Jumat, 21 Mei 2010

Kiat Menjadi Pemimpin Yang Sukses

Amelia Ayu Kinanti - wolipop
img
dok. Thinkstock
Jakarta - Menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Salah bertindak Anda malah bisa dicap sebagai atasan yang menyebalkan.

Ada beberapa tips untuk menjadi atasan yang berhasil, juga disukai oleh seluruh bawahan. Pensaran?

1. Dapat Mensejajarkan Diri Dengan Pimpinan Lain
Jika Anda membawahi sebuah divisi, ada kalanya Anda harus bertemu dengan pemimpin divisi yang lain. Anda harus memposisikan diri secara tepat. Mengetahui visi dan misi divisi secara total adalah salah satu hal yang akan membuat posisi Anda diakui dengan yang lain. Para pemimpin lain akan melihat Anda sebagai seorang atasan yang smart dan tahu betul 'isi perut' divisi yang Anda tekuni.

2. Belajar Mendengarkan Bawahan
Menjadi pemimpin bukan berarti Anda bisa memutuskan segala hal secara sepihak. Ada kalanya bawahan Anda lebih mengetahui keadaan yang terjadi dalam suatu proyek. Tak ada salahnya untuk mendengarkan masukan dari mereka. Sehingga Anda bisa membuat keputusan yang paling bijak.

3. Membumi
Menjadi atasan bukan berarti Anda harus bersikap angkuh dan sombong. Semakin banyak Anda mengenal bawahan, akan semakin baik. Anda pun lebih mengenal bawahan secara personal sehingga lebih mudah dalam hal komunikasi. Ketika Anda dianggap sebagai atasan yang baik, maka anak buah pun tak segan untuk bersikap loyal.

4. Kenali Kelebihan dan Kekurangan Sendiri
Pemimpin yang baik adalah yang bisa mengakui kekurangannya, namun menonjolkan kelebihannya. Tak ada orang yang sempurna dan sepenuhnya benar walaupun ia telah menjadi seorang pemimpin. Jika Anda terlalu angkuh untuk mengakui kesalahan, bahkan menunjuk kambing hitam untuk itu, tak akan ada bawahan yang menghormati sikap Anda tersebut.

5. Mengenali Kelebihan dan Kekurangan Bawahan
Sebagai pemimpin, Anda juga harus mengenali potensi dan kekurangan bawahan. Hal itu bertujuan agar Anda bisa menyusun jadwal pelatihan bagi tiap-tiap bawahan untuk mendongkrak potensinya. Ini juga bisa membantu Anda untuk membentuk sebuah tim kerja menurut potensi tiap-tiap karyawan.

-


SEKEDAR MAMPIR

Seorang imam berjalan melintasi gerejanya pada waktu tengah hari, ia memutuskan untuk berhenti sejenak di altar dan melihat siapakah yang datang untuk berdoa.
Saat itulah pintu belakang terbuka, seorang pria berjalan menyusuri lorong di antara deretan bangku, imam mengernyitkan kening saat ia melihat pria itu pastilah cukup lama tidak bercukur.
Kemejanya tampak kumal dan jaketnya telah usang dan terkoyak, pria itu berlutut, menundukkan kepalanya, lalu bangkit berdiri dan berjalan pergi.
Hari-hari berikutnya, tiap tengah hari, datanglah lelaki ini, setiap kali, ia berlutut sejenak, dengan tromol makan di pangkuannya.
Maka, timbullah kecurigaan dalam hati imam, kalau-kalau terjadi pencurian. Imam memutuskan untuk menghentikan pria itu dan bertanya, "Apa yang engkau lakukan di sini?"
Lelaki tua itu menjawab, ia bekerja di ujung jalan. Istirahat makan siang hanya setengah jam lamanya. Waktu makan siang adalah waktu doanya, guna mendapatkan kekuatan dan kelegaan.

"Yah, sejenak saja aku datang, sebab pabrik cukup jauh jaraknya; sementara berlutut di sini, aku mengatakan kepada Tuhan:
"Aku datang lagi untuk mengatakan kepada-Mu, ya Tuhan, betapa bahagia hatiku, sejak kita saling bersahabat dan Engkau menghapus dosa-dosaku. Tak tahu aku bagaimana harus berdoa, tetapi, aku memikirkan Engkau sepanjang hari. Jadi, Yesus, ini aku, Jim sekedar mampir, hari ini."

Imam merasa bodoh, dan mengatakan kepada Jim, bahwa itu baik. Imam mengatakan kepadanya bahwa ia bebas untuk datang dan berdoa kapan pun ia suka.
Saatnya untuk pergi, Jim tersenyum dan mengatakan "Terima kasih." Bergegas ia menuju pintu. Imam berlutut di depan altar siang itu, seperti belum pernah ia lakukan sebelumnya.
Hatinya yang curiga telah mencair, dihangatkan dengan cinta, dan ia bertemu Yesus di sana. Sementara airmata mengaliri kedua pipinya, dalam hati, ia mengulangi doa si tua Jim:

"Aku datang lagi untuk mengatakan kepada-Mu, ya Tuhan, betapa bahagia hatiku, sejak kita saling bersahabat dan Engkau menghapus dosa-dosaku. Tak tahu aku bagaimana harus berdoa, tetapi, aku memikirkan Engkau sepanjang hari. Jadi, Yesus, ini aku, sekedar mampir, hari ini."

Suatu ketika, telah lewat tengah hari, Imam memperhatikan bahwa si tua Jim tidak datang. Sementara hari-hari berlalu tanpa kehadiran Jim, ia mulai merasa khawatir.
Di pabrik di ujung jalan, imam bertanya perihal Jim, dan mendengar kabar bahwa ia jatuh sakit. Para perawat rumah sakit mengkhawatirkannya, sebaliknya Jim menggembirakan hati mereka.
Sepanjang pekan di mana Jim bersama mereka, terjadilah perubahan di bangsal rumah sakit. Senyumnya menularkan kegembiraan dan sukacita. Wajah-wajah yang berubah ceria adalah ganjarannya.
Suster Kepala tak dapat mengerti mengapa Jim begitu penuh sukacita, padahal tak ada bunga, telepon atau pun kartu untuknya, tak seorang pun datang menjenguknya.
Imam berdiri di sisi ranjangnya, ia menyampaikan keprihatinan perawat: tak ada teman yang datang untuk menyatakan bahwa mereka peduli. Ia tak memiliki siapa-siapa.

Terperanjat, si tua Jim berkata dengan seulas senyum menawan menghiasi wajahnya, "perawat keliru. Ia tak tahu bahwa di sini, setiap hari, pada waktu siang; Ia ada di sini, seorang sahabatku yang terkasih, Ia duduk, memegang tanganku, membungkuk sedikit atasku sambil berkata: "Aku datang lagi untuk mengatakan kepadamu, Jim, betapa bahagia hatiku, sejak kita saling bersahabat, dan Aku menghapus dosa-dosamu. Betapa senang mendengarkan doa-doamu, Aku memikirkanmu sepanjang hari. Jadi Jim, ini Aku, Yesus sekedar mampir hari ini."

Banyak orang datang dan pergi dalam hidupmu, tetapi hanya sahabat-sahabat sejati yang meninggalkan jejak-jejak kaki mereka dalam hatimu.
Kiranya Tuhan menggenggam tanganmu dalam tangan-Nya dan para malaikat menjaga..!

-

Sukses Beradaptasi Di Hari Pertama Bekerja
Amelia Ayu Kinanti - wolipop
img
dok. Thinkstock
Jakarta - Siapapun bisa tampil sempurna di hari pertama kerja, asal tahu caranya. Berikut tips yang bisa membantu Anda.

1. Berpenampilan Terbaik
Salah satu yang bisa menghilangkan kegugupan serta membangkitkan rasa percaya diri Anda adalah dengan memakai busana dan tampilan make up terbaik. Ketika Anda nyaman dengan penampilan, maka rasa 'PD' akan timbul dengan sendirinya.

Tapi ingat, tampil sempurna bukan berarti mengumbar sensualitas. Tetaplah bersikap profesional. Menarik perhatian orang satu kantor dengan memakai pakaian seksi di hari pertama kerja hanya akan membuat orang salah menilai Anda.

2. Datang Tepat Waktu
Telat di hari pertama kerja adalah satu kesalahan fatal. Selain memberi kesan yang buruk, Anda juga menjadi lebih panik lagi. Jika Anda datang sebelum waktunya, berarti ada sedikit waktu untuk menenangkan diri atau sekedar merapikan riasan di kamar mandi.

3. Bersikap Ramah
Ramah adalah salah satu cara memberi kesan yang baik. Namun jangan berlebihan, karena bisa-bisa Anda dianggap genit. Senyum dan bicaralah seperlunya.

4. Fokus
Fokuslah pada pekerjaan Anda. Berikan kesan positif pada atasan dengan menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu.

--

Berbagai Sikap Penghancur Karir
Amelia Ayu Kinanti - wolipop
img
dok. Thinkstock
Jakarta - Salah satu penghargaan dalam dedikasi kerja adalah mendapatkan promosi atau kenaikan jabatan. Namun ada beberapa sikap yang harus Anda hindari, agar terhindar dari penilaian negatif.

Si Pemalas
Selalu datang terlambat, terlalu banyak meminta izin, serta beralasan sakit saat diberi tugas adalah beberapa sikap yang akan membuat atasan tak lagi mengandalkan Anda. Jika Anda selalu tak hadir saat dibutuhkan, maka lama kelamaan, rekan kerja maupun atasan akan terbiasa bekerja tanpa bantuan Anda. Kehadiran Andapun tak lagi diharapkan di kantor.

Kabur Dari Tanggung Jawab
Tidak menyelesaikan tugas dengan baik, melempar tanggung jawab, serta menghindar dari berbagai pekerjaan, akan memberi penilaian buruk bagi karir Anda. Atasan akan melihat bahwa Anda tak lagi merasa antusias bekerja di perusahaan.

Tukang Gosip
Membocorkan rahasia perusahaan kepada siapa saja juga merupakan sikap yang sangat fatal dalam dunia kerja. Anda akan dianggap sebagai pengkhianat dan tak lagi dapat dipercaya.

Tak Menghargai Orang Lain
Ingin mendapat promosi bukan berarti Anda harus menyepelekan orang lain. Sikap tak menghargai akan membuat Anda tersingkir dari tim kerja yang solid. Saat tak ada lagi yang mau bekerja dengan Anda, maka karir Anda akan berakhir.

Si Penjilat
Menjadi seorang penjilat bukanlah ide yang bijaksana untuk mendapatkan sebuah promosi, apalagi Anda sampai menjegal teman sendiri dengan cara-cara yang tidak adil. Mungkin Anda bisa membuat bos terkesan dan berhasil membuatnya mengangkat Anda, namun bagaimana dengan bawahan dan tim kerja Anda?

Mereka justru akan menganggap Anda sebagai orang yang tak patut dihargai. Saat tim kerja yang Anda bawahi tidak solid, maka performa kerja pun akan menurun. Anda pun dianggap gagal.

--

Besar Kepala Yang Menghancurkan Karir Anda
Amelia Ayu Kinanti - wolipop
img
dok. Thinkstock
Jakarta - Dunia kerja adalah tempat berkumpulnya berbagai manusia dengan latar belakang serta sifat yang berbeda-beda. Mereka pun memiliki ego masing-masing.

Namun berhati-hatilah saat ego tersebut justru berubah menjadi sifat besar kepala, karena di dunia kerja, sifat itu akan sangat merugikan Anda.

Memiliki kemampuan lebih dibanding rekan kerja adalah suatu hal yang positif. Anda pun sah-sah saja jika ingin menunjukkan kemampuan itu di depan tim dan rekan kerja. Namun ingat batasannya.

Jika kemampuan yang Anda tunjukkan bisa membuat yang lain termotivasi, tentunya itu akan memberikan manfaat, tetapi jika cara Anda menunjukkannya justru membuat yang lain merasa terintimidasi, maka hal itu akan merusak suasana kerja.

Hal yang paling buruk, tak akan ada rekan kerja yang mau berada dalam tim yang sama dengan Anda. Hal itu akan berdampak buruk bagi kelangsungan karir.

Jika Anda berada di level manajemen, ada baiknya untuk menjadi pendengar yang baik. Anda harus ingat bahwa setiap orang, termasuk bawahan Anda memiliki kemampuan dan kelebihan tersendiri. Jangan pernah menganggap remeh apapun masukan dari mereka.

Jadilah pendengar yang baik. Siapa tahu, justru masukan-masukan dari mereka akan menjadi jalan keluar yang brilian untuk masalah perusahaan. Anda pun akan menjadi panutan yang baik bagi para bawahan.

Percaya diri memang suatu hal yang dibutuhkan di dunia kerja. Tapi jangan berlebihan karena Anda hanya akan terlihat congkak. Kerjakan saja seluruh tugas semaksimal mungkin. Tak perlu menggembar-gemborkan keberhasilan. Penghargaan akan datang sendiri jika Anda memang dianggap berprestasi.

Intinya, besar kepala adalah sifat yang tak perlu dibawa di dunia kerja atau di manapun. Tak akan ada yang tahan untuk bergaul dengan orang yang tak bisa menghargai orang lain. Saat tak ada lagi yang menganggap Anda, maka disitulah kehancuran karir dimulai.
--

Karir Lebih Sukses Dengan Komunikasi
Amelia Ayu Kinanti - wolipop
img
dok. Thinkstock
Jakarta - Saat terjun ke dunia kerja, tak hanya kecerdasan saja yang diperlukan. Kemampuan berkomunikasi juga menjadi faktor yang penting. Sejak awal melangkah, Anda sudah di hadapkan dengan sejumlah wawancara yang memerlukan kelihaian dalam berkomunikasi.

Lain bidang kerja, lain juga bentuk komunikasinya. Beberapa bentuk komunikasi yang ada di dunia kerja terkini dipaparkan oleh konsultan karir ternama Shaheen Darr.

1. Komunikasi Langsung
Jika Anda bergerak di bidang penjualan dan pemasaran, bentuk komunikasi yang paling sering digunakan adalah face-to-face communication, atau komunikasi secara langsung. Anda harus bisa melakukan pendekatan persuasif dengan calon pembeli. Menjelaskan produk yang dijual dan meyakinkan kepada klien tentang kelebihan-kelebihan produk tersebut.

Tips: Untuk melancarkan komunikasi, pelajari benar produk yang akan dipasarkan hingga detilnya. Sehingga saat calon pembeli mengajukan banyak pertanyaan, Anda bisa meyakinkannya.

2. Komunikasi Lewat Tulisan
Semakin maju teknologi membuat seseorang tak perlu lagi melakukan suatu kerjasama kerja secara langsung. Seringkali, kesepakatan terjalin hanya lewat e-mail ataupun fax. Sehingga komunikasi lewat tulisan pun sama pentingnya.

Tips: Banyak-banyak membaca contoh-contoh perjanjian kerja, surat resmi dll. Hal itu akan membuat Anda semakin mahir membuat surat-surat resmi.

3. Komunikasi di antara rekan kerja
Komunikasi non formal dengan sesama rekan kerja juga harus dijaga, Jangan sampai gara gara komunikasi yang tidak lancar, terjadi kesalahpahaman antar rekan sekerja. Hal itu akan membuat produktivitas perusahaan menjadi turun.

Tips: Tak ada salahnya untuk menyediakan waktu sepulang kerja atau saat libur akhir pekan untuk hangout atau sekedar kumpul bersama dengan rekan kerja. Kegiatan ini akan membuat ikatan Anda dan mereka semakin kuat, sehingga komunikasi menjadi lebih baik. Kerjasama Anda dan mereka pun semakin lancar.

--

Tanda-tanda Produktivitas Kerja Menurun
Amelia Ayu Kinanti - wolipop
img
dok. Thinkstock30
Jakarta - Produktivitas kerja tak selalu stabil. Ada kalanya kinerja kerja menurun tanpa kita sadari. Penurunan produktivitas kerja akan menjadi fatal jika tak segera diatasi.

Masalahnya, terkadang kita tak sadar bahwa kinerja kerja terus menurun. Untuk itu tak ada salahnya untuk mengetahui tanda-tandanya dan melakukan perubahan.

1. Semua jadwal kerja mundur dari waktu yang telah ditentukan. Hal ini menunjukkan bahwa Anda tak mampu lagi menepati deadline yang ada.

2. Banyak e-mail dari klien yang memprotes pekerjaan Anda. Ini bisa berarti hasil pekerjaan Anda tak lagi maksimal, sehingga menimbulkan ketidakpuasan dari klien.

3. Tak ada jadwal meeting untuk dua bulan ke depan. Kemungkinan atasan menganggap Anda tak lagi memiliki ide-ide segar untuk disampaikan saat rapat.

4. Tak ada lagi proyek-proyek penting yang Anda pegang. Hanya beberapa proyek dengan profit tak seberapa krusial yang kini menjadi agenda baru. Hal ini menunjukkan atasan tak lagi mempercayai kemampuan Anda memegang tanggung jawab yang besar.

Jika Anda mengalami tanda-tanda di atas, tak ada salahnya untuk melakukan introspeksi diri. Tenggelam dalam keterpurukan bukanlah jalan keluar yang bijak.

Cobalah untuk berkonsultasi pada senior atau atasan mengenai keadaan Anda. Siapa tahu mereka bisa memberikan solusi-solusi yang bermanfaat.

Rasa penat dan stress akibat pekerjaan bisa menjadi salah satu penyebab menurunnya produktivitas Anda. Cobalah untuk meminta cuti agar pikiran Anda kembali segar.

--
Tips Memulai Usaha Sendiri
Amelia Ayu Kinanti - wolipop
img
dok. Thinkstock
Jakarta - Kerja di sebuah perusahaan, atau berada di bawah tekanan atasan mulai membuat Anda stres? Mungkin ini waktunya untuk memulai usaha sendiri.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat Anda ingin merintis usaha. Berikut beberapa tips dari ahlinya.

Persiapan
Anda sudah memiliki rencana untuk memulai usaha? Yang pertama kali harus ditentukan adalah tujuan yang meliputi, apa jenis usaha yang Anda kerjakan, apa saja modal awal yang harus dimiliki, dan pasar mana yang Anda sasar.

Menabung
Memulai usaha pasti memerlukan modal yang tak sedikit. Seorang konsultan keuangan, Michelle Evard merekomendasikan, minimal Anda harus menabung selama 6 bulan sebelum memulai usaha. Sambil menabung, waktu 6 bulan itu juga bisa digunakan Anda melakukan persiapan.

Ada baiknya juga selama 6 bulan itu, Anda melakukan penghematan terhadap pengeluaran rutin. Hal itu bisa membuat tabungan semakin banyak untuk memulai usaha baru.

Persiapkan Pengunduran Diri
Setelah melakukan persiapan dan pengumpulan modal, kini waktunya Anda mempersiapkan proses pengunduran diri. Jangan sampai menyepelekan hal ini. Walaupun ada ketentuan minimal satu bulan pemberitahuan sebelum tanggal mengundurkan diri, namun Anda juga harus menyelesaikan seluruh pekerjaan atau proyek yang masih berjalan.

Jangan sampai pengunduran diri menjadi pembicaraan dan meninggalkan kesan buruk di perusahaan. Oleh karena itu mulailah membuat jadwal ketat dalam menyusun pekerjaan agar bisa diselesaikan sesuai dengan waktu pengunduran diri yang sudah direncanakan.

Tentukan Jenis Perusahaan
Setelah Anda mengundurkan diri, mulailah menentukan jenis perusahaan Anda. Apakah itu PT, CV dan sebagainya. Lalu daftarkan perusahaan baru Anda agar posisinya legal.

Buat Budgeting Awal
Budgeting awal dalam menjalankan perusahaan baru sangatlah penting. Hitunglah dengan cermat apa saja keperluan perusahaan mulai dari pembelian barang hingga pengeluaran sehari-hari. Kalkulasikan juga dengan sasaran keuntungan yang ingin didapat. Jangan lupa untuk memperhitungkan pajak. Anda tak ingin menjadi orang yang merugikan negara kan?

Kini semuanya telah siap. Agar perusahaan Anda terus berjalan, perlu adanya jalinan relasi yang kuat dengan klien. Kepercayaan dari klien adalah salah satu kunci suksesnya. Ingin menjalin relasi kerja yang baik, klik artikel wolipop sebelumnya!

--

Menggapai Sukses Dengan Menjalin Relasi Kerja
Amelia Ayu Kinanti - wolipop
img
dok. Thinkstock
Jakarta - Relasi dalam berkarier merupakan salah satu poin utama menuju kesuksesan. Namun bagaimana caranya menjalin relasi yang baik? Simak beberapa tipsnya.

Helene Lerner, seorang konsultan karir ternama akan berbagi tips bagi Anda untuk menjalin sebuah relasi kerja yang sukses.

Fokus
Yang pertama kali harus dilakukan saat ingin menjalin relasi adalah, menentukan tujuan Anda. Akan ke mana karir dibawa. Jika sebuah keputusan sudah dibuat, maka semakin mudah bagi Anda untuk memilih calon relasi.

Tonjolkan Kemampuan Diri
Anda akan ada di dalam kelompok orang yang memiliki minat, tujuan serta kegemaran yang sama. Namun kelebihan serta keunikan diri tetap harus ditonjolkan. Itu adalah karakter serta ciri khas yang akan membedakan Anda dengan yang lain. Bisa jadi keunikan itulah yang membuat ikatan relasi semakin kuat dan kokoh.

Basa-basi Itu Perlu
Basa-basi seringkali bertindak sebagai 'icebreaker' atau penghangat suasana. Carilah sesuatu yang positif dari lawan bicara Anda. Hargai hal tersebut, dan pujilah ia. Hal itu akan memberikan nilai positif bagi kepribadian Anda. Namun hati-hati, jangan terlalu mengumbarnya, apalagi mengatakan pujian palsu. Ketidaktulusan Anda akan terbaca, dan hal itu akan memberi penilaian yang buruk.

Percaya Diri
Walau orang di sekitar Anda lebih senior, berpengalaman dan sebagainya, namun itu bukan alasan untuk berkecil hati. Yakinlah pada diri sendiri bahwa Anda mampu menawarkan sesuatu yang baik bagi para relasi.

Sopan Santun
Yang terakhir, jaga selalu sopan santun. Lain lingkungan, lain pula sopan santun yang dijalankan. Jika di kantor B, mengunyah permen karet saat bersama klien adalah hal biasa, namun bukan berarti Anda bisa melakukannya di kantor B. Kenalilah klien dengan baik, dan bersikaplah sopan, elegan, dan cerdas.

--

Karir Lebih Sukses Dengan Komunikasi
Amelia Ayu Kinanti - wolipop
img
dok. Thinkstock
Jakarta - Saat terjun ke dunia kerja, tak hanya kecerdasan saja yang diperlukan. Kemampuan berkomunikasi juga menjadi faktor yang penting. Sejak awal melangkah, Anda sudah di hadapkan dengan sejumlah wawancara yang memerlukan kelihaian dalam berkomunikasi.

Lain bidang kerja, lain juga bentuk komunikasinya. Beberapa bentuk komunikasi yang ada di dunia kerja terkini dipaparkan oleh konsultan karir ternama Shaheen Darr.

1. Komunikasi Langsung
Jika Anda bergerak di bidang penjualan dan pemasaran, bentuk komunikasi yang paling sering digunakan adalah face-to-face communication, atau komunikasi secara langsung. Anda harus bisa melakukan pendekatan persuasif dengan calon pembeli. Menjelaskan produk yang dijual dan meyakinkan kepada klien tentang kelebihan-kelebihan produk tersebut.

Tips: Untuk melancarkan komunikasi, pelajari benar produk yang akan dipasarkan hingga detilnya. Sehingga saat calon pembeli mengajukan banyak pertanyaan, Anda bisa meyakinkannya.

2. Komunikasi Lewat Tulisan
Semakin maju teknologi membuat seseorang tak perlu lagi melakukan suatu kerjasama kerja secara langsung. Seringkali, kesepakatan terjalin hanya lewat e-mail ataupun fax. Sehingga komunikasi lewat tulisan pun sama pentingnya.

Tips: Banyak-banyak membaca contoh-contoh perjanjian kerja, surat resmi dll. Hal itu akan membuat Anda semakin mahir membuat surat-surat resmi.

3. Komunikasi di antara rekan kerja
Komunikasi non formal dengan sesama rekan kerja juga harus dijaga, Jangan sampai gara gara komunikasi yang tidak lancar, terjadi kesalahpahaman antar rekan sekerja. Hal itu akan membuat produktivitas perusahaan menjadi turun.

Tips: Tak ada salahnya untuk menyediakan waktu sepulang kerja atau saat libur akhir pekan untuk hangout atau sekedar kumpul bersama dengan rekan kerja. Kegiatan ini akan membuat ikatan Anda dan mereka semakin kuat, sehingga komunikasi menjadi lebih baik. Kerjasama Anda dan mereka pun semakin lancar.


--
Menggapai Sukses Dengan Menjalin Relasi Kerja
Amelia Ayu Kinanti - wolipop
img
dok. Thinkstock
Jakarta - Relasi dalam berkarier merupakan salah satu poin utama menuju kesuksesan. Namun bagaimana caranya menjalin relasi yang baik? Simak beberapa tipsnya.

Helene Lerner, seorang konsultan karir ternama akan berbagi tips bagi Anda untuk menjalin sebuah relasi kerja yang sukses.

Fokus
Yang pertama kali harus dilakukan saat ingin menjalin relasi adalah, menentukan tujuan Anda. Akan ke mana karir dibawa. Jika sebuah keputusan sudah dibuat, maka semakin mudah bagi Anda untuk memilih calon relasi.

Tonjolkan Kemampuan Diri
Anda akan ada di dalam kelompok orang yang memiliki minat, tujuan serta kegemaran yang sama. Namun kelebihan serta keunikan diri tetap harus ditonjolkan. Itu adalah karakter serta ciri khas yang akan membedakan Anda dengan yang lain. Bisa jadi keunikan itulah yang membuat ikatan relasi semakin kuat dan kokoh.

Basa-basi Itu Perlu
Basa-basi seringkali bertindak sebagai 'icebreaker' atau penghangat suasana. Carilah sesuatu yang positif dari lawan bicara Anda. Hargai hal tersebut, dan pujilah ia. Hal itu akan memberikan nilai positif bagi kepribadian Anda. Namun hati-hati, jangan terlalu mengumbarnya, apalagi mengatakan pujian palsu. Ketidaktulusan Anda akan terbaca, dan hal itu akan memberi penilaian yang buruk.

Percaya Diri
Walau orang di sekitar Anda lebih senior, berpengalaman dan sebagainya, namun itu bukan alasan untuk berkecil hati. Yakinlah pada diri sendiri bahwa Anda mampu menawarkan sesuatu yang baik bagi para relasi.

Sopan Santun
Yang terakhir, jaga selalu sopan santun. Lain lingkungan, lain pula sopan santun yang dijalankan. Jika di kantor B, mengunyah permen karet saat bersama klien adalah hal biasa, namun bukan berarti Anda bisa melakukannya di kantor B. Kenalilah klien dengan baik, dan bersikaplah sopan, elegan, dan cerdas.

--

Menghadapi PHK dengan Kebijaksanaan Sikap
Amelia Ayu Kinanti - wolipop
img

Jakarta - Pemecatan atau pemutusan kontrak kerja sepihak bisa terjadi pada siapa saja. Namun, bukan berarti Anda harus tertunduk malu menghadapinya.

Pemecatan atau pemutusan kontrak kerja seringkali datangnya tiba-tiba. Anda pun tak sempat menyiapkan hati dan mental untuk menghadapinya. Namun jangan lantas langsung terpuruk dan putus asa. Helene Lerner, seorang konsultan karir ternama mengungkapkan beberapa langkah yang bisa membantu Anda melalui proses tersebut.

Rasakan Perasaan Anda
Jangan membohongi perasaan dengan berpura-pura tak merasakan apa-apa. Keluarkan semua emosi, kekecewaan, kemarahan, rasa sedih dan frustasi akan semakin ringan ketika Anda menyalurkannya. Menangis atau curhat berjam-jam dengan sahabat akan membantu meringankan beban Anda.

Jangan Merasa Rendah Diri
Alasan pemecatan atau pemutusan kontrak kerja bisa memiliki seribu alasan. Jangan langsung menganggap diri rendah karenanya, mungkin saja ini memang bukan pekerjaan yang cocok untuk Anda. Bangun rasa kepercayaan diri perlahan. Mungkin saja karir Anda akan cemerlang di tempat yang baru.

Sebisa mungkin bersikaplah tegar seolah Anda memiliki kepercayaan diri yang penuh. Yakinlah pada diri sendiri karena rasa percaya diri akan bisa dirasakan orang lain. Dan saat itu, nilai Anda dihadapan orang lain akan bertambah.

Tegar Dengan Tegak
Hari terakhir di kantor akan sulit. Membereskan barang dan mengucapkan selamat tinggal pada teman-teman akan menjadi hal yang cukup berat. Namun keluarlah dengan kepala tegak. Tunjukkan bahwa Anda memiliki kekuatan dan ketangguhan yang luar biasa. Dengan begitu, Anda akan keluar kantor secara terhormat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar