pun Miskin, umur 15 tahun bekerja 16 jam per hari, namun ketika ia memutuskan harus berubah, ia pun bisa, bahkan menembus daftar peringkat terkaya di dunia.

Bagaimana Pemirsa? orang-orang luar biasa… Kalau Li Bisa, Saya dan Anda Juga Bisa!

Nantikan artikel berikutnya yang mengupas kisah sukses pengusaha dari India, satu lagi orang sukses yang berawal dari kemiskinan, yang bisa menembus 10 besar orang terkaya di dunia. Dan semua itu berasal dari Wirausaha. Dan dari cerita itu nanti, akan terbuka mata dan wawasan kita semua (Anda dan Saya) bahwa negara kita punya potensi Raksasa untuk Wirausaha dan Bisnis.

Oke. Sampe Jumpa, Salam Hebat Luar Biasa dan Sukses Selalu!!

--


“Kiamat” memang akan Terjadi
By Wirausaha Sukses

film_kiamat_2012Halo Pemirsa. Pemirsa pasti sudah tau film 2012? Ya, film yang menceritakan tentang “Kiamat”. Heboh, Fenomenal! Nah, apakah benar akan terjadi kiamat, saya juga tidak tau. Namun, kalau saya meliat film itu, kiamat bisa berarti banyak, bukan hanya kiamat berakhirnya kehidupan di muka bumi ini. Namun, bisa juga merupakan berakhirnya sebuah peradaban. Ehhmmm… maksudnya, bukan habisnya peradaban manusia, namun pola zaman yang berganti. Woww… ini web UniversitasBisnis kok malah membahas kiamat ya? Bukankah harusnya membahas bisnis atau wirausaha dan segala hal yang berhubungan dengan bisnis. Ehmmm.. mari kita bahas lebih lanjut.

Coba lihat perubahan-perubahan yang terjadi sekarang. Ketika saya tidak tau akan suatu hal, saya biasanya akan online dan mencarinya lewat Om Google. Coba lihat kasus yang menimpa Prita. Karena internet ia tersandung, namun karena internet pula lah, ia menjadi sesosok pribadi yang mengundang banyak simpati dan menjadi tokoh publik. Masih ingat kasus Cicak dan Buaya? Masih ingat kemenangan Obama dalam pemilihan presiden Amerika? Semua ditunjang oleh satunya tehnologi internet. Ehhmm.. bukan soal tehnologinya, namun terjadi perubahan pola kehidupan, yang meliputi segala bidang, baik itu politik, sosial, termasuk juga bisnis. Kalau dulu lebih condong pola vertikal dari atas ke bawah, sekarang mulai berubah ke arah horisontal. Produk diproduksi oleh perusahaan dan ditawarkan ke konsumen, ini dulu, sekarang sudah mulai konsumen yang bisa menentukan produk apa yang mereka inginkan. Kalau dulu produk hanya menonjolkan fungsi saja sebagai nilai jual, sekarang itu sudah ketinggalan, dan akan mati alias “kiamat” bila tidak disertai nilai-nilai emosional dan spiritual.

Coba amati strategi marketing Yamaha yang mulai merangsek pasar sepeda motor Honda. Saya pernah melihat iklannya yang menonjolkan fungsi emosional (hmmm… saya lupa juga persisnya gimana, haha..) namun, di iklan itu ditonjolkan nilai emosionalnya sebagai motornya yang berjiwa Indie. Nilai sosial, emosional dan spiritual menjadi nilai-nilai dasar di zaman yang baru ini. Seperti kata Hermawan Kertajaya, seorang pakar Marketing Indonesia dan Asia, sekarang ini merupakan zamannya New Wave Marketing (marketing era baru). Dan ini bukan hanya marketing, namun pola bisnis juga sebagian berubah. Bisnis yang memiliki nilai sosial, emosional dan spiritual akan menggantikan pola bisnis lama. Dan bagi bisnis yang masih memiliki pola lama ataupun orang-orang yang masih berpikir seperti pola lama, itu tentunya akan menghadapi “Kiamat” di tahun 2012 nanti.

Nah, Pemirsa, bagaimana? Jadi kiamat yang saya maksudkan di artikel ini, bukanlah kiamat yang sesungguhnya, namun merupakan tanda suatu perubahan.

Ya, tidak ada yang kekal di dunia ini, Perubahan itulah Yang Kekal.

Ini ada kata bijak untuk Pemirsa :

Orang yang mengikuti perubahan itu sebetulnya merupakan orang yang ketinggalan. Jauh lebih bagus bila sudah mengetahui perubahan, dan mengantisipasi serta menyambut perubahan itu sendiri.

Nah, sudah mengikuti perubahan saja dikategorikan tertinggal, bagaimana bagi yang tidak mengikuti perubahan?

--


Kisah Perjalanan Bisnis Orang Terkaya di Hongkong
By Wirausaha Sukses

Halo Pemirsa, Para Pebisnis ataupun Calon Orang Bisnis. Kalo ngomong sukses, tentunya kita perlu belajar dari orang-orang sukses. Ingin jadi wirausaha sukses, belajar sama wirausaha sukses. Cara belajar bisnis atau wirausaha itu dari wirausaha sukses, ada banyak cara, bisa dengan mewancarai langsung mereka alias ketemu langsung, bisa dengan mengikuti seminarnya, bisa dengan menonton videonya, mendengarkan audionya ataupun lewat buku-bukunya. Ini tujuannya adalah mempelajari pola orang sukses, karena orang sukses itu punya pola sendiri, tinggal kita mencontek polanya. Ibarat pemirsa membeli sebuah waralaba sukses, kan tinggal mengikuti polanya. Misal membeli franchise KFC (Kentucky Fried Chicken), kan tinggal mengikuti panduan manual franchisenya. Gedungnya bercorak merah putih, ada simbol kakek tuanya berambut putih ikal. Ini ciri-ciri gedung waralaba restoran fast food KFC, tentunya ditiru sama persis. Gak Mungkin toh, pemirsa beli franchises KFC, lantas cat gedungnya gak mau warna merah putih, karena bukan selera pemirsa, lantas diubah jadi warna putih biru (karena pemirsa mungkin penggemar partai demokrat, hahaha… ), lantas simbol kakek putih berambut putih lurus, pemirsa ganti dengan rambut putih rebounding, haha.. Oya, ngomong-ngomong, saya belajar banyak dan berinvestasi banyak di buku-buku, seminar dan audio motivasi serta video orang-orang sukses. Saya tiap bulannya selalu menginvestasikan uang di makanan otak, gak cuma makanan perut. Perut dikasih makan, otak gak.. Wah bahaya tuch..

Wah, jadi ngelantur deh… oke di sesi kali ini, kita akan belajar dari cerita sukses perjalanan orang bisnis no 1 di Hongkong, bagaimana ia belajar bisnis, bagaimana kisah sukses gagalnya merintis bisnis, hingga ia berhasil menjadi orang terkaya no.1 di Hongkong, Wirausaha no.1 di Asia juga, karena ia termasuk salah satu dari 10 Terkaya di Dunia.

Nama orang ini adalah Li Ka Shing. Li sendiri berasal dari sebuah keluarga sederhana yang bisa dibilang miskin. Karena terjadi perang di Cina, ia harus pindah dari China ke HongKong dan menumpang tinggal di rumah pamannya yang lebih kaya di Hongkong. Li ini selalu dianggap remeh oleh pamannya (ehhmmm… saya juga selalu dianggap remeh oleh paman saya, semasa kecil saya.. haha.. jadi keinget kenangan dulu… beruntunglah buat orang-orang yang pernah dianggap remeh. Seperti kata bijak mutiara yang pernah saya dapatkan : “orang-orang yang tertindas itu bisa mendapatkan kebangkitannya, tentunya asal ia mau bangkit, menggunakan energi dari orang-orang yang menindasnya, haha.. silahkan baca di blog antonhuang.com, saya pernah mensharingkan hal ini, judul artikelnya http://www.antonhuang.com/lagi-kata-kata-mutiara-dan-kata-kata-motivasi-spesial-persembahan-terobosansuksescom/ tentang ketika anda mengangkat orang lain, anda sendiri sebetulnya sudah terangkat lebih dahulu, sebaliknya, ketika anda menjatuhkan orang lain, anda sudah terjatuh lebih dahulu, soalnya anda sudah berada di bawah terlebih dahulu agar bisa menarik orang ke bawah…soalnya dah ratusan artikel (hingga hari ditulis artikel ini, ada 600an lebih artikel gratis di antonhuang.com).

Karena diremehkan, Li bertekad untuk mandiri (mandiri bukan berarti sendirian loh). Sewaktu umur Li 15 tahun, berita duka menghampiri dirinya, ayahanda tercinta meninggal dunia sehingga sebagai anak tertua di keluarganya, Li harus memikul beban tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarganya. Untuk menghidupi keluarganya dan dirinya sendiri, Li bekerja keras selama 16 jam tiap harinya sebagai buruh pabrik plastik.

Ehmmm… bagaimana kelanjutan kisah Li ini? Saksikan di episode lainnya, kelanjutan kisah Li menjadi orang terkaya di Hongkong, menjadi salah satu dari sepuluh terkaya di dunia. Bagaimana ia belajar bisnis dan meraih sukses bisnis. Saya Anton Huang, mau jalan-jalan dulu di hari minggu ini, mau nonton konser musik Andra and The Backbone. Sampai jumpa dan Salam hebat luar biasa…

Buat yang ingin menjadi member premium, atau ingin mengupgrade keanggotaan dari member free menjadi premium, silahkan upgradekan. SElagi masih mendapatkan paket belajar bisnis online juga di UniversitasBisnis.com. Nantinya UniversitasBisnis.com akan saya fokuskan khusus untuk bisnis offline (bukan bisnis di internet), sedangkan khusus untuk bisnis internet atau online business, akan saya fokuskan di secrettrainingprogram.com.

--


Bisnis (Modal) Kecil, Bisa Miliarder Juga Kok!
By Wirausaha Sukses

Halo Pemirsa, Calon Pebisnis Sukses.. Sudah punya bisnis? Kalo sudah, saya ucapkan selamat. Kalo belum, saya ucapkan selamat juga, karena sudah mampir di UniversitasBisnis.com. Nah, ada yang pernah mengirimkan email ke saya bercerita bahwa ia telah memulai usaha. Ya, sebuah bisnis. Namun, ia bilang bahwa bisnisnya bisnis kecil, ada juga pengirim email lain, ketika saya tanya, ia jawab bahwa usaha yang ia jalankan adalah bisnis kecil-kecilan. Ya, usaha kecil-kecilan sih. Ehmm… kalo ngomong seperti itu, sepertinya pemilik usahanya sendiri itu gak yakin kalo bisnisnya suatu hari akan besar, jadi gimana akan besar bisnisnya. Taukah pemirsa, bahwa ada banyak usaha kecil, apalagi di era sekarang ini, yang mampu menjadikan pemiliknya miliarder. Sudah tau? Kalo sudah tau, apalagi ngerasa sudah pinter, tentunya gak tepat baca artikel ini. Saya juga masih terus belajar, tiap bulannya saya pasti membeli buku-buku baru ataupun audio video baru. Misalnya, bulan ini saya membeli 5 video tentang Hypnosis dan NLP dari pencipta NLP Richard Bandler. Ehh.. kok jadi ngelantur:-) Oke, kembali lagi ke blog, mari kita ngobrol tentang Bisnis Kecil Pencetak Miliarder.

Oke. Kita mulai. Untuk menghasilkan 1 Miliar, ehhmm.. kenapa dipilih duit 1 M? Ya, ini kan awal pertama jadi Miliarder. Kalo 900 juta kan belum Miliarder. Namun, kalo 1 Miliar itu sudah mulai Miliarder. Untuk menghasilkan 1 Miliar, tentunya ada beberapa cara, yaitu :

1 x 1 M

10 x 100 juta

100 x 10 juta

1000 x 1 juta

10.000 x 100 ribu

100.000 x 10.000

1 juta x 1000

dan seterusnya..

Jadi ada beberapa alternatif, bisa dengan membuat sebuah usaha yang menguntungkan 1 Miliar di satu transaksi (1 x 1 M), atau mendapatkan 10 x transaksi, yang masing-masing menghasilkan keuntungan rata-rata 100 juta. Tentunya ini sebuah usaha yang besar ataupun proyek besar.

Nah, bagaimana kalo kita mengambil 100 x 10 juta. Ini artinya ada 100 usaha yang masing-masing menghasilkan 10 juta. Ehmm.. Gimana pemirsa, calon pebisnis sukses? Kan banyak orang nih yang suka itung-itungan, jadi sekalian dah kita main itung-itungan. Kalo 100 x 10 juta ini banyak loh pengusaha di Indonesia ini yang menjadi miliarder dari jalan ini. Coba tengok, waralaba lokal yang cabangnya mencapai 100 ke atas, bahkan ada yang cabangnya seribu. Satu cabang saja menghasilkan 10 juta, sudah pasti dapat duitnya lebih dari 1 M. Gimana? Saya ngomong ini, karena kebetulan saya juga ada di bisnis waralaba, ya ada joinan dengan teman beli waralaba dan mitra bisnis.

Nah, buat yang masih ragu dengan potensi bisnisnya, mari kita perdalam lagi, kita ngebor lagi ya..

Oke. buat yang punya usaha yang per bulannya mendapatkan 2-3 juta per bulan, bisakah menjadi miliarder? Ayo, silahkan menjawab, mari kita ngebor sama-sama..

--


Pilih BlackBerry? atau BerryBerry?
By Wirausaha Sukses

Pilih Blackberry atau Berry-berry? Istilah Berry-Berry ini saya baca di sebuah tabloid handphone, buat HP buatan Cina yang berdesign Blackberry dan punya fasilitas internet seperti YM, Facebook, twitter, opera. Walau bukan seperti BlackBerry beneran, namun HP Berry-berry ini tidak kalah fasilitas, walau koneksinya GPRS, yang jelas, harganya terjangkau untuk kalangan yang ingin punya BlackBerry namun belum atau tidak ingin mengeluarkan dana untuk beli BlackBerry beneran. Dan, di tahun 2010 ini tingkat penjualan handphone jenis ini pun tinggi. Nah, strategi bisnis apa yang dipakai oleh pebisnis yang bermain di ceruk pasar ini?

Banyak orang yang memulai bisnis, terkadang tidak menentukan target. Ini pernah saya sharingkan sebelumnya. Saya belajar dari salah satu Strategi Perang Sun Tzu bahwa kita haruslah tau kekuatan dan kelemahan diri dan juga kekuatan dan kelemahan musuh, dan juga jangan melakukan serangan frontal bila berhadapan dengan musuh yang punya kekuatan besar. Para produsen dan pemasar handphone Berry-berry, menyadari betul hal ini. Untuk menghadapi persaingan sengit di bidang bisnis handphone ini, dimana didalamnya sudah ada Nokia, Sony Ericcson, Samsung, dan juga Blackberry itu sendiri. Untuk menghadapi persaingan yang kencang ini, para produsen dan pemasar Berry-berry menciptakan beberapa kelebihan-kelebihan yang ditanamkan, seperti dual gsm dual on bahkan ada yang 3 kartu sekaligus, bisa nonton siaran tv di handphone, dan sekarangpun beberapa malah sudah tersedia Wifi, dan sudah tentu harganya terjangkau oleh lapisan masyarakat banyak. Dan akhirnya memang dimana-mana terlihat Berry-berry ini. Bahkan beberapa merk sudah mulai dikenal oleh masyarakat.

Ngomong-ngomong soal blackberry, sebetulnya blackberry bukan termasuk barang baru. Produk blackberry ini sudah lama dikeluarkan, tahun persisnya saya lupa. Namun, waktu itu tidak booming seperti sekarang ini. Blackberry ini sendiri menjadi populer sejak Obama Presiden US ini terkenal sebagai penggandrung berat Blackberry dan juga perkembangan dunia internet, yang ramai dengan social media seperti facebook. Ehmm..ngomong-ngomong, saya pernah baca artikel, setelah jadi presiden, Blackberry Obama diganti dengan Blackberry yang dirancang khusus, anti sadap, anti teror, dan lain-lain, karena memang dirancang khusus untuk presiden. Tentunya harganya itu sendiri beda jauhhh

--


Darimana Harus Memulai Usaha?
By Wirausaha Sukses

Ehmmm… sudah lama juga saya gak cerita di blog Universitasbisnis.com ini. Beberapa waktu lalu, mengerjakan materi Program Training Rahasia Orang Sukses untuk Program Kemantapan dan Kemapanan Hidup dan mengerjakan sesi foto untuk kaos audio plus plus. Untuk info Program Training ini silahkan akses di Web khusus Program Training Orang Sukses, dan untuk info kaos Audio Plus-plus bisa di akses di web Toko Kaos Audio Plus-plus ini. Ya, kedua web ini belum selesai betul, masih perlu diedit sana-sini, ada banyak bagian masih berbahasa inggris dan keterangan produk di web kaos masih belum nyambung (maklum, dimodifikasi dari web jualan produk amazon, hehe). Namun, bolehlah liat-liat. Oke deh, udah dulu promosi ini. Nyambung ke materi utama.

Banyak yang tanya ke saya, banyak yang cerita ke saya, banyak yang ingin memulai usaha, namun bingung darimana harus memulai usaha, langkah apa dulu yang harus diambil. Ada banyak pertanyaan cara memulai usaha darimana. Ehmm.. oke lah, saya akan coba berbagi cerita. Walau sebetulnya, yang lebih dalam lagi, yang lebih penting lagi, apa alasan terkuat untuk memulai usaha. Namun, gak pa pa lah, kita bicara tehnis. Inilah cara memulai usaha.

Yang pasti untuk memulai usaha, yang terpenting adalah menemukan ide mau usaha apa. Nah, usaha apa dulu yang ingin dimulai? apakah usahanya berupa toko yang menjual barang? ataukah berupa jasa? Kalau untuk ide usaha, bisa dari hobby, namun tentunya tidak asal hobby. Ehmm…maksudnya hobby yang mempunyai “pasarnya”. Misal, anda punya hobby melukis, namun di tempat anda tinggal, atau bahkan di kota tempat anda tinggal, peminat lukisan tidak tinggi atau bahkan minim sekali, maka akan sulit bagi pemula bisnis lukisan untuk bisa menghasilkan uang. Ini namanya ibarat “menjual mercy” pada pemulung. Gak Nyambung!

gimana kalau masih maksa juga berbisnis berdasarkan hobby? Ya, gak salah juga. Bisnis berdasar hobby itu biasanya dijalankan dengan penuh semangat. Namun, tentunya semangat saja tidak cukup, kan butuh makan juga. Perut lapar mana bisa semangat. Jadi apabila hobby nya tidak sesuai “pasarnya” tentunya haruslah mencari “pasar” yang baru. Ini namanya memulai usaha berdasarkan “hobby”.

Atau mulailah bisnis yang langsung mengakomodir kebutuhan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar pemirsa. Misalnya, di kota tempat tinggal lagi sering listrik padam, sedangkan yang jual genset masih sedikit, nah ini bisa jadi peluang. Atau kalau yang jual genset sudah banyak, bisa jadi berbisnis service genset (kalau memang toko-toko yang jual gensetnya tidak menyediakan service). Ini contoh saja loh ya. bukan berarti saya menyarankan jual genset. juz for an example.Ini namanya memulai usaha berdasarkan “pasar”.

Atau bisa juga pemirsa melihat siapa orang-orang yang ada di lingkungan pemirsa. Dari orang-orang ini, baru pemirsa tentukan produk apa yang akan pemirsa tawarkan kepada mereka. Ini namanya memulai usaha berdasarkan target.

Nah, lebih detail tentang ini, saya sharingkan di videonya dan akan lebih dibahas dalam di member area universitasbisnis.com di premium member.

So, buat yang ingin mendapatkan lebih banyak lebih lengkap, segera daftar jadi member premium universitasbisnis.com. Untuk UniversitasBisnis.com akan lebih fokus ke bidang Bisnis Umum (Offiline). Sedangkan Bisnis Online atau bisnis Internet di SecretTrainingProgram.com.

--


Kesalahan Umum Kedua Yang Sering Dilakukan
By Wirausaha Sukses

Pernah Memanah atau Menembak? Ehhh.. Belum ya? Saya juga belum kok. Cuma kebetulan saya pernah melihat ada rombongan atlet panahan berlatih memanah. Dan tentunya ada papan targetnya. Sama juga dengan menembak. Harus ada target.

Nah, demikian juga dalam memulai bisnis atau memulai wirausaha. Beberapa orang pemula sering kali membangun usahanya tanpa adanya target tertentu. Apa kiat rahasia para pengusaha sukses dalam membangun usahanya?

Bayangkan diri pemirsa latihan memanah atau menembak, tapi tanpa target. Apa yang akan terjadi? Tentunya bingung bukan? Mau diarahkan kemana? Dan juga tidak ada standar kapan dinyatakan berhasil. Nah, Dalam membangun usaha, penting sekali menentukan siapa yang akan menjadi target dari usaha yang akan dibangun. Apalagi bagi para pengusaha pemula, sangatlah diperlukan menentukan siapa target dari produk usaha. Semakin spesifik target, makin fokus akan sasaran. Dan tentunya, sebagai pengusaha, akan bisa menentukan strategi dan cara untuk mencapai target sasaran konsumen. Target itu pun haruslah spesifik, apakah berdasarkan jenis kelamin? berdasarkan golongan : atas, menengah, bawah? berdasarkan umur?

Ini hal yang penting dalam memulai usaha. Namun, ini kesalahan yang sering dilakukan oleh para pemula dalam memulai usahanya, yaitu tanpa target sasaran yang jelas.

Nah, kalo sudah ada target sasaran yang jelas, apa lagi yang dibutuhkan?

--

Trik Bisnis Anti Bangkrut
E-mail Cetak PDF

Setiap pebisnis mengharapkan keuntungan, dan setiap pebisnis berharap sepanjang kegiatan bisnisnya berjalan, tidak akan pernah merugi. Menurut Haji Nuzli Arismal atau biasa disebut Haji Alay, juragan besar yang malang melintang di Pasar Tanah Abang, Jakarta ini, bisnis yang dijamin tidak akan merugi dan tidak akan menyebabkan bangkrut jika anda memuliakan anak yatim, memberi makan orang miskin, tidak berlaku tamak terhadap bisnis yang digeluti, menunaikan kewajiban membayar zakat dan sedekahnya, serta tidak berlebihan mencintai dunia.



Lantas apa hubungannya antara berbisnis dengan memberi makan anak yatim, memberi makan orang miskin, serta membayar zakat dengan jaminan bisnis yang tidak merugi? Karena menutu Haji Alay, rahasianya terletak pada kekmampuannya untuk ‘memberi”. Karena bagi orang yang member ia telah mengalirkan sebagian ‘kekuasaan’Tuhan kepada manusia yang memerlukan. Karena itu, Haji Alay berpesan untuk menjadi pebisnis sukses, maka memberilah dengan segala kemampuan yang ada.



“Jika tidak memiliki penghasilan untuk memberi maka memberilah dengan yang tanpa perlu mengeluarkan uang. Kalau penghasilannya masih sedikit, ya memberilah sedikit dari yang sedikit itu. Kalau penghasilannya sudah banyak, ya memberilah lebih banyak dibanding yang sedikit tadi. Kalau bisa dan yang terpenting adalah ikhlas. Jika melakukan itu, maka Insya Allah digaransi tidak akan merugi dan tidak bakal bangkrut”, ujarnya.


--

10 Skenario Bisnis Ambles, Cari Penyebabnya - Cegah Akibatnya
E-mail Cetak PDF

Setiap kasus jatuhnya bisnis, selalu memiliki sebab, dan memiliki tanda-tanda. Berikut 10 tanda-tanda bisnis ambles yang mengarah pada jatuhnya sebuah bisnis. Berikut 10 tanda-tanda bisnis yang cenderung meluncur ambles jika tidak segera dikendalikan dari awal. Disarikan dari berbagai pengalaman para praktisi entrepreneur yang telah berpengalaman jatuh bangun mengelola usahanya.



Pertama, Tidak Sabar. Pebisnis yang tidak sabar cenderung tidak telaten mengelola usahanya. Ketidaksabaran juga menyebabkan banyak kecerobohan yang muncul. Ketidak sabaran dan kecerobohan diakui oleh banyak pebisnis merupakan faktor yang sering menjadi penyebab hancurnya bisnis yang sudah dibina bertahun tahun.



Kedua, Melupakan Kepentingan Usaha, Mengutamakan Kepentingan Pribadi. Pebisnis yang mulai sukses, seringkali lupa membangun usahanya lebih kuat, lebih berdaya saing. Ia terlena dengan usahanya yang sudah mulai berjalan, padahal sejalan dengan berkembangnya usaha yang didirikannya, banyak kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan usaha tersebut. Ia justru meningkatkan dan mengutamakan keperluan pribadi yang justru tidak ada sangkutpautnya dengan kegiatan usaha.



Ketiga, Terjebak Kredit Macet. Akses kredit yang mudah, baik yang ditawarkan oleh perbankan atau melalui kartu kredit jika tidak dilakukan secara hati-hati dan terukur menjadi penyebab kejatuhan bisnis seseorang. Gunakan kredit perbankan seluruhnya untuk kegiatan usaha, dan jangan untuk kegiatan konsumsi.



Kelima, Terlibat Masalah Hukum . Ketika sudah tekad menjadi pewirausaha, yang paling penting diperhatikan adalah perilaku sosial harus jauh dari masalah hukum, misalnya menipu, membohongi orang lain, mencuri serta berperilaku negative, karena sewaktu-waktu hukum tersebut akan memenjarakan dan berakibat buruk bagi bisnis yang anda bangun, dan reputasi bisnis dapat hancur seketika.



Keenam, Suka membeli barang yang tidak bermanfaat. Jika sesekali membeli barang yang tidak ada manfaatnya bolehlah diabaikan, tetapi jika suka (berarti dilakukan berkali-kali) maka kebiasaan ini dapat menyebabkan keuangan perusahaan dalam keadaan bahaya. Misalnya, setiap ada pesta selalu membeli baju baru, atau setiap tahun selalu membeli mobil baru.



Ketujuh, Gampang tergoda promosi. Menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan perusahaan memang itulah harapannya, tetapi banyak pewirausaha yang baru tumbuh selain memiliki kebiasaan membeli produk yang tidak ada manfaatnya juga gampang tergoda oleh rayuan promosi. Setiap ada pameran selalu selalu menekn kontrak order barang tanpa memperdulikan kondisi keuangan perusahaan.



Kedelapan, Terlalu ambisius, sehingga action bisnisnya tanpa perhitungan sama sekali. Modal nekad doang. Yang penting jalan dulu. Akhirnya ya benar-benar jalan merosot terus ke bawah.



Kesembilan, Terlalu banyak pakai duit orang lain...atau terlalu BODOL (Berani Optimis Pakai Duit Orang Lain). Sehingga berakibat lupa diri, bahwa itu duitnya orang lain yang harus dikembalikan juga...bukan duitnya sendiri. Nah, karena lupa diri ini, maka cara pakai duitnya juga bisa saja sembarangan, tidak menggunakan perhitungan untung rugi bisnis. Asal pakai saja, urusan menyusul belakangan.



Kesepuluh, Tidak mau dan tidak cepat belajar tentang kondisi dari lingkungan bisnisnya. Sering mengabaikan "bisikan hati nurani", sehingga kepekaan intuisi bisnisnya tidak terasah.


--

LANGKAH AJAIB MENUJU SUKSES
E-mail Cetak PDF

Mencapai kesuksesan diperlukan tahapan- tahapan? Bagaimana mencapai dan melaksanakan tahapan – tahapan sukses tersebut? SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus mengupas tuntas tahapan – tahapan sukses yang harus ditempuh pada Seminar Motivasi Nasional yang digelar 05 April 2009 bertempat di Gedung TELKOM DIVRE V Jawa Timur Jl. Ketintang 156 Surabaya dengan dihadiri 200 peserta yang terdiri dari Guru, siswa/siswi yang akan menghadapi Ujian Akhir Nasional (UNAS) beserta Orang Tua dan masyarakat umum.

Mr. Wuryanano ( Direktur SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus, Motivator Nasional, Mindset Navigator, Trainer & Public Speaker, serta Author of National Best Selling Book ) sebagai pembicara dalam Seminar tersebut, memaparkan secara rinci bahwa Sukses tidak bisa langsung diraih. Ada kaidah serta langkah- langkah yang harus diikuti dan dijalani oleh sesorang yang ingin meraih kesuksesan. Kaidah kesuksesan yang harus dipahami dan diresapi dalam setiap diri orang yang menginginkan kesuksesan adalah (1) KEINGINAN SUKSES. Sesuatu yang akan anda kerjakan, berawal dari niat atau keinginan. Apabila seseorang tidak memiliki keinginan, maka tidak akan ada hal yang dikerjakan, dan mustahil ia dapat mencapai sukses, (2) KESADARAN SUKSES. Apabila seseorang telah memiliki keinginan, maka keinginan tersebut harus disadari, (3) KEYAKINAN SUKSES, sebagai kaidah lanjutan setelah anda menyadari bahwa anda punya keinginan untuk sukses, sedangkan kaidah akhir yang harus dipahami adalah (4) KETEKUNAN SUKSES. Semua yang anda inginkan, sadari dan yakini, haruslah dilaksanakan dengan tekun, agar cita- cita sukses dapat tercapai.

Keberanian Menjalankan Langkah-Langkah Sukses

Setelah meresapi kaidah sukses, maka tahapan selanjutnya adalah anda harus menjalankan langkah- langkah sukses. Adapun langkah- langkah mencapai sukses yang harus di dijalankan adalah :

PIKIRKAN APA YANG BERANI ANDA IMPIKAN!

· Banyak orang ingin sukses, tetapi takut bermimpi, takut mempunyai cita-cita, takut menetapkan target, bahkan takut menetapkan tujuan. Apapun peranan dan posisi, anda harus berani bermimpi meraih puncak prestasi dan kesuksesan.

· Targetkan LULUS UNAS dengan Nilai Tinggi.

· Ingatlah, “Anda adalah apa yang anda pikirkan”.

LANGKAH 2

INGINKAN APA YANG BERANI ANDA PIKIRKAN!

· Jika anda berani berpikir, bahwa anda mampu meraih puncak prestasi dan kesuksesan; anda harus benar-benar menginginkannya. Jika tidak demikian, anda tidak akan mempunyai energi yang besar untuk meraih mimpi anda.

LANGKAH 3

PUTUSKAN APA YANG BERANI ANDA INGINKAN!

· Setelah anda sungguh-sungguh menginginkan apa yang berani anda pikirkan, buatlah keputusan yang pasti untuk meraihnya. Inilah titik tolak gerak anda menuju kepada tujuan yang sudah anda pikirkan.

LANGKAH 4

RENCANAKAN APA YANG BERANI ANDA PUTUSKAN!

· Jangan bertindak tanpa perencanaan, karena itu membuat anda tidak fokus. Bertindaklah sesuai dengan planning anda. Buatlah rencana sukses untuk jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang; dan mulailah saat ini juga!

LANGKAH 5

LAKUKAN APA YANG BERANI ANDA RENCANAKAN!

· Orang sukses adalah orang yang berani menjalankan rencana suksesnya secara konsisten dan komitmen pantang menyerah. Tidak ada bisnis apapun itu yang selalu di atas, tanpa Tantangan dan hambatan. Berbekal perencanaan, orang dapat melangkah dengan fokus.

LANGKAH 6

YAKINI APA YANG BERANI ANDA LAKUKAN!

· Orang yang memiliki keyakinan kuat terhadap apa yang dilakukannya, pasti lebih besar kemungkinannya untuk berhasil, daripada orang yang tidak memiliki keyakinan. Jika anda meyakini sepenuh hati, bahwa menjalankan pekerjaan yang anda tekuni saat ini akan mengantarkan anda kepada keberhasilan, maka anda pasti sampai ke sana.

LANGKAH 7

PERJUANGKAN APA YANG BERANI ANDA YAKINI!

· Keyakinan saja tidak cukup! Anda harus berjuang sekuat tenaga untuk mencapai tujuan anda. Anda harus berjuang dengan berani tanpa pernah takut gagal, sampai titik darah penghabisan. Gunakan cara berpikir “serba mungkin” untuk menuju titik target yang telah anda tetapkan.

LANGKAH 8

SUKSESKAN APA YANG BERANI ANDA PERJUANGKAN!

· Jangan melangkah setengah-setengah. Jika anda meyakini dan berani berjuang dengan kesadaran anda; maka anda harus mampu menyukseskan langkah-langkah anda itu.

· Berusahalah untuk selalu sukses dalam setiap langkah tindakan anda, sekecil apapun itu.

LANGKAH 9

NIKMATI APA YANG BERANI ANDA SUKSESKAN!

· Setelah anda berhasil meraih target-target dan tujuan anda, nikmatilah hasilnya. Kalau di awal perjuangan anda berani bermimpi sukses luar biasa prima, maka anda pantas dan harus menikmati hasil perjuangan anda.

· Berikan “Reward” untuk diri anda karena keberhasilan anda.

LANGKAH 10

SADARI APA YANG BERANI ANDA NIKMATI!

· Orang sukses sejati memahami betul, bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Sukses bisa bersifat sementara dan kadang orang harus berjuang dan berjuang lagi.

· Sukses sejati harus didukung oleh kepribadian dan sikap mental positif. Dan sukses sejati juga harus ditopang oleh kehidupan spiritual (keagamaan) yang sangat kokoh.

· Rayakan kesuksesan anda dengan penuh kesadaran, jangan berlebihan.Mr. Wuryanano menegaskan, apabila anda menjalankan semua langkah- langkah sukses tersebut, tidak akan pernah ada rasa pesimis dan keraguan bahwa anda adalah orang – orang yang akan mencapai kesuksesan terhadap semua hal yang telah anda yakini. SALAM LUAR BIASA PRIMA !.


-

Jurus Antirugi Para UKM Praktekkan Aturan 60-30-10
E-mail Cetak PDF

Henky Eko Sriyantono

Pendiri Bakso Malang Kota Cak Eko Lebih dari 80 Outlet

Formula ini yang saya gunakan dalam mengembangkan bisnis yang saya jalani saat ini, dan mungkin bisa diterapkan oleh rekan-rekan yang akan memulai bisnis atau bahkan yang sudah mulai, siapa tahu bermanfaat dan berguna untuk kemajuan.



1. Dalam menjalankan bisnis, 60% waktu saya pergunakanuntuk memasarkan dan menjual, 30% untuk membuat produk dan layanan sedangkan 10% nya saya pergunakan untuk manajemen dan administrasi.



2. Dalam menjual, 60% waktu penjualan saya pergunakan untuk menjaga dan mendapatkan pelanggan baru, 30% untuk mendapatkan pelanggan potensial dalam jangka pendek, dan 10% untuk mendapatkan pelanggan potensial dalam jangka panjang.

3. Dalam latihan dan pengembangan , 60% waktu saya pergunakan untuk menambah kekuatan-kekuatan usaha, 30% waktu saya pergunakan untuk mempelajari konsep baru dan 10% untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan usaha. Setelah saya terapkan selama ini ternyata formula tersebut ampuh dan dahsyat. Cobalah !


--

Tips Dapat Modal
E-mail Cetak PDF

Apa yang Harus Disiapkan

Apa yang Diperlukan Perbankan dan Jasa Keuangan

Bagi perbankan dan jasa keuangan lainnya, nasabah yang akan mengajukan pinjaman harus memenuhi 5C, yaitu :



1. Character, menyangkut komitmen dan track record Anda.



2. Capital, berapa besar dana pribadi yang Anda keluarkan untuk mengembangkan usaha, struktur pemodalan (berapa jumlah modal awal yang disetor, dan laba yang terakumulasi menjadi modal), komposisi kepemilikan modal usaha (siapa saja pemilik modal, siapa pemodal jaminan, dan apakah pemodal juga menjadi pengurus perusahaan), dan modal aset, yang terdiri atas tangible asset (tanah, bangunan, mesin, stock, dll.) dan intangible asset (merek, goodwill, nama baik, dll.).



3. Capacity, yang dinilai antara lain: bagaimana tren hasil penjualan (naik, turun, atau stagnan), struktur biaya (fixed cost, variable cost), perbandingan biaya dan pendapatan, hutang dan tagihan (lebih besar, lebih kecil, atau setara), proyeksi arus kas (surplus atau defisit), tenaga kerja (tetap atau kontrak, bagaimana skill dan pengalamannya), hingga kapasitas produksi (jumlah produksi per hari, apakah sesuai dengan penjualan).



4. Condition. Meliputi perijinan usaha, kondisi industri sejenis (apakah berisiko kecil, menengah, atau tinggi), prospek usaha, situasi persaingan (apakah menjadi market leader, market follower, niche market, atau single fighter), dan ini yang terpenting: apa selling point atau keunikannya (apakah mudah ditiru, atau sulit ditiru, dan sampai kapan berlangsung).



5. Collateral. Apakah ada jaminan dari pinjaman cepat atau pinjaman usaha tsb, baik yang bersifat tangible (cash, stock, peralatan, kendaraan, dan yang sifatnya tidak bergerak seperti tanah dan bangunan), intangible (personal guarantee, company guarantee, asuransi kredit, asosiasi/koperasi penjamin, dll.).


Agar proposal pengembangan usaha Anda menarik minat bank, buatlah sedetail dan serealistis mungkin. Siapkan bahan presentasi secara singkat namun komprehensif, dengan poin-poin seperti : Penjelasan tujuan pengembangan usaha, Target kenaikan penjualan dan aset yang diharapkan secara rinci, faktor-faktor yang dibutuhkan untuk pencapaian target, kekuatan, kelemahan, dan peluang yang akan dihadapi dalam pengembangan usaha tersebut, jadwal dan target waktu penyelesaian rencana kerja, penjelasan pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan usaha tersebut, rencana penggunaan fasilitas kredit, dan jadwal pengembaliannya, syarat-syarat lain yang perlu Anda penuhi sebelum mengajukan permohonan kredit dalam pinjaman usaha dapat Anda peroleh dari bank bersangkutan.

--

Kapan Kredit Bank Diperlukan Untuk Mengembangkan Usaha Anda
E-mail Cetak PDF

Jarang sekali usaha yang dapat tumbuh besar tanpa melibatkan kredit dari perbankan. Dalam istilah para pewirausaha, percepat dan perbesar skala usaha anda dengan dukungan modal dari perbankan. Namun bagaimana memperoleh timing yang tepat untuk mendapatkan kredit dari perbankan, khususnya kredit property. Berikut tips sederhana yang disarikan majalah WK dari situs www.untuksemua.com, yang banyak mengulas tips kredit.

Bagi anda yang ingin mengajukan kredit pembelian property di bank, atau modal kerja, ada banyak hal yang harus anda ketahui. Syarat tersebut antara lain kemampuan debitur, kredibilitas, serta agunan


Kemampuan debitur.

Kemampuan dibitur ini merupakan prasyarat utama, karena perbankan berharap kredit yang diberikan berjalan normal, dan tidak berhenti di tengah jalan. Dalam melihat kemampuan calon debitur, perbankan akan melihat besaran pendapatan dan besaran pengeluaran. Salah satunya adalah melihat mutasi rekening untuk menilai pola konsumsi.

Hal terpenting dalam menghitung kemampuan, dikenal dengan istilah Debt Buren Ratio, atau rasio hutang tehadap pendapatan. Umumnya bank menetapkan sepertiga, meski bukan berarti tidak ada yang melonggarkan. Dalam rumusan ini bank menetapkan, rasio seluruh cicilan terhadap pendapatan take home pay tidak boleh melebihi sepertiga.

Selain berdasarkan pengakuan calon debitur, bisa juga perbankan melakukan pengecekan ke pusat data di Bank Indonesia (BI). Pusat data di BI akan menyajuikan dengan jelas history debitur, status kredit, besaran kredit, besarnya cicilan, dan kualitas kredit, apakah lancar atau bermasalah.


Kredibilitas

Ini tergantung track record calon debitur dalam berhubungan dengan bank. Terlacak dari pengecekan internal bank, juga berdasarkan daftar hitam yang dikeluarkan BI, Asosiasi Penerbit Kartu Kredit, atau dari pengelola kartu kredit seperti Visa/Mastercard. Di sini, peran BI checking juga cukup dominan.

Bagi anda yang unkredibel karena kualitas kreditnya jelek, jangan berharap dapat memperoleh kredit apapun dari perbankan, sebelum masalah kredibilitas anda diselesaikan dengan baik.


Agunan

Bank bukanlah rumah gadai atau lembaga lelang, sehingga pada dasarnya bank tidak menyukai untuk mengambil alih agunan. Selain biaya pengambilalihan itu cukup besar, tahapan nya juga sangat menyita waktu dan tenaga. Namun, Nilai Agunan menjadi hal sangat penting bagi bank sebagai "second way out" jika debitur ternyata default atau gagal bayar.

Nilai agunan biasanya ditentukan oleh pertugas bank atau independent appraiser yang ditunjuk. Nilai agunan ditentukan dari kelengkapan persyaratan administrasi Sertifikat/IMB/PBB dll), kualitas bangunan, lokasi yang strategis, cepat-lambatnya penjualan kembali, serta infrastruktur yang mendukung. Mengenai adanya persyaratan lebar jalan minimal menjadi bagian dari sini. Umumnya bank memang menetapkan lebar jalan ukuran tertentu bagi rumah yang akan dibiayai, ini terkait dengan nilai agunan jika bank terpaksa mengambilalih.


Uang Muka/DP

Banyak yang mempertanyakan mengapa Bank seringkali meminta Down Payment (DP) dalam jumlah besar (umumnya 20% rumah baru dan 30% rumah sekunder/rumah second). DP membantu bank dalam dua hal. Pertama, sebagai ikatan awal yang menciptakan “sense of belonging” bagi debitur, dengan rasa memiliki ini diharapkan debitur akan berusaha keras agar kreditnya tidak dengan mudah diabaikan dan menjadi macet.

Kedua, DP menjadi buffer bagi bank jika kredit macet. Seperti kita ketahui, ketika kredit menjadi macet, bank tidak mudah menjual kembali, karena menjual properti dibutuhkan waktu yang tidak sebentar, belum lagi biaya yang timbul akibat akuisisi bank atas rumah sebagai jaminan juga tidak sedikit. Dengan adanya DP diharapkan ketika bank menjual kembali rumah itu,, hasil penjualan bisa menutupi sisa hutang dan biaya-biaya yang timbul selama proses litigasi atau pengambialihan.

Nah jika anda memiliki usaha, dan ingin memperbesar skalanya, jangan abaikan ketiga hal di atas. Dan bersiaplah menjadi pebisnis hebat di masa mendatang.


--

Simpel-Simpel Saja
E-mail Cetak PDF
Berapa di antara anda yang pernah mempunyai keinginan memiliki perusahaan IT yang sukses? Saya duga cukup banyak. Saya termasuk diantaranya. Apalagi sewaktu boom dot com pertengahan tahun 90 an dulu, hampir setiap anak kuliahan terinspirasi untuk menjadi seperti Bo Peabody, founder Tripod.Com yang pada tahun 1997 sukses menjual perusahaanya senilai $ 58 juta (hebatnya lagi Tripod waktu itu belum pernah untung).

Namun kalau kita perhatikan, dari mungkin sekian juta orang di dunia yang ingin memiliki perusahaan (berbasis) IT yang sukses, maka hasilnya bisa sangat berbeda, misalnya: Pertama, ada yang tidak pernah memulai membuat perusahaan IT sama sekali. Kedua, ada yang kemudian membuat perusahaan IT, namun tidak berhasil, dan berhenti. Ketiga, ada yang malah menekuni dan mengerjakan hal-hal lain. Dan setiap malam merenung, kenapa saya tidak memiliki perusahaan IT yang sukses. Keempat, ada yang betul-betul membangun perusahaan berbasis IT, sukses besar dan kaya raya seperti Bill Gates (Microsoft), Jeff Bezos (Amazon), Larry Page & Sergey Brin (Google), dsb.

Dari satu keinginan yang sama, yaitu membangun perusahaan IT yang sukses. Ternyata hasilnya akhirnya bisa berbeda-beda. Mengapa? Mark Joyner memberikan cara pandang menarik dalam bukunya yang sangat luar biasa: "Simple-ology: The Simple Science of Getting What You Want". Sederhana nya begini, menurut Joyner, kita seringkali tidak berhasil mewujudkan apa yang kita inginkan karena mengabaikan hukum pertama dari simple-ology, yaitu: "jarak terdekat dari dua titik adalah sebuah garis lurus".

Dalam teori sungguh simple bukan? Namun dalam praktek, kenyataanya memang kita sering melakukan hal-hal yang tidak relevan dengan tujuan utama yang ingin kita capai. Ibaratnya bukannya membuat garis lurus yang tegas diantara dua titik, kita seringkali malah membuat garis berbelok-belok, memutar kesana kemari tidak menentu. Ketidak-sederhana-an ini yang seringkali akhirnya membuat kita lupa tujuan kita sebenarnya. Saya mempunyai teman yang sedang membangun usaha jasa konsultan. Bersama tim mereka yang terdiri dari sejumlah pakar bergelar doktor, master dengan sertifikasi professional yang berderet, saya nilai usahanya cukup potensial. Apalagi knowledge yang dimiliki teman saya tadi tergolong sangat dicari perusahaan-perusahaan besar dewasa ini. Sayangnya usahanya hingga lebih dari satu tahun kurang berkembang. Yang membuat saya heran, setiap saya bertemu dengan teman saya tadi, topik pembicaraan yang dibicarakan selalu itu-itu saja: masalah ruangan untuk kantor. Rupanya, bagi teman saya tadi, membangun perusahaan jasa konsultan berarti memiliki ruangan kantor yang representatif dan nyaman di lokasi strategis. Sehingga, selalu saja masalah ruangan kantor menjadi "topic of the month" di perusahaan mereka. Mulai dari mencari lokasi, memilih diantara berbagai alternative lokasi, kemudian masalah renovasi, memilih furniture, warna cat yang sesuai corporate color, dsb. Hal-hal yang menurut saya jauh dari relevan dengan upaya menjual jasa mereka. Padahal kalau mau menjual jasa konsultasi menurut saya ya straight to the point saja. Berjualanlah ke calon klien yang butuh dan punya uang. Dapatkan kontraknya. Kerjakan projectnya. Kemudian tagih uangnya. Mission accomplished. Simple.

Bagaimana dengan ruang kantor? Siapa yang butuh ruang kantor kalau sebagian besar waktu kita habiskan di lokasi klien. Bagaimana dengan alamat yang representative? Haloo … kemana saja?, apakah Anda belum pernah mendengar "virtual office" yang siap disewa di lokasi-lokasi terbaik di Jakarta? Bagaimana kalau mau meeting? Ini lebih mudah lagi, percayalah, klien lebih senang meeting di kantornya. Wah jadi tidak usah investasi bangunan, ruangan, peralatan kantor?. Lha kok enak? Ya memang jadi konsultan itu enak, bayarannya gede lagi, hehehe.Point nya adalah, dengan berpikir menurut "prinsip garis lurus" tadi, hal-hal yang tidak secara langsung relevan dengan bagaimana menghasilkan uang kita kesampingkan dulu. Meskipun contoh di atas adalah usaha jasa konsultan, prinsip ini umum, sehingga Anda bisa aplikasikan dalam model bisnis Anda sendiri.

Sederhanakan yang Sulit
Anda dapat menyederhanakan banyak hal, dengan mengacu pada 3 kesederhanaan (simplicity) berikut ini.

Simplicity in Purpose
Anda dapat meninjau kembali tujuan Anda. Jangan-jangan tujuan Anda sendiri sudah njlimet. Analogi paling mudah adalah program komputer. Setiap program komputer yang terinstal di komputer Anda ditulis dengan tujuan tertentu. Misalnya, MS Word untuk word-processing, MS Excel untuk spreadsheet, MS PowerPoint untuk membuat presentasi dan MS Internet Explorer untuk membaca blog saya, (hehehe ... tentu boleh juga kalau mau dipakai untuk sekedar browsing).

Setiap baris kode program-program tadi ditulis sesuai dengan tujuan pembuatan program tadi. Bagaimana jika tujuan-tujuan tadi mencoba ditumpuk bersama? Bisa dibayangkan penulisan programnya harus banyak berkompromi dengan berbagai tujuan tadi, sehingga yang dihasilkan adalah program yang tidak "lean" dan tidak efisien.

Simplicity in Method
Mungkin tujuan anda sebenarnya cukup sederhana. Pergi ke dari Jakarta ke Bandung. Namun banyak cara menuju Bandung. Anda bisa menggunakan mobil lewat jalan tol Cipularang, menggunakan kereta api lewat stasiun Gambir, menggunakan pesawat terbang lewat Bandara Soekarno-Hatta. Hmmm … karena sekarang sudah tidak ada flight Jakarta – Bandung, maka Anda bisa gunakan flight Jakarta – Surabaya, dan Surabaya – Bandung.
Metoda mana yang paling simple? Anda pasti bisa menjawabnya.

Simplicity in Execution
Katakanlah tujuan anda sudah cukup sederhana. Metoda yang Anda pilih juga adalah yang paling sederhana. Namun, masih ada satu jebakan lagi, yaitu kerumitan dalam eksekusinya. Bertahun-tahun yang lalu, saya (yang waktu itu masih berusia 20 tahun) pernah menjadi seksi perlengkapan dalam sebuah acara di kampus. Kami ingin membuat acara yang sederhana. Dengan panggung sederhana, dan backdrop sederhana dengan sebuah tulisan yang sederhana. Jenis huruf dan bahan pun sangat sederhana. Kami membuat huruf-huruf dari karton yang digunting. Simple dan cepat sekali bikinnya. Yang tidak sederhana ternyata adalah bagaimana melekatkan tulisan2 tadi di dinding belakang panggung! Ternyata susah sekali. Saya bahkan masih melekatkan huruf-huruf terakhir ketika tamu-tamu mulai berdatangan. Rasa malu nya betul-betul tidak sederhana. Mark Joyner masih memiliki 4 prinsip lagi dalam Simple-ology. Tapi yang paling penting adalah "prinsip garis lurus" di atas. Lagipula tulisan ini pun saya maksudkan untuk sederhana. Sehingga meskipun masih banyak yang ingin saya sampaikan, terpaksa harus saya akhiri supaya tetap sederhana. Ah, jangan berlama-lama membaca, silakan mencoba menerapkan Simple-ology.(FR)

--

Titik Terlemah Bisnis Franchise di Indonesia
E-mail Cetak PDF










Bisnis franchise saat ini tengah menjadi model bisnis paling popular di negeri ini. Laiknya sebuah mode, system bisnis franchisepun banyak diperbincangkan di mana-mana. Seseorang yang baru mendirikan bisnis resto, terlintas untuk segera memfranchisekan bisnisnya. Begitu juga dengan pebisnis bengkel, pijat refleksi, hingga software komputer. Hampir dipastikan, semua sedang berfikir bisnis apa lagi yang dapat difranchisekan.

Meski hal ini bukan sebuah kekonyolan, tetapi masyarakat pebisnis hendaknya menyadari bahwa sebuah bisnis dapat difranchisekan jika telah memenuhi syarat yang telah ditentukan. Bukan mengikuti kelatahan belaka. Syarat tersebut, menurut buku Franchising the Most Practical and Excellent Way of Succeding : Membedah Tawaran Franchise Lokal Indonesia terbitan Gramedia Pustaka Utama tulisan Bambang N. Rachmadi, franchisee outlet McD di Indonesia ini, menyebutkan bahwa franchise merupakan sebuah system bisnis atau usaha yang telah terstandar secara baku dan teruji kesuksesannya. Lalu system ini dijual lisensinya ke pihak lain dengan imbalan fee kepada pemilik system tersebut.

Ingat, dalam difinisi di atas ada kalimat yang sengaja diberi penekanan, yaitu teruji kesuksesannya. Bambang N Rachmadi bahkan mendefiniskan secara khusus, bahwa sebuah bisnis difranchisekan karena memiliki kinerja unggul karena didukung oleh sumberdaya berbasis pengetahuan dan orientasi kewirausahaan yang cukup tinggi dengan tata kelola yang baik, yang dapat dimanfaatkan oleh pihak lain dengan melakukan hubungan kontraktual untuk menjalankan bisnis di bawah format bisnisnya dengan imbalan yang disepakati. Uraian di atas jelas memberikan gambaran khusus mengapa sebuah bisnis difranchisekan, yaitu memiliki reputasi sukses, memiliki standar secara baku baik pengelolaan maupun prosedur layanannya. Lantas apakah para pebisnis cukup memahami syarat-syarat tersebut dan memahami kriterianya?

Menangkap dengan Tenang

Banyaknya pameran bisnis, maupun iklan-iklan yang menawarkan bisnis franchise kepada masyarakat harus disikapi dengan upaya edukasi yang optimal terhadap pelaku bisnis franchise, baik kepada franchisor maupun franchisee. Lembaga terkait seperti Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), konsultan bisnis franchise, dan lembaga pendukung lainya, termasuk didalamnya peran pemerintah yang terkait, harus semakin menyadari bahwa bisnis franchise yang hadir tengah masyarakat adalah sebuah keniscayaan. Masalahnya adalah apakah ada aturan yang kompatibel untuk mengaturnya? Apakah masyarakat pebisnis sudah teredukasi dengan baik, undang-undangnya memadai, serta ada iklim kondusif yang membuat system bisnis franchise dapat berkembang dan tumbuh seperti yang diharapkan. Ibarat menangkap ikan, para pebisnis harus tetap tenang menangkapnya, dengan keadaan sadar dan penuh perhitungan.

Angin Segar

Kehadiran system bisnis franchise disisi lain telah memberikan angin segar bagi tumbuhnya ekonomi baru karena adanya duplikasi system bisnis yang memungkinkan sebuah system bisnis dapat berkembang secara cepat dalam waktu yang relative pendek. Lihatlah bagaimana McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, Pizza Hut, Wendy’s. Atau brand lokal seperti RM Padang Sederhana, Bakmi Japos, Ayam Bakar Wong Solo, Es Teler 77, Alfamart, Indomart, dan ratusan merek lokal lainnya yang telah berkembang dan berbiak menjadi menggurita dengan system bisnis ini dalam waktu singkat ke seluruh tempat.

Banyak pihak berpendapat, kelebihan system bisnis ini memungkinkan seseorang yang ingin berbisnis serupa tidak usah terlalu repot-repot menjalani proses trial and error yang dijalani bertahun-tahun dan dengan biaya yang tidak sedikit. Tetapi pihak lain mengungkapkan argumentasinya bahwa untuk menggunakan system bisnis franchise pada sebuah produk atau merek harus teruji kehandalanya. Seberapa jauh keandalan dan reputasi itu, waktu yang menentukan. Bukan dua, tiga atau lima tahun, yang merupakan waktu-waktu yang pendek untuk rentang sebuah usaha disebut teruji kehandalannya.

Apapun, kesadaran masyarakat memahami bisnis franchise lebih penting agar sinergi diantara franchisor dan franchise dapat saling menguntungkan dikemudian hari. Para franchisorpun tidak serta merta menginginkan usahanya berbiak dengan mengabaikan syarat untuk menetapkan franchisee yang baik. Syarat tersebut diantaranya adalah menetapkan bahwa franchisee juga harus memiliki kreatifitas dan inovatif yang didasari semangat kewirausahaan dalam menjalankan bisnisnya, dan harus tunduk pada kriteria-krieteria yang ditetapkan oleh franchisor.

Tujuannya agar standarisasi merek bisa tetap terjaga. Jangan sampai ada sebuah upaya seseorang yang memfranchisekan bisnisnya tetapi ia sendiri masih harus berjuang bagi keberlangsungan bisnis yang dijalankannya. Jangankan tentang support bisnis, SOP, atau standarisasi, dan sebagainya, masih banyak pebisnis yang produknya masih belum teruji dan belum memiliki reputasi bisnis tetapi sudah berani menjualnya dengan system franchise. Tentu itu sah-sah saja, dan inilah titik terlemah system bisnis franchise di Indonesia.


--
Menjadi Pengusaha Itu Harus Bahagia
E-mail Cetak PDF

Oleh Airlangga Bramayudha



Krisis ekonomi dari Amerika sudah menjalar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Diramalkan dan sebagian gejala sudah terjadi memang, tahun ini sampai akhir tahun, PHK bakal terjadi di mana-mana. Tapi apa iya?



Indonesia ada hajatan Pemilu April 2009 lalu, dilanjutkan dengan Pilpres di bulan-bulan mendatang. Coba hitung. Dengan 38 partai nasional dan beberapa partai lokal di Aceh. Dari tingkatan DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan di mana tiap partai memiliki beberapa sampai belasan orang caleg. Belum lagi caleg DPD dari tiap daerah, maka jumlah caleg mencapai 11 ribu orang lebih. Dan pemilu kali ini berbeda. Yakni setiap caleg dapat mempromosikan dirinya masing-masing.



Bila kita hitung, anggaplah rata-rata tiap caleg mengeluarkan Rp300 juta rupiah untuk keperluan kampanye, seperti iklan, spanduk, kaos, dsb maka akan ada 3,3 triliun uang beredar di masyarakat. Itu belum termasuk dana pemerintah untuk pelaksanaan pemilu, serta dana transportasi, telekomunikasi, dan konsumsi masyarakat yang meningkat terkait yang pemilu.



Belum lagi libur panjang terkait pemilu dan hari besar yang menyebabkan sebagaian masyarakat berpergian membelanjakan uangnya. Ditinjau dari makro ekonomi, hal ini merupakan stimulus yang bagus sekali bagi aktivitas mikro ekonomi Indonesia, atau dengan kata lain efek domino dari pemilu langsung atau tidak langsung bermanfaat bagi peningkatan daya beli produk-produk wirausaha. Ini akan menghambat krisis semakin berkembang luas di Indonesia.



Belum lagi kalau partai dan anggota legislatif yang terpilih nanti benar-benar anggota DPR yang peduli kepada perekonomian masyarakat dan dunia usaha, bersih dari korupsi, dan profesional, tentu akan lebih siip. Bagaimana pendapat Anda?



Pengusaha itu Harus Berkepribadian Ganda



Baru saja saya browsing ke internet dan masuk di sebuah forum psikologi yang mengupas tentang Schizophrenia, yaitu kondisi mental disorder yang sering disebut sebagai orang kepribadian ganda. Orang berkepribadian ganda dapat berganti-ganti kepribadian layaknya seorang aktor sehingga membuat orang-orang di lingkungannya menyangka dia gila atau tidak waras. Dampaknya dia akan dikucilkan.



Lantas bagaimana apabila hal ini terjadi pada diri seorang pengusaha ? Jadi pengusaha gilakah? Pengusaha itu harus menderita Schizophrenia. Lho kok? Ya... Karena di dalam diri seorang pengusaha terdapat pribadi-pribadi yang berbeda dan sering kali saling berkelahi karena memiliki kepentingan yang berbeda.



Pribadi pertama, seorang pengusaha itu adalah seorang Visioner. Pribadi seorang visioner adalah pribadi pemimpi. Memiliki pandangan jauh ke depan. Sering melamun (?) Ngomongnya kadang terlalu tinggi (menurut ukuran lingkungannya). Melihat setiap hal sebagai sebuah opportunity yang akan menghasilkan keuntungan sehingga menjadi kaya raya. Melihat sepetak tanah kosong di pinggir jalan, langsung bilang, "Wah, tanah ini akan saya jadikan sebuah depot bakso premium yang ramai. Dan akan menjadi master branding untuk sebuah jaringan frenchise depot bakso dengan ratusan cabang di seluruh nusantara."



Pribadi kedua, seorang manager. Pribadi ini sering bertentangan dengan Visioner. Kalau Visioner : "Mau yang besar tetapi tidak mau tahu caranya" sebaliknya pribadi manager ini berpikir : "Bagaimana caranya". "Elo mimpi boleh besar", kata manager, "tapi lihat dulu dong, gue nih yg sibuk jadinya!"



Manager sibuk memikirkan : berapa harga beli atau sewanya? Berapa biaya renovasi, lauching, sampai operasional tiga bulan pertama ? Berapa kapasitas parkirnya? Berapa SDM yang dibutuhkan dan gajinya masing-masing ? Apa warna catnya? Dan lain-lain.



Pribadi ketiga, seorang spesialis. Ini dia yang paling apes. Setelah dimimpi-mimpikan oleh visioner, diatur dan dihitung oleh manager, tibalah giliran tugas spesialis. Siapa saja para spesialis tersebut ? Di antara para spesialis tersebut adalah Sales Investasi, bertugas untuk mencari investor, karena menurut hitungan manager, dana yang ada masih kurang dan butuh investor; Arsitek yang merancang detil interior dan eksterior dari outlet; Desainer product yang merancang packaging bakso; Pembuat bakso yang belanja bahan, membuat pentol, siomay, gorengan, kuah, dsb; pelayan yang menyediakan menu, melayani pelanggan; dan kasir yang harus menghitung dan memberikan uang kembalian; Belum lagi yang termasuk tukang cuci piring dan cleaning service. Para spesialis ini adalah ujung tombak bisnis karena tanpa mereka bisnis tak dapat terjadi.



Bagi seorang pengusaha, ketiga pribadi tersebut mutlak diperlukan ada pada dirinya. Apalagi bila baru mau memulai bisnis. Tidak hanya pandai bermimpi, dia juga harus mampu berhitung, mampu memanage sumber daya yang ada, dan yang paling menentukan adalah dia harus mau mengerjakan detil bisnisnya sebagimana seorang spesialis. Sehingga ada istilah Dirjen = Direktur Ijen (Direktur sendirian). Artinya ketika baru memulai bisnis, dia adalah direktur, merangkap manager SDM, manager product, manager marketing, manager finance, merangkap sales, merangkap produksi, merangkap kasir, bahkan merangkap cleaning service dan petugas keamanan.



Yang sulit adalah ketika ketiga kepribadian yang berbeda tadi tidak dapat akur dan ingin lebih menonjol salah satu sehingga menenggelamkan yang lain. Apabila visioner yang menonjol dia hanya akan menjadi seorang pemimpi selamanya. Apabila dia memulai, dia memulai tanpa perhitungan yang cukup, sehingga sering rugi. Apabila manager yang menonjol maka nasibnya tidak akan berbeda dengan kebanyakan orang pintar, yang hanya pandai menghitung dan berkomentar tanpa berani take action. Sedangkan apabila hanya pribadi spesialis yang menonjol maka dia akan terjebak ke dalam rutinitas bisnis sehari-hari tanpa memikirkan strategi jangka menengah, panjang, dan lompatan-lompatan bisnis yang bisa ditemukan.



Ketika bisnis tersebut semakin tumbuh, sedikit demi sedikit tugas dapat didelegasikan, tetapi mental Schizophrenia tetap harus ada dalam setiap pengusaha. Bagaimana dengan Anda ?

Airlangga Bramayudha

Pendidikan : S1 Teknik Elektro ITS Surabaya,

S2 Magister Manajemen Universitas Airlangga Konsentrasi Marketing Management



Bisnis :

1. Sekolah Sepak bola

2. Sekolah Basket

3. Jual perahu (boat)

4. Bidang minuman dan berencana merambah ke makanan

-

Mengindari Siklus S Dalam Bisnis - Simak, Jangan Terjebak
E-mail Cetak PDF

Adi Kharisma, Pebisnis Sweet Purple, Ubi Ungu

Berbisnis, berdasarkan pengalaman orang-orang yang sukses ternyata ada seninya. Seni untuk tetap bertahan bahkan terus tumbuh di saat persaingan bisnis serupa sedang banyak-banyaknya. Adi Kharisma (50) alumnus San Francisco State University, Amerika Serikat, seorang pebisnis yang telah malang melintang dalam dunia usaha memberikan tips penting bagi anda.

Tips penting ini didasarkan pada kenyataan bahwa setiap pebisnis apapun, siapapun, akan melewati siklus ini, yaitu, sebuah pergerakan bisnis yang oleh para pewirausaha digambarkan sebagai siklus S (red, istilah ini tidak akan anda temui di texbook).

Siklus ini menggambarkan : mula-mula seseorang pewirausaha mulai menjalankan bisnisnya, kemudian tumbuh, membesar, tetapi pada masa tertentu akan menghadapi persaingan yang semakin keras, perubahan keinginan pelanggan dan pasar yang bergerak dan terus berubah, hingga akhirnya jika pewirausaha tidak memiliki inovasi dan kreatifitas yang membumi dan menjadi kekuatannya, maka usahanya pelan-pelan akan menurun, semakin meluncur ke bawah, hingga akhirnya tidak terdengar lagi.

Tetapi ada yang dapat mengantisipasinya, sehingga bentuk siklus S nya menjadi dinamis, dan ketika usahanya mulai meluncur jatuh ia menemukan kreatifitas baru sehingga usahanya naik kembali dan berjaya kembali. Tapi ingat : itu bukan terakhir pergerakan siklus S.

Bentuk siklus S pada masing-masing pewirausaha akan berbeda setiap orang dan bentuknya tergantung bagaimana cara mereka menyikapinya. Coba simak beberapa pebisnis yang dulunya ramai kemudian sepi pembeli, atau usaha yang dulunya sepi kemudian terlihat sangat ramai, seperti pemilik gerai playstation, warnet, rumah makan, distro, gerai isi pulsa, gerai kudapan, hingga kios sembako. Ada yang berhasil dengan inovasinya, ada yang tersungkur karena tidak dapat mengantisipasi perubahan.

Berdasarkan pengetahuan inilah saya mencoba mengubah siklus S bisnis saya, meskipun usia saya tidak muda lagi. Agak terlambat, tetapi masih lebih baik jika tidak melakukan sama sekali. Kesadaran inilah yang harus anda lakukan, dan juga saya lakukan agar kita tidak terjebak dalam keputusasaan dalam berbisnis. Penting di sini saya utarakan, berbisnis sejak muda akan melatih talenta dan sigab mengahadapi siklus S dalam berbisnis. Karena berbisnis adalah kreatifitas, dan harus terus tumbuh sepanjang kita masih menjadi pewirausaha.

Pengalaman ini saya alami, di mana saya pernah menjadi dan memiliki usaha waralaba makanan yang sangat terkenal di Indonesia. Para pelanggan yang datang juga sangat ramai, tetapi karena pemilik waralaba (franchisor) tidak menjaga wilayah pasar, dan cenderung mencari sebanyak-banyaknya franchisee maka pertarungan bisnis ini menjadi sedemikian ketat. Dan seperti yang anda duga usaha ini berhenti sampai di sini. Kami tidak mengatakan sebagai korban, tetapi visi franchisor yang berubah, tidak konsisten, dan cenderung hanya mencari uang sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan promosi yang kuat, produk yang baik, dapat menghancurkan segala-galanya.

Saya juga pernah berbisnis menjadi distributor kebutuhan bahan pokok. Sangat ramai, tetapi kemudian kegiatan bisnis ini saya tinggalkan karena pertarungan bisnis ini sudah sangat tidak sehat. Strategi banting harga, dumping, banyaknya gerai-gerai modern market yang muncul dan didukung kekuatan raksasa ekonomi membuat kami harus meninggalkan bisnis ini. Kami tidak memiliki strategi baru yang tepat untuk mengantisipasinya, karena itu jika tidak kami tinggalkan, kami akan mati pelan-pelan, dan usaha kami akan meluncur ke bawah, dan mati.

Kami kini memulai bisnis baru, dimana kami yang mengendalikan perjalanan bisnis secara unik. Kami membangun ketersediaan bahan baku secara unik, kami mengedukasi produk kepada pelanggan dengan detail, serta mengontrol pertumbuhan bisnis melalui gerai-gerai yang memiliki hubungan emosional dan fungsional dengan pelanggan.

Aneka produk ubi ungu kami ciptakan menjadi juice, ice burger, ayubi burger, dan aneka makanan yang berfungsi sebagai antiokasidan dan pencegah kanker. Kami mengedepankan gagasan orisinilitas berbisnis, dan karena itu kami akan mampu mengontrol siklus S bisnis saya. Dan saya tidak ingin terjebak lagi karenanya. n

--

Kecil Bisa Menjadi Besar
E-mail Cetak PDF

Sahabat UKM adalah koperasi serba usaha yang memfokuskan pada layanan keuangan simpan-pinjam konvensional maupun syariah dengan semangat dan aspirasi untuk: Memberdayakan kaum muda dan wanita menjadi usahawan mandiri, membantu usaha mikro dan kecil agar meningkat menjadi skala yang lebih besar, memasyarakatkan konsep bagi hasil, keterbukaan, kesetaraan, dan kesetiakawanan dalam usaha. Peran serta ini diwujudkan dengan cara memberikan kesempatan dan peluang bagi para usahawan mikro dan kecil melalui pemberian modal usaha melalui dana yang digalang dari masyarakat disertai dengan pembekalan dan pelatihan tentang usaha dan keuangan secara cuma-cuma. Konsep ini diterapkan oleh Sahabat UKM untuk dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasabah dan masyarakat menuju jenjang yang lebih baik.

Berbagai layanan yang diberikan oleh Sahabat UKM antara lain: Pembiayaan untuk modal kerja maupun investasi yang diberikan khusus bagi nasabah usawahan mikro dan kecil, baik perorangan maupun kelompok. Simpanan ditawarkan dalam bentuk tabungan maupun simpanan berjangka, dengan fitur dan fasilitas menarik, dana yang terjangkau, serta dapat memberikan nilai tambah

Sejak mulai beroperasi pada awal tahun 2009, Sahabat UKM telah melayani nasabah di daerah Jakarta Selatan, terutama di area Cipulir dan sekitarnya melalui pembukaan cabang di Ciledug Raya. Untuk info lebih lanjut, hubungi telpon (021) 7388 2340 atau faks di (021) 7369 0649.

--

Dapat Order Besar, Modal Kurang
E-mail Cetak PDF

Bapak/ Ibu pengelola rubrik curhat bisnis, saya pembaca setia majalah Wirausaha & Keuangan hingga edisi ini. Saat ini saya adalah pebisnis makanan kecil (snack). Adapun pemasaran yang saya kembangkan telah sesuai harapan, bahkan kadang melebihi target yang saya inginkan. Justru yang saya takutkan kalau saya mendapatkan pesanan lebih banyak dari biasanya karena modal yang saya siapkan tidak tersedia. Hal ini biasanya terjadi, kadang-kadang ada juga permintaan mendadak dari luar kota, yang jumlahnya lumayan banyak.

Permintaan ini otomatis membuat modal yang disiapkan juga membengkak. Apa yang harus saya siapkan. Apakah mungkin saya dapat mendapatkan modal dari bank. Terima kasih.

Bayduy, Jl Suratan II/9 Mojokerto



Bpk Bayduy, sekaligus tambahan jawaban bagi Bpk Wisnu, terima kasih atas pertanyaannya. Menggunakan modal sendiri sebagai modal usaha adalah salah satu cara yang aman untuk membesarkan usaha agar anda belum terikat dengan pinjaman apapun. Namun akan terjadi saat dimana modal sendiri tidaklah cukup dan anda harus meminjam dari orang lain atau lembaga keuangan. Anda sudah memulai usaha dengan modal sendiri dan bisa dibilang saat ini berada di persimpangan jalan. Kembangkan usaha dengan bantuan modal dari pihak lain (lembaga keuangan) atau berkembang dengan alamiah melalui hasil yang diraih saat ini. Hidup adalah pilihan, Anda yang harus menentukan. Namun sebelum menentukan pilihan, perlu diingat bahwa kesempatan dan peluang mungkin tidak datang setiap saat. Oleh karena itu pertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan. Pastikan bahwa proyeksi pendapatan kas Anda memang mencukupi kewajiban membayar cicilan. Apabila proyeksi pendapatan masih bersifat spekulatif, sebaiknya hindari komitmen pinjaman ke pihak manapun untuk menghindari masalah di depan. Jika Anda pada akhirnya memilih untuk mengembangkan usaha dengan bantuan pihak lain, Lembaga Keuangan siap membantu permodalan Anda!. Untuk tips-tips mendapatkan pinjaman, telah kita bahas pada edisi WK sebelumnya, yaitu pada edisi 71 yang lalu.


--

Rahasia Bob Sadino
Jumat, 13 Maret 2009 09:34 Administrator
E-mail Cetak PDF
Setiap orang memiliki rahasia. Begitu juga dengan Bob Sadino. Rahasia, tidak selalu berkonotasi jelek, karena yang ini justru rahasia baik, yang penting untuk anda ketahui, pembaca WK. Rahasia ini begitu pentingnya sehingga saya mesti hati-hati mengutarakannya, takut yang memiliki rahasia marah atau mensomasi saya.

Sebelum bercerita tentang rahasia kesuksesan Bob Sadino, saya ingin bercerita tentang rahasia-rahasia lainnya yang ringan-ringan, yang pernah saya dengar. Di Kampung saya, daeah urban yang kini disesaki industri, Kawasan Selatan Gresik, Jawa Timur, ada seorang penjual bakso keliling yang setiap sore selalu ditunggu-tunggu oleh pelanggan. Ia berjualan bakso sejak saya masih remaja, dengan rasa yang biasa-biasa saja. Tetapi dalam lima tahun terakhir, saat penjual bakso mulai banyak, saya melihat perubahan yang besar. Selain rasa baksonya yang enak, rasa kuahnya juga sangat sedap, halal, harganya juga murah.

Pantas, setiap orang selalu menunggu-nunggu saat ia lewat. Namanya, Timbul. Nama ini, kini bukan sekedar nama bakso, tetapi sudah menjadi guyonan jika ada orang yang sedang berdiri di tepi jalan. Ketika ditanya, menunggu siapa? Jawaban slengekan sering dibalas dengan ucapan : menunggu Timbul. Suatu ketika, saat saya pulang kampung, saya mendatangi rumahnya, menanyakan mengapa rasa baksonya begitu enak, tekstur, kekenyalannya, juga rasanya. Semuanya dibuat alami, dari bahan halal, daging sapi beneran, bukan daging glonggongan, tanpa bahan pengawet karena selalu habis dalam sehari.

“Rahasianya apa kok baksonya enak,” tanya saya kepadanya. Karena saya wartawan, dan bukan pedagang bakso, Timbul mau menceritakan perjalanan hidupnya, dari sejak berjualan bakso pertama kali, hingga hari ini. Jika dihitung-hitung, sudah lebih dari 15 tahun ia berjualan bakso.Iapun menceritakan, bagaimana ia setiap hari mencoba membuat bakso terbaik dan rasa terenak sesuai yang diinginkan pelanggan. Setiap pulang dari berjualan, ia selalu mengoreksi kekurangannya bersama istri tercintanya. Menghitung omzet, keuntungan, meskipun jumlahnya tidak seberapa, justru merupakan kegiatan berikutnya.

Untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan, caranya, ia selalu mendengar apa saja yang dikeluhkan pelanggan, mulai dari kuah yang anyep, bakso yang kurang empuk, hingga omela-omelan lain yang sering diucapkan pelanggan. Semua didengarkan. Saran, kritikan, cacian, tidak membuatnya marah, tetapi malah ‘tersenyum’ dan berkeinginan untuk terus memberikan yang terbaik kepada pelanggannya. Rasa baksonya yang enak rahasianya terletak pada campuran daging, dan bahan lain dengan adonan yang tepat. Rasa kuahnya yang sedap terletak pada perlakuan pemberian bumbu-bumbu dan kaldu yang tepat, serta pengapian saat memasak. Dan tentu saja banyak rahasia-rahasia lainnya yang tidak mungkin saya ceritakan di rubrik sebanyak satu halaman ini.

“Bolehkah resep ini saya bawa ke Jakarta?. Saya yakin resepnya bisa menjadi bakso yang banyak disukai semua orang. Kalau perlu diwaralabakan, atau dimitrakan, seperti teman-teman saya ,”lanjut saya. Yang tidak saya duga jawabannya : , “saya ingin membahagiakan tetangga-tetangga saya, orang-orang kampung saya untuk menikmati bakso terlezat yang tidak ada duanya,” ujarnya. Lho kok?. Itulah rahasia Timbul yang saya tak bisa mengoreknya.

Kembali ke Rahasia Bob Sadino. Banyak perhimpunan mahasiswa, perkumpulan pengusaha yang mengundang Bob untuk berbicara. Berbicara tentang kesuksesan dan kiat-kiatnya berbisnis. Cerita kisah hidup dan bisnisnya biasanya bermula dari ia berjualan telur ayam kampung. Saya yang berkali-kali hadir mendengar penuturan Bob, sering mendengar kalimat yang sama, namun setiap waktu penekannya berbeda. Suatu saat saya berkesempatan menjadi moderator acara diskusi bisnis yang diselenggarakan Marketing Club, Mahasiswa Magister Manajemen UGM, di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Peserta yang hadir jumlahnya ratusan yang sangat antusias. Seorang bertanya : Apa kiat sukses Bob Sadino?

Cerita Bob bergulir kembali, mengawali usaha di zaman bahulea, zaman ketika Bob masih susah dengan berjualan telor ayam bersama istrinya ke perumahan-perumahan, menawarkan satu persatu telor tersebut kepada pelanggan yang dikenalnya di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Cerita menjadi sedemikian dramatis. Mengapa begitu dramatis? Karena dipastikan tidak mungkin ada orang yang mau meniru cara Bob untuk memulai bisnis dengan berjualan telor. Tetapi justru inilah rahasia terbesarnya. Bob dan istrinya pandai berbahasa Inggris, Jerman, dan Indonesia. Ia lihay melakukan kegiatan pemasaran.

Bisa dibayangkan seseorang yang memiliki kepiawaian berjualan dengan pemahaman bahasa internasional yang mumpuni, seperti bahasa Inggris dan Jerman, akan membuat Bob berbeda dari yang lainnya. Seorang penjual telor tetapi dapat bergaul dan berkomunikasi dengan orang-orang bule! Rahasia itulah yang paling besar yang mengantarkannya menuju sukses sekarang. Bukan celana pendeknya. n


--

Dari Sopir Taksi ke Usaha Roti
E-mail Cetak PDF



Buchori Al Zahrowi

Buchori, begitu pria bernama lengkap Buchori Al Zahrowi ini biasa dipanggil, Buchori menjadi sosok pengusaha muda sukses yang rendah hati. Lelaki kelahiran Bantul, 26 Maret 1969 ini dalam hidupnya pernah jadi sopir taksi selama tiga tahun dan sekarang menggeluti usaha Roti dan Kue “AFLAH” yang berarti lebih. Usaha yang digelutinya sekarang sudah berkembang dan membiakkan beberapa outlet di berbagai kota, antara lain Yogyakarta, Kutoarjo, Purworejo, Grabag dan Purwodari. Usaha yang dikelolanya sekarang ini membuatnya semakin mantap dalam menjalankan bisnisnya, walau krisis menghadang. Karena dengan krisis ini, menurut Buchori difahami menjadi sebuah peluang, karena banyak lahan yang ditinggalkan oleh para pengusaha/pelaku usaha yang tidak tahan terhadap goncangan badai.

Pengusaha muda sukses ini sejak SMA sudah mandiri, tidak bergantung pada orang lain, dengan keterbatasan hidupnya ini, maka Bapak dari 2 anak putri yaitu Bazfa Azzah Zhorifah dan Bazfa Alya Zhofirah ini tidak memilih jalur lambat mencari uang yaitu menjadi karyawan, tetapi memilih jalur cepat menghasilkan uang dengan cara menjadi pengusaha. Cita-citanya ini terbukti, bahkan bukan sekedar materi yang didapat dan berjalan maju cepat tetapi keseimbangan spiritual yang dapat dicapai.

Kini Gilirannya Untuk Bertukar Pengalaman

Mantan aktifis kampus diera awal 90-an di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (sekarang UIN Yogyakarta) ini, sekarang sibuk dengan kepeduliannya dengan cara memberikan motivasi bisnis untuk kalangan mahasiswa. Trik dan kiat bisnis yang diberikannya sederhana dan langsung bisa diaplikasikan serta tidak terlalu banyak modal. Sudah banyak mahasiswa yang berhasil punya keberanian membuka usaha sendiri setelah mendapat pencerahan dan motivasi darinya. Harapannya semakin banyak anak muda dan mahasiswa yang setelah lulus kuliah dan sudah siap mandiri dapat menciptakan lapangan kerja sendiri.

Berbekal jaringan dan silaturrohmi yang dibangun sejak menjadi aktifis kampus dan seringnya memberikan berbagai pelatihan diberbagai pelosok desa, Buchori yang merupakan suami dari Tin Khotimah ini lebih mantap melangkah dan menjadikannya modal dasar untuk memulai usaha membuat roti dan kue dengan merk “AFLAH” yang sudah dipatenkan dengan Hak Merek Reg. No. 000.091.841 serta sertifikat Halal MUI DIY. 121.000.001.001.08. Pola marketing yang begitu tepat dan cepat yang menjadikan para konsumen bukan hanya membeli produknya, tetapi lebih banyak pada ikatan emosional bathin, inilah yang jarang dimiliki oleh para pengusaha. Keloyalan dan kesetiaan para konsumen menjadikan bisnisnya berkembang pesat.

Buchori Al Zahrowi menambahkan, bila ada para calon pengusaha atau pengusaha yang berminat dengan bisnis ini dapat menghubungi di No HP : 081-7401074 atau melalui internet diwww.aflahcake.com atau facebook : Kuliner Jogja, atau email : infoaflahcake.com. (Agus)

--

Hj Rubiyah Sardjono : Wanita Bisa Menjadi Pebisnis Hebat
E-mail Cetak PDF
Wanita bisa menjadi pebisnis hebat. Kalimat ini bukan latah ikut-ikutan bicara emansipasi wanita yang kini kuat didengungkan. Wanita bisa menjadi pebisnis hebat adalah pengakuan jujur Hj Rubiyah Sardjono, seorang ibu rumah tangga yang kini menekuni bisnis Bengkel X-Tra.

Di sebuah seminar kewirausahaan bagi para purna tugas yang bekerja di perusahaan multinasional yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Administrasi, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Malang, Hj Rubiyah Sardjono bertanya kepada peserta yang mengikuti workshop kewirausahaan ini. “Orang seperti saya ini cocoknya bisnis apa,” ? ujarnya memancing pertanyaan. Banyak peserta yang mengatakan bahwa Hj Rubiyah Sardjono yang penampilannya seperti itu cocok bisnis katering. Ada juga yang nyeletuk bisnis salon penganten.

Mendengar jawaban seperti itu, Hj Rubiyah tersenyum masgul. Ia memang membenarkan semua jawaban yang diberikan para peserta tersebut. “Ya saya memang pernah berbisnis salon penganten, bisnis katering, dan jenis bisnis lainnya yang sering dilakukan oleh ibu rumah tangga, termasuk bisnis membuat kue kering,” ujarnya.

Suami Pindah Kerja, Bisnis Mulai Nol Lagi

Semua bisnis yang dijalani ibu dari empat orang anak ini semuanya berkembang dengan baik. Namun ketika suaminya harus pindah kerja sesuai tugas kantor, maka ia harus rela melepaskan bisnis yang sudah dirintisnya dengan susah payah ini. “Di Jakarta, saya pernah membuka usaha katering. Usaha maju, hasilnya bisa untuk membeli rumah dan keperluan lainnya. Namun usaha ini harus dilepas ke orang lain karena suami pindah kerja ke Surabaya,” ujarnya.

Dengan situasi seperti itu, Hj Rubiyah berfikir, mungkinkah ada bisnis yang bisa dikelola secara tidak langsung, artinya bisnisnya berjalan tanpa ia harus ada di sana tetapi menghasilkan. Karena terbiasa aktif berbisnis, Hj Rubiyah mencoba mengusulkan ide bisnis dengan membuka bengkel untuk kendaraan bermotor. Ide ini berawal dari pengamatannya bahwa pemilik bengkel kendaraan bermotor tidak harus berada setiap saat di lokasi usaha, dan rata-rata, sepengetahuannya, hasilnya cukup menjanjikan.

Ia, kemudian berdiskusi dengan suaminya, H Sardjono, yang menjadi karyawan disebuah perusahaan swasta, dan berlatar belakang sebagai seorang teknisi mesin. H Sardjono, suaminya, mencoba mengaktualisasikan ide yang ada di benak istrinya, dengan menggambar secara detail bentuk usaha bengkel kendaraan bermotor yang akan dijalankannya secara profesional. Usaha barunya ini dicoba dan dibuka tahun 1993 di Surabaya. Di luar dugaan, ternyata bengkelnya ramai luar biasa.

Fase Baru Bengkel Profesional

Setelah cukup lama bengkelnya dikenal banyak pelanggan, dan selalu ramai, ia mencoba mengajukan izin kepada Astra Honda Motor untuk membuka Bengkel AHASS. Seperti diketahui Astra Honda Motor dengan jaringan Bengkel AHASSnya memiliki segmen pasar yang luas yang telah dikenal sangat professional.

Ternyata prosesnya tidak semudah yang dibayangkan orang. Penuh lika-liku, membutuhkan banyak waktu dan kesabaran. Baru pada tahun 1999, izin yang diajukan Hj Rubiyah untuk membuka Bengkel AHASS dikabulkan oleh tim Astra Honda Motor. Izin sudah ditangan, tetapi ada masalah lain yang masih mengganjal. Ia diberikan izin dilokasi yang kurang strategis, alias msih sepi. Masalah lainnya, soal modal yang diperlukan untuk membuka Bengkel AHASS membutuhkan modal yang tidak sedikit.

“Saya harus menjual hampir semua asset yang saya miliki. Mulai dari rumah, mobil, hingga semua perhiasan yang saya miliki, baik yang sedang saya pakai maupun yang dipakai anak-anak,”ungkapnya. Perjuangan meyakinkan manajemen Astra Honda Motor bahwa Bengkel AHASS yang didirikannya akan ramai dan benar-benar beda, memang dibuktikannya. Bengkel AHASS itu ramai. Bahkan telah berkembang dari satu menjadi dua, kemudian bertambah lagi menjadi tiga Bengkel AHASS yang didirikannya. Hebatnya lagi, semua Bengkel AHASS miliknya merupakan Bengkel AHASS terbaik se Indonesia Wilayah Timur, bahkan jadi rujukan untuk standarisasi Bengkel AHASS di wilayah tersebut. Dari sinilah Hj Rubiyah menemukan passionnya bahwa ia memang cocok berbisnis bengkel kendaraan bermotor.

Ide Bisnis yang Terus Berkembang

Melihat pengelolaan Bengkel AHASS miliknya yang sudah berjalan dengan baik, dengan manajemen professional, ia mencoba mengembangkan ide bisnis lain untuk melengkapi bisnis bengkel kendaraan bermotor dengan bisnis salon dan cuci motor. Ide ini dibawa kepada seseorang, pemilik bisnis usaha franchise salon dan cuci motor yang cukup terkenal di Indonesia

“Ternyata ide saya dibajak oleh perusahaan tersebut, termasuk uang saya sebesar Rp100juta yang raib dengan system bisnis yang tidak karuan rimbanya. Saya sudah mengikhlaskan, tetapi saya bertekad menjalankan ide bisnis ini dengan sekuat tenaga ,” ujarnya.

Berawal dari kepentok itulah, Hj Rubiyah memiliki tekad lebih kuat untuk mengoalkan ide-idenya dengan membuat usaha bengkel yang diinegrasikan dengan salon dan cuci motor. Ia memberi nama usahanya dengan brand MOTOR X-TRA. Hak cipta merek, dan izin patennya juga sudah keluar pada bulan November tahun 2007 lalu. Yang khas dari Bengkel MOTOR X-TRA adalah terintegrasinya layanan bengkel, cuci motor, salon serta berbagai keperluan bagi kendaraan motor lainnya. Ia bahkan menyebutnya sebagai bengkel yang one stop sevice untuk otomotif roda dua. Saat ini, setahun setelah Bengkel MOTOR X-TRA diluncurkan, sudah ada 6 cabang MOTOR X-TRA, diantaranya di Sidoarjo, Surabaya, Malang, Yogyakarta dan Gresik.

Berbagi Sukses

Kesuksesan yang telah dinikmati Hj Rubiyah Sardjono, dalam mengelola Bengkel MOTOR X-Tra memberikan keyakinan bahwa bisnis yang dijalankan telah berjalan di rel yang benar.

“Saya menawarkan peluang bisnis yang sangat realisitis dengan modal yang tidak terlalu besar. Ada banyak pilihan paket usaha, mulai dari Paket One Stop Service senilai investasi Rp170juta, Paket Snow Wash &Oil Shop 3 SPH senilai investasi Rp92,3juta, Paket Snow Wash &Oil Shop 2 SPH senilai investasi Rp84,9juta, Paket Snow Wash senilai investasi Rp58,9juta, serta Paket Snow Wash + AHASS senilai investasi Rp57juta (Paket terakhir ini hanya diperuntukkan bagi para pemilik jaringan AHASS saja dn berlaku untuk satu alamat outlet saja).

Berdasarkan besarnya nilai investasi yang harus dipersiapkan oleh para calon investor atau mitra , Hj Rubiyah Sardjono mengungkapkan bahwa nilai yang ditawarkan sangat bersaing dibandingkan dengan usaha sejenis yang pernah ada. “Saya bisa katakanan, untuk investasi bisnis bergabung di Bengkel MOTOR X-TRA yang nilainya terbesar adalah paket investasi terkecil di usaha bengkel motor lain. Selisihnya jauh,” ujar Hj Rubiyah.

Apakah bisnis ini memiliki prospek yang bagus? Sepanjang yang telah dilakukan Hj Rubiyah dengan membuka 6 cabang Bengkel MOTOR X-TRA, serta pengalaman mengelola 3 Bengkel AHASS selama 15 tahun, ia yakin mampu membawa mitranya menuai hasil usaha seperti yang diharapkan, dengan meningkatkan pendapatan yang berasal dari cuci mobil, jasa bengkel dan salon, serta penjualan suku cadang kendaraan bermotor. Menurut Hj Tubiyah, pada prinsipnya sebuah usaha akan berhasil jika dalam menjalaninya memegang tiga prinsip usaha, yaitu jujur, tekun serta fokus. Berminat menjadi mitra? Hubungi telepon 031-8912916.


--

A. Pramono - Raja Ayam Bakar Mas Mono
E-mail Cetak PDF

Sepuluh Tahun, Modal Rp500 Ribu Menjadi Rp5 Miliar

Bagian 2

Perjalanan bisnis Agus Pramono (bukan Ahmad Pramono seperti yang ditulis WK edisi 71 lalu) dengan membesarkan gerai Ayam Bakar Mas Mono yang tumbuh secara vertikal maupun horizontal, patut ditiru. Setidaknya, jejaknya dapat dilihat, kemudian diikuti. Apa rahasia paling mendasar yang membuat bisnisnya tumbuh dan berkembang seperti saat ini.

Bagi kalangan pebisnis kecil, Agus Pramono adalah pahlawan sekaligus teladan yang mewakili cita-cita kalangan pebisnis kaki lima untuk meraih kesuksesan. Hidup makmur berkecukupan dari hasil wirausaha.

“Sejak awal saya memilih lebih baik kecil menjadi bos daripada besar jadi kuli. Prinsip inilah yang membuat saya terpacu untuk bekerja terbaik dan selalu memiliki keinginan untuk membangun bisnis,” ujarnya.

Pengusaha Harus Malas

Dalam sebuah workshop kewirausahaan yang diselenggarakan Sahabat UKM di Cileduk, Tangerang, Banten, awal Juni lalu, Mas Mono, demikian ia akrab dipanggil mencoba menggali keinginan paling dasar para pebisnis kecil untuk mencoba memperbesar usaha.

Prinsipnya menjadi pengusaha itu, menurut Mas Mono harus malas. Malas di sini bukan berarti malas bekerja, tetapi malas kalau mempunyai usaha hanya satu. Malas kalau memiliki usaha hanya beromzet ratusan juta.

“Karena saya malas memiliki satu usaha Ayam Bakar Mas Mono dengan hanya satu cabang, akhirnya saya membuka dua cabang. Malas mempunyai lima cabang akhirnya memiliki 14 cabang seperti sekarang. Malas hanya memiliki usaha ayam bakar, akhirnya saya membuka usaha bakso, membuka lagi pecel lele, dan bahkan saya akan bermalas-malas lagi supaya dapat membuka lebih banyak usaha yang lain,” cetusnya.

Untuk meningkatkan kemalasan, ia menyuruh seluruh karyawannya untuk mengkonsolidasikan diri agar lebih besar lagi.

Sabtu 30 Mei 2009 lalu, team manajemen Ayam Bakar Mas Mono Mengadakan gathering di Hotel Sofyan yang dihadiri ratusan karyawannya. Acara ini diadakan setiap setahun sekali ini bukan hanya diikuti oleh karyawan Ayam Bakar Mas Mono, tetapi sudah bertambah karyawan lagi dengan dibukannya Baso Moncrot, Pecel Lele Lela dan yang terbaru adalah Es Teler Panglima.

“Tujuan diadakan gathering ini adalah untuk memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh karyawan, dan tidak lupa ada beberapa door prize hadiah lainnya,” lanjut Mono.

Laiknya seperti sebuah perusahaan besar, pertemuan karyawan ini juga mengusung tema yang berjudul : Bersama Menikmati Kemakmuran.

“Alhamdulilah saya terpilih menjadi finalis di Dji Sam Soe Award 2009 dan lelaki sejati jadi Inspirasi ( Bentoel),” ujar mantan office boy yang kini jadi miliarder ini.

Bulan Juli 2009 mendatang, menurut lelaki kelahiran Madiun ini, Ayam Bakar Mas Mono akan dibuka di Rawa Mangun di depan Rawamnagun Square, dan ini merupakan cabang yang ke-14. Bakso Moncrot juga akan dibuka di Jl. Pondok Kelapa No 31, yang merupakan cabang ke-3, Pecel Lele Lela akan buka di Jl. Tandean, dan merupakan Pecel Lele Lela cabang yang kelima.

“Sebentar lagi kami akan kepung Jakarta agar lebih dekat dengan pelanggan,” cetusnya.

Saat ini di sela-sela waktunya, Pramono yang merupakan owner Ayam Bakar Mas Mono, Owner Baso Moncrot, Owner Pecel Lele Lela, Owner Es Teler Panglima, owner Mas Mono Cathering, ia juga Mentor Nasional Entrepreneur University, Motivator di Perusahaan ASTRA Group, Honda, Toyota, dan perusahaan besar lainnya.

Ia selalu mengatakan berbisnis ada seninya. Ada ilmunya. Sesuatu yang didasari ilmu akan menjadi mudah, termasuk dalam hal berbisnis. Materi-materi seminarnya tentang bagaimana meledakan penjualan hingga 100%, promosi tanpa biaya malah dapat uang, membangun bisnis tanpa modal, meningkatkan sitem usaha ( Bisnis anda jalan, sementara anda jalan-jalan), 3 kunci sukses pengusaha sukses, strategi marketing yang menjadikan bisnis anda mampu bersaing, selalu ditunggu-tunggu banyak orang. n


--

Kornelia Laurensia (Managing Director Macsauto) : Umur Bukan Jadi Masalah
Selasa, 10 Maret 2009 14:10 Administrator
E-mail Cetak PDF
Bisnis diusia muda gampang-gampang susah. Terkadang banyak orang yang meragukan kemampuan para pebisnis muda. Namun disisi lain pebisnis muda tak kalah suksesnya dibanding yang sudah berpengalaman.

Sebagai seorang pengusaha, umur berapapun bukan menjadi masalah. Mau start diumur berapapun sama saja, cuma kalau menjalani bisnis sejak usia muda, banyak macam bisnis yang bisa dicoba. “Banyak bisnis dan hal baru yang bisa kita coba dan lebih berani saat berbisnis diusia sangat muda diabnding memulai bisnis di usia 30 tahun ke atas,” ujar Kornelia Laurensia kepada Estu Lestari dari WK. Soal umur ini, Lauren, panggilan akrabnya, mengibaratkan usia di bawah duapuluh lima tahun merupakan usia yang tepat untuk memulai usaha. Semangat untuk memulai hal-hal baru, serta daya inovasi dalam berbisnis akan sangat kuat.

“Saya sendiri sudah mulai berbisnis mandiri sejak umur 25 tahun, dengan mendirikan Macsauto. Tetapi kini saya juga sudah mendirikan bisnis kuliner. Saya senang menjajaki bisnis baru,”ujar lajang yang hobby warna ungu ini. Pertama kali terjun dalam dunia bisnis, Lauren, menekuni bisnis penjualan peralatan bengkel, seperti hidrolik untuk ganti ban dan peralatan berat untuk keperluan bengkel lainnya. Kelihatannya aneh ya. “Saya mencoba sesuatu yang tidak biasa dikerjakan oleh para wanita. Berjualan alat berat. Tetapi justru inilah tantangannya,” ujar pengusaha muda yang murah senyum ini.

Melihat ceruk bisnis peralatan bengkel yang relative bagus ini, Lauren banyak dikenal oleh para pemilik bengkel yang ingin mengembangkan usahanya. Mulai dari ingin membeli peralatan bengkel yang sesuai kebutuhan, hingga bagaimana meningkatkan jumlah pelanggan bengkel. Ia akhirnya memutuskan menjadi konsultan untuk bisnis bengkel mobil, khususnya bagi pemilik bengkel yang berada di daerah-daerah. Biasanya, para pemilik bengkel yang membeli hidrolik, apalagi yang peralatannya canggih tidak mengetahui cara penggunaannya yang benar. Karena menggunakan hidrolik dan peralatan cuci mobil yang canggih itu ada tehniknya dan tidak sembarangan menggunakannya, terutama yang menggunakan bahan-bahan pencuci mobil khusus.

Berawal menjadi konsultan bisnis usaha perbengkelan inilah ia pada tahun 2007 mematenkan merek Macsauto, yang kemudian dilesensikan tidak lama kemudian. Ia sendiri kemudian membuka bisnis bengkel dan salon mobil dengan merek yang sama.

Tertantang

Jika saat ini sudah ada 11 outlet salon dan cuci mobil di berbagai daerah dalam waktu kurang dari setahun, tentu ini bukan pekerjaan bim salabim yang datang tiba-tiba. Ada perjuangan keras, dan daya juang yang luar biasa.

Berbisnis di usia muda, lanjut Lauren, kendalanya banyak. Banyak orang yang tidak percaya. “Mereka pikir orang muda itu kurang berpengalaman. Bagaimana bisa berbagi pengalaman dengan usia yang lebih tua dan bagaimana bisa menjalankan bisnis yang butuh pengalaman banyak,” lanjut Lauren. Anggapan inilah yang melecut Lauren untuk menggapai sukses di bisnis perbengkelan dan salon mobil ini. “Hanya soal waktu. Kalau bisnis sudah maju dan semua outlet berjalan seperti yang diharapkan maka orang akan melihat sendiri hasilnya. Satu outlet dijalani sungguh-sungguh, kemudian kita kelola dengan baik, omzetnya bagus, maka yang lain akan mengikutinya,” ujar penyuka makanan pedas ini.

Belajar Banyak Hal

Memang banyak yang ngomong bahwa bisnis otomotif ini laki-laki banget, tetapi sebenarnya dirinya hanyalah sosok yang dibelakangnya memang terdiri dari tim yang luar biasa. “Saya tidak bekerja sendiri. Banyak tim yang terlibat, mulai dari trainer, ada manajemen yang menjual franchise dan tim supporting lainnya. Prinsipnya saya banyak belajar dalam mengelola bisnis ini, termasuk mengelola SDMnya,” cetusnya. Tetapi yang jelas, lanjut Lauren, semua bisnis pada prinsipnya sama, sepanjang ada mekanisme dan system yang dapat dibentuk. Toh yang melakukan atau operasional dilapangan buka dirinya sendiri.

Setiap Bisnis Memiliki Pasar Sendiri

Persaingan adalah hal yang wajar dalam bisnis ini. Kadang ada para pemilik bisnis yang sama sering menilai bahwa system bisnis yang ia kembangkan salah. “Anggapan semacam itu sering terjadi. Makanya saya bilang kepada mereka, bahwa kita memiliki system bisnis sendiri-sendiri dan ladang sendiri yang penting tidak saling mengganggu. Tetapi sesama pebisnis kita harus saling kenal dan tidak masalah karena masing-masing punya market sendiri-sendiri,” ujarnya.

Lantas, apa maknanya. Manurut Lauren, biarlah konsumen yang memilih dan menilai produk amsing-masing. Yang penting, lanjutnya, personal touch itulah yang ia bagikan ke semua outlet miliknya. “Jadi kita tidak hanya gembar gembor di luar tetapi konsumen yang sudah ada harus kita perhatikan,” lanjutnya. Untuk memasuki bisnis ini, Lauren sengaja memilih bisnis ke perawatan mobil, yaitu cuci dan salon mobil serta motor sebagai fokusnya. Sedangkan paket lain seperti ganti ban, ganti oli, seat cover dan sebagainya, yang berhubungan dengan perawatan kendaraan bermotor.

“Saya selalu membuat terobosan-terobosan dengan penggunaan alat dan bahan yang digunakan. Misalnya, inovasi penggunaan shampoo bisa digunakan untuk 300 hingga 350 mobil per liternya. Jadi irit sekali pemakaiannya,” cetus penerima ISMBEA Award 2008 ini


--

Siti Chasanah : Keseimbangan Berbisnis dan Beribadah
Kamis, 12 Maret 2009 16:35 Administrator
E-mail Cetak PDF
Pembelajaran bisnis yang sudah diakrabi sejak kelas 1 SD telah membawa Siti Chasanah sukses sebagai Direktur Utama PT Sapta Sarana Sejahtera. Perusahaan jasa outsourcing, direct sales agency serta cleaning and garden service. Tidak itu saja, wanita yang ramah dan tetap energik diusianya yang ke-52 ini kini duduk sebagai Direktur Utama PT. BSP serta komisaris sebuah perbankan syariah, Harta Insan Karimah Group, yang dirintis bersama teman alumni HMI khusus Fakultas Ekonomi UGM.

Pengalaman Bisnis

Mengingat tempat tinggalnya dekat dengan stadion yang selalu ramai saat peringatan tujuh belasan, Siti kecil bersama kakaknya, Siti Fatimah yang kini pun sukses sebagai pengusaha mencoba peruntungan dengan berjualan jeruk. “Kami menjual jeruk dengan tampah lalu menjajarkannya di tepi stadion,” Siti membuka cerita. Namun malang, setelah menunggui dari siang hingga sore, jeruk-jeruk yang ditata dengan rapi tak sebutirpun menarik perhatian orang-orang yang sibuk mengikuti karnaval. Tidak laku! Siti dan kakaknya tak kehabisan akal. Usai shalat Ashar keduanya lantas mengemasi jeruk dan mengikuti karnaval. Dua gadis kecil kakak-beradik kini beriringan menggendong “jeruknya” sepanjang beberapa kilometer hingga ke garis finish di alun-alun. Tidak sia-sia, di tempat itu satu-persatu jeruknya mulai laku. Hingga menjelang malam, usai shalat maghrib mereka tetap berjualan sebelum akhirnya beranjak pulang.

Namun di tengah perjalanan lagi-lagi tercetus ide untuk menghabiskan beberapa butir yang tersisa. Mereka pun menggelar dagangan di bawah tiang lampu penerang di pinggir jalan. Hingga pukul 22.00, akhirnya semua jeruk terjual 100%! “Perpaduan sikap semangat-pantang menyerah, kejujuran dan disiplin ibadah, merupakan hikmah yang saya dapatkan. Ketiganya mengkristal dan telah membawa saya menjadi seorang pebisnis” ujar Siti Chasanah memetik pelajaran saat menjalankan “bisnis” jeruknya semasa SD.

Tekad Kuat

Sosok wanita kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, ini mengawali karirnya di perusahaan asing, IBM. Kemudian pada tahun 2005 ia memutuskan bergabung dengan PT. Sapta Sarana Sejahtera yang didirikan oleh suaminya, Bambang Hariadi Sutedjo yang juga pernah sekantor dengan Siti dan pernah sama-sama mendapat beasiswa di Magister Managemen (MM) UGM. ”Setelah dari IBM saya tidak mencari perusahaan lain kecuali ingin membesarkan perusahaan sendiri,” ungkap Siti yang berusaha menempatkan diri sebagai partner bisnis sekaligus istri yang selalu mensuport sang suami.

Baginya, mengembangkan PT Sapta Sarana Sejahtera sebagai perusahaan bidang alihdaya memiliki beberapa misi, terutama untuk divisi cleaning service; perusahaan yang juga dikenal PT. SSS berusaha menciptakan peluang kerja untuk mereka yang mengalami kesulitan bekerja di perkantoran. Secara keseluruhan, Siti Chasanah selalu menekankan profesionalitas dalam setiap divisi. Dimulai dengan proses recruitment yang sangat ketat dan selektif. Lalu dibekali dengan program training hingga benar-benar terlatih dan siap pakai. Selain itu, mereka memiliki nilai tambah, berupa pemahaman atas target-terget yang ingin dicapai oleh perusahaan yang telah memberikan kepercayaan kepada PT. SSS. Sejak berdiri pada tahun 1993, telah banyak perusahaan bonafide yang menjalin kerja sama, seperti Citibank, Trikomsel, operator GSM, RSPP, bahkan terakhir sedang mengerjakan proyek pajak berupa data entry.

Dari sekitar 3000 karyawan yang ada, selain di Jakarta, mereka tersebar di Jogjakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Medan, Pekanbaru dan Balikpapan

Tanggungjawab Sosial

Jujur, tanggung jawab, berpandangan ke depan, disiplin, kerja sama, adil dan peduli, merupakan tujuh nilai dasar yang harus ada dalam perusahaan. Untuk itu pembentukan sistim dan manajemen yang jelas serta penanaman tujuh nilai dasar perlu dilakukan secara terus-menerus. Antara lain dengan mengikutkan karyawan untuk mengikuti pelatihan ESQ. Selain itu, prinsip kekeluargaan dalam perusahaan sangat dikedepankan, sehingga Siti Chasanah sangat memahami kebutuhan masing-masing karyawannya. Diantaranya upaya pembayaran gaji yang tidak boleh telat satu hari pun.

“Kita tahu, mereka begitu menunggu-nuggu gaji untuk berbagai keperluan. Bahkan untuk kontrak dengan rekanan bisnis baru, PT. SSS akan menyediakan gaji selama tiga bulan sabagai antisipasi keterlambatan pembayaran dari klien,” terang Siti. Bagi perusahaan yang menginginkan jasanya, dapat menghubungi di telepon 021-5721330/32 n


--

BERANI UNTUK MERINTIS USAHA ?
Oleh nofarki
Rabu, 11 Februari 2009 09:53:04 Klik: 22759 Kirim-kirim Print version
Banyak para pencari kerja tidak dapat memenuhi kualifikasi yang diminta oleh perusahaan karena kurangnya bekal keterampilan yang dimiliki. Keadaan bertambah parah saat krisis global mulai menghantam perekonomian di negara kita. Dampak krisis yang terjadi sepuluh tahun yang lalu pun masih sangat terasa ditambah lagi dengan tambahan krisis yang dipicu oleh krisis financial yang melanda negara “paman Sam” akibat kesalahan pengelolaan kredit perumahan itu.

Sementara bagi mereka yang bekerja pun banyak mengalami stagnasi karena berbagai sebab. Juga mungkin pekerjaan yang dijalaninya bukan didasarkan atas faktor kesukaan alias hanya demi untuk mendapatkan pekerjaan saja. Sekarang ini banyak para pekerja atau karyawan yang bekerja asalkan diterima bekerja dan mau menerima bayaran yang relative kecil yang tidak sebanding dengan kebutuhan yang justeru semakin hari kian bertambah. Akibatnya besar pasak dari pada tiang. Ini tentu akan mempersusah diri saja, Lalu kenapa tidak memilih jalur wirausaha saja sebagai solusi?

Menentukan bidang usaha yang akan Anda tekuni, tentunya Anda harus mempertimbangkan bidang usaha yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan pribadi Anda. Memang banyak orang berkhayal untuk menjadi wirausahawan sukses. Namun bagaimana bisa bicara sukses, kalau dalam memulai saja Anda masih mengalami ketakutan? Ya, ketakutan untuk mengambil resiko dan ketidakpastian tentang masa depan telah menjadi hambatan banyak orang untuk tidak berpindah kwadran dan berkecimpung menjadi seorang usahawan.
Tanpa disadari, banyak orang menyalahkan faktor danalah yang selalu menjadi kambing hitam. Sebenarnya, modal untuk menjadi seorang wirausahawan bukan hanya bergantung pada faktor dana saja tetapi juga pada berbagai keterampilan yang dibutuhkan sesuai dengan jenis usaha yang dipilih, ditambah oleh faktor keberuntungan yang hanya sepersekian persen saja.
Kontrol diri dan sesuaikan gambaran bisnis ideal seperti apa yang ingin Anda tekuni!

Banyak orang yang menunda-nunda berbisnis karena ide bisnisnya tidak dapat diwujudkan, berbagai alasan seperti karena modal tidak mencukupi, tidak sesuai dengan bidang keahlian atau malu karena peluang bisnis yang ada sekarang hanya sekedar bisnis ecek-ecek, tidak keren, dan sebagainya. Mereka menunggu keajaiban yang tidak kunjung datang sehingga mereka memilih mengabaikan peluang usaha yang telah ada dimana menurut mereka keuntungannya kecil dan tidak menarik, mereka berkhayal untuk mengembangkan bisnis besar atau memperoleh proyek besar tanpa didukung asset dan fasilitas penunjang yang diperlukan.

Sebaiknya Anda mulai dengan hal-hal yang Anda mampu untuk mengerjakannya sekarang juga, meskipun Anda merasa peluang bisnis yang ada saat ini kurang menarik namun bersabarlah, boleh jadi suatu hari Anda akan menemukan peluang bisnis baru yang lebih baik dengan sarana bisnis pertama yang telah Anda rintis. Bisa jadi Anda akan menemukan partner bisnis atau pemodal besar yang bersimpati kepada Anda karena kejujuran dan kualitas kerja Anda sekarang. Jalani dulu apa adanya, just do it! Anda tidak akan pernah tahu kalau Anda tidak pernah mencoba.

Apa sih kewirausahaan itu? Sebelum istilah wirausaha menjadi begitu populer seperti sekarang ini, dulu sering kita dengar istilah wiraswasta. Kata wiraswasta berasal dari Wira yang berarti utama, gagah, berani, luhur, teladan atau pejuang. Swa berarti sendiri dan Sta berarti berdiri. Jadi wiraswasta (entrepreneur) berarti pejuang yang utama, gagah, luhur, berani dan layak menjadi teladan dalam bidang usaha dengan landasan berdiri diatas kaki sendiri.

Definisi kewirausahaan memang banyak dibuat oleh para ahli, tetapi mereka melihat dari perspektifnya masing-masing. Agar pengertian kewirausahaan dapat diterapkan sesuai dengan lingkungan negara kita, maka telah disepakati definisinya sebagai berikut ini.
Kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat, nilai-nilai dan prinsip serta sikap, kuat, seni, dan tindakan nyata yang sangat perlu, tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat, bangsa dan negara.
Menjalani profesi sebagai seorang wirausahawan juga merupakan perbuatan yang dapat membantu negara bila usaha yang dilakukan fair, memenuhi prosedur, memberikan devisa bagi negara dari sektor penerimaan pajak, dan juga dapat memberikan banyak kesempatan kerja bagi orang banyak.

Selanjutnya definisi kewirausahaan yang telah disepakati tersebut akan lebih jelas jika dilengkapi dengan kualifikasi wirausahawan itu sendiri. Berdasarkan kualifikasi seseorang, wirausahawan dibedakan menjadi tiga yakni wirausahawan andal, wirausahawan tangguh, wirausahawan unggul.
Dengan mengetahui gambaran seorang wirausahawan sukses, Anda dapat mengetahui mengenai kepribadian yang anda miliki, apakah Anda potensial untuk menjadi wirausahawan atau Anda harus banyak belajar untuk merubah dan meningkatkan kepribadian Anda.
Bagaimana mencocokkan usaha dengan type diri kita?
Sebelum memilih usaha yang cocok buat Anda, sebaiknya cobalah melakukan penilaian atas diri Anda sendiri terlebih dahulu secara jujur yang meliputi;
1. Kemampuan dan pengalaman actual
2. Waktu dan kesempatan yang tersedia
3. Evaluasi kemampuan manajemen
4. Mencari mitra usaha yang sesuai
5. Perlu tidaknya membentuk badan usaha
6. Bagaimana mencari sumber dana

Apa yang harus dilakukan sebelum memulai usaha?
Jika anda sudah mempunyai pilihan usaha, jangan langsung begitu saja menanamkan modal Anda sepenuhnya. Lebih baik alokasikan modal dana Anda secara bijak just in case sesuatu yang tidak diharapkan terjadi. Jadi bila hal tersebut benar-benar terjadi maka Anda masih memiliki “pelapis” untuk meneruskan usaha Anda itu. Maka sebelum suatu usaha dimulai Anda haruslah terlebih dahulu secara cermat melakukan hal-hal berikut:

• Membuat Business Plan
• Tanyakan ahlinya mengenai usaha yang akan anda lakukan, Sering-seringlah untuk menggali info-info sebanyak mungkin dari forum-forum seperti yang terdapat di internet dan sebagainya
• Lakukan survey terhadap usaha yang sejenis,
• Hubungi pihak Bank, apakah usaha sejenis tersebut masih mendapat dukungan bank,
• Jajaki terhadap lokal konsumen yang ada,
• Siapa-siapa saja pesaing yang akan anda hadapi,
• Survey apakah usaha sejenis sudah jenuh atau menjanjikan,
• Survey bahan baku yang anda perlukan, survey lokasi usaha.
• Mempertajam kejelian intuisi
• Berdoa

Begitu usaha anda berdiri dan anda sudah siap dengan produk atau jasa untuk dijual. Artinya anda sudah masuk ke medan perang. Jika Anda sudah memiliki usaha bukan berarti Anda langsung didatangi oleh para pelanggan. Untuk alasan itu, hal yang perlu Anda lakukan sekarang adalah untuk memberitahukan kepada khlayak tentang usaha dan keberadaan usaha yang Anda lakukan melalui mulut ke mulut, iklan di berbagai media (tentunya dengan melihat jenis dan besarnya usaha yang Anda jalankan).
Jika Anda telah mampu menarik minat pelanggan, maka selanjutnya upayakan meningkatkan layanan Anda kepada pelanggan Anda tersebut karena mereka dapat Anda jadikan sebagai sarana promosi karena bila yang bersangkutan terkesan dengan layanan Anda maka ia akan secara otomatis memberitahukan kepada para rekan-rekannya. Satu jalur promosi yang gratis bukan? Jadi sudah siapkah Anda untuk terjun dalam bidang kewirausahaan?. (nfr)

--

TETAP PRODUKTIF DI MASA SULIT
Oleh nofarki
Rabu, 11 Februari 2009 10:03:13 Klik: 9932 Kirim-kirim Print version
Ilmu akan menjaga kita, sementara uang belum tentu dapat menjaga kita, itulah pesan orang tua kita dulu. Entah apapun keahlian itu, yang jelas Anda harus memilikinya. Anda akan lebih berguna dan dihargai oleh masyarakat karena memiliki keahlian.

Sebagai sebuah contoh sederhana, seandainya Anda menguasai bidang komputer maka Anda dapat memberdayakan kemampuan dan keahlian Anda itu, tidak saja untuk dapat bertahan, tetapi mungkin sebagai peluang usaha permanen yang dapat Anda kembangkan dan malahan dapat Anda wariskan kepada anak-cucu kelak. Kenapa tidak? Namun paling tidak, Anda tidak akan menjadi beban siapa pun, apalagi mengharapkan bantuan dari negara seperti saat krisis tahun 1998 menerpa, dimana pemerintah terpaksa membuat kebijakan Jaring Pengaman Sosial yang seperti kita semua sudah tahu, ujung-ujungnya jadi sumber korupsi orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.

Okelah bila sekarang ini Anda hanya berpikir menjadikan peluang tersebut sebatas untuk dapat bertahan dan agar tetap produktif sembari mencari peluang berkarir di salah satu perusahaan yang Anda pikir cocok bagi minat dan keahlian yang Anda miliki. Peluang yang dapat Anda lakukan berdasarkan kemampuan Anda dalam bidang komputer tersebut adalah dengan memberikan les privat ke berbagai sekolah, institusi, perusahaan atau individual. Kemampuan Anda dalam suatu mata pelajaran tertentu juga dapat Anda manfaatkan. Apalagi Anda menguasai suatu mata pelajaran yang secara umum dianggap sulit. Itu juga sebuah peluang dan kesempatan. Menjadi tentor mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, music, computer dan Bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Silahkan dipelajari dan buka lagi buku pelajaran waktu sekolah dulu. Menjadi tentor juga tidak banyak memerlukan modal. Yang paling krusial untuk Anda miliki adalah alat komunikasi yang dapat dihubungi dimanapun Anda sedang berada. Selain itu, Anda tentu harus mempersiapkan silabus dan mungkin juga kurikulum sesuai dengan kebutuhan para pelanggan Anda.

Lalu bagaimana cara menjaring para pelanggan? Mungkin ada baiknya untuk menghubungi beberapa kenalan Anda baik dari masa sekolah/kuliah dulu, membuat blog dan memasang iklan disana, memasang iklan di sebuah harian surat kabar tertentu. Sebar brosur ke sekolahan, institusi, atau perusahaan. Anda dapat juga memasang pamflet di toko, warung makan, dinding pengumuman umum, dan sebagainya. Ciptakan sebuah kebutuhan, orang tidak akan butuh jika Anda tidak mengiklankannya.

Bila Anda mendapat respon yang bagus, bukan tidak mungkin Anda akan dapat memberikan peluang usaha bagi rekan-rekan Anda yang juga tengah mengalami masalah yang sama dengan Anda. Untuk itu, ciptakanlah network sehingga akan sangat menguntungkan bagi Anda dan rekan-rekan Anda. Contoh sederhananya begini, seandainya Anda diminta untuk memberi pelajaran di jam yang bentrok dengan jadwal Anda, maka Anda bisa mengoperkannya kepada rekan yang available saat itu. Dengan demikian, dengan kesepakatan terlebih dahulu tentunya, Anda bisa mendapatkan fee dari rekan Anda tersebut. Itu artinya sebagai sebuah kerjasama saling menguntungkan atau semacam simbiosis mutualisme seperti istilah dalam bidang Biologi itu. Namun akan lebih bagus bila berpikir seperti ini; ingat sebuah pesan bijak; tuailah apa yang Anda tanam.

Bila Anda memiliki network yang tidak hanya menguasai bidang pengajaran yang serupa dengan keterampilan yang Anda kuasai, maka Anda bisa juga mendapatkan keuntungan dari hal demikian. Apa pasal? Sederhananya begini, bila Anda tidak memiliki keterampilan berbahasa Perancis, sementara Anda mengenal seseorang yang mampu menguasai keterampilan tersebut, maka Anda bisa menempatkannya di media brosur yang Anda sebarkan tadi. Sekali lagi tentunya dengan konfirmasi terlebih dahulu dengan rekan kerja Anda itu. Jadi sewaktu-waktu ada yang membutuhkan tentor bahasa Perancis, Anda dapat melemparkannya kepada rekan Anda itu.

Usaha kursus privat ini lebih menitikberatkan pada kepercayaan diri Anda untuk senantiasa tampil meyakinkan sebagai orang yang professional. Pikiran harus tetap terbuka untuk mendapatkan suatu pengalaman dan pengetahuan baru. Layaknya usaha bidang jasa lainnya, maka pelayanan yang Anda berikan adalah segalanya. Ini bisa juga akan menjadi iklan khusus buat Anda karena pelanggan yang puas akan merekomendasikan Anda kepada para kenalan mereka. Selain itu, selalulah ber pikir positif karena dengan itu, Anda akan lancar berkomunikasi dengan para pelanggan Anda.

Jika Anda berniat untuk tetap melanjutkan usaha Anda itu, tentu akan sangat bagus sekali karena Anda akan membuka lapangan kerja bagi sebagian orang. Anda bisa menyewa para professional di bidang masing-masing dan juga memberikan kontribusi pada penerimaan pajak sekecil apa pun itu. Usaha Anda itu pun harus didaftarkan perizinannya pada Departemen terkait.

Itulah salah satu peluang yang dapat Anda lakukan agar dapat bertahan atau memiliki usaha sampingan di saat krisis yang sepertinya masih betah menaungi negara tercinta ini. Ada banyak peluang tentunya yang dapat Anda lakukan. Yang pasti, jangan pernah menyerah. Selamat mencoba dan semoga sukses. (nfr)

--

TIPS PERSIAPAN MEMULAI SEBUAH BISNIS
Oleh webmaster
Selasa, 11 September 2007 21:16:32 Klik: 34614 Kirim-kirim Print version
Menurut data di US Small Business Administration, lebih dari 50% bisnis /usaha kecil gagal dalam tahun pertama, dan 95% gagal dalam lima tahun pertama. Brian Hazelgren, pengarang “Tactical Entrepreneur” berpendapat bahwa seseorang yang membuka usaha haruslah mempunyai strategi yang solid untuk menangani aspek jangka pendek dari bisnisnya, tetapi juga menjaga fokus masa depan yang cukup demi merencanakan perkembangan bisnisnya. Persiapkanlah semuanya dari awal, agar anda dapat meraih sukses dan mempunyai landasan yang kuat untuk memulai operasi bisnis anda.

Brian telah berpengalaman dalam bidang kewirausahaan, baik pengalaman positif maupun negatif. Belajar dari pengalamannya, dia menyusun tips dan strategi bagi mereka yang akan terjun membuka bisnis dan menjadi wirausahawan. Berikut adalah tips dan strategi tersebut :

Hindari perangkap dalam mengoperasikan suatu bisnis :

- Gunakan mentor. Temukan orang yang berhasil dalam menjalankan suatu bisnis dan sebisa mungkin mintalah nasehatnya / belajar daripadanya.
- Bacalah sebanyak mungkin buku tentang kewirausahaan, marketing, atau perencanaan bisnis. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi yang bisa anda dapat.

Suatu kombinasi dari sumber yang berbeda, tersedia untuk memulai bisnis dengan sukses:

- Gunakan alat dan teknologi untuk membantu memulai bisnis anda
- Tentukan orang seperti apa yang anda inginkan sebagai karyawan, dan keahlian apa yang dibutuhkan dari karyawan anda.
- Ikuti perkembangan mengenai praktek-praktek bisnis dan juga apa yang telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain.
- Lakukan penelitian mengenai pola pembelian dan pola pikir pelanggan.
- Secara terus-menerus, lakukan penelitian terhadap kompetitor.
- Ingatlah mengenai apa yang membuat bisnis anda unik, siapa pembeli/target market anda, siapa kompetitor anda, dan bagaimana strategi distribusi anda.
- Gunakan software untuk membantu menyusun sebuah rencana bisnis (business plan).

Ide-ide yang sangat sederhana juga terbukti sangat membantu :

- Buka account e-mail, dan buatlah situs web
- Kartu nama dan brosur adalah alat yang sederhana tetapi powerful.
- Buatlah strategi marketing dengan mengumpulkan data mengenai pola pembelian target market anda, apa yang mereka suka, apa yang mereka beli, dan dimana mereka membelinya.

Gunakan program promosi untuk menciptakan “unique selling advantage”. Jelaskan mengapa bisnis anda unik. Membuat skema advertising yang benar akan memperjelas bagaimana anda harus menggunakan resource anda.

Rencana bisnis yang solid (solid business plan) diperlukan untuk diberikan pada investor yang potensial. Berikan pada mereka rencana anda, agar mereka dapat membacanya dan kemudian mengerti lebih baik mengenai bisnis anda. Tetaplah fokus, dan yakinkan investor bahwa mereka akan mendapat pengembalian investasi (ROI) yang memuaskan. Rencana bisnis yang disusun dengan baik akan memperbesar peluang anda mendapatkan modal yang anda butuhkan.

Intinya, setiap bisnis bisa sukses dengan determinasi dan rencana aksi yang solid.

---

TIPS MELAKUKAN ANALISA PERSAINGAN USAHA
Oleh webmaster
Sabtu, 04 Agustus 2007 16:57:11 Klik: 21577 Kirim-kirim Print version
Salah satu langkah yang penting sebelum anda memulai bisnis adalah melakukan analisa persaingan usaha / analisa kompetitor. Anda sebaiknya mereview literatur dari kompetitor , untuk melihat bagaimana mereka merepresentasikan usaha mereka dan seperti apa public image yang dibangun. Sering kali literatur bisnis memuat mission statement dan juga mengidentifikasi produk dan jasa spesifik mereka. James W. Hart, seorang pakar marketing, memberikan tips analisa persaingan usaha yang meliputi langkah- langkah seperti berikut :

1. Berperanlah sebagai pelanggan dengan cukup uang. Telponlah pesaing di daerah anda dan berbicaralah dengan representative dari perusahaan tersebut seperti layaknya anda adalah prospek potensial yang sedang mencari informasi. Anda dapat menanyakan dengan rumus 5WH (Who, What, When, Where, Why and How) untuk memberi pertanyaan yang cerdas dan mendapat jawaban tentang kekuatan dan kelemahan pesaing anda. Salah satu hal terpenting yang harus berhasil anda lakukan adalah membuat mereka mengirimkan sales & information package mereka pada anda, dimana dalam package tersebut akan dijelaskan mengenai produk dan jasa mereka. Literatur bisnis kompetitor anda akan menceritakan secara detil mengenai public image mereka , dan disamping itu anda dapat mempelajari kekuatan dan kelemahan produk dan jasa yang mereka tawarkan secara detil. Pastikan juga anda mempelajari bagaimana mereka menghandle telepon dari pelanggan, memproses permintaan informasi, dan berapa lama permintaan informasi tersebut akhirnya sampai ke tangan anda. Dapatkan anda menawarkan sistim komunikasi yang lebih baik ? Bagaimana tampilan dari business card mereka ? Hal-hal yang kecil seperti ini dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan anda sendiri, sehingga dapat ditentukan apakah anda dapat bersaing dengan mereka atau tidak. Apakah anda akan bersaing dalam hal harga atau service yang lebih baik ?

2. Telponlah kompetitor di luar daerah anda. Anda selanjutnya dapat menelpon perusahaan yang sejenis dengan anda (atau yg sedang anda rencanakan) di luar daerah anda, dimana anda tidak dianggap sebagai saingan mereka. Dengan demikian, mereka tidak merasa terancam saat anda memberikan pertanyaan. Sangatlah berguna bila anda dapat berbicara dengan personel kunci dari perusahaan sejenis, misalkan di lain propinsi. Saat anda berbicara dengan kompetitor yang jauh jaraknya seperti ini, pendekatan anda haruslah lebih“straight-forward”. Anda dapat katakan pada pemilik ataupun managernya, bahwa anda sedang berpikir untuk membuka usaha sejenis dan berharap mendapat masukkan/input dari mereka. Sering kali mereka dengan senang hati akan memberikan input tentang industri mereka, bisnis secara keseluruhan dan banyak lagi informasi gratis pada anda. Meskipun demikian, anda perlu berhati-hati agar tidak menghabiskan waktu terlalu banyak dalam bertanya, batasi percakapan telpon anda 10 sampai 15 menit maksimum. Cara terbaik adalah memikirkan pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu, dan menuliskannya di atas kertas, sehingga anda dapat menanyakannya dengan lancar. Dengan demikian anda akan tampak seperti seorang professional, dan jika suatu saat anda perlu menelpon lagi, mereka akan menerimanya. Jika anda terdengar seperti seorang bodoh saat berbicara di telpon, mereka mungkin tidak akan menerima telpon anda lagi. Kuncinya adalah tidak menghamburkan waktu.


3. Terakhir anda dapat melakukan “in-field competition analysis” dengan melakukan telemarketing pada prospek dan menanyakan apakah mereka mengenal kompetitor anda, pernah menjalin hubungan bisnis dengan mereka, dan lain-lain. Dengan melakukan ini, anda juga melakukan prekualifikasi terhadap prospek potensial yang belum pernah menjalin bisnis dengan kompetitor anda, dan membuka peluang terjadinya penjualan. Sebagai tambahan, di saat anda berada di luar melakukan sales call, anda dapat melakukan cara yang sama saat berbicara dengan prospek dan anda dapat mengetahui apa yang mereka suka dan apa yang tidak mereka suka dari kompetitor anda. Sekali lagi, anda dapat membuka peluang terjadinya penjualan dengan mengidentifikasi poin-poin differensiasi anda terhadap kompetitor.


Dengan melakukan langkah-langkah di atas dan mengasah phone-skills anda, dipastikan anda akan mendapatkan banyak informasi berguna tentang bisnis yang sedang anda rencanakan.

--

5 POIN UTAMA KEKECEWAAN KARYAWAN
Oleh webmaster
Jumat, 13 Juli 2007 20:00:10 Klik: 10194 Kirim-kirim Print version
Seorang bos tidak mungkin disukai oleh semua karyawannya. Tetapi tidak berarti bahwa bos dapat berlaku semena-mena. Maka untuk meminimalisir kekecewaan karyawan pada si bos, seorang bos yang baik perlu mengetahui alasan-alasan umum mengapa seorang karyawan membenci bosnya, sehingga sang bos dapat memberikan respons yang cepat dan efektif.

1. Karyawan membutuhkan respek. Salah satu keluhan terbesar seorang karyawan tentang bosnya adalah kurangnya respek sang bos terhadapnya. Kebanyakan karyawan merasa si bos tidak menghargai privacy, kemampuan/keahlian serta kehidupan pribadi mereka. Oleh karenanya, sang bos harus berusaha memberikan respek pada setiap karyawannya. Patut diingat bahwa respek cenderung bersifat timbal balik. Dengan demikian, menunjukkan respek pada karyawan adalah suatu cara yang paling efektif untuk mendapatkan respek dan kesetiaan dari karyawan.

2. Karyawan tidak menyukai “micromanagers” dan “under managers”. Seorang bos yang buruk bertindak seperti orang tua yang cerewet. Seorang bos yang baik, di lain pihak, akan memperlakukan karyawannya seperti orang dewasa. Ini artinya memberikan ruang dan waktu bagi si karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Intinya : Jika karyawan anda adalah karyawan yang bagus, jangan melakukan “micromanagement”. Biarkan mereka melakukan pekerjaannya. Akan tetapi berhati-hatilah agar tidak terjebak pada kebalikan dari “micromanagement” yaitu “under-management”. Karyawan yang “under managed” mendapatkan sedikit atau bahkan tanpa support dari bosnya, baik support material, emosional ataupun financial. Support yang tidak cukup ini juga akan menimbulkan kekecewaan dan rasa apatis dari si karyawan. Mereka akan berpikir : Jika bos saya acuh tak acuh, mengapa saya harus peduli ?

3. Karyawan tidak merasa mereka dibayar dengan baik. Memang jarang terdapat sebuah perusahaan dimana karyawannya merasa telah dibayar dengan baik. Mungkin ini adalah kecenderungan sifat manusia untuk merasa kurang dihargai. Meskipun begitu, seorang bos yang baik dapat meredam kekecewaan karyawan itu dengan menjelaskan sistim penggajian di perusahaan dan dengan menemukan cara lain untuk memberikan kompensasi bagi karyawan.

4. Karyawan cenderung tidak menyukai rapat sebagai suatu keharusan. Rapat adalah “necessary evil”. Untuk itu, perlu dibuat agar rapat menjadi lebih tidak menjengkelkan dengan merencanakan rapat secara seksama, menetapkan kerangka waktu yang ketat, membuat jelas tujuan dan rencana aksi, dan membuat suasana yang kondusif bagi karyawan untuk menyampaikan pendapatnya secara terbuka tanpa resiko “pembalasan”. Bahkan mungkin akan membantu bila pada saat-saat tertentu, dimintakan feedback dari karyawan tentang bagaimana membuat rapat menjadi lebih efektif.

5. Karyawan perlu merasa dihargai. Jika kreatifitas atau kerja keras tidak dihargai, karyawan – seperti orang lain juga – akan cenderung merasa kecewa. Rasa kecewa akan berkembang menjadi rasa apatis. Untuk itu, adalah hal yang penting bagi bos ataupun manager untuk menunjukkan bahwa mereka melihat dan menghargai kerja baik karyawan. Sedikit pujian memberikan efek yang besar. Bahkan pujian dengan kata-kata terkadang sama memuaskannya bagi karyawan, seperti halnya promosi atau kenaikan gaji. Yah tidak persis sama, ..hampir.

Sebagai kesimpulan, kebanyakan alasan seseorang karyawan kecewa atau bahkan membenci bosnya bukanlah karena sesuatu yang berhubungan dengan latar belakang, personality atau hal-hal lain yang di luar kontrol si bos. Akan tetapi kebanyakan – jika tidak semua – permasalahan dapat diselesaikan jika sang bos sadar akan hal-hal yang menimbulkan kekecewaan karyawan ini, dan mengambil langkah-langkah antisipasi.

--

CARA MEMANAGE KARYAWAN/STAFF
Oleh webmaster
Senin, 25 Juni 2007 12:11:34 Klik: 9624 Kirim-kirim Print version
Menurut Kevin Dwyer, pendiri dari Change Factory – sebuah change management consulting firm, untuk memanage performance dari karyawan / staff anda diperlukan teknik dan attitude. Teknik pertama adalah menetapkan “standard of performance”. Ini adalah standard minimum dimana seseorang tidak boleh tidak harus mencapainya. Tak seorang karyawan /staff pun yang boleh tidak mencapai standard ini tanpa harus mengikuti konseling. Standard of performance ini meliputi hal-hal seperti tingkat keselamatan personal dan team (team & personal safety), kejujuran dan tingkat kehadiran. Standard of performance harus juga meliputi ukuran-ukuran yang berhubungan langsung baik dengan pekerjaan seseorang secara individual (individual work role) dan juga tujuan dari organisasi (organization goal). Standard of performance yg minimum harus ditetapkan untuk parameter-parameter seperti penyelesaian proyek, tingkat penjualan, biaya, atau tingkat kualitas. Dengan tidak menetapkan parameter-parameter seperti di atas, sama saja dengan mengatakan pada karyawan/ staff anda bahwa tanggung jawabnya hanyalah masuk kerja, tidak membahayakan keselamatan diri sendiri atau rekan kerja, dan tidak mencuri.

Teknik kedua berhubungan dengan yang dijelaskan di atas, yaitu menetapkan target untuk masing-masing karyawan / staff. Target ini disetujui bersama untuk parameter-parameter yang sama ataupun penjabaran lebih jauh dari parameter yang telah ditetapkan sebagai standard of performance di atas. Target-target ini ditetapkan berdasarkan kompetensi aktual atau kompetensi yang diharapkan dari seorang karyawan. Sebagai contoh, seorang sales trainee tidaklah diharapkan untuk menghasilkan tingkat penjualan seperti seorang sales senior. Akan tetapi bagaimanapun juga mereka diharapkan untuk menjual. Bila mereka tidak bisa melakukannya, maka mereka harus mempertimbangkan profesi yang lain.

Teknik ketiga adalah memberi feedback dan coaching untuk meningkatkan performance. Feedback haruslah dilakukan segera, saat standard yang sudah ditetapkan dilanggar ataupun target tidak tercapai. Feedback tersebut haruslah spesifik dan haruslah dikomunikasikan dalam bahasa yang cocok dengan penerima feedback. Coaching dilakukan antara lain dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, menggunakan data independent dan mengutarakan kelemahan/kekurangan karyawan dengan jelas. Karyawan dapat juga diminta untuk secara jujur menilai performance diri mereka sendiri dan membandingkannya dengan tingkat performance yang ingin mereka capai. Selain itu, coaching juga harus menghasilkan komitmen dari karyawan/ staff anda mengenai hal apa yang mereka siap untuk berubah, support apa yang mereka butuhkan untuk melakukan perubahan tersebut, dan jangka waktu untuk melakukan perubahan dimaksud.

Banyak orang yang berjuang mempelajari cara memberikan feedback dan coaching, ketika mereka menjadi pemimpin. Akan tetapi, teknik saja tidaklah cukup.

Memimpin orang untuk memberikan performance yang akan membuat sebuah organisasi mencapai tujuannya, membutuhkan attitude yang benar dari seorang pemimpin. Dalam memanage performance dari karyawan/ staffnya, pemimpin tersebut haruslah bersifat insistent, persistent dan juga consistent.

Bersifat insistent, berarti si pemimpin harus menuntut sebuah standard of performance yang minimal. Dengan menuntut sebuah standard minimal, batas antara yang dapat diterima dangan yang tidak dapat diterima menjadi jelas. Jika sang pemimpin bersifat insistent, maka para karyawan / staff akan mengatur sendiri perilakunya. Standard yang dituntut harus meliputi juga indikator performance bisnis, bukan hanya misalnya tingkat keamanan atau keselamatan saja.

Pemimpin juga harus bersifat persistent. Jika pemimpin hanya menuntut pemenuhan standard bila sesuatu berjalan salah, atau karena sesuatu hal saat itu mereka sedang menjadi perhatian, maka karyawan akan menyadari bahwa sebenarnya tidak ada standard of performance. Mereka tidak akan mengatur perilaku mereka melebihi kepercayaan mereka sendiri tentang apa yang benar dan yang salah. Sekumpulan karyawan seperti ini akan susah dimanage, dan sang pemimpin biasanya akan mengeluh tentang bagaimana kultur perusahaan mencegah pencapaian tujuan.

Pemimpin harus memberikan target yang tepat, yang akan membuat karyawan memberikan yang terbaik, dan kemudian memberikan feedback dan coaching apabila target tersebut tidak tercapai atau standard telah dilanggar.

Pemimpin juga harus consistent. Biarpun yang tidak mencapai target adalah mereka yang selama ini mempunyai performance yang baik, sang pemimpin tetaplah harus memberikan perlakuan yang sama. Di lain pihak jika ada karyawan yang selama ini performancenya buruk, telah melakukan perubahan dan berjuang memenuhi target dan memastikan tidak ada standard yang dilanggar, hal ini bukanlah alasan untuk melakukan “wild celebration” atau sebaliknya ketidakpedulian. Saat itulah waktunya untuk memberikan penghargaan yang sama yang selayaknya diberikan sang pemimpin bila ada karyawan yang menunjukkan perilaku seperti itu.

Memanage performance karyawan/ staff bukan hanya berkaitan dengan perilaku mereka, tetapi juga berhubungan dengan perilaku sang pemimpin.

-

PETUNJUK MEMBUAT RENCANA BISNIS
Oleh webmaster
Selasa, 22 Mei 2007 10:46:01 Klik: 24115 Kirim-kirim Print version
Sebuah rencana bisnis adalah peta dalam menjalankan bisnis anda. Ini adalah rencana yang akan menuntun anda mengenai APA yang akan anda kerjakan, KAPAN dan BAGAIMANA mengerjakannya. Sebuah rencana bisnis juga akan membantu anda dalam melihat lebih jelas mengenai tipe bisnis yang akan anda rintis, siapa saja yang akan menjadi pelanggan anda, dan apa produk atau jasa yang akan anda tawarkan.

Jika anda berencana untuk meminjam dana untuk memulai bisnis anda, entah itu dari bank atau investor, maka anda harus membuat rencana bisnis yang resmi (formal business plan). Rencana bisnis yang resmi akan memberikan summary dari bisnis dan market anda, kemudian akan membahas secara detil tentang produk anda, pelanggan dan pangsa pasar (market), supplier, estimasi keuntungan, analisa persaingan usaha, dan lain-lain. Rencana bisnis resmi ini dapat mencapai 20 halaman dan butuh berbulan-bulan untuk menyelesaikannya.

Di lain pihak, pemilik usaha kecil tidak perlu membuat rencana bisnis resmi untuk memulai usahanya. Seringkali mereka membuat rencana bisnis dalam bentuk catatan saat melakukan brainstorming atau dalam bentuk outline. Untuk memulai, ini sudah cukup.

Hal yang terpenting adalah menulis sebuah rencana. Sering kali pemilik usaha kecil memulai bisnisnya tanpa rencana sama sekali, sehingga ide-ide mereka menjadi kabur dan mereka tidak tahu apa yang selanjutnya harus mereka lakukan. Dengan menulis sebuah rencana, meskipun itu berupa catatan-catatan brainstorming, anda akan mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai jenis bisnis yang anda inginkan, serta bagaimana bisnis itu harus berkembang sejalan dengan waktu.

Berikut adalah hal-hal yang harus anda pikirkan saat menulis rencana bisnis anda:

1. Usaha apa yang akan anda mulai ? Toko ? Jasa professional ? Website Online ?

2. Apa tujuan dari bisnis anda ? Sebuah bisnis dapat dimulai karena kesenangan belaka, tetapi bila anda ingin mendapat keuntungan, anda harus tahu mengapa anda memulai bisnis anda. Apakah untuk memenuhi kebutuhan tertentu dari pelanggan ? Atau menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya ?

3. Bagaimana bisnis anda akan menghasilkan uang ? Apakah anda akan menjual produk, dan jika ya apa ? Anda akan mendapat produk itu dari mana ? Pada harga berapa anda akan membeli produk itu dan berapa anda akan menjualnya ?

4. Siapa sajakah yang akan menjadi pelanggan anda ? Mengenal pelanggan anda adalah hal yang utama dalam menulis sebuah rencana bisnis. Jika anda tahu bahwa pelanggan anda adalah mereka dengan penghasilan terbatas, tentu anda tidak bisa menjual produk atau jasa dengan harga jutaan rupiah. Mengetahui siapa pelanggan anda, juga akan membantu dalam menjalankan kegiatan advertising dan marketing anda.

5. Bagaimana anda akan mendapatkan pelanggan tersebut ? Misalnya, apakah anda berencana untuk menelponnya satu persatu, atau anda akan merekrut tim penjualan yang hebat ? Anda harus tahu bagaimana anda akan mendapatkan pelanggan. Jika tidak, bisnis anda tidak akan berkembang.

Tentu saja poin-poin di atas hanyalah langkah dasar dalam membuat sebuah rencana bisnis, akan tetapi poin-poin tersebut adalah yang terpenting.

--

MERUBAH KELUHAN PELANGGAN MENJADI ASSET ANDA
Oleh webmaster
Senin, 21 Mei 2007 15:56:23 Klik: 9868 Kirim-kirim Print version
Berhubungan dengan pelanggan yang marah, akan menyita banyak waktu dan energi. Ini juga menjadi penyebab utama stress dalam bekerja. Untuk dapat menangani kemarahan pelanggan, ada beberapa poin penting yang perlu anda perhatikan.

1. INI BUKAN MASALAH PERSONAL.

Pelanggan yang marah pada anda, bukan karena masalah personal. Mereka marah pada anda, karena anda adalah bagian dari perusahaan yang mereka anggap tidak memberikan pelayanan yang semestinya. Penting untuk anda mengingat hal ini, untuk menjaga agar anda tidak terpancing emosi yang membuat suasana menjadi di luar kendali. Ada baiknya anda mengamati gerak tubuh pelanggan anda. Seseorang yang marah, akan menampilkan gerak tubuh tertentu, seperti gelisah, wajah yang memerah, genggaman yang terkepal, terus menatap atau malah menghindar dari kontak mata, dan lain-lain. Bila anda mengamati tanda-tanda seperti ini, anda dapat mempersiapkan diri saat dia menghampiri anda. Sering situasi menjadi di luar kontrol, karena seseorang bereaksi terlalu cepat terhadap kemarahan sesorang. Ini disebabkan dia tidak menyangka kemarahan pelanggan itu akan terjadi, sehingga dia tidak sempat bersiap. Jika anda melihat seorang pelanggan dengan tanda-tanda kemarahan seperti disebut diatas, persiapkan mental anda dengan selalu mengingat bahwa anda BISA mengontrol situasi dan anda harus mengontrol diri anda. Bila anda ikutan marah, maka anda akan memperburuk situasi.

2. MENGERTI APA YANG SEBENARNYA DIINGINKAN PELANGGAN

Pelanggan yang marah ingin diselesaikan masalahnya. Ini hanya separuh benar. Memang mereka ingin masalahnya ditangani, tetapi mereka juga ingin DIMENGERTI dan DIDENGAR. Mereka ingin menyalurkan kemarahan atau kejengkelannya. Kesalahan yang umum dilakukan adalah langsung memperbaiki masalahnya, tanpa mendengarkan dan berusaha mengerti mengapa pelanggan menjadi marah. Lalu apa yang akan terjadi ? Pelanggan tersebut masih begitu marahnya sehingga tidak mendengarkan penjelasan anda, atau tidak siap untuk bekerjasama membereskan masalah. Jadi kesalahan yang umum adalah terlalu cepat menangani masalah sebelum si pelanggan “siap”. Ini menyebabkan anda harus menjelaskan atau bertanya pertanyaan yang sama berulangkali karena memang si pelanggan tidak siap mendengarkan anda. Dengarkan dan tunjukkan simpati pada pelanggan anda, sebelum anda mulai menangani masalahnya.

3. JANGAN BERSIKAP BIROKRATIS
Dalam menghadapi kemarahan pelanggan, janganlah bersikap kaku/birokratis. Anda harus menunjukkan bahwa anda adalah seseorang yang sedang berusaha semaksimal mungkin menangani masalah mereka. Berbicaralah dengan nada bersahabat. Jangan berbicara secara monoton yang menunjukkan bahwa anda tidak tertarik. Panggillah pelanggan dengan nama, dan perkenalkan diri anda di saat yang tepat. Dengarkan ucapan pelanggan. Ulang kata-katanya, untuk menunjukkan bahwa anda mendengarkan. Akan tetapi jangan menyela ucapan pelanggan sebelum dia selesai. Jangan hanya memberikan jawaban “Ini sudah kebijaksanaan kami”. Anda harus menjelaskan juga mengapa atau apa tujuan kebijaksanaan itu diambil.


Menangani kemarahan dan keluhan pelanggan dengan baik dapat merubahnya menjadi asset bagi anda. Yang patut diingat, mayoritas pelanggan yang menyampaikan keluhan adalah pelanggan yang loyal yang peduli terhadap bisnis anda. Mereka yang mau mengambil waktu untuk menyampaikan keluhan adalah mereka yang mau mempergunakan waktunya untuk memberitahu anda bahwa ada sesuatu yang salah di produk, proses atau komunikasi anda. Pelanggan tersebut telah mengeluarkan usaha untuk mengontak anda dan memberitahu bagaimana produk, proses atau komunikasi anda tidak sesuai dengan harapan mereka. Ini adalah kesempatan bagi anda untuk menyampaikan penghargaan bagi mereka yang telah mengontak anda, dan untuk melakukan perbaikan internal. Jika anda mampu menyelesaikan masalah dari satu keluhan pelanggan, mungkin anda juga membantu banyak pelanggan yang lain, termasuk yang tidak mengontak anda. Pelanggan yang loyal mempercayai bahwa anda mengetahui apa yang salah untuk kemudian membenarkannya. Pelanggan yang loyal memberi anda kesempatan untuk memperbaiki masalah. Jika seorang pelanggan mengeluh, biasanya ada beberapa pelanggan lain yang mengalami masalah serupa. Jika pelanggan yang mengeluh ini marah, itu tandanya mereka kecewa. Bila ada pelanggan lain yang kecewa tetapi tidak mengontak anda, berarti mereka sudah tidak percaya lagi pada anda. Sudah hampir pasti anda akan kehilangan mereka. Tetapi anda masih dapat mempertahankan pelanggan anda yang cukup loyal untuk memberikan kesempatan bagi anda untuk merespons.

Yang perlu anda lakukan selanjutnya adalah memperbaiki pelanggan anda, lalu perbaiki masalahnya. Prioritas utama adalah mengerti akibat personal dari masalah itu terhadap pelanggan anda. Mungkin kefrustrasian pelanggan anda disebabkan oleh karena dia merasa ditipu, atau hal-hal lain yang merupakan efek samping dari masalah utamanya. Dengarkan baik-baik, untuk menentukan bagaimana cara paling tepat memenuhi kebutuhannya.

Setelah anda mengetahui sumber akar permasalahan dari keluhan pelanggan anda, anda dapat melakukan perbaikan-perbaikan agar hal tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari. Inilah kesempatan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan anda secara eksponensial! Jika anda tidak dapat menghilangkan problemnya, setidaknya anda dapat menggunakan pengalaman anda untuk menyiapkan solusi yang memadai bagi pelanggan lain yang mempunyai masalah yang sama.

Berapa banyak biaya yang anda keluarkan untuk advertising, marketing, dan usaha penjualan untuk menarik pelanggan baru ? Berapa banyak anda bersedia berinvestasi di pelanggan anda yang sudah mempunyai permasalahan karena anda, tetapi masih cukup mempercayai anda untuk mengurus mereka ?

Jagalah pelanggan loyal anda yang menyediakan waktu untuk menyampaikan keluhan. Gunakan pengalaman yang dihasilkan untuk memperbaiki kesalahan, dan merencanakan respons.

Seperti kata Bill Gates “ Pelanggan anda yang paling tidak puas adalah sumber terbaik anda untuk belajar”.

--

9 POIN PENTING DARI MARKETING YANG EFEKTIF
Oleh webmaster
Senin, 21 Mei 2007 12:09:05 Klik: 12351 Kirim-kirim Print version
Banyak iklan yang hasilnya jauh dari harapan, bahkan dapat dikatakan hanya merupakan pemborosan uang. Lihatlah disekililing anda, maka anda akan mendapatkan banyak iklan dimana-mana. Tetapi berapa banyak yang akan membuat anda tertarik dan memperhatikannya ? Tidak banyak bukan ? Mengapa ? Karena iklan-iklan tersebut hanya kelihatan bagus. Iklan-iklan tersebut TIDAK :

- Menarik perhatian target marketnya
- Memberikan informasi yang cukup agar mempermudah pengambilan keputusan
- Meminimalisir resiko dalam mengambil langkah selanjutnya dalam sebuah proses penjualan.

Agar menghindari kesalahan yang umum dan berbiaya mahal, Ann DeVere, senior partner dari NORconcepts, mengutarakan 9 poin yang perlu diperhatikan. Seperti nanti dapat anda lihat, mendesain sebuah material marketing tidaklah terlalu sulit. Kuncinya adalah bagaimana mengkomunikasikan message anda sejelas mungkin.

Poin-poin tersebut adalah :

1. RAIH PERHATIAN MEREKA

Raihlah perhatian mereka dengan membuat headline yang powerful, yang akan melibatkan emosi target market anda. Tergantung dari produk atau jasa anda, dan juga target market anda, maka headline anda harus menjanjikan satu dari dua hal : Janjikan untuk menyelesaikan problem mereka, atau janjikan untuk membawa mereka pada kesenangan/pleasure.

- Dokter gigi mengingatkan bahwa gigi yang berlubang dapat mengakibatkan gigi anda tanggal.
- Dokter gigi kosmetik akan memfokuskan iklan mereka pada bagaimana bagusnya senyum kita jika gigi kita rapi dan putih seperti permata. Bagaimana hal itu akan meningkatkan percaya diri kita…

Berpikirlah tentang target market anda, apa yang ada di benak mereka ? Apakah mereka akan lebih condong untuk bertindak agar mereka mendapatkan kesenangan ? Atau agar masalah yang mereka sedang hadapi dapat hilang ?

2. GUNCANG KEYAKINAN MEREKA TENTANG APA YANG MEREKA LAKUKAN SEKARANG !

Ok, anda telah meraih perhatian mereka. Untuk menjaga agar mereka tetap memberikan perhatian penuh pada message anda, mereka perlu untuk bertanya-tanya :

- Apakah mereka telah mendapatkan jasa dan produk terbaik untuk uang yang telah mereka keluarkan selama ini ?
- Apakah mereka telah bertindak cukup ?
- Apakah mereka telah melakukan yang terbaik yang mereka bisa ?

3. BANGUNLAH KEYAKINAN MEREKA TERHADAP ANDA

Setelah anda mengguncangkan keyakinan mereka terhadap apa yang mereka lakukan sekarang, anda perlu menumbuhkan keyakinan mereka terhadap anda.

- Anda harus membuktikan bahwa anda punya solusi terhadap masalah mereka.
- Anda harus meyakinkan bahwa anda memang cakap di bidang anda, dan mempunyai kualifikasi untuk memecahkan masalah mereka.
- Perlihatkan bahwa produk anda dapat mereka andalkan untuk memberikan apa yang anda janjikan.
- Buktikan bahwa produk anda dapat memenuhi janji anda. Mulailah dengan menjelaskan :
- Bagaimana produk anda berbeda dengan kompetitor.
- Apa saja kredensial anda.
- Apakah anda punya dokumentasi tentang hasil test
- Apakah anda punya persentasi pelanggan puas yang tinggi ?
- Apakah anda punya pengakuan professional dari rekan-rekan anda di
bidang yang anda tekuni ?

4. BUAT MEREKA KAGUM KARENA PELAYANAN ANDA

Anda mungkin yang terbaik di bidang anda, atau mempunyai produk unggulan. Tetapi bila pelanggan anda tidak dapat menghubungi anda bila mereka memerlukan, apakah anda masih mempunyai value yang tinggi ?

Berikut adalah beberapa contoh yang baik untuk anda tawarkan :
- Hotline 24 jam ---- untuk menjawab pertanyaan yang umum.
- Apakah anda melayani penggilan ? (terutama bila hal itu tidak umum di industri anda )
- Apakah anda melayani pelayanan individual (one to one service) ? Jam pelayanan anda apakah nyaman bagi pelanggan ? Apakah anda memberikan jasa jemput & antar ?

Intinya, memberikan pelayanan yang lebih daripada yang umum dilakukan, akan memberikan keuntungan yang besar bagi anda pada akhirnya.

5. HADAPI DAN ATASI PENOLAKKAN MEREKA

Di dalam bisnis apapun anda, selalu akan ada penolakkan untuk membeli yang anda jual. Penolakkan yang paling umum biasanya mengenai harga. Anda harus menghadapinya dengan menjelaskan mengapa wajar bagi mereka untuk membayar harga yang anda minta. Anda harus membuat mereka nyaman, termasuk dalam masalah harga, sebelum mereka siap membeli dari anda.

6. KURANGI RESIKO PEMBELIAN DENGAN GARANSI

Kebanyakan orang mengasosiasikan jenis dan lama garansi dengan kualitas produk. Hal ini dapat menghasilkan atau menggagalkan penjualan. Semakin lama garansi anda, semakin besar kemungkinan terjadinya penjualan. Garansi juga menunjukkan bahwa anda adalah pebisnis yang jujur.

7. GUNAKAN TESTIMONIAL

Apa yang orang lain katakan tentang anda, mempunyai nilai yang jauh lebih tinggi daripada apa yang anda katakan tentang anda sendiri. Pastikan testimonial tersebut berkaitan dengan masalah yang pelanggan anda hadapi dan bagaimana mereka meraih benefit dari produk atau jasa anda. Semakin banyak testimonial yang anda dapat, semakin baik.

8. BUAT MEREKA MUDAH MENGHUBUNGI ANDA

Usahakan prospek untuk menghubungi anda, dan buatlah hal itu mudah dan aman untuk dilakukan. Salah satu cara adalah dengan menawarkan konsultasi atau demonstrasi gratis. Tawaran ini akan memancing rasa keingintahuan prospek anda, sekaligus mengurangi resiko bagi mereka.

9. BONUS WIN-WIN

Tawarkan special bonus atau diskon bagi mereka yang membeli saat itu juga! Pelanggan anda akan memperoleh keuntungan dengan mendapat value yang biasanya tidak mereka dapat, sedangkan anda mendapat keuntungan dengan menghasilkan penjualan. Anda harus fokus mengenai value yang mereka dapat untuk uang yang mereka keluarkan. Jika mereka mendapatkan value yang lebih besar dari harga yang harus dibayar, maka anda telah memperbesar kemungkinan terjadinya penjualan.

Seperti yang anda lihat, mendesain sebuah material marketing yang efektif membutuhkan persiapan yang memadai. Jika anda memperhatikan kesembilan poin di atas, maka anda akan mendapatkan respons yang lebih baik dan secara otomatis akan meningkatkan penjualan anda. Seberapa tinggi respons yang anda dapat, tergantung dari seberapa baik anda mengaplikasikan kesembilan poin di atas di dalam pesan marketing anda.

Hal lain yang penting diperhatikan, anda harus melakukan kualifikasi terhadap prospek sebelum mengeluarkan biaya marketing untuk mereka. Pernahkah anda menerima sebuah brosur yang mahal tentang produk yang tidak anda butuhkan ? Seberapa baguspun brosur atau material marketing yang anda terima, anda tetap tidak akan membeli dari perusahaan itu. Pertanyaannya : Mengapa mereka tidak tahu hal itu ? Jawabannya sederhana : Mereka tidak menyediakan waktu untuk melakukan kualifikasi terhadap prospek mereka !

Marketing yang cerdas adalah menginvestasikan uang dimana akan menghasilkan return yang terbaik.

--

5 POIN UTAMA KEKECEWAAN KARYAWAN
Oleh webmaster
Jumat, 13 Juli 2007 20:00:10 Klik: 10195 Kirim-kirim Print version
Seorang bos tidak mungkin disukai oleh semua karyawannya. Tetapi tidak berarti bahwa bos dapat berlaku semena-mena. Maka untuk meminimalisir kekecewaan karyawan pada si bos, seorang bos yang baik perlu mengetahui alasan-alasan umum mengapa seorang karyawan membenci bosnya, sehingga sang bos dapat memberikan respons yang cepat dan efektif.

1. Karyawan membutuhkan respek. Salah satu keluhan terbesar seorang karyawan tentang bosnya adalah kurangnya respek sang bos terhadapnya. Kebanyakan karyawan merasa si bos tidak menghargai privacy, kemampuan/keahlian serta kehidupan pribadi mereka. Oleh karenanya, sang bos harus berusaha memberikan respek pada setiap karyawannya. Patut diingat bahwa respek cenderung bersifat timbal balik. Dengan demikian, menunjukkan respek pada karyawan adalah suatu cara yang paling efektif untuk mendapatkan respek dan kesetiaan dari karyawan.

2. Karyawan tidak menyukai “micromanagers” dan “under managers”. Seorang bos yang buruk bertindak seperti orang tua yang cerewet. Seorang bos yang baik, di lain pihak, akan memperlakukan karyawannya seperti orang dewasa. Ini artinya memberikan ruang dan waktu bagi si karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Intinya : Jika karyawan anda adalah karyawan yang bagus, jangan melakukan “micromanagement”. Biarkan mereka melakukan pekerjaannya. Akan tetapi berhati-hatilah agar tidak terjebak pada kebalikan dari “micromanagement” yaitu “under-management”. Karyawan yang “under managed” mendapatkan sedikit atau bahkan tanpa support dari bosnya, baik support material, emosional ataupun financial. Support yang tidak cukup ini juga akan menimbulkan kekecewaan dan rasa apatis dari si karyawan. Mereka akan berpikir : Jika bos saya acuh tak acuh, mengapa saya harus peduli ?

3. Karyawan tidak merasa mereka dibayar dengan baik. Memang jarang terdapat sebuah perusahaan dimana karyawannya merasa telah dibayar dengan baik. Mungkin ini adalah kecenderungan sifat manusia untuk merasa kurang dihargai. Meskipun begitu, seorang bos yang baik dapat meredam kekecewaan karyawan itu dengan menjelaskan sistim penggajian di perusahaan dan dengan menemukan cara lain untuk memberikan kompensasi bagi karyawan.

4. Karyawan cenderung tidak menyukai rapat sebagai suatu keharusan. Rapat adalah “necessary evil”. Untuk itu, perlu dibuat agar rapat menjadi lebih tidak menjengkelkan dengan merencanakan rapat secara seksama, menetapkan kerangka waktu yang ketat, membuat jelas tujuan dan rencana aksi, dan membuat suasana yang kondusif bagi karyawan untuk menyampaikan pendapatnya secara terbuka tanpa resiko “pembalasan”. Bahkan mungkin akan membantu bila pada saat-saat tertentu, dimintakan feedback dari karyawan tentang bagaimana membuat rapat menjadi lebih efektif.

5. Karyawan perlu merasa dihargai. Jika kreatifitas atau kerja keras tidak dihargai, karyawan – seperti orang lain juga – akan cenderung merasa kecewa. Rasa kecewa akan berkembang menjadi rasa apatis. Untuk itu, adalah hal yang penting bagi bos ataupun manager untuk menunjukkan bahwa mereka melihat dan menghargai kerja baik karyawan. Sedikit pujian memberikan efek yang besar. Bahkan pujian dengan kata-kata terkadang sama memuaskannya bagi karyawan, seperti halnya promosi atau kenaikan gaji. Yah tidak persis sama, ..hampir.

Sebagai kesimpulan, kebanyakan alasan seseorang karyawan kecewa atau bahkan membenci bosnya bukanlah karena sesuatu yang berhubungan dengan latar belakang, personality atau hal-hal lain yang di luar kontrol si bos. Akan tetapi kebanyakan – jika tidak semua – permasalahan dapat diselesaikan jika sang bos sadar akan hal-hal yang menimbulkan kekecewaan karyawan ini, dan mengambil langkah-langkah antisipasi.

--

INJIL BAGI SEMUA BANGSA

(5) Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. (6) Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. (7) Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? (8) Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: (9) kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, (10) Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, (11) baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." (Kisah 2:5-11)

Hari Pentakosta dikenang sebagai momentum kelahiran gereja, dan merupakan peristiwa menakjubkan karena pada hari itu sekat-sekat bahasa yang menghambat komunikasi dalam Kejadian 11 (Menara Babel) diruntuhkan karena Roh Kudus mendatangkan mujizat dimana Injil didengar oleh semua bangsa yang hadir dalam bahasa ibu mereka masing-masing sehingga mereka semua mengerti.

Semangat Pentakosta dan Injil adalah 'Injil diberitakan kepada semua bangsa' (panta ta ethne. Band. Mat 28:19). Pertumbuhan gereja sesudah hari Pentakosta mengikuti semangat demikian dan berkembanglah misi ke seluruh dunia menjangkau semua bangsa, dan Tanakh dan Perjanjian Baru Yunani Koine kemudian diterjemahkan ke bahasa-bahasa semua bangsa sehingga dimengerti oleh penerima dengan mudah.

Yang menarik dalam peristiwa Pentakosta adalah bahwa disitu juga hadir 'orang Arab.' Siapakah orang Arab itu dan bahasa apakah yang mereka dengar? Ada yang menafsir bahwa yang dimaksudkan dengan 'orang Arab' adalah orang Yahudi yang tinggal di tanah Arab, tetapi sekalipun dalam ayat (5) disebut "Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi," itu tidak berarti bahwa tidak ada orang Arab dan bangsa lain tinggal di situ. Perlu disadari bahwa kehadiran orang Arab di Yerusalem dan sekitarnya sudah setua kitab Kejadian. Ketika Nehemia pulang dari pembuangan di Babel ia sudah menjumpai orang Arab di Yerusalem (Neh 2:19), dan semasa hidup Petrus raja Herodes Agung adalah orang Arab-Idumea, dan raja Herodes Antipas pernah mempunyai isteri yang putri raja Arab.

Dalam ayat (11) disebut adanya "orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi," yang terakhir ini bahasa aslinya ditulis 'proselit' yang artinya 'bangsa lain yang masuk agama Yahudi.' Dalam Kis 2:14, disebut Petrus berkotbah kepada "orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem" itu berarti ada banyak juga bangsa lain termasuk orang Arab sebagai pendengarnya. Dalam Kis 2:41 disebutkan dampak kotbah Petrus adalah "jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa." Tentu diantaranya ada 'orang Arab' yang 'beretnis Yahudi, asli Arab yang menganut agama Yahudi, dan orang Arab asli.'

"Tak dapat disangkal, semenjak awal tarikh Kristen, sudah terdapat 'orang-orang Arab' Kristen. Setidak-tidaknya, Kisah Para Rasul menceritakan, bahwa pada hari Pentakosta terdapat orang-orang Arab yang turut menyaksikan bersama para rasul, perihal perbuatan-perbuatan besar Allah, dalam bahasa mereka sendiri (Kis 2:11). Setelah pertobatannya, Paulus pergi ke Arab (Gal 1:17). Pada konsili-konsili awal 'gereja mula-mula' bahkan hadir para uskup yang berkebangsaan Arab." (Anton Wessels, Arab dan Kristen, BPK-GM, 2002, hlm.xvi).

Memisahkan orang Arab dari orang Yahudi di Yerusalem dan Yudea adalah mustahil dan menganggap pada hari Pentakosta itu tidak ada orang Arab bertobat berarti meremehkan 'perbuatan besar Allah' dan 'kuasa Roh Kudus' yang bekerja dan mengubah hati para pendengar kotbah Petrus.

Sekarang, bahasa apakah yang digunakan oleh Petrus? Kemungkinan Petrus sehari-hari berbahasa dua, Aram sebagai bahasa ibu dan Yunani sebagai bahasa umum, bahasa Aram karena sejak Ezra (abad VI SM) rakyat yahudi sudah tidak mengerti bahasa Ibrani sehingga diterjemahkan ke bahasa Aram (Neh 8:9) dan sejak itu bahasa Ibrani mati sebagai bahasa percakapan dan Aram menjadi bahasa ibu yahudi palestina, dan Kitab Suci Ibrani (Tanakh/PL) diterjemahkan bebas ke bahasa Aram dalam bentuk Targum. Kemungkinan kedua bahasa Yunani karena sejak abad IV SM, kawasan itu dikuasai Yunani dan bahasa Yunani (koine) menjadi bahasa percakapan regional, bahkan Tanakh diterjemahkan ke bahasa Yunani (Septuaginta/LXX, abad III-II SM. Kutipan PL dalam PB umumnya dari LXX) karena umumnya orang yahudi sudah tidak mengerti bahasa Ibrani, dan bahasa Ibrani hanya hidup di kalangan Para Rabbi yang tetap melestarikan Tanakh ke dalam salinan-salinan. Namun karena ayat (7) menyebutkan: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?" tentulah yang digunakan Petrus dalam kotbahnya bukan bahasa regional Yunani melainkan bahasa lokal Aram, dimana ia banyak menyebut istilah 'elah/alaha' dan ditulis Lukas sebagai 'theos.' Yesus sendiri di kayu salib berseru 'Elohi' dalam bahasa Aram.

Lalu, bahasa apakah yang didengar orang Arab waktu itu? Tidak dapat disangkal karena sudah sejak lama bahasa Arab sudah digunakan oleh orang Arab, bahasa itulah yang dipakai. Dan karena dalam khotbah Petrus banyak disebut tentang 'alaha' dalam bahasa Aram (Peshitta bahasa Aram menggunakan kata itu) maka tentu yang didengar orang Arab adalah padanannya yaitu 'Allah.'

Sejarah menunjukkan bahwa bangsa Arab diturunkan rumpun Semitik melalui nenek-moyang Yoktan (anak Eber), keturunan Aram, Ismail (anak Hagar), dan Keturah (isteri Abraham), dan bahasa Arab berkembang dari bahasa Nabatea-Aram. Pada abad VI SM (semasa dengan Ezra) ditemukan inskripsi dari suku Arab Lyhian yang sudah menulis nama 'Allah,' yang penurut penelitian para ahli disebutkan bahwa: "Inskripsi Arab Utara. . Nama-nama Allah pertama menjadi umum di teks Lyhian. . Bukti ditemukannya nama Allah menunjukkan bahwa Lyhian adalah pusat penyembahan Allah di Arab." . "Orang Siria, menekankan kata benda umum 'allah' menjadi nama diri dengan menambahkan elemen "a": allaha = "the god" lalu menjadi "God". . Ketika orang Lyhian mengambil alih nama diri Allaha, nama itu diarabkan dengan menghilangkan elemen "a". . Ketika orang Nabateans memasuki wilayah Lyhian-Thamud, mereka mengikuti penyembahan Allah, dan pengetahuan mengenai Allah ini bertahan terus sampai dengan masa Muhammad." (F.V. Winnet, Allah Before Islam, dalam The Muslim World, Vol.38, 1938, hlm.245,247,248).

Pada masa yang sama Ezra menulis kitabnya sebagian dalam bahasa Aram dimana ada tertulis nama 'Alaha' yang tertuju kepada 'YHWH, Elah Yisrael' (Ezra 5:1;6:14). Ini menunjukkan bahwa penggunaan nama 'Allah' dikalangan orang Arab kuno 'hanif' (jmk. Hunafa) sudah lama ditujukan kepada 'Pencipta Langit dan Bumi, El/Alaha Abraham'.

"Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah, sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno ... Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafa' (tngl.hanif), sebuah kata yang pada asalnya dituju-kan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail." (Cyril Glasse, Ensiklopedia Islam, hlm.50-51).

25 tahun sesudah khotbah Petrus di hari Pentakosta (55 M), rasul Paulus menulis dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus: "oudeis theos eimee heis" (1 Kor.8:4) yang bagi orang Yahudi yang saat itu berbahasa ibu Aram, ini ditulis sebagai "layt alah akrin ela en khad" dalam bahasa Aram (teks Peshitta), dan dalam bahasa Arab ditulis "laa ilaha ilallah al-had" (al-Kitab al-Muqaddas, bandingkan ini dengan "la ilaha illa Allah" dalam Al-Quran QS.47:19 yang sama-sama menggunakan istilah Allah yang tertuju kepada 'Yang Esa, pencipta langit dan bumi,' namun pengajaran/aqidah yang diajarkan kedua kitab mengenai Allah yang sama itu berbeda).

Beberapa inskripsi dari kalangan Arab Kristen sebelum hadirnya Islam menyebut 'Bism al-Ilah' (dalam nama Allah) dan 'Allah Gafran' (Allah mengampuni). Benar Alkitab bahasa Arab secara lengkap baru ditulis sesudah terbitnya Al-Quran, tetapi perlu disadari bahwa beberapa fragmen bagian Alkitab sudah ditulis dalam bahasa Arab sebelum adanya Al-Quran, dan itu sudah didahului oleh penggunaannya secara lisan di kalangan orang Arab beragama Kristen.

Keberadaan orang-orang Yahudi dan Kristen yang menyebut nama 'Allah' diakui dalam Al-Quran dimana disebutkan oleh Muhammad bahwa pada waktu itu di sinagoga, gereja dan mesjid sama-sama banyak disebut 'Tuhan kami Allah.'
"(Yaitu) orang-orang yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mereka mengatakan: Tuhan kami Allah. Jikalau tiadalah pertahanan Allah terhadap manusia, sebagian mereka terhadap yang lain, niscaya robohlah gereja-gereja pendeta dan gereja-gereja Nasrani dan gereja-gereja Yahudi dan mesjid-mesjid, di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa". (QS.22:40)

Maka, karena sinagoga dan gereja sudah ada di Arab sebelum adanya mesjid, maka logisnya penggunaan nama Allah di kalangan yahudi dan kristen sudah lebih dahulu jauh sebelum lahirnya agama Islam.

Dari kenyataan di atas kita patut bersyukur bahwa sejak hari Pentakosta sudah ada orang Arab bertobat dan percaya kepada 'Tuhan Yesus Kristus yang adalah Messias yang dibangkitkan Allah' seperti yang dikhotbahkan oleh rasul Petrus (Kis 2:23-36).

"El/Elohim/Eloah (Ibrani) dengan padanannya Alaha (Aram), Allah (Arab), dan Theos (Yunani), God (Inggeris)" tidak dapat disangkal adalah tujuan penyembahan dalam agama-agama semitik yang ditujukan kepada 'Pencipta Langit dan Bumi yang Esa yang disembah Abraham,' namun apakah itu berarti bahwa ketiga agama semitik (Yahudi, Kristen dan Islam) itu sama membawa kita kepada keselamatan? Jawabnya dengan tegas TIDAK!"

"Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan -- yaitu kamu sendiri --, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah 4:11-12)

Agama Yahudi, sekalipun mereka juga menyembah Allah Abraham yang Esa pencipta langit dan bumi, mereka tidak menyembah Tuhan Yesus Kristus yaitu Anak Allah yang menjadi manusia seperti yang diajarkan Yesus dan dicatat dalam Injil dan yang telah mati disalib untuk menebus dosa umat manusia dan bangkit dari kubur, sebab tidak ada seseorangpun sampai kepada Bapa selain melalui Yesus karena Ia telah berfirman "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yoh 14:6). Umat Yahudi sangat mengeraskan hati dan mereka menolak Yesus sebagai Tuhan dan Mesias, dialog ini terlihat jelas dalam Yohanes fasal 8. Agama Islam, sekalipun dalam Al-Quran disebut sekitar 70 persen isinya berasal dari Alkitab, dan sekalipun mereka menyembah Allah Ibrahim juga, mereka juga tidak menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Umat Manusia bahkan menyebut Yesus tidak mati disalib bahkan tidak bangkit, maka jelas mereka tidak mengenal Yesus.

Karena hal itulah maka Umat Kristen perlu bersaksi tentang Injil kepada penganut agama Yahudi maupun Islam dan membawa mereka kepada pengertian Perjanjian Baru, bahwa Allah Abraham itu dalam ketritunggalan Bapa, Anak dan Roh Kudus, telah mengutus Anak Allah yang telah menjadi manusia untuk penebus umat manusia dan Roh Kudus memberikan mereka kuasa untuk bersaksi dan dimeteraikan pada Hari Pentakosta!

--

Black swan theory

A black swan, a member of the species, Cygnus atratus, which remained undocumented until the eighteenth century

The Black Swan Theory is used by Nassim Nicholas Taleb to explain the existence and occurrence of high-impact, hard-to-predict, and rare events that are beyond the realm of normal expectations. Unlike the philosophical "black swan problem", the "Black Swan Theory" (capitalized) refers only to unexpected events of large magnitude and consequence and their dominant role in history. Such events are considered extreme outliers.

It is noteworthy that in his writings, Taleb never uses the term "Black Swan Theory"; instead, he refers to "Black Swan Events" (capitalized).

Black Swan Events were described by Nassim Nicholas Taleb in his 2007 book, The Black Swan. Taleb regards almost all major scientific discoveries, historical events, and artistic accomplishments as "black swans" — undirected and unpredicted. He gives the rise of the Internet, the personal computer, World War I, and the September 11, 2001 attacks as examples of Black Swan Events.

The term black swan was a Latin expression — its oldest reference is in the poet Juvenal expression that "a good person is as rare as a black swan" ("rara avis in terris nigroque simillima cygno", 6.165).[1] It was a common expression in 16th century London as a statement that describes impossibility, deriving from the old world presumption that 'all swans must be white', because all historical records of swans reported that they had white feathers [2]. In that context, a black swan was something that was impossible, or near impossible and could not exist. After the discovery of black swans in Western Australia [3] in 1697, by a Dutch expedition led by explorer Willem de Vlamingh on the Swan River, the term metamorphosed to connote that a perceived impossibility may later be found to exist. Taleb notes that, writing in the 19th century, John Stuart Mill used the black swan logical fallacy as a new term to identify falsification, but only drawing on a London expression.

Writing in the New York Times, Taleb asserted:

What we call here a Black Swan (and capitalize it) is an event with the following three attributes. First, it is an outlier, as it lies outside the realm of regular expectations, because nothing in the past can convincingly point to its possibility. Second, it carries an extreme impact. Third, in spite of its outlier status, human nature makes us concoct explanations for its occurrence after the fact, making it explainable and predictable. I stop and summarize the triplet: rarity, extreme impact, and retrospective (though not prospective) predictability. A small number of Black Swans explain almost everything in our world, from the success of ideas and religions, to the dynamics of historical events, to elements of our own personal lives.[4]

[edit] Coping with Black Swan Events

The main idea in Taleb's book is not to attempt to predict Black Swan Events, but to build robustness against negative ones that occur and being able to exploit positive ones. Taleb contends that banks and trading firms are very vulnerable to hazardous Black Swan Events and are exposed to losses beyond that predicted by their defective models.

Taleb states that a Black Swan Event depends on the observer—using a simple example, what may be a Black Swan surprise for a turkey is not a Black Swan surprise for its butcher—hence the objective should be to "avoid being the turkey" by identifying areas of vulnerability in order to "turn the Black Swans white".
[edit] Identifying a Black Swan Event

Based on the author's criteria:

1. The event is a surprise (to the observer).
2. The event has a major impact.
3. After the fact, the event is rationalized by hindsight, as if it had been expected.

[edit] Epistemological approach

Taleb's black swan is different from the earlier philosophical versions of the problem, specifically in epistemology, as it concerns a phenomenon with specific empirical and statistical properties which he calls, "the fourth quadrant".[5] Taleb's problem is about epistemic limitations in some parts of the areas covered in decision making. These limitations are twofold: philosophical (mathematical) and empirical (human known epistemic biases). The philosophical problem is about the decrease in knowledge when it comes to rare events as these are not visible in past samples and therefore require a strong a priori, or what one can call an extrapolating theory; accordingly events depend more and more on theories when their probability is small. In the fourth quadrant, knowledge is both uncertain and consequences are large, requiring more robustness.

Before Taleb [6], those who dealt with the notion of the improbable, such as Hume, Mill, and Popper focused on the problem of induction in logic, specifically, that of drawing general conclusions from specific observations. Taleb's Black Swan Event has a central and unique attribute, high impact. His claim is that almost all consequential events in history come from the unexpected—yet humans later convince themselves that these events are explainable in hindsight (bias).

One problem, labeled the ludic fallacy by Taleb, is the belief that the unstructured randomness found in life resembles the structured randomness found in games. This stems from the assumption that the unexpected may be predicted by extrapolating from variations in statistics based on past observations, especially when these statistics are presumed to represent samples from a bell-shaped curve. These concerns often are highly relevant in financial markets, where major players use value at risk models, which imply normal distributions, although market returns typically have fat tail distributions.

More generally, decision theory, based on a fixed universe or a model of possible outcomes, ignores and minimizes the effect of events that are "outside model". For instance, a simple model of daily stock market returns may include extreme moves such as Black Monday (1987), but might not model the breakdown of markets following the September 11 attacks of 2001. A fixed model considers the "known unknowns", but ignores the "unknown unknowns".

Taleb notes that other distributions are not usable with precision, but often are more descriptive, such as the fractal, power law, or scalable distributions and that awareness of these might help to temper expectations.[7]

Beyond this, he emphasizes that many events simply are without precedent, undercutting the basis of this type of reasoning altogether.

Taleb also argues for the use of counterfactual reasoning when considering risk.[8][9]
[edit] Taleb's Ten Principles for a Black Swan Robust World

Taleb enumerates ten principles for building systems that are robust to Black Swan Events:[10]

1. What is fragile should break early while it is still small. Nothing should ever become Too Big to Fail.
2. No socialisation of losses and privatisation of gains.
3. People who were driving a school bus blindfolded (and crashed it) should never be given a new bus.
4. Do not let someone making an "incentive" bonus manage a nuclear plant – or your financial risks.
5. Counter-balance complexity with simplicity.
6. Do not give children sticks of dynamite, even if they come with a warning.
7. Only Ponzi schemes should depend on confidence. Governments should never need to "restore confidence".
8. Do not give an addict more drugs if he has withdrawal pains.
9. Citizens should not depend on financial assets or fallible "expert" advice for their retirement.
10. Make an omelette with the broken eggs.

--

Teori Angsa Hitam

Sebuah angsa hitam, anggota spesies, Cygnus atratus, yang tetap didokumentasikan sampai abad kedelapan belas

Teori Black Swan digunakan oleh Nassim Nicholas Taleb untuk menjelaskan keberadaan dan terjadinya dampak tinggi, sulit memprediksi, dan peristiwa langka yang berada di luar wilayah harapan normal. Berbeda dengan masalah "filosofis angsa hitam", "Black Swan Teori" (dikapitalisasi) hanya merujuk kepada kejadian tak terduga besarnya besar dan konsekuensi dan peran dominan mereka dalam sejarah. peristiwa tersebut dianggap outlier ekstrim.

Perlu dicatat bahwa dalam tulisan-tulisannya, Taleb tidak pernah menggunakan istilah "Teori Angsa Hitam", melainkan, ia merujuk kepada "Black Swan Events" (dikapitalisasi).

Black Swan Acara digambarkan oleh Nassim Nicholas Taleb pada tahun 2007 bukunya, The Black Swan. Taleb menganggap hampir semua penemuan-penemuan ilmiah besar, peristiwa sejarah, dan prestasi artistik sebagai "angsa hitam" - tidak diarahkan dan unpredicted. Dia memberikan kebangkitan Internet, komputer pribadi, Perang Dunia I, dan 11 September 2001 serangan sebagai contoh Acara Black Swan.

Angsa hitam Istilah ekspresi Latin - referensi yang tertua adalah dalam ungkapan penyair Juvenal bahwa "seseorang yang baik adalah sebagai langka sebagai angsa hitam" ("yg luar biasa di Terris nigroque simillima cygno", 6,165). [1] adalah ekspresi umum di London abad ke-16 sebagai pernyataan yang menjelaskan ketidakmungkinan, berasal dari anggapan dunia lama yang 'semua angsa harus menjadi putih', karena semua catatan sejarah angsa melaporkan bahwa mereka telah bulu putih [2]. Dalam konteks itu, angsa hitam adalah sesuatu yang tidak mungkin, atau dekat tidak mungkin dan tidak bisa ada. Setelah penemuan angsa hitam di Western Australia [3] di 1697, oleh ekspedisi yang dipimpin oleh penjelajah Belanda Willem de Vlamingh di Swan River, istilah bermetamorfosa untuk berarti bahwa tidak mungkin dirasakan kemudian dapat ditemukan ada. Taleb mencatat bahwa, menulis pada abad ke-19, John Stuart Mill menggunakan angsa hitam kekeliruan logis sebagai istilah baru untuk mengidentifikasi pemalsuan, tetapi hanya menggambar pada ekspresi London.

Menulis dalam New York Times, Taleb menegaskan:

Apa yang kita sebut di sini Black Swan (dan memanfaatkan itu) adalah sebuah acara dengan tiga atribut berikut. Pertama, adalah sebuah outlier, karena terletak di luar wilayah harapan biasa, karena tidak ada di masa lalu meyakinkan dapat menunjukkan kemungkinannya. Kedua, ia membawa dampak ekstrim. Ketiga, meskipun status outlier nya, sifat manusia membuat kita menyusun penjelasan untuk kejadian setelah kenyataan, sehingga dijelaskan dan diprediksi. Aku berhenti dan meringkas triplet: langka, dampak ekstrim, dan retrospektif (meskipun tidak calon) prediktabilitas. Sejumlah kecil Black Swans menjelaskan hampir segala sesuatu dalam dunia kita, dari keberhasilan ide-ide dan agama, dengan dinamika peristiwa sejarah, unsur-unsur dari kehidupan kita sendiri pribadi. [4]

[Sunting] Mengatasi Black Swan Acara

Gagasan utama dalam buku Taleb adalah untuk tidak berusaha memprediksi Black Swan Peristiwa, tetapi untuk membangun ketahanan terhadap dampak negatif yang terjadi dan dapat memanfaatkan yang positif. Taleb berpendapat bahwa bank-bank dan perusahaan perdagangan sangat rentan terhadap Peristiwa Black Swan berbahaya dan terkena kerugian luar yang diperkirakan oleh model cacat mereka.

Taleb menyatakan bahwa Black Swan Event tergantung pada pengamat-menggunakan contoh sederhana, apa mungkin Black Swan kejutan untuk kalkun bukan Black Swan kejutan untuk daging-maka tujuannya harus untuk "menghindari kalkun" oleh mengidentifikasi bidang kerentanan untuk "mengubah Swans Hitam putih".
[Sunting] Mengidentifikasi Event Black Swan

Berdasarkan kriteria penulis:

1. Acara ini merupakan kejutan (untuk pengamat).
2. Acara ini memiliki dampak yang besar.
3. Setelah fakta, acara ini dirasionalisasi oleh belakang, seakan sudah diharapkan.

[Sunting] Pendekatan Epistemologis

angsa hitam Taleb adalah berbeda dari versi filosofis sebelumnya masalah, khususnya dalam epistemologi, karena menyangkut suatu fenomena dengan sifat empiris dan statistik tertentu yang dia sebut, "kuadran keempat" [5 masalah] Taleb adalah. keterbatasan tentang epistemis di beberapa bagian dari area yang tercakup dalam pengambilan keputusan. Keterbatasan ini ada dua: filsafat (matematika) dan empiris (manusia epistemis bias diketahui). Masalah filosofis adalah tentang penurunan pengetahuan ketika datang ke peristiwa langka seperti ini tidak terlihat dalam contoh masa lalu dan karena itu memerlukan kuat apriori, atau apa yang dapat memanggil suatu teori ekstrapolasi; sesuai kejadian lebih dan lebih bergantung pada teori setelah masa probabilitas kecil. Pada kuadran keempat, pengetahuan baik pasti dan konsekuensi yang besar, membutuhkan ketahanan yang lebih.

Sebelum Taleb [6], orang-orang yang berurusan dengan gagasan yang mustahil, seperti Hume, Mill, dan Popper terfokus pada masalah induksi dalam logika, secara khusus, yaitu menarik kesimpulan umum dari pengamatan khusus. Taleb's Event Black Swan memiliki atribut pusat dan unik, dampak tinggi. Klaimnya adalah bahwa hampir semua peristiwa konsekuensial dalam sejarah datang dari manusia namun tak terduga-kemudian meyakinkan diri bahwa peristiwa-peristiwa yang dijelaskan di belakang (bias).

Satu masalah, berlabel kesalahan ludis oleh Taleb, adalah keyakinan bahwa keacakan tidak terstruktur ditemukan dalam kehidupan mirip dengan keacakan terstruktur ditemukan dalam permainan. Ini berasal dari asumsi bahwa yang tak terduga dapat diprediksi oleh ekstrapolasi dari variasi dalam statistik berdasarkan observasi masa lalu, terutama ketika statistik ini dianggap mewakili sampel dari sebuah kurva berbentuk lonceng. Keprihatinan ini seringkali sangat relevan di pasar keuangan, dimana pemain utama menggunakan nilai pada model risiko, yang berarti distribusi normal, meskipun kembali pasar biasanya memiliki distribusi lemak ekor.

Secara umum, teori keputusan, berdasarkan alam semesta tetap atau model hasil yang mungkin, mengabaikan dan meminimalkan efek peristiwa yang "model di luar". Sebagai contoh, sebuah model sederhana dari pengembalian pasar saham harian mungkin termasuk bergerak ekstrim seperti Black Monday (1987), tetapi tidak mungkin model keruntuhan pasar menyusul serangan 11 September 2001. Model tetap mempertimbangkan "tidak diketahui diketahui", tetapi mengabaikan "yang tidak diketahui tidak diketahui".

Taleb mencatat bahwa distribusi lain tidak dapat digunakan dengan tepat, tetapi sering lebih deskriptif, seperti hukum, kekuasaan fraktal, atau distribusi scalable dan bahwa kesadaran ini bisa membantu marah harapan. [7]

Selain ini, dia menekankan bahwa cukup banyak kegiatan yang tanpa preseden, meremehkan dasar dari jenis penalaran sama sekali.

Taleb juga berpendapat untuk penggunaan penalaran kontrafakta ketika mempertimbangkan risiko. [8] [9]
[Sunting Sepuluh] Taleb's Prinsip untuk Black Swan Handal Dunia

Taleb menyebutkan sepuluh prinsip untuk membangun sistem yang kuat untuk Black Swan Acara: [10]

1. Apa yang rapuh yang harus istirahat lebih awal sementara masih kecil. Tidak pernah harus menjadi Terlalu Besar untuk Gagal.
2. Tidak ada sosialisasi privatisasi kerugian dan keuntungan.
3. Orang-orang yang mengendarai bus sekolah menutup mata (dan jatuh itu) tidak boleh diberikan bus baru.
4. Jangan biarkan seseorang membuat insentif "" bonus mengelola pembangkit nuklir - atau risiko keuangan Anda.
5. Counter-balance dengan kompleksitas kesederhanaan.
6. Jangan memberi anak-anak batang dinamit, bahkan jika mereka datang dengan peringatan.
7. Hanya skema Ponzi harus tergantung pada kepercayaan. Pemerintah seharusnya tidak perlu "mengembalikan kepercayaan".
8. Jangan memberikan pecandu obat-obatan lebih banyak jika ia sakit penarikan.
9. Warga tidak boleh bergantung pada aset keuangan atau sempurna "ahli" saran untuk pensiun mereka.
10. Membuat omelet dengan telur rusak.

--

Otak manusia sangatlah kompleks dan merupakan sumber dari semua perasaan, perilaku, pengalaman, serta gudang dari memori dan kesadaran. Tapi apa benar manusia hanya menggunakan 10 persen dari otaknya?

Otak sangat misterius, dan satu tambahan misteri lainnya adalah asumsi bahwa manusia hanya menggunakan 10 persen dari otaknya. Dan jika setiap orang bisa memanfaatkan 90 persen otak lainnya, mungkin semua orang dapat menjadi ilmuwan dan memiliki kekuatan telekinetik.

"Meskipun ide yang menarik, 'mitos 10 persen' sangat tidak benar, dan sangat menggelikan," ujar Barry Gordon, ahli saraf di Johns Hopkins School of Medicine di Baltimore, seperti dilansir dari ScientificAmerican, Rabu (12/5/2010).

Menurut Gordon, mitos berasal dari konsep-konsep orang tentang otaknya sendiri. Kelompok ini melihat kekurangan dirinya sebagai bukti bahwa materi abu-abu (korteks otak yang berisi sel saraf tubuh) belum maksimal dimanfaatkan.

Ini adalah asumsi yang salah. Mungkin benar, pada saat-saat tertentu dalam hidup seseorang, seperti pada saat beristirahat dan rileks hanya menggunakan hanya 10 persen dari otak. Tapi ini tidak berlaku untuk kondisi lainnya.

"Ternyata kita menggunakan hampir setiap bagian otak, dan kebanyakan otak aktif hampir sepanjang waktu. Otak merupakan 3 persen dari berat badan dan memerlukan 20 persen dari energi tubuh," tambah Gordon.

Berat rata-rata otak manusia sekitar 3 pound (1,3 kg) dan terdiri dari otak besar, otak kecil dan batang otak.

Otak besar merupakan merupakan porsi terbesar dan melakukan semua fungsi kognitif yang lebih tinggi. Otak kecil bertanggung jawab untuk fungsi-fungsi motorik, seperti koordinasi dan keseimbangan gerakan. Dan batang otak didedikasikan untuk fungsi bernapas.

Sebagian besar energi yang dikonsumsi otak merupakan kekuatan awal untuk memicu penembakan jutaan neuron (saraf) agar bisa berkomunikasi satu sama lain. Para ilmuwan berpikir bahwa penembakan saraf dan koneksi tersebut yang menimbulkan fungsi otak lebih tinggi.

Dan energi yang tersisa digunakan untuk mengendalikan aktivitas lain yang tidak disadari seperti denyut jantung, maupun yang disadari seperti mengendarai mobil.

Meskipun benar bahwa setiap saat semua bagian otak tidak tertembak secara bersamaan, tetapi peneliti menggunakan teknologi pencitraan otak untuk menunjukkan bahwa otak sama halnya dengan otot-otot tubuh, yang terus aktif selama 24 jam.

"Bukti menunjukkan bahwa manusia menggunakan 100 persen otak," ujar John Henley, seorang ahli saraf di Mayo Clinic di Rochester, Minn.

Bahkan menurut Henley, dalam keadaan tidur sekalipun, ada bidang-bidang otak yang tetap aktif, seperti korteks frontal yang mengontrol hal-hal pada level tinggi seperti berpikir dan kesadaran diri, atau wilayah somatosensori yang membantu orang mengenali lingkungan sekitar.

Sebagai contoh sederhana pada saat kita menuangkan kopi di pagi hari, bagian otak yang aktif adalah lobus oksipital dan parietal, motorik sensorik dan korteks motorik sensorik, basal ganglia, otak kecil dan lobus frontal. Aktivitas saraf hampir terjadi di seluruh otak dalam jangka waktu hanya beberapa detik.

"Hal ini bukan berarti bahwa jika otak rusak, kita tidak dapat melakukan tugas sehari-hari," ujar Henley.

Ia menuturkan bahwa seseorang yang mengalami luka di otak atau sebagian otaknya telah dihapus, masih bisa hidup dengan cukup normal. Tetapi ini karena otak memiliki cara berkompensasi dan memastikan bahwa bagian otak yang tersisa bisa mengambil alih tugas aktivitas.

1 komentar:

  1. Setelah membaca artikel ini saya lebih bersemangat lagi memulai bisnis.. Trima kasih ya, gan.. salam dari tips bengkel

    BalasHapus