Minggu, 02 Mei 2010

Ramuan obat krisis ala G-20 dan IMF


Oleh: Dewi Astuti
Untuk pertama kalinya, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral kelompok negara G-20 dan Dana Moneter Internasional (IMF) meracik resep untuk mengakhiri krisis global secara bersama dalam satu acara.

Dalam acara Spring Meeting Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC, AS, akhir pekan lalu, aura optimisme untuk mengakhiri krisis dan mempercepat serta meratakan pemulihan ekonomi dunia sangat kental terasa.

Mungkin salah satu optimisme dapat dilihat dari penaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2010 oleh IMF dari 3,9% menjadi 4,2%.

IMF bersama para menteri keuangan serta gubernur bank sentral G-20 bersama-sama menegaskan pemulihan ekonomi telah berjalan lebih cepat dari perkiraan. Hanya saja, pemulihan belum begitu kuat dan belum merata di semua negara. Sektor keuangan dunia juga dinilai masih rapuh.

Merujuk pada kondisi global tersebut, G-20 dan IMF sepakat untuk mengusung dan mempertahankan ide multilateralisme dan koordinasi kebijakan agar dunia bisa keluar secara total dari krisis dan mencegah terulangnya krisis serupa pada masa datang.

Dari hasil pertemuannya, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral yang mewakili 20 ekonomi terbesar di dunia itu menyepakati sejumlah anjuran kebijakan. Yang utama adalah penerapan exit strategy dengan segera dan secara kredibel.

Exit strategy merupakan upaya atau kebijakan pemerintah suatu negara dalam menghindari situasi krisis. Kebijakan yang ditempuh termasuk pemberian stimulus fiskal dan/atau moneter secara besar-besaran.

Dalam sistem keuangan, mereka menekankan perlunya reformasi regulasi bidang keuangan melalui peningkatan standar modal yang lebih kuat, dilengkapi dengan insentif yang jelas untuk memitigasi praktik pengambilan risiko yang berlebihan.

Terkait dengan hal itu, mereka berkomitmen sebelum akhir 2010 sudah harus ada kesepakatan atas aturan-aturan internasional untuk memperbaiki kuantitas dan kualitas modal perbankan dan menghindari leverage yang berlebihan.

Masih dari sektor keuangan, G-20 juga menekankan anjuran kebijakan lain, a.l. pentingnya memiliki standar akuntansi global yang berkualitas tinggi dan implementasi standar internasional terkait dengan praktik kompensasi.

Di lain sisi, di bawah kepemimpinan Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn, lembaga multilateral juga mengusung reformasi sektor keuangan, yakni dalam hal aturan-aturan likuiditas dan permodalan perbankan, pengawasan regulasi keuangan, serta pengenaan dua jenis pajak pada sektor perbankan.

Dari sejumlah anjuran yang diberikan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20 serta IMF, tak banyak argumen yang muncul terkait dengan penerapan kebijakan exit strategy. Pasalnya, G-20 cukup hati-hati dengan menyatakan bahwa kebijakan itu tidak dipukul rata.

Dalam konteks makroekonomi, kondisi pemulihan ekonomi yang kecepatannya berbeda-beda di tiap negara, respons kebijakan diyakini akan lebih baik diambil bila menyesuaikan dengan kondisi masing-masing negara.

Di negara dengan situasi pertumbuhan ekonominya masih sangat bergantung pada dukungan kebijakan pemerintah, stimulus fiskal dan moneter masih perlu dipertahankan agar permintaan sektor swasta bisa pulih.

Kontroversi pajak

Yang paling kontroversial muncul dari usulan IMF terkait dengan pengenaan dua jenis pajak baru di sektor perbankan. Usulan IMF yang diajukan ke G-20 itu pada dasarnya ditujukan untuk menjamin bahwa bank berkontribusi secara adil untuk mengompensasi risiko yang mereka akibatkan pada perekonomian.

Dalam proposalnya, jenis pajak pertama yang disebut financial stability contribution (FSC), didesain untuk meningkatkan dana cadangan untuk dana talangan setiap perusahaan perbankan yang gagal sebelum mereka mengganggu seluruh sistem keuangan global.

Tarif pajak yang dikenakan setara dengan 10%-20% atas dasar nilai kewajiban (liability), termasuk derivatif dan mengecualikan deposito yang dijaminkan.

Target IMF adalah akan ada dana cadangan antara 2% dan 4% dari PDB setiap negara. Berdasarkan jumlah PDB dunia saat ini, target itu setara dengan nilai dana hampir US$2 triliun.

Pajak kedua, financial activities tax (FAT). Jenis pajak ini akan dikenakan sebagai pajak tambahan atas laba bank dan gaji bankir. IMF mengalkulasikan penerapan pajak tambahan ini dapat menghasilkan dana baru setidaknya 0,5% dari PDB dunia per tahun.

Yang sempat menjadi pertanyaan berbagai pihak, termasuk kalangan jurnalis ekonomi yang turut meliput pertemuan G-20 dan IMF di Washington DC akhir pekan lalu, adalah apakah ide dua pajak baru untuk dunia perbankan itu bisa dijalankan? Selain itu, apakah akan cukup banyak mendapat dukungan pemerintah negara di dunia?

Dalam sebuah kolom majalah Forbes, Direktur Tax Research UK Richard Murphy menilai ide baru terkait dengan pajak perbankan itu akan menghadapi kesulitan dalam hal penarikannya. Kesulitan penarikan pajak FSC salah satunya disebabkan oleh tidak adanya kesepakatan atas basis valuasi untuk kewajiban perbankan.

Pengenaan pajak FAT juga dinilai memiliki banyak kesulitan. Masalah terbesarnya adalah jika bank mulai menghasilkan laba lagi, mereka punya sejumlah kerugian pajak yang harus diatasi sebagai hasil krisis beberapa tahun lalu.

Artinya, katanya, akan ada kekurangan suplai laba yang dikenakan pajak di bank. Selain itu, hampir pasti bank akan mengurangi gaji karyawan jika pajak tambahan dikenakan kepada perusahaan.

Meski terlihat sulit diterapkan dan masih diperdebatkan oleh kalangan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20, Kahn mengklaim sejumlah negara maju, seperti AS dan Eropa telah menunjukkan dukungan.

Namun barangkali, resep obat untuk menghilangkan rasa sakit tidak perlu ditelan mentah-mentah kalau memang terlalu pahit.

Seperti diutarakan Menteri Keuangan Kanada Jim Flaherty: "Kenyataannya adalah setiap negara memiliki pengalaman di sektor keuangan yang berbeda." (dewi.astuti@bisnis.co.id)


--



Tips Kelola Finansial
Di saat seperti ini dimana kehidupan ekonomi bagi sebagian orang kian berat kita mesti pintar dalam mengelola keuangan pribadi kita.



Tujuan pengelolaan keuangan pribadi bermanfaat antara lain :

* mengurangi pemborosan dalam pembelanjaan
* mengasah intelegensia financial
* memberi kepuasan karena telah berprestasi mengendalikan keuangan.
* memberi output berupa investasi


Bila kita bekerja atau berbisnis sebagian orang selalu saja merasa kekurangan uang dan seolah kita terlalu terlilit dalam lingkaran hutang yang mana kita merasa tidak memiliki kendali atasnya.



Point penting PERTAMA yang mesti kita ketahui adalah : BERAPAPUN BANYAKNYA UANG YANG KITA TERIMA AKAN SELALU HABIS bila kita tidak bisa mengelolanya.



Pernah dengar kisah seorang ahli perencana keuangan yang telah melihat berbagai laporan keuangan pribadi nasabahya dan menyatakan bahwa uang banyak tidak menjamin kondisi financial sehat.

Si ahli ini mengisahkan contoh 2 orang dengan kondisi yang sangat berbeda.



Kisah pertama dokter yang memiliki 5 klinik tetapi memiliki kondisi financial yang kurang baik misalnya: biaya belanja istrinya yang terlalu besar padahal memiliki hutang besar untuk mobil mewahnya dan klinik yang satu hidup dari pembiayaan dari klinik yang lainnya dalam kondisi keuangan yang sangat rentan untuk bangkrut.



Sementara kisah berikutnya ada seorang guru yang sedikit malu membeberkan laporan keuangan pribadinya padahal setelah dilihat sangat sehat bahkan memiliki tabungan yang lumayan memadai. Kriteria sehat disini antara lain hutang maksimal 1/3 penghasilan, pengeluaran tercatat dengan baik, memiliki tabungan yang merupakan bagian dari perencenaan keuangannya.



Oleh sebab itu pengelolaan keuangan sangatlah penting.Tetapi memang ada beberapa hal yang merupakan paradigma dasar yang mesti dirubah dan terkadang merupakan hal yang sangat sulit bagi orang kebanyakan.



Tetapi disini saya akan mencoba menyederhanakannya sebagai bentuk tips.



PARADIGMA PERTAMA

Banyak uang berarti kondisi finansial baik. Ini salah . Uang adalah sesuatu yang dapat memberikan perubahan. Perubahan itu bisa buruk BILA KITA MEMBELI ASET YANG MENGAKIBATKAN LIABILITAS (Kewajiban : hutang atau pengeluaran) .

Contoh : Kita beli mobil , mobilnya rusak terus berakibat biaya.Perubahan itu baik bila membeli ASET YANG DAPAT MEMBERI PEMASUKAN (Positif and Passive Income). Contohnya membeli bisnis yang menguntungkan, property yang menghasilkan pendapatan pasif. Sedikit mengenai property .

Donald Trumph mengatakan: RAWATLAH PROPERTI ANDA MAKA PROPERTI ANDA AKAN MERAWAT ANDA. Paradigma orang kebanyakan "Ah entarlah rumah direnov kalo dah mo dijual.Sekrang biarin aja" .Tidak ada niat untuk dirawat .Tidak ada niat untuk disewakan untuk memberi pemasukan pasif.

PARADIGMA KEDUA

Menabung adalah MENYISIHKAN penghasilan setelah semua kebutuhan terpenuhi. Ini salah.Karena menabung pada dasarnya bukanlah merupakan SISA melainkan ALOKASI UNTUK INVESTASI. Jadi Misalnya gaji kita Rp 1 juta. Kita habiskan untuk keperluan kita lalu ada sisa misalnya Rp 100ribu, baru kita tabung. Bila tidak ada ya sudah. Ternyata gaji kita sudah naik menjadi Rp 5 juta perbulan. Ternyata tidak ada sisa, yah sudah berarti TIDAK menabung.

SEHARUSNYA pola pikirnya dirubah bahwa TABUNGAN merupakan suatu ALOKASI BIAYA selayaknya alokasi biaya untuk sekolah anak, transport, belanja bulanan dan lain-lain. Jumlah alokasi yang layak menurut beberapa pakar adalah maksimal 20% DARI PENGHASILAN.

Tetapi untuk mengubah paradigma ini bukanlah hal yang mudah , bisa saya jamin apalagi bila anda sudah berpasangan dan memiliki pendapat yang berbeda mengenai hal ini.Pertanyaan utama klasiknya: Kalo memang gak ada sisa , Apa yang mau ditabung ?...



PARADIGMA KETIGA
KARTU KREDIT ADALAH TAMBAHAN PENGHASILAN. Begitu kartu kreditnya disetujui misalnya dengan batas kredit (credit limit) sebesar Rp 3 juta, maka dia memiliki uang tambahan sebesar Rp 3 juta yang siap untuk dibelanjakan.

Lebih parah lagi setelah menggunakan kreditnya dalam jumlah besar membayar hanya Minimum Payment (Pembayaran Minimumnnya). Padahal sisanya akan berbunga terus dan akan membebani keuangan anda di masa depan bila tidak mampu melunasinya.


SEHARUSNYA : KARTU KREDIT adalah ALAT MENUNDA MEMBAYAR. Contohnya setelah kita gesek, kita ada waktu 30 - 45 hari lagi untuk melunasinya.

Dalam bisnis ini bisa jadi alat yang baik untuk menunda membayar menunggu pembayaran dari pelanggan. Dan kartu kredit dapat memberi kemudahan berupa keamanan karena tidak perlu membayar secara tunai.Bagi Pebisnis, selisih waktu ini bisa digunakan utk menunda piutang
ke rekanan dan lain-lain.


ULTIMATE BELAJAREKONOMI TIPS :

KREDIT/HUTANG SEBAIKNYA MAKSIMAL 30% DARI PENGHASILAN, KREDIT sebaiknya untuk KREDIT PRODUKTIF(Good Debt) BUKAN KONSUMTIF (Bad Debt).
Bila melebihi siap siap mengalami kesulitan finansial.


PARADIGMA KEEMPAT

INVESTASI ADALAH JUDI. Investasi adalah mengalokasi uang pada hal tertentu yang menghasilkan pengembalian tanpa perhitungan dan berdasarkan ‘feeling’ dan ‘luck’. Salah. Yang demikian namanya SPEKULASI atau JUDI. Investasi didasarkan atas hal-hal yang bisa terukur, direncanakan dalam kondisi sadar dengan mempertimbangkan hal-hal fundamental atau didasarkan oleh analisa para ahli di bidangnya.

Contohnya : Investasi Saham bisa dilakukan dengan melihat laporan keuangan perusaahaan ,portfolio, performance dari management dan seterusnya. Demikian juga investasi untuk properti.

Investasi juga dapat dilakukan di dunia maya alias Internet, tetapi seperti pekerjaan lainnya, MESTI ADA KESERIUSAN dan TIDAK SETENGAH-SETENGAH. Tetapi berita gembiranya
bisnis online itu MUDAH DIPELAJARI dan DILAKSANAKAN , tinggal ikuti langkah-langkah dari yang BERPENGALAMAN. Bisa dibaca DISINI.



RUMUS 30 -30 - 20 - 20 (Ultimate BelajarEkonomi Tips)



Akhirnya kita masuk ke rumus untuk pengelolaan anggaran keuangan pribadi.Rumus ini adalah salah satu cara untuk menyelamatkan kondisi financial dengan melakukan alokasi /anggaran .

Bila asumsi penghasilan yang kita peroleh seluruhnya bernilai 100% , maka hendaknyalah :

30 % UNTUK HUTANG PRODUKTIF (Kredit Rumah,kartu kredit, kredit lainnya)

30 % PENGELUARAN UTAMA (Dapur,transport,biaya keluarga)

20 % UNTUK LIFESTYLE (Makan diluar/tamasya/pakaian dan aksesories)

20 % TABUNGAN (Tabungan bisa kelak dipakai untuk biaya tak terduga)



Selamat Berdisiplin dalam mengatur keuangan anda.


--


Tips Mengenal 15 Dosa Keuangan Wanita Menikah
Apr 2nd, 2009 | By admin | Category: Tips Gaya Hidup, Tips Keuangan
Your webmaster search is: tips finansial

1. Cuek Terhadap Keuangan Rumah Tangga. Mereka ini adalah tipe istri yang tutup mata terhadap harta kesayangan keluarga. Mereka lebih suka menyerahkan segala urusan keuangan rumah tangga kepada suami. Menurut Mike R. Sutikno, Managing Partner Mike Rini And Associates, seorang istri minimal harus mengetahui semua aset dan utang keluarga, termasuk utang suaminya. Para istri pun dianjurkan untuk tidak sembarangan menandatangani dokumen tanpa membaca dengan teliti isi dan perjanjian yang termuat di dalamnya. Hal ini untuk mengurangi risiko harta bawaan ikut tergadai, jika suami bangkrut atau terlilit hutang.

2. Kurang Adil Membagi Tugas dan Tanggung Jawab Keuangan. Ada tipe wanita menikah dan berkarir yang tidak mau rugi. Mereka merasa bahwa peghasilan bulanan adalah hak prerogatifnya yang bisa dipakai sesuka hati. Sementara, urusan nafkah rumah tangga sepenuhnya menjadi tanggung jawab suami. Menurut Mike, kalau memang suami mampu dan oke dengan pola keuangan seperti itu, tidak masalah. Tapi jika tidak, urusan bisa gawat. Suami yang jengkel, bisa menganggap istri tidak bisa menempatkan diri dan akhirnya berakibat ‘perang’. Untuk mencegah konflik ini,sebaiknya pasangan suami istri duduk bersama dan mengadakan komunikasi tentang keuangan keluarga. Jangan sampai ada salah satu pihak yang dirugikan.

3. Tidak Punya Penghasilan Sendiri. Sebagai wanita, memutuskan berhenti berkarir setelah menikah karena ingin total mengurus keluarga. Memang, semua ini adalah pilihan. Tapi di dunia ini tidak ada yang abadi. Bisa saja hari ini suami sehat, tahu-tahu tahun depan terkena stroke dan dia terpaksa berhenti bekerja. Menurut Mike, jikamemang ingin berhenti bekerja, sebaiknya wanita tetap mengasah skill yang dia miliki. Cobalah megelola aset yang ada seperti menyewakan apartment atau berwiraswasta dengan membuka usaha sampingan. Dengan begini, dunia Anda tidak sepenuhnya runtuh, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

4. Tidak Mengelola Rekening Pribadi. Wanita menikah umumnya merasa dirinya tidak perlu lagi punya rekening pribadi. Ia merasa sudah aman karena mempunyai rekening bersama suami. Hal ini sebenarnya kurang bijaksana karena bisa membuat wanita tersebut menjadi benalu dan tidak mandiri secara finansial. Lagi pula, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya perceraian atau suami meninggal, ia harus lebih banyak ‘belajar’agar bisa survive secara finansial.

5. Royal Untuk Keperluan Anak. Bukan rahasia lagi, kalau seorang ibu seringkali menjadi kurang realistis dalam memberikan fasilitas pendukung kegiatan anak. Padahal, menurut Mike, umumnya para ibulah yang membuat keputusan dalam menentukan sekolah, makanan atau perlengkapan si anak. Yang menjadi masalah, ibu-ibu ini keraptidak berpikit panjang. Enatah demi gengsi atau merasa anak adalah investasi jangka panjang, mereka memasukkan anak ke sekolah bertaraf internasional, membelikan perlengkapan sekolah yang mahal, atau makanan berkualitas terbaik yang harganya mencekik leher. Padahal, penghasilan keluarga yang pas-pasan. Mike mengingatkan, pola pikir tersebut kurang bijaksana. Pendidikan yang baik tiadk selalu harus mahal. Yang penting, sekolah tersebut punya mutu dan disiplin yang baik, serta mendukung kreativitas anak.

6. Hobi jadi Sinterklas. Sifat wanita yang senang menjaga hubungan, kerap membuatnya merasa bersalah jika hanya menghabiskan uang untuk dirinya sendiri. Banyak wanita menika akhirnya berubah menjadi ‘Sinterklas’ yang senang mengobrall hadiah. Saat membeli kue, misalnya, ia merasa kurang afdhal jika hanya membeli untuk suami dan anaknya. Ipar, mertua, orang tua, hingga adik pun masuk daftar. Bisa ditebak, uang pun ludes untuk aksi ‘amal’ yang tidak terlalu penting tersebut.

7. Menganggap Diri Bebas Tragedi. Betapapun roamntisnya Anda, tetap perlu diadari bahwa hidup dan cinta tidaklah abadi. Tidak ada yang tahu, berapa lanma cinta suami akan bertahan, atau sebaliknya.. Tidak ada pula yang tahu, kapan kematian menjemput. Perceraian atau ditinggal mati suami bukanlah sesuatu yang mustahil menimpa Anda. Karena itu, tidak da salahnya menyiapkan diri untuk mengantisipasi bencana dan hal-hal tak terduga dengn membuat perencanaan keuangan pribadi.

8. Kurang Paham Harta Bawaan Atau Harta Bersama. Realistis sajalah. Risiko terburuk pernikahan bukan hanya perceraian, tetapi juga kematian. Nah, kalau Anda seorang istri yang benar-benar ‘buta’ akan pemisahan harta bawaan dan harta bersama, bisa-bisa Anda dan anak menjadi korban. Belajar untuk memahmi bagian yang menjadi hak Anda dan anak-anak, tidak pamali. Tak jarang, uang dan warisan yang segunung malah bisa memicu ‘perceraian’keluarga besar, karena -siapa tahu- ada pihak yang gelap mata demi keuntungan sendiri.

9. Tidak Memilki Rekening Pensiun Sendiri. Kalau Anda wanita menikah dan masih tetap bekerja, hal ini tidak menjadi masalah. perusahaan tempat Anda bekerja akan mengatur seluk beluk rekening pensiun Anda. Tapi, jika Anda berwirausaha atau total menjadi ibu rumah tangga, Anda juga harus waspada untuk ’sedia payung sebelum keriput’. Ke mana harus pergi mengurus rekening pensiun anda? Mike menyarankan 2 lokasi, yakni bank dan perusahaan asuransi. Nah, ke sanalah Anda harus pergi…

10. Tidak Memahami Klaim Asuransi. Zaman sekarang, asuransi memang telah menjadi kebutuhan.Wanita menikah seharusnya tidak hanya memiliki polis asuransi, tapi juga paham aturan mainnya. Menurut mike, wanita menikah minimal harus mengerti risiko yang akan ditanggung perusahaan asuransi dan bagaimana prosedur klaimnya. Pastikan menyimpan semua copy dokumen yang berkaitan, misalnya kuitansi obat, dokter, atau rumah sakit.

11. Menganggap Urusan Keuangan Bukan Wilayah Kekuasaan Wanita. Tahuka Anda bahwa rata-rata harapan hidup wanita lebih lama daripada pria? Anda jelas tidak mau kan, jika di masa lansia nanti, keuangn Anda terpuruk dan harus hidup dari belas kasihan orang lain karena suami telah tiada.

12. Terlalu Fokus Pada Satu Produk Investasi. Sebaiknya wanita harus menetapkanterlebih dahulu tujuannya berinvestasi. Wanita juga harus menyadari bahwa investasi adalah sebuah proses. Jangan sampai, setelah memilih produk investasi, lantas merasa urusan sudah beres.

13. Mengaggap Investasi Harta Harus Dimulai Dengan Jumlah Besar. Rumus penting berinvestasi adalah : lakukan sekarang juga dan jangan tunda lebih lama. Jangan takut mulai berinvestasi hanya karena merasa punya uang terbatas.

14. Memilih Sebuah produk Investasi Agar Dianggap Gaul. Kalau Anda memang tidak mengerti tentang saham atau komoditas, jangan ikut-ikutan terjun kesana hanya supaya tidak’terlempar’ dari genggaul Anda. Sesuaikan produk investasi dengan karakter pribadi Anda. Bahkan, cara tradisional seperti arisan pun bisa dijadikan pilihan. Kalau masih bingung,berkonsultasilah pada pakarnya, yakni financial planner (manajer investas, personal banker, hingga agen asuransi).

15. Berprinsip, Hidup Hanya Untuk Hari Ini. Menabung dan Berinvestasi Kapan-Kapan Saja. Mulailah untuk menjadikan tabungan dan investasi sebagai bagian dari pengeluaran rutin, bahkan menjadi gaya hidup Anda.


--


Tips Cinta Romantis Dengan 25 Ide Kreatif
Apr 3rd, 2010 | By admin | Category: Tips Gaya Hidup, Tips Hubungan

Memang, lelaki agak sulit untuk menerima maupun memberi perlakuan romantis. Jadi, tidak heran kalau perlakukan yang Anda berikan padanya dengan sepenuh hati terkadang membuatnya ‘ketakutan’. Nah, supaya Anda memenangkan hatinya tanpa membuatnya khawatir dan sibuk menebak-nebak apa maksudnya, tindakan cinta yang tidak terlalu ekstrem adalah satu-satunya cara yang pas. Berikut ini adalah Tips dan Trik para wanita kreatif dengan 25 ide romantisnya untuk menggaet hati pasangannya:

1. “Suami saya terbiasa dengan makanan rumah, sedangkan saya tidak bisa memasak sendiri. Jadi, kadang-kadang saya akan menelepon ibu mertua dan bertanya tentang resep favorit suami saya dan memberi kejutan padanya.” (Mita, 27)

2. “Saya merekam lagu-lagu favoritnya di dalam kaset. Kemudian, diam-diam saya memasukkannya ke dalam tape mobilnya. Jadi, kalau dia berangkat ke kntor, kaset sayalah yang akan didengarnya pertama kali.” (Diandra, 25)

3. “Kalau kami sedang berada di tempat umum dan ingin mengucapkan ‘I love you’, kami berdua akan meremas dengan lembut tangan masing-masing sebayak 3 kali. Saya sangat terharu, apalagi kalau dia yang meremas tangan saya duluan.” (Diva, 20)

4. “Pacar saya mengaku sangat senang apabila tiba-tiba memelukanya dari belakang saat kami sedang jalan-jalan. Dia bilang, tindakan saya mengingatkannya bahwa saya satu-satunya orang di dunia ini yang diinginkannya.” (Lita,28)

5. “Saya suka kesal dengan sifat suami saya yang kebanyakan bercanda. Suatu kali, setelah kami menonton film austin powers, dia tidak akan berhenti mengucapkan, ‘Yeah, baby!’ dan semua kata-kata kocak. Dia menganggap tindakannya lucu, tapi menurut saya tidak. Suatu malam, dia kelihatan capek sekali saat pulang kantor. Saya berusaa menghiburnya dengan mengikuti aksen lucu Austin Powers. Akhirnya selesai tertawa, dia mengatakan bahwa dia sangat mencintai saya.” (Dona, 30)

6. “Waktu kami mulai berkencan, kami sama-sama malu kalau ingin berciuman. Akhirnya di kencan kami yang ketiga, saya mengambil inisiatif untuk memulai perang gelitik. Setelah tertawa habis-habisan, kami saling bepelukan dan mulailah sesi berciuman yang romantis” (Linda, 28)

7. “Tunangan saya senang sekali kalau saya membelai kepalanya. Dia bilang tindakan saya membuatnya sangat rileks. Yang paling disukainya, saya selalu tahu saat-saat dia sangat membutuhkan belaian saya. Dia sering berkata, kalau ini adalah tanda bahwa kami memang jodoh.” (Aura, 31)

8, “Saya punya cara rahasia utuk mengatakan ‘I Love you’ pada pacar saya kalau kami berdua sedang jalan bersama teman-teman. Saya menatapnya dan menggosok ujung hidung saya denganjari telunjuk. Dia pasti sangat mengahrgainya, karena baru-baru ini saat dia meberi ceramah di depan orang banyak, dia menatap saya sambil menggosok ujung hidungnya. Romantis, ya?” (Lisa, 26)

9. “Saya adalah tipe perempuan yang tidak rela membuang barang-barang bekas yang sebenarnya sudah tidak layak pakai. Makanya, pacar saya menganggap bahwa kelakuan saya aneh tapi lucu waktu saya menolak untuk membuang atau mengembalikan kaus kesayangannya yang saya pinjam saat pertama kali berkencan. Setiap saya becerita saya mengenakan kaosnya untuk tidur semalam, dia kana menggoda saya sambil bertanya,’bukankan sudah saaatnya kamu membuang kaus tua itu?’ Dia hanya tersenyum lebar kalau saya terus-terusan membantahnya karena nilai sentimentil kaus tersebut.” (Arumi, 29)

10. “Saya berusaha untuk membuat pacar saya merasa seperti anak kecil lagi. Misalnya, dia mengaku kalau Flash Gordon adalah film favoritnya saat dia masih SD. Pertamanya, sulit juga mencari video film itu, tapi akhirnya saya sukses menemukannya di internet. Waktu saya memberikan video tersebut padanya, dia memeluk saya dan mengatakan bahwa saya adalah pacar yang paling oke sejagad.” (Wulan, 26)

11. “Pacar saya paling senang melihat leher saya. Jadi, saat kami berkencan, saya akan melepaskan, lalu mengikat kembali rambut saya. Seperti permainan saja. Dia tahu kalau saya melakukannya untuk menggodanay dan mengatakan bahwa rahasia di antara kami berdua ini membuatnya merasa semakin dekat pada saya.” (Syahrini, 23)

12. “Pacar saya adalah tipe intelek. Jadi, dia senang sekali kalau saya memakai kacamata, terutama saat saya membaca buku sambil menggigit bolpen. Dia bilang kalau saya kelihatan pintar dan seksi.” (Julia, 25)

13. “Saya sering pura-pura lupa untuk mengambil sweater dari mobilnya setiap kali kami pulang berkencan. Setibanya di rumah dia kaan menelepon dan mengatakan pada saya bahwa dia senang sekali menghirup aroma parfum dari sweater saya. Malah sweater saya sering jadi teman tidurnya loh!”(Dina, 21)

14. “Suami saya hampir setiap hari kerja lembur, karena memang tuntutannya sebagai seorang staf IT di suatu perusahaan. Terkadang dalam hati kecil saya seringkali ingin dia segera pulang. Namun kalau saya telepon, takut mengganggu pekerjaannya. Pada suatu ketiaka, ketika sya benar-benar merasa kangen padanya, saya mengirimkan sms yang isinya, ‘Pa, masih lama pulangnya? Kalau cepet, nanti dapat bonus deh!’ Bonus yang dimaksud disini adalah hubungan intim dengan gaya sesuai dengan fantasinya. Akhirnya, setiapkali akan pulang cepa, dia selalu mengirim sms yang isinya, ‘Ma, masih dapat bonus kan?’. Lucu ya?” (Jasmine, 24)

15. “Kalau aya membuat kue dadar untuk suami, say akan membuatkannya dalam bentuk hati. Saya tahu dia menganggapnya cute karena kalau saya hanya membuat bentuk bulat, dia kelihatan kesal dan bertanya, ‘Mana kue dadar spesial saya?’” (Kristi, 26)

16. “Saya belajar memainkn lagu favorit pacar saya dengan piano. Waktu saya memainkan untuknya, dia langsung memeluk saya dan menyatakan cintanya.”(Vivi, 25)

17. “Kadang, saya membuatkan roti lapis (sandwich) untuk bekal makan pagi suami saya dan menggigit ujungnya sedikit saja, supaya dia ingat kepada saya saat dia menikmatinya. Esok harinya, saya membuka bekal makan pagi saya di kantor dan dia menggigit ujung rotinya. Jadi, saya tahu bahwa dia sudah menangkap pesan saya.” (Maria, 25)

18. “Suatu malam, suami saya pulang dengan wajah kesal dan mengeluh tentang pekerjaannya yang melelahkan jadi, setelah dia tidur, diam-diam saya meninggalkan pesan suportif di voice mail kantornya, supaya dia dapat mendengarkannya pagi-pagi sekali. Setelah dia mendengarnya dia mengatakan pada saya, bahwa saya bukan hanya membuat harinya cerah, tapi juga seluruh hidupnya.” (Ema, 26)

19. “Pacar saya adalah maniak komputer. Mungkin dia sudah menikahi laptopnya kalau dia bisa. Jadi, saya sering menggodanya dengan kata-kata berbau teknis saat berduaan dengannya. Misalnya, saya akan membisikkan kata-kata seperti CD ROM atau 25 giga di telinganya. Kami berdua lalu tertawa terbahak-bahak.” (Yeni, 28)

20. “Lebaran tahun lalu, pacar saya pulang kampung selama 2 minggu. Saya tau kalau saya tidak bisa sering-sering meneleponnya, jadi saya membuat semacam booklet cinta kecil untuknya. Saya menulis pesan setiap hari tentang perasaan cinta saya kepadanya. Dia mengatakan pada saya, kalau dia menghargai usaha saya. Tapi, saya baru sadar bahwa dia sangat menghargainya, sampai suatu saat saya pergi keluar kota dan menemukan booklet cinta kecil darinya dalam koper saya.” (Dinda,27)

21. “Pacar saya adalah seorang aktor teater. Dia sering mendapatkan peran-peran kecil.Atau dia akan mendapatkan peran-peran besar dalam pertunjukan yang kurang menarik atau aneh. Tapi, saya berusaha di setiap pertunjukannya untuk menjadi salah seorang penonton atau fans yang berada disana baginya. biasanya, dia akan memberi saya bunga sebagai ucapan terima kasihnya karena dia sudah menjadi penggemar nomor satunya.” (Susan, 23)

22. “Suami saya adalah pekerja yang tergantung pada shift. Suatu kali dia mendapatkan jadwal kerja pagi dan harus muncul di kantorpukul 05:30. Dia kesal sekali, karena harus bangun pagi. saya berusaha menghiburnya dengan cara bangun jauh lebih pagi, menyiapkan sarapannya dan makan bersamanya. Hal ini selalu membuatnya tersenyum walaupun dengan wajah masih ngantuk.” (Yuli, 28)

23. “Pacar saya sering mendapatkan kertas teguran yang diselipkan di kaca mobilnya karena salah parkir. Jadi, suatu hari saya iseng menyelipkan surat cinta di mobilnya. Dia sempat kaget karena pikirnya, dia mendapatkan kertas teguran lagi. Setelah di amembacanya, dia baru tersenyum simpul, lalu mengatakan bahwa inilah hal yang yang paling kreatif yang pernah dilakukan oleh seorang perempuan padanya.” (Maya, 25)

24. “Saya menghabiskan banyak waktu untuk online dan sering menemukan situs web yang menurut saya pasti akan membuat pacar saya tertarik. Jadi, saya selalu menirimkannya lewat e-mail supaya dia dapat mengeceknya sendiri. Dia langsung beterima kasih kepada saya dan mengatakan bahwa saya adalah satu dari sekian banyak orang yang tahu persis cara membuatnya tersentuh. Sekarang, dia juga mengirimkan situs web yang menurutnya akan membuat saya tertarik, untuk membuktikan sejauh mana diamengenal saya.” (Sonya, 25)

25. “Suatu malam, teman saya menantang saya untuk mendekati seorang lelaki ganteng dan memuji bentuk tubuhnya. Jadi, saya nekat mendatangi lelaki tersebut dan berkata ‘Permisi, kamu sadar ngga kalau bentuk punggung kamu bagus?’ Setelah dua tahun, kami menikah, dan dia masih senang kalau diam-diam saya memeluknya dari belakang sambil menggodanya dengan pertanyaan yang sama pada awal perkenalan 2 tahun yang lalu.” (Amy, 26)

Ada Ide lagi?


--

Efek Buruk BlackBerry

Di balik positifnya, ponsel pintar menyimpan efek buruk yang dapat mengganggu kesehatan.

Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti

VIVAnews - Memiliki telepon seluler pintar semacam Blackberry memang menyenangkan. Tak hanya menghibur, tapi juga bermanfaat untuk pekerjaan. Tak heran jika jumlah penggunanya terus meningkat di seluruh dunia.

Namun, di balik nilai positif yang ditawarkan, perangkat canggih itu ternyata menyimpan sejumlah efek buruk yang dapat mengganggu kesehatan penggunanya.



1. Membuat ketagihan
Perangkat telepon seluler pintar ini begitu mudah membuat pemiliknya merasa kecanduan. Studi Rutgers University pada 2006 menyimpulkan, Blackberry dan perangkat serupa memicu kenaikan penggunaan internet yang cukup signifikan, namun berdampak buruk bagi kesehatan mental.

2. Mengganggu tidur
Dengan layanan internet 24 jam, perangkat Blackberry akan bergetar atau berdering setiap saat, ketika ada email dan pesan singkat masuk. Dan setiap saat pula, pengguna akan memainkan Blackberry-nya, termasuk ketika sudah berada di tempat tidur.

Tak jarang pula, pengguna begitu sensitif dengan getar Blackberry, sehingga mudah terbangun dari tidur untuk membuka pesan yang masuk.

Kebiasaan menyanding Blackberry di tempat tidur inilah yang akhirnya membuat tidur tak berkualitas. Dampak selanjutnya, tentu menyerang kesehatan. Bukan rahasia lagi bahwa rendahnya kualitas tidur berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Sebuah penelitian mengungkap, pengguna Blackberry yang memiliki kebiasaan memainkannya sebelum tidur rentan mengalami insomnia, sakit kepala, dan kesulitan berkonsentrasi. Penelitian yang dilakukan Uppsala University di Swedia menambahkan bahwa radiasi telepon seluler bisa mengganggu aktivitas tidur.

3. Memicu cemas
Memiliki telepon selular cerdas semacam Blackberry memang menyenangkan bagi sebagian orang. Dengan Blackberry, aktivitas berkirim email, chatting, hingga berselancar di internet bisa dilakukan bersamaan, kapan saja, dan di mana saja. Banyak pula yang mengandalkannya untuk urusan pekerjaan.

Studi yang dilakukan MIT's Sloan School of Management pada 2007 mengungkap, penggunaan Blackberry membentuk budaya stres di tempat kerja. Fasilitas internet 24 jam yang dijagokan telepon seluler pintar itu mengacaukan waktu luang pekerja. Tugas dan hal-hal yang menyangkut pekerjaan bisa hadir kapanpun, termasuk kala sedang libur.

4. Melemahkan otak
Di balik kemudahan yang diberikan, Blackberry berisiko melemahkan daya konsentrasi penggunanya. Karakternya yang mampu membuat pengguna melakukan sejumlah hal dalam waktu bersamaan (multitasking) cenderung membuat seseorang kesulitan menyerap informasi lantaran fokusnya mudah beralih dari satu hal ke hal lain.

"Sebagai multitasker, otak mereka dibanjiri terlalu banyak informasi, akibatnya mereka tidak selektif lagi untuk memilah informasi yang penting dengan cepat," kata Dr David W Goodman, Direktur Pusat Gangguan Psikologis di Maryland, Baltimore.

Untuk itu, ia menyarankan para pengguna Blackberry agar tak mengaktifkan jaringan internetnya selama 24 jam. “Buat jadwal untuk membuka email, misalnya satu jam sekali, atau dua jam sekali," kata Goodman. "Jangan menjadikan diri sebagai budak getar atau dering Blackberry." (fmn)

--

Butet Kertaradjasa (aktor)

Awalnya saya termasuk "forex phobia". Dengar ajakan masuk ke forex langsung; No!!! Tidak!!! Soalnya, sebelumnya, saya pernah mencicipi bagaimana pahitnya terjerumus dalam bisnis index hangseng. Saya mengalami kerugian yang suuaangaaaat besar. Besar sekali duit hilang di situ. Saya sudah bonyok-bonyok, dan sudah berikrar tak akan lagi bersinggungan dengan index hangseng atau sejenisnya, termasuk "binatang" forex itu.

Tapi, belakangan hari, setelah saya menjenguk bagaimana bisnis ini dijalankan melalui bussines class selama 4 hari, saya jadi ngeh. Ternyata saya tidak perlu takut. Malah saya melihat peluang bahwa seseorang bisa menyelamatkan kehidupan ekonominya dari trading di forex. Apalagi, di era digital sekarang ini, prospek bisnis online adalah jawaban untuk menyongsong zaman baru. Sebuah zaman di mana kita tidak lagi mendapatkan uang secara fisik, bukan lagi bermain dengan tunai keras. Melainkan menghasilkan uang lewat jagat maya, dan tahu-tahu privat account akan selalu bertambah jumlahnya...

Pelatihan di sini, nyatanya mengajarkan hal ini dengan benar. Yang diajarkan adalah suatu pola trading yang konservatif dan aman. Bukan mendorong seseorang menjadi serakah.

Kesimpulan saya, selama kita punya komitmen, berdisiplin meneguhkan komitmen untuk tidak serakah dan patuh pada anjuran yang telah diajarkan, saya yakin kita bisa memetik keuntungan dari trading forex. Dalam bertransaksi di forex hendaknya kita punya target untuk mendapatkan keuntungan yang telah kita patok sendiri. Dan konsekwen dengan patokan itu. Kuncinya: JANGAN SERAKAH!!!!

Begitu kita gagal mengalahkan naluri SERAKAH yang menggoda diri kita, maka saat itulah kita akan menjumpai kegagalan. Jadi, tanamkan dalam diri kita: JANGAN SERAKAH!!!

--

8 Topik Sensitif Menjelang Pernikahan
Minggu, 2 Mei 2010 - 16:02 wib
text TEXT SIZE :
Share
Pernikahan membutuhkan banyak persiapan. Tak heran jika seringkali muncul perdebatan di antara kedua belah pihak. (Foto: gettyimages)

PERNIKAHAN membutuhkan banyak persiapan. Tak heran jika seringkali muncul perdebatan di antara kedua belah pihak.

Dalam bukunya berjudul “True Partners: A Workbook for Building a Lasting Intimate Relationship”, Tina B. Tessina mengatakan bahwa perdebatan adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam sebuah pernikahan. Pokok perdebatan biasanya menyangkut topik sensitif pada masa mendatang.

Keluarga

Daftar undangan keluarga pasangan makim lama makin panjang. Di sisi lain, dana yang dikucurkan tak bertambah. Tessina mengatakan, argumen tipe ini adalah prototipe permasalahan finansial pada masa mendatang.

Sarannya, cobalah untuk melihatnya dengan cara bisnis. Katakan pada pasangan Anda, “Ini adalah daftar undangan dari pihak keluarga kamu beserta anggaran dananya. Ini adalah daftar undangan keluargaku beserta data anggarannya. Maukah keluarga kamu mengeluarkan dana lebih?”.

Keterlibatan pengantin pria

Sepertinya pasangan tidak peduli pada acara pernikahannya. Kok bisa? Tessina mengatakan bahwa umumnya pria tak terlalu memusingkan masalah desain dan dekorasi. Jangan putus asa ketika ia tak terlibat dalam hal penataan acara pernikahan.

Pastikan bahwa tak ada masalah mendasar yang menjadi penyebabnya. Sebaiknya Anda mencari sebenarnya ia lebih tertarik untuk mengurus apa.

Uang

Anda menghabiskan banyak dana untuk gaun pengantin dan perawatan tubuh. Sementara ia ingin menyisihkan dana untuk berbulan madu ke luar negeri. Untuk masalah klasik ini, sebaiknya Anda berdua sama-sama duduk dan berpikir rasional. Mengapa Anda mengeluarkan banyak dana untuk busana pengantin?

Penggunaan uang sebaiknya seimbang dan untuk kepentingan kedua pihak. Setidaknya bulan madu adalah hal yang sama-sama dinikmati kedua pihak.

Adat dan tradisi

Pertanyaan-pertanyaan seperti, “Mengapa pasangan tak mau berusaha untuk mengerti tradisi di keluarga?”, akan kerap muncul. Jika hal ini sering terjadi, sebaiknya pastikan si calon suami mengerti apa yang diharapkan darinya. Disarankan untuk mengajaknya berdiskusi mengenai adat pernikahan yang ingin dijalankan.

Estetika

Awalnya, Anda ingin pasangan lebih terlibat dalam perencanaan pesta resepsi. Namun tiba-tiba, ia menjadi sangat pemilih dan memikirkan segalanya. Anda berdua perlu membicarakan wilayah kekuasaan dan siapa yang memegang keputusan akhir perencanaan acara pernikahan. Putuskan mana yang menjadi prioritas.

Adalah hal yang baik jika masing-masing saling belajar bagaimana memprioritaskan, bernegosiasi, dan berkompromi dengan pasangan.

Perfeksionis berlebihan

Pernah mendengar istilah bridezilla? Ini adalah sebuah julukan untuk seseorang yang bersikap seperti orang yang sangat terobsesi pada acara pernikahannya. Kadang bridezilla berlebihan dalam memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan pernikahannya.

Tentu Anda ingin hari pernikahan berlangsung indah dan menarik. Namun, jangan sampai Anda mengorbankan hubungan dengan si dia.

Perjanjian pranikah

Mungkin pertanyaan yang muncul adalah, “Mengapa ia sangat ingin menyusun rencana perceraian padahal pernikahannya saja belum dimulai?”. Jangan langsung berpikir negatif. Jika Anda pikir-pikir kembali, perjanjian pranikah bisa menjadi aset yang besar.

Topik ini adalah sebuah diskusi esensial mengenai masalah finansial sebelum masing-masing memutuskan untuk berkomitmen. Hal ini juga menyangkut masalah emosional, yang seringkali berhubungan dengan kepercayaan, komitmen, dan keteguhan satu sama lain.

Masa lalu

Bagaimana dengan mantan kekasihnya? Apakah harus diundang? Cobalah bersikap dewasa. Anda sudah memenangi pertarungan ini. Ia sudah memilih Anda sebagai pendamping hidupnya. Anda perlu berdiskusi dengan pasangan mengenai kehadiran sang mantan.(Genie/Genie/ftr)

--

Pemerintah antisipasi potensi gelembung harga
Oleh: Agust Supriadi
JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah mewaspadai terjadinya penggelembungan harga-harga aset (over heating) di Tanah Air sebagai risiko dari derasnya aliran modal masuk menyusul pemulihan ekonomi Asia yang terlalu cepat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan pemerintah telah mengantisipasi dampak negatif yang mungkin timbul dari pemulihan ekonomi Asia yang terlalu cepat terhadap perekonomian dalam negeri.

Antisipasi yang dimaksud dapat dilihat dari target inflasi tahun ini yang dipatok tinggi dibandingkan target inflasi di APBN-P 2009 yang hanya 4,5%.

Menurut dia, pemulihan Asia yang terbilang cepat berpotensi menarik modal masuk cukup deras ke negara-negara kawasan.

Hal tersebut disadari dapat berimplikasi terhadap sistem keuangan domestik dalam bentuk tekanan terhadap beberapa harga aset.

“Itu bisa menimbulkan ekses dalam bentuk overheating atau tekanan terhadap beberapa harga dari aset, baik itu likuid atau tidak likuid. Seperti properti dan lain-lain,” ujar dia seusai rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR, semalam.

Namun, Sri Mulyani melihat sejauh ini kondisi sistem keuangan nasional masih cukup kondusif dan belum terlihat adanya penggelembungan harga aset.

Sementara ketika dimintai proyeksinya akan kemungkinan terjadinya over heating di Tanah Air, Sri Mulyani enggan memberi komentar.

Pernyataannya Sri Mulyani tersebut menanggapi peringatan dari Dana Moneter Internasional (IMF) akan potensi terjadinya over heating akibat pemulihan ekonomi Asia yang lebih cepat dari negara lain di dunia.

China, India, dan Indonesia merupakan negara-negara yang dianggap memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang paling kuat sehingga diperkirakan akan menerima aliran modal global lebih besar dibandingkan negara Asia lainya. (wiw)

--

Pendidikan mahal, ancaman bagi kelas menengah
Oleh: Ahmad Djauhar
Mahkamah Konstitusi ternyata masih mau mendengar jeritan rakyat. Melalui palu saktinya, institusi yang menjadi wasit perundang-undangan di negeri ini dengan tegas memutuskan bahwa Undang-Undang No. 9/2009 tentang Badan Hukum Pendidikan dianggap inkonstitusional, alias bertentangan dengan konstitusi.

Berdasarkan penilaian MK, UU No. 9/2009 melanggar UUD 1945, terutama Pasal 28 D Ayat 1, yang menyatakan setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama. UU BHP juga bertentangan dengan Pasal 31 UUD 1945 yang menyatakan tiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

Padahal, pemerintah sebelumnya ngotot menolak tudingan bahwa UU tersebut merupakan bentuk liberalisasi sektor pendidikan, yang dengan sendirinya bertentangan dengan semangat konstitusi.

Dengan memberlakukan UU No. 9/2009 pemerintah kemudian menjadikan sejumlah perguruan tinggi negeri unggulan-Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Airlangga (Unair)-sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN).

Dengan status BHMN tujuh PTN unggulan itu seakan 'diperbolehkan' melaksanakan otonomi penuh. Nah, di sinilah letak persoalannya kemudian. Otonomi penuh tersebut diterjemahkan sebagai "boleh memungut biaya pendidikan-termasuk jumlah mahasiswa-secara bebas, tanpa pengaturan pemerintah lagi."

Walhasil, muncullah ironi dari penerapan konsep BHMN itu bahwa untuk berkuliah di PTN favorit, calon mahasiswa harus membayar ongkos yang mahal, bahkan beberapa di antaranya lebih mahal dari pada universitas swasta sekalipun. PTN favorit seakan menjadi kampus penampung mahasiswa dari golongan berkecukupan.

Berbeda dengan kondisi kampus beberapa PTN favorit hingga akhir 1990-an, yang didominasi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah, sehingga anak petani, buruh pabrik, pegawai negeri golongan rendah, dan sebagainya dapat menikmati pendidikan berkualitas, sepanjang mereka mampu lulus seleksi masuk.

Sebagai gambaran kasar, untuk mengikuti seleksi masuk pendahuluan PTN favorit di Bandung, misalnya, calon mahasiswa harus membayar formulir pendaftaran sebesar Rp800.000. Ini kan jumlah yang tidak sedikit bagi rata-rata masyarakat di negeri ini. Belum lagi bila dinyatakan diterima, calon mahasiswa harus berani menyumbang setidaknya Rp50 juta atau senilai lima buah sepeda motor baru.

Bagi mereka yang berkecukupan, tentu saja tidak ada masalah bila harus menyumbang sebesar itu, meski mungkin kemampuan otak mereka pas-pasan. Seharusnya, bagi yang berpunya dan cenderung malas belajar, tersedia cukup banyak pilihan bagi mereka, selain perguruan tinggi swasta yang kini semakin bagus, juga bersekolah di luar negeri.

Namun, bagi kaum marginal, pilihan mereka amat sangat terbatas. Kondisi ini sempat tercium oleh sebuah negara sahabat yang kemudian mencoba memberdayakan sejumlah perguruan tinggi keagamaan-universitas Islam negeri-untuk membuka fakultas penghasil tenaga profesi seperti teknik dan kedokteran, tentu saja dengan biaya yang relatif tetap terjangkau.

Mereka merasa khawatir tenaga dokter yang dihasilkan PTN favorit akan teralienasi dari masyarakat karena mereka sudah sepenuhnya mengalami fase pendidikan yang terkomersialkan. Dalam bahasa sederhana, dokter lulusan PTN favorit akan mengenakan tarif yang mahal pula kepada masyarakat, karena mereka harus mengeluarkan ongkos tidak kecil ketika menempuh pendidikan.

Seolah cuci tangan

Ironi yang lain adalah negara seolah-olah cuci tangan dari kewajiban untuk mendidik rakyatnya. Negara seakan-akan menelantarkan rakyatnya dengan tidak menyediakan fasilitas pendidikan yang baik tetapi terjangkau bagi masyarakat pada umumnya.

Bagaimana tidak? Dengan ongkos pendidikan yang sedemikian mahal di perguruan tinggi-yang notabene masih didukung dengan anggaran negara alias pajak rakyat-kok tega-teganya mengenakan sedemikian mahal. Dengan bahasa sederhana, ini merupakan sebuah 'pengkhianatan' terhadap masa depan bangsa.

Harus diakui bahwa untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas memang tidak murah. Hal itu sudah menjadi pemahaman kita bersama. Sebuah perguruan tinggi yang unggul haruslah mampu menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar yang dinamis.

Kondisi tersebut tentu saja membutuhkan beberapa prasyarat seperti ketersediaan dosen yang kompeten atau bahkan mumpuni, fasilitas penunjang belajar-misalnya ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, dan jaringan Internet-yang lengkap, sehingga dosen dan mahasiswa dapat mengakses pengetahuan seluas-luasnya.

Sudah menjadi tugas negara untuk menyediakan lembaga pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, terlebih bagi kalangan yang secara ekonomi kurang beruntung, tetapi memiliki kualitas inteligensia yang baik. Dengan demikian, terdapat semacam subsidi silang bagi rakyat dari kelompok marginal. Bahwa jika mereka cerdas dan berusaha keras, silakan meraih pendidikan tinggi yang murah untuk nantinya menjadi salah satu pemimpin masyarakat dan atau bangsa.

Dengan keberhasilan menempuh pendidikan di PTN tersebut, akan semakin banyak warga masyarakat yang diharapkan mengalami peningkatan kualitas penghidupan. Pada gilirannya, kelompok terdidik yang memiliki penghidupan lebih baik dari generasi orang tua mereka inilah yang akan turut memperkuat pembentukan kelas menengah di negeri ini.

Penguatan kelas menengah ini sangat penting dan memiliki arti strategis, karena dengan demikian mampu memperkokoh kesinambungan sistem demokrasi yang kita anut. Sejarah membuktikan bahwa sebagian besar negara maju yang memiliki kesejahteraan relatif tinggi, iklim demokrasi pun terjamin.

Bukankah Boediono, yang kini menjadi Wakil Presiden, dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar di Universitas Gadjah Mada pada 24 Februari 2007 menyampaikan bahwa demokrasi akan dapat dipertahankan apabila pendapatan per kapita masyarakat berada di kisaran US$6.000 per tahun. Untuk mengejar angka tersebut bagi orang yang berpendidikan pas-pasan tentu saja amat berat. Saat ini saja, pendapatan rata-rata penduduk Indonesia baru mendekati US$3.000 per kapita.

Kalau pendapat Boediono itu diterjemahkan lebih jauh, tentu saja masyarakat kelas menengah yang kuat yang seharusnya dikembangkan negeri ini. Kelas menengah bukan hanya tahu bagaimana mematuhi hak dan kewajiban. Mereka juga mampu memerintah bagi kepentingan bersama, berdasarkan prinsip persamaan dan penghormatan atas individualitas setiap warga negara. Kelas tersebut haruslah diberi kesempatan untuk berkembang. (ahmad.djauhar@bisnis.co.id)


--

Si hitam manis yang dibenci tapi dirindu
Oleh: Aprilian Hermawan
Dalam rapat dengar pendapat antara Komisi VI DPR dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pertamina (Persero) serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk kemarin, Dirut PLN Dahlan Iskan menyatakan keinginannya untuk memiliki tambang batu bara.

"Kami nggak ingin menderita karena PLN tidak punya KP [kuasa pertambangan]. Taiwan saja punya KP kok," ujarnya lantang.

Pernyataan Dahlan ini tidak lepas dari permasalahan PLN saat ini yang mirip tikus kelaparan di lumbung padi. Selalu mengalami kesulitan batu bara, padahal Tanah Air ini sangat kaya akan komoditas itu.

Perusahaan setrum milik negara itu terpaksa mencari sendiri bahan baku untuk pembangkit listrik guna menghindari pemakaian BBM yang harganya lebih mahal ketimbang batu bara.

Solusi yang kemudian ditempuh PLN-melalui PLN Batubara-menuju kepemilikan usaha tambang yaitu dengan menggandeng KP skala kecil untuk bekerja sama memasok batu bara. Menurut Dahlan, upaya ini memang patut dicoba agar sama-sama memberi keuntungan dua pihak. Di satu sisi para KP mendapat kepastian pembelian dan di sisi lain PLN memperoleh jaminan pasokan batu bara.

Disparitas harga jual yang selama ini menjadi kendala diharapkan bisa diatasi karena PLN sendiri yang mengoperasikan KP tersebut. Selain itu, BUMN itu juga akan memberikan kompensasi berupa royalti dalam bentuk dolar per ton kepada pemilik KP dengan besaran yang ditenderkan.

"Saya tahu ini sulit dilaksanakan tetapi ini harus dilakukan agar kita tidak selalu tergantung kepada pemasok."

Belum adanya komitmen jelas dari pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri memperlihatkan kebijakan yang diambil masih sebatas tambal sulam. Akibatnya, setiap tahun PLN selalu saja menjerit kekurangan pasokan batu bara untuk pembangkit. Seperti diketahui, kebutuhan batu bara BUMN listrik itu sekitar 38 juta ton pada tahun ini.

Menurut Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Nasri Sebayang, kalaupun pasokan tersedia harga jual kerap menjadi persoalan karena para penjual memasang harga tinggi dengan mengacu indeks pasar internasional. Padahal, pendapatan yang diterima PLN hanya berbentuk rupiah dengan tarif TDL yang paling rendah di kawasan Asia.

"Karena putus asa mencari batu bara tapi nggak dapat, kami pernah memutuskan untuk mengimpor batu bara dari Australia. Kabar itu pun dibaca pemerintah dan kami ditelepon Menteri ESDM, waktu itu Pak Purnomo Yusgiantoro, yang akhirnya ikut turun tangan," tuturnya dalam kesempatan terpisah.

Berdasarkan data perseroan listrik itu, program energy mix dan konversi energi merupakan salah satu fokus untuk menyelesaikan permasalahan mendasar di tubuh BUMN tersebut. Pasalnya, biaya bahan bakar mencapai rata-rata 70% dari biaya pemeliharaan yang pada akhirnya ikut menentukan biaya pokok produksi.

Kurangi BBM

Untuk itu, perusahaan mau tak mau harus mengurangi konsumsi BBM dalam mengoperasikan pembangkit dengan mengganti bahan bakar lain yang lebih murah seperti batu bara, gas atau alternaif lain.

Sebagai perbandingan, BBM lebih mahal tiga hingga empat kali lipat untuk per satuan energi yang dihasilkan oleh gas dan jika dibandingkan dengan batu bara, penghematan bisa diperoleh sekitar separuhnya

Badan Pemeriksa Keuangan baru-baru ini melaporkan temuan pemborosan dalam penggunaan anggaran pada PT Indonesia Power, anak perusahaan PLN, senilai Rp27,94 triliun atas penggunaan bahan bakar pembangkit.

Auditor eksternal itu menuding penyebab pemborosan tersebut karena tidak adanya klausul yang menjamin penyediaan bahan bakar secara rutin dalam kontrak penyediaan bahan baku batu bara.

Timbul pertanyaan, mengapa Indonesia yang merupakan negara eksportir terbesar untuk batu bara justru harus menggunakan bahan bakar minyak yang lebih mahal untuk pembangkit listriknya?

Sebelum menyinggung itu, perlu kiranya melihat peta produksi batu bara di Tanah Air secara ringkas. Indonesia saat ini hanya menempati posisi ke-8 dunia sebagai produsen batu bara atau bukan produsen terbesar di dunia untuk komoditas hitam manis ini.

Akan tetapi, seperti yang sudah disebutkan di awal, Indonesia kini menempati posisi paling atas sebagai eksportir batu bara.

Setiap tahunnya, sekitar 150 juta ton batu bara diekspor ke luar negeri dengan total produksi 230 juta ton pada tahun ini. Kinerja Indonesia ini menggeser posisi Australia yang pada 2004 merupakan eksportir terbesar di dunia. Jadi separuh lebih dari produksi batu bara Indonesia dieskpor ke luar negeri.

Bagaimana dengan China? Cadangan batu bara terbesar memang sejatinya dimiliki oleh China dan Amerika Serikat. Akan tetapi, China hingga saat ini boleh dikatakan belum mengutak-atik batu baranya demi kepentingan jangka panjang.

Begitupula dengan AS yang baru pada akhir-akhir ini saja gencar mengembangkan teknologi CBM (coal bed methane) untuk diambil gasnya. CBM adalah gas metana yang dihasilkan selama proses pembatubaraan dan terperangkap di dalam lapisan batu bara.

Pertimbangan ekspor bagi perusahaan pertambangan itu tidak lain didasarkan harga internasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga lokal. Selain itu, mereka lebih senang menjual batu bara ke luar negeri karena PLN-menurut penuturan beberapa produsen yang enggan disebut namanya-sering berutang dalam hal pembelian komoditas ini.

Apa pun alasan tersebut. Faktanya, ekspor batu bara memang begitu besar dan telah menyebabkan kebutuhan pasok energi dalam negeri, seperti halnya untuk tenaga listrik, menjadi seakan terabaikan.

Getolnya pencairan sumber mineral ini seolah menempatkan posisi energi terbarukan sebagai hal yang tak populer. Padahal, batu bara ekonomis yang berasal dari Kalimantan dan Sumatra itu tercipta dari fosil yang membatu 20 juta-45 juta tahun yang lalu, tergantung di lapisan mana dia berada.

Hingga 2019, PLN juga masih mengandalkan batu bara dengan porsi energy mix terbesar untuk kebutuhan pembangkit. Kondisi ini menunjukkan bagaimana energi fosil masih menjadi fokus utama dalam pemenuhan pasok energi dalam negeri di Indonesia.

Selain batu bara, PLN juga masih mengonsumsi BBM yang berharga mahal, padahal perseroan pelat merah itu masih disubsidi pemerintah.

Temuan BPK tadi agaknya semakin membenarkan urgensi aturan domestic market obligation yang saling menguntungkan antara pemerintah dan produsen. Dengan begitu, KP tidak selalu tergiur keuntungan besar, sementara itu PLN juga bisa menetapkan harga wajar dan pembayaran lancar untuk batu bara yang dibeli.

Bukankah kekayaan alam ini diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar untuk sebesar-besarnya dipergunakan bagi kemakmuran rakyat? Jadi jangan sekadar bilang benci batu bara, tetapi dalam sikapnya, pemerintah seakan merindu si hitam manis itu. Benci atas emisi kotor, tapi terus saja mengekspor komoditas ini karena rindu devisa yang didapat. (aprilian.hermawan@bisnis.co.id)


--

Perseteruan Goldman dan senator jelang dengar pendapat Kongres
Oleh: Lahyanto Nadie/Bloomberg
JAKARTA (Bloomberg): Goldman Sachs Group Inc dan Senator AS, Carl Levin saling memberikan serangan sebelum dimulainya proses dengar pendapat di Kongres pekan ini. Masing-masing dari mereka menyerahkan bukti berupa beberapa taktik yang digunakan Goldman dalam menghadapi hancurnya pasar hipotek.

Levin, senator Partai Demokrat asal Michigan yang memimpin tim pendahuluan permanen untuk penyidikan kasus ini, mempublikasikan e-mail internal milik Goldman Sachs di situs resminya kemarin. Levin juga menyatakan bahwa Goldman telah menghasilkan banyak keuntungan dengan bertaruh melawan pasar hipotek.

Goldman Sachs memberi reaksi dengan mempublikasikan beberapa dokumen yang mengindikasikan bahwa Goldman telah merugi dalam pasar hipotek di tahun 2008 dan dewan eksekutif Goldman sendiri tidak mengetahui bahwa pasar hipotek akan jatuh.

CEO Goldman, Lloyd Blankfein (55) beserta enam mantan pejabat dan pejabat Goldman yang masih bertugas akan menghadapi pertanyaan langsung dari tim panel Levin terkait klaim penipuan yang diajukan oleh U.S Securities and Exchange Commission.

Pihak berwenang AS tersebut menuntut Goldman pada 16 April dengan tuduhan bahwa Goldman telah menipu para investor ketika mereka menjual instrumen surat utang yang berhubungan dengan hipotek.

Goldman Sachs yang menepis tuduhan SEC mengatakan bahwa komite yang dibuat oleh Levin terlalu 'pilih-pilih' bukti dan langsung menyimpulkan kasus ini bahkan sebelum mengadakan proses dengar pendapat.

“Bank investasi seperti Goldman Sachs bukan hanya 'pembentuk pasar', mereka adalah promotor dari skema keuangan yang berisiko dan rumit yang tentu saja mencari keuntungan sendiri dan hal ini memicu terjadinya krisis,” ujar Levin, 75, dalam sebuah pernyataan melalui e-mail.

Dalam sebuah e-mail yang ditunjukan Levin kemarin, ditunjukan bahwa Blankfein telah mengatakan pada rekanannya di 18 November 2007 bahwa Goldman terlah meraup lebih banyak keuntungan dari taruhan berjangka pendek pada hipotek. Dalam e-mail itu juga disebutkan bahwa Goldman merugi dalam investasinya pada pemberian pinjaman rumah.

Hipotek Kacau

“Tentu saja kami tidak menghindarkan diri dari kekacauan yang terjadi di dunia hipotek. Kami merugi tapi kemudian kami kembali meraup keuntungan. Dan ini belum berakhir, jadi siapa yang tahu bagaimana ini semua akan berakhir,” ujar Blakfein dalam sebuah e-mail tertanggal 18 November 2007. Pernyataan ini terdapat dalam salah satu halaman dari delapan halaman yang dipublikasikan oleh komite pendahuluan penyidikan permanen di Kongres.

Dokumen lain berisi tentang “pertukaran” dokumen antara pimpinan bagian keuangan Goldman, David Viniar beserta presiden dan kepala bagian operasional, Gary Cohn mengenai laba dari pendapatan tetap dan laporan kerugian pada Juli 2007.

E-mail dari Cohn menggambarikan bagaimana unit hipotek Goldman mencapai level tinggi pada indeks, sementara itu pencatatan tetap dilakukan pada hipotek perumahan dan kewajiban utang terkait. Salah satu metode yang digunakan Goldman untuk membuat taruhan melwan pasar hipotek adalah untuk mendapatkan posisi sementara/berjangka waktu pendek pada indeks ABX.

Dokumen yang dirilis oleh Goldman Sachs menunjukan bahwa Goldman kenaikan hipotek sub-prime Goldman dalam waktu singkat pada 2007 dirusak oleh kerugian yang terjadi pada tahun 2008 ketika hipotek dengan kualitas lebih tinggi merasakan dampak yang lebih buruk daripada yang diprediksikan.

“Goldman Sachs tidak memiliki akses terhadap informasi khusus yang mengatakan bahwa pasar properti/perumahan di AS akan jatuh. Sebagai akibat dari menyebarnya krisis mulai dari hipotek sub-prime sampai hipotek perumahan, Goldman mengalami kerugian bersih kira-kira US$1,7 miliar terkait hipotek perumahan serta beberapa produk terkait pada tahun fiskal 2008,” demikian salah satu kesimpulan Goldman yang dirilis kemarin.

Sudah mengambil kesimpulan
“Pernyataan yang telah dipublikasikan menyiratkan bahwa Anda dan komite yang Anda bentuk sudah mengambil kesimpulan atas kasus ini. Kami tidak setuju dengan pernyataan anda pada proses dengar pendapat yang dilakukan hari ini. Kami yakin jika kami diberi kesempatan untuk merespon temuan anda, maka Goldman Sachs dapat memberikan informasi yang bisa membuktikan bahwa semua temuan anda salah,” tulis K. Lee Blalack II dari kantor hukum O’Melveny & Myers LLP dalam sebuah surat tanggapan pada Levin.

Di saat bank-bank lain berjuang melawan krisis finansial, Goldman Sachs justru mencatatkan rekor pendapatan di tahun 2007 dan kemudian mencatat rekor lain di tahun 2009.

Menjelang akhir 2008, setelah bangkrutnya Lehman Brothers Holding Inc, Goldman diperbolehkan untuk berkonversi menjadi bank dibawah pengawasan Federal Reserve dan Goldman menerima US$10 miliar dana pajak yang kemudian dibayar kembali dengan bunga sekitar delapan bulan kemudian. Blankfein, yang nilai bonus yang diterimanya mencapai US$67,9 miliar-rekor bagi CEO Wall Street-, tidak menerima bonus di 2008 dan menerima bonus keseluruhan saham sebesar US$9 miliar tahun lalu.

Sengketa Goldman Sachs memunculkan kritik bahwa pendirian/sikap Goldman untuk hipotek berjangka pendek selama tahun 2007 justru membentuk sebuah taruhan yang berlawanan dengan klien mereka.

Dalam sebuah surat yang ditujukan pada para pemegang saham pada awal bulan ini, Blankfein dan Presiden Goldman, Gary Cohn, menyatakan bahwa posisi Goldman “dipilih berjangka waktu pendek untuk mengimbangi posisi kami dalam jangka waktu yang lebih panjang. Tujuan kami adalah berada dalam posisi agar dapar membuat klien kami untung dan tetap mengelola risiko kami dengan batasan-batasan yang wajar.”

Proses interogasi pada Goldman Sachs, perusahaan sekuritas dengan keuntungan terbesar dalam sejarah Wall Street, dapat mengingatkan kita pada kasus Ferdinand Pecora yang melakukan penyidikan pada beberapa tokok financial berkuasa seperti J.P Morgan Jr. Levin yang telah menjadi anggota senat selama lebih dari 30 tahun bersama komite yang dibentuknya memiliki reputasi yang cukup bagus atas penelitian menyeluruh yang mereka lakukan untuk kasus ini.

Komisi Pecora

Tim penyidik yang dilakukan senat atas kekacauan yang terjadi di Wall Street pada tahun 1929 dikenal dengan Komisi Pecora. Mantan asisten jaksa wilayah New York kemudian ditunjuk untuk mengepalai komite ini. Kemudian kongres meloloskan Securities Act (undang-undang securitas) pada tahun 1933 dan Securities Exchange Act ( Undang-undang pertukarang sekuritas) pada tahun 1934. Dalam gugatan yang diajukan oleh Securities and Exchange Commission pada 16 April, Goldman Sachs dan seorang pegawai, Fabrice Tourre dituduh telah melanggar undang-undang ini.

SEC menyatakan bahwa Goldman Sachs dan Tourre(31) gagal memberitahu investor di tahun 2007 terkait kewajiban utang agunan dimana perusahaan pengelola dana/hedge fund Paulson & Co memainkan peranan penting dalam memilih hipotek yang mendukung kewajiban utang agunan dan dengan sengaja bertaruh demi keuntungan perusahaan.

Goldman Sachs mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah menipu investor mereka dan bahwa investor mereka saat itu, ACA Management LLC dan IKB Deutsche Industriebank AG memiliki segala informasi material yang mereka butuhkan.

Robert Khuzami, kepala bagian penegakan hukum di SEC, yang juga mengawasi sebuah grup yang membuat CDO ketika ia bekerja di Deutsche Bank AG, seperti yang dilansir Wall Street Journal pada 23 April mengutip kata-kata seseorang yang akrab dengan masalah ini.


Tidak jelas
apakah Khuzami memriksa beberapa dokumen di Deutsche Bank terkait untuk CDO mereka, seperti yang ditulis oleh surat kabar tersebut. Khuzami menolak berkomentar karena adanya beberapa ketentuan SEC yang melarangnya membahas masalah Deutsche Bank, John Nester, seorang juru bicara agen, mengatakannya untuk Bloomberg News.

Seperti Pecora, pemeriksaan oleh Levin mungkin akan melahirkan peraturan keuangan baru. Senat mulai mempertimbangkan sebuah paket aturan finansial yang akan lebih baik dalam mengungkap perdagangan derivatif dan mampu memaksa bank untuk memisahkan beberapa divisinya yang ikut berdagang melalui rekening pribadi mereka.

Blankfein mungkin akan mendapatkan pertanyaan sulit dari apa yang dia terima di depan Komisi Penyelidikan Krisis Keuangan yang dipimpin oleh mantan Bendahara negara bagian California Phil Angelides pada bulan Januari lalu, kata Geisst. Levin mengirimkan surat panggilan pertama untuk Goldman Sachs pada tanggal 30 Juni dan mengirimkan panggilan kedua pada 12 Maret sebelum melakukan wawancara dengan karyawan Goldman bulan ini.

"Levin lebih pintar," kata Martin Mayer, seorang sarjana tamu di Brookings Institusi yang telah menulis buku "The Fed "dan" The Bankers" mengenai sistem keuangan. "Ini adalah komite yang kuat. "

Levin menjadi ketua atau orang tertinggi di sub-komite permanen Partai Demokrat selama lebih dari satu dekade. Ia menggali dalam-dalam masalah ini, kata Jack Blum, yang menghabiskan 14 tahun sebagai penyidik untuk tim panel Senat lainnya dan telah bersaksi sebagai warga sipil dalam kasus Goldman.

"Apa yang Anda harapkan adalah seorang pria yang akan benar-benar menyelesaikan pekerjaan rumahnya, "kata Blum. "Dia adalah seorang Senator yang sangat berpengaruh."

Blum mengatakan subkomite permanen tersebut juga merupakan salah satu tim panel yang beranggotakan senator dan staf, yang bekerja sama di garis depan partai.

Parade Kritik

”Mengkritik Goldman akan menjadi saat yang tepat bagi semua orang hebat," kata Blum. "Ini parade yang pastinya ingin Anda ikuti"
Kesaksian dijadwalkan mulai pada pukul 10 pagi waktu Washington pada tanggal 27 April minggu depan. Dengar pendapat pertama akan menyelidiki Tourre, Michael Swenson, direktur pengelola produk terstruktur di Goldman Sachs dan dua mantan karyawan Goldman: Daniel Sparks, kepala departemen hipotek, dan Yosua Birnbaum, yang merupakan direktur dalam mengelola kelompok produk terstruktur.

Dengar pendapat yang kedua akan menampilkan David Chief Financial Officer Viniar dan Chief Risk Officer Craig Broderick, diikuti oleh
dengar pendapat terakhir yang hanya akan menghadirkan Blankfein.

Kepala penyidik tim yang dibentuk oleh Levin, Robert Roach, juga merupakan seorang anggota subkomite permanen sejak September 1997 dan telah hampir 20 tahun bekerja untuk pengawasan komite tersebut.

Roach menyeimbangkan hasil investigasinya dengan pidatonya di konferensi yang sesuai dengan bidang keahliannya, seperti
pertemuan pada yurisdiksi layanan offshore perbankan yang diadakan setiap tahun di Miami Beach.

Keith Ashdown, kepala penyelidik untuk staf partai Republik dipimpin oleh Senator Oklahoma Tom Coburn, adalah mantan eksekutif di
Taxpayers for Common Sense yang pertama kali menjuluki proposal pembangunan jembatan di Alaska sebagai “Bridge to Nowhere.”

Dibuat pada tahun 1948, tim diskusi panel itu dipimpin pada tahun 1950-an oleh Senator Joseph McCarthy dari Wisconsin, yang menyatakan bahwa komunis telah menyusup ke pemerintah federal. McCarthy kemudian itu dicela dalam dengar pendapat yang dikritik oleh Levin di tahun 2003. Levin menagatkan dalam tulisannya bahwa McCarthy telah menghancurkan karir orang-orang yang tidak terlibat dalam infiltrasi pemerintahan kita.

Dalam dua tahun terakhir, komite fokus pada peran yang dimainkan oleh UBS AG dan Liechtenstein LGT Grup dalam memfasilitasi
penghindaran offshore tax di seluruh dunia. Pada sidang 2008 Juli, UBS menjadi berita utama di seluruh dunia dengan mengumumkan akan menghentikan layanan offshore perbankan bagi pelanggan AS.

Enron, Saddam Hussein
Di bawah kepemimpinan Levin, panel itu telah terbuka bagaimana bank seperti Citigroup Inc dan JPMorgan Chase & Co membantu Enron Corp struktur keuangan transaksi palsu, dan menyelidiki bahaya membeli obat resep selama Internet dan bagaimana mantan diktator Irak Saddam Hussein yang disalahgunakan PBB Minyak-untuk-Pangan program.

Komite fokus pada masalah pajak selain kasus UBS dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2003, ia mengungkapkan bagaimana perusahaan seperti KPMG LLP, Ernst & Young LLP dan PricewaterhouseCoopers LLP menghabiskan beberapa tahun di tahun 90-an untuk merencanakan dan memasarkan tempat penampungan pajak yang kemudian dinilai ilegal oleh Internal Revenue Service.

Pada tahun 2007, Levin memperkenalkan undang-undang untuk membatasi manfaat pajak bagi perusahaan yang membayar eksekutif jutaan dolar dalam pemilihan saham setelah panel membentuk subsidi pajak membantu memperluas perbedaan kompensasi pajak dari pejabat atas dan pekerja biasa.

Kelemahan Panel itu, kata Blum, adalah bahwa panel tersebut jarang menikmati yurisdiksi legislatif di dalam masalah yang diselidikinya,
artinya undang-undang apapun yang dihasilkan dari penyelidikan ini harus melalui pengesahan oleh komite lain. Dalam kasus Goldman, setiap undang-undang yang lahir terkait masalah tersebut akan menjadi pekerjaan rumah bagi Komite Senat mengenai Perbankan atau
Komite Keamanan Dalam Negeri dan Urusan Pemerintahan.

Namun, kata Blum, ketika Levin memimpin dengar pendapat dia mengatakan bahwa perusahaan yang terlibat memiliki masalah dalam citranya."

--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar