Jumat, 08 Oktober 2010

Bukit Tengkorak dalam Kepercayaan Kristen

Umat Kristiani percaya, Yesus disalib di Golgota (bukit tengkorak) di Yerusalem. Dinamakan bukit tengkorak karena bentuknya yang mirip dengan tengkorak dan terletak di tempat yang cukup tinggi. Dalam kepercayaan Kristen, proses penyaliban orang yang disebut dengan nama Yesus tersebut, dijadikan sebagai tempat-tempat suci. Setidaknya, ada 14 tempat (stasi) yang diyakini merupakan jalan Yesus menuju tiang salib. Dalam kepercayaan Kristen, ke-14 stasi itu dinamakan dengan Jalan Salib.

Stasi pertama (l) adalah Yesus dijatuhi hukuman mati, (2) Yesus memanggul salib, (3) Yesus jatuh urtfuk pertama kalinya (tradisi). (4) Yesus berjumpa dengan ibunya. (5) Yesus ditolong oleh Simon dari Kirene. (6) Wajah Yesus diusap oleh Veronika (tradisi). (7) Yesus jatuh untuk kedua kalinya (tradisi). (8) Yesus ditangisi oleh perempuan-perempuan Yerusalem (hanya dalam Luk 2327-31). (9) Yesus jatuh untuk ketiga kalinya. (10) Pakaian Yesus ditanggalkan. (11) Yesus dipaku pada kayu salib. (12) Yesus wafat di salib. (13) Yesus diturunkan dari salib dan (14) Yesus dimakamkan.

Dalam Injil Yohanes dicatat pula, di tempat Yesus disalibkan ada sebuah.taman. Di dalam taman itu ada sebuah kuburan baru, yang belum pernah dipakai untuk penguburan orang. Karena kuburan itu dekat dan hari Sabat hampir mulai, mereka menguburkan Yesus di sana (Yoh 1941-42). Namun dewasa ini, bentuk asli Golgota serta tempat Yesus dimakamkan tidak dapat disaksikan lagi, akibat berbagai gedung yang dibangun di situ selama 20 abad.

Dalam Injil, Golgota tidak pernah dinamakan gunung atau bukit, tetapi selalu tempat saja. Nama Golgota tak hanya nama tempat berdirinya Salib Yesus, tapi juga nama tanah milik Yusuf dari Arimatea. Secara tradisional Golgota memang disebut bukit. Kapel Kalvari terletak lima meter lebih tinggi dari lantai Basilika Makam Suci sekarang. Di sebelah barat bukit kecil di zaman dulu itu terdapat taman yang terletak di daerah bekas tambang batu. Dalam salah satu dinding batu itu, Yusuf dari Arimatea membuat makam bagi keluarganya.

Bentuk makam yesus

Sesuai dengan kebiasaan Yahudi, makam bagi jenazah Yesus terdiri dari dua gua yang disatukan dengan sebuah pintu tengah berukuran kecil. Gua pertama berperan sebagai ruangan untuk menampung sanak saudara yang datang meratapi almarhum. Dalam gua kedua ditaruh jenazah. Pintu masuk makam ditutup dengan sebuah batu bundar yang dapat digulingkan ke samping berkat adanya sebuah parit kecil khusus di bawah batu itu.

--
“Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang yang kekurangan” (Mazmur 82 : 3)

Judul renungan kita hari ini terinspirasi dari sebuah cerita seorang karyawan kantoran yang dalam perjalanan pulang ke rumahnya, ia kehujanan. Walaupun hari menjelang malam, ia tidak bisa cepat-cepat melanjutkan perjalanan karena ternyata hujan semakin deras, dan semakin deras. Akhirnya ia memutuskan untuk berteduh di sebuah kedai kecil yang menjual kopi, teh dan mie instant. Sekedar duduk saja, kelihatannya tidak enak dengan yang punya warung. Jadi, ia memesan mie instant dengan harapan bisa menghangatkan badannya yang sudah setengah basah. Sambil menikmati semangkok mie, ia pun berusaha menjadi teman cerita untuk bapak yang sepi pelanggan (karena cuaca hujan). Katanya: “Wah, kalo hujan begini warung bapak jadi sepi ya? Pemasukan bisa berkurang dong pak?!”. Bapak itu langsung menjawabnya: “ ah tidak juga dek! Walaupun di sini kurang pelanggan, tapi saya bersyukur kalo hujan seperti ini karena dengan begitu sawah yang digarap isteri dan anak perempuan saya di kampung tidak kekurangan air.. dan anak saya yang laki-laki, usaha ojek payungnya bisa laku keras… ”. (glek!!” sambil menelan ludah karyawan itu menjawab) “iya ya pak….”. Dengan tenangnya bapak ini berujar :” Dek…Gusti mboten nate sare. Tuhan itu tidak pernah istirahat!

Bagian Alkitab kita hari ini, memberikan kepada kita sebuah cakrawala pandang baru terhadap sesuatu yang disebut sebagai keadilan Allah. Saya katakan cakrawala pandang baru karena selama ini dalam kehidupan masyarakat kita, seolah-olah keadilan itu hanya milik mereka yang berkuasa, mereka yang berduit dan mereka yang berpengaruh dan yang punya nama. Ada suatu keadaan terbalik yang dikatakan dalam ayat ini. Karena ternyata keadilan Allah pun berlaku bagi mereka yang sering kita katakan “masyarakat kelas dua”. Ada perhatian khusus yang diberikan kepada mereka. Membebaskan mereka dari tangan orang fasik, sebab Allah menjadi hakim yang adil. Setiap kita pun diberi kesempatan untuk mewujudkan keadilan Allah, dan menjadi penolong bagi mereka.

Tapi, banyak orang bertanya: ”bagaimana mungkin saya bisa menolong mereka? Saudara / saudar, kepada siapa engkau diutus, pergilah dan jadilah berkat. Dalam interaksi kita di kampus tercinta ini sebenarnya memberi kita banyak ruang untuk menghadirkan keadilan sesungguhnya yang berasal dari Allah. Keadilan seperti apa? Tidak menjadi batu sandungan bagi rekan kerja, mahasiswa maupun kepada pegawai. Ingat, Gusti mboten nate sare. Dia memberi hujan, bukan sebuah petaka dalam hidup. Tetapi ada janji berkat yang Dia beri dalam kehendak-Nya. Tuhan memberi kita kuasa bukan untuk menjadikan kita sumber petaka, tetapi menghadirkan keadilan bagi mereka yang mengharapkannya. Pastikan bahwa kita sudah berproses dan mau diproses Allah menghadirkan keadilan bagi semua orang.

--

S…E…T…I…A

“Sebab itu janganlah di antaramu ada laki-laki atau perempuan, kaum keluarga atau suku yang hatinya pada hari ini berpaling meninggalkan TUHAN, ALLAH kita, untuk pergi berbakti kepada Allah bangsa-bangsa itu; janganlah di antaramu ada akar yang menghasilkan racun dan ipuh” (Ulangan 29 : 18)

“Setia” .Satu kata yang sangat dekat dengan kata relasi. Dikatakan dekat, karena kata setia biasanya berlaku antara dua atau lebih orang yang memiliki sebuah hubungan atau relasi yang saling berkomitmen. Kata setia biasanya memiliki nilai positif dalam membangun sebuah relasi. Setia terhadap pasangan, setia pada komitmen dan setia pada janji yang diucapkan. Tetapi, tidak jarang, kata setia di-pleset-kan oleh orang muda – bahkan tua – untuk mencari pembenaran terhadap apa yang diselewengkan. Katakanlah ada dua orang muda yang berpacaran. Yang satu setia kepada pasangannya dan tidak mendua hati tetapi yang lain “setia” tetapi punya lebih dari satu pacar. Ketika ketahuan, ia langsung berkata: “Iya sayang…..aku setia padamu….” Padahal yang dimaksudkannya: SE-gala TI-pu A-da karena di SE-tiap TI-kungan A-da (hehehehe). Inikah setia yang dimaksud?

Bagian alkitab yang menjadi dasar permenungan kita hari ini memberikan arahan yang jelas tentang kata setia, yang didasarkan pada kesetiaan di dalam Allah. Kesetiaan dalam mengandalkan kekuatan Allah yang berlaku bagi semua umat. Tidak memandang ia laki-laki atau perempuan, kaum keluarga atau bukan, satu suku atau berlainan suku. Kesetiaan sebagai umat yang harus nyata dalam perbuatan sehari-hari yang diawali dari hati.

Mengapa dari hati? Ya. Karena dari hatilah seseorang merancangkan sesuatu dalam hidupnya. Dari suara hati, orang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dan dari dasar hati yang paling dalam, ia mampu untuk memutuskan apakah ia menghasilkan madu atau racun dalam hidup??? Kesetiaan kepada Allah yang benar dan tidak berpaling kepada Allah yang lain adalah amanat dalam nats ini. Ada begitu banyak Allah lain yang membuat kita dan orang lain terjebak pada kesenangan semu yang ditawarkan dunia. Dan semuanya berawal dari hati. Mengapa? Karena dari hati muncul iri hati, dengki, keserakahan, ketamakan dan kesombongan. Itulah Allah yang diper-illah oleh kebanyakan manusia. Sehingga tidak jarang ada orang yang tega menyikut atau malah menjatuhkan orang lain demi pemuasannya terhadap “Allah hatinya” sendiri.

Nats ini juga mengingatkan kita tentang bagaimana sebagai umat Allah kita tidak memelihara akar yang menghasilkan racun dan ipuh. Melainkan dari akar yang baik, kita menghasilkan buah yang baik dan bisa menjadi berkat bagi setiap orang yang berjumpa dengan kita sehingga mereka semua bisa berubah dan berbuah……Pertanyaan reflektif bagi kita: “sudahkah kita mengakar pada Allah yang setia?” Taburkan benih ke-setia-an yang sesungguhnya dalam hidupmu, sehingga engkau mampu setia kepada Allah yang setia dan dengannya menjadi berkat bagi semua orang.

--

“Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi;
sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?” (Roma 8 : 24)

Pernah seorang dosen Pendidikan Agama Kristen dan Etika Kristen di kampus kita ini bertanya kepada mahasiswanya : “Kamu agama apa?” mahasiswa ini menjawab: “Kristen, bu.” Terus dosen ini bertanya lagi :”Kristen? Kenapa harus Kristen? (diikuti dengan mimik yang sepertinya menyelidiki)“. Mahasiswa : “ lah, koq ibu tanyanya begitu? Saya Kristen, karena sudah dari kecil saya Kristen karena orang tua saya Kristen…..” Dosen: “Jadi? Apakah alasannya hanya itu?” Mahasiswa : ”Nggak-lah bu. Karena dalam perjalanan hidup percaya saya, saya punya pengharapan yang (-blank-dosennya mengernyitkan dahi, dan berkata: “e.. he..pengharapan???” )… Duh, piye ya bu! susah dech kalo dijelaskan!”, kata mahasiswa tersebut .

Saudara, penggalan percakapan di atas memberikan sebuah gambaran terhadap salah satu cara orang beriman yang kebingungan dengan sebuah pengharapan. Ia tidak mampu mengungkapkan dalam bahasanya sendiri tentang apa yang diyakininya dan diimaninya dalam pengharapan. Padahal, dalam semangat keberimanannya pengharapan itu seolah-olah hidup dan memiliki dinamika yang jelas arahnya. Tetapi mengapa ia tidak mampu menjelaskannya?

Inilah yang digambarkan oleh rasul Paulus dalam nats ini. Ketika kita berbicara tentang pengharapan kita akan mendapatkan suatu daya yang luar biasa yang sangat sulit diungkapkan dalam bahasa manusia kita. Tetapi justru setiap orang diselamatkan dalam pengharapannya. Inilah Misteri Illahi yang menjadikan kita bertekun dalam pengharapan kepada Yesus Kristus. Pengharapan yang seharusnya memiliki efek yang jelas dalam hidup setiap umat, dan akan sangat membantu orang untuk bisa mendefinisikan kata sulit ini. Memiliki efek yang jelas dengan kata lain, memberikan dampak bagi kehidupan sesama dan semesta. Karena ketika ia berharap akan cinta kasih Allah yang memulihkannya, ia mempraktekkan cinta kasih itu bagi sesama dan semesta. Ketika ia berharap akan berkat yang tercurah dari Allah, maka ia seharusnya menjadi berkat bagi sesama dan semesta. Sehingga kita mempersembahkan semuanya kepada Allah yang telah memberikan hidup yang berpengharapan dalam Kristus.

Siapapun dan apapun kita yang membaca renungan hari ini, kita seharusnya adalah orang-orang yang hidup dalam pengharapan! Pengharapan akan masa depan pribadi dan kampus yang lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Nyatakan pengharapanmu melalui pikiran, perkataan dan perbuatan yang nyata. Sehingga pengharapan kita hadir kini dan di sini. Amin!

--

“Apakah hukum taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?” (Yohanes 7 : 51)

Keegoisan terkadang membuat kita untuk menjadi insan yang egosentrik. Kita lebih melihat kepentingan kita ketimbang kepentingan orang lain. Kita terkadang menilai orang lain untuk mengikuti apa yang kita mau, tanpa melihat bagaimana dan apapun keadaan orang lain.

Pola perilaku seperti ini, tergambar dalam aliran Farisi yang memiliki kepercayaan penuh terhadap hukum Taurat. Keinginan orang Farisi untuk memaksakan orang berdasarkan pemahaman hukum taurat menjadi topik yang dipertentangkan. Dalam perikop Yohanes 7:51, terlihat dengan jelas bahwa pemahaman hukum Taurat ditentang keras oleh para penjaga dan Nikodemus. Kaum Farisi menghukum orang berdasarkan hukum Taurat, sedangkan Yesus tidak serta merta mempercayai hukum Taurat sebagai hukum yang mengatur tatanan hidup. Yesus membawa transformasi keadilan, bahwa hidup harus penuh keadilan, tidak membawa kepentingan pribadi untuk menghakimi orang lain.

Pesan dari perikop ini menjadi penting bagi sivitas akademika UKSW dalam menerapkan praktek-praktek keadilan. Terkadang kita menghendaki orang lain untuk mengikuti apa yang menjadi keputusan kita. Ini menjadi tidak adil. Keadilan bukan memaksakan orang lain, menginginkan orang lain sama dengan diri kita, dan mengharapkan orang lain mengikuti apa yang kita mau. Tetapi sebenarnya keadilan adalah menerima, mengerti, dan menghargai orang lain. Hal ini menjadi penting, karena semua manusia berbeda! Tidak ada yang sama! Tahukah kita bahwa perbedaan adalah kekuatan, anugerah Tuhan yang terindah untuk saling melengkapi? Maukah kita berbuat adil di tengah perbedaan? Pertanyaan ini kiranya menjadi pertanyaan reflektif yang digumuli dalam kebersamaan sebagai satu komunitas akademik. Memang berat rasanya untuk melakukan hal itu, tapi mencobanya dengan sungguh-sungguh adalah sangat baik. Tuhan memberkati.

--

“Beginilah firman TUHAN: Lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah ditempat ini!” (Yeremia 22 : 3)

Ada yang berkata “hidup tanpa godaan atau tantangan bukan hidup namanya!”. Ini adalah pemahaman sekaligus perkataan menghibur! Baik untuk menghibur diri sendiri, keluarga, atau lingkungan yang sementara kita lewati dalam kepelbagaian persoalan hidup. Banyak tawaran yang mengharuskan kita untuk memilih! Hidup dihadapkan pada problem of choice. Ada pelecehan, penyelewengan, bahkan aksi menghabisi nyawa sesama keluarga. Di kancah politik ada oknum yang secara sadar menghabisi uang rakyat hingga bermilyar bahkan bertriliun rupiah tanpa melihat esensi perjuangan politik untuk mensejahterahkan kehidupan masyarakat. Dengan segala rayuan kebutuhan, uang, harta, setiap orang dapat tergoyahkan dan terlarut dalam kepuasan yang sifatnya sementara. Untuk apa semuanya ini? Tiada lain untuk kepuasan diri atau golongan tertentu.

Cerminan situasi di atas, membawa kita pada satu perintah yang tertera pada bagian perikop pembacaan saat ini. Yeremia 22:3, mengajarkan kepada kita bahwa apapun keadaan manusia, ia harus tetap berbuat baik, menegakkan keadilan di atas segala-galanya. Allah memberikan perintahnya melalui nubuat nabi Yeremia bagi kaum Yehuda yang tidak bertobat pada saat masa pemerintahan raja Zedekia di Yehuda. Yeremia menasihatkan kaum Yehuda dan pemerintahannya untuk melakukan yang benar dan adil serta membantu kaum yang tertindas dalam segala kekurangan. Jikalau para raja melakukan hal nubuatan Allah ini, maka mereka tidak akan mengalami penghancuran seperti yang dilukiskan dalam Yeremia 22:6-9. Dengan demikian, Allah mengharapkan umat untuk tetap menampilkan damai sejahtera bagi orang lain, baik yang dipimpin maupun yang memimpin.

Konteks pembacaan ini menjadi menarik, untuk digumuli sepanjang perjalanan tugas dan tanggung jawab sebagai sivitas akademika UKSW. Baik pemimpin, dosen, pegawai, maupun mahasiswa, harus melandasi seluruh aktivitas akademik dengan berpedoman pada asas atau nilai kebaikan dan kebenaran. Kampus bukan saja menjadi sarana pencetak cendikiawan, melainkan juga menjadi sumber kehadiran Allah. Apa, bagaimana, kapan dan dimanapun kita, pengamalan akan kebaikan, saling menghidupkan, dan melengkapi satu dengan yang lainnya, kiranya menjadi perjuangan hidup kita bersama. Itulah cara kita mempersembahkan hidup kepada Dia! Dengan begitu, kita akan tetap dipersatukan menjadi lembaga yang kuat dan tidak tergoyahkan oleh apa dan bagaimanapun tantangan di depan. Bukankah Tuhan sudah berjanji kepada kita untuk setia asalkan kita juga setia kepada-Nya?

--

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita” (Roma 5 : 5)

Ayat tersebut di atas adalah bagian dari tema besar ”Kebenaran orang Percaya” (Roma 5:1-21) yang merupakan gambar subyektifitas pengalaman Paulus tentang perbuatan Allah kepadanya. Dimana ‘pembenaran’ dan ‘kesucian’ adalah setangkup yang berawal dari ‘pengampunan’. Dari perbuatan tersebut ia telah (a) ‘menuai kebahagiaan’ (Roma 5:1-5), (b) adanya jaminan kelanggengan kebahagian itu oleh anugerah Allah (Roma 5: 6-11), dan (c) jalan pembenaran atas langkah yang telah ditempuhnya (Roma 5: 12-21), yaitu pembersihan dosa-asal kepada ‘perengkuhan’ oleh Allah sebagai ‘warga-terintegrasi’ (restutitio in integrum) menikmati damai dengan Allah.

Menuai kebahagiaan karena kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah. Kita memperoleh jalan masuk, karena kita memperoleh karunia ketenangan dan keamanan. Hasil yang penuh berkat ini adalah ‘pengharapan mengatasi penderitaan’ berupa hadirnya ‘kesabaran’ yang di dalamnya ada ketabahan dan pengharapan yang nyata dalam kehidupan oleh kepenuhan Kasih Allah sebagai Penghibur yang tinggal dalam sanubari. Dalam kasih Allah, pelanggaran dan dosa diampuni, kesalahan tidak diperhitungkan dan ditagihkan. (Roma 4: 5-8).

Kita sebagai satu komunitas organisasi yang sedang berproses dengan pelbagai personil berlatar kualitas keimanan berbeda tentu harus terus berpengharapan agar muncul kebenaran pada kualitas personil orang percaya. Sehingga sivitas akademika hidup dalam kasih Allah. Dengan cara demikian kita bersama menuju kepada kesempurnaan bersama mencapai keutuhan ciptaan, penuh damai dan berkeadilan.

--

“Kata Maria: Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu. Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” ( Lukas 1 : 38 )

“Bukan kehendakku, tapi kehendak-Mu jadilah”, demikian ucapan Ibu Maria saat menerima perintah Allah. Ucapan itu sangat masyur. Ucapan itu menunjukkan kepatuhan penuh seorang anak manusia atas kehendak Pencipta-Nya.
Seharusnya, kita sebagai orang-orang Kristen meneladani ucapan Ibu Maria itu. Melakukannya dalam kehidupan keseharian kita baik di lingkungan kerja ataupun di lingkungan tempat kita tinggal. Intinya kita patuh kepada kehendak Tuhan saja.

Saat di tempat kita kerja, kita mau menempatkan kehendak Tuhan sebagai pandu kerja. Saat kita menjadi pemimpin, kita meneladani kepempinan Tuhan. Begitu juga saat kembali di lingkungan masyarakat. Kehendak Tuhan akan menjadi pengerak setiap tingkah pola kita saat berinteraksi dengan sesama.

Jangan gentar ketika ada orang yang tidak suka jika kita melakukan hal-hal di atas dan kadang ada yang berucap “Sok suci!”. Tetaplah kuatkan imanmu, karena apa yang kita lakukan adalah perintah-Nya, yang kadang berbeda dengan perintah manusia.

--

“Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.” (Mazmur 23 : 2)

Perdamaian kadang diasosiasikan dengan keadaan alam yang tenang. Tampak terbaca jelas dalam Mazmur 23:2, yang menggunakan kata “padang rumput yang hijau” dan “air yang tenang”.

Ketidakdamaian memang terjadi saat keadaan alam tidak tenang. Ambil contoh terjadinya bencana longsor di beberapa daerah di negeri ini. Tidak hanya bangunan yang hancur, namun juga nyawa manusia melayang.

Manusia sebenarnya bisa mengupayakan kedamaian alam, sehingga mendapatkan anugerah kedamaian bagi manusia. Contoh sederhana adalah dengan hidup yang menghormati alam sekitar kita. Langkah-langkah sederhana dapat dilakukan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mendirikan bangunan sesuai dengan tata perencanaan kota, sehingga tidak mengganggu resapan air, dan lain sebagainnya.

Dengan menjaga kedamaian alam sekitar kita, kita dapat menjaga keutuhan ciptaan Tuhan. Dan kita bisa memulainnya dari diri kita sendiri.

--
Perikop bacaan kitab Amos berada di bawah tema besar Keadilan, Kebenaran, dan Hukuman Ilahi karena dosa. Kitab ini terutama merupakan seruan kenabian untuk keadilan dan kebenaran, berdasarkan sifat Allah. Amos 5 termasuk dalam bagian kedua dari kitab Amos, terkhususnya perikop ini secara garis besar tentang penolakan Israel untuk mencari Tuhan. Dalam Amos 5: 15 penulis menguraikan tentang sebuah pengabdian yang ditunjukkan melalui tindakan kebencian terhadap yang jahat dan mencintai kebaikan. Secara garis besar Amos 5: 15 hendak menunjukkan bahwa tanda yang pasti bahwa kita sudah mengabdikan diri kepada Allah ialah kebencian yang sungguh-sungguh akan semua dosa dan cinta yang mendalam untuk semua standar kebenaran Allah. Selain itu pula dengan sikap menegakkan keadilan. Hal ini menunjukan wujud dari tiga sikap atau asas hidup yang penuh dengan tanggung jawab.

Tiga hal yang menjadi penekanan bagi Amos yaitu benci terhadap yang jahat, cintai kebaikan, dan menegakkan keadilan. Tiga pola hidup pengabdian yang dianjurkan Amos kepada bangsa Israel agar mereka diselamatkan. Tiga pola hidup di atas memberi gambaran sebuah tanggung jawab seseorang terhadap sesuatu. Jika Israel mau diselamatkan mereka harus bisa mengabdikan diri kepada Allah. Allah dalam Amos 5: 15 menghendaki sebuah pengabdian diri yang total dari bangsa Israel. Allah tidak hanya menghendaki Israel agar membenci kejahatan dan mencintai hal-hal baik tetapi juga melakukan dan menegakkan keadilan. Sebagai bagian dari komunitas bangsa pilihan Allah, Israel harus berada dalam sebuah komunitas yang berkonsepkan pengharapan. Pengharapan yang diwujudnyatakan melalui pengabdian diri yang total terhadap Allah melalui tiga pola hidup yang bertanggung jawab.

Sebagai sebuah sivitas akademika UKSW adalah sebuah komunitas Kristen, komunitas yang harus bercirikan sebuah pengharapan. UKSW harus dapat mengabdikan diri bagi kampus, bagi sesama dan bagi Tuhan. Dengan konsep pengharapan UKSW dapat mengabdikan diri dengan sebuah pengharapan yang baik melalui tiga pola hidup yang dianjurkan Amos. Untuk itu UKSW harus bisa menjadikan konsep pengharapan Amos sebagai dasar pijak sehingga pengabdian UKSW sebagai lembaga pendidikan Kristen benar-benar dapat menjadi teladan dan membawa Damai bagi sesama dan lingkungan sekitar.

--

Piala Dunia 2010 adalah ajang pertandingan sepak bola tingkat dunia yang paling bergengsi telah digelar. Tahun ini negara Afrika Selatan akan menjadi tuan rumah perhelatan paling akbar dalam dunia sepakbola. Euphoria Piala Dunia pun sudah tampak sejak beberapa saat yang lalu. Selain bertaburannya pemain-pemain kelas dunia dalam ajang tersebut, satu hal yang senantiasa menarik untuk disimak dalam pertandingan sepak bola adalah kerjasama para pemain sebagai satu tim dalam mencapai tujuan menghasilkan gol yang sebanyak-banyaknya. Tak jarang kita menyaksikan kesebelasan yang diperkuat banyak pemain bintang. Kesebelasan Inggris bisa saja dikalahkan oleh kesebelasan lain yang lebih kompak dan mampu menunjukkan kerja sama yang baik.

Perlunya kerja sama dalam satu tim disampaikan juga dalam firman Tuhan pada hari ini. Ibarat tubuh dan anggota-anggotanya yang mempunyai fungsi berbeda tetapi tetap mampu bekerjasama dengan baik untuk menjalankan tugasnya, demikian pula para pemain sepak bola. Walaupun secara individu sangat menonjol namun tetap perlu bekerjasama dalam timnya agar dapat menghasilkan sinergi yang positif dalam mencapai tujuan kesebelasannya. Hal ini juga berlaku dalam kehidupan kita di kampus UKSW. Kita bangga bahwa banyak individu-individu dosen, pegawai dan mahasiswa berprestasi secara nasional maupun internasional. Tak berlebihan bila kita katakan UKSW juga bertaburan bintang-bintang. Namun kita seringkali terlena oleh kunggulan individu kita sehingga sulit merapatkan barisan untuk bekerjasama dalam sebuat tim.

Alangkah indahnya apabila kehidupan kita di kampus ini diwarnai dengan semangat kerjasama sehingga UKSW sebagai lembaga mampu menghasilkan ”gol-gol” cantik yang semakin memuliakan Tuhan. Ketimbang menyaksikan kita sebagai satu lembaga tercerai berai dan tidak berhasil mencapai tujuan untuk kemuliaan Tuhan. Bukankah menjadi satu tim berarti pula together everyone achieves more?

Sivitas akademika yang terkasih, mulailah hari ini dengan menyadari bahwa betatapun keunggulan kita sebagai pribadi, namun Tuhan memanggil kita dalam komunitas Satya Wacana agar kita mampu bekerja sama dalam menjadikan lembaga ini lembaga yang mencetak banyak “gol yang cantik” bagi kemajuan bangsa dan Negara, serta demi kemuliaan nama Tuhan.

--
“Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.” (Hosea 2 : 18)

Ada sebuah keluarga kecil yang terdiri atas suami, isteri, dan seorang anaknya yang masih umur 5 tahun. Kehidupan keluarga ini dapat dikatakan harmonis dan mereka tinggal di sebuah rumah cukup besar dengan segala perlengkapan rumah tangga yang serba “lux.” Mereka terkenal sebagai keluarga Kristen yang beriman, rajin beribadah dan tidak mempunyai masalah dengan kehidupan hubungan suami isteri maupun dengan orang lain. Mereka tergolong sebagai keluarga yang tidak pelit dan mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan alam termasuk lingkungan orang-orang yang menjadi tetangga di sekitar mereka. Jika ada tetangga yang mengalami kesulitan, keluarga ini selalu membantu dan mengulurkan tangan dengan penuh kasih dan sayang. Keluarga ini juga bertindak secara adil dan bijaksana ketika ada orang yang ingin minta pertimbangan untuk memutuskan suatu perkara yang sulit dan cukup menyita banyak waktu. Namun mereka tetap berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan dalam setiap pikiran, sikap, dan tindakan mereka. Selain itu, mereka juga selalu mensyukuri akan setiap berkat yang mereka peroleh dalam kehidupan mereka. Hubungan mereka dengan Tuhan telah menyatu untuk selama-lamanya sebagai hubungan antara suami dan isteri dalam suatu keluarga. Keluarga ini telah mewujudnyatakan firman Tuhan yang tertulis dalam Hosea 2 : 18: “Aku akan menjadikan engkau isteriKu untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteriKu dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.”

Setiap orang yang ada di UKSW ini, mempunyai tanggung jawab yang sama dalam menciptakan kasih sayang, keadilan, dan kebenaran agar tercipta suasana hubungan keluarga yang harmonis. Untuk tujuan yang mulia ini memang tidaklah mudah, karena masih ada berbagai kendala yang mungkin saja dapat muncul, sehingga kasih, keadilan, dan kebenaran belum terwujud dalam menciptakan hubungan keluarga yang harmonis. Oleh karena itu, kita sebagai keluarga besar sivitas akademika Universitas Kristen Satya Wacana ditantang oleh sikap dan tindakan keluarga Kristen yang ada di dalam ilustrasi di atas.

Beberapa pertanyaan yang perlu direnungkan adalah beranikah kita menjadikan diri kita sebagai sivitas akademika yang mempunyai kasih, keadilan, dan kebenaran serta kepedulian dengan lingkungan alam sekitar terutama orang-orang yang ada di sekitar kita? Jika kita mengkoreksi diri kita ternyata kita perlu mengakui bahwa kita sebenarnya patut malu karena kita belum dapat mewujudkan nyatakan pikiran, sikap, dan tindakan kita dengan penuh kasih, adil dan benar terhadap lingkungan alam dan orang-orang yang ada di sekitar kita.

Mari gali potensi kita lebih jauh agar kita dapat memberikan layanan yang terbaik untuk UKSW yang kita cintai ini dengan didasarkan atas kasih, keadilan, dan kebenaran dari Tuhan saja.

--

“Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambarNya sendiri.” (Kejadian 9 : 6)

Masih ingatkah kita pada peristiwa tragis akibat dari minum minuman keras beberapa bulan yang lalu yang merengut nyawa sebagian orang yang ada di sekitar kita? Kita menjadi miris mendengar kabar dari berbagai media cetak dan elektronika serta internet bahwa ada beberapa orang yang berusia remaja hingga dewasa mati sia-sia karena “drink abuse.” Benarkah perilaku yang buruk yang mereka lakukan ini sesuai dengan ajaran agama? Tentu saja jawabannya adalah tidak karena setiap agama tidak akan pernah mengajarkan kejelekan pada setiap hambaNya. Tetapi, perilaku-perilaku yang buruk yang mengakibatkan kematian sia-sia karena “drink abuse” tersebut, bukan dipengaruhi oleh ajaran agama tetapi barangkali karena penyimpangan perilaku seperti: tidak mempunyai tujuan dan makna hidup, memiliki keputusasaan dalam hidup, dan kehilangan harapan, kemudian mereka menciptakan “dunianya sendiri” yaitu lari dari kenyataan, sehingga darah tertumpah dan mati dengan sia-sia lalu menjadi gambar setan dan tidak menjadi gambar Allah dalam setiap langkah kehidupan mereka. Seperti yang tertulis dalam Firman Allah: Kejadian 9 : 6 “Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.”

Firman Tuhan ini, mengingatkan kepada kita sebagai sivitas akademika agar kita yang diciptakan menurut gambar-Nya ini dapat melaksanakan segala aktivitas ini dengan penuh disiplin dan tanggung jawab. Kita sebagai mahasiswa, pegawai non dosen dan dosen, serta pejabat struktural dan para pemimpin universitas dapat menjalankan tugas kita sesuai dengan proporsi kita masing-masing yang tetap mendasarkan pada firman Tuhan. Kehidupan kita ini tidak selamanya mulus dan berjalan lancar, tetapi kadang-kadang harus menghadapi kesulitan dan tekanan hidup. Kita tidak boleh lari dari kenyataan hidup dan cenderung diatur oleh gambar setan, tetapi kita harus tetap kuat sebagai gambar Allah. Oleh karena itu, perilaku kita dalam hidup ini harus sejalan dengan gambar Allah, sehingga hidup kita menjadi lebih bermakna bagi diri sendiri maupun orang lain.

Jadi, ilustrasi yang digambarkan melalui peristiwa “drink abuse” menjadi pelajaran bagi kita yang ingin menuju jalan kebenaran agar dapat melepaskan diri dari gambar setan. Kita ditantang apakah kita berani untuk menjadi gambar Allah dan melepaskan diri dari gambar setan ketika menghadapi kesulitan dan tekanan hidup dengan tetap setia kepada Allah yang kita sembah melalui anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus? Jawabannya adalah terletak pada diri kita masing-masing. Bukankah kita ini diciptakan menurut gambar-Nya?

--
JAKARTA, KOMPAS.com — Persoalan politik luar negeri dengan Belanda tampaknya lebih menguras perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan jajarannya. Pembatalan lawatan ke Belanda yang bersamaan dengan bencana banjir bandang di Papua mendapatkan respons yang lebih besar.

Hingga Jumat (8/7/2010) ini, belum ada pernyataan Presiden mengenai bencana yang sudah menelan hampir 100 korban tewas. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton sudah lebih dulu menyatakan keprihatinannya atas bencana tersebut.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Chairun Nisa, menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah. "Masak bisa keduluan Hillary? Pemerintah seharusnya lebih dulu memberikan pernyataan dan menyampaikan apa saja kebijakan yang diambil untuk penanggulangan dan penanganan bencana itu. Bagaimanapun, ini bencana besar," ujar Chairun Nisa, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (8/10/2010).

Lambatnya respons politik pemerintah dinilai sebagai kurangnya perhatian atas apa yang terjadi pada rakyat. "Kalau sampai keduluan orang lain, kok sepertinya tidak sensitif terhadap rakyat yang kena musibah," katanya.

Meskipun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah turun ke lokasi, menurut Chairun Nisa, tidak cukup tanpa adanya pernyataan resmi pemerintah atas bencana itu. Para menteri juga diminta turun langsung untuk memastikan penanganan berjalan semestinya.

"Saya pikir harus segera ditangani korbannya banyak sekali. Walaupun sebenarnya, semua bencana ini alam, yang mungkin saja karena kesalahan manusia. Tidak cukup hanya BNPB, harus integratif dari kementerian lain. Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, harus segera turun ke sana," kata anggota Fraksi Partai Golkar ini.

Seperti diberitakan, banjir bandang melanda Wasior, Papua Barat. Aktivitas kota itu lumpuh. Hingga pagi ini, jumlah korban tewas sudah mencapai 97 orang. Diyakini korban tewas akan terus bertambah mengingat timbunan lumpur di kota itu mencapai dua hingga tiga meter.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton menyampaikan keprihatinan terhadap banjir di Papua Barat, Rabu (6/10/2010) di Washington. "Atas nama rakyat Amerika Serikat, kami menyampaikan simpati mendalam terhadap kerusakan dan jatuhnya korban jiwa akibat banjir dan longsor di Indonesia bagian timur, terutama di Provinsi Papua Barat," kata Hillary.

Dalam rapat kabinet, Kamis (7/10/20100), Presiden juga tidak menyinggung soal bencana alam ini. Saat itu kepala negara banyak mengulas soal anggaran belanja negara dan menyampaikan bantahan terkait anggaran negara untuk baju Presiden.

--

Beda Antara Cinta dan Cocok
TUESDAY, 22 NOVEMBER 2005
Total View : 4294 times

Salah satu alasan paling umum mengapa kita menikah adalah karena cinta - cinta romantik, bukan cinta agape, yang biasa kita alami sebagai prelude ke pernikahan. Cintalah yang meyakinkan kita untuk melangkah bersama masuk ke mahligai pernikahan.

Masalahnya adalah, walaupun cinta merupakan suatu daya yang sangat kuat untuk menarik dua individu, namun ia tidak cukup kuat untuk merekatkan keduanya.

Makin hari makin bertambah keyakinan saya bahwa yang diperlukan untuk merekatkan kita dengan pasangan kita adalah kecocokan, bukan cinta.

Saya akan jelaskan apa yang saya maksud.

Biasanya cinta datang kepada kita ibarat seekor burung yang tiba- tiba hinggap di atas kepala kita. Saya menggunakan istilah "datang" karena sulit sekali (meskipun mungkin) untuk membuat atau mengkondisikan diri mencintai seseorang.

Setelah cinta menghinggapi kita, cinta pun mulai mengemudikan kita ke arah orang yang kita cintai itu. Sudah tentu kehendak rasional turut berperan dalam proses pengemudian ini. Misalnya, kita bisa menyangkal hasrat cinta karena alasan-alasan tertentu. Tetapi, jika tidak ada alasan-alasan itu, kita pun akan menuruti dorongan cinta dan berupaya mendekatkan diri dengan orang tersebut.

Cinta biasanya mengandung satu komponen yang umum yakni rasa suka.

Sebagai contoh, kita berkata bahwa pada awalnya kita tertarik dengan gadis atau pria itu karena sabarannya, kebaikannya menolong kita, perhatiannya yang besar terhadap kita, wajahnya yang cantik atau sikapnya yang simpatik, dan sejenisnya. Dengan kata lain, setelah menyaksikan kualitas tersebut di atas timbullah rasa suka terhadapnya sebab memang sebelum kita bertemu dengannya kita sudah menyukai kualitas tersebut.

Misalnya, memang kita mengagumi pria yang sabar, memang kita menghormati wanita yang lemah lembut, memang kita mengukai orang yang rela menolong orang lain dan seterusnya.

Jadi, rasa suka muncul karena kita menemukan yang kita sukai pada dirinya.

Saya yakin cinta lebih kompleks dari apa yang telah saya uraikan.

Namun khusus untuk pembahasan kali ini, saya membatasi lingkup cinta hanya pada unsur suka saja. Cocok dan suka tidak identik namun sering dianggap demikian. Saya berikan contoh.

Saya suka rumah yang besar dengan taman yang luas, tetapi belum tentu saya cocok tinggal di rumah yang besar seperti itu. Saya tahu saya tidak cocok tinggal di rumah sebesar itu sebab saya bukanlah tipe orang yang rajin membersihkan dan memelihara taman (yang dengan cepat akan bertumbuh kembang menjadi hutan). Itulah salah satu contoh di mana suka tidak sama dengan cocok. Contoh yang lain. Rumah saya kecil dan cocok dengan saya yang berjadwal lumayan sibuk dan kurang ada waktu mengurusnya.

Namun saya kurang suka dengan rumah ini karena bagi saya, kurang besar (tamannya). Pada contoh ini kita bisa melihat bahwa cocok berlainan dengan suka. Pada intinya, yang saya sukai belum tentu ocok buat saya; yang cocok dengan saya belum pasti saya sukai. Sekarang kita akan melihat kaitannya dengan pemilihan pasangan hidup.

Tatkala kita mencintai seseorang, sebenarnya kita terlebih dahulu menyukainya, dalam pengertian kita suka dengan ciri tertentu pada dirinya. Rasa suka yang besar (yang akhirnya berpuncak pada cinta) akan menutupi rasa tidak suka yang lebih kecil dan -- ini yang penting -- cenderung menghalau ketidakcocokan yang ada di antara kita. Di sinilah terletak awal masalah.

Ini yang acap kali terjadi dalam masa berpacaran.

Rasa suka meniup pergi ketidakcocokan di antara kita, bahkan pada akhirnya kita beranggapan atau berilusi bahwa rasa suka itu identik dengan kecocokan. Kita kadang berpikir atau berharap, "Saya menyukainya, berarti saya (akan) cocok dengannya." Salah besar!

Suka tidak sama dengan cocok; cinta tidak identik dengan cocok! Alias, kita mungkin mencintai seseorang yang sama sekali tidak cocok dengan kita.

Pada waktu Tuhan menciptakan Hawa untuk menjadi istri Adam, Ia menetapkan satu kriteria yang khusus dan ini hanya ada pada penciptaan istri manusia, yakni, "Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18).

Kata "sepadan" dapat kita ganti dengan kata "cocok." Tuhan tidak hanya menciptakan seorang wanita buat Adam yang dapat dicintainya, Ia sengaja menciptakan seorang wanita yang cocok untuk Adam.

Tuhan tahu bahwa untuk dua manusia bisa hidup bersama mereka harus cocok.

Menarik sekali bahwa Tuhan tidak mengagungkan cinta (romantik) sebagai prasyarat pernikahan. Tuhan sudah memberi kita petunjuk bahwa yang terpenting bagi suami dan istri adalah kecocokan. Ironisnya adalah, kita telah menggeser hal esensial yang Tuhan tunjukkan kepada kita dengan cara mengganti kata "cocok" dengan kata "cinta." Tuhan menginginkan yang terbaik bagi kita; itulah sebabnya Ia telah menyingkapkan hikmat-Nya kepada kita.

Sudah tentu cinta penting, namun yang terlebih penting ialah, apakah ia cocok denganku? Saya teringat ucapan Norman Wright, seorang pakar keluarga di Amerika Serikat, yang mengeluhkan bahwa dewasa ini orang lebih banyak mencurahkan waktu untuk menyiapkan diri memperoleh surat ijin mengemudi dibanding dengan mempersiapkan diri untuk memilih pasangan hidup. Saya kira kita telah termakan oleh motto, "Cinta adalah segalanya," dan melupakan fakta di lapangan bahwa cinta (romantik) bukan segalanya.

Jadi, kesimpulannya ialah, cintailah yang cocok dengan kita!

--

Waktu Sempurnanya Tuhan
TUESDAY, 22 NOVEMBER 2005
Total View : 5563 times

Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu." (Kejadian 29:18)

Pernahkah kamu menemui seseorang dalam suatu pertemuan dan sesuatu percikan terbang saat itu? Kamu memperhatikan bukan hanya warna mata orang itu namun juga kilauan di matanya yang tampaknya mengundang kamu untuk mengeksplorasi orang itu lebih dalam lagi. Itulah yang terjadi antara Yakub dan Rahel. Kejadian 29:17 mengatakan bahwa Rahel begitu menawan dalam penampilan dan juga cantik. Yakub jatuh cinta begitu dalam pada Rahel hingga ia bersedia bekerja buat ayah sang gadis selama tujuh tahun hanya untuk menikahinya.

Jika kamu dihadapkan pada situasi Yakub, maukah anda bekerja selama tujuh tahun untuk seorang yang kamu cintai? Coba pikirkan kembali apa yang kamu kerjakan tujuh tahun yang lalu. Apakah kamu bekerja pada pekerjaan yang sama seperti pekerjaan kamu saat ini? Menghadiri gereja yang sama? Berkumpul dengan orang yang sama?. Kehidupan kita berubah banyak selama tujuh tahun terakhir, bukankah begitu?

Bayangkan apa yang Rahel harus rasakan. Dia menemukan pria yang dia ingin nikahi dan kemudian harus sering berada disekelilingnya sepanjang tujuh tahun berikutnya tanpa bisa menikahinya. Dia pasti berjuang dengan kesangsian tentang apakah mereka akan menikah. Kemudian, ketika waktu akhirnya datang, dia mungkin saja mengalami kehancuran ketika menemukan bahwa ayahnya telah menipu pria yang dicintainya dengan menikahkan pria idamannya pada saudara perempuannya sendiri, Lea.

Apa yang Rahel mungkin tidak mengerti pada saat itu adalah bahwa Tuhan pada akhirnya membawa Juruselamat pada dunia melalui darah keturunan antara Yakub dan Lea. Yesus adalah keturunan dari pernikahan yang didasarkan atas kebohongan - paling tidak pada tingkatan yang mendunia - namun Tuhan memiliki rencana yang lebih besar. Rahel pada akhirnya menikahi Yakub dalam waktu terbaiknya Tuhan.

Tuhan mengarang peristiwa dalam kehidupan kita untuk menyajikan kemuliaanNya. Seperti halnya Rahel, kita tidak tahu waktu Tuhan untuk masa depan kita, namun kita dapat mempercayai bahwa seperti halnya Tuhan tahu apa yang sedang Dia kerjakan untuk Rahel, Dia juga tahu apa yang Dia kerjakan bagi hidup kita.

Menggali Lebih Dalam Kejadian 29:18

1. Apakah kamu pernah jatuh cinta pada seseorang hanya saja Tuhan mengatakan padamu untuk menunggu pernikahan?
2. Pernahkah kamu menanyakan tentang waktuNya Tuhan? Jelaskan...
3. Apa yang kamu lakukan selama periode penantian?
4. Pernahkah kamu berpikir tentang gambaran besarnya? Bahwa Tuhan sedang bekerja mengarang peristiwa dalam kehidupan kamu untuk kemuliaanNya? Atau anda justru lebih terfokus pada diri sendiri? Jelaskan...
5. Bagaimana ayat ini bisa mengubah jalan hidup kamu dalam menangani hubungan di masa depan jika Tuhan mengatakan pada kamu untuk menunggu pernikahan?

--

Jangan Terlalu Serius Urusan Jodoh
TUESDAY, 22 NOVEMBER 2005
Total View : 4071 times

Berikut ini adalah tulisan yang ditulis oleh Bill Bracy, salah satu produser CBN internasional yang berpusat di Virginia Beach Amerika. Tulisan ini meskipun akan membuat Anda tertawa, namun bagi yang masih men-jomblo terdapat pesan ampuh yang tersirat yang akan membantu Anda segera melepas status jomblo Anda. Simak kisahnya:

Beberapa tahun lalu, ketika saya sedang putus asa mencari pacar, maksudnya mencari isteri, saya membaca sebuah kisah tentang Abraham yang mengutus pembantunya pergi untuk mencarikan anaknya seorang isteri.

Pembantu Abraham pergi ke sebuah sumur, tempat wanita-wanita setempat biasa mengambil air setiap hari. Disana dia mulai berdoa. Dalam doanya dia meminta agar bertemu dengan seorang wanita yang mau memberi dia dan unta-untanya minum. Jika ada, maka pastilah ia wanita yang tepat.

Belum selesai doanya, datanglah Ribka, menawarkan air untuknya. Benar-benar wanita sempurna yang memenuhi kategori dalam doanya. Maka jadilah Ribka sebagai isteri Ishak, anak Abraham. Kisah itu membuat saya berpikir selama beberapa waktu, mungkin tidak ya, kisah itu terjadi dalam hidup saya.

Saya mulai tertawa sendiri. Aneh sekali kalau kisah itu diterapkan dalam kehidupan modern seperti sekarang. Itu artinya saya harus pergi dulu ke pedesaan, dimana terdapat sumur yang masih dipakai warga sebagai sumber air. Tunggu dulu, bukan harus saya sendiri yang pergi. Menurut kisah itu, saya harus punya seorang pembantu. Pembantu? Gaji sebulan untuk diri sendiri saja pas-pasan. Kembali saya tertawa lagi. Ah, sudahlah!

Malam itu saya pulang agak malam karena ada jadwal bermain tenis meja dengan beberapa rekan sekerja. Menuju pulang saya merasa sangat haus dan kemudian memutuskan untuk mampir ke dispenser kantor dekat pintu keluar, saat tiba-tiba seorang wanita mendahului saya dari belakang, membawa sebuah gelas.

Di benak saya hanya ada satu hal "Wah, keduluan deh! Buruan mbak, haus banget nih!" Tiba-tiba wanita itu menoleh dan berkata "Kamu mau minum juga? Saya bantu ambil yaa..." Kemudian dia mulai mengambilkan saya air...".

Senyum dan kalimatnya seperti bom Hiroshima dan Nagasaki di telinga saya. Saya teringat tentang semua kisah Abraham yang saya baca. Di depan wanita itu saya bengong cukup lama. Terngiang semua doa-doa saya dalam mencari kekasih. Inikah wanita yang akan menjadi isteri saya? Kira-kira dia suka saya atau tidak, ya? Inikah ibu dari anak-anak saya nanti?

Seketika saya sadar dan berusaha kembali tenang, sambil tetap meyakinkan diri bahwa saya tidak bau badan dan nafas saya biasanya cukup segar. Aduh, saya bodoh sekali! Ini kan hanya pertemuan tidak sengaja selama beberapa detik, bisa-bisanya saya berpikir sejauh itu. Saya teguk air sebanyak mungkin dan menarik nafas panjang untuk menghilangkan tanda-tanda keanehan yang mungkin sejak tadi jelas terlihat olehnya.

Cerita diatas terjadi 25 tahun lalu. Diperlukan 2 tahun penuh bunga, permen, kue, film, puisi romantis dan sebuah cincin untuk akhirnya meminta "wanita dispenser" tadi untuk menikahi saya. Tuhan telah menolong Abraham dan saya dengan cara yang kurang lebih sama.

Jadi kalau anda seorang pria atau wanita yang sedang berjuang mencari isteri atau suami, berdoalah, dan jangan lupa minum hari ini!

--

Yang Jomblo Nggak Usah Stress
MONDAY, 21 NOVEMBER 2005
Total View : 6226 times

Bulan ini melompat kedalam kehidupan kami dan membawa setumpuk undangan pernikahan. Untuk seorang lajang Kristen, kartu cantik yang tersaji mengundang lebih dari sekedar sebuah acara pesta : pesta pernikahan dan juga pesta mengasihani diri. Dengan pikiran itu dalam benak kita, bulan Juni adalah bulan yang sempurna bagi kita, sebagai lajang Kristen, untuk menambahkan sejumlah iman terhadap kehidupan yang terisi dengan berbagai tekanan.

Sebagai seorang lajang dengan sejumlah tanggung jawab penuh tekanan, saya tahu apa artinya "penderitaan akibat stress". Sebagai seorang penulis, pembicara, kolumnis, dan penyanyi, saya sesekali merasa begitu terkoyak-koyak sehingga saya kuatir rambut saya mungkin saja sampai rontok (Hanya becanda tentunya). Namun serius, saya telah belajar bagaimana mengelola stress adalah sesuatu yang berat. Tapi saya berharap untuk membuatnya jadi mudah untuk anda.

Ketika Saya Amat Tertekan

Ketika saya merasa tertekan, itu karena ketidakseimbangan dalam kehidupan saya : terlalu banyak hal untuk dilakukan dalam waktu yang sedikit!, Jadi, sebagai seorang single, saya telah belajar bagaimana menangani diri saya seperti seorang pasangan akan memperlakukan saya. Sebagai contoh, banyak pasangan mengatakan satu sama lain ketika "cukup adalah cukup". Saya harus memasang batasan saya sendiri. Hal itu mendapatkan seni tersendiri. Sebagai cara menyelamatkan diri, kita harus mempelajarinya.

Mengenai tanggung Jawab

Seringkali, orang yang telah menikah memakai pernikahan untuk keuntungan mereka. Mereka akan mengatakan : "Saya tidak tahu apakah suami/istri saya ingin saya melakukan hal ini. Saya akan bicara tentang ini padanya". Kita sebagai seorang lajang Kristen tidak punya keuntungan seperti itu.

Namun, coba terka? Kita punya keuntungan yang lebih gemuk daripada yang dilakukan orang yang menikah!. Kita dapat mengatakan, dengan ketulusan yang besar, bahwa kita sebagai seorang lajang secara istimewa berada dekat dengan Tuhan dan perlu untuk bicara seputar isu ini dengan Tuhan. Bagi saya sendiri, itulah kebenaran.

Saya telah mengumpulkan 10 tips untuk lajang yang mengalami stress atau tekanan. Sepanjang berkaitan masalah itu, saya memformulasi 5 tips untuk lajang yang ingin menumbuhkan kemampuan melalui pelayanan dimana pada akhirnya akan menolong mereka menjadi pasangan yang lebih baik.

Apakah kesendirian meninggalkan masalah kelembutan? Perkataan yang empuk dan renyah di mulut kita? Jika demikian, ada berita baik : kita dapat menikmati potongan kehidupan dalam Tuhan sementara kita masih melajang dan ketika kita menikah.

Segera dapatkan bagian dalam pelayanan, petualangan, kesenangan yang sederhana, dan kesenangan yang berpusatkan pada Tuhan dan isilah kehidupan lajang kita dengan bumbu yang baik! Jangan tunggu bumbu itu ada sementara kita menanti pasangan itu muncul.

Tips Bagi Lajang untuk Mengikis Stress

1. Menjadi seperti anak-anak! Berhenti mencoba "belagak dewasa". Kembali seperti anak-anak - seperti anak tanpa dosa dan percaya pada Tuhan dengan sepenuh hati. Jika perlu, ketika tidak ada seorangpun yang memperhatikan, mainkan kembali mainan anak-anak.

2. Lari ke tempat yang sunyi. Idealnya satu tempat yang dikelilingi dengan keindahan alam. Matikan hp, laptop, iPod dll. Hanya nikmati alam saja.

3. Corat Coret. Tingkat kemampuan tidaklah masalah. Poinnya adalah untuk mengekspresikan diri anda secara bebas. Sebagai contoh : gambarlah apa saja di karton yang lebar.

4. Lakukan sesuatu yang benar-benar menyenangkan. Jangan menunggu kencan. Untuk sejumlah orang, ini artinya menghadiri event olah raga atau pemutaran film. Pilihlah aktivitas yang menyenangkan dengan kebutuhan tanggung jawab yang paling minim.

5. Bicarakan dengan anggota keluarga atau teman. Jadilah selektif. Sejumlah orang yang tidak tepat justru menciptakan stress.

6. Berinteraksi dengan hewan peliharaan. Jika anda tidak punya hewan peliharaan, pergilah ke teman atau anggota keluarga yang memiliki hewan peliharaan, burung atau ikan hias.

7. Tolonglah orang lain yang memiliki stress lebih berat dari anda. Itu benar-benar akan meminimalkan perasaan yang dalam terhadap masalah ketika seseorang melihat orang lain dengan kesulitan yang lebih berat. Tidak perlu dengan cara yang rumit, kartu ucapan simpati atau telepon bisa dilakukan.

8. Berdoalah melalui ayat dalam kitab Mazmur. Untuk saya, ini akan mengurangi stress yang memicu depresi.

9. Kurangi begadang, perbanyak jam tidur. Ya, anda membaca sesuatu yang benar!. Ini pada kenyataannya menyelamatkan waktu dalam jangka panjang. Setelah semuanya, kita akan jauh lebih fokus dan energik ketika kita memiliki cukup tidur.

10. Konsumsi vitamin B-Kompleks dan Kalsium. Dua suplemen ini yang benar-benar menolong saya. Pastinya, lakukan konsultasi dengan paramedis atau dokter anda. Lalu, belilah suplemen itu di toko obat terdekat.

11. Rawat tubuh anda. Pakailah sepatu yang menunjang dan baju yang nyaman (tentunya bagus secara fashion). Lakukan peregangan badan. Lakukan pemijatan. Beli bantal yang empuk. Semuanya itu pantas untuk anda.

12. Sederhakan. Prioritaskan diri anda untuk melakukan yang ada dalam daftar. Hilangkan hal-hal yang tidak diperlukan. Cobalah untuk melihat ke belakang dan berpura-pura menjadi manajer untuk menangani semua hal.

5 Tips Penjangkauan untuk Lajang Kristen

Tips ini membangun kualitas pribadi yang membuat orang menjadi pasangan yang lebih baik kelak :

1. Lakukan penjangkauan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga melalui kegiatan relawan di rumah-rumah rehabilitasi. Percayai saya : Menunggu orang (pasanga) terbaik dari Tuhan atau menghidupi kehidupan sebagai seorang lajang benar-benar akan kelihatan jauh lebih menarik ketika dibandingkan dengan mereka yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Ini membangun empati yang dalam dan juga kepedulian.

2. Relakan anda diri untuk melayani di bagian pelayanan gereja atau memberikan perhatian pada anak-anak teman. Atau menjadi sponsor dan berkorespondensi dengan anak-anak diseluruh dunia melalui misi Kristen yang menjangkau dunia. Bekerja dan berkorespondensi dengan anak-anak menjadikan kita keluar dari komplikasi orang dewasa. Itu juga memberikan orang-orang kesempatan untuk belajar bagaimana untuk mempedulikan masa depan anak-anak atau mengasihi anak-anak secara emosional, spiritual, dan kebutuhan fisiknya. Tetap "terlatih" dengan anak-anak adalah kemampuan yang tak ternilai baik untuk pria atau wanita dewasa.

3. Hiburlah penghuni rumah jompo atau yatim dengan nyanyian, bacaan, permainan atau menyumbang pada keberadaan orang lain. Hal ini selalu memberikan perspektif yang baru. Hal ini mengajar orang tentang ketangkasan hidup dan nilai penting kehidupan bagi Tuhan - apakah dia seorang lajang atau menikah; tua atau muda. (Kita yang lajang merasa lebih muda dan merdeka ketika kita mengunjungi orang yang lebih tua yang memanggil kita dengan sebutan "nak"). Sebagai tambahan, hal ini akan menyiapkan kita untuk tahap kehidupan masa depan.

4. Jangkau para janda tua dan duda di gereja anda. sebagai lajang, kita tahu perasaan kehilangan seseorang yang belum pernah kita temui. Bayangkan rasa sakit kehilangan seseorang. Kenalkan diri kita pada mereka, maka dukacita mereka akan meringankan beban penantian kala menanti seorang yang kita cintai. Kumpulkan hal itu sekarang dan sadari bahwa Surga hanya berada sekeliling arena kita untuk menjaga perspektif kita tetap sehat dan tetap terjaga.

5. Ambil bagian dalam pelayanan kabar baik. Fokus pada kenyataan bahwa, tidak masalah apakah kita menikah atau tidak, adalah amat penting bagi kita untuk membagikan kabar baik tentang Yesus. Kesendirian tidak pernah melemahkan kemampuan kita untuk membagikan isi hati kita tentang Yesus. Pada kenyataannya, kita tahu seperti apa menunggu dan mengharapkan pasangan masa depan kita. Marilah salurkan "hasrat hati" kita menjadi "hati yang menginspirasi" untuk menerima Yesus.

--

Hubungan Yang Tidak Akan Berjalan Dengan Baik
TUESDAY, 22 NOVEMBER 2005
Total View : 2900 times

Berikut ini adalah 8 jenis hubungan yang sebaiknya anda hindari karena berpotensi besar menimbulkan masalah :

1. Anda LEBIH PEDULI mengenai pasangan Anda dibanding dia tentang Anda.

Misalnya : anda jatuh cinta. Anda yakin anda dan dia bisa jadi pasangan yang sempurna. Tetapi dia tidak begitu bersemangat dalam menjalin hubungan seperti anda. Anda selalu memikirkan dia, tetapi dia tidak pernah memikirkanmu. Apa artinya ini? Hubunganmu tidak akan berjalan dengan baik!.

Amos 3:3 : Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?, (kecuali hati kalian berdua berdetak pada frekuensi yang sama).

Dalam hubungan yang sehat, kedua pasangan akan saling mencintai. Hubungan menjadi tidak sehat kalau hanya satu pihak saja yang terus "mengejar." Hubungan seperti ini tidak imbang. Dan kalau hal ini berlangsung terus maka anda akan merasa diabaikan, kecewa, marah dan haus akan cinta serta merasa dikendalikan oleh pasanganmu!. Bertepuk sebelah tangan bukanlah kondisi saling mencintai yang sehat.

2. Anda jatuh cinta dengan POTENSI pasangan Anda

Engkau tidak jatuh cinta dengan "siapa pasanganmu apa adanya", tetapi engkau jatuh cinta dengan "dia bisa jadi apa kelak."

Dengarkan: dia bukan pasanganmu, tapi proyekmu.

Kalau anda jatuh cinta sama seseorang pastikan bahwa anda mencintai, menghormatinya sebagaimana dia adanya sekarang ini. Kalau tidak anda sementara membohongi dirimu sendiri.

Yeremia 37:9 Beginilah firman TUHAN: Janganlah anda membohongi dirimu sendiri....!

Dalam konseling pernikahan selalu saya tanyakan : "Kalau pasanganmu gak berubah dari keadaannya sekarang sampai dia nanti dipanggil Tuhan, kira-kira anda bisa menerima dia apa adanya?"

Tanyakan pertanyaan ini ke dalam dirimu : "Apakah aku masih mencintai dia kalau dia tidak berubah sama sekali 20 tahun y.a.d.?"

3. Anda sedang melakukan misi PERTOLONGAN (rescue mission)

Apakah anda sering merasa kasihan kepada pasanganmu?. Apakah anda sering merasa bertanggungjawab terhadap kehidupan pasanganmu?. Apakah anda takut seandainya anda tinggalkan maka hidupnya akan berantakan?

Saudara, kalau anda menjawab "ya" untuk pertanyaan-pertanyaan diatas, boleh jadi anda adalah orang yang "keranjingan menolong."

Orang yang "keranjingan menolong" dan menjalin hubungan bukan dengan pasangan yang kompatibel, tapi dengan orang yang mereka rasa harus ditolong. Mereka ingin jadi "juruselamat."

Anda mungkin menemukan seseorang yang tidak dicintai, rapuh, kurang beruntung dan anda merasa harus menolong dia karena itu membuat dia merasa sangat berterima kasih dan anda merasa terhormat. "Dia tidak dapat hidup tanpa saya." Hubungan seperti ini lebih mirip "misi penyelamatan/ pertolongan" dari pada hubungan cinta yang sehat.

Saya tidak mendorong pria menjangkau wanita dan wanita menjangkau pria, kenapa? Karena kita bisa jatuh dalam "misi penyelamatan" ini.

Orang yang secara emosional melakukan misi penyelamatan seringkali keliru menafsirkan "simpati" dengan "cinta".

Orang yang Anda pilih untuk dicintai haruslah seseorang yang bisa Anda hormati dan banggakan.

Hosea 6:4-6 : Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar. Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang. Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.

Pasanganmu ingin anda mengenal dia, bukan anda untuk menjadi juruselamatnya. Yakinkan bahwa "Satu Juruselamat saja cukup." Anda tidak perlu jadi yang kedua.

4. Anda melihat pasangan Anda sebagai TELADAN/ ROLE MODEL

Kita baca ini di tabloid : artis muda jatuh cinta dengan sutradaranya. Mariah Carey menikahi produsernya. Murid universitas jatuh cinta dengan profesornya. Sekretaris jatuh cinta dengan bossnya.

Kalau anda jatuh cinta dengan seseorang yang anda teladani maka akan sulit untuk membina hubungan yang normal. Mengapa? Karena anda akan sulit/ tidak bisa mencapai kesetaraan dalam berhubungan. Tidak ada keseimbangan.

Ini bukan mengenai status, tapi sikap hati. Saya tidak mengatakan bahwa orang yang berbeda status tidak bisa menjalin hubungan cinta, tetapi ini mengenai sikap pandang. Kalau anda selalu melihat "ke atas" dan pasanganmu memandang "ke bawah", tidak akan ada keseimbangan dalam hubungan.

Orang yang jatuh cinta dengan teladannya biasanya punya harga diri yang rendah. Mereka tidak bisa menerima diri mereka apa adanya. Matius 22:39 Yesus mengatakan : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Pointnya adalah : bagaimana mungkin kita bisa mengasihi orang lain kalau kita tidak mengasihi diri kita sendiri?. Satu-satunya jalan supaya hubungan bisa berjalan dengan baik adalah jika cinta dan penghargaanmu terhadap DIRI SENDIRI sama dengan cinta dan penghormatanmu terhadap PASANGANMU. Dan pasanganmu harus mau berhenti berfungsi sebagai mentor anda.

5. Anda tergila-gila pada pasangan Anda karena PENAMPILAN LUAR.

Amsal 31:30 : Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

6. Anda dan pasangan Anda adalah TEMAN BAIK "DI JALAN"

Bukannya tidak bisa, tetapi jangan sampai terpukau karena dia adalah teman baik dalam waktu singkat kemudian anda melupakan hal-hal lain dalam berhubungan.

7. Anda memilih pasangan Anda supaya BISA MEMBERONTAK

Misalnya : Ortu anda adalah orang yang sangat disiplin, dan kemudian anda memilih pacarmu yang paling tidak disiplin. Anda bertindak berdasarkan PAKSAAN dan bukan PILIHAN.
Tindakanmu karena anda mau memberontak kepada ortu, maka engkau tidak akan bisa mendapatkan cinta yang sejati.

8. Pasangan Anda TIDAK BEBAS

Definisi bebas adalah :
Bebas untuk bisa menjalin hubungan dengan Anda; tidak terikat suatu hubungan dengan orang lain; bukan orang yang sudah menikah; tidak sedang bertunangan; tidak sedang pacaran; tidak sedang kumpul kebo; sendiri; single; itu semua yang bisa Anda jadikan pasangan.

Hal berikut ini bukan definisi orang yang bebas :

* Dia sementara menjalin hubungan dengan seseorang, tetapi dia berjanji untuk memutuskan hubungan itu segera.
* Dia sementara menjalin hubungan dengan seseorang , tetapi dia tidak mencintai orang tsb.
* Dia sementara menjalin hubungan dengan seseorang, tetapi orang itu tahu hubungan Anda dengan dia, dan pacar/ tunangan/ suami/ istrinya tidak berkeberatan.
* Dia sementara menjalin hubungan dengan seseorang, dan dia tidak mau memutuskannya, tetapi dia juga ingin Anda tetap dekat dengan dia.
* Baru putus dengan seseorang, tapi mungkin nanti akan kembali lagi.

Menjauhlah dari orang-orang yang TELAH MENIKAH atau sementara berhubungan dengan orang lain!

Kalau Anda berhubungan dengan orang yang sudah menjalin hubungan dengan orang lain, Anda harus siap menerima BEKAS orang tersebut!

--

Tips Menghentikan Kecanduan Pornografi (Bagian II)
TUESDAY, 22 NOVEMBER 2005
Total View : 2274 times

Tulisan berikut merupakan bagian kelima dari "Menghentikan Kecanduan Pornografi".

4. Hitunglah Konsekuensinya
"Jerry" adalah seorang Kristen yang telah lahir baru dan dipenuhi Roh. Ia menikahi wanita yang cantik dan perhatian. Ia adalah seorang ayah yang baik bagi anak-anaknya, seorang guru teladan, cukup dihargai di komunitasnya, dan bahkan pemimpin yang dihormati di gerejanya. Namun demikian, Jerry berjuang dalam waktu yang lama dan sulit dengan kecanduannya terhadap pornografi - bahkan setelah berbagai sesi konseling dengan pendetanya.

Tetapi satu hari, kelompok pertanggung jawaban yang ia hadiri bertanya padanya tentang masa depan dan memintanya menggambarkan apa yang dapat disebabkan oleh kecanduannya terhadap pornografi. Dengan penuh simpati, ia menjawab, "Pada akhirnya, saya bisa kehilangan istri, keluarga, rumah, pekerjaan dan pelayanan saya." Setelah melakukan pemikiran yang mendalam mengenai konsekuensinya, Jerry memutuskan bahwa pornografi tidak layak dibandingkan dengan semua itu - dan hal itu membantunya untuk bebas.

Ambillah waktu untuk dengan cermat menimbang-nimbang hidup Anda dan pikirkan apa yang paling berharga bagi Anda. Kemudian, tanyakanlah diri Anda, apakah saya benar-benar dapat menanggung resikonya?

5. Kenalilah Pemicu Anda
Sangat penting untuk benar-benar mengenali situasi apa yang memicu Anda untuk tergelincir dan jatuh pada aktivitas kecanduan - seperti berjalan melintasi rak majalah di sebuah pom bensin, berkendara sepanjang tempat tertentu di kota, tinggal di hotel selama perjalanan bisnis, membuka koran Minggu dengan iklan pakaian dalam, masuk dalam situs-situs internet, dan sebagainya. Contohnya, bila Anda telah mengenali titik lemah Anda, perlu adanya suatu metode untuk menghindari situasi tersebut. Contohnya, apabila Anda tergoda untuk menonton film porno di tv kabel saat perjalanan bisnis, katakan pada pihak hotel untuk memutuskan hubungan tv atau memindahkan tv dari kamar sebelum Anda datang. Pertahanan yang baik lainnya adalah dengan menghubungi pembimbing atau rekan terpercaya Anda. Orang tersebut dapat mendukung Anda dalam doa dan berbicara tentang kebenaran firman Tuhan. Hal itu dapat memutuskan kekuatan dari godaan.

Bila Anda sudah menikah, Anda dapat mengikutsertakan pasangan Anda untuk menolong Anda menghindari pemicu tertentu. Seorang pria meminta istrinya untuk menyingkirkan semua pengumuman penjualan pakaian dalam dari koran Minggu sebelum membawanya ke rumah. Pria lain meminta istrinya untuk mengubah kata sandi komputer mereka, sehingga ia tidak dapat menggunakannya tanpa seijin dia.

6. "HALT"
Akronim HALT dapat membantu mengingatkan Anda untuk tidak terlalu Lapar, Marah, Kesepian atau Lelah (Hungry, Angry, Lonely, Tired). Sadari bahwa Anda lebih rawan untuk mengalami kecanduan selama masa tersebut. Pada saat Anda mengalami "HALT", secepatnya berhenti dari apa pun yang Anda lakukan untuk berdoa, membaca Alkitab dan/atau menghubungi seseorang untuk berdoa.

7. Galilah Akarnya
Cara lain untuk memperoleh kemenangan di masa depan adalah dengan menganalisa masa lalu Anda. Apabila Anda tidak pernah mengampuni orang tertentu karena menyakiti Anda, ambil waktu untuk melakukannya sekarang! Kurangnya pengampunan mencegah aliran kuasa Tuhan dalam hidup kita. Yesus bekata, "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:24-25)

Terkadang, orang Kristen memilih untuk maju ke depan tanpa melihat ke belakang. Tetapi, bila kesakitan dari masa lalu mencegah kepenuhan hari ini, sangat penting untuk menghadapi luka tersebut melalui konseling Kristen yang penuh doa. Kebenaran datang melalui Roh Kristus dan seperti Yohanes 8:32 berkata, "dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

8. Berotoritaslah Atas Mata Anda
Pergumulan Setiap Pria (Every Man's Battle) oleh Arterburn, Stoeker dan Yorkey berisi berbagai petunjuk praktis tentang bagaimana meraih kemenangan terhadap godaan seksual. Pengarangnya menyarankan untuk mengembangkan kebiasaan mengalihkan mata Anda dengan cepat dari setiap hal yang dapat menggoda Anda. Apabila Anda sedang menonton pertandingan sepak bola di tv dan muncul iklan bir yang seksi - segera beralih dari saluran itu! Apabila Anda berada di tempat kerja dan menyadari bahwa pakaian rekan kerja Anda terlalu rendah atau roknya terlalu tinggi, alihkan mata Anda dengan segera. Atau, pandanglah dia tepat di matanya, dan bukan di tempat lain. Sebagaimana Anda dapat mengembangkan kebiasaan berpikir yang tidak murni, Anda pun dapat mengembangkan kebiasaan yang murni, dengan bantuan Tuhan.

9. Bertumbuh di Dalam Firman Tuhan
Pengajaran ini penuh dengan kuasa Firman Tuhan untuk membantu Anda bertumbuh dalam kekuatan dan kedewasaan spiritual. Ambil waktu untuk membaca ayat-ayat tersebut dan beri tandai di Alkitab Anda serta hapalkanlah ayat-ayat yang paling membantu Anda secara pribadi. Berikut ini adalah beberapa ayat tambahan untuk dipelajari.

Kejadian 39:1
Mazmur 51:2; 119:9-11
Amsal 6:20-24; 23:26-28
Daniel 3
Matius 26:41
Markus 7:20-23
Lukas 4:1-12 1
Yohanes 10:10 1; 15:1-17; 17:3
Kisah Para Rasul 15:28-29
Roma 1:16-32; 6:23; 7:15-8:14; 12:1-2; 13:12-14
1 Korintus 10:3-5, 12-13
Galatia 5:1, 13, 16-18
Efesus 2:10, 5:1-33,6:10-18
Filipi 4:8
Kolose 3:1-10
1 Tesalonika 4:1-8
1 Timotius 6:11-12; 2 Timotius 2:22
Titus 2:11-14
1 Petrus 2:16; 4:1-6
Ibrani 4:15-16
Yakobus 1:13-15;4:1-10
Wahyu 2:7

Berdoa Terus Menerus
Doa adalah hubungan yang hidup antara kita dan Sang Penebus, yang dapat menyelamatkan kita dari setiap pencobaan, godaan dan kecanduan. Alkitab berkata, Tetaplah berdoa (1 Tesalonika 5:17). Anda dapat memperkatakan doa yang diberikan Yesus kepada murid-muridnya pada Matius 6:9b-13.

"Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu" [Sediakan waktu untuk memuji Tuhan bagi kasih, hikmat dan kekuata-Nya dan bagi segala hal yang telah Ia lakukan bagi Anda.]

"Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga." [Mintalah Tuhan untuk memenuhi segala tujuan mulia-Nya dalam hidup Anda, hidup orang-orang yang Anda cintai dan orang-orang lainnya.]

"Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya" [Berdoa bahwa Anda akan percaya pada Tuhan untuk memberikan Anda kekuatan yang Anda butuhkan dalam setiap situasi yang mungkin Anda alami hari ini. Naikkan kebutuhan Anda lainnya maupun kebutuhan keluarga Anda.]

"dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;" [Akuilah segala dosa Anda dan ampunilah setiap orang yang bersalah terhadap Anda].

"Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Mintalah Tuhan untuk membantu Anda mematuhi-Nya sebagaimana Anda dijauhkan-Nya dari jalan yang membawa kejahatan dan kehancuran dan membimbing Anda di jalan kebenaran. Sediakan waktu untuk mendengarkan suara-Nya dalam hati, memberikan dukungan, teguran atau perintah. Berkomitmenlah pada segala yang Anda katakan dan lakukanlah semua hari ini bagi Tuhan.] Amin.

Kiranya Tuhan memberkati Anda karena setiap hari Anda percaya pada-Nya atas kekuatan, hikmat dan kemenangan.

Doa yang Paling Penting
Apabila Anda tidak pernah meminta Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dan tidak tahu bagaimana caranya, hal itu sangat mudah. Bahkan, karena demikian sederhananya, banyak orang yang berpikir bahwa itu semua tidak nyata, tetapi itu nyata! Tuhan tahu bahwa tidak ada seorang pun di antara kita yang mampu secara pribadi memperbaiki segala kesalahan kita. Hal ini disebut berdosa atau memberontak terhadap Tuhan. Oleh karena itu, Ia mengutus Anak-Nya, Yesus untuk membayar hutang dosa bagi setiap orang, sekali dan untuk semuanya.

(Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah) Roma 3:23

Bila saat ini sulit bagi Anda untuk memahami, Anda hanya perlu percaya bahwa Yesus mati bagi Anda. Akuilah segala dosa dalam hidup Anda pada Tuhan, dan terima lah pengampunan dan karunia hidup yang kekal dari-Nya.

Jangan menunggu lagi, berdoalah seperti ini dan tempatkan Tuhan dalam hidup Anda:

Tuhan Yesus, saya percaya bahwa Engkau adalah Anak Allah. Saya percaya bahwa Engkau telah mati bagi dosa-dosa saya dan bangkit dari kubur. Saya mengundang Engkau untuk datang ke hati saya dan saya menerima-Mu saat ini. Terima kasih bagi pengampunan dari-Mu. Terima kasih bagi kehidupan yang baru. Bantu saya untuk menjadi seperti yang Engkau mau serta hiduplah di dalam saya. Amin.

--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar