Selasa, 04 Agustus 2009

KESAKSIAN NUR EMMAH DARI PAMEKASAN




Sebuah kisah sejati yang sangat dahsyat dan menyentuh hati.

Bagaimana Nuremmah harus melindungi dan menjaga keluarganya dari teror dan ancaman pembunuhan, setelah ia memutuskan mengikut jalan Kristus. Apalagi ia bersuamikan Tionghoa dan keluarganya pemeluk agama yang kuat. Tetapi wanita Madura kelahiran Madura 1 Desember 1965 ini tak pernah menyerah, baginya satu-satunya Juruselamat cuma Yesus. Seperti dituturkan jemaat GBIS Bunga Bakung Pamekasan ini kepada GLORIA.

Saya lahir dari sebuah keluarga Madura yang taat menjalankan perintah agama. Doktrin yang saya terima dari bapak begitu jelas. Saya boleh menikah dengan siapa saja, apapun rasnya, asal yang bersangkutan seiman dengan saya. Maka ketika hati saya tertambat pada seorang pria Tionghoa yang berbeda agama dengan saya, tiba-tiba saja sebuah masalah besar menghadang di depan mata. Apalagi sebagai wanita yang masih sangat muda waktu itu, saya lebih menuruti kata hati dan perasaan. Ya, perasaan yang tengah tumbuh subur oleh cinta. Sebenarnya sebagai anak yang berbakti, saya tak hendak menentang kehendak orangtua. Tapi yang satu ini, dorongan hatiku agaknya lebih kuat dari berbagai larangan maupun resiko paling buruk yang mesti kuhadapi. Maka mesti ditentang disana-sini, kadang juga diancam, aku pantang mundur untuk memadu cinta dengannya.

Tetapi kekangan dan tekanan keluarga rupanya jauh lebih kuat. Keinginan orang tua kami cuma satu: kalau aku hendak menikah dengan pacarku, maka dia yang tidak seiman dengan kami mesti memeluk kepercayaan yang kami anut. Mungkin demi kasihnya yang begitu besar kepadaku, dia pacarku, akhirnya menuruti kemauan orang tuaku. Begitulah, setelah semua persyaratan yang diajukan bapak dipenuhi, kamipun menikah pada 27 Juli 1985, tepat pada hari ulang tahun pacar saya. Tak lama kemudian buah hati pertama kami lahir, kami beri nama Nova. Ia cantik dan pintar.

Lalu menyusul adiknya, Agnes. Nah saat Agnes berusia 2 tahun, tepatnya pada 1989, saya mengalami mimpi aneh. Dalam mimpi itu seakan-akan saya berada di padang pasir yang tandus dan panas. Rasa haus menyiksa kerongkongan. Sepi, tak seorangpun ada di sana. Jeritan minta tolong seperti lenyap disapu angin padang pasir. Tiba-tiba dalam mimpi itu, saya seperti melihat kilat. Bersamaan dengan itu muncul sesosok laki-laki berambut panjang dan berjubah. Di bagian belakang jubahnya terlihat warna biru langit yang segar. Sayapun melambaikan tangan kearahnya, berharap pertolongan. Mendadak orang itu berkata, "Saat ini kamu sedang diambang kematian. Jika ingin selamat, kamu harus percaya kepada-Ku. Karena jalan keselamatan, hanya ada didalam-Ku. Akulah Tuhanmu. Apakah kamu masih belum percaya? Akulah jalan kebenaran hidup. Barangsiapa percaya kepadaKu, maka ia akan selamat. Ikutlah padaKu ..!"



Saya kontan terbangun. Anehnya keadaan kamar saya waktu itu ikut terang benderang. Padahal lampu penerangan di kamar saya hanya 15 watt. Saya jadi tercenung, mengenangkan semua mimpi yang baru terjadi. Saya ingat dengan jelas wajah laki-laki berjubah yang menemui saya di dalam mimpi itu.

Ah, benar! Wajahnya itu kerap dibawa suami saya dari Surabaya, enam tahun silam. Ketika itu suami saya membawa gambar Yesus dan sebuah Alkitab. Melihat semua itu emosi saya jadi terbakar, gambar Yesus saya injak-injak dan saya sobek. Dengan penuh kemarahan saya berkata kepada suami saya, "Saat ini juga kita cerai....!" Mungkin takut atau tak ingin ribut-ribut, sejak itu suami saya tak pernah lagi membawa gambar Yesus ke rumah.

Demikian pula dengan Alkitab, saya tak pernah melihatnya untuk yang kedua kali. Kendati begitu mimpi di padang pasir terus mengusik pikiran saya. Sampai kira-kira sebulan kemudian, saya bertengkar hebat dengan suami. Jujur mesti saya akui kalau suami saya sangat baik dan sabar. Jika terjadi pertengkaran di antara kami, ia memilih mengalah atau menghindar. Saya sendiri aduh ..... acapkali kesetanan.

Dengan kedua tangan saya mencekiknya. Sesudah itu saya berendam di kamar mandi hingga berjam-jam. Begitu juga yang terjadi malam itu, usai bertengkar dengan suami, saya langsung masuk ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam. Takut terjadi sesuatu dengan saya, suami mencoba menggedor-gedor pintu. "Kalau kamu marah, jangan begitu. Itu namanya menyiksa diri. Lebih baik kau pukul saja aku .... biar lega", bujuk suami saya.

Mendengar kata-katanya yang begitu sejuk, kemarahan saya akhirnya mencair. Tiba-tiba muncul perasaan iba kepadanya. Keluar dari kamar mandi, saya langsung membaringkan tubuh ke atas tempat tidur. Malam itu suhu tubuh saya meninggi dan mendekati tengah malam saya mengalami kejang-kejang. Suami saya kebingungan melihat kondisi saya. Dipanggilnya seluruh keluarga, termasuk tante-tante saya. Lalu dibacakan doa-doa untuk saya. Tapi keadaan saya makin memburuk. Perut saya mengeras, dan bibir saya terlihat biru. Samar-samar terdengar suami saya berkata, "Ma, kami semua mencintai mama. Aku dan juga anak-anak, sangat sayang pada mama. Apakah mama tidak ingin sembuh, tidak ingin hidup dan mendampingi kami lagi? Tolong ma, bertahanlah. Cobalah mama mengumpulkan semangat. Sebutlah nama Yesus!"

Saat itu saya merasakan segalanya hampir berakhir. Tapi hati kecil saya belum rela meninggalkan anak-anak dan suami. Dan dalam himpitan demikian, sayapun menyebut nama yang disarankan suami saya. Yesus! Bahkan dengan cara berdoa semampu saya, saya minta tolong Yesus untuk disembuhkan. Lalu perlahan-lahan saya merasakan seluruh syaraf saya mengendur. Saya tidak tegang lagi. Saya bisa melihat dengan sempurna. Saya melihat suami saya tersenyum dan memanggil saya.

Sebuah panggilan yang lembut dan mesra. Kendati begitu saya belum juga mau bertobat. Dan malamnya, saya bermimpi lagi. Dalam mimpi itu seolah-olah saya hendak tenggelam di laut. Lalu tiba-tiba muncul sesosok wajah seperti dalam mimpi yang dulu. Wajah Yesus. "Kamu masih belum percaya kepada-Ku? Akulah Tuhanmu, Akulah jalan, kebenaran dan hidup", katanya. Sayapun mengangguk.

Lalu saya diangkat-Nya. Keesokan harinya saya mulai membuka Alkitab yang disembunyikan suami saya. Ketika pertama membuka, saya temukan bunyi kalimat : "Akulah Tuhanmu. Akulah jalan, kebenaran dan hidup". Pembaca yang seiman, meski dengan sembunyi-sembunyi saya tahu kalau selama ini suami saya ternyata masih rajin ke gereja. Agar kepergiannya tidak saya ketahui, biasanya ia ke gereja dengan menyamar, hanya mengenakan sandal jepit, kaus oblong dan Alkitab kecil diselipkan di dalam saku.

Agaknya ia takut ketahuan keluarga saya. Mula-mula saya kerap berkata Alkitab itu najis. Tapi waktu itu saya buka, saya mendapat firman itu lagi. Saya bilang, "Ya Tuhan, kok saya memperoleh ayat itu lagi?". Saya tutup Alkitab itu dan besoknya saya buka kembali. Namun lagi-lagi ayat itu yang saya temukan. Saya sampai berpikir waktu itu, "Kok ayatnya ini semua? Apa tidak ada bacaan lain?" Padahal Alkitab Perjanjian Baru itu tebal. Saya jadi penasaran, dan akhirnya mulai membukanya dari yang pertama.

Sejak saat itu saya jadi tekun mendalami Alkitab. Tapi gengsi saya masih menggunung. Malu diketahui suami, semua itu saya lakukan dengan sembunyi-sembunyi. Saya mulai membanding-bandingkan mana ajaran yang paling benar. Saya bahkan pernah baca dua kitab suci sekaligus dan mencoba membandingkannya. Roh Tuhan rupanya bekerja dalam jiwa saya. Setelah sadar bahwa Alkitab merupakan kebenaran Firman Allah, maka saya mencoba berkata kepada-Nya: "Tuhan, saatnya saya bertobat dan berlutut di hadapan Engkau". Ya, sejak itu Tuhan mulai berkarya dalam hidup saya. Saya berani bilang pada suami, "Kamu boleh ke gereja, tapi pakai sandal jepit dan jangan sampai kelihatan tetangga".

Tetapi seperti pepatah "Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga", begitulah yang terjadi pada kami. Aktifitas kami berdua ke gereja akhirnya ketahuan juga. Sejak itulah keluarga kami mulai mengalami masa penganiayaan. Tiga tahun kami mengalami pergulatan yang menyesakkan. Bahkan dua anak saya, pernah diancam akan dimasukkan ke sumur. Setiap pagi saat saya membuka toko, di depan toko saya temukan banyak kotoran manusia terserak dimana-mana. Bahkan di atas kotoran itu pernah ditancapkan sebuah salib dan diberi komentar "Lihatlah Tuhanmu lagi tidur". Atau "Seperti inilah Tuhanmu".

Polisi agaknya melihat kami sedang diteror dan diancam, karena itu mereka mulai menjaga toko kami. Kami sendiri sudah pasrah, dan hanya menggantungkan semua perkara kepada Tuhan. Puncaknya rumah kami pernah dikepung dan hendak dibakar massa. Akan halnya bapak, beliau yang begitu benci kepada saya pernah mengizinkan orang-orang untuk menghabisi kami semua. Begitu juga dengan tante-tante, mereka bahkan pernah bilang pada bapak, "Lebih baik nggak punya anak dari pada kamu punya anak menjadi kafir". Yang lebih tragis, sejak itu toko saya menjadi sepi. Paling banyak saya hanya mendapat pemasukan Rp. 2 ribu sehari.

Ketika anak ketiga kami lahir, ia tak pernah merasakan bermain dengan anak-anak sebayanya di kampung. Mereka ditolak masuk kampung. Bukan itu saja, anak-anak juga dicemooh, dikatakan , "Kristen ...Kristen". Sudah tak terhitung paha anak saya disulut rokok. Atau rambutnya dipangkas tak beraturan. Sejak itu saya melarang anak-anak keluar rumah. Ajaibnya, meski keluarga kami mengalami tekanan yang begitu dahsyat, ternyata diam-diam adik saya mengikuti jejak kami. Prosesnya nyaris sama, yakni setelah ia diselamatkan Tuhan dari sakitnya. Tetapi sejak mengikuti jalan Kristus ia harus membayar dengan mahal, penganiayaan yang dialaminya lebih berat. Suatu hari adik saya bahkan hendak dibunuh. Pedang dan clurit sudah melingkar di tubuhnya. Saya yang mendengar laporan itu lalu berkata pada suami, "Pa, jika aku mati, aku rela karena kematianku demi Yesus. Aku titip anak-anak padamu. Sekarang, aku harus berangkat menolong dan menyelamatkan adikku".

Ketika saya berangkat air mata bercucuran membasahi pipi. Di tengah perjalanan mulut saya tak pernah lepas sedetikpun dari doa. Begitu saya sampai di lokasi tempat adik saya hendak dihabisi, orang-orang tercengang melihat saya. Sebab dari mulut saya terus meluncur doa yang saya kutip dari dua kitab suci sekaligus. Dan meski hati ini tergetar melihat tubuh adik saya basah kuyup oleh minyak tanah, mulut saya tetap melantunkan doa-doa pada Yesus.

Tuhan yang penuh kasih itu menjamah kami dengan hangat. Adik saya dilepas massa. Dan kamipun berangkulan. Lalu kepada adik, saya minta dia untuk tinggal di rumah kami. Saya telah membuktikan kekuatan Yesus. Oleh karena itu saya tidak takut mati karena Yesus. Saya tidak takut mati demi Yesus.

"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia" (Yakobus 1 : 12)


CLEVER WIFE SMART WIFE


There was a man who had worked all of his life, had saved all of his
money,
and was a real miser when it came to his money. He told his wife, "When I
die, I want you to take all my money and put it in the casket with me.
I want to take my money to the afterlife with me." And so he got his
wife to
promise him with all of her heart that when he died, she would put all
of the money in the casket with him.
Well, he died. He was stretched out in the casket, his wife was sitting
there in black, and her friend was sitting next to her. When they
finished the ceremony, just before the undertakers got ready to close the
casket,the wife said, "Wait just a minute!" She had a box with her; she came
over with the box and put it in the casket. Then the undertakers locked the
casket down, and they rolled it away.
So her friend said, "Girl, I know you weren't fool enough to put all that
money in there with your husband. The loyal wife replied, "Listen, I'm
a Christian, I can't go back on my word. I promised him that I was going
to put that money in that casket with him."
"You mean to tell me you put that money in the casket with him!!!!?"
"Sure did," said the wife. "got it all together, put it into my account
and wrote him a check. If he can cash it, he can spend it."

--

Sepasang suami-isteri telah lama berusaha untuk mendapatkan seorang anak namun hingga saat ini belum juga dikaruniai. Akhirnya mereka memutuskan dan setuju untuk menggunakan jasa orang lain, dengan kata lain si Isteri harus menggunakan benih dari laki-laki lain untuk bisa mengandung anak.



Setelah setuju, mereka menentukan benih lelaki yang akan 'menyedekahkan' benihnya itu, "Ok sayang.. abang pergi dulu... sebentar lagi lelaki itu akan datang."

Begitu sang Suami pergi meninggalkan Istrinya, muncul seorang photografer yang spesial memotret bayi datang menawarkan jasa.



"Selamat pagi Nona saya datang untuk..," belum selesai bicara perempuan tersebut memotong pembicaraan seolah sudah mengerti maksud sang Photografer, "Oh ya..saya memang menunggu anda"

"Oh ya?," kata sang photografer keheranan.

"Kalau begitu....bagus lah.. saya sudah pengalaman, dengan hasil yang pasti memuaskan anda," kata sang Photografer seraya meyakinkan hasil potretannya.

"Itulah yang kami harapkan, silakan masuk dan duduk dulu mas," kata perempuan tadi mempersilahkan masuk sang Photografer yang setengah bingung.

"Hmmm bagaimana kita mulai saja Mas?," tanya perempuan tersebut setelah beberapa saat merapikan dandanannya.

"Serahkan pada saya Nona, saya sering mengalami hal semacam ini (lokasi), saya sering membuat di bath tub, bisa juga di atas sofa dan beberapa kali saya melakukan di katil. Namun kalau kesulitan terkadang kami lakukan di atas lantai di ruang tamu saja itu pun hasilnya bagus juga..yang penting anda bisa mengatur gaya yang bagus," kata lelaki tadi menerangkan tempat yang sesuai untuk pengambilan gambar.

"Bath tub? atas lantai? Hebat, karena suami saya kalau 'ambil' tak pernah memiliki gaya seperti anda dan suami saya selalu melakukan di tempat tidur," jelas perempuan itu.

"Nona, tak ada orang yang menyangka itu karya saya, hasilnya akan baik sekali.. tapi kalau kita nanti berganti posisi dan saya shoot dari beberapa angle.. saya jamin...anda akan suka dengan hasilnya dan akan ketagihan," terang phothografer terus bercerita tentang tehnik pengambilan gambar.

Si perempuan tercengang mendengar cerita sang Photografer yang memang terbiasa memasarkan karyanya.

"Nona, dalam kerja saya seseorang kadang merasa sakit untuk sebuah posisi tertentu, saat saya capek saya harus berada di luar dan beberapa saat saya akan masuk lagi."

"Ia mas, Seperti saya tak tau saja?" kata si Perempuan tadi genit.

Sang Photographer tadi, sambil mengeluarkan gambar-gambar bayi yang sungguh lucu dan mengemaskan dari dalam tasnya sambil terus bercerita, "Yang ini saya buat di atas bus kota di London ."

"Hah!...di atas bus?," perempuan tadi terkejut.

"Yang kembar ini, memang tak disangka-sangka, perlu anda tau, karya ini memang susah pengerjaannya, " kata photografer tadi.

" Susah ya mas?," tanya si Perempuan seolah mengiyakan.

"Ya... memang susah.. sehingga saya terpaksa membawa dia ke Hyde Park untuk membuat pekerjaan agar benar-benar baik, orang ramai mengerumuni kami ketika itu, untuk melihat dengan jelas apa yang kami lakukan..."

"Didepan public???"

"Ya...lebih kurang 3 jam baru selesai... sehingga saya tak boleh menghentikan konsentrasi saya......namun bila saya mau keluar.. saya terpaksa berhenti sejenak," cerita si Photografer.

"Ya Nona,... apakah Nona sudah siap, kalau sudah saya akan pasangkan tripod dan segera kita mulai"

"Tripod?," buat apa?, "tanya si Perempuan.

"Oh..itu untuk keselarasan hasil nantinya, alat saya terlalu besar untuk saya pegang lama-lama."

"Besar, sebesar apa?" tanya perempuan tadi penasaran.

Sambil meraih tasnya dan mengambil kamera yang dilengkapi tele, sang photografer menunjukan pada perempuan tersebut, "Sebesar ini Nona!".

Brukkk...... perempuan tadi langsung pingsan.

--








#3 Dracula#

Ada 3 drakula, mereka bikin kompetisi siapa yang paling kejam dan sadis. Drakula yang paling muda dapet kesempatan duluan. Tiba-tiba dia lari secepat kilat, terus 2 menit udah balik lagi. Mukanya penuh lumuran darah, seringainya sereem. Terus dia ngomong, "Lu pade liat desa di seberang bukit itu ?" Yang dua ngangguk, "Iya, liat." "Desa itu... habiissss !"

Yang paling tua panas juga. Dia juga pergi sekelebat, terus 1 menit udah balik, mukanya juga penuh dgn cucuran darah. "Lu liat kota yang itu?", katanya sambil mukanya nunjukin kalo dia bangga bener. "Iye, liat", yang dua ngangguk juga. Kota itu juga habiiissssss !", kata yang paling tua sambil ketawa serem, "Hua ha ha hah !".

Drakula yang satunya lagi tambah panas, dia juga pengen show off.
Akhirnya dia juga lari sekelebat. Temennya yang dua terperanjat, soalnya belum sampe setengah menit dianya udah balik, penuh dengan cucuran darah di mukanya dan matanya. Temennya yang dua membatin, "Gila ni drakula,.... sangar amat, ternyata dia yang paling jago".
Sambil ngos-ngosan dia teriak, "Lu pade liat nggak tiang listrik di pas belokan sana ?" "Liat! Liat!", kata yang laen.
"Sialan, gua kagak liat!!". kata si drakula.

#Smue ade saratnye...#

Umar lagi asik-asiknye nonton bola depan tipi, tau-tau bininye yelonong masuk:
'Bang, lampu teras putus, tolong gantiin ame yang baru dong'.
'Masang lampu ?!!!, lu kire gue PLN apah...!!!' saut Umar enteng.

'Ya udeh kalo kaga mau, benerin aje keran kamar mandi, itu tuh aernya ampe luber-luber' .
'Benerin keran ?!!!, lu kire gue PDAM kali...!!!'

'Ya udeh, kalo lu pegi beli rokok ke warung aje gue nitip minyak'
'Lu kagak bisa liat orang lagi enak nonton kali ye, lu kire gue PERTAMINEEE. ..!!!'

Umar sewot lantaran berasa digangguin terus, Umar ngeloyor ke rumah tetangge, balik-balik jem 2. Tapinye Umar kaget lantaran terasnye udah terang. Terus ke kamar mandi, aer udah kaga luber-luber; ke dapoer jerigen minyak juga udah full tank.

Paginye Umar nanya ama bininye:

'Lu minta tulung ama siape...?'
'Gini bang, abis abang minggat, gue nangis di teras. Terus ade cowok ganteng lewat nanyain gue. Gue cerite ape adenye, juga soal lu sewot. Terus die nawarin buat ngebantuin, tapi ada saratnye'.

'Ape saratnye', Umar pengin tau.
'Saratnye bisa pilih, gue bikinin die roti atawa tidur ame die'
'Terus lu bikinin die roti ape...?' Umar ngedesek.
'Bikinin roti...?!!! Lu pikir gue Holland Bakery apee...?!!!'



#SUKA KENTUT#

Yuk Jah pergi periksa ke dokter "Kenapa Anda, Bu?" tanya Pak Dokter.

Yuk Jah kemudian bercerita, "Ini Dok, sudah sebulan ini
saya kok jadi sering kentut. Dalam 1 jam saya bisa kentut
sampai 10 kali, tapi untungnya kentut saya ini gak bau
sama sekali dan tidak bersuara, jadi tidak ada yang tau.
Lha ini aja pas saya duduk di depan dokter udah 3 kali
saya kentut.
Tapi dokter gak tau kan , sebab itu tadi kentut saya tidak
bau dan tidak bersuara. Tapi saya jadi gak enak sendiri,
masak perempuan ngetutan."

"Oh begitu ya, kalau begitu tebus saja resep ini, seminggu
lagi kembali ke sini ya." kata dokter.

Seminggu kemudian Yuk
Jah kembali ke dokter.

"Sudah baikan?" tanya dokter.

"Saya gak tau obat apa yang dokter berikan minggu lalu,
hanya saja kentut saya kok jadi bau busuk gak karu-karuan
ya, sampai saya mau jatuh ngejeblak. Tapi untungnya kentut
saya tetap tidak bunyi." kata Yuk Jah.

"Berarti hidung Anda sudah tidak mampet lagi,sekarang
tebus resep ini ya."

"Obat apalagi ini, Dok?" tanya Yuk Jah

"Obat budhek..."





#Sejak Kentutan Pertama#

Sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin
memberikan surprise pada istrinya, suatu hari si suami
berkata kepada istrinya:
"Sayang, kita pergi yuk,tapi mata kamu harus ditutup yah...!"

"Kok harus ditutup sih mas...?" kata istrinya

"Yah, pokoknya ada sesuatu untukmu..... "

Merekapun berangkat dengan menggunakan taxi, begitu sampe
di tempat yang dituju mereka turun, kemudian si suami
mengajak istrinya masuk ke rumah baru yang dijadikan
sebagai surprise untuk istriya, tapi si suami
masih belum
mengijinkan istrinya membuka tutup mata.

Ternyata si istri ingin buang angin, tapi karena masih
malu sama suaminya si istri pura-pura minta tolong
dibikinin minuman.

"Mas, ambilin saya minum dong...!"

Suaminya kemudian pergi mengambil minuman, ketika suaminya
pergi si istri buang angin "tuuuut.."

Pas si suami datang membawa minuman, ternyata si istri
masih ingin buang angin,akhirnya dia bilang ke suaminya .

"Mas minumannya kurang manis, tambahin gula lagi yah...."

Si suami pergi lagi untuk menambahkan gula pada minuman
istrinya, ketika suaminya pergi si istri kentut lagi "tuuuuuut... .".

Kemudian si suami datang lagi untuk memberikan minuman,
tapi ternyata si istri masih ingin buang angin,
akhirnya
dengan berberat hati si istri minta ditambahkan gula lagi,
saat si suami pergi istrinya kembali buang angin

"TTUUUUUUUUUTT. ......TUUT. ....TUUT"

Akhirnya si istri merasa lega karena telah selesai dari
keinginan buang anginnya.
Ketika si suami tiba dan menyerahkan minuman, kemudian si
suami membuka tutup mata si istrinya,si istri terkejut
karena ternyata di rumah sudah banyak orang dan
disampingnya ada mertuanya, sambil malu-malu si istri
bertanya pada mertuanya,

"Oh Bapak, sudah lama datang..?"

Kemudian sang mertua menjawab,

"Sudah, sejak kentutan pertama..." ------------ --------- - **&&##??





#Diary Seorang Suami Malang#

Senin :

Seseorang mencuri semua kartu kredit milik saya, tapi saya tidak melaporkannya. Maling itu tidak menguras uang sebanyak istri saya.

Selasa :

Saya bertanya kepada istri,"Sayang, tempat mana yang terbaik untuk merayakan hari ulang tahun pernikahan kita?" Dia menjawab, "Cobalah tempat yang belum pernah saya kunjungi." Nah, malam itu saya mengajaknya ke dapur.

Rabu :

Kalo bepergian, kami selalu bergandengan tangan. Hari ini saya lepaskan tangannya, tau-taunya dia malah ngacir ke Sogo.

Kamis :

Istriku paling senang membeli barang yang ditandai TURUN. Hari ini, dia membeli sebuah eskalator.

Jum'at :

Hobi istri saya hanyalah BELANJA, BELANJA, dan BELANJA. Minggu lalu dia jatuh sakit selama seminggu, tadi saya dengar ada tiga butik akhirnya bangkrut.

Sabtu :

Dia paling senang mengkoleksi barang-barang yang memakai tenaga listrik. Dia beli blender elektrik, panggangan elektrik, pemanas makanan elektrik, dan serba listrik lainnya. Tadi pagi dia tanya, "Mas, kira-kira barang apa yang belum saya miliki?"; Saya belikan dia sebuah kursi listrik !

Minggu :

Hari ini, istri saya menelepon saya dan mengeluh, mobilnya tidak dapat jalan lagi. Saya tanya apa penyebabnya, dia katakan ada air di karbulatornya. Saya bertanya mobilnya ada dimana, dia bilang nyemplung ke kali Ciliwung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar