Rabu, 07 Juli 2010

Play.

Bermain selalu lebih menyenangkan daripada bekerja. Secara natural manusia melakukan kegiatan bermain sejak kecil, dengan antusias, semangat, dan penuh kegembiraan. Kita mulai terpasung ketika menjadi dewasa dan menganggapnya sebagai sesuatu yang “berdosa”, “kekanak kanak an”, dan tidak “bertanggung jawab”. Stuart Brown, pendiri National Institude of Play, mencoba menggali kembali esensi bermain ini dalam riset panjang puluhan tahun.

Menurut Neuroscientist Jaak Panksepp, penelitian pada hewan, menunjukkan bahwa “bermain” telah ada sejak jaman dinosaurus, dan bermukim pada reptilian brain kita, dimana kegiatan survival, bernafas, kesadaran juga berada. Kera, anjing, kucing, dan binatang lainpun memiliki kecenderungan untuk melakukan kegiatan bermain ini, setelah kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup terpenuhi.

Bermain adalah kunci terbesar pada kreatifitas dan inovasi, dan merupakan kunci pada peningkatan IQ, optimisme, kebahagiaan, dan umur panjang kita. Einstein, Picasso, Michaelangelo, dikenal sebagai orang yang penuh semangat bermain. Semua dari kita, juga memulai kehidupan kanak2 kita dengan bermain, dan pelahan lahan mengundurkan diri dari kegiatan ini menjelang dewasa.

"Bermain" adalah kegiatan yang lebih mementingkan kenikmatan daripada tujuan pencapaiannya; dilakukan dengan antisipasi diri sendiri tanpa paksaan apapun; membuat kita lupa diri dan hanya fokus pada apa yang kita lakukan; menghanyutkan sehingga lupa waktu; menimbulkan idea baru dan otak yang segar sehingga meningkatkan kreatifitas dan inovasi; dan setelah selesaipun masih membuat kita ingin melakukannya lagi lain kali. Inilah karakter dari “bermain”.

Ada 8 personality orang didasarkan pada caranya bermain. The Joker, yang selalu bersenda gurau dalam hal apapun (tiba2 teringat kawan saya Joger). The Kinesthete, orang yang selalu bergerak untuk dapat berpikir, jalan, olah raga, break dance, adalah caranya bermain. The Explorer, seperti Richard Branson, yang melakukan esplorasi aneh2 dan sering menyengsarakan tubuh dalam mencari kebahagiaan bermainnya. The Competitor, pemain yang mementingkan sukses dan kemenangan dalam berkompetisi apa saja. The Director, pemain yang ingin menjadi dalang dan pengatur semua hal, berkuasa dan menunjukkan kekuasaannya. The Collector, selalu ingin mengumpulkan sesuatu, perangko, koin, barang antik, sepatu, atau apa saja untuk museum kehidupannya. The Artist, yang unik dan ingin eksistensi dirinya diakui: penulis, pelukis, penari, pemahat. The Storyteller, pencerita, seperti para pembuat filem, penulis buku, bahkan orang2 penari, acting, dan guru pun termasuk pada kelompok orang yang menemukan dirinya bermain dengan bercerita.

Setiap orang menyukai hal yang berbeda, bahkan bisa saja “bermain” nya seseorang adalah “siksaan” orang lain: memancing, sepak bola, golf, mendaki gunung, gameboy, facebook, balapan mobil, dan seterusnya. Bermain yang berlebihan pun tidak baik, karena menjadi sebuah kecanduan dan kegilaan.

Kalau anda pikirkan kembali, orang2 yang paling menarik dalam kehidupan kita, adalah orang2 yang selalu bermain pada kehidupannya, dengan caranya sendiri. Banyak orang kehilangan jiwa bermainnya, tercecer pada perjalanan kehidupan yang secara pelahan menelan dan membunuh semangat kekanak kanakan yang bersinar pada dirinya.

Ada 5 langkah yang membantu kembali menumbuhkan semangat ini, dan memeliharanya:

1. Remember back your Playtime. Ingatlah kembali nikmatnya bermain dulu. Apa yang dulu membuat anda bahagia pada saat kanak kanak. Apa yang membuat anda ingin bangun pagi, dan melupakan kelelahan anda, sehingga yang ada hanya kebahagiaan dan nikmatnya saja?

2. Expose yourself to Play. Temui banyak permainan. Berjalanlan pada kehidupan yang mempunyai banyak kesempatan bermain; carilah teman, pekerjaan, kegiatan, dan komunitas yang mempunyai kesamaan dengan gaya kenikmatan bermain anda.

3. Give yourself permission. Ijinkan diri anda untuk bermain. Kekanak kanakan, sedikit kegilaan, nonsense, bodoh, lucu. Bebaskan diri anda dari ketakutan, lupakan batas2nya, ijinkan diri anda kembali bermain. Mungkin hanya untuk waktu yang pendek, sekali seminggu untuk 2 jam, ijinkan, dan rasakan kembali semangat bermain anda menghidupkan jiwa anda.

4. Combine play to your work. Sambungkan “bermain” dan “bekerja” anda. Bawalah esensi bermain anda pada pekerjaan anda. Hiaslah ruang kerja anda menjadi menyenangkan, bawalah pekerjaan anda pada perjalanan bermain anda. Gabungkan konsep bermain anda pada pekerjaan anda, sehingga anda akan mulai mencintai pekerjaan anda seperti juga anda menginginkan waktu lebih untuk bermain anda. Pekerjaan terbaik adalah bermain, sehingga hidup kita bisa menjadi “bermain saja kerjanya”.

5. Nourish your state of play. Peliharalah semangat bermain anda. Berhati hatilah pada penghadang dan pembunuh “semangat bermain”. Ciptakan kultur dan semangat memelihara kenikmatan dan kegiatan bermain ini saat anda bermain ataupun bekerja. Temukan network yang tepat dalam memelihara semangat ini. Bentuklah kegiatan kehidupan yang mengutamakan bermain sebagai landasan kehidupan.

Semangat bermain, akan menumbuhkan kreatifitas dan inovasi. Bermain juga membuat anda semakin menguasai sesuatu bidang, karena larutnya kita saat bermain akan membuat kita menjadi lebih ahli dalam bidang tersebut. Dan bermain adalah sebuah kenikmatan, sebuah kebahagiaan. Salam bermain.


*Tanadi Santoso, 27 June 2010.

***) M3: Monday Morning Memo, adalah catatan saya untuk teman2 Facebook. Selamat menikmati. Untuk yang mau share atau forward keteman teman, silahkan. Untuk yang mau add saya silahkan add pada tanadisantosofb3@gmail.com, karena page ini telah penuh. Salam sukses selalu.

--
TOKYO (Dow Jones)--The dollar regained some ground against the euro and other risk-sensitive currencies in Asia Wednesday as weak regional share markets prompted hedge funds and other short-term investors to buy back the safe-haven U.S. unit.

But the currency failed to gain back all the losses it suffered overnight after the release of weak U.S. service-sector data. That highlights lingering concerns in the foreign exchange market over a slowdown in the U.S. economic recovery that could ...

--


Saya seringkali sedih jika mendengar ada mantan karyawan yang gagal berkali-

kali dalam berbisnis. Apalagi jika alasannya, karena terlalu terburu-buru

memutuskan untuk resign, sudah jenuh, atau karena ingin sukses menjadi

pengusaha.

Ketika saya bertanya, “Apa yang telah Anda bina, bangun dan kumpulkan selama

Anda menjadi karyawan?” Jawabannya bervariasi: teman, rekan kerja, atasan,

pelanggan dan sebagainya. Ada juga yang memang sudah mengumpulkan modal untuk

usaha, dan ada juga yang menjawab tidak tahu.

Pertanyaan yang muncul, mengapa banyak karyawan yang gagal ketika menjalankan

bisnis sendiri? Apa yang gagal mereka kumpulkan?

Sebagai karyawan, saya anggap Anda kaya raya dan punya modal jika Anda

mengumpulkan dua capital selama menjadi karyawan:

1.Capital knowledge – keahlian, ilmu pengetahuan, dan practical skill
2.Capital network - Who you know, dan WHO KNOWS YOU ... sangat penting!

Mana yang paling banyak dilupakan?

Dua-duanya....

Kebanyakan karyawan terlalu sibuk dengan kegiatannya dan akhirnya hanya

menguasai satu bidang atau hanya mengenal satu atau dua komunitas saja. Jika

saya di accounting yah, paling kenalnya dengan accounting lagi, paling dengan

supplier yang suka nagih.

Jika saya adalah orang marketing, network saya customer saja, tidak mau

bergaul dan akrab dengan kompetitor. Jika saya orang operation, bergaulnya

dengan tim internal, atau operation di perusahaan lain.

Jika tidak ada yang mengenal Anda atau tidak ada yang Anda kenal, bagaimana

Anda bisa survive di bisnis sendiri?

Atau jika ilmu yang Anda kuasai hanya satu atau dua bidang, bagaimana Anda

bisa mengatasi permasalahan di bisnis yang terdiri atas masalah keuangan,

sales, marketing, accounting, system, business process, delivery, supply

chain, distribusi dan sebagainya.

Tips saya hari ini: apapun cita-cita Anda, ingin menjadi pengusaha atau top

level management di perusahaan Anda, miliki kemauan dan ketertarikan yang

tulus untuk mengenal dan dikenal oleh lebih banyak orang di banyak kalangan.

What YOU KNOW, memberikan Anda pekerjaan.
Who you KNOW, membuka kesempatan.
Who KNOWS YOU, yang menjamin Anda mendapat pekerjaan dan kesempatan. ''

--
Kesabaran adalah mutiara kehidupan yang ”pantas” dan ”harus” kita miliki!

Saat kita berjuang tetapi belum berhasil, kita perlu kesabaran (ulet, tekun,

tahan banting). Ketika menghadapi orang lain yang sedang emosi, kita pun

butuh kesabaran. Lebih-lebih saat kita sendiri tersinggung, marah, dan emosi,

kita pun perlu ”rem” berupa kesabaran (mampu menahan diri dan mengendalikan

sikap agar tidak terjerumus pada tindakan-tindakan irasional yang merugikan)

.

Mari, latih kesabaran jika kita ingin meraih sukses sejati.

Pada kesempatan yang baik ini, saya juga ingin mengajak teman-teman untuk

turut berbagi wisdom, inspirasi, dan motivasi, forward e-mail ini, atau


--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar